Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise"

Transkripsi

1 Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise Pada bab ini akan dibahas secara khusus yaitu pendefinisian perencanaan arsitektur organisasi. Dengan perencanaan EAP yang dilakukan pada tahap ini maka perencanaan arsitektur enterprise organisasi dapat di definisikan dengan lengkap. Berdasarkan analisa enterprise sebelumnya, maka aspek-aspek yang dianggap perlu menjadi perhatian dan yang terkait dengan arsitektur informasi pada pembahasan pembangunan model arsitektur enterprise organisasi adalah: 1. Arsitektur yang terkait dengan data 2. Arsitektur yang terkait dengan aplikasi yang digunakan 3. Arsitektur yang terkait dengan jadwal aktivitas organisasi 4. Arsitektur yang terkait dengan peran organisasi 5. Arsitektur yang terkait dengan teknologi yang digunakan 6. Arsitektur yang terkait dengan mekanisme (motivasi) Berdasarkan pendefinisian arsitektur informasi yang sudah dilakukan pada bab sebelumnya, maka organisasi dapat mengurutkan semua aspek-aspek yang terkait dengan arsitektur enterprise. ITHB selaku organisasi penyelenggaran pendidikan berusaha memberikan yang terbaik bagi mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Untuk itu penetapan urutan arsitektur yang akan dibahas adalah arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur jadwal, arsitektur SDM, arsitektur teknologi dan arsitektur motivasi. IV.1 Arsitektur Data Arsitektur data merupakan semua data-data yang digunakan dalam melakukan bisnis. Data-data ini didapatkan dengan melihat pemodelan bisnis organisasi yang telah dilakukan menggunakan IDEF0. Data-data yang dihasilkan dari pemodelan IDEF0 tersebut diharapkan benar-benar sesuai dengan perencanaan sumberdaya data jangka panjang yang sesuai kebutuhan. Arsitektur data berisikan entitas- 100

2 101 entitas data, dimana masing-masing entitas tersebut memiliki atribut-atribut dan keterhubungan diantara entitas data tersebut(2). Berdasarkan arsitektur yang sudah terbentuk, maka organisasi perlu mendapatkan entitas tersebut dan mencoba menggambarkan keterhubungannya. Tujuan mendapatkan entitas ini dan menggambarkan keterhubungannya setiap entitas tersebut membantu organisasi dalam mengelola data-data yang terdapat didalam organisasi tersebut. IV.1.1 Entitas Data Entitas dapat berarti orang, tempat, konsep, sesuatu atau kejadian yang mempunyai arti (informasi) dalam konteks bisnis dan terkait dengan data disimpan(2). Untuk mendapatkan entitas data organisasi dapat menggunakan pendefinisian fungsi bisnis organisasi. Dengan menggunakan penggambaran proses bisnis organisasi yang telah dilakukan maka entitas data dapat diturunkan. Tabel IV.1 Tabel Entitas yang ada pada organisasi No Entitas Bisnis 1 Entitas Penerimaan Mahasiswa Baru Entitas Data 1. Entitas Panitia PMB 2. Entitas Seleksi 3. Entitas Peserta PMB 4. Entitas Calon Mahasiswa 5. Entitas Materi Ujian PMB 2 Entitas Operasional Akademik 6. Entitas Mahasiswa 7. Entitas Matakuliah 8. Entitas Dosen 9. Entitas Kelas 10. Entitas Jurusan 2 Entitas Operasional Akademik (Lanjutan) 11. Entitas Registrasi 12. Entitas Ruang kuliah 13. Entitas Biaya 14. Entitas Jadwal Kuliah 15. Entitas Kurikulum 16. Entitas Daftar Mengajar 17. Entitas Daftar Absen

3 102 Tabel Tabel Entitas yang ada pada organisasi (Lanjutan) Entitas Bisnis Entitas Data No 18. Entitas Nilai 19. Entitas Perwalian 20. Entitas Kalender Akademik 21. Entitas Ujian 3 Entitas Penglepasan Akademik 22. Entitas Alumni 23. Entitas Relasi 4 Entitas Pegawai 24. Entitas Pegawai 25. Entitas Kehadiran 26. Entitas Gaji atau Honor 27. Entitas Pendidikan Pegawai 5 Entitas Keuangan 28. Entitas Anggaran 29. Entitas Perkiraan 30. Entitas Revenue 31. Entitas Pengeluaran 32. Entitas Realisasi 6 Entitas Sarana 33. Entitas Sarana IV.1.2 Entitas Data dan Relasinya Diagram ER mendokumentasikan data enterprise dengan mengidentifikasikan setiap entitas. Adapun komponen dari ER adalah : 1. Entitas/entity : Adalah sekumpulan objek yang dapat di identifikasikan dan dibedakan dilingkungan enterprise yang dapat berupa orang, tempat, benda atapun kejadian yang memiliki makna informasi berhubungan dengan bisnis. 2. Atribut : Merupakan elemen dari entitas yang berfungsi mendeskripsikan karakteristiknya entitas. 3. Relasi: Hubungan antar dua entitas yang menjelaskan aturan atau fakta bisnis yang berkaitan dengan entitas-entitas tersebut.

4 103 Kalender Akademik Berdasarkan Mengacu Peserta PMB Mengikuti Seleksi Pendaftaran Membayar Keuangan Mengeluarkan SDM Memperoleh Menerima Dikelola Calon Mahasiswa Melakukan Menjadi Registrasi Kuliah Dosen Mengambil Membimbing Alumni Berstatus Mahasiswa Mendaftar Matakuliah Ditentukan Jurusan Gambar IV.1 Diagram Relasi (ERD) pada aktivitas utama organisasi Untuk gambar diagram relasi pada aktivitas lainnya dapat dilihat pada lampiran E Diagram Relasi Aktivitas. Penggunaan model ERD (Entity Relationship Diagram) merupakan tools yang cocok. Diagram ER (ERD) dapat digunakan untuk memodelkan arsitektur data konseptual(2). IV.1.3 Hubungan Entitas Data dengan Proses Bisnis Hubungan Entitas Data dengan proses bisnis adalah untuk melihat kapan data tersebut terbentuk, dan digunakan oleh proses bisnis tertentu. Hubungan antara entitas data tersebut sebenarnya sudah terlihat pada matriks III.3 Hubungan kelas data dengan proses bisnis. Hal ini dapat dilihat dengan jelas pada lampiran E Matriks Hubungan entitas data dengan proses.

5 104 IV.2 Arsitektur Aplikasi Arsitektur aplikasi yang akan di identifikasikan adalah aplikasi yang digunakan pada fungsi bisnis utama organisasi. Terkait dengan kebutuhan pengolahan data pada masing-masing area fungsional yang berkerja, maka organisasi harus melihat kebutuhan sebenarrnya dari aplikasi yang mendukung bisnis organisasi. Hal-hal yang terkait dengan arsitektur aplikasi adalah : 1. Melihat semua kemungkinan aplikasi yang dibutuhkan bisnis 2. Aplikasi dihubungkan dengan proses bisnis yang telah didefinisikan untuk mendapatkan peran dari setiap aplikasi yang mendukung proses bisnis dan hal ini berhubungan dengan terbentuknya data dan digunakannya data tersebut. 3. Aplikasi tersebut dihubungkan dengan organisasi dilakukan untuk mendapatkan aplikasi apa saja yang digunakan dalam melakukan kerja. IV.2.1 Kemungkinan Aplikasi yang dibutuhkan Bisnis Untuk mendefiniskan semua kemungkinan aplikasi yang dibutuhkan bisnis maka organisasi dapat menggunakan Four Stage Life Cycle dan juga arsitektur informasi sebagai perkiraan kebutuhan atas aplikasi tersebut. Pada dekomposisi stewardship maka dapat terlihat aplikasi yang akan digunakan untuk membantu proses bisnis utama dan proses bisnis pendukung sehingga sesuai dengan kebutuhan organisasi. Berikut ini adalah kemungkian aplikasi yang dibutuhkan disajikan pada tabel IV.2 Tabel IV.2 Daftar kemungkinan aplikasi No Group Aplikasi No Kandidat Aplikasi 1 Sistem Tes Seleksi Masuk 2 Sistem Administrasi Akademik 1.1 Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB 1.2 Aplikasi Kelola Hasil Test 1.3 Aplikasi Registrasi 2.1 Aplikasi Pendaftaran Ulang 2.2 Aplikasi Administrasi Kemahasiswaan

6 105 Tabel Daftar kemungkinan aplikasi No Group Aplikasi No Kandidat Aplikasi 2 Sistem Administrasi Akademik (Lanjutan) 3 Sistem Penglepasan Mahasiswa 4 Sistem Kepegawaian 5 Sistem Keuangan 2.3 Aplikasi Rencana Studi 2.4 Sistem Kurikulum 2.5 Sistem Perwalian 2.6 Aplikasi KRS dan KTM 2.7 Aplikasi PRS 2.8 Sistem Pembayaran 2.9 Aplikasi Administrasi Kuliah 2.10 Sistem Penjadwalan Kuliah 2.11 Sistem Penilaian 2.12 Aplikasi ujian komprehensif 2.13 Aplikasi administrasi Seminar 2.14 Sistem Pelaporan Akademik 3.1 Sistem Wisuda 3.2 Sistem Alumni 3.3 Sistem Transkrip dan Ijazah 3.4 Sistem Relasi Industri 4.1 Sistem Perekrutan 4.2 Sistem Administrasi Pegawai 4.3 Sistem Belanja Pegawai 4.4 Sistem Pelatihan 4.5 Sistem Cuti 4.6 Sistem Administrasi Gaji dan Honor 5.1 Sistem Anggaran 5.2 Sistem Akunting 6 Sistem Sarana 6.1 Sistem Sarana Hubungan secara skematik arsitektur aplikasi yang akan digunakan oleh organisasi dapat terlihat pada gambar IV.2. Sistem Test seleksi masuk digunakan untuk operasional akademik, sedangkan sistem kepegawaian, sistem keuangan

7 106 dan sistem sarana digunakan untuk mendukung aktivitas organisasi khususnya pada operasional akademik. Gambar IV.2 Skema Arsitektur Aplikasi Skema arsitektur aplikasi di atas menggambarkan skema keterhubungan antara semua aplikasi di dalam enterprise. Dengan mempunyai skema tersebut maka organisasi dapat melihat urutan pengembangan aplikasi yang akan dibuat dan seperti apa keterkaitan masing-masing aplikasi di dalam organisasi untuk mendukung bisnis. IV.2.2 Hubungan Aplikasi dengan Entitas Data Aplikasi yang digunakan oleh organisasi tidak terlepas dari kegiatan bisnis organisasi tersebut. Oleh karena itu, organisasi perlu melihat dukungan aplikasi apa sebenarnya yang terkait dengan setiap proses bisnis yang pada akhirnya membentuk dan juga menggunakan data. Untuk memudahkan dalam melihat keterhubungan aplikasi dengan entitas data maka dapat menggunakan penggambaran aplikasi dengan entitas data.

8 Matriks IV.1 Hubungan Aplikasi dengan Entitas Data 107

9 108 Pada matriks IV.1 di atas terlihat aplikasi apa saja yang membuat entitas data dan aplikasi apa saja yang menggunakan entitas data lainnya. Sebagai contohnya adalah aplikasi 1.1 yaitu aplikasi pendaftaran peserta PMB. Aplikasi pendaftaran PMB tersebut menggunakan entitas data panitia PMB (no 1), membuat entitas data peserta PMB (no 3) dan membuat atau menggunakan entitas data revenue (no 30). Hal ini terlihat bahwa dalam melakukan proses bisnis penerimaan pendaftaran peserta PMB yang menggunakan aplikasi pendaftaran peserta PMB menghasilkan data peserta PMB (no 3) dengan menggunakan data panitia PMB dan data menggunakan atau menghasilkan data revenue pada area fungsional keuangan. IV.2.3 Hubungan Aplikasi dengan Organisasi ITHB yang bergerak didalam penyelenggaraan pendidikan menggunakan berbagai aplikasi yang digunakan, dengan tujuan dapat memberikan dukungan atas bisnis yang dikerjakan organisasi tersebut. Penggunaan aplikasi ini dapat terlihat pada proses bisnis yang dilakukan organisasi yang telah digambarkan menggunakan IDEF0. Semua aplikasi yang dimaksudkan disini adalah semua aplikasi yang digunakan dalam mendukung bisnis. Dengan pemodelan IDEF0 sebelumnya maka dapat terlihat apa saja yang menjadi masukan ataupun keluaran yang dihasilkan dari penggunaan aplikasi di dalam organisasi oleh setiap orang yang bekerja. Tidak hanya itu saja, bahwa peran dari masing-masing orang dalam berkerja dapat terlihat dengan jelas. Untuk itu penggambaran hubungan aplikasi dengan organisasi memberikan gambaran peran setiap orang atas proses bisnis dan juga tanggung jawab setiap orang atas data yang digunakan dan data dihasilkannya. Hubungan antara aplikasi dengan organisasi dapat terlihat pada matriks IV.2 hubungan aplikasi dengan organisasi.

10 Matriks IV.2 Hubungan Aplikasi dengan Organisasi 109

11 110 Pada matriks di atas ini terlihat bahwa dalam melakukan aktivitas, organisasi menggunakan aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Didalam aplikasi yang digunakan organisasi terlihat bahwa masing-masing anggota organisasi memainkan perannya masing-masing didalam proses bisnis yang dilakukan. Sebagai contoh misalnya pada aplikasi 1.1 yaitu aplikasi pendaftaran peserta PMB tugas dari direktur akademik (AC1) adalah menetapkan kebijakan syarat masuk kuliah di ITHB. Kemudian tugas MM1 (Manager Marketing) yaitu memastikan pelaksanaan pendaftaran peserta PMB berjalan dengan baik dan tugas dari MM1.4 (Student recruitment) melakukan proses penerimaan pendaftaran calon mahasiswa ITHB. IV.3 Arsitektur Waktu Arsitektur waktu yang dimaksudkan adalah untuk melihat urutan penggunaan aplikasi yang menjamin akurasi data. Dengan penggunaan aplikasi yang terurut dengan benar maka jaminan akurasi data yang meliputi setiap tahapan terbentuknya data sampai dengan tahap penggunaannya dapat dilalui dengan benar(10). Oleh karena itu kerterkaitan atas terbentuknya kapan data dan kapan digunakannya tidak terlepas dari aktivitas yang dilakukan organisasi. IV.3.1 Hubungan Waktu dengan Aplikasi Hubungan waktu dengan aplikasi yang digunakan organisasi adalah berkaitan dengan urutan dari penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut. Berdasarkan dekomposisi (Four Stage Life Cycle dari BSP), maka urutan dari aplikasi dapat terlihat. Berikut ini adalah tabel IV.3 Urutan penggunaan aplikasi terkait dengan proses bisnis organisasi.

12 111 Tabel IV.3 Urutan penggunaan sistem dan aplikasi Fungsi Penerimaan Mahasiswa Baru Four Stage Life Cylce Urutan Proses Requirement 1. Proses Perencanaan strategis PMB (PMB1) Acquisition 2. Proses Menentukan panitia (PMB2) 3. Proses Penentuan biaya penerimaan PMB (PMB3) 4. Proses Penentuan standar penerimaan (PMB4) 5. Proses Penentuan kapasitas (PMB5) 6. Proses Penentuan jadwal PMB (PMB6) 7. Proses Penentuan seleksi masuk (PMB7) 8. Proses Penyusunan materi ujian (PMB8) Stewardship 9. Proses Penerimaan pendaftaran mahasiswa baru (PMB9) 10. Proses Pelaksanaan seleksi calon mahasiswa (PMB10) 11. Proses Pengelolaan hasil ujian (PMB11) Urutan aplikasi 1. Sistem Perencanaan PMB 2. Sistem Manajemen dan Kebijakan PMB 3. Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB 4. Aplikasi Kelola Hasil Test Operasional Akademik Retirement 12. Proses registrasi mahasiswa baru (PMB12) Requirement 1. Proses Perencanaan strategis kurikulum dan kebijakan akademik (OA1) Acquisition 2. Proses Penetapan kurikulum (OA2) 3. Proses Penetapan kalender akademik (OA3) Stewardship 4. Proses Perwalian (OA4) 5. Proses Registrasi mahasiswa (OA5) 6. Proses Perubahan rencana studi (OA6) 7. Proses Pelaksanaan akademik (OA7) Retirement 8. Proses Cuti akademik (OA8) 9. Proses Ujian komprehensif (OA9) 10. Proses Pelaporan akademik (OA10) 5. Aplikasi Registrasi 1. Sistem Perencanaan kurikulum dan kebijakan akademik 2. Sistem Kurikulum 3. Sistem Kalender Akademik 4. Aplikasi Perwalian 5. Aplikasi Registrasi 6. Aplikasi PRS 7. Aplikasi Akademik 8. Aplikasi Cuti 9. Aplikasi Ujian Komprehensif 10. Aplikasi Pelaporan

13 112 Tabel Urutan penggunan sistem dan aplikasi (Lanjutan) Fungsi Kepgawaian Pengelepasan Mahasiswa Four Stage Life Cylce Urutan Proses Requirement 1. Proses Perencanaan strategis dan kebijakan penglepasan akademik (PM1) Acquisition 2. Proses Penentuan syarat kelulusan (PM2) Stewardship 3. Proses Pembuatan ijazah (PM3) 4. Proses Pembuatan transkrip (PM4) Retirement 5. Proses Penetapan DO (PM5) 6. Proses Penetapan pengunduran diri (PM6) 7. Proses wisuda (PM7) Requirement 1. Proses Perencanaan strategis dalam pemanfaatan sumberdaya manusia (SDM1) Acquisition 2. Proses Penentuan kebijakan perekrutan (SDM2) 3. Proses Penentuan kebijakan pengelolaan SDM (SDM3) 4. Proses Penetapan belanja pegawai (SDM4) Stewardship 5. Proses Pengembangan karir pegawai (SDM5) 6. Proses Administrasi kehadiran pegawai (SDM6) 7. Proses Penghitungan gaji (SDM7) 8. Proses Penghitungan honor (SDM8) Retirement 9. Proses Pelaporan SDM (SDM9) 10. Proses Pelaporan rekapitulasi gaji dan honor (SDM10) Urutan aplikasi 1. Sistem Perencanan dan Kebijakan Pengelepasan Akademik 2. Aplikasi Syarat kelulusan 3. Aplikasi Pembuatan Ijazah 4. Aplikasi Pembuatan Transkrip 5. Aplikasi DO 6. Aplikasi Undur diri 7. Aplikasi Wisuda 1. Sistem Perencanaan SDM 2. Sistem kebijakan Perekrutan 3. Sistem kebijakan pengelolaan SDM 4. Sistem Belanja Pegawai 5. Aplikasi kinerja dan karir pegawai 6. Aplikasi Absensi 7. Aplikasi penghitungan Gaji dan Honor 8. Sistem Pelaporan SDM 9. Sistem rekapitulasi Gaji 10. Dan Honor

14 113 Tabel Urutan penggunan sistem dan aplikasi (Lanjutan) Fungsi Keuangan Sarana dan Prasaeana Four Stage Life Cylce Requirement Acquisition Stewardship Retirement Requirement Acquisition Stewardship Retirement Urutan Proses 1. Proses Perencanaan strategis kebijakan keuangan (K1) 2. Proses Penyusunan anggaran rutin (K2) 3. Proses Penentuan anggaran pembangunan (K3) 4. Proses Pengesahan anggaran (K4) 5. Proses alokasi anggaran (K5) 6. Proses Monitoring dan evaluasi anggaran (K6) 7. Proses revisi anggaran (K7) 8. Proses penerimaan revenue (K8) 9. Proses pengeluaran biaya (K9) 10. Proses pembukuan (K10) 11. Proses Pelaporan keuangan (K11) 1. Proses Perencanaan strategis pemanfaatan sarana /fasilitas (S1) 2. Proses Pengembangan prosedur sarana (S2) 3. Proses Penentuan prosedur sarana (S3) 4. Proses Penentuan rencana pengadaaan (S4) 5. Proses Penetapan manajemen inventarisasi (S5) 6. Proses Pelaksanaan pengadaan sarana (S6) 7. Proses Pelaksanaan inventarisasi (S7) 8. Proses Monitoring dan evaluasi sarana (S8) 9. Proses Pelaporan sarana (S9) 10. Proses Pelaporan manajemen pengadaan sarana (S10) Urutan aplikasi 1. Sistem Perencanaan keuangan 2. Sistem penyusunan anggaran 3. Sistem penyusunan anggaran pembangunan 4. Sistem anggaran 5. Sistem penerimaan revenue. 6. Sistem pengeluaran biaya 7. Sistem pembukuan 8. Sistem pelaporan keuangan 1. Sistem Perencanaan Sarana 2. Sistem prosedur sarana 3. Sistem penetapan sarana 4. Sistem perencanaan pengadaan sarana 5. Sistem inventaris sarana 6. Aplikasi pengadaan sarana 7. Aplikasi invertarisasi sarana 8. Aplikasi monitoring dan evaluasi sarana 9. Sistem pelaporan sarana 10. Sistem pelaporan pengadaan

15 114 IV.3.2 Work Breakdown Structure (WBS) Work Breakdown Structure (WBS) dilakukan untuk memperlihat dalam menggambarkan struktur kerja dari organisasi. Dengan WBS tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah cara untuk mendefinisikan aktivitas yang dilakukan organisasi secara detil. Hal dapat dilakukan dengan menggunakan pemodelan IDEF0 (functional modelling). IDEF0 dapat dilakukan dekomposisi untuk melihat secara detil setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisasi (14). Untuk gambar detil dari Workbreak Down Structure dapat dilihat pada lampiran G (Work Breakdown Sructure) IV.3.3 Jadwal Kerja Organisasi ITHB selaku organisasi pendidikan melakukan kegiatan yang ditujukan hanya untuk penyelenggaraan pendidikan. Pada penyelenggaraan pendidikan tersebut terdapat tahapan proses bisnis yang dilakukan organisasi atau dapat disebut urutan kegiatan. Organisasi ITHB menganut sistem waktu tahunan dan semester, sehingga organisasi tersebut melakukan kegiatannya sesuai dengan sistem waktu yang sudah ada. Berikut ini pada matriks IV.3 adalah jadwal kegiatan organisasi terkait dengan waktu yang ada.

16 Matriks IV.3 Hubungan kegiatan Organisasi dengan waktu 115

17 116 Pada matriks di atas terlihat waktu kegiatan organisasi yang dilakukan pada waktu tertentu. Waktu kegiatan tersebut terkait dengan semua aktivitas utama dan aktivitas pendukung organisasi. Sebagai contohnya adalah aktivitas penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang dilakukan tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan januari, maret dan mei. Akan tetapi kegiatan yang mendukung aktivitas penerimaan mahasiswa baru tersebut di dahului dengan kegiatan perencanaan yang mendukung kegiatan PMB. Kegiatan perencanaan tersebut terdiri dari perencanaan perencanaan panitia PMB, perencanaan biaya PMB, perencanaan sarana PMB, dan lain sebagainya. IV.4 Urutan Penggunaan Aplikasi Berdasarkan aliran data pada matriks III.5 maka urutan penggunaan aplikasi adalah terkait dengan urutan kerja organisasi. Oleh karena itu, untuk menjamin terbentuknya data yang berkualitas, maka perlu dibuatkan urutan penggunaan aplikasi tersebut. Urutan penggunaan aplikasi organisasi ditujukan pada aktifitas utama organisasi yaitu layanan pendidikan. Berikut ini adalah urutan penggunaan aplikasi organisasi. Tabel IV.4 Urutan penggunaan sistem dan aplikasi pada proses PMB Urutan Proses Urutan Sistem/aplikasi Aplikasi pendukung Penerimaan Mahasiswa Baru 1. Proses Perencanaan strategis PMB (PMB1) 2. Proses Menentukan panitia (PMB2) 3. Proses Penentuan biaya penerimaan PMB (PMB3) 4. Proses Penentuan standar penerimaan (PMB4) 5. Proses Penentuan kapasitas (PMB5) 6. Proses Penentuan jadwal PMB (PMB6) 7. Proses Penentuan seleksi masuk (PMB7) 8. Proses Penyusunan materi ujian (PMB8) Sistem Perencanaan PMB Sistem Manajemen dan Kebijakan PMB Sistem Keuangan Sistem Sarana Sistem Kepegawaian Sistem Perencanaan PMB

18 117 Tabel Urutan penggunaan sistem dan aplikasi pada proses PMB (Lanjutan) Urutan Proses Urutan Sistem/aplikasi Aplikasi pendukung Penerimaan Mahasiswa Baru 9. Proses Penerimaan pendaftaran mahasiswa baru (PMB9) 10. Proses Pelaksanaan seleksi calon mahasiswa (PMB10) 11. Proses Pengelolaan hasil ujian (PMB11) 12. Proses registrasi mahasiswa baru (PMB12) Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB Aplikasi Kelola Hasil Test Aplikasi Registrasi Sistem Manajemen dan Kebijakan PMB Sistem Akunting Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB Aplikasi Kelola Hasil Test Tabel IV.5 Urutan penggunaan sistem atau aplikasi pada proses Operasional akademik Urutan Proses Urutan Sistem / aplikasi Aplikasi pendukung Operasional Akademik 1. Proses Perencanaan strategis kurikulum dan kebijakan akademik (OA1) 2. Proses Penetapan kurikulum (OA2) 3. Proses Penetapan kalender akademik (OA3) 4. Proses Perwalian (OA4) 5. Proses Registrasi mahasiswa (OA5) 6. Proses Perubahan rencana studi (OA6) 7. Proses Pelaksanaan akademik (OA7) 8. Proses Cuti akademik (OA8) 9. Proses Ujian komprehensif (OA9) 10. Proses Pelaporan akademik (OA10) Sistem Perencanaan kurikulum dan kebijakan akademik Sistem Kurikulum Sistem Kalender Akademik Aplikasi Perwalian Aplikasi Registrasi Aplikasi PRS Aplikasi Pelaksanaan Akademik Aplikasi Cuti Aplikasi Ujian Komprehensif Aplikasi Pelaporan Sistem Keuangan Sistem Sarana Sistem Kepegawaian Sistem Perencanaan kurikulum dan kebijakan akademik Sistem sarana Sistem keuangan Sistem kepegawaian Sistem Kurikulum Sistem Kalender akademik Sistem registrasi Sistem sarana Sistem keuangan Sistem kepegawaian Aplikasi Administrasi Akademik

19 118 Tabel IV.6 Urutan penggunaan sistem atau aplikasi pada proses Penglepasan Mahasiswa Urutan Proses Urutan Sistem/ aplikasi Aplikasi pendukung 1. Proses Perencanaan strategis dan kebijakan penglepasan akademik (PM1) 2. Proses Penentuan syarat kelulusan (PM2) 3. Proses Pembuatan ijazah (PM3) 4. Proses Pembuatan transkrip (PM4) 5. Proses Penetapan DO (PM5) 6. Proses Penetapan pengunduran diri (PM6) 7. Proses wisuda (PM7) Sistem Perencanaan dan Kebijakan Pengelepasan Akademik Aplikasi Syarat kelulusan Aplikasi Pembuatan Ijazah Aplikasi Pembuatan Transkrip Aplikasi DO Aplikasi Undur diri Aplikasi Wisuda Sistem keuangan Sistem sarana Sistem Administrasi akademik Sistem Perencanaan dan kebijakan Penglepasan Akademik Sistem Syarat kelulusan Sistem administrasi akademik. Sistem sarana Sistem keuangan Sistem syarat kelulusan Sistem administrasi akademik IV.5 Arsitektur Sumberdaya Manusia (SDM) Setiap orang didalam organisasi bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing. Tugas masing-masing orang didalam organisasi tersebut terkait dengan aliran data atau informasi di dalam organisasi. Dengan menetapkan dengan jelas tanggungjawab dari masing-masing anggota organisasi maka aliran data atau informasi dapat terjamin keakuratannya. Berdasarkan pendefinisian arsitektur waktu diatas maka pendefinisian peran orang dalam melakukan tugas organisasi menjadi perhatian penting dalam menghasilkan data yang berkualitas. IV.5.1 Peran Orang terkait Aplikasi Peran organisasi dalam setiap alur proses bisnis dapat terlihat pada lampiran A proses bisnis organisasi. Untuk melihat peran setiap orang pada setiap prosesnya termasuk peran setiap orang dalam menggunakan aplikasi dapat dilihat dengan menggunakan matriks aplikasi dengan peran orang.

20 Matriks IV.5 Hubungan Aplikasi dengan Organisasi Keterangan : P1 : Proses yang terkait dengan peran orang level utama didalam aplikasi dilakukan, P2 : Proses yang terkait dengan peran orang level kedua didalam aplikasi dilakukan, P3 : Proses yang terkait dengan perang orang level ketiga didalam aplikasi dilakukan 119

21 120 Pada matriks IV. 5 di atas dapat terlihat bahwa setiap orang di dalam organisasi memainkan perannya masing-masing. Pada matriks tersebut memperlihatkan peran anggota organisasi termasuk level dari anggota tersebut. Level dari anggota organisasi disini adalah untuk memastikan seberapa penting peran orang tersebut pada setiap aplikasi yang digunakan dan juga hal ini mengisyaratkan pada aliran kerja dari masingmasing anggota organisasi. Sebagai contohnya adalah pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) pada proses bisnis tersebut peran direktur akademik (AC1) adalah menentukan kebijakan (P1) penerimaan mahasiswa dan dibantu oleh marketing manager (MM1) yang berperan memastikan proses penerimaan mahasiswa tersebut berjalan sesuai keinginan(p2). Dan peran dari membantu proses operasional penerimaan mahasiswa baru (P3). IV.5.2 Aliran Kerja Organisasi Berdasarkan pendefinisian sebelumnya yaitu adanya peran dan tanggungjawab dari masing-masing anggota organisasi dalam berkerja, maka terdapat terdapat aliran kerja organisasi yang terjadi diantara satu area fungsional dan juga antar area fungsional. Hal ini juga berhubungan dengan kualitas data yang dihasilkan dan pada akhirnya data tersebut dapat digunakan oleh orang yang membutuhkannya. Agar aliran kerja dapat terlihat dengan jelas, maka organisasi perlu membuat sebuah tabel aliran kerja organisasi yang dapat memberikan gambaran yang jelas atas aliran kerja tersebut. Tabel IV.6 Aliran kerja berdasarkan penggunaan aplikasi No Aplikasi Peran (Aliran Kerja) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB P1. AC1 P2. MM1 P3. MM Aplikasi Kelola Hasil Test P1. AC1 P2. MM1 P3. MM1.4

22 121 Tabel Aliran kerja berdasarkan penggunaan aplikasi (Lanjutan) No Aplikasi Peran (Aliran Kerja) Penerimaan Mahasiswa Baru (Lanjutan) Registrasi P1. AC1 P2. MM1 P3. MM1.4 Operasional Akademik Aplikasi Pendaftaran Ulang P1. AC1 P2. AK1 P3. AK2, AK2.1, AK2.2 P3. MM1, MM Aplikasi Administrasi Kemahasiswaan P1. AC2 P2. AC2.1 P3. AC2.11, AC Aplikasi Rencana Studi P1. AC2 P2. AC2.1 P3. AC2.11, AC Sistem Kurikulum P1. Yayasan, Rektor P2. AC1, AC5 P3. AC2, AC Sistem Perwalian P1. AC1 P2. AC5 P3. AC2.1, AC5.1, AC Aplikasi KRS dan KTM P1. AC1 P2. AC2.1, AC2.11, AC Aplikasi PRS P1. AC1 P2. AC5 P3. AC5.1, AC Sistem Pembayaran P1. AK1 P2. AK2 P3. AK Aplikasi Administrasi Kuliah P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC2.1.1, AC2.1.2, AC Sistem Penjadwalan Kuliah P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC2.1.1, AC2.1.2, AC Sistem Penilaian P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC2.1.2, AC Aplikasi Ujian komprehensif P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC2.1.1, AC2.1.2, AC Aplikasi Administrasi Seminar P1. AC5 P2. AC5.1 P3. AC Sistem Pelaporan Akademik P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC2.1.1, AC2.1.2, AC2.1.3

23 122 Tabel Aliran kerja berdasarkan penggunaan aplikasi (Lanjutan) No Aplikasi Peran (Aliran Kerja) Penglepasan Mahasiswa Sistem Wisuda P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC Sistem Alumni P1. AC1 P2. AC2, CRC1 P3. AC2.1, AC2.1.3, CRC2, CRC Sistem Transkrip dan Ijazah P1. AC1 P2. AC2 P3. AC2.1, AC Sistem Relasi Industri P1. CRC1 P2. CRC2 P3. CRC3 Manajemen Sumberdaya Manusia Sistem Perekrutan P1. Yayasan, Rektor P2. AK1, AK5 P3. AK Sistem Administrasi Pegawai P1. AK1 P2 AK5 P3. AK Sistem Belanja Pegawai P1. AK1 P2 AK5 P3. AK Sistem Pelatihan P1. AC1, AK1 P2. AK5 P3. AK Sistem Cuti P1. AK1 P2. AK2, AK5 P3. AK2.1, AK2.2, AK5.1 Manajemen Keuangan Sistem Administrasi Gaji dan Honor P1. AK1 P2. AK2, AK5 P3. AK2.1, AK2.2, AK Sistem Anggaran P1. Yayasan, Rektor P2. AK1 P3. AK Sistem Akunting P1. AK1 P2. AK2 P3. AK2.1, AK2.2 Manajemen Sarana Sistem Sarana P1. AK1 P2. AK3, AK4

24 123 IV.5.3 Peran Orang pada setiap lokasi Orang yang bekerja di dalam area fungsional pada umumnya menempati lokasi tertentu didalam area organisasi. Untuk itu diperlukan pendefinisian aliran data didalam organisasi yang terkait dengan lokasi orang tersebut. Organisasi atau lembaga pendidikan Institut Teknologi Harapan Bangsa berlokasi di kota bandung tepatnya di jalan Dipatiukur ITHB mempunyai 3 gedung yang saling terhubung satu sama lainnya dan ketiga gedung tersebut digunakan organisasi untuk melakukan aktifitasnya. Pada tabel dibawah IV.4 ini dapat terlihat lokasi dimana organisasi bekerja dan hal ini berhubungan dengan lokasi yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Tabel IV.7 Lokasi dimana area fungsional organisasi berada Nama Gedung Lantai Fungsi Gedung 1 Gedung 2 Lantai 1 Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 Basement1 Sebagai pusat manajemen, administrasi termasuk administrasi keuangan dan juga bagian rektorat Tempat beberapa jurusan berada yaitu jurusan sistem informasi, teknik industri, sistem komputer dan teknik elektro Tempat dimana jurusan desain melakukan aktifitasnya Layanan perpustakaan Laboratorium teknik Industri Gedung 2 Lantai 1 Lantai 2 Tempat dimana laboratorium Multimedia, laboratorium Desain dan laboratorium Fotografi. Tempat dimana laboratorium komputer, laboratorium basis data dan laboratorium elektro. Lantai 3 1. Tempat dimana Career resource center. 2. Tempat pusat IT. 3. Tempat laboratorium jaringan komputer. Lantai 4 Tempat ini terdapat ITHB Internasional program termasuk laboratoriumnya

25 124 Tabel Lokasi area fungsional berada (Lanjutan) Nama Gedung Lantai Fungsi Gedung 3 Lantai 2 Tempat jurusan teknik informatika melakukan aktifitasnya. Lantai 4 1. Terdapat laboratorium Career resource center 2. Tempat dimana administrasi ITHB Internasional Program berada Bentuk skematik dari peran masing-masing orang didalam organisasi terhadap sistem informasi enterprise dapat terlihat pada gambar IV.3 Gambar IV.3 Pemodelan Lokasi pada perspektif business owner

26 125 IV.6 Arsitektur Teknologi Arsitektur teknologi dalam pembahasan ini adalah teknologi yang digunakan oleh orang didalam organisasi untuk melakukan tugas-tugasnya. Dikarenakan orang-orang tersebut dapat berada diseluruh area lokasi organisasi maka dibutuhkan teknologi yang dapat membantu orang-orang tersebut untuk saling berkoordinasi. Berdasarkan skema lokasi yang sudah digambarkan sebelumnya maka teknologi yang dibutuhkan adalah teknologi yang memungkinkan distribusi data diantara orang-orang yang memainkan peran didalam organisasi. Gambar IV.4 Skema komunikasi antar kantor Memang terlihat bahwa teknologi yang dibutuhkan utama dalam membantu kerja organisasi adalah teknologi jaringan. Sehingga teknologi tersebut diharapkan mampu menjembatani dalam hal kordinasi bagi orang-orang didalam organisasi untuk bekerja.

27 126 Tidak hanya teknologi jaringan semata, selain itu diperlukan juga teknologi-teknologi lainnya sangat dibutuhkan untuk bekerja misalnya teknologi untuk penyimpanan data, teknologi untuk input dan keluaran data. Untuk lebih jelasnnya maka, dibawah ini terdapat semua teknologi yang digunakan oleh organisasi dalam melakukan tugasnya. Teknologi yang digunakan dalam melakukan tugas Tabel IV.8 Teknologi yang ada di dalam organisasi. Perangkat Keras Jenis Perangkat Keras Jenis 1.1 Komputer 1.2 Alat masukan 1.3 Alat keluaran Personal komputer 1.4 Media Harddisk Laptop penyimpanan Floppy disk Mouse Removable disk Keyboard 1.5 Server Compact disk Scanner Web server OCR Database server Printer K-base server Monitor Application server Speaker Mail server Plotter Tabel Teknologi yang ada di dalam organisasi (Lanjutan) Perangkat keras 2. Perangkat lunak Jenis perangkat 2.1 Sistem Operasi Rational rose Microsoft windows 98,XP, Pengolah kata Linux Ms. Word Sun solaris 2.6 Spread sheet 2.2 Sistem manajemen basis data Ms.Excel

28 127 Tabel Teknologi yang ada di dalam organisasi (Lanjutan) Perangkat keras 2. Perangkat lunak (Lanjutan) Jenis perangkat Ms. Acesss SPSS Linux 2.7 Presentasi grafis MySQL Ms. Frontpage Oracle Ms. Powerpoint 2.3 Bahasa pemrograman Adobe photoshop VBNet Corel draw PHP Macromedia flash Delphi Dreamweaver Java 2.8 Perangkat lunak lainnya Visual C Microsoft outlook 2.4 Development tools Adobe acrobat Power designer Ms. Internet explorer Tabel Teknologi yang ada di dalam organisasi (Lanjutan) Perangkat pendukung Jenis perangkat Perangkat pendukung Jenis perangkat 3. Komunikasi 3.1 Network Router LAN Switch Internet NIC Virtual LAN Access point 3.2 Telepon 4. Perangkat 4.1 Pengaman elektrik pendukung Faximile UPS Modem Stabilizer VOIP 4.2 Perangkat pendukung lainnya PABX Air conditioner 3.3 Perangkat network Rak server

29 128 IV.6.1 Hubungan Teknologi dengan Organisasi yang bekerja Dalam melakukan tugasnya, orang-orang yang berkerja didalam organisasi menggunakan perangkat-perangkat teknologi mulai dari perangkat keras sampai dengan perangkat lunak. Perangkat-perangkat tersebut didapatkan dengan membeli dari vendor-vendor teknologi yang menyodorkan perangkat IT yang dibutuhkan organisasi. Teknologi-teknologi ini adalah perangkat yang membantu semua orang dalam melakukan perannya masing-masing didalam memberikan layanan yang terbaik bagi pihak yang menggunaan jasa layanan tersebut. Maka dari itu perlu bagi organisasi melihat teknologi apa saja yang dibutuhkan dalam melakukan kerja. Dengan begitu organisasi bisa mendapat gambaran mengenai teknologi apa saja yang sudah ada dan teknologi apa saja yang pelu di adakan dalam rangka meningkatkan kerja.

30 Matriks IV.6 Hubungan teknologi dengan proses kerja organisasi 129

31 Matriks Hubungan teknologi dengan proses kerja organisasi (Lanjutan) 130

32 131 Pada matriks di atas dapat terlihat semua jenis teknologi yang digunakan oleh organisasi dalam bekerja. Teknologi tersebut dapat berupa perangkat keras dan perangkat lunak(1). Perangkat-perangkat yang digunakan itu diharapakan dapat membantu organisasi dalam berkoordinasi dan bekerjasama dalam menjalankan proses bisnis organisasi. Sebagai contohnya adalah pada penerimaan mahasiswa baru dimana peran direktur akademik (AC1) dan peran marketing manager (MM1) dan juga peran student recruiment (MM1.4) dapat dilakukan. Koordinasi dalam menjalankan proses bisnis penerimaan mahasiswa baru (PMB) bisa dilakukan meskipun masing-masing anggota organisasi tersebut terpisah lokasinya. Ini menandakan bahwa kegunaan teknologi dalam membantu koordinasi anggota organisasi menjadi penting. IV.7 Arsitektur Mekanisme Mekanisme pada tahap ini adalah terkait dengan bagimana organisasi melakukan kerja dengan baik dan sesuai dengan aturan kerja. Mekanisme ini adalah mekanisme yang berhubungan dengan bagaimana melakukan kerja yang baik dan termasuk didalamnya adalah bagaimana menggunakan teknologi yang ada untuk pencapaian kinerja. Hal hal yang perlu menjadi perhatian disini adalah mekanisme penggunaan perangkat yang sudah didefinisikan sebelumnya. Mekanisme tersebut termasuk diantaranya adalah mekanisme penggunaan perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat pendukung. Berdasarkan pemodelan proses bisnis menggunakan IDEF0, mekanisme tersebut terkait dengan penggunaan sistem komputer ataupun teknologi dalam melakukan aktivitas(2). IV.7.1 Hubungan Urutan Proses Kerja dengan Mekanisme Organisasi Keterkaitan antara proses kerja dengan mekanisme adalah untuk memastikan aliran kerja organisasi sesuai dengan strategi pengelolaan organisasi. Dengan mekanisme yang benar maka organisasi dapat memperoleh keuntungan atas akurasi data yang dihasilkan dari setiap kerja organisasi. 131

33 Tabel IV.9 Urutan proses dan mekanisme kerja Urutan Proses Mekanisme 1. Proses Perencanaan strategis PMB 1. Mekanisme penarikan dan pemasukan data perencanaan strategis PMB semester lalu dari database 2. Proses Menentukan panitia 2. Mekanisme penarikan data, menghubungi calon panitia, konfirmasi calon panitia, pengecekan kesesuaian jumlah panitia dan mekanisme penetapan panita. 3. Proses Penentuan biaya penerimaan PMB 3. Mekanisme penarikan data dari sistem keuangan, penghitungan biaya, konfirmasi biaya pada pimpinan, penghitungan ulang biaya dan mekanisme penetapan biaya PMB 4. Proses Penentuan standar penerimaan 4. Mekanime penarikan data dari aplikasi godeamus, konfirmasi standar penerimaan, perkiraan ulang standar baru dan mekanisme penetapan standar penerimaan menggunakan aplikasi godeamus. 5. Proses Penentuan kapasitas 5. Mekanisme penarikan data kapasitas dari godeamus, konfirmasi kapasitas, perkiraan ulang dan mekanisme penetapan kapasitas. 6. Proses Penentuan jadwal PMB 6. Mekanisme penarikan data jadwal PMB, konfirmasi jadwal PMB dan perkiraan ulang PMB dan mekanisme penetapan jadwal PMB. 7. Proses Penentuan seleksi masuk 7. Mekanisme penarikan data seleksi, konfirmasi seleksi masuk, perkiraan ulang seleksi dan mekanisme penetapan seleksi masuk. 8. Proses Penyusunan materi ujian 8. Mekanisme penarikan data materi ujian, konfirmasi materi ujian, perkiraan ulang materi ujian, pembuatan materi ujian, pengesahan materi dan pencetakan materi ujian. 9. Proses Penerimaan pendaftaran mahasiswa baru 9. Mekanisme memasukkan dan penarikan data, pengecekan berkas, penyelesaian berkas daftar, mekanisme penyimpanan data daftar.

34 133 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja (Lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 10. Proses Pelaksanaan seleksi calon 10. Mekanisme seleksi, pencocokan hasil seleksi, penyelesaian seleksi masuk, mekanisme pengumuman mahasiswa hasil seleksi. 11. Proses Pengelolaan hasil ujian 11. Mekanisme memasukkan dan penarikan data hasil ujian, pemilihan data seleksi, pemeriksaan data hasil ujian dan mekanisme pengumuman hasil ujian. 12. Proses Registrasi mahasiswa baru 12. Mekanisme memasukkan dan penarikan data registrasi, pemeriksaan berkas registrasi, konfirmasi regitrasi, input data setelah konfirmasi, mekanisme penyimpanan data registrasi. 13. Proses Perencanaan strategis kurikulum 13. Mekanisme memasukkan dan penarikan data perencanaan strategis kurikulum dan kebijakan dan kebijakan akademik akademik 14. Proses penetapan kurikulum 14. Mekanisme memasukkan dan penarikan data kurikulum, konfirmasi kurikulum, perkiraan ulang kurikulum, pengujian kurikulum, pengesahan kurikulum dan mekanisme penetapan kurikulum. 15. Proses penetapan kalender akademik 15. Mekanisme memasukkan dan penarikan data kalender akademik, analisa kalender akademik, konfirmasi analisa kalender akademik, analisa ulang kalender akademik, pengesahan kalender akademik dan mekanisme penetapan kalender akademik. 16. Proses penyediaan matakuliah 16. Mekanisme pemasukan dan penarikan matakuliah, konfirmasi matakuliah, perkiraan ulang matakuliah dan pengumuman matakuliah yang disajikan. 17. Proses Perwalian 17. Mekanisme input matakuliah, pengecekan matakuliah, penyelesaian matakuliah, dan mekanisme persetujuan perwalian.

35 134 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja (Lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 18. Proses Rencana studi 18. Mekanisme pengecekan online, pengecekan syarat studi, penyelesaian rencana studi dan mekanisme pengesahan rencana studi. 19. Proses pembuatan KRS 19. Mekanisme pengecekan rencana studi yang disetujui dan mekanisme pencetakan KRS 20. Proses pembuatan KTM 20. Mekanisme pengecekan administrasi, penyelesaian adm akademik, pengecekan adm keuangan, penyelesaian adm keuangan dan mekanisme pencetakan KTM 21. Proses PRS 21. Mekanisme memasukkan dan data PRS, pengecekan PRS, penyelesaian PRS dan mekanisme pengesahan PRS. 22. Proses Cuti 22. Mekanisme memasukkan data cuti, pencegekan adm akademik dan keuangan, penyelesaian syarat cuti dan pengesahan cuti. 23. Proses Penetapan dosen mengajar 23. Mekanisme penarikan dan pemasukan data dosen mengajar, konfirmasi kesediaan dosen mengajar, penyelesaian dosen yang tidak konfirm, pengecekan kesesuaian kebutuhan dosen mengajar, penyelesaian kebutuhan pengajar dan mekanisme pengesaham dosen mengajar. 24. Proses penyusunan jadwal kuliah 24. Mekanisme pemasukan jadwal kuliah, pengecekan jadwal kuliah, konfirmasi jadwal, penyelesaian jadwal mengajar yang tidak sesuai, dam mekanisme penetapan jadwal kuliah. 25. Proses perkuliahan 25. Mekanisme absensi dosen, mekanisme absensi dan mekanisme absensi keluar mengajar. 26. Proses pelaksanaan ujain 26. Mekanisme pencetakan soal, penetapan jadwal, mekanisme pengumpulan hasil ujian.

36 135 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja (Lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 27. Proses penilaian 27. Mekanisme memasukkan dan mengeluarkan data pengambilan berkas, konfirmasi pengambilan berkas ujian, penyelesaian berkas yang tidak diambil, pemberian nilai, penyelesaian nilai yang tidak terkumpul dan mekanisme pengumuman nilai. 28. Proses komprehesif 28. Mekanisme penarikan data mahasiswa yang ikut komprehensif, pengumuman mahasiswa ujian komprehensif, penetapan jadwal dan dosen ujian komprehensif dan mekanisme ujian. 29. Proses penilaian komprehensif 29. Mekanisme pemasukan nilai ujian komprehensif, penghitungan syarat lulus konprehensif dan pengumuman nilai komprehensif. 30. Proses pelaksanaan sidang 30. Mekanisme pemasukan dan penarikan data mahasiswa ikut sidang, pengecekan syarat ikut sidang, penyelesaian syarat ikut sidang, konfirmasi dosen penguji, penyelesaian dosen penguji, penentuan jadwal dan mekanisme sidang. 31. Proses penilaian sidang 31. Mekanisme pemasukan nilai sidang, pengecekan syarat lulus sidang, penyelesaian syarat lulus sidang, pengecekan revisi TA, penyelesaian revisi TA, pemasukan nilai akhir TA dan mekanisme pengumuman nilai sidamg. 32. Proses pengumpulan data 32. Mekanisme penarikan data yang akan dikumpulkan dari sumber-sumber data dan mekanisme pengumpulan data. 33. Proses pelaporan 33. Mekanism pengolahan data, pembuatan laporan dan mekanisme pengajuan laporan.

37 136 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja (Lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 34. Proses Perencanaan strategis dan kebijakan penglepasan akademik 34. Mekanisme penarikan dan pemasukan data perencanaan strategis dan kebijakan penglepasan akademik. 35. Proses Penentuan syarat kelulusan 35. Mekanisme penarikan dan pemasukan data syarat lulus, konfirmasi data syarat lulus, penyelesaian data syarat lulus dan mekanisme penetapan syarat lulus. 36. Proses Pembuatan Ijazah 36. Mekanisme penarikan data ijazah, pengecekan syarat ijazah, penyelesaian syarat ijazah dan mekanisme pembuatan ijazah. 37. Proses Pembuatan transkrip 37. Mekanisme pemasukan data pengajuan transkrip, pengecekan syarat transkrip, penyelesaian syarat transkrip dan mekanisme pembuatan transkrip 38. Proses Penetapan DO 38. Mekanisme penarikan dan pemasukan data syarat DO, konfirmasi DO, penyelesaian syarat DO, dan mekanisme penetapan DO. 39. Proses penetapan undur diri 39. Mekanisme penarikan dan pemasukan syarat undur diri, konfirmasi syarat undur diri, penyelesaian syarat undur diri dan mekanisme penetapan syarat undur diri. 40. Proses Wisuda 40. Mekanisme pemasukan data wisuda, pengecekan data wisuda, penyelesaian data wisuda, pengumuman jadwal wisuda. 41. Proses Perencanaan strategis dalam 41. Mekanisme pemasukan dan penarikan data perencanaan strategis SDM pemanfaatan sumberdaya manusia

38 137 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja menggunakan teknologi.(lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 42. Proses Penentuan kebijakan perekrutan 42. Mekanisme penarikan dan pemasukan data kebijakan rekrut, konfirmasi kebijakan rekrut, dan mekanisme penetapan kebijakan perekrutan. 43. Proses Penentuan kebijakan 43. Mekanisme penarikan dan pemasukan data kebijakan kelola SDM, konfirmasi pengelolaan SDM pengelolaan SDM dan mekanisme penetapan kebijakan SDM. 44. Proses Penetapan belanja pegawai 44. Mekanisme penarikan dan pemasukan data belanja pegawai, konfirmasi data belanja pegawai dan mekanisme belanja pegawai. 45. Proses pengembangan karir pegawai 45. Mekanisme penarikan dan pemasukan data karir pegawai, mekanisme pengelolaan data karir pegawai. 46. Proses administrasi kehadiran pegawai 46. Mekanisme memasukkan data absen pegawai, penyelesaian absensi pegawai dan mekanisme administrasi data absensi pegawai 47. Proses penghitungan gaji 47. Mekanisme penarikan data dan pemasukan data komponen gaji, penghitungan gaji, mekanisme pencetakan slip gaji. 48. Proses Penghitungan honor 48. Mekanisme penarikan data dan pemasukan data komponen honor, penghitungan honor dan mekanisme pencetakan honor. 49. Proses Pelaporan SDM 49. Mekanisme penarikan dan pemasukan data SDM, pengolahan data SDM dan mekanisme pelaporan SDM

39 138 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja menggunakan teknologi.(lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 50. Proses Pelaporan rekapitulasi gaji dan 50. Mekanisme penarikan dan pemasukan data rekapitulasi, pengolahan data rekapitulasi dan honor mekanisme pelaporan data rekapitulasi. 51. Proses Perencanaan strategi kebijakan 51. Mekanisme penarikan dan pemasukan data perencanaan strategi kebijakan keuangan keuangan 52. Proses Penentuan anggaran rutin 52. Mekanisme penarikan dan pemasukan data anggaran rutin, penghitungan anggaran rutin, konfirmasi anggaran rutin, penyelesaian anggaran rutindan mekanisme penetapan anggaran rutin. 53. Proses Penentuan Anggaran serta 53. Mekanisme penarikan dan pemasukan data anggaran, penghitungan data anggaran, konfirmasi data investasi anggaran dan mekanisme penetapan anggaran. 54. Proses Pengesahan anggaran 54. Mekanisme penarikan data anggaran dan mekanisme pengesahan anggaran 55. Proses Revisi anggaran 55. Mekanisme penarika data anggaran yang akan direvisi dan mekanisme revisi anggaran. 56. Proses Monitoring dan evaluasi 56. Mekanisme data anggaran yang akan dimonitor dan dievaluasi dan mekanisme monitoring dan anggaran evaluasi anggaran. 57. Proses Sistem akuntansi 57. Mekanisme penarikan dan pemasukan semua data yang terkait dengan akuntansi dan mekanisme pengolahan data akuntansi. 58. Proses Pelaporan keuangan 58. Mekanisme penarikan data keuangan dan mekanisme pembuatan laporan keuangan. 59. Proses Perencanaan strategis 59. Mekanisme penarikan dan pemasukan data perencanaan strategis sarana/fasilitas. sarana/fasilitas

40 139 Tabel Urutan proses dan mekanisme kerja menggunakan teknologi.(lanjutan) Urutan Proses Mekanisme 60. Proses pengembangan prosedur sarana 60. Mekanisme penarikan data prosedur sarana, mekanisme pengembangan sarana. 61. Proses penentuan prosedur sarana 61. Mekanisme penarikan dan pemasukan data sarana, konfirmasi prosedur sarana dan penyelesaian prosedur sarana dan mekanisme penentuan prosedur sarana 62. Proses penentuan rencana pengadaan 62. Mekanisme penarikan dan pemasukan data kebutuhan sarana, konfirmasi data kebutuhan sarana, penyelesaian data kebutuhan sarana dan mekanisme penentuan pengadaan sarana. 63. Proses manajemen inventarisasi 63. Mekanisme penarikan data dan pemasukan data inventrasi, konfirmasi inventarisasi, penyelesaian inventarisasi dan mekanisme manajemen inventarisasi 64. Proses pelaksanaan pengadaan sarana 64. Mekanisme penarikan dan pemasukan data pengadaan sarana, konfirmasi pengadaan sarana, penyelesaian pengadaan sarana dan mekanisme pengadaan sarana. 65. Proses Pelaksanaan inventarisasi 65. Mekanisme penarikan dan pemasukan data inventarisasi, mekanisme inventarisasi. 66. Proses monitoring dan evaluasi data sarana 66. Mekanisme penarikan dan pemasukan data sarana yang akan dimonitoring dan dievaluasi, konfirmasi data monitoring dan evaluasi sarana, mekanisme monitoring sarana. 67. Proses pelaporan sarana 67. Mekanisme penarikan data pelaporan sarana, konfirmasi data pelaporan, penyelesaian pelaporan sarana. 68. Proses manajemen pelaporan sarana 68. Mekanisme penarikan data pelaporan, pengolahan data sarana dan mekanisme pelaporan sarana.

41 140 IV.7.2 Hubungan Mekanisme dengan Teknologi Hubungan mekanisme dengan teknologi merupakan kebutuhan setiap proses bisnis yang dilakukan oleh organisasi termasuk semua mekanisme dari proses bisnis tersebut dengan teknologi yang digunakan dalam bekerja. Dengan menggambarkan hubungan mekanisme dengan teknologi maka organisasi dapat melihat kebutuhan teknologi yang sebenarnya dan juga terkait dengan cara penanganan IT demi terwujudnya data yang berkualitas.

42 Matriks IV.7 Hubungan mekanisme dengan teknologi 141

43 Matriks Hubungan mekanisme dengan teknologi (Lanjutan) 142

44 143 IV.8 Melakukan Review Manajemen Sumberdaya Informasi (IRM) Review atas manajemen sumberdaya informasi terdiri atas hal-hal yang berhubungan dengan membantu dalam merekomendasi implementasi arsitektur informasi termasuk aspek-aspek yang telah dibahas sebelumnya. Pembahasan utama dari review IRM adalah: 1. Pengarahan dan kendali eksekutif 2. Kebutuhan akan sebuah steering committee 3. Organisasi sumberdaya informasi. Dikarenakan pembahasan detil atas semua aspek arsitektur informasi yaitu data, fungsi, waktu, orang, jaringan dan motivasi, maka semua hal tersebut perlu dipantau dan di kelola dan dikendalikan agar sesuai dengan kebutuhan bisnis enterprise. IV.8.1 Review Pada Data Data-data enterprise organisasi pada awalnya dapat dikatakan masih tersebar diseluruh area organisasi berada. Oleh karena ini untuk mendukung bisnis organisasi maka kebijakan atas rencana penerapan data terpusat diharapkan mampu menjawab tantangan bisnis. Untuk menjamin data tersebut berkualitas maka perlu dipertimbangkan penggunaan teknologi yang menjamin keamanan, daya tampung data dan juga metode pengaksesannya. IV.8.2 Review Pada Aplikasi Pada awalnya aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh organisasi belumlah cukup untuk mendukung semua proses bisnis. Hal ini terjadi karena kemungkinan kurang matangnya perencanaan awal akuisisi aplikasi tersebut. Memang disadari bahwa akuisisi sudah dilakukan dengan baik termasuk didalamnnya mengembangkan sendiri

45 144 kebutuhan aplikasi tersebut akan tetapi tujuan pengembang aplikasi dengan semua fitur-fiturnya dapat dikatakan kurang memenuhi kebutuhan bisnis. IV.8.3 Review Pada Waktu Selama ini masih terdapat kekurangan pemahaman atas kerja organisasi oleh pegawai sehingga kinerja organisasi belum optimal. Sebagai contohnya adalah keterlambatan dalam mengupdate semua data matakuliah yang akan diambil mahasiswa pada sistem FRS online. Ini mengakibatkan terjadi ketidaklengkapan matakuliah yang diambil oleh mahasiswa. Ini juga mempengaruhi area fungsional lainnya yaitu bagian keuangan yang akan melakukan autodebet atas rekening mahasiswa. Oleh karena itu pemahaman proses bisnis organisasi dipandang perlu untuk diterapkan. IV.8.4 Review Pada Orang Organisasi ITHB berusaha mendapatkan pegawai-pegawai dengan kualitas dan juga mempunyai kompetensi yang untuk bekerjasama memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Tidak dipungkiri pula bahwa setiap pegawai didalamnya harus memahami perannya masing-masing dan perannya tersebut dapat mempengaruhi kerja organisasi secara keseluruhan. Untuk itu perlu diadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai termasuk didalamnya memahami organisasi sebagai lembaga pendidikan yang berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk mahasiswa. IV.8.5 Review Pada Teknologi ITHB yang bergerak dibidang telematika sudah menggunakan teknologi sebagai bagian dari layanan pendidikan. Dan semua teknologi yang diakuisisi dari vendor tersebut sudah dapat dikatakan cukup untuk mendukung semua bisnis organisasi. Akan tetapi semua teknologi yang sudah didapatkan belum sepenuhnya mendukung bisnis. Ini

46 145 terjadi karena itu perencanaan akusisi terhadap teknologi dalam upaya mendukung bisnis bisa diterapkan. IV.8.6 Review Pada Mekanisme Selama ini mekanisme kerja organisasi terhadap penggunaan IT dapat dikatakan belum tertata dengan baik. Hal ini dapat terlihat jelas dengan belum adanya suatu pedoman didalam menggunakan IT. Tidak dapat dipungkiri bahwa ITHB selaku organisasi yang berusaha memberikan layanan pendidikan yang baik berusaha menggunakan IT dengan kualitas baik dalam bekerja. Teknologi tersebut bisa meliputi semua perangkat keras dan juga lunak yang diakuisisi dari berbagai vendor. Pada awalnya kekuarangan pemahaman atas semua teknologi yang dimiliki menjadikan kerja organisasi menjadi terganggu. Untuk itu pedoman penggunaan teknologi perlu dibuat dengan harapan bahwa adanya pedoman penggunaan teknologi tersebut maka hambatan-hambatan penggunan teknologi bukalah menjadi masalah. IV.9 Mengembangkan Rekomendasi dan Perencanaan Aksi Rekomendasi dan aksi merupakan bagian akhir dari perencanaan arsitektur enterprise yang diteliti ini. Rekomendasi merupakan usulan yang diberikan dari studi ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari perencanaan arsitektur enterprise. Rekomendasi tersebut meliputi semua aspek arsitektur informasi yang sudah didefinisikan yaitu: data, aplikasi, waktu, orang, teknologi dan mekanisme. Dan perencanaan aksi ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam hal transisi dari studi ini ke proyek tertentu termasuk didalamnya adalah penjadwalan. IV.9.1 Rekomendasi Rekomendasi yang diberikan pada bagian ini mengenai semua aspek dari arsitektur informasi adalah :

47 Aspek data a. Pembuatan pengembangan data terpusat untuk memudahkan dalam kendali, pengaksesan dan juga administrasinya. b. Penggunaan teknologi penyimpanan data yang baik 2. Aspek aplikasi a. Pengembangan aplikasi yang sesuai kebutuhan bisnis organisasi b. Penyempurnaan semua aplikasi yang sudah digunakan dimana aplikasi kedapatan belum memberi dukungan yang maksimal atas bisnis. 3. Aspek waktu a. Melakukan training atau pelatihan atas proses bisnis organisasi termasuk urutan-urutan kerja yang dapat melibatkan satu atau lebih area fungsional. b. Melakukan pengukuran kinerja organisasi termasuk didalamnya adalah kecepatan layanan bagi meningkatnya kualitas pendidikan. 4. Aspek orang a. Memberikan pelatihan bagi setiap pegawai atas perannya masingmasing termasuk didalamnya meliputi akurasi data, penggunaan aplikasi, urutan kerja organisasi, koordinasi antar pegawai dan juga penggunaan teknologi untuk mendukung kerja. 5. Aspek teknologi a. Pengembangan metode inventarisasi atas semua teknologi yang diakuisisi dari vendor. b. Mengembangkan metode-metode perawatan serta pemeliharaan atas teknologi yang digunakan 6. Aspek mekanisme a. Pembuatan pedoman pengguanaan teknologi bisa berupa manual ataupun berbasis web untuk memberikan bantuan secara teknis maupun teori.

48 147 IV.9.2 Perencanaan Aksi Perencanaan aksi pada bagian ini meliputi keseluruhan aspek arsitektur informasi yaitu : 1. Arsitektur Data 2. Arsitektur Aplikasi 3. Arsitektur Waktu 4. Arsitektur Orang 5. Arsitektur Teknologi 6. Arsitektur Mekanisme Rencana aksi ini dapat dikatakan untuk mengimplementasikan arsitektur enterprise. Rencana arsitektur enterprise yang akan diimplementasikan didasarkan pada model bisnis, katalog sumberdaya informasi dan juga arsitektur-arsitektur yang sudah yang telah didefinisikan sebelumnya. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menyusun prioritas penerapan. 1. Prioritas yang pertama adalah data, ini dikarenakan data merupakan bagian penting dari organisasi. 2. Prioritas berikutnya adalah aplikasi yaitu terkait dengan penggunaan pengolahan data 3. Prioritas ketiga adalah waktu yaitu urutan kerja organisasi dengan memanfaatkan aplikasi. 4. Prioritas keempat adalah orang yaitu peran setiap orang didalam urutan kerja organisasi. 5. Prioritas kelima adalah teknologi yang digunakan orang dalam melakukan perannya 6. Priotitas keenam adalah mekanisme penggunaan teknologi didalam berkerja.

49 148 IV.9.3 Estimasi Penerapan Estimasi dibuat untuk memperkirakan kebutuhan saat penerapan dilaksanakan. Untuk penerapan arsitektur yang telah didefinisikan, maka estimasi tersebut meliputi : 1. Estimasi waktu 2. Estimasi biaya 3. Estimasi sumberdaya Pada penelitian ini, semua estimasi yang diperkirakan berdasarkan asumsi: 1. Pihak manajemen memberikan komitmen yang jelas pada pelaksanaan proyek 2. Selama pengembangan sistem, pengadaan infrastruktur, pembuatan pedoman atau selama pelatihan tidak terjadi peribahan kebijakan. 3. Jangka waktu pelaksanaan selama hampir satu setengah tahun 4. Sumberdaya yang tersedia memadai untuk melakukan penerapan. 5. Biaya untuk keperluan penerapan haruslah memadai 6. Spesifikasi pekerjaan didasarkan pada pengembangan aplikasi, pelatihan, urutan akuisisi teknologi dan pembuatan mekanisme teknologi yang sudah diprioritaskan. 7. Semua mitra kerja dari organisasi diharapkan bersedia dan bekerjasama dalam memberikan informasi atau membantu kelancaran implementasi EAP ini. Berdasarkan asumsi diatas maka dapat digambarkan estimasi jadwal penyelesaian proyek dengan melihat pada semua bagian yang terkait yang terdapat pada matriks IV.8 dibawah ini.

50 Matriks IV.8 Penjadwalan penyelesaian proyek Waktu Tahun 1 Tahun 2 Bl Nama aplikasi dan proyek n Aplikasi Pendaftaran Peserta PMB 2 Aplikasi Kelola Hasil Test 3 Aplikasi Registrasi 4 Aplikasi Pendaftaran Ulang 5 Aplikasi Adm. Kemahasiswaan 6 Aplikasi Rencana Studi 7 Sistem Kurikulum 8 Sistem Perwalian 9 Aplikasi KRS dan KTM 10 Aplikasi PRS 11 Sistem Pembayaran 12 Aplikasi Administrasi Kuliah 13 Sistem Penjadwalan Kuliah 14 Sistem Penilaian 15 Aplikasi ujian komprehensif 16 Aplikasi administrasi Seminar 17 Sistem Pelaporan Akademik 18 Sistem Wisuda 19 Sistem Alumni 20 Sistem Transkrip dan Ijazah 149

51 150 Matriks Penjadwalan penyelesaian proyek (Lanjutan) Waktu Tahun 1 Tahun 2 Nama aplikasi dan proyek Sistem Relasi Industri 22 Sistem Perekrutan 23 Sistem Administrasi Pegawai 24 Sistem Belanja Pegawai 25 Sistem Pelatihan 26 Sistem Cuti 27 Sistem Adm. Gaji dan Honor 28 Sistem Anggaran 29 Sistem Akunting 30 Sistem Sarana 31 Pembuatan urutan proses bisnis 32 Pembuatan aliran kerja 33 Pembuatan keb. akuisisi teknologi 34 Pembuatan mekanisme kerja 150

52 151 IV.9.4 Rangkuman Penelitian Berdasarkan pendefinisian dan perancangan yang telah dilakukan diatas maka perlu dibuat rangkuman atas penelitian tersebut. Rangkuman ini berfokus pada perencanaan arsitektur enterprise yang mendukung bisnis organisasi. Perencanaan tersebut diharapkan dapat membantu organisasi dalam membuat pedoman bagi dirinya sendiri dalam hal bagaimana merencanakan sistem informasi yang mendukung bisnis dan juga perencanaan atas data yang berkualitas. Tidak dapat dipisahkan bahwa dalam perencanaan tersebut membutukan suatu cara atau metodologi yang cocok. Metodologi tersebut diharapkan dapat memberikan arahan dan menampilkan langkah-langkah yang tepat dalam perencanaan arsitektur enterprise. metodologi yang dimaksudkan disini adalah metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP). Dimana pada EAP tersebut memberikan gambaran bagaimana memulai perencanaan, apa saja yang perlu diamati, kemana arah tujuan dan bagaimana mencapainya(2). Akan tetapi EAP yang digagas oleh Spewak tersebut tidak sampai membahas keseluruhan dari aspek arsitektur informasi yang ada pada kerangka kerja zachman. Untuk itu organisasi perlu mengkaji ulang mengenai EAP tersebut dengan maksud agar semua aspek-aspek yang penting bagi perencanaan arsitektur enterprise organisasi dapat masuk menjadi bagian yang perlu dibahas. Dengan demikian metodologi EAP yang dimodifikasi ini maka organisasi dapat merencanakan arsitektur enterprisenya dengan lebih menyeluruh. Dikarenakan tujuan perencanaan arsitektur enterprise adalah untuk menrencanakan data yang berkualitas dan juga pengembangan sistem informasi yang mendukung bisnis, maka metodologi yang mendasari EAP Spewak yaitu metodologi Business System Planning (BSP) dapat dijadikan awal analisis organisasi(10). Setelah analisis organisasi yang mengangkat semua permasalahan dan peluang pemecahan solusinya maka model perencanaan arsitektur enteprise yang sudah dimodifikasi tersebut dapat digunakan. Dengan menggunakan model perencanaan arsitektur enterprise maka hasil yang diharapkan adalah sebuah model arsitektur enterprise yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise

Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise Pada bab ini secara khusus akan didefinisikan perencanaan arsitektur organisasi pada data, aplikasi dan teknologi. Diharapkan pada tahap ini, EAP yang diharapkan

Lebih terperinci

Bab III Analisis Enterprise

Bab III Analisis Enterprise Bab III Analisis Enterprise Analisis enterprise dalam bab ini dilakukan dengan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) pada level arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM 4.1 Analisa Studi Kasus Penerapan sistem informasi dalam fungsi bisnis pada setiap organisasi dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa untuk menerapkan sistem

Lebih terperinci

STANDAR SISTEM INFORMASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STANDAR SISTEM INFORMASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STANDAR SISTEM INFORMASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA 2015 STANDAR SISTEM INFORMASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DATA PERGURUAN TINGGI. Wahyu Catur Wibowo. Wahyu Catur Wibowo

PENGELOLAAN DATA PERGURUAN TINGGI. Wahyu Catur Wibowo. Wahyu Catur Wibowo PENGELOLAAN DATA PERGURUAN TINGGI http://telaga.cs.ui.ac.id/~wibowo Data Perguruan Tinggi } PRIMER Akademik Mahasiswa Kurikulum Perkuliahan Aset Barang Lahan dan Bangunan Transportasi SDM Pengajar Pendukung

Lebih terperinci

PERECANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF (Studi Kasus di Yayasan Al-Musadaddaiyah Garut)

PERECANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF (Studi Kasus di Yayasan Al-Musadaddaiyah Garut) PERECANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF (Studi Kasus di Yayasan Al-Musadaddaiyah Garut) Sri Rahayu Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor

Lebih terperinci

LAPORAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNISBANK SEMARANG

LAPORAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNISBANK SEMARANG LAPORAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNISBANK SEMARANG UNISBANK 2009 Kata Pengantar Buku kegiatan Pembuatan Sistem Informasi Akademik Unisbank. Materi dari laporan disyaratkan berupa hasil dari

Lebih terperinci

Pengembangan Sistem Akademik SIMAK-2000i

Pengembangan Sistem Akademik SIMAK-2000i Pengembangan Sistem Akademik SIMAK-2000i Daftar Isi Daftar Isi... 1 Pengantar... 2 Tujuan Pengembangan Sistem... 2 Deskripsi Fungsional Perangkat Lunak... 3 Spesifikasi Perangkat Lunak... 3 Skema Sistem...

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Resource Development (HRD) adalah salah satu bagian di bawah Bidang Sumber Daya pada jajaran Wakil Rektor II Bidang

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 484 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Kesimpulan ini disusun merujuk kepada hasil dan pembahasan penelitian studi tentang Struktur, Pelaksanaan, Perangkat, dan Pengendalian Sistem Manajemen

Lebih terperinci

STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA

STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA 34 STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA a. Sumber Daya Manusia Tata cara pengangkatan dan pemberhentian dosen tetap Prodi MSDM sepenuhnya mengacu pada Peraturan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri No 14

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN...1

BAB I PENDAHULUAN...1 ABSTRAK Dinas Pendidikan Ponorogo merupakan instansi dalam bidang pendidikan yang mempunyai tugas dan peranan yang cukup besar maka peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan perlu dikembangkan.

Lebih terperinci

Nelly Khairani Daulay

Nelly Khairani Daulay PERANCANGAN CETAK BIRU INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI PADA STMIK MURA LUBUKLINGAU Program Studi Sistem Komputer, STMIK Musi Rawas Lubuklinggau Jl. Jend. Besar Soeharto Kel. Lubuk Kupang Kec. Lubuklinggau

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1. Pendahuluan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sumber daya yang selalu ada dalam setiap perusahaan. SDM sangatlah penting dalam suatu perusahaan karena SDM mempengaruhi nilai

Lebih terperinci

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. analisis dan perancangan sistem penerimaan mahasiswa baru di INKAFA.

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. analisis dan perancangan sistem penerimaan mahasiswa baru di INKAFA. BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis dan perancangan sistem merupakan langkah ketiga pada tahapan SHPS. Pada bab ini akan membahas tentang langkah-langkah dalam melakukan analisis dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. (RAM), Sistem Operasi Windows 8.

BAB III METODE PENELITIAN. berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. (RAM), Sistem Operasi Windows 8. 22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Alat dan Bahan Penelitian Dalam penelitian dibutuhkan beberapa alat dan bahan untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. 3.1.1 Alat Alat yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS ENTERPRISE

BAB III ANALISIS ENTERPRISE BAB III ANALISIS ENTERPRISE III.1. Inisiasi Perencanaan Inisiasi perencanaan merupakan tahap awal dari proses EAP yang meliputi pendefinisian lingkup organisasi sebagai sebuah enterprise yang menjalankan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Terdapat beberapa metode yang umum digunakan untuk mempermudah penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah : 1. Observasi (Observation)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, definisi operasional, dan metode pengerjaan dari aplikasi yang akan dibangun. Aplikasi ini

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Akademik Untuk Meningkatkan Kinerja Manajemen (Studi Kasus : Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire)

Perancangan Sistem Informasi Akademik Untuk Meningkatkan Kinerja Manajemen (Studi Kasus : Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire) Perancangan Sistem Informasi Akademik Untuk Meningkatkan Kinerja Manajemen (Studi Kasus : Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire) Arfan Natan Palumpun 1, Abraham Lomi 2, Fourry Handoko 3 1) Program Studi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Construction Tahap ini merupakan hasil dan pembahasan sistem informasi penerimaan mahasiswa baru (penmaru) yang disesuaikan dengan desain sistem yang telah dibangun sebelumnya.

Lebih terperinci

Layanan Legalisir Ijazah dan Transkrip Akademik

Layanan Legalisir Ijazah dan Transkrip Akademik Layanan Legalisir Ijazah dan Transkrip Akademik 1. Dokumen asli Ijazah dan Transkrip Akademik ONSITE 1. Alumni membayar biaya legalisir melalui Bank dengan virtual account Bank BNI a/n Universitas Telkom

Lebih terperinci

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat. BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian

Lebih terperinci

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam menghadapi persaingan di era informasi ini, suatu organisasi membutuhkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan itu

Lebih terperinci

PEMODELAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING

PEMODELAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING PEMODELAN ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING Andy Prasetyo Utomo Dosen Fakultas Teknik, Program Studi Sistem Informasi Universitas

Lebih terperinci

Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Akademik Berbasis Jaringan Lokal Pada Jurusan Teknik Informatika UNIKOM

Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Akademik Berbasis Jaringan Lokal Pada Jurusan Teknik Informatika UNIKOM Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Akademik Berbasis Jaringan Lokal Pada Jurusan Teknik Informatika UIKOM Untung P, B. Siswoyo 2,.Juhana 3 Jurusan Teknik Informatika, FT, Jl. Dipati Ukur Bandung

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam pembuatan tugas akhir Sistem Informasi Administrasi Salon SN berbasis desktop ini dilakukan beberapa tinjauan sumber pustaka, dan berikut

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Arsitektur Visi Sistem Informasi Akademik Perancangan satu sistem informasi akademik terlebih dahulu harus memahami makna dari akademik itu sendiri. Akademik mempunyai

Lebih terperinci

Gambar III.12 E-R Diagram

Gambar III.12 E-R Diagram 59 Gambar III.12 E-R Diagram 60 Untuk memodelkan hubungan antara entitas data, penggambaran dilakukan dengan menggunakan E-R Diagram. E-R diagram (Gambar III.12) tersebut akan memodelkan entitas data akademik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pemakaian komputer sebagai pengolah dan pemroses data sangat diperlukan dalam berbagai bidang pekerjaan. Salah

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR LABORATORIUM KOMPUTER

MANUAL PROSEDUR LABORATORIUM KOMPUTER MANUAL PROSEDUR LABORATORIUM KOMPUTER JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2014 MANUAL PROSEDUR LABORATORIUM KOMPUTER JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan era globalisasi saat ini, kebutuhan informasi dalam dunia bisnis menjadi sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu perusahaan. Informasi yang

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. pada website masih bersimafat statis dan proses update data belum secara online

BAB III PEMBAHASAN. pada website masih bersimafat statis dan proses update data belum secara online BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis Masalah Analisis permasalahan sistem yang ada adalah dimana proses dalam perorganisasian data pada website masih bersimafat statis dan proses update data belum secara online

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang supplier Silica Sand dan Pasir Kwarsa. PT. PADUCANDI LESTARI

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang supplier Silica Sand dan Pasir Kwarsa. PT. PADUCANDI LESTARI BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan PT. PADUCANDI LESTARI adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang supplier Silica Sand dan Pasir Kwarsa. PT. PADUCANDI LESTARI didirikan pada

Lebih terperinci

KURIKULUM PRODISTIK KERJASAMA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DENGAN MA/SMA DI JAWA TIMUR. Kurikulum Prodistik 1

KURIKULUM PRODISTIK KERJASAMA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DENGAN MA/SMA DI JAWA TIMUR. Kurikulum Prodistik 1 2015 KURIKULUM PRODISTIK KERJASAMA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DENGAN MA/SMA DI JAWA TIMUR Kurikulum Prodistik 1 A. PENDAHULUAN Program Pendidikan Terapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan Teknologi dan Informasi, mendorong berbagai perusahaan dan sektor publik untuk memanfaatkan teknologi yang telah berkembang. Supaya berbagai hal

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi sistem merupakan fase penerapan hasil analisis dan rancangan sistem ke dalam bahasa pemrograman kemudian didapatkan hasil berupa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penggajian pegawai merupakan sebuah kegiatan rutin di kantor Camat

BAB I PENDAHULUAN. Penggajian pegawai merupakan sebuah kegiatan rutin di kantor Camat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggajian pegawai merupakan sebuah kegiatan rutin di kantor Camat Sambit. Saat ini pencatatan atas penggajian pegawai masih dilakukan secara manual dan bisa dikatakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGEMBANGAN ARSITEKTUR. sistem informasi dan teknologi informasi saat ini di STIE Dharma Iswara

BAB IV ANALISIS PENGEMBANGAN ARSITEKTUR. sistem informasi dan teknologi informasi saat ini di STIE Dharma Iswara 24 BAB IV ANALISIS PENGEMBANGAN ARSITEKTUR Bab ini difokuskan pada analisis tinjauan konteks bisnis serta kondisi sistem informasi dan teknologi informasi saat ini di STIE Dharma Iswara Madiun. Diharapkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Untuk mendaftar menjadi mahasiswa baru di Universitas Mercu Buana ada serangkaian proses yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan. Untuk itu penulis

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS

Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS Performa (2010) Vol. 9, No.1: 55-63 Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS Rendro Prasetyo *, Irwan Iftadi, Taufiq Rochman Jurusan Teknik Industri, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Politeknik Telkom Bandung merupakan salah satu politeknik yang berada. naungan YPT (Yayasan Pensiun Telkom).

BAB I PENDAHULUAN. Politeknik Telkom Bandung merupakan salah satu politeknik yang berada. naungan YPT (Yayasan Pensiun Telkom). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Telkom Bandung merupakan salah satu politeknik yang berada di bawah naungan YPT (Yayasan Pensiun Telkom). Politeknik Telkom betujuan untuk menghasilkan tenaga

Lebih terperinci

Komputer bekerja atas dasar instruksi. Orang atau ahli pembuat program ini disebut sebagai programmer.

Komputer bekerja atas dasar instruksi. Orang atau ahli pembuat program ini disebut sebagai programmer. SOFTWARE Komputer bekerja atas dasar instruksi. Orang atau ahli pembuat program ini disebut sebagai programmer. Perangkat lunak biasanya dikelompokkan menjadi program sistem dan program aplikasi. Window

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangan era globalisasi ini, semua Negara saling berkompetisi untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, karena semakin bagus kualitas pendidikan pada suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Diera globalisasi ini, teknologi jaringan internet yang berkembang pesat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Diera globalisasi ini, teknologi jaringan internet yang berkembang pesat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diera globalisasi ini, teknologi jaringan internet yang berkembang pesat belakangan ini membawa pegaruh bagi kehidupan manusia. Ragam peluang dan kesempatan

Lebih terperinci

POLA KLASIFIKASI ARSIP UNIVERSITAS UDAYANA

POLA KLASIFIKASI ARSIP UNIVERSITAS UDAYANA A. BIDANG SUBSTANTIF PP POLA KLASIFIKASI ARSIP UNIVERSITAS UDAYANA PP.00 Penerimaan mahasiswa baru 00 Daya tampung mahasiswa 01 Administrasi dan seleksi mahasiswa baru 00 01 02 03 PP.01 PP.02 Daftar calon

Lebih terperinci

Daftar Isi BENEFITS... 2

Daftar Isi BENEFITS... 2 SOFTWARE OVERVIEW Sistem Informasi berbasis web yang ditujukan pada ruang lingkup perguruan tinggi / sekolah tinggi / yang sederajat. eliputi berbagai modul yang saling terintegrasi guna menunjang seluruh

Lebih terperinci

PERANCANGAN ARSITEKTUR INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI

PERANCANGAN ARSITEKTUR INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI PERANCANGAN ARSITEKTUR INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI Aradea, Husni Mubarok, Gea Aristi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Siliwangi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENUNTUTAN PADA BIDANG TINDAK PIDANA UMUM PADA KANTOR KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA SELATAN

SISTEM INFORMASI PENUNTUTAN PADA BIDANG TINDAK PIDANA UMUM PADA KANTOR KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA SELATAN SISTEM INFORMASI PENUNTUTAN PADA BIDANG TINDAK PIDANA UMUM PADA KANTOR KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA SELATAN Novi Yusmeli Intan Sari Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Pengadilan Tinggi

Lebih terperinci

1. Kedua orang tua, dan saudara penulis yang selalu memberikan doa dan semangat untuk penulis.

1. Kedua orang tua, dan saudara penulis yang selalu memberikan doa dan semangat untuk penulis. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan nikmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini dengan baik. Buku ini disusun guna memenuhi proyek akhir di Politeknik Telkom. Dalam

Lebih terperinci

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

Bab II TINJAUAN PUSTAKA Bab II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Enterprise Architecture Sebuah bangunan memerlukan sebuah pedoman dalam proses pembangunannya. Pedoman itu digunakan untuk membantu para pengambil keputusan dalam

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Tahap implementasi merupakan tahap meletakkan perancangan sistem informasi kedalam bentuk bahasa pemrograman juga implementasi aplikasi dalam instansi atau perubahan dan dioperasikan

Lebih terperinci

Keywords : Blueprint IT, architecture enterprise, EAP, roadmap, information system

Keywords : Blueprint IT, architecture enterprise, EAP, roadmap, information system PEMBUATAN BLUEPRINT TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENGINTEGRASIKAN SISTEM INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Tasikmalaya) Andi Rosandi (097006259) (1),

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kramat Jati merupakan suatu

BAB 1 PENDAHULUAN. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kramat Jati merupakan suatu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kramat Jati merupakan suatu lembaga dari Direktorat Jendral Pajak yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat

Lebih terperinci

MATERI II KOMPUTER (SOFTWARE)

MATERI II KOMPUTER (SOFTWARE) MATERI II PENGENALAN PEMOGRAMAN KOMPUTER (SOFTWARE) oleh Salahuddin, SST Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe Email : [email protected] [email protected]@gmail Web

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Gambaran Umum Sistem aplikasi lelang proyek pengadaan barang atau jasa berbasis web pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara umum merupakan alat untuk membantu

Lebih terperinci

JURNAL INFORMATIKA PENERAPAN METODE EAP (ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING) PADA PEMBUATAN BLUEPRINT SISTEM AKADEMIK

JURNAL INFORMATIKA PENERAPAN METODE EAP (ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING) PADA PEMBUATAN BLUEPRINT SISTEM AKADEMIK PENERAPAN METODE EAP (ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING) PADA PEMBUATAN BLUEPRINT SISTEM AKADEMIK Yusup Miftahuddin [1], Muhammad Ichwan [2], Mira Musrini [3] Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat vital dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi. Untuk membentuk sumber

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendukung berjalannya perancangan dan pembuatan aplikasi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendukung berjalannya perancangan dan pembuatan aplikasi. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Alat dan Bahan Dalam pembuatan aplikasi digunakan beberapa alat dan bahan untuk mendukung berjalannya perancangan dan pembuatan aplikasi. 3.1.1. Alat Alat yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan-tahapan analisis dan desain

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan-tahapan analisis dan desain BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan-tahapan analisis dan desain perancangan sistem informasi sumber daya manusia pada PT. Jasamitra Propertindo. Tahap-tahap

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1. Pendahuluan Gedung Grha Widya Maranatha adalah salah satu gedung yang terdapat di Universitas Maranatha, dengan jumlah sebanyak lima belas lantai (dua belas lantai biasa dan

Lebih terperinci

Tata Kelola Dokumen Telkom University Direktorat Sistem Informasi Telkom University

Tata Kelola Dokumen Telkom University Direktorat Sistem Informasi Telkom University Tata Kelola Dokumen Telkom University Direktorat Sistem Informasi Telkom University APLIKASI SISTEM INFORMASI TERPADU UNIVERSITAS TELKOM (IGRACIAS) SISTEM INFORMASI AKADEMIK SISTEM INFORMASI NON-AKADEMIK

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. 1. Kedua orangtua yang selalu memberikan dukungan dan doa 2. Bapak Heriyono Lalu dan H.Ruddi Kusnadi selaku Dosen Pembimbing I dan

KATA PENGANTAR. 1. Kedua orangtua yang selalu memberikan dukungan dan doa 2. Bapak Heriyono Lalu dan H.Ruddi Kusnadi selaku Dosen Pembimbing I dan KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur Saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya, sehingga karya ilmiah proyek akhir dengan judul Aplikasi Penggajian Pegawai Tetap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karya tulis ilmiah merupakan hasil dari sebuah penelitian, dan penelitian adalah salah satu kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan melakukan penelitian diharapkan

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU SMU NEGERI 1 CIKAMPEK

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU SMU NEGERI 1 CIKAMPEK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU SMU NEGERI 1 CIKAMPEK 10105114 Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Jl. Dipati Ukur No. 112-116, Bandung 40132 Email : [email protected]

Lebih terperinci

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Unit Kerja : Divisi Administrasi Akademik Periode : Januari 2014-Desember 2014

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Unit Kerja : Divisi Administrasi Akademik Periode : Januari 2014-Desember 2014 Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Unit Kerja : Divisi Administrasi Periode : Januari 2014-Desember 2014 No Program Kerja Aktifitas Indikator Pelaksana Page : 1 9 10 11 12 A RUTIN 1. 2. 3. 4. 5.

Lebih terperinci

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem informasi keuangan mahasiswa pada Institut Bisnis dan Informatika

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem informasi keuangan mahasiswa pada Institut Bisnis dan Informatika BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan analisis dan perancangan sistem informasi keuangan mahasiswa pada Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN, Menimbang

Lebih terperinci

PENJELASAN AKADEMIK S2 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 9 SEPTEMBER

PENJELASAN AKADEMIK S2 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 9 SEPTEMBER PENJELASAN AKADEMIK S2 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 9 SEPTEMBER 2017 Visi Menjadi Program Studi Magister Teknik Informatika kelas dunia unggulan di Asia Tenggara dalam bidang teknologi

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Sebagai sebuah perusahaan besar,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tugas Akhir Tugas Akhir merupakan satu kurikulum wajib yang dilaksanakan oleh setiap mahasiswa pada Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

Lampiran 1 Data tabulasi hasil survey

Lampiran 1 Data tabulasi hasil survey LAMPIRAN Lampiran 1 Data tabulasi hasil survey Hasil Survey Kode Formulir : F-01 (nomor 6, 9, 10, 12, 13, 14) No Nama Jawaban Pertanyaan berdasarkan nomor pertanyaan Jabatan Responden 6 9 10 12 13 14

Lebih terperinci

PROGRAM APLIKASI PENGOLAHAN DATA SISWA DI SMK MERDEKA BANDUNG ABSTRAK

PROGRAM APLIKASI PENGOLAHAN DATA SISWA DI SMK MERDEKA BANDUNG ABSTRAK PROGRAM APLIKASI PENGOLAHAN DATA SISWA DI SMK MERDEKA BANDUNG DWI BAHTIAR ARITAMA 10706035 Email : [email protected] ABSTRAK Program aplikasi pengolahan data siswa di SMK Merdeka merupakan aplikasi yang

Lebih terperinci

Sistem Basis Data I. Pengantar Umum

Sistem Basis Data I. Pengantar Umum Sistem Basis Data I Pengantar Umum tujuan perkuliahan To be Database Analyst and Database Designer Siswa mampu menguraikan konsep Basis Data, mampu menerapkan konsep tersebut guna menghasilkan rancangan

Lebih terperinci

2017, No Badan SAR Nasional Nomor PK. 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas Organisasi dan Tata Kerja Badan SAR Nasional (Berita Negara R

2017, No Badan SAR Nasional Nomor PK. 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas Organisasi dan Tata Kerja Badan SAR Nasional (Berita Negara R No.292, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BASARNAS. Tata Kelola Sistem Infomasi. PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR PK 3 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA SISTEM INFORMASI DI LINGKUNGAN BADAN SAR

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah tugas, diantaranya melakukan pengelolaan aset atau barang milik daerah meliputi 6 ketegori

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR TABEL. DAFTAR MODUL PROGRAM...

DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR TABEL. DAFTAR MODUL PROGRAM... ABSTRAK Saat ini media informasi di Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta masih menggunakan metode konvensional. Hal ini mengakibatkan

Lebih terperinci

Pemodelan Arsitektur Enterprise STMIK CIC Cirebon Menggunakan Enterprise Architecture Planning (EAP)

Pemodelan Arsitektur Enterprise STMIK CIC Cirebon Menggunakan Enterprise Architecture Planning (EAP) JURNAL DIGIT, Vol.1, No. 2, November 2011, pp. 113~122 ISSN:2088-589X Pemodelan Arsitektur Enterprise STMIK CIC Cirebon Menggunakan Enterprise Architecture Planning (EAP) 113 Ridho Taufiq Subagio Program

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun Sebagai Syarat Kelulusan Tingkat Sarjana. oleh : Desi Hadiati /

LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun Sebagai Syarat Kelulusan Tingkat Sarjana. oleh : Desi Hadiati / Pembuatan Arsitektur Sistem Informasi Dengan Enterprise Architecture Planning Untuk Mendukung Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 3 Bandung) LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pengambilan matakuliah merupakan salah satu hal yang cukup penting bagi mahasiswa pada saat melakukan registrasi. Akan tetapi pada saat pengambilan matakuliah

Lebih terperinci

Implementasi Sistem Informasi Biro Administrasi Akademik Dan Kemahasiswaan Berbasis Internet (Studi Kasus: Akbid Aisyiyah Pontianak)

Implementasi Sistem Informasi Biro Administrasi Akademik Dan Kemahasiswaan Berbasis Internet (Studi Kasus: Akbid Aisyiyah Pontianak) Implementasi Sistem Informasi Biro Administrasi Akademik Dan Kemahasiswaan Berbasis Internet (Studi Kasus: Akbid Aisyiyah Pontianak) Muhammad Sony Maulana 1, Deasy Purwaningtias 2 1 AMIK BSI Pontianak

Lebih terperinci

APLIKASI PENDAFTARAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS WEB PADA KLINIK SYAFIRA

APLIKASI PENDAFTARAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS WEB PADA KLINIK SYAFIRA Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2013, pp. 368~373 APLIKASI PENDAFTARAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS WEB PADA KLINIK SYAFIRA Syaiful Anwar 1, Puput Dewi Lestari 2 1 AMIK BSI Jakarta

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Kegiatan akademik yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammdyah Jember sangat banyak, baik itu yang berhubungan dengan kegiatan kuliah maupun yang di luar

Lebih terperinci

Perioda Organisasi Tempat Posisi Himpunan Mahasiswa Komputer

Perioda Organisasi Tempat Posisi Himpunan Mahasiswa Komputer Curriculum Vitae Ihsan Nurdiansyah Tempat / Tanggal Lahir : Sumedang, 19 Maret 1986 Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam Alamat Kost : Ciwaruga, Rt/Rw 02/03 Gg. Abah Muhalim No.1C Bandung 40559 Alamat

Lebih terperinci

Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari

Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari PENGEMBANGAN SISTEM Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SISTEM Kebutuhan Pengembangan g Sistem Terstruktur Proses Konstruksi Sistem 1. Mengidentifikasi masalah besar TI untuk

Lebih terperinci