PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM"

Transkripsi

1 PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN

2 DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Bagan... Daftar Tabel... Hal i iii iv Daftar Gambar BAB l PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan... 5 BAB ll GAMBARAN PELAYANAN SKPD Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Kedudukan Tugas Pokok dan Fungsi Susunan Organisasi Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Struktur Organisasi Sumber Daya SKPD Sumber Daya Manusia Sarana dan Prasarana Kinerja Pelayanan SKPD Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD BAB lll ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Penentuan Isu-isu Strategis BAB lv VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi SKPD Visi Misi Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Strategi dan Kebijakan SKPD i

3 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB Vl INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB Vll PENUTUP ii

4 DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem iii

5 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kabupaten Karangasem Tabel 6.1 Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD.. 59 iv

6 PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) Jalan Diponegoro No. 52 Telp.. (0363) 21013, Fax : (0363) Amlapura KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Undang-Undang 25 Tahun 2004 Pasal 7, Undang-Undang 32 Tahun 2004 pasal 151, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Pasal 25 setiap SKPD diwajibkan menyusun Renstra SKPD sebagai penjabaran RPJMD; b. bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karangasem, maka disusunlah Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem; c. bahwa Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem huruf b diatas

7 ditetapkan dengan Keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat ll dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat l Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Le mbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara 2

8 Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 11. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 12. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4124); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 3

9 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lemba ran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 4

10 21. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 22. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 25. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2009 Nomor 16, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 15); 26. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 11 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karangasem (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2001 Nomor 3; 27. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Karangasem Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2006 Nomor 7); 28. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 5

11 (RPJMD) Kabupaten Karangasem Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2011 Nomor 9); M E M U T U S K A N Menetapkan : KESATU : Keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tentang Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun KEDUA : Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun , sebagaimana termuat dalam lampiran Keputusan ini, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Karangasem Tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karangasem Bali Tahun KETIGA : Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pem bangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun , disusun dengan sistematika sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan; Bab II : Gambaran Pelayanan SKPD; Bab III : Isu-isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi; Bab IV : Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan Bab V : Rencana program dan kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif; Bab V : Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD; Bab VII : Penutup. KEEMPAT : Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, menjadi landasan dan pedoman bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 6

12 Kabupaten Karangasem dalam merencanakan pembangunan 5 tahun kedepan ( ). KELIMA : Pelaksanaan lebih lanjut Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun , diwujudkan melalui penyusunan Rencana Kerja (Renja) Bappeda Tahunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Bappeda Kabupaten Karangasem. KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Amlapura Pada tanggal : 2 Agustus 2011 KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM, I WAYAN ARTHA DIPA, SH., MH Pembina Utama Muda NIP

13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pasal 15 Ayat 3 menyebutkan bahwa Kepala SKPD menyiapkan Rencana Strategis SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Renstra SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang disusun dengan berpedoman pada RPJMD dan bersifat indikatif (Pasal 7 Ayat 1). Renstra SKPD ditetapkan dengan keputusan pimpinan SKPD setelah disesuaikan dengan RPJMD (Pasal 19 ayat 4). Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun , merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Karangasem Tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karangasem Tahun Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem sebagaimana dimaksud, menjadi landasan dan pedoman bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dalam merencanakan pembangunan 5 tahun kedepan ( ). Pelaksanaan lebih lanjut Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun , diwujudkan melalui penyusunan Rencana Kerja (Renja) Bappeda Tahunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Bappeda Kabupaten Karangasem. 1.2 Landasan Hukum Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun berpedoman pada: 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat ll dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat l Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik 1

14 Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indone sia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 2

15 11. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 12. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4124); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 3

16 20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 21. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 22. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 25. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2009 Nomor 16, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 15); 26. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 11 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karangasem (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2001 Nomor 3; 27. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Karangasem Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2006 Nomor 7); 28. Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karangasem Tahun (Lembaran Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2011 Nomor 9); 4

17 1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun adalah : 1. Memberikan arah dan pedoman bagi Bappeda Kabupaten Karangasem dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk menentukan prioritas-prioritas di bidang perencanaan pembangunan sehingga tujuan program dan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu lima tahun ( ) dapat tercapai 2. Mempermudah pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, monitoring, analisis, evaluasi kegiatan baik secara internal maupun eksternal 3. Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) tentang rencana pembangunan tahunan 4. Menjadi kerangka dasar bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. 1.4 Sistematika Penulisan Rencana Strategis (Renstr a) Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut : Bab l, Pendahuluan menguraikan latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan. Bab ll, Gambaran Pelayanan SKPD menguraikan Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD, Sumber Daya SKPD, Kinerja Pelayanan SKPD dan Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD. Bab lll, Isu-Isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi menguraikan Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD, Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil Kepala daerah Terpilih, Telaahan Renstra SKPD, Telaahan rencana Tata Ruang Wilayah dan kajian Lingkungan Hidup Strategis, serta Penentuan Isu-isu Strategis. 5

18 Bab IV, Bab V, Bab Vl, Bab Vll, Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan menguraikan Visi dan Misi SKPD, Tujuan dan Sasaran jangka Menengah SKPD, serta Strategi dan Kebijakan SKPD. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif menguraikan Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif. Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD menguraikan Indikator Kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Penutup, pada dasarnya menekankan pentingnya fungsi renstra dalam penyusunan Renja SKPD. 6

19 BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Kedudukan Tugas Pokok dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karangasem. Dalam pasal 14 Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karangasem disebutkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem merupakan unsur perencanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Tugas Pokok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : 1) Perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan daerah 2) Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan daerah 3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah 4) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan Susunan Organisasi Sesuai dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karangasem, Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem terdiri dari : 1) Kepala Badan Kepala Badan memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. 7

20 2) Sekretariat Sekretariat pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 3 (tiga) Sub Bagian yaitu : a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. 3) Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu : a. Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup b. Sub Bidang Prasarana Wilayah Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang. 4) Bidang Penanaman Modal Bidang Penanaman Modal pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu : a. Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal b. Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang. 5) Bidang Perekonomian Bidang Perekonomian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu : 8

21 a. Sub Bidang Perekonomian b. Sub Bidang Pengembangan Agribisnis Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang. 6) Bidang Sosial Budaya Bidang Sosial Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu : a. Sub Bidang Pendidikan dan Kesenian b. Sub Bidang Adat dan Budaya Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang. 7) Bidang Monitoring dan Penelitian Bidang Monitoring dan Penelitian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu : a. Sub Bidang Statistik dan Monitoring b. Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan. Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang. 8) Unit Pelaksanan Teknis Badan (UPTB) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, ditetapkan dengan Keputusan Bupati, dan Pembentukan Unit Pelaksanan Teknis Badan disesuaikan dengan kebutuhan. 9) Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga yang diatur dan ditetapkan berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. 9

22 Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk, dan jumlah tenaga ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, jenis dan jenjang diatur berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku Uraian Tugas Pokok Dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem sesuai dengan Peraturan Bupati Karangasem Nomor 39 Tahun 2008 Tanggal 19 September 2008 tentang Uraian Tugas dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Karangasem sebagai berikut : 1) KEPALA BADAN Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a. Memimpin dan mengkoordinasikan perumusan Rencana kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; b. Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. c. Merumuskan kebijakan teknis operasional Badan Perencanaan Pembangunan Daerah meliputi Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah, Bidang Penanaman Modal, Bidang Perekonomian, Bidang Sosial Budaya dan Bidang Monitoring dan Penelitian; d. Memimpin dan membina pelaksanaan tugas-tugas dibidang administrasi umum meliputi : ketata usahaan, kepegawaian, keuangan, organisasi dan tata laksana kearsipan, perlengkapan dan urusan rumah tangga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; e. Mengkoordinasikan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah/Satuan Organisasi lain berdasarkan kewenangan yang ada; f. Mengkoordinasikan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda); g. Mengkoordinasikan atau mengadakan survey dan penelitian untuk kepentingan penyusunan perencanaan pembangunan daerah; h. Mengkoordinasikan dan atau mengadakan monitoring mengenai persiapan dan perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan daerah untuk penyempurnaan perencanaan lebih lanjut; i. Membuat laporan pertanggungjawaban kinerja kepada Kepala Daerah; 10

23 j. Membina Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB); k. Membina pelaksanaan program waskat di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; l. Memimpin, Mengkoordinasikan dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; m. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; n. Mengevaluasi dan membina penyusunan laporan kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; o. Memberikan saran dan Pertimbangan Teknis kepada atasan; p. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 2) SEKRETARIAT Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; c. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas-tugas di bidang administrasi umum meliputi : organisasi dan ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, kearsipan, perlengkapan dan urusan rumah tangga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; d. Menyusun laporan pertanggungjawaban kinerja Badan berdasarkan hasil kegiatan masing-masing Bidang dan Sekretariat; e. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; f. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; g. Mengevaluasi dan merumuskan laporan kegiatan Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; h. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; i. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan atasan. 11

24 a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian; b) Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian; c) Mengkompulir perumusan rencana kegiatan sekretariat Badan; d) Melaksanakan tugas-tugas administrasi umum meliputi : Organisasi dan tata laksana kearsipan, Kepegawaian Perlengkapan dan urusan rumah tangga Badan; e) Mengurus dan melaksanakan tugas-tugas bidang kepegawaian, seperti: mutasi, pensiun, cuti, karis/karsu, karpeg dan perjalanan dinas serta tugas-tugas kepegawian lainnya; f) Menginventarisasi, memelihara dan mengadakan sarana/ prasarana kebutuhan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; g) Melaksanakan pelayanan administrasi kepegawaian; h) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; i) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; j) Mengevaluasi dan melaporkan hasil kegiatan Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; k) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; l) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bagian Keuangan Kepala Sub Bagian Keuangan pada Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub. Bagian Keuangan; b) Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan Sub. Bagian Keuangan; c) Mengkompulir perumusan rencana kegiatan Pengelolaan Keuangan Badan; d) Melaksanakan tugas Pengelolaan Keuangan Badan; e) Melaksanakan dan mengkoordinasikan tugas-tugas pengelolaan keuangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; f) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; 12

25 g) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan teknis kepada atasan; h) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan pengolahan keuangan Badan sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; i) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; j) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan atasan. c. Sub Bagian Penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan Sub Bagian Penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Sekretariat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub. Bagian Perencanaan Umum; b) Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan Sub. Bagian Perencanaan Umum; c) Mengkompulir perumusan rencana kegiatan Badan; d) Melaksanakan dan mengkoordinasikan tugas-tugas perencanaan umum pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; e) Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; f) Mempersiapkan penyusunan rencana kegiatan tahunan; g) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; h) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; i) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub. Bagian Perencanaan Umum sebagai pertanggungjawaban kepada atasan; j) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; k) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 3) BIDANG TATA RUANG DAN PRASARANA WILAYAH Kepala Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah; 13

26 c. Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan pembangunan di bidang pengairan, perhubungan, pariwisata, pos dan telekomunikasi, tata ruang dan tata guna tanah, sumber alam serta lingkungan hidup; d. Mengkoordinasikan pemecahan masalah penyusunan perencanaan pembangunan bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah; e. Menetapkan keserasian pengembangan perkotaan dan perdesaan skala kabupaten; f. Menetapkan petunjuk pelaksanaan manajemen dan kelembagaan pengembangan wilayah dan kawasan dan pengembangan pembangunan perwilayahan skala kabupaten; g. Mengkoordinasikan pengembangan kawasan prioritas, cepat tumbuh dan andalan skala kabupaten; h. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; i. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; j. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; k. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi dan perumusan laporan hasil kegiatan Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; l. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; m. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. a. Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup pada Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; d) Menyiapkan dan melaksanakan petunjuk pelaksanaan pengelolaan kawasan dan lingkungan perkotaan; 14

27 e) Melaksanakan petunjuk pelaksanaan keserasian pengembangan perkotaan dan kawasan perdesaan; f) Melaksanakan bimbingan, supervisi dan kosultasi pelayanan perkotaan di kecamatan/desa; g) Melaksanakan konsultasi keserasian pengembangan perkotaan dan perdesaan; h) Melaksanakan bimbingan, supervisi dan konsultasi keserasian pengembangan perkotaan dan perdesaan; i) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan j) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; k) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; l) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; m) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bidang Prasarana Wilayah Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah pada Bidang Tata Ruang dan Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Prasarana Wilayah; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Prasarana Wilayah c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Sub Bidang Prasarana Wilayah; d) Mempersiapkan bahan perumusan Rencana Pembangunan Bidang Prasarana Wilayah meliputi : pengairan, perhubungan pariwisata, pos dan telekomunikasi; e) Melaksanakan pedoman dan standar pengembangan pembangunan perwilayahan skala kabupaten; f) Melaksanakan pengembangan wilayah tertinggal, perbatasan, pesisir dan pulau-pulau kecil skala kabupaten; g) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; h) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; i) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Prasarana Wilayah, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; 15

28 j) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; k) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 4) BIDANG PENANAMAN MODAL DAERAH Kepala Bidang Penanaman Modal Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas: a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Bidang Penanaman Modal Daerah; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Bidang Penanaman Modal Daerah; c. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas-tugas dibidang Penanaman Modal Daerah; d. Mengkoordinasikan promosi dan analisa pengembangan investasi dan penanaman modal daerah; e. Mengkoordinasikan pengendalian pembuangan limbah; f. Mengkoordinasikan pemecahan masalah penyusunan perencanaan pembangunan bidang Penanaman Modal Daerah; g. Mengkoordinasikan pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah kabupaten dan antara daerah kabupaten dengan swasta, dalam dan luar negeri h. Mengkoordinasikan, menyusun dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah kabupaten dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah dan rencana strategis daerah sesuai dengan program pembangunan daerah kabupaten, berkoordinasi dengan pemerintah propinsi; i. Merumuskan dan menetapkan pedoman, pembinaan dan pengawasan dalam skala kabupaten terhadap penyelenggaraan kebijakan dan perencanaan pengembangan penanaman modal, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi; j. Mengkoordinasikan, merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan daerah kabupaten dibidang penaman modal; k. Mengkoordinasikan dan menetapkan peraturan daerah kabupaten tentang penanaman modal dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku; l. Mengkaji, merumuskan dan menyusun kebijakan teknis pelaksanaan pemberian bimbingan dan pembinaan promosi penanaman modal ditingkat kabupaten dan kebijakan teknis pengendalian pelaksanaan penanaman modal di kabupaten; 16

29 m. Mengkaji, merumuskan dan menyusun pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang menjadi kewenang kabupaten berdasarkan pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang ditetapkan oleh pemerintah dan pedoman tata cara pembangunan dan pengembangan sistem informasi penanaman modal skala kabupaten; n. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; o. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; p. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; q. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi dan perumusan laporan hasil kegiatan Bidang Penanaman Modal Daerah, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; r. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; s. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. a. Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal Daerah Kepala Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal Daerah pada Bidang Penanaman Modal Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal Daerah; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal Daerah; c) Melaksanakan identifikasi dan inventarisasi penanaman modal daerah; d) Menyiapkan bidang-bidang usaha unggulan untuk penanaman modal daerah; e) Memfasilitasi pertumbuhan usaha/kemitraan bagi Koperasi dan UKM dengan pengusaha besar dalam rangka penanaman modal daerah; f) Menyiapkan usulan bidang-bidang usaha yang perlu diper-timbangkan tertutup, terbuka dengan persyaratan dan yang mendapat prioritas tinggi di kabupaten; g) Melaksanakan, mengajukan usul materi dan memfasilitasi kerjasama dengan dunia usaha di bidang penanaman modal ditingkat kabupaten; h) Melaksanakan promosi penanaman modal daerah kabupaten baik didalam negeri maupun keluar negeri; 17

30 i) Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan sistem informasi penanaman modal Pemerintah dan pemerintah provinsi; j) Mengumpulkan dan mengolah data kegiatan usaha penanaman modal dan realisasi proyek penanaman modal skala kabupaten; k) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan penanaman modal; l) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; m) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; n) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Pengembangan Penanaman Modal Daerah sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; o) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; p) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Daerah Kepala Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Daerah pada Bidang Penanaman Modal Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Daerah; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Daerah; c) Mempersiapkan bahan kerjasama antar Kabupaten, provinsi dan Pusat serta Luar Negeri dalam menyelenggarakan promosi penanaman modal daerah; d) Menyusun profil kegiatan penanaman modal bidang usaha unggulan/prioritas daerah; e) Melaksanakan penyuluhan dan pelatihan teknis penanganan pengembangan penanaman modal daerah; f) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pembangunan antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/ desa dengan swasta, dalam dan luar negeri; g) Melaksanakan pemberian ijin usaha kegiatan penanaman modal dan non perijinan yang menjadi kewenangan kabupaten; 18

31 h) Melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perijinan dan non perijinan yang menjadi kewenangan kabupaten; i) Melaksanakan pemantauan, bimbingan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal, berkoordinasi dengan pemerintah dan pemerintah provinsi; j) Melaksanakan sosialisasi atas kebijakan dan perencanaan pengembangan, kerjasama luar negeri, promosi, pemberian pelayanan perijinan, pengendalian pelaksanaan dan sistem informasi penanaman modal skala kabupaten kepada aparatur pemerintah dan dunia usaha; k) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; l) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; m) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Pengendalian Penanaman Modal Daerah, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; n) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; o) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 5) BIDANG PEREKONOMIAN Kepala Bidang Perekonomian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Bidang Perekonomian; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Bidang Perekonomian; c. Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan pembangunan di bidang pertanian, kelautan, perindag, koperasi dan jasa kepariwisataan; d. Mengkoordinasikan pemecahan masalah penyusunan perencanaan pembangunan bidang Bidang Perekonomian; e. Kerjasama pembangunan antar daerah dan antara daerah dengan swasta, dalam dan luar negeri; f. Bimbingan, surpervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/desa dengan swasta, dalam dan luar negeri; g. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; 19

32 h. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan i. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; j. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi dan perumusan laporan hasil kegiatan Bidang Perekonomian, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; k. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; l. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. a. Sub Bidang Perekonomian Kepala Sub Bidang Perekonomian pada Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Perekonomian; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Perekonomian; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Sub Bidang Perekonomian; d) Mempersiapkan bahan perumusan rencana pembangunan Bidang Perekonomian meliputi: pertanian, kelautan, perindag, koperasi dan jasa kepariwisataan; e) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; f) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; g) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Perekonomian, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; h) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; i) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bidang Pengembangan Agribisnis Kepala Sub Bidang Pengembangan Agribisnis pada Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Pengembangan Agribisnis; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Pengembangan Agribisnis; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Sub Bidang Pengembangan Agribisnis; 20

33 d) Mempersiapkan bahan perumusan rencana pembangunan Bidang Perekonomian meliputi : pertanian dan kelautan; e) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; f) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; g) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Pengembangan Agribisnis, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; h) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; i) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 6) BIDANG SOSIAL BUDAYA Kepala Bidang Sosial Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Bidang Sosial Budaya; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Bidang Sosial Budaya; c. Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, Adat dan budaya, agama, kesejahteraan rakyat, kependudukan dan keluarga berencana; d. Mengkoordinasikan pemecahan masalah penyusunan perencanaan pembangunan Bidang Sosial Budaya; e. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; f. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; g. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; h. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi dan perumusan laporan hasil kegiatan Bidang Sosial Budaya, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; i. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; j. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. a. Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan pada Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan; 21

34 b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan; d) Mempersiapkan bahan perumusan rencana pembangunan sosial budaya meliputi: pendidikan dan kesehatan; e) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; f) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; g) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Pendidikan dan Kesehatan, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; h) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; i) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bidang Adat dan Budaya Sub Bidang Adat dan Budaya pada Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Adat dan Budaya; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Adat dan Budaya; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Sub Bidang Adat dan Budaya; d) Mempersiapkan bahan perumusan rencana pembangunan sosial budaya meliputi: adat dan budaya, agama, kesejahteraan rakyat, kependudukan dan keluarga berencana; e) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; f) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; g) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Adat dan Budaya, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; h) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; i) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. 7) BIDANG MONITORING DAN PENELITIAN Kepala Bidang Monitoring dan Penelitian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : 22

35 a. Mengkoordinasikan perumusan rencana kegiatan Bidang Monitoring dan Penelitian; b. Mengkoordinasikan penyiapan petunjuk pelaksanaan Bidang Monitoring dan Penelitian; c. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengumpulan data, analisa data dan menyusun statistik serta dokumentasi potensi Kabupaten Karangasem; d. Mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan pengembangan Kabupaten Karangasem; e. Mengkoordinasikan pemecahan masalah penyusunan perencanaan pembangunan Bidang Monitoring dan Penelitian; f. Menkoordinasikan pelaksanaan konsultasi perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah; g. Konsultasi pengelolaan kawasan dan lingkungan perkotaan dan pelayanan perkotaan; h. Perencanaan kelembagaan dan manajemen pengembangan wilayah dan kawasan di kecamatan/desa; i. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan; j. Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; k. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; l. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi dan perumusan laporan hasil kegiatan Bidang Monitoring dan Penelitian, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; m. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; n. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. a. Sub Bidang Statistik dan Monitoring Kepala Sub Bidang Statistik dan Monitoring pada Bidang Monitoring dan Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Statistik dan Monitoring; b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Statistik dan Monitoring; c) Mengkoordinasikan pemecahan permasalahan perumusan perencanaan Statistik dan Monitoring; 23

36 d) Mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan daerah; e) Melaksanakan monitoring, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah; f) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kawasan dan lingkungan, pengembangan wilayah tertinggal, pesisir dan pulau-pulau kecil dan pengembangan kawasan prioritas, cepat tumbuh dan andalan; g) Mengolah dan menganalisa data potensi Kabupaten Karangasem; h) Mengkoordinasikan pengolahan data secara elektronik dalam rangka penyempurnaan system informasi dan komunikasi yang efektif dan presentatif; i) Menyusun statistik dan dokumentasi data potensi Kabupaten Karangasem; j) Menyelenggarakan kerjasama antar lembaga untuk mengembangkan statistik; k) Menetapkan pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah kecamatan/desa; l) Melaksanakan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah; m) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; n) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; o) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Statistik dan Monitoring, sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; p) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; q) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. b. Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) pada Bidang Monitoring dan Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem, mempunyai tugas : a) Merumuskan rencana kegiatan Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang); b) Menyiapkan petunjuk pelaksanaan Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang); c) Mempersiapkan dan mengkoordinasikan kegiatan penelitian pengembangan potensi Kabupaten Karangasem; 24

37 d) Mengadakan kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan merekomendasikan kegiatan penelitian dan pengembangan yang cocok dengan potensi dan kondisi Kabupaten Karangasem; e) Mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian dan pengembangan Kabupaten Karangasem; f) Membina dan mendistribusikan pelaksanaan tugas kepada bawahan; g) Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier; h) Mengevaluasi dan merumuskan laporan hasil kegiatan Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), sebagai pertanggung jawaban kepada atasan; i) Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan; j) Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Struktur Organisasi Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2008 Tanggal 23 Juli 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karangasem, Bagan Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem sebagai berikut : 25

38 BAGAN 2.1 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM KEPALA BADAN JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUB BAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAG KEUANGAN SUB BAG SUNPROG EVALUASI DAN PELAPORAN BIDANG TATA RUANG & PRASARANA BIDANG PENANAMAN MODAL BIDANG PEREKONOMI AN BIDANG SOSIAL BUDAYA BIDANG MONITORING DAN PENELITIAN SUB BID TATA RUANG & LINGKUNGAN HIDUP SUB BID PENGEMBANGAN PENANAMAN MODAL SUB BID PEREKONOMIAN SUB BID PENDIDIKAN DAN KESEHATAN SUB BID STATISTIK DAN MONITORING SUB BID PRASARANA WILAYAH SUB BID PENGENDALIAN PENANAMAN MODAL SUB BID PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SUB BID ADAT DAN BUDAYA SUB BID PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPTB 26

39 2.2 Sumber Daya SKPD Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karangasem didukung oleh sumber daya manusia dan sarana prasarana sebagai berikut : Sumber Daya Manusia 1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan No Pangkat Golongan Jumlah 1 Pembina Utama Muda IV/c 1 Orang 2 Pembina Tk. I IV/b 1 Orang 3 Pembina IV/a 3 Orang 4 Penata Tk. I III/d 7 Orang 5 Penata III/c 5 Orang 6 Penata Muda Tk. I III/b 4 Orang 7 Penata Muda III/a 11 Orang 8 Pengatur Tk. I II/c 1 Orang 9 Pengatur Muda Tk. I II/b 8 Orang 10 Pengatur Muda II/a 7 Orang (keadaan s/d Agustus 2011) 2. Jumlah Pegawai yang telah mengikuti Pelatihan Penjenjangan No Jenis Diklat yang diikuti Jumlah 1 Diklat Kepemimpinan Tingkat II 1 Orang 2 Diklat Kepemimpinan Tingkat III/SPAMA 4 Orang 3 Diklat Kepemimpinan Tingkat IV/ADUMLA 3 Orang 4 ADUM 5 Orang 27

40 2.2.2 Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Karangasem untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut : No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah I Tanah 1. Tanah kantor Bappeda M 2 II II.1 Peralatan dan Mesin Alat Angkutan a. Kendaraan Roda Dua 1. Win Honda Unit 2. Win Honda Unit 3. Win Honda Unit 4. Win Suzuki Unit 5. Win Honda Unit 6. Supra Honda Unit 7. Win Honda Unit 8. Supra Honda Unit 9. Supra Honda Unit b. Kendaraan Roda Empat 1. Panther Izusu Unit 2. Kijang Toyota Unit 3. Kijang Toyota Unit II.2 Alat Kantor dan Rumah Tangga 1. AC National/Sharp Unit 2. Almari/ Almari Arsip Besar/Almari Buku Buah 28

41 No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah 3. Bhineka Tunggal Ika Buah 4. Brankas zebra Buah 5. Compressor Sharp Unit 6. Dispenser Buah 7. Filling Kabinet Brother/Data Plan buah 8. Instalasi listrik AC Unit 9. Jam Dinding Seiko/BSP/Quart z/maspion Buah 10. Kursi Uchiwa Uchiwa Buah 11. Kursi Tamu Antik Antik Buah 12. Kursi Ochitose Ochitose Buah 13. Kursi Putar Ochitose/Elepha nt Buah 14. Kursi Kayu Buah 15. Kursi Duduk Buah 16. Kursi Lipat Elephant/ap gajah Buah 17. Kursi Biasa Buah 18. Kursi Nikita/Isabel Buah 19. Kursi Rapat Napoly/Nikita Buah 20. Kursi rotan Buah 21. Kursi kerja Buah 22. Kursi Biro Eselon II Buah 23 Kursi Biro Eselon III Buah 24 Kalkulator Casio/Citizen Buah 25 Karaoke Qens Buah 26 Kipas Angin CMC/Nasional Buah 29

42 No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah 27 Kain Korden Paradis 39,2 CM, 42,2 CM No. 112/ unit 28 Korden Meter 29 Korden alas meja paket 30 Karpet Nobel 20 M buah 31 Lemari Arsip Olympic/filling/ramin Buah 31 Lemari Ramin Uchiwa Buah 33 Lemari Katalog Buah 34 Meja Pimpinan Biro Biro Buah 35 Meja Biro Biro/jati Buah 36 Meja 1/2 biro Buah 37 Meja Telepon Kecil, Kayu Buah 38 Meja Tulis Buah 39 Meja Kerja Buah 40 Meja Ketik/Komputer Olympic Buah 41 Meja Rapat Buah 42 Meja Buah 43 Meja Tamu Buah 44 Mesin Ketik Brother/WT/Canon Buah 45 Mesin Foto Copy dan Meja Canon NP unit 46 Mesin Jilid Kangaro HD 23 S Buah 47 Mesin Skrai Besar Max Buah 48 Peta Kota Amlapura Buah 49 Peta Kab. Karangasem Buah 50 Peta Kabupaten Karangasem Buah 51 Peta Penggunaan Tanah Buah 30

43 No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah 52 Papan Data Buah 53 Papan Pengumuman White Board Buah 54 Papan Bagan Struktur Jabatan Buah 55 Papan Struktur Organisasi Buah 56 Papan Statistik Buah 57 Pit Jala / Tipis 11 M unit 58 Papan Tulis buah 59 Rak Arsip Buah 60 Rak Buku Jati/kembang Set/bh 61 Rak Tempat Peta Buah 62 Rel Alumunium 13 M, 14,55 CM unit 63 Sofa Java Star Set 64 Tabung Gas Elpiji buah 65 Teralis paket 66 Vacum Cleaner Buah II.3 Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar 1. Telepon Inti Inti Unit 2. Telepon Panaphone Unit 3. Telepon Conair Phone Unit 4. Alat GPS (Alat Komunikasi) Unit 5. Handycam Sony / Cyber Buah 6. TV LG unit 7. GPS Garmins Buah 8 Warless Sanken unit 31

44 No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah 9. PABX dan Pesawat Telepon Panasonic Unit 10. Sound sistem portable Unit 11. Mixer amplifier Unit 12. Camera digital/kamera Canon Unit 13. Faksimale Samsung/Panas onic Unit 14 Kompas/Peralatan Navigasi Buah II.4 Komputer 1. Komputer HI Tech/Epson/winn er/spc/mhz Unit 2 Toshiba LCD Projector TLP 471 Toshiba Unit 3 Manual Screen Manual Unit 4 Notebook Toshiba Unit 5 Program CD 6 High capacity drive, cardtride Buah 7 Flash Disk Buah 8 Digitizer tablet 12" X 12" Set 9 Snanner colour HP Buah 10 Stabiliser 500 W Buah 11 UPS 600 W Buah 12 Avi video recorder system Unit 13 Video camera handycam sony Unit 14 Combo pack modem eksternal Set 15 Combo pack ehernet card Set 16 Cabling Unit 32

45 No Nama/Jenis Barang Merk/Type Tahun Pembelian Jumlah 17 Software sistem informasi p. Mdl Set 18 Printer Buah III Bangunan dan Gedung 1 Gedung kantor M2 2.3 Kinerja Pelayanan SKPD Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kualitas penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan. Beberapa indikator yang menyebabkan adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tersebut meliputi : 1. Meningkatnya intensitas keterlibatan berbagai unsur pemangku kepentingan pembangunan antara lain : DPRD, LSM, Lembaga masyarakat tingkat kelurahan/desa, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan sektor swasta; 2. Meningkatnya kualitas sistem perencanaan dengan terselenggaranya mekanisme perencanaan partisipatif; 3. Terselenggaranya forum SKPD dan gabungan SKPD; 4. Meningkatnya konsistensi antara dokumen perencanaan dengan mekanisme penyusunan anggaran; 5. Meningkatnya intensitas pendampingan perencanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa oleh Bappeda Kabupaten Karangasem dan SKPD terkait. Adapun produk produk perencanaan yang dihasilkan oleh Bappeda kabupaten Karangasem selama lima tahun terakhir adalah sebagai berikut : 1. Penyusunan Buku Hasil kajian dan evaluasi pembangunan kabupaten Karangasem 2. Penyusunan Buku hasil penelitian dampak sosial dan kajian teknis galian C di Kabupaten Karangasem 33

46 3. Penyusunan Buku PDRB Kabupaten Karangasem 4. Penyusunan Buku Karangasem Dalam Angka 5. Penyusunan Buku Sistem Informasi Profil Daerah 6. Penyusunan Buku Profil Daerah 7. Penyelenggaraan Musrenbang RKPD 8. Penetapan RKPD 9. Penyusunan Buku Laporan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan di Kabupaten Karangasem 10. Penyusunan Renja 11. Penyusunan Buku RKT dan PKK 12. Penyusunan dan penetapan KUA dan PPAS 13. Penyusunan SAB Kabupaten Karangasem 14. Penyusunan Buku Laporan Evaluasi Penggunaan Evaluasi DAK 15. Penyusunan Buku Hasil koordinasi perencanaan bidang ekonomi 16. Penyusunan Buku laporan evaluasi program kemiskinan 17. Penyusunan Buku hasil koordinasi perencanaan bidang sosial budaya 18. Penyusunan Dokumen revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karangasem (RTRWK) 19. Penyusunan laporan caturwulan dan tersedianya produk hukum tata ruang 20. Penyusunan FS pengembangan dan penataan Pura Agung Besakih 21. Penyusunan Revisi Perda RDTR Kawasan Wisata Candidasa 22. Sosialisasi program LC wilayah Padangkerta 23. Penyusunan Master plan Agropolitan 24. Inventarisasi jalur hijau 25. Penyusunan laporan inventarisasi data potensi dan permasalahan pada sub bidang fisik serta laporan program CBD 26. Fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha/lembaga (Kerjasama Bappenas) 27. Kajian restribusi pasar terhadap peningkatan PAD Kabupaten Karangasem 28. Penyusunan Buku Kajian teknis prospek pengembangan mangga 29. Sosialisasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah 30. Pemetaan potensi ekonomi daerah 31. Perencanaan program pembangunan prasarana wilayah 32. Penyusunan profil investasi di Kabupaten Karangasem 33. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi realisasi investasi di Kabupaten Karangasem 34. Penyusunan LAKIP Bappeda Kabupaten Karangasem 35. Penyusunan Peta Dasar Kabupaten Karangasem 34

47 36. Penyusunan laporan pelaksanaan program perumahan swadaya di Kabupaten Karangasem 37. Penyusunan RPJMD Kabupaten Karangasem Tahun Koordinasi pengembangan pertanian terintegrasi di lahan kering 39. Penyusunan laporan realisasi investasi di Kabupaten Karangasem 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Dalam kurun waktu lima tahun kedepan, dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem diharapkan responsif, kreatif dan inovatif agar mampu menjawab perubahan lingkungan dan tantangan untuk mewujudkan perencanaan berkualitas dengan mengedepankan pendekatan perencanaan partisipatif diawali dengan meningkatkan kualitas perencanaan teknokratik melalui peningkatan kapasitas dan komitmen SDM perencanaan, memantapkan kelembagaan perencanaan di tingkat basis, serta koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Untuk mewujudkannya, beberapa kondisi yang harus dihadapi dan disiapkan antara lain sebagai berikut : 1. Sering terjadinya perubahan peraturan/pedoman penyelenggaraan perencanaan pembangunan. 2. Meningkatkan koordinasi antara institusi perencana dengan pemegang otoritas penganggaran, untuk menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, dengan menyikapi secara arif dan bijaksana pemberlakuan peraturan perundangan tentang perencanaan dan keuangan negara. 3. Membangun kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap mekanisme dan kredibilitas perencanaan. 4. Meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan di tingkat basis maupun di unit SKPD untuk meningkatkan efektivitas proses perencanaan melalui peningkatan penguasaan keahlian (skill) fungsional perencanaan yang sesuai tugas pokok dan fungsi Bappeda Kabupaten Karangasem. 5. Memantapkan koordinasi perencanaan pembangunan antar SKPD guna mendukung terwujudnya perencanaan yang terintegrasi dan sinergis. 7. Meningkatkan kualitas kebijakan fiskal dalam menyikapi celah fiskal yang ada sehingga secara optimal dapat memanfaatkan kapasitas fiskal untuk mencapai tujuan pembangunan. 8. Menyusun standard operating procedure (SOP) perencanaan. 35

48 9. Menyediakan alat dan metode penilaian kelayakan dalam penetapan skala prioritas kegiatan. 10. Ffasilitasi terhadap terbukanya peluang mengikuti program beasiswa pendidikan formal. 12. Memantapkan pengelolaan dan pemanfaatan data, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, penelitian dan pengembangan, serta pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan. 36

49 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintahan Daerah maka daerah mempunyai kewenangan yang lebih luas untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Konsekuensi dari pelaksanaan Undang-Undang tersebut adalah bahwa Pemerintah Daerah harus dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat Untuk itu sangat diperlukan penguatan kapasitas pemerintah daerah baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta pengelolaan aset-aset daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem sebagai institusi perencana pembangunan, dituntut untuk dapat meningkatkan kapasitasnya di bidang perencanaan pembangunan daerah dengan memperhatikan potensi dan peluang yang dimiliki daerah, mengkaji kendala kendala yang dihadapi oleh daerah serta tetap mengutamakan skala prioritas sehingga perencanaan pembangunan benar-benar merupakan cerminan dari kebutuhan masyarakat. Perencanaan pembangunan juga harus jelas dan sinergis sehingga antara visi, misi dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dapat diselaraskan sehingga benar benar mampu menjawab tuntutan lingkungan baik secara lokal maupun global. Dalam upayanya tersebut, permasalahan yang dihadapi Bappeda sebagai institusi perencana adalah belum meratanya kapasitas analitik SDM perencanaan yang dimiliki; belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data, teknologi informasi dan komunikasi, penelitian dan pengembangan, serta pengendalian perencanaan pembangunan. Keterbatasan anggaran untuk bidang perencanaan juga merupakan permasalahan yang signifikan sehingga menuntut Bappeda Kabupaten Karangasem benar-benar harus mampu secara jeli menyusun perencanaan sesuai dengan prioritas pembangunan. Di sisi lain, kecilnya realisasi dari usulan yang disampaikan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan yang dapat tertampung dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah selama ini, memberikan dampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi perencana. 37

50 Untuk itu, kemampuan teknis perencanaan Bappeda Kabupaten Karangasem sangatlah perlu ditingkatkan, sehingga dapat mendorong berkembangnya aspirasi masyarakat dan mengusulkannya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan untuk membawa kearah yang lebih baik sehingga perencanaan yang dihasilkan sesuai dengan pola pikir perencanaan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Pola pikir yang dimaksud adalah pola pikir perencanaan working plan tidak lagi pola pikir shopping list. Dimana satuan kerja perangkat daerah menyusun perencanaan berdasarkan pagu indikatif dan perencanaan yang disusun merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah memadukan proses politik, proses teknokratik, proses partisipatif dan proses bottom up dan top down. Keterpaduan proses perencanaan ini diharapkan akan lebih banyak dapat menampung aspirasi masyarakat yang selama ini seolah-olah hanya sebagai pelengkap dalam proses perencanaan. 3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Visi Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang ada, serta mempertimbangkan kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Karangasem maka Visi yang hendak dicapai dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karangasem Tahun adalah Mewujudkan Karangasem Jagaditha Ya Ca Iti Dharma Periode ll Penjabaran makna dari Visi tersebut adalah seperti diuraikan dibawah ini. Jagadhita artinya kondisi masyarakat yang berada pada keadaan ekonomi yang sejahtera dengan ukuran menurut terminologi ilmiah, yang selama ini dijadikan indikator oleh pemerintah. Ya Ca Iti Dharma artinya bahwa dasar filosofi yang dijadikan kerangka di dalam berinteraksi sosial adalah nilai-nilai kebenaran universal yang menurut terminologi agama dan hukum positif. Periode ll artinya bahwa dalam pelaksanaan pembangunan tidak bisa instan selalu mengalami proses waktu atau periodeisasi, untuk itu guna melanjutkan visi yang terdahulu perlu berkelanjutan sehingga tujuan menjadi optimal. 38

51 Batasan-batasan: 1. Batasan sejahtera yaitu adanya penurunan secara signifikan terhadap angka kemiskinan secara bertahap dan komprehensif. 2. Nilai-nilai kebenaran terminologi agama yang dijadikan acuan secara khusus adalah Agama Hindu dengan nafas budaya Bali dan Undang-Undang Negara. Misi RPJMD Kabupaten Karangasem yang merupakan tujuan kedua dari RPJPD Kabupaten Karangasem adalah dalam rangka untuk membuat Karangasem kedepan menjadi lebih baik dengan mencermati isu-isu strategis, baik yang bersifat internal (kekuatan dan kelemahan) maupun bersifat eksternal (peluang dan tantangan). Globalisasi dalam pasar bebas merupakan peluang bagi sumber daya manusia Karangasem untuk dapat berkiprah, baik ditingkat daerah, nasional maupun ditingkat global. Globalisasi merupakan peluang untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus menurunkan tingkat pengangguran. Dalam rangka mewujudkan Karangasem Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Periode ll akan dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan. Mengembangkan ekonomi kerakyatan, meningkatkan peran sektor pertanian, memantapkan pengembangan koperasi dan lembaga ekonomi kerakyatan lainnya, mengembangkan industri kecil dan industri menengah lainnya, serta memperkuat lembaga tradisional kemasyarakatan, mewujudkan ketentraman, kedamaian serta kerukunan hidup bermasyarakat dalam kemajemukan, mengembangkan sistem keamanan yang berstandar internasional. Untuk dapat mengantisipasi kondisi dan permasalahan yang ada serta memperhatikan tantangan ke depan dengan mempertimbangkan peluang yang dimiliki, untuk menuju Karangasem Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Periode ll maka rumusan Misi Kabupaten Karangasem dalam pencapaian Visi Karangasem ditetapkan dalam 3 Misi yaitu: Misi Pertama Misi Kedua Misi Ketiga : Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintah Bebas KKN : Peningkatan dan Penyelarasan Pembangunan : Penyelenggaraan Tugas Fungsi Sosial Kemasyarakatan 39

52 Tujuan dan Sasaran Adapun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dari setiap misi yang dirumuskan untuk menuju Karangasem Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Periode ll dapat dijabarkan dalam tabel berikut : Tabel 3.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kabupaten Karangasem VISI : Mewujudkan Karangasem Jagaditha Ya Ca Iti Dharma Periode ll MISI I : Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintah Bebas KKN Tujuan Tujuan : Mengoptimalkan pelayanan, pendayagunaan aparatur dan peningkatan kompetensi aparatur, pendayagunaan organisasi dan sistem, fasilitasi antar stakeholders, demokratisasi pelaksanaan aturan perundangan negara. Sasaran 1 Optimalisasi pelayanan 2 Pendayagunaan dan peningkatan kompetensi aparatur 3 Pendayagunaan organisasi dan sistem 4 Fasilitasi antar stakeholders 5 Demokratisasi MISI II : Peningkatan dan Penyelarasan Pembangunan 6 Pelaksanaan aturan perundangan negara Tujuan Tujuan : Mewujudkan pendayagunaan potensi dan pemanfaatan SDA berkelanjutan, peningkatan investasi berwawasan lingkungan, pemberdayaan masyarakat yang bertanggung jawab, peningkatan dan penyelarasan pembangunan di segala bidang serta menjaga kelestarian lingkungan fisik dan non fisik. Sasaran 1 Pendayagunaan potensi dan pemanfaatan SDA berkelanjutan 2 Peningkatan investasi berwawasan lingkungan 3 Pemberdayaan masyarakat bertanggung jawab 4 Peningkatan dan penyelarasan pembangunan di segala bidang 5 Menjaga kelestarian lingkungan fisik dan non fisik 40

53 MISI III : Penyelenggaraan Tugas Fungsi Sosial Kemasyarakatan Tujuan Tujuan : Pengurangan jumlah RT miskin secara bertahap dan komprehensif, peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi, adanya jalinan kemitraaan strategis dengan stakeholders sampai ketingkat kecamatan, serta menjaga keamanan dan ketertiban sosial, pelestarian nilai-nilai budaya tradisional. Sasaran 1 Pengentasan kemiskinan bertahap dan komprehensif 2 Kesejahteraan sosial 3 Mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan pemanfaataan IT 4 Menjalin kemitraan strategis dengan stakeholders 5 Menjaga keamanan dan ketertiban sosial, pelestarian nilai-nilai budaya bali Untuk mendukung visi, misi kepala daerah terpilih, dan mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem dituntut untuk dapat mewujudkan perencanaan yang berkualitas yang mensinergikan antara visi, misi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan mengedepankan aspirasi masyarakat melalui perencanaan partisipatif dengan memperhatikan potensi daerah yang dimiliki dengan mengoptimalkan kapasitas Bappeda Kabupaten Karangasem sebagai institusi perencana. 3.3 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan penataan ruang di Kabupaten Karangasem saat ini antara lain: (1) masih terbatas nya pengetahuan aparat dalam penataan ruang sehingga menyebabkan persepsi yang berbeda diantara aparatur pemerintah didalam memahami peraturan yang ada, (2) rendahnya tingkat kesadaran investor dalam mencari informasi tata ruang (advice planning) sebelum melakukan investasi sehingga pembangunan oleh investor cenderung melanggar kawasan perlindungan seperti sempadan pantai, sempadan jurang, sempadan sungai serta pelanggaran RTH berfungsi lindung, (3) kecenderungan investor merangkul dan memanfaatkan organisasi masyarakat setempat seperti Desa Pakraman dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya dalam mencari dukungan setelah 41

54 melakukan pelanggaran tata ruang jika berhadapan dengan Pemerintah, (4) belum optimalnya pengendalian pemanfaatan ruang serta belum optimalnya mekanisme pengendalian pembangunan ( development control), (5) belum sepenuhnya rencana tata ruang wilayah di pakai sebagai pedoman dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan daerah serta pelaksanaan investasi, (6) belum selesainya penyusunan review RTRW Kabupaten Karangasem yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, (7) belum semua wilayah/kawasan memiliki rencana tata ruang yang dapat dipakai sebagai acuan dalam pengembangan wilayah untuk mengurangi salah penafsiran. Tantangan yang dihadapi Kabupaten Karangasem dalam pengembangan wilayah adalah adanya kesenjangan pembangunan antara wilayah dan antara perdesaan dengan perkotaan. Wilayah karangasem bagian utara (Kecamatan Abang dan Kubu) merupakan kawasan yang cenderung tandus didominasi oleh lahan perkebunan. Namun demikian, untuk saat ini mulai muncul kecenderungan perkembangan ke arah pariwisata. Sedangkan wilayah Karangasem bagian selatan (Kecamatan Karangasem, Manggis dan Bebandem), merupakan wilayah relatif subur dengan perkembangan penggunaan lahan lebih padat dibandingkan dengan wilayah lainnya, dan merupakan pusat kegiatan jasa, ekonomi, pendidikan dan lain-lain, yang didukung oleh infrastruktur yang relatif lebih lengkap. Sedangkan untuk wilayah Karangasem bagian barat (Kecamatan Selat, Sidemen dan Rendang) merupakan wilayah yang didominasi oleh pertanian dalam arti luas. Produksi sawah dan perkebunan mendominasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan potensi lain seperti pariwisata, industri kecil, pertambangan juga terdapat pada wilayah tersebut. Potensi yang perlu diwaspadai keberadaan perkembangannya adalah keberadaan potensi galian C yang sampai saat ini masih di eksplorasi. Kesenjangan pembangunan terjadi pada wilayah bagian selatan meliputi Kecamatan Karangasem, Bebandem dan Manggis berlangsung relatif lebih cepat terutama dalam alih fungsi lahan, diikuti pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Wilayah bagian utara kondisi infrastruktur yang kurang memadai yang disebabkan oleh kondisi kawasan secara geografis kurang menguntungkan (kering/tandus), kegiatan ekonomi lebih dominan pada bidang perkebunan dan pertambangan. Peluang untuk pengembangan wilayah adalah dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mana dalam penataan ruang yang ketat harus dilakukan sesuai rencana tata ruang wilayah dan mendorong pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menyusun rencana rinci tata ruang sesuai kewenangannya. Untuk 42

55 memperkecil tingkat kesenjangan pembangunan pada dua kawasan tersebut maka perlu ditetapkan zonasi kawasan didukung oleh regulasi yang kuat, serta mengarahkan investasi pada wilayah yang belum berkembang dengan tetap memperhatikan kondisi dan daya dukung lingkungan. Kekuatan yang ada dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah adanya peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan antara lain: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan, Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Lingkungan. Demikian pula, awig-awig desa pakraman, kearifan lokal (tri hita karana, tri mandala, tumpek uduh/kandang, nyegara gunung dan lain-lain), keberadaan desa pakraman, LSM, dan lembaga sosial lainnya memilki peranan yang besar dalam pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Tantangan dalam pengelolaan lingkungan hidup antara lain: masih rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, masih kurang jelasnya/ketidakpastian substansi dari produk hukum di bidang lingkungan hidup, dan masih belum jelasnya mekanisme keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan tentang hakekat dan fungsi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan belum diterapkannya rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL). Peluang pengelolaan lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam tahapan perencanaan adalah adanya upaya untuk menyusun kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). KLHS merupakan kajian lingkungan hidup yang lebih terfokus pada kajian yang bersifat lebih strategis yakni di tingkat kebijakan, rencana dan program. Penerapan KLHS akan diarahkan pada pemberdayaan rencana pembangunan yang bersifat strategis (RPJP, RPJM, RTRW, dan sebagainya) yang menekankan pada proses kerjasama dan partisipatif dari seluruh komponen terkait/stakeholder secara tripartit (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha). Ancaman terhadap meningkatnya degradasi lingkungan dapat terjadi karena kesalahan dalam memformulasikan pengertian otonomi daerah dengan melakukan pembangunan yang berdalih meningkatkan PAD apalagi tidak mengikuti prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Adanya kebijakan yang berorientasi pada peningkatan ekonomi 43

56 tanpa memperhatikan aspek lingkungan, pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukan, serta pelanggaran pemanfaatan ruang baik di daerah hulu, tengah, maupun hilir akan menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan yang pada akhirnya akan menurunkan kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Ancaman lainya yang memperparah kerusakan lingkungan adalah aktivitas pembangunan yang dapat merusak terumbu karang, perambahan, dan pembakaran hutan. Alih fungsi lahan menyebabkan rusaknya habitat flora dan fauna sehingga dapat mengancam kelestarian sumberdaya keanekaragaman hayati. 3.4 Penentuan Isu-isu Strategis Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, sistem Perencanaan Pembangunan mencakup lima pendekatan dalam seluruh rangkaian perencanaan, yaitu : 1. Pendekatan Politik Pendekatan politik memandang bahwa pemilihan Kepala Daerah adalah proses penyusunan rencana, karena rakyat pemilih menentukan pilihannya berdasarkan programprogram pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon Kepala Daerah. Oleh karena itu, rencana pembangunan adalah penjabaran dari agenda agenda pembangunan yang ditawarkan Kepala Daerah pada saat kampanye ke dalam rencana pembangunan jangka menengah. 2. Pendekatan Teknokratik Perencanaan dengan pendekatan teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. 3. Pendekatan partisipatif Perencanaan dengan pendekatan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) terhadap pembangunan. Pelibatan mereka adalah untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki. 4. Pendekatan atas bawah (top down), dan 5. Pendekatan bawah atas (bottom up) Pendekatan atas-bawah (top down) dan bawah-atas (bottom up) dalam perencanaan dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Rencana hasil proses atas-bawah 44

57 dan bawah atas diselaraskan kabupaten/kota, kecamatan, maupun di tingkat desa/kelurahan. melalui musyawarah yang dilaksanakan baik di tingkat Perencanaan pembangunan terdiri dari 4 (empat) tahapan yakni : 1. Penyusunan rencana, Tahap penyusunan rencana dilaksanakan untuk menghasilkan rancangan lengkap satu rencana untuk ditetapkan yang terdiri dari 4 (empat) langkah. Langkah pertama adalah penyiapan rancangan rencana pembangunan yang bersifat teknokratik, menyeluruh, dan terukur; Langkah kedua, masing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja dengan berpedoman pada rancangan rencana pembangunan yang telah disiapkan; Langkah ketiga, adalah melibatkan masyarakat (stakeholders) dan menyelaraskan rencana pembangunan yang dihasilkan masing-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan. Dan langkah berikutnya adalah penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan. 2. Penetapan rencana, Tahap penetapan rencana adalah menjadikan perencanaan sebagai produk hukum sehingga mengikat semua pihak untuk melaksanakannya. Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah, sedangkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. 3. Pengendalian pelaksanaan rencana, Pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan dimaksudkan untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang tertuang dalam rencana melalui kegiatankegiatan koreksi dan penyesuaian selama pelaksanaan rencana tersebut oleh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah. 4. Evaluasi pelaksanaan rencana Dalam tahap evaluasi pelaksanaan rencana, Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Evaluasi pelaksanaan rencana adalah bagian dari kegiatan perencanaan pembangunan yang secara sistematis mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk menilai pencapaian sasaran, tujuan, dan kinerja pembangunan. Evaluasi ini dilaksanakan berdasarkan indikator dan 45

58 sasaran kinerja yang tercantum dalam dokumen rencana pembangunan. Indikator dan sasaran kinerja mencakup masukan ( input), keluaran ( output), hasil ( result), manfaat ( benefit), dan dampak (impact). Dalam rangka perencanaan pembangunan, setiap Perangkat Daerah berkewajiban untuk melaksanakan evaluasi kinerja pembangunan yang merupakan dan atau terkait dengan tugas fungsi dan tanggungjawabnya. Dalam melaksanakan evaluasi kinerja kegiatan pembangunan, Perangkat Daerah mengikuti pedoman dan petunjuk pelaksanaan evaluasi kinerja untuk menjamin keseragaman metode, materi, dan ukuran yang sesuai untuk masing-masing jangka waktu sebuah rencana. Keseluruh tahapan perencanaan pembangunan di atas diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu kesatuan siklus perencanaan yang utuh. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah disusun dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Perencanaan pembangunan daerah dimaksud disusun oleh pemerintahan daerah sesuai dengan kewenangannya yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Penyusunan perencanaan pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tidak lepas dari meningkatnya kapasitas kelembagaan Bappeda meliputi kapasitas SDM, sarana dan prasarana serta sistem perencanaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, meliputi: a) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan diklat fungsional perencana; b) Tersedianya hasil-hasil kajian perencanaan, meliputi : master plan, grand design, RDTR kawasan, RTRW, data base, dan kajian sektor lainnya sebagai pendukung perencanaan pembangunan; c) Fasilitasi berbagai forum multistakeholders di bidang perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan lainnya; d) Meningkatnya koordinasi perencanaan intern yang mantap, sinergis, dan terpadu antara lain melalui focused group discussion (FGD); e) Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan informasi. 46

59 Namun disayangkan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ini belum secara signifikan diikuti oleh peningkatan kualitas produk perencanaan. Hal ini disebabkan adanya beberapa tantangan dan permasalahan pokok antara lain: 1. Perubahan peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan; 2. Masih adanya persepsi yang salah terhadap posisi Bappeda sebagai lembaga perencanaan; 3. Belum mantapnya mekanisme perencanaan antara Bappeda dengan SKPD dan antar SKPD; 4. Mengendurnya semangat masyarakat akibat dari menurunnya kepercayaan terhadap jaminan kepastian akan direalisasikannya rencana; 5. Lemahnya kapasitas kelembagaan perencanaan di tingkat basis yang menyebabkan kurang efektifnya proses perencanaan dan berakibat pada tumbuhnya perilaku (shortcutting); 6. Internal birokrasi: lemahnya koordinasi dan masih adanya ego sektoral antar SKPD; rendahnya kapasitas dan komitmen SKPD pada proses perencanaan; 7. Internal Bappeda Kabupaten Karangasem : belum meratanya kapasitas analitik SDM perencanaan; belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data, teknologi informasi dan komunikasi, penelitian dan pengembangan, serta pengendalian perencanaan pembangunan. ASUMSI Dalam upaya mencapai sasaran jangka menengah Bappeda Kabupaten Karangasem yang realistis perlu ditetapkan asumsi-asumsi dasar. Asumsi tersebut dijadikan pertimbangan dalam menganalisis masing - masing strategi yang tertuang dalam SWOT. Asumsi dasar tersebut antara lain : 1. Renstra Bappeda Kabupaten Karangasem mendapat dukungan dan komitmen penuh dari jajaran Bappeda Kabupaten Karangasem; 2. SDM Bappeda Kabupaten Karangasem tercukupi dan dapat didayagunakan secara penuh; 3. Regulasi dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun provinsi mendukung programprogram yang ditetapkan dalam Renstra Bappeda Kabupaten Karangasem; 47

60 4. Asumsi/ancar-ancar anggaran dari Pusat maupun Provinsi tidak mengalami perubahan dengan nilai yang besar; 5. Stakeholder dan Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya mendukung dan berpartisipasi penuh dalam perencanaan pembangunan daerah termasuk pemanfaatan dokumen perencanaan yang dihasilkan oleh Bappeda Kabupaten Karangasem sebagai dasar perencanaan; 6. Dana yang diperlukan untuk kepentingan perencanaan pembangunan Kabupaten Karangasem tersedia dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan; 7. Monitoring dan evaluasi pembangunan dalam rangka perencanaan pembangunan berjalan efektif di Kabupaten Karangasem; 8. Stabilitas politik, ekonomi, sosial dan keamanan terjamin. IDENTIFIKASI FAKTOR STRATEGI Dalam melakukan analisis untuk menentukan strategi, sasaran, program dan kegiatan selama lima tahun ke depan Renstra Bappeda Kabupaten Karangasem menggunakan telaahan SWOT yang menganalisis faktor-faktor (kekuatan ( strengths), Kelemahan ( weaknesses), Peluang (opportunities) dan ancaman (threats)). 1. IDENTIFIKASI FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL a. Peluang yang dapat dimanfaatkan, antara lain : 1. Dukungan Pemerintah Pusat dan Propinsi terhadap pelaksanaan perencanaan pembangunan di daerah. 2. Peningkatan peran dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. 3. Terbukanya kesempatan yang luas bagi peningkatan mutu Sumber Daya Manusia melalui penyelenggaraan/pegiriman untuk menempuh pendidikan maupun pelatihan gelar maupun non gelar. 4. Ketersediaan dan kesanggupan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun perguruan tinggi untuk terlibat sebagai mitra kerja dalam proses perencanaan pembangunan daerah. 5. Perkembangan wilayah yang pesat akibat pengaruh pelaksanaan pembangunan. 48

61 b. Tantangan/ancaman yang perlu diantisipasi, antara lain : 1. Munculnya berbagai kebijakan nasional yang berdampak pada perubahan kebijakan daerah secara mendadak sehingga menyebabkan inkonsistensi perencanaan pembangunan di daerah. 2. Terdapatnya pertentangan/ketidak sesuaian antara peraturan perundangan yang mengatur sistem perencanaan pembangunan dengan peraturan perundangan lainnya yang berkaitan sehingga berdampak terhadap mekanisme perencanaan pembangunan daerah. 3. Belum optimalnya hasil perencanaan pembangunan karena masih terdapatnya tumpang tindih perencanaan yang dilakukan oleh SKPD 4. Belum adanya keterbukaan dan kemudahan akses informasi untuk kepentingan perencanaan pembangunan. 5. Perubahan paradigma perencanaan pembangunan yang menuntut perencana sebagai fasilitator dan mediator dalam menata inisiatif masyarakat. 6. Belum optimalnya kegiatan evaluasi pelaksanaan pembangunan dalam memberikan konstribusi terhadap penyusunan kegiatan perencanaan selanjutnya. 7. Keterbatasan anggaran daerah sebagai kunci dalam mewujudkan perencanaan yang telah disusun. 2. IDENTIFIKASI FAKTOR STRATEGI INTERNAL a. Kekuatan yang bisa digunakan, antara lain : 1. Keberadaan Bappeda Kabupaten Karangasem sebagai lembaga perencanaan pembangunan daerah. 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional yang mengatur kewenangan perencanaan dan menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah. 3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia yang profesional dan berkualitas. 4. Dokumen-dokumen perencanaan yang disusun oleh Bappeda Kabupaten Karangasem sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan daerah. 5. Perencanaan pembangunan daerah sudah dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. 49

62 b. Kendala/kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain : 1. Kelembagaan perencanaan daerah yang belum optimal. 2. Koordinasi perencanaan antar satuan kerja perangkat daerah yang masih lemah. 3. Terbatasnya sarana-prasarana pendukung perencanaan pembangunan daerah. ANALISIS Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor kekuatan, kendala/kelemahan, peluang,tantangan/ancaman serta dengan analisis SWOT diperoleh alternatif-alternatif strategi jangka menengah Bappeda Kabupaten Karangasem melalui pengelompokan sebagai berikut : 1. Strategi memakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang; 2. Strategi menanggulangi kendala/kelemahan dengan memanfaatkan peluang; 3. Strategi memakai kekuatan untuk menghadapi tantangan/ancaman; 4. Strategi memperkecil kendala/kelemahan dan menghadapi tantangan/ancaman. Dari hasil analisis yang dilaksanakan, dengan membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman ( threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) maka posisi Bappeda Kabupaten Karangasem berada pada kuadran I (agresif), karena perbandingan antara faktor-faktor tersebut masih bernilai positif. Posisi Bappeda Kabupaten Karangasem pada kuadran I merupakan kondisi yang menguntungkan, karena Bappeda Kabupaten Karangasem memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Walaupun posisi Bappeda Kabupaten Karangasem sangat menguntungkan dan mendukung pengembangan Bappeda Kabupaten Karangasem sebagai lembaga perencanaan pembangunan daerah tetapi nilai positif tidak terlalu dominan sehingga ke depannya pengaruh kelemahan maupun ancaman masih sangat perlu di perhatikan. 50

63 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi SKPD Visi Visi adalah gambaran kondisi ideal tentang masa depan yang realistik, yang ingin diwujudkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai institusi perencana pembangunan dan dengan mengacu kepada terwujudnya visi dan misi Kepala Daerah terpilih, maka visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem adalah Terwujudnya Perencanaan Pembangunan Daerah yang Komperehensif dan Berkelanjutan. Komperehensif dan berkelanjutan mengandung makna bahwa perencanaan dilakukan secara menyeluruh, terpadu, efektif dan efesien serta berwawasan budaya dan ramah lingkungan sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sebagai penjabaran dari visi yang telah ditetapkan. Misi harus jelas dan disesuaikan dengan tugas, pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Misi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem yaitu : 1. MENINGKATKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Perencanaan pembangunan sebagai pelaksana fungsi manajemen harus mampu mengkoordinasikan proses perencanaan pembangunan daerah secara intensif dan menyeluruh di segala bidang pembangunan serta melakukan pengendalian terhadap perencanaan yang telah dirumuskan. 2. MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Dalam upaya mewujudkan perencanaan yang berkualitas, Bappeda sebagai institusi perencana harus mampu meningkatkan kemampuannya dalam menyediakan data/informasi, dokumen pembangunan daerah secara cepat, tepat, akurat dan akuntabel. 51

64 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 ( satu ) sampai dengan 5 ( Lima ) tahunan, yang mengacu pada Visi dan Misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang, Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan Misi Strategi dan Kebijakan SKPD Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan, dirancang secara konseptual, analitis, realistis, rasional, dan komprehensif. Strategi diwujudkan dalam kebijakan dan program SKPD. Kebijakan adalah arah yang diambil oleh SKPD dalam menentukan bentuk konfigurasi program dan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh SKPD. Tujuan, Sasaran, Target, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem sebagai berikut : 52

65 53

66 54

67 55

68 56

69 57

70 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Rencana program dan kegiatan merupakan perwujudan dari beberapa kebijakan dan strategi organisasi. Program adalah bentuk instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD untuk mencapai sasaran dan tujuan SKPD. Dengan demikian kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang merupakan konstribusi bagi pencapaian visi dan misi organisasi. Kegiatan merupakan aspek operasional dari suatu rencana strategis yang diarahkan untuk memenuhi sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi. Sementara itu yang dimaksud dengan indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu program dan kegiatan, baik kuantitatif maupun kualitatif yang secara khusus dinyatakan sebagai pencapaian tujuan yang dapat menggambarkan skala atau tingkatan yang digunakan sebagai alat kegiatan pemantauan dan evaluasi, baik kinerja input, process, outputs, outcomes maupun impacts sesuai dengan sasaran rencana program dan kegiatan. Program terdiri dari beberapa kegiatan yang berupa: 1. Kerangka regulasi yang bertujuan untuk memfasilitasi, mendorong, maupun mengatur kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. 2. Kerangka anggaran yang bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa public yang diperlukan masyarakat. 58

71 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Indikator Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Karangasem tahun disajikan dalam tabel 6.1 berikut ini : Tabel 6.1 Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Kondisi No ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH Satuan Kinerja Pada Awal Periode RPJMD Thn Th Target Capaian Setiap Tahun Th Th Th Th Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) I a ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 1.1 Pertumbuhan Ekonomi % 5,38 5,75 6,12 6,49 6,86 7,21 7, PDRB (Harga Konstan) Rp Milyar 1792, , , , , , , Laju Inflasi % 5,99 5,71 5,43 5,14 4,86 4,58 4, PDRB Perkapita (Harga Berlaku) Rp Juta 10,94 11,97 13,21 14,74 16,67 19,19 19, Persentase penduduk di atas garis kemiskinan % 93,22 94, ,89 96,78 97,67 97,67 II a ASPEK PELAYANAN UMUM Fokus Layanan urusan wajib 4 Perumahan 4.1 Rumah tangga pengguna air bersih % Rumah tangga pengguna listrik % 92,64 94,11 95,58 97,05 98, Rumah tangga bersanitasi % 79,12 79,3 79,47 79,65 79, Lingkungan pemukiman sehat % 71,15 72,92 74,69 76,46 78, Rumah layak Huni % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 5 Penataan Ruang 59

72 5.1 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB % 60,54 62,43 64,32 66,22 68, Perencanaan Pembangunan Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA Tersedianya dokumen perencanaan RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA/PERKADA Tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA Penjabaran Program RPJMD ke dalam RKPD Ada/tidak ada ada ada ada ada ada ada Ada/tidak ada ada ada ada ada ada ada Ada/tidak ada ada ada ada ada ada ada % Penanaman Modal 16.1 Jumlah Investor berskala nasional (PMD/PMN)dan PMA % Realisasi investasi % 33,84 47,07 60,3 73,53 86, Statistik 23.1 Buku Karangasem Dalam Angka Ada/tidak ada ada ada ada ada ada ada 23.2 Buku PDRB Kabupaten Ada/tidak ada ada ada ada ada ada ada III a ASPEK DAYA SAING Fokus Kemampuan Ekonomi daerah 1.1 Pertumbuhan Ekonomi % 5,38 5,75 6,12 6,49 6,86 7,21 7,21 b Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur 2 Penataan ruang 2.1 Ketaatan terhadap RTRW % Lingkungan Hidup 3.1 Ketersediaan air bersih %

73 BAB VII PENUTUP Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA -SKPD) merupakan kewajiban setiap unit kerja dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi instansi dalam waktu lima tahun. Rencana Strategis (Renstra) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun , merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Karangasem Tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabup aten Karangasem Tahun , yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang disusun dan bersifat indikatif. Rencana Strategis Bappeda Kabupaten Karangasem merupakan pedoman dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Bappeda sebagai institusi yang mempunyai tugas dan wewenang sebagai perencana daerah yang dituntut untuk dapat selalu meningkatkan kapasitasnya di bidang perencanaan. Demikian Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem Tahun

74 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN

75 VISI MISI TUJUAN INDIKATOR TUJUAN TARGET SASARAN STRATEGIS INDIKATOR SASARAN FORMULA/ PENJELASAN TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG KOMPREHENSIF DAN BERKELANJUTAN MENINGKATKAN KAPASITAS 1 Meningkatnya Kapasitas Badan 90% 1 Keterpaduan program dan kegiatan 1 Persentase tercapainya sasaran KELEMBAGAAN PERENCANAAN Perencanaan Pembangunan Daerah pembangunan meningkat tahunan terhadap target sasaran PEMBANGUNAN DAERAH Kabupaten Karangasem jangka menengah 1 Meningkatnya peran bappeda dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta evaluasi terhadap rencana pembangunan daerah Perbandingan capaian sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah x 100% 90% 2 Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah 2 Persentase program-program dengan capaian kinerja minimal 90% Perbandingan jumlah program dengan capaian kinerja minimal 90% terhadap jumlah program yang dilaksanakan x 100% 2 MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 2 Meningkatnya Kualitas perencanaan pembangunan daerah 1 Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas 100% 3 Tersedianya perencanaan pembangunan yang berkualitas 1 Persentase SKPD dengan dokumen Jumlah SKPD yang disampel perencanaan yang baik yang memiliki dokumen perencanaan dengan tingkat kesesuaian 80% terhadap kriteria perencanaan yang telah ditentukan berbanding dengan jumlah seluruh SKPD yang disampel x 100%

76 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN Nama SKPD : 2. Tugas Pokok : 3. Fungsi : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN KARANGASEM Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah 1. Perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan daerah 2. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan daerah 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah 4. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan NO KINERJA UTAMA ATAU TUJUAN/SASARAN STRATEGIS/ HASIL INDIKATOR KINERJA PENJELASAN/ FORMULA PENANGGUNGJAWAB SUMBER DATA KETERANGAN 1 Keterpaduan program dan kegiatan pembangunan meningkat Persentase tercapainya sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah Perbandingan capaian sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah x 100% BAPPEDA BAPPEDA 2 Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Persentase program-program dengan capaian kinerja minimal 90% Perbandingan jumlah program dengan capaian kinerja minimal 90% terhadap jumlah program yang dilaksanakan x 100% BAPPEDA BAPPEDA 3 Tersedianya perencanaan pembangunan yang berkualitas Persentase SKPD dengan dokumen perencanaan yang baik Jumlah SKPD yang disampel yang memiliki dokumen perencanaan dengan tingkat kesesuaian 80% terhadap kriteria perencanaan yang telah ditentukan berbanding dengan jumlah seluruh SKPD yang disampel x 100% BAPPEDA BAPPEDA Amlapura, 31 Desember 2013 Kepala Bappeda Kab. Karangasem, I Ketut Sedana Merta, ST., MT Pembina Nip

77 RENCANA STRATEGIS TAHUN INSTANSI VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI : BAPPEDA KABUPATEN KARANGASEM : TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG KOMPREHENSIF DAN BERKELANJUTAN : 1 MENINGKATKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 2 MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH : : Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah 1. Perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan daerah 2. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan daerah 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah 4. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan TUJUAN SASARAN STRATEGIS TARGET STRATEGI URAIAN INDIKATOR TUJUAN TARGET TUJUAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN 1 Meningkatnya Kapasitas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karangasem 1 2 Terciptanya sistem perencanaan pembangunan yang terpadu dan menyeluruh % Keterpaduan program dan kegiatan pembangunan meningkat Persentase tercapainya sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah 75% 75% 85% 85% 90% Menyelaraskan konsep program dengan instansi terkait, menyangkut segala bidang pembangunan Program Perencanaan Pembangunan Daerah Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Persentase programprogram dengan capaian kinerja minimal 90% 75% 75% 85% 85% 90% Mengoptimalkan fungsi koordinasi, pengendalian, monitoring dan evaluasi Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Program Perencanaan Sosial dan Budaya Program Perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam Program Pengembangan Perumahan Program Perencanaan Tata Ruang Program Pemanfaatan Ruang

78 TUJUAN SASARAN STRATEGIS TARGET STRATEGI URAIAN INDIKATOR TUJUAN TARGET TUJUAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi Program Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Daerah Program peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH Program Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi, Rawa dan Pengairan lainnya Program pengembangan perencanaan wilayah strategis dan cepat tumbuh 2 Meningkatnya Kualitas perencanaan pembangunan daerah Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas 100% Tersedianya perencanaan pembangunan yang berkualitas Persentase SKPD dengan dokumen perencanaan yang baik 75% 80% 90% 95% 100% Meningkatkan kualitas data pendukung perencanaan daerah Program Pengembangan Data/Informasi Program kerjasama pembangunan Program Perencanaan Pembangunan Daerah Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah

79 TUJUAN SASARAN STRATEGIS TARGET STRATEGI URAIAN INDIKATOR TUJUAN TARGET TUJUAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN Program Peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan) Amlapura, 31 Desember 2013 Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, ST., MT Pembina NIP

80 RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2013 Satuan Kerja Perangkat Daerah : Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun Anggaran : 2013 SASARAN SRATEGIS INDIKATOR KINERJA Keterpaduan program dan kegiatan pembangunan meningkat 1 2 Persentase tercapainya sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Tersedianya perencanaan pembangunan yang berkualitas Persentase program-program dengan capaian kinerja minimal 90% Persentase SKPD dengan dokumen perencanaan yang baik Amlapura, Januari 2014 Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, ST., MT Pembina NIP

81 TARGET 3 85% 85% 90%, 7

82 TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Satuan Kerja Perangkat Daerah : Bappeda Kabupaten Karangasem Tahun Anggaran : 2013 SASARAN SRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET ANGGARAN (RP) Keterpaduan program dan kegiatan pembangunan Persentase tercapainya sasaran tahunan terhadap 85% Program Perencanaan Pembangunan Daerah meningkat target sasaran jangka menengah Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Persentase program-program dengan capaian kinerja minimal 90% 85% - Penyelenggaraan Musrenbang RKPD 450 Buku ,00 - Penetapan RKPD 100 Buku ,00 - Penyusunan dan Penetapan KUA dan PPAS 640 Buku ,00 - Pengkajian dan Evaluasi Pembangunan Kabupaten Karangasem 1 Paket ,00 - Koordinasi dan Evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 70 Buku ,00 - Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 190 Buku ,00 - Evaluasi RPJMD Kabupaten Karangasem Tahun Buku ,00 Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi - Pengembangan Pertanian Terintegrasi di Lahan Kering 40 Buku ,00 - Iptek Bagi Wilayah 1 Paket ,00 - Koordinasi Tindak Lanjut MP3EI di Kab. Karangasem 40 Buku ,00 Program Perencanaan Sosial dan Budaya - Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya Program Perencanaan Tata Ruang 60 Buku ,00 - Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan 3 Paket, 3 Kecamatan ,00 8

83 SASARAN SRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET ANGGARAN (RP) Program Pemanfaatan Ruang - Peningkatan Kelembagaan Tata Ruang 50 Buku laporan semesteran ,00 Program Pengembangan Perumahan - Monitoring dan Evaluasi Program Perumahan Kabupaten Karangasem Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya 40 Buku, 8 Kecamatan ,00 - Monitoring, evaluasi dan pelaporan 50 Buku ,00 Program Perencanaan Prasarana wilayah dan sumber Daya Alam - Monitoring, evaluasi dan pelaporan 50 Buku ,00 Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama investasi - Penyusunan Profil Investasi Pengembangan Kawasan Pelabuhan Cruise Tanah Ampo 25 Buku ,00 - Peningkatan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha 25 Buku Inventarisasi Potensi Unggulan di 8 Kecamatan ,00 - Penyelenggaraan pameran investasi 2 Kali ,00 - Monitoring dan evaluasi realisasi investasi di Kabupaten Karangasem Program Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Daerah - Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah tertinggal (P2KP-DT) di Kab. Karangasem 90 Perusahaan ,00 20 Buku, 10 Kelompok ,00 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan - Penguatan kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 180 Buku ,00 9

84 SASARAN SRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET ANGGARAN (RP) Tersedianya perencanaan pembangunan yang Persentase SKPD dengan dokumen perencanaan yang 90% Program Pengembangan Data/Informasi berkualitas baik - Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi 600 Buku ,00 Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan - Penyusunan Profil Daerah 100 Buku ,00 - Pengolahan, Updating dan Analisis Data PDRB 100 Buku ,00 Program Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/perkebunan) - Penelitian penanggulangan hama dan penyakit tanaman perkebunan 85 Buku ,00 BUPATI KARANGASEM Amlapura, Januari 2014 Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, (I WAYAN GEREDEG) I Ketut Sedana Merta, ST., MT Pembina NIP

85 MATRIK RENCANA TINDAK LANJUT NO PERMASALAHAN TINDAKLANJUT OUTPUT INSTANSI YANG BERTANGGUNGJAWAB PENYELESAIAN PARAF 1 Indikator kinerja dalam RPJMD Kabupaten Karangasem tahun masih merupakan indikator output/keluaran Menyusun Peraturan Bupati tentang indikator kinerja pembangunan Kabupaten Karangasem sebagai pedoman dalam pengukuran kinerja pembangunan di Kabupaten Karangasem Peraturan Bupati tentang indikator kinerja pembangunan Kabupaten Karangasem Bappeda 7 (Tujuh) hari 2 Indikator Kinerja Utama SKPD belum mencerminkan indikator kinerja yang merupakan core bisnis SKPD 3 Sasaran strategis dalam renstra belum sesuai Penyempurnaan IKU IKU yang disempurnakan Bappeda 2 (dua) hari Penyempurnaan lampiran Renstra Renstra yang disempurnakan Bappeda 2 (dua) hari 4 Belum tersusunnya RKT Menyusun RKT RKT Bappeda 2 (dua) hari 5 PK masih disusun sebatas perjanjian kerja bukan kinerja Penyempurnaan PK PK yang disempurnakan Bappeda 2 (dua) hari Amlapura, 20 Oktober 2014 Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, ST., MT Pembina Tk. I NIP

86 VISI MISI TUJUAN INDIKATOR TUJUAN TARGET SASARAN STRATEGIS INDIKATOR SASARAN MENINGKATKAN 1 Meningkatnya 90% 1 Keterpaduan 1 Persentase KAPASITAS Kapasitas Badan program dan tercapainya sasaran KELEMBAGAAN Perencanaan kegiatan tahunan terhadap PERENCANAAN Pembangunan pembangunan target sasaran jangka PEMBANGUNAN Daerah Kabupaten meningkat menengah DAERAH Karangasem TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG KOMPREHENSIF DAN BERKELANJUTAN 1 Meningkatnya peran bappeda dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta evaluasi terhadap rencana pembangunan daerah FORMULA/ PENJELASAN Perbandingan capaian sasaran tahunan terhadap target sasaran jangka menengah x 100% 90% 2 Kesesuaian Antara Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah 2 Persentase programprogram dengan capaian kinerja minimal 90% Perbandingan jumlah program dengan capaian kinerja minimal 90% terhadap jumlah program yang dilaksanakan x 100% 2 MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 2 Meningkatnya Kualitas perencanaan pembangunan daerah 1 Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas 100% 3 Tersedianya perencanaan pembangunan yang berkualitas 1 Persentase SKPD dengan dokumen perencanaan yang baik Jumlah SKPD yang disampel yang memiliki dokumen perencanaan dengan tingkat kesesuaian 80% terhadap kriteria perencanaan yang telah ditentukan berbanding dengan jumlah seluruh SKPD yang disampel x 100%

BUPATI KARANGASEM PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN KARANGASEM

BUPATI KARANGASEM PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN KARANGASEM BUPATI KARANGASEM PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN KARANGASEM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGASEM, Menimbang

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 2010-2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN

Lebih terperinci

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN BADUNG Mangupura, 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS CIPTA KARYA PUSAT PEMERINTAHAN MANGUPRAJA MANDALA JALAN RAYA

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI, Mengingat

GUBERNUR BALI, Mengingat GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 89 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN, PENCATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011

KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011 KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR 050.07/2033 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BLORA TAHUN 2010-2015 Bappeda

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 9 TAHUN 2011

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 9 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2011-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGASEM,

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PACITAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PACITAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1 PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009-2013

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 68 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 68 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 68 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2008 2013 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008 BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KANTOR PENANAMAN MODAL KABUPATEN SUKOHARJO BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI GUBERNUR BALI,

GUBERNUR BALI GUBERNUR BALI, GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 80 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

-2- Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Undang-Un

-2- Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Undang-Un GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU Menimbang

Lebih terperinci

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng 8 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Soreang, Desember 2011 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Kepala,

KATA PENGANTAR. Soreang, Desember 2011 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Kepala, KATA PENGANTAR BAPPEDA Kabupaten sebagai salah satu Lembaga Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten memiliki kewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Bapeda Kabupaten Tahun 2010 2015 sebagai

Lebih terperinci

-2- Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Ta

-2- Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Ta GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 107 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN PROVINSI BALI

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BUTON DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BUTON DENGAN

Lebih terperinci

-3- BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Bali.

-3- BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Bali. GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G

PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN KARO DAN AKADEMI KEBIDANAN KABANJAHE BUPATI KARO Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 95 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

- 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG

- 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG - 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hal. I - 1

BAB I PENDAHULUAN. Hal. I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam mendukung pencapaian target kinerja pembangunan daerah. Untuk itu diperlukan

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI, Mengingat

GUBERNUR BALI, Mengingat GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU Menimbang DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 80 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 80 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 80 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD. 7 2009 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN GARUT TAHUN 2009-2014 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

I - 1 BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I - 1 BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR : 2 TAHUN 2009 TANGGAL : 14 MARET 2009 TENTANG : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2008-2013 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2011-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG,

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 109 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA

Lebih terperinci

RENSTRA- SKPD BAPPEDA KABUPATEN KARANGASEM

RENSTRA- SKPD BAPPEDA KABUPATEN KARANGASEM RENSTRA- SKPD 2016-2021 2016-2021 [Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 74 Tahun : 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 74 Tahun : 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 74 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS,

Lebih terperinci

Walikota Tasikmalaya

Walikota Tasikmalaya Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat alikota PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA

Lebih terperinci

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2013-2018 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN JALAN RAYA Jakarta KM. 50. CIMANDALA KEC SUKARAJA Perubahan Renstra 2013-2018

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN, - 1 - WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 04 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MADIUN TAHUN 2014-2019 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 21 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KOTA SEMARANG Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR : 5 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2010-20014 DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG 1 BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG Menimbang : a. bahwa berdasarkan Bab VIII pasal 24 Peraturan Daerah

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN 2012-2017 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2012 7 KATA PENGANTAR Bismillahhrahmaniff ahim

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN

KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 206-202 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG 206 PROVINSI BALI BUPATI BADUNG KEPUTUSAN

Lebih terperinci

-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id

-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id -1- GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI BALI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 07 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJM DAERAH) KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2013-2018 DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN KABUPATEN SUMEDANG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2009-2013

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a.

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN LANDAK

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN LANDAK PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, Menimbang : a.

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 1/D, 2008 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH, SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DAN STAF AHLI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERUMAHAN, TATA RUANG DAN PENGAWASAN BANGUNAN KOTA BANJARBARU

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG SEKRETARIAT

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 126 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2011

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2011 SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2011 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEKALONGAN,

Lebih terperinci

teknis yang mempunyai urusan wajib dibidang perencanaan pembangunan. Untuk

teknis yang mempunyai urusan wajib dibidang perencanaan pembangunan. Untuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau merupakan lembaga teknis yang mempunyai urusan wajib dibidang perencanaan pembangunan. Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi, disusun struktur

Lebih terperinci

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH, SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DAN STAF AHLI BUPATI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2016-2021 DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI BUTON UTARA NOMOR : 53 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI BUTON UTARA NOMOR : 53 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI BUTON UTARA NOMOR : 53 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS,

Lebih terperinci

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA TANGERANG SELATAN SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mamasa mempunyai Tugas Pokok, Fungsi & Rincian Tugas Jabatan Struktural sebagai berikut :

Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mamasa mempunyai Tugas Pokok, Fungsi & Rincian Tugas Jabatan Struktural sebagai berikut : Berdasarkan Peraturan Bupati Mamasa Nomor 23 Tahun 2009, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mamasa mempunyai Tugas Pokok, Fungsi & Rincian Tugas Jabatan Struktural sebagai berikut : 1. Kepala

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 73 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN BANTUL

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 73 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 73 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut Pasal

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMBAWA DAN STAF AHLI BUPATI

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMBAWA DAN STAF AHLI BUPATI PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMBAWA DAN STAF AHLI BUPATI BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BALI GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 26 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 26 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG Menimbang : a. BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM BAPPEDA KOTA BANDUNG. 2.1 Sejarah tentang Berdirinya BAPPEDA di Kota Bandung

BAB II GAMBARAN UMUM BAPPEDA KOTA BANDUNG. 2.1 Sejarah tentang Berdirinya BAPPEDA di Kota Bandung BAB II GAMBARAN UMUM BAPPEDA KOTA BANDUNG 2.1 Sejarah tentang Berdirinya BAPPEDA di Kota Bandung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung adalah salah satu lembaga teknis di lingkungan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 25 2004 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH DENGAN MENGHARAP BERKAT DAN RAHMAT ALLAH SUBHANAHU

Lebih terperinci

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BIMA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA INSPEKTORAT TIPE A KABUPATEN

Lebih terperinci

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI GORONTALO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 4 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2009-2013

Lebih terperinci

B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN BIMA TAHUN 2011-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci