BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Farida Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dahulu hingga sekarang, musik menjadi sesuatu yang universal, sesuatu yang dikenal luas oleh masyarakat di seluruh dunia. Sepanjang sejarah peradaban manusia, musik mengalami perkembangan yang begitu pesat. Beragamnya kebudayaan dan karakteristik manusia berkontribusi terhadap munculnya berbagai aliran musik, seperti musik klasik, pop, rock, jazz, r&b, hip-hop, electronic, dan masih banyak lagi. Di zaman modern ini, perkembangan teknologi memungkinkan akses terhadap musik didapatkan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Orang-orang bahkan sudah menganggap musik sebagai salah satu bagian dari gaya hidup. Industri musik sangat berkembang, orang-orang bisa menikmati musik dengan gadget-gadget terbaru, dan bahkan muncul lembaga-lembaga pendidikan musik yang memberikan pengetahuan akademis mengenai musik, salah satunya yaitu sekolah musik. Sekolah musik adalah tempat dimana pendidikan mengenai musik diberikan. Perkembangan sekolah musik sendiri didukung dengan munculnya berbagai studi dan penelitian akan pengaruh positif pembelajaran musik terhadap kecerdasan manusia, terutama pada anak-anak. Sebuah studi yang dilakukan oleh Schellenberg (2004), mendapatkan hasil bahwa anak berumur 6 tahun yang mengikuti kelas piano maupun vokal, mengalami peningkatan IQ dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti kelas musik. Studi lain yang dilakukan oleh Trainor (2006) mengemukakan bahwa anak berumur 4-6 tahun yang mengikuti kelas musik selama 1 tahun menunjukkan perkembangan otak yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak mengikuti kelas musik sama sekali. Munculnya studi-studi tersebut dan mudahnya akses informasi melalui media televisi maupun internet pada zaman ini, menyebabkan banyak orang tua mulai sadar akan dampak positif pendidikan musik bagi anaknya. Tidak hanya itu, beberapa orang tua juga percaya bahwa pendidikan musik pada anak akan menanamkan rasa 1
2 2 disiplin sejak dini. Dengan demikian, orang tua mulai mencari-cari tempat dimana pendidikan musik tersebut diberikan, salah satunya yaitu sekolah musik. Sekolah musik sudah banyak hadir di Indonesia, sehingga orang tua tidak perlu mencari jauh-jauh. Sekolah musik seperti Yamaha dan Purwa Caraka telah membuka banyak cabang sekolah musik di seluruh Indonesia. Meskipun tidak menutup kemungkinan bagi para pencinta musik dari kalangan remaja maupun dewasa untuk turut berpartisipasi dalam pendidikan musik tersebut, banyak sekolah musik lebih memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak. Setiap sekolah musik tentunya memiliki metode dan kurikulum pembelajaran yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, termasuk aliran musik yang diajarkan. Ada sekolah yang memfokuskan pembelajaran musik modern, musik klasik, ataupun aliran musik lainnya. Pembelajaran di sekolah musik juga dilakukan dengan beragam instrumen musik seperti piano, gitar, bass, drum, biola, vokal, dan masih banyak lagi. Melalui proyek tugas akhir ini, penulis tertantang untuk menghasilkan sebuah perancangan interior sekolah musik klasik bagi anak-anak. Menurut penelitian, musik klasik memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki oleh aliran musik lain. Musik klasik mampu memberikan ketenangan (Scheufele, 1999), meningkatkan konsentrasi (Hallam, 2013), dan bahkan ada penelitian yang menyatakan bahwa musik klasik mampu membantu proses penyembuhan (Honda, 1998). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat sekolah musik klasik untuk mempelajari topik tersebut dengan lebih spesifik. Sebuah sekolah musik klasik tentu saja akan memiliki suasana yang berbeda dibandingkan sekolah musik yang lain. Hal ini menjadi tugas bagi penulis untuk menciptakan rancangan yang mampu mencerminkan image dan karakteristik musik klasik tersebut. Kegiatan pembelajaran musik klasik yang diberikan oleh sekolah musik juga akan membutuhkan sarana dan fasilitas khusus, dengan keperluan yang khusus pula. Tidak hanya demikian, dengan memfokuskan pembelajaran pada anak-anak, penulis kembali tertantang untuk menciptakan rancangan interior yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak-anak. Penulis menyadari bahwa anak-anak yang mengikuti pendidikan musik belum tentu menyukai musik klasik atau memiliki minat untuk mendalami musik klasik. Anak-anak bisa saja mengikuti pendidikan musik atas permintaan atau bahkan paksaan dari orang tua mereka. Hal ini tentu akan berdampak pada keinginan anak untuk belajar.
3 3 Dengan demikian, sudah timbul sebuah permasalahan baru yaitu bagaimana proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif. Hal ini menjadi tantangan bagi penulis untuk menciptakan rancangan interior yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi anak, sehingga tercipta sebuah kondisi belajar yang produktif. 1.2 Identifikasi Masalah Pokok permasalahan yang akan dibahas antara lain : - Bagaimana menciptakan desain sekolah musik yang mampu mencerminkan image dan karakteristik musik klasik, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak? - Bagaimana menciptakan desain yang dapat membangun suasana pembelajaran yang memotivasi anak-anak sehingga meningkatkan produktivitas? - Bagaimana organisasi ruang dan treatment akustik yang baik pada interior sekolah agar tidak terjadi kebisingan auditori? 1.3 Tujuan & Manfaat Tujuan Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : - Mampu untuk menciptakan desain sekolah musik yang dapat mencerminkan image dan karakteristik musik klasik, dan sesuai dengan kebutuhan anakanak. - Mampu untuk menciptakan desain yang mampu memotivasi anak-anak sehingga meningkatkan produktivitas pembelajaran musik. - Mampu untuk menciptakan desain sekolah musik dengan organisasi ruang dan treatment akustik yang baik Manfaat Manfaat yang diharapkan sebagai hasil penelitian ini yakni : - Diharapkan hasil perancangan mampu memenuhi kebutuhan dan memfasilitasi aktivitas pengguna sekolah musik klasik, terutama anak-anak. - Diharapkan hasil penelitian dan perancangan ini bermanfaat bagi mahasiswa Binus University maupun pihak lain yang ingin menambah wawasannya,
4 4 terutama mengenai perancangan interior sekolah musik klasik bagi anakanak. - Diharapkan hasil penelitian dan perancangan dapat berkontribusi terhadap perkembangan dunia interior maupun dunia pendidikan musik untuk kedepannya. 1.4 Ruang Lingkup Kawasan Penelitian Penelitian dilakukan di wilayah DKI Jakarta. Penelitian dilakukan pada beberapa sekolah maupun sanggar musik, yaitu Nuansa Musik, Musicasa, dan Art & Culture Edutainment Center yang bekerja sama dengan Music School of Indonesia. Akan dilakukan perbandingan antara sekolah musik yang satu dengan yang lain, dan hasil penelitian akan dijadikan sebagai referensi perancangan nantinya Batasan Penelitian Batasan penelitian untuk proyek interior sekolah musik ini antara lain : - Sejarah berdirinya sekolah musik - Visi, misi, dan motto sekolah musik - Struktur organisasi sekolah musik - Image dan karakteristik dari sekolah musik - Target market dari sekolah musik - Jumlah staff pengajar dan pelajar - Kapasitas kelas - Jenis ruang & area yang tersedia - Fasilitas yang disediakan - Kurikulum pembelajaran - Aktivitas pembelajaran dan aktivitas eksternal - Pembagian jadwal dan ruangan - Treatment akustik yang digunakan - Treatment interior yang digunakan
5 Batasan Perancangan Bangunan yang akan dirancang menjadi sekolah musik klasik adalah Gedung Salihara di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Perancangan memanfaatkan keseluruhan bangunan namun dalam konteks ini, gedung hanya dianggap sebagai lahan kosong siap rancang. Nama dan identitas dari Salihara itu sendiri dianggap tidak berpengaruh pada rancangan. Sekolah musik klasik yang dirancang adalah sekolah musik dengan penggunanya yakni staff umum sekolah, staff pengajar, pelajar, dan pengunjung. Perancangan sekolah musik klasik ini meliputi ruangan kelas, ruangan pertunjukan, kantor sekolah, serta area-area publik lain pada sekolah, seperti lobi sekolah, perpustakaan, retail store, dan cafeteria. Sedangkan bagian yang menjadi fokus utama perancangan pada proyek tugas akhir ini adalah ruangan kelas dan ruangan pertunjukan. 1.5 Metodologi Penelitian & Perancangan Metode Penelitian Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang sifatnya deskriptif, dengan menganalisa sebuah persitiwa, kegiatan, ataupun sebuah pemikiran. Melalui metode ini, dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu, diperkuat dengan landasan teori yang telah ada, dan kemudian menghasilkan sebuah teori baru. Metode kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk menjalin interaksi secara personal dengan apa yang menjadi bahan penelitian. Penelitian dengan metode kualitatif ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : 1) Metode Kualitatif Non Interaktif / Studi Literatur Yaitu studi kepustakaan dan pengumpulan referensi yang berhubungan musik secara umum, musik klasik, psikologi musik, deskripsi sekolah secara umum, psikologi pendidikan, psikologi anak/remaja, serta gaya arsitektural dan interior terutama pada bangunan sekolah. Studi literatur ini dilakukan melalui buku-buku pengetahuan, majalah, jurnal ilmiah, dan media massa.
6 6 2) Metode Kualitatif Interaktif a. Observasi Lapangan Yaitu peninjauan langsung ke lapangan dengan meninjau objek maupun variabel tertentu. Observasi lapangan ini dilakukan untuk mengamati, mendokumentasi, dan menganalisa setiap hal yang terjadi secara nyata di lapangan. Hal ini mencakup kondisi sekolah musik, aktivitas setiap pengguna, serta fasilitas yang disediakan oleh sekolah musik. b. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai sekolah musik, dan dilakukan dengan pihak yang terlibat didalam sekolah musik, seperti staff umum, staff pengajar, pelajar, maupun orang tua Metode Perancangan Perancangan interior untuk sekolah musik klasik ini dilakukan dengan beberapa proses sebagai berikut : 1) Konsep Perancangan Interior Setelah mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, konsep perancangan merupakan tahap awal dalam perancangan. Segala sesuatu yang menjadi dasar pertimbangan pada perancangan dipikirkan sejak awal dalam proses penyusunan konsep perancangan ini. Konsep perancangan mencakup konsep ide, tema, citra, warna, bentuk, estetika, pencahayaan, penerapan elemen local content maupun green design, dan lain-lain. 2) Pemrograman Ruang / Space Programming Pemrograman ruang dilakukan untuk menjabarkan seluruh aktivitas dan kebutuhan pengguna ruang beserta besaran ruangan yang dibutuhkan, kemudian direkapitulasikan ke dalam skema hubungan antar ruang dan diagram struktur organisasi ruang. 3) Zoning - Grouping Merupakan pembagian area atau ruang berdasarkan hubungan kedekatan ruang dari hasil pemrograman ruang. Zoning merupakan pembagian area berdasarkan tingkat privasi, sedangkan Grouping merupakan pembagian area yang lebih spesifik, yaitu berdasarkan ruang. Dibuat beberapa alternatif Zoning-Grouping, kemudian dianalisa sisi positif
7 7 dan negatif setiap alternatif. Alternatif yang terbaik dijadikan sebagai dasar penggambaran denah. 4) Pembuatan Gambar Kerja & Presentasi Gambar kerja & presentasi merupakan hasil sekaligus proses akhir pada perancangan. Gambar kerja mencakup denah, tampak & potongan ruang, serta detail-detail ruang khusus maupun konstruksi. Sedangkan gambar presentasi mencakup denah dan tampak berwarna, perspektif ruangan, serta pembuatan maket ataupun aksonometri. Kesemuanya merupakan realisasi pemikiran dan konsep desain sebelumnya. 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) BAB 1 - Pendahuluan Bab ini menguraikan latar belakang penelitian, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, metode penelitian dan perancangan, serta sistematika penulisan. 2) BAB 2 - Landasan Teori Bab ini membahas tinjauan umum dan tinjauan khusus. Tinjauan umum adalah tinjauan pustaka yang mengembangkan pemahaman dan wawasan menyeluruh mengenai penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan terhadap suatu topik tertentu. Sedangkan tinjauan khusus adalah pendekatan penelitian terhadap subjek-subjek penelitian secara spesifik. 3) BAB3 Analisa dan Bahasan Bab ini mengaitkan analisa hasil observasi dengan penjabaran studi-studi, seperti studi environmental dan arsitektural, studi aktivitas dan kebutuhan manusia, studi ergonomi dan antropometri, serta studi akan permasalahan spesifik pada interior. 4) BAB 4 - Konsep Perancangan Bab ini menjabarkan konsep perancangan yang akan dibuat, termasuk konsep tema, konsep warna, konsep bentuk, konsep material, konsep pencahayaan, konsep penghawaan, konsep akustik, serta pembahasan mengenai elemen local content dan green design yang dipakai.
8 8 5) BAB 5 - Kesimpulan dan Saran Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian secara keseluruhan, beserta penyampaian saran kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pendahuluan ini merupakan sebuah pengantar untuk menjabarkan hal-hal yang menjadi landasan penelitian seperti latar belakang, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran; waktu atau
BAB 1 PENDAHULUAN. diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah sarana penyucian jiwa dan pengenalan unsur rohani dari diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa dan hati pendengarnya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik yang mengandung irama, lagu, dan keharmonisan yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi ini, pendidikan menjadi sebuah aspek penting bagi suatu masyarakat/bangsa. Mutu pendidikan dituntut untuk terus ditingkatkan karena pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Sekolah Tinggi Musik Bandung 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan musik adalah bidang studi terkait dengan pengajaran dalam musik. Bidang studi ini mencakup semua aspek pembelajaran, termasuk psikomotor (pengembangan kemampuan),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan di bidang teknologi, ekonomi ataupun sosial. Pendidikan sangat diperlukan untuk pengembangan satu
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK HERMINA DI JAKARTA BARAT PAPER TUGAS AKHIR. Oleh: Siswanti Asri Trisnanih ( ) 08 PAC
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK HERMINA DI JAKARTA BARAT PAPER TUGAS AKHIR Oleh: Siswanti Asri Trisnanih (1401083134) 08 PAC School of Design Interior Design Department Universitas Bina Nusantara
Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing
Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing ABSTRAK Desain interior merupakan bagian yang sangat penting dalam pembuatan bangunan tidak terkecuali juga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan adalah kekayaan warisan yang harus tetap dijaga, dan dilestarikan dengan tujuan agar kebudayaan tersebut bisa bertahan terus menerus mengikuti perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas merupakan tempat pendidikan tinggi pada perguruan tinggi setelah masa sekolah menengah atas telah diselesaikan. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di Indonesia pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dari waktu ke waktu dan bahkan pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karaoke adalah satu bentuk nyanyian yang mengeluarkan suara dalam bentuk minus one seperti yang terdapat dalam video karaoke. Sekarang ini karaokecukup canggih, dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni tari merupakan ekspresi yang diungkapkan oleh jiwa seseorang melalui gerakan tubuh yang diiringi musik tertentu sesuai dengan ekspresi yang ingin disampaikan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Olahraga merupakan kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatan ini dalam perkembangannya dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta merupakan Ibukota Negara yang berkembang pesat dan menjadi pusat dari segala macam aktifitas. Jakarta merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara yang
2. Bagi keluarga pasien dan pegunjung Tenang dan percaya akan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien yang menyatakan tersirat dalam interiornya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan rumah sakit sebagai suatu lembaga yang menyediakan pelayanan jasa kesehatan sering kali menimbulkan tekanan psikologis dan ekonomi bagi konsumennya. Selama
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat di Indonesia pasti telah merasakan bahwa teknologi saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dan teknologi maju ini telah memasuki segala aspek
Kementerian Pendidikan Nasional merupakan lembaga pemerintahan yang bertugas meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. salah satu langkah yang di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Proyek Menurut catatan sejarah umat manusia yang sempat terungkap tentang keberadaan dan perkembangan perpustakaan menunjukkan bahwa perpustakaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu negara tidak akan lepas dalam kerjasama dengan negara lain dalam memperat hubungan antar negara, kerjasama tersebut terutama dalam hal politik dan kebudayaan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi di dunia mengalami kemajuan yang begitu pesat. Dari perkembangan teknologi yang sangat pesat ini telah memberikan perubahan yang luar
BAB 1 PENDAHULUAN. Secara universal, seni pertunjukan adalah karya seni yang melibatkan aksi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perancangan Interior Secara universal, seni pertunjukan adalah karya seni yang melibatkan aksi individu maupun kelompok di tempat dan waktu tertentu, biasanya memiliki
WOMAN S BEAUTY CLINIC AND SPA KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. TUGAS AKHIR Semester Genap Tahun 2011/2012
WOMAN S BEAUTY CLINIC AND SPA KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TUGAS AKHIR Semester Genap Tahun 2011/2012 Disusun Oleh : Nama : Nazilah Abdullah NIM : 1200998990 JURUSAN DESAIN INTERIOR SCHOOL OF DESIGN
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Setiap manusia pada hakekatnya memiliki berbagai aktivitas. Dalam satu hari
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Setiap manusia pada hakekatnya memiliki berbagai aktivitas. Dalam satu hari manusia melakukan banyak sekali aktivitas seperti bekerja, bermain dan aktivitasaktivitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Budaya Sunda merupakan budaya yang berpengaruh bagi perkembangan budaya Indonesia. Sunda sedikit banyak memiliki pengaruh pada perkembangan budaya di Indonesia, terutama
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan bidang kuliner yang cukup terkenal. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki bermacam suku bangsa yang menghasilkan
1.Kelengkapan data dan sumber 2.Ketepatan jawaban 3.Keruntutan alur pikir. Ceramah Observasi
RENCANA PEMBELAJARAN MATAKULIAH: DESAIN INTERIOR I SEM : III KODE : SKS :4 JURUSAN :DESAIN DOSEN :HARMILYANTI SULISTYANI, ST, MSc. KOMPETENSI : mewujudkan ide atau gagasan tentang rumah tinggal ke desain
PERANCANGAN INTERIOR FAMILY KARAOKE PROPOSAL PENGAJUAN TEMA TUGAS AKHIR
PERANCANGAN INTERIOR FAMILY KARAOKE PROPOSAL PENGAJUAN TEMA TUGAS AKHIR Oleh: Arianoo Ivan Setiawan 1501175911 School of Design Interior Design Department Universitas Bina Nusantara Jakarta 2015 BAB 1
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Budaya Sunda kini tengah menghadapi tantangan besar dalam proses regenerasi budaya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, di antaranya terjadi degradasi nilai budaya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Peningkatan kualitas hidup suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, hal tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan
ABSTRAK. dan performance, dan sedikit tentang teori. Di kota Bandung masih sedikit terdapat
ABSTRAK Sekolah musik tidaklah jauh berbeda dengan tempat pendidikan lainnya, hanya apa yang diajarkan dan cara pengajaran yang berbeda karena lebih banyak menerapkan latihan dan performance, dan sedikit
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Keberadaan musik sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia seiring dengan perkembangan media audio (radio dan televisi) yang dapat diterima masyarakat. Banyaknya
BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek Di Indonesia seni dan budaya merupakan salah satu media bagi masyarakat maupun perseorangan untuk saling berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya arus globalisasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permainan tradisional atau sering disebut dengan permainan rakyat yang merupakan permainan anak yang sudah ada pada zaman nenek moyang kita dan kemudian turun menurun
Perkembangan golf yang signifikan tidak terlepas dari pembangunan lapangan golf yang berkelanjutan di Indonesia. 2 Jumlah peminat golf dari tahun ke t
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berolahraga merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hiburan. Berolahraga dikatakan sebagai hiburan karena dengan berolahraga, manusia dapat
1.4 Metodologi Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Seni dan desain (art and design) dipandang sebagai dua elemen menyatu yang tidak terpisahkan. Tiap perkembangan seni selalu diikuti oleh visualisasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Olahraga merupakan suatu hal yang penting dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup manusia. Berlari merupakan salah satu jenis olahraga yang
PERANCANGAN INTERIOR PADA PUSAT KEBUDAYAAN BETAWI DIJAKARTA PROPOSAL PENGAJUAN PROYEK TUGAS AKHIR YULI HELVINA
PERANCANGAN INTERIOR PADA PUSAT KEBUDAYAAN BETAWI DIJAKARTA PROPOSAL PENGAJUAN PROYEK TUGAS AKHIR YULI HELVINA 1501204956 SCHOOL OF DESIGN INTERIOR DESIGN DEPARTMENT UNIVERSITAS BINA NUSANTARA 2015 2 BAB
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan salah satu organisasi nongovernment di Indonesia yang bergerak di bidang kemanusiaan sejak tanggal 17 September 1945 berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia seni di Indonesia saat ini sudah berkembang dari zaman ke zaman dan semakin dikenal oleh masyarakatnya. Dari zaman ke zaman seni mengalami banyak perubahan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan, terutama pada kesehatan kulit karena kulit merupakan permukaan terluar dari tubuh manusia.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan wanita akan fasilitas kesehatan dan kecantikan sekarang ini terus meningkat, karena wanita sudah menyadari begitu pentingnya kesehatan tubuh dan merawatnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seni menurut Ki Hajar Dewantara merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnya. Dapat disimpulkan juga pengertian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini bisnis pariwisata sudah menjadi suatu trend, kebutuhan, serta sumber pemasukan yang besar bagi para pengusaha dan negara. Di Indonesia, Bandung merupakan
BAB l PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB l PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lahirnya teknologi informasi sebagai konsekuensi dari perubahan zaman yang semakin modern, terutama dunia industri yang semakin pesat turut mempengaruhi berbagai dimensi
Daftar Isi. Judul Kata Pengantar. Daftar Foto
Daftar Isi Judul Kata Pengantar Abstrak.. Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Foto Daftar Tabel ii iii v viii x xi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang. 1 1.1.1 Sekolah Musik 1 1.1.2 Musik.. 2 1.2 Tema dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang masalah Pada zaman sekarang menikmati kopi sudah menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup banyak orang di dalam kehidupan sehari-hari. Peracik kopi atau Barista
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sekarang ini, salon kecantikan merupakan tempat wajib terutama bagi kaum wanita untuk datang dan melakukan perawatan-perawatan untuk memperindah dan mempercantik tubuh,
BAB 3 METODE PERANCANGAN. data dari sumber literatur hingga survey langsung obyek-obyek komparasi untuk
BAB 3 METODE PERANCANGAN Secara garis besar, metode perancangan ini menggunakan analisis secara kualitatif yang didasarkan pada logika dan argumentasi yang bersifat ilmiah dan rasional. Analisis kualitatif
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. I.1.1 Latar belakang proyek
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar belakang proyek Dalam dekade terakhir pelayanan SPA telah berkembang pesat baik di luar maupun dalam negeri sebagai upaya pelayanan kesehatan. Perkembangan
BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN
BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN V.1 Konsep Perancangan Interior V.1..1 Konsep Desain Perancangan interior untuk Interior Design Department of Binus University ini memiliki tema Dynamic
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekolah kreatif media adalah sebuah lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai wadah bagi para insan kreatif dalam menyalurkan bakat mereka dalam bidang media kreatif
wine. 2 Tempat seperti ini dapat digolongkan sebagai wine house atau wine lounge. Tempat yang di dalamnya terdapat sarana sarana pendukung yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pola dan gaya hidup manusia merupakan salah satu aspek yang mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu contoh perkembangan gaya dan pola hidup adalah mulai masuk
BAB I PENDAHULUAN. agama dan lain lain. Bila hal tersebut dikaji lebih jauh, akan mengandung ajaran dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan adat istiadat. Indonesia terdiri dari 33 provinsi, dengan kata lain terdapat banyak
Laporan Tugas Akhir Desain Interior DI40Z0 Japanese Martial Art Center 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Latar Belakang Umum Salahsatu kebutuhan dasar manusia adalah tetap aman dan sejahtera. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia menciptakan berbagai
1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dan mulai bergesernya nilai-nilai gaya hidup masyarakat, bekerja adalah suatu kewajiban bagi hampir setiap golongan
BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif, karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau
BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Umum Kajian perancangan dalam seminar ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau uraian secara sistematis
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, ruang lingkup penelitian, kontribusi penelitian, metode perancangan, sistematika penulisan, serta daftar pustaka
BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang Proyek
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Proyek Kebutuhan akan sarana hiburan pada saat ini terutama di kota-kota besar semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan kota tersebut. Selain itu pertumbuhan
LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata dunia yang banyak digemari oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara setelah Bali di Indonesia,
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Musik merupakan suatu seni yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Melalui Musik bisa menjadi salah satu sarana untuk mengekspresikan perasaan yang kita rasakan,dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ><
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dipisahkan dari negara Indonesia yang terkenal akan keanekaragamannya. Keanekaragaman ini menjadi unsur perekat kesatuan dan persatuan
produktifitas,efisiensi kebutuhan fisik bagi pengguna.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni adalah bagian yang sangat penting dari sebuah kebudayaan yang mana memiliki suatu peran terhadap kondisi mental dan spiritual manusia. Salah satu bentuknya adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan dan tradisi yang cukup dikenal oleh negara lain. Kebudayaan Jepang berhasil disebarkan ke berbagai negara
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di dunia yang maju seperti sekarang ini, semua orang sangat sibuk dan terus berusaha mengerjakan segala kegiatan mereka. Pekerjaan yang dhadapi bukanlah hal yang mudah,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Galeri merupakan sebuah bangunan yang memiliki fungsi mirip dengan museum dan memiliki kegiatan utama yang sama yaitu kegiatan pameran. Galeri memiliki fungsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini tempat kebugaran dan perawatan menjadi kebutuhan masyarakat kota Bandung pada umumnya. Khususnya kalangan remaja, eksekutif muda, dan dewasa yang membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. pengaruh yang besar salah satunya dibidang kecantikan. Perawatan kecantikan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan gaya hidup masyarakat terutama perkotaan, memberikan pengaruh yang besar salah satunya dibidang kecantikan. Perawatan kecantikan dimasa sekarang ini
BAB I PENDAHULUAN. ibid 3 Profil Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur Dalam Angka 2013, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul Judul laporan dasar program perencanaan dan perancangan arsitektur (DP3A) yang disusun oleh penulis adalah Gedung Rektorat Universitas Darussalam Gontor Ponorogo
Selain itu tingkat polusi di Indonesia yang cukup tinggi, dapat membuat seseorang mudah stress dan tertekan dengan lingkungan yang ada di Indonesia. K
BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara penghasil teh ke lima terbesar di dunia, sejak tanaman teh masuk ke Indonesia dan perkebunan teh menjadi milik bangsa Indonesia, banyak masyarakat mulai menggemari
sebelum mereka memulai pendidikan primer ke jenjang berikutnya 1. Tujuan dari adanya taman kanak-kanak ini adalah sebagai tempat di mana anak-anak dap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masa awal anak-anak (early childhood) adalah tahap pekembangan yang merentang mulai dari masa bayi hingga usia enam tahun, yang di mana pada masa tersebut, otak anak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masyarakat pada awalnya menganggap bahwa musik klasik hanya pantas dinikmati oleh golongan tertentu saja. Musik klasik dianggap sebagai sebuah musik kuno yang dinikmati
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BlueBird adalah sebuah perusahaan yang awalnya bergerak dalam bidang penyedia layanan transportasi umum berupa taxi reguler berdiri pada tahun 1972, lalu berkembang
bangunan saung dengan struktur kayu berfokus pada pengolahan layout dan furniture yang sesuai dengan karakteristik saung tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan sarana yang penting dalam dunia pendidikan untuk mendidik generasi penerus bangsa. Saat ini telah banyak sekolah yang didirikan untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keharusan negara untuk mampu menciptakan rakyat yang cerdas ditiap-tiap bidangnya dan mengenai pendidikan sebagai suatu alat terciptanya negara yang baik dalam perspektif
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Lampu saat ini telah menjadi kebutuhan hidup manusia. Manusia dapat melakukan banyak kegiatan dengan adanya lampu, mereka dapat membaca, menulis, memasak, belajar dan masih banyak lagi kegiatan
ABSTRAK. Penghargaan ini berguna untuk memotivasi mereka menampilkan musik yang terbaik. Dan tolak
ABSTRAK Ruang konser merupakan suatu tempat dimana para pemusik mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini berguna untuk memotivasi mereka menampilkan musik yang terbaik. Dan tolak ukur seorang dapat bermain
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Tumbuhnya penghobi motor jenis adventure trail mengakibatkan tumbuhnya komunitas motor trail yang jumlahnya tidak sedikit dan melakukan kegiatan bersama. Kegiatan meliputi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya Indonesia memiliki kekayaan budaya yang berlimpah dan beragam. Namun dengan kekayaan budaya yang Indonesia miliki ternyata tidak memberikan bukti nyata
Korelasi Hubungan Mata Kuliah Kurikulum 2016 Program Studi Desain Interior
Korelasi Hubungan Mata Kuliah Kurikulum 2016 Program Studi Semester 1 introduction Nirmana Trimatra Introduksi Nirmana Dwimatra Menggambar Dasar Menggambar Konstruktif Estetika Dasar Melatih kepekaan intuisi,
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Di Indonesia, Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) salah satunya disebabkan oleh pelayanan sarana kesehatan yang belum memadai. Dengan memperbaiki pelayanan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sumedang merupakan salah satu daerah kabupaten di provinsi Jawa Barat yang terletak 6 o 44-70 o 83 LS dan 107 o 21-108 o 21 BT dengan luas wilayah 152.220 Ha yang terdiri
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Pos Indonesia yang selanjutnya disebut Kantor Pos merupakan badan usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang layanan sarana komunikasi seperti mengirimkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sangat salah jika terdapat anggapan bahwa musik hanyalah milik para musisi profesional atau akademis. Hampir semua kehidupan manusia telah diisi dengan musik
A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Bagi masyarakat Indonesia, Pusat Kebudayaan dirasa sangat monoton dan kurang menarik perhatian, khususnya bagi kaum muda. Hal tersebut dikarenakankan pusat budaya
BAB 1 PENDAHULUAN. peningkatan kualitas hidupnya pun semakin berkembang. Hal paling dasar yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan manusia akan peningkatan kualitas hidupnya pun semakin berkembang. Hal paling dasar yang dapat menunjang kualitas hidup
BAB I PENDAHULUAN PERANCANGAN INTERIOR SHOWROOM MOTOR SPORT HONDA DI TANGERANG 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa kini terdapat suatu fenomena dimana motor sport dianggap sebagai bagian dari gaya hidup dikalangan pengguna sepeda motor di Indonesia. Hal ini dapat dilihat
1. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Musik telah menjadi kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia, baik itu bagi para pendengar musik ataupun bagi para musisi pencipta lagu. Bagi para musisi
PERANCANGAN INTERIOR LOBI DAN FASILITAS USIA DINI PERPUSTAKAAN GRHATAMA PUSTAKA YOGYAKARTA DENGAN GAYA POP - MODERN PERANCANGAN
PERANCANGAN INTERIOR LOBI DAN FASILITAS USIA DINI PERPUSTAKAAN GRHATAMA PUSTAKA YOGYAKARTA DENGAN GAYA POP - MODERN PERANCANGAN Muji Merry Purwanti NIM 1111793023 PROGRAM STUDI S-1 DESAIN INTERIOR JURUSAN
BAB I PENDAHULUAN. I. A Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I. A Latar Belakang Masalah Pola kehidupan masyarakat kota besar /urban semakin modern, serba cepat, serba instan, sistematis, dan mekanis. Hal- hal itu memaksa masyarakat modern harus
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Condotel adalah tempat dimana tempat yang berfungsi lebih kesebuah bisnis, konon diambil dari bahasa Perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Kebutuhan akan pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipungkiri
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipungkiri ikut serta dalam munculnya berbagai permasalahan kebutuhan akan hunian, terutama pada tingkat
BAB I PENDAHULUAN. 1 P e n d a h u l u a n
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Astronomi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan murni yang melibatkan pengamatan dan penjelasan tentang kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya.
BAB 1 PENDAHULUAN. untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Dengan berolahraga, maka hidup
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Olahraga merupakan gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Dengan berolahraga, maka hidup akan menjadi semakin sehat
BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Negara kita Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar, dan juga memiliki garis pantai yang sangat indah. Salah satu pulau yang mempunyai garis pantai yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi yang berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang peran penting
-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Berlibur merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi bagi masyarakat urban pada saat ini guna melepas kejenuhan dari padatnya aktivitas perkotaan. Banyaknya
