PEMBUKAAN/ THE OPENING
|
|
|
- Hadian Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MENYUSUN WAWANCARA Dalam wawancara, selalu terdiri dari 3 bagian yaitu pembuka, isi dan penutup wawancara. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu mengenai ketiga hal tersebut. PEMBUKAAN/THE OPENING Menit atau detik awal yang dipakai untuk membuka percakapan seringkali menjadi bagian yang paling penting dalam melakukan wawancara. Apa yang dilakukan atau dikatakan maupun yang tidak dilakukan/tidak dikatakan, baik oleh pewawancara maupun subjek akan mempengaruhi pihak lainnya (baik pewawancara maupun subjek) untuk menerima pewawancara/subjek dan situasi yang ada pada saat itu. Bahkan bagian pembuka ini dapat menjadi penentu apakah wawancara akan dilanjutkan atau dihentikan. Fungsi utama dari membukan wawancara adalah untuk memotivasi kedua pihak agar secara sukarela mau untuk ikut berpartisipasi dalam proses wawancara dan melakukan komunikasi secara bebas dan akurat. Tidak adanya/minimnya pembukaan wawancara akan mengantarkan arah wawancara menjadi defensif, hanya bersifat permukaan, kaku, dan tidak akurat atau bahkan wawancara menjadi gagal. Biasanya, apabila subjek merasa tidak puas dengan pendekatan yang dilakukan oleh pewawancara maka subjek cenderung akan berkata tidak, menjauh atau menutup pintu/telepon. Agar hal tersebut tidak terjadi maka ada 2 hal yang perlu dilakukan dalam pembukaan ini, yaitu : Rapport Merupakan suatu proses untuk membina hubungan baik dan menjaga hubungan antara pewawancara dengan subjek berdasarkan niat baik dan kepercayaan. Rapport adalah hubungan yang saling mempercayai, dimana nantinya jawaban yang diberikan subjek adalah jawaban yang objektif. Selain didasari oleh rasa saling percaya juga didasari oleh adanya rasa menghormati dan penerimaan. Pewawancara bertanggung jawab untuk membuat subjek melihat pewawancara sebagi orang yang dapat dipercaya dan siap membantu. Tujuan dan rapport adalah untuk membangun suasana hangat dan penuh dengan penerimaan sehingga subjek merasa dipahami dan aman, dimana pada akhirnya akan 1
2 membuat subjek mau melakukan komunikasi yang terbuka tanpa adanya rasa takut dinilai ataupun dikritik. Rapport dapat dilakukan dengan cara : mejaga kontak mata, menjaga postur tubuh agar tampak alamiah, santai dan penuh penerimaan, nada bicara jelas dan perlahan, sikap tenang, lugas dan ramah, nada suara hangat dan ekspresif dan mampu untuk menjadikan wawancara sebagai sarana bagi subjek untuk berbagi. Menurut Stewart & Cash (2000), rapport dapat dimulai dengan memberikan salam yang disertai dengan ekspresi non verbal yang sesuai. Misalnya mengucapkan selamat pagi sambil bersalaman, melakukan kontak mata, tersenyum, mengangguk, suara terdengar ramah dan menyenangkan. Rapport dapat membantu pewawancara untuk memasuki tahap personal inquiries. Pertanyaan awal yang dapat diajukan adalah yang bersifat netral. Hat-hati dengan pertanyaan yang berkaitan dengan budaya, kondisi geografis, tradisi, kebijakan suatu organisasi, kebiasaan, status, dan lain sebagainya. Orientation Pada tahap ini berisi tentang penjelasan mengenai tujuan, lama dan proses wawancara. Pada tahap ini pewawancara perlu melakukan analisa terhadap suatu situasi dalam proses wawancara untuk menentukan apakah orientasi yang dilakukan merupakan hal yang penting atau seberapa jauh orientasi tersebut perlu dilakukan. Meskipun terdapat kesamaan antara subjek dengan pewawancara, tetap saja pewawancara tidak boleh berasumsi mengenai subjek maupun tujuan subjek. Karena meskipun terdapat kesamaan tidak berarti bahwa tujuan wawancara juga akan sama. Di akhir tahap pembukaan ini kedua pihak harus menyadari kesamaan yang ada di antara mereka, keinginan yang terlibat dalam wawancara, derajat kehangatan hubungan yang terbina, bagaimana kontrol diberlakukan dan tingkat kepercayaan yang terbina. Hal-hal tersebut akan mengantarkan kedua belah pihak pada tahap wawancara selanjutnya. Contoh percakapan rapport P : Selamat malam Ibu Cinthya, saya Andre dari perusahaan Bali TV, saya ingin menanyakan apakah ibu telah menerima selebaran yang perusahaan kami kirimkan minggu lalu? S : Ya, sudah saya terima kemarin. Maaf apakah anda ayah dari Sean? P : Benar ibu, setahu saya Sean dan putra ibu saat ini masuk dalam kelompok matematika di sekolah. Wah halaman ibu indah sekali. 2
3 S : Terimakasih, kebetulan kami sekeluarga sangat menyukai bercocok tanam. Di halaman belakang saat ini banyak bunga tulip yang sedang mekar. P : O ya.. wah pasti bagus sekali. Begini ibu, maksud kedatangan saya kemari adalah untuk mengetahui acara apa saja yang paling sering ditonton oleh para konsumen kami, termasuk salah satunya adalah ibu. Apakah ibu memiliki waktu kira-kira 15 menit untuk membicarakan hal tersebut? S : Baiklah, jika waktunya memang hanya 15 menit, saya pikir tidak terlalu lama. Berikut ini adalah cara membuka wawancara : a. State the purpose Pewawancara menjelaskan tujuan wawancara pada subjek. Dapat dilakukan untuk penelitian, survey atau wawancara persuasif. Tujuan dapat lebih dari satu tetapi tidak semua dikemukakan pada subjek. Hal ini untuk mengarahkan subjek kepada kejujuran dan tidak membatasi jawaban subjek serta membuat subjek terlibat dalam proses wawancara (tidak ada sikap defensif). Contoh : tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui minat konsumen untuk membeli produk sabun mandi Softly. b. Summarize the problem Teknik ini dapat dilakukan jika subjek tidak menyadari masalah yang ia hadapi. Berikan kesimpulan yang lengkap dan tidak melebar ke hal-hal lain agar subjek dapat memahami dengan benar. Contoh : saya tahu bahwa putra ibu adalah anak yang pintar. Tetapi ada satu hal yang membuat saya berpikir bahwa saya perlu mendiskusikan pada ibu mengenai perilaku putra ibu tersebut, dimana menurut laporan dari guru kelasnya bahwa putra ibu 3 hari belakangan ini sering kali mengganggu teman-temannya. Padahal kebiasaan tersebut tidak pernah ada sebelumnya. c. Explain how the problem was dicovered Jelaskan bagaimana suatu masalah dapat muncul pada subjek. Hati-hati, jangan sampai hal ini membuat subjek menjadi bersikap defensif. Contoh : pagi tadi ada mahasiswa yang menghada saya dan menanyakan mengenai kejelasan materi wawancara yang Bapak Roy dan saya ampu semester ini. Khususnya mengenai materi wawancara kerja. d. Mention an incentive or reward for taking part Jelaskan manfaat yang akan diperoleh jika subjek mau terlibat dalam wawancara. Contoh : saya tahu bahwa ibu noni sangat tertarik dengan informasi mengenai program pendidikan tinggi di luar negeri. Saat ini sedang diadakan pameran di gedung semar mengenai hal tersebut. Silahkan ibu datang dan jika ibu mendaftar sekarang maka ibu akan memperoleh harga khusus. e. Request advice or assistance Wawancara cara dapat dibuka dengan cara pewawancara meminta saran atau bantuan pada subjek. 3
4 Contoh : maaf ibu, saya merasa kesulitan untuk membedakan anak kembar ibu, Ani dan Ana. Bisakah saya meminta waktu ibu sebentar untuk mendiskusikannya? f. Refer to know position of the interviewee Menunjukkan posisi subjek dalam suatu masalah. Hati-hati jangan sampai membuat subjek bersikap defensif. Contoh :bino, bisa kita bicara sebentar? saya tahu bahwa kamu punya masalah dengan temantemanmu sehingga kami seringkali diejek dan ditinggalkan oleh mereka. g. Refer to the person who sent you to the interview Wawancara dapat diawali dengan mengatakan orang yang mengirimkan pewawancara pada subjek. Ingat! Jangan menyebutkan nama sumber tanpa seijin mereka. Contoh : saya saat ini sedang meneliti mengenai dunia persinetronan di Indonesia yang banyak didominasi oleh sinteron cinta dan misteri dan saya mendapatkan informasi dari ibu jujuk bahwa jika saya ingin memperoleh fakta yang akurat mengenai hal tersebut maka saya dapat menghubungi bapak yoyok. h. Refer to the organization you represent Wawancara dibuka dengan mengenalkan perusahaan yang diwakili oleh pewawancara. Hati-hati kemungkinan ada subjek yang tidak suka dengan perusahaan tersebut, untuk itu pewawancara harus mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi selama proses wawancara tersebut. Contoh : selamat pagi, saya jessica dari perusahaan kosmetik Ayu Banget. Saat ini saya akan mempresentasikan beberapa produk baru kami dan kami meminta tanggapan dari bapak dan ibu sekalian. i. Request a specific omount of time Wawancara dapat dibuka dengan memberikan waktu yang pasti mengenai berapa lama wawancara akan berlangsung. Contoh : bisakah saya meminta waktu ibu kira-kira 15 menit untuk mendiskusikan masalah promosi produk kami. j. As a question Awali wawancara dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang membutuhkan jawaban yang ringan. Hal ini dapat membangun rasa percaya diri pada subjek dan dapat membantu pewawancara untuk melakukan orientasi pada subjek. Sebaliknya pertanyaan tertutup akan mengarahkan subjek untuk menjawab dengan jawaban ya/tidak serta dengan singkat dan segera. Ingat! Bahwa wawancara dapat diawali pula dengan menunjukkan komunikasi non verbal, yang berupa senyum, anggukan kepala, menunjukkan kursi untuk subjek duduk, dsb. 4
5 ISI/THE BODY Isi dari wawancara perlu dipersiapkan. Detail atau tidak sangat tergantung dari bentuk wawancara yang digunakan. Pada wawancara informal, diperlukan hanya sedikit persiapan dibandingkan dengan wawancara formal, dimana pada wawancara ini pewawancara harus membuat daftar pertanyaan atau topik yang akan ditanyakan (berupa garis besarnya saja) dengan detail. Jika wawancara yang dilakukan sangatlah formal maka persiapannya pun akan menjadi sangat teliti, yaitu pewawancara harus membuat daftar pertanyaan berikut pilihan jawabannya sebelum memulai wawancara. Persiapan yang perlu dilakukan adalah dengan membuat guide, yaitu suatu garis besar dari suatu topik atau sub topik yang terstruktur dan yang akan diungkap dalam proses wawancara. Guide wawancara akan membantu pewawancara untuk mengembangkan penggalian data yang lebih spesifik dan relevan dengan tujuan wawancara, dapat mengungkap topik-topik yang penting dan menghindari terjadinya kelupaan pada hal-hal yang seharusnya ditanyakan pada subjek, dapat membantu pewawancara untuk menindaklanjuti suatu pertanyaan yang diajukan dan membantu pewawancara untuk membedakan informasi yang relevan atau tidak, serta dapat membantu pewawancara untuk melakukan perekaman sehingga dapat direcall kembali jika dibutuhkan. Guide dapat dibuat berdasarkan : Topik Contoh : wawancara mengenai masalah keuangan di suatu perusahaan, yang dapat dibagi menurut topiknya yaitu keuangan yang berkaitan dengan gaji karyawan, penyediaan barang/kebutuhan perusahaan, perbaikan dan perjalanan yang mungkin dilakukan oleh perusahaan. Waktu Contoh : wawancara mengenai latar belakang pendidikan subjek, yang dapat dimulai sejak SD sampai perguruan tinggi. Space Contoh : wawancara yang dilakukan pada seorang arsitek yang diminta untuk menjelaskan tata letak ruang dari rancangan yang ia buat. Sebab-akibat Contoh : wawancara mengenai dampak dari kenaikan atau penurunan harga BBM. Problem-solusi Contoh : para pejabat rektorat dan para dekan yang mendiskusikan masalah keselamatan para mahasiswa pejalan kaki yang belakangan ini terganggu, dengan adanya berbagai macam kecelakaan, kemudian mereka memutuskan untuk membuat suatu pedestarian yang memadai agar para mahasiswa dapat berjalan dengan aman 5
6 PENUTUP/THE CLOSING Penutup dapat berisi mengenai ringkasan hasil wawancara. Dapat ditandai dengan pewawancara menjawab atau bertanya untuk terakhir kali, lebih santai dan mulai menunjukkan bahwa wawancara telah berakhir. Pastikan penutup dilakukan dengan efektif tujuannya agar hubungan baik yang telah terbina tetap terjaga. Fungsi penutup wawancara adalah : Sebagai tanda bahwa wawancara telah berakhir Contoh : bagaimana jika kita bertemu kembali pada hari Rabu jam 2 siang di tempat yang sama. Sebagai bentuk ekspresi dari adanya dukungan pewawancara untuk menjaga hubungan dengan subjek dan membawa wawancara pada akhir yang positif Contoh : terima kasih atas bantuan anda. Anda telah memberikan informasi yang sangat berharga, yang mungkin tidak dapat saya peroleh dari sumber lainnya. Saya akan memberikan kabatrpada anda jika penelitian saya telah selesai. Dapat berisi mengenai ringkasan wawancara. Pastikan ringkasan tersebut akurat dan mengena pada pokok masalah yang dialami oleh subjek Contoh : dari apa yang telah saudara uraikan pada saya saya dapat menangkap bahwa saat ini saudara sedang mengalami krisis tengah baya, dan masalah itu memang sangat tidak mengenakkan. Saudara pun telah mencoba berbagai macam cara untuk mengatasinya tetapi belum memperoleh hasil yang memuaskan. Penutup yang dibuat oleh pewawancara hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini, : Bersikap jujur dan tulus Tidak tergesa-gesa agar tidak ada informasi yang dilupakan Tidak mengenalkan topik atau ide baru saat wawancara akan berakhir Wawancara baru benar-benar selesai jika telah ditutup Hindari penutupan yang kurang tepat Biarkan pintu terbuka dan persiapkan setting untuk melakukan kontak kembali di waktu yang akan datang Terdapat berbagai macam teknik untuk menutup wawancara, yaitu : Tawarkan apakah subjek ingin bertanya atau tidak Contoh : apakah ada pertanyaan Gunakan clearinghouse questions yang menunjukkan bahwa pewawancara telah menangkap seluruh topik yang dipaparkan subjek, subjek sudah menjawab pertanyaan dan mengatasi segala hal yang perlu mendapat perhatian Contoh : apakah ada hal lain yang belum saya tanyakan berkaitan dengan masalah yang anda hadapi Declare the competition of your purpose 6
7 Contoh : baiklah, semua pertanyaan telah saya ajukan Make personal inquiries Contoh : saya paham mengapa anda merasa terikat Make professional inquiries Contoh : kapan anda akan mulai bekerja Beri tanda jika waktu habis Contoh : waktu kita telah habis. Kita dapat bertemu kembali hari sabtu jam 10 pagi ditempat yang sama Jelaskan mengapa wawancara harus diakhiri Contoh : Maaf, wawancara ini terpaksa harus saya akhiri karena saya sudah memiliki janji dengan orang lain 15 menit lagi Tunjukkan apresiasi atau kepuasan Contoh : Sangat menyenangkan berbicara dengan anda dan terima kasih atas informasi yang telah anda berikan Buatlah janji untuk pertemuan berikutnya Contoh : Anda dapat menemui saya kembali hari senin jam 11 di ruangan saya Ringkaslah isi wawancara Contoh : Baiklah, sepertinya tim anda siap untuk melakukan promosi sesuai dengan jadwal yang anda buat selama ini, benarkan? Tugas : 1. Kerjakan secara berkelompok 2. Pilihlah satu tema atau topik wawancara yang ada dalam satu kelompok 3. Kemudian buatlah guide wawancaranya 4. Kumpulkan saat ujian tengah semester 5. Diketik yang rapi menggunakan Times New Roman 12 dengan spasi : 1,5. 7
8 QUESTIONS AND THEIR USES Dalam setiap proses wawancara, pasti selalu melibatkan pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan yang diajukan memiliki berbagai macam tipe pertanyaan yang dapat mengantarkan wawancara pada proses yang lebih efektif dan efisien serta kedua pihak yang terlibat dapat menikmati proses wawancara. Dari berbagai macam tipe pertanyaan yang ada, secara garis besar terbagi dalam 3 karakteristik, yaitu : A. Open and Closed Questions Perbedaannya terletak pada banyak sedikitnya jumlah respon yang diberikan oleh subjek atau yang diharapkan oleh pewawancara. Open Questions Sifatnya luas dan seringkali berupa sebuah topik serta memberikan kesempatan atau kebebasan pada subjek untuk menentukan banyak/tidaknya informasi yang diberikan. Pertanyaan ini ada 3 tingkatan, yaitu : Highly open Pertanyaan terbuka sepenuhnya tanpa ada batasan Contoh : Coba ceritakan tentang diri anda Apa yang anda ketahui mengenai perusahaan kami Moderate open Ada sedikit batasan untuk jawaban yang diberikan subjek Contoh : Coba ceritakan mengenai keluarga anda Apa yang anda ketahui tentang produk kami Pertanyaan yang tujuannya untuk meminta pendapat subjek mengenai suatu hal tertentu Contoh : Apa respon anda setelah mendengar pernyataan presiden Ri Apa yangterlintas dalam pikiran anda setelah melihat tayangan iklan ini Keuntungan Akan mengundang subjek untuk berbicara dan memberikan banyak informasi Akan terungkap hal-hal penting yang dipikirkan oleh subjek, namun tidak terpikirkan oleh pewawancara Dapat mengkomunikasikan minat dan rasa percaya subjek melalui penilaian yang diberikan subjek 8
9 Mudah untuk dijawab dan jawaban yang diberikan dapat mengungkap ketidakpastian, intensitas perasaan, persepsi, prasangka, dan stereotype tertentu Kerugian Satu pertanyaan mungkin membutuhkan jawaban yang panjang sehingga waktu yang dibutuhkan pun menjadi sangat lama Terkadang informasi yang diberikan tidak relevan/tidak penting, dapat pula subjek menyembunyikan informasi yang penting karena dianggap sensitif, sudah jelas atau berbahaya. Untuk itu diperlukan skill pewawancara untuk menjaga arah dan kendali wawancara Jawaban terkadang sulit direkam, ditulis ulang, atau dikodekan Closed Questions Pertanyaan tertutup dan memiliki batasan, biasanya disertai dengan pilihan jawaban. Bentuknya antara lain : Moderately closed Contoh : kapan anda pindah dari Kalimantan ke Jogja Berapa lama anda sudah mengkoleksi perangko ini Highly closed Contoh : apa pendidikan terakhir anda? SD SMP SMA - PT Pertanyaan yang bersifat bipolar yang meminta subjek untuk memilih salah satu dari dua pilihan yang ada Contoh : Anda suka minum kopi, dengan susu atau tanpa susu Pertanyaan yang bersifat bipolar yang bertujuan untuk mengevaluasi/sebuah pernyataan sikap Contoh : Apakah anda setuju/tidak setuju dengan keputusan pengadilan mengenai kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di departemen wira-wiri? Pertanyaan yang bersifat bipolar yang menuntut jawaban ya/tidak Contoh : apakah anda selama ini menggunakan fasilitas yang disediakan di kampus anda? Asumsinya, pertanyaan bipolar ini adalah pertanyaan dengan 2 kemungkinan jawaban, dan subjek tidak diperbolehkan untuk tidak berpendapat atau menjawab tidak tahu Keuntungan Pewawancara dapat mengontrol jawaban subjek dan mengarahkan subjek pada informasi yang diinginkan oleh pewawancara 9
10 Pertanyaan tertutup tidak memerlukan banyak usaha dari kedua pihak tetapi mendorong pewawancara untuk banyak bertanya tentang banyak hal dalam waktu yang relatif singkat Jawaban mudah untuk direplikasikan, dikodekan, ditabulasi, dan dianalisa berdasarkan hasil wawancara antara satu dengan yang lain Kerugian Hanya berisi sedikit informasi sehingga perlu ada tambahan pertanyaan Tidak dapat mengungkap mengapa seeorang memiliki suatu sikap tertentu atau membuat suatu pilihan tertentu Pewawancara cenderung untuk berbicara lebih banyak daripada subjek dan subjek tidak memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan atas pertanyaan yang diajukan Ada kemungkinan subjek langsung memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan tanpa mengetahui/memahami topik yang diungkap 10
11 B. Primary and Secondary Questions Primary Questions Pertanyaan yang mengarah pada topik/hal baru yang berkaitan dengan topik yang dibahas sebelumnya dan pertanyaan ini dapat berdiri sendiri tanpa harus disertai dengan pertanyaan lainnya Contoh : kemana anda pergi saat tanggal 20 desember jam wib? Secondary Questions Merupakan pertanyaan yang menyertai pertanyaan primer/pertanyaan sekunder lainnya. Bentuk pertanyaan ini dapat muncul jika jawaban yang diberikan oleh subjek tidak lengkap/hanya bersifat permukaan/tidak ada respon dari subjek/membingungkan/tidak relevan/tidak akurat. Secondary questions ini sering disebut dengan probing atau follow-up questions. Berikut ini adalah berbagai macam bentuk secondary questions : a. Silent probes Digunakan saat pewawancara merasa jawaban subjek tidak lengkap atau subjek tampak menolak untuk melanjutkan respon. Silent probes dapat ditandai dengan sikap pewawancara yang diam sesaat dan menggunakan tanda non verbal yang tepat yang tujuannya adalah untuk memotivasi subjek agar terus memberikan respon. Silent probes juga dapat diartikan sebagai adanya minat dari pewawancara terhadap apa yang dikatakan oleh subjek dan menghormati jawaban serta diri subjek. Silent probes juga dapat mengindikasikan adanya ketidak yakinan atau keyakinan dan pemahaman atau ketidak pahaman terhadap apa yang dikatakan subjek serta dapat menghindari terbentuknya sikap defensif dari subjek. b. Nudging probes Digunakan saat silent probes gagal dilakukan atau pewawancara merasa perlu untuk menggunakan respon verbal untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan membalas respon subjek atau menyambungnya dengan pertanyaan. Contoh : ya.. dan? kemudian. Teruskan. Selanjutnya? silahkan dilanjutkan Oh ya? ehm. ehm 11
12 c. Clearinghouse probes Digunakan jika pewawanccara tidak yakin bahwa dirinya telah mengkorek semua informasi penting dari subjek dan pewawancara juga sudah tidak memiliki pertanyaan lebih lanjut yang sifatnya khusus yang dapat diajukan pada subjek. Tujuan dari probing ini adalah untuk memperjelas suatu topik yang sedang dibahas. Contoh : apakah ada hal penting lainnya yang belum saya tanyakan pada anda Apakah ada hal-hal penting yang terlewati oleh saya Sebelum kita teruskan pada masalah yang lain, apakah ada yang belum kita ungkap berkaitan dengan masalah ini d. Informational probes Digunakan jika pewawancara membutuhkan informasi atau penjelasan tambahan. Probing ini dilakukan apabila : Jawaban subjek bersifat permukaan Contoh : coba ceritakan lebih lanjut mengenai.. Apa yang terjadi setelah.. Bagaiman reaksimu terhadap Bagaimana perasaan ayah anda setelah mengetahui masalah.. Jelaskan lebih lanjut pada saya kriteria mengenai.. Apa yang anda katakan saat. Jawaban subjek membingungkan Contoh : saya tidak yakin apakah saya memahami perkataan anda Apa yang ada dalam pikiran anda saat ada mengatakan hal itu Tolong jelaskan pada saya yang dimaksud dengan Jawaban subjek tampak memberikan kesan suatu ekspresi perasaan atau sikap Contoh : mengapa anda merasa seperti itu Apa sikap anda terhadap peristiwa tersebut Seberapa kuat perasaan anda mengenai kejadian.. e. Restatement probes Jika subjek tidak menjawab pertanyaan primer atau subjek memberikan informasi yang tidak berkaitan dengan pertanyaan pewawancara, maka, daripada membuat pertanyaan sekunder akan lebih efektif jika pewawancara mengulangi pertanyaan awal yang telah diajukan dan dapat disertai dengan tekanan suara untuk menunjukkan bahwa pewawancara membutuhkan jawaban subjek. Contoh : 12
13 P : apa pendapat anda mengenai proposal pembangunan gedung di tempat bersejarah tersebut S : ya. menurut saya hal ini berkaitan dengan masalah waktu, dimana banyak tanggung jawab yan dipikul oleh pemerintah P : lantas bagaimana dengan pendapat anda mengenai proposal tersebut Jika subjek tampak menolak untuk menjawab atau tampaknya subjek susah untuk menjawab maka pewawancara dapat mengulangi pertanyaan secara lebih jelas dan mudah untuk dijawab Contoh : P : coba definisikan apa yang dimaksud dengan tanggung jawab S : e tanggung jawab adalah e. anu.. P : dalam bahasa anda sendiri, apa arti tanggung jawab f. Reflections probes Yaitu pertanyaan yang merefleksikan jawaban subjek utnuk memperjelas keakuratan antara yang diberikan subjek dengan yang diterima oleh pewawancara. Pastikan bahwa subjek paham jika pewawancara dalm hal ini sedang mencari penjelasan dan verifikasi, serta tidak mengarahkan subjek pada jawaban yang ingin didengar oleh pewawancara. Contoh : apakah yang anda maksud seperti ini Yang anda maksud fulan atau novi Reflektif jugga dapat digunakan untuk memastikan ketidak jelasan pewawancara Contoh : apakah yang anda maksudkan bahwa diri anda telah berbuat curang dalam ujian kemarin g. Mirror probes Yaitu untuk memastikan bahwa pewawancara memahami jawaban subjek atau untuk memperjelas jawaban yang diberikan oleh subjek untuk menunjukkan bahwa pewawancara paham terhadap informasi yang diberikan oleh subjek secara akurat. Contoh : baik, saya mengerti apa yang anda uraikan dan masalah yang anda hadapi. Anda merasa bahwa dan anda sudah berusaha dengan melakukan tetapi anda belum puas dengan melihat hasilnya. Benar begitu? 13
14 C. Neutral and Leading Questions Semua pertanyaan yang telah kita diskusikan di awal merupakan pertanyaan netral, dimana subjek dapat menentukan jawaban yang akan ia berikan tanpa adanya arahan atau tekanan dari pewawancara. Sebaliknya leading questions adalah pertanyaan yang baik secara eksplisit maupun implisit mengarahkan pada jawaban yang ditentukan atau diinginkan oleh pewawancara. Perbedaan pertanyaan antara kedua dapat dilihat pada tabel di bawah ini Neutral Leading Anda suka kerang laut? Sepertinya anda suka kerang laut? Apakah anda akah menghadiri acara wisuda Anda pasti akan menghadiri acara wisuda? Bagaimana rasanya tinggal di alam bebas Apakah anda tidak suka tinggal di alam bebas Bagaimana film sekuel ini jika Apakah anda lebih menyukai film sekuel ini dibandingkan dengan film yang terdahulu daripada fim yang sebelumnya Bagaimana pendapat anda mengenai aturan kerja yang baru ditetapkan itu Bagaimana menurut anda mengenai aturan kerja yang bodoh itu Coba ceritakan mengenai kebiasaan anda Kapan terakhir anda mabuk minum alkohol Apakah anda pernah mencontek saat ujian Apakah anda sudah berhenti dari kebiasaan anda mencontek Tugas : buatlah secara individual, contoh-contoh pertanyaan dari masingmasing jenis pertanyaan yang ada. Kumpulkan saat mid 14
PEMBUKAAN/ THE OPENING
MENYUSUN WAWANCARA Dalam wawancara, selalu terdiri dari 3 bagian yaitu pembuka, isi dan penutup wawancara. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu mengenai ketiga hal tersebut. PEMBUKAAN/THE OPENING Menit
THE COUNSELING INTERVIEW
THE COUNSELING INTERVIEW Setiap orang yang biasa dipanggil sebagai konselor, bertugas untuk membantu subjek memperoleh insight dan kemampuan untuk mengatasi masalah fisik, emosi, finansial, akademis ataupun
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN
KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti
Keterampilan Wawancara: Menstrukturkan Wawancara
Keterampilan Wawancara: Menstrukturkan Wawancara Pokok Bahasan The Body of the Interview Opening the Interview Closing the Interview Summary The Body of the Interview Panduan Wawancara Panduan wawancara
IFA HANIFAH MISBACH, S.Psi, Psikolog UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
IFA HANIFAH MISBACH, S.Psi, Psikolog UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Interview merupakan salah satu alat ukur untuk memperoleh informasi antara dua orang yang dilakukan dengan cara dua arah di dalam melakukan
Tine A. Wulandari, S.I.Kom.
Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Komunikasi verbal atau lisan yang efektif tergantung pada sejumlah faktor dan tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kecakapan antarpribadi yang penting lainnya seperti komunikasi
QUESTIONS AND THEIR USES
QUESTIONS AND THEIR USES Dalam setiap proses wawancara, pasti selalu melibatkan pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan yang diajukan memiliki berbagai macam tipe pertanyaan yang dapat mengantarkan wawancara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi
Oktaviana Sasmita, S.Psi, M.Si
Modul ke: 02 Nursakinah Fakultas PSIKOLOGI Oktaviana Sasmita, S.Psi, M.Si Program Studi psikologi STRUCTURING THE INTERVIEW STRUKTUR WAWANCARA Opening Opening adalah saat yang paling menentukan seluruh
LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN
54 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 55 No. Jurusan Semester Pekerjaan : : : : PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Skala ini terdiri dari 2, skala yang pertama berjumlah 30 item dan skala yang kedua berjumlah 42 item.
PERTANYAAN UNTUK PAKAR: 1. APA SAJA MANFAAT JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN? 2. SEBERAPA BESAR PENGARUH DARI JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN?
Eps 9 SEGMENT 1 HOST OPENING: SELAMAT SIANG PEMIRSA/ APA KABAR? SAYA HADIR KEMBALI DI HADAPAN ANDA DENGAN SEJUMLAH INFORMASI MENARIK UNTUK ANDA SIMAK/ TENTUNYA SEPUTAR DUNIA PEREMPUAN// MENJADI SEHAT PASTINYA
Bab 3 METODOLOGI PENELITIAN. pendekatan terhadap subjek. Penelitian kualitatif memberikan peneliti
Bab 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian kualitatif sangat bergantung pada pandangan dan cara pendekatan terhadap subjek. Penelitian kualitatif memberikan peneliti informasi yang
dibakukan berdasarkan pengukuran tertentu. Dalam pendekatan kualitatif dilakukan pemahaman
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian mengenai Proses Penyesuaian Diri di Lingkungan Sosial pada Remaja Putus Sekolah. Metodologi penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VII F SMP N 2 Susukan semester 2 tahun ajaran 2013 / 2014 pada kompetensi dasar mendiskripsikan Potensi
Handling Objection; Keberatan Calon Pembeli dan Cara Mengatasinya
Quote of The Day 08 Desember 2017 Handling Objection; Keberatan Calon Pembeli dan Cara Mengatasinya Keberatan Pembeli, merupakan bagian yang secara umum selalu muncul dalam penjualan. Justru tanpa adanya
VERBATIM WAWANCARA KONSELING
VERBATIM WAWANCARA KONSELING Nama konselor Nama konseli Masalah : I Putu Edi Sutarjo : Prema : Tidak bisa berkonsentrasi belajar di kos Pendekatan yang digunakan : Client Centered Narasi : Prema (siswa
BAB II TINJAUAN TEORETIS
BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan pustaka 2.1.1 Komunikasi Teraupetik Menurut Stuart (1998), mengatakan komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpersonal antara perawat dengan klien dalam memperbaiki
MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE
Lampiran 8 MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE 2009.33.032 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL
BPSL BLOK KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BPSL KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2016-2017 BLOK 1.1.2 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 0 Modul 1 : Memulai Wawancara (Beginning an interview) Tanggal : 29 November 2016 Tujuan
(Elisabeth Riahta Santhany) ( )
292 LAMPIRAN 1 LEMBAR PEMBERITAHUAN AWAL FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA Saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah saudara luangkan untuk berpartisipasi dalam penelitian
WAWANCARA. Marheni Eka Saputri
WAWANCARA Marheni Eka Saputri Purpose and Objectives Arti pentingnya wawancara bagi pekerjaan dan perusahaan Mempelajari Jenis Wawancara dan Jenis- Jenis Pertanyaan dalam Wawancara Memahami struktur wawancara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VIII E SMP N 2 Susukan semester I tahun ajaran 2012 / 2013 pada kompetensi dasar mendiskripsikan hubungan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan
Observasi dan Wawancara
Observasi dan Wawancara Modul ke: Struktur wawancara Fakultas PSIKOLOGI Rizka Putri Utami, M.Psi Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id opening Kita perlu membangun rapport, antara lain dapat dilakukan
Metode Observasi Wawancara Klinis & Sosial
Modul ke: Metode Observasi Wawancara Klinis & Sosial Langkah-Langkah Observasi dan Wawancara Klinis dan Sosial Fakultas Psikologi Aulia Kirana, M.Psi.Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts. Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Lengkong yang letaknya di Desa Lengkong, Batangan, Pati, Jawa Tengah. M.Ts. ini berstatus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini diamati tentang penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV kelas
SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I
SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I 1. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman 2. Bidang Bimbingan : Pribadi 3. Kompetensi Dasar : Siswa dapat menemukan masalah yang dihadapi dan belajar
Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.
1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket
Cara Mengatasi Kecemasan
Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,
Cara Membaca Bahasa Tubuh
Cara Membaca Bahasa Tubuh Disunting oleh WikiHowID Editor, Rosy Guerra Memerhatikan sinyal yang dikirim orang dengan bahasa tubuhnya adalah keterampilan sosial yang sangat bermanfaat. Sebagian dari kita
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak
Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PBPP46201 Observasi dan Wawancara Disusun oleh: Herio Rizki Dewinda, M.Psi, Psikolog Zera Mendoza, M.Psi, Psikolog PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
BAB IV ANALISIS DATA. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari
BAB IV ANALISIS DATA Pada bab ke empat ini peneliti akan menguraikan analisis dari data penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari lapangan yang berupa observasi dan wawancara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak
LAMPIRAN A. Autistic Social Skill Profile (ASSP) Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN A Autistic Social Skill Profile (ASSP) RAHASIA No. SKALA PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013/2014 Dengan Hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan
SURAT PERNYATAAN BERSEDIA MENJADI RESPONDEN PENELITIAN
SURAT PERNYATAAN BERSEDIA MENJADI RESPONDEN PENELITIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa
BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE
BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE Komunikasi menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia, setiap hari manusia menghabiskan sebagian besar
TEKNIK FUNDRAISING - Bagian 4 dari 6 IV. TEKNIK MENULIS PROPOSAL. Pendahuluan
TEKNIK FUNDRAISING - Bagian 4 dari 6 IV. TEKNIK MENULIS PROPOSAL Pendahuluan Pengumpulan dana bisa jadi sangat lama, mahal, dan merupakan proses yang membuat frustasi, dan tiada jalan yang bisa memastikan
Gambaran 26konsep pacaran, Nindyastuti Erika Pratiwi, FPsi UI, Metode Penelitian
Gambaran 26konsep pacaran, Nindyastuti Erika Pratiwi, FPsi UI, 2009 3. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pacaran dan perilaku pacaran pada remaja awal. Dalam bab ini akan
Kecakapan Antar Personal
Kecakapan Antar Personal Essay Sopan santun dalam Komunikasi Oleh : Andrian Ramadhan Febriana 10512318 Sistem Informasi 8 Berkomunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam melaksanakan kehidupan
Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan
Wawancara Kerja Peluang Penawaran Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan Tujuan Wawancara Kerja Untuk mengetahui kepribadian pelamar Mencari informasi
Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24
Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/2014 11:41:24 2 Buku BI 3 (12 des).indd 2 16/12/2014 11:41:25 Bintang berkunjung ke rumah Tante Menik, adik ibunya. Tante Menik seorang wartawati. Rumah Tante Menik kecil,
SALESMANSHIP TEKNIK MELAKUKAN PERCAKAPAN SALES MELALUI TELEPHONE. Christina Ariadne Sekar Sari, S.E., M.M. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS
Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS SALESMANSHIP TEKNIK MELAKUKAN PERCAKAPAN SALES MELALUI TELEPHONE Christina Ariadne Sekar Sari, S.E., M.M. Program Studi MANAJEMEN www.mercubuana.ac.id PENDAHULUAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Peneliti melakukan observasi sebelum melaksanakan penelitian. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa
Tata cara pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah (DKT)
Tata cara pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah (DKT) Disampaikan pada perkuliahan Pengembangan Masyarakat di FKM USU Senin/Tanggal 26 Mei 2014. Pelaksanaan FGD/DKT perlu
Endra Handiyana Mahir Closing Tanpa Pusing jjjj
Mahir Closing Tanpa Pusing jjjj MAHIR CLOSING TANPA PUSING Setelah Anda selesai menangani keberatan yang timbul maka saatnya Anda menutup penjualan. Dalam menutup penjualan, lakukan dengan sebaik-baiknya,
Menjadi Penjual Profesional
Menjadi Penjual Profesional 1. Menjadi Penjual Profesional Kenalilah produk yang Anda jual dan kompetitornya: pelajarilah produk yang Anda jual, perusahaan, pasar, produk kompetitor, dan pelanggan Kumpulkanlah
Aku Tidak Mengerti Orang Biasa
5 Aku Tidak Mengerti Orang Biasa Setelah pertengkaran aneh beberapa minggu lalu, aku berhasil mendapatkan hari libur minggu yang menyenangkan. Kali ini tanpa Siska ataupun ketua yang merencanakan menyusun
Konsep Diri Rendah di SMP Khadijah Surabaya. baik di sekolah. Konseli mempunyai kebiasaan mengompol sejak kecil sampai
BAB IV ANALISIS ISLAMIC COGNITIVE RESTRUCTURING DALAM MENANGANI KONSEP DIRI RENDAH SEORANG SISWA KELAS VIII DI SMP KHADIJAH SURABAYA A. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Seorang Siswa Kelas VIII Mengalami
Kejadian Sehari-hari
Tema 5 Kejadian Sehari-hari Menghormati dan menaati orang tua merupakan salah satu perwujudan perilaku yang mencerminkan harga diri. Berperilaku baik, berarti kita juga mempunyai harga diri yang baik pula
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar
06/11/12. Satu bulan kemudian
Mulai mengerjakan skripsi menjadi pekerjaan yag kadang menjemukan bagi mahasiswa semester akhir. Menjemukan karena sudah terbayang segala keribetan/kerumitan. 2 M: Bapak punya topik buat penelitian saya?
Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh. Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA
Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 0 4 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Tahukah Anda?... 1 Strategi Belajar CERDAS... 2 1 Huruf C untuk
Tips Menghadapi Wawancara 5 artikel/tulisan Saran-Saran Menghadapi Wawancara
Tips Menghadapi Wawancara Di bawah ini diberikan 5 artikel/tulisan yang terkait dengan tips & trick menghadapi wawancara kerja (artikel ini kami edit agar relatif mudah difahami). Semoga 5 artikel ini
HANDLING TAMU EVADA EL UMMAH KHOIRO, S.AB.,M.AB PERTEMUAN 5 PRODI D3 ADM. NIAGA SMT 2 TH AJARAN 2016/2017
HANDLING TAMU EVADA EL UMMAH KHOIRO, S.AB.,M.AB PERTEMUAN 5 PRODI D3 ADM. NIAGA SMT 2 TH AJARAN 2016/2017 A. Pengertian Tamu Kantor Adalah Seseorang atau kelompok yang datang ke sebuah perusahaan untuk
Membuka Diri Dalam Interaksi Sugiyatno. SPd Dosen BK FIP UNY
Membuka Diri Dalam Interaksi Sugiyatno. SPd Dosen BK FIP UNY Dalam suatu hubungan antar pribadi dimulai bila dua orang yang berhubungan mulai saling membuka tentang dirinya. Bila kedua pribadi sudah saling
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Dialog awal Karakteristik siswa kelas VIIB SMP N 03 Polokarto yang menjadi subyek penelitian pada pelajaran IPS siswa cenderung mempunyai kemampuan belajar yang masih kurang.
I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan unsur yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Kegiatan pembelajaran dalam kelas sangatlah menentukan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan menjelaskan tentang pendekatan penelitian, karakteristik dan jumlah subjek penelitian, teknik pengambilan subjek, metode pengumpulan data, alat pengumpulan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat, Klaten berdiri pada
26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Profil Tempat Penelitian Sekolah yang menjadi tempat penelitian adalah SMP Negeri 3 Bayat yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengetahui proses pemberian scaffolding untuk mengatasi kesulitan belajar siswa
64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Studi pendahuluan Penelitian tentang pemberian scaffolding pada siswa ini adalah untuk mengetahui proses pemberian scaffolding
Customer Service Excellence. Manajemen Retail
Customer Service Excellence Manajemen Retail Point Penting Memahami pentingnya customer dan customer service Mengidentifikasi internal dan eksternal customer Memahami dan menciptakan kepuasan customer
APA ITU TANGKAPAN PROSPEK?
Pemasaran di Internet terkadang sepertinya merupakan tugas yang mustahil. Pemasaran Email adalah saluran relatif sederhana dan sangat efektif, menurut Asosiasi Pemasaran Langsung, setiap satu dolar yang
BAB 4 PEMBAHASAN. Sesuai dengan ruang lingkup yang sudah dibahas sebelumnya, yang menjadi ruang
BAB 4 PEMBAHASAN Sesuai dengan ruang lingkup yang sudah dibahas sebelumnya, yang menjadi ruang lingkup audit operasional atas fungsi sumber daya manusia pada Hotel Borobudur Jakarta mencakup pelaksanaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Pengetahuan Komunikasi Notoatmodjo (2012) mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran grief pada ayah yang anaknya meninggal dunia secara mendadak. Untuk mendapatkan gambaran tersebut peneliti akan menggali secara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa
PENDAHULUAN. A. Pengertian Wawancara
PENDAHULUAN A. Pengertian Wawancara Wawancara merupakan salah satu dari beberapa teknik dalam mengumpulkan informasi atau data. Pada awalnya teknik wawancara sangat jarang digunakan, tetapi pada abad ke-20
O u t l I n e. T P U & T P K P e n d a h u l u a n P e m b a h a s a n
Proses Komunikasi O u t l I n e T P U & T P K P e n d a h u l u a n P e m b a h a s a n T P U Diharapkan mampu ampu menjelaskan dan menerapkan konsep-konsep dasar dalam komunikasi, jenis dan teknik komunikasi,
BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.
Duduk saling membelakangi, salah seorang berperan sebagai konseli berbicara dan konselor mendengarkan dengan perhatian Duduk berhadapan.
Gantina Komalasari Duduk saling membelakangi, salah seorang berperan sebagai konseli berbicara dan konselor mendengarkan dengan perhatian Duduk berhadapan. Konseli berbicara dan konselor tidak memberi
PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH
PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai presentasi ilmiah. Melalui ekspositori, Anda harus mampu: 18.1. Menjelaskan presentasi ilmiah 18.2. Menjelaskan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester
LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN SKALA KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SKALA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan
BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan pada saat pembelajaran IPA tentang sikap
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada saat pembelajaran IPA tentang sikap ilmiah siswa kelas IV SD Negeri 55/I Sridadi yang meliputi sikap ingin
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui gambaran pembentukan identitas seksual gay dewasa awal maka untuk memahami
Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.
Pengantar Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Seseorang membawa informasi tersebut kemudian menyampaikannya
Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online
Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online http://www.membacacepat.com Modul 2 Bagian 2 Membaca Aktif dan Kritis Terima kasih Anda telah bergabung kembali bersama saya, Muhammad Noer dalam
Nama : Jenis kelamin : Tempat/ Tanggal lahir : Lama Bekerja : Jabatan yang disandang saat ini :
DATA PRIBADI Sebelum Bapak/ Ibu mengisi kuesioner, pada halaman ini terdapat sejumlah pertanyaan yang menyangkut identitas Bapak/ Ibu. Kami harap Bapak/ Ibu bersedia mengisinya dengan menuliskan data diri
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan ini peneliti dapat memperoleh data yang rinci
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi guna mendapatkan data-data dari berbagai sumber sebagai bahan analisa. Menurut Kristi E. Kristi Poerwandari dalam bukunya yang berjudul Pendekatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1 GROBOGAN semester II tahun ajaran 2013-2014 pada kompetensi dasar mengenal
Pencarian Bilangan Pecahan
Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan
BAB IV PENERAPAN LATIHAN ASERTIF DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
BAB IV PENERAPAN LATIHAN ASERTIF DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENT) A. Teknik Latihan Asertif Latihan asertif atau sering dikenal dengan latihan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas IVB pada mata pelajaran matematika kompetensi dasar menjumlahkan bilangan bulat SD Negeri Tlahap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SD Negeri 49 Kota Bengkulu didirikan pada tahun 1983 yang pertama
58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Keadaan SD Negeri 49 SD Negeri 49 Kota Bengkulu didirikan pada tahun 1983 yang pertama kali dipimpin oleh Salimin S, S.Pd (1983-1998),
Pengertian Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh individu, khususnya profesi (konselor, guru, relawan, rohaniawan) dalam membantu & mendampingi klien
Pengertian Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh individu, khususnya profesi (konselor, guru, relawan, rohaniawan) dalam membantu & mendampingi klien Fungsi komunikasi terapeutik Klien dapat merasa nyaman
BAB V HUBUNGAN MOTIVASI BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR ETNIS
BAB V HUBUNGAN MOTIVASI BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR ETNIS Kim dan Gudykunts (1997) menyatakan bahwa komunikasi yang efektif adalah bentuk komunikasi yang dapat mengurangi rasa cemas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen
PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)
1 PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE) A. Identitas Klien Inisial Klien Usia Agama Pendidikan : Ny. F : 42 Tahun : Islam : SMA Nomor Register : 02. 14. 77 Masuk RSJSH : 27/03/2012 Nama Keluarga Alamat
BAB III METODE PENELITIAN. ini digunakan karena adanya realitas sosial mengenai perempuan yang menderita
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini mengenai konsep diri pada perempuan penderita tumor jinak payudara, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode
Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya!
1 Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya! Kusuma Putra http://buatnewsletter.com/ 2 Pesan Dari Penulis Hi, saya Kusuma
3. METODE PENELITIAN
33 3. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berperan dalam bertahannya remaja perempuan dalam relasi pacaran yang berkekerasan. Dalam Gannon, dkk., (2004)
Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008
Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre Copyright Andin Andiyasari Mei 2008 Assessment Centre Sebuah proses penilaian yang dilakukan oleh lebih dari satu penilai (multi-rater) dengan lebih dari satu
