DUKUNGAN SISTEM TERINTEGRASI PADA PERUSAHAAN
|
|
|
- Budi Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ERP BAG 2 Kosep Value Chain dan Supply Chain Mahasiswa dapat menjelaskan Konsep Supply Chain dalam perusahaan Dosen menjelaskan tentang Konsep Supply Chain
2 DUKUNGAN SISTEM TERINTEGRASI PADA PERUSAHAAN Proses bisnis pada perusahaan manufaktur Industri manufaktur didefinisikan sebagai industri yang membuat produk dari bahan mentah (raw material) atau komponen menjadi bahan jadi atau komponen lainnya, dengan menggunakan tenaga mesin atau tenaga manusia yang dilakukan secara sistematis dengan cara pembagian pekerjaan. (enskopedia britanica)
3 Karakteristik umum industri manufaktur 1. Mengubah satu bentuk bahan menjadi bentuk produk lainnya, baik berupa komponen yang kemudian diserahkan ke piham manufaktur lain untuk dirakit, atau pun produk jadi yang siap untuk digunakan oleh konsumen. 2. Proses tersebut melibatkan penggunaan mesin dan tenaga manusia, dan dilakukan secara bertahap sehingga diperlukan perencanaan dan pengendalian agar diperoleh hasil yang optimal 3. Bahan mentah atau bahan setengah jadi yang diperlukan oleh manufaktur tersebut harus dikelola dengan optimal agar prosesnya menjadi lebih efisien.
4 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order MAKE TO STOCK - MAKE TO ORDER Pengertian Make To Stock Make To Stock adalah membuat suatu produk akhir untuk disimpan, dan kebutuhan untuk konsumen akan diambil dari persediaan di gudang. Contoh : Barang-Barang konsumsi (makanan kemasan, minuman, peralatan mandi dan lain-lain) Karakteristik Make To Stock 1. Menyimpan produk jadi 2. Tingkat persediaan tergantung pada : waktu respon permintaan pelanggan dan tingkat variabilitas permintaan. 3. Jika Lead Time singkat, maka tingkat persediaan lebih sedikit, penanganan cepat bila ada permintaan tak terduga, dan membutuhkan kapasitas yang fleksibel. 4. Kebanyakan perusahaan Make To Stock intensive pada modal yang diperlukan untuk menjamin layanan pelanggan yang dapat diterima. 5. Pelanggan perusahaan Make To Stock tidak bersedia menunggu lama untuk mendapatkan produk yang mereka butuhkan. 6. Jadwal produksi biasanya diatur oleh perkiraan permintaan. 7. Bagian sales harus menjual berdasarkan Available to Promise (ATP) yaitu porsi dari persediaan yang belum teralokasikan / terikat dengan order.
5 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order MAKE TO STOCK - MAKE TO ORDER Pengertian Make To Order Sebuah strategi produksi bisnis yang biasanya memungkinkan konsumen untuk membeli produk yang disesuaikan dengan spesifikasi mereka. Make to order (MTO) strategi hanya memproduksi produk akhir setelah pelanggan menempatkan pesanan. Hal ini menciptakan menunggu waktu tambahan bagi konsumen untuk menerima produk, tetapi memungkinkan untuk kustomisasi lebih fleksibel dibandingkan dengan membeli dari rak pengecer. Make to order (MTO) adalah strategi dapat mengurangi masalah persediaan yang berlebihan yang umum dengan make tradisional untuk persediaan (MTS) strategi. Komputer Dell adalah contoh bisnis yang menggunakan strategi produksi MTO. Contoh: Pengecoran Logam. Pada produk-produk tertentu yang memiliki ukuran standar seperti pulley, pabrik juga sudah memiliki cetakan yang standar pula. Disini proses pembuatan pulley akan dilakukan jika pihak konsumen sudah melakukan pemesanan.
6 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order MAKE TO STOCK - MAKE TO ORDER Strategi MTO mempunyai persediaan tetapi hanya dalam bentuk desain produk dan beberapa bahan baku standar, sesuai dengan produk yang telah dibuat sebelumnya. Aktivitas proses berdasarkan order konsumen. Aktivitas proses dimulai pada saat konsumen menyerahkan spesifikasi produk yang dibutuhkan dan perusahaan akan membantu konsumen menyiapkan spesifikasi produk, beserta harga dan waktu penyerahan. Apabila telah dicapai kesepakatan, maka perusahaan akan mulai membuat komponen dan merakitnya menjadi produk dan kemudian menyerahkan kepada konsumen. Pada strategi ini, resiko terhadap investasi persediaan kecil, operasionalnya lebih fokus pada keinginan konsumennya. Contoh produk: komponen mesin, komputer untuk riset, dan lain-lain.
7 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order Make to Order : ialah perusahaan yang tidak memulai mengolah material dan menghasilkan komponen kecuali telah menerima pesanan dari konsumennya. Make to Stock : kebalikan dari MTO, produk dibuat dan disimpan dalam sebuah gudang (warehouse) sebelum menerima pesanan dari konsumennya.
8 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order Assembly to Order : order dikerjakan dengan cara melakukan proses perakitan atas komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan produk yang sudah dipesan. (ct: peruhasahaan mobil) Engineering to Order : melayani kustomisasi order, sehingga segala sesuatunya dibuat berdasarkan order.
9 Jenis perusahaan manufaktur berdasarkan tata pengelolaan order Configure to Order : perpaduan antara assembly to order dengan engineering to order, manufaktur dapat melakukan penyederhanaan proses penerimaan order dan tetap dapat mempertahankan fleksibilitas engineering to order tanpa menyimpan daftar material yang harus dibeli untuk setiap kombinasi pilihan.
10 Karakteristik MTS ATO MTO ETO Produk Standard Keluarga produk tertentu Kebutuhan produk Dapat diramalkan Tidak punya keluarga produk,customized Customized total Tidak dapat diramalkan Kapasitas Dapat direncanakan Tidak dapat direncanakan Waktu produksi Tidak penting bagi pelanggan Penting Penting Sangat penting Kunci persaingan Logistik Perakitan akhir Fabrikasi, perakitan akhir Kompleksitas Operasi Ketidakjelasan Operasi Fokus manajemen puncak Fokus manajemen menengah Distribusi Perakitan Manufaktur komponen Terendah Seluruh proses Engineering Tertinggi Marketing/distribusi Inovasi Kapasitas Kontrak order pelanggan Kontrol stock MPS dan order pelanggan Shop floor control, pelanggan Manajemen proyek
11 The Competitive Environment Daya Tawar Supplier Ancaman Baru dari peserta baru Rivalitas dari pesaing lama Ancaman dari pi pengganti Daya Tawar dari konsumen
12 Fundamental Competitive Strategies - Cont. Cost Leadership Strategies Differentiation Strategies Innovation Strategies Growth Strategies Alliance Strategies
13 Strategi biaya (Cost Leadrship). Menjadi produsen berbiaya rendah di industri memungkinkan perusahaan untuk menurunkan harga untuk pelanggan. Pesaing dengan biaya yang lebih tinggi tidak mampu untuk bersaing dengan pemimpin murah pada harga
14 Strategi Inovasi. Produk atau jasa atau perubahan proses bisnis yang unik dapat menyebabkan perubahan mendasar dalam cara industri melakukan bisnis.
15 Strategi pertumbuhan. Secara signifikan memperluas kapasitas produksi, memasuki pasar global baru, diversifikasi ke daerah baru, atau mengintegrasikan produk atau jasa terkait semua bisa menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan perusahaan yang kuat.
16 Strategi Aliansi. Membangun hubungan bisnis baru dan aliansi dengan pelanggan, pemasok, mantan pesaing, konsultan, dan lain-lain dapat menciptakan keunggulan kompetitif
17 Strategic Uses of Information Technology Strategy Meningkatkan Proses Bisnis Mendorong Inovasi Bisnis Mengunci Pelanggan dan Pemasok IT Role Gunakan TI untuk mengurangi biaya dalam melakukan bisnis Gunakan IT untuk menciptakan produk atau jasa baru Gunakan IT u.meningkatkan kualitas Gunakan IT u. menghubungkan dng pelanggan dan pemasok Outcome mempertinggi efisiensi Ciptakan peluang membuat bisnis baru Menjaga hubungan customer yang berharga
18 Strategic Uses of Information Technology Strategy Menaikan Hambatan Untuk masuk Membangun IT Strategis Membangun Strategik Berbasis informasi IT Role Meningkatkan jumlah investasi atau maksimalkan TI untuk bersaing Pengaruh Investasi IS dalam operasional untuk keuntunngan strategis Gunakan IT untuk memberikan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan Outcome Increase Market Share Create New Business Opportunities Enhance Organizational Collaboration
19 The Value Chain Administrative Coordination & Support Services Human Resource Management Technology Development Procurement of Resources Inbound Logistics Operations Outbound Logistics Marketing and Sales Customer Service
20 The Value Chain Rantai Nilai Konsep yang dikembangkan oleh Michael Porter memandang sebuah perusahaan sebagai rangkaian kegiatan dasar ("rantai") yang menambah nilai produk dan layanan yang mendukung keuntungan bagi perusahaan. Dalam konsep rantai nilai, beberapa kegiatan bisnis adalah kegiatan utama dan lain-lain mendukung kegiatan. Untuk setiap kegiatan, peran sistem informasi strategis (SIS) dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kontribusi aktivitas rantai nilai:
21 Support Activities. Support activities create the internal infrastructure that provides direction to and support for the specialized work of primary activities: Management and Administrative Services. The key role of SIS here is in automated office systems. Human Resources Management. SIS (Strategic IS) role: Employee Skills Database. Technology Development. SIS role: Computer-Aided Design. Procurement of Resources. SIS role: EDI with suppliers. Primary Activities. These activities directly contribute to the transformation process of the organization. Inbound Logistics. SIS role: Automated Warehousing, JIT. Operations. SIS role: Computer-Aided Manufacturing. Outbound Logistics. SIS role: Online Data Entry. Marketing and Sales. SIS role: Market Analysis Service. SIS role: Diagnostic Expert System.
22 1. Primary activities : Manfaat Sistem Informasi di bidang inbound logistic Memberikan informasi pemasukan bahan bagi perusahaan untuk diolah menjadi produk yang berkualitas dan ekonomis. Tidak hanya pasokan barang bagi perusahaan namun Sistem informasi juga dapat memantau aliran modal,sehingga dapat membandingkan bahan yang berkualitas bagi perusahaan. Manfaat Sistem informasi di bidang operations Dapat memberikan informasi bagi perusahaan secara benar dan tepat pada perusahaan,diperlukan ketelitian. Sistem informasi dapat memberikan laporan perusahaan secara terperinci,relevan dan tepat waktu bagi perusahaan ssehingga memudahkan untuk pengambilan keputusan. Selain itu menimalkan tingkan kesalahan yang berhubungan pengolahan input menjadi ouput. Manfaat Sistem informasi di bidang outbound logistic Sistem Informasi dapat meningkatkan Value produk. Perusahaan dapat mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dan seharusnya dibangun berdasarkan perspektif kebutuhan pelanggan, sehingga output perusahaan dapat diminati pelanggan. Dan Profit perusahaan dapat meningkat.
23 Manfaat Sistem informasi di bidang marketing and sales Pengaruh sales menjadi sangat dominan dan berperan seorang calon konsumen menentukan produk. Jika memang tidak cocok, para calon customer tersebut tidak akan mau membelinya. Sales hanya berusaha menjelaskan feature produk dan keunggulannya tanpa berusaha membujuk atau merayu untuk memilih brand tertentu. Dengan system informasi para sales dapat mengetahui produk mana yan cocok bagi pelanggannya dan kawasan pemasaran yang strategis, selain itu perusahaan dapat mengetahui laporan penjualan sales individu maupun kelompok. Dan didaerah mana yang paling laku produknya, sehinga perusahaan dapat mengontrol produk di daerah pemasaran yang laku ataupun kurang laku. Manfaat Sistem informasi di bidang service Dengan Sistem informasi perusahaan dapat mengetahui bagaimana perilaku pelanggan yang dihadapi. Hal-hal apa yang paling disukai konsumen. Apa yang membuat konsumen tidak puas dan lari? Bagaimana menciptakan konsumen puas? Bagaimana membuat konsumen loyal?. Selain itu perusahaan dapat mengetahui keluhan pelanggan. Dibutuhkan kesabaran dan tindakan cepat agar dapat melayani permintaan dan ketidakpuasan konsumen dengan baik. memberikan yang terbaik bagi konsumen dan menjadikannya puas akan sejumlah rupiah yang dikeluarkan. Value yang didapatkan konsumen harus lebih besar dari harga (price) yang mereka bayarkan. Tindakan tersebut dapat mempertahankan atau meningkatkan nilai dari produk.
24 2. Supported activities : Manfaat Sistem Informasi di bidang Procurement Memberikan informasi pemasukan bahan bagi perusahaan untuk diolah menjadi produk yang berkualitas dan ekonomis. Dapat membandingkan bahan yang berkualitas bagi perusahaan. Manfaat Sistem Informasi di bidang Technological Development Sistem Informasi dapat mengetahui arah dan perkembangan TI secara global agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan teknologi yang diterapkan dan dikembangkan di organisasi /perusahaan. Maka harus dilakukan pemilahan terhadap teknologi mana saja yang masih dalam tahap percobaan atau perkenalan (infancy/emerging), perkembangan (growth), stabil (mature), dan mulai ditinggalkan (facing out). Tentunya dalam pembuatan sistem jangka panjang dan perencanaan harus diperhatikan agar jangan sampai menggunakan metode atau teknologi yang sudah mengarah ke teknologi basi (facing out).
25 Manfaat Sistem Informasi di bidang Human Resources Management Sistem infomasi dapat mengatur tugas tugas bagi karyawan sehinggaperusahaan dapat berorientasi secara, memastikan seluruh karyawan untuk selalu berpikir mengenai efektifitas biaya. Apakah ada biaya yang dapat dikurangi. Di mana terjadi pemborosan biaya. Manfaat Sistem Informasi di bidang firm Infrastructure Sistem informasi dapat menjamin bahwa TI yang direncanakan dan dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan bisnis organisasi/perusahaan. Pada tahap persiapan dan perencanaan, akan dianalisa dan diusulkan beberapa skenario atau pilihan (options), dimana setiap skenario memiliki variabelnya masingmasing seperti biaya (costs), manfaat (benefits), resiko (risks), dampak (impacts), tingkat kesulitan (complexity), hambatan (constraints),
26 The Internet Value Chain Internet Capability Marketing and Product Research Sales and Distribution Support and Customer Feedback Benefits to Company Data for market research, establishes consumer responses Low cost distribution Reaches new customers Multiplies contact points Access to customer comments online Immediate response to customer problems Opportunity for Advantage Increase Market Share Lower Cost Margins Enhanced Customers Satisfaction
27 The Internet Value Chain Rantai nilai dapat digunakan untuk posisi strategis aplikasi berbasis internet perusahaan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif.
28 The Internet Value Chain Model rantai nilai ini menguraikan beberapa cara bahwa koneksi internet perusahaan dengan pelanggan dapat memberikan manfaat dan peluang bisnis untuk keunggulan kompetitif. Contoh: newsgroup Perusahaan yang dikelola internet, chat room, dan situs-situs e-commerce adalah alat yang kuat untuk riset pasar dan pengembangan produk, penjualan langsung, dan umpan balik pelanggan dan dukungan.
29 The Internet Value Chain Koneksi internet perusahaan dengan pemasok dapat digunakan untuk keunggulan kompetitif. Contoh: lelang online dan pertukaran di pemasok website e-commerce dan pengiriman online, penjadwalan, dan informasi status di sebuah portal e-commerce yang memberikan karyawan akses langsung ke informasi up-to-date dari berbagai vendor. Hal ini dapat mengurangi biaya yang jauh lebih rendah, mengurangi lead time, dan meningkatkan kualitas produk dan layanan.
30 The Internet Value Chain kesimpulan: Konsep value chain dapat membantu Anda memutuskan di mana dan bagaimana menerapkan kemampuan strategis teknologi informasi. Rantai nilai menunjukkan berbagai jenis teknologi informasi yang mungkin diterapkan untuk proses bisnis yang spesifik untuk membantu keuntungan keunggulan kompetitif perusahaan di pasar.
31 Strategic Positioning of Internet Technologies High Global Market Penetration E-Commerce Website Value-added IT Services Cost and Efficiency Improvements , Chat Systems Product and Services Transformation E-Business; Extensive Intranets and Extranets Performance Improvements in Business Effectiveness Intranets and Extranets Strategy Solution Low E-Business Processes Connectivity Internal Drivers High
32 Strategic Positioning of Internet Technologies Untuk teknologi internet yang menggunakan aplikasi strategis harus diposisikan dengan benar. Matriks posisi strategis yang ditunjukkan dapat digunakan untuk membantu perusahaan mengoptimalkan dampak strategis dari Internet Technologies. Matriks mengakui dua kendali utama:
33 Strategic Positioning of Internet Technologies Drivers internal. Jumlah konektivitas, kolaborasi dan penggunaan TI dalam perusahaan. Drivers eksternal. Jumlah konektivitas, kolaborasi dan penggunaan IT oleh pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan pesaing.
34 Strategic Positioning of Internet Technologies Biaya dan Efisiensi Perbaikan. Ketika ada konektivitas yang rendah, kolaborasi dan penggunaan TI dalam perusahaan dan dengan pelanggan dan pesaing, perusahaan harus fokus pada peningkatan efisiensi dan menurunkan biaya dengan menggunakan teknologi internet untuk meningkatkan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan dan pemasok.
35 Strategic Positioning of Internet Technologies Peningkatan Kinerja di Efektivitas Bisnis Ketika ada jumlah konektivitas internal yang tinggi, tetapi konektivitas eksternal dengan pelanggan dan pesaing masih rendah, suatu perusahaan harus fokus pada menggunakan teknologi internet seperti intranet dan extranet untuk melakukan perbaikan besar dalam efektivitas bisnis.
36 Strategic Positioning of Internet Technologies Penetrasi Pasar Global. Ketika ada tingkat konektivitas yang tinggi dengan pelanggan dan pesaing dan konektivitas internal yang rendah, suatu perusahaan harus fokus pada pengembangan aplikasi berbasis Internet untuk mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan dan membangun pangsa pasar. Produk dan Layanan Transformasi. Ketika sebuah perusahaan dan pelanggan, pemasok, dan pesaing yang luas jaringan, teknologi Internet harus digunakan untuk mengembangkan dan menyebarkan produk dan jasa yang strategis reposisi itu di pasar.
37 Strategic Positioning of Internet Technologies Produk dan Layanan Transformasi. Ketika sebuah perusahaan dan pelanggan, pemasok, dan pesaing yang luas jaringan, teknologi Internet harus digunakan untuk mengembangkan dan menyebarkan produk dan jasa yang strategis di pasar untuk melakukan reposisi
38 Customer-Focused e-business biarkan pelanggan memeriksa riwayat pesanan dan status pengiriman membangun masyarakat pelanggan, karyawan, dan mitra Customer Database Biarkan pelanggan melakukan order mandiri Transaction Database biarkan pelanggan memesan via distribusi mitra Berikan semua karyawan tampilan lengkap pelanggan Linkan Karyawan dan distribusi mitra
39 Business Reengineering and Quality Management Definition Target Business Quality Improvement Bertahap Meningkatkan Proses yang Ada Any Process Business Reengineering Radikal Redesigning Sistem Bisnis Strategic Business Processes Potential Payback Risk 10%-50% Improvements Perbaikan Total Low High What Changes? Primary Enablers Same Jobs - More Efficient IT and Work Simplification Big Job Cuts; New Jobs; Major Job Redesign IT and Organizational Redesign
40 Business Reengineering and Quality Management Salah satu strategi kompetitif yang paling penting saat ini adalah rekayasa ulang proses bisnis (BPR) yang paling sering hanya disebut rekayasa ulang. Reengineering lebih dari mengotomatisasi proses bisnis untuk melakukan perbaikan sederhana dalam efisiensi operasi bisnis. Reengineering adalah pemikiran ulang fundamental dan disain ulang radikal suatu proses bisnis untuk mencapai perbaikan dramatis dalam biaya, kualitas, kecepatan, dan layanan. BPR menggabungkan strategi untuk mempromosikan inovasi bisnis dengan strategi membuat perbaikan besar untuk proses bisnis sehingga perusahaan dapat menjadi pesaing yang jauh lebih kuat dan lebih sukses di pasar.
41 Business Reengineering and Quality Management Namun, sementara banyak perusahaan telah melaporkan keuntungan yang mengesankan, banyak orang lain telah gagal untuk mencapai perbaikan besar mereka berusaha melalui proyek-proyek rekayasa ulang. Peningkatan kualitas bisnis adalah pendekatan yang kurang dramatis untuk meningkatkan kesuksesan bisnis. Satu dorongan strategis yang penting di daerah ini disebut Total Quality Management (TQM). TQM menekankan peningkatan kualitas yang berfokus pada kebutuhan pelanggan dan harapan produk dan jasa. Ini mungkin melibatkan banyak fitur dan atribut, seperti kinerja, keandalan, daya tahan, daya tanggap dll
42 The Customer- Focused Agile Competitor Kecerdasan/ketangkasan dalam kinerja kompetitif adalah kemampuan sebuah bisnis untuk berkembang dalam berubah dengan cepat, terus memecah-belah pasar global untuk kualitas tinggi, kinerja tinggi, produk dan jasa pelanggan-dikonfigurasi. Kecerdasan perusahaan sangat bergantung pada teknologi informasi untuk mendukung dan mengelola proses bisnis. Empat strategi dasar persaingan tangkas adalah:
43 The Customer- Focused Agile Competitor Give Customers Solutions to Problems Anticipation of future needs Customization Conformance Organize to Master Change Cooperate with Business Partners and Competitors Leverage the Impact of People and IS Resources
44 The Customer- Focused Agile Competitor Free Dimensi. Menekankan bahwa sebagian besar konsumen ingin biaya yang lebih rendah untuk nilai yang diterima, tetapi bersedia untuk membayar lebih untuk layanan nilai tambah. Perfect Dimensi. Menekankan bahwa produk dan layanan tidak hanya harus bebas cacat, tetapi harus ditingkatkan dengan kustomisasi, menambahkan fitur dan harus lebih mengantisipasi kebutuhan pelanggan di masa depan. Now Dimensi. Menekankan bahwa pelanggan ingin 24x7 akses ke produk dan jasa, waktu pengiriman yang singkat, dan pertimbangan dari waktu ke pasar-untuk produk mereka sendiri.
45 The Customer- Focused Agile Competitor Perkaya Pelanggan. Perusahaan yang cerdas memperkaya pelanggan dengan solusi untuk masalah mereka. Nilai tambah produk dan layanan jangka panjang berhasil ketika mereka memecahkan masalah berdasarkan pada kebutuhan pelanggan. Seperti kondisi perubahan, pesaing tangkas menetapkan hubungan yang didasarkan pada kemampuan dan kemauan untuk mengubah untuk memenuhi situasi masalah pelanggan baru.
46 The Customer- Focused Agile Competitor Bekerja sama. Kecerdasan perusahaan akan bekerja sama untuk meningkatkan daya saing. Ini berarti kerjasama internal dan, bila perlu, bekerja sama dengan pesaing untuk membawa produk dan layanan ke pasar lebih cepat.
47 The Customer- Focused Agile Competitor Mengatur. Perusahaan yang cerdas mengatur perubahan utama dan ketidakpastian. Ini adalah komponen kunci dari kompetisi tangkas karena berusaha pengembangan antisipasi dan respon cepat terhadap perubahan kondisi, bukan suatu upaya untuk menahan perubahan itu sendiri.
48 The Customer- Focused Agile Competitor Mempengaruhi orang dan Informasi. Perusahaan cerdas akan memanfaatkan dampak dari orang dan informasi dengan memupuk semangat kewirausahaan dan memberikan insentif kepada karyawan untuk melaksanakan tanggung jawab, kemampuan adaptasi, dan inovasi.
49 Virtual Corporations Adaptability Borderless Excellence Six Characteristics of Virtual Companies Technology Trust-Based Opportunism
50 Virtual Corporations Sebuah Perusahaan Virtual (juga disebut korporasi virtual atau organisasi virtual) adalah sebuah organisasi yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan orang, aset, dan ide-ide. Orang-orang dan perusahaan yang membentuk perusahaan virtual untuk mengambil keuntungan dari peluang strategis yang membutuhkan waktu, orang kompetensi dan sumber daya teknologi informasi yang mungkin tidak ada dalam satu perusahaan. Dengan membuat aliansi strategis dengan perusahaan lain dan dengan cepat membentuk perusahaan virtual all-star mitra, perusahaan maya yang terbaik adalah mampu merakit komponen yang dibutuhkan untuk memberikan solusi kelas dunia bagi pelanggan dan menangkap kesempatan. Untuk sukses perusahaan virtual harus memiliki enam karakteristik:
51 Virtual Corporations Adaptasi : Mampu beradaptasi dengan beragam, cepat - perubahan lingkungan bisnis. Perusahaan Virtual lanjut harus mengurangi konsep -to - cash waktu melalui berbagi. Kesempatan : Dibuat, dioperasikan, untuk mengeksploitasi peluang bisnis ketika mereka muncul. Mereka harus mendapatkan akses ke pasar baru dan pangsa pasar atau loyalitas pelanggan, sementara fasilitas dan cakupan pasar meningkat. Keunggulan : Memiliki semua bintang, keunggulan kelas dunia dalam kompetensi inti yang diperlukan. Kompetensi ini harus mulus dihubungkan melalui penggunaan teknologi internet.
52 Virtual Corporations Teknologi : Menyediakan teknologi informasi kelas dunia dan teknologi lain yang diperlukan dalam semua solusi pelanggan. Mereka harus bermigrasi dari menjual produk ke menjual solusi. Tanpa Batas : Mudah dan transparan mensintesis kompetensi dan sumber daya dari mitra bisnis menjadi solusi pelanggan yang terintegrasi. Berlandaskan kepercayaan : Anggota dapat dipercaya dan menampilkan saling percaya dalam hubungan bisnis mereka Mereka harus rela berbagi infrastruktur dan resiko.
Konsep Sistem Informasi
Modul ke: 02 Fakultas FASILKOM Konsep Sistem Informasi Teknologi Informasi Sebagai Keunggulan Strategis Program Studi Sistem Informasi Inge Handriani, M.MSI., M.Ak M A T E R I KONSEP DASAR KEUNGGULAN KOMPETITIF
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 2
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 2 outline Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur Rantai Pasok, SCM dan ERP Kebutuhan dan Manfaat Sistem Terintegrasi Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur Sub Bab
BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI
BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI A. Keunggulan Kompetitif Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari
Addr : : Contact No :
email Addr : [email protected] : [email protected] Contact No : 081318170013 SISTEM INDUSTRI MANUFAKTUR Industri manufaktur didefinisikan sebagai industri yang membuat produk dari bahan mentah
BAB II TELAAH KEPUSTAKAAN
BAB II TELAAH KEPUSTAKAAN Dalam Bab ini akan dibahas teori-teori yang berhubungan dengan strategi rantai pasok yang diterapkan di perusahaan distribusi dan akan digunakan dalam menganalisis permasalahan
Pemodelan Proses Bisnis. Mia Fitriawati M.Kom
Pemodelan Proses Bisnis Mia Fitriawati M.Kom Pemodelan Proses Bisnis Pemodelan Proses Bisnis Pemodelan Proses (process modelling) merupakan pusat dari berbagai macam bentuk pemodelan, karena pemodelan
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom. Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Keunggulan Kompetitif
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Supply Chain Management pada hakekatnya adalah jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke
Business Process and Information Systems. Didi Supriyadi - Pertemuan ke-3 Sistem Informasi Manajemen ST3 Telkom
Business Process and Information Systems Didi Supriyadi - Pertemuan ke-3 Sistem Informasi Manajemen ST3 Telkom Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan pokok bahasan ini mahasiswa
Information Technology as a Competitive Advantage
2 hapter Information Technology as a Competitive Advantage How can a business use IT to compete? Competitive strategies and forces McGraw-Hill/Irwin Copyright 2007 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All
10/12/2011 PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA HUBUNGAN PERUSAHAAN DGN LINGKUNGANNYA. Sistem fisik perusahaan adlah sistem lingkaran tertutup
Bersaing Dengan Menggunakan Teknologi Informasi Perusahaan dan lingkungan Perusahaan merupakan Sistem Terbuka, artinya berhubungan Dengan lingkungan,mengubah Sumber daya menjadi barang dan jasa,dan dikembalikan
Analisis Proses Bisnis. Mia Fitriawati M.Kom
Analisis Proses Bisnis Mia Fitriawati M.Kom Pendahuluan Paradigma bisnis dari comparative advantage menjadi competitive advantage, yang memaksa kegiatan bisnis/perusahaan memilih strategi yang tepat. Konsep
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Dasar Enterprise Arsitektur 3.1.1. Enterprise Architecture Enterprise Architecture atau dikenal dengan arsitektur enterprise adalah deskripsi yang didalamnya termasuk
BAB II LANDASAN TEORI. semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
STRATEGI DAN PELUANG YANG KOMPETITIF. Pertemuan 03 3 SKS
Materi 1. Era Informasi 2. Strategi dan Peluang Yang Kompetitif 3. Database dan Database Warehouse 4. Desain Database 5. Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas 6. E-Commerce STRATEGI DAN PELUANG
PERENCANAAN & PENGENDALIAN OPERASI
PERENCANAAN & PENGENDALIAN OPERASI KOMPETENSI MATA KULIAH Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami pengembangan sistem pengendalian produksi dan umpan balik informasi perkembangan
Bersaing dengan Menggunakan Teknologi Informasi
Bersaing dengan Menggunakan Teknologi Informasi 1 Lingkungan Persaingan Daya Tawar Para Penyalur Ancaman Pendatang Baru Persaingan Antar Perusahaan Ancaman Barang Pengganti Daya Tawar Pelanggan 2 Lingkungan
Pembahasan Materi #11
1 EMA402 Manajemen Rantai Pasokan Pembahasan 2 Konsep, Pengelolaan, Kolaborasi SCM Sistem Informasi Terpadu Tahapan Evolusi Pengembangan Aspek Pengembangan 6623 - Taufiqur Rachman 1 Konsep SCM 3 SCM Memperlihatkan
2 Sistem Informasi untuk Keunggulan Strategis
Information System Strategic Design 2 Sistem Informasi untuk Keunggulan Strategis Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Pengertian Sistem Informasi dapat
Ratih Wulandari, ST., MT
10/7/2015 Teknik IndustriIndustri-UG Ratih Wulandari, ST., MT Perencanaan dan pengendalian produksi yaitu merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan
ANALISA PROSES BISNIS
ANALISA PROSES BISNIS Pertemuan 2: Manajemen Proses Bisnis Credit to. Mahendrawati ER, Ph.D. Outline Materi 1 1. Konsep Proses Bisnis 2. Peningkatan Kinerja 3. Dokumentasi Proses Pikirkan sebuah produk/jasa
TUGAS E-BISNIS ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
TUGAS E-BISNIS ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT disusun oleh : NANANG PURNOMO 11.21.0616 S1 TI-TRANSFER JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2012
BAB III Landasan Teori
BAB III Landasan Teori 3.1 Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Menurut Robbins dan Coulter dalam Tisnawatisule dan Saifullah (2005), perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penerapan tujuan organisasi, menentukan strategi
Enterprise Resource Planning (ERP)
Enterprise Resource Planning (ERP) ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap.
SISTEM INFORMASI BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI NAMA KELOMPOK : ASRUL RAMADHANNI ( ) DEMITRI PRADIPTA ( )
SISTEM INFORMASI BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI NAMA KELOMPOK : ASRUL RAMADHANNI ( 01212127 ) DEMITRI PRADIPTA ( 01212109) MOCH. ASHABUL KAHFI ( 01211261 ) OKI WINARDI PUTRA (01212101)
Bab 2 Keputusan Perencanaan Strategi
Bab 2 Keputusan Perencanaan Strategi Formulasi Strategi 1. Tentukan tugas utama 2. Menilai kompetensi inti 3. Menentukan urutan pemenang & urutan kualifikasi 4. Posisi perusahaan Persaingan pada Biaya
STRATEGI RANTAI PASOKAN
STRATEGI RANTAI PASOKAN Terdapat lima strategi yang dapat dipilih perusahaan untuk melakukan pembelian kepada supplier yaitu adalah sebagai berikut : 1. Banyak Pemasok (Many Supplier) Strategi ini memainkan
BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS
BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab
KONSEP SISTEM INFORMASI
CROSS FUNCTIONAL MANAGEMENTS Materi Bahasan Pertemuan 6 Konsep Dasar CRM Contoh Aliran Informasi CRM Konsep Dasar SCM Contoh Aliran Informasi SCM 1 CRM Customer Relationship Management Konsep Dasar CRM
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis, menurut Ward dan Peppard (2002, p462) adalah analisa
Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU
Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU Sistem Informasi Korporat Terpadu Konsep manajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan antara berbagai perusahaan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERTEMUAN 2 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 25 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR- DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk
Tinjauan Umum Functional Strategy Riri Satria
Tinjauan Umum Functional Strategy Riri Satria Konsultan manajemen stratejik dan pengembangan organisasi [email protected] Topik hari ini Review tentang strategi. Pengenalan strategi pemasaran. Pengenalan
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) INTRODUCTION T I P F T P U B KONTRAK 50 % UTS 30 % Tugas 20 % Kuis/ present WHAT IS SUPPLY CHAIN? Sebuah rantai pasokan yang terdiri dari semua pihak yang terlibat, secara
Sistem Produksi. Produksi. Sistem Produksi. Sistem Produksi
Sistem Produksi Sistem Produksi 84 Produksi Produksi disebut juga dengan istilah manufaktur merupakan salah satu fungsi dalam perusahaan (fungsi lainnya a.l pemasaran, personalia, dan finansial). Produksi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di zaman yang global ini persaingan bisnis berjalan cukup ketat dan mengharuskan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman yang global ini persaingan bisnis berjalan cukup ketat dan mengharuskan manajemen untuk memberikan terobosan yang strategis untuk tetap dapat mengembangkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Business Model Menurut Alan Afuah business model adalah kumpulan aktivitas yang telah dilakukan sebuah perusahaan, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Disusun Oleh: Puput Resno Aji Nugroho (09.11.2819) 09-S1TI-04 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) AMIKOM YOGYAKARTA Jalan
Analisis Proses Bisnis
APK D3/IT/MIS/E1/0806 Manajemen Sistem Informasi Analisis Proses Bisnis Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Pokok Bahasan Keuntungan Kompetitif Cara Memotret Sistem Manajemen Proses
: Yan Ardiansyah NIM : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
KARYA ILMIAH E-BUSSINESS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT disusun oleh : Nama : Yan Ardiansyah NIM : 08.11.2024 Kelas : S1TI-6C JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN
Internal Value Chain Starbucks
Internal Value Chain Starbucks 1. Primary Activities Starbucks Coffee Indonesia Logistik Masuk (Inbound logistics) Pada tahapan ini meliputi kegiatan untuk memperoleh bahan baku dari pemasok. Bahan baku
Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing
Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing Hanif Mauludin www.kafebisnis2010.wordpress.com Rantai nilai menampilkan nilai keseluruhan, dan terdiri dari aktivitas nilai dan marjin. Aktivitas nilai merupakan
Supply Chain Management. Tita Talitha,MT
Supply Chain Management Tita Talitha,MT 1 Materi Introduction to Supply Chain management Strategi SCM dengan strategi Bisnis Logistics Network Configuration Strategi distribusi dan transportasi Inventory
Mekanisme E-Commerce E dalam dunia bisnis
Mekanisme E-Commerce E dalam dunia bisnis Memahami E-Commerce sebenarnya tidak jauh berbeda dengan memahami bagaimana perdagangan atau bisnis selama ini dijalankan.. Yang membedakannya adalah dilibatkannya
BAB II Landasan Teori
BAB II Landasan Teori 2.1 Manajemen Bisnis Logistik Proses pemenuhan order pelanggan dan distribusi merupakan salah satu kegiatan pada proses bisnis logistik. Kegiatan logistik dalam suatu perusahaan memiliki
Lampiran 1 DAFTAR WAWANCARA
L.1 Lampiran 1 DAFTAR WAWANCARA Daftar pertanyaan wawancara Direktur PD. Bintang Cemerlang (Bapak Johan) mengenai keadaan di perusahaan 1. Perusahaan bapak bergerak di bidang apa? Jawab: Perusahaan kami
Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom
Konsep E-Business Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Deskripsi Membahas mengenai bisnis internal, kolaborasi berbagai bentuk e-bisnis, serta keterkaitan e-business dengan e-commerce berbagai bentuk application.
Enterprise Resource Planning
MODUL PERKULIAHAN Enterprise Resource Planning Supply Chain Management and Customer Relationship Management Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Sistem Informasi Sistem Informasi 04 MK18046
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II Tinjauan Pustaka ini berisi tentang konsep aktivitas supply chain, Inventory Raw material, Inventory Cost, dan formulasi Basnet dan Leung. 2.1 Supply Chain Semua perusahaan
Information Systems. Sistem Informasi untuk Keuntungan Kompetitif 16/10/2012 8:56
Information Systems for Competitive Advantage Sistem Informasi untuk Keuntungan Kompetitif Tujuan Mengetahui model sistem umum (general system) perusahaan Memahami model lingkungan delapan elemen (eightelements
Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis
Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis Untuk memaksimalkan laba dari investasi infrastruktur e-bisnis, perlu pemahaman tentang bagaimana perusahaan dalam menerapkan e-bisnis. Penelitian menunjukkan bahwa
Pengantar Sistem Produksi Lanjut. BY Mohammad Okki Hardian Reedit Nurjannah
Pengantar Sistem Produksi Lanjut BY Mohammad Okki Hardian Reedit Nurjannah Definisi Sistem Sekelompok entitas atau komponen yang terintegrasi dan berinteraksi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Logistik
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Logistik Distribusi fisik dan efektivitas logistik memiliki dampak yang besar pada kepuasan dan biaya perusahaan. Manajemen logistik penting dalam rantai pasokan, tujuan dari
BAGIAN 4 STRATEGI BISNIS ECERAN (RETAIL MARKET STRATEGY)
BAGIAN 4 STRATEGI BISNIS ECERAN (RETAIL MARKET STRATEGY) BAGIAN 4 STRATEGI BISNIS ECERAN (RETAIL MARKET STRATEGY) 1. 2. 3. PENGERTIAN STRATEGI RETAIL MEMBANGUN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN PROSES
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Porter Strategi kompetitif merupakan suatu framework yang dapat membantu perusahaan untuk menganalisa industrinya secara keseluruhan, serta menganalisa kompetitor dan
Teknik Informatika S1
Teknik Informatika S1 Sistem Informasi Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 SILABUS MATA KULIAH 1. Pendahuluan 2. Data dan Informasi
Enterprise Resource Planning (ERP)
Enterprise Resource Planning (ERP) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Oleh : Bansa Tuasikal 06.11.1012 S1 Ti 10A Daftar Isi : Pendahuluan...1 Pengertian ERP...2 Tujuan dan Peran ERP Dalam Perusahaan...3 Kelebihan
# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$
!!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &
BAGIAN 4 STRATEGI BISNIS ECERAN (RETAIL MARKET STRATEGY)
BAGIAN 4 STRATEGI BISNIS ECERAN (RETAIL MARKET STRATEGY) 1. PENGERTIAN STRATEGI RETAIL 2. MEMBANGUN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN 3. PROSES PERENCANAAN RETAIL STRATEGIS PENGERTIAN STRATEGI RETAIL adalah
SISTEM INFORMASI E-BISNIS
SISTEM INFORMASI E-BISNIS SISTEM INFORMASI E-BUSINESS Tanpa dukungan Sistem Informasi yang tangguh, model E-Business sulit diwujudkan. Sistem Informasi akan membantu mengintegrasikan data, mempercepat
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM ) Prof. Made Pujawan
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM ) Prof. Made Pujawan Pendahuluan Pelaku industri mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas dan cepat, perbaikan di internal perusahaan manufaktur
Diskusi mengenai topik minggu lalu.
Topik hari ini Diskusi mengenai topik minggu lalu. Review tentang strategi. Pengenalan strategi pemasaran. Pengenalan strategi produksi / operasi. Pengenalan strategi sumber daya manusia. Pengenalan strategi
# $ !!" ! # $! $ % !!" # %!!! '(!! # * $ %!+ + +!! % %+!'!! " " " #! # % # '!$ #, #,-! # '-!!! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!
!!"! # $! $ %!&!'!!" # %!!! '(!!!$)!" # * $ %!+ + +!! % %+!'!! " " " #! # % # '!$ #, #,-! # '-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!%
BAB III METODOLOGI. Market Assessment. Marketing Strategy. Business Plan. Conclusion
40 BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pikir Market Assessment SWOT Porter s Five Forces Marketing Strategy Business Plan Conclusion Gambar 3.1 Kerangka Pikir 41 3.2. Penjelasan Kerangka Pikir Pertama-tama,
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sumber : http://en.wikipedia.org http://yanuar.kutakutik.or.id/ngeweb/erp-masih- validkahditerapkan-di-perusahaan/ www.mikroskil.ac.id/~erwin/erp/00.ppt http://www.komputer-teknologi.net/syarwani/downloads/
SISTEM MANUFAKTUR FLEKSIBEL (SISMANFLEX) MODUL 01 PENGANTAR SISTEM MANUFAKTUR FLEKSIBEL
SISTEM MANUFAKTUR FLEKSIBEL (SISMANFLEX) MODUL 01 PENGANTAR SISTEM MANUFAKTUR FLEKSIBEL Nama Mata Kuliah : SISTEM MANUFAKTUR FLEKSIBEL Kode Mata Kuliah/SKS : TKI 249 / 3 Pertemuan Minggu : 1 Dosen Pengampu
MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 2: STRATEGI SUPPLY CHAIN
MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 2: STRATEGI SUPPLY CHAIN By: Rini Halila Nasution, ST, MT DEFINISI Strategi merupakan kumpulan berbagai keputusan dan aksi yang dilakukan oleh suatu
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy Perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing diharuskan mampu dalam memahami perubahan struktur pasar dan
TINJAUAN MENYELURUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
TINJAUAN MENYELURUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1/total Outline Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Mengapa SIA penting? SIA dalam organization s value chain SIA, strategi korporat 2/total Apa itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bersama dengan berkembangnya dunia bisnis, banyak perusahaan yang terus mencoba menghasilkan produk yang berkualitas yang mengakibatkan timbulnya persaingan antar perusahaan.
OVERVIEW OPERATIONS MANAGEMENT
SEBUAH PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI (MO) OVERVIEW OPERATIONS MANAGEMENT Apa yang dimaksud dengan MO PRODUKSI adalah proses penciptaan barang dan jasa MANAJEMEN OPERASI adalah kegiatan yang berhubungan dengan
Materi II Overview Sistem Informasi. Sistem Informasi Manajemen Dr. Hary Budiarto
Materi II Overview Sistem Informasi Sistem Informasi Manajemen Dr. Hary Budiarto Why Study Information Systems? Teknologi Informasi dapat digunakan untuk meningkatkan proses bisnis secara efisien dan efektif
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain bersaing dalam dunia pasar yang semakin memunculkan teknologi informasi yang canggih, perusahaan juga
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan pendahuluan dari penelitian yang diuraikan menjadi enam sub bab yaitu latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Industri Jasa 2.1.1 Definisi Perkembangan industri jasa semakin hari semakin pesat, hal ini untuk mendukung pertumbuhan industri lainnya yang membutuhkan jasa dalam operasionalnya.
Supply Chain Management Systems
Supply Chain Management Systems Abstraksi Supply chain management systems mengacu kepada koordinasi berbagai aktifitas dan termasuk penciptaan dan pembuatan serta perpindahan suatu produk dari satu titik
Pertemuan ke 6. From Resources to. Competencies. Competitive. Competitiveness (Sustained Competitive Advantage) Value Chain Analysis
Pertemuan ke 6 From Resources to Core Competencies Advantage Strategic ness (Sustained Advantage) Discovering Core Competencies Resources * Tangible * Intangible Capabilities Synergy of Resources Core
Bab 2 Strategi Supply Chain
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Bab 2 Strategi Supply Chain Dr. Eko Ruddy Cahyadi 2-1 Competitive and Supply Chain Strategies Competitive strategy: Kebutuhan
Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis
Mendefinisikan dan menggambarkan proses bisnis dan hubungan mereka dengan sistem informasi. Menjelaskan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis utama: penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi,
Pengantar. Sekilas E-Bisnis. Fungsi E-Bisnis. Komponen-komponen E-Bisnis. Hubungan E-Bisnis dengan E-Commerce
Pengantar Sekilas E-Bisnis E-bisnis menghubungkan semua karyawan, pelanggan, pemasok, dan stakeholders lainnya tanpa pandang wilayah geografis. E-bisnis pakai standar data elektronik umum dan otomatisasi
Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng
1 Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng 5. MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI STRATEGI TINGKAT FUNGSIONAL 1. Strategi Functional Level adalah: Upaya untuk meningkalkan efektivitas
Pemodelan Proses Bisnis
Pemodelan Proses Bisnis [Melengkapi Proses Bisnis yg di presentasikan] Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. Pokok Bahasan Value Chain Diagram Aliran Data Flowchart 2 1 Value Chain (Porter) Value Chain:
Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ.
Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ http://adamjulian.web.unej.ac.id/ A. Supply Chain Proses distribusi produk Tujuan untuk menciptakan produk yang tepat harga, tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat
P nge g rt r ia i n E-Com o m m e m rc r e
PengertianE-Commerce E-Commerce Mengenal E-Commerce Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan
E-Business dan E-Commerce website Berrybenca.com
E-Business dan E-Commerce website Berrybenca.com Mata Kuliah : E-Business Dosen : Prof. Dr. Rudy C. Tarumingkeng Disusun oleh : Sylvia Monica (01-2014-096) PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS
BAB 3 PERANCANGAN PRODUK BARU DALAM PERSPEKTIF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
BAB 3 PERANCANGAN PRODUK BARU DALAM PERSPEKTIF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT 3.1 Pendahuluan Dalam perspektif supply chain, perancangan produk baru adalah salah satu fungsi vital yang sejajar dengan fungsi-fungsi
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Informasi menjadi dasar pelaksanaan proses rantai pasok dan dasar bagi manajer dalam membuat keputusan. Menurut cophra dan meindl(2007) informasi harus memiliki karakteristik:
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7 Pengertian ERP adalah aplikasi sistem informasi manajemen terintegrasi untuk bisnis/organisasi yang mencakup multi fungsionalitas seperti penjualan, pembelian,
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X )
Media Informatika Vol.13 No.2 (2014) PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X ) Hartanto Sekolah Tinggi
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENENTUKAN POTENSI DI MASA DEPAN. Titien S. Sukamto
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENENTUKAN POTENSI DI MASA DEPAN Titien S. Sukamto Mengembangkan Portofolio Aplikasi dari Perspektif Strategis Setelah memahami kondisi organisasi saat ini, langkah selanjutnya
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
KARYA ILMIAH E-BISNIS Enterprise Resources Planning (ERP) Sebagai Proses Otomatisasi Pengolaaan Informasi Pada Perusahaan Oleh : DASRI (09.11.3367) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 Enterprise Resources Planning
C HAPTER 1. Sistem Informasi Akuntansi : Sebuah Pengantar
2008 Prentice Hall Business Publishing Accounting Information Systems, 11/e Romney/Steinbart 1 of 72 C HAPTER 1 Sistem Informasi Akuntansi : Sebuah Pengantar 2008 Prentice Hall Business Publishing Accounting
RUANG LINGKUP MANAJEMEN BIAYA
1 RUANG LINGKUP MANAJEMEN BIAYA PENDAHULUAN Manajemen biaya Manajemen strategik Perencanaan dan pembuatan keputusan Pengendalian manajemen dan pengendalian operasional Penyajian laporan keuangan Organisasi
BAB II STRATEGI OPERASI
BAB II STRATEGI OPERASI 2.1. Definisi Strategi Operasi Bertambahnya pengenalan mengenai operasi sangat membantu perusahaan dalam mencapai suautu posisi kompetitif di pasar. Operasi seharusnya tidak hanya
Perencanaan Sumber Daya
MODUL PERKULIAHAN Perencanaan Sumber Daya E-Business Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Program Magister Teknik Resource Pascasarjana Industri Planning 11 Abstract - Electronic enterprise,
Bab 3 Faktor Pengendali Supply Chain
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Bab 3 Faktor Pengendali Supply Chain Dr. Eko Ruddy Cahyadi 3-1 Pengendali kinerja Supply Chain Fasilitas Persediaan Transportasi
RANGKUMAN SIM Ch. 9 MENCAPAI KEUNGGULAN OPERASIONAL DAN KEINTIMAN PELANGGAN MELALUI APLIKASI PERUSAHAAN
RANGKUMAN SIM Ch. 9 MENCAPAI KEUNGGULAN OPERASIONAL DAN KEINTIMAN PELANGGAN MELALUI APLIKASI PERUSAHAAN (Achieving Operational Excellence and Customer Intimacy: Enterprise Applications) Rangkuman ini akan
KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III. Endang Duparman. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI
Modul ke: 05 KEWIRAUSAHAAN III Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III Fakultas SISTIM INFORMASI Endang Duparman Program Studi INFORMATIKA www.mercubuana.a.cid EVALUASI RENCANA PRODUKSI
MRP Pertemuan 6 BAB 6 IMPLIKASI STRATEGI MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
BAB 6 IMPLIKASI STRATEGI MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Implikasi Secara Umum 1. Pengembangan manajemen logistik Manajemen Rantai Pasokan pada hakikatnya pengembangan lebih lanjut dari manajemen logistik, yaitu
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI. Titien S. Sukamto
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI Titien S. Sukamto Pengantar Dalam proses mencapai keselarasan dan dampaknya, diperlukan adanya pemahaman akan lingkungan bisnis dan teknologi,
