BAB IV ANALISIS DATA
|
|
|
- Ivan Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Dari penelitian yang dilakukan telah mengumpulkan data-data. Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, menganalisis data, memilah-milahnya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis data ini dilakukan sejak awal penelitian dan bersama pengumpulan data. Peneliti menemukan fakta yang berhubungan dengan proses komunikasi interpersonal wanita pelayan kafe KR di komplek ruko pasar Krian. Dari hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti selama melakukan penelitian. Pada dasarnya wanita pelayan kafe menggunakan empat komponen dalam proses komunikasi interpersonal, diantaranya: 1. Peran Sebagai Informan Dalam proses komunikasinya seorang informan menempatkan diri sebagai orang yang mampu mengawali pembicaraan atau percakapan. Dimana informan yang dimaksud adalah wanita pelayan kafe, mengawali pembicaraan kepada teman seprofesi dan kepada pelanggan yang datang dengan berbagai sapaan dan pertanyaan yang 71
2 bertujuan untuk memberikan kesan akrab dan meberi rasa senang kepada pelanggan yang datang. Selain memberikan kesan akrab dan rasa senang, hal terpenting dari sebuah komunikasi interpersonal adalah keterbukaan dan kepercayaan antara informan dengan penerima pesan. Salah satu alasannya adalah adanya rasa kesetaraan diantara pelayan kafe. Sehingga dapat menciptakan rasa percaya yang tinggi karena samasama berprofesi sebagai seorang pelayan kafe. Dalam hal lain, seorang informan mampu memerankan pesan dengan menggunakan lambang verbal dan non verbal. Lambang verbal dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan saat terjadinya komunikasi interpersonal, sedangkan lambang non verbal yaitu dengan gerakan anggota badan (gesture) yang dapat dengan mudah dipahami oleh sesama pelayan maupun pelanggan yang datang. 2. Peran Sebagai Penerima Pesan Penerima pesan adalah seorang yang menerima, memahami, dan menginterpretasikan pesan. Dalam proses komunikasi interpersonal, penerima bersifat aktif, selain menerima pesan melakukan pula proses interpretasi dan memberikan umpan balik. Berdasarkan umpan balik dari penerima pesan inilah seorang informan akan dapat mengetahui kefektifan komunikasi yang telah dilakukan, apakah makna pesan dapat dipahami secara bersama oleh kedua pihak.
3 Ketika penerima pesan mampu memberikan kesan yang baik, maka seorang informan pun akan memberikan respon yang baik pula. Pada komunikasi interpersonal yang terjadi pada wanita pelayan kafe terlihat bahwasanya seorang penerima pesan bisa memahami dan menginterpretasikan pesan yang disampaikan oleh informan, hal ini terlihat dari cara dalam menyampaikan pesan seorang informan tidak memberikan batasan yang dapat membedakan jati diri antara satu pelayan dengan pelayan yang lain dan tentunya dalam penyampaiannya juga terlihat adanya rasa kekeluargaan yang kental antara keduannya. 3. Pembentukkan Pesan yang Efektif Pesan adalah seperangkat simbol-simbol baik verbal maupun non verbal, atau gabungan keduanya, yang mewakili keadaan khusus seorang informan untuk disampaikan kepada pihak lain. Dalam aktivitas komunikasi, pesan merupakan unsur yang sangat penting. Pesan itulah yang disampaikan oleh informan untuk diterima dan diinterpretasikan oleh penerima pesan. Komunikasi akan efektif apabila seorang penerima pesan menginterpretasikan makna pesan sesuai yang diinginkan oleh seorang informan. Dalam komunikasi interpersonal simbol yang sering dan lebih cenderung digunakan adalah lambang verbal yang berupa bahasa, hal ini dikarenakan bahasa lebih mudah dipahami maknanya sehingga apa
4 yang diinginkan oleh seorang informan akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam komunikasi interpersonal wanita pelayan kafe, hal yang sering dibicarakan salah satunya adalah masalah pelanggan yang datang ke kafe. Misalnya seperti: keadaan keuangan pelanggan, perlakuan pelanggan terhadap pelayan, tips yang diterima, permintaanpermintaan yang khusus dari pelayan. Dari permasalahan itulah yang menjadikan mereka menjadi lebih merasa seperti keluarga. 4. Pemanfaatan Feedback yang Sesuai Respon atau umpan balik adalah sesuatu yang telah diputuskan oleh penerima untuk dijadikan sebagai sebuah tanggapan terhadap pesan. Respon dapat bersifat positif, netral, maupun negatif. Respon positif apabila sesuai dengan yang dikehendaki oleh informan. Netral berarti respon itu tidak menerima ataupun menolak keinginan dari informan. Dikatakan respon negatif apabila tanggapan yang diberikan bertentangan dengan yang diingikan oleh informan. Pada hakikatnya respon merupakan inforamasi bagi seorang informan sehingga ia dapat menilai evektifitas komunikasi untuk selanjutnya menyesuaikan dengan situasi yang ada. Dalam hal ini wanita pelayan kafe disatu sisi bertindak sebagai seorang informan namun disisi lain juga bertindak sebagai seorang penerima pesan, hal ini menunjukkan proses komunikasi yang saling berkesinambungan.
5 Apabila dicermati, seseorang yang melakukan komunikasi interpersonal bukan hanya sekedar untuk menyampaikan suatu pesan saja, tetapi juga ingin membangun relasi atau hubungan interpersonal. Mengingat hubungan interpersonal bukan suatu keadaan pasif, melainkan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Hubungan interpersoanal adalah suatu action oriented. Artinya suatu kegiatan untuk mengembangkan hasil yang lebih produktif, menyenangkan, dan memuaskan. Mengenal secara dekat merupakan salah satu cara untuk menciptakan suasana akrab antara satu sama lain, dimana dengan mengenal secara dekat juga akan menciptakan keadaan yang menyenangkan, mengambankan hasil yang lebih produktif dan memuaskan. Mengenal secara dekat tidak hanya saling mengenal indentitas pokok seperti nama, usia, dan alamat tinggal. Namun lebih dari semua itu, seperti mengetahui latar belakang kehidupan seseorang. Dapat dikatakan para wanita pelayan kafe mempunyai permasalahan yang hampir sama yaitu masalah rumah tangga yang cukup membebani kehidupan mereka sehingga membuat mereka putus asa dalam menjalani kehidupan dan lebih memutuskan untuk menekuni profesi sebagai pelayan kafe. Dari sinilah mereka mengalami suatu proses sosialisasi dan komunikasi interpersonal, mengembangkan pribadi masing-masing untuk mencipatakan suasana yang menyenangkan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dari
6 proses tersebut juga akan menimbulkan keunikan cara pandang mereka mengenai kehidupan, dan keunikan inilah yang bisa menjadi saringan komunikasi yang dapat menciptakan keslahpahaman dan kesalahan dalam menginterpretasikan pesan. Adanya keinginan mengenal secara dekat juga dapat melahirkan suatu kerjasama ketika mereka menghadapi sebuah persoalan yang biasanya juga menyangkut kepentingan bersama. Kerjasama akan timbul apabila seseorang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepetingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kerjasama ini juga akan semakin kuat apabila ada bahaya yang menyinggung kebersamaan antar pelayan. Sebagai contoh paling sederhana, jika ada pelanggan yang berbuat kasar pada seorang pelayan maka pelayan yang lain juga akan ikut campur untuk membela pelayan yang disakiti. Ketika ada pelayan yang sudah lama menunggu dan tidak mendapatkan seorang pelanggan, maka biasanya ia akan dipanggil oleh pelayan lain yang sedang menemani pelanggan untuk ikut menemani pelanggan tersebut, sehingga mereka tidak lagi merasa saling iri hati. Hal ini mereka lakukan semata-mata untuk menjaga rasa kekeluargaan, kebersamaan, menumbuhkan kerjasama yang kuat antara satu dengan yang lain, dan juga menghilangkan pembatas yang
7 ada dalam setiap pelayan kafe. Komunikasi akan timbul apabila seorang pelayan memberi rangsangan-rangsangan terhadap orang lain, dimana rangsangan tersebut akan menimbulkan reaksi-reaksi terhadap rangsangan yang telah diterimanya. Sehingga komunikasi interpersonal wanita pelayan kafe merupakan hubungan yang berkesinambungan, komunikasi biasa dimulai dari satu orang yang memeberikan informasi ke orang lain, dan dalam proses komunikasi juga bisa terjadi pengiriman dan penerimaan informasi secara terus menerus. B. Konfirmasi Temuan Dengan Teori Untuk menghasilkan suatu teori baru, maka hasil temuan dalam penelitian ini akan dicari relevansinya dengan teori-teori yang pernah ada dan berlaku dalam dunia ilmu pengetahuan. Langkah selanjutnya dalam penulisan skripsi ini adalah konfirmasi temuan dilapangan dengan teoriteori yang ada relevansinya atau adanya kesesuaian dengan teori tersebut. Dimana dalam proses komunikasi interpersonal wanita pelayan kafe mengirim pesan kepada pelayan yang lain dan pelanggan menciptakan komunikasi dua arah. Dalam hal ini penulis mencoba menganalisa salah satu teori tentang konsep diri yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik. Self Disclosure atau pengungkapan diri merupakan proses mengungkapkan informasi pribadi kita kepada orang lan atau sebaliknya. Sidney Jourard (1971) menandai sehat atau tidaknya komunikasi
8 antarpribadi dengan melihat keterbukan yang terjadi dalam komunikasi. Mengungkapkan yang sebenarnya mengenai dri kita kepada orang lain yang juga bersedia mengungkapkan yang sebenarnya tentang dirinya, dipandang sebagai hubungan yang ideal. Joseph Luft juga mengemukakan teori self disclosure lain yang didasarkan pada model interaksi manusia, yang disebut Johari Window, seperti berikut ini: Tabel 4.1 Teori Johari Window Diketahui oleh diri sendiri Tidak diketahui oleh diri sendiri Diketahui 1 2 Oleh orang lain TERBUKA BUTA Tidak diketahui 3 4 oleh orang lain TERSEMBUNYI TIDAK DIKETAHUI Teori ini menerangkan bahwa manusia diibaratkan memiliki empat bingkai (jendela), yang menunjukkan seberapa besar tingkat konsep diri seseorang. Semakin besar ruang jendela maka semakin besar pula tingkat pengaruhnya pada suatu inidividu. 1. Merupakan daerah terbuka, dimana antara orang pertama dengan orang kedua mempunyai hubungan yang terbuka sehingga kedua belah pihak saling mengetahui masalah antara keduanya.
9 2. Menggabarkan daerah buta, dimana masalah yang terjadi diantara orang pertama dengan orang kedua hanya di ketahui oleh orang kedua tetapi orang pertama tidak mengetahuinya. 3. Merupakan daerah tersembunyi, yaitu masalah yang terjadi diantara orang pertama dengan orang kedua hanya diketahui oleh orang pertama sedangan orang kedua tidak mengetahui. 4. Merupakan daerah tidak dikenal, dimana antara orang pertama dengan orang kedua sama-sama tidak mengetahui masalah diantara mereka. Apabila semakin besar bingkai pertama yaitu daerah terbuka, maka akan semakin menguntungkan hubungan interpersonal yang terjadi dalam suatu kelompok. Seperti proses komunikasi wanita pelayan kafe yang secara terbuka mengungkapkan segala sesuatu hal kepada sesama pelayan bahkan kepada pelanggan, hal ini dikarenakan diantara pelayan mempunyai suatu prinsip kerjasama yang tinggi dan rasa kesejajaran yang telah terbangun dengan sendirinya. Jika komunikasi diantara mereka terjalin dengan baik, maka kemungkinan terjadi self disclosure yang mendorong informasi mengenai diri masing-masing ke dalam bingkai pertama semakin besar. Ada saatnya para wanita pelayan kafe tersebut masuk ke dalam bingkai kedua yaitu daerah buta. Dimana mereka tidak mengetahui tentang diri mereka, seperti yang dikatakan oleh salah satu pelayan bahwa tidak dari semua pelayan yang tidak mengenal para pelanggan yang datang ke
10 kafe. Namun di luar kafe mereka juga kenal akrab dengan pelanggan yang pernah datang. Meskipun self disclosure mendorong adanya keterbukaan, namun keterbukaan tersebut memiliki batasan. Para wanita pelayan kafe tersebut membuat batasan berdasarkan pertimbangan yang telah dipikirkan terlebih dahulu. Mereka dapat membuat keputusan kapan mereka akan memberi tahu suatu hal, dan bagaimana merespon permintaan orang lain. Artinya para wanita pelayan kafe tersebut juga mempertimbangkan kembali apakah menceritakan semua hal mengenai dirinya kepada orang lain atau tidak, hal ini dikarenakan mereka juga mempertimbangkan efek yang akan terjadi kepada diri mereka. Sebagian dari mereka ada yang menyembunyikan profesi yang sebenarnya sebagai pelayan kafe kepada orang lain terlebih kepada keluarga, diantara mereka adanya yang mengatakan bekerja dipabrik, hal ini mereka lakukan karena mereka merasa takut dan khawatir apabila mengatakan yang sejujurnya akan merusak hubungan mereka dengan keluarga karena keluarga mereka menilai profesi ini adalah profesi yang kotor. Berdasarkan hal tersebut maka kemungkinan bagi wanita pelayan kafe berada pada bingkai ketiga yaitu daerah tersembunyi juga semakin besar. Mereka lebih memilih untuk menutup diri dari orang lain, hal ini dikarenakan adanya rasa malu terhadap profesi yang mereka kerjakan yakni sebagai wanita pelayan kafe. Kerena itulah mereka memilih untuk tidak mengatakan profesi yang sebenarnya kepada keluarga, dan juga
11 mereka lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah mereka dan keluar rumah jika waktunya untuk bekerja atau ada suatu keperluan.
BAB IV ANALISIS DATA. untuk menelaah semua data yang telah diperoleh peneliti. Selain itu, juga
73 BAB IV ANALISIS DATA Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah semua data yang telah diperoleh peneliti. Selain itu, juga bermanfaat untuk mengecek kebenaran
Teori Komunikasi Antar Pribadi By: Nur Atnan, S.IP., M.Sc.
Teori Komunikasi Antar Pribadi By: Nur Atnan, S.IP., M.Sc. Karakteristik Komunikasi Antarpribadi Menurut Judy C. Pearson 1 2 3 4 5 6 Dimulai dengan diri pribadi (Self) Bersifat Transaksional Mencakup aspek-aspek
MANAJEMEN KONFLIK ANTARPRIBADI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA AGAMA
MANAJEMEN KONFLIK ANTARPRIBADI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA AGAMA Penyusun Nama : Asteria Agustin NIM : D2C 007 012 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
SIAPAKAH SAYA INI? INGIN JADI APAKAH SAYA INI?
SIAPAKAH SAYA INI? INGIN JADI APAKAH SAYA INI? Pernyataan Pribadi Maksud penilaian diri sendiri ini adalah untuk membantu Saudara menghimpun segala hal-ihwal mengenai diri Saudara. Saudara membutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Sebagai makluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sebagai makluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayat senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi
BAB IV ANALISIS DATA. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan suatu uraian dasar. 1
1 BAB IV ANALISIS DATA Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah semua data yag telah diproses peneliti. Selain itu, juga bermanfaat untuk mengecek kebenaran
BAB IV ANALISIS DATA. Proses Komunikasi yang Dilakukan Pasangan Suami Istri Warga. Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan dalam Menyelesaikan
82 BAB IV ANALISIS DATA A. Hasil Temuan Peneliti Proses Komunikasi yang Dilakukan Pasangan Suami Istri Warga Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan dalam Menyelesaikan Konflik. Berdasarkan pada paparan bab
WHO AM I??? Mengenal diri lebih baik
WHO AM I??? Mengenal diri lebih baik Agar kita dapat sukses dalam kehidupan dan dapat diterima didalam lingkungan, maka kita harus selalu mengembangkan diri. Pengembangan diri diawali dengan proses mengenal
BAB II URAIAN TEORITIS. adanya bantuan dari orang lain, bantuan tersebut didapatkan melalui
BAB II URAIAN TEORITIS II.1. Pengertian Komunikasi Manusia tercipta sebagai mahkluk social yang tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain, bantuan tersebut didapatkan melalui sebuah komunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Manusia merupakan mahluk sosial, yang berarti dalam menjalani
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia merupakan mahluk sosial, yang berarti dalam menjalani kehidupannya manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu membutuhkan orang lain untuk
BAB IV ANALISIS DATA. Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan proses mengatur
73 BAB IV ANALISIS DATA Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satu uraian dasar. Pada tahap ini data yang
KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (Studi Kasus pada Anggota Language and Cultural Exchange Medan) RICO SIMANUNGKALIT
KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (Studi Kasus pada Anggota Language and Cultural Exchange Medan) RICO SIMANUNGKALIT 100904069 ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konsep Diri dalam Komunikasi Antarpribadi,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan aktivitas penting serta mendasar dalam kehidupan manusia. Manusia mulai berkomunikasi sejak dia lahir hingga sepanjang hidupnya. Manusia normal
BAB II KAJIAN TEORI. yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo, 2005). Komunikasi antar
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Komunikasi 2.1.1 Pengertian komunikasi antar pribadi Komunikasi antar pribadi merupakan proses sosial dimana individu-individu yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo,
SELF DISCLOSURE DAN MEDIA KOMUNIKASI
SELF DISCLOSURE DAN MEDIA KOMUNIKASI (Studi Kasus Self Disclosure Pacaran Jarak Jauh Melalui Media Komunikasi Pada Mahasiswa/i di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU) NURUL HUDA NASUTION ABSTRAK Skripsi
BAB IV INTERPRESTASI HASIL PENELITIAN. telah dipilih selama penelitian berlangsung. Selain itu juga berguna untuk
BAB IV INTERPRESTASI HASIL PENELITIAN A. ANALISIS DATA PENELITIAN Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan tahap yang bermanfaat untuk menelaah data yang diperoleh dari beberapa informan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Komunikasi Pengertian komunikasi secara umum (Uchjana, 1992:3) dapat dilihat dari dua sebagai: 1. Pengertian komunikasi secara etimologis Komunikasi berasal dari
BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang
BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi Komunikasi antarpribadi disebut juga dengan komunikasi interpersonal (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal,
Hubungan Komunikasi Antar Pribadi Antara Warga Amerika dan Warga Medan yang tergabung di Lembaga Language and Cultural Exchange Medan.
Hubungan Komunikasi Antar Pribadi Antara Warga Amerika dan Warga Medan yang tergabung di Lembaga Language and Cultural Exchange Medan Yora Munirah ABSTRAK Penelitian ini berjudul Hubungan Komunikasi Antara
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Komunikasi Keluarga Terhadap Mahasiswa yang Tinggal Terpisah dengan Orangtua dalam Hubungan Harmonisasi di Kota Medan) Novia
BAB-3 PEMAHAMAN DIRI (SELF AWARENESS) 3-1 KECAKAPAN ANTAR PERSONAL Copyright 2012 By. Ir. Arthur Daniel Limantara, MT, MM.
BAB-3 PEMAHAMAN DIRI (SELF AWARENESS) 3-1 APAKAH PEMAHAMAN DIRI? Kesadaran diri adalah mengetahui motivasi, preferensi dan kepribadian serta memahami bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi penilaian,
RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (cyber counseling) Adapun, manfaat mengenal kepribadian diri sendiri diantaranya adalah sebagai berikut :
RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (cyber counseling) Sasaran Bidang Bimbingan Kelas Alokasi Waktu Topik Bimbingan Foramat Layanan : Siswa SMA sederajat : Bimbingan Karir : X2 : 1 x pertemuan @1
PENDAHULUAN. membantu untuk menjalin hubungan kerja sama dan kemampuan memahami individu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sosial, adanya kecenderungan perilaku asertif sangat membantu untuk menjalin hubungan kerja sama dan kemampuan memahami individu lain yang
I. PENDAHULUAN. lain. Menurut Supratiknya (1995:9) berkomunikasi merupakan suatu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Hakikat manusia adalah sebagai makhluk sosial, oleh karena itu setiap manusia tidak lepas dari kontak sosialnya dengan masyarakat, dalam pergaulannya
Ask.Fm dan Keterbukaan Diri (Studi Kasus Penggunaan Jejaring Sosial Ask.Fm dan Keterbukaan Diri di Kalangan Siswa SMA Negeri 3 Medan)
Ask.Fm dan Keterbukaan Diri (Studi Kasus Penggunaan Jejaring Sosial Ask.Fm dan Keterbukaan Diri di Kalangan Siswa SMA Negeri 3 Medan) Nurul Rezekiah Putri 110904102 ABSTRAK Penelitian ini berjudul Ask.Fm
BAB II KAJIAN PUSTAKA
13 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Motivasi kerja 1. Pengertian motivasi kerja Menurut Anoraga (2009) motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Oleh sebab itu, motivasi kerja
BAB IV ANALISIS DATA. lapangan selama penelitian berlangsung, selain itu juga sangat berguna untuk
70 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah data yang telah di peroleh peneliti dari informan maupun dari lapangan
Komunikasi Bisnis Kelompok 7 1
1.1 Pengertian Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis ynag mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal. Berikut ini merupakan beberapa
KOMUNIKASI DAN ETIKA PROFESI
Modul ke: KOMUNIKASI DAN ETIKA PROFESI Pengertian etika dasar - metode etika - kebebasan dan tanggung jawab Fakultas FASILKOM Program Studi Sistem Informasi http://www.mercubuana.ac.id Dosen: Indrajani,
rxy = } } BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Setelah semua data yang berasal dari instrument penelitian telah terkumpul
BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Setelah semua data yang berasal dari instrument penelitian telah terkumpul dan disajikan dalam table, maka langkah selanjutnya yang harus peneliti lakukan adalah
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah masyarakat. Manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain untuk memenuhi berbagai
Sosialisasi Bahasa dalam Pembentukkan Kepribadian Anak. Sosialisasi bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu di
96 D. Pembahasan Sosialisasi Bahasa dalam Pembentukkan Kepribadian Anak Sosialisasi bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu di dalamnya, yaitu segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan
Struktur Pertukaran Sosial Antara Atasan dan Bawahan di PT. Sirkulasi Kompas Gramedia Yogyakarta. Edwin Djaja / Ninik Sri Rejeki
Struktur Pertukaran Sosial Antara Atasan dan Bawahan di PT Sirkulasi Kompas Gramedia Yogyakarta Edwin Djaja / Ninik Sri Rejeki PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS
BAB IV ANALISIS DATA. bersamaan dengan pengumpulan data pada penelitian ini. pengamatan lapangan yang sudah direduksi dan di buat kategori-kategorinya
94 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan penelitian Pada bab ini analisis data ini akan disajikan data yang diperoleh peneliti dari informan dan dari lapangan untuk selanjutnya dikaji lebih lanjut. Analisis data
BAB IV ANALISIS DATA. untuk menelaah data yang tlah diperoleh peneliti dari informan maupun dari
BAB IV ANALISIS DATA Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah data yang tlah diperoleh peneliti dari informan maupun dari lapangan. Analisis data juga bermanfaat
BAB II LANDASAN TEORI. merupakan hak setiap individu untuk menentukan sikap, pemikiran dan emosi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perilaku Asertif 2.1.1. Pengertian Perilaku Asertif Menurut Smith (dalam Rakos, 1991) menyatakan bahwa perilaku asertif merupakan hak setiap individu untuk menentukan sikap, pemikiran
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SUAMI ISTRI (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan)
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SUAMI ISTRI (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan) Anggie Dahlia Simanjuntak 100904087 Abstrak Skripsi ini berisi penelitian mengenai
BAB IV ANALISIS DATA. umumnya para remaja, tak terkecuali para remaja Broken Home, baik pada saat
BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Pada dasarnya komunikasi interpersonal digunakan pada keseharian umumnya para remaja, tak terkecuali para remaja Broken Home, baik pada saat berkomunikasi di sekolah
GAMBARAN KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta) Dwiny Yusnita Sari 1 Wirda Hanim 2 Dharma Setiawaty R.
51 GAMBARAN KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 48 Jakarta) Dwiny Yusnita Sari 1 Wirda Hanim 2 Dharma Setiawaty R. 3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
BAB III METODE PENELITIAN. pengajar muda dan peserta didik di desa tertinggal dalam meningkatkan motivasi
35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai Peranan komunikasi antar pribadi antara pengajar
BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam kehidupannya sering dipertemukan satu sama lainnya dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia dalam kehidupannya sering dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal. Organisasi adalah sebuah sistem sosial yang
Bab 5 PENUTUP. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang komunikasi. bersama, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
Bab 5 PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang komunikasi interpersonal menantu dan ibu mertua pada pasangan muda yang tinggal bersama, maka dapat dibuat kesimpulan
BAB IV ANALISA DATA. data sekunder yang telah dikumpulkan oleh peneliti melalui proses. wawancara dan observasi secara langsung di lokasi penelitian.
BAB IV ANALISA DATA A. Temuan Penelitian Bab ini adalah bagian dari sebuah tahapan penelitian kualitatif yang akan memberikan pemaparan mengenai beberapa temuan dari semua data yang ada. Data yang diperoleh
BAB I PENDAHULUAN. hubungan sosial yaitu hubungan berpacaran atau hubungan romantis.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan aktivitas manusia yang dasar, dengan berkomunikasi manusia melakukan hubungan karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Komunikasi Antarbudaya Dalam ilmu sosial, individu merupakan bagian terkecil dalam sebuah masyarakat yang di dalamnya terkandung identitas masing-masing. Identitas tersebut yang
BAB II KAJIAN TEORITIS. a) Pengertian Komunikasi Interpersonal. Definisi berdasarkan komponen (Componential)
BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kajian Pustaka 1. Komunikasi Interpersonal a) Pengertian Komunikasi Interpersonal Berdasar dari kutipan Para ahli teori komunikasi mendefinisikan komunikasi antarpribadi secara
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Pengertian Perilaku Asertif Perilaku assertif adalah perilaku antar perorangan yang melibatkan aspek kejujuran dan keterbukaan pikiran dan perasaan. Perilaku assertif
PROSES KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PADA WARGA BINA SOSIAL
PROSES KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PADA WARGA BINA SOSIAL (Studi Deskriptif Kualitatif Proses Komunikasi Antarpribadi Sesama Warga Bina Sosial di UPT Pelayanan Sosial Tuna Susila Berastagi) Rittar Murdani
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Komunikasi 1. Definisi Komunikasi Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu communication, yang akar katanya adalah communis, tetapi
Komunikasi dan Etika Profesi
Modul ke: Komunikasi dan Etika Profesi Pengertian dan Perspektif Komunikasi Fakultas FASILKOM Ariyani Wardhana., S.Kom., S.T., MM Program Studi Sistem Informasi Kontrak Perkuliahan E-learning Pertemuan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam era keterbukaan dan globalisasi yang sudah terjadi sekarang yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Dalam era keterbukaan dan globalisasi yang sudah terjadi sekarang yang berkembang pesat ini, dunia pekerjaan dituntut menciptakan kinerja para pegawai yang baik
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Oleh: Muslikhah Dwihartanti Disampaikan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2004 Penyuluhan tentang Komunikasi yang Efektif bagi Guru TK di Kecamatan Panjatan A. Pendahuluan
BAB I PENDAHULUAN. untuk bisa mempertahankan hidupnya. Sebagai mahluk sosial manusia tidak lepas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk bisa mempertahankan hidupnya. Sebagai mahluk sosial manusia tidak lepas dari interaksi
BAB II KAJIAN TEORETIK. a. Pengertian Kemampuan Komunikasi Matematis
BAB II KAJIAN TEORETIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Komunikasi Matematis a. Pengertian Kemampuan Komunikasi Matematis Agus (2003) komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian makna
BAB I PENDAHULUAN. individu dengan individu yang lain merupakan usaha manusia dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lain dan senantiasa berusaha untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hubungan antara individu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terbagi atas empat sub bab. Sub bab pertama membahas mengenai komunikasi sebagai media pertukaran informasi antara dua orang atau lebih. Sub bab kedua membahas mengenai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk sosial. Salah satu indikasi bahwa manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Salah satu indikasi bahwa manusia sebagai makhluk sosial adalah perilaku komunikasi antarmanusia. Manusia tidak dapat hidup sendiri,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayat senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan
BAB I PENDAHULUAN. Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena komunikasi merupakan alat manusia untuk saling berinteraksi satu sama lain. Manusia
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Keluarga yang kokoh akan menghasilkan anak-anak yang kokoh juga.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Keluarga yang kokoh akan menghasilkan anak-anak yang kokoh juga. Kualitas hubungan orang tua akan memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang anak. Hubungan
I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi memegang peran penting dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Tanpa
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perkembangan Sosial 2.1.1 Pengertian Perkembangan Sosial Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu
Teori Komunikasi. Teori Komunikasi Antarpribadi. Shalaty Putri, M.Si. Modul ke: 03Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi
Modul ke: 03Fakultas Martina Fakultas Ilmu Komunikasi Teori Komunikasi Teori Komunikasi Antarpribadi Shalaty Putri, M.Si. Program Studi Advertising dan Marketing Communication Komunikasi Antarpribadi 6
BAB IV ANALISIS DATA. Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna
BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Peneliti Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah data yang telah diperoleh peneliti dari informan maupun dari lapangan. Analisis
Kata Kunci : Blog, Catatan Harian, Konsep Diri, Keterbukaan Diri.
BLOG DAN TINGKAT KETERBUKAAN DIRI (Studi Korelasional Tentang Penggunaan Fasilitas Blog Di Internet Terhadap Tingkat Keterbukaan Diri Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi 203 FISIP Universitas Sumatera Utara)
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan sebuah hal penting dalam sebuah kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan sebuah hal penting dalam sebuah kehidupan, terutama dalam kehidupan manusia. Tanpa berkomunikasi orang tidak akan bisa mengerti apa yang
BAB IV HASIL PENELITIAN
73 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Data yang peneliti peroleh dari lapangan berasal dari observasi dan wawancara (interview), wawancara yang peneliti gunakan dalam hal ini adalah wawancara tidak
Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana mahasiswa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PBL (Problem Based Learning) 1. Definisi PBL PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana mahasiswa dihadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga diharapkan mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. maupun masyarakat sendiri. Kondisi seperti ini memberikan dampak. bisnis baru yang berkembang di Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kondisi perekonomian yang berlangsung tidak menentu di Indonesia belakangan ini memberikan dampak yang cukup drastis bagi para pebisnis maupun masyarakat sendiri.
erotis, sensual, sampai perasaan keibuan dan kemampuan wanita untuk menyusui. Payudara juga dikaitkan dengan kemampuan menarik perhatian pria yang
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap individu menginginkan kehidupan yang bahagia dan tubuh yang ideal. Harapan ini adalah harapan semua wanita di dunia, tetapi kenyataannya tidak semua wanita memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas katakata atau
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Teknologi Mekanik merupakan salah satu mata pelajaran yang penting
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Teknologi Mekanik merupakan salah satu mata pelajaran yang penting terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, keahlian dan teknologi. Dikatakan penting, karena
BAB I PENDAHULUAN. dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal.
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini
SELF IN COMMUNICATION
SELF IN COMMUNICATION Pelajaran 7 Kesadaran Diri Jika mendaftar berbagai kualitas yang ingin dimiliki, kesadaran diri menempati tempat tertinggi. Semua ingin mengenal diri sendiri secara lebih baik, serta
Bab 2 KAJIAN PUSTAKA. Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu
Bab 2 KAJIAN PUSTAKA A. Komunikasi Interpersonal 1. Pengertian Komunikasi Interpersonal Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu comunicatio yang berarti pemberitahuan atau
B A B I PENDAHULUAN. yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar,
B A B I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi merupakan proses sosial yang sangat mendasar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemasaran adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Menurut Kotler dan Keller (2009:6) : Pemasaran adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai
ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI
ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI Modul ke: Pokok Bahasan : Bahasa, Informasi Sebagai Bentuk Pesan Komunikasi Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Yogi Prima Muda, S.Pd, M.Ikom Program Studi (Marcomm) www.mercubuana.ac.id
Komunikasi Organisasi
Modul ke: Komunikasi Organisasi Efek Struktur Organisasi Fakultas FIKOM Reddy Anggara, S.Ikom., M.Ikom Program Studi PUBLIC RELATIONS www.mercubuana.ac.id A. Efek Struktur Organisasi Bagaimana informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pemasaran Menurut Abdullah dan Tantri (2012:14) Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Interpersonal Komunikasi Interpersonal merupakan bagian dari ilmu komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam suatu organisasi untuk kelancaran kegiatan yang
terhadap Tingkat Pengetahuan Karyawan tentang Nilai-Nilai Leidora Ardiyani / Ike Devi Sulistyaningtyas
Pengaruh Kualitas Komunikasi Interpersonal Pemimpin terhadap Tingkat Pengetahuan Karyawan tentang Nilai-Nilai dalam Budaya Organisasi di Mirota Batik Yogyakarta Leidora Ardiyani / Ike Devi Sulistyaningtyas
KONSEP DIRI DALAM PROSES KOMUNIKASI REMAJA GAY (Studi Kasus Konsep Diri dalam Proses Komunikasi Remaja Gay di Kota Medan) AISYAH ARFANI S
KONSEP DIRI DALAM PROSES KOMUNIKASI REMAJA GAY (Studi Kasus Konsep Diri dalam Proses Komunikasi Remaja Gay di Kota Medan) AISYAH ARFANI S 110904020 ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konsep Diri Dalam Proses
III. METODE PENELITIAN. yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami
TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan
8 II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Sutikno (2005:24) mengemukakan bahwa pembelajaran
PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL
PETUNJUK PRAKTIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL Komunikasi Interpersonal adalah interaksi yang melibatkan dua orang atau lebih dan dilakukan secara tatap muka (face to face communication). Adanya interaksi yang
KIP dan Perubahan Sikap
KIP dan Perubahan Sikap Pertemuan ke 8-9 1 Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap perubahan sikap terjadi dalam dua arah. Arah pertama bersifat incongruent, yaitu perubahan sikap yang menuju ke arah
: Komunikasi Dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan
1 Mata Kuliah Topik : Komunikasi Dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan : Konseling (komunikasi interpersonal) Sub topic : 1. Pengertian konseling (KIP/K) 2. Tujuan konseling (KIP/K) 3. Ketrampilan observasi,
Sistem Interpersonal. By Ita Mutiara Dewi
Sistem Interpersonal By Ita Mutiara Dewi Sistem komunikasi interpersonal Persepsi Interpersonal Konsep Diri Atraksi Interpersonal Hubungan Interpersonal. Persepsi interpersonal Persepsi adalah memberikan
Fungsi Dinamika Kelompok
Fungsi Dinamika Kelompok Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain :. Individu satu dengan yang lain akan
