ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
|
|
|
- Devi Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISA PENDAPATAN NASIONAL Keadaan ekonomi yang diharapkan oleh suatu negara:. Tingkat kesempatan kerja (KK) yang tinggi 2. Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi 3. Tingkat pendapatan nasional yang tinggi 4. Keadaan perekonomian yang stabil 5. Neraca Pembayaran LN yang seimbang (NPI tidak defisit). 6. Distribusi pendapatan yang lebih merata. Dalam Analisa Pendapatan Nasional (APN), pembahasannya dibagi menjadi beberapa tahap, yakni:. APN untuk perekonomian tertutup sederhana (tanpa kebijakan fiskal): (Perekonomian 2 sektor). Asumsi: Y = C + I 2. APN untuk perekonomian tertutup dengan Kebijakan Fiskal (Perekonomian 3 sektor) a) Sistem Pajak sederhana (besarnya pajak sudah tertentu) b) Sistem pajak yang built in flexible Asumsi: Y = C + I + G 3. APN untuk perekonomian terbuka.(perekonoian 4 sektor) a) Tanpa Kebijakan Fiskal ; Asumsi: Y = C + I + (X-M) b) Dengan Kebijakan Fiskal: i) Sistem pajak sederhana; ii) Sistem pajak yang built in flexible Asumsi: Y = C + I + G + (X M) Dalam pembahasan tentang APN, asumsi untuk keadaan perekonomian yang dibahas (misalnya untuk perekonomian tertutup, dengan kebijakan fiskal atau tidak, atau perekonomian terbuka), mempengaruhi besarnya angka pengganda yang dihasilkan. Berikut bahasan tentang APN. Pendapatan Nasional Untuk mengukur keberhasilan sebuah perekonomian antara lain dengan melihat pendapatan nasional, produk nasional, tingkat Kesempatan Kerja (KK), tingkat harga dan posisi Neraca Pembayaran Internasional (NPI). Dari berbagai tolok ukur tsb., yang menjadi pusat perhatian ekonomi makro adalah pendapatan nasional (national income), yang dalam artian tertentu nilainya tidak berbeda dengan produk nasional (national product). Perkiraan pendapatan dan produk nasional merupakan rekening atau perkiraan (disebut juga account), yang memuat di satu sisi komponen-komponen pendapatan nasional dan di sisi lain komponen-komponen produk nasional.
2 PERKIRAAN PENDAPATAN DAN PRODUK NASIONAL Pendapatan Produk Upah dan gaji Rp... Pengeluaran konsumsi Rp Sewa Rp Pengeluaran investasi Rp Bunga Rp Pengeluaran pemerintah Rp Laba Rp Ekspor netto Rp Pendapatan Nasional Atas dasar biaya faktor produksi Rp. + Transfer perusahaan Rp. + Pajak tak langsung Rp.. - Subsidi Rp. + Penyusutan Rp. Pendapatan Nasional atas Produk Nasional Dasar harga pasar Rp.. atas dasar harga pasar Rp... Analisa Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana (Perekonoian 2 Sektor) Dalam ilmu ekonomi, ada 2 macam pendekatan:. Analisa statik: static equilibrium analysis, menggunakan asumsi bahwa perekonomian yang dianalisa merupakan perekonomian stasioner, yakni perekonomian yang tidak mengalami perubahan-perubahan kecuali apabila terjadi adanya perubahan pada salah satu atau beberapa variabel eksogennya (variabel eksogen = yang berasal dari luar model yang dipakai). Analisa ini lebih banyak dibahas di sini. 2. Analisa Dinamik: menuntut kita mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam perekonomian dari waktu ke waktu. Variabel-variabel ekonomi agregatif dalam perekonomian tertutup sederhana Perekonomian tertutup sederhana: tidak mengenal hubungan ekonomi dengan negara lain (tertutup); dan tidak mengenal transaksi ekonomi oleh pemerintah (sederhana). Y = C + I Y = Pendapatan nas./th. C = Konsumsi RT./th. I = Investasi/th.. Keadaan Ekuilibrium Dari segi sumber atau asalnya, pendapatan nasional (= Y) terdiri dari konsumsi dan investasi. Jadi Y = C + I; sedangkan dari sisi penggunaannya, pendapatan nasional sebagian digunakan 2
3 untuk pengeluaran konsumsi dan selebihnya adalah saving, atau Y = C + S. Bila Y pada periode 0 digunakan pada periode, Y periode digunakan pada periode 2, kemudian Y periode 2 digunakan pada periode 3 dan seterusnya, maka hubungan konsumsi, investasi, saving dan pendapatan nasional dapat digambarkan sbb.: C 0 + I 0 = Y 0 Y 0 = C + S C + I = Y Y = C 2 + S 2 C 2 + I 2 = Y 2 Y 2 = C 3 + S 3 C 3 + I 3 = Y 3 dan seterusnya. Pendapatan nasional ekuilibrium: tingkat pendapatan nasional, dimana tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya, apabila dipenuhi syarat Y 0 = Y = Y 2 = Y 3 = Y 4 dst. Karena C = f (Y), jika Y ekuilibrium, maka C juga ekuilibrium, atau C 0 = C = C 2 = C 3 = C 4 dst. Dengan demikian bila Y 0 = Y = Y 2 = Y 3 = Y 4 dan seterusnya, maka S 0 = S = S 2 = S 3 = S 4 dst. sehingga dapat disimpulkan bahwa kalau : S = I maka Y 0 = Y ; kalau S 2 = I 2 maka Y = Y 2, demikian seterusnya. Jadi pendapatan nasional akan mencapai ekuilibrium jika: S = I Cara untuk menghitung Y nas. Ekuilibrium : Y = C + I C = a + cy atau C = C 0 + cy ; C 0 = a = automous Consumption Maka : Y = C 0 + cy + I Y cy = C 0 + I ( c ) Y = C 0 + I Y = (C 0 + I) Pendapatan nasional ekuilibrium ( c) Catatan : C = konsumsi RT / th. ; dan I = Investasi / th. merupakan variabel eksogen, yaitu variabel yang tidak diuraikan oleh model-model variabel eksogen dianggap datum., Misal : = Rp 40 milyar / th. dengan tanda bar. Contoh: Diketahui: Fungsi C = 0,75 Y + 20 tr; dan Investasi/ th = 40 tr. Hitunglah: Y, C, S ekuilibrium. Jawab: Y ek. = ( ) = 4 (60) = 240 (-0,75) C ek = 0,75 Y + 20 = 0,75 (240) + 20 = 200 S ek = Y C = = 40 3
4 Fungsi Konsumsi, APC dan MPC C = a + cy c = MPC = dc/dy ; besarnya: 0,5 c APCn = Cn/Yn APCn = average propensity to consume pada tingkat pendapatan nasional sebesar n C = (APCn - MPC) Yn + MPC. Y a = (APCn - MPC ) Yn Contoh : Diketahui : Y nasional = Rp 00m/th C = 95 m Y nasional = Rp 20m/th C = 0 m Ditanyakan : a. Fungsi konsumsi b. BEP (Break Even Point) tercapai pada tingkat pendapatan nasional berapa? Jawab : APC 00 = C 00 / Y 00 = 95/00 = 0,95 APC 20 = C 20 / Y 20 = 0/20 MPC = dc / dy = (C 20 C 00 ) : (Y 20 Y 00 ) = (0 95) / (20 00) = 5/20 = 0,75 a. C = (APCn MPC) Yn + MPC. Y = (0,95 0,75) ,75 Y atau C= (0/20 0,75) ,75 Y C = ,75 Y b. BEP C = Y Y- C =0 Y (20 + 0,75 Y) = 0 0,25 Y = 20 Y = 80 Fungsi Saving Saving/tabungan adalah bagian daripada pendapatan nasional/th yang tidak dikonsumsi atau dibelanjakan. S = Y-C S = Y a cy S =(-c)y a Jika C = ,75 Y S = ,25Y S = MPS = ds / dy APSn = Sn/Yn MPC + MPS = APCn + APSn = MPC = MPS APCn = - APSn MPS = MPC APSn = APCn Y = C + S Yn = Cn + Sn 4
5 Yn/ Yn = Cn/Yn + Sn/Yn = APCn + APSn Angka Pengganda (multiplier) o k = besarnya multiplier o δ Y = k δi δy/δi = multiplier investasi o Macam-macam multiplier : multiplier pajak, C pemerintah, Tr, dsb. o Angka pengganda investasi : o k I = = /-c atau /-MPC = /MPS Contoh : Diketahui : C = 0,75 Y + 20 I periode = 40 m ; I periode 2 = 80 m Hitung : Y nas. Ekuilibrium pada periode 2 Jawab : k I = /MPS = /0,25 = 4 di = I 2 - I = = 40 Y nas. Periode : Y = /MPS (a+i) + 4 (20+40) = 240 Y nas. Periode 2 : Y 2 = Y + dy = Y + di k I = (40) = 400 *** Jadi perubahan pendapatan nasional ekuilibrium adalah sebesar angka pengganda x besarnya perubahan Investasi; berarti perubahan I harus terus menerus. Perubahan jumlah Konsumsi dan Perubahan jumlah Saving C = C 0 + dc dc = MPC. dy C = C 0 + MPC. dy S = S 0 + ds ds = MPS. dy S = S 0 + MPS. dy ; karena MPC + MPS =, maka : S = S 0 + ( MPC ). dy Contoh : Diketahui fungsi Konsumsi : C = 0, m Pada periode sebelum 97 (periode 0), I/th = 40 m 5
6 Pada periode sesudah 97 (periode ), I/th = 60 m Ditanyakan : Dengan menggunakan angka pengganda, hitung Y nasional, C dan S ekuilibrium yang baru. Jawab : a. Angka pengganda investasi : k I = / c = / 0,25 =4 I = I I 0 = = 20 m b. Y nas. Ekuilibrium Periode 0 = Y 0 = / -c (a +I) = 4( ) = 240 Y nas. Ekuilibrium Periode = Y = Y 0 + k I. I = = 320 c. Consumsi ekuilibrium yang baru : C 0 = 0,75 Y + 20 = 0, =200 C = C 0 + MPC.dY = ,75 ( ) =260 atau C = 0,75Y + 20 = d. Saving ekuilibrium yang baru : S 0 = 0,25 Y 20 = 0, =40 S = S 0 + MPS. dy = ,25 ( ) = 60 atau S = 0,25 Y -20 = 60 Kapasitas Produksi Nasional o Faktor produksi terdiri dari Sumber Daya (SD): SD Alam, SD Manusia, dan SD Modal. o Komposisi, kualitas serta kuantitas SD atau faktor produksi (f.p) mempengaruhi besar kecilnya kapasitas produksi nasional, sehingga mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian. o Natural resources (SDA) yang masih bersifat potensial tak dapat disebut sebagai f.p tetapi harus dibuat riil dulu. o Pembangunan ekonomi pada dasarnya untuk menaikkan kapasitas nasional, sehingga tingkat hidup masyarakat naik. Tingkat Kesempatan Kerja dan Kapasitas Produksi Nasional o Perekonomian keadaan Full Employment adalah perekonomian dimana semua kapasitasnya ada dalam penggunaan penuh. o Perekonomian underemployment adalah perekonomian dimana ada sebagian kapasitas produksinya menganggur. o Perekonomian over employment adalah perekonomian dimana kapasitas produksi sudah digunakan penuh, tetapi permintaan terhadap barang atau jasa terus bertambah, jumlah produk nasional tak dapat bertambah. Yang dapat diubah adalah pengalokasian kembali faktor-faktor produksi (reallocation of resources), disini perekonomian dalam keadaan inflasi. o Tingkat Full employment : tingginya kapasitas produksi nasional yang dipergunakan = tingkat kesempatan kerja. Inflationary Gap (IG) dan Deflationary Gap (DG) Inflationary Gap terjadi jika Investasi nyata lebih besar daripada Full Employment (FE) Saving, atau merupakan besarnya perbedaan antara jumlah Investasi yang terjadi dengan besarnya Saving pada tingkat FE. (Jika IG naik, maka overemployment juga naik). 6
7 Deflationary Gap (DG) terjadi jika I nyata lebih kecil daripada Saving pada keadaan FE. (Jika DG semakin besar, maka semakin jauh tingkat employment berada di bawah tingkat FE). Contoh : Diketahui : Fungsi C = 0,75 Y + 20 milyar I per tahun = 40 m. Soal : a. Hitung IG atau DG kalau kapasitas produksi nasional sebesar 200 m/tahun. b. Hitung IG atau DG kalau kapasitas produksi nasional sebesar 280 m/tahun. Jawab : a. S = Y C = 200 (0,75 x ) = 30 m/th. I = 40 m IG = Investasi S (FE) IG = = 0 m b. S = Y- C = 280 (0,75 x ) = 50 m /th. I= 40 m DG = S (FE) Investasi DG = = 0 m 3. Analisa Pendapatan Nasional untuk Perekonomian 3 Sektor (APN dg K.Fiskal) Perekonomian tertutup perekonomian tanpa hubungan dengan luar negeri dan ada transaksi ekonomi pemerintah, ada kebijakan fiskal. Pelaku perekonomian : Konsumen (C), produsen (I) dan pemerintah (G). Kebijakan pemerintah : Tax (pajak = Tx) dan pemberian subsidi kepada masyarakat (Tr) Pengeluaran konsumsi pemerintah = government expenditure (G) = government purchase : pengeluaran pemerintah dimana pemerintah menerima balas jasanya secara langsung. Jika dalam perekonomian 2 sektor : C = a +cy 3 sektor : C = a + cyd S = Yd C S = Yd (a + cyd) S = (-c) Yd a Persamaan fungsi konsumsi masyarakat: C = Co + b Yd ; catatan: c = b = MPC Yd = disposable Income Disposable income = take home income : Yd = Y + Tr Tx a). Persamaan beban pajak : Tx = Tx o besarnya tertentu sistem pajak sederhana b). Pers. beban pajak (Tx) = Tx o + t Y = t + h Y untuk sistem pajak built in flexible 7
8 Persamaan subsidi ( Tr ) = Tr o sehingga, Yd = Y - Tx + Tr = Y - ( Tx o + t Y ) + Tr Fungsi investasi ( I ) = I o Pengeluaran pemerintah ( G ) = G o maka keseimbangan perekonomian 3 sektor adalah: Y = C + I + G Tx + S = I + G + Tr C = a + cyd C = a + c (Y + Tr Tx) C = a + cy + ctr ctx S = (-c) (Y + Tr Tx) a = sy + str stx a Contoh : untuk APN 3 sektor, dengan sistem pajak sederhana Diketahui : C = 0,75Yd + 20 M S = (- 0,75) Yd 20 = 0,25 Yd - 20 Tr= 40 M Tx = 20 M ( besarnya sdh ditentukan) Ditanyakan : a. Fungsi konsumsi sebelum ada Tx dan Tr b. Fungsi konsumsi setelah ada Tx dan Tr Jawab : a) C = 0,75Yd + 20 = 0,75 (Y + Tr Tx) +20 = 0,75 (Y + 0 0) +20 C = 0,75Y + 20 b) C = 0,75 (Y ) + 20 = 0,75Y C = 0,75Y + 35 M S = (-c) (Y ) - 20 = 0,25Y = 0,25 Y - 5 Pendapatan Nasional Ekuilibrium. Y = C + I + G Yd = Y + Tr Tx Y = Yd Tr + Tx Yd = C + S Dari rumus diatas maka : C + I + G = Yd Tr + Tx 8
9 C + I + G = C + S Tr + Tx I + G + Tr = S + Tx Y = C + I + G = a + cyd + I + G = a + c (Y +Tr Tx) + I + G = a + cy + ctr ctx + I + G Y cy = a + ctr ctx + I + G. ( c)y = a + ctr ctx + I + G a + ctr ctx + I + G Y = c Contoh : Diketahui : C = 0,75Yd + 20 I = 40 M, Tr = 40, Tx = 20 M, G = 60 M Ditanyakan : Y, C, dan S ekuilibrium. Jawab : a. y ( a ctx ctr I G) c 20 0,75(20) 0,75(40) ,75 Y = 4 ( ) = 540. b. C = 0,75Yd +20 = 0,75 (Y-Tx+Tr) +20 = 0,75 ( ) + 20 = 0,75 (560) + 20 = 440 S = Yd C = ( )-440 = 20. Pencocokan : S + Tx = I + G +Tr = = 40. Angka pengganda :. Angka pengganda investasi = k I = Y/ I = c 2. Angka pengganda konsumsi = k C = Y/ a = c 9
10 3. Angka pengganda G = k G = Y/ G = c c 4. Angka pengganda Transfer = k Tr = Y/ Tr = c c 5. Angka pengganda pajak = k Tx = Y/ Tx = c 6. Angka pengganda anggaran belanja yang seimbang = k B = G Tx = Catatan : dalam buku yang lain : c = MPC = b h = t. Analisis Kebijakan fiskal dengan sistem perpajakan yang built in flexible Pajak yang built in flexible = pajak yang besar kecilnya ditentukan oleh besar kecilnya pendapatan nasional. Pajak pendapatan = income tax merupakan pajak jenis ini ( untuk : lebih meratanya distribusi pendapatan & lebih stabilnya perekonomian.) Tx = t + hy Tx = besarnya pajak t = besarnya pajak pada pendapatan sebesar nol. h = marginal rate of taxation = perbandingan antara perubahan jumlah pajak dengan perubahan jumlah pendapatan. Y = pendapatan nasional. h nilainya positif, semakin besar Y, semakin besar Tx. Fungsi C C = a + cyd Yd = Y + Tr Tx Tx = t + hy C = a + cy + ctr ctx = a + cy + ctr ct chy S = Yd c = Y + Tr (t + hy) (a+cy + ctr ct chy) = (-h-c+ch)y + (-c) (Tr-t) a Pendapatan nasional ekulibrium dalam perekonomian yang built in flexible. Y = C + I + G C = a + cyd Yd= Y + Tr-Tx Tx = t + hy 0
11 a Y = I G c ctr ch ct Angka pengganda : Y k I = = I c ch atau k I = b bt (catatan: notasi untuk MPC = c = b) k C = Y = a c ch k Tr = Y = Tr c c ch Y c k Tx = = t c ch k G = Y = G c ch Menghitung pendapatan nasional equilibrium (Y eq) Y = C + I + G = ( Co + b Yd ) + I + G Y = Co + b ( Y - Tx + Tr ) + I + G Y = Co + b ( Y - ( Tx o + t Y ) + Tr ) + I + G Y = Co + b Y - btx o + bt Y + b Tr + I + G Y - by + bt Y = Co - btx o + b Tr + I + G ( - b + bt ) Y = Co - btx o + b Tr + I + G Co - btx o + b Tr + I G a - ctx o + c Tr + I G Y = = ( - b + bt ) ( c + ch ) Angka pengganda konsumsi ( k C ) = Y/ Co = / (- b + bt ) = /(-c+ch) Angka pengganda investasi ( k I ) = Y/ I = / (- b + bt )= /(-c+ch) Angka pengganda pengeluaran pem. (k G ) = Y/ G = /(- b + bt )= /(-c+ch) Angka pengganda pajak (k Tx ) = Y/ Tx = - b / (- b + bt )= -c //(-c+ch)
12 Angka pengganda subsidi (k Tr ) = Y/ Tr = b / (- b + bt )= c//(-c+ch) 3. Perekonomian terbuka (Perekonomian 4 sektor) Y = C + I + G + (X M) perekonomian negara yang sudah ada hubungan dengan luar negeri pelaku perekonomian konsumen ( C ), produsen ( I ) dan pemerintah ( G ) dan luar negeri ( Ekspor - Impor) adanya kebijakan fiskal pemerintah, yaitu dengan pembebanan pajak (Tx) dan pemberian subsidi (Tr) kepada masyarakat Persamaan fungsi konsumsi masyarakat: C = Co + b Yd Yd = disposible Income Yd = Y - Tx + Tr persamaan beban pajak (Tx) = Tx o + t Y persamaan subsidi ( Tr ) = Tr o sehingga, Yd = Y - Tx + Tr = Y - ( Tx o + t Y ) + Tr Fungsi investasi ( I ) = I o Pengeluaran pemerintah ( G ) = G o Fungsi Ekspor ( X ) = X o Fungsi Impor ( M ) = M o + m Y maka keseimbangan perekonomian 4 sektor adalah: Y = C + I + G + X - M Tx + S + X = I + G + Tr + M Menghitung pendapatan nasional equilibrium (Y eq) Y = C + I + G = ( Co + b Yd ) + I + G + X - M Y = Co + b ( Y - Tx + Tr ) + I + G + X - ( M - my) Y = Co + b ( Y - ( Tx o + t Y ) + Tr ) + I + G + X-( M + my ) Y = Co + b Y - btx o + bt Y + b Tr + I + G + X - M + my Y - by + bt Y +my = Co - btx o + b Tr + I + G + X - M ( - b + bt +m ) Y = Co - btx o + b Tr + I + G + X - M Co - btx o + b Tr + I+ G + X M a - ctx o + c Tr + I + G + X - M 2
13 Y = = ( - b + bt + m ) ( c + ch +m) Catatan: b = c ; C 0 = a Angka pengganda ( k) Konsumsi ( k C ) = Y/ Co = / (- b + bt + m ) Investasi ( k I ) = Y/ I = / (- b + bt + m ) Pengeluaran pemerintah (k G ) = Y/ G = /(- b + bt + m) Pajak (k Tx ) = Y/ Tx = - b / (- b + bt + m ) Subsidi (k Tr ) = Y/ Tr = b / (- b + bt+ m ) Ekspor ( k X ) = Y/ X = / (- b + bt + m ) Impor ( k M ) = Y/ M = - / (- b + bt - m )= / (-c+ch+m) SOAL LATIHAN: ANALISA PENDAPATAN NASIONAL (APN) A. SOAL APN: 2 SEKTOR Diketahui : Pada tingkat pendapatan nasional/tahun sebesar Rp 0 milyar, besarnya konsumsi Rp 00 milyar. Pada tingkat pendapatan nasional/tahun sebesar Rp 30 milyar, besarnya konsumsi Rp 5 milyar. Ditanyakan : a. Fungsi konsumsi b. Tingkat pendapatan nasional BEP Diketahui : Apabila besarnya investasi per tahun adalah sebesar 40 milyar dan besarnya kapasitas produksi nasional adalah 250 milyar, maka dengan data yang ada pada soal nomor sebelumnya tersebut, ditanyakan : a. Pendapatan nasional ekuilibrium b. Besarnya Inflationary/Deflationary Gap (IG/DG) 3. Dalam perekonomian suatu negara diketahui: C = f (Y) = ,75 Y I = I o = 00 3
14 Hitunglah: a) Pendapatan Nasional Ekuilibrium b) Angka pengganda konsumsi c) Jika ada tambahan investasi sebesar 50, berapa Y yang baru? d) Jika kapasitas produksi nasional sebesar 950, apa yang terjadi inflationary gap atau deflationary gap dan berapa besarnya? e) Gambarkan grafiknya! 4. Dalam perekonomian suatu negara diketahui: C = ,6 Y I = 00 Hitunglah: a. Pendapatan nasional ekuilibrium b. Angka pengganda konsumsi c. Jika ada tambahan investasi sebesar 30, berapa Y yang baru? d. Jika kapasitas produksi nasional sebesar 300, apa yang terjadi inflationary gap atau deflationary gap dan berapa besarnya? e. Gambarkan grafiknya! B. Soal: APN 3 sektor = perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal. Dalam perekonomian 3 sektor diketahui: C = f (Yd) = , 8 Yd I = 3000 G = 3600 Tx = ,5 Y Tr = 500 Hitunglah: a) Pendapatan nasional ekuilibrium b) Pendapatan disposible (Yd), Konsumsi ( C ) Tabungan ( S ) dan Pajak (Tx) pada saat Y eq. c) Jika pemerintah menargetkan pertumbuhan pendapatan nasional 20 %, berapa I harus ditambah? d) Jika pemerintah menambah pengeluarannya sebesar 000 yang harus dibiayai dengan pajak, menurut saudara pendapatan nasional akan naik atau turun, berikan jawaban saudara lengkap dengan hitungannya. 2. Diketahui: Dalam perekonomian makro diketahui: C = ,8 Yd Tx = ,5 Y I = 3200 Tr = 500 G = 3600 X = 2800 dan M = ,5 Y Hitunglah: a) Pendapatan Nasional Equilibrium (Yeq) 4
15 b) Konsumsi ( C ), Tabungan (S), Disposible Income (Yd), dan Impor (M) pada saat Y eg. c) Jika Pemerintah berusaha meningkatkan pendapatan nasional sebesar 5.000, berapa G harus ditambah? d) Jika pada perekonomian tersebut terjadi kenaikan C sebesar 000, I sebesar 800, G sebesar 200, ekspor sebesar 500, impor sebesar 700 dan sekaligus pemerintah menaikkan beban pajak sebesar 400, berapa Y eg yang baru dengan adanya perubahan-perubahan tersebut. 3. Dalam suatu perekonomian 3 sektor diketahui: C = f (Yd) = ,75 Yd I = 000 ; G = 900 ; Tx = ,5 Y ; Tr = 300 Hitunglah: a. Pendapatan nasional ekuilibrium b. Pendapatan disposable (Yd) pada saat Y eq. c. Angka pengganda pengeluaran pemerintah d. Jika pemerintah menghendaki adanya kenaikan pendapatan nasional sebesar 500, berapa pengeluaran pemerintah harus ditambah? e. Jika pemerintah menambah subsidi sebesar 50, apa yang akan terjadi? 4. Diketahui data makro dalam suatu perekonomian sebagai berikut: C = ,75 Yd I = 250 Tr = 40 G = 500 Tx = ,25 Y Berdasarkan informasi di atas, tentukan: a) pendapatan nasional equilibrium ( Y eq) b) apabila pemerintah melipatduakan pengeluarannya, berapa Y eq baru? c) Jika pemerintah menambah beban pajak sebesar 50 dan pada saat yang bersamaan menambah subsidi sebesar 60 berapa Y eq baru? C. Soal: APN : 4 sektor = perekonomian terbuka. Dalam suatu perekonomian makro diketahui: C = ,8 Yd Tx = ,5 Y I = 800 Tr = 50 G = 600 X = 400 dan M = , Y Hitunglah: a) Pendapatan nasional equilibrium ( Yeq) b) Konsumsi, tabungan dan pajak pada saat Y eq c) Jika investasi bertambah sebesar 200 dan pada saat yang sama impor naik sebesar 00, berapa Y eq baru? d) Jika beban pajak naik sebesar 200, dan digunakan menambah G sebesar 50 serta subsidi sebesar 50, berapa Y eq baru. 2. Diketahui data makro dalam suatu perekonomian sebagai berikut: C = ,7 Yd I = 250 Tr = 200 5
16 G = 500 Tx = ,25 Y X = 000 M = ,05 Y Berdasarkan informasi di atas, tentukan: a) pendapatan nasional equilibrium ( Y eq) b) apabila pemerintah melipatduakan pengeluarannya, berapa Y eq baru? 3. Dalam suatu perekonomian makro diketahui: C = ,8 Yd Tx = ,5 Y I = 3000 Tr = 500 G = 3600 X = 2800 dan M = ,2 Y Hitunglah: a) Pendapatan nasional equilibrium ( Yeq) b) Konsumsi, tabungan dan pajak pada saat Y eq c) Jika pemerintah berusaha meningkatkan pendapatan nasional sebesar 0000, berapa G harus ditambah? d) Jika perekonomian itu berhasil meningkatkan ekspor sebesar 400, tetapi impornya juga mengalami kenaikan sebesar 300, berapa Y eq yang baru. *** 6
BAB 2. Keseimbangan Perekonomian Dua Sektor (Tertutup Sederhana)
BAB 2 Keseimbangan Perekonomian Dua Sektor (Tertutup Sederhana) Perekonomian tertutup merupakan perekonomian yang tidak mengenal hubungan ekonomi dengan negara lain (seperti ekspor, transaksi impor, transaksi
BAB 3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR (TERTUTUP)
BAB 3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR (TERTUTUP) 3.1 Aliran Pendapatan dan Syarat Keseimbangan Perekonomian tiga sektor diartikan sebagai perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga, perusahaan
IV. FUNGSI PENDAPATAN (Penerapan Fungsi Linear dalam Teori Ekonomi Makro)
IV. FUNGSI PENDAPATAN (Penerapan Fungsi Linear dalam Teori Ekonomi Makro) Yang dimaksud fungsi pendapatan disini adalah Pendapatan Nasional (Y) yaitu pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan
Model Keseimbangan Pengeluaran dengan Campur Tangan Pemerintah
5. Model Keseimbangan Pengeluaran dengan Campur Tangan Pemerintah Mengapa Anda Perlu Tahu Kita tulis kembali krisis yang melanda Indonesia tahun 1997 sebagai momentum memasukkan peran pemerintah dalam
PENDAPATAN NASIONAL PENDAPATAN N A S I O N A L: W A KTU KE W A KTU D A E R A H
PENDAPATAN NASIONAL MANFAAT PERHITUNGAN D A N A N A LISA PENDAPATAN N A S I O N A L: 1. MENGETAHUI D A N MENELAAH S TRUKTUR S I S TEM PEREKONOMIAN 2. MEMBANDINGKAN PEREKONOMIAN D A R I W A KTU KE W A KTU
BAB III MODEL KESEIMBANGAN PENDAPATAN DALAM PEREKONOMIAN
BAB III MODEL KESEIMBANGAN PENDAPATAN DALAM PEREKONOMIAN Sebelum membahas lebih jauh mengenai beberapa model keseimbangan pendapatan baik dalam perekonomian dua sektor, tiga dan empat sektor akan dibahas
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR Oleh: T. Parulian Dalam dunia nyata, pelaku kegiatan ekonomi bukan hanya rumah tangga dan perusahaan (swasta). Dengan masuknya pemerintah dalam
BAB III PENDAPATAN DAN PENGELUARAN
BAB III PENDAPATAN DAN PENGELUARAN A. PENDAPATAN NASIONAL 1. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL Adalah jumlah nilai seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu
Model Keseimbangan Pengeluaran Dua Sektor
4. Model Keseimbangan Pengeluaran Dua Sektor Mengapa Anda Perlu Tahu Ketika seseorang bekerja pada perusahaan atau pemerintah maka dia akan mendapatkan gaji. Tentu, gaji yang didapatkan perlu dipotong
FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN, PENDAPATAN NASIONAL
FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN, PENDAPATAN NASIONAL 6.1 Pendahuluan Dalam ekonomi makro, pengeluaran seseorang yang digunakan untuk konsumsi dipengaruhi oleh tingkat pendapatannya. Konsumsi akan semakain tinggi
KONSUMSI DAN INVESTASI. Oleh : AGUS ARWANI, SE, M.Ag.
KONSUMSI DAN INVESTASI Oleh : AGUS ARWANI, SE, M.Ag. MEMAHAMI KONSUMSI DAN TABUNGAN Konsumsi Tabungan Fungsi Konsumsi APC MPC Garis 45 0 Fungsi Tabungan APS Grafis Matematis Grafis Matematis Komponen Pendapatan
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL PEREKONOMIAN EMPAT SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA)
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL PEREKONOMIAN EMPAT SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA) Oleh: T. Parulian Analisis pendapatan nasional empat sektor terdiri dari empat pelaku ekonomi yaitu RTK, RTP, RTN dan RTLN.
BAB II PENDAPATAN NASIONAL
BAB II PENDAPATAN NASIONAL A. PENGERTIAN Pendapatan nasional merupakan salah satu indikator keadaan ekonomi suatu negara. Terdapat beberapa istilah dalam produksi nasional antara lain : a. GNP ( Gross
PEREKONOMIAN 4 SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA) : RUMAH TANGGA + PERUSAHAAN + PEMERINTAH + PERDAGANGAN LUAR NEGERI
PEREKONOMIAN 4 SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA) : RUMAH TANGGA + PERUSAHAAN + PEMERINTAH + PERDAGANGAN LUAR NEGERI NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL (NPI) = Neraca pembayaran luar negeri, adalah pecatatan
Pengeluaran Agregat yang direncanakan (AE) dan Ekuilibrium Output
Pengeluaran Agregat yang direncanakan (AE) dan Ekuilibrium Output 1. Model Arus Lingkar Pendapatan (The Circular Flow of Income model) 2. Pengeluaran Agregate yang direncanakan (Agregate Expenditure, AE)
BAB 1 PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
BAB 1 PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL 1.1 Pengukuran Pendapatan Nasional Untuk mempermudah perhitungan pendapatan nasional terdapat tiga metode yang digunakan yaitu : 1. Metode Produksi (Production Approach)
KESEIMBANGAN EKONOMI Melihat lebih mendalam keseimbangan Pendapatan Nasional yang ditentukan oleh Pengeluaran Agregat ( Pendekatan Keynesian )
KESEIMBANGAN EKONOMI Melihat lebih mendalam keseimbangan Pendapatan Nasional yang ditentukan oleh Pengeluaran Agregat ( Pendekatan Keynesian ) PREPARED BY : S. K.TOMASOA, SE.,M.Si. Keseimbangan Ekonomi
Pertanyaan: Isi semua kolom tersebut (sertakan perhitungannya di bawah tabel)
Tugas PIE Makro 1. Diketahui: C = 50 + 0,8 Yd S = - 50 + 0,2 Yd I = 40 Pendapatan Nasional Konsumsi RT Tabungan RT Investasi Pengeluaran Agregat 0 150 200 450 600 750 Pertanyaan: Isi semua kolom tersebut
1. Pengertian dan fungsi ekonomi, 2. MAKRO. 3. MIKRO
Silabus: 1. Pengertian dan fungsi ekonomi, 2. MAKRO. 3. MIKRO Peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Organisasi Bisnis dan Keuangan Produksi dan Pendapatan Nasional. Uang dan Lembaga Keuangan Bank Indonesia.
MODUL AJAR TEORI EKONOMI MAKRO
1 MODUL AJAR TEORI EKONOMI MAKRO Oleh : RITA INDAH MUSTIKOWATI, SE, MM FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG 2 STRUKTUR DASAR EKONOMI MAKRO BAB I Standar Kompetensi : Memahami metode-metode
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN KESEIMBANGAN UMUM PASAR BARANG DAN PASAR UANG
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN KESEIMBANGAN UMUM PASAR BARANG DAN PASAR UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar : Dany Juhandi, S.P, M.Sc Amelira Haris Nasution, S.P, M.Si Semester : I Pertemuan
Pembahasan Soal UTS PTE Makro 2016/2017
Pembahasan Soal UTS PTE Makro 2016/2017 1. Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas? : C. Perekonomian secara agregatif Alasan : Teori Ekonomi Makro adalah suatu cabang ilmu ekonomi
digambarkan sebagai berikut: C/S
FUNGSI KONSUMSI, FUNGSI TABUNGAN DAN PENDAPATAN NASIONAL Seorang ahli dalam bidang ekonomi bernama Keyness, mempunyai pendapat bahwa pengeluaran seseorang untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya.
PENDAPATAN NASIONAL A. ARUS PERPUTARAN EKONOMI B. PENDAPATAN NASIONAL C. CARA MENGHITUNG GNP D. SEKTOR-SEKTOR GNP E. UNSUR GNP F.
PENDAPATAN NASIONAL A. ARUS PERPUTARAN EKONOMI B. PENDAPATAN NASIONAL C. CARA MENGHITUNG GNP D. SEKTOR-SEKTOR GNP E. UNSUR GNP F. PENGGUNAAN GNP G. MANFAAT PENDAPATAN NASIONAL A. ARUS PERPUTARAN EKONOMI
LATIHAN KUANTITATIF PENGANTAR TEORI EKONOMI MAKRO
LATIHAN KUANTITATIF PENGANTAR TEORI EKONOMI MAKRO LATIHAN KUANTITATIF PENGANTAR TEORI EKONOMI MAKRO A. PERTUMBUHAN EKONOMI SOAL A1 Pertanyaan : Hitunglah pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah yang menggunakan
Letak Sebuah Titik :
BAB V FUNGSI Letak Sebuah Titik : Y+ Kuadran II Kuadran I X+ Kuadran III Kuadran IV Fungsi ialah : Suatu bentuk hubungan matematis yg menyatakan hub. Ketergantungan/ fungsional antara satu variabel dengan
Andri Wijanarko,SE,ME
Andri Wijanarko,SE,ME [email protected] 2 A.Pengeluaran Pemerintah B. Pengeluaran Rumah tangga 3 JENIS PENGGUNAAN 2006 2007 2008 2009 Pengeluaran Konsumsi 210,260,292 223,820,060 235,432,864 254,791,295
SKEDUL KONSUMSI ATAU DAFTAR. KONSUMSI
SKEDUL KONSUMSI ATAU DAFTAR. KONSUMSI PERILAKU KONSUMSI FUNGSI KONSUMSI Skedul Konsumsi Atau Daftar Konsumsi Pendapat an pribadi setelah pajak (GDP = DI) Konsumsi (C) Tabungan (saving /dissaving) (S) 370
Pengantar Ekonomi Makro
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN Pengantar Ekonomi Makro Matakuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar : Dany Juhandi, S.P, M.Sc Amelira Haris Nasution, S.P, M.Si Semester : I Pertemuan : 8 Pokok Bahasan
Keseimbangan Ekonomi Tiga Sektor. Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM
Keseimbangan Ekonomi Tiga Sektor Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM Pada perekonomian dua sektor, pendapatan nasional sama dengan pendapatan disposebel. Disposable Income adalah pendapatan pribadi dikurangi
I. ILMU EKONOMI. Apakah Ilmu Ekonomi Itu?
I. ILMU EKONOMI Apakah Ilmu Ekonomi Itu? Di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita selalu berpikir untuk membeli barang-barang yang sangat kita butuhkan. Jika masih ada sisa mungkin kita bisa membeli
Antiremed Kelas 10 Ekonomi
Antiremed Kelas 10 Ekonomi Pendapatan Nasional - Soal Halaman 1 01. Pada metode pendapatan, besar pendapatan nasional suatu negara akan sama dengan (A) jumlah produksi ditambah upah (B) jumlah investasi
Materi UTS Matematika Ekonomi dan Bisnis
Materi UTS Matematika Ekonomi dan Bisnis 1. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak 2. Fungsi Biaya, Fungsi Penerimaann dan Analisis Pulang Pokok. 3. Fungsi
Skedul Konsumsi Atau Daftar. Konsumsi
PERILAKU KONSUMSI FUNGSI KONSUMSI Skedul Konsumsi Atau Daftar Pendapat an pribadi setelah pajak (GDP = DI) Konsumsi Konsumsi ( C ) Tabungan (saving /dissaving) ( S ) 370 375-5 390 390 0 410 405 5 430 420
Pengantar Makro Ekonomi. Pengantar Ilmu Ekonomi
Pengantar Makro Ekonomi Pengantar Ilmu Ekonomi Makroekonomi Mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan Bertujuan memahami peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijakan
Perekonomian Terbuka
Perekonomian Terbuka Perekonomian Terbuka Perekonomian empat sektor (perekonomian terbuka) adalah suatu perekonomian yang didalamnya sudah terdapat perdagangan luar negeri (ekpor-impor). Pengeluaran agregat
Pengertian dan Pengukuran Pendapatan Nasional
Pengertian dan Pengukuran Pendapatan Nasional Pertemuan kesepuluh Pengantar Ilmu Ekonomi Saturday, June 25, 2016 Pokok bahasan pertemuan ke-10 Pengertian pendapatan nasional. Pendekatan pengukuran pendapatan
KURVA PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND AD) PADA DIAGRAM AD AS (AGGREGATE SUPPLY - PENAWARAN AGREGAT) BERDASARKAN FUNGSI DARI SETIAP KOMPONEN AD
Bahan 4a - Kurva Permintaan Agregat Pada Diagram AD-A KURVA PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND AD) PADA DIAGRAM AD A (AGGREGATE UPPLY - PENAWARAN AGREGAT) BERDAARKAN FUNGI DARI ETIAP KOMPONEN AD I. BERDAARKAN
A. Kapasitas Produksi Nasional 1. Pengertian Kapasitas Produksi Nasional Besar kecilnya jumlah barang dan jasa jasa yang dapat dihasilkan oleh suatu
A. Kapasitas Produksi Nasional 1. Pengertian Kapasitas Produksi Nasional Besar kecilnya jumlah barang dan jasa jasa yang dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian tergantung kepada besar kecilnya kapasitas
LATIHAN KUANTITATIF PENGANTAR TEORI EKONOMI MAKRO
A. PERTUMBUHAN EKONOMI SOAL A1 Pertanyaan : Hitunglah pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah yang menggunakan data PDB harga konstan tahun 2007 pada tabel dibawah ini. Jawab : PDB Tahun Harga Konstan 2007
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL MATERI A Pengertian Pendapatan Nasional B Tujuan dan Manfaat Mempelajari Pendapatan Nasional C Konsep Pendapatan Nasional D Metode Perhitungan Pendapatan Nasional E Pendapatan
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL. Minggu 3
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL Minggu 3 Pendahuluan Pendapatan nasional adalah total produksi barang/jasa yang dihasilkan oleh masyarakat di suatu negara. Istilah yang umum digunakan adalah GDP/GNP atau
Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian
Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian Putri Irene Kanny Thursday, April 28, 2016 Pokok bahasan pertemuan ke-4 Arus lingkar pendapatan dalam perekonomian tertutup dua sektor Arus lingkar pendapatan
Pengantar Ekonomi Makro
PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN Pengantar Ekonomi Makro Matakuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar : Dany Juhandi, S.P, M.Sc Amelira Haris Nasution, S.P, M.Si Semester : I Pertemuan : 8 Pokok Bahasan
Pokok Bahasan 4 KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL 3 SEKTOR. Dosen Pengampu: Retno Budi Lestari, SE, M.Si
Pokok Bahasan 4 KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL 3 SEKTOR Dosen Pengampu: Retno Budi Lestari, SE, M.Si Adanya campur tangan pemerintah menimbulkan 2 perubahan penting 1. Pungutan pajak yg dilakukan oleh
IV. MODEL ANALISIS IS-LM
Nuhfil Hanani 1 IV. MODEL ANALISIS IS-LM 4.1. Pasar Barang dan Kurve IS Dalam upaya sistematisasi pembahasan ekonomi makro, kita bedakan struktur perekonomian menjadi dua, yaitu : (1) perekonomian tertutup
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI Pendahuluan Pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan nasional dengan tujuan utama untuk meningkatkan
ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL Model 2 Sektor
ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL Model 2 Sektor KONSEP EKONOMI MODEL 2 SEKTOR Model perekonomian dimana pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari dua sektor yaitu : 1. Rumaha tangga keluarga 2. Rumah tangga perusahaan
Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia
Andri Helmi M, SE., MM Sistem Ekonomi Indonesia Pemerintah bertugas menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan sosial budaya kesejahteraan seluruh masyarakat. Siapa itu pemerintah? Bagaimana stabilitas di
MATEMATIKA EKONOMI. Analisis Pulang Pokok Fungsi Konsumsi dan Tabungan Model Penentuan Pendapatan Nasional
MATEMATIKA EKONOMI Analisis Pulang Pokok Fungsi Konsumsi dan Tabungan Model Penentuan Pendapatan Nasional Navel O. Mangelep, Jurusan Matematika Universitas Negeri Manado September 2013 ANALISIS PULANG
Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Sumber daya tersedia secara terbatas. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
EKONOMI MAKRO Lingkup Ekonomi Makro Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan
Kerangka IS-LM. Sebuah Pengantar untuk Keseimbangan Permintaan Agregat (AD)
7. Kerangka IS-LM Sebuah Pengantar untuk Keseimbangan Permintaan Agregat (AD) Mengapa Anda Perlu Tahu Pembahasan model keseimbangan silang Keyness mengasumsikan bahwa tingkat suku bersifat eksogen dalam
Akhmad Karim Assyifa NIM FISIP IKOM UT. TUGAS 3 Pengantar Ilmu Ekonomi
Akhmad Karim Assyifa NIM 030014935 FISIP IKOM UT TUGAS 3 Pengantar Ilmu Ekonomi RANGKUMAN MODUL 7 PEREKONOMIAN DUA SEKTOR Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor perusahaan
KURVA IS-LM. a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP
KURVA IS-LM a lecturing note Mayang Adelia Puspita, SP. MP Referensi Bahan ajar kurva IS LM Profesor Nuhfil Hanani diakses dari http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/2009/03/4-makro-4-analisis-is-lm-nuhfil.pdf
Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak
TEORI EKONOMI MAKRO Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang
PENDAPATAN NASIONAL : ADI SUKOCO : A
PENDAPATAN NASIONAL NAMA NIM KELAS : ADI SUKOCO : A210140129 : G Pendapatan Nasional Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara
Pengukuran Pendapatan Nasional
2. Pengukuran Pendapatan Nasional Mengapa Anda Perlu Tahu Pendapatan nasional merupakan indikator besarnya kecilnya perekonomian suatu negara. Sebuah negara dikatakan menguasai perekonomian dunia jika
KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi : Dany Juhandi, S.P, M.Sc
KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi Pengajar Semester : Dany Juhandi, S.P, M.Sc : I Pertemuan : 11 Pokok Bahasan PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN Amelira Haris Nasution,
MODEL IS DARI PASAR BARANG DAN MODEL LM DARI PASAR UANG. Chapter Ten 1
MODEL IS DARI PASAR BARANG DAN MODEL LM DARI PASAR UANG. Chapter Ten 1 Model Keynes diartikan berbeda-beda oleh banyak orang. Hal yang berguna untuk memikirkan model Keynes buku teks dasar sebagai perincian
Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI
1 Pertemuan ke-4 KONSUMSI DAN INVESTASI Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami hubungan nilai variable permintaan agregat (keynessian), pendapatan nasional keseimbangan dan sistem keuangan.
KESEIMBANGAN EKONOMI DUA SEKTOR RETNO BUDI L, SE,M.SI
KESEIMBANGAN EKONOMI DUA SEKTOR RETNO BUDI L, SE,M.SI Perekonomian dua sektor adalah : perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan. Aggregate Output and Aggregate Income (Y) Aggregate
BAB II LANDASAN TEORI. ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti keluarga,
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ekonomi dan Pertumnbuhan Ekonomi Sebuah Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata
Model IS-LM. Lanjutan... Pasar Barang & Kurva IS 5/1/2017. PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM)
Model IS-LM PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan IS-LM) Model IS-LM adalah interpretasi terkemuka dari teori Keynes. Tujuan dari model ini adalah untuk menunjukkan apa yang menentukan pendapatan nasional
MODEL PEREKONOMIAN TERTUTUP 3 SEKTOR
C:/Indra/Materi Ekonomi Makro/Semester 3/UNTIRTA MODEL KENESIAN I : ANALISIS SILANG KENESIAN (The Keynesian Cross Analysis, KCA) MODEL PEREKONOMIAN TERTUTUP 3 SEKTOR Arti Analisis Silang Keynesian. Adl.
BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya
BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya Tutorial PowerPoint untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke-6 N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian 1 Model ini sangat sederhana
EKONOMI MAKRO RINA FITRIANA,ST,MM
EKONOMI MAKRO RINA FITRIANA,ST,MM EKONOMI MAKRO Ekonomi Tertutup : Ekonomi yang tidak berinteraksi dengan ekonomi lain di dunia Ekonomi Terbuka : Ekonomi yang berinteraksi secara bebas dengan ekonomi lain
PEMBAHASAN SOAL UJI COBA PRA UN KABUPATEN
PEMBAHASAN SOAL UJI COBA PRA UN KABUPATEN 1. Berikut perilaku konsumen menggunakan pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal: (1) Tingkat kepuasan konsumen hanya bisa dibandingkan (2) Kepuasan konsumen
Neraca Perdagangan : Pendekatan Analisa Parsial
Neraca Perdagangan : Pendekatan Analisa Parsial Meet -10 Hariyatno Creat BY HRY 26 Okt 2011 1 Pendekatan Analisa Parsial (partial equilibrium analysis ) metode yg Tabel Posisi konsumsi & produksi VS harga
NERACA PEMBAYARAN, PENDAPATAN NASIONAL, GDP DAN GNP
NERACA PEMBAYARAN, PENDAPATAN NASIONAL, GDP DAN GNP BAB I PENDAHULUAN Berita di media masa tentang neraca pembayaran (BOP): fenomena Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia yang baru. Ada tiga alasan mempelajari
Analisis Pendapatan Nasional Empat Sektor
Nama : Arie Rachman Wicaksono NIM : 2120813114 Fakultas : Ekonomi / Manajemen Analisis Pendapatan Nasional Empat Sektor Perekonomian terbuka / perekonomian empat sektor merupakan suatu negara yang mempunyai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara dapat dilakukan dengan menghitung
27 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pendapatan Nasional Untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara dapat dilakukan dengan menghitung besarnya pendapatan nasional atau produksi nasional setiap tahunnya, yang
Perbedaan GDP dan GNP
Perbedaan GDP dan GNP Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya
BAB 1 PERSOALAN EKONOMI
BAB 1 PERSOALAN EKONOMI A. Pilihan Ganda 1. Dibawah ini yang termasuk faktor produksi adalah: a. SDA (Sunber Daya Alam) b. SDM (Sumber Daya Manusia) c. Semua alat buatan manusia d. Semua benar 2. Di dalam
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1
PEMBAHASAN UTS GENAP 2015/2016 TEORI EKONOMI MAKRO 1 1. Para ekonom menggunakan beberapa variabel makroekonomi untuk mengukur prestasi seuah perekonomian. Tiga variable yang utama adalah real GDP, inflation
Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Materi Perkuliahan: 1. Ruang Lingkup Analisis Makroekonomi (Konsep dasar ekonomi makro) 2. Aliran kegiatan perekonomian (aliran sirkular atau circular
ekonomi K-13 PENDAPATAN NASIONAL K e l a s A. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL Semester 1 Kelas XI SMA/MA K-13 Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI PENDAPATAN NASIONAL Semester 1 Kelas XI SMA/MA K-13 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu memahami konsep pendapatan nasional, metode penghitungan
KONSUMSI, DAN TABUNGAN, DAN INVESTASI
KONSUMSI, DAN TABUNGAN, DAN INVESTASI A. PENDAHULUAN Pendapatan (Income) adalah jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi selama 1 tahun. Pendapatan disimbolkan dengan (Y). Konsumsi (Consumption)
BAB 10 Permintaan Agregat 1: Membangun Model IS-LM
BAB 10 Permintaan Agregat 1: Membangun Model IS-LM Tutoriasl PowerPoint Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke-6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian Chapter Ten 1 Depresi Besar (Great Depression)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : B12.3103 / Pengantar Ekonomi Makro Revisi ke : 2 (dua) Satuan Kredit Semester : 3 (Tiga) SKS Tgl revisi : Agustus 2014 Jml
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL TIK: Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa memahami tentang variabelvariabel dalam ekonomi makro. TIU: Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu
Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Pengantar Ekonomi Makro Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Pengertian Ilmu Ekonomi Adalah studi mengenai cara-cara yang ditempuh oleh masyarakat untuk menggunakan sumber daya yang langka guna memproduksi komoditas
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan estimasi yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil uji Impulse Response Function menunjukkan variabel nilai
SILABUS OLIMPIADE EKONOMI. : 120 menit tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 150 menit tingkat nasional
SILABUS OLIMPIADE EKONOMI Bidang studi Jenjang Alokasi waktu : Ekonomi : SMA/MA : 120 menit tingkat kabupaten/kota dan provinsi 150 menit tingkat nasional Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran 1. Mengidentifikasi
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM)
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM) Model IS-LM Model IS-LM adalah interpretasi terkemuka dari teori Keynes. Tujuan dari model ini adalah untuk menunjukkan apa yang menentukan pendapatan
Keseimbangan Empat Sektor
Keseimbangan Empat Sektor Dalam keseimbangan empat sektor diperkenalkan dua dual. Dua hai yang dimaksud adalah campur pemerintah dalam perekonomian (membicarakan perekonomian 3 sektor), dan hubungan ekonomi
Consumption - Saving - Investment
Consumption - Saving - Investment 1 Unsur yang mempengaruhi turun naiknya tingkat pendapatan nasional : Consumption atau Konsumsi (C) Saving atau Tabungan (S) Investment atau Investasi (I) 2 Pendapat mengenai
Pemerintah Rumah Tangga. Perusahaan. Luar Negeri
PRODUKSI NASIONAL Pemerintah Rumah Tangga Perusahaan Luar Negeri Rumah tangga melakukan kegiatan sebagai berikut : Menjual atau menyewakan faktor-faktor produksi baik kepada pemerintah maupun perusahaan.
Review Materi. Pengantar Ilmu Ekonomi TIP FTP UB
Review Materi Pengantar Ilmu Ekonomi TIP FTP UB Teori Produksi Bentuk-bentuk organisasi perusahaan Perseorangan Persekutuan Perseroan Terbatas BUMN Koperasi Teori produksi neoklasik Fokus pada penentuan
BAB II PEMBAHASAN SISTEM PEREKONOMIAN TERTUTUP DAN TERBUKA
BAB II PEMBAHASAN SISTEM PEREKONOMIAN TERTUTUP DAN TERBUKA A. Pengertian sistem perekonomian sederhana, terbuka dan tertutup 1. Perekonomian Terbuka Dalam perekonomian terbuka, perdagangan luar negeri
Bab 2. By Rini Setyo W, SE.MM 1
Bab 2 By Rini Setyo W, SE.MM 1 Figure 1 The Circular-Flow Diagram Revenue Goods and services sold MARKETS FOR GOODS AND SERVICES Firms sell Households buy Spending Goods and services bought FIRMS Produce
ekonomi Kelas X PELAKU KEGIATAN EKONOMI KTSP & K-13 A. RUMAH TANGGA KELUARGA a. Peran Rumah Tangga Keluarga Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 Kelas X ekonomi PELAKU KEGIATAN EKONOMI Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu menjelaskan rumah tangga keluarga, rumah tangga produsen, rumah tangga pemerintah,
CIRCULAR FLOW & NATIONAL INCOME
CIRCULAR FLOW & NATIONAL INCOME Perputaran arus perekonomian & Pendapatan Nasional Money Yonny Koentjoro-Agroteknologi-Fak.Pertanian UPN Veteran Jatim Kegiatan Perekonomian Negara Kegiatan perekonomian
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN JUDUL MATAKULIAH : TEORI EKONOMI MAKRO NOMOR KODE / SKS : EKP 2426 / 3 SKS DESKRIPSI MATA KULIAH : Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap perkembangan
Kebutuhan manusia Pengertian kebutuhan Macam-macam kebutuhan
1. Mengidentifikasi manusia Karakteristik OSN Ekonomi menurut jenjang Tingkat Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Tingkat Nasional Kebutuhan manusia Pengertian Macam-macam 1. Mengidentifikasi manusia Kebutuhan
GAMBARAN UMUM SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI (SNSE) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
GAMBARAN UMUM SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI (SNSE) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Pada bab ini dijelaskan mengenai gambaran umum SNSE Kabupaten Indragiri Hilir yang meliputi klasifikasi SNSE Kabupaten Indragiri
3/26/2010 Created by Navik istikomah, SE, MSi
Yang dimaksud dengan perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan Hubungan antara konsumsi dan pendapatan Pada saat pendapatan rendah, rumah tangga mengorek
Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan
KEBIJAKAN PEMERINTAH Kebijakan pemerintah yg berkaitan dengan APBN untuk mempengaruhi jalannya perekonomian guna mencapai sasaran atau tujuan tertentu Misal: 1. menaikkan/menurunkan budget 2. menaikkan
PENGELUARAN PEMERINTAH PENGGUNAAN PENGELUARAN PEMERINTAH MENJALANKAN RODA PEMERINTAHAN MEMBIAYAI KEGIATAN PEREKONOMIAN PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN 1. PERAN ALOKATIF: mengalokasikan SDE agar pemanfaatannya
SILABUS. Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Waktu Bahan/ Pembelajaran
7 SILABUS Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas/Program : X Semester : 1 Standar Kompetensi : 1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan, sistem ekonomi.
Fungsi Konsumsi Keynes
Teori ini muncul setelah terjadi great depression tahun 1929-1930. Teori Konsumsi dikenalkan oleh Jhon Maynard Keynes. Sedangkan kelompok Klasik tidak pernah memikirkan dan mengeluarkan teori konsumsi.
