EKONOMI TEKNIK MODEL ANALISA IS-LM
|
|
|
- Liani Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EKONOMI TEKNIK MODEL ANALISA IS-LM Disusun Oleh: Nimas Lestari Ayu Putri ( ) 3IB01A Jurusan Teknik Elektro Universitas Gunadarma 2014
2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini. Karena hanya dengan rahmat dan hidayah-nya, penyusunan makalah dengan judul Ekonomi Teknik (Model Analisa IS-LM) dapat kami selesaikan dengan baik. Adapun penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan akan tentang semua yang ada dalam ekonomi teknik melalui makalah ini. Dalam penulisan makalah ini, berbagai hambatan telah kami alami. Oleh karena itu, terselesaikannya makalah ini tentu saja bukan kemampuan kami semata. Namun, karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait. Sehubungan dengan hal tersebut, kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari pengetahuan dan pengalaman kami masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan bermanfaat. Wassalamualaikum Wr. Wb. Depok, januari 2015 Penulis 2
3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...2 DAFTAR ISI...3 BAB I PENDAHULUAN...4 A. Latar Belakang...4 B. Rumusa Masalah...4 C. Tujuan makalah...4 BAB II PEMBAHASAN...5 A. Pasar Komoditi Dan Kurva IS...5 B. Pasar Uang Dan Kurva LM...9 C. Ekuilibrium Dalam Analisa IS-LM...16 D. Kebijaksanaan Fiskal Dan Kebijaksanaan Moneter Dalam Model Analisa IS-LM..20 BAB III CONTOH KASUS...25 BAB IV KESIMPULAN...26 BAB V PENUTUP...28 DAFTAR PUSTAKA
4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Ilmu Ekonomi yaitu ilmu yang mepelajari bagaimana manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhannya mengadakan pemilihan diantara berbagai alternatif pemakaian atas alat-alat pemuas kebutuhan yang tersedianya relatif terbatas. Macam Ilmu Ekonomi a. Ekonomi diskriptif (descriptive economics) yaitu mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah. b. Teori ekonomi (economic theory/economic analysis) - ekonomi mikro - ekonomi makro (analisis ekonomi agregatif, agreagate economic analysis, macro economics) c. Ekonomi Yang Diterapkan (applied economics) yaitu menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi untuk menerangkan diskripsi faktor-faktor yang dikumpulkan ekonomi diskriptif. B. Rumusan Masalah Apakah pengertian dari IS dan LM? Bagaimanakah antara keseimbangan IS dan LM? Berilah gambaran tentang IS dan LM? C. Tujuan Ekonomi Makro Ekonomi makro yaitu merupakan bagian dari pada ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan. 4
5 BAB II PEMBAHASAN A. Pasar Komoditi Dan Kurva IS Permintaan Investasi (Investment Demand): Tingkat pembelian capital baru yang direncanakan. Determinan investasi: a) The interest rate Other things remaining the same, higher the interest rate, the smaller is the planned of investment. b) The rate of return on capital The rate of return on capital is the net income received from using the equipment (price of equipment). Jika rate of return on capital > interest rate, maka project is undertaken Jenis struktur perekonomian: a) Perekonomian tertutup sederhana Variabel kegiatan ekonomi agregat mencakup consumption (C), saving (S), investment (I), dan national income (Y). b) Perekonomian tertutup dengan kebijkan fiscal Variabel kegiatan ekonomi agregat mencakup consumption (C), saving (S), investment (I), national income (Y), taxes (Tx), government expenditure (G), dan government transfer/transfer payment (T). Transfer payment: payments of benefit and subsidies by the government. c) Perekonomian terbuka tanpa kebijakan fiscal Variabel kegiatan ekonomi agregat mencakup consumption (C), saving (S), investment (I), national income (Y), export (X) dan impor (Z) d) Perekonomian terbuka dengan kebijkan fiskal 5
6 Variabel kegiatan ekonomi agregat mencakup consumption (C), saving (S), investment (I), national income (Y), export (X), impor (Z), taxes (Tx), government expenditure (G), government transfer/transfer payment (T). A. Pengeluaran Investasi dalam Model IS-LM Bagaimana memperlakukan variabel-variabel kegiatan ekonomi agregat tersebut?. Dalam analisis pasar komoditi saja, maka investasi diperlakukan sebagai variable exogen (variabel yang nilainya tidak ditentukan oleh tingkat bunga). Namun dalam model analisis IS-LM, maka Investasi = f (r) Kurva permintaan investasi agregatif (I) = 80 4r B. Saving dan Consumption Function Consumption function: C = C 0 +cy C 0 = Nilai konsumsi pada saat Y =0 c = = marginal prospensity to consume Saving function: S = S 0 +sy S 0 = Nilai saving onsumsi pada saat Y =0, dimana S 0 = -C 0 6
7 s = = marginal prospensity to save Contoh. Consumption function dalam suatu perekonomian. C = ,6Y S = ,4Y C. Menurunkan Kurva IS Dalam perekonomian tertutup sederhana, variabel kegiatan ekonomi agregat mencakup consumption (C), saving (S), investment (I), dan national income (Y). Syarat ekuilibrium pasar komoditi untuk perekonomian tertutup tanpa kebijakan fiscal: S = I atau Y = C + I Function: C = C 0 + cy, dimana 0 < c = < 1 I = I 0 + er, dimana e = < 0 Y = C + I Y = C 0 + cy + I 0 + er Y cy = C 0 + I 0 + er, maka Y = 7
8 Contoh. C = ,6Y I = -4r + 80 Fungsi IS dapat ditemukan dengan menggunakan cara: a. Rumus Y = C + I Y = (40 + 0,6Y) + (-4r + 80) Y = 0,6Y 4r Y = = = Y = r b. Grafik C = ,6Y S= ,4 Y I = -4r
9 B. Pasar Uang Dan Kurva LM Pasar uang dalam hal ini mencakup: a) Penawaran uang: jumlah uang yang beredar dalam masyarakat (uang kartal + giral) b) Permintaan uang: kebutuhan uang tunai (J. M. Keynes) untuk motif: Transaction motive: Precautionary motive Speculative motive 1. Permintaan uang untuk transaksi. Jumlah dan waktu terjadinya penerimaan pendapatan rumah tangga dan perusahaan sama dengan pengeluaran, maka mereka tidak memerlukan uang tunai untuk transaksi. Kenyataan: a) Jumlah penerimaan pengeluaran. Rumah tangga menerima gaji Rp , tapi dibelanjakan Rp b) Waktu terjadinya penerimaan pengeluaran. Karyawan menerima gaji per bulan, tapi pengeluaran untuk makanan setiap hari. Perusahaan menerima pendapatan setiap hari, tapi membeli bahan baku setiap bulan sekali. 9
10 Apa yang menentukan besar kecilnya uang tunai untuk transaksi?. a) Sebuah RT dengan penghasilan Rp 7.000/minggu. Pengeluaran/hari = Rp b) Sebuah RT dengan penghasilan Rp 9.000/minggu. Pengeluaran/hari = Rp M S S R K J S M S S R K J S M Gambar 1. Pola saldo Kas Peningkatan pendapatan menyebabkan peningkatan kebutuhan uang tunai untuk transaksi. Hubungan antara permintaan uang tunai untuk transaksi dengan pendapatan digambarkan sbb: Kebutuhan Uang Tunai untuk Transaksi (L T ) L T Pendapatan Gambar 2. Kurva Permintaan Uang Tunai untuk Transaksi Individu Penjumlah kurva permintaan uang tunai untuk transaksi seluruh individu disebut dengan permintaan uang agregat untuk transaksi. 10
11 Kebutuhan Uang Tunai untuk Transaksi (L T ) L T Pendapatan Gambar 2. Kurva Permintaan Uang Agregat untuk Transaksi 2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga. Permintaan uang untuk disimpan.dengan motif untuk berjaga-jaga sebagai akibat dari ketidakpastian. Permintaan uang untuk berjaga-jaga ini ditentukan oleh nilai transaksi yang akan dilakukan. Semakin besar nilai transaksi, maka semakin besar permintaan uang untuk berjaga-jaga. Permintaan uang untuk transaksi sama dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga, sehingga kedua motif ini menjadi satu variabel permintaan (L 1 ). L 1 L T L J L 1 = L T + L J Gambar 2. Kurva Permintaan Uang Agregat L 1 11
12 L 1 = 0,4 Y L 1 = k 1 Y, dimana k 1 = 3. Permintaan uang untuk spekulasi. Spekullasi dalam hal ini adalah spekulasi dalam surat-surat berharga terutama obligasi. Spekulan membeli banyak obligasi pada saat harga murah (dana banyak dalam bentuk surat berharga dan uang tunai sedikit) dan menjual pada saat harga tinggi (dana dalam bentuk uang tunai). Jika harga obligasi menurun, maka jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk motif spekulasi berkurang dan pada saat harga obligasi meningkat, maka kuantitas uang yang diminta oleh masyarakat untuk motif spekulasi meningkat. Apa hubungannya antara harga surat obligasi dengan tingkat bunga? Semakin tinggi tingkat bunga, semakin murah harga obligasi dan sebaliknya. Pada saat tingkat bunga tinggi, maka jumlah uang beredar untuk motif spekulatif sedikit, tapi pada saat tingkat bunga rendah, maka jumlah uang beredar untuk motif spekulatif meningkat. r a b L 2 A B L 2 4. Penawaran uang Asumsi: a) Penawaran uang: jumlah uang kartal dan giral yang beredar di masyarakat. b) Pemerintah dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui kebijakan moneter. Ada 2 cara: 12
13 Quantitative credit control yang mencakup: (a) Redicount policy: kebijakan diskonto bank sentral; (b) Open market operation: kebijakan berkenaan dengan obligasi dipasar terbuka; dan (c) Manipulasi legal reserve ratio: kebijakan bank sentral dalam menentukan angka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban bank giral. Qualitative credit control yakni selective credit control: salah satu pengawasan kredit dengan moral situation (bank sentral secara informal mempengaruhi kebijakan bank-bank umum dalam hal kredit). c) Perkonomian dengan system pengawasan devisa (masyarakat tidak bebas mempunyai dan menggunakan valas), maka pemerintah dapat mencetak uang, sehingga menambah jumlah uag yang beredar d) Jumlah uang yang beredar dipengaruhi oleh BOP. Surplus BOP akan menambah jumlah uag beredar dan sebaliknya e) Tidak ada perubahan harga, sehingga pemerintah mempengaruhi jumlah uang beredar secara nominal yang sama dengan jumlah uang riil. 5. Penawaran uang Kurva atau fungsi LM adalah kurva atau fungsi yang menunjukkan hubungan tingkat pendapatan nasional dengan berbagai tingkat bunga yang memenuhi syarat ekuilibriumnya pasar uang. Syarat ekuilibrium pasar uang, jika permintaan uang = penawaran uang. Jumlah uang beredar (M) M = Permintaan uang total (L), permintaan uang untuk transaksi (L T ), permintaan uang untuk berjaga (L j ), dan permintaan uang untuk spekulasi (L 2 ) L 1 = L T + L J L = L 1 + L 2 L 1 = L 1 (Y) dan L 2 = L 2 (r) L = L 1 + L 2 L = L 1 (Y) + L 2 (r), maka L = L (Y,r) Syarat ekuilibrium, M = L M = L 1 (Y) + L 2 (r) 13
14 M = L (Y,r) Jika diketahui Jumlah uang beredar M = Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga L 1 = k 1 Y Permintaan uang untuk spekulasi L 2 = k 2 r + Maka M = L 1 (Y) + L 2 (r) = L 1 (Y) + L 2 (r) = k 1 Y + k 2 r + Y = Contoh. Jumlah uang yang beredar = 200 trilyun L T = 0,25Y L J = 0,15Y L 2 = 160 4r L 1 = L T + L J r L 1 = 0,25Y + 0,15Y L 1 = 0,4Y L = L 1 + L 2 L = 0,4Y r Y M = L 1 (Y) + L 2 (r) 200 = 0,4Y r 14
15 0,4Y 4r = 40 0,4Y = 40 4r Y = r atau Y = Y = Y = rMenurunkan kurva LM 15
16 C. Ekuilibrium Dalam Analisa IS-LM I PASAR S I = I S r I 2 Y PASAR UANG I L M I 0 Y L L L M, L M L Y M M A. Pasar Komoditi. a) Fungsi Saving: S=S (Y) b) Garis bantu ekulibrium pasar komoditi, I=I c) Fungsi Permintaan Investasi, I= I(r) d) Fungsi IS, Y= Y(r) 16
17 B. Pasar Uang. a) Fungsi Permintaan uang untuk spekulasi: L 2 = L 2 (r) b) Garis penawaran uang MM. OM=jumlah uang beredar dalam suatu perekonomian c) Fungsi Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga L 1 =L 1 (Y) d) Fungsi LM, Y= Y(r) 2. Keseimbangan Umum dan Semu. Kurva IS merupakan kurva yang menghubungkan Y pada berbagai tingkat r dengan syarat ekulibrium pada pasar komoditi. Kurva LM merupakan kurva yang menghubungkan Y pada berbagai tingkat r dengan syarat ekulibrium pada pasar uang. a) Keseimbangan (ekuilibrium) umum aadalah keseimbangan dimana pendapatan nasional (Y) dalam kondisi ekulibrium di pasar komoditi dan pasar uang terjadi pada titik potong kurva IS dan LM. b) Keseimbangan (ekuilibrium) semu aadalah keseimbangan dimana pendapatan nasional (Y) dalam kondisi ekulibrium hanya di pasar komoditi atau pasar uang saja. Keseimbangan semu di pasar komiditi dijelaskan dalam gambar berikut ini. 17
18 Titik A menunjukkan keseimbangan pada pasar komoditi dan terjadi pada Y di 0Y c dan r di Or c, dengan tingkat saving OS c. dan tingkat investasi OI c. Titik A pada kurva IS merupakan keseimbangan semu dalam pasar komoditi dan tidak bertahan lama. Pada titik A di pasar uang, pendapatan nasional, investasi, saving, dan tingkat bunga terjadi pada Y di 0Y c dan r di Or c, dengan tingkat saving OS c. dan tingkat investasi OI c : a) permintaan uang untuk spekulasi sebesar L 2C atau sebesar MF. b) Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga L 1C atau sebesar OG. c) Jumlah uang beredar sebanyak OM dan yang diminta adalah OG + FM, sehingga ada kelebihan penawaran uang sebesar GF d) Kelebihan penawaran uang ini menyebabkan penurunan r, shg I naik dan dipasar komoditi terjadi perubahan yang menuju kekeseimbangan umum. e) Keseimbangan semu di pasar uang dijelaskan dalam gambar berikut ini. 18
19 Titik A pada kurva LM merupakan keseimbangan semu dalam pasar uang dan tidak bertahan lama. Pada titik A di pasar komoditi, pendapatan nasional, investasi, saving, dan tingkat bunga terjadi pada Y di 0Y c dan r di Or c, dengan: a) permintaan uang untuk spekulasi sebesar OL 2C b) Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga OL 1C c) Jumlah uang beredar sebanyak OM dan yang diminta adalah OL 1C + OL 2C, sehingga penawaran uang sama dengan permintaan uang. Pasar uang dalam kondisi ekuilibrium. d) Pada tingkat bunga Or, keinginan investasi masyarakat sebesar OI c atau setinggi OF, sementara tingkat saving hanya sebesar OS c. e) Nilai investasi lebih besar dari saving. (OF > OSc). f) Besar I menyebabkan Y naik,. Y naik menyebabkan L 1 naik. Jika L 2 tidak berubah, maka terjadi kelebihan permintaan uang. Ini berarti pasar uang terjadi disekuilibrium dan menyebabkan peningkatan tingkat suku bunga, sehingga menuju pada keseimbangan umum yang baru. 3. Nilai Variabel Endogen dalam Keseimbangan Umum Jika diketahui: C = ,6Y I = 80 4r = 200 L T = 0,25Y L J = 0,15Y L 2 = 160 4r KESEIMBANGAN IS = LM r = r 200 = 20r, maka r = 10% IS = Y = r LM= Y = r SOAL: C = ,3Y I = 160 2r = 500 L T = 0,20Y L J = 0,20Y L 2 = 320 5r a) Tentukan r pada tingkat keseimbangan umum. b) Pada tingkat r tersebut, tentukan tingkat konsumsi, saving, investasi, prmintaan uang untuk transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi. 19
20 C. Kebijaksanaan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Model Analisa IS-LM Kondisi yang tidak diinginkan oleh pemerintah antara lain: a) Tingkat inflasi yang tinggi b) Pengangguran c) BOP yang difisit Kebijakan ekonomi makro Kondisi Perekonomian Kondisi ekonomi makro sesuai dengan target Kebijakan pemerintah: a) Kebijakan fiscal semua tindakan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian melalui pajak (Tx), transfer pemerintah (T), dan pemngeluaran pemerintah (G) b) Kebijakan moneter: semua tindakan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian melalui penambahan/pengurangan M (penawaran uang). Variabel target: variabel yang nilainya diharapkan berubah sesuai dengan yang diinginkan melalui pelaksanaan kebijakan. Variabel target = pendapatan nasional (Y) dan kesempatan kerja Policy instrument/ instrument variable (instrumen kebijakan): alat untuk mencapai tujuan dalam suatu kebijakan. Kebijakan fiscal dan kebijakan moneter mempengaruhi target variabel dalam bentuk; a) Kebijakan ekspansi: kebijakan ekonomi makro untuk meningkatkan kegiatan ekonomi Kondisi: banyak pengangguran dan kapasitas produksi nasional belum penuh b) Kebijakan kontraksi: kebijakan ekonomi makro untuk mengurangi kegiatan ekonomi Kondisi: overemployment (permintaan agregat > kapasitas produksi nasional), inflasi tinggi, BOP yang difisit. A. Kebijakan Moneter. Kebijakan moneter; menambah atau mengurangi M 20
21 Saat ini Y = Yo dengan M = OM, dan perekonomian full employment (Yf), berarti terdapat pengangguran Untuk menghilangkan pengangguan, maka Yo harus naik menjadi Yf dengan melakukan kebijakan ekspansi (LM ke LMf) dengan cara meggeser penawaran uang dari MM ke MfMf, sehingga penambahan M sebanyak MMf. B. Kebijakan Fiskal. Target variabel Y dan kesempatan kerja. Variabel instrumen = G, Tx, dan T. Asumsi; hanya menggunakan salah satu variabel saja. 21
22 Untuk menggeser kurva IS ke ISf melalui penjumlahan I + G + c(t-tx)=ob agar Y meningkat menjadi Yf Dengan demikian untuk meningkatkan Y menjadi Yf, maka perlu meningkatkan: a) Hanya pengeluaran pemerintah (G) b) Hanya transfer pemerintah (T) c) Hanya pajak (Tx) C. Bentuk Kurva L2 dan Keefektifan Kebijakan Fiskal dan Moneter. Kebijakan fiskal dan menenter murni dapat mempengaruhi tingkat Y dan kesempata kerja. Kebijakan fiscal murni: tidak disertai dengan penambahan M dan kebijakan moneter murni: tidak disertai dengan perubahan G, Tx dan T. Bentuk kurva LM dihubungan dengan kurva L2 yang mencakup 3 bagian: a) Daerah klasik (classical range) 22
23 Daerah CR sejajar dengan r mulai dari titik C keatas. Daerah ini menghasilkan kesimpulankesimpulan teoritik dari pemikir ekonomi b) Daerah jerat likuiditas (Liquidity trap range) Daerah LTR sejajar dengan sumbu Y. Pada tingkat r yang rendah, maka harga obligasi tinggi, shg orang meramalkan terjadi penurunan harga obligasi dan M yang ada tidak untuk membeli obligasi, tapi untuk disimpan atau ditabung. c) Daerah tengah (Intermediate range) Daerah ini memiliki r kurva LM lebih besar dari 0 dan lebih kecil daripada tak terhingga. 1) Kebijakan fiscal. a) Daerah LTR kebijakan fiscal yang paling efektif dengan menggeser kurva IS kekanan, maka Y akan meningkat. b) Daerah IR, kebijakan fiscal dapat meningkatkan Y ekuilibrium, tapi tidak seefektif daerah LTR c) Daerah CR tidak efektif untuk kebijakan fiscal untuk meningkatkan Y r LM IS Y 23
24 2) Kebijakan moneter a) Daerah LTR kebijakan moneter tidak efektif dengan menggeser kurva LM kekanan, untuk meningkatkan Y. Kebijakan moneter yang tidak efektif ini biasa disebut dengan Money does nt matter b) Daerah IR, kebijakan moneter dapat meningkatkan Y ekuilibrium, tapi tidak seefektif daerah CR c) Daerah CR paling efektif untuk kebijakan moneter untuk meningkatkan Y r LM IS Y 24
25 BAB III CONTOH KASUS BentuklahpersamaandangambargambarkankurvaISuntuk C = ,O8 Y dani i. C = ,08 Y ꜜ S = ,20 Y I = I I = S ꜜ i = ,20 Y i = 0,20 Y Y = i Bentuklah persamaan dan gambarkan kurva LM jika permintaan akan uang ditunjukkan oleh L = ,4 Y i dan jumlah uang yang ditawarkan ( beredar ) sebesar L = M ꜜ ,4 Y i = ,4 Y = i Y = i Keseimbanganserempak di pasar barang dan pasar uang ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva IS dankurva LM. Pada posisi ini tercipta tingkat bunga keseimbangan dan pendapatan keseimbangan. Untuk IS dalamkasus di atas, keseimbangan serempak tercipta pada tingkat bunga 20% dan pendapatan nasiaonal sebersar IS = LM i = i = i i = 0,20 Dengan memasukkan i = 0,20 kedalam persamaan IS atau LM diperoleh Y = Membentuk Kurva IS dengan pendekatan 2 Diagram Kurva IS pendekatan 2 Diagram 25
26 BAB IV KESIMPULAN Permintaan Total (Aggregate Demand) lebih ditekannya unsur kepentingannya menurut Keynes dalam rangka menggerakkan perekonomian. Dalam konteks model yang sederhana, Permintaan Total (Aggregate Demand) di asumsikan terdiri dari tiga komponen, yaitu: Pengeluaran oleh konsumen ( C), Pengeluaran untuk investasi ( I ), Pengeluaran oleh pemerintah ( G ). Selanjutnya John Maynard Keynes berpendapat bahwa kegiatan konsumsi pada pokoknya dideterminasi (ditetapkan) oleh pendapatan. Ketika pendapatan bertambah maka konsumsi akan ikut bertambah. Sedangkan Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang bersedia ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Jika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Begitu juga ketika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga turun atau semakin sedikit. Atau Menurut JM Keynes atau model Keynesian Penawaran Total dapat dianggap sebagai hal yang menunjukkan berbagai macam tingkat out put yang tersedia dan diproduksi oleh sector usaha. Sector dunia usaha tidak dapat mengantisipasi tingkat pengeluaran (yang diinginkan ) konsumen, investor dan pemerintah seperti yang diperlihatkan dalam permintaan total. Jika dunia usaha memperkirakan bahwa permintaan total lebih besar daripada kenyataannya, maka produksi jumlah barang dan jasa akan lebih banyak meskipun tidak terjual sepenuhnya. Persediaan-persediaan tanpa sengaja berkurang dan dunia usaha mulai mmeperluas produksi yang selanjutnya menyebabkan bertambahnya NNP. Maka jelas kiranya bahwa hanya terdapat sebuah titik saja dimana jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang ingin dibeli orangorang persis sama dengan jumlah yang yang diproduksi. Hal tersebut terjadi pada titik perpotongan antara garis-garis permintaan total dan penawaran total (titik E = Equilibrium). NNP keseimbangan (Equilibrium NNP) dapat mengalami perubahan apabila terjadi pergeseran posisi pada garis permintaan total. Suku bunga merupakan sebuah factor penting yang mendeterminasi (menetapkan) tingkat (laju) investasi. Apabila suku bunga meningkat, maka dapat diperkirakan tingkat investasi akan menurun dan hal ini kurang menguntungkan untuk melakukan investasi. Di samping itu, apabila kredit makin sulit diperoleh, situasi selanjutnya biasanya diikuti oleh meningkatnya suku bunga, 26
27 maka investasi cenderung berkurang. Hal sebaliknya berlaku, jika suku bunga menurun atau kredit lebih mudah diperoleh. Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan investasi dan tabungan. Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri. Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar uang dinyatakan dengan Kurva LM. Kurva LM menggambarkan hubungan di antara tingkat pendapatan dan tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang riil, dan semakin tinggi tingkat bunga keseimbangan. Karena itu, kurva LM miring ke atas. Stagnasi adalah suatu keadaan di mana tingkat pertumbuhan ekonomi adalah sekitar 0% per tahun. 27
28 BAB V PENUTUP Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah makalah dengan judul Ekonomi Teknik (Model Analisa IS-LM) telah selesai kami susun dan kami buat. Kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari para pembaca sebagai upaya penyempurnaan makalah selanjutnya. Terima kasih. Depok, Januari 2015 Wassalam 28
29 DAFTAR PUSTAKA Ekonomi Makro :Analisa IS-LM dan Permintaan-Penawaran Agregatif, Edisi Ketiga (Liberty, Yogyakarta,1997) x halaman;
Pasar Uang Dan Kurva LM
Pasar Uang Dan Kurva LM, SE., MM. 1 Permintaan Dan Penawaran Uang Uang Segala sesuatu yg dapat dipakai sebagai alat pembayaran yg sah. Fungsi uang Sebagai satuan pengukur nilai, alat tukar dan penimbun
KURVA IS-LM. a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP
KURVA IS-LM a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP Referensi Bahan ajar kurva IS LM Profesor Nuhfil Hanani diakses dari http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/2009/03/4-makro-4-analisis-is-lm-nuhfil.pdf
IV. MODEL ANALISIS IS-LM
Nuhfil Hanani 1 IV. MODEL ANALISIS IS-LM 4.1. Pasar Barang dan Kurve IS Dalam upaya sistematisasi pembahasan ekonomi makro, kita bedakan struktur perekonomian menjadi dua, yaitu : (1) perekonomian tertutup
Model IS-LM. Lanjutan... Pasar Barang & Kurva IS 5/1/2017. PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM)
Model IS-LM PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan IS-LM) Model IS-LM adalah interpretasi terkemuka dari teori Keynes. Tujuan dari model ini adalah untuk menunjukkan apa yang menentukan pendapatan nasional
Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI
1 Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami hubungan nilai variable permintaan agregat (keynessian), pendapatan nasional keseimbangan dan sistem keuangan.
MODEL SEDERHANA PERMINTAAN AGREGAT PENAWARAN AGREGAT
MODEL SEDERHANA PERMINTAAN AGREGAT PENAWARAN AGREGAT Permintaan agregat adalah permintaan keseluruhan total atau permintaan seluruh lapisan masyarakat. Permintaan agregat terbentuk : 1. Dibentuk oleh pasar
BAB 10 Permintaan Agregat 1: Membangun Model IS-LM
BAB 10 Permintaan Agregat 1: Membangun Model IS-LM Tutoriasl PowerPoint Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke-6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian Chapter Ten 1 Depresi Besar (Great Depression)
Keseimbangan Umum Pasar Barang dan Pasar Uang. Minggu 12
Keseimbangan Umum Pasar Barang dan Pasar Uang Minggu 12 Pendahuluan Keseimbangan umum terjadi apabila pasar barang dan pasar uang berada dalam keseimbangan secara bersama-sama. Dari keseimbangan tersebut
ekonomi K-13 PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG K e l a s A. KONSEP DASAR a. Sejarah Uang Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Menguasai konsep dan teori uang. 2. Menentukan
Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja
Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja Pertemuan Ke-4 Dr. Muh. Yunanto, MM. Uang berperan sebagai penyimpan nilai, unit hitung, dan media pertukaran. Kemudahan uang dikonversi menjadi
BAB 10 Permintaan dan Penawaran Uang serta Kebijakan Moneter
BAB 10 Permintaan dan Penawaran Uang serta Kebijakan Moneter Satuan Acara Perkuliahan 10 Sub Pokok Bahasan: Teori Permintaan Uang Teori Penawaran Uang Keseimbangan Pasar Uang (Kurva LM) Kebijakan Moneter
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1 1. Para ekonom menggunakan beberapa variabel makroekonomi untuk mengukur prestasi seuah perekonomian. Tiga variable yang utama adalah real GDP, inflation
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM)
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM) Model IS-LM Model IS-LM adalah interpretasi terkemuka dari teori Keynes. Tujuan dari model ini adalah untuk menunjukkan apa yang menentukan pendapatan
Teori Klasik tentang Permintaan Uang
Keseimbangan pasar uang tercapai ketika terjadi keseimbangan antara permintaan uang dengan penawaran uang (Md = Ms). Dari keseimbangan tersebut akan terbentuk kurva LM yang mencerminkan titik-titik keseimbangan
Permintaan Agregat dalam Perekonomian Tertutup: Perilaku Pasar Barang dan Pasar Uang
Modul 1 Permintaan Agregat dalam Perekonomian Tertutup: Perilaku Pasar Barang dan Pasar Uang Arief Ramayandi, S.E., MecDev., Ph.D. Ari Tjahjawandita, S.E., M.Si. M PENDAHULUAN odul ini akan menjelaskan
EKONOMI MAKRO: MODEL ANALISIS IS-LM. Oleh : Nur Baladina, SP. MP.
EKONOMI MAKRO: MODEL ANALISIS IS-LM Oleh : Nur Baladina, SP. MP. Konsep Dasar Analisis IS-LM Model IS-LM memadukan ide-ide aliran pemikiran Klasik dengan Keynes, sering disebut sebagai sintesis Klasik-Keynesian,
KURVA IS-LM. a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP. Bahan Ajar Kurva IS-LM - Mayang Adelia Puspita, SP. MP
KURVA IS-LM a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP Referensi Bahan ajar kurva IS LM Profesor Nuhfil Hanani diakses dari http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/2009/03/4-makro-4-analisis-is-lm-nuhfil.pdf
Keseimbangan di Pasar Uang
Keseimbangan di Pasar Uang Motivasi Memiliki Uang Motivasi spekulasi Motivasi transaksi Motivasi berjaga-jaga Kelembagaan Pasar Dibutuhkan untuk membantu interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi Memiliki
Keseimbangan Umum IS-LM
Keseimbangan umum terjadi apabila pasar barang dan pasar uang berada dalam keseimbangan secara bersama-sama. Dari keseimbangan tersebut diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat
KESEIMBANGAN EKONOMI Melihat lebih mendalam keseimbangan Pendapatan Nasional yang ditentukan oleh Pengeluaran Agregat ( Pendekatan Keynesian )
KESEIMBANGAN EKONOMI Melihat lebih mendalam keseimbangan Pendapatan Nasional yang ditentukan oleh Pengeluaran Agregat ( Pendekatan Keynesian ) PREPARED BY : S. K.TOMASOA, SE.,M.Si. Keseimbangan Ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kebijakan Moneter Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral dari suatu Negara. Pada dasarnya kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan perekonomian
Kerangka IS-LM. Sebuah Pengantar untuk Keseimbangan Permintaan Agregat (AD)
7. Kerangka IS-LM Sebuah Pengantar untuk Keseimbangan Permintaan Agregat (AD) Mengapa Anda Perlu Tahu Pembahasan model keseimbangan silang Keyness mengasumsikan bahwa tingkat suku bersifat eksogen dalam
MODEL IS DARI PASAR BARANG DAN MODEL LM DARI PASAR UANG. Chapter Ten 1
MODEL IS DARI PASAR BARANG DAN MODEL LM DARI PASAR UANG. Chapter Ten 1 Model Keynes diartikan berbeda-beda oleh banyak orang. Hal yang berguna untuk memikirkan model Keynes buku teks dasar sebagai perincian
KEBIJAKAN MONETER DALAM PEMBANGUNAN
KEBIJAKAN MONETER DALAM PEMBANGUNAN DISUSUN OLEH : SANTI CAROLINA NIM : 012008043 UJIAN AKHIR SEMESTER MANAGEMENT STRATEGIC Dosen : Prof.Ir. Rudy C.Tarumingkeng, Ph.D PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN JURUSAN
BAB 2. Keseimbangan Perekonomian Dua Sektor (Tertutup Sederhana)
BAB 2 Keseimbangan Perekonomian Dua Sektor (Tertutup Sederhana) Perekonomian tertutup merupakan perekonomian yang tidak mengenal hubungan ekonomi dengan negara lain (seperti ekspor, transaksi impor, transaksi
BAB V KESEIMBANGAN PASAR BARANG dan PASAR UANG ( Analisis IS LM )
BAB V KESEIMBANGAN PASAR BARANG dan PASAR UANG ( Analisis IS LM ) Setelah mempelajari mengenai pendapatan nasional dan memahami sekilas perbedaan pandangan antara ekonom Klasik dan Keynesian, yang masing
Uang EKO 2 A. PENDAHULUAN C. NILAI DAN JENIS-JENIS UANG B. FUNGSI UANG. value).
A. PENDAHULUAN Uang adalah suatu benda atau alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatan pertukaran barang dengan barang atau lainnya. Ciri-ciri uang agar penggunaannya efisien:
GDP = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor - impor
1. Pengertian GDP: Ujian Ekonomika Makro GDP (Gross Domestic Product) atau Produk Domestik Bruto dalam Bhs Ind, adalah salah satu dari beberapa indikator yang mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi. GDP
MAKALAH EKONOMI MAKRO PERANAN UANG, PERMINTAAN, DAN PENAWARAN AKAN UANG
MAKALAH EKONOMI MAKRO PERANAN UANG, PERMINTAAN, DAN PENAWARAN AKAN UANG Disusun guna memenuhi tugas Mata kuliah: Ekonomi Makro Dosen pengampu: Agus arwani,m.ag Disusun oleh : 1. Diah Purnamasari 2013116224
KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi : Dany Juhandi, S.P, M.Sc
KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar Semester : Dany Juhandi, S.P, M.Sc : I Pertemuan : 11 Pokok Bahasan PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN Amelira Haris Nasution,
PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT
PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT L Suparto LM,. M.Si Dalam teori makroekonomi klasik, jumlah output bergantung pada kemampuan perekonomian menawarkan barang dan jasa, yang sebalikya bergantung pada suplai
Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan
KEBIJAKAN PEMERINTAH Kebijakan pemerintah yg berkaitan dengan APBN untuk mempengaruhi jalannya perekonomian guna mencapai sasaran atau tujuan tertentu Misal: 1. menaikkan/menurunkan budget 2. menaikkan
TEORI EKONOMI 2 JUMLAH SKS TAHUN AJARAN KETENTUAN
TEORI EKONOMI 2 JURUSAN JENJANG PENEKANAN : MANAJEMEN & AKUNTANSI : STRATA SATU : ANALISIS DAN PEMECAHAN KASUS-KASUS RIIL DI INDONESIA JUMLAH SKS TAHUN AJARAN KETENTUAN : 3 SKS : PTA : WAJIB MEMBERIKAN
BAB V KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG ( ANALISIS IS LM )
BAB V KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG ( ANALISIS IS LM ) BAB V KESEIMBANGAN PASAR BARANG dan PASAR UANG ( Analisis IS LM ) Setelah mempelajari mengenai pendapatan nasional dan memahami sekilas
KESEIMBANGAN di PASAR UANG. Minggu 11
KESEIMBANGAN di PASAR UANG Minggu 11 Pendahuluan Keseimbangan pasar uang tercapai ketika terjadi keseimbangan antara permintaan uang dengan penawaran uang (Md = Ms). Dari keseimbangan tersebut akan terbentuk
BAB I PEMBAHASAN KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO A. KESEIMBANGAN PASAR EKONOMI MIKRO INDIVIDU
BAB I PEMBAHASAN KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO A. KESEIMBANGAN PASAR EKONOMI MIKRO INDIVIDU Dalam bentuk yang paling sederhana keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari satu individu
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEORI EKONOMI 2 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEORI EKONOMI 2 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN Minggu Pokok Bahasan dan TIU ke 1 Pasar komoditi dan kurva IS Menjelaskan bagaimana perubahan variabel aggregatif
Memasukkan beberapa aset sebagai alternatif dari uang
1. a-c a. apa saja berbedaan dari kedua teori tersebut? INDIKATOR Memasukkan beberapa aset sebagai alternatif dari uang Subtitusi Rumus (persamaan saldo uang riil) / Kesimpulan penting MILTON FRIEDMAN
BAB II TINJAUAN TEORI. landasan teori yang digunakan dalam penelitian yaitu mengenai variabel-variabel
BAB II TINJAUAN TEORI Bab ini membahas mengenai studi empiris dari penelitian sebelumnya dan landasan teori yang digunakan dalam penelitian yaitu mengenai variabel-variabel dalam kebijakan moneter dan
Xpedia Ekonomi. Makroekonomi
Xpedia Ekonomi Makroekonomi Doc. Name: XPEKO0399 Doc. Version : 2012-08 halaman 1 01. Pengangguran friksional / frictional unemployment ialah... (A) diasosiasikan dengan penurunan umum di dalam ekonomi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. moneter, bunga itu adalah sebuah pembayaran untuk menggunakan uang. Karena
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Umum Suku Bunga Keynes berpendapat bahwa suku bunga itu adalah semata-mata gejala moneter, bunga itu adalah sebuah pembayaran untuk menggunakan uang. Karena tingkat bunga
BAB I PENDAHULUAN. dan jasa dalam perekonomian dinilai dengan satuan uang. Seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan uang sangat penting dalam perekonomian. Seluruh barang dan jasa dalam perekonomian dinilai dengan satuan uang. Seiring dengan perkembangan perekonomian atau
Pengantar Makro Ekonomi. Pengantar Ilmu Ekonomi
Pengantar Makro Ekonomi Pengantar Ilmu Ekonomi Makroekonomi Mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan Bertujuan memahami peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara dapat dilakukan dengan menghitung
27 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pendapatan Nasional Untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara dapat dilakukan dengan menghitung besarnya pendapatan nasional atau produksi nasional setiap tahunnya, yang
9. UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
9. UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN Uang dan Lembaga Keuangan Sistem Keuangan di Indonesia Fungsi Uang Komponen uang beredar (Mo,M1, M2, M3) Peran Bank Sentral Perkembangan terbaru kasus uang dan perbankan (Indonesian
PENGUKURAN INFLASI. Dalam menghitung Inflasi secara umum digunakan rumus: P P
INFLASI Minggu 15 Pendahuluan Inflasi adalah kecendrungan meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus. Kenaikkan harga satu atau dua barang tidak bisa disebut sebagai inflasi, kecuali
JUMLAH UANG BEREDAR DAN KEBIJAKAN MONETER
JUMLAH UANG BEREDAR DAN KEBIJAKAN MONETER I. UANG DAN JUB 1. Uang adalah sesuatu yang secara umum diterima didalam pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, atau utang. 2. Fungsi uang : a. Alat tukar-menukar
SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP )
SEKO H NO MI KO LA SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP ) GGI ILMU TIN E SERANG Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Program Studi Kredit Semester Semester PENGANTAR EKONOMI MAKRO EK12.B110 MANAJEMEN 3 SKS II (DUA) Buku
PEMBAHASAN SOAL UJI COBA PRA UN KABUPATEN
PEMBAHASAN SOAL UJI COBA PRA UN KABUPATEN 1. Berikut perilaku konsumen menggunakan pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal: (1) Tingkat kepuasan konsumen hanya bisa dibandingkan (2) Kepuasan konsumen
EKONOMI MAKRO RINA FITRIANA,ST,MM
EKONOMI MAKRO RINA FITRIANA,ST,MM EKONOMI MAKRO Ekonomi Tertutup : Ekonomi yang tidak berinteraksi dengan ekonomi lain di dunia Ekonomi Terbuka : Ekonomi yang berinteraksi secara bebas dengan ekonomi lain
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Mankiw, 2006: 145). Ini tidak berarti bahwa harga harga berbagai macam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Inflasi Salah satu peristiwa modern yang sangat penting dan yang selalu dijumpai dihampir semua negara di dunia adalah inflasi. Definisi singkat dari inflasi adalah
Mekanisme transmisi. Angelina Ika Rahutami 2011
Mekanisme transmisi Angelina Ika Rahutami 2011 the transmission mechanism Seluruh model makroekonometrik mengandung penjelasan kuantitatif yang menunjukkan bagaimana perubahan variabel nominal membawa
Pengertian Suku Bunga. Suku bunga merupakan harga yang
Suku Bunga dan Nilai Waktu Uang Pengertian Suku Bunga Suku bunga merupakan harga yang dibayar untuk dana atau modal Pergerakan Suku Bunga Teori Loanable Funds Fokus teori ini i ada pada penawaran (supply)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN KESEIMBANGAN UMUM PASAR BARANG DAN PASAR UANG
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN KESEIMBANGAN UMUM PASAR BARANG DAN PASAR UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar : Dany Juhandi, S.P, M.Sc Amelira Haris Nasution, S.P, M.Si Semester : I Pertemuan
Suku Bunga dan Nilai Waktu Uang
Suku Bunga dan Nilai Waktu Uang Pengertian Suku Bunga Suku bunga merupakan harga yang dibayar untuk dana atau modal Pergerakan Suku Bunga Suku Bunga S f Teori Loanable Funds Fokus teori ini ada pada penawaran
Oleh: Disusun ( ) ( ) Misbahul Munir
MAKALAH DISKUSI KELAS KELEMAHAN TEORI MONETER MILTON FRIEDMAN Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Ekonomika Moneter Dosen Pengampu: Teguh Sihono, M.M. & Supriyanto,
Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Materi Perkuliahan: 1. Ruang Lingkup Analisis Makroekonomi (Konsep dasar ekonomi makro) 2. Aliran kegiatan perekonomian (aliran sirkular atau circular
Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengertian Ilmu Ekonomi Adalah studi mengenai cara-cara yang ditempuh oleh masyarakat untuk menggunakan sumber daya yang langka guna memproduksi komoditas
Pembahasan Soal UTS PTE Makro 2016/2017
Pembahasan Soal UTS PTE Makro 2016/2017 1. Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas? : C. Perekonomian secara agregatif Alasan : Teori Ekonomi Makro adalah suatu cabang ilmu ekonomi
BAB 1 PERSOALAN EKONOMI
BAB 1 PERSOALAN EKONOMI A. Pilihan Ganda 1. Dibawah ini yang termasuk faktor produksi adalah: a. SDA (Sunber Daya Alam) b. SDM (Sumber Daya Manusia) c. Semua alat buatan manusia d. Semua benar 2. Di dalam
UANG. Uang didefinisikan sebagai sesuatu yang disepakati sebagai alat pembayaran yang sah. Fungsi Uang (Mankiw, 2007)
UANG Uang didefinisikan sebagai sesuatu yang disepakati sebagai alat pembayaran yang sah. Uang adalah sebagai persediaan aset yang dapat dengan segera digunakan untuk melakukan transaksi (Mankiw 2007)
Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan Blog:
Pokok Bahasan 3 PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Email: [email protected]; [email protected] Guru Besar Universitas Riau Pandangan Klasik, Keynes
BAB 11 LANDASAN TEORI
BAB 11 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Inflasi Definisi singkat dari inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk menaik secara umum dan terus-menerus. Ini tidak berarti bahwa harga-harga berbagai macam
Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia
Andri Helmi M, SE., MM Sistem Ekonomi Indonesia Pemerintah bertugas menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan sosial budaya kesejahteraan seluruh masyarakat. Siapa itu pemerintah? Bagaimana stabilitas di
Pengeluaran Agregat yang direncanakan (AE) dan Ekuilibrium Output
Pengeluaran Agregat yang direncanakan (AE) dan Ekuilibrium Output 1. Model Arus Lingkar Pendapatan (The Circular Flow of Income model) 2. Pengeluaran Agregate yang direncanakan (Agregate Expenditure, AE)
Permintaan dan Penawaran Uang
Permintaan dan Penawaran Uang Teori Permintaan Uang 1. Quantity Theory of Money 2. Liquidity Preference Theory 3. Milton Friedman Theory Quantity Theory of Money...1 Dikembangkan oleh Irving Fisher Menjelaskan
PERMINTAAN UANG. Adil Fadillah dan Mumuh Mulyana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan
PERMINTAAN UANG Adil Fadillah dan Mumuh Mulyana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Pendahuluan Uang telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, terlebih pada aspek perekonomian. Begitu pentingnya
Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak
TEORI EKONOMI MAKRO Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang
ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN AGREGAT DI INDONESIA
ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN AGREGAT DI INDONESIA YUSNIA RISANTI Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura Abstrak
Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Sumber daya tersedia secara terbatas. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
EKONOMI MAKRO Lingkup Ekonomi Makro Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan
SILABUS. Mata Kuliah Ekonomi Makro I Dosen Nano Prawoto, SE. M.Si. Hunting Ext. 184
SILABUS Mata Kuliah Ekonomi Makro I Dosen Nano Prawoto, SE. M.Si. Hunting 0274-387656 Ext. 184 E-Mail [email protected] Materi : 1. Review Ek. Makro Pengantar Pendahuluan : Tinjauan singkat mengenai teori,
ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Menjelaskan jenis dan instrumen
ANALISIS PERUBAHAN SUKU BUNGA, UANG DAN HARGA DALAM KERANGKA KERJA EKONOMI KLASIK
ANALISIS PERUBAHAN SUKU BUNGA, UANG DAN HARGA DALAM KERANGKA KERJA EKONOMI KLASIK Oleh: Muhammad Tahwin* Abstract According to classical economic experts, interest rates are determined by the wishes of
KURVA PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND AD) PADA DIAGRAM AD AS (AGGREGATE SUPPLY - PENAWARAN AGREGAT) BERDASARKAN FUNGSI DARI SETIAP KOMPONEN AD
Bahan 4a - Kurva Permintaan Agregat Pada Diagram AD-A KURVA PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND AD) PADA DIAGRAM AD A (AGGREGATE UPPLY - PENAWARAN AGREGAT) BERDAARKAN FUNGI DARI ETIAP KOMPONEN AD I. BERDAARKAN
BAB 3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR (TERTUTUP)
BAB 3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR (TERTUTUP) 3.1 Aliran Pendapatan dan Syarat Keseimbangan Perekonomian tiga sektor diartikan sebagai perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga, perusahaan
Kerangka Belajar Ekonomi Makro Pandangan Klasik, Keyness dan Sesudahnya
3. Kerangka Belajar Ekonomi Makro Pandangan Klasik, Keyness dan Sesudahnya Mengapa Anda Perlu Tahu Tahun 1997 Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi yang disebabkan oleh krisis moneter di Asia. Secara
KEBIJAKAN FISKAL. APBN dan Pengaruh Ekonomi Makronya. Kebijaksanaan Fiskal merupakan kebijakan dalam kombinasi pos-pos APBN dengan nilainilai
KEBJAKAN FSKAL Kebijakan fiskal dan moneter, merupakan dua sejoli dalam suatu kebijakan makro ekonomi, yang keduanya saling kaitmengkait karena satu kebijakan akan mempunyai konsekuensi terhadap bidang
KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER. Oleh : Muhlisin
KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER Oleh : Muhlisin TEORI MAKROEKONOMI MELIPUTI JUGA ANALISIS DALAM BERBAGAI ASPEK BERIKUT : 1. Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan
ekonomi K-13 INFLASI K e l a s A. INFLASI DAN GEJALA INFLASI Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI INFLASI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan menjelaskan penyebab inflasi dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat. A. INFLASI
BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang memiliki spesialisasi yang tinggi. Hal ini berarti tidak ada seorangpun yang mampu memproduksi semua apa yang dikonsumsinya
Ilmu Ekonomi Bank Sentral dan Kebijakan moneter
Ilmu Ekonomi Bank Sentral dan Kebijakan moneter 1 Bank Sentral (BI di Indonesia) Bank Indonesia (BI) - Sebagai Bank Sentral berdasarkan pasal 4 ayat 1 Undangundang RI No. 23 tahun 1999 Lembaga Negara yang
PASAR BARANG dan Kurva IS (Keseimbangan Sektor Riil) Julian Adam Ridjal PS Agribisnis Universitas Jember
PASAR BARANG dan Kurva IS (Keseimbangan Sektor Riil) Julian Adam Ridjal PS Agribisnis Universitas Jember www.adamjulian.net The Goods Market and the IS Curve The IS curve plots the relationship between
ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
ANALISA PENDAPATAN NASIONAL Keadaan ekonomi yang diharapkan oleh suatu negara:. Tingkat kesempatan kerja (KK) yang tinggi 2. Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi 3. Tingkat pendapatan nasional
I. PENDAHULUAN. Kebijakan moneter memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap suatu perekonomian,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan moneter memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap suatu perekonomian, sehingga dalam tatanan perekonomian suatu negara diperlukan pengaturan moneter yang disebut
Manajemen Hutang Bank
Manajemen Hutang Bank Pertemuan ke 9 Manajemen Dana Bank Program Pasca Sarjana Univ. Gunadarma ManajeMen Kredit Hampir 70% volume usaha bank berupa kredit. Arti kredit : Asal bahasa latin (credere) berarti
ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran
KTSP Kelas X ekonomi KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami instrumen kebijakan moneter. 2. Memahami kebijakan
1. Pengertian dan fungsi ekonomi, 2. MAKRO. 3. MIKRO
Silabus: 1. Pengertian dan fungsi ekonomi, 2. MAKRO. 3. MIKRO Peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Organisasi Bisnis dan Keuangan Produksi dan Pendapatan Nasional. Uang dan Lembaga Keuangan Bank Indonesia.
I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena
Jenis-Jenis Inflasi. Berdasarkan Tingkat Keparahan;
INFLASI Pengertian Inflasi Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dan kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka panjang. Inflasi secara umum terjadi
BAB I PENDAHULUAN. dipahami melalui pendekatan Flows atau Turn Overs dari jumlah uang beredar. Jumlah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang. Peranan uang dalam perekonomian nasional suatu negara dapat dilihat dan dipahami melalui pendekatan Flows atau Turn Overs dari jumlah uang beredar. Jumlah uang beredar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teoritis 1. Pengertian Inflasi Inflasi adalah suatu proses ketidakseimbangan (disequilibrium) yang dinamis yaitu tingkat harga yang terus - menerus mengalami kenaikan
BIDANG STUDI : EKONOMI
BERKAS SOAL BIDANG STUDI : MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 2013 Petunjuk Umum 1. Silakan berdoa sebelum mengerjakan soal, semua alat komunikasi dimatikan. 2.
III. KERANGKA PEMIKIRAN Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter. kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi secara riil dan harga harga
46 III. KERANGKA EIKIRAN 3.1. ekanisme Transmisi Kebijakan oneter ekanisme transmisi moneter merupakan proses ditransmisikannya kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi secara riil dan harga harga dimasa
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoritis 3.1.1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Berbagai model pertumbuhan ekonomi telah banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi. Teori pertumbuhan yang dikembangkan dimaksudkan
PENGANTAR EKONOMI JENJANG : D3 AKUNTANSI : ATA : PENDEKATAN TEORI DAN PENERAPANNYA : WAJIB MEMBERIKAN KASUS DAN PEKERJAAN PENEKANAN
JURUSAN : AKUNTANSI PENGANTAR EKONOMI Koordinator: Mohammad Abdul Mukhyi Email: [email protected] dan [email protected] Telp: 87987739 dan 41 Ext: 409; HP 0817 126 402 JUMLAH SKS : 2SKS JENJANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Ekonomi Makro
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Ekonomi Makro Ekonomi Makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.. Hubungan yang dipelajari
III. KERANGKA TEORITIS
III. KERANGKA TEORITIS 3.1. Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter Kebijakan fiskal mempengaruhi perekonomian (pendapatan dan suku bunga) melalui permintaan agregat pada pasar barang, sedangkan kebijakan
By Nina Triolita, SE, MM. Pengantar Bisnis Pertemuan Ke 7
By Nina Triolita, SE, MM. Pengantar Bisnis Pertemuan Ke 7 Menjelaskan faktor ekonomi makro yang mempengaruhi kinerja bisnis. Menjelaskan bagaimana harga pasar ditentukan. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi
1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah
1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah.. A. Hasil pertanian dari desa banyak dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan B. Penggunaan bahan baku
Suriname. Yunani. Libya. Cekoslovakia
1. SMA/MA IPS kelas 10 - EKONOMI IPS BAB 7. PENDAPATAN NASIONAL DAN INDEKS HARGALatihan Soal 7.1 Tabel berikut menunjukkan koefisien gini beberapa Negara : NEGARA GINI Inggris 0,32 Yunani 0,37 Cekoslovakia
