Analisis Risiko Terhadap Business Continuity di PT.X ABSTRAK: 1. PENDAHULUAN ABSTRACT:
|
|
|
- Hartanti Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisis Risiko Terhadap Business Continuity di PT.X Andrew Hartanto Susilo, Adi Wibowo, Alexander Setiawan Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto Surabaya Telp. (031) , Fax. (031) [email protected],[email protected],[email protected] ABSTRAK: PT. X merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang retail (Penjualan besi beton). Dalam menjalankan proses bisnisnya perusahaan ini menggunakan software, hardware, jaringan, dan lain-lain. Melihat dari kondisi di PT. X tidak menutup kemungkinan terjadinya risiko akibat masalah-masalah dalam hal data security, data integrity, kerusakan hard disk, kesenimbangunan proses bisnis IT dan lainlain. Pada penelitian ini dilakukan analisis risiko terhadap seluruh area IT dan proses bisnis yang ada di PT. X. Area-area yang akan dianalisis tersebut didapatkan dengan cara melakukan penganalisisan pada business continuity berdasarkan Standard ISO : 2005 chapter 1 kemudian melakukan penganalisisan IT Domain dan berikutnya melakukan risk assessment maupun risk mitigation. Adapun risiko-risiko yang ditemukan adalah adanya ketergantungan terhadap outsource programmer yang berperan sebagai konsultan IT, tidak pernah dilakukan Risk Assessment dalam bidang IT di perusahaan, tidak ada Disaster Recovery Plan dan IT Security Plan, tidak ada evaluasi terhadap hak akses, tidak ada orang khusus yang ditunjuk untuk mengelola IT, tidak adanya training atau zona aman terkait keamanan dan insiden dalam perusahaan, dan tidak adanya standar maupun framework. Hasil analisis risiko ini membantu perusahaan menyadari risiko-risiko apa yang mungkin terjadi dan dapat membahayakan kelangsungan bisnis perusahaan sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan untuk mencegah atau menangani risiko tersebut. Kata kunci : Analisis Business Continuity, Analisis Risiko, Risk Assessment,Risk Mitigation. ABSTRACT: PT. X is a retail company that is located in Surabaya. In order to meet its objectives and customers satisfaction, PT. X uses softwares, hardwares, networks, people, et cetera. Based on the situation and condition in PT. X, there are chances of risk rising caused by data security, data integrity, hard disk, business process sustainability problems, and many more. This research is about to assess risks that might have happened in all information technology areas and during business processes that are continuisly running. The analized areas are the result of mapping business continuity with standard ISO/IEC 27002:2005 chapter 1 into IT domain and after that doing risk assessment and also risk mitigation. Risks that have been found are dependence on outsource programmer as an IT consultant, no IT Risk Assessment, no Disaster Recovery Plan, no IT Security Plan, no access right evaluation, no people that are responsible to manage IT, no training or secure area related to security incident, no standard, framework, and SOP for technology and IT system. The result of risk assessment helps the management of the company realize what risks may occur and could have put the company in a danger situation so that the company could take actions to mitigate and to prevent those risks from happening. Key words : Business continuity analysis, IT domain analysis, Risk Assessment and Risk Mitigation. 1. PENDAHULUAN PT. X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan besi beton. PT. X telah menjadi salah satu supplier besi beton yang sudah terkemuka di kawasan Surabaya. PT. X memiliki visi, yaitu menjadi perusahaan yang memiliki tipe barang terlengkap dan menjadi supplier besi beton terbesar. PT. X juga memiliki misi, yaitu ekspansi gudang, menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk penanaman modal di pabrik dan menambah armada. PT. X telah memiliki ratusan konsumen tetap yang tiap harinya mengambil besi beton dalam jumlah yang besar. Untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen dan membantu keefektifan kinerja perusahaan PT. X. Maka PT. X menerapkan solusi yang berbasis IT yaitu sebuah software pada perusahaannya. Software yang digunakan PT. X adalah sebuah software yang berbasis Visual. Software tersebut membantu setiap divisi yang ada pada perusahaan PT. X untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan kinerja perusahaan yang lebih efektif dan efisien, contoh seperti: Bagian penjualan: Mencatat order / sales order (menginputkan nama konsumen, alamat untuk kiriman barang, jenis barang yang diminta, jumlah barang yang diminta dan total pembayaran). Bagian pembelian: Mencatat pemesanan / purchase order (menginputkan nama supplier, alamat supplier, nomor faktur, nomor surat jalan, jenis barang, jumlah barang, harga beli dan total pembayaran). Bagian stok barang: Mencatat keluar masuk barang (menginputkan jenis barang, jumlah barang dan harga pokok maupun harga jual). Bagian accounting: Mencatat segala bentuk transaksi (menginputkan jenis pembayaran dan menginputkan waktu pembayaran)
2 Software tersebut sangatlah penting dalam jalannya kinerja di dalam perusahaan. Apabila terjadi gangguan atau permasalahan pada software tersebut dapat sangat merugikan PT. X sehingga akibatnya kinerja perusahaan tidak dapat berjalan secara maksimal. Berdasarkan tinjauan dan informasi yang didapat ternyata PT. X pada tahun 2012 pernah mengalami gangguan pada software yang dimilikinya yang mengakibatkan pihak PT. X harus melakukan sistem manual dalam proses kinerjanya. Dengan terjadinya gangguan tersebut keseluruhan data yang telah diinputkan sebelumnya juga menghilang atau tidak ada sama sekali. Dengan adanya gangguan tersebut yang berlangsung hanya dua hari sudah membuat kerugian yang cukup besar bagi PT. X. Selain itu juga ada beberapa permasalahan yang sering terjadi di PT. X tersebut antara lain pada saat terjadi kesalahan penginputan pada program dapat membuat keseluruhan data yang diterima di keseluruhan divisi juga salah. Dengan adanya sedikit kesalahan sudah berakibat fatal dan merugikan pihak perusahaan tersebut. Selain itu PT. X pernah mengalami juga gangguan pada jaringannya. Pada tahun , PT. X menggunakan kabel LAN dan pada tahun 2012 PT. X mengganti proses jaringannya dengan menggunakan WI-FI dan saat penggunaan jaringan WI-FI tersebut PT. X mengalami trouble dan membuat sistem komputerisasinya error. 2. Risk Management Process 2.1 Pengertian Risk Management Process Risiko dalam teknologi informasi juga memiliki dua domain yakni risk assessment dan risk mitigation. Risk assessment adalah untuk dapat mengetahui risiko yang ada dan mengetahui seberapa besarkah risiko tersebut. Risk mitigation adalah proses mengidentifikasi risiko, mengestimasi biaya dan bagaimanakah langkah yang harus diambil dalam menanggapi risiko tersebut agar dapat berkurang. Pilihan yang ada pada risk mitigation adalah assume, avoid, transfer, dan lessen. Assume adalah menerima risiko dan tetap bisa melanjutkan kegiatan operasi bisnis. Avoid adalah menghentikan pengerjaan atau kegiatan operasional perusahaan dan menghindari risiko. Transfer adalah proses mitigasi dimana risiko ditanggung oleh pihak ketiga, atau pihak lain yang bersedia menanggung contohnya seperti asuransi. Lessen adalah mengimplementasikan penanganan agar sekalipun risiko tersebut diterima dampaknya dapat diperkecil atau kemungkinan terjadinya dapat dikurangi 2.2 NIST (National Institute of Standard and Technology) NIST adalah badan federal non-regulasi dengan misi mengembangkan dan mempromosikan pengukuran, standar dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup. NIST memiliki beberapa standard antara lain: SP : An Introduction to Computer Security: The NIST Handbook SP : Guide for Developing Security Plans for Information Technology Systems SP : Security Self-Assessment Guide for Information Technology System SP : Risk Management Guide for Information Technology Systems Standard NIST yang sangat membantu dalam memberikan konsep dan petunjuk dalam pembuatan proyek dan analisis risiko adalah SP dikarenakan pada SP ini ada beberapa langkah dalam pembuatan risk management yang benar dan sesuai dengan standard bagaimana dan juga ada beberapa metode yang dapat menunjang pembuatan risk management. Pada SP ini berisi mengenai langkahlangkah dalam penganalisisan risiko. Mulai dari risk assessment kemudian risk mitigation dan yang terakhir risk evaluation. Akan tetapi langkah-langkah yang akan digunakan dalam membantu penganalisisaan risiko untuk business continuity pada perusahaan tersebut hanya sampai pada langkah risk assessment dan risk mitigation. 3. Spesifikasi software dan hardware NO Divisi Software Deskripsi 1 Stock / Inventory 2 Penjualan (Marketing) Microsoft Access Visual Microsoft Word Access maupun Microsoft Visual Melihat, menginputkan dan mengganti data. Melakukan kegiatan penjualan seperti membuat laporan untuk tender, menelpon pihak konsumen menanyakan dan mencatat orderan dan lain-lain. Meminta barang pada supplier. 3 Pembelian Microsoft Word Access maupun Microsoft Visual Accounting Microsoft Excel Melakukan dan pencatatan dan Microsoft Access penghitungan maupun transaksi pada Microsoft Visual perusahaan 5 Finance Microsoft Excel Mengatur keuangan. 6 Pengiriman Microsoft Word Menginputkan dan mencatat data yang diperlukan.
3 Hardware: Menggunakan komputer standard. Terdapat 12 komputer yang digunakan untuk menjalankan operational perusahaan tersebut. Risk Factor from threat and vulnerability identification Dari Faktor-faktor yang tidak menjadi risiko dan tidak terlalu berpengaruh bagi perusahaan akan dieliminasi (P17, P18,P19, P23, P25, P31, P32, P33) sesuai temuan-temuan yang didapatkan dari hasil observasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan faktor-faktor risiko yang dapat terjadi di perusahaan selama proses bisnis berlangsung. P12, P15, P23, P29 sehingga tidak ada anggaran khusus untuk IT dan proyek yang ada tidak berjalan sesuai perjanjian awal. P12 Software perusahaan tidak dikembangkan sesuai perubahan zaman karena kapasitas dan kemampuan yang tidak mencukupi, dan tidak ada standar atau spesifikasi tertentu. P1, P21 Tidak dilakukan perencanaan pembaharuan sistem secara terus menerus dan tidak ada IT continuity plan. P21, P22 Tidak ada dan belum pernah ada penerapan disaster recovery plan dan IT security plan. P01,P0,P07 P01,P20 P01,P03 PO1, PO, PO9, P13, P27 Tidak ada orang khusus yang ditunjuk untuk mengelola IT, hanya seorang staff IT saja sehingga adanya ketergantungan terhadap staff tersebut. Staff IT tersebut juga hanya berperan melakukan maintenance dan memberi usulan mengenai kondisi IT yang ada. Tidak ada proses evaluasi dari sistem IT yang ada Tidak ada perencanaan strategis untuk IT Tidak pernah dilakukan Risk Assessment dalam bidang IT sehingga belum begitu memahami risiko IT dengan baik. Proses maintenance hanya dilakukan saat masalah terjadi (penanganan bukan pencegahan ). PO2, P12 Tidak ada struktur database, permodelan arsitektur, DFD, data dictionary, low level design, dan high level design. PO2, PO, PO8, P12 PO2, P21, P28, P1 PO3, P13, P16 Kekurangan dari sistem IT saat ini adalah software yang digunakan belum bisa mencakup semua proses bisnis dalam perusahaan dan belum bisa mengikuti perkembangan teknologi yang ada, dan jaringan yang sering terputus-putus Backup data hanya secara fisik dan on site saja, dan tidak pernah dilakukan pengecekan hasil backup atau refresh data, sehingga sistem IT tidak aman Tidak ada perkiraan dan pencatatan mengenai perubahan kebijakan. P22 P25 P29 P32 Tidak ada prosedur khusus dalam pembuatan hak akses atau account dan tidak pernah ada evaluasi atau pergantian secara berkala. Tidak ada service desk untuk customer khusus di perusahaan, hanya dari bagian operasional, manager. Service desk untuk IT yaitu bagian staff IT. Tidak ada training atau zona aman terkait keaamanan dan insiden dalam perusahaan. Tidak pernah dilakukan audit mekanisme kerja oleh pihak luar perusahaan yang mengawasi prosesproses dalam perusahaan. PO3, PO, PO6, P21, P30 Tidak ada standar, framework, atau SOP untuk teknologi, sistem IT dan proses yang cocok menggunakan IT. P05 P06 P07 P08 Tidak ada investasi untuk IT, hanya memenuhi kebutuhan perusahaan saja, apabila tidak butuh maka perusahaan tidak akan mengeluarkan biaya untuk itu. Staff yang mengontrol IT merupakan pihak di luar perusahaan (outsource programmer) yang berperan sebagai konsultan IT. Tidak ada perjanjian tertulis antara perusahaan dengan pegawai yang sudah berhenti terkait keamanan informasi dan data perusahaan. Tidak ada sistem manajemen kualitas yang mengukur kesesuaian IT dengan kebutuhan bisnis perusahaan meliputi kriteria kualitas, proses-proses IT yang penting, kebijakan, dan proses-proses untuk mengatasi ketidaksesuaian dengan kriteria dan standar. PO5, PO10, P11, Tidak ada standar, framework, manajemen proyek dan manajemen risiko dalam melakukan proyek,
4 5. Risiko tertinggi 5.1 Penghitungan risiko tertinggi 5.2 Risk Response Planning Risk response planning merupakan bagaimana cara perusahaan harus bereaksi terhadap risiko tersebut. Dari risiko tertinggi yang ada, maka dapat disimpulkan risk response planning yang disarankan adalah sebagai berikut: 1. Backup data hanya secara fisik dan on site saja, dan tidak pernah dilakukan pengecekan hasil backup atau refresh data, sehingga sistem IT tidak aman. Dampak dari risiko ini dapat diperkecil dengan melakukan backup sesuai dengan standar NIST Backup dapat dilakukan secara off site. Backup dilakukan dengan menyimpan data pada hard disk atau dapat juga secara cloud backup sehingga data disimpan mengunakan internet. Perusahaan bisa mengakses data backup kapan saja dan dimana saja apabila menggunakan cloud backup. Hasil dari backup juga sebaiknya di-restore secara berkala untuk mengecek apakah data backup sesuai dengan data yang ada dan proses restore sudah berjalan dengan baik. 2. Tidak pernah dilakukan risk assessment dalam bidang IT sehingga belum begitu memahami risiko IT dengan baik. Proses maintenance hanya dilakukan saat masalah terjadi (penanganan bukan pencegahan). Dampak dari tidak adanya risk assessment dalam bidang IT dapat diperkecil dengan melakukan risk assessment di perusahaan oleh pihak di luar perusahaan yang sudah berpengalaman dan dapat menggunakan metode-metode atau panduan yang ada seperti ISO 27002:2005 chapter 1 point 5 membahas business contiuity dan menggunakan NIST SP 800:30 melakukan penganalisisan risiko. 3. Staff yang mengontrol IT merupakan pihak di luar perusahaan (outsource programmer) yang berperan sebagai konsultan IT. Dampak dari risiko tersebut yaitu bocornya data penting perusahaan dapat dikurangi dengan membuat non-disclosure agreement dengan outsource programmer terkait keamanan data perusahaan sesuai dengan standar ISO/IEC 27002:2005 terkait confidentiality agreement. Bisa juga dengan menggunakan internal programmer untuk menangani data yang sensitif dan tidak boleh diketahui banyak orang. Sehingga data sensitif tersebut tidak dapat diakses oleh pihak di luar perusahaan.. Tidak ada perjanjian tertulis antara perusahaan dengan pegawai yang sudah berhenti terkait keamanan informasi dan data perusahaan. Response : Limitation Dampak dari risiko tersebut adalah bocornya data penting perusahaan dapat dikurangi dengan membuat surat surat perjanjian yang tertulis maupun dapat mengikuti dengan standard ISO/IEC 27002:2005 terkait confidentiality agreement. 5. Tidak ada training atau zona aman terkait keamanan dan insiden dalam perusahaan. No Risk Factor Likeli hood 1. Backup data hanya secara fisik dan on site saja, dan tidak pernah dilakukan pengecekan hasil backup atau refresh data, sehingga sistem IT tidak aman 2. Tidak pernah dilakukan Risk Assessment dalam bidang IT sehingga belum begitu memahami risiko IT dengan baik. Proses maintenance hanya dilakukan saat masalah terjadi (penanganan bukan pencegahan ). 3. Staff yang mengontrol IT merupakan pihak di luar perusahaan (outsource programmer) yang berperan sebagai konsultan IT.. Tidak ada perjanjian tertulis antara perusahaan dengan pegawai yang sudah berhenti terkait keamanan informasi dan data perusahaan. 5. Tidak ada training atau zona aman terkait keaamanan dan insiden dalam perusahaan. 6. Tidak ada orang khusus yang ditunjuk untuk mengelola IT, hanya seorang staff IT saja sehingga adanya ketergantungan terhadap staff tersebut. Staff IT tersebut juga hanya berperan melakukan maintenance dan memberi usulan mengenai kondisi IT yang ada. 7. Tidak ada proses evaluasi dari sistem IT yang ada Imp act Hasi l 6,66 27, ,33 26,6 9 2,66 23,9 8 2,33 18,6 8 2,33 18,6 Response: Avoid untuk masalah tidak adanya zona aman terkait keamanan dan insiden dalam perusahaan. Lessen untuk masalah tidak adanya training terkait keamanan dan insiden dalam perusahaan. Risiko tidak adanya training atau zona aman terkait keamanan dan insiden dalam perusahaan dapat dihindari dengan mengadakan training cara penanganan insiden-insiden terkait keamanan kepada staff IT sesuai standar NIST 800-3, pembatasan dan pencatatan akses terhadap area-area yang penting dalam perusahaan, pemenuhan standar ruang server Level ,33 16,6 5
5 yang baik, dan kontrol terhadap bencana fisik terhadap fasilitas dan sistem informasi sesuai standar ISO/IEC 27002: Tidak ada orang khusus yang ditunjuk untuk mengelola IT, hanya seorang staff IT saja sehingga adanya ketergantungan terhadap staff tersebut. Staff IT tersebut juga hanya berperan melakukan maintenance dan memberi usulan mengenai kondisi IT yang ada. Dampak ketergantungan terhadap staff IT dapat dikurangi dengan menambah staff IT untuk mengelola dan melakukan pengawasan secara berkala terhadap sistem IT di perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar satu orang staff tidak memegang kunci penting terlalu banyak dan mengantisipasi apabila suatu saat staff IT tidak ada pada keadaan darurat. 7. Tidak ada proses evaluasi dari sistem IT yang ada. Dampak apabila proses evaluasi dari sistem IT tidak ada dapat membuat sistem IT kedepannya kurang baik karena apabila pihak perusahaan mau melakuka perubahan seperti pembaruan atau pengupgradean pihak perusahaan tidak dapat mengetahui secara pasti dan tepat yang diperlukan. - Bridgeland, David dan Zahavi, Ron.(2009).Business Modelling: A Practical Guide to Realizing Business Value. US : Elsevier Inc. - Rappa,M. Managing Digital Enterprise < - Osterwalder, A., dan Pigenur, Y.(2010) Business Model Generation. USA: John Wiley and Sons - Rehage, Steven Hunt dan Fernando N. (2008). Developing IT Audit Plan. USA: The Institute of Internal Auditors. 6. KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa PT. X dalam mencapai tujuan bisnisnya menggunakan IT sebagai pendukung jalannya proses bisnis di perusahaan. Dengan penggunaan IT tersebut, perusahaan dapat memperoleh kemudahan dalam pengolahan dan pengiriman data. Proses bisnis yang paling banyak menggunakan IT adalah proses penjualan, proses stok/ inventory, proses pembelian dan proses accounting. 7. DAFTAR PUSTAKA - Gary Stoneburner, Alice Goguen, and Alexis Feringa, (2013). Risk Management Guide for Information Technology Systems, Diakses pada tanggal 05 Mei Senfit Sandra, Gallegos Frederick, and Davis Aleksandra, (2013). Information Technology Control and Audit (Fourth Edition). Broken Sound Parkway NW,Suite 300 : Taylor & Francis Group. - Moeller Robert R. (2010). IT Audit, Control and Security. New Jersey : John Wiley & Sons, Inc. - PMBOK. thproject Management Knowledge Area. USA: PMBOK. Rehage, Steve Hunt, Fernando N. (2008). Developing IT Audit Plan. USA: The Institute of Internal Auditors. - Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model Canvas Penerapan di Indonesia. Indonesia :Penerbit PPM. - Information technology, Security techniques, Code of practice for information security management, ( pdf), diakses 30 Mei 2013.
IT RISK ASSESSMENT DI PT. X
IT RISK ASSESSMENT DI PT. X Celia Wanarta 1, Adi Wibowo 2, Ibnu Gunawan 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121 131 Surabaya 60236
IT RISK ASSESSMENT DI BIRO ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI (BAKA) UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
IT RISK ASSESSMENT DI BIRO ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI (BAKA) UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Helen Puspa Ratna 1, Adi Wibowo 2, Ibnu Gunawan 3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Analisa Risiko Teknologi Informasi di Divisi Produksi PT.X
Risiko Teknologi Informasi di Divisi Produksi PT.X Stevie Pramudita¹, Adi Wibowo², Ibnu Gunawan³ Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. Karya Indah Bersama adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Penggunaan teknologi informasi sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari - hari. Banyak sekali organisasi dan perusahaan yang menggunakan teknologi informasi
ABSTRAK. vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam laporan penelitian ini dibahas analisis, tahapan pengerjaan dan hasil dari proses audit manajemen operasi pada aplikasi SIM-RS Rumah Sakit Immanuel. SIM yang merupakan bagian khusus yang
PERENCANAAN MASTER PLAN PENGEMBANGAN TI/SI MENGGUNAKAN STANDAR COBIT 4.0 (STUDI KASUS DI STIKOM)
Sholiq, Perencanaan Master Plan Pengembangan TI/SI V - 75 PERENCANAAN MASTER PLAN PENGEMBANGAN TI/SI MENGGUNAKAN STANDAR COBIT 4.0 (STUDI KASUS DI ) Erwin Sutomo 1), Sholiq 2) 1) Jurusan Sistem Informasi,
LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan Menggunakan
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. beralamat di Jalan Prepedan Raya No 54, Kalideres, Jakarta Barat.
36 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT Prima Plastik Internusa (PPI) adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang packaging atau produksi kemasan. PT PPI didirikan tahun
ABSTRAKSI. Kata Kunci : Layanan Operasi, ITIL v3, proses bisnis, teknologi informasi.
ABSTRAKSI PT. RST (Rukun Sejahtera Teknik) adalah sebuah perusahaan distributor barang barang teknik di Jakarta. Di dalam PT. RST banyak sekali kegiatan operasional yang terjadi, mulai dari pengiriman
USULAN KERANGKA MANAJEMEN RESIKO IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BARU DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS BISNIS PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI
USULAN KERANGKA MANAJEMEN RESIKO IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BARU DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS BISNIS PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI Yohanes Suprapto Magister Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI),
BAB 3 DESKRIPSI UMUM
BAB 3 DESKRIPSI UMUM 3.1 Sejarah dan Latar Belakang perusahaan PT. ABC merupakan perusahaan importir yang didirikan oleh empat bersaudara keluarga Sutjiadi pada tahun 1997. Perusahaan ini berlokasi di
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Berikut merupakan bagan kerangka pikir penulisan thesis ini :
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pikir Berikut merupakan bagan kerangka pikir penulisan thesis ini : Gambar 3.1 Bagan Kerangka Pikir Dari pernyataann awal bahwa pengembangan disaster recovery
Penerapan ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi DCN & DCO GSIT BCA
Penerapan ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi DCN & DCO GSIT BCA 5 Desember 2017 Agenda Overview ISO 27001:2013 Latar Belakang Penerapan SMKI Penerapan & Strategi Implementasi SMKI Manfaat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang dengan pesat pada saat ini. Dengan kemajuan teknologi informasi, pengaksesan terhadap data
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013
PENGEMBANGAN MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB ONLINE) KEMDIKBUD MENGGUNAKAN FRAMEWORK NIST SP800-30 Imam Masyhuri 1, *, dan Febriliyan Samopa 2) 1,2)
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI SMART PMB DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI SMART PMB DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Eli Pujastuti 1), Asro Nasiri 2) 1), 2) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring road Utara, Condongcatur,
BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA
BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT Catra Nusantara Bersama adalah perusahaan yang bergerak di bidang chemical, didirikan
RISK ASSESSMENT. Yusup Jauhari Shandi. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda Bandung 40132
Media Informatika Vol. 10 No. 1 (2011) RISK ASSESSMENT Yusup Jauhari Shandi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda Bandung 40132 ABSTRAK Sebuah sistem informasi merupakan
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hotel X merupakan hotel berbintang empat yang berada di kawasan bisnis dan pertokoan di kota Pekanbaru dan berdiri pada tanggal 26 Desember 2005 di bawah manajemen
ABSTRAK. Kata kunci : Manajemen, Risiko, COBIT 5, APO12
ABSTRAK PT. X adalah salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak pada bidang perlistrikan. Untuk mengamanan datanya PT. X membangun sebuah backup center. dalam backup center di PT. X tidak lepas dari risiko
1. Hasil wawancara dan kuisioner dengan pihak perusahaan. 1. Bergerak di bidang apakah perusahaan ini?
LAMPIRAN 1. Hasil wawancara dan kuisioner dengan pihak perusahaan 1. Bergerak di bidang apakah perusahaan ini? Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan obat-obatan kesehatan. 2. Apa saja barang-barang
EVALUASI KEAMANAN INFORMASI BERBASIS ISO PADA DINAS PENGELOLAAN PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KARAWANG
EVALUASI KEAMANAN INFORMASI BERBASIS ISO 27001 PADA DINAS PENGELOLAAN PENDAPATAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KARAWANG Nina Sulistiyowati Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbangsa Karawang
BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Proses Bisnis Pengadaan Barang
BAB IV PERANCANGAN Pada tahap perancangan ini akan dilakukan perancangan proses pengadaan barang yang sesuai dengan proses bisnis rumah sakit umum dan perancangan aplikasi yang dapat membantu proses pengadaan
Keywords: IT Risk Analysis, Risk Assessment, COBIT, Qualitative Methods
Analisa Manajemen Risiko Pada Perusahaan Real Estate X Anthony Loana Weol 1, Adi Wibowo 2, Lily Puspa Dewi 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB 3 ANALISA SISTEM INVENTORI PERUSAHAAN Sejarah Perusahaan P.T Berkat Jaya Komputindo
BAB 3 ANALISA SISTEM INVENTORI PERUSAHAAN 3.1 Analisa Sistem Berjalan 3.1.1 Sejarah Perusahaan P.T Berkat Jaya Komputindo P.T Berkat Jaya Komputindo pertama kali didirikan pada tanggal 5 Januari 1999,
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Dalam melakukan manajemen risiko pada PT Saga Machie, penulis mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
ABSTRAK. Kata Kunci: frase COBIT 5, APO12, Manajemen, Risiko, Manajemen Risiko. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Kantor Pemerintahan Kota Cimahi adalah salah satu organisasi kepemerintahan yang sudah memanfaatkan Teknologi Informasi. Dalam penerapan Teknologi informasi di kantor Pemerintahan Kota Cimahi tidak
Audit Sistem Informasi Menggunakan Cobit 5.0 Domain DSS pada PT Erajaya Swasembada, Tbk
Audit Sistem Informasi Menggunakan Cobit 5.0 DSS pada PT Erajaya Swasembada, Tbk Wella Program Studi Sistem Informasi, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia [email protected] Abstract The
DESAIN SISTEM INFORMASI PRODUKSI DI PT INDOSIPA BETON
DESAIN SISTEM INFORMASI PRODUKSI DI PT INDOSIPA BETON David Sundoro* dan Arif Djunaidy** * PT Indosipa Beton Raya Surabaya-Mojokerto Km 19, Sepanjang, Sidoarjo email : [email protected] ** Program
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR Faldhi Firdhaus, Chairul Anwar, Anugrah Ramadhany, Universitas Bina Nusantara, Jl.
BAB 3 ANALISIS SISTEM
BAB 3 ANALISIS SISTEM 3.1 Analisis 3.1.1 Latar Belakang Perusahaan PT Bina Karakter Bangsa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan. Perusahaan ini didirikan oleh Rudy Susilo, Swanky
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan suatu framework yang konsisten dan komprehensif dari hasil penerapan yang teruji pada
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan suatu framework yang konsisten dan komprehensif dari hasil penerapan yang teruji pada manajemen pelayanan teknologi informasi sehingga suatu
DISASTER RECOVERY PLANNING DALAM MANAJEMEN RESIKO PERENCANAAN PROYEK SISTEM INFORMASI
DISASTER RECOVERY PLANNING DALAM MANAJEMEN RESIKO PERENCANAAN PROYEK SISTEM INFORMASI Soetam Rizky Wicaksono STIKOM Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98, 60298 Telp. (031)8721731 [email protected] ABSTRACT
BAB II LANDASAN TEORI
8 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori yang terkait sistem informasi dan perancangan sistem informasi pelaporan kejadian untuk memonitor risiko operasional di perusahaan. Dimulai
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang supplier Silica Sand dan Pasir Kwarsa. PT. PADUCANDI LESTARI
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan PT. PADUCANDI LESTARI adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang supplier Silica Sand dan Pasir Kwarsa. PT. PADUCANDI LESTARI didirikan pada
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. serta petunjuk arah yang terbuat dari neon sign maupun billboard.
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan PT. Mega Cipta Mandiri didirikan pada tanggal 6 Februari 1996 di Jakarta. PT. Mega Cipta Mandiri bergerak pada bidang periklanan yaitu billboard. Banyak
ABSTRAK. Kata Kunci : COBIT 4.1, DS, delivery and support. iii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat adalah suatu badan pelayanan masyarakat, maka penting untuk menganalisis sejauh mana sistem informasi e-office yang telah digunakan agar dapat
Perencanaan Arsitektur Data dan Aplikasi pada Divisi Marketing Perusahaan Ekspedisi dan Distribusi X
Perencanaan Arsitektur Data dan Aplikasi pada Divisi Marketing Perusahaan Ekspedisi dan Distribusi X Felicia Novita Karjadi 1, Lily Puspa Dewi 2, Yulia 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi
Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan
Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) adalah seperangkat praktik terbaik (kerangka) untuk teknologi informasi
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN 3.1 Sejarah Perusahaan 3.1.1 Sejarah PT. Putra Mas Prima PT. Putra Mas Prima merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli bijih plastik yang berdiri
Bussiness Continuity Management Sistem Informasi Akademik: Proses, Kendala, Risiko dan Rekomendasi
Bussiness Continuity Management Sistem Informasi Akademik: Proses, Kendala, Risiko dan Rekomendasi Ulya Anisatur Rosyidah 1) 1) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada Bab IV ini akan membahas hasil analisis dalam perencanaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan membahas hasil analisis dalam perencanaan Information Technology Service Continuity Management (ITSCM) pada PT. Telkom MSC Area V Jawa Timur. Hasil yang
BEST PRACTICES ITG di Perusahaan. Titien S. Sukamto
BEST PRACTICES ITG di Perusahaan Titien S. Sukamto Beberapa Best Practices Guideline untuk Tata Kelola TI 1. ITIL (The Infrastructure Library) ITIL dikembangkan oleh The Office of Government Commerce (OGC),
CompTIA Series. Training Syllabus
CompTIA Series CompTIA IT Fundamentals... 2 CompTIA Cloud Essentials... 3 CompTIA A+... 4 CompTIA Network+... 5 CompTIA Security+... 6 CompTIA Project+... 7 CompTIA Server+... 8 CompTIA Storage+... 9 CompTIA
MANAGEMENT SOLUTION IT MANAGEMENT CONSULT TING IT MANAGEMENT CONSULTING PT. MULTIMEDIA SOLUSI PRIMA
PT. MULTIMEDIA SOLUSI PRIMA E-ANGGARAN E-ANGGARAN E-ANGGARAN Perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT), telah memberikan dukungan yang signifikan bagi kemajuan dunia
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dewasa ini dunia teknologi dan informasi berkembang sangat pesat. Pesatnya perkembangan yang semakin global ini juga menyebabkan dunia usaha mencoba mengikuti setiap
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. bergerak di bidang sistem integrator, yang menyediakan solusi-solusi bagi
BAB AALISIS SISTEM YAG SEDAG BERJALA. Sejarah Organisasi PT Indonusa System Integrator Prima adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sistem integrator, yang menyediakan solusi-solusi bagi pelanggannya.
PEMBUATAN APLIKASI MANAJEMEN PROYEK DALAM MENGELOLA PROYEK DI PT. X
PEMBUATAN APLIKASI MANAJEMEN PROYEK DALAM MENGELOLA PROYEK DI PT. X Silvia Rostianingsih 1, Arlinah Imam Raharjo 2, & Basuki Setiawan 3 1,2,3 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra, Siwalankerto
Perancangan Aplikasi Client-Server Untuk Sistem Informasi Inventori Studi Kasus di Toko Bangunan Santoso
Perancangan Aplikasi Client-Server Untuk Sistem Informasi Inventori Studi Kasus di Toko Bangunan Santoso Yongky Hermawan, Djoni Haryadi Setiabudi, Ibnu Gunawan Program Studi Teknik Informatika Fakultas
Analisa Risiko Pengelolaan Data, Keamanan Sistem dan Pengelolaan Vendor TI di PT. X
Analisa Risiko Pengelolaan Data, Keamanan Sistem dan Pengelolaan Vendor TI di PT. X Zefania Wahjudi 1, Adi Wibowo 2, Ibnu Gunawan 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas
BAB 3 DESKRIPSI SISTEM YANG BERJALAN PADA PT PRIMA CIPTA INSTRUMENT. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi perangkat hardware
BAB 3 DESKRIPSI SISTEM YANG BERJALAN PADA PT PRIMA CIPTA INSTRUMENT 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Latar Belakang Perusahaan PT Prima Cipta Instrument berdiri pada tanggal 19 Juli 2001, dan merupakan
10/30/2013. N. Tri Suswanto Saptadi
N. Tri Suswanto Saptadi 1 ERP stands for: Enterprise Resource Planning systems This is what it does: attempts to integrate all data and processes of an organization into a unified system. A typical ERP
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT TIKI JALUR KENCANA NUGRAHA EKA KURIR (TIKI JNE) adalah Badan Usaha Milik Swasta yang didirikan pada tahun 1980, bertanggung jawab memberikan pelayanan jasa
Perencanaan dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi dengan Inventory Control Pada Perusahaan Mie Ikan Mas
Perencanaan dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi dengan Inventory Control Pada Perusahaan Mie Ikan Mas Valentina Winda 1, Djoni H. Setiabudi 2, Zeplin J. Tarigan 3 Program Studi Teknik Informatika
ABSTRACT. Keywords : ITIL (Information Technology Infrastructure Library) version 3, Service Design, Services Catalogue Management.
ABSTRACT Current technological development is needed for the information that continues to grow. Organization such as PT.RST requires a framework that can be used for existing IT service management in
MODEL PENILAIAN KAPABILITAS PROSES OPTIMASI RESIKO TI BERDASARKAN COBIT 5
MODEL PENILAIAN KAPABILITAS PROSES OPTIMASI RESIKO TI BERDASARKAN COBIT 5 Rahmi Eka Putri Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas e-mail : [email protected] Abstrak
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI)
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI) Julia Carolina Daud OUTLINE BAB I PENDAHULUAN BAB II DASAR TEORI BAB
ABSTRAK. Kata Kunci: Disaster Recovery Plan
ABSTRAK Penelitian ini memuat tentang implementasi disaster recovery plan di IT Center pada PT.Medco Power Indonesia dengan menggunakan template disaster recovery karangan dari Paul Kirvan, CISA, CISSP,
MANAJEMEN RISIKO SISTEM INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA NIST SP
MANAJEMEN RISIKO SISTEM INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA NIST SP 800-300 Program Studi Sistem Informasi, Universitas Widyatama Jl. Cikutra No. 204A Bandung Email: [email protected]
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PD MASA BARU BAN PONTIANAK
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PD MASA BARU BAN PONTIANAK Thommy Willay 1, Sandi Tendean 2 1,2 Sistem Informasi, STMIK Widya Dharma, Pontianak e-mail: 1 [email protected], 2 [email protected]
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Deskripsi PT Proxsis Manajemen Internasional
5 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Deskripsi PT Proxsis Manajemen Internasional PT Proxsis Manajemen Internasional merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi bisnis dan jasa. PT Proxsis
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. konsultasi, pelatihan, penilaian independen dan outsourcing untuk perbaikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan PT Proxsis Manajemen Internasional merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi bisnis dan jasa. PT Proxsis Manajemen Internasional adalah
SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI/TERPADU
hotspot@1100010904 SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI/TERPADU : Sistem manajemen yang mengintegrasikan semua sistem dan proses organisasi dalam satu kerangka lengkap, yang memungkinkan organisasi untuk bekerja
Aplikasi Sistem informasi Akuntansi Pada UD.X
Aplii Sistem informasi Akuntansi Pada UD.X Valentino Handoko 1, Alexander Setiawan 2, Yulia 3 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236 Telp.:
BAB V STRATEGI MITIGASI RESIKO
BAB V STRATEGI MITIGASI RESIKO BAB V STRATEGI MITIGASI RESIKO V.1 Risk Mitigation SBUPE Risk Mitigation merupakan suatu metodologi sistematis yang digunakan oleh manajemen senior untuk mengurangi resiko
Perancangan Sistem Informasi Enterprise Architecture di PT. ABC
Perancangan Sistem Informasi Enterprise Architecture di PT. ABC Ester Setiawati 1, Adi Wibowo 2, Yulia 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Indah Kusuma Dewi 1, Fitroh 2, Suci Ratnawati 3
USULAN MANAJEMEN RISIKO BERDASARKAN STANDAR SNI ISO/IEC 27001:2009 MENGGUNAKAN INDEKS KAMI (KEAMANAN INFORMASI) STUDI KASUS: BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BNP2TKI)
BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Sistem yang dirancang bertujuan untuk mendukung persediaan bahan yang
127 BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI 4.1 The Task 4.1.1 Purpose Sistem yang dirancang bertujuan untuk mendukung persediaan bahan yang dimulai dari pendataan bahan yang baru, bahan masuk yang dimulai
Tulis yang Anda lewati, Lewati yang Anda tulis..
Tulis yang Anda lewati, Lewati yang Anda tulis.. Penyelenggaraan LPSE Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Undang-Undang Republik Indonesia No.
BAB 3. ANALISA KEBUTUHAN dan TUJUAN SISTEM
BAB 3 ANALISA KEBUTUHAN dan TUJUAN SISTEM 3.1 Sejarah Perusahaan PT.Lifelong Leraning pertama kali berdiri pada tanggal 23 Oktober 2003 bertempat di Wisma Bisnis Indonesia Jln. Letjen S.Parman Kav.12 Lt.14
SISTEM INFORMASI PERSEWAAN MOBIL BERBASIS WEB DI RENTAL HAFA TRANSPORT
SISTEM INFORMASI PERSEWAAN MOBIL BERBASIS WEB DI RENTAL HAFA TRANSPORT Yohanes S.B 1 1. Sistem Informasi, S1, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula 1 no. 5 11 Semarang Email :
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Berikut adalah informasi tentang perusahaan dan sistem yang berjalan
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Tentang Perusahaan Berikut adalah informasi tentang perusahaan dan sistem yang berjalan didalamnya 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Batavia Cyclindo Industry
DIRECT & DATABASE MARKETING
NEW DIRECT & DATABASE MARKETING Menjawab Masalah Apa Pada era pemasaran yang semakin kompetitif, tidak ada yang lebih penting selain memahami pelanggan dan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk
Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi TEAM DOSEN TATA KELOLA TI
Manajemen Sumber Daya Teknologi Informasi TEAM DOSEN TATA KELOLA TI What is IT Resource People Infrastructure Application Information Why IT Should be managed? Manage Information Technology Effectiveness
ABSTRAK. Kata Kunci : enterprise architecture, arsitektur sistem informasi, 8-Productions, TOGAF, TOGAF ADM
ABSTRAK Perencanaan arsitektur sistem informasi organisasi adalah sebuah proses yang kompleks, karena itu proses perencanaan harus dikelola berdasarkan suatu petunjuk yang jelas dengan tujuan menyelaraskan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang TPK Koja merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pelayaran yang terletak di Tanjung Priok Jakarta. TPK Koja merupakan perusahaan yang memberikan jasa
PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA
1 PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA Galih Permadi Putra Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia dan Derly
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Manajemen Keamanan Informasi 2.1.1 Informasi Sebagai Aset Informasi adalah salah satu aset bagi sebuah organisasi, yang sebagaimana aset lainnya memiliki nilai tertentu
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN, PERSEDIAAN DAN PEMBELIAN PADA PT. XYZ
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN, PERSEDIAAN DAN PEMBELIAN PADA PT. XYZ Hendra Alianto Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Binus University Jl. KH. Syahdan No. 9, Palmerah,
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan yang penulis lakukan terhadap aktivitas pengamanan dan pengelolaan persediaan pada PT. BJG, penulis membuat beberapa
IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP MICROSOFT DYNAMICS NAVISION UNTUK MODUL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP MICROSOFT DYNAMICS NAVISION UNTUK MODUL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Eriyanto Vetanusi, Lindawati, Veronika, Noerlina N Bina Nusantara University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Jakarta
METODA PENGAJARAN MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 2-4 Desember 2013 METODA PENGAJARAN MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI Tjahjo Adiprabowo Prodi Teknik Telekomunikasi,Engineering School,
ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA BAGIAN LOGISTIK PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS: UKSW SALATIGA)
ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA BAGIAN LOGISTIK PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS: UKSW SALATIGA) Imanuel Susanto 1, Agustinus Fritz Wijaya 2, Andeka Rocky Tanaamah 3 1,2,3 Program Studi Sistem
LAMPIRAN 1. Kuesioner Portfolio Domain Bisnis
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Portfolio Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Evaluasi Investasi Sistem dan Teknologi
Analisis Model Enterprise Architecture Pada Sebuah Stasiun Televisi
Analisis Model Enterprise Architecture Pada Sebuah Stasiun Televisi Alexander Setiawan 1, Adi Wibowo 2, Betrice Felita Florensia 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri -
Analisa Risiko Kelangsungan Bisnis, Pengawasan dan Evaluasi Teknologi Informasi di PT ABC
Analisa Risiko Kelangsungan Bisnis, Pengawasan dan Evaluasi Teknologi Informasi di PT ABC Raymond Adrian Hardha 1, Adi Wibowo 2, Agustinus Noertjahyana 3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. berdiri pada tahun 1982 oleh Djoni Muksin dan pada tanggal 19 maret 1996
40 BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan PT. Markaindo Selaras merupakan perusahaan swasta Indonesia yang berdiri pada tahun 1982 oleh Djoni Muksin dan pada tanggal 19 maret 1996 disahkan
PERANCANGAN DATABASE SISTEM PENJUALAN MENGGUNAKAN DELPHI DAN MICROSOFT SQL SERVER
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 2-3 November 2015 PERANCANGAN DATABASE SISTEM PENJUALAN MENGGUNAKAN DELPHI DAN MICROSOFT SQL SERVER Ayu Astrid Adiyani 1), Ni Nyoman Alit Triani 2) 1 Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen
PERANCANGAN PANDUAN AUDIT MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK ORGANISASI PEMERINTAHAN
PERANCANGAN PANDUAN AUDIT MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK ORGANISASI PEMERINTAHAN I Putu Cherry Fantastika, Suhono Harso Supangkat, dan Albarda Kelompok Keahlian Teknologi Informasi Sekolah
11/1/2009. Framework 1 : Linked System. Manajemen
Framework 1 : Linked System Sistem Informasi Manajemen 1 Framework 2 : Nested Sytem Manajemen Sistem Informasi Framework 3 : Internal System Manajemen Sistem Informasi Organisasi 2 Getting the right information
BAB III OBJEK PENELITIAN
BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Latar Belakang Perusahaan Pada tanggal 8 Desember 1996, perusahaan ini diresmikan dengan nama PT. Kencana Cemerlang Abadi, memiliki akta pendirian dari notaris Rosliana.
Mengenal COBIT: Framework untuk Tata Kelola TI
Mengenal COBIT: Framework untuk Tata Kelola TI Reza Pahlava [email protected] :: http://rezapahlava.com Abstrak Penelitian yang dilakukan MIT (Massachusetts Institute of Technology) menyimpulkan bahwa
PERANCANGAN BASIS DATA PEMBELIAN, PRODUKSI, DAN PENJUALAN PADA PT MAHA JAYA PLASTINDO INDONESIA Hariyanto Susilo; Steven Pratama; Gian Triangga; Hendro Nindito School of Information System, Binus University
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN Riwayat Singkat PT.Datacomindo Mitrausaha
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Tentang Perusahaan 3.1.1 Riwayat Singkat PT.Datacomindo Mitrausaha PT.Datacomindo Mitrausaha adalah perusahaan importir barang-barang elektronik komunikasi
