BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Suryadi Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gigi Tiruan Cekat Gigi tiruan cekat, yang terdiri dari mahkota tiruan dan GTJ, adalah restorasi yang direkatkan dengan semen secara permanen pada gigi asli yang telah dipersiapkan, untuk memperbaiki permukaan mahkota gigi yang mengalami kerusakan/kelainan dan menggantikan kehilangan satu atau beberapa gigi. 1,2,5 Mahkota tiruan adalah restorasi ekstrakoronal yang memperbaiki sebagian atau seluruh permukaan mahkota gigi yang mengalami kerusakan/kelainan, dipasang secara permanen pada gigi asli yang telah dipersiapkan. 1,4,5 Restorasi ini akan mengembalikan bentuk dan kontur gigi, fungsi gigi, serta melindungi struktur gigi yang tersisa dari kemungkinan kerusakan lebih lanjut. Restorasi mahkota tiruan dapat memenuhi aspek fungsi dan estetis, serta dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti metal, porselen, kombinasi metal-porselen, atau kombinasi metal-akrilik. 2,4,8,9 Keuntungan merestorasi gigi dengan mahkota tiruan dibandingkan dengan pin-retained amalgam atau komposit adalah bahwa mahkota tiruan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kemungkinan terjadinya fraktur atau karies rekuren. 6 GTJ adalah gigi tiruan sebagian yang menggantikan kehilangan satu atau beberapa gigi dan direkatkan dengan semen secara permanen pada satu atau beberapa gigi penyangga yang telah dipersiapkan. 10 Ketika gigi hilang dan tidak segera digantikan, gigi tetangga atau gigi antagonisnya akan bergeser ke ruang edentulous, yang dapat menyebabkan sistem mastikasi terganggu. 7,8 GTJ akan meningkatkan kemampuan mastikasi dan kenyamanan pasien, menjaga kesehatan dan integritas lengkung gigi, serta meningkatkan penampilan pasien Mahkota Tiruan Definisi Mahkota tiruan adalah restorasi yang memperbaiki sebagian atau seluruh permukaan mahkota gigi yang mengalami kerusakan atau kelainan akibat Fakultas Kedokteran Gigi
2 5 berbagai sebab, direkatkan dengan semen secara permanen pada gigi asli yang telah dipersiapkan. 1,4, Kondisi Gigi yang Memerlukan Perawatan dengan Mahkota Tiruan Gigi dengan Kerusakan Luas Pada gigi yang telah berulang kali direstorasi sebelumnya dan tidak dapat diperbaiki lagi dengan restorasi lain, misalnya akibat kegagalan restorasi atau karies sekunder, sehingga sebagian besar struktur gigi telah hilang. 4, Trauma Primer Gigi utuh yang mengalami fraktur besar tanpa kerusakan pulpa dan masih terdapat dentin yang cukup untuk mendukung mahkota Tooth Wear Proses erosi, atrisi, dan abrasi merupakan hal yang umum terjadi. Walaupun demikian, jika terjadi berlebihan atau pada usia muda, maka dibutuhkan mahkota tiruan atau restorasi lain Kondisi Hipoplastik Kondisi ini dapat dibedakan menjadi: a. Herediter, contoh: amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfecta, dan hipodonsia (misalnya insisif lateral atas yang peg-shaped). b. Defek yang didapat, contoh: fluorosis, stain tetrasiklin, dan hipoplasia yang disebabkan oleh gangguan metabolik mayor pada usia ketika pembentukkan misalnya karena demam tifoid (infeksi parah saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi). 4, Untuk Mengubah Inklinasi, Ukuran, atau Bentuk Gigi Perbaikan malposisi gigi umumnya dilakukan dengan perawatan ortodontik. Namun, malposisi gigi yang tidak terlalu parah dapat diperbaiki dengan mahkota tiruan. Contoh: gigi posterior dengan derajat kemiringan tertentu dapat diperbaiki posisi/inklinasinya dengan mahkota tiruan. Selain itu, ukuran gigi Fakultas Kedokteran Gigi
3 6 dapat dibuat lebih besar dengan mahkota tiruan. Contoh: diastema antara gigi yang diakibatkan oleh tidak harmonisnya ukuran gigi dengan rahang, dimana pasien merasa penampilannya terganggu, dapat diperbaiki dengan mahkota tiruan. Mahkota tiruan juga dapat memperbaiki kelainan bentuk gigi, misalnya gigi pegshaped yang juga merupakan kelainan herediter, sehingga bentuk gigi yang normal dapat diperoleh. Perbaikan kecembungan mahkota gigi yang akan dijadikan penjangkaran GTSL dapat pula dilakukan dengan mahkota tiruan Sebagai Bagian dari Restorasi Lain Mahkota tiruan dibuat sebagai retainer GTJ dan permanent splint. Mahkota tiruan juga dibuat untuk mengubah inklinasi gigi sehingga menghasilkan arah pemasangan yang tepat untuk GTSL, menambah kecembungan mahkota gigi sehingga retentif untuk cengkram GTSL, atau sebagai penyangga untuk precision attachment Kombinasi Kondisi Gigi Mahkota tiruan dapat dibuat untuk beberapa tujuan, misalnya, untuk perbaikan inklinasi/oklusi atau restorasi karies luas sekaligus berfungsi sebagai retainer GTJ atau penjangkaran GTSL Gigi Nonvital atau Gigi yang Telah Dirawat Saluran Akarnya (untuk Mahkota Tiruan Pasak) Gigi dengan pulpa nekrotik (nonvital) sering mengalami perubahan warna. Diskolorasi ini mungkin hanya dapat diperbaiki secara memuaskan dengan mahkota tiruan. Akan tetapi, beberapa bukti ilmiah menyatakan bahwa gigi yang telah dirawat saluran akarnya lebih mudah fraktur daripada gigi dengan pulpa vital. Pada umumnya, gigi yang telah dirawat saluran akarnya membutuhkan mahkota tiruan. 4,5 Fakultas Kedokteran Gigi
4 Tipe-tipe Mahkota Tiruan Berdasarkan permukaan mahkota gigi yang diperbaiki dengan restorasi, mahkota tiruan dapat dibedakan sebagai berikut: 2,3 1. mahkota tiruan penuh 2. mahkota tiruan sebagian 3. mahkota tiruan pasak Berdasarkan bahan yang digunakan, mahkota tiruan penuh dapat dibedakan menjadi: 2 1. mahkota tiruan penuh metal 2. mahkota tiruan penuh porselen 3. mahkota tiruan penuh metal-porselen 4. mahkota tiruan penuh metal-akrilik Mahkota tiruan sebagian dapat diklasifikasikan menurut banyaknya permukaan mahkota gigi yang digantikan, yaitu: 4 1. mahkota tiruan sebagian 3/4 (untuk gigi anterior) 2. mahkota tiruan sebagian 4/5 (untuk gigi posterior) Mahkota tiruan pasak dapat dibedakan berdasarkan hubungan pasak inti dengan mahkota tiruannya, yakni: 4 1. mahkota tiruan pasak tipe detached 2. mahkota tiruan pasak tipe attached Mahkota Tiruan Penuh Mahkota tiruan penuh adalah mahkota tiruan yang memperbaiki seluruh permukaan mahkota gigi. 1,2 Indikasi: 1,4,8,12,13 1. gigi fraktur yang tidak dapat diperbaiki dengan restorasi lain 2. gigi dengan karies luas yang tidak dapat direstorasi dengan tambalan biasa 3. gigi yang berubah warna, misal karena stain tetrasiklin Fakultas Kedokteran Gigi
5 8 4. gigi yang mengalami cacat permukaan seperti kalsifikasi yang tidak sempurna atau dekalsifikasi (amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfecta, hipoplasia ) 5. gigi dengan kelainan posisi 6. gigi dengan kelainan bentuk, misal peg-shaped 7. gigi yang telah dirawat saluran akarnya 8. sebagai retainer GTJ atau penjangkaran GTSL 9. ukuran gigi normal atau lebih dari normal 10. perbandingan mahkota akar adalah 2:3 atau minimal 1:1 Kontraindikasi: 3 1. mahkota gigi yang sangat pendek atau tapered 2. kamar pulpa yang masih besar pada pasien usia muda Tipe-tipe mahkota tiruan penuh berdasarkan bahannya: 2 A. Mahkota tiruan penuh metal Mahkota tiruan penuh metal adalah mahkota tiruan penuh yang seluruhnya terbuat dari bahan metal. 1 Indikasi: 1,3,8 1. kerusakan luas pada permukaan gigi 2. gigi yang tidak membutuhkan estetik, biasanya pada gigi molar 3. gigi yang menanggung beban kunyah besar 4. sebagai retainer GTJ atau penjangkaran GTSL 5. gigi yang telah dirawat saluran akarnya Kontraindikasi: 1 1. gigi yang membutuhkan estetik 2. gigi yang tidak menanggung beban kunyah besar Keuntungan: 1,8 1. kuat 2. preparasi lebih minimal jika dibandingkan dengan preparasi untuk mahkota tiruan porselen 3. pembuatannya paling sederhana di antara mahkota tiruan lainnya Fakultas Kedokteran Gigi
6 9 Kekurangan: 1 1. terlihatnya bahan metal ketika berbicara atau membuka mulut 2. konduktor termis/elektris B. Mahkota tiruan penuh porselen Mahkota tiruan penuh porselen adalah mahkota tiruan penuh yang terbuat seluruhnya dari bahan porselen. 1,8 Indikasi: 1 1. gigi dengan kebutuhan estetik tinggi, biasanya gigi anterior 2. ukuran gigi normal atau lebih dari normal 3. gigi dengan karies proksimal dan/atau fasial yang tidak dapat direstorasi secara efektif dengan resin komposit 4. tepi insisal relatif utuh 5. distribusi tekanan kunyah seimbang 6. gigi yang dirawat saluran akarnya, khususnya gigi anterior Kontraindikasi: 1,8,12 1. indeks karies tinggi 2. tidak cukupnya dukungan struktur mahkota gigi 3. gigi yang tipis dari aspek fasiolingual dan gigi yang pendek 4. distribusi tekanan kunyah yang tidak seimbang, contoh: gigi yang beroklusi edge-to-edge, gigi antagonis (bawah) beroklusi dengan mahkota tiruan pada daerah 1/5 servikal bagian palatal 5. bruxism Keuntungan: 1,4,12 1. sangat estetis 2. warna stabil 3. tidak mudah aus 4. tidak berbau 5. tidak bereaksi dengan cairan mulut 6. tidak menimbulkan alergi Fakultas Kedokteran Gigi
7 10 Kekurangan: 1,14 1. mudah pecah 2. pembuatan sulit 3. kurang kuat jika dibandingkan dengan mahkota tiruan penuh metalporselen 4. preparasi kurang konservatif, karena dibutuhkan preparasi yang cukup banyak untuk ketebalan minimal porselen (1,7-2 mm) 5. dapat menyebabkan gigi yang berlawanan dengan mahkota tiruan menjadi aus 6. hanya dapat digunakan sebagai restorasi tunggal (namun dapat digunakan pula pada kasus-kasus tertentu dengan komposisi porselen untuk GTJ 3 unit) 7. lebih mahal jika dibandingkan dengan mahkota tiruan penuh metalporselen C. Mahkota tiruan penuh metal-porselen Mahkota tiruan penuh metal-porselen adalah mahkota tiruan penuh yang terbuat dari logam (sebagai coping/backing) yang dilapisi dengan porselen (sebagai facing). 12 Indikasi: 1 1. gigi dengan kebutuhan estetik, tetapi juga butuh kekuatan restorasi 2. ukuran gigi normal atau lebih dari normal 3. kerusakan luas pada gigi yang tidak dapat diperbaiki dengan restorasi yang lebih konservatif 4. sebagai retainer GTJ dan penjangkaran GTSL 5. gigi yang telah dirawat saluran akarnya Kontraindikasi: 1 1. kamar pulpa besar 2. indeks karies tinggi 3. ukuran gigi kurang dari normal Keuntungan: 1,8 sangat estetis dan kuat Fakultas Kedokteran Gigi
8 11 Kekurangan: 1 1. mudah pecah karena sifat porselen yang brittle 2. preparasi kurang konservatif, karena dibutuhkan preparasi yang cukup banyak untuk ketebalan minimal porselen dan metal 3. pembuatan sulit 4. dapat menyebabkan gigi yang berlawanan dengan mahkota tiruan menjadi aus 5. mahal D. Mahkota tiruan penuh metal-akrilik Mahkota tiruan penuh metal-akrilik adalah mahkota tiruan penuh yang terbuat dari logam (sebagai coping/backing) yang dilapisi dengan akrilik (sebagai facing). 9 Indikasi: 9,15 1. gigi dengan kebutuhan estetik, tetapi juga butuh kekuatan restorasi 2. pasien tidak alergi terhadap akrilik 3. ukuran gigi normal atau lebih dari normal Kontraindikasi: 9,15 1. pasien alergi terhadap akrilik 2. ukuran gigi kurang dari normal Keuntungan: 9 cukup estetis Kekurangan: 9,15 1. mudah aus 2. warna tidak stabil (mudah berubah warna) 3. terdapat kemungkinan terjadi kebocoran pada batas antara logam dan akrilik, karena ikatan antara akrilik dan logam hanyalah ikatan mekanis serta adanya perbedaan koefisien muai antara akrilik dan logam; kebocoran ini dapat menyebabkan perubahan warna pada facing mahkota tiruan Fakultas Kedokteran Gigi
9 Mahkota Tiruan Sebagian Mahkota tiruan sebagian adalah mahkota tiruan yang memperbaiki permukaan mahkota gigi, kecuali permukaan labial/bukal mahkota gigi. Mahkota ini dibuat secara keseluruhan dari bahan logam dan yang terbaik adalah emas (dental alloy tipe III). 1,2,4 Indikasi: 1,3,8 1. ukuran gigi normal atau lebih dari normal 2. kerusakan pada permukaan mahkota gigi kecuali permukaan labial/bukalnya, misalnya karena karies kecil di kedua sisi proksimal, lingual atau palatal 3. sebagai retainer GTJ pada short-span jika gigi penyangga vital tidak mengalami karies atau mengalami karies kecil Kontraindikasi: 1,3,8 1. mahkota klinis gigi yang pendek atau sangat tapered 2. gigi yang tipis, misal gigi insisif bawah, insisif lateral atas 3. indeks karies tinggi 4. karies servikal 5. kerusakan luas pada mahkota gigi 6. inklinasi gigi buruk 7. sebagai retainer GTJ pada long-span 8. gigi yang telah dirawat saluran akarnya Tipe-tipe mahkota tiruan sebagian menurut banyaknya permukaan gigi yang digantikan: 4 A. Mahkota tiruan sebagian 3/4 (untuk gigi anterior) Yaitu mahkota tiruan yang memperbaiki permukaan mesial, distal, dan palatal/lingual gigi anterior. 4 B. Mahkota tiruan sebagian 4/5 (untuk gigi posterior) Yaitu mahkota tiruan yang memperbaiki permukaan mesial, distal, oklusal, dan lingual/palatal gigi posterior. 4 Fakultas Kedokteran Gigi
10 Mahkota Tiruan Pasak Mahkota tiruan pasak adalah mahkota tiruan yang memperbaiki seluruh permukaan mahkota gigi nonvital yang telah dirawat saluran akarnya dengan sempurna dan dipersiapkan dengan pasak sebagai retensi utama. 2 Indikasi: 3 1. gigi yang telah dirawat saluran akarnya 2. kehilangan struktur gigi yang sangat banyak hingga mencapai pulpa dan tidak dapat diperbaiki dengan tambalan biasa 3. perbaikan malposisi gigi, jika preparasi gigi untuk mahkota tiruan penuh akan membahayakan kesehatan pulpa Bagian-bagian mahkota tiruan pasak: 4 A. Pasak Pasak adalah bagian restorasi yang direkatkan dengan semen ke dalam saluran akar dan berfungsi sebagai retensi utama, dapat menjadi satu kesatuan atau dijadikan satu dengan inti. 1 Pasak dapat dibedakan menjadi: 1,4 a. Pasak siap pakai (prefabricated post) Pasak siap pakai adalah pasak produksi pabrik, umumnya terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk, dapat terbuat dari bahan logam dan nonlogam. Bahan logam antara lain platinum-gold-palladium (Pt-Au-Pd), stainless steel, titanium, brass, dan chromium-containing alloy. Sedangkan, bahan nonlogam antara lain carbon fiber, ceramic, glass fiber, dan woven fiber. 1,16 Keuntungan: 1,12,16,17 1. pasak siap pakai yang terbuat dari bahan logam memiliki keunggulan dalam kekuatan, karena dapat dihindari kesalahan pengecoran logam yang mengakibatkan kelemahan pasak 2. pasak yang terbuat dari ceramic, glass fiber, dan woven fiber mempunyai keunggulan estetik dibandingkan pasak yang terbuat dari logam Kekurangan: 4,16,17 1. pasak yang terbuat dari bahan logam terdapat risiko terjadinya korosi, diskolorasi akar, kebocoran mikro, dan fraktur akar terutama pada pasak yang berbentuk paralel Fakultas Kedokteran Gigi
11 14 2. pasak yang terbuat dari carbon fiber berwarna hitam, sehingga dapat merusak estetik mahkota tiruan b. Pasak buatan sendiri (fabricated post) Pasak buatan sendiri dapat dicor dari pola yang dibuat secara langsung (direct) dalam mulut pasien atau pola yang dibuat di laboratorium (indirect). Teknik langsung (direct) yang menggunakan inlay wax, autopolymerizing resin, atau light-polymerized resin direkomendasikan untuk akar tunggal dengan akses klinis yang mudah, sedangkan teknik indirect lebih tepat untuk akar ganda atau akses yang sulit. 1 Keuntungan: 4,17 1. lebih adaptif 2. dapat digunakan pada saluran akar yang sangat tapered, oval, dan gigi dengan akar ganda yang paralel Kekurangan: dapat terjadi kesalahan pengecoran sehingga meningkatkan risiko fraktur pasak 2. membutuhkan lebih banyak waktu untuk prosedur laboratorium B. Inti Inti adalah bagian restorasi yang menggantikan jaringan mahkota gigi yang hilang sehingga membentuk seperti gigi yang telah dipreparasi untuk mahkota tiruan penuh. 1 Inti dapat diklasifikasikan menurut banyaknya jaringan mahkota gigi yang digantikan, yaitu: 1. inti sebagian, adalah inti yang menggantikan sebagian jaringan mahkota gigi yang rusak/hilang 2. inti penuh, adalah inti yang menggantikan seluruh jaringan mahkota gigi yang rusak/hilang Berdasarkan bahan yang digunakan, inti dapat dibedakan atas: 1 a. Inti amalgam, glass ionomer cement (GIC), dan resin komposit untuk pasak siap pakai Bahan-bahan plastis ini dijadikan satu dengan pasak siap pakai. Fakultas Kedokteran Gigi
12 15 Keuntungan: 1 1. daerah undercut tidak perlu dipreparasi sehingga lebih banyak jaringan gigi sehat yang dapat dipertahankan 2. tahap prosedur laboratorium lebih sedikit 3. kuat; namun bahan restorasi plastis ini, khususnya GIC, mempunyai tensile strength yang lebih rendah daripada logam cor Kekurangan: 1 1. inti amalgam dapat terjadi korosi 2. inti GIC kurang kuat 3. inti resin komposit dapat terjadi polimerisasi yang berlanjut dan memiliki koefisien muai yang tinggi 4. inti amalgam dan resin komposit lebih sering terjadi kebocoran mikro akibat perubahan temperatur 5. terdapat kesulitan pada prosedur operatif tertentu, seperti penggunaan rubber dam atau matrix (khususnya pada gigi dengan kerusakan luas) b. Inti logam cor (cast metal core) Inti ini terbuat dari logam cor, umumnya menjadi satu kesatuan dengan pasak buatan sendiri. Pola inti dapat dibuat dari resin atau wax dan merupakan kelanjutan dari pola pasak resin atau wax, kemudian pola ini dicor dengan logam. 1 c. Inti siap pakai (prefabricated core) Inti siap pakai merupakan inti dari logam yang menjadi satu kesatuan dengan pasak siap pakai. Keuntungannya adalah inti ini mempunyai keunggulan dalam kekuatan, karena merupakan satu kesatuan dengan pasak. Sedangkan, kekurangannya adalah sering kali bentuk dan ukurannya tidak sesempurna seperti bentuk mahkota gigi yang dipreparasi untuk mahkota tiruan penuh. 1 C. Mahkota tiruan Mahkota tiruan yang digunakan adalah mahkota tiruan penuh. 2 Fakultas Kedokteran Gigi
13 16 Macam-macam mahkota tiruan pasak berdasarkan hubungan antara pasak inti dengan mahkota tiruannya: 4 A. Tipe detached Yakni mahkota tiruan terpisah dari pasak intinya. Tipe ini diindikasikan untuk gigi yang berukuran normal atau lebih dari normal. 4 Keuntungannya adalah jika diperlukan penggantian mahkota tiruan, misalnya karena telah berubah warna atau diinginkan restorasi yang lebih sempurna, dapat mudah dilakukan tanpa perlu mengeluarkan/merusak pasaknya. 8,12 B. Tipe attached Yakni mahkota tiruan menyatu dengan pasak intinya. Tipe ini diindikasikan untuk gigi-gigi yang pendek atau tipis, karena tidak terdapat ruang yang cukup untuk membuat inti dengan mahkota tiruan yang terpisah Distribusi dan Frekuensi Perawatan dengan Mahkota Tiruan Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Gigi yang Dirawat, dan Kondisi Gigi Menurut penelitian Tylman 7 mengenai distribusi dan frekuensi perawatan dengan mahkota tiruan, berdasarkan usia pasien, dilaporkan bahwa rentang usia yang paling sering dirawat dengan mahkota tiruan adalah tahun pada gigi vital dan tahun pada gigi nonvital. Hasil penelitian Tylman 7 ini dapat dikaitkan dengan penelitian Kabwe 18 di Ndola Central Hospital dental department, yakni rentang usia tahun mempunyai persentase jumlah pasien terbesar (48,7%). Rentang usia yang digunakan Tylman 7 dalam penelitiannya yakni 19 tahun, tahun, tahun, tahun, dan 50 tahun. Pembagian rentang usia ini dapat dikaitkan dengan kondisi kamar pulpa. Pada usia muda ( 19 tahun), kamar pulpa umumnya masih lebar. Seiring bertambahnya usia, kamar pulpa makin mengecil. 19 Kondisi kamar pulpa tentu menentukan apakah perawatan dengan mahkota tiruan dilakukan atau tidak. Kamar pulpa yang masih lebar merupakan kontraindikasi perawatan dengan mahkota tiruan, karena preparasi gigi untuk mahkota tiruan dapat membahayakan kesehatan pulpa. 1,3 Selain itu, pembagian rentang usia tersebut dapat dihubungkan dengan kondisi jaringan periodontal. Umumnya, kondisi jaringan periodontal pada usia muda dan dewasa ( tahunan) dalam keadaan baik, sehingga mendukung perawatan Fakultas Kedokteran Gigi
14 17 dengan mahkota tiruan. Sementara, umumnya kondisi jaringan periodontal pada usia tua ( 50 tahun) mulai mengalami penurunan, misal adanya resesi gingiva, karies akar, penurunan puncak tulang alveolar yang berakibat pada perbandingan mahkota-akar, sehingga kurang mendukung perawatan dengan mahkota tiruan. 20 Dari penelitian Tylman 7 dilaporkan bahwa pasien perempuan lebih banyak daripada pasien laki-laki, baik pada restorasi gigi vital maupun nonvital. Pada restorasi gigi vital, rentang usia pasien perempuan yang terbanyak adalah tahun, dan pasien laki-laki yang terbanyak adalah tahun. Kondisi tersebut hampir sama dengan restorasi gigi nonvital, yakni pasien laki-laki dan perempuan yang terbanyak berusia antara tahun. Berdasarkan penelitian Valderhaug dan Karlsen 21 juga dilaporkan bahwa 2/3 pasien yang dirawat dengan mahkota tiruan dan GTJ adalah pasien perempuan. Dilaporkan pula dari penelitian Napankangas 22 bahwa 58% pasien yang dirawat dengan mahkota tiruan penuh metal-porselen berjenis kelamin perempuan. Lebih banyaknya pasien perempuan ini dapat dikaitkan dengan penelitian Fukai, Takaesu, dan Maki 23 yang melaporkan bahwa persentase kunjungan ke dokter gigi lebih besar pada pasien perempuan daripada pasien laki-laki. Selain itu, perempuan lebih memperhatikan kesehatan dan estetis. Menurut penelitian Tylman 7, berdasarkan gigi yang dirawat, dinyatakan bahwa gigi rahang atas lebih banyak dirawat dengan mahkota tiruan daripada gigi rahang bawah. Valderhaug dan Karlsen 21 juga melaporkan bahwa 2/3 restorasi mahkota tiruan dan GTJ dibuat pada gigi rahang atas. Berdasarkan penelitian Tylman 7, mayoritas gigi yang dirawat dengan mahkota tiruan adalah insisif sentral dan lateral rahang atas, baik pada gigi vital maupun nonvital. Pada gigi vital rahang bawah, sebagian besar perawatan dengan mahkota tiruan dilakukan pada premolar pertama dan kedua, serta molar pertama. Sementara pada gigi nonvital rahang bawah, molar pertama menempati urutan teratas; kaninus serta premolar pertama dan kedua menempati urutan berikutnya. Dari penelitian Napankangas 22, dilaporkan pula bahwa sebagian besar gigi yang dirawat dengan mahkota tiruan penuh metal-porselen adalah insisif sentral dan lateral rahang atas. Sedangkan pada rahang bawah, premolar pertama dan kedua merupakan mayoritas gigi yang dirawat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Stankiewicz dan Wilson 24 pada Fakultas Kedokteran Gigi
15 18 11 laboratorium dental di Melbourne, Australia mengenai distribusi mahkota tiruan penuh, dilaporkan bahwa insisif sentral rahang atas merupakan gigi yang paling sering dirawat dengan mahkota tiruan penuh, dan mahkota tiruan penuh metal-porselen merupakan tipe mahkota tiruan yang paling sering dipilih. Menurut Napankangas 22, banyaknya gigi insisif rahang atas yang dirawat dengan mahkota tiruan, dapat dihubungkan dengan alasan estetis. Selain itu menurut Axelsson 25, permukaan proksimal insisif rahang atas menempati urutan ketiga dari permukaan gigi yang rentan terhadap karies setelah permukaan gigi posterior. Berdasarkan kondisi gigi yang memerlukan perawatan dengan mahkota tiruan, Napankangas 22 melaporkan bahwa restorasi (misal: amalgam, resin komposit) yang luas pada gigi merupakan alasan terbanyak untuk melakukan perawatan dengan mahkota tiruan penuh metal-porselen, karena restorasi konvensional ini sudah tidak dapat memperbaiki gigi dengan efektif. Restorasi yang luas ini dapat disebabkan oleh kerusakan gigi akibat karies luas. Karies gigi masih memiliki prevalensi terbesar dari penyakit gigi. Dari penelitian Kabwe 18 dilaporkan bahwa karies gigi merupakan diagnosis penyakit gigi dengan persentase terbesar (76,8%), paling banyak terjadi pada rentang usia tahun (47,4%), dan menjadi penyebab utama gigi menjadi nonvital. Fakultas Kedokteran Gigi
16 Kerangka Teori Usia Jenis kelamin Gigi yang dirawat Kondisi gigi: Gigi dengan kerusakan luas Trauma primer Tooth Wear Kondisi Hipoplastik Untuk mengubah inklinasi, ukuran, atau bentuk gigi Sebagai bagian dari restorasi lain Kombinasi kondisi gigi Gigi nonvital atau gigi yang telah dirawat saluran akarnya (mahkota tiruan pasak) Mahkota tiruan penuh Mahkota tiruan pasak Fakultas Kedokteran Gigi
BAB 1 PENDAHULUAN. akar. 4 Pasak telah digunakan untuk restorasi pada perawatan endodonti lebih dari 100
akar. 4 Pasak telah digunakan untuk restorasi pada perawatan endodonti lebih dari 100 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Restorasi gigi pada perawatan endodonti yang mengabaikan integritas dari struktur
BAB IV PEMBAHASAN. seperti semula sehingga dapat berfungsi kembali. Hal ini menunjukkan bahwa
BAB IV PEMBAHASAN Menurut Roberson (2006) tujuan dari restorasi adalah membentuk gigi seperti semula sehingga dapat berfungsi kembali. Hal ini menunjukkan bahwa restorasi setelah perawatan endodontik yang
IX. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Gigi Tiruan Cekat
IX. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Gigi Tiruan Cekat Kegagalan gigi tiruan cekat dapat terjadi karena A. Kegagalan sementasi. B. Kegagalan mekanis C. Iritasi dan resesi gingiva D. Kerusakan jaringan
PEMILIHAN DAN PENYUSUNAN ANASIR GIGITIRUAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN (GTSL)
1 PEMILIHAN DAN PENYUSUNAN ANASIR GIGITIRUAN PADA GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN (GTSL) PENDAHULUAN Anasir gigitiruan merupakan bagian dari GTSL yang berfungsi mengantikan gigi asli yang hilang. Pemilihan
STAINLESS STEEL CROWN (S. S. C)
1. Pengertian S. S. C STAINLESS STEEL CROWN (S. S. C) S. S. C adalah mahkota logam yang dibuat oleh pabrik dalam berbagai ukuran dan mempunyai bentuk anatomis sesuai gigi asli. Materialnya mengandung 18%
Gambar 5: Komponen-komponen gigi tiruan jembatan
3.1 Komponen gigi tiruan cekat dan prosedur pembuatannya Gigi tiruan jembatan terdiri dari dari beberapa komponen, yakni sebagai berikut: 1. Retainer 2. Konektor 3. Pontik 4. Penyangga (abutment) Gambar
CROSSBITE ANTERIOR. gigi anterior rahang atas yang lebih ke lingual daripada gigi anterior rahang
CROSSBITE ANTERIOR 1. Crossbite anterior Crossbite anterior disebut juga gigitan silang, merupakan kelainan posisi gigi anterior rahang atas yang lebih ke lingual daripada gigi anterior rahang bawah. Istilah
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. permukaan koronal mahkota klinis gigi asli, yang dapat memperbaiki morfologi,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahkota gigi tiruan cekat merupakan suatu restorasi tetap yang menutupi permukaan koronal mahkota klinis gigi asli, yang dapat memperbaiki morfologi, kontur, serta melindungi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kehilangan gigi geligi disebabkan oleh faktor penyakit seperti karies dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Faktor Penyebab Kehilangan Gigi Kehilangan gigi geligi disebabkan oleh faktor penyakit seperti karies dan penyakit periodontal. Faktor bukan penyakit seperti gaya hidup dan faktor
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Sumatera Utara
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigitiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigitiruan yang menggantikan satu gigi atau lebih dan didukung oleh gigi dan atau jaringan di bawahnya, serta dapat dibuka
BAB I PENDAHULUAN. Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan karena adanya aktivitas suatu jasad renik yang ditandai dengan demineralisasi atau hilangnya mineral
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Perawatan pendahuluan 4.2 Perawatan utama Rahang atas
BAB 4 PEMBAHASAN Penderita kehilangan gigi 17, 16, 14, 24, 26, 27 pada rahang atas dan 37, 36, 46, 47 pada rahang bawah. Penderita ini mengalami banyak kehilangan gigi pada daerah posterior sehingga penderita
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI II.1 Tinjauan Pustaka Bahan tumpat gigi merupakan material kedokteran gigi yang digunakan untuk menumpat gigi yang telah berlubang. Bahan tumpat gigi yang paling
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar lebih mudah mengalami
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar lebih mudah mengalami fraktur dibandingkan gigi dengan pulpa yang masih vital. Hal ini terutama disebabkan
BAB II KEADAAN JARINGAN GIGI SETELAH PERAWATAN ENDODONTIK. endodontik. Pengetahuan tentang anatomi gigi sangat diperlukan untuk mencapai
BAB II KEADAAN JARINGAN GIGI SETELAH PERAWATAN ENDODONTIK Dokter gigi saat merawat endodontik membutuhkan pengetahuan tentang anatomi dari gigi yang akan dirawat dan kondisi jaringan gigi setelah perawatan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dari gigi dan mencegah kerusakan selanjutnya (Tylman, 1970).
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gigi tiruan cekat adalah suatu gigi tiruan sebagian yang dilekatkan secara tetap pada satu atau lebih gigi penyangga untuk mengganti satu atau lebih gigi yang hilang.
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menggantikan gigi hilang. Restorasi ini dapat menggantikan satu atau lebih gigi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gigi tiruan cekat adalah restorasi yang kuat dan retentif berguna untuk menggantikan gigi hilang. Restorasi ini dapat menggantikan satu atau lebih gigi hilang dengan
IV. PRINSIP BIOMEKANIK PREPARASI
IV. PRINSIP BIOMEKANIK PREPARASI Ada tiga prinsip : A. Menjaga keawetan struktur (bangunan) gigi B. Retensi (penahanan) dan resistensi (perlawanan) C. Keawetan struktur restorasi Kadang-kadang perlu dikompromikan
PENGARUH JENIS FIBER PADA PASAK FABRICATED FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP KETAHANAN FRAKTUR AKAR
TESIS PENGARUH JENIS FIBER PADA PASAK FABRICATED FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP KETAHANAN FRAKTUR AKAR PROGRAM STUDI ILMU KONSERVASI Diajukan oleh ; drg. Pradnya Widyo Septodika (12 / 338285 / PKG
OLEH: Prof. Dr.Sudibyo, drg. Sp. Per. SU.
OLEH: Prof. Dr.Sudibyo, drg. Sp. Per. SU. PERIODONTAL SPLINT SPLINT: MERUPAKAN ALAT STABILISASI DAN IMMOBILISASI GIGI GOYAH KARENA SUATU LESI, TRAUMA, ATAU PENYAKIT PERIODONTAL Splint Berguna Untuk: 1.
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan gigi dan mulut, yang salah satunya digambarkan oleh indeks DMF-T
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia sebagai Negara berkembang memiliki berbagai macam masalah kesehatan gigi dan mulut, yang salah satunya digambarkan oleh indeks DMF-T Indonesia pada Riset
BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Desain kavitas Kelas II konvensional berbentuk box dan bahan restorasi resin komposit tidak selalu kompatibel karena (1) kebocoran tepi gingival (gingival marginal),
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. empat tipe, yaitu atrisi, abrasi, erosi, dan abfraksi. Keempat tipe tersebut memiliki
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keausan gigi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan hilangnya jaringan keras gigi karena proses fisik maupun kimiawi, bukan proses karies (Oltramari-Navarro
toksisitas amalgam yang dikaitkan dengan merkuri yang dikandungnya masih hangat dibicarakan sampai saat ini. 1,2,3 Resin komposit adalah suatu bahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasien dan dokter gigi mempunyai berbagai pilihan dalam memilih bahan material dan prosedur dalam merawat lesi karies atau gigi yang hilang.perkembangan ilmu pengetahuan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Penelitian telah dilakukan di RSGM UMY mengenai evaluasi keberhasilan perawatan kaping pulpa direk dengan bahan kalsium hidroksida hard setting
Gigi molar,premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya
Macam-macam desain cengkeram (Klammer) Posted by De Haantjes van Het Oosten in Apr 09, 2012, under Artikel Kedokteran Gigi, Ilmu Prostodonsia, Menu Dento Inkubator Desain cengkeram menurut fungsinya dibagi
BAB I PENDAHULUAN. Kehilangan struktur mahkota gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehilangan struktur mahkota gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti karies, keausan, trauma, dan defek perkembangan. Restorasi perlu dilakukan untuk
ANATOMI GIGI. Drg Gemini Sari
ANATOMI GIGI Drg Gemini Sari ANATOMI GIGI Ilmu yg mempelajari susunan / struktur dan bentuk / konfigurasi gigi, hubungan antara gigi dgn gigi yang lain dan hubungan antara gigi dengan jaringan sekitarnya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gigi Tiruan Cekat Gigi tiruan cekat adalah restorasi yang direkatkan secara permanen pada gigi yang telah dipersiapkan untuk memperbaiki sebagian atau seluruh permukaan gigi
VI. PREPARASI GIGI PEGANGAN (ABUTMENT)
VI. PREPARASI GIGI PEGANGAN (ABUTMENT) Untuk dapat memahami dan mengerjakan preparasi pada gigi pegangan / pilar / abutment dengan benar, perlu kiranya pemahaman terlebih dahulu mengenai beberapa macam
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Maloklusi Klas I Angle Pada tahun 1899, Angle mengklasifikasikan maloklusi berdasarkan relasi molar satu permanen rahang bawah terhadap rahang atas karena menurut Angle, yang
Upaya untuk mengurangi preparasi gigi: Fung shell bridge
Upaya untuk mengurangi preparasi gigi: Fung shell bridge Eri H. Jubhari Bagian Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin ABSTRACT Natural tooth can be replaced with many ways, for example
2.2 Indikasi dan Kontra Indikasi Mahkota Jaket a. Indikasi Mahkota jaket dapat dipakai untuk memugar gigi gigi anterior yang :
1.1 Latar Belakang Mahkota jaket akrilik merupakan restorasi yang meliputi seluruh permukaan gigi anterior yang di buat dari bahan akrilik sesuai dengan warna gigi. Biasanya mahkota jaket dari akrilik
BAB I PENDAHULUAN. Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yang mengenai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yang mengenai daerah antara lain email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik
BAB I PENDAHULUAN. insisif, premolar kedua dan molar pada daerah cervico buccal.2
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipersensitivitas dentin merupakan salah satu masalah gigi yang paling sering dijumpai. Hipersensitivitas dentin ditandai sebagai nyeri akibat dentin yang terbuka jika
BAB III PERTIMBANGAN PEMILIHAN RESTORASI GIGI SETELAH PERAWATAN ENDODONTIK
BAB III PERTIMBANGAN PEMILIHAN RESTORASI GIGI SETELAH PERAWATAN ENDODONTIK Beberapa penelitian menyatakan bahwa kegagalan perawatan endodontik sering terjadi akibat restorasi yang tidak adekuat. Hal ini
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. masalah estetik namun juga melibatkan fungsi dari gigi yang akan direstorasi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasien, seorang dokter gigi dalam mengambil keputusan untuk merestorasi gigi tidak hanya mempertimbangkan masalah estetik
Walaupun begitu, banyak juga pasien yang setelah diberi nasihat tidak melaksanakan apa yang dokter gigi katakan, oleh karena faktor-faktor :
BAB I PENDAHULUAN Teknologi produksi bahan tambalan saat ini berkembang cukup pesat dibandingkan 50 tahun yang lampau. Hal ini membuat para dokter gigi mempunyai banyak pilihan untuk merestorasi gigi berlubang,
BAB I PENDAHULUAN. gigi, mulut, kesehatan umum, fungsi pengunyahan, dan estetik wajah.1 Tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perawatan ortodontik merupakan suatu faktor penting dalam pemeliharaan gigi, mulut, kesehatan umum, fungsi pengunyahan, dan estetik wajah.1 Tujuan umum perawatan ortodontik
BAB I PENDAHULUAN. gigi berlubang (karies gigi). Pasien datang dengan kondisi gigi berlubang yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit gigi dan mulut yang sering dialami oleh masyarakat adalah gigi berlubang (karies gigi). Pasien datang dengan kondisi gigi berlubang yang terjadi pada
II. KOMPONEN-KOMPONEN GIGI TIRUAN CEKAT
II. KOMPONEN-KOMPONEN GIGI TIRUAN CEKAT Komponen atau bagian-bagian Gigi Tiruan Cekat : 1. Gigi abutment 2. Retainer 3. Konektor/ Joint 4. Pontik/ Dummy Gambar 2. Komponen-komponen Gigi Tiruan Cekat Keterangan
BAB I PENDAHULUAN. efisiensi pengunyahan, meningkatkan pengucapan dan memperbaiki estetika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan utama perawatan kedokteran gigi adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan mutu kehidupan pasien kedokteran gigi. Tujuan ini dapat dicapai dengan mencegah
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. langsung pada kavitas gigi dalam sekali kunjungan. Restorasi tidak langsung
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perawatan restorasi gigi ada dua macam, yaitu restorasi langsung dan restorasi tidak langsung. Restorasi langsung adalah restorasi gigi yang dapat dibuat langsung
BAB I PENDAHULUAN. dihubungkan dengan jumlah kehilangan gigi yang semakin tinggi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehilangan gigi antara lain dapat disebabkan oleh karies, penyakit periodontal, trauma dan atrisi berat. Selain itu, meningkatnya usia sering dihubungkan dengan jumlah
BAB V HASIL PENELITIAN. n = 3990 = 363, sampel 3990 (5%) 2 + 1
BAB V HASIL PENELITIAN Survei ini berlangsung selama periode bulan April hingga Juli 2008. Keseluruhan pengambilan data sekunder dari kartu status pasien dilakukan di RSGMP FKG UI dengan subyek survei
BAB 1 PENDAHULUAN. Pemakaian sistem pasak dan inti sebagai retensi intra-radikular merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemakaian sistem pasak dan inti sebagai retensi intra-radikular merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk memberikan kekuatan tambahan pada rekontruksi mahkota
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mahkota (crown) dan jembatan (bridge). Mahkota dapat terbuat dari berbagai
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gigi tiruan cekat merupakan protesa permanen yang melekat pada gigi yang masih tersisa untuk menggantikan satu atau lebih kehilangan gigi (Shilingburg dkk., 1997).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Definisi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. satu atau lebih gigi asli, tetapi tidak seluruh gigi asli dan atau struktur
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan a. Definisi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Gigi tiruan sebagian lepasan adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jenis bahan restorasi di bidang kedokteran gigi semakin banyak tersedia dengan berbagai macam karakteristik, yaitu komposisi, sifat, struktur, kelebihan dan kekurangan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. lengkung geligi sebagian. Restorasi prostetik ini sering disebut juga removable
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 2.1.1 Pengertian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan GTSL adalah setiap prostesis yang menggantikan beberapa gigi dalam satu lengkung geligi sebagian. Restorasi
Oleh NURADILLAH.BURHAN. Politehnik kesehatan kemenkes makassar jurusan keperawatan gigi
PERBEDAAN GIGI SULUNG DAN GIGI PERMANEN Oleh NURADILLAH.BURHAN Nim:po.71.3.261.11.1.029 Politehnik kesehatan kemenkes makassar jurusan keperawatan gigi GIGI DECIDUI/GIGI SULUNG Gigi sulung disebut juga
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Resin komposit merupakan salah satu restorasi estetik yang paling populer
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Resin komposit merupakan salah satu restorasi estetik yang paling populer digunakan oleh dokter gigi, terutama untuk merestorasi gigi anterior karena memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahan restorasi resin komposit pertama sekali diperkenalkan oleh Bowen pada tahun 1962. 1 Resin komposit merupakan suatu bahan restorasi yang memiliki banyak kelebihan
BAB 2 IMPLAN. Dental implan telah mengubah struktur prostetik di abad ke-21 dan telah
12 mengalami defisiensi, terutama pada bagian posterior maksila. Sinus Lifting juga merupakan prosedur pembedahan yang relatif aman dan memiliki prevalensi komplikasi yang cukup rendah serta relatif mudah
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Gigi mempunyai banyak fungsi antara lain fonetik, mastikasi, estetis dan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Gigi mempunyai banyak fungsi antara lain fonetik, mastikasi, estetis dan perlindungan jaringan pendukung yang sehat. Kehilangan gigi satu atau lebih merupakan
BAB 5 HASIL PENELITIAN
22 BAB 5 HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kebocoran mikro pada tumpatan GIC Fuji IX, GIC Fuji II, dan GIC Fuji II LC. Kebocoran mikro tersebut dapat terdeteksi dengan terlihatnya
BAB I PENDAHULUAN. keadaan ini dapat meningkatkan resiko kehilangan gigi. Kehilangan gigi dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usia seseorang akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu, keadaan ini dapat meningkatkan resiko kehilangan gigi. Kehilangan gigi dapat mempengaruhi perubahan-perubahan
BAB 1 PENDAHULUAN. sering terjadi. Penyakit ini dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies gigi merupakan masalah penyakit infeksi gigi dan mulut yang paling sering terjadi. Penyakit ini dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai kelompok
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karena mengalami perubahan-perubahan fisiologis dalam rongga mulut termasuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan penggunaan gigi tiruan meningkat pada kelompok usia lanjut karena mengalami perubahan-perubahan fisiologis dalam rongga mulut termasuk kehilangan gigi. Resorpsi
BAB I PENDAHULUAN. mengganggu kesehatan gigi, estetik dan fungsional individu.1,2 Perawatan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maloklusi merupakan suatu keadaan kedudukan gigi geligi yang menyimpang dari oklusi normal.1 Masalah maloklusi ini mendapat perhatian yang besar dari praktisi dan dokter
BAB I PENDAHULUAN. Putih kekuning-kuningan, kuning keabu-abuan, dan putih keabu-abuan. warna atau yang dinamakan diskolorisasi gigi (Grossman, 1995).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Putih kekuning-kuningan, kuning keabu-abuan, dan putih keabu-abuan merupakan warna gigi normal manusia. Warna gigi ini ditentukan oleh warna dentin yang melapisi di
umumnya, termasuk kesehatan gigi dan mulut, mengakibatkan meningkatnya jumlah anak-anak
Penatalaksanaan Dentinogenesis Imperfecta pada Gigi Anak Abstract Winny Yohana Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Dentinogenesis imperfecta adalah suatu kelainan
BAB 1 PENDAHULUAN. tambahan dengan menggunakan sistem pasak dan inti untuk retorasi akhirnya. Pasak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigi yang telah dilakukan perawatan endodonti sering membutuhkan retensi tambahan dengan menggunakan sistem pasak dan inti untuk retorasi akhirnya. Pasak digunakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
8 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Kennedy Klasifikasi Kennedy pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Edward Kennedy pada tahun 1925. Klasifikasi Kennedy merupakan metode klasifikasi yang paling umum
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. keberhasilan perawatan kaping pulpa indirek dengan bahan kalsium hidroksida
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Penelitian telah dilakukan di RSGM UMY mengenai evaluasi klinis keberhasilan perawatan kaping pulpa indirek dengan bahan kalsium hidroksida tipe hard setting.
IMPAKSI MAKANAN. Definisi: Masuknya makanan secara paksa ke dalam jaringan periodonsium.
IMPAKSI MAKANAN Definisi: Masuknya makanan secara paksa ke dalam jaringan periodonsium. Area yang umum mengalami impaksi makanan: 1. Vertical impaction: A. Open contacts B. Irregular marginal ridge C.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehilangan gigi merupakan masalah gigi dan mulut yang sering ditemukan. Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh dua faktor secara umum yaitu, faktor penyakit seperti
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti karies dan penyakit periodontal, trauma, penyakit yang menyerang pulpa, periradikular, dan berbagai penyakit
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam rongga mulut. Gigi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam rongga mulut. Gigi berfungsi sebagai organ mastikasi saat menjalankan fungsinya harus berintegrasi dengan organ lainnya
BAB I PENDAHULUAN. Ortodontik berasal dari bahasa Yunani orthos yang berarti normal atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ortodontik berasal dari bahasa Yunani orthos yang berarti normal atau benar dan dontos yang berarti gigi. Ortodontik bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi dan memperbaiki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sampai perawatan selesai (Rahardjo, 2009). Hasil perawatan ortodontik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka. Perawatan ortodontik cekat Perawatan ortodontik cekat adalah alat yang dipasang secara cekat pada elemen gigi pasien sehingga alat tidak bisa dilepas oleh pasien
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Molar Dua Mandibula Fungsi molar dua mandibula permanen adalah melengkapi molar satu mandibula. Seluruh bagian molar dua mandibula lebih kecil sekitar 1mm daripada molar satu.
MACAM-MACAM CENGKERAM KAWAT DAN CENGKERAM LOGAM TUANG PADA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPAS
MACAM-MACAM CENGKERAM KAWAT DAN CENGKERAM LOGAM TUANG PADA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPAS Cengkeram (cangklan/clasp/klammer/extracrnal retainer) merupakan bagian dari kmpnen gigi tiruan sebagian lepas, baik
BAB 2 KANINUS IMPAKSI. individu gigi permanen dapat gagal erupsi dan menjadi impaksi di dalam alveolus.
BAB 2 KANINUS IMPAKSI Gigi permanen umumnya erupsi ke dalam lengkungnya, tetapi pada beberapa individu gigi permanen dapat gagal erupsi dan menjadi impaksi di dalam alveolus. Salah satunya yaitu gigi kaninus
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Trauma gigi telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius pada anak disebabkan prevalensi yang tinggi di berbagai negara terutama pada gigi permanen.
Definisi Yaitu keausan gigi yang disebabkan oleh kontaknya gigi.makin sering kontak terjadi, makin besar keausannya.
ATRISI Definisi Yaitu keausan gigi yang disebabkan oleh kontaknya gigi.makin sering kontak terjadi, makin besar keausannya. Merupakan suatu kondisi hilangnya lapisan gigi (email ataupun dentin) akibat
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan. Karies gigi, trauma dan kegagalan restorasi menyebabkan kerusakan dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Karies gigi, trauma dan kegagalan restorasi menyebabkan kerusakan dan hilangnya sebagian besar jaringan keras gigi.kehilangan jaringan keras gigi yang terlalu
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. akar, mencegah kontaminasi sistem saluran akar dengan saliva, menghambat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemakaian tumpatan sementara sangat diperlukan dalam bidang kedokteran gigi. Tujuan tumpatan sementara adalah menutup rongga jalan masuk saluran akar, mencegah
BUKU AJAR ILMU KONSERVASI GIGI IV. Oleh : drg. Sri Daradjati S., SU, Sp.KG drg. Tunjung Nugraheni, M. Kes.
BUKU AJAR ILMU KONSERVASI GIGI IV Oleh : drg. Sri Daradjati S., SU, Sp.KG drg. Tunjung Nugraheni, M. Kes. FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2004 Pokok Bahasan I: Operative Dentistry
BAB 2 IMPLAN GIGI. perlindungan gigi tetangga serta pengembangan rasa percaya diri (9).
BAB 2 IMPLAN GIGI 2.1 Definisi Implan Gigi Implan gigi merupakan salah satu cara untuk mengganti gigi yang hilang sehingga diperoleh fungsi pengunyahan, estetik dan kenyamanan yang ideal. Implan gigi adalah
A. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan zaman, perawatan ortodontik semakin
A. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, perawatan ortodontik semakin dikenal masyarakat, bukan hanya sebagai kebutuhan kesehatan tetapi juga keperluan estetik. Perawatan ortodontik
BAB 1 PENDAHULUAN. mekanis dari bahan restorasi, kekuatan mekanis dari gigi, estetik, dan bentuk jaringan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan bahan restorasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kekuatan mekanis dari bahan restorasi, kekuatan mekanis dari gigi, estetik, dan bentuk jaringan gigi
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. yang memuaskan serta memiliki kekuatan (Farga-Ninoles dkk., 2013). Mahkota
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahkota gigi tiruan merupakan suatu restorasi tetap yang menutupi permukaan koronal mahkota klinis gigi asli, yang harus dapat memperbaiki morfologi, kontur, serta melindungi
BAB I PENDAHULUAN. warna gigi baik karena faktor intrinsik ataupun ekstrinsik dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gigi dan warna pada gigi merupakan salah satu faktor penting bagi pasien. Di Amerika Serikat telah dilaporkan bahwa sekitar 34% populasi orang dewasa kurang puas terhadap
GAMBARAN PENGGUNAAN SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO TAHUN
Jurnal e-gigi (eg), Volume 2, Nomor 2, Juli-Desember 214 GAMBARAN PENGGUNAAN SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO TAHUN 211-213 1 Bonie Tulaka 2 Dinar
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Perawatan ortodonti merupakan suatu disiplin bidang kedokteran gigi yang dapat meningkatkan fungsi serta penampilan mulut dan wajah. Tujuan utama perawatan ortodonti adalah untuk
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Restorasi dapat dibedakan menjadi restorasi direk dan indirek. Restorasi direk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Restorasi gigi adalah hasil prosedur kedokteran gigi yang memiliki tujuan mengembalikan bentuk, fungsi, dan penampilan gigi (Harty dan Ogston, 1995). Restorasi
PERANAN DOKTER GIGI UMUM DI BIDANG ORTODONTI
PERANAN DOKTER GIGI UMUM DI BIDANG ORTODONTI SEMINAR WISATA DENTISTRY YOGYAKARTA 6 FEBRUARI 2009 Oleh Endah Mardiati, drg., MS., Sp.Ort 1 PERANAN DOKTER GIGI UMUM DI BIDANG ORTODONTI SEMINAR DENTISTRY
BAB I PENDAHULUAN. Dokter gigi sering mengalami kesulitan dalam merestorasi gigi pasca
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigi yang membutuhkan perawatan saluran akar pada umumnya mengalami kerusakan pada jaringan pulpa dan mahkota, baik karena proses karies, restorasi sebelumnya atau
Smile reconstruction with 6 upper anterior restoration in tetracycline discoloration and enamel hypoplasia
Smile reconstruction with 6 upper anterior restoration in tetracycline discoloration and enamel hypoplasia Alexius Eron Tondas*, Erna Kurnikasari** *PPDGS Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Gigi Gigi merupakan organ tubuh yang turut berperan dalam proses pencernaan, pengunyahan, dan terutama sebagai estetis dalam pembentukan profil wajah. Gigi terbentuk
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perubahan warna gigi dapat diperbaiki dengan dua cara yaitu dengan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan warna gigi dapat diperbaiki dengan dua cara yaitu dengan pemutihan gigi (bleaching) dan cara restoratif yaitu pembuatan mahkota jaket / pelapisan (veneer).
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi yang populer belakangan ini adalah perawatan bleaching yaitu suatu cara
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesadaran masyarakat akan penampilan terus meningkat saat ini, tuntutan pasien akan penampilan gigi yang baik juga sangat tinggi. Salah satu perawatan gigi yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Gigi Tiruan Indikator yang paling penting dalam kesehatan gigi dan mulut adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan gigi geligi. Beberapa penelitian
BAB I PENDAHULUAN. pada gigi yang umumnya berakibat pada kehilangan gigi dan dapat menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan infeksi pulpa dan abses pada gigi yang umumnya berakibat pada kehilangan gigi dan dapat menimbulkan beberapa
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Oklusi Oklusi berasal dari kata occlusion, yang terdiri dari dua kata yakni oc yang berarti ke atas (up) dan clusion yang berarti menutup (closing). Jadi occlusion adalah closing
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gigitiruan Sebagian Lepasan 2.1.1 Definisi Gigitiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigitiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prevalensi dan Etiologi Trauma gigi sulung anterior merupakan suatu kerusakan pada struktur gigi anak yang dapat mempengaruhi emosional anak dan orang tuanya. Jika anak mengalami
