1 atm selama 15 menit
|
|
|
- Harjanti Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 85 Lampiran 1. Prosedur Kerja L.1.1 Pembuatan Media Nutrient Agar Media Nutrient Agar - ditimbang sebanyak 20 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan aquades 1000 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit Potato Dekstrose Agar Media Potato Dekstore Agar - ditimbang sebanyak 39 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan aquades 1000 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit
2 86 L.1.2 Pembuatan Koloidal Kitin Bubuk kitin Koloidal kitin - ditimbang sebanyak 10 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan 200 ml HCl pekat - distirer selama 2 jam - diinkubasi selama 24 jam pada suhu 4 0 C - disaring menggunaka glass wool - filtrat hasil penyaringan ditambah 100 ml aquades - dinetralkan dengan NaOH 12 N - disentrifugasi kecepatan 8000 rpm selama 20 menit pada suhu 4 0 C - dibuang supernatan, pelet ditambah dengan aquades - disentrifugasi kecepatan 8000 rpm selama 20 menit pada suhu 4 0 C - dibuang supernatan L.1.3 Pembuatan Media Cair Kitin Koloidal kitin 1 gram, pepton 0,1 gram, KH 2 PO 4 0,1 gram, MgSO 4.H 2 O 0,05 gram. Media kitin cair 1 % - dimasukkan dalam enlenmeyer 250 ml - dilarutkan dengan aquades 100 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit
3 87 L.1.4 Peremajaan Bakteri P.pseudomallei dan K.ozaenae Bakteri P.pseudomallei dan K.ozaenae -diambil 1 ose -digoreskan pada media NA miring -diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang Hasil L.1.5 Pembuatan Kurva Pertumbuhan Bakteri Biakan Bakteri Hasil - diambil 2 ose - diinokulasikan dalam 200 ml media kitin cair - dishaker dengan kecepatan 150 rpm selama 24 jam pada suhu 37 0 C - diambil 25 ml inokulum - dimasukkan dalam 250 ml media cair kitin - diambil sebanyak 1 ml tiap 4 jam - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 660 nm L.1.6 Produksi Enzim Kitinase Kasar dari P.pseudomallei dan K.ozaenae Biakan Bakteri -diambil 2 ose - diinokulasikan dalam 200 ml media kitin cair - dishaker dengan kecepatan 150 rpm selama 24 jam pada suhu ruang - diambil 25 ml inokulum - dimasukkan dalam 250 ml media kitin cair - dishakerpada suhu 37 0 C selama 20 jam - disentrifugasi dengan kecepatan 6000 rpm selama 15 menit pada suhu 4 o C - diambil supernatan Enzim kitinase kasar
4 88 L.1.7 Pengukuran Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum dengan Metode Miller (1959) L Penentuan Panjang Gelombang Optimum pada Glukosa Glukosa anhidrat 1000 ppm - dipipet 1 ml dan dimasukkan dalam tabung reaksi - ditambahkan 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang nm Panjang gelombang optimum L Pembuatan Kurva Standar Glukosa Glukosa anhidrat Kurva Standart - ditimbang sebanyak 1000 mg - dilarutkan dalam 1000 ml aquades - diencerkan hingga didapatkan larutan dengan konsentrasi 200, 400, 600, 800 dan 1000 ppm - dipipet masing-masing sebanyak 1 ml - dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berbeda - ditambah 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 nm
5 89 L Pengukuran Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum Jamur F.oxysporum Substrat miselium - ditumbuhkan dalam media PDB selama 5 hari - disaring dengan kertas saring whatman No. 1 - dicuci dengan aquades - dipotong miselium dengan waring blander selama 15 detik pada kecepatan lambat - dimasukdisentrifugasi kecepatan 4000 rpm selama 10 menit - disuspensikan pelet dalam bufer fosfat ph 7 Hasil - dicampur 1 ml substrat miselium dengan 2 ml enzim kitinase kasar - diinkubasi pada suhu 37 0 C selama 30 menit - diambil 1 ml larutan tersebut - ditambahkan 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 nm L.1.8 Pengamatan Morfologi Miselium F.oxysporum Suspensi miselium dan enzim kitinase Hasil - dicampur dengan perbandingan 1:1 - diinkubasi selama 2, 4, dan 6 jam pada suhu 37 0 C - diteteskan pada objek glass dan ditutup dengan deck glass - diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x
6 90 L.1.9 Uji kemampuan Antijamur Enzim Kitinase terhadap F.oxysporum Jamur F.oxysporum Hasil - ditumbuhkan 1 ose jamur di tengah-tengah cawan petri yang telah berisi media PDA - diletakkan kertas cakram yang telah direndam enzim kitinase dari masing-masing bakteri pada tepi kanan dan kiri cawan - diinkubasi selama 6 hari pada suhu ruang - diamati dan dihitung hambatan yang terjadi pada hari ke- 2, ke-4, dan ke-6
7 91 Lampiran 2. Pembuatan Reagen L.2.1 Pembuatan Reagen DNS Modifikasi (Rahmansyah, 2003) DNS sebanyak 1 gram dilarutkan dalam 50 ml aquades di dalam labu ukur 100 ml. Kemudian ditambahkan 12,5 ml NaOH 2N, 10 ml NaSO 3, 10 ml fenol 2% dan ditera. Sebanyak 1 ml garam Rochelle 4% ditambahkan setelah terbentuk kompleks warna antara DNS dan gula pereduksi hasil hidrolisis. L.2.2 Pembuatan Larutan Stok Glukosa (Saropah, 2012) 2012): Cara membuat larutan stok glukosa standart 1000 ppm adalah (Saropah, Sehingga untuk membuat larutan standart 1000 ppm sebanyak 100 ml diperlukan 100 mg glukosa anhidrat, dilarutkan dengan aquades dan ditandabataskan dalam labu takar 100 ml. Larutan glukosa standart dengan konsentrasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm diperoleh dengan pengenceran larutan stok: a. Konsentrasi 200 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V ppm x 10 ml = 1000 ppm x V 2 V 2 = V 2 = 2 ml b. Konsentrasi 400 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V ppm x 10 ml = 1000 ppm x V 2
8 92 V 2 = V 2 = 4 ml c. Konsentrasi 50 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V ppm x 10 ml = 100 ppm x V 2 V 2 = V 2 = 6 ml d. Konsentrasi 800 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V ppm x 10 ml = 100 x V 2 V 2 = V 2 = 8 ml e. Konsentrasi 1000 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V ppm x 10 ml = 100 x V 2 V 2 = V 2 = 10 ml
9 OD Bakteri 93 Lampiran 3. Kurva Pertumbuhan Bakteri P.pseudomallei, K.ozaenae, Serta Kombinasi (P.pseudomallei + K.ozaenae) L.3.1 Data Pertumbuhan Bakteri Tabel L.3.1 Data Hasil Absorbansi Waktu inkubasi (jam) P.pseudomallei Absorbansi K.ozaenae P.pseudomallei + K.ozaenae 4 0,541 0,763 0, ,127 1,346 1, ,203 1,201 0, ,208 1,149 1, ,962 2,524 2, ,136 1,233 1, ,294 1,051 0, ,085 1,440 1, ,929 0,465 0,587 L.3.2 Kurva Pertumbuhan Bakteri L Bakteri P.pseudomallei 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 P.pseudomallei Waktu inkubasi
10 OD Bakteri OD Bakteri 94 L Bakteri K.ozaenae K.ozaenae 2,5 2 1,5 1 0, Waktu inkubasi L Bakteri Kombinasi (P.pseudomallei + K.ozaenae) Kombinasi 3 2,5 2 1,5 1 0, Waktu inkubasi
11 Absorbansi 95 Lampiran 4. Penentuan Panjang Gelombang Optimum pada Glukosa Tabel L.4.1 Penentuan Panjang Gelombang Optimum Tabel L.4.1 Data Hasil Absorbansi Panjang Gelombang (nm) Absorbansi 520 0, , , , ,250 L.4.2 Gambar Penentuan Panjang Gelombang Optimum 0,4 0,35 0,3 0,25 0,2 0,15 0,1 0, Panjang gelombang
12 Absorbansi 96 Lampiran 5. Kurva Standar Glukosa L.5.1 Absorbansi Glukosa pada Panjang Gelombang 540 nm Tabel L.5.1 Data Hasil Absorbansi Konsentrasi Glukosa (ppm) Absorbansi , , , ,271 L.5.2 Gambar Kurva Standar Glukosa 0,3 0,25 y = 0,0003x - 0,0729 R² = 0,981 0,2 0,15 0,1 0,05 0-0, Konsentrasi glukosa
13 97 Lampiran 6. Perhitungan Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum Contoh: Perhitungan kadar N-asetilglukosamin hasil hidrolisis enzim kitinase dari bakteri P.pseudomallei dengan absorbansi 0,018. Diketahui persamaan kurva standar glukosa adalah sebagai berikut: y = 0,0003x 0,0729 0,018 = 0,0003x 0,0729 x = 0, ,0729 x = 303 Nilai x merupakan jumlah konsentrasi N-asetilglukosamin (µg/ml) jamur F.oxysporum hasil hidrolisis enzim kitinase.
14 98 Lampiran 7. Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Kadar N- asetilglukosamin F.oxysporum L.7.1 Data Hasil Absorbansi Tabel L.7.1 Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Absorbansi Glukosa L.7.2 Data Kadar N-asetilglukosamin Tabel L.7.2 Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Kadar N-asetilglukosamin Perlakuan Absorbansi Ulangan Ratarata P.pseudomallei 0,018 0,053 0,016 0,128 0,013 0,029 0,257 K.ozaenae 0,059 0,039 0,063 0,025 0,109 0,141 0,336 Kombinasi 0,011 0,014 0,021 0,008 0,021 0,041 0,116 Kontrol 0,015 0,018 0,014 0,009 0,008 0,025 0,089 Perlakuan Kadar N-asetilglukosamin (µg/ml) Ulangan Ratarata P.pseudomallei ,67 296,67 669,67 286,33 339,67 385,78 K.ozaenae 439, ,33 606,33 379,67 429,67 Kombinasi 279,67 289, , ,67 307,44 Kontrol , ,67 326,33 292,44
15 99 Lampiran 8. Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Pertumbuhan F.oxysporum L.8.1 Pengukuran Zona Hambat Tabel L.8.1 Data pengukuran zona hambat Zona hambat hari ke- Perlakuan Ulangan X Y X Y X Y , , P.pseudomallei , , , , , , Rata-rata 0,25 3, , , ,5 K.ozaenae , ,5 Rata-rata -0,5 1,83 4, ,5 Kombinasi , , , , ,5 Rata-rata 0,91 3,41 9, , , Kontrol , , , , , , , , ,5 Rata-rata 0,08-0,8-1,17
16 100 Lampiran 9. Analisis ANOVA Pengaruh Enzim Kitinase Terhadap Pertumbuhan F.oxysporum L.9.1 Analisis ANOVA Oneway Hari ke-2 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean.1875 Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.274 Positive.142 Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed).054 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups Within Groups Total Homogeneous Subsets perlakuan N Subset for alpha = 0.05 Duncan a Sig. Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,
17 101 L.9.2 Analisis ANOVA Oneway Hari Ke-4 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.168 Positive.074 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.821 Asymp. Sig. (2-tailed).510 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups Within Groups Total Homogeneous Subsets Subset for alpha = 0.05 Duncan a 4 perlakuan N Sig Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.
18 102 L.9.3 Analisis ANOVA Oneway Hari Ke-6 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.170 Positive.170 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.834 Asymp. Sig. (2-tailed).491 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups Within Groups Total Homogeneous Subsets perlakuan Duncan a Sig. N Subset for alpha = Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.
19 103 Lampiran 10. Analisis ANOVA Pengaruh Enzim Kitinase Terhadap Kadar N-asetilglukosamin Fusarium oxysporum NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean E2 Std. Deviation E2 Most Extreme Differences Absolute.230 Positive.230 Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed).156 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups Within Groups Total Post Hoc Tests Homogeneous Subsets Subset for alpha = 0.05 Duncan a 4 perlakuan 3 N Sig Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.
20 104 Lampiran 11. Gambar Penelitian AUTOKLAF LAMINAR AIR FLOW INKUBATOR SHAKER INKUBATOR OVEN VORTEX
21 105 KULKAS SENTRIFUGE SENTRIFUGE SENTRIFUGE SPEKTROFOTOMETER HOT PLATE
22 106 ph METER TIMBANGAN ANALITIK PEMANASAN GLUKOSA UNTUK PEMBUATAN KURVA STANDAR PEMANASAN SAMPEL GLUKOSA SETELAH DIENCERKAN DENGAN AQUADES SAMPEL SETELAH DIENCERKAN DENGAN AQUADES
23 107 MEDIA PDB F.oxysorum DALAM MEDIA PDB UJI ANTIJAMUR ENZIM KITINASE TERHADAP F.oxysporum UJI KADAR N-ASETILGLUKOSAMIN
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan,
BAB III METODE PENELITIAN. variasi suhu yang terdiri dari tiga taraf yaitu 40 C, 50 C, dan 60 C. Faktor kedua
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi
Air Panas. Isolat Murni Bakteri. Isolat Bakteri Selulolitik. Isolat Terpilih Bakteri Selulolitik. Kuantitatif
75 Lampiran 1. Metode Kerja L.1.1 Bagan kerja Air Panas - Isolasi dan Seleksi Bakteri Pemurnian Bakteri Isolat Murni Bakteri Uji Bakteri Penghasil Selulase Secara Kualitatif Isolat Bakteri Selulolitik
Lampiran 1: Pengukuran kadar SOD dan kadar MDA Mencit a. Pengukuran kadar SOD mencit HEPAR. Dicuci dalam 1 ml PBS
Lampiran 1: Pengukuran kadar SOD dan kadar MDA Mencit a. Pengukuran kadar SOD mencit HEPAR Dicuci dalam 1 ml PBS Ditambahkan 400 μl larutan kloroform/etanol dingin ke dalam 150 μl lisat hati Divortex selama
BAB III METODE PENELITIAN. lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi
Lampiran 1. Diagram Alir Pembuatan Kefir dan Uji Kualitas Susu Sapi. Pasteurisasi susu sapi. Pendinginan susu pasteurisasi
LAMPIRAN Lampiran 1. Diagram Alir Pembuatan Kefir dan Uji Kualitas Susu Sapi Pasteurisasi susu sapi Pendinginan susu pasteurisasi Inokulasi starter kefir 2, 3, dan 5% Inkubasi selama 2 jam Penyaringan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-November 2012 di
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-November 2012 di Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi
17 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada Januari
Lampiran 1. Bagan Alur Posedur Pembuatan Pakan Diet Tinggi Lemak. Dicampur rata sampai setengah padat
Lampiran 1. Bagan Alur Posedur Pembuatan Pakan Diet Tinggi Lemak 81% Pakan Standar pellet 551 10% Lemak Kambing 1% Kuning Telur Dicampur rata sampai setengah padat Dibentuk berupa silinder dengan ukuran
Lampiran I. Diagram Pembuatan Tepung Limbang Udang Terfermentasi. Limbah udang (kulit) 1000 gram. Dibersihkan dari benda asing
78 Lampiran I. Diagram Pembuatan Tepung Limbang Udang Terfermentasi Limbah udang (kulit) 1000 gram Dibersihkan dari benda asing Direndam dengan Filtrat Abu Air Sekam (FAAS) selama 48 jam Dikukus selama
Sampel air panas. Pengenceran 10-1
Lampiran 1. Metode kerja Sampel air panas Diambil 10 ml Dicampur dengan media selektif 90ml Di inkubasi 24 jam, suhu 50 C Pengenceran 10-1 Di encerkan sampai 10-10 Tiap pengenceran di tanam di cawan petri
III. METODE KERJA. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas
14 III. METODE KERJA A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung dari bulan Januari 2015
LAMPIRAN. Persiapan Alat dan Bahan. Sterilisasi Alat. Pembuatan Media. Inisiasi Kalus. Pengamatan. Penimbangan Kalus dan Subkultur.
LAMPIRAN Lampiran 1: Skema Penelitian Persiapan Alat dan Bahan Sterilisasi Alat Pembuatan Media Inisiasi Kalus Pengamatan Penimbangan Kalus dan Subkultur Hasil 98 99 Lampiran 2: Skema Kerja Sterilisasi
BAB III METODE PENELITIAN. dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian dasar dengan metode penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan
LAMPIRAN. Lampiran 1. Foto Lokasi Pengambilan Sampel Air Panas Pacet Mojokerto
LAMPIRAN Lampiran 1. Foto Lokasi Pengambilan Sampel Air Panas Pacet Mojokerto Lampiran 2. Pembuatan Media dan Reagen 2.1 Pembuatan Media Skim Milk Agar (SMA) dalam 1000 ml (Amelia, 2005) a. 20 gram susu
LAMPIRAN. 1. Pertambahan tinggi tanaman kacang hijau (Vigna radiata) Jenis Perlakuan
74 LAMPIRAN 1. Pertambahan tinggi tanaman kacang hijau (Vigna radiata) Jenis Perlakuan Minggu ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 P0a 12.6 20.2 24 24.2 30 30.4 31 31 P0b 10.7 16.7 17 18.1 21.6 24.8 27.1 27.3 P0c 8.6 16.8
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi dan eksperimental dengan menguji isolat bakteri endofit dari akar tanaman kentang (Solanum tuberosum
BAB III METODE PENELITIAN. adalah variasi jenis kapang yaitu Penicillium sp. dan Trichoderma sp. dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2014 bertempat di
29 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2014 bertempat di Laboratorium Kimia Fisik, Laboratorium Biomassa Universitas Lampung
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Peremajaan Bakteri Pseusomonas pseudomallei dan Klebsiella ozaenae
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Peremajaan Bakteri Pseusomonas pseudomallei dan Klebsiella ozaenae Serta Jamur Fusarium oxysporum Bakteri yang digunakan untuk produksi enzim dalam penelitian ini adalah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Laboratorium Instrumentasi
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Laboratorium Instrumentasi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
MATERI DAN METODE PENELITIAN
II. MATERI DAN METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi, dan Waktu Penelitian 1. Materi Penelitian 1.1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah labu Erlenmeyer, 1.2. Bahan beaker glass, tabung
BAB III METODE PENELITIAN. Biologi dan Laboratorium Biokimia, Departemen Kimia Fakultas Sains dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi dan Laboratorium Biokimia, Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi,
METODE PENELITIAN. Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung dari bulan Juni 2011 sampai dengan Januari 2012
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012 sampai dengan bulan Juni 2012 di
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012 sampai dengan bulan Juni 2012 di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2012 sampai bulan Desember 2012 di
23 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2012 sampai bulan Desember 2012 di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari-Mei 2015 di Laboratorium
15 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari-Mei 2015 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga pada bulan Januari-Mei
APPENDIKS A PROSEDUR KERJA DAN ANALISA
APPENDIKS A PROSEDUR KERJA DAN ANALISA 1. Pembuatan sodium Sitrat (C 6 H 5 Na 3 O 7 2H 2 O) 0,1 M 1. Mengambil dan menimbang sodium sitrat seberat 29.4 gr. 2. Melarutkan dengan aquades hingga volume 1000
BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dan Genetika Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian eksperimental laboratorik. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut methanol
FORMULIR DAYA TERIMA (UJI KESUKAAN) MIE BASAH JAMUR TIRAM
Lampiran 1 FORMULIR DAYA TERIMA (UJI KESUKAAN) MIE BASAH JAMUR TIRAM Nama : Tanggal : Nama Produk : Mie Basah Jamur Tiram Dihadapan Saudara terdapat empat sampel produk mie basah. Saudara diminta untuk
dimana a = bobot sampel awal (g); dan b = bobot abu (g)
Lampiran 1. Metode analisis proksimat a. Analisis kadar air (SNI 01-2891-1992) Kadar air sampel tapioka dianalisis dengan menggunakan metode gravimetri. Cawan aluminium dikeringkan dengan oven pada suhu
BAB III METODE PENELITIAN. terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari: 1. 0 ppm: perbandingan media
BAB III METODE PENELITIAN. mengujikan kemampuan Bacillus mycoides dalam memfermentasi onggok untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Percobaan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan mengujikan kemampuan Bacillus mycoides dalam memfermentasi onggok untuk menurunkan serat
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif meliputi karakteristik
3. METODOLOGI PENELITIAN
3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli 2011. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Proses, Laboratorium Bioteknologi
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juli sampai September 2012,
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juli sampai September 2012, bertempat di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. adalah Bacillus subtilis dan Bacillus cereus yang diperoleh di Laboratorium
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Lokasi Penelitian Objek atau bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bacillus subtilis dan Bacillus cereus yang diperoleh di Laboratorium
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli 2014 sampai dengan bulan September
21 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli 2014 sampai dengan bulan September 2014 di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia, Laboratorium Mikrobiologi
Sampel darah sebelum disentrifuge Sampel darah setelah disentrifuge
36 Lampiran 1. Sampel Darah Hewan Uji Sampel darah sebelum disentrifuge Sampel darah setelah disentrifuge 37 Lampiran 2. Hewan Uji Kelinci jantan albino 38 Lampiran 3. Tanaman Jaka Tuwa Tanaman Jaka Tuwa
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di
25 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di Laboratorium Instrumentasi dan Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi
BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Bioindustri, Pusat
BAB III BAHAN DAN CARA KERJA A. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Bioindustri, Pusat Teknologi Bioindustri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (LTB- PTB-BPPT)-Serpong.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan (Mei - Juni) bertempat di
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan (Mei - Juni) bertempat di Laboratorium Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitianini dilaksanakandaribulanagustus - Desember 2015 di
III. METODOLOGI PENELITIAN A. WaktudanTempat Penelitianini dilaksanakandaribulanagustus - Desember 2015 di LaboratoriumBiokimiaFakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlamUniversitas Lampung. B. AlatdanBahan
Perlakuan Lama Waktu 2 minggu. 4 Minggu. Ket: (I). Inti, (S).Sinusoid. Ket: (I). Inti, (L).Lemak. Ket: (I). Inti, (S).Sinusoid
LAMPIRAN Lampiran 1. Gambar Histologi Preparat Jaringan Hati Tikus Putih (Rattus norvegicus) pada luasan sel 25 µm dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 10 x 10. Perlakuan Lama Waktu 2 Kontrol
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga. Lampiran : Uji ANAVA jumlah tubuh buah dalam satu rumpun jamur tiram. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ADL Perpustakaan Universitas Airlangga Lampiran : Uji AAVA jumlah tubuh buah dalam satu rumpun jamur tiram. Par Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 27 ormal Parameters a,b
BAB III METODE PENELITIAN. eksplorasi dengan cara menggunakan isolasi jamur endofit dari akar kentang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi dan eksperimen. Penelitian eksplorasi dengan cara menggunakan isolasi jamur endofit dari akar kentang
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga. No. formula waktu inkubasi hasil SPC. 1 K 0 7 x K 0 1,1 x K 0 5,5 x 10 6.
LAMPIRAN 1. Data hasil penelitian A. Data Standart Plate Count (SPC) No. formula waktu inkubasi hasil SPC 1 K 0 7 x 10 6 2 K 0 1,1 x 10 5 3 K 0 5,5 x 10 6 4 K 7 1,2 x 10 21 5 K 7 3,1 x 10 16 6 K 7 7,1
II. MATERI DAN METODE PENELITIAN
II. MATERI DAN METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian A.1. Materi Penelitian A.1.1. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian adalah 4 isolat Trichoderma spp. koleksi Prof. Loekas
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu jenis isolat dan sumber fosfat yang digunakan. selama 3 bulan mulai tanggal 1 Februari 31 April 2017.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua variabel yaitu jenis isolat dan sumber fosfat yang digunakan. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-November Penelitian ini
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-November 2013. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Laboratorium Biomassa Jurusan Kimia
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium organik Jurusan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Sains
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai bulan September 2010 di
20 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai bulan September 2010 di Laboratorium Instrumentasi dan Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia
BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Medan dengan ketinggian tempat + 25 meter di atas permukaan laut pada bulan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teh hijau yang diperoleh dari PT Perkebunan Nusantara Gunung Mas di Bogor. Bahan-bahan yang digunakan
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2006 sampai dengan Januari 2008. Penelitian bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi,
LAMPIRAN. Persiapan alat alat dan. bahan- bahan. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Sterilisasi Eksplan.
Lampiran 1. Skema kerja penelitian LAMPIRAN Persiapan alat alat dan bahan- bahan Ruang Sterilisasi Alat - alat Pembuatan Media Sterilisasi Media Sterilisasi Eksplan Inisiasi HASIL 79 80 Lampiran 2. Skema
Lampiran 2. Metode Analisa Kimiawi. 2.1 Uji Kadar Air 35
Lampiran 2. Metode Analisa Kimiawi 2.1 Uji Kadar Air Sampel yang telah dihaluskan ditimbang sebanyak 35 3 gram dalam cawan porselin yang telah diketahui berat konstannya. Lalu sampel dikeringkan dalam
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2014 Mei 2015 di. Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Lampung.
19 III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada Desember 2014 Mei 2015 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Lampung. 3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan
BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi
17 BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung dari bulan Januari sampai dengan April 2014.
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan 43 Lampiran 2. Komite Etik Penelitian Hewan 44 Lampiran 3. Gambar Tumbuhan Pecut Kuda 45 Lampiran 4. Bagan alur penelitian uji toksisitas subkronik EEPK Hewan uji
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 2.4 BAHAN DAN ALAT Bahan-bahan yang digunakan untuk preparasi media fermentasi semi padat adalah limbah pertanian berupa kulit durian, kulit jeruk Siam, kulit jeruk Medan, dan
Lampiran 1. Analisis Kadar Pati Dengan Metode Luff Schroll (AOAC, 1995)
Lampiran 1. Analisis Kadar Pati Dengan Metode Luff Schroll (AOAC, 1995) Bahan sejumlah kurang lebih 1 g ditimbang. Sampel dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml dan ditambahkan 200 ml HCl 3%. Sampel kemudian
A B. 2. Penetapan kadar protein dengan metode Semi Mikro Kjeldahl (SNI ) Lampiran 1 Prosedur analisis kimia
LAMPIRAN 49 50 Lampiran 1 Prosedur analisis kimia 1. Penetapan kadar air dengan metode oven (AOAC, 1995) Sebanyak 3 g sampel dimasukkan ke dalam cawan logam. Kadar air ditentukan dengan menghitung kehilangan
Lampiran Universitas Kristen Maranatha
Lampiran 1 Cara Pembuatan Ekstrak Etanol Biji Mahoni 1. Biji mahoni yang sudah dikupas kemudian dikeringkan dan digiling hingga halus. 2. Serbuk simplisia tersebut di bungkus dengan kain kasa dan dimasukkan
I. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juli 2012 di Laboratorium. Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.
1 I. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juli 2012 di Laboratorium Biokimia, Laboratorium Instrumentasi Jurusan Kimia Fakultas Matematika
mendidihkan menggunakan hot plate, dan menghomogenkan menggunakan magnetic stirrer. Mensterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121 ºC
Lampiran 1. Media dan Reagen Kimia Dalam Penelitian a. MediumNutrientAgar (NA) Komposisi (g/l) :Peptone from meat(5), Meat extract (3), Agar-agar (12). Cara Pembuatan : Melarutkan 20 gr Nutrient agar dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada 4 April 2016 sampai 16 Agustus 2016. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia Material dan Hayati Departemen
Lampiran 1.a Data Kadar Air Kelopak Rosella Kadar air (%) = kehilangan berat (g) x 100 Sampel sebelum kering (g)
62 Lampiran 1.a Data Kadar Air Kelopak Rosella Kadar air (%) = kehilangan berat (g) x 100 Sampel sebelum kering (g) Kehilangan berat = berat sampel mula-mula berat sampel setelah dikeringkan Kadar air
Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air. 2. Prosedur analisis kadar serat kasar
LAMPIRAN 17 Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air Cawan porselen dipanaskan pada suhu 105-110 o C selama 1 jam, dan kemudian didinginkan dalam desikator selama 30 menit
BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan
13 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Bandar
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Bandar Lampung dan Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil
DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Alur Kerja Subkultur Bakteri Penghasil Biosurfaktan dari Laut dalam Mendegradasi Glifosat
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Alur Kerja Subkultur Bakteri Penghasil Biosurfaktan dari Laut dalam Mendegradasi Glifosat Isolat bakteri koleksi Laboratorium Mikrobiologi hasil isolasi Laut Belawan ditumbuhkan
BAB III METODE PENELITIAN. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: waterbath,
31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.1.1 Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: waterbath,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penggunaan amonium
24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penggunaan amonium sulfat dalam menghasilkan enzim bromelin dan aplikasinya sebagai koagulan pada produksi keju. 3.1
Keterangan : E = L 2 + a 2 + b 2 E = intensitas warna L, a, b = dapat dilihat dari hasil pengukuran menggunakan chromameter
7. LAMPIRAN Lampiran 1. Perhitungan Nilai Intensitas Warna Rumus : Keterangan : E = L 2 + a 2 + b 2 E = intensitas warna L, a, b = dapat dilihat dari hasil pengukuran menggunakan chromameter Tepung tempe
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April - September 2015. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan campuran bakteri (Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian bioremediasi logam berat timbal (Pb) dalam lumpur Lapindo menggunakan campuran bakteri (Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas pseudomallei)
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 : a) Proses Fermentasi di Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi Fakultas Sains dan
UJI KUALITATIF ETANOL YANG DIPRODUKSI SECARA ENZAMATIS MENGGUNAKAN Z. MOBILIS PERMEABEL
UJI KUALITATIF ETANOL YANG DIPRODUKSI SECARA ENZAMATIS MENGGUNAKAN Z. MOBILIS PERMEABEL Dian Pinata NRP. 1406 100 005 DOSEN PEMBIMBING Drs. Refdinal Nawfa, M.S LATAR BELAKANG Krisis Energi Sumber Energi
bio.unsoed.ac.id III. METODE PENELITIAN A. Materi, lokasi, dan waktu penelitian 1. Materi penelitian 1.1. Alat
III. METODE PENELITIAN A. Materi, lokasi, dan waktu penelitian 1. Materi penelitian 1.1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah labu Erlenmeyer, beaker glass, tabung reaksi, cawan petri,
DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Skema pembuatan ODF metoklopramid. Sorbitol + Sukralosa + As.askorbat
DAFAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skema pembuatan ODF metoklopramid Polimer : HPMC/ HPMC+PVA/ PVA Sorbitol + Sukralosa + As.askorbat Metoklopramid Dikembangkan dengan akuades - Dilarutkan dengan akuades - Diaduk
LAMPIRAN. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Inisiasi Kalus HASIL
1 LAMPIRAN Lampiran 1. Skema Kerja Penelitian Perisiapan alat-alat dan bahan-bahan Ruang Sterilisasi Alat-Alat Pembuatan Media Sterilisasi Media Inisiasi Kalus HASIL 2 Lampiran 2. Skema Kerja Tahapan Sterilisasi
BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian,
19 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung,
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL faktorial dengan 15 perlakuan dan 3 kali ulangan. Desain perlakuan pada penelitian
Lampiran 1. Surat Keterangan Determinasi Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L).
Lampiran 1. Surat Keterangan Determinasi Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L). 1 Lampiran 1. Lanjutan 2 3 Lampiran 2. Hasil Pemeriksaan Organoleptis, Daya Lekat, Kekentalan, Susut Pengeringan Ekstrak
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2015.
13 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Laboratorium Kimia Universitas
LAMPIRAN. Lampiran 1. Alur Kerja Isolasi Bakteri Endofit dari Batang dan Akar Tanaman Dara metode Radu & Kqueen (2002) yang dimodifikasi
LAMPIRAN Lampiran 1. Alur Kerja Isolasi Bakteri Endofit dari Batang dan Akar Tanaman Dara metode Radu & Kqueen (2002) yang dimodifikasi Bagian akar dan batang (3-5 cm) Dicuci dengan air mengalir selama
LAMPIRAN Lampiran 1: Komposisi dan Penyiapan Media Skim Milk Agar, Komposisi Media Feather Meal Agar, Komposisi Media Garam Cair.
LAMPIRAN Lampiran 1: Komposisi dan Penyiapan Media Skim Milk Agar, Komposisi Media Feather Meal Agar, Komposisi Media Garam Cair. a. Komposisi media skim milk agar (Widhyastuti & Dewi, 2001) yang telah
3 Metode Penelitian Alat
3 Metode Penelitian 3.1. Alat Penelitian dilakukan di Laboratorium KBK Protein dan Enzim dan Laboratorium Biokimia, Program Studi Kimia ITB. Peralatan gelas yang digunakan terdiri atas labu erlenmeyer,
III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2014 bertempat di
31 III METODELOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2014 bertempat di Laboratorium Kimia Fisik, Laboratorium Biomassa, Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah
BAB III METODE PENELITIAN. Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya
Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu
LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu 1. Bentuk Granula Suspensi pati, untuk pengamatan dibawah mikroskop polarisasi cahaya, disiapkan dengan mencampur butir pati dengan air destilasi, kemudian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan dari Bulan April sampai Bulan Agustus 2013. Penelitian pengaruh penambahan edible coat kitosan sebagai anti jamur pada
