P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
|
|
|
- Hamdani Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
2 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 1999 DAN 1998 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
3 DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Neraca Konsolidasi 3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi 5 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 6 Laporan Arus Kas Konsolidasi 7 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 9 INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASI 1. Posisi Keuangan 2. Neraca Tersendiri Induk Perusahaan 3. Laba Rugi Tersendiri Induk Perusahaan
4 DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Neraca Konsolidasi 3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi 5 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 6 Laporan Arus Kas Konsolidasi 7 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 9
5 NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 AKTIVA Catatan AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2d,3 52,512,493,569 27,011,358,521 Investasi sementara 2e,4,18 59,765,234,380 44,623,628,620 Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar pada tahun 2000 dan pada tahun f,5,18,23 25,066,489,625 20,827,236,531 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 5,45 221,154, ,113,960 Piutang prestasi 6 24,677,928,910 42,900,926,407 Piutang lain-lain 4,047,567,442 4,059,307,216 Uang muka pembelian 716,919, ,109,720 Pajak dibayar di muka 7 3,363,186,136 4,120,720,066 Biaya dibayar di muka 2h 2,980,990,204 3,994,069,702 Jumlah Aktiva Lancar 173,351,964, ,224,470,743 AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 8,45 206,596, ,195,413 Piutang kerjasama 9,47 11,303,361,532 11,586,056,330 Aktiva pajak tangguhan 2p,40 7,243,574,212 4,978,094,755 Investasi dalam bentuk saham 2e,10,39 20,108,939,432 65,916,232,649 Aktiva real estat 2g,11,18,23 875,766,960, ,331,168,207 Gedung dan peralatan untuk disewakan - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar pada tahun 2000 dan pada tahun i,12,14,23 135,252,818, ,424,289,797 Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar pada tahun 2000 dan j,2k pada tahun ,18,23 172,316,053, ,170,952,911 Goodwill - bersih 2b,15 45,684,725,273 51,514,518,348 Gedung dan peralatan untuk disewakan yang terbakar 14 28,039,455,064 28,039,455,064 Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha 2j,16 2,433,066,438 1,407,031,729 Uang muka pembelian aktiva tetap 1,151,882,841 1,062,215,271 Uang muka investasi saham 17 28,071,225,920 27,582,225,920 Beban tangguhan 2l 22,238,846,547 25,221,960,229 Piutang direksi dan karyawan 8,45 2,533,152,105 2,261,476,058 Taksiran tagihan pajak penghasilan 2,627,501,225 2,273,057,711 Uang jaminan 247,207, ,845,427 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 1,355,225,367,333 1,276,783,775,819 JUMLAH AKTIVA 1,528,577,331,411 1,425,008,246,562 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
6 NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 (Lanjutan) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank dan cerukan 2n,18 278,297,651, ,983,620,185 Hutang usaha kepada pihak ketiga 20 77,625,219,634 72,466,570,215 Hutang lain-lain 3,216,417,301 1,955,227,570 Uang muka dari pelanggan 2o 643,083,233 4,857,614,529 Kelebihan tagihan prestasi 6 7,954,865,023 1,262,191,530 Hutang pajak 2p,21 13,028,782,928 16,772,807,121 Biaya yang masih harus dibayar ,740,464, ,541,786,778 Kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank 2n,23 15,209,875,005 7,348,467,496 Hutang sewa guna usaha 2k,19 291,890,550 - Taksiran kewajiban pengembangan tanah dan lingkungan 24,47 112,177,923, ,945,722,999 Klaim asuransi diterima dimuka 25 20,380,723,554 31,301,213,545 Jumlah Kewajiban Lancar 710,566,896, ,435,221,968 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 8,45 856,242,823 1,924,159,164 Hutang bank - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2n,23 286,622,242, ,963,859,666 Hutang sewa guna usaha - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2k,19 132,183,335 - Hutang subordinasi 26 95,950,000,000 71,000,000,000 Uang muka proyek 27 20,375,162,242 3,373,286,530 Jaminan dari pelanggan 28 8,508,001,623 7,504,120,039 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 412,443,832, ,765,425,399 PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2o 18,480,692,970 10,136,490,286 KEUNTUNGAN TRANSAKSI PENJUALAN DAN PENYEWAAN KEMBALI YANG DITANGGUHKAN - BERSIH 2k,19-136,813,353 HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 29 9,818,198,836 12,122,586,849 EKUITAS Modal saham - nilai nominal 500 per saham Modal dasar saham Modal ditempatkan dan disetor saham ,805,750, ,805,750,000 Agio saham 31 83,532,207,518 83,532,207,518 Laba (rugi) belum direalisasi dari kepemilikan surat berharga 2e,4 (1,091,382,802) 784,483,015 Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan 2e,32 3,963,358,970 - Saldo laba (defisit) Ditentukan penggunaannya 42 5,600,000,000 2,000,000,000 Tidak ditentukan penggunaannya (84,542,222,985) 38,289,268,174 Jumlah Ekuitas 377,267,710, ,411,708,707 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1,528,577,331,411 1,425,008,246,562 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
7 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 Catatan PENDAPATAN USAHA 2o,33 285,648,524, ,280,239,028 BEBAN LANGSUNG 2o,34 222,630,806, ,820,368,886 LABA KOTOR 63,017,717,321 59,459,870,142 BEBAN USAHA Penjualan 2o,35 3,277,592,902 2,049,626,212 Umum dan administrasi 2o,36 47,067,340,854 43,410,425,704 Jumlah Beban Usaha 50,344,933,756 45,460,051,916 LABA USAHA 12,672,783,565 13,999,818,226 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga 37 5,451,634,735 4,113,256,492 Keuntungan penjualan aktiva tetap 2j,13 283,184, ,675,753 Kerugian kurs mata uang asing 2c (55,229,282,568) (3,960,391,407) Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi 2e,10 (45,566,071,694) 15,405,386,706 Beban bunga 38 (30,622,794,217) (31,494,341,723) Amortisasi goodwill 2b,15 (4,995,381,170) (5,746,681,557) Keuntungan penjualan saham 39-48,660,784,752 Pendapatan klaim asuransi 25-4,000,000,000 Pendapatan proyek kerjasama - 620,445,176 Penghasilan jasa manajemen - 165,000,000 Lain-lain 1,357,888,286 1,554,830,758 Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (129,320,821,764) 33,426,964,950 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (116,648,038,199) 47,426,783,176 BEBAN PAJAK 2p,40 (4,795,190,916) (8,545,068,861) LABA (RUGI) DARI AKTIVITAS NORMAL (121,443,229,115) 38,881,714,315 POS LUAR BIASA 41 4,205,119,815 - LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN (117,238,109,300) 38,881,714,315 HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 29 (1,993,381,859) (2,460,687,055) LABA (RUGI) BERSIH (119,231,491,159) 36,421,027,260 LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR Laba usaha 2q Laba (rugi) bersih 2q (161.21) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
8 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2000 DAN (Disajikan kembali Catatan 2a) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan 295,673,131, ,355,072,024 Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (227,534,017,509) (245,919,158,625) Pembayaran bunga (25,062,430,211) (25,319,060,901) Pembayaran pajak penghasilan (3,470,128,616) (8,959,697,801) Penerimaan dari operasi lain-lain 369,586,477 1,333,993,938 Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 39,976,141,251 (55,508,851,365) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan (penempatan) investasi sementara (15,141,605,760) 604,379,530 Penerimaan bunga 5,451,634,735 4,113,256,492 Perolehan aktiva tetap (12,631,971,001) (4,011,476,186) Perolehan gedung dan peralatan untuk disewakan (24,895,000) (38,403,350) Hasil penjualan aktiva tetap 12,524,584,446 1,136,089,066 Hasil penjualan investasi saham - 61,765,098,000 Penerimaan dividen kas 241,221, ,100,000 Uang muka investasi saham (489,000,000) - Penambahan uang muka pembelian aktiva tetap (89,667,570) (842,935,730) Kenaikan piutang afiliasi 454,598,425 (380,986,413) Gedung dan peralatan untuk disewakan yang terbakar - (51,618,577) Penurunan (penambahan) aktiva tetap tidak digunakan dalam usaha (1,026,034,709) 1,137,813,783 Dana yang dibatasi penggunaannya - 6,018,750,000 Penurunan (penambahan) piutang karyawan (271,676,047) 1,176,078,428 Taksiran tagihan pajak penghasilan (354,443,514) - Penurunan (penambahan) uang jaminan 106,638,302 (41,944,929) Penurunan aktiva lain-lain - 168,579,586 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi (11,250,616,170) 70,880,779,
9 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 (Lanjutan) 1999 (Disajikan kembali Catatan 2a) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan (pembayaran) dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (1,067,916,341) 600,064,717 Penambahan hutang bank jangka pendek 1,165,846,028 - Penambahan hutang bank jangka panjang - 2,523,625,419 Pembayaran hutang bank jangka pendek (7,986,126,519) (74,770,537,389) Pembayaran hutang bank jangka panjang (7,997,864,081) - Pembayaran hutang sewa guna usaha - (576,456,678) Taksiran kewajiban pengembangan tanah dan lingkungan (2,767,799,109) 17,314,502,580 Peningkatan penghasilan ditangguhkan 8,344,202, ,300,700 Penurunan (peningkatan) uang muka proyek 17,001,875,712 (424,164,524) Penurunan (peningkatan) jaminan dari pelanggan 1,003,881,584 (390,278,841) Peningkatan (penurunan) klaim asuransi diterima di muka (10,920,489,991) 31,606,890,609 Kas Bersih (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan (3,224,390,033) (23,158,053,407) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 25,501,135,048 (7,786,125,072) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 27,011,358,521 34,797,483,593 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 52,512,493,569 27,011,358,521 PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas: Penambahan aktiva tetap melalui hutang sewa guna usaha 424,073,885 - Reklasifikasi hutang bank jangka pendek ke hutang bank jangka panjang - 75,235,234,247 Reklasifikasi dari aktiva real estat ke aktiva tetap - 64,233,132,465 Reklasifikasi dari aktiva real estat ke beban ditangguhkan - 21,420,937,000 Reklasifikasi uang muka pembelian aktiva tetap ke aktiva tetap - 212,151,220 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
10 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 Laba (Rugi) Belum Selisih Transaksi Saldo Laba (Defisit) Modal Ditempatkan Direalisasi Dari Perubahan Ekuitas Ditentukan Tidak Ditentukan Catatan dan Disetor Agio Saham Kepemilikan Efek Anak Perusahaan Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas Saldo per 1 Januari ,805,750,000 83,532,207, ,000,000,000 1,868,240, ,206,198,432 Laba belum direalisasi dari kepemilikan efek 2e, ,483, ,483,015 Laba bersih ,421,027,260 36,421,027,260 Saldo per 31 Desember ,805,750,000 83,532,207, ,483,015-2,000,000,000 38,289,268, ,411,708,707 Rugi belum direalisasi dari kepemilikan efek 2e,4 - - (1,875,865,817) - - (1,875,865,817) Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan 2e, ,963,358,970-3,963,358,970 Rugi bersih (119,231,491,159) (119,231,491,159) Cadangan umum ,600,000,000 (3,600,000,000) - Saldo per 31 Desember ,805,750,000 83,532,207,518 (1,091,382,802) 3,963,358,970 5,600,000,000 (84,542,222,985) 377,267,710,701 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
11 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Surya Semesta Internusa Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 37 tanggal 15 Juni 1971 dari Ny. Umi Sutamto, S.H., notaris di Jakarta, dengan nama P.T. Multi Investments Ltd. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/150/16 tanggal 8 September 1971 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 80 tanggal 5 Oktober 1971, Tambahan No Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 16 tanggal 14 Juli 2000 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan sesuai dengan Peraturan No. IX.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-44/PM/1998 tanggal 14 Agustus 1998 tentang penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Perusahaan juga menyetujui untuk mengeluarkan saham yang masih dalam simpanan (portepel) maksimum sejumlah 5% dari modal ditempatkan dan disetor. Perubahan anggaran dasar yang terakhir ini belum memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah berusaha dalam bidang industri, perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan dibidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan Perusahaan adalah melakukan penyertaan pada anak perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/ pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, pembuatan elemen beton pra-tekan, perhotelan dan lain-lain. Perusahaan beralamat di Jl. HR Rasuna Said Kav. X-0, Kuningan, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun Berdasarkan akta No. 32 tanggal 19 Mei 2000 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut : Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur : Benyamin Arman Suriadjaya : Theodore Permadi Rachmat Royanto Rizal : Kiki Sutantyo Hamadi Widjaja : Marseno Wirjosaputro : Johannes Suriadjaja : Matius Sutrisno Djojopurnomo Basroni Rizal Eddy Purwana Wikanta Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata karyawan untuk tahun 2000 dan karyawan untuk tahun Perusahaan memberikan kompensasi kepada komisaris Perusahaan berupa gaji, tunjangan dan bonus. Jumlah kompensasi tersebut adalah sebesar masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan b. Anak Perusahaan - 9 -
12 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham anak perusahaan berikut : Anak Perusahaan Tahun Jumlah Persentase Mulai Aktiva Kepemilikan Beroperasi 31 Desember Domisili Jenis Usaha Komersial 2000 '000 - PT Suryacipta Swadaya Jakarta Pembangunan kawasan industri PT TCP Internusa Jakarta Real estat dan penyewaan gedung perkantoran - PT Multi Plaza Properties Jakarta Penyewaan gedung pertokoan dan perkantoran - PT Enercon Paradhya Jakarta Penyertaan saham pada International perusahaan-perusahaan lain - PT Sitiagung Makmur Jakarta Hotel dan usaha sejenis 99,99 99,99 belum lainnya (dalam tahap beroperasi pengembangan) - PT Pacific Prestress Jakarta Pembuatan elemen-elemen 75 97, Indonesia beton pra-tekan - PT E.E. Black Construction Jakarta Bidang konstruksi bangunan Indonesia - PT Nusa Raya Cipta Jakarta Bidang konstruksi bangunan 83,33 83, PT Kreativa Cipta Jakarta Jasa konsultasi, perencanaan, Artistika perekayasaan, penyeliaan, survey, studi kelayakan dan manajemen konstruksi - PT Karsa Sedaya Jakarta Perdagangan, pembangunan, belum Sejahtera pertanian, pertambangan dan jasa beroperasi (dalam tahap pengembangan) - E-SSIA.Com Inc. Cayman Island Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain - PT E-Glodokplaza Dotkom Jakarta Jasa internet dan penyediaan 75 - belum infrastrukturnya beroperasi PT Multiplaza Properties, anak perusahaan telah bergabung dengan PT TCP Internusa, anak perusahaan pada tanggal 31 Oktober 2000 (Catatan 51). c. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 5 Maret 1997, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-306/PM/1997 untuk melaksanakan penawaran umum sebanyak saham kepada masyarakat, dengan nilai nominal 500 per saham, dengan harga penawaran sebesar 975 per saham. Pada tanggal 25 Maret 1997 seluruh saham Perusahaan sebanyak saham telah tercatat pada Bursa Efek di Indonesia. 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
13 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (). Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Mulai tahun 2000, laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan komparatif, laporan arus kas konsolidasi tahun 1999, yang sebelumnya disusun dengan menggunakan metode tidak langsung, disajikan kembali agar sesuai dengan penyajian tahun b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan kepemilikan lebih dari 50% baik secara langsung maupun tidak langsung. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban anak perusahaan diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama tahun karena aktiva anak perusahaan dapat memberikan manfaat kepada Perusahaan selama masa tersebut. Selisih lebih antara nilai wajar aktiva dan kewajiban anak perusahaan atas biaya perolehan dan bagian perusahaan diakui sebagai goodwill negatif dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 tahun. c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan. d. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. e. Investasi Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan disajikan sebagai investasi sementara dan dinyatakan sebesar nilai nominal. Investasi efek ekuitas yang nilai wajarnya tersedia Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi
14 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang. Investasi pada perusahaan asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%, baik langsung maupun tidak langsung, dinyatakan sebesar biaya perolehan, ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi disesuaikan dengan amortisasi goodwill dengan menggunakan metode garis lurus Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Investasi lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan. f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang pada akhir tahun. g. Aktiva Real Estat Persediaan tanah, rumah tinggal, rumah tinggal dalam penyelesaian dan infrastruktur dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah, perijinan dan jasa konsultasi, kapitalisasi biaya pinjaman dan taksiran kewajiban pengembangan tanah dan lingkungan kepada pembeli. Kapitalisasi biaya pinjaman tersebut sehubungan dengan pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian dan pematangan tanah yang bersangkutan. Persediaan proyek dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. h. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan mengunakan metode garis lurus
15 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL i. Gedung dan Peralatan untuk Disewakan Gedung dan peralatan untuk disewakan dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straightline method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap selama 20 dan 36 tahun. j. Aktiva Tetap - Pemilikan Langsung Aktiva tetap, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali aktiva tertentu yang diperoleh sampai dengan tanggal 12 September 1986 telah dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45 tanggal 2 Oktober Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut : Tahun Bangunan dan prasarana 20 dan 40 Mesin dan peralatan 5 Peralatan kantor 4-8 Peralatan proyek 8 Kendaraan 4-5 Aktiva tetap sebagian anak perusahaan disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double declining balance method) (Catatan 13). Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan sejak tahun Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih. Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang, seperti dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja, dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. k. Sewa Guna Usaha
16 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Transaksi sewa guna us aha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha. 2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha. 3) Masa sewa guna usaha minimum dua tahun. Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap - pemilikan langsung (lihat kebijakan akuntansi mengenai aktiva tetap - pemilikan langsung). Keuntungan yang timbul dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback) ditangguhkan dan diamortisasi secara proporsional dengan biaya amortisasi aktiva yang disewagunausaha. l. Beban Tangguhan Biaya ini terdiri dari biaya yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum efek kepada masyarakat yang ditangguhkan dan diamortisasi selama lima tahun mulai bulan April 1997, dan biaya yang terjadi sehubungan dengan pengembangan usaha di Ungasan, Bali yang ditangguhkan dan akan diamortisasi mulai saat beroperasi selama tiga tahun serta biaya yang terjadi sehubungan dengan diserahkannya aset kerjasama operasi berupa jalan tol dan diamortisasi sesuai dengan perjanjian bagi hasil dengan menggunakan metode garis lurus. Pada tanggal 13 Maret 2000, Badan Pengawas Pasar Modal mengeluarkan Surat Keputusan No. 06/PM/2000 mengenai Perubahan Peraturan No.VIII G-7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari Sesuai dengan Peraturan Pasar Modal tersebut, biaya emisi saham harus disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor. Pada tanggal 31 Desember 1999, Perusahaan mempunyai sisa saldo biaya emisi saham yang belum diamortisasi, dimana manajemen menganggap jumlah tersebut tidak signifikan terhadap posisi keuangan Perusahaan sehingga saldo biaya emisi saham tersebut langsung dibebankan pada tahun berjalan. m. Program Pensiun Salah satu anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetap lokalnya. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris
17 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Attained Age Normal Method. n. Restrukturisasi Hutang Bermasalah Selisih lebih nilai tercatat pinjaman (termasuk bunga, denda yang berhubungan) di atas jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi hutang bermasalah langsung diakui sebagai keuntungan hasil restrukturisasi. Setelah restrukturisasi, jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dikurangkan dari nilai tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui hingga jatuh tempo hutang tersebut. Jika nilai tercatat pinjaman kurang dari jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi hutang bermasalah maka tidak ada keuntungan ataupun kerugian hasil restrukturisasi yang diakui. Setelah restrukturisasi, beban bunga dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai tercatat hutang pada awal setiap periode sampai dengan jatuh temponya o. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan real estat berupa bangunan rumah, pabrik, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah di atas mana bangunan tersebut didirikan diakui dengan metode full accrual jika seluruh syarat berikut dipenuhi : 1) pengikatan jual beli telah berlaku; 2) harga jual akan tertagih, dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati; 3) tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli; 4) telah terjadi pengalihan seluruh risiko dan manfaat kepemilikan yang umum terdapat pada suatu transaksi penjualan, dan penjual selanjutnya tidak mempunyai kewajiban atau terlibat lagi secara signifikan dengan aktiva (property) tersebut. Dalam hal ini setidak-tidaknya bangunan tersebut telah siap ditempati/digunakan. 5) Pendapatan dari penjualan tanah yang pendirian bangunannya akan dilaksanakan oleh pembeli tanpa keterlibatan penjual diakui dengan metode full accrual jika seluruh syarat berikut dipenuhi : 1) masa pengembalian uang muka telah lewat; 2) uang muka yang dibayar pembeli telah memadai, sekurang-kurangnya 20% dari harga jual yang telah disepakati; 3) harga jual akan tertagih, dimana jumlah yang telah dibayar sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati; 4) tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli; dan 5) selesainya pengembangan lingkungan dimana tanah tersebut berada, yaitu penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan lingkungan seperti pematangan tanah yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun
18 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL yang menjadi kewajiban dan beban penjual, sesuai dengan perjanjian antara penjual dan pembeli yang bersangkutan. Apabila semua persyaratan tersebut di atas tidak dipenuhi, semua penerimaan uang yang berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode deposit (deposit method), sampai semua persyaratan dipenuhi. Pendapatan sewa diakui selama periode kontrak sewa. Pendapatan proyek ditentukan berdasarkan metode persentase penyelesaian proyek (percentage of completion method). Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun bersangkutan (accrual basis). p. Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Tidak Final Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini. Pajak Penghasilan Final Pajak penghasilan atas sewa dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 tahun 1996 tanggal 18 April 1996 tentang pajak penghasilan final atas penyewaan tanah dan/atau bangunan. Nilai tercatat aktiva atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final yang berbeda dengan dasar pengenaan pajak (DPP) nya tidak diakui sebagai aktiva atau kewajiban pajak tangguhan. Atas penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. q. Laba (Rugi) per Saham
19 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Laba usaha dan laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi masing-masing laba usaha dan laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham pada tahun 2000 dan 1999 masing-masing sebanyak saham. r. Informasi Segmen Informasi segmen disajikan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasi. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Jumlah Bank Rupiah Bank Universal Hongkong & Shanghai Bank Corp Bank Negara Indonesia Bank Internasional Indonesia Bank Lippo Bank of America Bank Media Bank Panin Lain-lain (masing-masing dibawah ) Dollar Amerika Serikat Hongkong & Shanghai Bank Corp Bank Universal Bank Standard Chartered Bank Negara Indonesia Bank Danamon (d/h Bank Tiara Asia) Lain-lain (masing-masing dibawah ) Dollar Singapura Hongkong & Shanghai Bank Corp Jumlah
20 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Deposito berjangka Rupiah Bank Lippo Bank Universal Bank Exim Utama International Bank Dollar Amerika Serikat Bank Universal Hongkong & Shanghai Bank Corp Jumlah Jumlah kas dan setara kas Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah 10,75% - 13,22% 12,5% - 12,75% Dollar Amerika Serikat 5,0% - 6,8% 5,5% - 5,81% 4. INVESTASI SEMENTARA Deposito berjangka pada bank pihak ketiga Rupiah Bank Sumitomo Bank NISP Bank Universal Bank Rakyat Indonesia Dollar Amerika Serikat Hongkong & Shanghai Bank Corp Bank Sumitomo Bank Universal Jumlah Portofolio investasi melalui Goldman, Sachs & Co Biaya perolehan Laba (rugi) yang belum direalisasi ( ) Nilai Pasar Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah 9,5% - 12,5% 11% - 12,75% Dollar Amerika Serikat 5,625% - 5,750% 4,25% - 5,75%
21 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Deposito berjangka digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh dari beberapa bank (Catatan 18). Mutasi laba (rugi) pemilikan portofolio yang belum direalisasi : Saldo awal Laba penjualan portofolio yang telah direalisasi ( ) - Peningkatan (penurunan) nilai portofolio ( ) Saldo akhir ( ) PIUTANG USAHA a. Jumlah piutang usaha berdasarkan langganan adalah sebagai berikut : Pihak ketiga PT Sigma Karya PT Kia Keramik Mas PT Satwika Permai Indah PT Tanjung Enim Pulp & Paper PT Astra International Tbk L'oreal PT Sunter Lake Side Hotel PT Riau Andalan Pulp & Paper PT Kilang Vecolina PT Hutama Karya Hartopo PT Sinar Karya Duta Abadi PT Giri Jaladhi Wana PT Usaha Pariwisata Sukses PT GS Battery PT Kawasan Industri Kampar Bachtiar PT Perwita Karya Lain-lain (masing-masing di bawah ) Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Bersih
22 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Wahana Sempurna PT Arman Investments Utama PT Maeda - NRC Jumlah Jumlah piutang usaha b. Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) sebelum dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : Belum jatuh tempo Sudah jatuh tempo 1-30 hari hari hari hari Lebih dari 120 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Bersih c. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut : Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Bersih Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu : Saldo awal Penyisihan Penghapusan ( ) ( ) Saldo akhir Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih
23 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha. Piutang usaha dijadikan jaminan atas hutang bank (Catatan 18 dan 23). 6. PIUTANG PRESTASI DAN KELEBIHAN TAGIHAN PRESTASI Piutang prestasi merupakan pekerjaan selesai pada akhir tahun yang belum ditagih. Kelebihan tagihan prestasi merupakan kelebihan tagihan atas pekerjaan dalam pelaksanaan pada akhir tahun. 7. PAJAK DIBAYAR DI MUKA Pajak penghasilan Pasal Pasal Pasal Pasal Pajak final atas sewa Pajak Pertambahan Nilai Jumlah PIUTANG DAN HUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Adicipta Luhur Swadaya PT Anekacipta Sejahtera PT Skylift Indonesia Jumlah Piutang direksi dan karyawan Hutang pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Sitiswadaya Permai PT Suryalaya Anindita International PT Arjunaraya Unggul Jumlah Piutang kepada PT Adicipta Luhur Swadaya dan PT Anekacipta Sejahtera terjadi sehubungan dengan pemberian pinjaman sementara dan dikenakan bunga 12% per tahun pada tahun 2000 dan Piutang kepada PT Skylift Indonesia, perusahaan asosiasi, merupakan piutang dengan jangka waktu 6 (enam) tahun sejak tahun Piutang ini tidak dikenakan bunga
24 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Hutang kepada PT Sitiswadaya Permai dan PT Suryalaya Anindita International terjadi sehubungan dengan pembebanan biaya-biaya yang dibayar terlebih dahulu. Hutang kepada PT Arjunaraya Unggul terjadi sehubungan dengan pinjaman sementara. Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada pihak tersebut tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu. 9. PIUTANG KERJASAMA PT Jaya Obayashi PT Tata Mulia Nusantara PT Murinda Jumlah Lihat Catatan INVESTASI DALAM BENTUK SAHAM Tempat Persentase Nama Perusahaan Kedudukan Kepemilikan % Metode Ekuitas Biaya Perolehan PT Suryalaya Anindita International Jakarta 48, PT Maeda - NRC Jakarta 50, PT Skylift Indonesia Jakarta 34, Jumlah Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi Saldo awal ( ) Periode berjalan PT Suryalaya Anindita International ( ) PT Skylift Indonesia ( ) PT Maeda - NRC ( ) Jumlah ( ) Dividen kas ( ) ( ) Jumlah Metode Biaya PT Real Estate Indonesia Sewindu Jakarta < PT Persatuan Pengusaha Real Estate Indonesia Jakarta < Jumlah Jumlah
25 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 11. AKTIVA REAL ESTAT Persediaan tanah dan rumah tinggal : Tanah Rumah tinggal Rumah tinggal dalam penyelesaian Infrastruktur Persediaan proyek Jumlah Biaya bunga yang dikapitalisasi pada persediaan tanah masing-masing sebesar dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan Kerugian kurs mata uang asing sebesar dikapitalisasi pada persediaan tanah dan keuntungan kurs mata uang asing bersih sebesar dikurangkan dari persediaan tanah masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan Persediaan tersebut diatas dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh dari beberapa bank (Catatan 18 dan 23). Tanah seluas sekitar m 2 milik PT Suryacipta Swadaya, anak perusahaan masih dalam perkara gugatan (Catatan 48). 12. GEDUNG DAN PERALATAN UNTUK DISEWAKAN 1 Januari 2000 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2000 Biaya Perolehan Gedung dan peralatan Dikurangi Akumulasi Penyusutan Gedung dan peralatan Jumlah Tercatat Januari 1999 Penambahan Pengurangan 31 Desember 1999 Biaya Perolehan Gedung dan peralatan Dikurangi Akumulasi Penyusutan Gedung dan peralatan Jumlah Tercatat
26 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Jumlah beban penyusutan adalah dan , masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan Gedung dan peralatan untuk disewakan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kerusakan gedung, kerusakan mesin, peperangan, pemogokan karyawan dan kerusuhan dengan perincian sebagai berikut : Nama Perusahaan Nilai Pertanggungan USD USD PT China Insurance Indonesia PT Asuransi Allianz Utama Indonesia PT Asuransi Sinar Mas PT Asuransi Tugu Kresna Pratama PT Asuransi Rama Satria PT Royal & Sun Alliance Indrapura Insurance Jumlah Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi adalah cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin dialami. Pada tahun 1998 sebagian dari gedung dan peralatan tersebut, yang merupakan milik salah satu anak perusahaan telah terbakar pada kerusuhan bulan Mei 1998, namun demikian anak perusahaan telah mengasuransikannya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ (Catatan 14). Gedung untuk disewakan digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman jangka panjang (Catatan 23). 13. AKTIVA TETAP
27 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 1 Januari 2000 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2000 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah ( ) Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan ( ) Peralatan kantor Peralatan proyek Kendaraan Aktiva dalam penyelesaian ( ) Jumlah ( ) Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Tanah ( ) - Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor ( ) Peralatan proyek Kendaraan Jumlah ( ) Jumlah Tercatat Januari 1999 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 1999 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah ( ) Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Peralatan proyek Kendaraan Aktiva dalam penyelesaian ( ) Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan ( ) - Jumlah ( ) Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Tanah ( ) Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Peralatan proyek Kendaraan Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan ( ) - Jumlah Akumulasi Penyusutan ( ) Jumlah Tercatat
28 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Beban penyusutan adalah dan , masing-masing untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan Aktiva dalam penyelesaian merupakan bangunan apartemen, mal, hotel, spa, ruang konferensi dan restoran. Aktiva tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, kerusuhan, pemogokan karyawan, kerusakan gedung dan kendaraan serta hilangnya kendaraan dengan perincian sebagai berikut : Nama Perusahaan Nilai Pertanggungan USD USD PT Asuransi AIU Indonesia PT IBS Insurance PT Asuransi Astra Buana PT Asuransi Ikrar Lloyd PT Asuransi Wahana Tata PT Asuransi Samsung Tugu PT Asuransi Allianz Utama Indonesia PT Asuransi Multi Artha Guna PT LG Simas General Insurance PT Asuransi Hastin Utama PT Asuransi Bintang Tbk PT Royal & Sun Alliance Indrapura Insurance PT Asuransi Sinar Mas PT Asuransi Bintang Majapahit Jumlah Beban bunga yang dikapitalisasi pada aktiva dalam penyelesaian tahun 1999 sebesar Keuntungan kurs mata uang asing yang dikurangkan pada aktiva dalam penyelesaian pada tahun 1999 sebesar Sebagian aktiva tetap di atas disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double declining balance method), dengan rincian sebagai berikut : Biaya perolehan Pemilikan langsung Peralatan kantor Peralatan proyek Kendaraan Jumlah Dikurangi akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Peralatan kantor Peralatan proyek Kendaraan Jumlah Jumlah tercatat
29 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Aktiva tetap pemilikan langsung, kecuali aktiva dalam penyelesaian, dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang diperoleh dari beberapa bank (Catatan 18 dan 23). 14. GEDUNG DAN PERALATAN UNTUK DISEWAKAN YANG TERBAKAR Akun ini merupakan gedung dan mesin-mesin untuk disewakan milik salah satu anak perusahaan yang berlokasi di Jl. Pinangsia Raya, Jakarta berupa pusat belanja Plaza Glodok yang telah terbakar dalam kerusuhan bulan Mei Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, jumlah yang disetujui pihak asuransi atas klaim tersebut masih dalam proses penyelesaian dan gedung masih dalam proses perbaikan. Pada saat gedung yang terbakar tersebut selesai diperbaiki menjadi kondisi semula, selisih antara nilai klaim asuransi dengan biaya pembangunan dan pengembangan akan dicatat sebagai Laba (Rugi) Atas Klaim Asuransi. Pada tanggal 31 Desember 2000, selisih antara nilai penggantian klaim dengan biaya perbaikan dan pembangunan disajikan sebagai akun Klaim Asuransi Diterima Di Muka. Manajemen berkeyakinan bahwa klaim asuransi berupa pembangunan gedung yang dibangun kem bali (reinstatement) yang tersisa dapat dipenuhi pihak asuransi. 15. GOODWILL BERSIH Saldo awal PT TCP Internusa PT Enercon Paradhya International PT Pacific Prestress Indonesia PT Multi Plaza Properties PT Nusa Raya Cipta ( ) - Jumlah Penambahan (pengurangan) PT Nusa Raya Cipta - ( ) PT Multi Plaza Properties ( ) - PT TCP Internusa PT Pacific Prestress Indonesia ( ) - Jumlah ( ) ( ) Jumlah Dikurangi akumulasi amortisasi PT TCP Internusa PT Enercon Paradhya International PT Pacific Prestress Indonesia PT Multi Plaza Properties PT Nusa Raya Cipta ( ) ( ) Jumlah Jumlah Tercatat
30 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Beban amortisasi adalah sebesar dan masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan Penambahan dan pengurangan harga perolehan terjadi karena adanya pengurangan investasi dalam bentuk saham anak perusahaan, PT Pacific Prestress Indonesia dan merger antara PT TCP Internusa dengan anak perusahaan, PT Multi Plaza Properties pada tahun 2000 dan penambahan investasi dalam bentuk saham anak perusahaan PT Nusa Raya Cipta pada tahun AKTIVA TETAP YANG TIDAK DIGUNAKAN DALAM USAHA 1 Januari 2000 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2000 Biaya perolehan Tanah Bangunan Mesin Jumlah Januari 1999 Penambahan Pengurangan 31 Desember 1999 Biaya perolehan Tanah Bangunan Jumlah
31 31 DESEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 17. UANG MUKA INVESTASI SAHAM Akun ini merupakan uang muka investasi saham kepada PT Arjunaraya Unggul, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, untuk pembelian saham PT Giri Lingga Abadi dengan nilai nominal setiap sahamnya dan kepada PT Sumbawa Raya Cipta sebesar HUTANG BANK DAN CERUKAN Pinjaman Revolving Dalam Dollar Amerika Serikat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), eks Bank Pelita, maksimum US$ Bank Danamon (d/h Bank Tiara Asia), maksimum US$ Hongkong & Shanghai Bank Corp., maksimum US$ Dalam Rupiah BPPN, eks Bank Dagang Nasional Indonesia, maksimum BPPN, eks Bank Umum Servitia, maksimum Bank Danamon (d/h Bank Tiara Asia), maksimum BPPN, eks Bank Putra Surya Perkasa, maksimum Bank Lippo, maksimum BPPN, eks Bank Modern, maksimum Pinjaman tetap Dalam Rupiah BPPN, eks Bank Umum Servitia BPPN, eks Bank Modern Bank Panin Cerukan Dalam Rupiah BPPN, eks Bank Dagang Nasional Indonesia Utama International Bank BPPN, eks Bank Umum Servitia Bank Lippo Pinjaman modal kerja BPPN, eks Bank Pelita Jumlah Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah 11,22% - 30% 8,5% - 55% Dollar Amerika Serikat 7,50% - 15% 5,4% - 18%
32 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Anak perusahaan, PT Suryacipta Swadaya memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Pelita yang dijamin dengan tanah seluas m2 di Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang atas nama PT Suryacipta Swadaya. Pinjaman ini juga dijaminkan secara pari pasu dengan pinjaman di Bank Universal. PT Suryacipta Swadaya menunda pembayaran pokok sebesar US$ pada tahun 2000 dan 1999 dan menunda pembayaran bunga sebesar US$ ,94 dan US$ ,68 masing-masing pada tahun 2000 dan Sampai dengan tanggal Laporan auditor independen, karena Bank Pelita berada dalam status bank beku operasi (BBO), maka perjanjian kredit tersebut belum mendapat perpanjangan. Anak perusahaan, PT Sitiagung Makmur memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Danamon (d/h Bank Tiara Asia) berupa pinjaman tetap untuk pembiayaan Proyek Ungasan dengan jumlah maksimum US$ Fasilitas ini dijamin dengan tanah di desa Ungasan, Bali dan jaminan perusahaan dari PT TCP Internusa. Pada tanggal 25 Mei 2000, Bank Danamon (d/h Bank Tiara Asia) menyetujui restrukturisasi hutang anak perusahaan, PT Sitiagung Makmur untuk periode 11 April 2000 sampai dengan 10 April PT Sitiagung Makmur dikenakan bunga sebesar 8% per tahun dan mulai berlaku efektif sejak tanggal 11 April 2000 tetapi bila PT Sitiagung Makmur tidak memenuhi kewajiban selama 2 kali berturut-turut, maka akan diperhitungkan kembali tarif suku bunganya. Pada tanggal 4 April 2000, bunga tertunggak tahun 1999 sebesar US$ ,69 dihapuskan karena PT Sitiagung Makmur tidak melanggar salah satu ketentuan dalam perjanjian restrukturisasi sebelumnya. Sisa bunga tertunggak pada tahun 2000 adalah sebesar US$ ,56. Anak perusahaan, PT TCP Internusa memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari Bank Danamon dengan jumlah maksimum yang dijamin dengan deposito atas nama direksi. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun dan dibebani bunga sebesar suku bunga deposito ditambah 2,5%. Anak perusahaan, PT Suryacipta Swadaya memperoleh pinjaman dari Hongkong & Shanghai Bank Corp., yang dijamin dengan deposito berjangka milik PT Suryacipta Swadaya pada bank yang sama. Anak perusahaan, PT Pacific Prestress Indonesia memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari Bank Dagang Nasional Indonesia dengan jumlah maksimum dan fasilitas pinjaman investasi dengan jumlah maksimum Pembayaran kembali atas pinjaman ini dilakukan secara cicilan setiap triwulan sampai dengan Juni Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan jaminan tanah dan bangunan di Jatirejo, Sidoarjo, Jawa Timur dan di Karawang, piutang usaha, persediaan, mesin dan peralatan, ruang perkantoran di Wisma Mitra Sunter, dan jam inan perusahaan dari PT TCP Internusa dan PT Enercon Paradhya International. Fasilitas pinjaman investasi digunakan untuk mendanai pembangunan pabrik di Karawang dan pembelian mesin spun pile. Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, jumlah pinjaman pokok ditambah dengan bunga termasuk denda keterlambatan pembayaran yang tertunggak masing-masing sebesar dan Anak perusahaan, PT Pacific Prestress Indonesia memperoleh fasilitas pinjaman kredit dari Bank Umum Servitia dengan jumlah maksimum dan pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari Perusahaan, PT Enercon Paradhya International dan PT TCP Internusa. Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, jumlah pinjaman pokok ditambah bunga termasuk denda keterlambatan pembayaran yang tertunggak masing-masing adalah dan
33 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL PT Multi Plaza Properties (anak perusahaan yang bergabung dengan PT TCP Internusa) memperoleh pinjaman dari Bank Putra Surya Perkasa yang dijamin dengan surat aksep dan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Pada tanggal 2 Oktober 2000, PT Multi Plaza Properties mengikuti program pemberian diskon oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar 100% atas bunga dan 100% penghapusan atas denda, apabila PT Multi Plaza Properties melunasi pokok pinjaman sebesar secara tunai sekaligus. Pada tanggal 23 Oktober 2000, PT Multi Plaza Properties melunasi pokok pinjamannya sehingga tunggakan bunga dan denda sebesar dihapuskan. Pada tanggal 31 Desember 2000 sudah tidak ada hutang bank dan tunggakan bunga ke Bank Putra Surya Perkasa (Catatan 41). PT TCP Internusa, anak perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Lippo berupa pinjaman jangka pendek dan pinjaman rekening koran. Fasilitas ini dijamin dengan deposito berjangka milik salah satu komisaris yang didepositokan pada bank yang sama dan surat girik tanah Tanjung Barat dan letter of intent dari Perusahaan dan PT Enercon Paradhya International, anak perusahaan. Pada tanggal 15 Maret 2000 Bank Lippo menyetujui adanya restrukturisasi pinjaman PT TCP Internusa, anak perusahaan, senilai yang telah diselesaikan dengan kondisi sebagai berikut : 1. Pembayaran tunai sebesar sejak tanggal disetujuinya restrukturisasi. 2. Sisanya sebesar dijadikan fasilitas pinjaman tetap dengan jangka waktu angsuran 48 bulan dan bunga sebesar 18% per tahun. 3. Tanggal 28 Maret 2000 telah dilunasi pinjaman jangka pendek sejumlah dan pinjaman rekening koran sejumlah Pada tanggal 26 Juni 2000, Bank Lippo menyetujui untuk mengalihkan fasilitas pinjaman tersebut menjadi fasilitas pinjaman tetap angsuran (Catatan 23). Anak perusahaan, PT Sitiagung Makmur, memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Modern berupa pinjaman jangka pendek dengan jumlah maksimum Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan jaminan dari PT TCP Internusa, anak perusahaan. Pada tanggal 2 Oktober 2000, PT Sitiagung Makmur mengikuti program pemberian diskon oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar 100% atas bunga dan 100% penghapusan atas denda, apabila melunasi pokok pinjaman sebesar secara tunai sekaligus. Pada tanggal 6 Oktober 2000, PT Sitiagung Makmur melunasi pokok pinjamannya, dan tunggakan bunga sebesar dihapuskan, sehingga pada tanggal 31 Desember 2000, PT Sitiagung Makmur tidak mempunyai hutang bank dan tunggakan bunga kepada Bank Modern (Catatan 41). Anak perusahaan, PT Pacific Prestress Indonesia memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Modern dengan jumlah maksimum Fasilitas ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari PT Enercon Paradhya International. Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, jumlah pokok pinjaman ditambah bunga beserta denda keterlambatan pembayaran yang tertunggak masing-masing adalah dan Anak perusahaan, PT Suryacipta Swadaya memperoleh pinjaman dari Bank Panin dijamin dengan tanah seluas minimal 12 ha di kawasan industri PT Suryacipta Swadaya di Karawang dan jaminan
34 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL pribadi dari Charles Jonan dan Rhonny Kumontoy. Perusahaan telah mendapat perpanjangan atas hutang bank ini sampai bulan Oktober Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, pinjaman ini masih dalam proses perpanjangan. Pada tanggal 5 Juli 2000 anak perusahaan, PT TCP Internusa memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari Utama International Bank dengan jumlah maksimum Fasilitas ini dijamin dengan deposito berjangka atas nama direktur dan PT TCP Internusa masingmasing senilai dan Pada tanggal 31 Desember 2000 jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yang tertunggak adalah Fasilitas kredit ini dibebani bunga 2,5% di atas bunga deposito yang dijaminkan dan akan berakhir pada tanggal 5 Juli Fasilitas pinjaman cerukan dijamin dengan piutang usaha, persediaan, mesin dan peralatan, hak atas tanah, bangunan, jaminan pribadi dari salah satu pemegang saham dan direktur dari anak perusahaan dan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Anak perusahaan, PT Pacific Prestress Indonesia memperoleh pinjaman modal kerja dalam bentuk fasilitas L/C dari Bank Pelita. Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, jumlah pinjaman pokok ditambah bunga yang tertunggak adalah sebesar dan Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, Perusahaan dan anak perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu yang tercantum dalam perjanjian. Bank Pelita, Bank Dagang Nasional Indonesia dan Bank Modern merupakan bank-bank yang termasuk dalam Bank Beku Operasi (BBO) berdasarkan pengumuman pemerintah tanggal 4 April 1998 dan 21 Agustus Bank Umum Servitia merupakan bank yang masuk dalam Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) berdasarkan pengumuman pemerintah tanggal 13 Maret Sejak saat itu (tanggal pengumuman), bank-bank tersebut berada dalam pengawasan BPPN. Lihat Catatan 4, 5, 8, dan HUTANG SEWA GUNA USAHA Anak perusahaan, PT TCP Internusa mengadakan perjanjian sewa guna usaha pada tahun 2000 atas kendaraan dengan hak opsi untuk membeli pada akhir perjanjian sewa guna usaha. Sebagian dari perjanjian sewa guna usaha pada tahun 1999 merupakan transaksi penjualan dan sewa guna usaha kembali (sale and leaseback). Hutang sewa guna usaha ini dijamin dengan seluruh aktiva sewa guna usaha a. Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan jatuh tempo Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun : Jumlah pembayaran minimum sewa guna usaha Dikurangi bunga Nilai tunai pembayaran minimum sewa guna usaha Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang Sewa Guna Usaha Jangka Panjang - Bersih
35 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 2000 b. Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan lessor : PT Clipan Finance Indonesia Tbk PT Bumi Putera Jumlah Keuntungan dari transaksi penjualan dan sewa guna usaha kembali ini dicatat pada akun keuntungan transaksi penjualan dan penyewaan kembali yang ditangguhkan - bersih, dengan rincian sebagai berikut : Keuntungan transaksi penjualan dan penyewaan kembali yang ditangguhkan Saldo awal Penambahan Jumlah Saldo akhir HUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA a. Jumlah hutang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut : Pemasok dalam negeri Pemasok luar negeri Jumlah b. Jumlah hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut : Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah
36 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 21. HUTANG PAJAK Pajak kini (Catatan 40) Pajak penghasilan Pasal Pasal Pasal Pasal Pajak penghasilan final atas pengalihan dan penyewaan tanah / bangunan dan konstruksi Pajak Pertambahan Nilai Jumlah BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR Bunga pinjaman - non afiliasi Harga pokok proyek Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Biaya perijinan Listrik dan air Pemasaran Biaya kantor Honorarium tenaga ahli Astek Jasa manajemen Lain-lain HUTANG BANK JANGKA PANJANG Bank Panin, maksimum US$ Bank Universal, maksimum US$ maksimum maksimum Bank Internasional Indonesia, maksimum Bank Arta Media, maksimum
37 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Bank Lippo, maksimum maksimum BPPN, eks Bank Pelita, maksimum BPPN, eks Bank Modern, maksimum Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang - Bersih Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah 8,50% - 24% 14,44% - 50% Dollar Amerika Serikat 10% - 15% 10,47% - 11,56% PT TCP Internusa anak perusahaan memperoleh pinjaman dari Bank Panin berupa fasilitas kredit investasi untuk keperluan pembiayaan kembali (refinancing) gedung Graha Surya Internusa yang terhutang dalam cicilan pokok triwulan sebesar US$ US$ mulai 9 Juni 1999 sampai dengan 9 Juni Fasilitas tersebut dijamin dengan Hak Guna Bangunan atas tanah seluas m2 dan gedung perkantoran yang dikenal dengan nama gedung Graha Surya Internusa. Pada tanggal 30 Agustus 1999, PT TCP Internusa memperoleh persetujuan perpanjangan kredit mulai 30 Mei 2001 sampai dengan 28 Pebruari 2010 dengan cicilan pokok triwulan sebesar US$ US$ dengan tingkat bunga 5,4375% per tahun diatas SIBOR yang akan ditinjau ulang setiap tiga bulan. Pinjaman yang diperoleh anak perusahaan, PT Nusa Raya Cipta dari Bank Universal merupakan pinjaman jangka panjang dengan jumlah maksimum dan terhutang dalam cicilan per bulan sebesar Pinjaman ini dijamin dengan seluruh mesin atau alat-alat berat milik PT Nusa Raya Cipta yang terdapat di gudang dan/atau proyek -proyek milik PT Nusa Raya Cipta dan/atau tempat-tempat lain yang disetujui oleh bank dan sebidang tanah seluas m2 dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 684, Kalirungkut Surabaya dan berikut bangunan diatas tanah tersebut. Pada Oktober 2000 pinjaman ini telah dilunasi. Pinjaman dari Bank Universal dalam Dollar Amerika Serikat merupakan pinjaman untuk keperluan persiapan pembiayaan secara sindikasi proyek perluasan kawasan industri milik anak perusahaan, PT Suryacipta Swadaya yang terletak di Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang. Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas m2 di Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang yang juga dijaminkan secara pari pasu dengan jaminan atas pinjaman di Bank Pelita dan Hak Guna Bangunan (HGB) seluas m2 atas nama PT Suryacipta Swadaya. Pinjaman telah jatuh tempo pada tanggal 24 Maret Perusahaan menunda pembayaran pokok sebesar US$ dan menunda pembayaran bunga sebesar US$ ,32 dan US$ ,63 masing-masing pada tahun 2000 dan Pinjaman ini berhasil direstrukturisasi pada tanggal 14 Pebruari 2000 dengan jumlah sebesar US$ Perpanjangan jangka waktu pembayaran sampai dengan tahun 2005 dengan jadwal pembayaran sebagai berikut : - Tahun 2004 per kwartal US$ Tahun 2005 per kwartal US$
38 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Bunga atas pinjaman ditentukan sebagai berikut : - 15% per tahun untuk tahun % per tahun untuk tahun Tahun 2001 dan seterusnya akan ditinjau ulang dan ditentukan kembali oleh bank dengan patokan suku bunga yang berlaku di Bank Universal. Pembayaran efektif bunga dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : - Tahun 2000 (setelah perjanjian restrukturisasi ditandatangani) sampai dengan tahun 2001 dibayar efektif 3% per tahun. - Tahun 2002 dan seterusnya dibayar penuh sesuai ketentuan bank. - Bunga terhutang wajib dilunasi seluruhnya paling lambat tahun Jaminan (masih bersifat dapat dinegosiasikan) adalah sebagai berikut : - Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah di Kawasan Industri SCS tahap I kavling I 17A, I 17B seluas lebih kurang m2. Nilai pemasangan APHT dengan perhitungan harga per meter persegi diatas US$ APHT di Kawasan Industri Suryacipta Swadaya tahap II antara lain : Hak Guna Bangunan (HGB) No. 103 seluas lebih kurang m2. Hak Guna Bangunan (HGB) No. 109 seluas lebih kurang m2. Total nilai pemasangan APHT dengan perhitungan harga per meter persegi diatas US$ Pembayaran kewajiban ke Bank dilakukan dengan prioritas sebagai berikut : a. Pelunasan tunggakan kewajiban di bank (bila ada). b. Menempatkan cadangan dana di escrow account Bank Universal sebesar jumlah kewajiban bunga maupun angsuran pokok yang akan jatuh tempo 6 bulan ke depan. c. Pembayaran tunggakan bunga. d. Pembayaran kompensasi. e. Pembayaran pokok pinjaman. Ketentuan lain yang dapat mengurangi kewajiban Perusahaan : Saldo kas lebih dari US$ selama 6 bulan berturut-turut digunakan dengan prioritas sebagai berikut : a. Melunasi bunga berjalan yang tertunggak. b. Membayar bunga atas hutang bunga. c. Pelunasan pokok pinjaman lebih awal. Bila terdapat dana sebesar minimal US$ dan jangka waktu minimal 1 bulan, akan diblokir di deposito Bank Universal dimana akan diberikan bunga sebesar bunga pinjaman yang diberikan. PT TCP Internusa, anak perusahaan memperoleh persetujuan perubahan perjanjian kredit dari fasilitas pinjaman kredit menjadi fasilitas pinjaman tetap. Fasilitas ini dijamin dengan sertifikat HGB 1287 Kuningan Timur seluas m2 terletak di Jl. H.R. Rasuna Said blok X-0 Kav. 3 dan sebagian Kav
39 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Pada tanggal 21 Januari 2000 Bank Universal menyetujui adanya restrukturisasi pinjaman dengan plafond sebesar dan perubahan jadwal angsuran dengan jangka waktu sampai dengan Mei 2003 dengan tingkat suku bunga 2% diatas suku bunga deposito yang dijaminkan oleh Bank Indonesia. Grace period sampai dengan 24 April Pembayaran angsuran pinjaman pokok dilakukan dengan menyerahkan tanah dan ruko seluas 72 m² yang terletak di Perumahan Tanjung Mas Raya dengan nilai kompensasi hutang sebesar serta 37 kali angsuran untuk pinjaman pokok senilai dengan tingkat bunga 2% diatas tingkat bunga deposito satu bulan yang dijamin oleh Bank Indonesia per tahun. Angsuran ini dibayar tiap tanggal 25 setiap bulannya yang dimulai 25 April 2000 dengan jadwal sebagai berikut : Angsuran 1 s/d Angsuran 10 s/d Angsuran 22 s/d Angsuran 34 s/d PT TCP Internusa, anak perusahaan memperoleh pinjaman dari Bank Internasional Indonesia berupa pinjaman tetap. Pinjaman tersebut akan dibayar dengan cicilan pokok triwulan pada tahun 2001 sebesar untuk cicilan triwulan pertama sampai triwulan ketiga dan sebesar pada triwulan keempat. Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan perusahaan dari Perusahaan dan PT Enercon Paradhya International. Pada tanggal 7 Agustus 2000 Bank Internasional Indonesia menyetujui untuk mengalihkan fasilitas pinjaman tetap menjadi pinjaman berjangka senilai hutang pokok yang tertunggak yaitu dengan bunga sebesar Cost of fund ditambah 3% yang harus dibayar tiap tanggal 26 setiap bulannya. Pembayaran pinjaman pokok diangsur tiap triwulan mulai tanggal 26 Juli 2001, yaitu untuk dua triwulan pertama, untuk 6 triwulan berikutnya serta angsuran terakhir sebesar pada tanggal 26 Juli Bank International Indonesia memberikan keringanan atas tunggakan bunga sampai dengan 26 Juni 2000 menjadi sebesar ditambah dengan untuk periode 26 Juni 2000 sampai 26 Juli 2000 dengan jadwal angsuran pada tanggal 10 Agustus 2000, dan selanjutnya tiap tanggal 7 tiap bulannya sampai dengan April 2001, serta angsuran terakhir sebesar pada tanggal 7 Mei Atas perjanjian ini, PT TCP Internusa memberikan jaminan tambahan berupa sertifikat tanah Purwakarta, Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) 9 buah yang terdiri dari Sertifikat Hak Guna Bangunan di Desa Cibening seluas m 2, di Desa Ciwangi seluas m 2 dan di Desa Mulyamekar seluas m 2, serta Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan di Desa Cibening seluas m 2. Anak perusahaan, PT TCP Internusa memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Arta Media berupa pinjaman tetap dengan jumlah maksimum sebesar yang jatuh tempo pada tanggal 30 Desember Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Pada tanggal 23 April 1999, bank menyetujui untuk memperpanjang fasilitas kredit dengan hutang pokok sebesar yang harus dibayar kembali dalam 24 kali angsuran bulanan yang masing-masing angsurannya berjumlah sebes ar dengan pembayaran pertama tanggal 26 Januari 2000 dan terakhir selambat-lambatnya tanggal 26 Desember 2001, dengan tingkat bunga 24%. Pinjaman dari Bank Lippo digunakan untuk pembelian tanah dan pengembangan prasarana di Kawasan Industri Suryacipta Swadaya di Karawang. Pinjaman ini akan diangsur selama 12 kali sejak 4 Desember 1996 dan berakhir pada tahun Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, tanah di Karawang yang merupakan persediaan milik anak perusahaan dan jaminan perusahaan dari Perusahaan dan PT TCP Internusa. Pada tanggal 26 Juni 2000 PT TCP Internusa memperoleh persetujuan restrukturisasi pinjaman dengan Bank Lippo dari fasilitas kredit menjadi fasilitas pinjaman tetap dengan jumlah maksimum
40 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL dengan tingkat bunga 18% berjangka waktu mulai 26 Juni 2000 sampai dengan 26 Maret 2004 yang harus dibayar tanggal 25 tiap bulannya. Pembayaran angsuran pokok dilakukan tanggal 26 setiap bulan dengan jumlah untuk setiap angsuran. Fasilitas ini dijamin dengan surat girik tanah seluas m 2 di kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Pinjaman yang diperoleh anak perusahaan, PT Nusa Raya Cipta dari Bank Pelita (Bank Beku Operasi) merupakan pinjaman jangka panjang dengan jumlah maksimum Pinjaman ini dijamin dengan tagihan atas piutang proyek dan jaminan perusahaan dari Perusahaan. Pada tahun 1999, pinjaman ini telah dialihkan ke BPPN. Pada tanggal 9 Maret 2000 pinjaman ini telah dilunasi. Pinjaman yang diperoleh anak perusahaan, PT Nusa Raya Cipta dari Bank Modern (Bank Beku Operasi) merupakan pinjaman jangka panjang dengan jumlah maksimum dan terhutang dalam cicilan triwulan sebesar Tingkat bunga pinjaman per tahun adalah 31,25%. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan PT Enercon Paradhya International. Pada tahun 1999, PT Nusa Raya Cipta melakukan penundaan pembayaran pokok pinjaman sebesar dan bunga sebesar Pada tahun 1999, pinjaman ini telah dialihkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pada tanggal 9 Maret 2000 pinjaman ini telah dilunasi. Pada tahun 1999, Perusahaan dan anak perusahaan menunggak sebagian pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang jatuh tempo serta tidak dapat mempertahankan rasio keuangan yang diharuskan oleh perjanjian pinjaman. Sesuai dengan perjanjian pinjaman, bila Perusahaan dan anak perusahaan gagal memenuhi kewajibannya kepada kreditur, maka sebagian pinjaman akan dinyatakan jatuh tempo seketika dan sewaktu-waktu kreditur dapat menagih pinjaman tersebut. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, Perusahaan dan anak perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu yang tercantum dalam perjanjian. Lihat Catatan 5, 8, 12 dan TAKSIRAN KEWAJIBAN PENGEMBANGAN TANAH DAN LINGKUNGAN Akun ini merupakan estimasi beban pengembangan fasilitas lingkungan untuk memenuhi kewajiban kepada pembeli (Catatan 47). 25. KLAIM ASURANSI DITERIMA DIMUKA Akun ini merupakan klaim asuransi Perusahaan yang sebagian telah diterima dimuka atas bangunan Plaza Glodok yang terbakar dan klaim gangguan bisnis masing-masing pada tahun 2000 dan Sampai dengan tanggal laporan auditor independen jumlah yang disetujui pihak asuransi atas klaim asuransi untuk penggantian dalam bentuk gedung yang dibangun kembali (reinstatement) dan gangguan bisnis masih dalam proses penyelesaian. 26. HUTANG SUBORDINASI Akun ini merupakan pinjaman dari Commonwealth Development Corporation (CDC) sebesar US$ yang diberikan kepada anak perusahaan dengan jangka waktu 6 tahun dan jatuh tempo pada tahun Pinjaman ini dikenakan bunga 15% per tahun, dan dijamin dengan tanah seluas m2 di desa Kutamekar, Kabupaten Karawang atas nama PT Suryacipta Swadaya, anak perusahaan. 27. UANG MUKA PROYEK
41 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Akun ini merupakan uang muka dari pelanggan yang diterima pada saat dimulainya pelaksanaan proyek, yang akan dikurangi dari tagihan prestasi proyek. 28. JAMINAN DARI PELANGGAN Akun ini merupakan jaminan yang diterima dari pelanggan atas sewa toko dan gedung yang akan dikembalikan pada akhir masa sewa. 29. HAK MINORITAS a. Hak minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan PT Pacific Prestress Indonesia ( ) PT EE Black Construction Indonesia PT Nusa Raya Cipta PT E-Glodokplaza Dotkom PT Kreativa Cipta Artistika ( ) ( ) Jumlah b. Hak minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan PT Pacific Prestress Indonesia PT EE Black Construction Indonesia PT Nusa Raya Cipta ( ) ( ) PT E-Glodokplaza Dotkom PT Kreativa Cipta Artistika (16.762) Jumlah ( ) ( ) 30. MODAL SAHAM Komposisi pemegang saham sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek sebagai berikut : 2000 Jumlah Persentase Jumlah Modal Pemegang Saham Saham Pemilikan Saham () PT Arjunaraya Unggul , PT Arman Investments Utama , Henricus Joseph Hendra , PT Andeki Investindo , PT Askariputera Swadaya , PT Wahana Natadana , PT Yetna Sittaputera , Santoso Sutantyo , PT Triple A Jaya , PT Trinugraha Thohir , Ir. Royanto Rizal - Wakil Presiden Komisaris , Masyarakat (di bawah 5%) , Jumlah ,
42 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 1999 Jumlah Persentase Jumlah Modal Pemegang Saham Saham Pemilikan Saham () PT Arjunaraya Unggul , PT Arman Investments Utama , Henricus Joseph Hendra , PT Andeki Investindo , PT Askariputera Swadaya , PT Wahana Natadana , PT Yetna Sittaputera , Santoso Sutantyo , PT Triple A Jaya , PT Trinugraha Thohir , Ir. Royanto Rizal - Wakil Presiden Komisaris , Masyarakat (di bawah 5%) , Jumlah , AGIO SAHAM Akun ini merupakan agio saham sehubungan dengan : Pengeluaran saham Perusahaan kepada pemegang saham pada tahun 1994 Jumlah yang diterima atas pengeluaran saham Jumlah yang dicatat sebagai modal disetor ( ) Saldo agio saham per 31 Desember 1994 dan Kapitalisasi agio saham ke saham tahun 1996 ( ) Saldo agio saham per 31 Desember Penjualan saham Perusahaan melalui penawaran umum kepada masyarakat pada tanggal 27 Maret 1997 Jumlah yang diterima atas pengeluaran saham kepada masyarakat Jumlah yang dicatat sebagai modal disetor ( ) Bersih Obligasi konversi yang dikonversikan dalam rangka penawaran umum kepada masyarakat Jumlah yang diterima untuk pengeluaran saham kepada pemegang obligasi konversi setelah dikurangi diskon Jumlah yang dicatat sebagai modal disetor ( ) Bersih Saldo agio saham per 31 Desember 2000 dan SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN
43 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Pada tahun 2000, anak perusahaan, PT TCP Internusa (TCP) melakukan penyesuaian atas pengakuan ekuitas PT Pacific Prestress Indonesia (PPI), anak perusahaan TCP, dari kepemilikan 30,08% menjadi 75%. Selisih antara ekuitas PPI yang menjadi bagian TCP sesudah dan sebelum transaksi penambahan investasi oleh TCP dicatat pada akun ini dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas Perusahaan. 33. PENDAPATAN USAHA Jasa konstruksi Sewa, parkir dan jasa pemeliharaan Bahan bangunan Real estat Tanah kawasan industri Jumlah BEBAN LANGSUNG Jasa konstruksi Bahan bangunan Sewa, parkir dan jasa pemeliharaan Real estat Tanah kawasan industri Jumlah BEBAN PENJUALAN Komisi penjualan Gaji Iklan dan promosi Tender Sewa Komunikasi Representasi dan jamuan Perjalanan dan transportasi Perlengkapan kantor Lain-lain Jumlah BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
44 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Gaji dan upah Pajak dan perijinan Penyusutan dan amortisasi Jasa profesional Amortisasi biaya emisi saham yang ditangguhkan Perlengkapan kantor Komunikasi Beban bank Perbaikan dan pemeliharaan Perjalanan dan transportasi Asuransi Pemberian kenikmatan kepada karyawan Sewa Representasi dan jamuan Beban administrasi lainnya Pensiun Listrik dan energi Pendidikan karyawan Sumbangan dan kontribusi Keamanan dan kebersihan Lain-lain Jumlah PENGHASILAN BUNGA Deposito berjangka dan jasa giro Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Jumlah BEBAN BUNGA Beban bunga dari hutang Bank Sewa guna usaha Lain-lain Jumlah
45 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 39. KEUNTUNGAN PENJUALAN SAHAM Pada tanggal 8 Januari 1999, Perusahaan telah menjual seluruh penyertaannya pada PT Denso Indonesia Corporation sebanyak saham dengan nilai penjualan sebesar US$ Hasil penjualan saham Nilai tercatat investasi dalam bentuk saham ( ) 1999 Keuntungan Penjualan Saham PAJAK PENGHASILAN Penghasilan (beban) pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari : Pajak kini ( ) ( ) Pajak tangguhan Jumlah ( ) ( ) Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut : Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi ( ) Rugi (laba)sebelum pajak anak perusahaan ( ) Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan ( ) Perbedaan temporer: Amortisasi emisi saham yang ditangguhkan Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal ( ) Jumlah
46 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Bagian rugi (laba) bersih perusahaan asosiasi ( ) Amortisasi goodwill Sumbangan Penghasilan jasa giro dan bunga deposito ( ) ( ) Laba penjualan saham - ( ) Denda pajak Lain-lain Jumlah ( ) Laba Kena Pajak Perusahaan Perhitungan beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban pajak kini Perusahaan Anak perusahaan Jumlah Dikurangi pembayaran pajak di muka Pajak penghasilan Pasal Pasal Jumlah Hutang pajak kini Rincian: Perusahaan Anak perusahaan PT Pacific Prestress Indonesia Jumlah Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan tahun 1999 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak
47 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut : Dibebankan Dibebankan ke laporan 31 Desember ke laporan 31 Desember 1 Januari 1999 laba rugi 1999 laba rugi 2000 Perusahaan Kewajiban pajak tangguhan: Penyusutan aktiva tetap ( ) ( ) ( ) ( ) Amortisasi emisi saham ( ) ( ) ( ) Kewajiban pajak tangguhan ( ) ( ) ( ) Anak Perusahaan Aktiva pajak tangguhan PT Pacific Prestress Indonesia Aktiva pajak tangguhan - bersih Rekonsiliasi antara beban pajak dan laba akuntansi adalah sebagai berikut : Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) ( ) Rugi (laba) sebelum beban pajak anak perusahaan ( ) Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan ( ) Tarif pajak yang berlaku: 10% x % x % x ( ) tahun 2000 dan tahun 1999 ( ) Jumlah ( ) Dampak pembulatan perhitungan (117) (133) Jumlah ( ) Pengaruh pajak atas beban (penghasilan) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Bagian rugi (laba) bersih perusahaan asosiasi ( ) Amortisasi goodwill Sumbangan Penghasilan jasa giro dan bunga deposito ( ) ( )
48 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Denda pajak Laba penjualan saham - ( ) Lain-lain ( ) Jumlah ( ) Beban pajak Perusahaan Beban pajak anak perusahaan Jumlah POS LUAR BIASA Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 18, PT Multi Plaza Properties (anak perusahaan yang bergabung dengan PT TCP Internusa) memperoleh penghapusan bunga dan denda atas pinjaman dari Bank Putra Surya Perkasa. Selain itu, PT Sitiagung Makmur juga memperoleh penghapusan bunga dan denda atas pinjaman dari Bank Modern. Penghapusan bunga dan denda ini dicatat sebagai pos luar biasa. 42. CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 32 tanggal 19 Mei 2000 dari notaris Benny Kristianto, SH, pemegang saham menyetujui untuk menggunakan laba bersih Perusahaan tahun buku yang berakhir 31 Desember 1999 sebesar sebagai cadangan umum dan memutuskan untuk tidak membagikan dividen. 43. PROGRAM PENSIUN Anak perusahaan, PT TCP Internusa, menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun Astra (DPA). DPA merupakan lembaga yang independen dan telah mendapat persetujuan atas pembentukannya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep.181/MK.17/1997 tanggal 12 Mei Iuran pensiun per bulan ditetapkan 8,39% dari penghasilan dasar pensiun karyawan, dimana 3,2% merupakan beban karyawan dan 5,19% merupakan beban Perusahaan. Kewajiban aktuaria dan nilai wajar aktiva bersih berdasarkan laporan aktuaria tanggal 12 Mei 1999 untuk posisi 31 Desember 1999 dan laporan keuangan DPA yang telah diaudit adalah sebagai berikut : Kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva Selisih lebih nilai wajar aktiva atas kewajiban aktuaria Aktiva dana pensiun terutama terdiri dari deposito berjangka, surat-surat berharga dan investasi dalam bentuk saham. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen, adalah sebagai berikut :
49 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Tabel mortalita Umur pensiun normal Tabel cacat Tingkat pengunduran diri Tingkat pensiun dipercepat Biaya tambahan Tingkat bunga investasi Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun (PhDP) Tingkat kenaikan pensiun Commissioners Standard Ordinary Table of Mortality (CSO 80) 55 tahun 10% dari CSO 80 10% untuk peserta yang berusia 25 tahun dan menurun secara proporsional menjadi 0% untuk usia 45 tahun 1% dari usia 45 sampai dengan 54 tahun 5% dari iuran normal 13% per tahun 10% per tahun 0% per tahun 44. PERJANJIAN KERJASAMA OPERASI PT Suryacipta Swadaya, anak perusahaan, mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Jasa Marga dalam rangka pembangunan dan pembiayaan jalan tol. Penyelenggara jalan tol adalah PT Jasa Marga. Secara umum, hal-hal pokok yang diatur dalam perjanjian kerjasama operasi tersebut adalah sebagai berikut : a. Anak perusahaan membangun dan mendanai pembangunan jalan tol sesuai dengan desain, spesifikasi dan persyaratan yang telah ditetapkan. b. Anak perusahaan menyerahkan jalan tol tersebut yang telah selesai dibangun kepada pemilik aset (PT Jasa Marga) untuk dikelola dan dioperasikan. c. Pemilik aset menanggung seluruh beban dan risiko yang timbul sehubungan dengan pengelolaan dan pengoperasian jalan tol. d. Beban proyek ditetapkan lumpsum sebesar Pembayaran kepada anak perusahaan dilakukan dengan cara bagi hasil pendapatan tol yang dimulai sejak proyek dioperasikan sampai dengan tanggal 31 Januari 2015 dengan ketetapan bagi hasil sebagai berikut : Bagi Hasil (%) No. Tahun Jasa Marga Suryacipta Swadaya
50 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Bagi Hasil (%) No. Tahun Jasa Marga Suryacipta Swadaya SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa a. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan dan anak perusahaan : PT Santa Rosa Indonesia PT Alam Dinamika PT Wahana Adi Sembada PT Wahana Sempurna PT Arjunaraya Unggul b. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan dan anak perusahaan : PT Suryalaya Anindita International PT Arman Investments Utama PT Intievest Indah PT Sitiswadaya Permai PT Skylift Indonesia PT E-Glodokplaza Dotkom c. PT Arman Investments Utama adalah pemegang saham mayoritas Perusahaan. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak -pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang meliputi antara lain transaksi usaha dan diluar usaha seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 8. Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anak perusahaan juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak -pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi tersebut adalah berupa pendapatan bunga dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing 0,38% dan 0,53% untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 dari penghasilan bunga konsolidasi
51 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 46. INFORMASI SEGMEN USAHA Perusahaan dan anak perusahaan pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut : Nama PT Surya Semesta Internusa Tbk PT Suryacipta Swadaya PT TCP Internusa dan anak perusahaan PT Nusa Raya Cipta dan anak perusahaan PT Enercon Paradhya International PT Pacific Prestress Indonesia PT E.E. Black Construction Indonesia PT Karsa Sedaya Sejahtera E-SSIA.Com.Inc Kegiatan Usaha Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain Pembangunan kawasan industri Real estat dan penyewaan gedung perkantoran Jasa konstruksi Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain Pembuatan elemen-elemen beton pra tekan Jasa konstruksi Perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa Penyertaan saham pada perusahaan lain Manajemen menyajikan informasi segmen usaha dalam tujuh kelompok segmen sesuai dengan kegiatan usahanya yaitu segmen penyertaan pada perusahaan lain, pembangunan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, pembuatan elemen beton pra tekan, penyewaan gedung pertokoan dan perkantoran, dan perdagangan. a. Penjualan Bersih % % Pembangunan kawasan industri 8, , Real estat dan penyewaan gedung perkantoran 17, , Bidang konstruksi bangunan 62, , Pembuatan elemen-elemen beton pra-tekan 10, , Penyewaan gedung pertokoan dan perkantoran - - 0, Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah setelah eliminasi Harga jual antar segmen ditetapkan berdasarkan biaya yang dikeluarkan (cost) ditambah keuntungan sebesar suatu persentase tertentu
52 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL b. Hasil Segmen % % Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain (99,53) ( ) (92,23) ( ) Pembangunan kawasan industri 22, (26,27) ( ) Real estat dan penyewaan gedung perkantoran 83, , Bidang konstruksi bangunan 125, , Perdagangan (0,01) ( ) (0,25) ( ) Penyewaan gedung pertokoan dan perkantoran - - (17,63) ( ) Pembuatan elemen-elemen beton pra-tekan (31,36) ( ) (37,70) ( ) Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi Hasil segmen Penghasilan (beban) lain-lain ( ) Laba (rugi) sebelum pajak ( ) c. Jumlah Aktiva % % Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain 24, , Pembangunan kawasan industri 44, , Real estat dan penyewaan gedung perkantoran 21, , Bidang konstruksi bangunan 6, , Perdagangan 0, , Pembuatan elemen-elemen beton pra-tekan 2, , Penyewaan gedung pertokoan dan perkantoran - - 3, Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah setelah eliminasi IKATAN a. Pada tanggal 9 Mei 1996, PT Suryacipta Swadaya, anak perusahaan, mengadakan kontrak perjanjian dengan Kumagai Gumi Co., Ltd untuk pemborongan proyek perluasan simpang susun Karawang Timur senilai Pekerjaan ini telah mendapat ijin dari Pemda setempat dan PT Jasa Marga (Persero). Pada tanggal 24 April 2000, diadakan penambahan atas nilai kontrak sebesar Kontrak ini telah mendapat ijin dari Pemda setempat dan PT Jasa Marga (Persero). Pada tanggal 31 Desember 2000 dan
53 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL sisa nilai kontrak sebesar dan Nilai kontrak setelah dikurangi pembayaran dicatat pada akun Taksiran Kewajiban Pengembangan Tanah dan Lingkungan. b. PT Suryacipta Swadaya, anak perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa perusahaan lain seperti PT Murisama, PT Bhakti Sentana, PT Dacrea, Pacific Consultant International, Kumagai, Hutama Takenaka, PT Abhirana, PT Ekakarsa Abadi, PT Rezeki Binamas dan PT Indorenco untuk pembangunan prasarana dengan nilai kontrak seluruhnya sejumlah Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 sisa nilai kontrak masing - masing sebesar dan yang dicatat pada akun Taksiran Kewajiban Pengembangan Tanah dan Lingkungan. c. PT Nusa Raya Cipta (NRC), anak perusahaan, mengadakan perjanjian-perjanjian kerjasama untuk pembangunan proyek dengan beberapa perusahaan berikut : 1. Proyek AMP - Karawang Pada tahun 1996, NRC melakukan kerjasama dengan PT Jaya Obayashi dengan nama Asphalt Mixing Plant. Dalam kerjasama ini NRC mempunyai penyertaan sebesar 50%. Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1999, rugi yang diakui NRC dari proyek kerjasama ini berjumlah Proyek ini telah selesai pada tahun Proyek Ritz Carlton Bali Hotel Pada tanggal 25 April 1995, NRC melakukan kerjasama dengan PT Tatamulia Nusantara Indah dengan nama PT Tatamulia Nusantara Indah - PT Nusa Raya Cipta Joint Operation. Kerjasama tersebut didirikan dalam rangka kontrak dengan PT Karang Mas Sejahtera, pemilik proyek, dengan nilai kontrak sejumlah Dalam kerjasama ini NRC mempunyai penyertaan sebesar 49%. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1999, laba yang diakui perusahaan dari proyek kerjasama ini berjumlah Proyek ini telah selesai pada tahun Proyek Suryacipta City of Industry Pada tanggal 28 Maret 1994, NRC melakukan kerjasama dengan PT Jaya Obayashi dengan nama PT Jaya Obayashi - PT Nusa Raya Cipta - Joint Operation. Kerjasama ini didirikan dalam rangka kontrak dengan PT Suryacipta Swadaya, pemilik proyek, dengan nilai kontrak seluruhnya sebesar yang terbagi atas 3 tahap. Nilai kontrak untuk tahap I adalah sebesar Dalam kerjasama ini NRC mempunyai penyertaan sebesar 40%. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1999, laba yang diakui NRC dari proyek kerjasama ini berjumlah Proyek ini ditunda oleh pemberi kerja. 4. Proyek Pabrik EDS Manufacturing Indonesia Pada tanggal 16 Agustus 1994, NRC melakukan kerjasama dengan PT Jaya Obayashi dengan nama PT Jaya Obayashi - PT Nusa Raya Cipta - Joint Operation. Kerjasama ini didirikan dalam rangka kontrak dengan PT EDS Manufacturing Indonesia, pemilik proyek, dengan nilai kontrak sejumlah Dalam kerjasama ini NRC mempunyai penyertaan sebesar 50%. Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1999, laba yang diakui NRC dari proyek kerjasama ini masing-masing berjumlah Proyek ini telah selesai pada tahun
54 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 48. KEWAJIBAN KONTIJENSI Anak perusahaan, PT Suryacipta Swadaya, merupakan tergugat dalam perkara mengenai gugatan tanah seluas sekitar m2 yang terletak di Karawang. Pengadilan Negeri Karawang dan Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa Barat, telah memenangkan anak perusahaan dalam gugatan tersebut. Saat ini kasus gugatan tersebut sedang dalam proses kasasi di Mahkamah Agung. 49. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut : Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen Asing Asing Aktiva Kas dan setara kas US$ , , SIN$ 4.994, , Investasi sementara US$ , , Piutang usaha US$ , , Piutang prestasi US$ , Jumlah Kewajiban Hutang bank US$ , , Hutang usaha US$ , , Hutang lain-lain US$ , , AU$ , Biaya yang masih harus dibayar US$ , , Uang jaminan pelanggan US$ 9.114, , Tagihan prestasi US$ , Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun US$ Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun US$ , Hutang subordinasi US$ , Jumlah Jumlah kewajiban bersih Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 9 April 2001 sebagai berikut : 31 Desember 9 April 2001 Mata uang 1 US$ , , ,00 1 SIN$ 5.979, , ,43 1 AU$ 5.377, ,
55 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 50. DAMPAK KONDISI EKONOMI TERHADAP KEGIATAN PERUSAHAAN DAN ANAK PERUSAHAAN Banyak negara di wilayah regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, sejak pertengahan tahun 1997, mengalami dampak memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang negara-negara tersebut. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas, tingginya tingkat bunga dan kurs mata uang. Kondisi ini mencakup pula penurunan drastis harga saham, pengetatan penyediaan kredit, dan penghentian atau penundaan pelaksanaan proyek konstruksi tertentu. Sampai saat ini kondisi ekonomi di Indonesia masih dilanda krisis yang berkepanjangan terutama disebabkan masih sangat labilnya kurs mata uang asing dan harga efek di pasar modal. Tingginya kurs mata uang dan tingkat bunga telah mengakibatkan Perusahaan dan anak perusahaan menanggung beban selisih kurs dan bunga yang sangat signifikan. Hal ini juga berdampak terhadap kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk melunasi hutang dalam bentuk valuta asing mengingat hutang tersebut telah meningkat secara signifikan dalam satuan Rupiah dan tingkat bunga pinjaman dalam Rupiah yang juga meningkat secara signifikan, sehingga Perusahaan dan anak perusahaan menunggak beberapa pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang telah jatuh tempo dan tidak dapat mempertahankan rasio-rasio keuangan yang ditentukan dalam perjanjian pinjaman. Perusahaan dan anak perusahaan saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pihak kreditur untuk merestrukturisasi hutangnya dan pada tahun 2000 Perusahaan dan anak perusahaan telah mencapai penyelesaian restrukturisasi sebagian hutang dengan beberapa kreditur (Catatan 18 dan 23). Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan dan anak perusahaan dapat melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sebagaimana dijelaskan dalam paragraf di atas telah menimbulkan ketidakpastian yang signifikan mengenai kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan oleh karena itu terdapat ketidakpastian signifikan apakah Perusahaan dan anak perusahaan akan merealisasikan aktiva dan menyelesaikan kewajibannya dalam kondisi normal Perusahaan dan anak perusahaan dan pada nilai yang dinyatakan dalam Perusahaan dan anak perusahaan. Menanggapi kondisi ekonomi yang belum pasti ini, manajemen tetap berhati-hati (prudent) dalam mengelola dan menjalankan operasi Perusahaan dan anak perusahaan dengan mengambil langkah-langkah berikut: Mempensiunkan karyawan yang sudah memasuki usia pensiun. Menelaah kembali perlu tidaknya memperpanjang kontrak kerja baik dengan tenaga asing maupun dengan tenaga lokal. Menyesuaikan kenaikan gaji dengan kemampuan dan kondisi Perusahaan. Memangkas / menghemat biaya-biaya operasional Perusahaan yang tidak perlu. Menunda investasi / proyek jangka panjang yang tidak pasti dan memerlukan dana yang besar. Menunjuk financial advisor untuk keperluan restrukturisasi hutang bank. Memperbaiki struktur organisasi dan meningkatkan profesionalisme manajemen Perusahaan. Meningkatkan proporsi penjualan kepada pihak asing mengingat belum pulihnya penjualan lokal. Mempelajari kemungkinan usaha-usaha baru yang sangat prospektif pada masa mendatang. Mencari partner yang strategik untuk mengembangkan usaha Perusahaan. Kelangsungan hidup Perusahaan dan anak perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen untuk menghasilkan arus kas yang cukup dari kegiatan usaha di masa yang akan datang. Laporan keuangan konsolidasi belum mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian tersebut
56 31 DE SEMBER 2000 DAN 1999 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL Pemulihan perekonomian ke kondisi yang sehat dan stabil sangat tergantung pada kebijakan fiskal dan moneter yang terus menerus diupayakan oleh Pemerintah untuk menyehatkan ekonomi suatu tindakan yang berada diluar kendali Perusahaan dan anak Perusahaan. Oleh karena itu tidaklah mungkin untuk menentukan dampak dari masa depan kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan dan anak perusahaan, termasuk dampak mengalirnya dana investor pelanggan dan pemasok ke dan dari Perusahaan dan anak perusahaan. 51. PENGGABUNGAN USAHA Berdasarkan akta notaris Benny Kristianto, S.H., No. 71 tanggal 31 Oktober 2000 telah disepakati adanya penggabungan anak perusahaan, PT Multi Plaza Properties ke dalam PT TCP Internusa, anak perusahaan, yang dilaksanakan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), perpajakan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian PT TCP Internusa, akan mengambil alih semua aktivitas dan kegiatan usaha, aktiva, kewajiban (termasuk kewajiban perpajakan), tagihan dan karyawan-karyawan PT Multi Plaza Properties. Sebagai akibat dari penggabungan tersebut, PT Multi Plaza Properties akan bubar demi hukum tanpa dilikuidasi sedangkan PT TCP Internusa akan tetap berdiri sebagai badan hukum. 52. INFORMASI LAINNYA Pada tanggal 20 Juni 2000, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan No. Kep-150/Men/2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan. Keputusan ini mengharuskan perusahaan untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan dan/atau ganti rugi apabila karyawan mencapai usia pensiun, terjadi pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan (PHK masal) maupun pengunduran diri. Manajemen berpendapat bahwa kewajiban yang mungkin timbul tidak akan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap posisi keuangan dan operasi Perusahaan dan anak perusahaan saat ini. Sampai saat ini, Perusahaan dan anak perusahaan tidak mempunyai rencana untuk melakukan PHK masal dalam waktu dekat dan tidak terdapat karyawan yang mengundurkan diri, yang secara signifikan mempengaruhi posisi keuangan dan kegiatan operasional Perusahaan dan anak perusahaan. Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 43, PT TCP Internusa, anak perusahaan, telah mempunyai program pensiun bagi sebagian besar jumlah karyawannya. 53. REKLASIFIKASI AKUN Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tahun 2000 dan peraturan Bapepam, piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar dan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar pada tanggal 31 Desember 2000 masing-masing direklasifikasi menjadi aktiva tidak lancar dan kewajiban tidak lancar. *******
P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007
P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
Catatan 31 Maret Maret 2010
NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) 1 PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) Catatan
ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI
P.T. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 AKTIVA 2004 2003 (Disajikan Rental' - Catatan 38) AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 161.020.965.269 41.211.323.789
PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008
Halaman 8 PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008 1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN a. Pendirian Perusahaan PT. Intanwijaya Internasional Tbk. (Perusahaan) didirikan
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900
NERACA KONSOLIDASI` PER 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 3 CATATAN ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, 2l, 4, 24 Rp 3,111,393,145 Rp 1,677,351,069 Investasi jangka pendek 2d, 5 5,348,940,000 6,606,593,125
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA
PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka
JUMLAH ASET LANCAR
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750
PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )
1 UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia Tbk. ("Perusahaan") didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1, tahun 1967 berdasarkan akte yang dibuat
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2d,4 121.433.163.880 119.658.017.889 Deposito berjangka 5 2.135.930.652 2.424.600.790 Piutang usaha 2e (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen i Neraca 1 Laporan Laba Rugi 2 Laporan
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2a,2c,3,27 103.317.329.165 92.942.187.030 Deposito berjangka 2a,4 1.971.891.997 2.643.566.861 Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER dan DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Laporan Posisi Keuangan... 1. Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) 0 PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) Daftar
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. ( Perusahaan ) didirikan di Indonesia pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo,
JUMLAH AKTIVA
NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk LAPORAN KEUANGAN SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 ( Tidak Diaudit ) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 30 September 2009
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2d,4 70.490.918.058 100.111.129.147 Deposito berjangka 5 2.062.615.652 2.179.143.834 Piutang usaha 2e (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
MEMBACA LAPORAN KEUANGAN
MEMBACA LAPORAN KEUANGAN Denny S. Halim Jakarta, 31 Juli 2008 1 Outline Pengertian Akuntansi Proses Akuntansi Laporan Keuangan Neraca Laporan Rugi Laba Laporan Arus Kas Pentingnya Laporan Keuangan Keterbatasan
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk ( Perusahaan ) didirikan pada tanggal
AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,
NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk LAPORAN KEUANGAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 31 MARET 2009 DAN 2008 ( Tidak Diaudit ) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 31 Maret 2009 dan 2008 ( Disajikan
PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)
NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2007 DAN 2006
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2007 DAN 2006 NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2007 dan 2006 Catatan A K T I V A KAS DAN SETARA KAS Pihak Ketiga
Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor pusat di Menara Thamrin Lt 15, Jl. MH Thamrin Kav. 3, Jakarta.
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Infoasia Teknologi Global Tbk (Perusahaan) (d/h P.T. Sejahtera Mandiri Indonesia) didirikan berdasarkan akta No.165 tanggal 22 Februari 1995 dari Tegoeh Hartanto,
PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 Daftar Isi Halaman
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2006 DAN 2005 Jakarta, 30 Oktober 2006 Peter Lembong Direktur NERACA
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)
NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 AKTIVA LANCAR K E T E R A N G A N 2003 2002 Kas dan setara kas 5,048,154 5,040,625 Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 19,943,324 21,928,185 Pihak ketiga-setelah
PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 ASET Catatan 30 Juni 2011 31 Desember 2010 Kas dan Setara Kas 2.d, 2.e.,2.n, 3, 29 887.194.955 758.054.399 Investasi Saham 2.c,
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
30 Juni 31 Desember
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah
BAB III METODOLOGI ANALISIS
59 BAB III METODOLOGI ANALISIS 3.1 Kerangka Pemikiran Pembahasan tesis ini, didasarkan pada langkah-langkah pemikiran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi objek pajak perusahaan dan menganalisis proses
PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT) - 1 - PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)
PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT Yanaprima Hastapersada Tbk Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN (tidak diaudit) Daftar Isi Halaman
P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2002 DAN 2001
P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2002 DAN 2001 DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 30
Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk L1 ASET PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2008, 2009, DAN 2010 Periode Analisis Horizontal
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN
LAMPIRAN. Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk
L1 LAMPIRAN Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk Aset Aset lancar PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2007, 2008 DAN 2009 Kas dan setara kas 151.020.114 132.737.259
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011 PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 A S E T Aset Lancar Catatan 31-Mar-12 31-Dec-11
PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT Yanaprima Hastapersada Tbk Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN (tidak diaudit) Daftar Isi Halaman Neraca...
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
UN AUDITED PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Maret 2011 Dengan Angka Pembanding 31 Maret 2010 (Un Audited) (Mata uang Rupiah Indonesia) PT TRIWIRA INSANLESTARI
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT ASTRA GRAPHIA Tbk
N E R A C A Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2a,2c,3,23 119.658.017.889 126.580.527.261 Deposito berjangka 2a,4 2.424.600.790 2.904.735.723 Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan
Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...
LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca... 1-2 Laporan Laba Rugi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas... 4 Laporan Arus Kas... 5 Catatan Atas Laporan
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN. 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit)
LAPORAN KEUANGAN 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit) PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk NERACA 30 SEPTEMBER 2009 dan 2008 ASET 30 September 30 September Catatan 2009 2008 '000 '000
PT ALLBOND MAKMUR USAHA
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca.. 1-2 Laporan Laba Rugi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas. 4 Laporan Arus Kas 5 Catatan
BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Penjualan II.1.1. Definisi Penjualan Penjualan secara umum memiliki pengertian kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2008 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2007 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Laporan Auditor Independen Tahun Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN
PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan
L1 AKTIVA Aktiva Lancar : Kas dan setara kas Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar Rp 2.293.762 (2005), Rp 5.920.887 (2006), Rp 3.627.125 (2007) Piutang lainlain Persediaan
Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor pusat di Menara Thamrin Lt 15, Jl. MH Thamrin Kav. 3, Jakarta.
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Infoasia Teknologi Global Tbk (Perusahaan) (d/h P.T. Sejahtera Mandiri Indonesia) didirikan berdasarkan akta No.165 tanggal 22 Februari 1995 dari Tegoeh Hartanto,
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor Independen Laporan No. 36797S Pemegang Saham, Dewan Komisaris
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk DAFTAR
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk DAFTAR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS & DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS & DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2010 DAN 2009 PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan 2004 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk. LAPORAN KEUANGAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2005 DAN
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 September 2007 (TIDAK DIAUDIT) dan 30 September 2006 (TIDAK DIAUDIT) Global Reports LLC
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 3 September 27 (TIDAK DIAUDIT) dan 3 September 26 (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keuangan
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2002 DAN 2001 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR
P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
8 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 1. UMUM P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. (Perusahaan), dahulu P.T. EKADHARMA TAPE INDUSTRIES TBK. didirikan dengan akta No. 71 pada tanggal 20 November 1981
P.T. BENTOEL INTERNASIONAL INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. BENTOEL INTERNASIONAL INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN P.T. BENTOEL INTERNASIONAL
PT ASTRA GRAPHIA Tbk
N E R A C A Catatan 2007 2006 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2a,2d,3,24 92.942.187.030 136.752.706.763 Deposito berjangka 2a,4 2.643.566.861 2.398.641.980 Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. dan
Jumlah Aset Lancar 12,926,477,
PT Pembangunan Graha Lestari Indah, Tbk Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali dinyatakan lain) ASET
PT. INDONESIA PRIMA PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT. INDONESIA PRIMA PROPERTY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN INFORMASI TAMBAHAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2009 DAN 2008
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2009 DAN 2008 NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2009 dan 2008 ASET Catatan Kas dan Setara Kas 2.c, 2.k, 3 5.242.521.163
PT. INTI KAPUAS AROWANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Laporan Auditor Independen
PT. INTI KAPUAS AROWANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan keuangan konsolidasi Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 Beserta Laporan Auditor Independen DAFTAR ISI Laporan
Jumlah aset lancar
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926
P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 30 JUNI 2007 30 JUNI 2006 *) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 64,102,901,237 51,313,870,613
PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010
LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010 / 31 Desember 2009 (Diaudit) dan sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September
PT METROPOLITAN KENTJANA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN
PT METROPOLITAN KENTJANA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT METROPOLITAN KENTJANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014
DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI DAN ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan Catatan AKTIVA LANCAR KEWAJIBAN LANCAR Kas dan setara kas
PT ASTRA GRAPHIA Tbk
N E R A C A Tidak AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2a,3,23 126.580.527.261 136.152.760.743 Deposito berjangka 2a,4 2.904.735.723 1.467.734.629 Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
