POLTEKKES KEMENKES TERNATE
|
|
|
- Liana Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Cover
2 Kata Pengantar P uji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-nya sehingga Laporan Akuntabilitas KinerjaInstansi Pemerintah (LAKIP) Politeknik Kesehatan Ternate Tahun 205 dapat tersusun. LAKIP Poltekkes Kemenkes Ternate ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas pencapaian tujuan dan sasaran strategis pada Tahun Anggaran 205. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 29 Tahun 200 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Kinerja, dan Rencana Strategis Poltekkkes Ternate Tahun KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja PoltekkesKemenkes Ternate tahun 205 ini mempunyai beberapa fungsi, antara lain sebagai alat penilaian kinerja secara kuantitatif, merupakan wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi Poltekkes Kemenkes Ternate menuju terwujudnya good governance, dan sebagai wujud transparansi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat disatu sisi, dan di sisi lain, merupakan alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja setiap unit kerja di lingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate. Selanjutnya sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, Performance Poltekkes Kemenkes Ternate diukur atas dasar penilaian indikator keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran strategis sebagaimana telah ditetapkan pada Penetapan Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205. Berdasarkan analisis dan evaluasi objektif yang dilakukan melalui Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 ini, diharapkan dapat terjadi optimalisasi peran institusi dan peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktivitas kinerja seluruh
3 jajaran pimpinan unit kerja dan pelaksana di lingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga dapat mendukung kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate secara keseluruhan dalam mewujudkan Good Governance dan Clean Governance. Kami berharap dengan telah disusunnya LAKIP Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 ini, akan dapat diperoleh manfaat umpan balik bagi perbaikan dan peningkatan kinerja bagi seluruh unit kerja lingkup Poltekkes Kemenkes Ternate kedepan. Berkaitan dengan hal tersebut, masukan dan saran perbaikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate. Ternate, Januari206 DIREKTUR KARTINI M. ALI, S.Pd, M.Kes NIP
4 Daftar Isi DAFTAR ISI COVER... KATA PENGANTAR... IKTISAR EKSEKUTIF...4 BAB I PENDAHULUAN...6 A. Latar Belakang...6 B. Maksud Dan Tujuan...7 C. Tugas Pokok Dan Fungsi...7 D. Visi dan Misi...7 E. Sumber Daya...9 BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA... 5 A. Rencana Strategis... 5 B. Penetapan Kinerja Tahun BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Kinerja B. Analisis Akuntabilitas Kinerja BAB IV PENUTUP
5 Iktisar Eksekutif IKTISAR EKSEKUTIF L aporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun dan rencana kinerja Tahunan 205 yang telah ditetapkan melalui Penetapan Kinerja Tahun 205. Penyusunan LAKIP Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas terhadap kinerja yang telah dilakukan selama tahun 205. Dalam upaya merealisasikan good governance, Poltekkes Kemenkes Ternate telah melaksanakan berbagai kegiatan dan program dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Tahun Poltekkes Kemenkes Ternate sebagai Unit pelaksana teknis dilingkungan Kementerian Kesehatan yang berada dibawah Badan Pengembangan dan Pemberdayan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) saat ini melaksanakan pendidikan program Diploma III dan Diploma IV dengan mengembangkanvisi Menjadi Perguruan Tinggi yang berkarakter dan profesional dengan mengedepankan budaya lokal berorientasi nasional pada tahun 208, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan daerah Provinsi Maluku Utara pada khususnya dan Indonesia pada Umumnya. LAKIP ini secara garis besar berisikan informasi rencana kinerja dan capaian kinerja yang telah dicapai selama tahun 205. Rencana Kinerja 205 dan penetapan kinerja 205 merupakan kinerja yang ingin dicapai selama tahun 205 yang sepenuhnya mengacu pada Rencana Strategi Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun yang telah disimpulkan dalam Indikator Kinerja Utama, Penunjang dan Penetapan Kinerja Tahun 205.Secara keseluruhan, hasil capaian kinerja Tahun 205menunjukkan bahwa Poltekkes Kemenkes Ternate memenuhi sasaran yang ditargetkan. Realisasi pencapaian sasaran Poltekkes Kemenkes Ternatediukur dengan menggunakan Indikator Kinerja yang telah ditetapkan. Poltekkes Kemenkes Ternate berusaha untuk tetap meningkatkan 4
6 efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan proses belajar mengajar agar mahasiswanya dapat menyelesaikan studi tepat waktu, pencapaian nilai IPK yang 2.75, dan pendeknya masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan.lakip Poltekkes Kemenkes Ternate tahun 205 ini merupakan wujud pertanggung jawaban institusi pemerintah ini terhadap publik dan para stakeholder. Rencana strategis yang digunakan dalam lakip ini mengacu pada 6 (enam) Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dijabarkan dalam 78 (Tujuh Puluh Delapan) Indikator Kinerja Penunjang (IKP) yang dilaksanakan pada tahun , dan diukur kinerjanya. 5
7 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terwujudnya good governancedalam praktik-praktik pemerintahan dan kenegaraan merupakan harapan semua pihak. Saat ini setiap tindakan dan kebijakan dalam pelaksanaan birokrasi pemerintahan akan selalu dikaitkan dengan konsep tata kepemerintahan yang baik (good governance) dengan tiga pilar utamanya yaitu partisipasi, transparansi dan akuntabilitas. Asas akuntabilitas adalah salah satu asas dalam penyelenggaraan pemerintahan yang memiliki konsekuensi bahwa setiap instansi pemerintah diharapkan mampu mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).Substansi dari Sistem AKIP pada intinya adalah penyelarasan antara produk perencanaan dan realisasinya dengan orientasi kepada hasil (result oriented). Proses penyelarasan ini dilakukan melalui penyusunan suatu Rencana Strategi, Rencana Kinerja Tahunan atau Penetapan Kinerja yang merupakan kontrak kinerja, serta Laporan pertanggungjawaban kinerja tiap tahunnya. Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada dibawah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) yang dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No.207/Menkes/SK/XI/200 tanggal 2 November 200, di tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate mengelola limaprogram Studi diantaranya program studi diploma IIIKeperawatan,program studi diploma III Kebidanan,program studi diploma IIIGizi,program studi diploma III Analis Kesehatan, program studi diploma III Kesehatan lingkungan, program studidiploma IV Keperawatan, dan program studidiplomaiv Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Ternate menjalankan tugasnya dalam upaya terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangka menciptakan Poltekkes sebagai Institusi pendidikan yang profesional, Poltekkes senantiasa berupaya melakukan evaluasi kinerjanya setiap tahun, evaluasi ini dilakukan Poltekkes Kemenkes Ternate untuk menjaga komitmennya dalam penerapan kinerja yang berorientasi pada hasil (output) dan pencapaian kinerja. Evaluasi tersebut disampaikan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Poltekkes Kemenkes Ternate. 6
8 B. Maksud Dan Tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate tahun 205 merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Poltekkes Kemenkes Ternate.Dari laporan ini diharapkan dapat diperoleh suatu simpulan pencapaian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta dapat digunakan sebagai titik tolak danbahan analisis dalam rangka meningkatkan kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate di tahun-tahun berikutnya.hal ini berkaitan erat dengan tujuan dan fungsi utama LAKIP yaitu sebagai media pertanggungjawaban dan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi. C. Tugas Pokok Dan Fungsi. Tugas Pokok : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate mempunyai tugas melaksanakanpendidikanprofesional dalam program Diploma III dan Diploma IV Bidang Kesehatan. 2. Fungsi : a. Pelaksanaan Pengembangan Pendidikan Diploma III dan Diploma IV di Bidang Kesehatan. b. Pelaksanaan Penelitian di Bidang Pendidikan dan Kesehatan. c. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat sesuai dengan bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. d. Pelaksanaan pembinaan Civitas Akademika dalam hubungannya dengan lingkungan e. Pelaksanaan kegiatan pelayanan administrasi pendidikan. D. Visi dan Misi. Visi Secara umum visi berkaitan dengan rumusan mengenai keadaan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi atau lembaga pada akhir periode perencanaan, juga memberikan gambaran konsistensi kinerja organisasi dan kelembagaan selama lima tahun mendatang serta gambaran menyeluruh mengenai peranan dan fungsi suatu organisasi. Dalam visi juga menggambarkan keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan suatu instansi/organisasi. Sehingga rumusan visi dapat memberikan arah dan fokus strategis yang jelas, mampu menyatukan berbagai gagasan strategis dalam organisasi, berorientasi ke masa 7
9 depan, menumbuhkan komitmen seluruh anggota organisasi dan mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi. Dalam penentuan visi Poltekkes Kemenkes Ternate mempertimbangkan beberapa kriteria sebagai berikut : memberikan arah pandangan ke depan terkait dengan kinerja dan peranan organisasi, ditetapkan secara rasional, realistis, mudah dipahami, dirumuskan secara singkat, padat, mudah diingat, dapat dilaksanakan secara konsisten dalam pencapaian, dan mempunyai sifat fleksibel. Oleh sebab itu Visi suatu organisasi perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi sehingga menjadi visi bersama (shared vision) agar dapat mengerahkan dan menggerakkan segala sumber daya instansi atau organisasi. Adapun Visi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate yang diharapkan mampu memberi arah kemasa depan yaitu : Menjadi Perguruan Tinggi yang berkarakter dan profesional dengan mengedepankan budaya lokal berorientasi nasional pada tahun Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah, dalam upaya-upaya untuk mewujudkan visi.dengan pernyataan misi diharapkan seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan dan peran instansi/organisasi dalam penyelenggaraan organisasi pemerintah.misi suatu instansi pemerintah harus jelas dan sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga terkait dengan kewenangan yang dimiliki oleh instansi pemerintah dari peraturan perundang-undangan atau kemampuan penguasaan teknologi sesuai dengan strategi yang telah dipilih.perumusan misi instansi pemerintah harus memperhatikan masukanmasukan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders), dan memberikan peluang untuk perubahan/penyesuaian sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis. Berdasarkan acuan tersebut diatas, misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate yaitu : ) Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui implementasi sistem penjaminan mutu. 8
10 2) Mewujudkan penelitian yang berhasil guna melalui pengembangan penelitian dasar dan terapan. 3) Menyelenggarakan pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK 4) Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang terstandar melalui pemenuhan secara bertahap. 5) Meningkatkan produktivitas tenaga pendidik dan kependidikan baik kualitas maupun kuantitas melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. 6) Mewujudkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang baik melalui pengembangan tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang transparant dan akuntabel. 7) Meningkatkan kemitraan dalam berbagai sektor untuk menunjang Tridarma perguruan tinggi. E. Sumber Daya. Mahasiswa Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Ternate terdiri dari 7 Program Studi dengan jumlah total yaitu : Tabel Jumlah Mahasiswa di Politeknik Kesehatan Ternate Tahun 205 NO PROGRAM STUDI JENIS KELAMIN LAKI-LAKI PEREMPUAN TOTAL D-III KEPERAWATAN D-IV KEPERAWATAN D-III KEBIDANAN D-IV KEBIDANAN D-III GIZI D-III ANALIS KESEHATAN D-III KES. LINGKUNGAN TOTAL 39 9
11 Diagram Jumlah Mahasiswa di Politeknik Kesehatan Ternate Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 205 Perempuan 78% Laki-Laki 22% 2. Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tabel 2 Keadaan Tenaga Pendidik Dan Kependidikan SDM Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 SDM MENURUT KUALIFIKASI PENDIDIKAN NO UNIT KERJA PENDIDIK KEPENDIDIKAN TOTAL JLH JLH S2 S D4 D3 S2 S D4 D3 SLTA SLTP SD REKTORAT KEPERAWATAN KEBIDANAN GIZI KES. LINGKUNGAN ANALIS KESEHATAN TOTAL
12 Diagram 2 PresentaseTenaga Pendidik Poltekkes Kemenkes Ternate Berdasarkan Jenis PendidikanTahun 205 SLTA 5% SLTP 2% SD 3% S2 30% D-III 5% D-IV 8% S 27% Diagram 3 Presentase Tenaga Kependidikan Poltekkes Kemenkes Ternate Berdasarkan Jenis Pendidikan Tahun 205 SLTP 5% SD 6% S 3% SLTA 33% D-III 25%
13 3. Sarana dan Prasarana Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki sarana dan prasarana antara lain ; Gedung Ruang Belajar, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Laboratorium Bahasa, Perpustakaan, Gedung Rektorat, Gedung Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Lingkungan dan Analis Kesehatan serta Mushollah. 4. Kemitraan Menyadari akan keterbatasan dalam sumber daya maka Politeknik Kesehatan melakukan kemitraan guna menjaga kualitas dan memberikan kompetensi memadai agar lulusan nantinya siap pakai dan dapat bersaing dalam era globalisasi. Kemitraan dilakukan baik di lingkup Provinsi Maluku Utara maupun diluar Provinsi Maluku Utara, antara lain :. Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara 2. Pemerintah Kota Ternate 3. Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah 4. Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur 5. Dinas Kesehatan Kota Tidore kepulauan 6. Dinas Kesehatan Kota Ternate 7. Badan Narkotika Nasional Propinsi Maluku Utara 8. Badan Arsip dan Perpustakan Daerah Propinsi Maluku Utara 9. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara 0. BPKP Provinsi Maluku Utara. BKKBN Provinsi Maluku Utara 2. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Ternate 3. Emergency Medical Service 9 Jakarta 4. PPGDON 8 5. Poltekkes Kemenkes Malang 6. Poltekkes Kemenkes Jakarta II 7. Poltekkes Kemenkes Jakarta III 8. RSUD Saiful Anwar Malang 9. RSUD Dr. Hi. Chasan Bosoierie Ternate 20. RSUD Tidore 2. RS Hasan Sadikin Bandung 22. RS. Soeharto Herdjan Jakarta 2
14 23. RS. Islam Ternate 24. RSAD. Tk. IV Kota Ternate 25. Rumah Tahanan Kelas II B 26. Perpustakaan UMMU 27. Perpustakaan UNKHAIR 28. Universitas Khairun Ternate 29. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara 30. Yayasan Perguruan Islam Al Khairat Ternate 5. Anggaran Dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, menggunakan anggaran DIPA Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205. F. Sistematika Pada Dasarnya LAKIP ini bertujuan mengkomunikasikan kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate selama tahun 205. Capaian Kinerja (Performance Result) dalam tahun 205 tersebut dibandingkan dengan Rencana Kinerja (Performance Plan) sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap recana kinerja ini memungkinkan diidentifikasinya sejumlah celah kinerja (Performance Gap) bagi perbaikan kinerja dimasa yang akan datang. Alur pikir penyajian LAKIP Poltekkes Kemenkes Ternate dapat diilustrasikan dalam bagan berikut ini : 3
15 Bagan Alur Pikir Penyajian LAKIP PENDAHULUAN BAB I PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II RENCANA STRATEGIS PERJANJIAN KINERJA 206 AKUNTABILITAS KINERJA BAB III PENUTUP BAB IV 4
16 BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA A. Rencana Strategis. Tujuan Dan Sasaran Tujuan adalah sesuatu apa yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis, serta mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program, dan kegiatan dalam rangka merealisasi misi.tujuan yang dirumuskan berfungsi juga untuk mengukur sejauh mana visi dan misi Politeknik Kesehatan Ternate telah dicapai mengingat tujuan dirumuskan berdasarkan visi dan misi organisasi. Adapun karakteristik perumusan tujuan adalah waktu pencapaiannya dalam jangka menengah; dilakukan secara jelas; mempertimbangkan faktor internal dan eksternal; terkait dengan misinya; mempertimbangkan nilai yang dianut organisasi; mempertimbangkan critical success factors (CSF) ; dan tidak bertentangan dengan visinya. Berdasarkan karakteristik tersebut diatas, Untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan Poltekkes Kemenkes Ternate, maka upaya lebih konkrit dijabarkan dalam tujuan dan sasaran yang telah disepakati bersama, antara lain : Tabel 3 Tujuan dan Sasaran Rencana Kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate TUJUAN Pertama : Meningkatkan kualitas Lulusan Kedua : Meningkatkan PBM sesuai kurikulum pendidikan tinggi Ketiga : Meningkatkan penjaminan mutu pendidikan Keempat : Terjaminnya penelitian yang berkualitas dan relevan. SASARAN. Meningkatnya kualitas calon Mahasiswa 2. Meningkatkan produktivitas lulusan 3. Terlaksananya optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler. Terlaksananya implementasi kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Terlaksananya Penilaian akreditasi oleh BAN- PT/LAM-PTKES 2. Menigkatnya Sistem penjaminan mutu internal. Meningkatnya jumlah penelitian dosen 2. Meningkatnya publikasi hasil penelitian 5
17 TUJUAN Kelima : Terselenggaranya pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK dan usaha pelayanan kesehatan. Keenam : Tersedianya sarana dan prasarana sesuai standar Ketujuh : Meningkatkan kemampuan akademik dan atau profesional pendidik dan tenaga kependidikan melalui rekrutmen, pelatihan dan pendidikan berkelanjutan Kedelapan : Meningkatkan kinerja manajemen internal menuju tatakelola pemerintahan yang baik Kesembilan : Meningkatkan kemitraan dengan lembaga terkait baik nasional maupun internasional SASARAN. Terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peran serta dan pemberdayaan masyarakat. Meningkatkan sarana dan prasarana. Terbentuknya pedoman tentang perencanaan dan Pengelolaan SDM 2. Meningkatnya SDM tenaga pendidik (Dosen) dan kependidikan. Meningkatnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel 2. Meningkatnya sistem pengawasan keuangan 3. Meningkatkan Sistem Informasi. Terjalinnya kemitraan dengan lembaga/instansi lain yang relevan baik pemerintah maupun swasta 2. Meningkatnya penyerapan lulusan di instansi kerja. 3. Tersedianya beasiswa Dalam Penetapan tujuan Politeknik Kesehatan Ternate pada umumnya didasarkan pada isu-isu strategis yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dan mengarahkan pada perumusan sasaran program serta kegiatan dalam rangka merealisasikan visi dan misi diatas. Penetapan sasaran dirumuskan lebih spesifik dan terukur, berorientasi pada hasil, dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun. Berdasarkan target masing-masing sasaran strategis, indikator dan program Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dalam penjabaran selanjutnya sasaran strategis diatas di kelompokan kedalam Tri Dharma Perguruan Tinggi antara lain Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah serta Pengabdian Masyarakat. B. Penetapan Kinerja Tahun 205 Penetapan Kinerja sebagai bentuk kontrak kinerja antara Poltekkes Kemenkes Ternate dengan Badan Pengembangan Pemberdayaan Manusia Kesehatan, dalam 6
18 penetapan kinerja ini memuat alur keterkaitan antara sasaran dengan indikator kinerja dan besarnya target yang akan dicapai sebagai ukuran keberhasilan untuk tahun 205. Secara umum tujuan rencana penetapan kinerja Politeknik Kesehatan Ternate Tahun Anggaran 205, antara lain : ) Meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur di Lingkungan Politeknik Kesehatan Ternate 2) Mendorong komitmen penerima amanah untuk melaksanakan tugas yang diterima dan terus meningkatkan kinerja 3) Menciptakan alat pengendali manajemen yang praktis bagi pemberi amanah 4) Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur di lingkungan Politeknik Kesehatan Ternate 5) Menilai adanya keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran suatu organisasi, sekaligus sebagai dasar dalam pemberian penghargaan (reward) maupun sanksi (punishment). Acuan yang digunakan dalam pencapaian kinerja secara keseluruhan yaitu Indikator Kinerja Utama (IKU) atau Key Performance Indicators (KPI) yang dijabarkan berdasarkan tugas Utama dari Perguruan tinggi yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, maka IKU Poltekkes Kemenkes Ternate adalah sebagai berikut : Tabel 4 Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 No Sasaran Indikator Kinerja Utama Target Pendidikan dan Pengajaran 2 Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah 3 Pengabdian Masyarakat. Presentase lulusan tepat waktu 90% 2. Presentase lulusan dengan IPK 2,75 98% 3. Presentase tingkat penyerapan lulusan 95% di pasar kerja kurang dari 6 bulan 4. tercapainya jumlah dosen penelitian 95% pertahun minimal 0orang 5. bertambahnya jumlah kegiatan ilmiah 0 dan publikasi 6. Peningkatan jenis pengabdian 0 masyarakat Untuk menunjang Indikator Kinerja Utama (IKU), Poltekkes Kemenkes Ternate menetapkan juga Indikator Kinerja Penunjang sebagai berikut : 7
19 Tabel5 Indikator Kinerja Penunjang Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205. No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Meningkatnya kualitas calon. Tercetaknya brosur Sipenmaru Mahasiswa Poltekkes Ternate Terkirim surat dan brosur ke SMA/SMK di wilayah Provinsi Maluku Utara 3. Tersosialisasinya Sipenmaru ke SMA/SMK 4. Terlaksananya promosi kampus melalui media cetak dan elektronik 2 5. Terlaksananya pameran Pendidikan 6. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru jalur reguler 3: 7. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru jalur Penelusuran Minat 4 Prestasi (PMDP) 8. Terselenggaranya monitoring dan evaluasi kegiatan Sipenmaru 2 Meningkatkan produktivitas 9. Terselenggaranya rapat evaluasi lulusan peraturan akademik 0. Terselenggaranya Pengembangan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Terselenggaranya Peningkatan monitoring PBM secara langsung ke 6 jurusan 2. Tersedianya bahan ajar dosen yang terstandarisasi 4 3. Peningkatan jumlah dosen yang mengikuti Pelatihan penyusunan bahan 2 ajar 4. Tersedianya media pembelajaran secara on-line 5. Tersedianya buku terbitan 5 tahun terakhir Peningkatan jumlah jurnal ilmiah/prosiding 4 7. Persentase bimbingan akademik mahasiswa 4x/semester Pertemuan dengan stakholder untuk membahas standar kompetensi lulusan. 9. Survei kompetensi lulusan kepada user 8
20 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target 3 Terlaksananya optimalisasi 20. Terlaksananya kegiatan Pekan Olahraga kegiatan ekstrkurikuler dan seni budaya tingkat lokal dan 2 Nasional 2. Mengikuti Kegiatan Bakti Sosial 5 4 Terlaksananya implementasi kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 5 Terlaksananya Penilaian akreditasi oleh BAN-PT/LAM- PTKES 6 Menigkatnya Sistem penjaminan mutu internal 7 Meningkatnya jumlah penelitian dosen 22. terlaksananya kegiatan Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi (PIK-KR) 23. Terlaksananya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 24. Terlaksananya kegiatan Pramuka 25. Terlaksananya Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Tinggi 26. Terlaksananya Pelatihan pengembangan kurikulum dan implementasinya Persentase ketersediaan RPS dan RPP Tersedianya pedoman Ujian Tahap dan Ujian Akhir Program 29. Terlaksananya kegiatan Try Out Uji Kompetensi Terlaksananya kegiatan Monitoring evaluasi penerapan kurikulum 3. Terselenggaranya Rapat Review kurikulum sesuai kebutuhan lokal bersama stakeholders 32. Terlaksananya Workshop implementasi kurikulum institusi 33. Pengusulan akreditasi BAN-PT/LAM- PTKES Self assesment dengan borang akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES Jumlah Prodi Yang melaksanakan Akreditasi Terlaksananya Penilaian akreditasi BAN- PT/LAM-PTKES Terselenggaranya rapat kerja Evaluasi mutu secara periodic Terselenggaranya kegiatan audit mutu internal Terbentunya tim pakar penelitian 40. Terlaksananya Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penelitian 9
21 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target 8 Meningkatkan sarana dan 4. Terlaksananya penambahan media prasarana pembelajaran di ruang kuliah 42. Terlaksananya penambahan fasilitas penunjang gedung laboratorium 43. Terlaksananya pemeliharaan Gedung Pendidikan dan perkantoran 44. Terlaksananya pemeliharaan Halaman/taman kampus 45. Terlaksananya pemeliharaan peralatan dan mesin 46. Terlaksananya pemeliharaan jaringan / instalasi 9 Meningkatnya pedoman tentang 47. Tersedianya pedoman tentang perencanaan dan Pengelolaan perencanaan SDM SDM 48. Tersedianya pedoman tentang pengelolaan SDM 0 Meningkatnya SDM tenaga 49. Terlaksananya pendidikan lanjut S/Dpendidik (Dosen) dan IV, S2 dan S3 2 kependidikan 50. Terselenggaranya pelatihan Dosen dan Instruktur 6 5. Terlaksananya sosialisasi dupak dosen 52. Terselenggaranya rapat Evaluasi kinerja dosen dan instruktur 53. Terlaksananya Sosialisasi sertifikasi dosen 54. Terlaksananya sertifikasi dosen 55. Peningkatan pelatihan tenaga kependidikan 56. Persentase pegawai dengan nilai SKP minimal baik 00 Meningkatnya pengelolaan 57. Terselenggaranya Rapat evaluasi dan keuangan yang transparan dan perencanaan program serta keuangan akuntabel 58. Terlaksananya Pembinaan dan pengelolaan administrasi keuangan 59. Pengelolaan Pembayaran gaji pegawai dan honorer 60. Tersusunnya laporan keuangan 4 6. Pengembangan sistem akuntansi keuangan (aplikasi) 62. Terlaksananya Evaluasi perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan Persentase Penyerapan Anggaran 89 20
22 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target 2 Meningkatnya sistem 64. Tersusunnya prosedur pengawasan pengawasan keuangan keuangan 65. Terselenggaranya pengawasan keuangan 66. Terselenggaranya monitoring dan Evaluasi sistem pengelolaan keuangan 3 Meningkatkan Sistem Informasi 67. Terlaksananya Impelementasi sistem informasi keuangan 68. Terlaksananya Impelementasi sistem informasi kepegawaian 69. Terlaksananya Impelementasi sistem informasi perlengkapan 70. Terlaksananya Pelatihan sistem informasi 4 Terjalinnya kemiteraan dengan 7. Terselenggaranya Kemiteraan dalam lembaga/instansi lain yang praktik klinik atau lapangan relevan baik pemerintah 72. Terselenggaranya Kemiteraan dalam maupun swasta penelitian dan pengabdian masyarakat 5 Meningkatnya penyerapan 73. Terlaksananya Survei penelusuran lulusan di instansi kerja lulusan 74. Terlaksananya sosialisasi dan up date data lulusan melalui website 75. Tersedianya informasi bursa kerja bagi lulusan melalui website Poltekkes 6 Tersedianya beasiswa 76. Perencanaan anggaran beasiswa untuk mahasiswa 77. Seleksi dan verifikasi data mahasiswa berprestasi dan atau berasal dari keluarga miskin 78. Pemberian dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan atau berasal dari keluarga Miskin Tabel 6 Alokasi Anggaran Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate Tahun 205 No Uraian Pagu (Rp) Rupiah Murni (RM) Rp ,- 2 PendapatanNegara Bukan Pajak ( PNBP) Rp ,- Total Rp
23 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Badan PPSDM maupun standar mutu dalam upaya peningkatan layanan kinerja institusi guna mencapai visi dan misi organisasi.untuk mendapatkan gambaran kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate dilakukan dengan langkah-langkah pentahapan melalui perhitungan realisasi indikator dan analisis untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Sebagai langkah pertama dilakukan empulsi (perkiraan) kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate dengan kaidah yang digunakan yaitu menghitung jumlah rata-rata agregasi realisasi keenam domain indicator dengan angka target sebagai pembanding, sebagai metode pendekatan untuk mendapatkan representative kinerja. Langkah Kedua dilakukan analisa dengan cara membandingkan terhadap capaian pada tahun sebelumnya, untuk mendapatkan kecenderungan kinerja sebagai akibat dari kendala yang timbul dan mencari alternatif pemecahannya. Dari kedua langkah singkat tersebut diharapkan mendapatkan informasi sebagai feed back (umpan balik) untuk perbaikan perencanaan program dan kegiatan kedepannya, hal inilah sebagai salah satu fungsi utama penyusunan laporan kinerja.pada Tahun 205, Poltekkes menetapkan 3 sasaran, 6 Indikator Utama dan 78 Indikator Penunjang. Berikut penjabarannya : Tabel 7 Ringkasan Capaian Indikator Penunjang Tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate TINGKAT CAPAIAN JUMLAH INDIKATOR PRESENTASE < 00% % 00% 77 99% Total 78 00% 22
24 Tabel 8 Rincian Capaian Indikator Utama Tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate No Sasaran Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian 2 Pendidikan dan Pengajaran Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah 3 Pengabdian Masyarakat. Presentase lulusan tepat waktu 90% 90% 00% 2. Presentase lulusan dengan IPK 2,75 98% 98% 00% 3. Presentase tingkat penyerapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan 95% 94% 99% 4. Tercapainya jumlah dosen penelitian pertahun minimal 0 95% 280% 294% orang 5. Bertambahnya jumlah kegiatan ilmiah dan publikasi % 6. Peningkatan jenis pengabdian masyarakat % Tabel 9 Rincian Capaian Indikator Penunjang Tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Realisasi Capaian Meningkatnya kualitas. Tercetaknya brosur calon Mahasiswa Sipensimaru Poltekkes Ternate % 2. Terkirim surat dan brosur ke SMA/SMK di wilayah Provinsi 00% Maluku Utara 3. Tersosialisasinya Sipensimaru ke SMA/SMK 00% 4. Terlaksananya promosi kampus melalui media cetak % dan elektronik 5. Terlaksananya pameran pendidikan 00% 6. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru 3: 3: 00% jalur reguler 7. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru jalur Penelusuran Minat % Prestasi (PMDP) 8. Terselenggaranya monitoring dan evaluasi kegiatan Sipenmaru 00% 23
25 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Realisasi Capaian 2 Meningkatkan 9. Terselenggaranya rapat produktivitas lulusan evaluasi peraturan akademik 00% 0. Terselenggaranya Pengembangan Praktek Kerja 00% Lapangan (PKL). Terselenggaranya Peningkatan monitoring PBM secara % langsung ke jurusan 2. Tersedianya bahan ajar dosen yang terstandarisasi % 3. Peningkatan jumlah dosen yang mengikuti Pelatihan % penyusunan bahan ajar 4. Tersedianya media pembelajaran secara on-line 00% 5. Tersedianya buku terbitan 5 tahun terakhir % 6. Peningkatan jumlah jurnal ilmiah/prosiding % 7. Persentase bimbingan akademik mahasiswa % 4x/semester 8. Pertemuan dengan stakholder untuk membahas standar 00% kompetensi lulusan. 9. Survei kompetensi lulusan kepada user 2 200% 3 Terlaksananya 20. Terlaksananya kegiatan Pekan optimalisasi kegiatan Olahraga dan seni budaya % ekstrkurikuler tingkat lokal dan Nasional 2. Mengikuti Kegiatan Bakti Sosial % 22. Terlaksananya kegiatan Pusat Informasi dan Konseling - Kesehatan Reproduksi 4 400% (PIK-KR) 23. Terlaksananya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan 00% (LDK) 24. Terlaksananya kegiatan Pramuka 00% 24
26 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Realisasi Capaian 4 Terlaksananya 25. Terlaksananya Sosialisasi implementasi kurikulum Kurikulum Pendidikan Tinggi 00% berbasis Kerangka 26. Terlaksananya Pelatihan Kualifikasi Nasional pengembangan kurikulum dan % Indonesia (KKNI) implementasinya 27. Persentase ketersediaan RPS dan RPP % 28. Tersedianya pedoman Ujian Tahap dan Ujian Akhir Program 00% 29. Terlaksananya kegiatan Try Out Uji Kompetensi 8 9 2% 30. Terlaksananya kegiatan Monitoring evaluasi penerapan 00% kurikulum 3. Terselenggaranya Rapat Review kurikulum sesuai kebutuhan 00% lokal bersama stakeholders 32. Terlaksananya Workshop implementasi kurikulum institusi 3 300% 5 Terlaksananya Penilaian 33. Pengusulan akreditasi BANakreditasi oleh BAN- PT/LAM-PTKES % PT/LAM-PTKES 34. Self assesment dengan borang akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES 00% 35. Jumlah Prodi Yang melaksanakan Akreditasi % 36. Terlaksananya Penilaian akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES % 6 Menigkatnya Sistem 37. Terselenggaranya rapat kerja penjaminan mutu Evaluasi mutu secara periodik % internal 38. Terselenggaranya kegiatan audit mutu internal % 7 Meningkatnya jumlah 39. Terbentuknya tim pakar penelitian dosen penelitian 00% 40. Terlaksananya Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penelitian 00% 8 Meningkatkan sarana 4. Terlaksananya penambahan dan prasarana media pembelajaran di ruang 00% kuliah 42. Terlaksananya penambahan fasilitas penunjang 00% gedunglaboratorium 43. Terlaksananya pemeliharaan Gedung Pendidikan dan perkantoran 00% 25
27 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Realisasi Capaian 44. Terlaksananya pemeliharaan Halaman/Taman Kampus 00% 45. Terlaksananya pemeliharaan peralatan dan mesin 00% 46. Terlaksananya pemeliharaan jaringan/instalasi 00% Meningkatnya pedoman 47. Tersedianya pedoman tentang 9 tentang perencanaan perencanaan SDM 00% dan Pengelolaan SDM 48. Tersedianya pedoman tentang pengelolaan SDM 00% 0 Meningkatnya SDM 49. Terlaksananya pendidikan lanjut tenaga pendidik (Dosen) S/D-IV, S2 dan S3 2 50% dan kependidikan 50. Terselenggaranya pelatihan Dosen dan Instruktur % 5. Terlaksananya sosialisasi dupak dosen 00% 52. Terselenggaranya rapat Evaluasi kinerja dosen dan instruktur 00% 53. Terlaksananya Sosialissi sertifikasi dosen 00% 54. Terlaksananya sertifikasi dosen 00% 55. Peningkatan pelatihan tenaga kependidikan % 56. Persentase pegawai dengan nilai SKP minimal baik % Meningkatnya 57. Terselenggaranya Rapat evaluasi pengelolaan keuangan dan perencanaan program serta 00% yang transparan dan keuangan akuntabel 58. Terlaksananya Pembinaan dan pengelolaan administrasi 00% keuangan 59. Pengelolaan Pembayaran gaji pegawai dan honorer 00% 60. Tersusunnya laporan keuangan % 6. Pengembangan sistem akuntansi keuangan (aplikasi) 00% 62. Terlaksananya Evaluasi perencanaan dan pelaksanaan % pengelolaan keuangan 63. Persentase Penyerapan Anggaran 89 89,92 0% 2 Meningkatnya sistem 64. Tersusunnya prosedur pengawasan keuangan pengawasan keuangan 00% 65. Terselenggaranya pengawasan keuangan 00% 26
28 No Sasaran Indikator Kinerja Penunjang Target Realisasi Capaian 66. Terselenggaranya Monitoring dan Evaluasi sistem pengelolaan keuangan 00% 3 Meningkatkan Sistem 67. Terlaksananya Impelementasi Informasi sistem informasi keuangan 00% 68. Terlaksananya Impelementasi sistem informasi kepegawaian 00% 69. Terlaksananya Impelementasi sistem informasi perlengkapan 00% 70. Terlaksananya Pelatihan sistem informasi % 4 Terjalinnya kemiteraan 7. Terselenggaranya Kemiteraan dengan dalam praktik klinik atau % lembaga/instansi lain lapangan yang relevan baik 72. Terselenggaranya Kemiteraan pemerintah maupun dalam penelitian dan pengabdian % swasta masyarakat 5 Meningkatnya 73. Terlaksananya Survei penyerapan lulusan di penelusuran lulusan 00% instansi kerja 74. Terlaksananya sosialisasi dan up date data lulusan melalui website 00% 75. Tersedianya informasi bursa kerja bagi lulusan melalui 00% website Poltekkes 6 Tersedianya beasiswa 76. Perencanaan anggaran beasiswa untuk mahasiswa 00% 77. Seleksi dan verifikasi data mahasiswa berprestasi dan atau 00% berasal dari keluarga miskin 78. Pemberian dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan atau berasal dari keluargamiskin % 27
29 Tabel 0 Perbandingan Realisasi Capaian Indikator Utama Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun Realisasi Indikator No Sasaran Indikator Kinerja Utama Tahun 204 Tahun 205 Kenaikan (%). Presentase lulusan tepat waktu Presentase lulusan dengan IPK Pendidikan dan 2,75 Pengajaran 3. Presentase tingkat penyerapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah 3 Pengabdian Masyarakat. Tercapainya jumlah dosen penelitian pertahun minimal 0orang 2. Bertambahnya jumlah kegiatan ilmiah dan publikasi. Peningkatan jenis pengabdian masyarakat % % -260 B. Analisis Akuntabilitas Kinerja Dilihat dari capaian masing-masing indikator, untuk tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi. Capaian Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 secara umum mencapai target yang telah ditetapkan pada seluruh sasaran dari capaian di tahun sebelumnya dapat terlihat adanya peningkatan. Uraian kinerja masing masing Indikator Kinerja Utama adalah sebagai berikut : Sasaran : Pendidikan dan Pengajaran. Presentase lulusan tepat waktu Yang dimaksud dengan jumlah lulusan tepat waktu adalah presentase penyelesaian masa studi sesuai dengan program. Bagi Mahasiswa lulus tepat waktu merupakan tanggung jawab moral selain itu mahasiswa juga dituntut harus betul-betul menguasai bidangnya. Berbagai upaya telah dilakukan Poltekkes Kemenkes Ternate dalam mencapai optimalisasi lulusan yang lulus tepat waktu dengan memperhatikan standarisasi pelaksanaan proses belajar mengajar, adapun kegiatan dalam pencapaian target antara lain pelaksanaan 28
30 monitoring PBM secara periodik. Dalam pelaksanaannya realisasi yang didapatkan yaitu 00%.Pada Tahun 205 dalam penentuan kelulusan mahasiswa juga dilakukan dengan Uji Kompetensi khususnya untuk Jurusan Keperawatan dan Kebidanan, dimana uji kompetensi ini adalah ujian yang dilaksanakan untuk menilai pencapaian kompetensi sesuai standar kompetensi/standar profesi dalam rangka memperoleh sertifikat kompetensi. Uji kompetensi atau Competence based assessment merupakan bagian dari longitudinal assessment dimana tujuan uji kompetensi bagi tenaga kesehatan adalah menghasilkan lulusan pendidikan kesehatan yang bermutu yang menjamin keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, kesetaraan mutu global dan terpenuhinya standar mutu pelayanan kesehatan nasional, dan dalam pelaksanaannya menganut prinsip Valid, Reliable, Feasibility dan Impact on Learning.Upaya tenaga pengajar Poltekkes Kemenkes Ternate salah satunya adalah meningkatkan motivasi mahasiswa baik dari Faktor Internal maupun Faktor Eksternal sebagai contoh adalah memaksimalkan kegiatan pembimbingan akademik baik dari dosen maupun bimbingan konseling dari psikolog, mengindetifikasi secara cepat permasalahan mahasiswa dalam mengahadapi kendala proses belajar mengajar baik pembelajaran di Kelas, Laboratorium maupun di Klinik. Mahasiswa yang belum lulus uji kompetensi pihak Jurusan mengadakan try out sehingga mahasiswa dilatih kemampuannya dalam memecahkan soal-soal uji kompetensi. 2. Presentase lulusan dengan IPK 2,75 Yang dimaksud dengan presentase lulusan dengan IPK 2,75 adalah lulusan yang mendapatkan nilai IPK 2,75. Indikator dalam upaya mencapai sasaran diatas adalah Presentase mahasiswa dengan IPK 2,75. Target pada tahun 205 adalah 98% dan realisasi yang didapat kurang dari target yang ditetapkan yaitu 98%, sehingga capaian untuk indikator tesebut adalah 00%. Hal ini merupakan gambaran dari komitmen dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran, hasil yang didapat merupakan kerjasama yang sinergis pada keduanya ditunjang dengan fasilitas pembelajaran yang memadai baik teori maupun praktik. Poltekkes Kemenkes Ternate menyadari bahwa kebutuhan pasar menuntut untuk mahasiswa mempunyai IPK 2,75, dimana IPK ini salah satunya menjadi syarat dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Kegiatan lain 29
31 yang dilakukan terfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa, IPK yang didapat meliputi berbagai aspek antara lain pengetahuan, keterampilan dan sikap mahasiswa. Review hasil belajar yang dilakukan secara berkesinambungan oleh Koordinator I Bidang Akademik dan Koordinator II Bidang Kemahasiswaan dibawah pengawasan Ketua Program Studi. Pelaksanaan proses akademik dengan iklim akademik yang bergairah merupakan upaya yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Ternate, hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar mengajar dan terciptanya budaya kompetisi dalam bidang akademik yang tercermin dari tingginya pencapaian Indeks Prestasi Semester dan Indeks Prestasi Kumulatif. Upaya lain yang dilakukan dalam meningkatkan lulusan dengan IPK 2,75 adalah senantiasa memberikan dorongan kepada dosen agar dapat menjelaskan materi kuliah dengan baik, memberikan yang esenssial dengan cara yang menarik, percaya diri dan mampu membangkitkan motivasi mahasiswanya untuk mengembangkan kreatifitas dalam mengeksplorasi materi yang lebih dalam secara mandiri. Poltekkes Kemenkes Ternate menyadari komunikasi dan interaksi baik di dalam kelas maupun di luar kelas sangat menentukan efektifitas dan mutu pendidikan. Tabel. Presentasi lulusan dengan IPK No Jurusan D-III/D-IV D-III Keperawatan D-III Kebidanan D-III Gizi D-III Kesehatan lingkungan D-III Analis Kesehatan 0 40 Presentasi Lulusan IPK 2.5 % 98 % 3. Presentase tingkat penyerapan lulusan di pasar kerja Tingkat penyerapan lulusan di pasar kerja adalah persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan. Pada tahun 205 tingkat penyerapan lulusan dipasar kerja ditargetkan 95% sedangkan realisasi yang didapatkan adalah 94%. Hal ini dikarenakan terdapat moratorium pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, Poltekkes Ternate telah melakukan Berbagai kegiatan dilakukan seperti survey sederhana 30
32 tentang penyerapan alumni, memberikan informasi bursa lowongan kerja kepada lulusan dalam upaya mempercepat penyerapan lulusan, lulusan umumnya diserap oleh pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten yang ada di Provinsi Maluku Utara. Tabel 2. Penyerapan Lulusan Poltekkes Ternate No Jurusan/Prodi Penyerapan (%) Total Jumlah Instansi Persentasi Swasta Lulusan Pemerintah Penyerapan D-III Keperawatan % 4 2 D-III Kebidanan % 43 3 D-III Gizi % 42 4 D-III Kesehatan Lingkungan % 34 5 D-III Analis Kesehatan % 40 6 D-IV Keperawatan D-IV Kebidanan Sasaran 2 : Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah. Tercapainya jumlah dosen penelitian pertahun minimal 0 orang Perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan karya penelitian yang bermutu, berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.untuk itu target jumlah dosen peneliti untuk poltekkes kemenkes ternate adalah 95% sedangkan realisasi yang didapatkan adalah 280%. Hal ini dikarenakan jumlah dosen S2 bertambah peneliti untuk 0 kelompok penelitian adalah 28 orang pada tahun 205, sehingga capaian pada indikator ini adalah 294%. 2. Bertambahnya jumlah kegiatan ilmiah dan publikasi Publikasi karya ilmiah adalah presentasi karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal pertahun.target yang ditetapkan adalah berjumlah 0 (sepuluh). Publikasi hasil penelitian Tahun 205 yang realisasinya hanya 7 (tujuh) dari target yang ditetapkan. Sehingga capaian dari indikator ini adalah 70%, Hal ini dikarenakan rendahnya motivasi peneliti pada tahun 204 sehingga berpengaruh pada capaian target jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada tahun
33 Sasaran 3 : Pengabdian Masyarakat. Peningkatan jenis pengabdian masyarakat Jenis Pengabdian Masyarakat yang dimaksud adalah Jenis Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan per tahun.pada tahun 205realisasinya telah sesuai dengan target yaitu 0 jenis pengabdian masyarakat, sehingga capaian pada indikator ini adalah 00%. Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilakukan antara lain penyuluhan kesehatan, bhakti Sosial, kegiatan menimbang berat badan, mengukur tekanan darah dan pemeriksaan kehamilan gratis, kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Dengan adanya penambahan jenis kegiatan pengabdian masyarakat menambah referensi tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Capaian Indikator Kinerja Penunjang Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 secara umum mencapai target yang telah ditetapkan pada seluruh sasaran dari capaian di tahun sebelumnya dapat terlihat adanya peningkatan. Uraian kinerja masing masing Indikator Kinerja Penunjang adalah sebagai berikut : Sasaran : Meningkatnya kuantitas calon Mahasiswa. Tercetaknya brosur Sipensimaru Poltekkes Ternate Pada saat penerimaan sipenmaru tahun 205, jumlah brosur yang telah tercetak sebanyak 700 lembar yang telah melewati target sebanyak 600 lembar, sehingga capaian pada indikator ini adalah 06%, ada pun terjadinya penambahan proses percetakan brosur dikarenakan, Poltekkes Kemenkes Ternate berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Ternate. Tabel 3. Realisasi Penyebaran Brosur Sipenmaru Poltekkes Ternate No Lokasi Penyebaran Brosur Banyak Brosur Jumlah SMA/MA/SMK Kota Ternate 0 Brosur SMA/MA/SMK Kota Tidore 0 Brosur SMA/MA/SMK Kab. Halmahera Selatan 20@ 0 Brosur SMA/MA/SMK Kab. Halmahera Barat 5@ 0 Brosur 50 5 SMA/MA/SMK Kepulauan Sula 5@ 0 Brosur 50 6 SMA/MA/SMK Kab. Halmahera Utara 20@ 0 Brosur
34 7 SMA/MA/SMK Kab. Halmahera Tengah 0 Brosur 80 8 SMA/MA/SMK Kab. Halmahera Timur 5@ 0 Brosur 50 9 SMA/MA/SMK Kab. Pulau Morotai 5@ 0 Brosur 50 0 SMA/MA/SMK Kepulauan Taliabu 20@ 0 Brosur 200 Jumlah Terkirim surat dan brosur ke SMA/SMK di wilayah Provinsi Maluku Utara Pada saat penerimaan sipenmaru tahun 205, panitia sipenmaru Poltekkes Kemenkes Ternate mengirimkan surat dan brosur ke SMA/SMK yang tersebar di seluruh provinsi maluku utara, dan telah sesuai dengan target sehingga capaian dari indikator ini adalah 00%. 3. Tersosialisasinya Sipensimaru ke SMA/SMK Panitia sipenmaru telah melakukan sosialisasi ke SMA/SMK yang ada di Provinsi Maluku Utaradan telah sesuai dengan target sehingga capaian dari indikator ini adalah 00%. 4. Terlaksananya promosi kampus melalui media cetak dan elektronik Panitia sipenmaru telah melakukan promosi melalui media cetak dan elektronik diantaranya Malut Post dan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, dan telah sesuai dengan target sehingga capaian dari indikator ini adalah 00%. 5. Terlaksananya pameran pendidikan Poltekkes Kemenkes Ternate melakukan pameran pendidikan ketika memperingati hari pendidikan nasional yang dilaksanakaan oleh Dinas Pendidikan Kota Ternate pada tanggal 02 Mei 205, pameran pendidikan in dianggap penting karena selain sebagai media promosi juga merupakan bentuk pengabdian Poltekkes Kemenkes Ternate, Khusunya mahasiswa kepada masyarakat yaitu dengan menyelengarakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, seperti pemeriksanaan tekanan darah, gula darah, golongan darah dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini telah sesuai dengan target sehingga capaian dari indikator ini adalah 00% 6. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru jalur reguler Pada saat penerimaan sipenmaru tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target penerimaan mahasiswa jalur reguler adalah 3: dan realisasi 33
35 yang dilakukan pada sipenmaru tahun 205 yaitu 3: sehingga capaian adalah 00%. 7. Terlaksananya Seleksi penerimaan Mahasiswa baru jalur Penelusuran Minat Prestasi (PMDP) Pada saat sipenmaru tahun 205 jumlah pendaftar jalur PMDP Poltekkes Kemenkes Ternate adalah 6 orang yang berasal dari seluruh SMA/SMK yang ada di Provinsi Maluku Utara. Seleksi jalur PMDP Poltekkes Kemenkes Ternate yang lolos seleksi berjumlah 2 orang yang tersebar di Prodi D-III Keperawatan dan Prodi D-III Kebidanan, dan realisasi pada indikator ini telah melewati target yaitu 4 orang sehingga capaian pada indikator ini adalah 50%. 8. Terselenggaranya monitoring dan evaluasi kegiatan Sipenmaru Panitia sipenmaru Poltekkes Kemenkes Ternate telah melakukan monitoring dan evaluasi pada penerimaan sipenmaru tahun 205 dan telah sesuai dengan capaian yaitu 00%. Sasaran 2 : Meningkatkan produktivitas lulusan. Terselenggaranya rapat evaluasi peraturan akademik Rapat evaluasi peraturan akademik Poltekkes Kemenkes Ternate telah dilaksanakan dengan tujuan sebagai pedoman hak dan kewajiban bagi peserta didik dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar. Indikator ini telah sesuai dengan target sehingga capaiannya adalah 00%. 2. Terselenggaranya Pengembangan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Praktek kerja lapangan yang dilaksanakan oleh setiap program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan akan bidang studi maupun mata kuliah dari program studi tersebut. Kegiatan PKL Poltekkes Kemenkes Ternate yang telah sesuai dengan target sehingga indikator ini telah tercapai 00%. 3. Terselenggaranya Peningkatan monitoring PBM secara langsung ke jurusan Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 6 kali kegiatan monitoring PBM langsung ke jurusan dan pada indikator ini telah tercapai 00%. 4. Tersedianya bahan ajar dosen yang terstandarisasi Poltekkes Kemenkes Ternate menyediakan bahan ajar yang berstandar nasional yang tersebar di 7 program studi. Sesuai dengan Target Poltekkes Kemenkes Ternate adalah 4 bahan ajar terstandarisasi dan realisasinya adalah 5 bahan ajar terstandarisasi sehingga indikator ini telah tercapai 25%. 34
36 5. Peningkatan jumlah dosen yang mengikuti Pelatihan penyusunan bahan ajar Poltekkes Kemenkes Ternate dalam meningkatkan kualitas bahan ajar maka mengikutkan Dosen dari setiap program studi pada pelatihan penyusunan bahan ajar. Sesuai dengan target 2 kali kegiatan pelatihan penyusunan bahan ajar yang telah dilaksankan, maka pada indikator ini telah tercapai 00%. 6. Tersedianya media pembelajaran secara on-line Pemanfaatan Media pembelajaran secara on-line di Poltekkes Kemenkes Ternate telah mulai diselenggarakan oleh beberapa dosen mata kuliah, salah satunya mata kuliah Aplikasi Komputer dan Pengolahan data yaitu dengan memanfaatkan media pembelajatan on-line atau e-learning ([email protected]) sehingga sesuai dengan target dan pada indikator ini telah tercapai 00%. 7. Tersedianya buku terbitan 5 tahun terakhir Dalam proses pembelajaran maupun dalam proses penyusunan KTI maupun skripsi sangat dibutuhkan telaah pustaka khususnya dari buku-buku yang tergolong terbitan 5 tahun terakhir, sehingga ketersedian buku-buku tersebut sangat dibutuhkan. Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target tersedianya 00 buku terbitan 5 tahun terakhir baik yang berasal dari pengadaan maupun hibah dari mahasiswa dan dosen, realisasinya adalah sebanyak 300 buku sehingga capaian pada indikator ini yaitu 300% 8. Peningkatan jumlah jurnal ilmiah/prosiding Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam peningkatan jumlah jurnal ilmiah/prosiding yaitu 4 jurnal ilmiah/prosiding. Realisasinya adalah 2 jurnal ilmiah/prosiding. Sehingga capaian pada indikator ini adalah 300%. 9. Peningkatan jumlah dosen yang melaksanakan Pelatihan softskills dan lifeskills Pelatihan softskil dan lifeskil sangat dibutuhkan khususnya bagi para dosen sehingga dapat maksimal dalam proses belajar mengajar oleh sebab itu Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 4 orang dosen untuk mengikuti pelatihan softskills dan lifeskillsbagi para dosen dari semua program studi. Realisasinya yaitu sebanyak 32 orang dosen yang telah diikutkan dalam pelatihan baik softskil dan lifeskil, sehingga pencapaian pada indikator ini adalah 800%. 35
37 0. Persentase bimbingan akademik mahasiswa 4x/semester Bimbingan akademik sangat membantumahasiswa dalam menyampaikan pendapat atau bahkan bermanfaat dalam proses dosen atau pembimbing akademik dalam memahami problam dalam proses akademik, Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target persentasi dari setiap dosen atau pembimbing akademik melakukan bimbingan akademik adalah 90persen. Dan realisasinya yaitu 00 persen. Sehingga indikator ini telah tercapai %. Pertemuan dengan stakholder untuk membahas standar kompetensi lulusan. Standar kompetensi lulusan merupakan faktor yang dapat digunakan oleh stakholder dalam merekrut lulusan Poltekkes Kemenkes Ternate.Oleh karena itu perlu adanya kegiatan atau pertemuan dengan stakholder terkait dalam membahas kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan mereka maupun kebutuhan lulusan secara umum. Realisasi Poltekkes Kemenkes Ternate telah sesuai dengan target yaitu kali melaksanakan kegiatan pertemuan dengan stakeholder untuk membahas standar kompetensi lulusan. Sehingga dalam indikator ini telah tercapai 00%. 2. Survei kompetensi lulusan kepada user Survei kompetensi lulusan sangat dibutuhkan oleh Poltekkes Kemenkes Ternate karena dapat menjadi tolak ukur penyerapan maupun peluang yang dapat dimanafaatkan oleh Poltekkes Kemenkes Ternate dalam penyerapan lulusan oleh user/stakholder,poltekkes Kemenkes Ternate telah melaksanakan 2 kali kegiatan survei terhadap kompetensi lulusan kepada user dan telah melewati target yaitu kali kegiatan survei. Sehingga capaian pada indikator ini adalah 200%. Sasaran 3 : Terlaksananya optimalisasi kegiatan ekstrkurikuler. Terlaksananya kegiatan Pekan Olahraga dan seni budaya tingkat lokal dan Nasional Poltekkes Kemenkes Ternate telah mengikut sertakan mahasiswanya dalam beberapa kegiatan olahraga maupun seni budaya dan tidak sedikit yang telah membuahkan hasil salah satunya adalah kegiatan duta mahasiswa yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan berhasil meraih Juara I tingkat Provinsi Maluku Utara sekaligus sebagai wakil dari Provinsi Maluku Utara ke tingkat nasional dan pada tingkat 36
38 nasional berhasil meraih predikat sebagai Duta Motivator Putra Tingkat Nasional. Selain dalam seni budaya Poltekkes Kemenkes Ternate selalu berpartisipasi dalam kegiatan memperingati hari kelahiran sultan Ternate Legu Gam yang menampilkan grup tari, vokal dan pemilihan putra putri ternate Jujaro Ngungare.Sesuai dengan target dalam pelaksanaan kegiatan pekan olahraga dan seni budaya tingkat lokal dan nasional adalah 2 kegiatan sehingga pada indikator initercapai 00%. 2. Mengikuti Kegiatan Bakti Sosial Ternate khusunya dan Maluku Utara pada umumnya merupakan daerah rawan bencana khususnya gunung meletus karena terletak dibawah kaki gunung Gamalama, sehingga sewaktu-waktu harus siap dan tanggap terhadap bencana selain itu kegiatan bakti sosial yang sering dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Ternate diantaranya adalah Kegiatan Donor Darah, Buka Puasa bersama dengan anak yatim piatu, dan kaum duafa. Target dari kegiatan bakti sosial ini adalah 5 kegiatan yang telah sesuai dengan target, sehingga pada indikator ini tercapai 00%. 3. Terlaksananya kegiatan Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi (PIK-KR) Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki PIK-KR tersendiri sehingga akan memudahkan dan membantu mahasiswa maupun dosen dalam kebutuhan akan informasi seputar Kesehatan Reproduksi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatannya dengan Informasi dan KonselingKesehatan Reproduksi, Poltekkes Kemenkes Ternate telah melaksanakan maupun mengikuti 4 kegiatan yang berkaitan dengan PIK-KR sehingga telah melewati target yaitu yaitu kegiatan PIK-KR, sehingga pencapaian pada indikator ini yaitu 400%. 4. Terlaksananya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Poltekkes Kemenkes Ternate melaksanakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK), yang dipandang perlu dalam melatih maupun membentuk mental peserta didik. Poltekkes Kemenkes Ternate sesuai dengan target yaitu kali kegiatan, pada indikator ini tercapai 00%. 37
39 5. Terlaksananya kegiatan Pramuka Poltekkes Kemenkes Ternate melaksanakan kegiatan pramuka, yang dipandang perlu dalam melatih maupun membentuk sikap maupun cara pandang mahasiswa mental peserta didik. Poltekkes Kemenkes Ternate sesuai dengan target yaitu kali kegiatan, pada indikator ini tercapai 00%. Sasaran 4 : Terlaksananya implementasi kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Terlaksananya Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam terlaksananya Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Tinggi yaitu kali dan pencapaian pada indikator ini adalah 00%. Sosialisasi ini dilakukan sehubungan dengan pergeseran penamaan kurikulum pendidikan tinggi dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) ke penamaan Kurikulum Pendidikan Tinggi (K-DIKTI). Akuntabilitas penyusunan K-DIKTI dapat dipertanggungjawabkan dengan adanya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai tolak ukur dalam penyusunan capaian pembelajaran. 2. Terlaksananya Pelatihan Pengembangan Kurikulum dan Implementasinya Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 3 kali pelaksanaan pelatihan pengembangan kurikulum dan impelementasinyasehingga pada indikator ini telah tercapai 00%. Adapun nama-nama pegawai Poltekkes Kemenkes Ternate yang mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum diantaranya : ) Israwati Sibua : Pertemuan Penyusunan Draft Pedoman Penyusunan Kurikulum Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan. 2) Nuzliati T. Djama : Mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum Institusi dan Penerapan. 3) Siti Hubaya Matjino : Penilaian Pencapaian Kompetensi (PPK) dengan Metode OSCE. 4) Arini Krisnawati : Workshop Asosiasi Institusi Pendidikan Sarjana Terapan Keperawatan Indonesia (AIPSTEKI). 3. Persentase ketersediaan RPS dan RPP Target Ketersediaan RPS dan RPP di Poltekkes Kemenkes Ternate yaitu 00% dan pada indikator ini telah tercapai 00%. Hal ini terjadi karena semua prodi mewajibkan dosen atau tim dosen sesuai dengan bidang ilmu masing-masing 38
40 untuk menyusun rencana kegiatan belajar mahasiswa yang dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan dijabarkan dalam SAP/RPP sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. 4. Tersedianya pedoman Ujian Tahap dan Ujian Akhir Program Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target tersedianya (satu) pedoman Ujian Tahap dan Ujian Akhir Program. Pelaksanaan ujian tersebut tertuang didalam pedoman yang disusun oleh tiap prodi setiap tahunnya, dimana tiap prodi menyusun (satu) pedoman yang nantinya digunakan oleh mahasiswa sebagai acuan dalam ujian tahap atau ujian akhir program. Indikator ini telah tercapai 00%. 5. Terlaksananya kegiatan Try Out Uji Kompetensi Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam terlaksananya kegiatan Try Out Uji Kompetensi yaitu 8 kali namun terealisasi 9 kali sehingga capaian pada indikator ini adalah 2%. Sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 36 tahun 203 dan Nomor /IV/PB/203 diwajibkan bagi mahasiswa perguruan tinggi bidang kesehatan untuk mengikuti Uji Kompetensi. Pada pelaksanaannya di tahun 203, Uji kompetensi hanya diwajibkan bagi mahasiswa Program Diploma III Kebidanan dan Keperawatan. Sebagai persiapan untuk melaksanakan Uji Kompetensi bagi tenaga kesehatan lainnya, maka pada tahun 205 dilakukan Try Out Uji Kompetensi untuk mahasiswa selain perawat dan bidan. Poltekkes Ternate telah melaksanakan Try Out Uji Kompetensi untuk mahasiswa Diploma III Gizi, Kesehatan Lingkungan dan Analis Kesehatan. 6. Terlaksananya kegiatan Monitoring Evaluasi Penerapan Kurikulum Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target (satu) kali kegiatan monitoring evaluasi penerapan kurikulumdan telah tercapai 00%. Poltekkes Kemenkes Ternate mengembangkan kurikulum berbasis KKNI sesuai dengan kompetensi lulusan melalui kegiatan workshop kurikulum (satu) kali dari 3 prodi di tahun 205.Tindak lanjut dari hasil workshop adalah dilakukannya monitoring evaluasi secara periodik untuk memantau penerapan kurikulum tersebut. 39
41 7. Terselenggaranya RapatReview Kurikulum sesuai kebutuhan lokal bersama Stakeholders Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam terselenggaranya rapat review kurikulum sesuai kebutuhan lokal bersama stakeholders adalah kali.pada indikator ini telah tercapai 00%. Rapat review ini dilakukan dengan tujuan untuk meninjau ulang kurikulum dari tiap prodi yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu beberapa tahun oleh Poltekkes Kemenkes Ternate bersama pihak-pihak terkait atau stakeholders untuk menyesuaikannya dengan perkembangan IPTEK, kebutuhan lokal dan pemangku kepentingan. 8. Terlaksananya Workshop Implementasi Kurikulum Institusi Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali untuk Workshop Implementasi Kurikulum Institusi dan realisasinya adalah 3 kali. Hal ini terlaksana dengan adanya pengembangan kurikulum dan implementasinya melalui workshop kurikulum di Prodi D-III Analis Kesehatan, Prodi D-III Gizi dan Prodi D-III Kesehatan Lingkungan, sehingga pencapaian pada indikator ini adalah 300% Sasaran 5 : Terlaksananya Penilaian akreditasi oleh BAN-PT/LAM-PTKES. Pengusulan akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 2 usulan akreditasi BAN- PT/LAM-PTKES. Indikator ini telah tercapai 00% karena prodi yang diusulkan untuk akreditasi oleh LAM-PTKES ada 2 (dua) prodi yaitu Diploma III Keperawatan dan Kebidanan pada tahun 205 telah diakreditasi. Akreditasi ini dilakukan melalui penilaian terhadap luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi untuk penetapan status terakreditasi dan peringkat terakreditasi program studi. Dengan kata lain, akreditasi program studi adalah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan program studi. 2. Self assesment dengan borang akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam Self Assesment dengan borang akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES adalah kali dan indikator ini telah tercapai 00%. Self assessment dengan pengisian borang akreditasi sesuai instrumen untuk tiap prodi dilakukan dengan prosedur pendampingan dan penyusunan dokumen akreditasi yang dimonitoring oleh unit penjaminan mutu. 40
42 3. Jumlah Prodi Yang melaksanakan Akreditasi Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 2 prodi yang melaksanakan akreditasi dan indikator ini telah tercapai 00% yaitu telah divisitasi dalam rangka assessment lapangan oleh fasilitator akreditasi LAM-PTKES untuk 2 prodi yaitu D-III Keperawatan dan D-III Kebidanan di tahun Terlaksananya Penilaian Akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam terlaksananya penilaian akreditasi BAN-PT/LAM-PTKES adalah 2 kali dan pada indikator ini telah tercapai 00%. Akreditasi prodi D-III Kebidanan pada tanggal Desember 205, disusul dengan prodi D-III Keperawatan yang berproses sampai dengan Januari 206. Sasaran 6 : Meningkatnya Sistem Penjaminan Mutu Internal. Terselenggaranya Rapat Kerja Evaluasi Mutu Secara Periodik Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 4 kali terselenggaranya rapat kerja evaluasi mutu secara periodik sehingga pencapaian pada indikator ini adalah 00%. Kebijakan SPMI-PT di Poltekkes Kemenkes Ternate telah dibuat dan unit penjaminan mutu dalam melaksanakan tugas, fungsi dan pelayanannya berdasarkan standar mutu yang semakin baik dan mengikuti manual ataupun prosedur tertentu yang telah ditetapkan dan secara periodik dilakukan evaluasi. 2. Terselenggaranya kegiatan audit mutu internal Target terselenggaranya kegiatan audit mutu internal di Poltekkes Kemenkes Ternate adalah 3 kali dan indikator ini telah tercapai 00%.Audit Mutu Internal (AMI) adalah kegiatan monitoring evaluasi sistem penjaminan mutu internal dan implementasinya.monitoring dan evaluasi terdiri dari audit,assessment dan evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan dan penyebab-penyebab ketidaksesuaian pelaksanaan dengan perencanaan.tahun 205 unit penjaminan mutu melakukan AMI pada prodi D-III Keperawatan Nomor PS.0.05/2.4/AMI.0/I/205, prodi D-III Kebidanan Nomor PS.0.05/2.4/AMI.02/I/205, dan prodi D-III Gizi PS.0.05/2.4/AMI.03/I/205.Pada tahun 205 telah memiliki 5 orang yang dilatih menjadi auditor. 4
43 Sasaran 7 : Tercapainya jumlah dosen penelitian pertahun minimal 0 orang. Terbentuknya Tim Pakar Penelitian Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target terbentuknya tim pakar penelitian. Pencapaian pada indikator ini adalah 00% yaitu dengan adanya beberapa dosen yang memenuhi kriteria minimal sebagai tim pakar tingkat Poltekkes yang diberi tanggung jawab melaksanakan tugas mulai seleksi proposal, membahas proposal dan protokol penelitian sampai dengan monitoring pelaksanaan penelitian. Tim pakar ini ditetapkan berdasarkan SK Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate Nomor HK.02.04/I/468.a/ Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Penelitian Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penelitian. Indikator ini telah tercapai 00%. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penelitian untuk penelitian dosen pemula di Poltekkes Kemenkes Ternate dilaksanakan sesuai pedoman pengembangan penelitian Poltekkes Kemenkes yang ditetapkan oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan dalam SK Nomor HK.02.03/I/IV./323/204. Sasaran 8 : Meningkatkan Sarana dan Prasarana. Terlaksananya Penambahan Media Pembelajaran di Ruang Kuliah Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target paket penambahan media pembelajaran di ruang kuliah. Pencapaian pada indikator ini adalah 00%. Untuk media pembelajaran diruang kuliah ada penambahan beberapa unit di tahun 205 yaitu : Lcd proyektor 2 buah, Papan white bord 2 buah dan Akrilic 50 buah. 2. Terlaksananya Penambahan Fasilitas Penunjang Gedung Laboratorium Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target terlaksananya fasilitas penunjang gedung laboratorium. Pada indikator ini tercapai 00%. Pada tahun 205 Poltekkes Kemenkes Ternate mendapatkan Penambahan fasilitas penunjang operasional kantor yang terdiri dari : a. Printer : buah b. Komputer : 8 buah c. Ac 2 PK : 2 buah d. Ac PK : 4 buah e. Meja kerja : 3 buah 42
44 f. Sofa jurusan /kajur : 4 buah g. Kursi hadap biru : 65 buah h. Sound system : paket Sedangkan untuk penambahan fasilitas penunjang gedung laboratorium yang terdiri dari : a. Vertikal blind gedung laboratorium : paket b. Tabung pemadam kebakaran : 0 buah c. Alat laboratorium analis kesehatan : 44 buah d. Alat laboratorium kesehatan lingkungan : 5 buah 3. Terlaksananya Pemeliharaan Gedung Pendidikan dan Perkantoran Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam pemeliharaan gedung pendidikan dan perkantoran adalah kali. Pada indikator ini telah tercapai 00%. 4. Terlaksananya Pemeliharaan Halaman/Taman Kampus Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target terlaksananya kali pemeliharaan halaman/taman kampus dengan indikator pencapaian 00%. 5. Terlaksananya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali pelaksanaan pemeliharaan peralatan dan mesin. Indikator ini telah tercapai 00%. 6. Terlaksananya Pemeliharaan Jaringan/Instalasi Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali pelaksanaan pemeliharaan jaringan/instalasi. Pada Indikator ini telah tercapai 00%. Sasaran 9 : Meningkatnya Pedoman tentang Perencanaan dan Pengelolaan SDM. Tersedianya Pedoman tentang Perencanaan SDM Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target tersedianya pedoman tentang perencanaan SDM. Indikator ini telah tercapai 00%. 2. Tersedianya Pedoman tentang Pengelolaan SDM Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam tersedianya pedoman tentang pengelolaan SDM dan indikator ini telah tercapai 00%. 43
45 Sasaran 0 : Meningkatnya SDM Tenaga Pendidik (Dosen) dan Kependidikan. Terlaksananya Pendidikan Lanjut S/D-IV, S2 dan S3 Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam pelaksanaan pendidikan lanjut S/D-IV, S2 dan S3 di Poltekkes Kemenkes Ternate adalah 2 kali namun realisasinya adalah kali, sehingga pencapaian pada indikator ini adalah 50%. 2. Terselenggaranya Pelatihan Dosen dan Instruktur Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 6 kali pelatihan Dosen dan Instruktur dan realisasinya yaitu 27 kali, sehingga indikator ini telah tercapai 450%. 3. Terlaksananya Sosialisasi Dupak Dosen Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali terlaksananya sosialisasi dupak dosen. Indikator ini telah tercapai 00%.Dalam pelaksanaan sosialisasi dupak dosen ini yang paling berperan penting adalah dosen yang sudah memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S2 dan di tuntun untuk segara menyusun DUPAKnya. 4. Terselenggaranya Rapat Evaluasi Kinerja Dosen dan Instruktur Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target terselenggaranya kali rapat evaluasi kinerja dosen dan instruktur dengan indikator pencapaian 00%. 5. Terlaksananya Sosialisasi Sertifikasi Dosen Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam pelaksanaan sosialisasi sertifikasi dosen adalah kali dan indikator yang telah tercapai yaitu 00% 6. Terlaksananya Sertifikasi Dosen Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target yang di tetapkan orang, realisasinya 2 orang, dan indikator ini telah tercapai 00%. Pada pelaksanaan sertifikasi dosen mengacu pada regulasi, prosedur dan format nasional sertifikasi dosen Kementerian Pendidikan Nasional. dalam meningkatkan kompetensi dosen pada tahun 205 terdapat 2 orang dosen yang memenuhi syarat dan diusulkan untuk memperoleh sertifikasi, dosen tersebut atas nama Nuzliati T Djama, S.SiT, M.Kes dan Karimah Soamole, S.Pd, M.Pd.I dari jurusan kebidanan. 7. Peningkatan Pelatihan Tenaga Kependidikan Target Poltekkes Kemenkes Ternate untuk kegiatan pelatihan tenaga kependidikan adalah 2 kali dan telah tercapai 00% Adapun jenis pelatihan 44
46 yang diikuti meliputi pelatihan ; SIMKA (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) SAIBA (Sistem Akuntasi Instasi Berbasis Akrual). 8. Persentase Pegawai dengan Nilai SKP Minimal Baik Target Poltekkes Kemenkes Ternate untuk nilai SKP minimal baik yaitu kali dan penilaian indikator ini telah tercapai 00% dan realisasi sesuai target yang ditetapkan.perka BKN nomor Tahun 203 tentang petunjuk Pelaksanaan PP No 46 tahun 20 Tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS. Hal ini bisa di capai karena adanya komitmen dalam bekerja serta adanya kontrak penadatangan perjanjian kinerja.dalam melakukan penilaian Pejabat Penilai di Poltekkes Ternate memperhatikan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penilaian. Sasaran : Meningkatnya Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel. Terselenggaranya Rapat Evaluasi dan Perencanaan Program serta Keuangan Target dan Realisasi Rapat Evaluasi dan Perencanaan Program serta Keuangan di Poltekkes Kemenkes Ternate yaitu kali dalam setahun dan pada indikator ini tercapai 00%. Rapat Evaluasi dan Perencanaan Program serta Keuangan yang ada di lingkup Poltekkes Kemenkes Ternate merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan pengelolaan keuangan yangtransparan dan akuntabel Mutu Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan.Program sering dipahami sebagai sebuah rencana atau rancangan kegiatan dan secara umum diartikan sebagai kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan.kemajuan dan perbaikan dalam pendidikan dewasa ini tergantung pada pengukuran hasil aktivitas pendidikan dan evaluasi terhadap pengukuran yang berdasar atas kriteria atau standar tertentu. Bukan hanya evaluasi yang diperlukan namun elemen perencanaan juga mutlak dilakukan, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen didalam mengambil suatu keputusan atau tindakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan bagi suatu organisasi dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, Karena fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. 45
47 2. Terlaksananya Pembinaan dan Pengelolaan Administrasi Keuangan Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan administrasi keuangan adalah kali dan pencapaian pada indikator ini adalah 00%. 3. Pengelolaan Pembayaran Gaji Pegawai dan PTT Target Pembayaran gaji pegawai dan PTT di Poltekkes Kemenkes Ternate yaitu kali, dan pada indikator ini tercapai 00%. Pencapaian ini merupakan hasil pengelolaan sistem pembayaran gaji pegawai dan PTT yang baik, dimana untuk pembayaran gaji pegawai pada setiap bulan berjalan dimasukkan lebih awal ke KPPN sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai.dan untuk PTT dilakukan rekapan daftar hadir sebagai salah satu dasar pembayaran gaji. 4. Tersusunnya Laporan Keuangan Penyusunan Laporan Keuangan Poltekkes Kemenkes Ternate mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 200 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kaidah-Kaidah Pengelolaan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan disusun dan disajikan dengan berbasis akrual sehingga mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan akurat dan akuntabel dan target yang di capai 4 kali. Pada indikator ini tercapai 00 %. 5. Pengembangan Sistem Akuntansi Keuangan (Aplikasi) Laporan Keuangan mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola, laporan keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntasni Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI di rancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan satuan kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi asset tetap, persediaan dan asset untuk penyusunan neraca dan laporan Barang Milik Negara serta Laporan Manajeral lainnya, sehingga target yang di capai dan pada indikator ini tercapai 00%. 46
48 6. Terlaksananya Evaluasi Perencanaan dan Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Target evaluasi perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan di Poltekkes Kemenkes Ternate adalah 2 kali dengan pencapaian indikator 00%. 7. Meningkatnya Realisasi Anggaran Dalam rangka mewujudkan realisasi anggaran yang transparan dan akuntabel Pada Realisasi Anggaran Poltekkes Ternate di targetkan penyerapan realisasi anggaran yang di targetkan 89% dengan realisasi 89,92 % dan pada indikator ini tercapai 0%. Adapun faktor penentu keberhasilan dalam realisasi anggaran yang diyakini juga sebagai hal yang mempengaruhi perkembangan Poltekkes Kemenkes Ternate antara lain, sistem perencanaan berbasis kinerja dengan tata kelola keuangan yang tepat, perencanaan yang akurat dapat membantu Poltekkes Kemenkes Ternate untuk sukses mengelola sumberdaya guna mencapai tujuan, menjalankan misi dan mewujudkan visinya. Sasaran 2 : Meningkatnya Sistem Pengawasan Keuangan. Tersusunnya Prosedur Pengawasan Keuangan Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Tersusunnya Prosedur Pengawasan Implementasi Sistem Informasi Keuangan pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%. 2. Terselenggaranya Pengawasan Keuangan Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Terlaksananya Implementasi Sistem Informasi Keuangan pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%. 3. Terselenggaranya Monitoring dan Evaluasi Sistem Pengelolaan Keuangan. Sasaran 3 : Meningkatkan Sistem Informasi. Impelementasi Sistem Informasi Akademik Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Terlaksananya implementasi sistem informasi akademik pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%. 2. Terlaksananya Impelementasi Sistem Informasi Keuangan Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Terlaksananya implementasi sistem informasikeuangan pencapaian pada indikator ini telah 47
49 tercapai 00%. Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang di rancang untuk menyediakan informasi kepada orang atau kelompok (user) baik di dalam maupun di luar mengenai arus keuangan serta permasalahan.informasi yang diberikan dalam sistem ini disajikan berupa laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi dan komunikasi eletronik.sistem informasi keuangan merupakan sistem informasi yang digunakan guna mengatur keuangan yang ada dalam organisasi, guna mengatur keuangan yang ada didalamnya. Komponen-komponen yang terdapat di dalam sistem informasi keuangan meliputi : Komponen Input sistem informasi keuangan diantaranya adalah sistem informasi akuntansi, sistem informasi akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi manajemen. 3. Terlaksananya Impelementasi Sistem Informasi Kepegawaian Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Terlaksananya impelmentasi sistem informasi kepegawaian pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%.Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang semakin canggih dalam era globalisasi ini dibutuhkan kemampuan manajemen pemerintahan. Salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam menjawab tantangan era teknologi tersebut, adalah dengan membuat Sistem Informasi Kepegawaian (SIMKA). SIMKA merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk menunjang proses administrasi kepegawaian di lingkungan Kementerian Kesehatan khususnya Poltekkes Kemenkes Ternate. SIMKA bertujuan untuk membuat manajemen sumber daya manusia di Poltekkes Kemenkes Ternate menjadi terintegritasi, terpadu dan realisasi dengan cara memberikan potret kondisi kepegawaian terakhir. 4. Terlaksananya Impelementasi Sistem Informasi Perlengkapan Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali. Terlaksananya implementasi sistem informasi perlengkapan pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%.Implementasi sistem informasi perlengkapan merupakan sistem informasi manajemen pendataan secara terintegritasi ke seluruh unitunit dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan dan pendataan barang. Sistem ini dapat digunakan oleh bagian sarana dan prasarana, bagian gudang rumah tangga. Aset yang dimiliki oleh suatu instansi 48
50 dapat dipantau tentang keberadaan, nilai perpindahan dan kondisinya, sehingga target dan realisasi yang di capai kali pada indikator ini dengan capaian 00%. 5. Terlaksananya Pelatihan Sistem Informasi Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali Terlaksananya implementasi sistem informasi pencapaian pada indikator ini telah tercapai 00%. Dimana dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan sistem informasi diperlukan suatu pembinaan yang terarah. Pelatihan pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dalam memberikan pelayanan yang sangat baik atau terbaik seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan adanya tenaga yang profesional dalam suatu organisasi. Poltekkes Kemenkes Ternate memahami bahwa pelatihan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kompetensinya. Didukung dengan pembiayaan yang memadai maka target tersebut dapat tercapai. Adapun jenis pelatihan yang diikuti meliputi pelatihan: SIAK (Sistem Informasi Akdemik), SIMKA (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) SAIBA (Sistem Akuntasi Instasi Berbasis Akrual). Sasaran 4 : Terjalinnya Kemitraan Dengan Lembaga/Instansi Lain yang Relevan baik Pemerintah maupun Swasta. Terselenggaranya Kemitraan dalam Praktik Klinik atau Lapangan Target Poltekkes Kemenkes Ternate untuk terselenggaranya kemiteraan dalam praktik klinik atau lapangan adalah 6 kali dengan indikator pencapaian 00%. 2. Terselenggaranya Kemitraan dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target 2 kali terselenggaranya kemitraan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, dengan realisasi 8 kali sehingga indikator yang telah tercapai adalah 400%. Sasaran 5 : Meningkatnya Penyerapan Lulusan di Instansi Kerja. Terlaksananya Survei Penelusuran Lulusan Target survei penelusuran lulusan di Poltekkes Kemenkes Ternateadalah kali dan capaian pada indikator ini adalah 00%. 49
51 2. Terlaksananya Sosialisasi dan Up Date Data Lulusan melalui Website Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali kegiatan sosialisasi dan up date data lulusan melalui website. Indikator yang telah tercapai adalah 00%. 3. Tersedianya Informasi Bursa Kerja bagi Lulusan melalui Website Poltekkes Target tersedianya infomasi bursa kerja bagi lulusan melalui website di Poltekkes Kemenkes Ternate adalah kali dan indikator yang telah tercapai adalah 00%. Sasaran 6 : Tersedianya Beasiswa. Perencanaan Anggaran Beasiswa untuk Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate memiliki target kali perencanaan anggaran beasiswa untuk mahasiswa dengan capaian indikator 00%. 2. Seleksi dan Verifikasi Data Mahasiswa Berprestasi dan atau berasal dari Keluarga Miskin Target seleksi dan verifikasi data mahasiswa berprestasi dan atau berasal dari keluarga miskin di Poltekkes Kemenkes Ternate adalah kali dan indikator yang telah tercapai adalah 00%. 3. Pemberian Dana Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi dan atau berasal dari Keluarga Miskin Target Poltekkes Kemenkes Ternate dalam pemberian dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan atau berasal dari keluarga miskin adalah sebanyak 30 kali dengan realisasi 82 kali sehingga indikator yang telah tercapai adalah 273%. 50
52 BAB IV PENUTUP Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Poltekkes Kemenkes Ternate Tahun 205 merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, kebijakan, program dan kegiatan Poltekkes Kemenkes Ternate kepada pimpinan Badan PPSDM Kesehatan dan seluruh stakeholder yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan khususnya di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Hasil evaluasi ini diharapkan sebagai alat penilai kinerja kuantitatif yang secara transparant menggambarkan pelaksanaan tugas dan fungsinya. Penyusunan LAKIP telah sejalan dengan program Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) dan Indikator Kinerja baik Utama dan Penunjang di Poltekkes Kemenkes Ternate. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Jurusan, Subbag dan Unit di Poltekkes Kemenkes Ternate telah dapat merealisasikan program dan kegiatan tahun 205 untuk mencapai sasaran sebagaimana tercantum dalam Renstra Poltekkes Kemenkes Ternate Hal ini didukung dengan fakta bahwa kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate pada tahun 205 telah berhasil merealisasikan kegiatan yang merupakan penjabaran dari program dan sasaran Renstra Poltekkes Kemenkes Ternate, sehubungan dengan sasaran tersebut diatas, Poltekkes Kemenkes Ternate menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Tahun 205 terdapat 6 Indikator Kinerja Utama, dan dalam mewujudkan indikator kinerja utama tersebut terdapat 78 Indikator Kinerja Penunjang, dari Total Indikator tersebut Poltekkes Kemenkes Ternate tingkat capaian yang 00 % berjumlah 69%. Berbagai upaya dilakukan Poltekkes Kemenkes Ternate dalam mewujudakan target yang telah ditetapkan dengan keterbatasan yang ada. Pencapaian kinerja yang sesuai atau melebihi dari target yang telah ditetapkan tidak lepas dari hasil perencanaan, pemenuhan tanggung jawab dan penciptaan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Meskipun demikian terdapat beberapa faktor di luar kendali Poltekkes Kemenkes Ternate dan hal ini juga mempengaruhi atas keberhasilan kinerja di Tahun 205. Untuk kegiatankegiatan yang tidak mencapai target yang telah ditetapkan harus dijadikan bahan kajian dan sebagai pelajaran, pemicu kinerja Poltekkes Kemenkes Ternate untuk tahun yang akan datang. 5
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 2015
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 205 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 205 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 tahun 999 tentang Akuntabilitas Kinerja
RENCANA OPERASIONAL POLITEKNIK KESEHATAN TERNATE TAHUN
RENCANA OPERASIONAL POLITEKNIK KESEHATAN TERNATE TAHUN 014-018 Disahkan Oleh Ketua Senat Poltekkes Kemenkes Ternate Dengan Surat Keputusan. HK. 0.04/I/15c/014 Pada tanggal 06 Oktober 014 KEMENTERIAN KESEHATAN
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 2017
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 207 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE TAHUN 207 TAHUN 207 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 tahun 999 tentang Akuntabilitas
KATA PENGANTAR. Surakarta, 24 Januari 2017 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP
KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan
KATA PENGANTAR. Surakarta, Januari 2016 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP
KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan
BAB I VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. A. Visi Menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan kompetitif
2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... 1 DAFTAR ISI... 2 BAB I VISI,MISI, TUJUAN DAN SASARAN... 3 A. Visi... 3 B. Misi... 3 C. Tujuan... 3 D. Sasaran... 3 BAB II KEBIJAKAN,PROGRAM DAN KEGIATAN... 5 A. Kebijakan...
KATA PENGANTAR. Surakarta, 19 Januari 2018 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP
KATA PENGANTAR Laporan Kinerja (LKJ) ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan
DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 KATA PENGANTAR 2 IKHTISAR EKSEKUTIF 4 BAB I PENDAHULUAN 5 A. LATAR BELAKANG 5 B. MAKSUD DAN TUJUAN 6
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 IKHTISAR EKSEKUTIF 4 BAB I PENDAHULUAN 5 A. LATAR BELAKANG 5 B. MAKSUD DAN TUJUAN 6 C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI 6 D. VISI DAN MISI 6 E. SUMBER DAYA 8 F. SISTEMATIKA
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Pembinaan dan Supervisi - Uang Makan Mahasiwa yang di asramakan
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2015 1 2 No Sasaran Indikator Kinerja Meningkatnya lulusan tepat waktu Meningkatnya prestasi akademik peserta didik Persentase lulusan tepat waktu target
Rencana Kinerja Tahunan 2016 KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat Rahmat dan hidayah-nya Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016 telah selesai disusun dan dapat digunakan sebagai salah
BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA Pasal 6 dan 15 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menetapkan bahwa Rencana Strategis (Renstra) kementerian/lembaga
BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
KATA PENGANTAR Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan suatu hal yang penting bagi terselenggaranya tatakelola kinerja yang baik, oleh karenanya, RKT menjadi suatu hal yang cukup kritikal yang harus
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA TAHUN 2015 ii KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 tahun 1999 tentang
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA Tahun 2015-2019 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembahasan isu-isu strategis dan analisis situasi dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) Kopertis Wilayah
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Program / Kegiatan. Penyusunan Dokumen Perencanaan Program dan Anggaran
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2016 No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Program / Kegiatan Waktu Pelaksanaan Anggaran 1 Meningkatnya lulusan tepat waktu Persentase lulusan tepat
VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
Halaman : 1 dari 7 VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN Visi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Yang Profesional, Unggul dan Mandiri Pada Tahun 2025 Misi 1.
Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG
Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MULAWARMAN
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN 2015-2019 UNIVERSITAS MULAWARMAN PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Rencana Operasional sebagai pelengkap dari Strategis (Renstra) Fakultas
Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG
Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kata Pengantar
Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pendidikan
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA 2.1 RENCANA STRATEGIS Perencanaan Strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016
1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat
RENCANA KINERJA TAHUNAN. Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2016 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2016 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN 1. Meningkatnya jumlah lulusan yang berkualitas dan berdaya
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Tata kepemerintahan yang baik merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel. Upaya untuk mewujudkan suatu
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan
LAPORAN TAHUNAN POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TAHUN
LAPORAN TAHUNAN POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TAHUN 2016 KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2016 Laporan Tahunan - 2016 POLTEKKES Tasikmalaya DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL...
Laporan Kinerja Tahun 2017 Universitas Negeri Malang (UM)
Laporan Kinerja Tahun 2017 Universitas Negeri Malang (UM) KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) Tahun 2018 Laporan lane/ja UM Tahun 2017 KATA PENGANTAR Dengan
RENCANA KINERJA TAHUNAN. Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2017 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2017 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN 1. Meningkatnya jumlah lulusan yang berkualitas dan berdaya
RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun
RENCANA STRATEGIS Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Tahun 2010-2014 KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram Telp. (0370)
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PONTIANAK Jalan 28 Oktober Siantan Hulu Pontianak 78241 Telp. (0561) 882632
RENCANA KINERJA TAHUNAN. Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2015 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Pelaksana Teknis : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta Tahun : 2015 NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM/KEGIATAN 1. Meningkatnya jumlah lulusan yang berkualitas dan berdaya
BAB I PENDAHULUAN. An evaluation version of novapdf was used to create this PDF file. Purchase a license to generate PDF files without this notice.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Setiap pelaksanaan urusan kepemerintahan akan selalu dikaitkan dengan pengelolaan kepemrintahan yang baik (good governance) dengan tiga pilar utama yaitu, Partisipasi,
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 27 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DESA BALUNIJUK KECAMATAN
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka
BAB II TELAAH PUSTAKA DAN MODEL PENELITIAN
BAB II TELAAH PUSTAKA DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Telaah Pustaka 2.1.1 Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagaimana dimaksud
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH BESAR 2013 Universitas Abulyatama KEBIJAKAN SPMI UNIVERSITAS ABULYATAMA Nomor:../. /..
LAKIP. Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
LAKIP Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2016 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) Tahun 2017 LAKIP Universitas
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi yang dibebankan kepada
LAPORAN AKUNTABILITAS
Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan L LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,
KATA PENGANTAR Alhamdulillaah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan petunjuk- Nya kami telah menyusun dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
KATA PENGANTAR. Page i. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI Tahun 2014
KATA PENGANTAR Penyusunan Laporan Akuntabilitasi Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Tahun 2014 mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
STD-SPM.Pol//7/2017 STD-SPM.Pol//7/2017 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta Visi : Misi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf
1. Pengembangan Institusi a. Persiapan Akreditasi
RENCANA AKSI KEGIATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KENDARI TAHUN 2017 No Kegiatan Indikator Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember PJ Alokasi 1. Pengembangan
KATA PENGANTAR. Malang, Mei 2012 Ketua, Ir. Mulyo Nugroho Sarwoto, MSi NIP
KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MALANG 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas rahmat dan karunia-nya
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang
BAB I A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di segala bidang. Untuk membangun kualitas sumber daya manusia
RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB. Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015
RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015 Kata Pengantar Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat
1 Pendahuluan. Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kab. Pasuruan 1
1 Pendahuluan D alam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan kinerjanya sebagaimana diamanatkan dalam inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), seluruh instansi
laporan hasil audit internal
laporan hasil audit internal UNIT PENJAMINAN MUTU POLTEKKES KEMENKES KEMENKES SURAKARTA 2016 1 RINGKASAN EKSEKUTIF Kegiatan audit internal Poltekkes Kemenkes Surakarta dilakukan 2 kali dalam tahun 2016.
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan
AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH
Versi 18 Mei 2016 BAN-PT AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH MATRIKS BORANG DAN EVALUASI-DIRI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI 2016 DAFTAR ISI halaman DAFTAR ISI ii MATRIKS
TABEL REVISI RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALUKU TAHUN 2015
TABEL REVISI RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALUKU TAHUN 2015 Rencana Kerja Tahunan (RKT) Poltekkes Kemenkes Maluku 2015 dalam bentuk program, kegiatan dan sumber dana capaian
BAGIAN UMUM KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015
BAGIAN UMUM KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015 Bagian Umum TAHUN 2016 i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bagian
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
February 15, 2016 BAPPEDA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah merupakan dasar untuk terselenggaranya Good Governance yang artinya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung
5. LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 (RINGKASAN)
5. LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 (RINGKASAN) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK NILAI-NILAI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK Pelayanan Memberikan layanan yang memenuhi
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin BAB I. A. Latar Belakang
BAB I A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di segala bidang. Untuk membangun kualitas sumber daya manusia
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI AKUNTANSI TAHUN 2016
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI AKUNTANSI TAHUN 2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI RAWAS LUBUKLINGGAU TAHUN 2016 i PENGANTAR Rencana Operasional (Renop) Program Studi Akuntansi
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU
KEBIJAKAN AKADEMIK FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR ii BAB I. PENDAHULUAN 1 BAB II. ARAH KEBIJAKAN 2 2.1 Kebijakan
I N S P E K T O R A T
PEMERINTAH KABUPATEN KOTABARU I N S P E K T O R A T Alamat :Jalan Nilam No. 7 Kotabaru Telp. (0518) 21402 Kode Pos 72116 KOTABARU ( LKj) TAHUN 2016 PERANGKAT DAERAH INSPEKTORAT KABUPATEN KOTABARU DAFTAR
Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun
KONDISI DAN ISU STRATEGIS BAB III Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang pendidikan tinggi, Peraturan Pemerintah
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi... i... ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2
Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya. Tim Penyusun
Laporan Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya Periode 2013 2017 Tim Penyusun Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya 2013 11 Daftar Isi Executive Summary Bab I. Pendahuluan...
RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015
RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015 KATA PENGANTAR R encana Kinerja merupakan dokumen yang berisi target kinerja yang diharapkan oleh suatu unit kerja pada satu tahun tertentu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan mencanangkan pentingnya peningkatan, ketersediaan, persebaran, dan mutu sumber daya manusia kesehatan (RPJPMN 2015-2019), hal ini pun sesuai dengan
KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.
KATA PENGANTAR Laporan akuntabilitas kinerja merupakan wujud pertanggungjawaban kepada stakeholders dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga
BAB. I PENDAHULUAN. perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
BAB. I PENDAHULUAN Penelitian ini akan menjelaskan implementasi penganggaran berbasis kinerja pada organisasi sektor publik melalui latar belakang dan berusaha mempelajarinya melalui perumusan masalah,
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN, PENDAPATAN DAN ASSET DAERAH
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (L A K I P) TAHUN 2016 DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH D I S U S U N O L E H : BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN, PENDAPATAN DAN ASSET DAERAH
LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA PEMERINTAH (LAKIP)
LAPORAN AKUNTABILITAS DAN KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) ASISTEN DEPUTI BIDANG MATERI PERSIDANGAN 2014 KATA PENGANTAR Dalam rangka melaksanakan amanah Inpres Nomor 7 Tahun 1999, Asisten Deputi Bidang Materi
FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI. Penilaian Dokumen Perorangan. Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :...
FORMAT 1. PENILAIAN BORANG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Dokumen Perorangan Nama Perguruan Tinggi :... Nama Asesor :... Kode Panel :... Tanggal :... No. 1 1.1 2 1.2 3 1.3.1 4 1.3.2 5 2.1.1 6 2.1.2 7 2.1.3
STANDAR MUTU AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
STANDAR MUTU AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2010 STANDAR MUTU AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Kode
STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA 2.1 RENCANA STRATEGIS Perencanaan Strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Tanggal terbit : 05 Januari 2017
Januari 2017 Halaman 1 dari 6 Januari 2017 1. Visi dan Misi Visi : Misi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf internasional tahun 2035 1. Menyelengarakan
Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Universitas Kristen Indoneisa
PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Universitas Kristen Indoneisa
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEM ERINTAH (LAKIP) SM K SM TI BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2017
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEM ERINTAH (LAKIP) SM K SM TI BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2017 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN - SMTI BANDA ACEH JLN. TWK. HASYIM BANTA MUDA NO. 6 BANDA ACEH EMAIL : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) bagi suatu organisasi pemerintah merupakan suatu kewajiban sebagai upaya mewujudkan tata kelola system yang modern. RSB
BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintahan yang akuntabel merupakan sebuah keharusan yang mesti dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi dan misi pembangunan sekaligus aspirasi serta cita-cita
AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI
BAN-PT AKREDITASI PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2013 BAN-PT: Buku IIIB Borang Unit Pengelola
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 014 Asisten Deputi Bidang Pendidikan, Agama, Kesehatan, dan Kependudukan Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 Kata Pengantar Dengan
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh Subhanahu Wa Ta ala, karena
Rencana Strategik (Renstra) Fakultas Ekonomi Bab 1. Pendahuluan. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Rencana Strategik (Renstra) 2011-2015 6 Bab 1 Pendahuluan Rencana Strategik (Renstra) 2011-2015 7 1.1. Latar Belakang Amanat yang terkandung di dalam Undang undang Dasar 1945 adalah salah satunya mencerdaskan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH POLITEKNIK ATI PADANG TAHUN 2016 i KATA PENGANTAR Sehubungan dengan telah berakhirnya tahun anggaran 2016, maka disusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
