ALAT PENGIKAT (FASTENER)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ALAT PENGIKAT (FASTENER)"

Transkripsi

1 ALAT PENGIKAT (FASTENER) Struktur Modul Nomor dan posisi unit dalam modul No. Unit Judul Unit No. Lattice No. Manual Jumlah Jam C6-1 Mengenal, Memilih dan Memasang Alat Pengikat MU96C C6-2 Perbaikan dan Reklamasi MU96C C6-3 Senyawa Penahan MU96C No. Topik Judul Topik Jumlah Jam 1 Mengenali Alat Pengikat 8 2 Memilih dan Memasang Alat Pengikat 8 1

2 PETA KURSUSMEKANIK PERKAKAS-PERKAKAS BERAT Cara Menggunakan Peta Pada halaman berikut, Anda akan menemukan peta program pelatihan yang harus diikuti oleh para apprentice Perkakas Berat. Oleh karena itu, jika Anda bukan apprentice dalam bidang Perkakas Berat, peta kursus Anda akan berbeda dengan yang Anda temukan pada halaman 4. Untuk menyelesaikan pelatihan ini, Anda harus berhasil menyelesaikan tiga puluh dua (32) modul dengan predikat kompeten dan mendapatkan laporan hasil kerja yang memuaskan untuk praktek kerja Anda di lapangan. Modul-modul yang diberi nama C biasanya tidak hanya dipakai untuk satu kelompok bahasan. Misalnya, C2, C7, dan C38 adalah modul-modul untuk kelistrikan dan mekanik. Modul-modul yang bernama M hanya berkaitan dengan kelompok Mekanik. Modul MC1 juga merupakan modul dengan pokok bahasan mekanik, dan modul ini memiliki isi yang sama dengan WC1 dan AC1 dari pokok bahasan lain. Akan tetapi, instruksi-instruksinya disesuaikan dengan pokok bahasannya masing-masing. Untuk menelusuri pelatihan Anda, mulailah dari titik masuk, yaitu modul MC1 dan terus ke bawah. Format MC1 berbeda dengan modul-modul lainnya karena Anda hanya diharuskan untuk menyelesaikan satu bagian tertentu sebelum melanjutkannya dengan modul berikutnya. Contohnya, MC1 Unit1 harus diselesaikan sebelum mempelajari C2 & C3. Untuk modul-modul yang disimpan di dalam kotak, Anda harus menyelesaikannya sebelum bergerak ke tingkat berikutnya. Misalnya, Anda harus menyelesaikan modul C2, C3, dan C4 sebelum memulai salah satu dari modul C5-C7. Akan tetapi, modul-modul yang disimpan dalam kotak tersebut tidak harus diselesaikan secara berurutan. Artinya, C7 bisa diselesaikan sebelum C6 atau C5, tetapi semua modul C5 sampai C7 harus diselesaikan sebelum Anda memulai modul C8 atau C9. Modul yang sedang Anda pelajari adalah bagian yang berlatar belakang gelap dan peta akan memberi tahu posisi Anda, modul apa saja yang sudah Anda selesaikan, dan modul apa yang belum Anda selesaikan. Kalau Anda mempunyai pertanyaan tentang hal ini, bertanyalah kepada trainer Anda. 2

3 KELUAR M31 Mesin M21 Mesin C20 Lifting dan Slinging MC1 Unit 5 Keselamatan Dalam Melakukan Lubrikasi MC1 Unit 3 Keselamatan Dalam Melakukan Jacking & Bloking C2 Ikhtisar Peralatan MC1 Unit 1 Keselamatan Umum MASUK PETA KURSUS MEKANIK ALAT BERAT M32 Power Train M34 Hidrolik M35 Kelistrikan M37 Rem C38 Pengelasan M22 Power Train M23 Fue Bahan Bakar M24 Hidrolik M25 Kelistrikan M27 Rem C11 Mesin C12 Power Trains C13 Sistem Bahan Bakar C14 Hidrolik M15 Kelistrikan C8 Pemeliharaan Lubrikasi MC1 Unit 6 Pelaporan C9 Seal dan Bearing C5 Jacking & Blocking MC1 Unit 4 Keselamatan Dalam Menangani Zat-zat Berbahaya C6 Fastener C3 Prosedur Isolasi MC1 Unit 2 Keselamatan Dalam Menggunakan Perkakas Tangan & Peralatan C4 Perkakas Tangan & Peralatan M28 Kemudi dan Suspensi M16 Roda dan Ban C7 Bahan Penyambung C17 Rem C18 Kemudi dan Suspensi 3

4 PETUNJUK PENGGUNAAN UNIT Kegiatan-kegiatan untuk unit ini diselesaikan dengan urutan sebagai berikut: 1. Hal-hal berikut akan dijelaskan jika diperlukan Struktur unit Cara menggunakan buku kerja Letak Hasil Pembelajaran Cara mengenali Kegiatan Tertulis dan Kegiatan Praktek Cara mengisi kolom Hasil 2. Trainer Anda akan mengingatkan Anda mengenai tindakan keselamatan yang harus diikuti. 3. Urutan kegiatan yang akan Anda lakukan dan catatan hasil kegiatan adalah seperti yang tertulis di bawah ini: Topik 1. Mengenali Alat Pengikat (Fastener) Hasil Tanggal mulai Bacalah materi pelajaran untuk topik ini. Selesaikan Kegiatan Tertulis #1 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #2 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #3 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #4 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Hasil topik Tanda tangan trainer Tanggal 4

5 Topik 2. Memilih dan Memasang Alat Pengikat (Fastener) Hasil Tanggal mulai Bacalah materi pelajaran untuk topik ini. Selesaikan Kegiatan Tertulis #1 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #2 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #3 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Bacalah materi pelajaran hingga kegiatan selanjutnya Selesaikan Kegiatan Tertulis #4 Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda. Hasil topik Tanda tangan trainer Tanggal Hasil Unit Tanda tangan trainer Tanggal Disini juga terdapat komponen kecakapan kerja yang mengharuskan anda untuk berhasil CATATAN mengerjakan kegiatan lainnya ditempat kerja anda sebelum anda dinilai kompeten. Rinciannya terdapat didalam buku Catatan Pengembangan Kecakapan Kerja. 5

6 (C.B.T) PENGANTAR COMPETENCE BASED TRAINING Unit ini dibuat dalam format Competence Based Training bagi Anda. Unit ini berbeda dengan unit yang telah Anda jumpai sebelumnya karena trainer Anda tidak akan menghabiskan waktu di depan kelas memberikan kuliah kepada Anda. Anda diharapkan membaca bahan dalam Buku kerja - yaitu unit ini - dan mempelajarinya seperti yang dimuat dalam Petunjuk Penggunaan Unit. Trainer Anda akan selalu mendampingi dan membantu Anda sewaktu-waktu Anda memerlukannya, dan memberikan penilaian pada saatnya. Apa yang harus Anda lakukan adalah berhasil menyelesaikan semua kegiatan tertulis dan kegiatan praktek yang diberikan sesuai dengan levelnya. Bagian Hasil-hasil Pembelajaran menjelaskan apa yang harus dapat Anda lakukan. Hasil-hasil ini diberikan pada awal setiap topik baru dan Anda harus memahaminya. Bagian Kriteria Penilaian menjelaskan standar yang harus Anda capai untuk menunjukkan bahwa Anda kompeten. Anda akan dinilai berdasarkan hasil dari semua Kegiatan Tertulis dan Kegiatan Praktek. Kegiatankegiatan ini dimuat di dalam buku kerja ini dan Anda akan menjumpainya di bagian Petunjuk Penggunaan Unit, pada saat Anda akan mengerjakannya. Anda juga akan menjumpai kolom Hasil. Kolom ini adalah tempat Anda harus mencatat kemajuan Anda selama Anda mempelajari topik tersebut. Buku kerja berisi semua informasi yang akan Anda perlukan untuk menjawab semua pertanyaan, atau Anda akan diberi kesempatan untuk melihat catatan atau buku manual workshop. Bandingkan jawaban-jawaban Anda dengan bahan ini. Anda harus menjawab semua pertanyaan dengan benar. Lembaran Kegiatan Praktek Anda akan selalu memberikan semua petunjuk yang Anda perlukan untuk menyelesaikan semua kegiatan tersebut dan standar kerja yang harus Anda penuhi. Anda juga akan diminta untuk menilai pekerjaan Anda sendiri. Pastikan bahwa Anda mengetahui apa saja yang harus Anda penuhi sebelum memulai kegiatan. Trainer Anda akan memeriksa hasil kerja Anda pada lembar tempat Anda mencatat hasil kerja. Bila Anda sudah selesai mengerjakan semua kegiatan tersebut, bicarakanlah hasil pekerjaan Anda dalam unit tersebut bersama trainer Anda. Pada bagian akhir unit, trainer Anda akan memeriksa semua hasil kegiatan, dan menandatanganinya. Ingatlah, agar Anda dinyatakan kompeten, Anda harus dapat membuktikan kepada trainer Anda bahwa Anda berhasil mengerjakan semua kegiatan tertulis dan kegiatan praktek. Mulailah mempelajari catatan dan kegiatan tersebut sekarang. Bila Anda tidak yakin bagaimana memulainya, bertanyalah kepada trainer Anda. 6

7 SIMBOL - SIMBOL Dalam unit ini, simbol-simbol berikut ini digunakan untuk mengingatkan Anda tentang apa yang harus Anda lakukan. Kegiatan Tertulis Kegiatan tertulis akan meminta Anda untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Semua informasi yang Anda perlukan untuk mengerjakan kegiatan ini dimuat dalam buku kerja Anda, maupun buku manual yang akan memberikan pengarahan kepada Anda. Anda harus memberikan jawaban yang tepat atas semua pertanyaan. Kegiatan Praktek Kegiatan Praktek merupakan sebuah proyek praktek yang harus Anda kerjakan. Semua petunjuk yang harus Anda selesaikan akan diberikan. Biasanya Anda akan diberi kesempatan untuk menanyakan kepada trainer Anda sebelum Anda mendapatkan peralatan yang akan diberikan kepada Anda. Penilaian Diri Anda akan diminta untuk menilai kegiatankegiatan Anda sendiri. Untuk mengerjakannya, Anda harus memikirkan tentang hasil-hasil pembelajaran yang dicapai, dan kemudian memastikan apakah Anda sudah mencapainya atau belum. Hasil Penilaian Sesudah menyelesaikan setiap kegiatan, Anda akan memperoleh hasil. Hasil ini diberikan kepada Anda oleh trainer Anda sesudah memeriksa kegiatan Anda. Hasil ini kemudian dicantumkan dalam kolom Hasil, pada halaman Petunjuk Penggunaan Anda. Petunjuk Penggunaan Unit Halaman Petunjuk Penggunaan Unit ini merupakan halaman yang sangat penting karena menjelaskan apa yang harus Anda kerjakan. Semua langkah yang harus Anda ikuti sudah disusun, demikian pula catatan hasil kemajuan Anda dan hasil unitnya.. Sebaiknya selama Anda mempelajari unit yang bersangkutan, Anda harus selalu mengacu pada halaman tersebut sesering mungkin. Semua bahan pelatihan yang akan Anda gunakan mempunyai simbol dan tata letak yang sama. Bila Anda sudah terbiasa dengan simbol-simbol dan tata letak tersebut, Anda akan mengenalinya dengan segera dan mengetahui bahwa masingmasing mempunyai arti dan menjelaskan apa yang harus Anda lakukan. Peringatan Prosedur yang harus diikuti atau Anda harus berhati-hati. P.P.E. Simbol ini digunakan untuk mengingatkan Anda bahwa perkakas-perkakas yang tergambar adalah Peralatan Perlindungan Diri minimal yang harus dipakai. 7

8 IKHTISAR UNIT Tinjauan Pada akhir pelajaran Anda akan mampu mengenali alat pengikat (fastener) berdasarkan jenis, ukuran dan dratnya setrta menduskusikan penggunaan ring (washer). Anda juga akan memperagakan penggunaan alat pengikat (fastener) dan mengencangkan hingga torsi tertentu bila diperlukan. Hasil-hasil Pembelajaran 1. Mengenali alat pengikat (fastener) sesuai spesifikasi dan menyebutkan jenis-jenis dan bagianbagian alat pengikat (fastener). 2. Memilih dan memasang alat pengikat (fastener) dengan benar. Prasyarat MC1 (Topik 1,2,3,4) C2, C3,C4, dan C5 Jumlah Jam 16 jam Kelompok Sasaran Semua apprentice Divisi Tambang 8

9 TOPIK 1 MENGENAL FASTENER Hasil-hasil Pembelajaran Mengenali fastener sesuai spesifikasi dan menyebutkan jenis-jenis dan bagian-bagian fastener. Kriteria Penilaian Menyebutkan penampang sebuah baut Menyebutkan jenis-jenis baut. Mengenali bagian-bagian drat Mengenali baut berdasarkan tingkat, jenis drat dan ukurannya Menyebutkan dan mengenali jenis-jenis mur Menyebutkan dan mengenali jenis-jenis sekrup Mendiskusikan cara kerja ring (washer) Mendiskusikan pengencangan torsi Standar Jawaban Semua pertanyaan kegiatan tertulis harus dijawab dengan benar. Semua kegiatan praktek harus diselesaikan sesuai standar teks. Semua ukuran keselamatan harus diperhatikan. Kondisi Ruang kelas dan bengkel Buku kerja dan semua materi penilaian Berbagai jenis mur, baut, stud, ring (washer) dan sekrup Pengukur drat (thread gauges) Peralatan keselamatan Metode Penilaian Kegiatan tertulis #4 Pertanyaan-pertanyaan lisan 9

10 1.1 Identifikasi Alat Pengikat (Fastener) Untuk mengikat dua komponen menjadi satu berarti mereka digabungkan, dan sambungan tersebut dipaten atau dikunci bersamaan. Yang dapat memungkinkan hal ini adalah sebuah alat pengikat (fastener). Jika Anda mencoba menyebutkan semua jenisnya, Anda harus membuat sebuah daftar yang sangat panjang namun yang paling sering digunakan adalah alat pengikat (fastener) berdrat, yang meliputi baut, sekerup, stud dan mur. Hal-hal tersebut sering dianggap sama sehingga orang tidak menyadari bahwa sebenarnya ada perbedaan. Yang berhubungan dengan benda-benda tersebut adalah washer, snap rings, pin sepi (Key) dan cotter pin. Kesemuanya itu dirancang dengan banyak pertimbangan dan masing-masing dibuat untuk kegunaan tertentu. Pentingya alat pengikat (fastener) akan dapat dimengerti ketika Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika beberapa diantaranya rusak. Bayangkan apa yang mungkin terjadi pada sebuah engine bila separuh dari baut-baut dan mur yang menahannya mulai patah atau kendur! Titik yang paling lemah pada semua rakitan adalah pada alat pengikat (fastener). Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda mengetahui kekuatan alat pengikat (fastener) yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah bahwa alat pengikat (fastener) tersebut harus digunakan dengan benar, dan untuk mur-mur serta bautbaut, yang merupakan alat pengikat mekanis yang paling umum, ukuran torsi yang tepat harus selalu digunakan. Kekuatan alat pengikat (fastener) seperti tadi ditentukan oleh ketebalan, atau diameternya, dan bahan pembuatnya. Jika perlu meningkatkan kekuatan alat pengikat (fastener), Anda harus memperbesar ukurannya, atau pilih yang sama ukurannya tapi terbuat dari bahan yang lebih kuat. Di bawah ini adalah sebuah diagram dari beberap mur, baut, stud dan washer yang biasa digunakan, yang nantinya Anda akan berhubungan langsung. Anda harus mampu mengenal dan mengerti penggunaannya masing-masing. 10

11 1.2 Beberapa jenis pengikat (fastener) umum yang dipakai untuk melindungi komponen atau mengikatnya digambarkan di bawah ini. Baut (Bolt) Biasanya tidak seluruhnya berulir dan mungkin dipasang dengan sebuah mur atau disekerupkan ke dalam lubang berulir pada sebuah komponen. Ada beberapa macam bentuk kepala baut. Baut Berkepala Bulat (Cup Head Bolt) Baut berkepala bulat ini mempunyai sebagian dari tangkainya yang berbentuk persegi untuk menahan baut, yang dapat digunakan untuk mengikat lantai kayu dari bodi truk atau untuk besi bemper. Metal Thread Sekerup Pengikat (Set Screw) Serupa dengan baut tetapi berdrat penuh. Biasanya lebih dikenal dengan nama sekerup berkepala (cap screw). Sebuah sekerup berdrat penuh dengan diameter kecil yang dilengkapi dengan sebuah mur persegi atau heksagon. Kepalanya dapat berbentuk bulat atau kepala keju dan mempunyai sebuah alur untuk obeng. Metal thread digunakan untuk melekatkan komponen yang ringan atau penopang (bracket) yang kecil. Stud (Baut tanam) Stud tidak berkepala dan berdrat dari setiap ujungnya. Bisa terdiri dari drat yang berbeda pada masing-masing ujungnya untuk menyesuaikan dengan kegunaan stud tersebut. Gutter Bolt Berdrat penuh dan sering kali digalvaniskan (galvanised) dengan sebuah kepala berbentuk kubah dan sebuah alur untuk obeng. Digunakan dengan sebuah mur untuk mengikat bahan yang ringan dan logam lembaran. 11

12 Grub Screw Sebuah sekerup tanpa kepala yang mungkin dilengkapi dengan alur untuk obeng atau sebuah lekukan untuk Allen key. Digunakan jika sekerup harus terpasang di bawah permukaan yang terbenam. Cotter Pin Pin baja runcing ini mempunyai sebuah bagian yang rata pada salah satu sisinya dan sebuah bagian kecil yang berulir pada bagian ujungnya yang kecil. Bagian runcingnya yang rata digunakan untuk menahan komponen seperti king pin truk. Mur dan washer perlu dipasangkan pada cotter pin ini untuk menghindari adanya pergerakan. Self Tapping Screw Sekerup ini akan membentuk drat sendiri ke dalam logam yang tipis. Biasanya digunakan langsung ke dalam logam lembaran atau mur logam lembaran khusus dipasangkan pada komponen tersebut. Semua bentuk kepala sekerup bisa digunakan dengan self tapping screws. Baut Batere (Battery Bolt) Sebuah baut berkepala persegi, digalvaniskan dengan kuat, yang sering digunakan untuk mengencangkan terminal-terminal batere (accu) pada kutub (kepala) batere. Baut U Digunakan untuk menahan pegas daun (leaf springs) pada poros sumbu kendaraan, dan pada sistem pembuangan/knalpot (exhaust system). Taper Lock Stud Menggunakan uliran khusus untuk menghasilkan sebuah drat yang beberapa ulir terakhirnya meruncing. Stud tersebut mempunyai uliran yang hampir sama runcingnya untuk membuat suatu interference fit pada saat stud tersebut dipasang. Stud ini digunakan pada aplikasi beban-beban berat pada peralatan yang bergerak. 12

13 Kepala Parallel Thread Taper Ukuran baut Plow Bolt Mempunyai kepala yang meruncing yang dapat masuk ke dalam lubang-lubang sekerup yang terbenam. Ketika dipasang, kepalanya terbenam dalam permukaan komponen tersebut. Baut-baut ini digunakan untuk memasang blade pada dozer dan grader yang membutuhkan hubungan dengan tanah, agar tanah yang didorong bisa berputar/ bergulung dengan lancar pada bagian-bagian yang diikat. Panjang batang Panjang baut Kepala Bearing Surface Panjang batang Panjang keseluruhan Panjang drat Point Panjang Drat (Thread Length) : panjang uliran baut. Plow Bolt 1.3 Baut Mengingat kepentingan dan rancangan dari sebuah baut, maka perlu bagi Anda untuk dapat mengenali bagian-bagian dan fungsinya. Lihatlah pada diagram berikut dengan seksama dan pelajarilah nama-nama bagian baut tersebut. Nama-nama Bagian Baut Kepala (Head) Nut Kepala baut ini terbentuk pada satu ujung baut untuk menyediakan suatu permukaan untuk penahan baut (bearing surface) yang memungkinkan kepala baut bisa dipasang kunci/ alat agar baut dapat diputar. Panjang batang (Grip Length) : panjang bagian yang tidak berdrat. Selain itu juga disebut tangkai (shank). Panjang Baut atau Panjang Tangkai (Bolt Length/Shank Length) : panjang baut dari bearing surface sampai ujung drat. Bearing Surface : bagian bawah kepala baut. Point : bagian ujung baut tempat bermulanya drat. Ukuran Baut Ukuran besarnya baut ditentukan oleh tiga ukuran: 1. Diameter utama - yaitu diameter pada ujung drat baut. 2. Panjang baut - diukur dari bearing surface sampai ujung drat. 3. Ukuran kunci pas yang diperlukan untuk memutar baut - yaitu jarak yang diukur sepanjang daerah yang rata di kepala baut 13

14 1.4 Penggolongan Baut Jenis baja yang digunakan untuk membuat baut (dan sekerup), cara pengolahan selama pembuatannya menentukan kekuatannya dan juga kegunaannya. Faktor kekuatan ini juga dikenal dengan nama Grade dari alat pengikat (fastener) dan ini ditentukan oleh kekuatan daya rentang/regang (tensile) baut tersebut, maksudnya berapa banyak tarikan (pull) yang dapat ditahan baut tersebut sebelum patah. Grade sebuah baut ditandai pada bagian kepala baut. Beragamnya tanda juga menunjukkan apakah baut tersebut SAE (Society of Automotive Engineers) dan ukuran satuan imperial, atau tanda International Standard Organisation (ISO) untuk baut yang diukur dengan satuan metrik. 1.5 SAE Grade ditandai dengan menggunakan cap pada kepala baut. Ini berkisar antara kosong sampai delapan. Tabel berikut ini menunjukkan bagaimana tanda-tanda ini diletakkan dan apa artinya. Tabel tersebut juga menunjukkan kekuatan tensile baut, terbuat dari apa, dan tekanan torsi yang harus digunakan, atau tension ketika mengencangkan setiap baut. Perbedaan-perbedaan kapasitas masing-masing mempunyai penekanan bahwa grade yang berbedabeda dari baut mempunyai kapasitas yang berbeda. JANGAN SEKALI-KALI menggunakan baut dengan grade yang lebih rendah sebagai penggantinya. Harus selalu menggunakan baut dengan grade yang sama atau lebih tinggi dari baut yang akan diganti. Tabel 1 Grafik Nilai Torsi Standar untuk Alat pengikat (fastener) Berukuran 3/8 Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) SAE ,000 PSI Baja karbon medium 20 SAE 3 100,000 PSI Baja karbon medium 30 SAE 5 120,000 PSI Baja karbon medium 33 Heat Treat Steel SAE 6 133,000 PSI Baja karbon medium 43 Quenched Tempered 14

15 Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) SAE 7 133,000 PSI Medium Carbon Alloy 44 Steel SAE 8 150,000 PSI Medium Carbon Alloy 47 Steel Socket Head 160,000 PSI High Carbon Case 54 Cap Screw Hardened Steel Socket Set Screw 212,000 PSI High Carbon Case 18 Hardened Steel Machine Screw 60,000 PSI Copper (CU) 63% 17 Yellow Brass Zinc (ZU) 37% Silicone Bronze 70,000 PSI Copper (CU) 96% 20 Type B Zinc (ZNI) 2% Silicon (SI) 2% Metrik Dari tabel tadi, misalnya, sebuah baut ukuran 3/8 inchi yang tidak bertanda, mempunyai grade 1 atau 2. Baut tersebut terbuat dari low carbon steel (campuran karbon baja rendah), yang bisa dikencangkan hingga 20 ft/lbs (dengan sebuah kunci baut torsi) dan mempunyai kekuatan tensil minimum P.S.I. Sebuah baut 3/8 dengan 5 garis tanda pada bagian kepalanya, mempunyai grade SAE 7, terbuat dari baja campuran karbon medium, dapat dikencangkan hingga 44 ft/lbs dan memiliki kekuatan tensil P.S.I. Dengan cara yang sama International Standard Organisation (I.S.O) telah menetapkan standarstandar untuk baut-baut berukuran metrik. Standar-standar tersebut diwujudkan sebagai KELAS-KELAS yang berdasarkan kekuatan. Tanda cap - yaitu nomor - pada bagian kepala menunjukkan golongan kelasnya. Semua baut metrik bermutu tinggi dan sekerup yang lebih besar dari 4 mm mempunyai tanda cap. 15

16 1.6 Skala berikut menunjukkan kelas metrik, spesifikasi, ukuran, dan persamaan dengan SAE. Tabel 2 Kelas ISO Tanda Cap Untuk Baut dan Sekerup Metrik Baja ISO Property Class Markings For Steel Metric Bolts and Screws Tanda Huruf Spesifikasi Ukuran Kekuatan Persamaan Dengan Kelas Tensil Baut Inchi Class 4.6 M5 and large 400 Class 4.8 Sampai M SAE Grade Class 5.8 M5 sampai M SAE Grade Class 8.8 Sampai M lebih dari M SAE Grade Class 9.8 Sampai M Nine percent Stronger Than SAE Grade Class 10.9 Sampai M SAE Garde 8 Contohnya 4,6 menunjukkan kelas M5 menunjukkan - M untuk metrik - 5 untuk diameter 5 mm 400 adalah kekuatan tensil dalam MPa (Mega pascal). 16

17 KEGIATAN TERTULIS #1 Jawablah semua pertanyaan berikut ini. 1. (1.3) Sebutkan begian-bagian baut ini, seperti yang ditunjukkan oleh diagram berikut Lengkapilah tabel berikut ini Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) 20 SAE 3 Baja carbon medium SAE 6 17

18 Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) SAE 8 3. (1.4) Untuk mengganti sebuah alat pengikat (fastener), harus selalu diganti dengan grade/ kelas yang lebih tinggi atau harus yang sama persis pengikat (fastener) tersebut? Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 18

19 1.7 Drat (thread) Drat dipakai secara luas dalam industri untuk tujuan-tujuan berikut: Mengikat (Fastening) - baut, sekerup, stud dan mur digunakan untuk menahan komponenkomponen agar selalu berada dalam posisinya,; misalnya baut-baut kepala silinder (cylinder head). Penyetelan (Adjusment) - perpindahan posisi part untuk membuat jarak kerenggangan atau pre-load; yaitu kerenggangan valve (atau tappet). Pengukuran (Measurement) - misalnya sebuah mikrometer Pergerakan (Movement) - untuk merubah gerakan berputar menjadi gerakan linier (memanjang) ; yaitu sebuah tanggem (vice) Bentuk Vee Ini adalah bentuk drat yang paling lazim digunakan pada baut-baut, sekerup dan stud. Mengenai ukuran dan sudut yang sebenarnya akan diterangkan kemudian pada bagian ini. Persegi (Square) Drat persegi terutama digunakan untuk meneruskan putaran/gerakan pada mesin-mesin. 1.8Definisi Bagian-bagian Drat dan Istilah Dalam memahami kegunaan dan pembuatan berbagai jenis drat yang digunakan, adalah penting untuk mengerti dengan jelas definisi dan istilah tertentu. Bentuk Drat terdiri dari berbagai macam bentuk, yang lebih sering dijumpai adalah; Puncak (Acme) Bentuk ini lebih kuat dari pada bentuk persegi dan paling sering digunakan pada sekerup utama dari sebuah mesin bubut (lathe). Bentuk Vee Bentuk Persegi (square) Bentuk Puncak (acme) Bentuk Trapesium (buttress) 19

20 Trapesium (Buttress) Drat ini bisa digunakan jika sekerup sedang digunakan untuk memberi tekanan yang besar hanya pada satu arah. Drat trapesium sering digunakan pada tanggem (vice). Pitch 1.11 Drat Single Start 1.9 Drat Kanan dan Kiri Sebagian besar drat adalah drat kanan yang berarti murnya diputar searah jarum jam pada baut. Beberapa pemakaian khusus memerlukan penggunaan drat kiri yang murnya diputar berlawanan arah jarum jam pada bautnya. Drat single start adalah sebuah alur yang berkesinambungan yang memanjang sepanjang baut tersebut. Arah dan pitch-nya sama. Sebagian besar baut dan stud adalah drat single start. Lead Pitch 1.12 Diameter Crest Right Hand 1.10 Jarak (Pitch) Drat Left Hand Jarak suatu puncak drat adalah jarak antara puncak yang sama pada drat yang berdampingan. Diameter crest atau mayor adalah diameter luar dari drat bagian luar pada sebuah baut, sekerup atau stud. Dimensi diameter crest tersebut menunjukkan ukuran baut. Diameter ini diukur dengan milimeter untuk baut-baut metrik dan pecahan dari inchi untuk sebagian besar baut imperial. Pada drat metrik, pitch diukur dalam satuan milimeter, yaitu jarak dari puncak drat satu ke puncak drat kedua. Pada drat imperial (drat yang diukur dalam inchi), pitch-nya dispesifikasikan dalam drat per inchi (thread per inch / TPI), yaitu jumlah drat dalam satu inchi. 20

21 1.13 Diameter Akar (Root) Diameter akar (root) atau minor adalah diameter pada bagian bawah drat. Ketika akan membuat drat (tapping) drat internal, lubang yang dibor akan menjadi sama atau sedikit lebih besar dari pada diameter root. Internal Tread (Nut) Thread Angle Crest Flank Root Root diameter 1.14 Bagian-bagian Drat (bentuk Vee) Bentuk-bentuk drat yang berbeda akan mempunyai bentuk yang tertentu dari crest dan root drat dan juga sudut drat. Drat-drat yang ditunjukkan di sini adalah untuk drat metrik International Standards Organisation (ISO) Bentuk-bentuk Drat Vee Banyak bentuk-bentuk drat yang telah diproduksi oleh berbagai negara dan untuk tujuan-tujuan khusus. Tabel berikut memberikan daftar beberapa bentuk drat Vee yang digunakan dalam industri otomotif. Bila ragu-ragu mengenai drat yang sebenarnya dari sebuah baut atau sekerup, ukurlah selalu diameter mayor dan puncak (pitch) (dengan menggunakan pitch gauge atau penggaris) kemudian lihat pada Grafik Drat atau manual bengkel. Tabel 3 Rincian drat vee yang umum (Masih ada banyak lagi) Nama Jenis Sudut Bentuk dan penggunaan Pengukuran Pitch ISO Metric Halus dan 60 0 Root bulat dan crest datar Ukuran pitch dalam kasar Penggunaan Otomotive milimeter umum UNF Halus 60 0 Root bulat dan crest datar Ukuran pitch dalam United National thread per inch (TPI) / drat Fine per inci UNC Kasar 60 0 Penggunaan otomotive United National umum pada kendaraan Coarse Inggris, Australia dan Amerika Serikat tetapi diganti oleh drat ISO 21

22 1.16 Pengukur Pitch Drat ( (Thread Pitch Gauges) Drat yang besar, atau kasar, dapat diukur langsung dengan menggunakan penggaris untuk mengetahui pitch-nya. Semakin kecil atau semakin halus dratnya akan lebih tepat kalau diukur dengan menggunakan sebuah pitch gauge yang mempunyai sejumlah daun yang mempunyai gigi untuk pitch tertentu. Pitch gauges tersedia untuk masing-masing jenis drat seperti ISO, metrik, UNF, UNC, dll. Metric ISO Coarse Size mm Pitch mm Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch /64 13/64 5/16 11/32 3/8 13/32 31/64 9/16 11/16 49/64 53/64 15/16 1-3/64 1-5/32 1-1/ /16 15/64 17/64 15/32 35/64 39/64 22

23 Size mm Pitch mm Metric ISO Fine Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch /32 27/64 1/2 21/32 47/64 13/16 7/ /32 Size mm Pitch mm U N F Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch No. 5 No. 6 No. 8 No. 10 No. 12 1/8* 5/32* 3/16* 7/32* 1/4 5/16 3/8 7/16 1/2 9/16 5/8 11/16* /32 25/64 29/64 37/64 5/ /64 5/32 1/8 3/16 23

24 Size mm Pitch mm U N F Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch 3/4 13/16 7/8 1 1* 1-1/8 1-1/4 1-3/8 1-1/ /16 3/4 13/16 59/64 1-3/ / /64 Size mm Pitch mm U N C Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch No. 2 No. 3 No. 4 No. 5 No. 6 No. 8 No. 10 No. 12 1/8 5/32 3/16 7/32 1/4 5/16 3/8 7/16 1/ /32 5/32 13/64 17/64 3/ /64 7/64 11/64 1/8 1/4 5/16 23/64 27/64 24

25 Size mm Pitch mm U N C Tapping Drill Sizes Preferred Alternative mm inch mm inch 9/16 5/8 11/16 3/4 13/16 7/ /8 1-1/4 1-3/8 1-1/ /64 35/64 21/32 23/32 49/64 7/8 1-7/64 1-7/ / /32 19/32 63/ /64 25

26 KEGIATAN TERTULIS #2 Jawablah semua pertanyaan berikut. 1. (1.7) Sebutkan empat hal yang mana drat digunakan dalam industri (1.8) Sebutkan empat bentuk drat (1.8) Drat jenis apa yang paling sering digunakan pada sebuah baut dan sekerup? 4. (1.8) Bentuk drat apa yang paling sering digunakan untuk meneruskan gerakan/putaran? 5. (1.8) Jenis drat mana yang lebih kuat - acme atau square? 6. (1.9) Jika sebuah mur harus diputar berlawanan dengan arah jarum jam untuk mengencangkannya, drat tersebut disebut drat kanan atau kiri? 7. (1.10) Satuan ukuran apa yang Anda gunakan untuk mengukur pitch dari drat metrik? 26

27 8. (1.10) Bagaimana Anda menentukan pitch dari sebuah drat imperial? 9. (1.12) Menunjukkan ukuran apakah, diameter luar dari sebuah drat atau baut? 10. (1.12) Dalam satuan ukuran apa baut di bawah ini diukur? Ukuran metrik Ukuran imperial 11. (1.13) Jika Anda akan mengetap bagian dalam drat, Anda akan mengikuti diameter luar atau dalam untuk lubang yang dibor? 12. (1.15) Apa nama alat ukur yang akan Anda gunakan untuk mengukur pitch sebuah drat? Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 27

28 1.17 Mur dan Washer Ada berbagai jenis mur. Sebagian besar adalah heksagonal (segi enam) tapi kadang-kadang juga mur berbentuk persegi. Mur Sederhana/Datar (Plain Nut) Yang paling lazim adalah mur sederhana (plain nut). Bentuknya heksagonal dan halus pada kedua sisinya. Oleh sebab itu membutuhkan beberapa jenis washer atau mur pengunci untuk mencegah agar tidak kendur pada stud atau baut. Self Locking Nut Mur ini terdiri dari berbagai macam jenis. Contoh yang umum, pada bagian atas menggunakan potongan bahan fiber atau plastik untuk mencengkeram baut atau stud untuk mencegah pergerakan. Locking Material Mur Berbentuk Benteng (Castelated Nut) Sebuah pen belah (split pin) digunakan melalui sebuah lubang pada stud atau baut dan alur mur. Pasak belah tersebut harus berdiameter yang cukup untuk terpasang dengan mudah melalui lubang namun celahnya tidak berlebihan. Setiap kali memasang ulang mur tersebut, pen belahnya harus diganti dengan yang baru. Pal Nut Pal nut adalah sebuah alat pengunci terbuat dari pelat logam yang ditempa, yang dikencangkan sedikit pada mur pengaman untuk menguncinya. Jenis alat pengikat (fastener) logam padat yang serupa sering digunakan dengan self tapping screws. Mur pal Jenis mur castel Mur Pengunci (Lock Nut) dikunci dengan split pin Baut tanam atau biasa Mur biasa Mur ini lebih tipis dari mur yang standar dan dipasang pada baut di atas mur sederhana (plain nut) yang normal. Pengencangan mur pengunci akan sedikit meregangkan drat baut untuk mencegah kendurnya mur (plain nut). Lock Washer Ring (washer) ini dikencangkan di bawah mur atau kepala baut untuk memberi efek pegas yang dapat menghindari kendurnya mur atau baut. Plain/belah External 28

29 Plat Pengunci dan Ring Tag (Tag Washer) Internal External Internal Kawat Pengunci (Locking Wire) Dalam beberapa pemakaian, kepala baut atau sekerup dibor untuk memungkinkan kawat halus dijalin melalui lubang tersebut untuk mencegah kendurnya baut. Plat pengunci adalah alat yang dapat digunakan kembali, yang diikatkan pada komponen sedemikian rupa untuk mencegah pergerakan baut atau mur. Tag washer ditempatkan di bawah baut atau mur dan tag tersebut dibengkokkan sedemikian rupa hingga dapat mencegah pergerakan. Tag washer harus diganti bila sudah rusak. Plat pengunci 29

30 1.18 Sekerup Berbagai jenis sekerup yang berbeda digunakan dalam pembuatan perlatan dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Beberapa jenis diantaranya dan kegunaannya dijelaskan di bawah ini. Sekerup-sekerup yang digunakan untuk mengikat komponen-komponen dari logam mempunyai drat sampai ke bagian kepalanya. Kepalanya mempunyai berbagai bentuk, dengan bermacammacam jenis celah atau lubang untuk memutar sekerup. Diperlukan kunci atau obeng khusus sesuai bentuk kepala-kepala sekerup tertentu. Round Countersunk Fillister Oval Baut-baut tertentu dengan kepala heksagonal (segi enam) juga mempunyai drat penuh sepanjang baut tersebut dan dikelompokkan dengan istilah sekerup. Ini dapat dikatakan sebagai set screws pada lokasi-lokasi tertentu. Ujung-ujung sekerup tersebut juga dibuat dalam bentuk yang bervariasi untuk keperluankeperluan tertentu pula. Hexagonal Internal HEx (allen) Fluted Phillips Sekerup grub / grub screw (kadang dikatakan sebagai set screw) digunakan untuk mengikat sebuah pulley atau collar pada sebuah poros (shaft), sehingga ujungnya berbentuk kerucut agar dapat masuk ke dalam lubang kecil, atau berbentuk tangkup/cangkir agar dapat memegang poros (shaft). 30

31 KEGIATAN TERTULIS #3 Jawablah semua pertanyaan berikut ini. 1. (1.17) Apa nama mur yang mempunyai celah atau lubang (slot) untuk menguncinya? 2. (1.17) Disebut mur apakah sebuah mur yang menggunakan plastik pengunci untuk mencegah supaya tidak kendur? 3. (1.17) Apa fungsi sebuah washer? 4. (1.18) Sebutkan tiga jenis sekerup a. b. c. Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 31

32 TORSI DAN TENSI ALAT PENGIKAT (FASTENER) 1.19 Pada dasarnya torsi adalah nilai puntiran pada suatu titik tertentu. Tanpa adanya pengukuran torsi, mustahil bagi mekanik mana pun untuk mengencangkan serangkaian baut, mur atau sekerup hingga kekencangan yang tepat sesuai yang telah ditentukan. Itulah sebabnya alat pengukur torsi (torque wrenches) harus digunakan. Pada mesin-mesin modern sekarang ini, yang menggunakan berbagai jenis campuran logam yang baru dan berbeda-beda (campuran logam dari dua atau lebih jenis logam), torsi baut, mur dan sekerup menjadi yang sangat penting. Jika hanya memberi sedikit torsi akan menyebabkan kebocoran (cairan atau gas). Kalau menerapkan terlalu banyak torsi akan menyebabkan kebocoran juga, tapi juga akan menyebabkan distorsi dan kerusakan fatal pada komponen-komponen yang mahal. Agar baut dapat mengikat komponen-komponen bersamaan dengan tepat, harus diberi tensi yang benar, maksudnya baut tersebut harus diregangkan, tapi harus dengan ukuran yang tepat. Perhatikan baut-baut cylinder head pada mesin (engine). Setiap saat bahan bakar terbakar, silinder tersebut akan mengalami tekanan yang besar - kadang gaya total sebesar pon ( N) dapat mendorong ke atas di satu sisi kepala silinder pada saat tekanan puncak silinder. Jika baut-baut tersebut tidak dikencangkan (diregangkan) pada waktu dipasang, tekanan tersebut akan mengakibatkan baut tersebut meregang. Kemudian baut itu akan kendor lagi dan memendek hingga panjang normalnya ketika tekanan di dalam cylinder sudah hilang. Peregangan yang konstan ini akan menyebabkan lemah dan pada akhirnya baut rusak. Baut Mesin cylinder head 50,000 lbs force here (222,4000 N) Tekanan cylinder : 1600 PSI (11032 kpa) Baut yang sudah merenggang Baut yang belum merenggang Baut mereanggang 32

33 Jika sebuah alat pengikat (fastener) dikencangkan dengan benar, gaya yang diberikan padanya oleh beban tidak akan meregangkan alat pengikat (fastener) tersebut. Dengan keadaan ini alat pengikat (fastener) tidak akan terus meregang dan oleh karenanya tidak akan mengalami gangguan lemah/lelah. Beberapa torque wrench mempunyai indikator yang dapat dibaca langsung yang harus diperhatikan pada saat menarik pegangannya sampai batas yang diinginkan. Jenis torque wrench lainnya, Anda harus menyetel sebelumnya sampai pada tingkat skala yang diinginkan dan menariknya sampai ada signal/tanda, yang mungkin berupa bunyi klik, lepasnya pin pelatuk, atau pelepasan otomatis dalam meknisme wrench. Gaya beban Gaya beban A Beban awal Sekrup Huruf pengunci pengikatan tensi Penjepit setelan Ditarik harus dari pegangan yang bergerigi Socket Aksi gaya pada baut 1.20 Tension Wrench / Kunci Momen Sebuah tension wrench, kadang disebut Torque Wrench dipakai sebagai alat pembatas torsi untuk memutar mur baut sampai pada tingkat kekencangan yang telah ditentukan sebelumnya. Alat ini mencegah patahnya alat pengikat (fastener). Pada beberapa kasus tertentu, penting untuk menggunakan Torque Wrench untuk mencegah pembengkokan atau melarnya/mulurnya komponen-komponen yang diikat oleh sejumlah alat pengikat (fastener) yang mungkin saja pengencangannya tidak pas atau berlebihan - seperti cylinder head mesin (engine), misalnya. Terjadi hubungan ketika penyetelan tepat Pin akan berbunyi klik bila tensi 1.21 Penggunaan Tension Wrench/Kunci Momen Untuk menggunakan Torque Wrench dengan benar, langkah-langkah berikut harus diperhatikan: l Pemberian gaya tekanan harus perlahan. Tekanan yang diberikan pada gagang Torque Wrench harus stabil untuk mendapatkan nilai torsi yang akurat. Mengerahkan gaya yang cepat atau kasar dapat mengakibatkan kesalahan besar pada hasil torsi. 33

34 Benar Salah aturlah dial (jarum penunjuk) pada nilai yang telah ditentukan bukannya pada angka 0 dan kemudian beri gaya pada gagang. Indikator penunjuk akan bergerak dari nilai torsi yang ditentukan kembali ke 0. l Benar Cara menggunakan torque wrench Dengan Deflecting Beam Torque Wrench (A), nilai torsi terbaca melalui skala (B) pada saat gaya diberikan pada gagangnya. D A E F G C B Menggunakan Audible Click Torque Wrench (E), setel terlebih dahulu nilai torsi pada wrench dengan cara melepaskan kunci (G) pada gagang dan memutar micrometer barrel (H) searah atau berlawanan arah jarum jam hingga pada ukuran torsi yang diinginkan (F). Kunci harus dikunci kembali setelah menyetel pengaturan angka Pelumasan Drat Drat-drat alat pengikat (fastener) harus bersih dan tidak tertekuk, retak, bebas dari cat atau grease kental untuk mendapatkan nilai torsi yang benar. Sebelum memasang alat pengikat (fastener), alat pengikat (fastener) tersebut harus diberi pelumas sedikit dan merata atau anti-seize compound. Untuk itu dapat menggunakan oli yang encer atau pelumas jenis grafit Kerusakan Drat Senai H OR G Oli Jenis-jenis torque wrench Menggunakan Dial Torque Wrench (C), jarum penunjuknya harus diputar dan ditempatkan pada angka 0 sebelum memberikan gaya pada gagang torque wrench. Kadang-kadang dial (jarum penunjuk) tersebut berada pada posisi yang sulit dibaca, sehingga bila Torque Wrench tersebut mempunyai dial yang bisa diputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam, Stud, baut atau mur dengan drat yang rusak harus diganti atau membuat drat baru. Jika Anda merasa dapat memasang sebuah mur pada drat yang rusak atau baut atau stud yang rusak dalam sebuah lubang, Anda harus memperhitungkan bukan hanya kerusakan yang mungkin timbul pada komponen yang sedang Anda rangkai tapi juga adanya 34

35 Fitting a Cotter Pin kerusakan tambahan atau tidak bisa dikencangkannya baut tersebut yang mungkin Anda hadapi, yang dapat menyebabkan kesalahan pengaturan torsi Pengencangan awal Alat Drat sudah jelek castelated nut (A) untuk memastikan kelurusan pada stud atau baut (B). Bila sebuah mur akan dipasangkan pada sebuah stud atau baut dengan memakai cotter pin (C) atau kawat pengaman, mur tersebut harus dikencangkan dengan nilai torsi yang lebih rendah dari pada yang telah ditentukan, kemudian lubangnya diluruskan dengan cara mengencangkan mur tersebut Pengencangan Baut dan Mur B A C Pengikat (fastener) Suatu pemeriksaan yang akurat terhadap alat pengikat (fastener) yang telah dikencangkan untuk menentukan apakah telah dikencangkan sesuai dengan nilai torsi yang telah ditentukan tidak mungkin dilakukan. Sebuah alat pengikat (fastener) yang telah dikencangkan hingga nilai torsi tertentu membutuhkan kurang lebih 10% lebih banyak torsi dari yang semula telah diberikan untuk mengatasi hambatan / friksi, setelah itu baru mulai memutar alat pengikat (fastener) lagi. Jika ragu-ragu apakah alat pengikat (fastener) tersebut telah dikencangkan pada nilai torsi yang benar atau belum, alat pengikat (fastener) tersebut harus dikendurkan kira-kira 1/2 hingga 1 putaran penuh dan kencangkan kembali hingga nilai torsi yang benar. Memasang Cotter Pin Ketika meluruskan cotter pin, jangan kendurkan 1/2 hingga 1 putaran Selalu lakukan pengencangan ulang Jangan terlalu kencang Menggunakan mur Castel Bila sebuah baut dikencangkan dari ujung kepalanya, beberapa tenaga putaran akan terserap untuk memutar baut di dalam lubang. Jumlah torsi yang diserap berbeda, tergantung dari ruang bebas dalam lubang tersebut dan kelurusan komponenkomponennya. Untuk itu, perlu diberi nilai torsi untuk mengencangkan baut-baut pada ujung mur. Bila terjadi ujung mur pada baut tidak bisa terjangkau oleh torque wrench, sedangkan kepala baut harus diputar, baut tersebut harus dikencangkan lebih tinggi dari nilai torsi yang telah ditentukan sementara untuk menahan ujung mur agar mur tidak berputar bisa menggunakan jenis kunci tertentu untuk menahannya Urutan Pengencangan 35

36 Pengencangan baut melalui kepala baut harus sesuai ketentuan (specifikasi) Murnya ditahan Untuk mengencangkan serangkaian alat pengikat (fastener), mereka harus dikencangkan dengan cara tertentu. Ini akan memberikan tekanan yang seimbang pada permukaan-permukaan yang berpasangan dari komponen yang sedang ditorsi. Jangan mengencangkan dua permukaan yang berpasangan (misalnya cylinder head) dengan mengikuti pola arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Catatan : Harus selalu memeriksa dan mengikuti petunjuk spesifikasi dari pabrik Prosedur Pengencangan A Semua alat pengikat (fastener) harus ditempatkan sampai mereka bersentuhan dengan permukaan yang ditahannya pertama kali, lalu diputar hingga torsi yang diinginkan secara bertahap mulai dari 20%, 40%, 60%, 80% hingga torsi penuh. (Ini berarti persentase dari keseluruhan nilai torsi yang diinginkan). Sebagai contoh, jika nilai torsi yang diinginkan adalah 250 inci-pon, maka 20% dari 250 inci-pon adalah 50 inci-pon. 60% dari 250 inci-pon adalah 150 inci-pon, dan seterusnya hingga tercapai nilai torsi penuh. Kadang terjadi macet atau dol ketika sedang mengencangkan sebuah alat pengikat (fastener). Hal ini ditandai dengan suatu efek letupan pada saat tahap-tahap terakhir pengencangan. Ketika terjadi dol, kendurkan baut atau mur tersebut dan kencangkan kembali dengan gaya memutar stabil pada gagang kunci tersebut. Bacalah ukuran torsi sambil memutar kunci momen Skala Kunci Tension Ada dua skala utama yang digunakan untuk kunci kunci torque berhenti atau bergetar kunci torque berhenti atau bergetar kunci torque berhenti atau bergetar kunci torque berhenti atau bergetar kunci torque berhenti atau bergetar Torsi 36

37 tension: Imperial: foot pounds ditunjukkan pada skala kunci tension sebagai ft lbs. Metrik: newton meter ditunjukkan pada skala kunci tension sebagai Nm. Imperial Panjang tuas untuk satu kaki, dengan gaya yang Imperial 1 Torque = Gaya x Panjang T = 1 lb x 1 lt T = 1 lt lb Metric 1 meter 1 lb digunakan satu kaki maka sama dengan tanda satu pound (1 lb). Metrik Panjang tuas diukur satu meter dengan tekanan yang terjadi pada tanda meter adalah satu meter. Panjang patokan tuas dengan gaya patokan 1 Newton angka sama dengan tanda 1 Nm. Perawatan perkakas pengukur torsi Kunci Momen (Torque Wrench) adalah sebuah alat pengukur sangat presisi dan harus diperlakukan dengan hati-hati. Torque Wrenches tidak boleh begitu saja dilemparkan ke antara alat-alat lainnya tetapi seharusnya disimpan di tempat yang bersih dan kering. Pada jenis Deflecting Beam Torque Wrenches, kerangkanya merupakan elemen pengukur dan tidak boleh dirubah dengan cara apa pun misalnya dengan mengikir, memberi cap atau memberi tanda, karena hal ini akan mengakibatkan kerusakan yang permanen. T = F x D T = 1 N x 1 Meter T = 1 Nm * F = Force = Gaya D = Distance = Panjang/jarak 1 N Jangan membebani torque wrench secara berlebihan (melebihi kapasitas) karena dapat merusak bagian penyensor ukuran torsi dari wrench tersebut, dan dapat mengakibatklan terjadinya ukuran tensi yang tidak tepat. 37

38 KEGIATAN TERTULIS #4 Jawablah semua pertanyaan berikut ini. 1. (1.20) Apa nama alat yang digunakan untuk menentukan tensi/kekencangan mur atau baut? 2. (1.19) Apa yang akan terjadi bila hanya memberikan nilai torsi yang terlalu kecil pada baut atau mur? 3. (1.19) Efek apa yang dihasilkan oleh pemberian torsi pada sebuah baut? 4. (1.19) Apa yang akan terjadi bila baut atau mur tidak dikencangkan dengan benar? 5. (1.21) Apa yang mungkin terjadi bila Anda memberi gaya tekan yang kasar pada gagang Torque Wrench? 6. (1.22) Ap yang dapat menyebabkan terjadinya tensi atau keregangan yang tidak tepat pada baut atau mur? 7. (1.28) Sebutkan dua skala yang terdapat pada torque wrenches? Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 38

39 Unified Inch Bolt and Cap Screw Torque Values SAE Grade and Head Markings No Mark 1 or 2 b SAE Grade and Nut Markings No Mark Size Grade 1 Grade 2 b Grade 5, 5.1, or 5.2 Grade 8 or 8.2 Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft 1/ / / / / / / / / / / / / Jangan menggunakan nilai-nilai ini apabila sudah ditetapkan nilai torsi atau prosedur pengencangan yang lain untuk aplikasi tertentu. Nilai torsi yang ada dalam daftar ini hanyalah untuk pemakaian yang umum saja. a. Lubricated artinya dilapisi dengan pelumas seperti oli mesin, atau alat pengikat (fastener) dengan dilapisi fosfat dan oli. Dry artinya polos atau berlapis seng tanpa adanya pelumasan. b. Grade 2 berlaku untuk cap screw yang hexagonal (bukan baut hexagonal) yang panjangnya sampai dengan 152 mm (6 inci). Grade 1 berlaku untuk cap screw yang hexagonal, yang panjangnya lebih dari 152 mm (inci), dan untuk bautbaut dan sekerup jenis lain yang panjangnya berbeda. Alat pengikat (fastener) harus diganti dengan alat pengikat (fastener) yang grade-nya sama atau lebih tinggi. Jika menggunakan alat pengikat (fastener) dengan grade yang lebih tinggi, harus dikencangkan dengan kekuatan aslinya. Pastikan bahwa drat alat pengikat (fastener) tersebut bersih dan Anda memulai pemasangan dengan benar. Hal ini akan mencegah kemacetan pada saat pengencangan. Kencangkan mur pengunci penyisip plastik atau mur crimped steel-type hingga kira-kira 50 % dari nilai torsi kering yang ditunjukkan dalam daftar, lakukan pada mur tersebut, bukan pada kepala baut. Kencangkan mur pengunci bergerigi atau jenis gergaji hingga nilai torsi penuh. 39

40 Metric Bolt and Cap Screw Torque Values Property Class and Head Markings Property Class and Nut Markings Size Class 4.8 Class 8.8 or 9.8 Class 10.9 Class 12.9 Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a Lubricated a Dry a N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft N-m lb-ft M M M M M M M M M M M M M M Jangan menggunakan nilai-nilai ini apabila sudah ditetapkan nilai torsi atau prosedur pengencangan yang lain untuk aplikasi tertentu. Nilai-nilai torsi yang ada dalam daftar tersebut hanyalah untuk penggunaan yang umum saja. Periksalah kekencangan alat pengikat (fastener) secara teratur. Alat pengikat (fastener) harus diganti dengan yang berasal dari kelas yang sama atau lebih tinggi. Apabila menggunakan alat pengikat (fastener) dari kelas yang lebih tinggi, hanya boleh dikencangkan hingga kekuatan aslinya. Pastikan bahwa drat alat pengikat (fastener) tersebut kering dan Anda memulai pemasangan dengan benar. Hal ini akan mencegah kemacetan pada saat pengencangan. Kencangkan mur pengunci penyisip plastik atau mur crimped steel-type hingga kira-kira 50 % dari nilai torsi kering yang ditunjukkan dalam daftar, lakukan pada mur tersebut, bukan pada kepala baut. Kencangkan mur pengunci bergerigi atau jenis gergaji hingga nilai torsi penuh a. Lubricated artinya dilapisi dengan pelumas seperti oli mesin, atau alat pengikat (fastener) dengan dilapisi fosfat dan oli. Dry artinya polos atau berlapis seng tanpa adanya pelumasan. 40

41 TOPIK 2 MEMILIHAN DAN MEMASANGAN ALAT PENGIKAT (FASTENER) Hasil Pembelajaran Memilih dan memasang alat pengikat (fastener). Kriteria Penilaian Mengenali alat pengikat (fastener) berdasarkan jenis, ukuran, grade dan dratnya. Menggunakan thread gauges untuk mengenali drat internal dan external. Memasang mur, baut, ring (washer), stud dan sekerup. Menggunakan Tension Wrench untuk menentukan nilai torsi. Standar Jawaban Semua pertanyaan kegiatan tertulis harus terjawab dengan benar. Semua kegiatan praktek harus diselesaikan sesuai standar teks. Semua ketentuan keselamatan harus diperhatikan. Kondisi Ruang kelas dan bengkel Kumpulan alat pengikat (fastener) metrik dan imperial dangan ukuran dan grade yang beragam Thread Gauges/Pengukuran drat Tension Wrench/Kunci momen/torsi Komponen-komponen mesin Semua perlengkapan keselamatan Metode Penilaian Kegiatan Praktek #2 Pertanyaan-pertanyaan Lisan 41

42 Practical Activity #1 Dalam kegiatan ini Anda diminta untuk mengenali sejumlah fastener yang terpasang pada Papan Kegiatan Praktek. Anda harus menuliskan deskripsi fastener pada tabel berikutnya. Trainer Anda juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai fastener. Jika kegiatan ini dilakukan di dalam workshop, kenakan PPE yang tepat. Bila Anda ragu tentang PPE yang diperlukan, lihat pada Modul MC1 Keselamatan di Tempat Kerja. Prosedur 1. Gunakan Modul C4 Alat pengikat (fastener)s, Manual Kegiatan Praktek 1 2. Dari latihan pada Manual Kegiatan Praktek tersebut buatlah daftar baut-baut tersebut dan tentukan pada kolom di bawah ini. 1. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #1. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 2. Minta daftar fastener yang harus Anda identifikasi pada trainer Anda. Anda hanya perlu mengidentifikasi fastener yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 3. Tuliskan nama fastener yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. No. Nama Pilihan Benar Apakah Anda dapat mengidentifikasi semua fastener yang ada dalam daftar? Ya/Tidak Mintalah trainer Anda untuk memeriksa pilihan Anda Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. 42

43 4. Kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi. 5. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #2. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 6. Minta daftar baut yang akan Anda identifikasi. Anda hanya perlu mengidentifikasi baut yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 7. Tuliskan nama baut yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. Perkakas yang diperlukan untuk bagian kegiatan ini Vermier Caliper Penggaris besi Pengukur ulir (thread gauge) Metric & Imperial No. Deskripsi Baut Benar Type Grade Diameter Kerenggangan Apakah Anda yakin bahwa Anda dapat memilih baut dengan benar berdasarkan nama, ukuran dan gradenya? Ya / Tidak Mintalah trainer memeriksa pilihan Anda. Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. 8. Kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi. 9. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #3. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 10. Minta daftar baut yang akan Anda identifikasi. Anda hanya perlu mengidentifikasi mur yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 43

44 11. Tuliskan nama mur yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. Perkakas yang diperlukan untuk bagian kegiatan ini Vermier Caliper Penggaris besi Pengukur ulir (thread gauge) Metric & Imperial No. Deskripsi Baut Benar Type Grade Diameter Kerenggangan Apakah Anda yakin bahwa Anda dapat memilih baut dengan benar berdasarkan nama, ukuran dan gradenya? Ya / Tidak Mintalah trainer memeriksa pilihan Anda. Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. Masukkan hasil kerja Anda ke dalam kolom Hasil. Kegiatan ini sudah selesai, maka kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi 44

45 Kegiatan Praktek #2 P. P. E Untuk kegiatan ini Anda diharuskan memeriksa peregangan (tensioning) kepala baut pada suatu mesin (engine). Trainer Anda akan memberikan mesin yang akan Anda periksa. Prosedur yang harus Anda ikuti terdapat pada topik Ambil Manual Kegiatan Praktek Minta agar trainer untuk memberikan sebuah mesin pada Anda. 3. Lakukan langkah-langkah yang diberikan dalam Manual Kegitan Praktek 1. Penilaian Diri: Apakah Anda mampu memeriksa dengan benar tensi/keregangan alat pengikat (fastener)? Ya/Tidak Mintalah trainer Anda untuk memeriksa jawaban-jawaban Anda dan menilai kegiatan Anda Masukkan hasil kerja Anda ke dalam kolom Hasil. Kegiatan ini sudah selesai, Kembalikan semua perkakas ke tempatnya semula. Sekarang Anda telah menyelesaikan unit pelatihan ini. Bacalah struktur modul dan peta kursus pada awal buku kerja ini untuk perincian unit Anda selanjutnya. 45

46 46

47 KEGIATAN TERTULIS #1 Jawablah semua pertanyaan berikut ini. 1. (1.3) Sebutkan begian-bagian baut ini, seperti yang ditunjukkan oleh diagram berikut Lengkapilah tabel berikut ini 1. Kepala 5. Panjang tangkai atau gagang 2. Flat 6. Panjang Drat 3. Bearing Face 7. Ukuran atau diameter baut 4. Panjang baut Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) SAE PSI Baja Karbon Rendah 20 SAE PSI Medium Carbon Steel 30 SAE PSI Medium carbon 33 heat treated steel SAE PSI Medium carbon steel 43 quench tempered 97D169J

48 Alat Tingkatan Kekuatan Tensil Bahan Tension Pengikat Jenis Minimum (ft/lbs) SAE PSI Medium carbon 44 alloy steel SAE PSI Medium carbon 47 alloy steel 3. (1.4) Untuk mengganti sebuah alat pengikat (fastener), harus selalu diganti dengan apa alat pengikat (fastener) tersebut? Fastener dengan kategori yang sama Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 2 97D169J2.593

49 KEGIATAN TERTULIS #2 Jawablah semua pertanyaan berikut. 1. Sebutkan empat pekerjaan dalam industri yang menggunakan ulir. 1. Pengikatan 2. Penyetelan 3. Pengukuran 4. Pergerakan 2. Sebutkan empat bentuk drat. 1. Vee 2. Persegi 3. Acme/Puncak 4. Trapesium 3. Drat jenis apa yang paling sering digunakan untuk baut dan sekerup? Vee 4. Bentuk drat apa yang paling sering digunakan untuk meneruskan gerak/putaran? Persegi 5. Drat mana yang lebih kuat - acme atau square? Acme/Puncak 6. Jika sebuah mur harus diputar berlawanan arah jarum jam untuk mengencangkannya, drat tersebut disebut drat kanan atau kiri? Kiri 7. Satuan apa yang Anda gunakan untukmengukur puncak (pitch) dari drat metrik? Milimeter 8. Bagaimana Anda menentukan pitch dari sebuah drat imperial? Drat per inci - T.P.I 9. Menunjukkan apakah diameter luar dari sebuah drat atau baut? Ukuran baut 97D169J

50 10. Dalam satuan apa saja ukuran baut diukur? Ukuran metrik milimeter Ukuran imperial bagian ukuran dari satu inci 11. Jika Anda mengetap drat internal, akan sama seperti apa diameter dari lubang yang dibor? Diameter root 12. Alat apa yang akan Anda gunakan untuk mengukur pitch sebuah drat? Thread gauge Standar Semua pertanyaan harus terjawab dengan benar Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 4 97D169J2.593

51 KEGIATAN TERTULIS #3 Jawablah semua pertanyaan berikut. 1. Apa nama mur yang mempunyai celah (slot) atau lubang di dalamnya untuk menguncinya? Castellated 2. Disebut mur apa sebuah mur yang menggunakan plastik untuk mencegah supaya tidak kendur? Mur Pengunci / self-locking 3. Digunakan untuk apa sajakah ring (washer) itu? Mencegah agar mur tidak menjadi kendur 4. Sebutkan tiga jenis sekerup 1. Grub 2. Set 3. Philips Standar Semua pertanyaan harus dijawab dengan benar Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 97D169J

52 KEGIATAN TERTULIS #4 Jawablah semua pertanyaan berikut. 1. Apa nama alat (kunci) yang digunakan untuk menentukan tensi/kekencangan mur atau baut? Torque Wrench / Kunci Momen 2. Apa yang akan terjadi bila hanya memberikan memberikan nilai torsi yang terlalu kecil pada baut atau mur? Fastener Logam 3. Efek apa yang dihasilkan oleh pemberian torsi pada sebuah baut? Wrench Fastener 4. Apa yang akan terjadi bila baut atau mur tidak ditorsikan dengan benar? Fastener 5. Apa yang mungkin terjadi bila Anda memberi tekanan yang kasar pada gagang Torque Wrench? Terjadinya nilai torsi yang tidak benar 6. Apa yang dapat menyebabkan terjadinya tensi atau keregangan yang tidak tepat pada baut atau mur? 1. Gerakan kasar pada Torque Wrench 2. Drat yang rusak, kotoran, mur atau green pada drat 7. Sebutkan dua skala yang terdapat pada torque wrenches / kunci momen? 1. Imperial - Ft/Lbs. 2. Metrik - MN Standar Semua pertanyaan harus terjawab dengan benar. Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda Masukkan hasil kerja Anda kedalam kolom hasil 6 97D169J2.593

53 Practical Activity #1 Dalam kegiatan ini Anda diminta untuk mengenali sejumlah fastener yang terpasang pada Papan Kegiatan Praktek. Anda harus menuliskan deskripsi fastener pada tabel berikutnya. Trainer Anda juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai fastener. Jika kegiatan ini dilakukan di dalam workshop, kenakan PPE yang tepat. Bila Anda ragu tentang PPE yang diperlukan, lihat pada Modul MC1 Keselamatan di Tempat Kerja. Prosedur 1. Gunakan Modul C4 Alat pengikat (fastener)s, Manual Kegiatan Praktek 1 2. Dari latihan pada Manual Kegiatan Praktek tersebut buatlah daftar baut-baut tersebut dan tentukan pada kolom di bawah ini. 1. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #1. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 2. Minta daftar fastener yang harus Anda identifikasi pada trainer Anda. Anda hanya perlu mengidentifikasi fastener yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 3. Tuliskan nama fastener yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. No. Nama Pilihan Benar Apakah Anda dapat mengidentifikasi semua fastener yang ada dalam daftar? Ya/Tidak Mintalah trainer Anda untuk memeriksa pilihan Anda Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. 97D169J

54 4. Kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi. 5. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #2. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 6. Minta daftar baut yang akan Anda identifikasi. Anda hanya perlu mengidentifikasi baut yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 7. Tuliskan nama baut yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. Perkakas yang diperlukan untuk bagian kegiatan ini Vermier Caliper Penggaris besi Pengukur ulir (thread gauge) Metric & Imperial No. Deskripsi Baut Benar Type Grade Diameter Kerenggangan Apakah Anda yakin bahwa Anda dapat memilih baut dengan benar berdasarkan nama, ukuran dan gradenya? Ya / Tidak Mintalah trainer memeriksa pilihan Anda. Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. 8. Kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi. 9. Ambil Modul C6 Fastener, Unit 1, Papan Kegiatan Praktek #3. Anda dapat menemukannya dalam ruang sumber. 10. Minta daftar baut yang akan Anda identifikasi. Anda hanya perlu mengidentifikasi mur yang terdapat pada daftar saja, bukan semuanya. 8 97D169J2.593

55 11. Tuliskan nama mur yang ditandai dengan huruf pada daftar Anda, di tabel berikut ini. Bila masih ragu, lihat pada Buku Kerja Anda. Perkakas yang diperlukan untuk bagian kegiatan ini Vermier Caliper Penggaris besi Pengukur ulir (thread gauge) Metric & Imperial No. Deskripsi Baut Benar Type Grade Diameter Kerenggangan Apakah Anda yakin bahwa Anda dapat memilih baut dengan benar berdasarkan nama, ukuran dan gradenya? Ya / Tidak Mintalah trainer memeriksa pilihan Anda. Bila benar, Anda akan mendapat tanda pada kolom yang berjudul Benar. Bila salah, ulangi lagi dan betulkan. Masukkan hasil kerja Anda ke dalam kolom Hasil. Kegiatan ini sudah selesai, maka kembalikan papan identifikasi dan daftar identifikasi 97D169J

56 Kegiatan Praktek #2 P.P. E Untuk kegiatan ini Anda diharuskan memeriksa peregangan (tensioning) kepala baut pada suatu mesin (engine). Trainer Anda akan memberikan mesin yang akan Anda periksa. Prosedur yang harus Anda ikuti terdapat pada topik Ambil Manual Kegiatan Praktek Minta agar trainer untuk memberikan sebuah mesin pada Anda. 3. Lakukan langkah-langkah yang diberikan dalam Manual Kegitan Praktek 1. Penilaian Diri: Apakah Anda mampu memeriksa dengan benar tensi/keregangan alat pengikat (fastener)? Ya/Tidak Mintalah trainer Anda untuk memeriksa jawaban-jawaban Anda dan menilai kegiatan Anda Masukkan hasil kerja Anda ke dalam kolom Hasil. Kegiatan ini sudah selesai, Kembalikan semua perkakas ke tempatnya semula. Sekarang Anda telah menyelesaikan unit pelatihan ini. Bacalah struktur modul dan peta kursus pada awal buku kerja ini untuk perincian unit Anda selanjutnya D169J2.593

57 UMPAN BALIK PENGEMBANGAN MATERI SUMBER PELAJARAN Trainer diharuskan mengisi lembaran ini pada akhir setiap unit Nama Tanggal Nama & Nomor Unit Kelompok Apprentice Lokasi Pelatihan Harap laporkan kondisi-kondisi, ketersediaan sumber dll. Atau hal-hal lain yang berhubungan dengan penyajian unit ini. Jika rekomendasinya berhubungan dengan Buku Kerja/Teks, lampirkan sebuah salinan dari bagian yang berhubungan. Wilayah Komentar Wilayah Sumber... Pelatihan... Workshop Alat-alat Buku Kerja Materi/Bahan-bahan... habis pakai... Modul/Komponen Praktek... 97D169J

58 Waktu untuk topik Daftar isi Unit Terjemahan Penilaian Video Partisipasi Siswa Lain-lain Terima kasih atas kerjasama anda D169J2.593

59 KUISIONER SISWA Modul yang baru saja Anda selesaikan ini bertujuan untuk mendapatkan tanggapan/umpan balik dari Anda (Ingatlah bahwa satu modul bisa terdiri dari satu unit atau lebih). Informasi yang diperoleh memungkinkan kami untuk menanggapi kebutuhan Anda dan melakukan perubahanperubahan yang dirasa perlu supaya pelatihan ini bisa lebih bermanfaat. Jawablah pertanyaanpertanyaan berikut ini sejujur mungkin. Anda tidak perlu menuliskan nama pada formulir ini, namun Anda bisa mencantumkannya jika ingin. Nama Modul :... Tanggal :... Berilah tanggapan untuk setiap pernyataan dengan memberi tanda silang pada garis yang menunjukkan tanggapan Anda tersebut. Angka 1 berarti sangat tidak setuju dan angka 4 berarti sangat setuju. Contoh : Anda setuju dengan pernyataan ini Sangat Tidak Tidak Setuju Setuju Setuju Setuju Sekali Buku Kerja ini mudah digunakan dan dimengerti 2. Bahasa yang digunakan dalam Buku Kerja sesuai tingkatan siswa 3. Buku Kerja siswa ini disiapkan dengan baik Materi pelajaran sesuai dengan yang harus dipelajari 5. Sumber materi pelengkap tersedia 6. Materi pelengkap juga digunakan 7. Isilah-istilah teknik dijelaskan 8. Diagram/foto selalu jelas dan dapat dimengerti 9. Daerah Sumber (resource areas) nyaman 10. Penerangan di ruang kerja cukup baik 11. Ruang kerja dilengkapi dengan peralatan yang memadai D169J

60 12. Standar alat bantu pembelajaran cukup tinggi 13. Model yang digunakan mempermudah pemahaman topik. 14. Informasi yang ada didalam video tape mudah diikuti 15. Video tape membantu saya dalam pembelajaran 16. Workshop memiliki perlengkapan yang cukup baik 17. Alat-alat yang diperlukan selalu tersedia 18. Ruang kerja cukup luas 19. Workshop diterangi cukup sinar 20. Trainer dipersiapkan dengan baik 21. Trainer selalu tepat waktu 22. Trainer menggunakan bahasa yang mudah dipahami 23. Alokasi waktu untuk setiap unitcukup masuk akal 24. Trainer sering memberikan umpan balik yang berguna 25. Trainer selalu menjawab pertanyaan saya 26. Apakah Anda merasa bahwa modul yang telah Anda pelajari berguna untuk Anda? Apakah anda memiliki komentar lainnya? Harap diserahkan kepada Trainer. Terima kasih atas kerjasama Anda 14 97D169J2.593

Rivet. Mur dan Baut Fisher. Sekrup

Rivet. Mur dan Baut Fisher. Sekrup Yusron Sugiarto Rivet Mur dan Baut Fisher Sekrup Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat. Proses penyambungan ini dapat dilakukan dengan mengebor bagian plat yang

Lebih terperinci

Yusron Sugiarto, STP, MP, MSc

Yusron Sugiarto, STP, MP, MSc Yusron Sugiarto, STP, MP, MSc Rivet Mur dan Baut Fisher Sekrup Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat. Proses penyambungan ini dapat dilakukan dengan mengebor bagian

Lebih terperinci

commit to user BAB II DASAR TEORI

commit to user BAB II DASAR TEORI 3 BAB II DASAR TEORI 2.1 Kerja Bangku Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan benda kerja. Pekerjaan kerja bangku menekankan pada pembuatan benda kerja dengan

Lebih terperinci

A Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8093 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 793 TRUCK

A Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8093 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 793 TRUCK ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 793 TRUCK Sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pengoperasian atau perawatan mesin disebabkan oleh kegagalan

Lebih terperinci

A Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8727 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 789 TRUCK

A Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8727 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 789 TRUCK ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - CAT 789 TRUCK Sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pengoperasian atau perawatan mesin disebabkan oleh kegagalan

Lebih terperinci

MACAM MACAM SAMBUNGAN

MACAM MACAM SAMBUNGAN BAB 2 MACAM MACAM SAMBUNGAN Kompetensi Dasar Indikator : Memahami Dasar dasar Mesin : Menerangkan komponen/elemen mesin sesuai konsep keilmuan yang terkait Materi : 1. Sambungan tetap 2. Sambungan tidak

Lebih terperinci

MODUL 11 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (ALAT BANTU KERJA LI STRI K) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH :

MODUL 11 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (ALAT BANTU KERJA LI STRI K) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : MODUL 11 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (ALAT BANTU KERJA LI STRI K) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs. SOEBANDONO LEMBAR KERJA SISWA 1 1 Martil (Palu) Martil

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Terminologi Baut.

Gambar 4.1 Terminologi Baut. BAB 4 SAMBUNGAN BAUT 4. Sambungan Baut (Bolt ) dan Ulir Pengangkat (Screw) Untuk memasang mesin, berbagai bagian harus disambung atau di ikat untuk menghindari gerakan terhadap sesamanya. Baut, pena, pasak

Lebih terperinci

Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat.

Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat. Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat. Proses penyambungan ini dapat dilakukan dengan mengebor bagian plat yang akan disambung sesuai dengan diameter baut dan mur

Lebih terperinci

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA 1 ¾ ¾ ½ ¾ ½ ¾ 45 0 KATA PENGANTAR Modul dengan judul Membuat Macam-macam Sambungan Pipa merupakan salah satu modul untuk membentuk kompetensi agar mahasiswa dapat melakukan

Lebih terperinci

Elemen Mesin BautDan Mur

Elemen Mesin BautDan Mur Elemen Mesin BautDan Mur 1 MUR DAN BAUT Sistem sambungan dengan menggunakan Mur & Baut ini, termasuk sambungan yang dapat di buka tanpa merusak bagian yang di sambung serta alat penyambung ini sendiri.

Lebih terperinci

BAB III MENGUKUR KERENGGANGAN METAL DUDUK ENGINE DIESEL CATERPILLAR D 3208

BAB III MENGUKUR KERENGGANGAN METAL DUDUK ENGINE DIESEL CATERPILLAR D 3208 BAB III MENGUKUR KERENGGANGAN METAL DUDUK ENGINE DIESEL CATERPILLAR D 3208 Keseimbanagn putaran pada mesin sangat berpengaruh besar terhadap kerusakan mesin tersebut, semakin tinggi nilai keseimbangan

Lebih terperinci

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong Pengertian bengkel Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Pentingnya bengkel pada suatu

Lebih terperinci

Elemen Mesin Baut Dan Mur. Yefri Chan (Universitas Darma Persada)

Elemen Mesin Baut Dan Mur. Yefri Chan (Universitas Darma Persada) Elemen Mesin Baut Dan Mur MUR DAN BAUT Sistem sambungan dengan menggunakan Mur & Baut ini, termasuk sambungan yang dapat di buka tanpa merusak bagian yang di sambung serta alat penyambung ini sendiri.

Lebih terperinci

Rem Kantilever. Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman

Rem Kantilever. Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman (Bahasa Indonesia) DM-RCBR001-00 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Rem Kantilever BR-CX70 BR-CX50 BL-4700 BL-4600 BL-R780 BL-R3000 ST-7900 ST-6700 ST-5700

Lebih terperinci

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin,

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION 3.1. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, Politenik Muhammadiyah Yogyakarta. Pelaksanaan dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

A8720 777D Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8720 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - 777D CAT TRUCK

A8720 777D Rear Brake Wear Gauge ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) A8720 BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - 777D CAT TRUCK ALAT PENGUKUR KEAUSAN REM (BRAKE WEAR GAUGE) BIRRANA YANG SESUAI UNTUK REM BELAKANG - 777D CAT TRUCK Sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pengoperasian atau perawatan mesin disebabkan oleh kegagalan

Lebih terperinci

STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI PRETENSION SAMBUNGAN BAUT BAJA TIPE SLIP CRITICAL

STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI PRETENSION SAMBUNGAN BAUT BAJA TIPE SLIP CRITICAL STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI PRETENSION SAMBUNGAN BAUT BAJA TIPE SLIP CRITICAL Ardison Gutama 1), Alex Kurniawandy 2), Warman Fatra 3) 1) Jurusan Teknik Sipil, 1,2) Teknik Sipil, 3) Teknik Mesin Fakultas

Lebih terperinci

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA BAG- TKB.001.A-76 45 JAM 1 ¾ ¾ ½ ¾ ½ ¾ 45 0 Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50

BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50 BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50 Gbr 4.1 Transmisi Type C50 4.1 MEMBONGKAR TRANSAXLE 1. MELEPAS POROS TUAS PEMINDAH (SELECT LEVER SHAFT ASSEMBLY) DAN PEMILIH (SHIFT) Lepaskan poros tuas pemindah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN. penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN. penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1. Tempat Pelaksanaan Tempat yang akan di gunakan untuk perakitan dan pembuatan sistem penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi Universitas

Lebih terperinci

BAB 7 ULIR DAN PEGAS A. ULIR Hal umum tentang ulir Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder,

BAB 7 ULIR DAN PEGAS A. ULIR Hal umum tentang ulir Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder, BAB 7 ULIR DAN PEGAS A. ULIR Hal umum tentang ulir Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder, ulir pengikat pada umumnya mempunyai profil penampang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Perencanaan Rancang Bangun Dalam merencanakan suatu alat bantu, terlebih dahulu kita harus memperhatikan faktor-faktor yang mendasari terlaksananya perencanaan alat bantu

Lebih terperinci

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU 1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU A. Tujuan 1. Menyebutkan macam-macam jenis alat tangan dan fungsinya. 2. Menyebutkan bagian-bagian dari alat-alat tangan pada kerja bangku. 3. Mengetahui bagaimana cara

Lebih terperinci

ALAT UKUR PRESISI 1. JANGKA SORONG Jangka sorong Kegunaan jangka sorong Mengukur Diameter Luar Benda Mengukur Diameter Dalam Benda

ALAT UKUR PRESISI 1. JANGKA SORONG Jangka sorong Kegunaan jangka sorong Mengukur Diameter Luar Benda Mengukur Diameter Dalam Benda ALAT UKUR PRESISI Mengukur adalah proses membandingkan ukuran (dimensi) yang tidak diketahui terhadap standar ukuran tertentu. Alat ukur yang baik merupakan kunci dari proses produksi massal. Tanpa alat

Lebih terperinci

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball Jobsheet Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball 1. Tujuan Siswa mengenal komponen sistem kemudi Tipe Recirculating Ball Siswa memahami cara kerja sistem kemudi Tipe Recirculating Ball Siswa mampu

Lebih terperinci

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM).

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM). Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi

Lebih terperinci

(Indonesian) DM-TRPD Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Pedal DEORE XT PD-T8000

(Indonesian) DM-TRPD Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Pedal DEORE XT PD-T8000 (Indonesian) DM-TRPD001-02 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Pedal DEORE XT PD-T8000 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN... 4

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KASUS

BAB III ANALISIS KASUS A. Analisis BAB III ANALISIS KASUS Penulis mengumpulkan data-data teknis pada mobil Daihatsu Gran Max Pick Up 3SZ-VE dalam menganalisis sistem suspensi belakang untuk kerja pegas daun (leaf spring), dimana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang BAB III METODOLOGI 3.1 Pembongkaran Mesin Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan mengganti atau memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan. Adapun tahapannya adalah membongkar mesin

Lebih terperinci

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A Jl. Rajawali No. 32, Telp./Faks. : (0351) 746081 Ngawi. Homepage: 1. www.smkpgri1ngawi.sch.id 2. www.grisamesin.wordpress.com Facebook: A. Kecepatan potong

Lebih terperinci

MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN

MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN MENGUASAI KERJA BANGKU MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN B.20.10 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa

Lebih terperinci

Pemindah Gigi Belakang JALANAN

Pemindah Gigi Belakang JALANAN (Indonesian) DM-RD0003-09 Panduan Dealer Pemindah Gigi Belakang JALANAN RD-9000 RD-6800 RD-5800 RD-4700 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN...4 DAFTAR ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN...6

Lebih terperinci

2) Lepaskan baut pemasangan exhaust pipe (pipa knalpot) dan baut/mur pemasangan mufler (knalpot)

2) Lepaskan baut pemasangan exhaust pipe (pipa knalpot) dan baut/mur pemasangan mufler (knalpot) Jurusan : Pendidikan Teknik Otomotif Waktu : 2 x 50 Menit Teknologi Sepeda Motor Judul :Melepas, Memeriksa, & Memasang Piston Sepeda Motor Karisma A. Tujuan 1) Mahasiswa mampu melepas silinder dan torak

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flow Chart Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Mulai Studi Literatur Perencanaan dan Desain Perhitungan Penentuan dan Pembelian Komponen Proses Pengerjaan Proses Perakitan

Lebih terperinci

DM-MBST (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas pemindah. EZ-FIRE Plus ST-EF500 ST-EF510

DM-MBST (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas pemindah. EZ-FIRE Plus ST-EF500 ST-EF510 (Indonesian) DM-MBST001-00 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Tuas pemindah EZ-FIRE Plus ST-EF500 ST-EF510 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA

Lebih terperinci

DM-ST (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703

DM-ST (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703 (Bahasa Indonesia) DM-ST0002-04 Panduan Dealer Tuas kontrol ganda ST-9001 ST-9000 ST-6800 ST-5800 ST-4700 ST-4703 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN... 4 PEMASANGAN... 6 Daftar

Lebih terperinci

GIGI KEMUDI TYPE RAK DAN PINION

GIGI KEMUDI TYPE RAK DAN PINION PRAKTEK GIGI KEMUDI TYPE RAK DAN PINION 1. Tujuan Khusus Pembelajaran P e s e r t a b e l a j a r d a p a t Membongkar gigi kemudi type rak dan pinion Memeriksa bagian-bagian gigi kemudi type rak dan pinion

Lebih terperinci

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk HONDA SALES OPERATION TECHNICAL SERVICE DIVISION TRAINING DEVELOPMENT ASTRA HONDA TRAINING CENTRE PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I BONGKAR & PASANG MESIN MENURUNKAN MESIN SEPEDA

Lebih terperinci

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion Jobsheet Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion 1. Tujuan Siswa mengenal komponen sistem kemudi Tipe Rack and Pinion Siswa memahami cara kerja sistem kemudi Tipe Rack and Pinion Siswa mampu membongkar

Lebih terperinci

DM-FD (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Pemindah gigi depan FD-9000 FD-6800 FD-5800 FD-4700

DM-FD (Bahasa Indonesia) Panduan Dealer. Pemindah gigi depan FD-9000 FD-6800 FD-5800 FD-4700 (Bahasa Indonesia) DM-FD0002-05 Panduan Dealer Pemindah gigi depan FD-9000 FD-6800 FD-5800 FD-4700 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN... 4 PEMASANGAN... 5 PENYETELAN... 9 PERAWATAN...17

Lebih terperinci

Set engkol depan. Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman ACERA FC-M3000 FC-M3000-B2 FC-M ALTUS FC-M2000

Set engkol depan. Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman ACERA FC-M3000 FC-M3000-B2 FC-M ALTUS FC-M2000 (Indonesian) DM-MDFC001-01 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Set engkol depan ALIVIO FC-M4000 FC-M4050 FC-M4050-B2 FC-M4060 ACERA FC-M3000 FC-M3000-B2

Lebih terperinci

Created by Training Department Edition : April 2007

Created by Training Department Edition : April 2007 M-STEP I Created by Training Department Edition : April 2007 Copy right PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors - Jakarta. M-STEP I 2-1. Open End Wrench (Spanner) 1. Pastikan ukuran open end wrench cocok dengan

Lebih terperinci

MODUL 10 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (MENGETAP DAN MENYENAI ) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH :

MODUL 10 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (MENGETAP DAN MENYENAI ) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : MODUL 10 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N ( ) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs. SOEBANDONO LEMBAR KERJA SISWA 1 0 Perangkat Tap Tap konis Tap konis di serong

Lebih terperinci

DM-RAPD (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Pedal SPD-SL DURA-ACE PD-R9100 ULTEGRA PD-R8000

DM-RAPD (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Pedal SPD-SL DURA-ACE PD-R9100 ULTEGRA PD-R8000 (Indonesian) DM-RAPD001-01 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Pedal SPD-SL DURA-ACE PD-R9100 ULTEGRA PD-R8000 SM-PD63 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3

Lebih terperinci

BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX

BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX 3.1 Mencari Informasi Teknik Komponen Gearbox Langkah awal dalam proses RE adalah mencari informasi mengenai komponen yang akan di-re, dalam hal ini komponen gearbox traktor

Lebih terperinci

Joining Methods YUSRON SUGIARTO

Joining Methods YUSRON SUGIARTO Joining Methods YUSRON SUGIARTO Sambungan lipat Sambungan pelat dengan lipatan ini sangat baik digunakan untuk konstruksi sambungan pelat yang berbentuk lurus dan melingkar. Ketebalan pelat yang baik disambung

Lebih terperinci

Toleransi& Implementasinya

Toleransi& Implementasinya Toleransi& Implementasinya Daftar Isi 1. Toleransi Linier... 3 a) Suaian-suaian (Fits)... 6 b) Jenis jenis Suaian... 6 c) Toleransi Khusus dan Toleransi Umum... 6 1) Toleransi Khusus... 6 2) Toleransi

Lebih terperinci

PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN. dilengkapi dengan. Edisi Januari 2004

PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN. dilengkapi dengan. Edisi Januari 2004 PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN T r a k t o r Q U I C K dilengkapi dengan P A R T L I S T Edisi Januari 2004 2 TRAKTOR QUICK TL800 single speed KATA PENGANTAR Pengolahan lahan merupakan salah satu proses

Lebih terperinci

PERAWATAN DAN PERBAIKAN GARDAN

PERAWATAN DAN PERBAIKAN GARDAN SMK KARTANEGARA WATES KAB. KEDIRI SISTEM PEMINDAH TENAGA (SPT) PERAWATAN DAN PERBAIKAN GARDAN 68 PRAKTEK PERAWATAN DAN PERBAIKAN GARDAN 1. Gambar komponen-komponen differential. 17 12 15 4 1 2 3 7 18 13

Lebih terperinci

BAB III Mesin Milling I

BAB III Mesin Milling I BAB III Mesin Milling I Tujuan Pembelajaran Umum : 1. Mahasiswa mengetahui tentang fungsi fungsi mesin milling. 2.Mahasiswa mengetahui tentang alat alat potong di mesin milling 3. Mahasiswa mengetahui

Lebih terperinci

1 BAB III METODELOGI PENELITIAN

1 BAB III METODELOGI PENELITIAN 1 BAB III METODELOGI PENELITIAN Tempat & Waktu Pelaksanaan Dilaksanakannya dalam proses Analisis Troubleshooting Sistem Transmisi Penggerak Roda Depan Honda Accord 4 Percepatan dan pembongkaran pengambilan

Lebih terperinci

BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Gambar Dimensi dan Ukuran 3.1.1. Komponen-komponen Blok Silinder Sistem transmisi penggerak merupakan rangkaian transmisi dan tenaga mesin

Lebih terperinci

Tuas pemindah. Panduan Dealer JALANAN MTB. RAPIDFIRE Plus ST-M4000 ST-M4050 ST-T4000 ST-T3000 ST-M370. Tiagra ST-4600 ST-4603 SORA ST-3500 ST-3503

Tuas pemindah. Panduan Dealer JALANAN MTB. RAPIDFIRE Plus ST-M4000 ST-M4050 ST-T4000 ST-T3000 ST-M370. Tiagra ST-4600 ST-4603 SORA ST-3500 ST-3503 (Bahasa Indonesia) DM-ST0001-05 Panduan Dealer Tuas pemindah MTB RAPIDFIRE Plus ST-M4000 ST-M4050 ST-T4000 ST-T3000 ST-M370 EZ-FIRE Plus ST-EF65 ST-EF51 ST-EF51-A ST-TX800 ST-EF41 ST-EF40 JALANAN Tiagra

Lebih terperinci

BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB III GAMBAR DIMENSI UKURAN DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Gambar Dimensi dan Ukuran 3.1.1. Komponen-komponen Blok Silinder Sistem transmisi penggerak merupakan rangkaian transmisi dan tenaga mesin

Lebih terperinci

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) 1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) Memuat berlebihan tidak hanya memperpendek usia kendaraan anda, tetapi juga berbahaya, oleh sebab itu hindarkanlah. Berat muatan harus dibatasi oleh GVM ( berat kotor

Lebih terperinci

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab III Pengukuran Sudut

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab III Pengukuran Sudut BAB III Tujuan : Setelah mempelajari materi pelajaran pada bab III, diharapkan mahasiswa dapat : 1. Menyebutkan bermacam-macam alat ukur sudut, baik alat ukur sudut langsung maupun alat ukur sudut tak

Lebih terperinci

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2 c = b - 2x = 13 2. 2,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = mm mm = 82 mm 2 = 0,000082 m 2 g) Massa sabuk per meter. Massa belt per meter dihitung dengan rumus. M = area panjang density = 0,000082

Lebih terperinci

1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perakitan dan pengukuran tranmisi Langkah Pembongkaran Berikut ini langkah-langkah pembongkaran transmisi : a. Membuka baut tap oli transmisi. b. Melepas baut yang melekat

Lebih terperinci

BAB III MESIN FRAIS. (http:\\www.google.com. Gambar-gambar Mesin. 2011) Gambar 3.1 Bentuk-bentuk Hasil Frais

BAB III MESIN FRAIS. (http:\\www.google.com. Gambar-gambar Mesin. 2011) Gambar 3.1 Bentuk-bentuk Hasil Frais BAB III MESIN FRAIS 3.1 Pengertian Mesin Frais Mesin frais adalah mesin perkakas untuk mengejakan/menyelesaikan permukaan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau sebagai alatnya. Pada mesin frais,

Lebih terperinci

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk HONDA SALES OPERATION TECHNICAL SERVICE DIVISION TRAINING DEVELOPMENT ASTRA HONDA TRAINING CENTRE PELATIHAN MEKANIK TINGKAT - I ALAT - ALAT TANGAN & KHUSUS 1 ALAT - ALAT TANGAN

Lebih terperinci

Spesifikasi baut mutu tinggi untuk penyambung struktur baja

Spesifikasi baut mutu tinggi untuk penyambung struktur baja Spesifikasi baut mutu tinggi untuk penyambung struktur baja 1 Ruang lingkup Spesifikasi ini memuat dua tipe baut mutu tinggi yaitu ukuran 1 dan lebih kecil untuk minimum kekuatan tarik 120 ksi dan 1 1½

Lebih terperinci

GIGI KEMUDI TYPE BOLA BERSIRKULASI

GIGI KEMUDI TYPE BOLA BERSIRKULASI PRAKTEK GIGI KEMUDI TYPE BOLA BERSIRKULASI 1. Tujuan Khusus Pembelajaran 2. Alat P e s e r t a b e l a j a r d a p a t Membongkar gigi kemudi type bola bersirkulasi Memeriksa bagian-bagian gigi kemudi

Lebih terperinci

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan dalam pengontrolan dan kemudahan dalam pengoperasian

Lebih terperinci

Pemindah Gigi Belakang

Pemindah Gigi Belakang (Indonesian) DM-MBRD001-04 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Pemindah Gigi Belakang SLX RD-M7000 DEORE RD-M6000 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pengerjaan Proses pengerjaan adalah suatu tahap untuk membuat komponen-komponen pada mesin press serbuk kayu. Pengerjaan dominan dalam pembuatan komponen tersebut

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. DESAIN PENGGETAR MOLE PLOW Prototip mole plow mempunyai empat bagian utama, yaitu rangka three hitch point, beam, blade, dan mole. Rangka three hitch point merupakan struktur

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Baja tulangan beton polos (Lit 2 diunduh 21 Maret 2014)

Gambar 2.1 Baja tulangan beton polos (Lit 2 diunduh 21 Maret 2014) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Baja Tulangan Beton Baja tulangan beton adalah baja yang berbentuk batang berpenampang lingkaran yang digunakan untuk penulangan beton,yang diproduksi dari bahan baku billet

Lebih terperinci

Panduan Instalasi Deadbolt 02.

Panduan Instalasi Deadbolt 02. Panduan Instalasi Deadbolt 02. versi 0.7.1 Spesifikasi Model igloohome Smart Deadbolt 02 Bahan Zinc Alloy Rating Arus (Siaga) ~30uA Rating Arus (Aktif) ~200mA Baterai 4 x AA Alkaline (Non - Rechargeable)

Lebih terperinci

PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT PEDOMAN Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 14/SE/M/2015 TENTANG PEDOMAN PEMASANGAN BAUT JEMBATAN Pemasangan baut jembatan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Secara garis besar, pada proses perancangan kepala pembagi sederhana ini berdasar pada beberapa teori. Teori-teori ini yang akan mendasari pembuatan komponen-komponen pada kepala

Lebih terperinci

DM-MBSL (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas pemindah SLX SL-M7000 DEORE SL-M6000

DM-MBSL (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas pemindah SLX SL-M7000 DEORE SL-M6000 (Indonesian) DM-MBSL001-01 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Tuas pemindah SLX SL-M7000 DEORE SL-M6000 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK MENJAGA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pengertian Dongkrak Dongkrak merupakan salah satu pesawat pengangkat yang digunakan untuk mengangkat beban ke posisi yang dikehendaki dengan gaya yang kecil. 2.1.1 Dongkrak

Lebih terperinci

SETYO SUWIDYANTO NRP Dosen Pembimbing Ir. Suhariyanto, MSc

SETYO SUWIDYANTO NRP Dosen Pembimbing Ir. Suhariyanto, MSc PERHITUNGAN SISTEM TRANSMISI PADA MESIN ROLL PIPA GALVANIS 1 ¼ INCH SETYO SUWIDYANTO NRP 2110 030 006 Dosen Pembimbing Ir. Suhariyanto, MSc PROGRAM STUDI DIPLOMA III JURUSAN TEKNIK MESIN Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

PBAB II MESIN BUBUT. (Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma, 2011) Gambar 2.1 Mesin Bubut

PBAB II MESIN BUBUT. (Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma, 2011) Gambar 2.1 Mesin Bubut PBAB II MESIN BUBUT 2.1 Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut adalah suatu mesin yang umumnya terbuat dari logam, gunanya membentuk benda kerja dengan cara menyanyat, dengan gerakan utamanya berputar. Proses

Lebih terperinci

BAB I MENGENAL SISTEM KEMUDI MANUAL PADA MOBIL

BAB I MENGENAL SISTEM KEMUDI MANUAL PADA MOBIL BAB I MENGENAL SISTEM KEMUDI MANUAL PADA MOBIL Fungsi sistem kemudi Sistem kemudi pada kendaraan berfungsi untuk merubah arah gerak kendaraan melalui roda. Sistem kemudi harus dapat memberikan informasi

Lebih terperinci

DM-RCWH (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Set Roda. WH-RX31 SM-AX x12 SM-AX x12

DM-RCWH (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Set Roda. WH-RX31 SM-AX x12 SM-AX x12 (Indonesian) DM-RCWH001-00 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Set Roda WH-RX31 SM-AX720-100x12 SM-AX720-142x12 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING... 3 UNTUK

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Dalam Alur Proses terdapat langkah-langkah dalam pembuatan komponen part mesin industry. 4.1.1 Tahapan Alur Proses Design Komponen Tahap ini merupakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Alat Bantu Alat bantu ialah merupakan alat yang digunakan pada saat melakukan assembly dan disassembly unit serta digunakan pada proses perawatan unit, baik itu perawatann secara

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL DRILL JIG UNTUK PENGGURDIAN FLENS KOPLING

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL DRILL JIG UNTUK PENGGURDIAN FLENS KOPLING PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL DRILL JIG UNTUK PENGGURDIAN FLENS KOPLING Mulyadi (1), Toti Srimulyati (2) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Padang (2) Staf Pengajar Jurusan Manajemen,

Lebih terperinci

Pemindah gigi depan. Panduan Dealer SLX FD-M7025 FD-M7020 FD-M7005 FD-M7000 DEORE FD-M6025 FD-M6020 FD-M6000. JALANAN MTB Trekking

Pemindah gigi depan. Panduan Dealer SLX FD-M7025 FD-M7020 FD-M7005 FD-M7000 DEORE FD-M6025 FD-M6020 FD-M6000. JALANAN MTB Trekking (Indonesian) DM-MBFD001-01 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE Pemindah gigi depan SLX FD-M7025 FD-M7020 FD-M7005 FD-M7000 DEORE FD-M6025 FD-M6020 FD-M6000

Lebih terperinci

Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang

Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang (Indonesian) DM-RD0004-08 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE XTR RD-M9000 DEORE XT RD-M8000 Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...

Lebih terperinci

Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal

Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal Celah antara ring piston dengan - - silinder I II III IV Ring I 0.02 0.02 0.02 0.02 Ring II 0.02 0.02 0.02 0.02 alurnya Gap ring piston - - silinder I II III IV Ring I 0.30 0.20 0.30 0.20 Tebal piston

Lebih terperinci

MODUL TUGAS BESAR MENGGAMBAR MESIN

MODUL TUGAS BESAR MENGGAMBAR MESIN MODUL TUGAS BESAR MENGGAMBAR MESIN GENAP 2017-2018 Purnami, ST., M.T. Asisten Studio Gambar Teknik dan Mesin Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Brawijaya DAFTAR ISI BAB I ATURAN DASAR PEMBERIAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin BAB III METODE PROYEK AKHIR A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan dan perakitan mesin pemotong kerupuk ini di lakukan di Bengkel Kurnia Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya

Lebih terperinci

PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI MANUAL

PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI MANUAL SMK KARTANEGARA WATES KAB. KEDIRI SISTEM PEMINDAH TENAGA (SPT) PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI MANUAL 48 PRAKTEK PERAWATAN DAN PERBAIKAN TRANSMISI MANUAL 1. Gambar Komponen Transmisi Manual. 2.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 17 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi pengembangan alat peraga real axle traktor head a. Differantial assy real axle b. Hose 8 mm c. Kompresor angin d. Motor bensin 5,5 pk e.v-belt f.pully g.roda

Lebih terperinci

MAKALAH TEKNIK PERAWATAN I PERAWATAN DAN PERBAIKAN DONGKRAK HIDROLIK

MAKALAH TEKNIK PERAWATAN I PERAWATAN DAN PERBAIKAN DONGKRAK HIDROLIK MAKALAH TEKNIK PERAWATAN I PERAWATAN DAN PERBAIKAN DONGKRAK HIDROLIK DISUSUN OLEH: AZANO DESFIANTO 4201417017 DODDY SETIAWAN 4201417018 JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK 2016 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin. dan kecepatannya sayatnya setinggi-tingginya.

BAB II LANDASAN TEORI Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin. dan kecepatannya sayatnya setinggi-tingginya. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin 2.1.1. Bubut Senter Untuk meningkatkan produksi, pada tahap pertama kita akan berusaha memperpendek waktu utama. Hal

Lebih terperinci

(Ir. Hernu Suyoso, MT., M. Akir.) A. Komponen Jembatan. 1. Tipe Jembatan. a) Jembatan Pelat Beton Berongga. b) Jembatan Pelat. c) Jembatan Girder

(Ir. Hernu Suyoso, MT., M. Akir.) A. Komponen Jembatan. 1. Tipe Jembatan. a) Jembatan Pelat Beton Berongga. b) Jembatan Pelat. c) Jembatan Girder 1 PEKERJAAN JEMBATAN (Ir. Hernu Suyoso, MT., M. Akir.) A. Komponen Jembatan 1. Tipe Jembatan a) Jembatan Pelat Beton Berongga b) Jembatan Pelat c) Jembatan Girder d) Jembatan Beton Balok T e) Jembatan

Lebih terperinci

DM-SG (Indonesian) Panduan Dealer. Nexus. Inter-8 Inter-7 Inter-5

DM-SG (Indonesian) Panduan Dealer. Nexus. Inter-8 Inter-7 Inter-5 (Indonesian) DM-SG0003-06 Panduan Dealer Nexus Inter-8 Inter-7 Inter-5 DAFTAR ISI MODEL YANG TERCAKUP DALAM PANDUAN DEALER INI... 4 PENGUMUMAN PENTING... 5 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN... 6 DAFTAR ALAT YANG

Lebih terperinci

IV. PENDEKATAN DESAIN

IV. PENDEKATAN DESAIN IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang

Lebih terperinci

Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las. Sulistiawan I BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las. Sulistiawan I BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las Sulistiawan I 1303010 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Pada bab ini akan diuraikan proses pengumpulan dan pengolahan

Lebih terperinci

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab VI Pengukuran Kelurusan, Kesikuan, Keparalellan, Dan Kedataran BAB VI

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab VI Pengukuran Kelurusan, Kesikuan, Keparalellan, Dan Kedataran BAB VI BAB VI Tujuan : Setelah mempelajari materi pelajaran pada bab VI, diharapkan mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan arti dari kelurusan, kesikuan, keparalelan dan kedataran. 2. Menyebutkan beberapa alat ukur

Lebih terperinci

Bab 7 MENGGUNAKAN JACKING, BLOCKING AND LIFTING PADA BENGKEL OTOMOTIF

Bab 7 MENGGUNAKAN JACKING, BLOCKING AND LIFTING PADA BENGKEL OTOMOTIF Bab 7 MENGGUNAKAN JACKING, BLOCKING AND LIFTING PADA BENGKEL OTOMOTIF Kompetensi dasar : Menggunakan berbagai jacking, blocking dan lifting Indikator : 1. Menggunakan berbagai jacking, blocking dan lifting

Lebih terperinci

POROS BERTINGKAT. Pahat bubut rata, pahat bubut facing, pahat alur. A. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan poros bertingkat ini yaitu :

POROS BERTINGKAT. Pahat bubut rata, pahat bubut facing, pahat alur. A. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan poros bertingkat ini yaitu : POROS BERTINGKAT A. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan poros bertingkat ini yaitu : Mampu mengoprasikan mesin bubut secara benar. Mampu mebubut luar sampai halus dan rata. Mampu membubut lurus dan bertingkat.

Lebih terperinci