Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
|
|
|
- Suharto Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan pertanian secara umum telah dan akan terus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, baik secara langsung dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, maupun kontribusi tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan sinergitas dengan sektor lain. Pembangunan pertanian merupakan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat tani, yang dicapai melalui inovasi teknologi, pengembangan produktivitas tenaga kerja, pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, serta penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian. Sumber daya manusia bersamasama dengan sumber daya alam, teknologi dan kelembagaan merupakan faktor utama yang secara sinergis menggerakkan pembangunan pertanian untuk mencapai peningkatan produksi pertanian dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Struktur perekonomian Kabupaten Lebak menunjukan bahwa pertanian merupakan sektor dominan dalam memberikan konstribusi pembangunan, namun berdasarkan hasil evaluasi atas pembangunan pertanian yang telah dilaksanakan sampai saat ini, masih banyak persoalan mendasar yang harus dipecahkan dan memerlukan penanganan yang cermat dan tepat, seperti perubahan iklim global, terbatasnya ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air, kecilnya status dan luas kepemilikan lahan, belum optimalnya sistem perbenihan dan perbibitan, terbatasnya akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani, masih lemahnya kapasitas kelembagaan petani, masih rawannya ketahanan pangan serta koordinasi kerja antar sektor terkait pembangunan pertanian yang belum dilaksanakan secara optimal. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menyusun Rencana Strategis Tahun sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan dengan menyelaraskan pada rencana pembangunan 5 tahun di Kabupaten Lebak yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak Tahun Selain itu dokumen perencanaan ini juga mengacu pada rencana Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
2 pembangunan pertanian secara nasional melalui Rencana Strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta mengacu pada dokumen Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Tahun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak Tahun sebagai landasan dalam pembangunan pertanian telah memposisikan kawasan perdesaan yang merupakan basis utama dan bagian terbesar dalam wilayah Kabupaten Lebak, sebagai wilayah yang sangat membutuhkan percepatan pembangunan secara bertahap, proporsional dan berkelanjutan. Fakta empiris menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian di pedesaan mempunyai peran yang sangat urgen dan nyata. Sebagai upaya merespon landasan dan fakta empiris tersebut, pembangunan sektor pertanian dilaksanakan dengan memperhatikan potensi pertanian yang berbedabeda dari setiap wilayah di Kabupaten Lebak. Bertitik tolak dari pola pikir tersebut pendekatan programprogram utama sektor pertanian diupayakan agar sesuai dengan kondisi daerah di Kabupaten Lebak sehingga pembangunan pertanian di tingkat pedesaan dapat lebih optimal. Hal ini ditandai dengan adanya program pertanian yang berlandaskan pada potensi daerah yang berbedabeda sebagaimana Visi Misi Bupati/ Wakil Bupati Lebak terpilih yaitu dengan adanya pengembangan sentrasentra produksi unggulan, sebagai salah satu upaya memunculkan kekhasan dari masingmasing wilayah yang ada di Kabupaten Lebak. Pengembangan sentrasentra produk komoditas unggulan disesuaikan berdasarkan kesesuaian lahan, agroklimat, sosial budaya masyarakat dan permintaan pasar. Sedangkan untuk penetapan lokasinya disesuaikan berdasarkan capaian produksi komoditas unggulan di setiap kecamatan. Penetapan lokasi terdiri dari penetapan lokasi inti dan lokasi penyangga, sehingga fokus pengembangan sentrasentra produk unggulan terfokus pada wilayah tertentu. Namun hal ini bukan berarti wilayahwilayah yang tidak termasuk dalam sentra produk unggulan tidak ada pembangunan pertanian sama sekali, tetapi tetap dikembangkan dengan pengembangan ke arah pembentukan wilayahwilayah penyangga baru. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
3 Dalam rangka memaksimalkan pengembangan sentrasentra produk unggulan sampai dengan pemasaran, maka perlu mengacu kepada kerangkakerangka agribisnis dalam pengelolaannya sehingga produk unggulan yang ada di Kabupaten Lebak mampu bersaing dengan produkproduk unggulan dari daerah lain. Berdasarkan kerangka agribisnis, maka paling tidak ada 7 (tujuh) kriteria dalam menentukan komoditas unggulan sektor pertanian sebagai berikut ; 1) Mempunyai tingkat kesesuaian agroekologi yang tinggi, dalam hal ini lebih ditekankan kepada kelengkapan infrastruktur, misalnya lembaga penyaluran sarana produksi. 2) Mempunyai orientasi pasar yang jelas. Orientasi pasar dikelompokan ke dalam ; (a) pasar wilayah propinsi; (b) pasar antar pulau; (c) pasar dunia (ekspor). 3) Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menciptakan nilai tambah (pendapatan) dan kesempatan kerja. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan komoditas tersebut mampu mengatasi persoalan mendasar di sektor pertanian, yaitu rendahnya produktivitas dan banyaknya pengangguran, utamanya pengangguran tak kentara. 4) Mempunyai kemampuan dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat berpendapatan rendah. Walaupun konsep ketahanan pangan diartikan sebagai kemampuan/kemudahan (akses) terhadap pangan yang berlandaskan pada kemampuan daya beli sehingga instrumen untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi untuk wilayah tertentu yang terpencil atau aksesibilitasnya buruk, maka ketahanan pangan harus di terjemahkan ke dalam konsep ketersediaan pangan di rumah tangga atau lokalita. 5) Mendapat dukungan kebijakan pemerintah. Hal ini penting karena tidak semua infrastruktur dapat disediakan oleh investor. 6) Merupakan komoditas yang telah diusahakan oleh masyarakat setempat. Hal ini mencerminkan bahwa secara sosial komoditas yang diusahakan dapat diterima oleh masyarakat. 7) Mempunyai kelayakan ekonomi. Kriteria ini harus dipenuhi agar usaha tersebut dapat menarik banyak investor. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
4 Kriteria dalam penetapan komoditas unggulan ini hendaknya dijadikan acuan dalam penetapan dan pengelolaan sentrasentra produk unggulan di Kabupaten Lebak agar program yang nanti akan dicanangkan tepat sasaran serta dapat mencapai hasil yang optimal. Tidak kalah pentingnya dengan pengembangan sentrasentra produk unggulan, issu yang sekarang sedang berkembang di Kabupaten Lebak, bahkan di tingkat provinsi maupun nasional adalah mengenai peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Jumlah penduduk yang belum sebanding dengan kecukupan pangan dan wilayah yang relatif luas dapat menimbulkan beberapa permasalahan seperti 1) Masih banyak terdapat daerah rawan pangan; 2) Masih kurangnya jaminan keamanan pangan; 3) Pangan belum terdistribusi dengan baik dan terjangkau oleh lapisan masyarakat; 4) Diversifikasi pangan masih terbatas. Permasalahanpermasalahan tersebut semakin kompleks karena belum ditangani secara khusus dan terfokus, hal ini dikarenakan tidak adanya wadah khusus yang menangani permasalahanpermasalahan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sebagai dinas teknis hubungannya dengan ketahanan pangan berupaya membantu masyarakat petani dalam hal meningkatkan produksi taninya baik melalui intensifikasi, ekstensifikasi maupun dalam hal diversifikasi pertanian. Semua itu dalam rangka memperoleh kecukupan pangan yang diperlukan setiap waktu sesuai syarat sehat dalam kehidupan seharihari, baik jumlah, jenis, ragam dan mutu gizinya. Untuk itu diperlukan kondisi ketahanan pangan yang baik dengan unsur utamanya adalah ketersediaan produk pertanian dan kemampuan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu maka indikator ketahanan pangan adalah; tersedianya bahan pangan yang cukup; tersebar merata di seluruh daerah sampai ke tingkat rumah tangga; tersedia sepanjang waktu; dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Indikator ketahanan pangan ini harus ditangani oleh berbagai pihak atau instansi di Kabupaten Lebak yang memiliki kewenangan sesuai indikator di atas, sehingga penanganan permasalahan ketahanan pangan dapat dilakukan secara menyeluruh serta terkoordinasi dengan baik. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
5 Keberhasilan pembangunan pertanian melalui Pengembangan Sentra Produk Unggulan maupun Peningkatan Ketahanan Pangan, sebagian besar tergantung kepada faktor dan kebijaksanaan yang berada di luar kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, diantaranya adalah : Kebijakan makro ekonomi (moneter, fiskal, inflasi, prioritas pembangunan dan ketenagakerjaan); Kebijakan pengembangan infrastruktur dan sarana publik (irigasi, jalan pertanian, energi, komunikasi, air bersih); Kebijaksanaan kelembagaan pelayanan (informasi, kredit dan pengembangan SDM); Kebijaksanaan pengadaan dan penyediaan sarana produksi pertanian, terutama benih, pupuk dan pestisida. Oleh sebab itu diperlukan upaya koordinasi antar instansi terkait sesuai peran dan tugas pokok serta fungsinya masingmasing agar pembangunan pertanian di Kabupaten Lebak dapat tercapai secara adil dan merata. Substansi dari Dokumen Rencana Strategis (Renstra) ini, diarahkan untuk dapat mengukur capaian kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak beserta pegawainya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD serta dijabarkan dalam Dokumen Rencana Strategis (Renstra). Kemudian Dokumen Rencana Strategis (Renstra) ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja), Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD), Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja (DPASKPD) serta penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Oleh karena itu, Rencana Strategis (Renstra) ini akan memuat Program dan Kegiatan Indikatif sektor pertanian yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, dengan menguraikan berbagai Program yang diusulkan rencana indikatif pendanaannya melalui APBD Kabupaten Lebak dan/ atau sumbersumber dana lainnya. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
6 1.2. Landasan Hukum Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun merupakan resultansi aspirasi masyarakat pertanian yang telah diselaraskan dengan Visi dan Misi Bupati Lebak tahun dan telah sejalan dengan beberapa landasan hukum berikut ini : 1) Undangundang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 2) Undangundang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3) Undangundang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4) Undangundang nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5) Undangundang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 6) Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undangundang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
7 7) Undangundang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8) UndangUndang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 9) UndangUndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 10) UndangUndang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846); 11) UndangUndang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 12) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 13) Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576); 14) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15) Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
8 16) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 17) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 18) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 19) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 20) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 21) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ; 22) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 23) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 24) Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 83.1/Permentan/RC.110/12/2011 tentang Rencana Strategis Kementerian Pertanian ; Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
9 25) Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun ; 26) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 6 Tahun 2004 tentang Transparansi dan Partisipasi dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Daerah dan Pengelolaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Lebak; 27) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 5 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak; 28) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lebak; 29) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lebak Tahun ; 30) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak; 31) Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak Tahun ; 32) Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Maksud dan Tujuan Maksud dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun adalah untuk menjadi acuan dan pedoman dalam menentukan arah pembangunan pertanian di Kabupaten Lebak yang akan dijabarkan dalam bentuk Rencana Kinerja (Renja) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak beserta sasaransasaran strategis yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun ke depan. Konsekuensi logis atas hal ini mengakibatkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak harus menjadi landasan utama bagi semua dokumen perencanaan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pertanian, yang meliputi Renja SKPD, RKA SKPD dan DPA SKPD. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
10 Tujuan penyusunan Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut : 1) Mewujudkan Visi dan Misi Bupati/ Wakil Bupati terpilih pada sektor pertanian Tahun ) Pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan (multistakeholders) pelaku pembangunan pertanian di Kabupaten Lebak Sistematika Penulisan Sistematika Penulisan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Renstra Provinsi, dan dengan Renja SKPD Landasan Hukum Memuat penjelasan tentang Undangundang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD Maksud dan Tujuan Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD Sistematika Penulisan Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen. BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN KABUPATEN LEBAK Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
11 dimiliki SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaiancapaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatanhambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra SKPD ini Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan SKPD, struktur organisasi SKPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon di bawah Kepala SKPD. Uraian tentang struktur organisasi SKPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana SKPD (proses, prosedur, mekanisme) Sumber Daya Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/ modal, dan unit usaha yang masih operasional Kinerja Pelayanan SKPD Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/ target Renstra SKPD periode sebelumnya menurut indikator kinerja pelayanan SKPD yang telah diratifikasi oleh pemerintah Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Renstra SKPD Provinsi, hasil telaahan terhadap RTRW, dan analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan. BAB III. ISUISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Pada bagian ini dikemukakan permasalahanpermasalahan pelayanan SKPD beserta faktorfaktor yang mempengaruhinya. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
12 3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi serta program Bupati dan Wakil Bupati terpilih Telaahan Renstra Kementerian Pertanian dan Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. Bagian ini mengemukakan apa saja faktorfaktor penghambat ataupun faktorfaktor pendukung dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kementerian Pertanian ataupun Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktorfaktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS Penentuan Isuisu Strategis Pada bagian ini direview kembali faktorfaktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari : 1. Gambaran pelayanan SKPD; 2. Sasaran jangka menengah pada Renstra Kementerian Pertanian 3. Sasaran jangka menengah pada Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten 4. Implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD 5. Implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
13 4.3. Strategi dan Kebijakan SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang. BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif. BAB VI. INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Pada bagian in dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. BAB VII. PENUTUP. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
14 BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN KABUPATEN LEBAK 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dasar hukum pembentukan SKPD Dinas Pertanian Kabupaten Lebak adalah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lebak, dimana Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memiliki Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi sebagaimana di bawah ini. Dinas Pertanian mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta melaksanakan tugas pembantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Dalam melaksanakan tugas tersebut di atas, Dinas Pertanian mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Pelaksanaan pembinaan kewenangan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang ditetapkan oleh Bupati; b. Penyusunan rencana pembangunan, pengawasan dan pengendalian di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura; c. Penyusunan hasil pemantauan, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi kewenangan Daerah Kabupaten; d. Penyusunan standar pembibitan/ pembenihan yang menjadi kewenangan Daerah Kabupaten; e. Penyusunan Program Diklat sumber daya manusia/ aparat pertanian yang meliputi teknis fungsional, keterampilan dan kejuruan; f. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan perijinan serta usaha pertanian; g. Pelaksanaan kebijakan di bidang pertanian yang ditetapkan oleh Bupati; h. Penyelenggaraan usaha pengelolaan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura; i. Pelaksanaan pengkajian penerapan teknologi pertanian yang meliputi teknologi pertanian tanaman pangan dan hortikultura di tingkat usaha tani; Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
15 j. Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, peralatan dan perlengkapan Dinas; k. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Tugas dan fungsi masingmasing unit kerja adalah sebagai berikut : 1. Kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Pemerintah Daerah. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Kepala Dinas mempunyai fungsi : a. Pengkajian, perencanaan dan perumusan kebijakan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura; b. Pembuatan program kerja dalam rangka pelaksanaan kegiatan tugasnya; c. Pelaksanaan hubungan kerjasama dengan semua instansi, baik Pemerintah maupun swasta untuk kepentingan pelaksanaan tugas dibawah koordinasi Bupati; d. Pengkoordinasian dan pengendalian semua kegiatan Dinas; e. Pemberian informasi kepada masyarakat yang berhubungan dengan bidang tugas dinas; f. Pemeliharaan dan peningkatan terus menerus kemampuan berprestasi para pegawai dalam lingkungan dinas; g. Pemberian informasi, saran dan pertimbangan mengenai pertanian tanaman pangan dan hortikultura kepada Bupati sebagai bahan untuk menentukan kebijakan atau membuat keputusan; h. Membangun dan mengerjakan serta memeliharan sarana dan prasarana sesuai bidang tugasnya; i. Pertanggungjawaban tugas Kepala Dinas secara teknis administratif kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
16 2. Sekretariat Sekretariat Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan umum. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Sekretariat mempunyai fungsi : a. Penyelnggaraan urusan administrasi umum di lingkungan Dinas; b. Pelaksanaan dan penyusunan pedoman serta petunjuk tatalaksana administrasi umum; c. Penyelenggaraan pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan umum; d. Penyelenggaraan urusan rumah tangga Dinas; e. Pelaksanaan terciptanya tertib administrasi, tertib hukum bagi seluruh satuan organisasi Dinas Pertanian; f. Pelaksanaan tugastugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Bidang Pengolahan dan Pemasaran Usaha Pertanian (P2U) Bidang Pengolahan dan Pemasaran Usaha Pertanian (P2U) mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional di bidang pertanian tanaman pangan yang meliputi penanganan panen dan pasca panen, pemasaran hasil produksi pertanian serta kemitraan usaha dan kelembagaan. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Usaha Pertanian (P2U) mempunyai fungsi : a. Penyelenggaraan dan pelaksanaan pembinaan penerapan penanganan panen dan pasca panen; b. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan informasi pemasaran; c. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pembinaan kelembagaan dan usahatani agribisnis. 4. Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian mempunyai tugas melaksanakan teknis operasional di bidang sarana dan prasarana pertanian yang meliputi sarana produksi pertanian, pengelolaan tata guna lahan dan air serta perbenihan. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian mempunyai fungsi : Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
17 a. Pelaksanaan dan penyelenggaraan pembinaan sarana dan prasarana pertanian berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas; b. Pelaksanaan dan penyelenggaraan bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pertanian; c. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan tata guna lahan dan air; d. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pemanfaatan sarana pertanian; e. Pelaksanaan pembinaan serta pengembangan produksi benih/ bibit padi/ palawija/ hortikultura melalui pengembangan Balai Benih dan atau penangkar benih. 5. Bidang Produksi Pertanian Bidang Produksi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan teknis operasional di bidang produksi pertanian yang meliputi produksi padi, dan palawija, hortikultura, biofarmaka dan tanaman hias serta perlindungan tanaman. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut Bidang Produksi Pertanian mempunyai fungsi : a. Penyiapan paket teknologi dan melaksanakan pembinaan serta penerapan teknologi produksi tanaman padipalawija; b. Pelaksanaan pembinaan serta mengembangkan produksi padi, palawija, hortikultura, biofarmaka dan tanaman hias; c. Pelaksanaan pembinaan dan upaya perlindungan tanaman serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) komoditas tanaman padi, palawija dan hortikultura. 6. Bidang Perencanaan dan Evaluasi Bidang Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program, pengelolaan data dan statistik serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut Bidang Perencanaan dan Evaluasi mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan untuk merumuskan dan menyusun rencana program kerja dinas; b. Pelaksanaan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyiapan data serta menyampaikan informasi program kerja dinas; Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
18 c. Pelaksanaan pemantauan dan pengendalian kegiatan program kerja dinas; d. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dinas. Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sebagaimana Perda Kabupaten Lebak No. 10 Tahun 2007 adalah sebagai berikut : I. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak II. Sekretariat : 1. Sub Bagian Umum; 2. Sub Bagian Keuangan; 3. Sub Bagian Kepegawaian. III. Bidang Pengolahan dan Pemasaran Usaha Pertanian (P2U) : 1. Seksi Penanganan Panen dan Pasca Panen; 2. Seksi Pemasaran Hasil Produksi Pertanian; 3. Seksi Kemitraan Usaha dan Kelembagaan. IV. Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian : 1. Seksi Sarana Produksi Pertanian; 2. Seksi Tata Guna Lahan dan Air; 3. Seksi Perbenihan. V. Bidang Produksi Pertanian : 1. Seksi Produksi Padi dan Palawija; 2. Seksi Produksi Hortikultura, Biofarmaka dan Tanaman Hias; 3. Seksi Perlindungan Tanaman. VI. Bidang Perencanaan dan Evaluasi : 1. Seksi Perencanaan; 2. Seksi Data dan Statistik; 3. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. VII. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
19 STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN KABUPATEN LEBAK Kepala Dinas Kepala UPTD Sekretaris Kasubag Umum Kasubag Keuangan Kasubag Kepegawaian Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Kabid Produksi Pertanian Kabid Pengolahan dan Pemasaran Usaha Pertanian (P2U) Kabid Perencanaan dan Evaluasi Kasi Sarana Produksi Pertanian Kasi Produksi Padi dan Palawija Kasi Penanganan Panen dan Pasca Panen Kasi Perencanaan Kasi Tata Guna Lahan dan Air Kasi Hortikultura, Biofarmaka dan Tanaman Hias Kasi Kemitraan Usaha dan Kelembagaan Kasi Evaluasi dan Pelaporan Kasi Perbenihan Kasi Perlindungan Tanaman Kasi Pemasaran Hasil Produksi Pertanian Kasi Data dan Statistik UPTD Gambar 1.1. Struktur Organisasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak 2.2. Sumberdaya Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sumberdaya Manusia 1) Penduduk Penduduk Kabupaten Lebak pada tahun 2012 berjumlah orang yang terdiri dari laki laki orang dan perempuan orang. Jumlah Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
20 Kepala Keluarga (KK) ada KK adalah Kepala Keluarga Tani (KKT) KK. Dari jumlah KK tersebut sebanyak Sebagian besar sumber pendapatan penduduk di pedesaan berasal dari usaha dibidang pertanian, maka peranan sektor pertanian khususnya pertanian tanaman pangan dan juga peternakan dalam upaya meningkatkan pendapatan para petani di pedesaan perlu terus ditingkatkan. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Lebak setiap tahun terus meningkat, sudah barang tentu akan berimplikasi pada jumlah angkatan kerja di pedesaan. Sampai dengan saat ini mata pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Lebak diantaranya adalah disektor pertanian (13,63 %) seiring dengan perkembangan waktu jumlah tersebut telah menurun dari tahun yang lalu karena sudah beralih ke indtri pengolahan, perdagangan, hotel dll. Oleh karena itu usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui pengembangan agribisnis dan argoindustri bidang pertanian dan peternakan merupakan salah satu alternatif yang penting untuk di kembangkan di pedesaan, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani agar dapat hidup layak dan dapat memenuhi kebutuhan pokok, sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan lainlain. Berikut ini data jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama di Kabupaten Lebak pada tahun 2012, disajikan pada Tabel 2.1. berikut ini. Tabel 2.1. Data Jumlah Penduduk Diatas Usia 10 Tahun Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Lapangan Pekerjaan Jumlah Persentase (orang) (%) Pertanian 418, Industri Pengolahan ,77 Perdagangan, Hotel dan Restoran ,55 Jasajasa ,36 Lainnya ,69 Sumber : Lebak Dalam Angka 2012 Jumlah 475, ) Administrasi Pemerintahan Kabupaten Lebak memiliki luas wilayah Km 2 dengan jumlah penduduk jiwa, KK, terdiri dari 28 Kecamatan yang meliputi 340 desa, dan 5 kelurahan. Data administrasi Pemerintahan di Kabupaten Lebak tahun 2013 dapat di lihat pada Tabel 2.2. berikut ini. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
21 Tabel 2.2. Jumlah Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Kabupaten Lebak Tahun 2013 No. Kecamatan Desa Kelurahan Rangkasbitung Kalanganyar 7 3 Cibadak 15 4 Warunggunung 12 5 Cikulur 13 6 Maja 14 7 Curugbitung 10 8 Sajira 15 9 Cipanas Lebak Gedong 6 11 Cimarga Leuwidamar Bojongmanik 9 14 Cirinten Muncang Sobang Cileles Gunungkencana Banjarsari Malingping Wanasalam Cijaku Cigemblong 9 24 Panggarangan Cihara 9 26 Bayah Cilograng Cibeber 22 Jumlah ) Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Untuk menunjang kelancaran dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dalam pelaksanaannya didukung oleh 112 orang, terdiri dari PNS Struktural sebanyak 83 Orang dan Tenaga Kerja Sukarelawan (sukwan) sebanyak 29 orang. Ada pula tenaga PNS Propinsi Banten yang dipekerjakan (DPK) di Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yaitu Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) sebanyak 25 orang. Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada Tabel 2.3. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
22 Tabel 2.3. Data Keadaan Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun 2013 Berdasarkan Kedudukannya Kedudukan I. Tk.Kabupaten : Kepala Dinas Sekretaris dan Kepala Bidang Kepala seksi dan Subag Staf/Pelaksana Fungsional Penyuluh CPNSD Sukwan Status Kepegawaian PNS PNS PNS PNS PNS Menduduki Jabatan Eselon II Eselon III Eselon IV a. Pelaksana Jumlah (Orang) Jumlah (I) 51 II. Tk.Kecamatan : Ka. UPTD Staf/Pelaksana TKS PNS PNS Eselon IV a Jumlah (II) 61 Jumlah (I + II) 112 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Jumlah Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sebanyak 112 orang, yang bertugas di tingkat Kabupaten (Kantor Dinas Pertanian) sebanyak : 51 orang dan di ditingkat Kecamatan dan lapangan sebanyak 61 orang, terdiri dari Kepala UPTD, Pelaksana Teknis, dan sukwan /TKS. Keadaan Pegawai Dinas Pertanian kabupaten Lebak berdasarkan tingkat dan jenjang pendidikannya yaitu yang berpendidikan Strata 2 (S2) 4 orang, Strata 1 (S1) dan Diploma IV (D.IV) sebanyak 45 orang, Diploma III 11 orang dan SMA 22 orang. Dari data di atas terlihat bahwa jajaran pegawai Dinas Pertanian masih perlu ditambah jumlahnya dan terus ditingkatkan jenjang pendidikannya dalam rangka peningkatan SDM pertanian, yang tentunya akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja yang lebih baik. 4) Petani dan Kelompok Tani Secara umum pembinaan dan penyuluhan pertanian di Kabaupaten Lebak diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para petani dan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
23 keluarganya, agar dapat meningkatkan kemampuan, peranan dan peran serta petani beserta keluarganya sebagai subjek pembangunan pertanian dalam upaya mencapai pertanian yang tangguh dan mandiri. Dengan demikian upaya dan kegiatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian harus di fokuskan di pedesaan, terutama dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi melalui kegiatan penyuluhan pertanian dan perluasan lapangan kerja. Dalam rangka menunjang pembangunan dibidang pertanian dan sangat erat kaitannya dengan kondisi petani, baik dari tingkat pengetahun, sikap dan keterampilan, sosial budaya, maupun dari aspek pemilikan lahan dan modal usaha tani, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi usaha tani. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan petani dan keluarganya perlu terus ditingkatkan. Penduduk Kabupaten Lebak pada tahun 2012 berjumlah orang yang terdiri dari laki laki orang dan perempuan orang. Jumlah Kepala Keluarga (KK) ada KK. Dari jumlah KK tersebut sebanyak KK adalah Kepala Keluarga Tani (KKT). Sebagian diantaranya sudah tergabung dalam wadah kelompok tani dengan ratarata anggota masingmasing kelompoknya berjumlah orang. Pengelompokan petani yang tergabung dalam wadah kelompok tani tersebut bertujuan untuk memudahkan dalam pembinaan, transfer teknologi dan penyampaian informasi sejalan dengan laju perkembangan teknologi pembangunan pertanian. Pembentukan kelompok tani ini dimaksudkan untuk memudahkan pembinaan kepada para petani, dan sekaligus kelompoktani tersebut berfungsi sebagai kelas belajar, atau wahana kerja sama dan sebagai unit produksi, terutama dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan usahatani. Kelompok tani adalah mitra kerja penyuluh, atau penyuluh swadaya sebagai penggerak dan pemrakarsa dalam rangka mentransfer teknologi pertanian kepada anggota kelompoknya berupa percontohanpercontohan atau model usaha tani yang menerapkan teknologi baru. Jumlah Kelompok Tani di Kabupaten Lebak pada tahun 2013 sebagai berikut ini. Kelompok Tani Dewasa : Kelompok Pemula : 823 kelompok Kelompok Lanjut : 689 kelompok Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
24 Kelompok Madya : 97 kelompok Kelompok Utama : 5 kelompok JUMLAH : kelompok Kelompok Wanita Tani (KWT) : 55 kelompok Kelompok Tani Pemuda : 74 kelompok Gabungan Kelompok Tani : 342 kelompok 5) Kelembagaan Perbenihan Di Kabupaten Lebak terdapat 2 (dua) Balai Benih Induk (BBI) Padi dan Palawija. Balai Benih tersebut yaitu Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles di Kecamatan Cibadak memproduksi benih padi, BBI Cilimus di Kecamatan Malingping memproduksi benih padi. BBI sebagian besar memproduksi tanaman Padi, namun ke depan akan diusahakan untuk pengembangan penangkaran benih palawija serta hortikultura. Kabupaten Lebak mempunyai beberapa instalansi perbenihan di sentrasentra produksi dan penangkar benih yang tersebar di tiap kecamatan. Data Balai Benih di Kabupaten Lebak disajikan pada Tabel 2.4. di bawah ini. Tabel 2.4. Balai Benih Induk (BBI) dan Instalasi Benih Padi, Palawija dan Hortikultura di Kabupaten Lebak Tahun 2013 NO Nama Lokasi 1. BBI Padi Palawija 2. BBI PadiPalawija Bojong Leles Kecamatan Cibadak Cilimus Kecamatan Malingping LUAS LAHAN (HA) Sawah Darat Jumlah Padi Padi Jumlah : Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Komoditi Balai Benih Induk (BBI) sebagaimana tersebut di atas merupakan institusi perbenihan milik Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan telah menjadi Unit Pelaksana Teknis Daearah (UPTD), diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan bibit / benih terutama benih padi yang berkualitas untuk keperluan para petani khususnya di Kabupaten Lebak. Produksi ratarata yang dapat dicapai di lahan sawah Balai Benih pada tahun 2013 yaitu 5,88 ton/ha. Produksi di BBI tahun 2013 belum Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
25 mampu mencukupi keperluan benih padi sebagaimana yang diharapkan. Untuk mencukupi keperluan para petani akan benih tersebut, mendatangkan dari luar daerah bekerjasama dengan PT. Shang Hyang Sri dan PT. Pertani melalui bantuan BLBU serta menumbuhkan dan membina kelompokkelompok tani penangkar benih. Fasilitas yang dimiliki oleh UPT Benih selain lahan sebagaimana tersebut di atas, juga telah diperbaiki gudang prosesing benih serta lantai jemur. 6) Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Berdasarkan laporan yang diterima bahwa pada tahun 2013 telah terjadi bencana alam berupa kebanjiran dan serangan OPT yang menyebabkan terjadinya kerusakan areal pertanaman padi di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak. Areal pertanaman padi yang terkena bencana alam tersebut seluas ha, terdiri bencana kebanjiran seluas ha, dan kerusakan pertanaman yang diakibatkan oleh adanya serangan OPT seluas ha dengan intensitas serangan ratarata 510%. Hal ini tidak terlalu berakibat pada menurunnya produksi tahun 2013, juga karena cepatnya penanggulangan serangan OPT melalui bantuan pestisida. Luas areal pertanaman padi yang rusak akibat bencana alam berupa kebanjiran dan serangan OPT tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.5. berikut ini. Tabel 2.5. Bencana Alam Kekeringan, dan Kerusakan Tanaman yang No. Diakibatkan oleh OPT di Lahan Sawah Selama Tahun 2013 Kecamatan Kekeringan/ Kebanjiran Tanam (Ha) (Ha) Panen (Ha) Penggerek Batang (Ha) Hama Putih Palsu (Ha) Tikus (Ha) Organisme Pengganggu Tanaman WB C (Ha) Ganjur (Ha) Tungro (Ha) BLB / Kresek (Ha) 1 Rangkasbitung Kalanganyar Cibadak Warunggunung Cikulur Maja Curugbitung Sajira Cipanas Lebak Gedong Cimarga Leuwidamar Bojongmanik 9 14 Cirinten Muncang Blas (Ha) Siput Murbei (Ha) Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
26 16 Sobang Cileles Gunungkencana Banjarsari Malingping Wanasalam Cijaku Cigemblong Panggarangan 25 Cihara Bayah Cilograng 28 Cibeber Jumlah Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Lebak 2013 Dari data di atas terlihat bahwa OPT utama yang banyak menyerang pada pertanaman padi dengan intensitas serangan tertinggi selama tahun 2013 (Januari Desember 2013) adalah Penggerek batang yaitu seluas 628 ha dengan intensitas serangan 1,32 % dan WBC seluas 272 ha dengan intensitas serangan 0,57 %. Dilihat dari intensitas serangan secara ratarata masih aman dan dapat dikendalikan. Salah satu upaya untuk mengantisipasi gangguan Organisme Pengganggu Tanaman tersebut dan OPT lainnya adalah dengan melaksanakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah suatu cara pendekatan atau cara berpikir yang logis tentang pengendalian OPT yang dilaksanakan pada pertimbangan ekologis dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan ekosistem yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sasaran PHT adalah produktivitas pertanian tinggi dan mantap; pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat; populasi OPT dan kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT secara ekonomis tidak merugikan; dan mengurangi resiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida. Persediaan bahan dan alat pengendalian OPT pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yang dikelola dan dikendalikan oleh seksi Perlintan dengan tujuan untuk membantu para petani dalam pengendalian daerah sumber serangan OPT apabila terjadi eksplosif. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
27 Di tingkat Kecamatan ditempatkan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT). Mereka adalah PNS Propinsi Banten yang diperbantukan di tingkat Kabupaten. Jumlah PPOPT di Kabupaten Lebak ada 14 orang, petani pengamat sebanyak 9 orang, regu pengendalian hama ada 336 regu, kelompok SLPHT dan alumni SLPHT serta peralatan yang ada seperti hand sprayer dan emposan tikus, dan lainlain. Untuk lebih jelasnya data tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.6. berikut. Tabel 2.6. Data Petugas PPOPT dan Petani Pengamat OPT NO. KECAMATAN PETUGAS PPOPT (ORANG) PETANI PENGAMAT (ORANG) 1 Rangkasbitung Kalanganyar 1 3 Cibadak 1 4 Warunggunung 1 5 Cikulur 1 6 Maja 1 7 Curugbitung 1 8 Sajira 1 9 Cipanas 1 10 Lebak Gedong 11 Cimarga 1 12 Leuwidamar 1 13 Bojongmanik 1 14 Cirinten 15 Muncang 1 16 Sobang 17 Cileles 1 18 Gunungkencana 1 19 Banjarsari 2 20 Malingping 1 21 Wanasalam 22 Cijaku 1 23 Cigemblong 24 Panggarangan 1 25 Cihara 26 Bayah 1 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
28 27 Cilograng 28 Cibeber 1 Jumlah 14 9 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak 7) Penyuluhan Pertanian Penyuluhan Pertanian adalah system Pendidikan di luar sekolah bagi petani dan anggota keluarganya, agar berubah prilakunya untuk bertani lebih baik, berusaha tani lebih menguntungkan, hidup lebih sejahtera dan bermasyarakat lebih baik. Tujuan Penyuluhan pertanian adalah mengubah prilaku petani dan anggota keluarganya, yaitu mengubah pengetahuan, sikap dan keterampilannya. Hal ini merupakan pintu gerbang terjadinya penghayatan dan penerapan (adopsi) pembaharuan (inovasi) dari pertanian yang disuluhkan. Penyuluhan Pertanian mempunyai misi, yaitu (1) bertani lebih baik (better farming); (2) berusaha tani lebih menguntungkan (better business); (3) hidup lebih sejahtera (better living); dan (4) memebentuk masyarakat tani yang lebih sejahtera (better community). 8) Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) merupakan salah satu alternatif dan cara dalam memasyarakatkan penggunaan alat dan mesin Pertanian (Alsintan) diantaranya alat/mesin panen dan pasca panen. Kelompok UPJA sebagaimana dimaksud mempunyai fungsi melaksanakan sebagian tugas pokok Dinas Pertanian di bidang Pelayanan Jasa Alsintan. Data Alsintan di Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel 2.7. berikut ini. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
29 No. Tabel 2.7. Jumlah dan Jenis Alsintan di Kabupaten Lebak Kecamatan Traktor Roda 4 (unit) Hand Traktor (unit) Jenis Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Pompa Power Hand Air Thresher Sprayer (unit) (unit) (unit) RMU (unit) APPO (unit) Pedal Thresher (unit) Rangkasbitung Cibadak Warunggunung Cikulur Maja Curugbitung Sajira Cipanas Muncang Sobang Leuwidamar Cimarga Bojongmanik Cileles Gunungkencana Banjarsari Malingping Wanasalam Cijaku Panggarangan Bayah Cilograng Cibeber Kalanganyar Lebak Gedong Cihara Cigemblong Cirinten Dikelola oleh dinas BBI Jumlah Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak 2013 Drayer (unit) 9) Kelompok P3A (Mitra Cai) Organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai di Kabupaten Lebak tercatat ada 514 kelompok. Dilihat dari segi kualitas kiranya cukup menggembirakan, namun apabila ditinjau dari aktivitasnya masih diperlukan peningkatan dalam pembinaan, karena aktivitasnya belum sebagaimana yang diharapkan. Data terakhir rekapitulasi perkembangan P3A Mitra Cai di Kabupaten Lebak sampai akhir 2013 dapat dilihat pada Tabel 2.8. berikut ini. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
30 Tabel 2.8. Perkembangan Kelompok P3A Mitra Cai di Kabupaten Lebak Tahun 2013 No. Aktivitas/Kegiatan Kelompok P3A Mitra Cai 1. Sudah Berkembang Sedang Berkembang Belum Berkembang 283 Jumlah : 514 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Keterangan Aset yang Dikelola Aset yang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mulai dari bangunan gedung kantor, kendaraan dinas, peralatan kantor, peralatan elektronik dan lainlain. Asetaset tersebut adalah sebagai berikut : (1). Kendaraan Kendaraan merupakan alat transportasi dan mobilitas dalam melaksanakan tugas/pekerjaan rutin dinas dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Kendaraan dinas yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Lebak tahun 2013 baik kendaraan roda 4 maupun kendaraan roda 2 dirasakan masih sangat kurang, sedangkan mobilitas pembinaan kegiatan pertanian berada di pedesaan dan jangkauan pembinaan cukup jauh. Keadaan kendaraan dinas yang ada pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak tahun 2013 disajikan pada Tabel 2.9. berikut ini. Tabel 2.9. Data Inventarisasi Kendaraan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak No. Kecamatan/Kab. Jenis Kendaraan (buah/unit) Roda 4 Roda 2 Roda 2P4K Kantor Kabupaten Rangkasbitung Kalanganyar Cibadak Warunggunung Cikulur Maja Curugbitung Sajira Cipanas Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
31 10 Lebak Gedong Cimarga Leuwidamar Bojongmanik Cirinten Muncang Sobang Cileles Gunungkencana Banjarsari Malingping Wanasalam Cijaku Cigemblong Panggarangan Cihara Bayah Cilograng Cibeber UPT Balai Benih Cibadak Jumlah Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak (2) Peralatan Kantor Peralatan kantor adalah sarana kerja untuk melaksanakan kegiatan rutinitas dinas dalam rangka pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat. Peralatan kantor tersebut berupa komputer, printer, mesin tik, lemari, filling cabinet, meja, kursi, dan lainlain. Data peralatan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak pada tahun 2013 disajikan pada Tabel 2.10 di bawah ini. Tabel Data Barang Inventarisasi Peralatan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun 2013 No. Nama Barang Jumlah (buah/unit) Komputer 20 2 Printer 27 3 Lemari Perpustakaan 4 Lemari arsip kayu 12 5 Lemari arsir plastik 13 6 Lemari arsip besi 7 Telephone 1 8 Faximili 1 9 TV 1 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
32 10 Emplipire 1 11 Speaker kecil 12 Wearless 1 13 OHP 2 14 Mesin Tik 3 15 Kulkas 2 16 Brankas 2 17 Kipas angin Meja Biro 6 19 Meja ½ biro Meja rapat 7 21 Kursi tamu 6 22 Kursi putar Kursi lipat Kursi kayu 25 RPH (3.195 M2) 26 Kursi plastik Kantor Dinas Pertanian 1 28 Perumahan Kepala Dinas Pertanian (320 M2) 29 Pasar Hewan (6.400 M2) 30 Pos IB (30 M2) 31 Balai Benih Bojongleles : Rumah Dinas (8x6 M2) Gudang (12x8 M2) Lantai Jemur A (20x15 M2) Lantai Jemur B (20x15 M2) Lahan sawah (6 ha) Lahan darat (1 ha) Hand traktor (2 unit) Blower Mesin pembuat kompos Timbangan duduk Hand Sprayer Pompa aiar (2 inc) Pompa air (6 inc) Kantor Rumah jaga Gudang 32 BBI Cilimus Malingping: Perumahan (72 M2) Lantai jemur (112 M2) Timbangan 500 kg Traktor Lahan Sawah Lahan Darat Gudang Lantai jemur 33 BBI Sukatani Malingping : Gudang/Kantor/R.Pertemuan (24x8 M) Bangunan perumahan (6x7 M2) Kolam (50x20 M) Kebun Induk mangga Lahan pekarangan (0,3 ha) Lahan Pembibitan (0,6 ha) Traktor Pompa air Hand sprayer Cangkul, garpu meter Meter Unit Metr Metter Meter Meter Meter Meter Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
33 Gunting stek Pisau okulasi Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sumber Daya Alam Wilayah Kabupaten Lebak meliputi areal seluas Km2, terdiri dari 28 Kecamatan yang meliputi 5 kelurahan dan 340 desa. Masing masing wilayah mempunyai ciri khusus baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan topografi, jenis tanah, iklim, jenis penggunaan tanah/lahan dan lain lain. Berdasarkan Fisiografi Kabupaten Lebak dapat dikatagorikan ke dalam 3 strata wilayah pembangunan, yaitu : 1) Wilayah pembangunan Lebak Utara; Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Warunggunung, Cikulur, Cibadak, Cimarga, Cipanas, Lebak Gedong, Sajira, Maja dan Curugbitung. Daerah ini ditujukan untuk wilayah perdagangan dan industri hasil pertanian, baik industri hulu maupun hilir. 2) Wilayah pembangunan Lebak Selatan; yang meliputi Kecamatan Malingping, Wanasalam, Panggarangan, Cihara, Bayah, Cilograng dan Cibeber. Daerah ini merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan dataran tinggi dan sedang, dimana keadaan usaha tani padi sawah dan darat hampir berimbang keadaannya, dengan hasil yang beraneka ragam. 3) Wilayah Kabupaten Lebak bagian tengah lebih dominan melaksanakan usaha tani di lahan kering (darat) dan usaha tani di lahan sawah lebih sedikit. Usaha tani yang dilaksanakan terutama komoditas buahbuahan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cijaku, Cigemblong, Gunungkencana, Banjarsari, Bojongmanik, Cirinten, Cileles, Muncang, Sobang dan Leuwidamar. 1) Letak Geografis dan Topografi Letak geografis Kabupaten Lebak di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten. Pandeglang, sebelah Utara Kabupaten Serang dan Tanggerang, sebelah Timur Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, dan sebelah Selatan dibatasi oleh Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
34 Samudera Hindia. Terletak pada Bujur Timur (BT) dan Lintang Selatan (LS), dengan luas wilayah 3.044,72 Km2 atau ha. Keadaan tofografi Kabupaten Lebak sangat beragam, secara umum merupakan dataran bergelombang dengan gunung antara m dari permukaan laut (dpl). digambarkan sebagai berikut : yang ketinggiannya berkisar Keadaan tofografi tersebut dapat Ketinggian m dpl. berada di wilayah sepanjang patai selatan Ketinggian m dpl. berada di wilaya Lebak tengah Ketinggian m berada di Lebak Timur dengan puncaknya Gunung Sanggabuana dan Gunung Halimun. 2) Jenis Tanah Jenis tanah di Kabupaten Lebak bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Jenis tanah yang ada di kabupaten Lebak antara lain Alluvial, latosol, podsolik Merah Kuning, Regosol, Rezina dan Litosol. Dilihat dari sifat morfologisnya yang didasarkan kepada azas terjadinya tanah dan reaksi tanah, tanaman dan aktivitas manusia, maka tanah di Kabupaten Lebak bisa dibagai menjadi 9 jenis tanah (soil group). Perbedaan jenis tanah tersebut akan sangat berpengaruh terhadap jenis usahatani yang dilaksanakan pada tanah tersebut. Sebaran tiap jenis tanah yang ada di Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel Sebaran Jenis Tanah dan Penggunaan Menurut Jenisnya di Kabupaten Lebak NO Jenis Tanah Luas Ha % Penggunaannya 1 Latosol ,26 Padi, Palawija, Kopi, Coklat, Lada, buahbuahan, Sayuran dan ubi kayu 2 Podsolik Merah Kuning ,20 Ladang, Hutan, Perkebunan Karet 3 Aluvial ,4 Padi, Palawija, Perikanan darat 4 Regosol, Litosal dan Rezina 3) Iklim ,14 Kedelai, Kacang tanah, Karet, Kelapa, Kelapa sawit, Coklat, dan Teh Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan kimia tanah adalah curah hujan. Keadaan curah hujan di Kabupaten Lebak menurut klasifikasi Oldeman di Kabupaten Lebak terdapat 3 tipe agroklimat, yaitu tipe agroklimat D2, C2, dan B2. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
35 Perhitungan tipe agroklimat ini didasarkan pada panjangnya periode bulan basah dan bulan kering berturutturut. Bulan Basah (BB) adalah bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm, dan bulan kering (BK) adalah bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm, sedangkan antara bulan basah dan bulan kering termasuk bulan lembab (BL). TIPE AGROKLIMAT D2 Tipe agroklimat D2, dalam hubungannya dengan pertanian tanaman pangan dapat dikemukakan halhal sebagai berikut : Hanya mungkin tanam padi 1 kali dan palawija 1 kali Apabila ada persediaan air irigasi dapat tanam padi 2 kali Biasanya produktivitas padi cukup tinggi karena intensitas radiasi mata hari cukup tinggi. Tipe agroklimat D2, dengan bulan basah berturutturut selama 6 bulan basah dan bulan kering berturutturut 3 bulan, meliputi Kecamatan Leuwidamar, Bojongmanik, Cimarga, Cibadak dan Rangkasbitung (Lebak Tengah) dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel Data Curah Hujan RataRata Tahun 2013 (Kecamatan Leuwidamar, Bojongmanik, Cimarga, Cibadak dan Rangkasbitung/Lebak Tengah) Bulan Ratarata Curah Hujan (2013) Keterangan Januari 450,5 22 Bulan Basah Pebruari Bulan Lembab Maret Bulan Lembab April Bulan Lembab Mei Bulan Basah Juni 77 8 Bulan Kering Juli 31,5 4 Bulan Kering Agustus 106,5 5 Bulan Lembab September Bulan Basah Oktober 348,5 10 Bulan Basah Mm Hh Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
36 Nopember Bulan Basah Desember Bulan Basah Jumlah CH dalam 1 tahun Jumlah HH dalam 1 tahun 122 Jumlah BB berturutturut dalam 1 tahun Jumlah BK berturutturut dalam 1 tahun 4) Keadaan Lahan Keadaan lahan di Kabupaten Lebak seluas ,00 ha, terdiri dari lahan sawah seluas ha dan lahan darat seluas ha. Dengan rincian yaitu Lahan sawah yang beririgasi seluas ha, tadah hujan seluas ha dan rawa pasang surut 7 ha. Tabel Data Luas Lahan di Kabupaten Lebak dan Penggunaannya Tahun 2013 No. I LAHAN SAWAH : Irigasi Tadah hujan Pasang surut Lebak Jenis Lahan (Topologi)/ Jenis Irigasi dan Penggunaannya Luas Areal (Ha) II Lahan Pertanian Bukan Sawah LAHAN KERING Tegal/Kebun Ladang/Huma Perkebunan Ditanam Pohon/Hutan Rakyat Penggembalaan/Padang Rumput Sementara tidak diusahakan Lainnya (Tambak, kolam, empang, hutan negara dll.) Jumlah : Jumlah (II) III Lahan Bukan Pertanian (Jalan, Kantor, Sungai dll.) Jumlah Lahan Sawah dan Darat (I,II,III) : Sumber Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dari Luas baku lahan darat/kering di Kabupaten Lebak seluas ha, seluas ha merupakan lahan pertanian dan seluas ha, merupakan tanah negara bidang kehutanan dan perkebunan, perikanan dan yang lainnya. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
37 Berdasarkan topografinya lahan pertanian di Kabupaten Lebak ada yang termasuk wilayah dataran tinggi dan ada yang termasuk wilayah dataran rendah baik lahan sawah maupun lahan darat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Tabel Jenis Lahan sawah dan Lahan Darat Berdasarkan Topografinya Ketinggian dari permukaan laut (dpl) Jenis Lahan < 500 m > 500 m Jumlah Lahan Sawah Lahan Kering Jumlah Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Lahan merupakan salah satu faktor produksi yang ketersediannya merupakan salah satu syarat untuk dapat berlangsungnya proses produksi usaha tani, baik usaha tani padi, palawija, maupun hortikultura. Produktivitas lahan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah, topografi, tekstur tanah, ketersediaan air, unsur hara dan iklim yang cocok. Luas Lahan yang diusahakan di bidang pertanian seluas hektar, terdiri dari lahan sawah seluas ha dan lahan darat seluas ha (terdiri dari lahan tegal/kebun, ladang/huma, Pekarangan dan sementara tidak diusahakan). Sebagian besar dari lahan tersebut merupakan lahan pertanian yang produktif, meskipun masih ada beberapa bagian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan sawah yang bisa ditanami padi lebih dari 2 kali ada ha dan lahan sawah yang hanya bisa ditanami 1 kali seluas ha. Areal sawah yang 2 kali tanam bisa ditingkatkan menjadi 3 kali tanam (IP 300) asalkan pengairannya terjamin, peralatan pengolahan dan tenaga kerjanya tersedia. Demikian juga lahan sawah yang hanya bisa tanam satu kali (sawah tadah hujan), lahan ini bisa ditingkatkan menjadi tanam 2 kali (IP.200) dengan meningkatkan pengairan, bisa dengan sistem pompanisasi bagi areal yang tersedia sumber airnya, dengan membangun sumur resapan, pompa air dangkal serta pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi pedesaan. Untuk lebih jelasnya pencapaian Indeks Pertanaman lahan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
38 sawah dan lahan darat pada tahun 2013 di Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tabel Tingkat Pemanfaatan Lahan di Kabupaten Lebak Luas Tanam dan Panen (Ha, Pohon, M2) Komoditi Lahan Sawah Lahan Darat Tanam Panen Tanam Panen Padi Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar Talas Sayuran Cabe Besar Kacang Panjang Terung Mentimun Petsai/Sawi Cabe Rawit Jamur Sayuran lainnya (Jamur,Tomat, Buncis, Kangkung,Bayam) Buahbuahan Durian Mangga Manggis Rambutan Pisang Tanaman Biofarmaka Tanaman Hias 0,26 (6.161 phn) 61,61 Ha (2.151 phn) 21,51 Ha ( phn) 172,34 Ha (2.470 phn) 24,70 Ha ( rumpun) 3.140,20 Ha ( M2) 118,78 Ha (5.398 M2) 0,54 Ha 0,67 ( Phn) 631,19 Ha ( phn) 901,97 Ha ( phn) 813,90 Ha ( phn) 2.222,37 Ha ( rumpun) ,99 Ha ( M2) 296,62 Ha ( M2) 17,68 Ha JUMLAH Baku lahan Pertanian yang diusahakan Indeks Pertanaman (%) 184,20 Sumber Data : Dinas Pertanian Kabupaten Lebak ,28 Lahan yang digunakan untuk pertanian tanaman pangan (padi, palawija, buahbuahan, sayuran, tanaman obat dan tanaman hias) teridiri dari lahan sawah dan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
39 lahan darat yang tingkat pemanfaatannya dapat dihitung dengan Indeks Pertanaman. Apabila Indek Pertanaman (IP) telah mencapai 300 % berarti pemanfaatan lahan sudah optimal, namun bila IP masih dibawah 300 % maka pemanfaatan lahan tersebut masih perlu ditingkatkan. Perhitungan IP adalah Luas pertanaman dibagi luas lahan baku yang ada dikali seratus. Untuk tanaman buahbuahan dalam satuan pohon, untuk tanaman hias dan tanaman obat dalam satuan meter persegi. Untuk perhitungan IPnya dikonversikan kedalam hektar terlebih dahulu dengan memperhitungkan jarak tanam. Jarak tanam buahbuahan dihitung ratarata 10 x 12 meter atau 100 pohon/ha, sedangkan untuk tanaman obatobatan dan tanaman hias dalam satuan meter persegi dikalikan Berdasarkan perhitungan pada Tabel 2.15 di atas Indek Pertanaman pada lahan sawah baru mencapai 184,20, artinya secara keseluruhan lahan sawah pada tahun 2013 hanya dapat ditanami 1 kali dan baru 84 % dari luas lahan baku yang sudah bisa tanam 2 kali. Hal ini dipengaruhi terutama oleh keadaan musim, tahun 2013 merupakan tahun ekstrim (basah) sehingga hampir seluruh lahan sawah bisa ditanami padi, palawija dan sayuran 2 kali setahun. 5) Penggunaan Lahan Pertanian dan Mutasi Lahan Pertanian Tahun 2013 Di Kab. Lebak Sumber daya lahan pertanian di Kabupaten Lebak berupa lahan pertanian yang produktif sebagian telah mengalami perubahan fungsi. Perubahan tersebut sebagai akibat dari adanya desakan kawasan pemukiman penduduk, industri, sarana transportasi dan sebagainya yang setiap tahun terus bertambah. Disisi lain terjadi pula penambahan areal sawah yang berasal dari lahan kering yang dibangun oleh masyarkat secara swadaya dengan luasan yang sangat terbatas dan sumber air sederhana Unit Usaha yang Masih Operasional Unit usaha yang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sampai saat ini adalah Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles. Bentuk usahanya adalah menyediaan Benih Unggul Berlabel komoditas padi sawah yang senantiasa menjadi salah satu pemasok kebutuhan Benih Unggul di Kabupaten Lebak. Sehubungan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
40 dengan usaha ini, BBI Bojongleles dibebani PAD yang besarannya disesuaikan dengan jumlah produksi benih unggul bermutu yang dapat diproduksi oleh BBI Bojongleles setiap tahunnya Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tingkat capaian kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak berdasarkan sasaran/ target Renstra periode sebelumnya dapat dilihat pada Tabel dan Tabel Berdasarkan data pada Tabel diketahui bahwa untuk komoditas Padi, kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dalam meningkatkan produksi padi dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan dapat melampaui target yang sudah ditetapkan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upayaupaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi yaitu : peningkatan produktivitas melalui kegiatan Pengembangan Intensifikasi Tanama padi, palawija, kegiatan sekolah lapangan pertanian tanaman terpadu (SLPTT) yang sudah dilaksanakan mulai tahun Melalui SLPTT petani dapat belajar langsung di lapangan dalam menerapkan berbagai teknologi usahatani melalui penggunaan input produksi yang efisien menurut spesifik lokasi sehingga mampu menghasilkan produktivitas padi tinggi untuk menunjang peningkatan produktivitas dan pendapatan petani secara berkelanjutan. Melalui SLPTT petani akan mampu mengelola sumberdaya yang tersedia (benih, tanah, air dan sarana produksi lainnya) secara terpadu dalam melakukan budidaya di tanah usahataninya berdasarkan kondisi spesifik lokasi sehingga petani menjadi lebih trampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka pencapaian sasaran produksi yang ditetapkan. Disamping itu, peningkatan produksi maupun produktivitas juga didukung oleh pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas alat mesin pertanian prapanen, panen dan pasca panen. Namun pada tahun 2011 dapat kita lihat bawa produksi padi menurun dibandingkan dengan tahun 2010, hal ini disebabkan karena musim kering yang panjang, sehingga lahanlahan pertanian mengalami puso dan petani gagal mendapatkan panen. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
41 Sedangkan untuk komoditas palawija, kita dapat lihat bahwa produksi palawija mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena berkurangnya luas tanam komoditas palawija dikarenakan para petani lebih memilih menanami sawahnya dengan padi dibandingkan oleh tanaman palawija. Selain itu kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi juga mempengaruhi keinginan petani untuk menanam tanaman palawija. Untuk komoditas hortikultura kondisi capaiannya lebih baik dari komoditas palawija. Hal ini disebabkan selain meningkatnya pengetahuan petani tentang cara pengolahan komoditas hortikultura, pendapatan yang menjanjikan dari usaha tani komoditas hortikutura pun lebih menggoda para petani untuk berusahatani di bidang hortikultura dibandingkan berusaha tani komoditas palawija. Berdasarkan data pada Tabel 2.17, diketahui bahwa rasio antara realisasi dan anggaran selama lima tahun kebelakang menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, hal ini dapat dilihat dari persentase realisasi penyerapan anggaran ratarata diatas 90%. Penajaman prioritas dan fokus kegiatan program yang dilandasi oleh analisis keadaan, analisis potensi sumberdaya yang akurat, sinergitas program antar dinas / instansi terkait pada setiap tingkatan mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai ke tingkat lapangan, serta sejalan dengan tuntutan kebijaksanaan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional merupakan faktorfaktor pendukung dalam pencapaian realisasi anggaran tersebut. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
42 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
43 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
44 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
45 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Analisa Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Penilaian keserasian, keterpaduan, dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terhadap sasaran Rencana Strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten disajikan pada Tabel Tabel Komparasi Capaian Sasaran Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terhadap sasaran Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Renstra Dinas Pertanian Dan Peternakan provinsi Banten No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sasaran Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Sasaran Renstra Kementerian Pertanian (1) (2) (3) (4) (5) 1. Peningkatan Produksi Padi Palawija Hortikultura 2%/tahun 2%/tahun 2%/tahun 3,56 %/tahun 10,02 %/tahun 20,05 %/tahun Berdasarkan data pada Tabel dapat dilihat bahwa tingkat capaian Sasaran Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Lebak masih jauh di bawah sasaran Renstra Kementerian Pertanian. Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak perlu untuk lebih ditingkatkan lagi. Bila dilihat dari indikator kinerja yang digunakan, terlihat adanya keserasian, keterpaduan, sinkronisasi dan sinergitas pada indikator peningkatan produksi tanaman pangan Analisa Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Berdasarkan RTRW pemanfaatan ruang kawasan pertanian dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan sebagai berikut : a. Tetap terjaganya kualitas lingkungan. b. Terciptanya pertumbuhan perekonomian wilayah yang berbasiskan perekonomian lokal. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
46 c. Pengembangan kualitas dan kuantitas produksi pertanian agar dapat mencapai optimal. Kawasan tanaman pangan di Kabupaten Lebak juga diarahkan untuk dipertahankan sebagai kawasan lahan pertanian berkelanjutan dengan luas sebesar Ha berupa pertanian pangan lahan basah. Pemanfaatan ruang kawasan pertanian ini meliputi kawasan peruntukan pertanian pangan lahan basah dan kawasan peruntukan pertanian pangan lahan kering. Tabel Rencana Kawasan Peruntukan Pertanian Pangan di Kabupaten Lebak Tahun No Rencana Kawasan Pertanian Pertanian Pangan Lahan Basah Pertanian Pangan Lahan Kering Total (Ha) 40, , Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada Periode Perencanaan Berkenaan Program Peningkatan Ketahanan Pangan, Progam Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Peternakan, Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan Program Peningkatan Ketahanan Pangan, Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian Wilayah Pengembangan 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak kecuali Kecamatan Bojongmanik, Cipanas, Rangkasbitung, Sobang dan Wanassalam Dengan masuknya luas lahan pertanian berkelanjutan sebesar Ha dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak tahun , maka harus ditindaklanjuti dengan dibuatnya Peraturan Daerah mengenai Kawasan Lahan Pertanian Berkelanjutan dimana Perda ini menjadi dasar dalam menjaga luas lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang dengan adanya alih fungsi lahan. Data luas areal pertanian yang masih dipertanyakan tingkat akurasi dan legalitasnya harus secepat mungkin dilakukan pembenahan dengan melakukan pendataan ulang luas areal lahan pertanian di Kabupaten Lebak, terutama pada areal lahan sawah. Apabila pembenahan data luas areal sawah tidak segera dilakukan, hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu tingkat akurasi perencanaan yang akan dibuat ke depan. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
47 BAB. III. ISUISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN KABUPATEN LEBAK 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Terdapat beberapa permasalahan yang mempengaruhi pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak diantaranya adalah : a) Rendahnya kualitas SDM kelompok tani. b) Tingginya resiko kerentanan yang dihadapi petani dan pelaku usaha di perdesaan. c) Lemahnya kelembagaan dan posisi tawar petani yang berakibat pada panjangnya tataniaga. d) Lahan penguasaan petani semakin sempit sehingga pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan. e) Masih rendahnya sistem alih teknologi dan desiminasi pengolahan produk pertanian. f) Terjadinya alih fungsi lahan pada lahanlahan pertanian Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Telaahan terhadap visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Kabupaten Lebak dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati VISI : Menuju Kabupaten Lebak yang Maju dan Berdaya Saing Melalui Pemantapan Pembangunan Perdesaan dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Misi Tujuan Permasalahan Pelayanan Faktor Meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan Meningkatkan perekonomian yang kokoh berbasis ekonomi kerakyatan a) Rendahnya kualitas SDM kelompok tani. b) Tingginya resiko kerentanan yang dihadapi petani dan pelaku usaha di perdesaan. c) Lemahnya kelembagaan dan posisi tawar petani yang berakibat pada Penghambat a. Semakin tingginya alih fungsi lahan. b. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian. c. Kerusakan infrastruktur jaringan irigasi. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun Pendorong a. Inovasi dan introduksi teknologi pertanian b. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Pertanian c. Konsolidasi UPTD, SKPD dan
48 panjangnya tataniaga. d) Lahan penguasaan petani semakin sempit sehingga pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan. e) Masih rendahnya sistem alih teknologi dan desiminasi pengolahan produk pertanian. f) Terjadinya alih fungsi lahan pada lahanlahan pertanian. d. Meluasnya areal yang potensial terkena gangguan bencana alamkekeringan/ kebanjiran. e. Mahalnya agroinput (sarana produksi dan alat mesin pertanian f. Penerapan teknologi pertanian terbatas Kementerian Pertanian d. Optimalisasi Sistem Perbenihan e. Dukungan Anggaran yang memadai f. Kebijakan Pembangunan Pertanian yang tepat manfaat dan sasaran No 3.3. Telaahan Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Berdasarkan telaahan terhadap Rencana Strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun , permasalahan pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak beserta faktor penghambat dan faktor pendorong keberhasilan pembangunan pertanian dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2. Permasalahan Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak berdasarkan Sasaran Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya Sasaran jangka menengah Renstra K/L Permasalahan Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Penghambat Faktor Pendorong Pertumbuhan Komoditas Pangan: a. Padi = 3,56%/thn b. Jagung = 10,02%/thn c. Kedelai 20,05%/thn d. Kacang Tanah 10,20 %/thn e. Kacang Hijau = 4,55%/thn f. Ubi Kayu = 4,55%/thn g. Ubi Jalar = 6,78%/thn h. Hortikultura (Sayuran, b. Buahbuahan, Tanaman c. Hias dan Tanaman d. Obat) = 5,55 %/thn a. Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global b. Kurangnya ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan, dan air. c. Status dan luas kepemilikan lahan petani sangat terbatas. d. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian. e. Sistem perbenihan dan perbibitan belum berjalan optimal. f. Keterbatasan akses petani terhadap a. Keterbatasan alokasi anggaran pembangunan pertanian b. Semakin tingginya alih fungsi lahan c. Menurunnya kesuburan lahan pertanian d. Kerusakan infrastruktur jaringan irigasi e. Menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian TPH f. Aksesibilitas petani terhadap sarana produksi dan permodalan a. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas b. UU No. 41 Thn 2009 tentang Lahan Pertanian Abadi c. Peningkatan kuantitas dan kualitas Sumberdaya Manusia Pertanian d. Revitalisasi infrastruktur pertanian e. Penerapan teknologi ramah Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
49 permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani. g. Lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh. h. Belum padunya antar sektor dalam menunjang pembangunan pertanian. i. Kurang optimalnya kinerja dan pelayanan birokrasi pertanian. j. Makin berkembangnya Hama dan penyakit tanaman (Organisme Pengganggu Tanaman) k. Kondisi infrastruktur jalan ke sentra produksi belum memadai terbatas g. Tingkat kehilangan hasil masih tinggi h. Keterbatasan jumlah petugas lapangan (penyuluh, POPT) lingkungan No 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Berdasarkan telaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak tahun permasalahan pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak beserta faktor penghambat dan faktor pendorong keberhasilan pembangunan pertanian dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Permasalahan Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan Fungsi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Permasalahan Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Penghambat Faktor Pendorong a. Pertanian Pangan Lahan Basah b. Pertanian Pangan Lahan Kering a. Alih fungsi lahan masih menjadi permasalahan di Kabupaten Lebak a. Belum ditidaklanjutinya UU No. 41 Thn 2009 tentang Lahan Pertanian Abadi dengan Perda a. Dijadikannya RTRW sebagai dasar sementara mencegah terjadinya alih fungsi lahan di Kabupaten Lebak Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
50 3.5. Penentuan Isuisu Strategis Berdasarkan hasil review faktorfaktor pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yang meliputi analisa Renstra Kementrian Pertanian Republik Indonesia, analisa Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, analisa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan analisa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), maka dapat ditentukan isuisu strategis yang dihadapi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sebagai berikut : a. Terjadinya alih fungsi lahan pertanian. b. Peningkatan ketahanan pangan masyarakat. c. Bencana Kekeringan dan kebanjiran. d. Produktivitas tanaman pertanian masih rendah di beberapa wilayah. e. Kesejahteraan petani masih rendah dan tingkat kemiskinan relatif tinggi. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
51 BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Memperhatikan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya buatan, dan ketersediaan teknologi maju di Kabupaten Lebak yang sangat menunjang dalam pembangunan pertanian tanaman pangan, serta mengacu pada Visi Kabupaten Lebak yaitu Menuju Kabupaten Lebak Yang Maju dan Berdaya Saing Melalui Pemantapan Pembangunan Perdesaan dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, maka Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menetapkan visi yaitu : Terwujudnya Pertanian di Kabupaten Lebak yang Berwawasan Agribisnis dan Memiliki Daya Saing Menuju Kemandirian Pangan Masyarakat. Penjabaran makna dari visi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut: Pertanian : Seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang pengelolaan sumber daya alam hayati dalam agro ekosistem yang sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk mendapatkan manfaat sebesarbesarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Berwawasan Agribisnis : Cara pandang pelaku usaha pertanian yang meliputi suatu sistem yang utuh mulai subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian; subsistem usahatani; subsistem pengolahan atau agroindustri dan subsistem pemasaran. Agar subsistem ini bekerja dengan baik maka diperlukan dukungan subsistem kelembagaan sarana dan prasarana serta subsistem pembinaan. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
52 Daya Saing : Menggambarkan kondisi daerah dimana komoditas pertanian memiliki kualitas dan kuantitas yang mampu bersaing dengan komoditas dari luar daerah. Kemandirian Pangan : Kemampuan produksi pangan dalam negeri yang didukung kelembagaan ketahanan pangan yang mampu menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup ditingkat rumahtangga, baik dalam jumlah, mutu, keamanan, maupun harga yang terjangkau, yang didukung oleh sumbersumber pangan yang beragam sesuai dengan keragaman lokal. Masyarakat : Sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individuindividu yang berada dalam kelompok tersebut. Untuk dapat mewujudkan visi dengan cara mendorong efektivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, maka ditetapkan Misi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, yang didalamnya mengandung tujuan serta sasaran yang ingin dicapai. Misi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan produksi komoditas strategis padi, palawija, dan hortikultura untuk pemenuhan akses rumah tangga terhadap pangan. 2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. 3. Meningkatkan keamanan pangan produk pertanian. 4. Memfasilitasi akses terhadap informasi, teknologi, permodalan, sarana prasarana dan pemasaran bagi masyarakat untuk mendukung pengembangan system dan usaha agribisnis. 5. Mengembangkan sentra produksi komoditas unggulan pertanian dengan memperhatikan potensi daerah yang berwawasan lingkungan. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
53 Penjelasan dari misi di atas adalah sebagai berikut : Misi Penjelasan Misi 1 : Meningkatkan produksi komoditas Meningkatnya produksi komoditas strategis padi, palawija, dan tanaman pangan, palawija dan hortikultura untuk pemenuhan hortikultura dengan cara meningkatkan akses rumah tangga terhadap luas tanam serta meningkatkan pangan. produktivitas sehingga menghasilkan komoditas yang bermutu baik kualitas maupun kuantitas. Misi 2 : Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Menghasilkan komoditas pertanian yang mempunyai nilai tambah produk untuk dapat bersaing dengan komoditas impor. Misi 3 : Meningkatkan keamanan pangan Menghasilkan komoditas pertanian yang produk pertanian. sehat, bergizi dan aman untuk di konsumsi. Misi 4 : Memfasilitasi akses terhadap Meningkatnya akses informasi dan informasi, teknologi, permodalan, penerapan teknologi serta sarana sarana prasarana dan pemasaran prasarana pertanian dalam usaha bagi masyarakat untuk mendukung agribisnis. Yang didukung dengan pengembangan system dan usaha agribisnis. kemudahan akses pemasaran sehingga petani dapat memasarkan hasil produksi yang berkualitas serta mempermudah akses permodalan untuk pelaku agribisnis Misi 5 : Mengembangkan sentra produksi Meningkatnya sentra produksi komoditas komoditas unggulan pertanian unggulan pertanian didaerahdaerah dengan memperhatikan potensi dengan penerapan teknologi tepat guna daerah yang berwawasan yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan lingkungan. guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melalui sistem pertanian yang berwawasan lingkungan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
54 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sasaran merupakan tindakantindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan memberikan fokus pada penyusunan kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai. Tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel Strategi dan Kebijakan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Strategi dan kebijakan pembangunan pertanian yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel 4.2. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
55 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
56 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
57 BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Rencana Program dan Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei Program Kerja Dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi pengembangan pertanian di Kabupaten Lebak dilaksanakan melalui beberapa program, dengan Klasifikasi, Kode dan Daftar Program menurut Urusan Pemerintah Daerah sebagai berikut : Urusan Pilihan Pertanian Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Program Perencanaan Pembangunan Daerah Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan Program program tersebut di atas merupakan kegiatan yang mendorong petani agar berusaha sesuai dengan prinsipprinsip ekonomi yang mengutamakan efisiensi dan kualitas. Program program ini dapat dijadikan sarana untuk pencapaian kondisi ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga dalam jumlah cukup dan mutu yang baik dari waktu kewaktu untuk dapat melaksanakan aktivitas seharihari serta terjangkau oleh daya beli masyarakat. Program ini merupakan aktivitas pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengembangkan sentrasentra produk unggulan di Kabupaten Lebak yang difasilitasi oleh pemerintah dengan fokus kegiatan bertumpu pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Rencana Program ini pada dasarnya merupakan kegiatan intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi usahatani dan rehabilitasi lahan pertanian untuk mewujudkan pertanian yang maju, efektif dan efisien. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
58 5.2. Rencana Kegiatan Tahun Untuk menunjang tercapainya Sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ini, ada beberapa Rencana Kegiatan utama yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sebagai berikut : 1) Peningkatan ketersediaan beras dan komoditas palawija dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. Dilaksanakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi per kapita penduduk Kabupaten Lebak terhadap beras dan komoditas palawija. 2) Peningkatan keamanan pangan melalui pertanian organik. Diharapkan pada tahun 2019 dapat tercipta komunitas petani organik di Kabupaten Lebak yang dapat memasok kebutuhan akan produk pertanian organik di Kabupaten Lebak, bahkan di luar Kabupaten Lebak 3) Pengembangan Sentra Produksi Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura terutama komoditas Pisang, dimana Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memiliki tanggung jawab dalam hal ketersediaan komoditas pisang di daerah sentra produk unggulan pisang di kecamatan Cilograng dan Bayah serta kecamatan penyangganya Panggarangan, Cibeber, Cihara, Lebakgedong, Banjarsari, Malingping, Wanasalam, Cigemblong, Muncang dan Cijaku. Selain pisang sebagai komoditas unggulan yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, komoditaskomoditas hortikultura lainnya seperti durian, manggis, rambutan dan mangga serta komoditas sayuran masih tetap menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk terus dikembangkan. 4) Pendataan areal lahan pertanian berkelanjutan yang difokuskan pada lahan sawah agar diperoleh luas lahan yang akurat dan tepat sesuai data riil di tingkat kecamatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan dibuatnya Peraturan Daerah tentang Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan Rencana kegiatan utama tersebut dijabarkan melalui Program dan Kegiatan sebagaimana terdapat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagai berikut : Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
59 A. Program Perencanaan Pembangunan Daerah 1. Kegiatan Penyusunan Renstra SKPD 2. Kegiatan Penyusunan Renja SKPD B. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi 1. Kegiatan Penyusunan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Masyarakat C. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian 1. Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan 2. Kegiatan Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian 3. Kegiatan Pemantauan dan Analisis Akses Harga Pangan 4. Kegiatan Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi, Palawija 5. Kegiatan Pembangunan Pertanian pada Lahan Kering 6. Kegiatan Pengembangan Perbenihan/ Perbibitan 7. Kegiatan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan 8. Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian 9. Kegiatan Operasional BBI Bojongleles 10. Kegiatan PAP Dana Tugas Pembantuan 11. Kegiatan PAP Dana Alokasi Khusus 12. Kegiatan Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis D. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian 1. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Tepat Guna E. Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 1. Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pencegahan Alih Fungsi Lahan Pertanian F. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan 1. Kegiatan Penelitian dan pengembangan pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 2. Kegiatan Promosi atas hasil produksi pertanian/ perkebunan unggul daerah 5.3. Indikator Kinerja Tolok ukur kinerja pembangunan Kabupaten Lebak khusus bidang pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura selama periode waktu , ditetapkan indikator kinerja pembangunan pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura. Indikator kinerja tersebut merupakan implementasi dari target indikator kinerja yang Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
60 ada pada misi ke3 Kabupaten. Indikator Kinerja pembangunan sektor pertanian adalah sebagai berikut. Tabel 5.1. Indikator Kinerja Utama Pembangunan Sektor Pertanian Tahun Tahun Target Capaian Setiap Tahun No Indikator Indikator Sasaran : 1. Daerah Rawan pangan 5 kec 4 kec 3 kec 2 kec 1 kec 0 kec 2. Sentra Kawasan Unggulan Meningkatnya ketersediaan pangan pokok dan non pokok Padi (Ton GKP) Palawija (Ton) , , , , , , ,395 31,932 32,571 33,222 33,886 34,564 35,256 35,961 Hortikultura (Ton) 166, , , , , , ,740 2 Jumlah Sarana dan Prasarana Pertanian (Unit) Jumlah Sarana dan Prasarana Pengelolaan Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan (Unit) Kelompok Sasaran Kelompok sasaran yang mendapatkan pelayanan dari Dinas Pertanian adalah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani/ Gabungan Kelompok Tani yang sudah terdaftar atau dikukuhkan oleh Bupati Lebak, kelompok wanita tani maupun petani kecil yang tidak tergabung dalam kelompok apapun. Selain itu pondok pesantren yang berusaha di bidang pertanian juga menjadi sasaran pelayanan Dinas Pertanian. Jadi kelompok sasaran yang mendapatkan pelayanan dari Dinas Pertanian adalah seluruh masyarakat petani yang ada dan berdomisili di wilayah Kabupaten Lebak. Dalam kegiatan pembangunan pertanian, Dinas Pertanian juga menggandeng Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak sebagai mitranya dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Lebak Pendanaan Indikatif Kegiatan pembangunan pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Lebak ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memfasilitasi sebesarbesarnya partisipasi masyarakat dengan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
61 mendayagunakan keterpaduaan kegiatan yang dibiayai oleh APBN, APBD, Swasta dan sumbersumber dana pembangunan lainnya. Implementasi pembangunan perlu adanya dukungan pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan Satuan Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak guna tercapainya program pembangunan selama kurun waktu Rencana Pendanaan Indikatif Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel 5.2. Tabel 5.2. Rencana Pendanaan Indikatif Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun Tahun Rencana Pagu Indikatif Pertumbuhan ,161,117, ,854,513, % ,883,678, % ,472,908, % ,466,771, % ,375,814, % Untuk lebih jelasnya Rencana Program, Kegiatan Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun adalah sebagaiman tergambar dalam Tabel 5.3. di bawah ini. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
62 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
63 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
64 BAB VI. INDIKATOR KINERJA DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Indikator Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak disusun dengan mengacu kepada Tujuan dan Sasaran RPJMD Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak Tahun dengan memperhatikan keterkaitan Tujuan dan Sasaran tersebut dengan Tugas Pokok dan Fungsi pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tujuan dan Sasaran berdasarkan RPJMD Tujuan dan Sasaran RPJMD yang sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut ini. a. Tujuan : Meningkatkan perekonomian yang kokoh berbasis ekonomi kerakyatan. b. Sasaran : Meningkatkan status ketahanan pangan daerah dan pengembangan perekonomian masyarakat Indikator Kinerja Indikator Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yang sesuai dengan Tujuan dan sasaran di atas adalah sebagai berikut : 1. Meningkatnya ketersediaan pangan pokok dan non pokok 2. Persentase tingkat kehilangan hasil 3. Tersedianya infrastruktur pengairan, akses transportasi. 4. Pengembangan benih/ bibit bermutu 5. Lahan Pertanian Berkelanjutan 6. Perencanaan pembangunan pertanian 7. Meningkatnya sarana dan prasarana pengolahan komoditas pertanian 8. Menurunkan Luas serangan OPT 9. Meningkatnya kelompok tani Sekolah LapangPengendalian Hama Terpadu 10. Tersedianya Informasi Harga Pangan Pokok di Kabupaten Lebak 11. Meningkatnya sarana pengolahan dan pengairan lahan pertanian 12. Peningkatan Produksi Komoditas Hortikultura Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
65 Indikator Kinerja SKPD Dinas Pertanian sebagaimana Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Lebak Tahun adalah sebagaimana Tabel 6.1 di bawah ini. Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
66 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
67 BAB VII. PENUTUP Keberhasilan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Lebak dalam mewujudkan Visi Kabupaten Lebak MENUJU KABUPATEN LEBAK YANG MAJU DAN BERDAYA SAING MELALUI PEMANTAPAN PEMBANGUNAN PERDESAAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN, yang diturunkan dengan visi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak TERWUJUDNYA PERTANIAN DI KABUPATEN LEBAK YANG BERWAWASAN AGRIBISNIS DAN MEMILIKI DAYA SAING MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN MASYARAKAT. perlu didukung oleh : 1) Komitmen Kepala Daerah yang Kuat dan Demokrasi; 2) Komitmen Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak beserta jajarannya yang kuat dan demokratis; 3) Konsistensi Kebijakan Pemerintah; 4) Keberpihakan pada masyarakat, sektor swasta dan dunia usaha; dan 5) Peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi upaya kita ini guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Amin. KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN LEBAK DEDE SUPRIATNA, S.ST NIP Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
68 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
69 Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Tahun
DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK TAHUN ANGGARAN 2016 DPPA - SKPD 2.
DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK TAHUN ANGGARAN 06 Formulir DPPA - SKPD. Urusan Pemerintahan Organisasi :.0. - PERTANIAN :.0.0. - DINAS PERTANIAN
BAB V GAMBARAN UMUM. Secara visualisasi wilayah administrasi dapat dilihat dalam peta wilayah Kabupaten Lebak sebagaimana gambar di bawah ini
69 BAB V GAMBARAN UMUM 5.1 Letak Geografis dan Luas Wilayah Kabupaten Lebak terletak antara 6º18-7º00 Lintang Selatan dan 105º25-106º30 Bujur Timur, dengan luas wilayah 304.472 Ha (3.044,72 Km²) yang terdiri
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 33 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 33 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya
PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I
PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) 351191 Tegal - 52111 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan sektor Kelautan dan Pertanian secara kontinyu dan terarah
Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 1
Kota Prabumulih 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Keinginan Pemerintah dan tuntutan dari publik saat ini adalah adanya transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan keuangan negara. Dasar dari
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUMBAWA.
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN JEMBER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang
Kata Pengantar. Padang, September 2016 Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat
Kata Pengantar Puji dan syukur kami ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan tersusunnya Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Periode 2017 2021
.000 WALIKOTA BANJARBARU
SALINAN.000 WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA BANJARBARU DENGAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2002
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LEBAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK, Menimbang : a. bahwa dalam
29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN /D
29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN 2003 Menimbang PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 19 TAHUN 2003 T E N T A N G SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Penetapan visi sebagai bagian dari perencanaan strategi, merupakan satu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi karena
BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 40 TAHUN 2014 T E N T A N G
SALINAN BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 40 TAHUN 2014 T E N T A N G TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN TANAH LAUT BUPATI TANAH LAUT, Menimbang
Penataan Ruang Kabupaten Lebak
Penataan Ruang Kabupaten Lebak Sumber daya kewilayahan harus dikelola secara bijaksana untuk mewujudkan pemerataan pertumbuhan wilayah dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dengan memperhatikan
KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011
KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR 050.07/2033 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BLORA TAHUN 2010-2015 Bappeda
TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 1 Kedudukan Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, ditetapkan berdasarkan
Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak
Sasaran RKPD yang akan dicapai dalam Renja SKPD : Meningkatkan Perekonomian Daerah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang
BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,
BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2.
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN CILACAP
WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT
BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN
TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BENGKAYANG
BUPATI BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN BUPATI BENGKAYANG NOMOR i2- TAHUN 2014 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BENGKAYANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG
BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERKEBUNAN PROVINSI PAPUA
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERKEBUNAN PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang : a. bahwa sehubungan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 59 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI
efektivitas dan efisiensi. Dengan modal tersebut diharapkan pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum tugas dan kewajiban pemerintah adalah menciptakan regulasi pelayanan umum, pengembangan sumber daya produktif, menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN PELALAWAN Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 78 TAHUN 2001 SERI D.75 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 78 TAHUN 2001 SERI D.75 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SUMEDANG SEKRETARIAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,
BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN
WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 17 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan
BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Kerangka ekonomi makro daerah akan memberikan gambaran mengenai kemajuan ekonomi yang telah dicapai pada tahun 2010 dan perkiraan tahun
PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG
BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN BUPATI TEMANGGUNG NOMOR 59 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN
Renstra Dinas Pertanian Kab. Soppeng KATA PENGANTAR
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng Tahun 2016-2021 i KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Pasal 15 Ayat
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI D
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI D PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 166 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA URAIAN TUGAS JABATAN PADA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi A.1. Kedudukan 1. Dinas Pertanian dan Peternakananian merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang Pertanian
BAB I P E N D A H U L U A N. 1. Latar Belakang
BAB I P E N D A H U L U A N 1. Latar Belakang Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional, dan undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, setiap
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2011-2015 DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2011 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah tak henti hentinya
BUPATI MANDAILING NATAL
- 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 31 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2013 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 RKT PSP TA. 2012 KATA PENGANTAR Untuk
PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 82/Permentan/OT.140/8/2013 TANGGAL : 19 Agustus 2013 PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI BAB I
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan upaya pengelolaan faktor kependudukan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, agar upaya pengelolaan tersebut dapat berhasil maka aspek pemanfaatan
BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang
BAB - I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan
RECANA KERJA SATUAN KERJA PERANGAKAT DAERAH DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN
RECANA KERJA SATUAN KERJA PERANGAKAT DAERAH DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS KATA PENGANTAR Kabupaten Musi Rawas memiliki luas baku lahan 635.717,15 Ha dengan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan perdesaan sebagai basis utama dan bagian terbesar dalam wilayah Kabupaten Lebak, sangat membutuhkan percepatan pembangunan secara bertahap, proporsional dan
1.1 Latar Belakang. 1 [Rancangan Akhir Rencana Strategis Dinas Pertanian ]
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Surat Edaran Bupati Nomor 050/190/408.46/2016 tentang Penyusunan Rancangan Rencana Strategis Satuan Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021 bahwa
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang : a. bahwa
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
DINAS PETERNAKAN PROV.KALTIM 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas 14 Kabupaten/Kota, namun sejak tgl 25 April 2013 telah dikukuhkan Daerah
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SEKRETARIAT
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KOTA YOGYAKARTA
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013
BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013 2.1 BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN
LAMPIRAN USULAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2015
1 LAMPIRAN USULAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2015 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI SULAWESI SELATAN DINAS PERTANIAN
BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR
BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA-SKPD) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA-SKPD) 2010-2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI
Renja BP4K Kabupaten Blitar Tahun
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN R encana kerja (RENJA) SKPD Tahun 2015 berfungsi sebagai dokumen perencanaan tahunan, yang penyusunan dengan memperhatikan seluruh aspirasi pemangku kepentingan pembangunan
-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id
-1- GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI BALI
PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi
PENDAHULUAN A. Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2015 tentang rincian tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Perkebunan Provinsi Riau, pada pasal 2 ayat 2 dinyatakan bahwa
KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,
KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI
Kata Pengantar. Padang, 22 Agustus 2016 Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat. Ir. Besli NIP
Kata Pengantar Puji dan syukur kami ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan tersusunnya Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat Periode 2016 2021 yang merupakan acuan
-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI
-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM PENGAIRAN KABUPATEN BANYUWANGI \ DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 1
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 1 Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan Dan Kehutanan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam
DINAS PERKEBUNAN. Tugas Pokok dan Fungsi. Sekretaris. Sekretaris mempunyai tugas :
DINAS PERKEBUNAN Tugas Pokok dan Fungsi Sekretaris Sekretaris mempunyai tugas : a. Menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan; b. Mengkoordinasikan program kerja masing-masing Sub Bagian; c. Mengkoordinasikan
PEMERINTAH KOTA BINJAI TAHUN
PEMERINTAH KOTA BINJAI TAHUN 2016-2021 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah subhanallahu wa ta ala yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-nya, sehingga penyusunan Rencana
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GARUT TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN GARUT
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GARUT TAHUN 2019-2019 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA Jl. PEMBANGUNAN NO. 183 GARUT
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 206-202 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG 206 PROVINSI BALI BUPATI BADUNG KEPUTUSAN
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang
PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM
PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN
VIII. REKOMENDASI KEBIJAKAN
VIII. REKOMENDASI KEBIJAKAN 8.1. Rekomendasi Kebijakan Umum Rekomendasi kebijakan dalam rangka memperkuat pembangunan perdesaan di Kabupaten Bogor adalah: 1. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat, adalah
MENDORONG KEDAULATAN PANGAN MELALUI PEMANFAATAN SUMBERDAYA UNGGUL LOKAL. OLEH : GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Dr.
MENDORONG KEDAULATAN PANGAN MELALUI PEMANFAATAN SUMBERDAYA UNGGUL LOKAL OLEH : GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Dr. ERZALDI ROSMAN V I S I 2017-2022 MISI PROVINSI TERKAIT PERTANIAN MISI 1 : MENGEMBANGKAN
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN
PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN 2016-2021 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan umum dari penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Dengan terbitnya Undang-undang
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 31 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 429 TAHUN 2010 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 31 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 429 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
SALINAN GAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN PROVINSI
BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN KATINGAN
2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.
BAB XVII DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 334 Susunan organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1. Sub Bagian
RENSTRA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN
RENSTRA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN 2010-2015 PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintahan yang baik (good governance) merupakan
Renstra Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten Tahun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rencana strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana
I PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian
I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis pertanian tersebut digambarkan melalui kontribusi yang nyata melalui pembentukan
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN: Upaya Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN: Upaya Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian Strategis 1 Pendahuluan (1) Permintaan terhadap berbagai komoditas pangan akan terus meningkat: Inovasi teknologi dan penerapan
Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dengan pembangunan nasional, yang pelaksanaannya tetap dan senantiasa memperhatikan kondisi, potensi dan sumber daya daerah
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 KATA PENGANTAR Untuk melaksanakan
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN,
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal
BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Provinsi Jawa Barat BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 6.1. Tinjauan Substansi RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya A. Visi Perumusan visi dan misi jangka menengah Dinas Pertanian,
KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Bambang Santosa, M.Sc NIP
KATA PENGANTAR Direktorat Alat dan Mesin Pertanian merupakan salah satu unit kerja Eselon II di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, pada tahun 2013
