BAB II MESIR PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK
|
|
|
- Yuliani Kusnadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II MESIR PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK A. Sekilas Pemerintahan Monarki Mesir Mesir memang diperebutkan oleh berbagai negara di Eropa, 1 terkait dengan letaknya yang strategis. Negara-negara Eropa memberikan pengaruh pada Mesir, terutama pada masa penguasaan Inggris. Mesir secara resmi jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1882 dari pendudukan Turki Usmani. Pada tahun wilayah Mesir memang merupakan bagian dari imperium Turki Usmani, namun banyak terjadi konflik antara Turki dengan negara Eropa (terutama Inggris). Pasca pendudukan Inggris, Mesir menjadi negara monarki konstitusional dengan penentuan kebijakan yang didominasi oleh Inggris. Pemerintahan Monarki Mesir banyak mengambil contoh dari pemerintahan monarki konstitusional Inggris. Pemerintah Inggris memang sengaja mewujudkan adanya kesamaan dalam rangka mempermudah penguasaan di wilayah Mesir. Mesir pada masa pemerintahan Raja Fuad 2 memang didominasi oleh kepentingan Inggris yang sangat kentara. Meskipun sebagai negara monarki 1 John L Esposito dan John O Voll, Demokrasi di Negara-negara Muslim. Bandung: Mizan, 1999, hlm Raja Fuad adalah merupakan Raja Mesir yang memerintah pada tahun Masa pemerintahan Raja Fuad, sektor kehidupan di Mesir didominasi oleh pemerintahan Inggris. Meskipun Mesir diberi kemerdekaan pada tanggal 28 Februari 1922 dari Inggris, kondisi Mesir masih berada di bawah bayang-bayang penguasaan Inggris. Lihat Mohamed Moustofa Ata, Judul asli tidak dicantumkan, Alih bahasa oleh M. Yehia Eweis, Egypt Between Two Revolution. Cairo: Imprimerie Misr S.A.E, 1955, hlm
2 27 yang dibatasi oleh konstitusi, raja memiliki kewenangan yang tidak dapat diganggu gugat. Seringkali rakyat merasa bahwa sistem pemerintahan monarki inilah sumber dari kesengsaraan dan penderitaan. Sistem pemerintahan monarki Mesir hanya akan membuat kebencian masyarakat semakin meningkat. Pemerintahan tersebut hanya memihak pada raja, bangsawan, tuan tanah, dan kerabat-kerabat yang disenangi oleh raja. 3 Kepentingan rakyat diabaikan oleh pemerintah demi kesenangan raja. Selain kesengsaraan rakyat, pada awal kemerdekaan Mesir dari Inggris 1922 masih terjadi ketidakstabilan politik. Meskipun demikian, sebenarnya Revolusi 1919 cukup membawa angin segar bagi Mesir. 4 Pasca revolusi tersebut, mulai berkembang rasa nasionalisme bangsa Mesir dan intelektual generasi muda meningkat. Namun, nampaknya hal tersebut belum cukup untuk mengubah wajah Mesir dan menundukkan dominasi Inggris di Mesir. Kuatnya dominasi Inggris dan lemahnya mental pemerintah Mesir membuat situasi semakin memanas. Krisis terjadi dimana-mana dan kesenjangan antara istana dan rakyat meningkat tajam. Keadaan tersebut berlangsung sampai dengan tahun Raja Fuad memiliki ambisi keinginan untuk pemerintahan otoriter. Dia tidak pernah mengakui hak-hak rakyat, dia juga tidak ingin mewujudkan 3 Ibid., hlm Gershoni Israel, dan Jankowski, James P, Egypt, Islam, and The Arabs: The Search for Egyptian Nationhood, Oxford: Oxford University Press, 1986, hlm. 270.
3 28 kedaulatan bahwa dalam negara berasal dari kehendak rakyat, dan bahwa Raja hak berdaulat atas nama rakyat. Absolutisme Raja Fuad yang ditandai oleh antagonisme ke arah semua pemerintah yang populer, pelanggaran berulangulang konstitusi, dan upaya untuk menahan kehidupan konstitusional Ketidakstabilan dalam kehidupan politik, ketidakamanan, krisis berulang, kesenjangan yang tumbuh antara istana dan rakyat, dan perjuangan melawan dominasi asing meningkat, ditandai panggung politik di Mesir sampai Raja Fuad merupakan seorang Raja yang otoriter dalam pemerintahan sehingga tidak disenangi oleh rakyatnya. Sifat loyalnya terhadap pemerintahan Inggris membuat kebencian rakyat terhadap dirinya semakin mendalam. Raja Fuad dalam menjalankan pemerintahannya tidak didasarkan atas asas demokrasi yang mementingkan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, pasca meninggalnya Raja Fuad dan digantikan oleh Raja Farouk seolah membawa angin segar bagi masyarakat Mesir. namun, hal tersebut tidak merubah keadaan Mesir yang tetap berada dalam lingkaran pemerintahan monarki. B. Situasi Politik Mesir Sekitar abad ke-20, di Mesir timbul usaha untuk mengakhiri kolonialisme Inggris di wilayah Mesir. Pemerintahan Inggris menguasai Mesir sejak tahun 5 Terjemahan bebas dari King Fuad had a craving ambition for authoritarian rule. He had never recognized the rights of the people, nor did he wish to realize that sovereignty within a state derives from the will of the people, and that the King exercises sovereign rights on behalf of the people. King Fuad s absolutism was marked time and again by his antagonism towards all popular governments, his repeated violation of the constitution, and his attempts to stifle constitutional life. Instability in political life, intermittent waves of insecurity, recurring crises, the growing gap between the palace and the people, and the intensifying struggle against foreign domination, characterized the political scene in Egypt until Lihat Mohamed Moustofa Ata, op.cit., hlm. 70.
4 Masyarakat Mesir memimpikan hidup bebas di negaranya tanpa ada penguasaan asing yang mendominasi. Pemerintahan Inggris menguasai Mesir dikarenakan ikut ambil bagian mengenai kepemilikan saham di Terusan Suez yang memiliki peran penting di dunia internasional. Seperti halnya di negaranegara Afrika lainnya, penjajahan atas suatu wilayah oleh negara lain selalu berdampak negatif. Masyarakat mulai jenuh dan berusaha meminta kebebasannya dari Inggris. Adapun keinginan untuk mewujudkan Mesir menjadi sebuah negara yang merdeka dipelopori oleh Partai Wafd yang merupakan partai terbesar Mesir. 7 Partai Wafd memiliki pengaruh paling kuat dalam pemerintahan Mesir. Pemerintah Inggris merespon keinginan Partai Wafd dengan memberikan kemerdekaan bagi Mesir yang diproklamirkan pada bulan Februari Keputusan yang diberikan Inggris kepada masyarakat Mesir ibarat memberikan harapan yang palsu. Meskipun Mesir diberi kemerdekaan, namun Inggris masih tetap mengurusi hal-hal vital terkait dengan kenegaraan Mesir. 6 M. Hamdan Basyar, Bagaimana Militer Menguasai Mesir, Jurnal Ilmu Politik 3. Jakarta: Gramedia, 1998, hlm Partai Wafd atau Wafdist bermula dari suatu gerakan kebangsaan yang dipimpin oleh Saad Zaglul Pasha. Nama Wafdist berasal dari kata Wafd yang artinya perutusan. Partai perutusan inilah yang terus-menerus memegang kunci gerakan politik di negara Mesir. Dalam pembahasan selanjutnya, penulis cenderung memakai sebutan Partai Wafd untuk menggantikan sebutan Partai Wafdist. Lihat di Oemar Amin Hoesin, Gelora Politik Negara-negara Arab. Jakarta: Tintamas, 1953, hlm. 32.
5 30 Bila dilihat dari sumber daya manusianya, Mesir bukan negara terbelakang seperti halnya negara-negara di wilayah Afrika lainnya. Partai Wafd yang sejak awal dibentuk memang selalu mengupayakan kemerdekaan bagi Mesir. Selain Partai Wafd, ada pula kelompok-kelompok lain yang menginginkan kemerdekaan. Golongan bangsawan kerajaan Mesir juga menyerukan tentang kemerdekaan. Banyak kalangan yang mendengungkan kebebasan, semua mempunyai misi yang sama, yakni kemerdekaan bagi bangsa Mesir. Berbagai perselisihan terjadi dalam tubuh pemerintahan Mesir ataupun masyarakat pada umumnya. Di antara kaum elit Mesir sendiri terdapat perselisihan yang tidak bisa dihindarkan. Partai Wafd sering berselisih paham dengan Raja Farouk, sehingga masalah-masalah yang berkaitan dengan hajat orang banyak sering terbengkalai. 8 Akan tetapi, apabila anggota Partai Wafd berselisih paham dengan Raja Farouk, Inggris seolah berusaha menjadi penengah. Melihat hal itu, maka dapat disimpulkan bahwa Inggris masih memiliki andil yang kuat dalam pemerintahan Mesir. Kemerdekaan Mesir tahun 1922 terwujud karena adanya kerjasama antara para pemimpin Mesir yang terdiri dari kaum bangsawan, tuan tanah, dan para pekerja. Pada tahun 1923 Undang-Undang Dasar Mesir sebagai negara baru disahkan, namun Inggris masih mengawasi gerak dan perkembangan Mesir. Hal ini dibuktikan dengan pemerintahan Inggris masih menetapkan gubernurnya di Mesir. 8 M. Hamdan Basyar, op.cit., hlm. 85.
6 31 Mesir diberikan kemerdekaan oleh Inggris sebagai negara monarki konstitusional dengan beberapa ketentuan. Ketentuan yang harus dijalani Mesir demi status kemerdekaannya masih berkaitan erat dengan penguasaan Inggris di Mesir. Inggris menetapkan empat masalah yang menjadi tanggung jawab Inggris di Mesir. Keempat masalah tersebut adalah (1) masalah Sudan, (2) keamanan Mesir dari intervensi asing, (3) pengawasan Terusan Suez, dan (4) penjaminan kepentingan asing dan minoritas. 9 Pemerintahan Inggris tetap memiliki dominasi di Mesir tentu dengan alasan, bahwa Mesir dan Afrika Selatan merupakan pos terpenting untuk kerajaan Inggris. 10 Mesir sebagai wilayah yang strategis banyak diperebutkan oleh bangsa-bangsa asing baik dari Eropa maupun Asia. Wilayah Mesir pernah pula menjadi jajahan Turki. Penguasaan Inggris atas wilayah Mesir dalam rangka menanamkan pertahanan kedua negara tersebut. Terutama pada saat Perang Dunia I berlangsung, Mesir dengan suka rela berkorban membantu Inggris. Kemudian pada tahun 1936 dibentuk pula aliansi Inggris Mesir dalam military occupation atas Terusan Suez selama 20 tahun. 11 Seiring berjalannya waktu, kedudukan Inggris semakin kuat di Mesir. Jamahan kekuasaan Inggris semakin terasa di seluruh sektor pertahanan 9 Ibid., 10 Aksan Andono, Krisis di Timur Tengah (Mesir): Kumpulan Diskusi- Diskusi. Yogyakarta: UGM Press, 1956, hlm Ibid.,
7 32 Mesir, antara lain pelabuhan, lapangan udara, dan instalasi penting. Pasukan Inggris menguasai seluruh daerah strategis di sepanjang Sungai Nil. 12 Adanya keterikatan Mesir dengan Inggris kian mengeras lantaran Mesir memutuskan hubungan dengan Jerman. Mesir dengan bersikeras menyatakan perang terhadap Jerman menyebabkan suasana semakin memanas pasca pecahnya Perang Dunia II. Masyarakat Mesir hidup dalam sebuah tekanan yang menyebabkan ketidaknyamanan, meskipun hidup di tanah sendiri. Tekanan yang pertama justru berasal dari pemerintahan Mesir di bawah Raja Farouk, sedangkan yang kedua berasal dari pengaruh Inggris yang telah mengakar di Mesir. Masyarakat Mesir, terutama generasi muda mengalami keterbelakangan yang merupakan akibat dari tekanan tersebut. Keterbelakangan yang dialami oleh generasi muda Mesir menyebabkan mereka sulit memahami konsep-konsep patriotisme dan nasionalisme dalam kehidupan Eropa modern. Bersamaan dengan solusi masalah tersebut, rektor Universitas Al-Azhar 13 melalu pidatonya mengungkapkan bahwa mahasiswa-mahasiswa Mesir harus segera belajar mengenai batasan-batasan geografi dan poros nasionalisme. Nasionalisme datang ke Mesir bersama-sama 12 Anshari Thayib dan Anas Sadaruwan, Anwar Sadat: Di Tengah Teror dan Damai. Surabaya: PT Bina Ilmu, 1981, hlm Universitas Al Azhar merupakan pusat pengkajian Islam tertua di dunia, masih memerankan peranan dalam mengembangkan kesarjanaan Islam dan memelihara warisan Islam. Keberadaan Universitas Al Azhar cukup diperhitungkan dalam dunia politik Mesir. Penguasa manapun yang hendak bertahan di Mesir harus selalu memperhitungkan Universitas Al Azhar. Lihat Rifyal Ka bah, Islam dan Serangan Pemikiran: Sebuah Gejala al-ghazwul Fikri. Jakarta: Granada Nadia, 1994, hlm. 41.
8 33 dengan peradaban baru dan membentuk dasar-dasar hubungan internal dan eksternal. Di bawah Raja Fuad, Mesir mempunyai pemerintahan dan konstitusi yang tetap, akan tetapi hanya sebagai lambang dan boneka dari Inggris saja. Sampai ketika Raja Fuad meninggal dunia pada tanggal 28 April 1936, Mesir tampaknya belum adanya tanda-tanda merasakan kemerdekaan sepenuhnya. 14 Sepeninggalan Raja Fuad, pemerintahan Mesir jatuh ke tangan Farouk yang pada waktu itu masih berumur 17 tahun. Raja Farouk dilahirkan pada tanggal 11 Februari Raja Farouk menikah dengan seorang gadis cantik yang bernama Youssef Zufikar Pasha. 15 Raja Farouk sangat pandai untuk menarik simpati rakyat Mesir. Raja Farouk selalu bersikap baik dan ramah kepada rakyatnya untuk memberikan kesan bahwa Raja Farouk adalah pemimpin yang bijaksana. Raja begitu popular di mata masyarakat Mesir. Ia sering melakukan perjalanan ke daerah-daerah di sepanjang Sungai Nil. Ia mengunjungi desadesa dan masjid-masjid. Setiap hari Jum at, Raja Farouk selalu mengerjakan Shalat Juma at bersama rakyatnya. Setiap saat ia berpidato di radio milik pemerintahan dan seolah berbicara pada rakyatnya. Hal itu memberi kesan kepada rakyat Mesir bahwa Raja Farouk adalah seorang pemimpin yang baik. Juga seorang muslim yang baik. Apalagi tiap orang selalu melihat dimana- 14 Anshari Thayib dan Anas Sadaruwan, op.cit., hlm Tidak banyak buku yang menjelaskan mengenai istri Raja Farouk yang bernama Youssef Zufikar Pasha. Hanya dijelaskan bahwa ketika menikah, istri Raja Farouk tersebut berumur 17 tahun dan pernikahan Raja Farouk digelar dengan sangat megah, serta dihadiri oleh para negarawan besar. Raja Farouk memberi nama istrinya yang cantik tersebut dengan sebutan Farida yang memiliki arti hanya satu. Lihat Ibid., hlm. 6.
9 34 mana Raja Farouk tampil dengan tarbus (semacam topi gaya Turki) merahnya. 16 Raja Farouk memerintah di Mesir dengan gelar Farouk I. Melihat sifat dan perilakunya yang baik dan perduli terhadap rakyatnya, Raja Farouk menerima banyak pujian dari masyarakat Mesir. Rakyat menyambut pemerintahan Raja Farouk dengan sorak-sorai. Hal ini dikarenakan rakyat sudah lemas dengan pemerintahan diktator Raja Fuad. Munculnya Raja Farouk di pemerintahan Mesir awalnya dianggap sebagai rahmat yang turun dari langit untuk menolong Mesir. 17 Nama Raja Farouk kemudian menjadi sangat popular di masyarakat dan banyak dibangga-banggakan oleh rakyatnya. Kepemimpinan Raja Farouk dalam pemerintahan Mesir awalnya banyak memperoleh dukungan dari generasi muda, yakni para mahasiswa yang bersekolah di Universitas Al Azhar. Para mahasiswa memberikan dukungan dan simpatinya kepada Raja Farouk. Hal tersebut terbukti dengan adanya demonstrasi besarbesaran yang berlangsung satu hari sebelum Raja Farouk menikah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 21 Januari 1938, para mahasiswa melakukan demonstrasi di Kairo dengan meneriakkan yel-yel yang memuja Raja Farouk. Mereka mengungkapkan rasa kagum, simpati, dan dukungan sepenuhnya terhadap pemerintahan Raja Farouk di Mesir. 16 Ibid., 17 Oemar Amin Hoesin, op.cit., hlm. 39.
10 35 Memang, ada beberapa kalangan yang mendukung sepenuhnya kepemimpinan Raja Farouk di Mesir. Kalangan tersebut berasal dari masyarakat yang menginginkan perubahan pada pemerintahan Mesir, berbeda dengan masa pemerintahan Raja Fuad. Kepemimpinan Raja Farouk pada sekitar tahun 1936 sebenarnya masih menimbulkan pro dan kontra oleh berbagai pihak. Partai Wafd yang merupakan salah satu partai memiliki banyak pendukung di Mesir sedikit menentang kepemimpinan Raja Farouk yang masih muda. Partai Wafd pernah melakukan bentrok dengan istana dan Universitas Al- Azhar di bawah pimpinan Mustafa Nahas Pasha, 18 bersikeras bahwa Raja Farouk tidak dapat melaksanakan kekuasaan penuh sebelum berumur dua puluh satu (yang baru akan dicapai tahun 1941), sedangkan raja mengklaim haknya ketika mencapai delapan belas tahun. 19 Rektor Universitas Al-Azhar yang bernama Mustapha Al Maraghi, kemudian memberikan fatwa dan dukungan kepada Raja Farouk terkait dengan kekuasaannya sebagai pemimpin Mesir. Mustapha Al Maraghi merupakan musuh bebuyutan dari Partai Wafd Nahas Pasha adalah pemimpin Partai Wafd dan telah beberapa kali menjabat dalam kabinet pemerintahan di Mesir. Ia merupakan orang yang cukup berpengaruh dalam dunia politik Mesir, meski terkadang pendapatnya berlawanan dengan Raja Farouk, dan dianggap membahayakan posisi Raja Farouk di Mesir. Lihat Mohamed Moustofa Ata, hlm Mohamed Heikal, Anwar Sadat: Kemarau Kemarahan. Yogyakarta: Grafity Press, 1984, hlm Anshari Thayib dan Anas Sadaruwan, op.cit., hlm. 5.
11 36 Pada masa pemerintahan Raja Farouk, dikirimlah sebuah delegasi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nahas Pasha ke Inggris dalam rangka musyawarah perjanjian keamanan bersama. Perjanjian tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 1936, empat bulan setelah Raja Farouk berkuasa di Mesir. 21 Dengan dalih melaksanakan perjanjian tersebut, Inggris berhak menempatkan pasukanpasukannya di wilayah Mesir. Hal tersebut terutama di sekitar wilayah Terusan Suez. Penempatan kembali pasukan-pasukan Inggris di wilayah Mesir sama halnya dengan kembalinya penguasaan Inggris atas wilayah dan pemerintahan di Mesir. Ada berbagai kalangan yang menentang kebijakan yang diambil oleh Raja Farouk tersebut. Berbagai protes dan demonstrasi dilancarkan melalui media surat kabar, maupun televisi. Guna meredam demonstrasi tersebut, dilakukanlah penangkapan oleh sejumlah oknum dalam rangka mengurangi perlawanan. Meskipun demikian, Raja Farouk tetap bersikeras melanjutkan perjanjian bilateralnya dengan pemerintahan Inggris dalam rangka menjaga keamanan Mesir. Pada tanggal 11 Juni 1940, ancaman Italia terhadap Mesir semakin meningkat. Pasukan-pasukan Italia sudah berjaga-jaga di berbagai sudut wilayah Mesir. Pemerintahan Inggris tetap tidak bergeming untuk memberikan bantuan dalam rangka menjaga stabilitas Mesir. Sejalan dengan semakin memanasnya keadaan di Mesir, terjadi persoalan politik dalam pemerintahan. Kabinet Ali Maher 21 Ibid.,
12 37 Pasha 22 jatuh, dan Partai Wafd tidak dapat membentuk pemerintahan yang baru. Keadaan tersebut membuat Raja Farouk gelisah terkait dengan keberlangsungan pemerintahan Mesir. Kemudian tokoh politik yang setia terhadap Raja Farouk, Hussein Sirry Pasha 23 membentuk pemerintahan baru dengan mengumbar visi dan misinya untuk segera mengakhiri peperangan. Hussein Sirry Pasha berjanji akan segera mengadakan perombakan di berbagai bidang untuk memperbaiki keadaan. Di dalam situasi seperti itu, muncul beberapa perpecahan di dalam masyarakat Mesir. Kelompok-kelompok tersebut muncul sesuai dengan idealisme mereka. Adapun kelompok tersebut ada yang mendukung Inggris, ada yang pro fasis (Italia dan Jerman), dan ada pula anti Inggris dan Italia. Gamal Abdul Nasser beserta rekan-rekannya inilah yang kemudian meletakkan pilihannya pada kelompok anti Inggris maupun Italia. Di bawah pemahaman yang sama, mereka kemudian menyatukan kekuatan untuk melawan pemerintahan yang pro Inggris. 22 Aly Maher Pasha merupakan Perdana Menteri Mesir, dan memiliki banyak peran dalam pemerintahan Mesir. Sekitar tahun 1952 ketika Revolusi Mesir 23 Juli 1952 dilancarkan, ia memberikan nasehat kepada Raja Farouk supaya melakukan perombakan Undang-Undang Dasar. Ia juga turut melakukan pembersihan kabinet pasca Revolusi Mesir 23 Juli Lihat lampiran Pemberontakan Militer di Mesir, Pewarta Soerabaia (Kamis 24 Juli 1952), Surabaya: N.V. Pewarta-Soerabaia, hlm Husein Sirry Pasha membentuk kabinet baru pada awal bulan Juli Pada saat itu dunia politik Mesir dalam kondisi yang kritis. Husein Sirry Pasha ditunjuk oleh Raja Farouk untuk mengatasi kondisi tersebut dan mengembalikan keadaan menjadi lebih stabil. Namun, kabinet ini hanya berlangsung selama sekitar 3 minggu,setelah itu digantikan oleh Aly Maher Pasha. Lihat lampiran Krisis Politik Mesir, Pewarta Soerabaia (Edisi Kamis 3 Juli 1952), Surabaya: N.V. Pewarta-Soerabaia, hlm. 1. (bagian 1)
13 38 Mesir banyak mengalami pergolakan politik sebelum revolusi. Pemerintahan Mesir di bawah Raja Farouk mengalami kemerosotan dalam berbagai bidang. Tidak adanya pembatasan kekuasaan raja, membuat raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Hal tersebut yang membuat masyarakat Mesir tidak lagi memuji dan mengagumi sosok Raja Farouk. Banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam pemerintahan. Penyimpangan tersebut salah satunya ditandai dengan maraknya korupsi yang dilakukan oleh kalangan bangsawan, kriminaitas, dan ketidakadilan membuat kekecewaan dikalangan kelompok-kelompok masyarakat. Korupsi merupakan salah satu penyimpangan yang dilakukan oleh Raja Farouk. Raja Farouk memiliki aset yang beragam, uang, dan lahan yang luas. Perlu diketahui, sebenarnya perilaku korupsi di Mesir mulai ada sejak penguasaan Muhammad Ali Pasha Sampai pada saat Revolusi Mesir 23 Juli 1952 dicetuskan, topik yang paling hangat dibicarakan adalah tentang korupsi. C. Kondisi Sosial-Ekonomi Secara historis, bangsa Mesir merupakan bangsa yang tidak suka dengan kekerasan. 24 Sejak abad ke 19, Bangsa Mesir lebih suka hidup dalam kedamaian tanpa adanya perselisihan antar kelompok. Bangsa Mesir dikatakan sebagai bangsa yang moderat, termasuk dalam menjalin hubungannya dengan Inggris. Adanya anggapan tersebut cukup masuk akal, mengingat pemerintahan Mesir 24 Lillian Crag Harris, Egypt: Internal Challenges and Regional Stability. New York: Royal Institute of International Affairs, 1988, hlm. 8.
14 39 yang mempunyai sifat loyal dan tunduk kepada Inggris yang mempunyai kekuasaan atas semua yang ada di wilayah Mesir. Mulai dari sumber daya alam, potensi wilayah, kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. Mesir selama ini merupakan salah satu objek studi yang menarik, karena Mesir adalah negara Arab pertama di Timur Tengah yang terkena pengaruh langsung dari Eropa. 25 Hal ini tentu tidak terlepas dari pengaruh budaya yang ditularkan oleh penjajahan Inggris di tanah Mesir sejak abad ke-19. Di sisi lain, dalam prestasi budaya dan intelektualnya, Mesir berada di barisan terdepan di antara negara-negara Arab. Salah satu bukti maju dan berkembangnya intelektual di Mesir adalah dengan berdirinya Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir dan dianggap sebagai universitas tertua di dunia. Masyarakat Mesir merupakan bangsa keturunan Arab yang masih memiliki darah keturunan para nabi dan rasul. Secara historis, bangsa Mesir merupakan bangsa yang religius dan menjalankan kehidupannya sesuai dengan ajaran dan tuntunan Islam. Adat istiadat Islam masih tertanam kuat dan menginternalisasi di dalam jiwa masyarakat Mesir. Hukum dan peraturan Islam juga masih banyak diterapkan dalam pemerintahan Mesir. Namun, setelah kedatangan bangsa Eropa (terutama Inggris) terjadi berbagai perubahan di Mesir. 25 M. Yusron, Orientalisme, Modernisasi, dan Ekonomi-Politik Tiga Pendekatan di Dalam Studi Sejarah Islam Mesir sebagai Kasus, Al-Jami ah: Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam No 38 Tahun Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1989, hlm. 63.
15 40 Mesir sering dianggap sebagai garda depan perkembangan politik, sosial, intelektual, dan keagamaan di dunia Arab dan di dunia muslim yang lebih luas. 26 Selama lebih dari dua dasawarsa, penguasa Mesir telah bertarung menghadapi kebangkitan Islam yang menentang keras negara dan elit penguasa. Munculnya gerakan-gerakan Islam pembaharu di dunia berpedoman pula dengan gerakangerakan yang terdapat di Mesir. Tidak keliru apabila Mesir dianggap sebagai barometer gerakan pembaharu Islam di dunia. Sejarah Mesir secara hakekat tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam di dunia. Pengaruh Islam yang terdapat di Mesir dirasakan pula oleh negaranegara lain baik di wilayah Afrika maupun Asia. Ideologi Mesir berdasarkan atas doktrin Islam yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Pada awal pendudukan Turki/Ottoman, baik sistem kepercayaan maupun kondisi materialnya telah mengkristal dan hanya sedikit mengalami perubahan pada tiga abad berikutnya. 27 Pada abad ke-19 ketika Mesir jatuh dalam penguasaan Inggris mulai terjadi pergeseran-pergeseran baik dari segi kebudayaan dan menyangkut ritual keagamaan. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengaruh adanya modernisasi di negara Mesir hampir seluruhnya berasal dari penjajahan Inggris. Modernisasi itu sendiri 26 John L Esposito dan John O Voll, Demokrasi di Negara-Negara Muslim. Bandung: Mizan, 1999, hlm Ibid., hlm. 64.
16 41 dicapai dengan pembangunan, atau pembangunan membawa modernisasi. 28 Masyarakat Mesir (terutama kelompok Ikhwanul Muslimin) merasa khawatir terhadap perkembangan Mesir akibat dominasi Inggris. Pengaruh Barat kepada negara-negara Timur merupakan peristiwa yang terpenting dalam sejarah modern sejak permulaan abad ke-19. Bahkan pengaruh Yunani dan Romawi sudah ada sejak Mesir kuno. Pertikaian-pertikaian yang sering terjadi dalam lingkup sosial, ekonomi, agama, dan ilmu pengetahuan selalu tampak apabila masyarakat tua sebagai yang didapati di sana bertukar menjadi masyarakat modern. 29 Hal inilah yang terjadi pada masyarakat Mesir. Masyarakat Mesir yang memiliki tingkat religius terhadap pemahaman Islam yang tinggi harus menghadapi masuknya pengaruh asing. Masalah yang sulit dan berbelit-belit timbul karena masyarakat hendak menyesuaikan diri dengan cara hidup yang baru tersebut, tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Masyarakat seolah dipaksa untuk menerima pengaruh Inggris yang tidak sesuai dengan sya riat Islam yang selama ini dijunjung tinggi. Gaya hidup modern dan kebarat-baratan secara perlahan mempengaruhi generasi muda Mesir. Akibatnya timbullah kelompok-kelompok oposisi dalam masyarakat, terutama masyarakat Mesir yang menjunjung tinggi hukum dan nilai Islam. Salah 28 Sidi Gazalba, Modernisasi dalam Persoalan Bagaimana Sikap Islam?. Jakarta: Bulan Bintang, 1971, hlm Philip K Hitti, Sejarah Ringkas Dunia Arab. Yogyakarta: Iqra Pustaka, 2001, hlm. 240.
17 42 satu kelompok oposisi yang menentang masuknya pengaruh kebudayaan asing tersebut adalah Ikhwanul Muslimin. Selama 150 tahun terakhir, Mesir telah sering berada di tepi kehancuran ekonomi. Meskipun keinginan untuk reformasi ekonomi memainkan peran utama dalam Revolusi Mesir 23 Juli 1952, sejak saat itu pemerintah tetap tidak dapat menetapkan program ekonomi yang jelas. Pemerintah mulai dapat meningkatkan perekonomiannya dan memegang kendali pada sekitar pertengahan 1960-an, meliputi komunikasi keuangan, dan infrastruktur utilitas, serta sebagian besar industri manufaktur dan konstruksi, perdagangan luar negeri dan sistem transportasi. 30 Adanya kemerosotan di berbagai bidang terkait dengan pemerintahan Raja Farouk di Mesir, menimbulkan oposisi di kalangan masyarakat. Muncul kelompokkelompok yang menentang pemerintahan Raja Farouk, baik yang memiliki latar belakang agama maupun nasionalis. Kubu-kubu masyarakat anti pemerintahan Raja Farouk dan dominasi Inggris terus berkembang dan melaju untuk mencari dukungan dari masyarakat secara lebih luas. Pada mulanya mereka bergerak secara bebas tanpa mengenal misi dari masing-masing kelompok. Namun, pada akhirnya mereka menyatukan kekuatan di bawah tujuan yang sama, yakni menggulingkan kekuasaan Raja Farouk di Mesir. Adanya pembaharuan di dalam masyarakat, dimana mulai ditinggalkannya adat yang berkaitan dengan Islam, semakin menambah suasana memanas. 30 Terjemahan bebas dari During the past 150 years, Egypt has frequently been on the edge of economic ruin. Although a desire for economic reform played a major role in the 1952 revolution, since then the government has remained unable to set a clear economic course The government became increasingly involved in the economy, and by the mid-1960s had assumed control of the financial, communications, and utilities infrastructures, as well as of a large part of the manufacturing and construction industries, foreign trade and the transportation system. Lihat Lillian Crag Harris, op.cit., hlm. 8.
18 43 Muncullah kalangan-kalangan tertentu dengan tekad untuk melawan bentuk-bentuk sekular dalam pemerintahan. Perseteruan di antara kelompok-kelompok masyarakat dengan pemerintahan Raja Farouk semakin gencar. Ada beberapa kelompok masyarakat yang menentang dan merasa tidak senang dengan pemerintah. Kelompok-kelompok tersebut antara lain: Partai Wafd, Partai Sosialis Mesir, Ikhwanul Muslimin, dan Gerakan Free Officers (Perwira Bebas). Pembentukan kelompok-kelompok tersebut bermula dari kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan Raja Farouk. Meskipun masing-masing kelompok dalam masyarakat memiliki misi, namun tujuan utama mereka sama yaitu ingin menggulingkan kekuasaan Raja Farouk yang sudah melampui batas. Secara umum, masyarakat Mesir sudah merasa muak dengan pejabatpejabat pemerintahan yang pro dengan bangsa asing. Perang Dunia II juga memberikan dampak yang cukup berarti bagi Mesir. Salah satu dampak dari Perang Dunia II adalah mengibarkan nama Inggris di Mesir dan semakin memperparah keadaan Mesir. Dalam bidang ekonomi, terjadi krisis yang berkepanjangan terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Mesir. Harga jual kapas menurun, pendapatan per kapita merosot, dan kriminalitas merajalela..hampir separuh dari tanah pertanian di negara Mesir dikuasai oleh hanya sekitar tuan tanah. Selebihnya petani, menguasai sekitar sepertiganya saja. Kebanyakan menjadi buruh tani yang hidup ibarat budak. Sementara hanya sebagian kecil orang Mesir asli (pribumi Mesir) yang bergerak di bidang industri, perdagangan, dan menjadi kaum intelektual. Di
19 44 tahun 1936, pendapatan perkapita rata-rata hanya 50 dollar per tahun. Tingkat buta huruf mencapai 90%. 31 Situasi kemerosotan sosial dan ekonomi di Mesir semakin diperparah dengan banyaknya pengangguran tenaga kerja produktif Mesir. Lapangan kerja yang terbatas, dan kaum imigram dari wilayah pedesaan yang berpindah ke Kairo tidak mendapatkan pekerjaan. Terjadinya ketimpangan sosial di Mesir bukan merupakan satu-satunya faktor kemerosotan bagi Mesir, namun keadaan tersebut menjadi semakin kacau mengingat Inggris masih melakukan kolonisasi terhadap Mesir. Kondisi tersebut tentu mengundang perhatian masyarakat Mesir untuk segera berbenah diri. Sebelum adanya perebutan kekuasaan yang kemudian dikenal dengan sebutan Revolusi Mesir 23 Juli 1952, Mesir merupakan sebuah negara yang bersifat semi feodal. Tuan tanah dan kerajaan merupakan pemilik lahan pertanian yang dominan di Mesir. Terdapat kesenjangan sosial yang tajam dalam masyarakat Mesir. Tuan tanah dan pengusaha kaya menikmati hidup dengan bergelimang harta, sementara petani miskin hanya memperoleh upah sedikit dari hasil jerih payah mereka. Selama beberapa abad, kehidupan dan kesadaran politik para petani sangatlah rendahnya, kelas pekerja kota hampir tidak ada, kedudukan politik dan ekonomi kelas menengah yang kecil jumlahnya itu juga sangat menyedihkan, sementara sektor ekonomi modern yang kecil berada dalam tangan sekelompok kecil pengusaha kaya. Tuan tanah dan Raja Farouk merupakan pemilik yang paling besar di antara mereka, mendominasi ekonomi dan menguasai rezim. Sebanyak tuan tanah memiliki 1/3 dari semua tanah yang dikelola. Sebagian besra penduduk hidup dalam taraf 31 Anshari Thayib dan Anas Sadaruwan, op.cit., hlm. 12.
20 45 penderitaan, baik sebagai petani yang mempunyai lahan sempit atau petani penggarap, karena ¾ dari pendapatan mereka digunakan untuk membayar sewa. 32 Dalam bidang pendidikan, juga terjadi pergeseran-pergeseran pada hakekat dan tujuan pendidikannya. Mesir yang sejak awal terkenal dengan peradabannya yang tinggi dan memiliki prestise yang mengagumkan di mata dunia, mulai kehilangan arah. Universitas Al-Azhar yang cukup diperhitungkan di dunia internasional (khususnya Islam) sedikit demi sedikit kehilangan pamornya. Para pemuda Mesir berada dalam kebodohan dan ketertinggalan zaman, meski mereka merupakan mahasiswa Al-Azhar. Penyebab kemerosotan di dunia pendidikan Mesir justru merupakan akibat dari modernisasi yang ditanamkan oleh Inggris. Universitas Al-Azhar dianggap sangat kuno dan kolot, karena hanya menanamkan nilai-nilai Islam yang sudah tidak relevan bagi kehidupan modern. Universitas Al-Azhar dipandang sebagai benteng pertahanan paling konservatif Mesir dan cara berpikir kuno yang harus segera dibenahi. Selain itu, muncul stigma bahwa mahasiswa yang dididik di Al- Azhar akan menjadi orang terpencil dari dunia modern. 33 Akibatnya, penyesuaian diri setelah tamat terhadap kompleksitas kehidupan modern bagi mereka lebih sulit daripada pemuda-pemuda lainnya. 32 Eric A Nordlinger, Militer dalam Politik: Kudeta dan Pemerintahan. Jakarta: Rineka Cipta, 1991, hlm Maryam Jameelah, Islam dan Modernisme. Surabaya: Usaha Nasional, 1965, hlm. 200.
21 46 Hampir di segala bidang kehidupan Mesir mengalami degradasi yang cukup signifikan. Keadaan chaos tersebut menimbulkan banyaknya kerusuhan dalam masyarakat Mesir yang berupa penjarahan, perampokan, dan perselisihan antar kelompok. Banyaknya tuntutan perubahan yang harus dilakukan oleh Mesir, membuat Gamal Abdul Nasser dan pengikutnya berpikir lebih dalam. Melalui kemampuannya, Gamal Abdul Nasser berusaha melakukan koordinasi dan menemukan jawaban atas kesulitan-kesulitan yang dialami oleh bangsa Mesir secara hati-hati tanpa menyakiti pihak lain. 34 Sementara itu, gerakan anti Inggris terus berkembang pesat dan mengalami kemajuan. Gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok anti Inggris tersebut mulai tampak bersamaan dengan pecahnya Perang Dunia II tahun Pada saat yang bersamaan, berkecamuk pula perang sebagai respon atas pendirian negara Israel di Palestina. Perang ini adalah awal perang Arab-Israel yang kemudian berlangsung selama beberapa tahun. Salah satu orang yang terjun dalam perang tersebut adalah Gamal Abdul Nasser, yang menjadi komandan satu unit militer di Palestina. Masalah Palestina yang merupakan inti dan dasar sengketa Arab-Israel adalah sengketa atas Palestina antara penduduk Arab dan penduduk Yahudi-nya yang keduanya merasa berhak atas negeri itu dan berusaha untuk menguasainya 34 Charles D Cremeans, The Arabs and The World: Nasser s Arab Nationalist Policy. New York: Council On Foreign Relations By Frederick A Preager, 1963, hlm. 29.
22 47 dan mengembangkan kehidupan nasionalnya. 35 Penduduk Palestina berada di bawah tekanan bangsa Yahudi yang mendirikan negara di atas wilayah Palestina. Dalam upaya tersebut, para pemuda dari gerakan Free Officers (Perwira Bebas) membantu memberikan dukungan dan menempatkan kekuatan militernya di Palestina. Masalah yang terjadi di Palestina merupakan derita bagi bangsa Arab lainnya, termasuk Mesir. Pergolakan yang terjadi di Palestina memang menjadi sorotan dunia waktu itu. Ada yang mendukung dominasi Timur Tengah di Palestina, ada pula yang mendukung bangsa Palestina sendiri untuk melepaskan belenggu Timur Tengah di wilayahnya. Pada tahun 1947, PBB memisahkan Palestina menjadi kawasan negara Israel dan kawasan Arab. 36 Mesir dan negara-negara Arab lainnya marah dan kemudian melancarkan serangan ke negara kecil tersebut. Disinilah peran Gamal Abdul Nasser terlihat sebagai komandan dari Free Officers (Perwira Bebas). Meski dengan senjata seadanya, pasukan Free Officers (Perwira Bebas) ikut andil dalam serangan ke negara Palestina atas penguasaan Israel. Dalam Perang Palestina 1948 tersebut, pasukan Mesir memperoleh kegagalan. Tentara Israel berhasil memukul mundur pasukan Mesir yang terdiri dari berbagai gabungan. Dari pemerintah Mesir sendiri, hanya setengah hati memberikan dukungan terhadap upaya penyerbuan ke negara Palestina. Hal itu 35 Kirdi Dipoyudo, Timur Tengah dalam Pergolakan. Jakarta: Yayasan Proklamasi, 1977, hlm Jules Archer, Kisah Para Diktator: Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komunis, Despotis, dan Tiran. Tanggerang: Narasi, 2007, hlm. 236.
23 48 dikarenakan kedudukan Inggris di Mesir masih dominan, dan penguasa Inggris sendiri kurang merasa yakin perlu dilakukannya penyerbuan ke Palestina. Kegagalan yang dialami oleh Mesir dalam Perang Palestina 1948 dilansir oleh Free Officers (Perwira Bebas) karena raja dan pemerintah menghambat kinerja pasukan Mesir. Dalam perang tersebut, anggota bersenjata Mesir yang dikirim ke medan pertempuran merasa tidak puas. Transportasi dan pelayanan pengobatan kurang maksimal. Makanan dan sarana logistik lainnya pun tidak memadai. Dalam keadaan yang demikian, seharusnya Raja Farouk dan pemerintah memberikan perhatian khusus pada pasukan perang Mesir. Betapapun Gamal Abdul Nasser tetap mengandalkan tertanamnya patriotisme yang kuat, namun ia juga amat berkeyakinan bahwa masalahmasalah yang dihadai Mesir tidak dapat dipisahkan dari masalah dunia Arab secara keseluruhan. Pengalamannya sebagai perwira pejuang dalam Perang Palestina, meyakinkannya bahwa terdapat suatu keterkaitan yang erat antara konflik melawan Israel dengan perjuangan Arab untuk menyingkirkan segala bentuk dominasi asing. Kalaulah imperialisme merupakan masalah bersama, maka pembentukan negara Yahudi di tengah-tengah dunia Arab juga merupakan ancaman bersama. 37 Seperti yang dijelaskan dalam ungkapan di atas, terbentuknya negara Israel di Palestina seharusnya menjadi permasalahan yang serius bagi kesatuan negara Arab. Namun, menghadapi hal tersebut sepertinya kurang ada persiapan dan negara-negara Arab lainnya lebih suka memikirkan urusan negara masing-masing daripada membantu Palestina. Minimnya persatuan di antara negara-negara Arab 37 Alan R Taylor, The Arab Balance of Power, Alih bahasa oleh Abubakar Basyarahil, Pergeseran-pergeseran Aliansi dalam Sistem Perimbangan Kekuatan Arab. Jakarta: Amar Press, 1990, hlm. 48.
24 49 membuat kemenangan bagi pasukan Israel. Kegagalan tersebut menumbuhkan kekhawatiran yang semakin luas terhadap masa depan Mesir di kalangan korps perwira. Keprihatinan yang ternyata mengawali terjadinya serangkaian perubahanperubahan besar dalam kehidupan politik Mesir. 38 Kekalahan dalam Perang Palestina secara tidak langsung membawa dampak buruk bagi kehidupan Mesir. Setelah Perang Palestina 1948 selesai, kehidupan politik, sosial, maupun ekonomi Mesir mengalami kesemrawutan. Di bidang ekonomi, banyak perusahaan yang macet produksinya, dan harga barang konsumsi mengalami kenaikan beberapa kali lipat. Inflasi meledak tanpa bisa dihindari, sementara itu gaji pegawai tidak mengalami kenaikan yang berarti. 39 Keadaan ini menyebabkan kehidupan masyarakat Mesir semakin terpuruk. Populasi orang miskin menjadi bertambah banyak. 38 Ibid., hlm M. Hamdan Basyar, op.cit., hlm. 87.
DAFTAR PUSTAKA. Ahmad Isa Asyur. (2005). Hadist Tsulatsa : Ceramah-Ceramah Hasan Al Banna 1. Solo: Era Intermedia.
107 DAFTAR PUSTAKA Buku Ahmad Isa Asyur. (2005). Hadist Tsulatsa : Ceramah-Ceramah Hasan Al Banna 1. Solo: Era Intermedia. Alexander, Anne. (2005). Nasser: His Live and Time. London: Haus Publishing Limited.
Lampiran 1 Peta Mesir
112 Lampiran 1 Peta Mesir Sumber: Peta Mesir. World Nations Online Tersedia dalam http://www.nationsonline.org/oneworld/map/egypt_map.htm. Diakses pada tanggal 20 November 2012 pukul 20.18. 113 Lampiran
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mengenang sejarah Jerman akan selalu tertuju pada Perang Dunia II dan sosok pemimpinnya yaitu Adolf Hitler. Adolf Hitler menjabat sebagai kanselir Jerman di usia
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi ini akan dituangkan kesimpulan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi ini akan dituangkan kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian mengenai permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini,
BAB V MESIR PASCA REVOLUSI MESIR 23 JULI tahun Langkah pertama yang diambil oleh Revolutionary Command
BAB V MESIR PASCA REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952 A. Masa Transisi Politik Mesir Turunnya Farouk dari tahta tertinggi Mesir mengakibatkan kosongnya pemerintahan, sehingga Dewan Mangkubumi yang lebih didominasi
REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK RINGKASAN SKRIPSI
0 REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK RINGKASAN SKRIPSI Oleh: Diana Trisnawati 09406241012 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL
I. PENDAHULUAN. perhatian yang khusus. Perjuangan dalam pergerakan kebangsaan Indonesia
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Abad ke 20 bukan hanya menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia, akan tetapi dalam hal gerakan-gerakan anti penjajahan yang bermunculan di masa ini menarik perhatian
Demokratisasi di Mesir (Arab Spring) Ketiga dapat dikatakan benar. Afrika Utara dan Timur Tengah mengalami proses demokrasi
Rani Apriliani Aditya 6211111049 Hubungan Internasional 2011 Demokratisasi di Mesir (Arab Spring) Apa yang diprediksikan oleh Huntington dalam bukunya Gelombang Demokrasi Ketiga dapat dikatakan benar.
BAB V KESIMPULAN. dasawarsa terakhir ini dengan dilumpuhkannya beberapa pemimpin-pemimpin dictator
BAB V KESIMPULAN Amerika serikat adalah sebagai negara adidaya dan sangat berpengaruh di dunia internasional dalam kebijakan luar negerinya banyak melakukan berbagai intervensi bahkan invasi dikawasan
REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK SKRIPSI
REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Peranan hamas dalam konflik palestina israel tahun
Peranan hamas dalam konflik palestina israel tahun 1967 1972 Oleh: Ida Fitrianingrum K4400026 BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian seperti yang diuraikan pada
BAB I PENDAHULUAN. internasional, negara harus memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara merupakan salah satu subjek hukum internasional. Sebagai subjek hukum internasional, negara harus memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu, salah satunya
BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat diketahui dari sejarah masa lampau. Itu sebabnya kita perlu mengetahui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia selalu mengalami yang namanya perubahan. Perubahan tersebut dapat diketahui dari sejarah masa lampau. Itu sebabnya kita perlu mengetahui peristiwa
2016 PERANG ENAM HARI
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setelah Perang Dunia I (selanjutnya disingkat PD I) berakhir, negara-negara di Dunia khususnya negara-negara yang berada dikawasan Timur Tengah dihadapkan
BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia di jajah oleh bangsa Eropa kurang lebih 350 tahun atau 3.5 abad, hal ini di hitung dari awal masuk sampai berakhir kekuasaannya pada tahun 1942. Negara eropa
yang korup dan lemah. Berakhirnya masa pemerintahan Dinasti Qing menandai masuknya Cina ke dalam era baru dengan bentuk pemerintahan republik yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Republik Rakyat Cina (RRC) adalah salah satu negara maju di Asia yang beribukota di Beijing (Peking) dan secara geografis terletak di 39,917 o LU dan 116,383
BAB II GAMBARAN UMUM
BAB II GAMBARAN UMUM 2.1. Jepang Pasca Perang Dunia II Pada saat Perang Dunia II, Jepang sebagai negara penyerang menduduki negara Asia, terutama Cina dan Korea. Berakhirnya Perang Dunia II merupakan kesempatan
BAB V KESIMPULAN. mengacu pada bab I serta hasil analisis pada bab IV. Sesuai dengan rumusan
BAB V KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan mengacu pada bab I serta hasil analisis pada bab IV. Sesuai dengan rumusan masalah pada bab I, terdapat empat hal
I. PENDAHULUAN. dalamnya. Untuk dapat mewujudkan cita-cita itu maka seluruh komponen yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan suatu negara untuk menjadi lebih baik dari aspek kehidupan merupakan cita-cita dan sekaligus harapan bagi seluruh rakyat yang bernaung di dalamnya.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
119 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang penulis dapatkan dari hasil penulisan skripsi ini merupakan hasil kajian dan pembahasan dari bab-bab sebelumnya. Wilayaha Eritrea yang terletak
BAB IV KESIMPULAN. Kebijakan pemerintahan Francisco..., Fadhil Patra Dwi Gumala, FISIP UI, Universitas Indonesia
68 BAB IV KESIMPULAN Pasca berakhirnya perang saudara di Spanyol pada tahun 1939, Francisco Franco langsung menyatakan dirinya sebagai El Claudilo atau pemimpin yang menggunakan kekuasaannya dengan menerapkan
Atika Puspita Marzaman. Recep Tayyib Erdogan:
Atika Puspita Marzaman Recep Tayyib Erdogan: Turki, Islam, dan Uni Eropa HEPTAcentrum Press Recep Tayyib Erdogan: Turki, Islam, dan Uni Eropa Oleh: Atika Puspita Marzaman Copyright 2011 by Atika Puspita
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
105 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran dari skripsi dengan judul GEJOLAK PATANI DALAM PEMERINTAHAN THAILAND (Kajian Historis Proses Integrasi Rakyat Patani
tidak langsung, mereka mengakui Utsman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar Padiansyah Ali Utsman 4 B.
A. Sejarah Berdirinya Kerajaan Turki Utsmani Kata Utsmaniyah diambil dari pendiri pertama dinasti ini, yaitu Utsman ibn Erthogrul ibn Sulaiman Syah. Para pendiri Daulah Utsmaniyah ini berasal dari suku
BAB III PROBLEMATIKA KEMANUSIAAN DI PALESTINA
BAB III PROBLEMATIKA KEMANUSIAAN DI PALESTINA Pada bab ini penulis akan bercerita tentang bagaimana sejarah konflik antara Palestina dan Israel dan dampak yang terjadi pada warga Palestina akibat dari
BAB I PENDAHULUAN. suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nasionalisme adalah suatu konsep dimana suatu bangsa merasa memiliki suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes (Chavan,
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi politik di Pakistan tak pernah jauh dari pemberitaan media internasional, kekacauan politik seolah menjadi citra buruk di mata internasional. Kekacauan
BAB IV PROSES REVOLUSI MESIR 23 JULI Banyak peristiwa yang mendorong terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli
BAB IV PROSES REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952 A. Kekacauan Politik Menjelang Revolusi Banyak peristiwa yang mendorong terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, terutama dengan berkembangnya kekuatan progresif
Ebook dan Support CPNS Ebook dan Support CPNS. Keuntungan Bagi Member cpnsonline.com:
SEJARAH NASIONAL INDONESIA 1. Tanam paksa yang diterapkan pemerintah colonial Belanda pada abad ke-19 di Indonesia merupakan perwujudan dari A. Dehumanisasi masyarakat Jawa B. Bekerjasama dengan Belanda
BAB VI. 6.1 Kesimpulan Strategi Suriah dalam menghadapi konflik dengan Israel pada masa Hafiz al-
166 BAB VI 6.1 Kesimpulan Strategi Suriah dalam menghadapi konflik dengan Israel pada masa Hafiz al- Assad berkaitan dengan dasar ideologi Partai Ba ath yang menjunjung persatuan, kebebasan, dan sosialisme
BAB I PENDAHULUAN. Eros Rosinah, 2013 Gerakan Donghak Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada abad ke-19, sebagian besar negara-negara di Asia merupakan daerah kekuasan negara-negara Eropa. Pada abad tersebut khususnya di negara-negara Asia yang
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA. historis berasal dari bahasa latin istoria yang memiliki arti kota istoria yaitu kota ilmu di
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Konsep Tinjauan Historis Secara etimologis konsep tinjauan historis terdiri dari dua kata yakni tinjauan dan historis. Kata
cambuk, potong tangan, dan lainnya dilaksanakan oleh Monarki Arab Saudi. Selain hal tersebut, Monarki Arab Saudi berusaha untuk meningkatkan
BAB V KESIMPULAN Arab Saudi merupakan negara dengan bentuk monarki absolut yang masih bertahan hingga saat ini. Namun pada prosesnya, eksistensi Arab Saudi sering mengalami krisis baik dari dalam negeri
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang India merdeka pada tanggal 15 Agustus 1947. Kemerdekaan India diperjuangkan melalui perlawanan fisik maupun perlawanan non fisik. Perlawanan fisik di India salah satunya
BAB I PENDAHULUAN. Mesir atau Republik Arab Mesir adalah negara sosial demokrasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mesir atau Republik Arab Mesir adalah negara sosial demokrasi berbentuk republik, dengan kepala negara seorang presiden. Secara geografis, Mesir merupakan salah
Komunisme dan Pan-Islamisme
Komunisme dan Pan-Islamisme Tan Malaka (1922) Penerjemah: Ted Sprague, Agustus 2009 Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat
BAB I PENDAHULUAN. aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Organisasi ekstra universitas merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi ekstra universitas
BAB V KESIMPULAN. sehingga berada dalam ujung tanduk kehancuran, momentum yang tepat ini
BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Historis Kekalahan Uni Soviet dalam perang dingin membuatnya semakin lemah sehingga berada dalam ujung tanduk kehancuran, momentum yang tepat ini dimanfaatkan oleh negara-negara
BAB I PENDAHULUAN. yang terjadi pada masa kesultanan Asahan agar dapat didokumentasikan. peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk jadi pembelajaran.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau, disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan yang terdapat dimasa kini. Perspektif sejarah selalu menjelaskan ruang,
BAB V PENUTUP. Politik Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin Tahun , penulis
BAB V PENUTUP 1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Dampak Nasakom Terhadap Keadaan Politik Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin Tahun 1959-1966, penulis menarik kesimpulan bahwa Sukarno sebagi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan telah terjadi sejak kedatangan penjajah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan telah terjadi sejak kedatangan penjajah Barat di Nusantara. Perjuangan itu berawal sejak kedatangan bangsa Portugis
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aceh memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai pusat perdagangan. Aceh banyak menghasilkan lada dan tambang serta hasil hutan. Oleh karena itu, Belanda
BAB IV KESIMPULAN Prosperity Outhority faktor sosial ekonomi politik
BAB IV KESIMPULAN Setelah melakukan beberapa analisa data melalui pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan penelitian ini kedalam beberapa hal pokok untuk menjawab pertanyaan
BAB I PENDAHULUAN. tentang dirinya sendiri. Semua usaha yang tidak menentu untuk mencari identitas-identitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Revolusi yang menjadi alat tercapainya kemerdekaan bukan hanya merupakan kisah sentral dalam sejarah Indonesia, melainkan unsur yang kuat dalam persepsi bangsa Indonesia
Islam Maroko, Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan (13/M) Oleh : Hening Nugroho Senin, 25 April :04
KOPI, Maroko merupakan sebuah wilayah yang pengaruhnya sampai ke Spanyol pada masa klasik khususnya masa dinasti Murabitun dan Muwahidun. Akan tetapi, pada era kehancuran Islam di Spanyol sekitar abad
2015 PERANAN SOUTH WEST AFRICA PEOPLE ORGANIZATION (SWAPO) DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN NAMIBIA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Namibia merupakan negara mandat dari Afrika Selatan setelah Perang Dunia I. Sebelumnya, Namibia merupakan negara jajahan Jerman. Menurut Soeratman (2012,
I. PENDAHULUAN. sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perjuangan bangsa Indonesia untuk menciptakan keadilan bagi masyarakatnya sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun 1950-1959 di Indonesia berlaku
Westget Mall diperkirakan merupakan supermarket milik Israel yang sering dikunjungi orang-orang asing.
Westget Mall diperkirakan merupakan supermarket milik Israel yang sering dikunjungi orang-orang asing. Balas campur tangan militer Kenya di Somalia, kelompok al Shabab menyerang sebuah mal di Nairobi,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Revolusi Revolusi dipahami sebagai proses yang sangat luar biasa, sangat kasar, dan merupakan sebuah gerakan yang paling terpadu dari seluruh gerakan-gerakan
LAND REFORM INDONESIA
LAND REFORM INDONESIA Oleh: NADYA SUCIANTI Dosen di Fakultas Hukum Universitas Indonusa Esa Unggul ABSTRAK Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tanah memiliki arti dan kedudukan yang sangat penting di
Mempertahankan sistem militer dan sistem demokrasi sama saja memperpanjang kolonialisme. Pilihan satu-satunya adalah khilafah.
Mempertahankan sistem militer dan sistem demokrasi sama saja memperpanjang kolonialisme. Pilihan satu-satunya adalah khilafah. Luka itu belum sembuh. Mesin perang tentara dan polisi Mesir mengoyak-ngoyak
Assamu alaikumwr. Wb. Yang Mulia Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Para Ketua Delegasi. Yang terhormat Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Teks Pidato Assamu alaikumwr. Wb. Foto / Screenshot Yang Mulia Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Para Ketua Delegasi. Yang terhormat Wakil Presiden Jusuf Kalla. Yang kami hormati Ibu Megawati Soekarnoputri,
mengakibatkan potensi ancaman dan esklasi konflik. Eskalasi konflik di kawasan mulai terlihat dari persaingan anggaran belanja militer Cina, Korea
BAB V PENUTUP Tesis ini menjelaskan kompleksitas keamanan kawasan Asia Timur yang berimplikasi terhadap program pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Kompleksitas keamanan yang terjadi di kawasan Asia
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA 1. BPUPKI dalam sidangnya pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 membicarakan. a. rancangan UUD b. persiapan kemerdekaan c. konstitusi Republik Indonesia Serikat
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, PARADIGMA
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, PARADIGMA A. Tinjauan Pustaka 1. Konsep Perjuangan Pengertian perjuangan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan, yang dilakukan dengan menempuh
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V, penulis memaparkan kesimpulan dan rekomendasi dari hasil penelitian secara keseluruhan yang dilakukan dengan cara studi literatur yang data-datanya diperoleh
Konsep Dasar Ekonomi Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Konsep Dasar Ekonomi Pembangunan Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Permasalahan Pembangunan Ekonomi - Pendekatan perekonomian : Pendekatan Makro - Masalah dalam perekonomian : rendahnya pertumbuhan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Veygi Yusna, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebijakan politik yang dikeluarkan oleh pemerintah biasanya menimbulkan berbagai permasalahan yang berawal dari ketidakpuasan suatu golongan masyarakat, misalnya
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Korea. Jepang melakukan eksploitasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Sejarah Korea yang pernah berada di bawah kolonial kekuasaan Jepang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Korea. Jepang melakukan eksploitasi sumber
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN Nama : DIMAS DWI PUTRA Kelas : XII MIPA 3 SMAN 1 SUKATANI 2017/3018 Gagalnya usaha untuk kembali ke UUD 1945 dengan melalui Konstituante dan rentetan peristiwa-peristiwa
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Pada bagian ini merupakan kesimpulan terhadap semua hasil penelitian yang telah diperoleh setelah melakukan pengkajian dan sekaligus memberikan analisis
Para filsuf Eropa menyebut istilah akhir sejarah bagi modernisasi yang kemudian diikuti dengan perubahan besar.
Tiga Gelombang Demokrasi Demokrasi modern ditandai dengan adanya perubahan pada bidang politik (perubahan dalam hubungan kekuasaan) dan bidang ekonomi (perubahan hubungan dalam perdagangan). Ciriciri utama
Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat.
Semua yang terjadi di Mesir tak lepas dari kepentingan Amerika. Hubungan militer Mesir dan Amerika sangat erat. Detik demi detik perubahan di Mesir tidak lepas dari restu Amerika Serikat. Ketika Jenderal
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. sekaligus (Abdullah, 2006: 77). Globalisasi telah membawa Indonesia ke dalam
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Perubahan yang terjadi di Indonesia selama setengah abad ini sesungguhnya telah membawa masyarakat ke arah yang penuh dengan fragmentasi dan kohesi sekaligus (Abdullah,
sanksi terhadap intensi Kiev bergabung dengan Uni Eropa. Sehingga konflik Ukraina dijadikan sebagai instrumen balance of power di Eropa Timur.
BAB. V KESIMPULAN Dunia yang terkungkung dalam persaingan kekuatan membuat negaranegara semakin aktif untuk meningkatkan persenjataan demi menjaga keamanan nasionalnya. Beberapa tahun silam, Ukraina mendapat
SISTEM EKONOMI INDONESIA
SISTEM EKONOMI INDONESIA Suatu sistem ekonomi mencakup nilai nilai, kebiasaan, adat istiadat, hukum, norma norma, peraturanperaturan yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia telah selesai, tetapi proklamasi itu harus mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setelah sekian lama berada dalam belenggu penjajahan, tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Proklamasi
yang berperan sebagai milisi dan non-milisi. Hal inilah yang menyebabkan skala kekerasan terus meningkat karena serangan-serangaan yang dilakukan
Bab V Kesimpulan Hal yang bermula sebagai sebuah perjuangan untuk memperoleh persamaan hak dalam politik dan ekonomi telah berkembang menjadi sebuah konflik kekerasan yang berbasis agama di antara grup-grup
PERLINDUNGAN KOMBATAN. Siapa yang boleh dijadikan obyek peperangan dan tidak. Distinction principle. Pasal 1 HR Kombatan..?
PERLINDUNGAN KOMBATAN Pasal 1 HR Kombatan..? Distinction principle Siapa yang boleh dijadikan obyek peperangan dan tidak. Dipimpin seorang yang bertanggungjawab atas bawahannya Mempunyai lambang yang dapat
SISTEM EKONOMI INDONESIA. Ilmu Hubungan Internasional Semester III
SISTEM EKONOMI INDONESIA Ilmu Hubungan Internasional Semester III Suatu sistem ekonomi mencakup nilai-nilai, kebiasaan, adat istiadat, hukum, norma-norma, peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pemanfaatan
PENDAHULUAN. alam atau krisis kemanusiaan yang diakibatkan oleh benturan kepentingan antara para aktor
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bantuan luar negeri (foreign aid) digunakan saat suatu kawasan sedang dilanda bencana alam atau krisis kemanusiaan yang diakibatkan oleh benturan kepentingan antara para aktor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Fani Nurlasmi Kusumah Dewi, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Ungkapan modernisasi sangat sulit didefinisikan karena mempunyai cakupan yang sangat luas dan selalu berganti mengikuti perkembangan zaman sehingga pengertian
SURAT KEPERCAYAAN GELANGGANG SENIMAN MERDEKA INDONESIA
Surat Kepercayaan Gelanggang SURAT KEPERCAYAAN GELANGGANG SENIMAN MERDEKA INDONESIA Kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri. kami
BAB V KESIMPULAN. BAB V merupakan bab yang berisi kesimpulan-kesimpulan dari setiap
BAB V KESIMPULAN BAB V merupakan bab yang berisi kesimpulan-kesimpulan dari setiap pembahasan yang ada di dalam karya tulis (skripsi) ini. Kesimpulan tersebut merupakan ringkasan dari isi perbab yang kemudian
BAB 5 KESIMPULAN. Faktor-faktor kemenangan..., Nilam Nirmala Anggraini, FISIP UI, Universitas 2010 Indonesia
101 BAB 5 KESIMPULAN Bab ini merupakan kesimpulan dari bab-bab sebelumnya. Fokus utama dari bab ini adalah menjawab pertanyaan penelitian. Bab ini berisi jawaban yang dapat ditarik dari pembahasan dan
1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME
1 1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME Dalam sejarahnya, manusia memang sudah ditakdirkan untuk berkompetisi demi bertahan hidup. Namun terkadang kompetisi yang dijalankan manusia itu tidaklah sehat dan menjurus
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penghadangan terhadap tentara Jepang di daerah Kubang Garut oleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah peristiwa yang terjadi begitu saja. Peristiwa tersebut adalah sebuah akumulasi sebuah perjuangan
BAB VIII KESIMPULAN. kesengsaraan, sekaligus kemarahan bangsa Palestina terhadap Israel.
BAB VIII KESIMPULAN Puisi Maḥmūd Darwīsy merupakan sejarah perlawanan sosial bangsa Palestina terhadap penjajahan Israel yang menduduki tanah Palestina melalui aneksasi. Puisi perlawanan ini dianggap unik
Dalam pandangan Ikhwan, mereka mempunyai hubungan bersahabat sejak era pendiri kerajaan, Raja Abdul Aziz al Saud, bahkan sampai saat ini.
Pengantar: Kerajaan Arab Saudi mengelompokkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, sama dengan Al Qaeda, dan lainnya. Ada apa di balik semua ini? Adakah negara lain punya peran? Simak pembahasannya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sejarah Indonesia penuh dengan perjuangan menentang penjajahan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sejarah Indonesia penuh dengan perjuangan menentang penjajahan. Perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia merupakan rangkaiaan peristiwa panjang yang
HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TENGGARA PADA ERA PERANG DINGIN. Dewi Triwahyuni
HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TENGGARA PADA ERA PERANG DINGIN Dewi Triwahyuni International Relation Department, UNIKOM 2013 Backgroud History 1950an 1980an Hubungan internasional di Asia Tenggara pada
BERSATU MENGATASI KRISIS BANGKIT MEMBANGUN BANGSA
BERSATU MENGATASI KRISIS BANGKIT MEMBANGUN BANGSA Oleh : PROF. DR. 1 TERIMA KASIH ATAS UNDANGAN UNTUK MENGIKUTI TEMU NASIONAL ORMAS KARYA KEKARYAAN GAGASAN TENTANG UPAYA MENGATASI KRISIS DAN KEBIJAKAN
1.PENDAHULUAN. Pemikiran politik modern di Indonesia mulai sejak bangkitnya nasionalisme tahun
1 1.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemikiran politik modern di Indonesia mulai sejak bangkitnya nasionalisme tahun 1900 yang diawali dengan munculnya sekelompok mahasiswa yang membentuk perkumpulan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Bagian ini merupakan bagian yang membahas kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan yang diambil merupakan intisari jawaban pada Bab IV yang didasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena terjadinya peristiwa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena terjadinya peristiwa bersejarah 10 November 1945 yang dikenal dengan Hari Pahlawan. Pertempuran tiga pekan yang terjadi
BAB V KESIMPULAN. di Kerajaan Saudi. Ulama berperan dalam mendukung segala kebijakan-kebijakan
BAB V KESIMPULAN Ulama merupakan salah satu entitas yang penting dalam dinamika politik di Kerajaan Saudi. Ulama berperan dalam mendukung segala kebijakan-kebijakan pemerintah atau kerajaan dan mengkafirkan
BAHAN KULIAH 10 SOSIOLOGI PEMBANGUNAN
BAHAN KULIAH 10 SOSIOLOGI PEMBANGUNAN TEORI DEPENDENSI Dr. Azwar, M.Si & Drs. Alfitri, MS JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ANDALAS Latar Belakang Sejarah Teori Modernisasi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Revolusi yang menjadi alat tercapainya kemerdekaan bukan kuat dalam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Revolusi yang menjadi alat tercapainya kemerdekaan bukan kuat dalam persepsi bangsa Indonesia tentang dirinya sendiri. Semua usaha yang tidak menentu untuk
Mengapa HT terus mendesak pemerintah mengirimkan tentara perang melawan Israel?
Hafidz Abdurrahman Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI Inggris melakukan berbagai upaya untuk mendudukkan Yahudi di Palestina namun selalu gagal. Tapi setelah khilafah runtuh dan ruh jihad mati barulah negara
BAB V PENUTUP. Tesis ini berupaya untuk memberikan sebuah penjelasan mengenai
BAB V PENUTUP Tesis ini berupaya untuk memberikan sebuah penjelasan mengenai hubungan antara kebangkitan gerakan politik Islam dalam pergolakan yang terjadi di Suriah dengan persepsi Amerika Serikat, yang
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut bebas di antara pulau-pulau di Indonesia. Laut bebas
Bab I : Kejahatan Terhadap Keamanan Negara
Bab I : Kejahatan Terhadap Keamanan Negara Pasal 104 Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana
Potret Sistem Internasional & Pembentukan Negara di Timur Tengah. Muhammad Qobidl `Ainul Arif, M.A. #Sesi 2, 24 Februari 2015
Potret Sistem Internasional & Pembentukan Negara di Timur Tengah Muhammad Qobidl `Ainul Arif, M.A. #Sesi 2, 24 Februari 2015 Membedah Timur Tengah dalam Perspektif Strukturalisme Struktur hirarkis sistem
Realitas di balik konflik Amerika Serikat-Irak : analisis terhadap invasi AS ke Irak Azman Ridha Zain
Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI - Tesis (Membership) Realitas di balik konflik Amerika Serikat-Irak : analisis terhadap invasi AS ke Irak Azman Ridha Zain Deskripsi Dokumen: http://lib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=93120&lokasi=lokal
BAB I PENDAHULUAN. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi (Soekanto, 2003: 243). Peranan merupakan aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Nurhidayatina, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Blokade ekonomi adalah perang ekonomi yang pernah diterapkan oleh Napoleon Bonaparte di Eropa pada saat memerintah Prancis tahun 1806-. Penulis ingin mengetahui
Resolusi yang diadopsi tanpa mengacu pada komite Pertanyaan dipertimbangkan oleh Dewan Keamanan pada pertemuan 749 dan750, yang diselenggarakan pada 30 Oktober 1956 Resolusi 997 (ES-I) Majelis Umum, Memperhatikan
PERJUANGAN BERDARAH UMAT ALLAH
PERJUANGAN BERDARAH UMAT ALLAH Kitab Makabe terutama menceritakan peperangan antara bangsa Yahudi dengan bangsa Siria. Kitab ini menonjolkan sikap sejumlah tokoh Yahudi yang gagah berani, tidak gentar
