Panorama Sentrawisata, Tbk

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Panorama Sentrawisata, Tbk"

Transkripsi

1 Equity Valuation 28 April 2014 Panorama Sentrawisata, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi Pariwisata Kinerja Saham Laba yang Lebih Kuat Sumber: Bloomberg, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Informasi Saham Kode Saham Rp PANR Harga Saham Per 25 April Harga Tertinggi 52 Minggu Terakhir 510 Harga Terendah 52 Minggu Terakhir 195 Kapitalasasi Pasar Tertinggi 52 Minggu (miliar) 612 Kapitalisasi Pasar Terendah 52 Minggu (miliar) 234 Market Value Added & Market Risk Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Pemegang Saham* (%) PT Panorama Tirta Anugerah 64,25 DP Konperesi Wali Gereja Indonesia 18,33 Masyarakat (masing-masing dibawah 17,42 5%) * hingga 31 Desember 2013 Kontak: Equity & Index Valuation Division Phone: (6221) [email protected] PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) merupakan induk entitas dari kelompok terpadu kelompok perusahaan yang bergerak dalam bisnis perjalanan dan liburan. Sebagai bagian dari Panorama Group, bisnis Perusahaan meliputi tiga sektor: pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Lebih jauh, bisnis Perseroan dibagi lagi menjadi lima pilar: inbound, travel & leisure, media, transportation, dan hospitality. PANR dikenal sebagai pemimpin pasar pada sektor inbound serta travel & leisure di Indonesia. Perseroan memiliki jaringan mitra di seluruh nusantara yang memungkinkan untuk menjangkau pasar yang luas. Didirikan pada tahun 1995, PANR tercatat di Bursa Efek Indonesia pada bulan September 2001 dan Perseroan telah tumbuh kuat sejak saat itu dan menjadi perusahaan pariwisata publik terintegrasi satu-satunya dan terbesar. Pada tahun 2007, anak perusahaannya PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA) menjadi perusahaan publik, yang kemudian diikuti oleh anak perusahaan lainnya, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), pada tahun Saat ini Perseroan mengelola sekitar 29 merek melalui karyawan dan lebih dari 100 kantor di Indonesia dan luar negeri serta armada yang beroperasi di tempat-tempat tujuan wisata di Indonesia. akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini Halaman 1 dari 16

2 PARAMETER INVESTASI Perkembangan Pariwisata yang Menggembirakan Meskipun terdapat tantangan dari ekonomi global, pariwisata internasional tumbuh 5% menjadi 1,087 miliar kedatangan di tahun Asia Pasifik menjadi wilayah yang paling cepat bertumbuh. Tahun ini, Organisasi Pariwisata Dunia PBB memproyeksikan pariwisata internasional tumbuh 4,0%-4,5%, dengan permintaan terkuat di kawasan Asia Pasifik (tumbuh 6%) dan sub-wilayah Asia Tenggara (tumbuh 10%). Di Indonesia, meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, kunjungan turis asing meningkat hampir 10% di tahun 2013 menjadi 8,8 juta kedatangan, memberikan peningkatan pendapatan devisa sebesar 11% menjadi USD10 miliar. Selanjutnya, jumlah perjalanan meningkat menjadi 248 juta pada tahun 2013 dibandingkan 245 juta tahun sebelumnya. Jumlah wisatawan outbound juga diperkirakan mencapai 7,9 juta dibandingkan dengan 7,3 juta pada tahun Kinerja Diperkirakan akan Meningkat di Tahun Ini Sebagai perusahaan holding dari sebuah kelompok perusahaan yang terintegrasi, PANR mengelola 29 merek melalui karyawan di lebih dari 100 kantor di Indonesia dan luar negeri. Pendapatan bersih Perseroan didominasi oleh segmen jasa outbond, inbound, dan transportasi yang menyumbang sekitar 97%. Pada tahun 2013, pendapatan bersih PANR naik 9,5% terutama didorong oleh segmen outbound yang tumbuh 24% dan melampaui segmen lainnya. Tahun ini, kami berharap PANR akan mendapatkan keuntungan dari pemilihan umum nasional dan kami memperkirakan PANR dapat membukukan pertumbuhan 15% pada pendapatan bersih tahun ini. Profitabilitas yang Meningkat Marjin laba kotor PANR membaik dari 17,2% pada tahun 2012 menjadi 19,1% pada tahun 2013, terutama disebabkan oleh penurunan margin HPP dari tiga segmen utama. Marjin laba bersih perusahaan juga meningkat menjadi 2,3% pada tahun 2013 dari 1,6% pada tahun 2012, yang menyebabkan kenaikan 56% pada laba bersih. Oleh karena itu, return on equity (ROE) meningkat menjadi 13,0% pada tahun 2013 dari hanya 3,6% pada tahun Untuk mendukung pertumbuhan di masa depan, PANR telah menandatangani perjanjian dengan Insight Vacation, operator pariwisata dari Eropa, untuk menyediakan jasa escorted tours premium dan mewah bagi konsumen kelas atas. PANR juga diharapkan akan mulai mengoperasikan lima hotel baru yang mulai dibangun tahun lalu di Batam, Makassar, Lampung, Jakarta, dan Bali. Prospek Usaha Pariwisata merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor ini telah membuktikan ketahanan di tengah volatilitas ekonomi, baik di lingkungan global dan domestik. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia menunjukkan bahwa destinasi pariwisata Indonesia semakin diakui di seluruh dunia. Jika laju pembangunan infrastruktur membaik, investasi akan terus meningkat, termasuk di sektor pariwisata. Akibatnya, kelas menengah yang terus bertumbuh akan meningkatkan pembangunan industri pariwisata. Seiring dengan rencana ekspansi PANR yang lebih agresif, kami memperkirakan pendapatan bersih Perseroan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 17% Table 1: Performance Summary P 2015P Pendapatan (Rp miliar) Laba sebelum pajak (Rp miliar) Laba bersih (Rp miliar)* EPS (Rp) 18,4 27,4 39,7 51,2 59,0 Perumbuhan EPS (%) 153,5 49,1 44,6 29,0 15,4 P/E (x) 8,5 7,2 9,8 9,8* 8,5* PBV (x) 0,7 0,8 1,3 1,4* 1,2* Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing * Berdasarkan harga saham PANR per 25 April 2014 Rp500/lembar saham. 28 April 2014 Halaman 2 dari 16

3 INFORMASI USAHA Asia Pasifik dan Asia Tenggara Memimpin Pertumbuhan Pariwisata Internasional Pariwisata merupakan sektor penting untuk pertumbuhan ekonomi. Meskipun tantangan berat dari ekonomi global yang kurang baik, pariwisata internasional melebihi harapan tahun lalu dengan tumbuh 5% dan mencapai rekor 1,087 miliar kedatangan, dengan Asia Pasifik sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat. Wilayah Asia Pasifik diperkirakan memiliki pangsa pasar 30% dari pengunjung internasional pada tahun 2013, naik dari 23% pada tahun Untuk tahun ini, UNWTO memproyeksikan pariwisata internasional tumbuh 4,0%-4,5%, di atas perkiraan jangka panjang 3,8% untuk Permintaan pariwisata terkuat masih akan berada di wilayah Asia Pasifik dengan pertumbuhan diperkirakan sebesar 6%, sedangkan Asia Tenggara akan menjadi sub-wilayah pemimpin dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10%. Gambar 1: Proyeksi Pertumbuhan Pariwisata Internasional berdasarkan Regional Sumber: UNWTO, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Kedatangan Wisatawan Mancanegara terus Menunjukkan Perkembangan yang Menyenangkan Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada tahun Namun, angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis karena ditopang oleh perbaikan kinerja ekspor. Meskipun pertumbuhan lebih lambat, kedatangan wisatawan asing meningkat hampir 10% di tahun 2013 menjadi 8,8 juta. Pengeluaran rata-rata sebesar USD1.124 per wisatawan menyebabkan kenaikan pendapatan sebesar 11% menjadi USD10 miliar. Perkembangan positif tersebut menunjukkan bahwa destinasi pariwisata Indonesia yang semakin diminati oleh wisatawan asing. Gambar 2: Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Gambar 3: Kedatangan Wisatawan Internasional (Global) Perkembangan perjalanan domestik juga telah menggembirakan. Jumlah perjalanan meningkat menjadi 248 juta pada tahun 2013 dari 245 juta tahun sebelumnya. Hal ini ditambah dengan rata-rata pengeluaran harian yang lebih tinggi menjadi Rp , naik dari Rp , menyebabkan total pengeluaran tumbuh 9,2% menjadi Rp66,5 28 April 2014 Halaman 3 dari 16

4 triliun pada tahun Pada saat yang sama, peningkatan kelas menengah mendorong jumlah wisatawan outbound menjadi 7,9 juta tahun lalu, dibandingkan dengan 7,3 juta pada tahun Tahun ini, kami berharap lonjakan pengeluaran terkait pemilu oleh pemerintah dan politisi dapat berpengaruh positif pada industri pariwisata. Pemerintah juga menargetkan kunjungan wisatawan asing mencapai 9,4 juta kedatangan di tahun 2014, sementara jumlah perjalanan domestik mencapai 250 juta perjalanan. Jika pembangunan infrastruktur diintensifkan, investasi akan terus meningkat terutama di sektor pariwisata, yang akan menjadi faktor yang dapat mendorong perkembangan industri pariwisata. Potensi Besar Pariwisata di Indonesia Sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia dan sekarang telah menempati peringkat keempat yang berkontribusi kepada devisa negara setelah sektor minyak & gas, batu bara, dan kelapa sawit. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya mencapai sekitar 9% dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke wilayah ASEAN, dengan sekitar 70% dari pasar didominasi oleh Malaysia, Thailand, dan Singapura. Mendekati masa Masyarakat Ekonomi ASEAN diharapkan akan meningkatkan industri pariwisata di regional tersebut dan Indonesia diyakini akan memperoleh keuntungan dari hal tersebut. Dari perkembangan dalam negeri, kegiatan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) diharapkan dapat mendorong industri pariwisata untuk bertumbuh lebih lanjut, di mana pariwisata merupakan salah satu pembangunan yang diperhatikan. Sementara itu, pemerintah melalui Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional menargetkan membangun 50 destinasi wisata nasional baru, 88 kawasan pariwisata nasional strategis, dan 222 kawasan pengembangan pariwisata nasional. Perkembangan positif sektor pariwisata dan meningkatnya persepsi internasional dapat dilihat dari peningkatan investasi hotel dalam beberapa tahun terakhir, yang kami percaya akan berdampak positif bagi industri pariwisata. Gambar 4: Wisatawan Outbound Nasional Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Perubahan Perilaku Wisatawan Indonesia Pertumbuhan kelas menengah yang kuat dan perubahan struktur demografi dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah perilaku wisatawan Indonesia. Rata-rata umur penduduk di bawah 30 tahun dan sekitar 35% berumur antara tahun dengan sekitar setengah dari penduduk tinggal di kota-kota. Dengan kondisi seperti itu, bepergian ke berbagai negara tetangga tidak lagi dianggap sebagai barang mewah dan perjalanan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Selanjutnya, sehubungan dengan penetrasi internet terus meningkat bersama bertumbuhnya kelas menengah, transaksi e-commerce juga berkembang secara signifikan termasuk di industri pariwisata, untuk misalnya transaksi untuk pembelian tiket pesawat, voucher hotel, dan paket wisata. Diperkirakan transaksi e-commerce terhadap total pengguna internet di Indonesia telah mencapai sejumlah 6,5%, dan pada tahun 2016 transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai USD135 juta berdasarkan penelitian Veritans. 28 April 2014 Halaman 4 dari 16

5 Profil Singkat PANR: Perusahaan Pariwisata Terintegrasi PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), juga dikenal sebagai bagian dari Panorama Group, merupakan perusahaan holding dari sebuah kelompok perusahaan yang terintegrasi yang bergerak dalam bisnis perjalanan dan liburan. Bisnis Perseroan mencakup tiga sektor: pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Didirikan pada tahun 1995, PANR tercatat di Bursa Efek Indonesia pada bulan September 2001 dan Perseroan telah tumbuh kuat sejak itu dan menjadi perusahaan pariwisata publik terintegrasi satu-satunya dan terbesar. Pada tahun 2007, anak perusahaannya PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA) menjadi perusahaan publik, yang kemudian diikuti oleh anak perusahaan lainnya, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), pada tahun Perseroan saat ini mengelola sekitar 29 merek melalui karyawan dan lebih dari 100 kantor cabang di Indonesia dan luar negeri serta armada yang beroperasi di berbagai tempat tujuan wisata di Indonesia. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, PANR telah mengembangkan jaringan mitra di seluruh nusantara. Perseroan juga menerima beberapa penghargaan bergengsi, termasuk anak perusahaannya PDES memperoleh The Best Travel Agency in Indonesia pada acara TTG Awards ke-24 di Bangkok tahun lalu. Gambar 5: Struktur Perusahaan PANR Gambar 6: Cakupan Bisnis di Indonesia 28 April 2014 Halaman 5 dari 16

6 Pilar Bisnis PANR membagi usahanya menjadi lima pilar: inbound, travel & leisure, media, transportation, dan hospitality. Dalam bisnis inbound dan travel & leisure, PANR merupakan salah satu pemimpin pasar di Indonesia. Tabel 2: Aktivitas Utama PANR Tourism Inbound Travel & Leisure Media Inbound tours Domestic tours Incentive groups Package services Hotel consolidator Outbound tours Corporate travels Wholesales Ticket consolidators Tour consolidators Hotel consolidators Exhibitions Events Live Publication Transportation Tourism transportation provider Limousine services Rent-a-car Premium taxi Hospitality Land & property development Hotel management Waterpark development Outward-bound area development Recreation park development Gambar 7: Bentuk-bentuk Pariwisata Sumber: caretourism.wordpress.com, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Inbound Pada pilar ini, PANR menawarkan overland tours, beach holidays, incentive tours, dan program wisata lainnya. Produk terlaris pilar ini adalah overland tours di Sumatera dan Jawa; Bali beach holidays; wisata ke Lombok, Komodo, dan Tana Toraja; dan incentive group tours ke Bali. Pelanggan datang dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Eropa Barat dan Timur, Amerika Utara dan Selatan, Asia, dan Timur Tengah. Pilar ini memiliki kantor operasional di Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Medan, dan Labuan Bajo. Pilar ini menangani lebih dari orang per tahun yang melibatkan lebih dari 300 agen perjalanan. Selama 12 tahun terakhir, pendapatan kotor pilar Inbound telah bertumbuh 12% CAGR selama 12 tahun terakhir, sementara EBITDA tumbuh CAGR 10% untuk periode yang sama. Untuk tahun 2013 pilar ini berkontribusi sekitar 17% terhadap total pendapatan bersih PANR atau terbesar kedua setelah pilar travel & leisure. 28 April 2014 Halaman 6 dari 16

7 Gambar 8: Cakupan Pasar Pilar Inbound Gambar 9: Jumlah Pax yang Ditangani Travel & Leisure Pilar ini memiliki berbagai produk termasuk tiket, leisure tours, incentive tours, dan dokumen perjalanan. Pelanggan pillar ini datang dari korporasi, ritel, dan consolidator. Pilar travel & leisure didukung oleh 100 outlet operasional berlokasi di kota-kota besar di seluruh Indonesia dan kantor-kantor di luar negeri seperti di Kuala Lumpur, Singapura, Paris, dan Beijing. Pilar travel & leisure telah menjadi kompetensi inti PANR dan Perseroan menyediakan layanan yang komprehensif di mana pilar ini menyumbang sekitar 71% dari pendapatan bersih konsolidasi tahun PANR mampu mengelola pendapatan dalam pilar ini seimbang antara dari tiket saja dan dari paket produk baik dari pelanggan ritel maupun korporasi. Untuk mendukung pilar bisnis ini, Perseroan mengembangkan dan mengelola customer services sendiri dengan jumlah sambungan dan karyawan terus tumbuh, dan juga mengembangkan e-commerce untuk layanan tours and travel. Pendapatan kotor di pilar ini telah mengherankan dengan pertumbuhan 25 % CAGR selama 12 tahun lalu dan bahkan lebih tinggi sebesar 40 % CAGR untuk pertumbuhan EBITDA. Gambar 10: Layanan Komprehensif dari Pilar Travel & Leisure Gambar 11: E-Commerce Terintegrasi Media Media pilar merupakan pilar yang terdiri dari publikasi dan penerbitan, perencanaan dan penanganan kegiatan (event organizing) dan pameran. Sebelumnya dikenal sebagai MICE (Meeting-Incentive-Conference-Exhibition), namun seiring dengan perkembangan bisnis, pilar MICE diperluas menjadi pilar Media. Dalam dunia MICE, aspek ruang/tempat/media merupakan hal yang mendasar, tanpa ruang/media, kegiatan MICE menjadi mustahil. Melalui anak usahanya, hasil joint venture dengan Reed Exhibition, PANR menargetkan untuk menyelenggarakan 3 eksibisi skala dunia di Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun 2014, Perseroan telah merencanakan setidaknya 2 mega expo, yaitu logistics expo and mega build expo. 28 April 2014 Halaman 7 dari 16

8 Gambar 12: Majalah Travel dan Lifestyle dipublikasikan oleh Pilar Media Gambar 13: Beberapa Eksibisi yang Diselenggarakan oleh Pilar Media Transportation Layanan dalam pilar ini terdiri dari transportasi pariwisata, transportasi umum, executive shuttle bus, sewa mobil, dan taksi premium di bawah merek White Horse, Grey Line, Jawa Bali Overland, Joglosemar, Ren-A-Car, dan Day Trans. Pilar ini diuntungkan oleh captive market di Panorama Group. Dalam pilar transportasi, PANR berencana untuk meningkatkan armada taksi reguler, yang pada tahun 2013 diperluas dari hanya layanan premium kemudian juga memasukkan taksi reguler. Perusahaan telah membeli 200 unit taksi pada Oktober 2013 dan berencana untuk mengakuisisi 100 lagi pada tahun Pilar transportasi adalah unit bisnis yang berkembang pesat di mana pendapatan kotor dan EBITDA dari bisnis ini bertumbuh masing-masing CAGR 160% dan 130% dalam 12 tahun terakhir. Gambar 14: Berbagai Layanan di Pilar Transportasi 28 April 2014 Halaman 8 dari 16

9 Hospitality Pilar ini dimulai dari berdirinya PT Panorama Properti (PP) pada bulan Mei PP kemudian menandatangani perjanjian usaha patungan dengan Carlson Rezidor Hotel Group pada bulan Maret 2013 untuk mendirikan PT Panorama Hospitality Carlson (CPH). Carlson Rezidor Hotel Group adalah salah satu grup hotel terbesar di dunia dengan portofolio mencakup lebih dari hotel yang tersebar di 81 negara dan teritori. Kelompok ini memiliki seperangkat merek global yang kuat seperti Radisson Blu, Radisson, Park Plaza, Park Inn by Radisson, Country Inns & Suites By CarlsonSM dan Hotel Missoni. CPH memiliki rencana agresif untuk mengelola 20 hotel di Indonesia dalam waktu 7 tahun sejak tahun 2013 menggunakan merek Radison Hotel dan Park Inn by Radisson. Gambar 15: Portofolio Hospitality Perkembangan Bisnis Menjanjikan Kami melihat sejumlah perkembangan bisnis yang dapat bermanfaat bagi pendapatan PANR di masa depan: Kerjasama dengan Insight Vacation, Eropa PTI telah menandatangani perjanjian dengan Insight Vacation, operator pariwisata dari Eropa, pada akhir tahun 2013 untuk menyediakan jasa escorted tours premium dan mewah bagi konsumen kelas atas. Layanan premium memungkinkan pelanggan untuk melakukan perjalanan kapan saja tanpa batas. PANR mentargetkan menjangkau wisatawan dari Indonesia atau mencapai USD3 miliar dalam pendapatan. Diharapkan akan Mengoperasikan Hotel Baru Tahun ini, melalui anak perusahaannya PP, PANR diharapkan akan mengoperasikan lima hotel baru yang mulai dibangun pada tahun lalu di Batam, Makassar, Lampung, Jakarta, dan Bali. Walau demikian, Perseroan memperkirakan hotel-hotel baru tersebut baru akan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan setelah 2-3 tahun ke depan. Penguatan E-commerce PANR berencana untuk meningkatkan penjualan e-commerce dari pilar travel & leisure dengan target pertumbuhan 15%-20%. PANR juga terus memperkuat kapasitas e-commerce melalui sinkronisasi sistem dan pembangunan infrastruktur, memungkinkan untuk mengintegrasikan anak perusahaan dan afiliasi di lingkungan e-commerce yang sama. Memperkaya Tujuan Wisata Untuk memperkaya portofolionya, PANR akan fokus pada pengembangan tujuan wisata untuk luar Jawa dan Bali, seperti ke Bukittinggi, Brastagi, Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Sawah Lunto. 28 April 2014 Halaman 9 dari 16

10 KEUANGAN Pendapatan Bersih: Pertumbuhan yang Kuat Pendapatan bersih segmen outbound melampaui segmen lainnya dengan bertumbuh 24% dan menjadi pendorong pertumbuhan, sehingga pendapatan bersih PANR secara keseluruhan naik 9,5% pada tahun Pendapatan bersih Perseroan didominasi oleh segmen layanan outbond, inbound, dan transportation yang menyumbang sekitar 97%. Kami berharap PANR akan mendapatkan keuntungan dari pemilihan umum nasional tahun ini, dan kami memperkirakan PANR akan membukukan pertumbuhan 15% pada pendapatan bersih tahun ini, naik dari pertumbuhan tahun lalu, dan CAGR pendapatan bersih sebesar 17% untuk tahun Gambar 16: Kontribusi Pendapatan Bersih (2013) Gambar 17: Pendapatan Bersih Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Marjin yang Meningkat Mengikuti kenaikan pendapatan bersih pada tahun 2013, marjin laba kotor PANR membaik dari 17,2% pada tahun 2012 menjadi 19,1% pada tahun Hal ini merupakan kontribusi penurunan marjin HPP dari tiga segmen utama Perseroan. Dalam hal marjin laba bersih, kami juga mencatat peningkatan 2,3% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 1,6% pada tahun 2012, mewakili kenaikan 56% pada laba bersih. Oleh karenanya, ROE meningkat menjadi 13,0% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 3,6% pada tahun Kami menghargai tren positif tersebut dan kami percaya PANR akan mampu mempertahankan hal tersebut. Gambar 18: Laba Kotor dan Laba Bersih Gambar 19: Marjin Laba Bersih dan ROE Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Kondisi Keuangan yang tetap Kuat PANR bermaksud mengalokasikan belanja modal lebih tinggi di tahun-tahun mendatang untuk rencana ekspansinya. Dana capex akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, perluasan jaringan pilar travel & leisure, penambahan armada transportasi, dan pembangunan hotel. Sehubungan dengan rencana tersebut, PANR menerbitkan obligasi pada bulan Juli 2013 senilai Rp100 miliar, yang kemudian meningkatkan utang berbunga Perseroan menjadi Rp590 miliar dibandingkan Rp459 miliar pada tahun 2012, walau demikian rasio net-debt to equity tetap stabil pada 1,2x di tahun Oleh karena itu, kami yakin bahwa kondisi keuangan PANR akan tetap kuat, seperti yang terlihat pada current ratio 1,2x di tahun Hal itu juga terlihat pada rasio EBITDA-to net-interest coverage 4,0x pada Desember 2013, yang kami harapkan akan tumbuh menjadi 4,9x pada tahun April 2014 Halaman 10 dari 16

11 Gambar 20: EBITDA Gambar 21: Tingkat Hutang dan Rasio Cakupan Bunga Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing ANALISA SWOT Tabel 3: Analisa SWOT Strength (Kekuatan) Sejarah yang panjang (lebih dari 40 tahun) di industri perjalanan dan pariwisata. Memiliki model bisnis yang terintegrasi. Bekerjasama dengan banyak pelaku industri pariwisata perjalanan internasional yang terkenal. Keberadaan dan posisi pasar yang kuat serta jaringan yang luas di nusantara dan beberapa kota internasional. Opportunity (Peluang) Weakness (Kelemahan) Perlunya mengembangkan destinasi wisata yang lebih banyak untuk meningkatkan penjualan. Threat (Ancaman) Semakin intensifnya pembangunan infrastruktur yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Meningkatnya permintaan disebabkan oleh peningkatan kesejahteraan rakyat dan penghasilan yang dapat dibelanjakan. Pasar perdagangan bebas ASEAN pada tahun 2015 dapat memberikan kesempatan untuk mengakses pasar yang lebih besar. Meningkatnya jumlah maskapai penerbangan berbiaya rendah mendorong permintaan untuk tiket pesawat dan mobilitas masyarakat. Meningkatnya investasi (baik asing maupun domestik) di industri hotel dan pariwisata. Potensi yang besar dari transaksi e- commerce sebagaimana yang ditunjukkan oleh data akan pertumbuhannya yang signifikan termasuk di industri pariwisata. Pemulihan ekonomi global masih rapuh dan melemahnya pembangunan ekonomi Indonesia dapat memperlambat permintaan. Pemesanan tiket penerbangan online yang tumbuh subur, dapat mengancam usaha tiket Perseroan. Lebih banyak pesaing baru memasuki industri, baik perusahaan lokal dan asing. Sumber: PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing 28 April 2014 Halaman 11 dari 16

12 PERBANDINGAN INDUSTRI Tabel 4: Ringkasan Kineja PANR dan Perusahaan Sejenis Tahun 2013 PANR BAYU TAXI ASSA Pendapatan bersih [Rp miliar] 1, * 687 1,019 Laba kotor [Rp miliar] Laba sebelum pajak [Rp miliar] Laba bersih [Rp miliar] Total aset [Rp miliar] 1, ,137 2,172 Total liabilitas [Rp miliar] ,340 1,347 Total ekuitas [Rp miliar] Pertumbuhan [YoY] Pendapatan bersih [%] Laba kotor [%] Laba sebelum pajak [%] Laba bersih [%] Profitabilitas Laba kotor [%] Laba sebelum pajak [%] Laba bersih [%] ROA [%] ROE [%] Leverage Liabilities to assets [x] Liabilities to equity [x] Sumber: IDX, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing * disesuaikan menjadi pendapatan bersih 28 April 2014 Halaman 12 dari 16

13 TARGET HARGA PENILAIAN Metodologi Penilaian Kami mengaplikasikan metode Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode penilaian utama dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan pendapatan adalah merupakan faktor yang sangat mempengaruhi nilai (value driver) PANR jika dibandingkan pertumbuhan aset. Selanjutnya, kami juga mengaplikasikan Guideline Company Method (GCM) sebagai metode pembanding lainnya. Penilaian ini didasarkan pada nilai 100% saham PANR per tanggal 25 April 2014 dan Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2013 sebagai dasar dilakukannya analisis fundamental. Estimasi Nilai Kami menggunakan cost of capital dan cost of equity sebesar 9,8% dan 10,5% berdasarkan asumsi-asumsi berikut Tabel 5: Asumsi Risk free rate [%]* 7,9 Risk premium [%]* 3,8 Beta [x]** 0,7 Cost of Equity [%] 10,5 Marginal Tax Rate [%] 25,0 WACC [%] 9,8 Sumber: Bloomberg, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing * per 25 April 2014 ** PEFINDO Beta per 24 April 2014 Estimasi target harga referensi saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi penilaian pada tanggal 25 April 2014 adalah sebagai berikut Dengan menggunakan metode DCF dengan asumsi tingkat diskonto 9,8%, adalah sebesar Rp736 Rp851 per saham Dengan menggunakan metode GCM (P/E 14,3x dan P/BV 2,1x) adalah sebesar Rp 96 Rp 192 per saham Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai tersebut dilakukan rekonsiliasi dengan dilakukan pembobotan terhadap kedua metode tersebut sebesar 70% untuk DCF dan 30% untuk GCM Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka Estimasi Target Harga Referensi saham untuk 12 bulan adalah Rp675-Rp775 per lembar saham. Tabel 6: Ringkasan Penilaian Dengan Metode DCF Conservative Moderate Optimistic PV of Free Cash Flows [Rp miliar] PV Terminal Value [Rp miliar] Non-Operating Assets [Rp miliar] Net Debt [Rp miliar] (590) (590) (590) Jumlah saham, [juta saham] Nilai wajar per saham [Rp] Sumber: Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing 28 April 2014 Halaman 13 dari 16

14 Tabel 7: GCM PANR BAYU TAXI ASSA Avg. P/E [x] 15,3 8,9 21,7 11,3 14,3 P/BV [x] 2,8 0,9 3,6 1,3 2,1 Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 8: Ringkasan Penilaian dengan Metode GCM Multiple [x] Est. EPS [IDR] Est. BV/share [IDR] Value [IDR] P/E 14, P/BV 2, Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 9: Rekonsiliasi Fair Value Fair Value per Share [IDR] DCF GCM Average Upper limit Bottom limit Weight 70% 30% Sumber: Bloomberg, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 28 April 2014 Halaman 14 dari 16

15 Tabel 10: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi Rp miliar P 2015P Pendapatan bersih Beban langsung (971) (1.280) (1.370) (1.583) (1.837) Laba kotor Beban usaha (173) (193) (222) (256) (298) EBITDA Laba sebelum pajak Pajak (15) (16) (22) (20) (24) Laba bersih Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 11: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Rp miliar P 2015P Aset Kas dan setara kas Investasi jk. pendek Piutang usaha Piutang non-usaha Inventori Aset lancar lainnya Total aset lancar Aset tetap Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih Piutang hubungan istimewa Aset tidak lancar lainnya Total aset Gambar 22: P/E and P/BV Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Gambar 23: ROA, ROE and Total Assets Turnover Liabilitas dan ekuitas Hutang jk. pendek Hutang usaha Hutang non-usaha Liabilitas jk. pendek lainnya Total libailitas jk. pendek Hutang jk. panjang Liabilitas jk. panjang Total liabilitas Total ekuitas Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing Table 12: Rasio-rasio Utama Pertumbuhan [%] P 2015P Pendapatan bershi 16,8 29,6 9,5 15,3 16,2 Laba kotor 31,5 19,8 21,5 14,3 16,7 Laba sebelum 161,5 32,6 43,1 17,4 15,4 pajak EBITDA 41,2 31,7 56,1 18,7 16,8 Laba bersih 136,7 67,7 56,3 29,0 15,4 Profitabilitas [%] Marjin laba kotor 18,7 17,2 19,1 19,0 19,1 Marjin laba (14,4) (12,5) (13,1) (13,1) (13,1) sebelum pajak Marjin EBITDA 8,5 8,6 12,3 12,7 12,8 Marjin laba bersih 1,3 1,6 2,3 2,6 2,6 ROA 2,9 3,2 3,7 4,3 4,3 ROE 8,5 11,3 13,0 14,3 14,2 Liquiditas [x] Current Ratio 1,9 2,5 2,5 2,3 2,3 Quick Ratio 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 Solvabilitas [x] Liabilities to equity 0,7 0,6 0,5 0,5 0,5 Liabilities to asset 1,0 1,2 1,2 1,1 1,1 Sumber: PT Panorama Sentrawisata Tbk, Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing 28 April 2014 Halaman 15 dari 16

16 DISCLAIMER Laporan ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap terpercaya dan dapat diandalkan. Namun kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan atau kecukupannya. Dengan demikian kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan laporan ini. Adapun asumsi, opini, dan perkiraan merupakan hasil dari pertimbangan internal kami per tanggal penilaian (cut off date), dan kami dapat mengubah pertimbangan diatas sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami tidak bertanggung jawab atas kekeliruan atau kelalaian yang terjadi akibat penggunaan laporan ini. Kinerja dimasa lalu tidak selalu dapat dijadikan acuan hasil masa depan. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi penawaran, pembelian atau menahan suatu saham tertentu. Laporan ini mungkin tidak sesuai untuk beberapa investor. Seluruh opini dalam laporan ini telah disampaikan dengan itikad baik, namun sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan disajikan dengan benar per tanggal diterbitkan laporan ini. Harga, nilai, atau pendapatan dari setiap saham Perseroan yang disajikan dalam laporan ini kemungkinan dapat lebih rendah dari harapan pemodal, dan pemodal juga mungkin mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dari nilai investasi yang ditanamkan. Investasi didefinisikan sebagai pendapatan yang kemungkinan besar diterima dimasa depan, namun nilai dari pendapatan yang akan diterima tersebut kemungkinan besar juga akan berfluktuasi. Untuk saham Perseroan yang penyajian laporan keuangannya didenominasi dalam mata uang selain Rupiah, perubahan nilai tukar mata uang tersebut kemungkinan dapat menurunkan nilai, harga, atau pendapatan investasi pemodal. Informasi dalam laporan ini bukan merupakan pertimbangan pajak dalam mengambil suatu keputusan investasi. Target harga saham dalam Laporan ini merupakan nilai fundamental, bukan merupakan Nilai Pasar Wajar, dan bukan merupakan harga acuan transaksi yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan target harga saham yang diterbitkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan suatu saham tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai nasehat investasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing yang behubungan dengan cakupan Jasa Pefindo kepada, atau kaitannya kepada, beberapa pihak, termasuk emiten, penasehat keuangan, pialang saham, investment banks, institusi keuangan dan perantara keuangan, dalam kaitannya menerima imbalan atau keuntungan lainnya dari pihak tersebut, Laporan ini tidak ditujukan untuk pemodal tertentu dan tidak dapat dijadikan bagian dari tujuan investasi terhadap suatu saham dan juga bukan merupakan rekomendasi investasi terhadap suatu saham tertentu atau suatu strategi investasi. Sebelum melakukan tindakan dari hasil laporan ini, pemodal disarankan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian situasi dan kondisi dan, jika dibutuhkan, mintalah bantuan penasehat keuangan. PEFINDO memisahkan kegiatan Valuasi Saham dengan kegiatan Pemeringkatan untuk menjaga independensi dan objektivitas dari proses dan produk kegiatan analitis. PEFINDO telah menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi non-publik tertentu yang diterima sehubungan dengan proses analitis. Keseluruhan proses, metodologi dan databse yang digunakan dalam penyusunan Laporan Target Harga Referensi Saham ini secara keseluruhan adalah berbeda dengan proses, metodologi dan database yang digunakan PEFINDO dalam melakukan pemeringkatan. Laporan ini dibuat dan disiapkan Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Laporan ini juga bebas dari pengaruh tekanan atau paksaan dari Bursa maupun Perseroan yang dinilai. Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing akan menerima imbalan sebesar Rp20 juta, masing-masing dari Bursa Efek Indonesia dan Perseroan yang dinilai untuk 2 (dua) kali pelaporan per tahun. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi website kami di Laporan ini dibuat dan disiapkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing. Di Indonesia Laporan ini dipublikasikan pada website kami dan juga pada website Bursa Efek Indonesia. 28 April 2014 Halaman 16 dari 16

Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk

Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk Equity Valuation 11 September 2014 Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk Laporan Kedua Target Harga Terendah Tertinggi 270 425 Konstruksi Kinerja Saham IHSG 5.500 5.000 4.500 4.000 3.500 3.000 2.500 2.000 1.500

Lebih terperinci

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Equity Valuation Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Laporan Kedua 10 Maret 2011 Target Harga Terendah Tertinggi 220 245 Industri Baja Kinerja Saham IHSG 4000 3800 3600 3400 3200 3000 2800 2600 2400 2200 2000

Lebih terperinci

Lautan Luas, Tbk. Equity Valuation. Laporan Kedua. Laba yang Membaik

Lautan Luas, Tbk. Equity Valuation. Laporan Kedua. Laba yang Membaik Equity Valuation Lautan Luas, Tbk Laporan Kedua 16 September 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 1.690 1.975 Distribusi & Manufaktur Kimia Kinerja Saham Laba yang Membaik Sumber : Bloomberg, PEFINDO Divisi

Lebih terperinci

Panorama Sentrawisata, Tbk

Panorama Sentrawisata, Tbk Equity Valuation Panorama Sentrawisata, Tbk Laporan Utama 3 Februari 2016 Target Harga Terendah Tertinggi 695 790 Pariwisata Kinerja Saham Saatnya Berwisata Sumber: Bloomberg, PEFINDO Riset & Konsultasi

Lebih terperinci

Kedawung Setia Industrial, Tbk

Kedawung Setia Industrial, Tbk Equity Valuation Laporan Kedua 4 Februari 213 Target Harga Terendah Tertinggi 54 73 Enamel dan Kotak Karton Bergelombang Kinerja Saham IHSG KDSI 5. 8 4.5 7 4. 6 3.5 3. 5 2.5 4 2. 3 1.5 2 1. 5 IHSG KDSI

Lebih terperinci

Semen Baturaja (Persero), Tbk

Semen Baturaja (Persero), Tbk Equity Valuation Semen Baturaja (Persero), Tbk Laporan Utama 17 Maret 214 Target Harga Terendah Tertinggi 41 54 Semen Kinerja Saham 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG SMBR Jun-13 Aug-13 Oct-13 Dec-13

Lebih terperinci

Selamat Sempurna, Tbk

Selamat Sempurna, Tbk Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 22 Desember 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 4.915 5.850 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Mengejar Peluang yang Lebih Luas Sumber : Bloomberg,

Lebih terperinci

Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan

Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan 29-Aug-13 18-Sep-13 8-Oct-13 28-Oct-13 17-Nov-13 7-Dec-13 27-Dec-13 16-Jan-14 5-Feb-14 25-Feb-14 17-Mar-14 6-Apr-14 26-Apr-14 16-May-14 5-Jun-14 25-Jun-14 15-Jul-14 4-Aug-14 24-Aug-14 Equity Valuation

Lebih terperinci

Sidomulyo Selaras, Tbk

Sidomulyo Selaras, Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Laporan Kedua 16 Oktober 213 Target Harga Terendah Tertinggi 37 42 Transportasi Kinerja Saham JCI 6, 5, 4, 3, 2, 1, Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 May-13 Jul-13 SDMU 35 3

Lebih terperinci

Matahari Putra Prima, Tbk

Matahari Putra Prima, Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Matahari Putra Prima, Tbk Laporan Utama 27 Februari 214 Target Harga Terendah Tertinggi 2.38 2.52 Ritel Kinerja Saham IHSG MPPA 5.5 3.5 5. 4.5 3. 4. 2.5 3.5 3. 2. 2.5 1.5

Lebih terperinci

Fortune Indonesia, Tbk

Fortune Indonesia, Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Laporan Kedua 8 Maret 213 Target Harga Terendah Tertinggi 27 295 Marketing Communication Kinerja Saham IHSG 5, 4,5 4, 3,5 3, 2,5 2, 1,5 1, 5 IHSG FORU Feb-12 Apr-12 Jun-12

Lebih terperinci

Indofarma (Persero) Tbk

Indofarma (Persero) Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Indofarma (Persero) Tbk Laporan Utama 19 Mei 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 237 310 Farmasi Kinerja Saham 30% 20% 10% 0% -10% -20% -30% -40% -50% Apr-13 May-13 Jun-13

Lebih terperinci

Equity Valuation. Hotel Sahid Jaya International, Tbk. Laporan Kedua. Membangun Masa Depan Lebih Baik

Equity Valuation. Hotel Sahid Jaya International, Tbk. Laporan Kedua. Membangun Masa Depan Lebih Baik Equity Valuation Sahid Jaya International, Tbk Laporan Kedua 2 Desember 2013 Target Price Terendah Tertinggi 395 445 s Kinerja Saham 5500 450 5000 400 4500 350 4000 300 3500 250 JCI SHID 3000 200 Oct-12

Lebih terperinci

Fortune Indonesia, Tbk

Fortune Indonesia, Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Fortune Indonesia, Tbk Laporan Utama 25 Juni 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 224 242 Periklanan Kinerja Saham 450% 400% 350% 300% 250% 200% 150% 100% 50% 0% May-13

Lebih terperinci

Equity Valuation. Catur Sentosa Adiprana, Tbk. Laporan Kedua. Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang Cerah di Masa Depan

Equity Valuation. Catur Sentosa Adiprana, Tbk. Laporan Kedua. Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang Cerah di Masa Depan Equity Valuation Catur Sentosa Adiprana, Tbk Laporan Kedua 20 Maret 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 396 464 Distribusi dan Ritel Modern Property Kinerja Saham Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang

Lebih terperinci

Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk

Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk Equity Valuation Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk Laporan Utama 22 Januari 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 4.310 5.000 Susu Kinerja Saham 6,000 6,000 5,000 5,000 4,000 4,000 3,000 3,000

Lebih terperinci

Tigaraksa Satria, Tbk

Tigaraksa Satria, Tbk Equity Valuation Tigaraksa Satria, Tbk Laporan Kedua 8 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 3.380 3.795 Distribusi dan Manufaktur Kinerja Saham IHSG 5,500 TGKA 4,000 5,000 3,500 4,500 4,000 3,000

Lebih terperinci

Trikomsel Oke, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Posisi Terbaik untuk Tumbuh Menguat

Trikomsel Oke, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Posisi Terbaik untuk Tumbuh Menguat Equity Valuation Trikomsel Oke, Tbk Laporan Utama 23 Agustus 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 1.700 1.940 Perdagangan & Ritel Kinerja Saham IHSG TRIO 5.500 2.400 5.000 2.100 4.500 4.000 1.800 3.500

Lebih terperinci

Bank Victoria International, Tbk

Bank Victoria International, Tbk Equity Valuation Bank Victoria International, Tbk Laporan Kedua 31 Maret 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 376 432 Perbankan Kinerja Saham IHSG 5,600 BVIC 135 5,400 130 5,200 5,000 4,800 4,600 125 120

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Analisa Kinerja Operasi PT. Acset Indonusa Tbk Depresiasi dari Rupiah telah menyebabkan memburuknya defisit neraca berjalan. Bank Indonesia memprediksi defisit

Lebih terperinci

Equity Valuation. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Laporan Kedua. Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah

Equity Valuation. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Laporan Kedua. Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah Equity Valuation Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk Laporan Kedua 5 Oktober 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 300 350 Pipa Baja Kinerja Saham Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah Sumber : Bloomberg,

Lebih terperinci

Gema Grahasarana, Tbk

Gema Grahasarana, Tbk Equity Valuation Gema Grahasarana, Tbk Laporan Kedua 11 Mei 2016 Target Harga Terendah Tertinggi 545 627 Interior dan Furnitur Kinerja Saham Kepastian Ke Depan Sumber : Bloomberg, PEFINDO Riset & Konsultasi

Lebih terperinci

Exploitasi Energi Indonesia, Tbk

Exploitasi Energi Indonesia, Tbk Equity Valuation Exploitasi Energi Indonesia, Tbk Laporan Utama 16 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 390 440 Perdagangan Batubara Kinerja Saham IHSG 5.500 5.000 4.500 4.000 3.500 3.000 2.500

Lebih terperinci

Selamat Sempurna, Tbk

Selamat Sempurna, Tbk Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 19 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 4.835 5.525 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Membaiknya Pasar Ekspor, Kas yang Lebih Kuat Sumber

Lebih terperinci

Cardig Aero Services, Tbk

Cardig Aero Services, Tbk Equity Valuation Cardig Aero Services, Tbk Laporan Kedua 19 Agustus 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 1.110 1.230 Penunjang Penerbangan dan Makanan Kinerja Saham IHSG CASS 5500 1000 5000 900 4500 4000

Lebih terperinci

SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR

SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2013 Tahun 2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan

Lebih terperinci

Multistrada Arah Sarana, Tbk

Multistrada Arah Sarana, Tbk Equity Valuation Multistrada Arah Sarana, Tbk Laporan Kedua 8 Januari 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 400 530 Produsen Ban Kinerja Saham Melalui Perputaran yang Makin Berat Sumber: Bloomberg, PEFINDO

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kali lebih tinggi dari pada pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu,

BAB I PENDAHULUAN. kali lebih tinggi dari pada pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Posisi pariwisata sebagai pilar penting perekonomian terus ditingkatkan di seluruh dunia dengan pertumbuhannya saat ini mencapai angka 5% atau duatiga kali lebih tinggi

Lebih terperinci

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih Kuartal 1 2018 AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar Jakarta, 1 Mei 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk (Stock Code:

Lebih terperinci

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Equity Valuation 12 Juni 2013 Gunawan Dianjaya Steel, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi 125 135 Baja Kinerja Saham Tetap Kuat di Masa-masa Sulit Sumber: Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi

Lebih terperinci

KMI Wire and Cable, Tbk

KMI Wire and Cable, Tbk Equity Valuation 10 Juni 2014 KMI Wire and Cable, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi 199 253 Kabel Kinerja Saham Ekspansi yang Agresif di Masa Depan Sumber:Bloomberg, PEFINDO Divisi Valuasi

Lebih terperinci

Tifa Finance, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Mengambil Keuntungan dari Fokus Bisnis

Tifa Finance, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Mengambil Keuntungan dari Fokus Bisnis Equity Valuation Tifa Finance, Tbk Laporan Utama 10 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 425 450 Lembaga Pembiayaan Property Kinerja Saham IHSG 5,500 5,000 4,500 TIFA 450 400 350 300 4,000 3,500

Lebih terperinci

Nippon Indosari Corpindo, Tbk

Nippon Indosari Corpindo, Tbk MVA Market Risk Equity Valuation Nippon Indosari Corpindo, Tbk Laporan Utama 6 Mei 213 Target Harga Terendah Tertinggi 8.2 8.9 Roti Kinerja Saham IHSG 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG Apr-12 Jun-12

Lebih terperinci

Selamat Sempurna, Tbk

Selamat Sempurna, Tbk Equity Valuation Selamat Sempurna, Tbk Laporan Kedua 29 April 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 2.925 3.300 Otomotif & Komponennya Kinerja Saham Ruang yang Luas untuk Bertumbuh Sumber : Bloomberg, Pefindo

Lebih terperinci

Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk

Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk Equity Valuation Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk Laporan Kedua 17 Juni 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 3.075 3.440 Makanan dan Pertanian Kinerja Saham Peluang-peluang yang Menguntungkan Sumber: Bloomberg,

Lebih terperinci

Equity Valuation. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Laporan Kedua. Mengolah Masa Depan Nan Cerah

Equity Valuation. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Laporan Kedua. Mengolah Masa Depan Nan Cerah MVA Market Risk Equity Valuation Nippon Indosari Corpindo, Tbk Laporan Kedua 28 Februari 2014 Target Price Terendah Tertinggi 1.100 1.220 Roti Kinerja Saham 2000 6000 1800 1600 5000 1400 4000 1200 1000

Lebih terperinci

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar,

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar, LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar, Jakarta, 29 Maret 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk. (Stock Code: AGII.IJ) merilis laporan keuangan yang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH xi xi xii xii 1 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 8 Tujuan Penelitian 10 Manfaat Penelitian 10 Ruang Lingkup Penelitian

Lebih terperinci

Gema Grahasarana, Tbk

Gema Grahasarana, Tbk Market value added Market risk Equity Valuation Gema Grahasarana, Tbk Laporan Utama 27 Desember 2012 Target Harga Terendah Tertinggi 500 580 Interior dan Furnitur Kinerja Saham IHSG 4.600 4.400 4.200 4.000

Lebih terperinci

Ekadharma International, Tbk

Ekadharma International, Tbk Equity Valuation Ekadharma International, Tbk Laporan Utama 2 Juli 213 Target Harga Terendah Tertinggi 54 59 Pita Perekat Kinerja Saham IHSG 5.5 5. 4.5 4. 3.5 3. 2.5 2. 1.5 1. 5 IHSG EKAD Jun-12 Aug-12

Lebih terperinci

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk eees Equity Valuation Pembangunan Jaya Ancol, Tbk Laporan Kedua 2 Mei 2016 Target Harga Terendah Tertinggi 2.570 2.848 Pariwisata dan Properti Kinerja Saham Sebuah Wahana Bernama Inovasi Sumber : Bloomberg,

Lebih terperinci

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Equity Valuation Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Laporan Utama 19 Desember 2013 Target Harga Terendah Tertinggi 580 655 Dokumen Berpengaman Property Kinerja Saham IHSG 5,500 JTPE 450 5,300 5,100 400 4,900 4,700

Lebih terperinci

Multipolar, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Membuka Jalan untuk Masa Depan Lebih Cerah

Multipolar, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Membuka Jalan untuk Masa Depan Lebih Cerah Equity Valuation Multipolar, Tbk Laporan Utama 2 April 214 Target Harga Terendah Tertinggi 72 75 Perusahaan Investasi Kinerja Saham IHSG MLPL 5.5 9 5. 8 4.5 7 4. 3.5 6 3. 5 2.5 4 2. 3 1.5 1. 2 5 IHSG MLPL

Lebih terperinci

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Equity Valuation Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Laporan Utama 19 November 2015 Target Harga Terendah Tertinggi 589 668 Percetakan Dokumen Kinerja Saham Tantangan Jangka Pendek, Masa Depan Menjanjikan Sumber:

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA...

DAFTAR ISI... Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR PERSAMAAN... DAFTAR LAMPIRAN... INTISARI... ABSTRACT... BAB I

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan laju tatanan perekonomian dunia yang telah mengalami perkembangan dan mengarah pada sistem ekonomi pasar bebas, perusahaanperusahaan semakin terdorong

Lebih terperinci

PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (ADMF) TBK

PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (ADMF) TBK Kepada Yth. Bapak/Ibu : Pimpinan/Sales Kantor Cabang PT. Phillip Securities Indonesia Sales PT. Phillip Securities Indonesia Nasabah PT. Phillip Securities Indonesia di- Tempat ================================================================================

Lebih terperinci

Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014.

Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014. L A M P I R A N 41 Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014. 2013 MARKET RATIO PER 31,09 31,56 DY 2% 3% PBV 1,58 6,52 2014

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang membutuhkan dana. Transaksi yang dilakukan dapat dengan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang membutuhkan dana. Transaksi yang dilakukan dapat dengan BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal memiliki peran penting dalam melakukan bisnis perekonomian. Pasar modal menjembatani bertemunya investor yang menginvestasikan dananya

Lebih terperinci

KMI Wire and Cable, Tbk

KMI Wire and Cable, Tbk MVA Market risk Equity Valuation 14 Januari 23 KMI Wire and Cable, Tbk Laporan Utama Target Harga Terendah Tertinggi 265 32 Kabel Kinerja Saham Kinerja Saham IHSG 4.5 KBLI 3 4. 2 3.5 1 Berada di Jalur

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan Sesudah Akuisisi IV.1.1 Analisis Kinerja Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk dengan menggunakan Rasio Keuangan IV.1.1.1

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat persaingan juga semakin ketat. Tidak terkecuali untuk perkembangan sektor jasa yang melandasi semua kebutuhan masyarakat,

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap

Lebih terperinci

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. barang, pesaing, perkembangan pasar, perkembangan perekonomian dunia.

BAB I PENDAHULUAN. barang, pesaing, perkembangan pasar, perkembangan perekonomian dunia. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini laju pertumbuhan ekonomi dunia dipengaruhi oleh dua elemen penting yaitu globalisasi dan kemajuan teknologi yang menyebabkan persaingan diantara perusahaan

Lebih terperinci

Analisis Keuangan Perusahaan

Analisis Keuangan Perusahaan Analisis Keuangan Perusahaan Bakrie Telecom Tbk. PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL atau Perseroan) adalah perusahaan layanan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (Fixed Wireless Access

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami masa perkembangan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur modal yang kuat untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian 1. Pengertian Property dan Real Estate Menurut buku Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia ( Budi Santoso,2000) definisi real estate adalah

Lebih terperinci

profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas. Salah satu indikator penting dalam penilaian prospek sebuah perusahaan

profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas. Salah satu indikator penting dalam penilaian prospek sebuah perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal atau pasar ekuitas (equity market) adalah tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi. Pasar modal merupakan sebuah

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE (PAPARAN PUBLIK) PT PANORAMA SENTRAWISATA, Tbk Penyelenggaraan : Hari/Tanggal : Selasa, 2 Agustus 2016 Waktu : 13.15 14.45 Tempat : Ruang Seminar 2 Galeri PT Bursa

Lebih terperinci

EKUITAS LAPORAN LABA RUGI. Ekuitas

EKUITAS LAPORAN LABA RUGI. Ekuitas EKUITAS Pada tahun total ekuitas BCA tumbuh 16,6% atau Rp 18,7 triliun menjadi Rp 131,4 triliun. Kenaikan ekuitas ini sejalan dengan peningkatan profitabilitas dan kebijakan pembagian dividen secara terukur.

Lebih terperinci

Kimia Farma (Persero), Tbk

Kimia Farma (Persero), Tbk Equity Valuation Kimia Farma (Persero), Tbk Laporan Utama 11 Pebruari 214 Target Harga Terendah Tertinggi 95 1.155 Farmasi Property Kinerja Saham IHSG 6, 5, 4, 3, KAEF 12 1 8 6 2, 1, IHSG KAEF 4 2 Kondisi

Lebih terperinci

Equity Valuation. Cardig Aero Services, Tbk. Laporan Utama. Membangun Fondasi Bisnis Masa Depan. Informasi Saham

Equity Valuation. Cardig Aero Services, Tbk. Laporan Utama. Membangun Fondasi Bisnis Masa Depan. Informasi Saham Equity Valuation Cardig Aero Services, Tbk Laporan Utama Terendah 1,365 13 Oktober 2015 Target Harga Tertinggi 1,514 Penunjang Penerbangan dan Jasa Solusi Makanan Kinerja Saham IHSG 6.000 5.000 CASS 1.400

Lebih terperinci

Agenda. Ikhtisar Keuangan Tahun Kinerja Keuangan Triwulan I Tanya Jawab

Agenda. Ikhtisar Keuangan Tahun Kinerja Keuangan Triwulan I Tanya Jawab Agenda Ikhtisar Keuangan Tahun 2013 Kinerja Keuangan Triwulan I-2014 Hasil RUPST dan RUPSLB Tanya Jawab 1 Ikhtisar Kinerja Tahun 2013 Penjualan sepeda motor baru domestik tumbuh 9% menjadi 7,8 juta unit.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selama tahun tersebut. Menurunnya daya beli masyarakat yang dipicu dari

BAB I PENDAHULUAN. selama tahun tersebut. Menurunnya daya beli masyarakat yang dipicu dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2015 memberikan pengaruh tersendiri terhadap pertumbuhan beberapa sektor industri dalam negeri, tak terkecuali bagi sektor properti.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pasar modal memiliki dua

BAB I PENDAHULUAN. untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pasar modal memiliki dua BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketika perusahaan tidak memiliki sumber dana internal yang mencukupi, pasar modal merupakan salah satu tempat bagi perusahaan mencari sumber dana alternatif selain

Lebih terperinci