BAB V HASIL KERJA TAHUN 2013
|
|
|
- Djaja Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V HASIL KERJA TAHUN PENCAPAIAN TARGET KINERJA PENCAPAIAN TARGET KEGIATAN DAN PENDAPATAN Tabel 5.1 Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Masukan No (Input) 1 Melaksanakan Sistem Akuntansi sesuai standar Keluaran (Output) Sistem Akuntansi Hasil (Outcome) Laporan Keuangan sesuai standar Manfaat (Benefit) Laporan keuangan bisa diakses oleh publik Dampak (Impact) Terlaksananya Sistem Akuntansi sesuai standar 2 Menyesuaikan pola tarif secara berkala 3 Meningkatkan pengelolaan piutang 4 Mengalokasikan anggaran sesuai dengan program BBLK Surabaya yang telah direncanakan untuk tahun 2013 Pola tarif Piutang DIPA Pola tarif berdasarkan unit cost Pengelolaan piutang sesuai aturan Perencanaan dalam penganggaran Tarif terjangkau customer Penatausahaan piutang sesuai Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Anggaran terserap sesuai dengan program Disesuaikan pola tarif secara berkala Terkelolanya piutang Teralokasinya anggaran sesuai program BBLK Surabaya Tabel 5.2 Instalasi Data dan Informasi Masukan No (Input) 1 Pengumpulan, pengelolaan, analisis, informasi Keluaran (Output) Data dari masing-masing Kepala Instalasi di BBLK Surabaya Hasil (Outcome) Laporan rutin bulanan yang lengkap dan tepat waktu Manfaat (Benefit) Kelengkapan dan ketepatan data akan mempermudah analisis data Dampak (Impact) Diseminasi informasi berjalan dengan baik 33
2 Masukan No (Input) 2 Laporan rutin bulanan dan surveilans terpadu laboratorium Keluaran (Output) Meningkatkan rutinitas, ketepatan dan kelengkapan laporan sesuai standar dan melaporkan ditemukannya hasil pemeriksaan yang potensial menimbulkan KLB/wabah, baik secara regional Jawa Timur maupun Nasional Hasil (Outcome) Sebagai laboratorium yang mampu dan mempunyai ketepatan dan kelengkapan laporan, baik laporan rutin pelayanan, keuangan dan hasil pemeriksaan yang potensial menimbulkan wabah secara regional maupun nasional dan dapat memberikan informasi yang akurat terhadap Upaya Kesehatan Perorangan maupun Masyarakat. Manfaat (Benefit) - Kelengkapan dan ketepatan data akan mempermudah analisis data Dampak (Impact) Diseminasi informasi berjalan dengan baik. 3 Update/mengisi Majalah Dinding BBLK Surabaya Hasil analisa data di Instalasi Data dan Informasi Mading BBLK Surabaya selalu ter-update dengan data dan informasi yang diperlukan di BBLK Surabaya. - Informasi tentang BBLK, Tupoksi, kegiatan, SDM, Pengendalian Mutu Pelayanan dan update ilmu tentang laboratorium bisa dibaca oleh staf dan pengunjung BBLK Surabaya Staf dan pengunjung BBLK Surabaya mengetahui tentang kegiatan dan update ilmu di BBLK Surabaya. 4 Laporan Tahunan Laporan seluruh kegiatan yang dilakukan di BBLK Surabaya Laporan Tahunan yang lengkap dan tepat waktu - Seluruh kegiatan yang dilakukan di BBLK Surabaya dapat terekam dengan baik dalam Laporan Tahunan Dapat digunakan untuk menyusun rencana kerja, profil di Kementerian Kesehatan dan pengambil kebijakan di Kementerian terkait. 34
3 Tabel 5.3 Instalasi Patologi (Kimia Klinik) Masukan No (Input) 1 Penambahan alat Automatic Electrolyte Analyzer 2 Peningkatan kemampuan menjadi penyelenggara PME Regional Kimia Klinik 3 Peningkatan kemampuan menjadi penyelenggara PME Regional Urinalisis Keluaran (Output) Hasil pemeriksaan Kimia Klinik secara automatik Hasil evaluasi Kimia Klinik akan disertai grafik Hasil evaluasi Urinalisis akan disertai grafik Hasil (Outcome) Hasil lebih cepat dan mengurangi human error Hasil evaluasi lebih jelas untuk membandingkan dengan hasil peserta lain Hasil evaluasi lebih jelas untuk membandingkan dengan hasil peserta lain Manfaat (Benefit) Customer mendapat hasil pemeriksaan Kimia Klinik lebih cepat dan akurat Peserta mendapat hasil evaluasi yang lebih jelas dan akurat Peserta mendapat hasil evaluasi yang lebih jelas dan akurat Dampak (Impact) Diagnosis dan penanganan penyakit / masalah kesehatan lebih cepat Penanganan masalah hasil evaluasi peserta lebih cepat Penanganan masalah hasil evaluasi peserta lebih cepat Tabel 5.4 Instalasi Patologi ( Hematologi ) Masukan No (Input) 1 Peningkatan kemampuan menjadi penyelenggara PME Regional Hematologi Keluaran (Output) Hasil evaluasi Hematologi akan disertai grafik Hasil (Outcome) Hasil evaluasi lebih jelas untuk membandingkan dengan hasil peserta lain Manfaat (Benefit) Peserta mendapat hasil evaluasi yang lebih jelas dan akurat Dampak (Impact) Penanganan masalah hasil evaluasi peserta lebih cepat Tabel 5.5 Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel dan Penyerahan Hasil Masukan No (Input) 1 Penambahan alat baru berupa Computed Radiography System Keluaran (Output) Hasil cetak foto rontgen berupa image yang telah diolah komputer Hasil (Outcome) - Kualitas image menjadi lebih baik - Data image dapat disimpan Manfaat (Benefit) - Diagnosis radiologi menjadi lebih akurat - Proses lebih cepat Dampak (Impact) - Tidak ada limbah pencetakan foto - Meningkatnya kepuasan pelanggan 35
4 Tabel 5.6 Instalasi Mikrobiologi Masukan No (Input) 1 Pemeriksaan Ribotyping kuman C. diphteriae Keluaran (Output) Terlaksananya pemeriksaan Ribotyping kuman C. diphteriae Hasil (Outcome) Dapat melakukan pemeriksaan Ribotyping strain kuman C. diphteriae yang berasal dari dalam dan luar provinsi Jawa Timur. Manfaat (Benefit) Hasil pemeriksaan Ribotyping dikirim ke PHE (Public Health England) untuk dilakukan analisa sehingga dapat diketahui hubungan kekerabatan kuman C. diphteriae yang menjadi penyebab KLB Difteri. Dampak (Impact) Ke depannya hasil pemeriksaan Ribotyping ini dapat membantu dalam penentuan kebijakan untuk menanggulangi KLB Difteri, terutama di Jawa Timur. Tabel 5.7 Instalasi Bakteriologi Sanitasi Masukan No (Input) 1 Penambahan alat baru Biosafety Cabinet Class II A 2 Penambahan metode baru untuk pemeriksaan MPN Coliform dan MPN E.coli, yaitu Quanti-Tray Keluaran (Output) Meningkatkan keamanan bagi petugas Metode baru untuk pengujian MPN Coliform dan MPN E.coli Hasil (Outcome) Menjamin sterilitas selama proses pengujian Mempercepat proses pengujian kurang lebih 2 hari Manfaat (Benefit) Meningkatkan kualitas hasil pengujian Hasil uji lebih cepat dan mudah Dampak (Impact) Menambah tingkat kepercayaan customer terhadap hasil pengujian Meningkatkan efektifitas waktu pengujian 36
5 Tabel 5.8 Instalasi Imunologi Masukan No (Input) 1 Program rujukan laboratorium (HIV, Campak) 2 Program pengembangan SDM (pelatihan / seminar / simposium) 3 Program pengembangan layanan rutin 4 Program PME (peserta dan penyelenggara) Keluaran (Output) Peningkatan koordinasi dengan stakeholder Mutu SDM meningkat Peningkatan jenis parameter pemeriksaan - Sebagai peserta : mendapatkan hasil baik - Sebagai penyelenggara : mampu menyelenggarak an PME dengan baik Hasil (Outcome) Adanya jejaring laboratorium yang baik Pengetahuan dan ketrampilan SDM meningkat Peningkatan jumlah pemeriksaan - Peningkatan rasa percaya diri petugas laboratorium - Peserta program merasa terbantu dengan program ini Manfaat (Benefit) Kerjasama dengan stakeholder yang berkelanjutan Peningkatan kualitas hasil pemeriksaan laboratorium Peningkatan jumlah pemeriksaan di BBLK Surabaya - Peningkatan kemampuan petugas laboratorium - Peningkatan kapasitas sebagai penyelenggara PME Dampak (Impact) Adanya pengembangan program Peningkatan kualitas BBLK Surabaya Peningkatan pendapatan BLU BBLK Surabaya - Peningkatan kualitas BBLK Surabaya - Jumlah peserta PME meningkat Tabel 5.9 Instalasi Virologi Masukan No (Input) 1 Laboratorium Polio Nasional Keluaran (Output) Pemeriksaan spesimen tinja kasus AFP untuk isolasi Virus Polio Hasil (Outcome) Konfirmasi adanya Virus Polio Liar / Sabin atau adanya NPEV Manfaat (Benefit) Mendukung kegiatan surveilans AFP untuk mencapai sertifikasi regional Dampak (Impact) Meningkatkan performance BBLK Surabaya 2 Laboratorium Campak Nasional Pemeriksaan spesimen urine kasus Campak untuk isolasi dan Genotyping Informasi pemetaan tipe Virus Campak di Indonesia Mendukung kegiatan surveilans dalam eliminasi Campak Meningkatkan performance BBLK Surabaya 37
6 Masukan No (Input) 3 Program pengembangan laboratorium Keluaran (Output) Training untuk pemeriksaan PCR dan Genotyping Hasil (Outcome) Mampu melakukan pemeriksaan PCR untuk H5N1 / H1N1, Campak, Rubella, dan Genotyping Campak Manfaat (Benefit) Peningkatan kemampuan SDM Dampak (Impact) Peningkatan kualitas kemampuan laboratorium Virologi secara khusus dan BBLK Surabaya secara umum Tabel 5.10 Instalasi Kimia Kesehatan Masukan No (Input) 1 Pelatihan Manajemen Laboratorium Pengujian Menunjang ISO Keluaran (Output) Pengetahuan manajerial laboratorium uji Hasil (Outcome) Peningkatan pengetahuan manajerial laboratorium uji sesuai klausul ISO Manfaat (Benefit) Menunjang manajemen BBLK Surabaya agar sesuai ISO Dampak (Impact) Menambah tingkat kepercayaan customer terhadap produk jasa BBLK Surabaya. 2 Penambahan AAS baru (dalam rangka peremajaan) Shimadzu 7000 Kemampuan pengujian dengan metode AAS Peningkatan kemampuan alat uji dalam hal jumlah dan waktu tunggu Diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengujian secara AAS dan mempersingkat waktu tunggu sampel yang akan diuji. Uji AAS yang efisien dan efektif. 38
7 Tabel 5.11 Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Masukan No (Input) 1 Program kalibrasi alat laboratorium dan penunjang laboratorium 2 Program validasi : - Mikropipet - Volumetrik - Labu ukur 3 Maintenance alat laboratorium 4 Pelatihan validasi micropipet 5 Pemeliharaan perpipaan sistem pengolahan IPAL Keluaran (Output) Alat laboratorium dapat dimonitor kondisinya - Alat terawat dengan baik - Volume tidak berubah Alat laboratorium dan penunjang laboratorium terawat dengan baik. Menambah pengetahuan dan keterampilan secara personal agar kemampuan SDM meningkat - Mempermudah perawatan - Sistem dapat berfungsi dalam keadaan darurat Hasil (Outcome) Kondisi alat dapat terdeteksi sejak dini Menunjang ketepatan ukuran dalam pemeriksaan Bila ada trouble alat, dapat segera diperbaiki Menunjang program kerja validasi micropipet tepat waktu dengan hasil yang lebih baik Kerja alat dapat lebih mudah dikontrol Manfaat (Benefit) Akurasi hasil dapat dipertanggungjawabkan Hasil pemeriksaan akurat Kegiatan pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar Menunjang hasil pemeriksaan lebih akurat Dapat menurunkan tingkat pencemaran lingkungan Dampak (Impact) - Umur pakai alat dapat dideteksi - Meningkatkan kepercayaan customer terhadap hasil pemeriksaan laboratorium Meningkatkan kepercayaan customer terhadap hasil pemeriksaan laboratorium Hasil pemeriksaan bisa dikeluarkan tepat waktu Dapat meningkatkan kepercayaan customer Dampak langsung ke masyarakat dapat diminimalkan. 6 Pemeliharaan unit incinerator berupa penggantian tiang penyangga cerobong - Meminimalkan keluaran asap - Memudahkan pemeliharaan - Keluaran asap jangkauannya rendah/pendek - Penyangga lebih kuat dan bersifat permanen Tingkat area yang terdampak polusi diameternya lebih kecil Tingkat area yang terdampak polusi diameternya lebih kecil sehingga memudahkan pemeliharaan 39
8 Tabel 5.12 Instalasi Pendidikan dan Pelatihan Masukan No (Input) 1 Bimbingan Teknis terhadap tenaga laboratorium di Provinsi Jawa Timur dan 6 BLK binaan di 6 Provinsi Luar Jawa Timur Keluaran (Output) Terlaksananya bimbingan teknik Hasil (Outcome) - SDM mampu melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi - Identifikasi permasalahan yang dihadapi laboratorium binaan Manfaat (Benefit) - Meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan laboratorium binaan - Menemukan solusi permasalahan teknis dan non teknis yang dihadapi laboratorium binaan Dampak (Impact) - Bagi laboratorium binaan mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat - Meningkatkan kualitas laboratorium binaan baik aspek teknis dan non teknis 2 Diklat Internal (PKL dan Magang) - Intern : Menambah pendapatan BLU dan promosi BBLK Surabaya - Intern : Pendapatan BLU bertambah serta mempromosikan BBLK Surabaya pada instansi lain - Intern : Membantu pencapaian target pendapatan BLU serta BBLK Surabaya lebih dikenal masyarakat luas - Intern : Meningkatnya kesejahteraan pegawai karena penambahan pendapatan BLU serta meningkatnya wawasan masyarakat tentang peran dan kemampuan BBLK Surabaya - Ekstern : Meningkatk an ketrampilan SDM peserta - Ekstern : SDM mampu melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi - Ekstern : SDM mampu melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi - Ekstern : Mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat (untuk peserta magang) dan menambah wawasan untuk persiapan memasuki dunia kerja (untuk peserta PKL) 3 Diklat Terpadu Lintas Program Pelatihan peningkatan SDM : - TBC SDM bisa melaksanakan pemeriksaan : - TBC - Meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan TBC Mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat untuk TBC 40
9 sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan R.I. yang berada di Jawa Timur, memberikan pelayanan untuk pemeriksaan sampel klinik maupun sampel non klinik. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan adalah melalui kegiatan sebagai berikut : 1) Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat, Perorangan dan Lingkungan Kegiatan dalam pelayanan ini antara lain : Pelayanan Laboratorium Klinik dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat dilaksanakan untuk melayani permintaan dari : Rumah Sakit Pemerintah Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Puskesmas Rujukan wilayah Instansi Pemerintah lain Rumah Sakit Swasta Dokter praktek swasta Perorangan/Lain-lain Industri Lain-lain Kegiatan pelayanan laboratorium pada Kesehatan Surabaya digolongkan sebagai berikut : 1. Instalasi Patologi a. Laboratorium Kimia Klinik b. Laboratorium Hematologi 2. Instalasi Mikrobiologi 3. Instalasi Bakteriologi Sanitasi 4. Instalasi Virologi 5. Instalasi Imunologi 6. Instalasi Kimia Kesehatan 7. Instalasi Penunjang Medik a. Radiologi Diagnostik b. Electrocardiography (ECG) c. Patologi Anatomi d. USG e. Treadmill f. Audiometri 41
10 8. Instalasi Media Reagensia dan Hewan Percobaan a. Laboratorium Media Reagensia Laboratorium Media dan Reagensia membuat bermacam-macam media siap pakai untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan Instalasi Mikrobiologi dan Bakteriologi Sanitasi. Berdasarkan fungsi Media dan Reagensia, macam-macam media serta jumlah pembuatan media tahun 2013 sebagai berikut : Tabel 5.13 Rekapitulasi Pembuatan Media dan Reagensia di Tahun 2013 No Jenis Media & Reagensia Jumlah No Jenis Media & Reagensia Jumlah 1 Media Transport 7 Media Differential Amies/Cary & Blair btl. 166 btl. CLED/Brolacin 799 pl. E M B Agar Plate pl. 2 Media Pertumbuhan/ KIA (Kligger Iron Agar) tb. Media Enriched Lactose Broth I tb. Bouillon/Nutrient Broth tb. Lactose Broth III tb. Blood agar pl. Mac Conkey pl. Trypticase Soy Broth/TSB tb. Letheen 235 kl. 8 Media Penyimpan Bakteri Stock culture 45 tb. 3 Untuk pengecatan Gram BHIB / HIB Btl. 328 btl. Cristal Violet 3 kl. BHI/TSB glyserol 6 kl. 4 Media Biakan Dasar 9 Reagensia untuk media TB 5 Bouillon/Nutrient Agar ml pl. Skim Milk 6 kl. Media untuk Toxigenik Media Test Kepekaan 10 kuman Difteri untuk TB ELEK 107 Pl. LJ bt. LJ Sens bt. 6 Media Selektif 11 Media dan Reagensia BGLB tb. Uji Biokimia Livental agar tabung 653 tb. Air pepton 733 tb. T C B S agar 294 pl. Simon citrat agar tb. Thayer martin agar 90 pl. Gula-gula biasa tb. Manitol Salt agar 416 pl. Lysine 384 tb. SS agar 224 pl. M I U 711 tb. XLD agar 418 pl. Urea agar tb. E. coli broth I tb. VP / MR 980 tb. Hoyle Medium pl. D Nase agar 35 pl. Crom Agar 220 pl. Bile esculin 100 tb. 42
11 No Jenis Media & Reagensia Jumlah No Jenis Media & Reagensia Jumlah 12 Media Enrichment/Pemupuk 16 Reagensia Pengenceran Gall medium btl. 500 btl. Phosphat buffer aq. 126 kl. Pepton alkali 1 % 550 btl. Phosphat buffer saline phenol 12 kl. Pepton alkali 10 % 1 kl. PZ / NaCl 0,9 % 22 kl. Selenite broth btl. Fluid thioglyc. medium 785 tb. 17 Gula2 untuk mengetahui NaCl broth 650 btl. Varian Difteri Columbia Medium pl. Gula - gula diphtheriae 4 kl. 13 Media khusus untuk 18 Reagensia Pengecatan Staphylococcus aureus Neisser A 3 kl. MSA (Manitol Salt Agar) 399 pl. Neisser B 3 kl. Neisser C 3 kl. 14 Media untuk Screening tes Air fuchsin 6 kl. Nitrat reagent 2 kl. Lugol 4 kl. Tiensdal Medium 110 pl. HCl alkohol 3% 6 kl. Tiensdal Medium 110 pl. Carbol fuchsin 6 kl. Methylene Blue 6 kl 15 Media Biakan Jamur 19 Media Test Kepekaan Saboroud agar plate/pda 120 pl. M H agar pl. Saboroud agar tb. Jumlah Sumber : Instalasi Media Reagensia dan Hewan Percobaan BBLK Surabaya, 2013 b. Laboratorium Hewan Percobaan Laboratorium Hewan Percobaan bertujuan memelihara dan menyiapkan hewan yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan laboratorium. Instalasi yang membutuhkan hewan percobaan antara lain : - Media Reagensia - Imunologi - Mikrobiologi - Kimia Kesehatan 43
12 Hewan-hewan yang dipelihara dan diperlukan untuk menunjang pemeriksaan laboratorium sebagai berikut : 1. Domba Pengambilan darah domba setiap kali pengambilan ml. Darah tersebut diperlukan untuk : - Membuat media di Instalasi Media Reagensia - Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Imunologi - Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Kimia Kesehatan 2. Kelinci Pengambilan darah kelinci setiap kali pengambilan + 20 ml. Darah, serum, plasma kelinci diperlukan untuk : - Membuat media di Instalasi Media Reagensia - Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Imunologi dan Mikrobiologi 3. Angsa Pengambilan darah angsa setiap kali pengambilan ± 20 ml. Darah angsa hanya diperlukan untuk pemeriksaan laboratorium di Instalasi Imunologi. Sebagai upaya penyiapan hewan-hewan yang sehat, dilakukan pemantauan dengan cara sebagai berikut : 1. Mengatur pola/menu makan masing-masing hewan 2. Menjaga kebersihan kandang-kandang hewan 3. Melakukan peremajaan hewan-hewan yang ada 4. Memberi pengobatan untuk hewan-hewan yang tidak sehat dan pemberian vitamin untuk domba. 44
13 9. Instalasi Sterilisasi Instalasi Sterilisasi menerima limbah sisa sampel media maupun alat-alat gelas yang telah digunakan untuk pemeriksaan dari semua Instalasi. Instalasi Sterilisasi bertanggung jawab terhadap kebersihan dan sterilitas jas laboratorium dan alat-alat gelas yang telah dipakai di laboratorium serta penanganan/pengolahan limbah dari Instalasi, baik melalui sterilisasi basah maupun kering. Untuk kegiatan di Instalasi Sterilisasi, baik penerimaan limbah sisa sampel, pencucian dan sterilisasi alat gelas, jas laboratorium, hingga distribusi ke Instalasi pengguna dicatat dan dilaporkan tiap bulan. Berikut rincian kegiatan pencucian dan sterilisasi tahun 2013 : Tabel 5.14 Kegiatan Pencucian dan Sterilisasi Peralatan Laboratorium Tahun 2013 No. Jenis Peralatan Laboratorium Jumlah 1. Jas Laboratorium buah 2. Botol LJ (Mc Cartney) buah 3. Plate buah 4. Tabung buah 5. Botol buah 6. Pipet buah 7. Kolf buah 8. Specimen carrier buah 9. Ice pack buah 10. Rak plastik, container plastik, rak stainless steel, rak tabung buah Sumber : Instalasi Sterilisasi BBLK Surabaya,
14 Secara keseluruhan, jumlah pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik di tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 7,95% dibanding tahun 2012 ( pemeriksaan tahun 2012 menjadi pemeriksaan tahun 2013). Berikut ini rincian jumlah pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik tahun 2012 dan 2013 : Tabel 5.15 Rekapitulasi Jumlah Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang Medik Tahun 2012 dan 2013 No. Pemeriksaan Jumlah Tahun 2012 Tahun 2013 % Kenaikan / Penurunan A. Laboratorium 1. Hematologi ,99% 2. Kimia Klinik ,71% 3. Mikrobiologi ,51% 4. Virologi ,13% 5. Bakteriologi Sanitasi ,40% 6. Imunologi ,38% 7. Kimia Kesehatan ,50% 8. Patologi Anatomi ,00% Jumlah Pemeriks. Lab ,05% B. Penunjang Medik 1. Radiologi Diagnostik ,18% 2. ECG ,24% 3. USG ,52% 4. Treadmill ,00% 5. Audiometri ,33% Jumlah Pemeriks. Penunj. Medik ,34% TOTAL ,95% Sumber : Data Jumlah Pemeriksaan Pelayanan dan Penunjang Program BBLK Surabaya, Dari tabel di atas dapat dilihat Instalasi yang mengalami peningkatan jumlah pemeriksaan yaitu Instalasi Patologi dan Penunjang Medik. Tabel berikut menunjukkan capaian kinerja pelayanan pada masing-masing Instalasi dalam pendapatan Badan Layanan Umum tahun 2012 dan 2013 : 46
15 Tabel 5.16 Pendapatan Badan Layanan Umum Tahun 2012 dan 2013 per-instalasi di No Uraian 1 Patologi Klinik : Pencapaian TA 2012 (dalam rupiah) Pencapaian TA 2013 (dalam rupiah) % Kenaikan / Penurunan a. Hematologi ,23% b. Kimia Klinik ,62% 2 Mikrobiologi ,34% 3 Imunologi ,54% 4 Kimia Kesehatan ,95% 5 Sanitasi ,58% 6 Patologi Anatomi ( Pap Smear ) ,48% 7 Radiologi Diagnostik ,99% 8 Electrocardiography (ECG) ,52% 9 Audiometri ,67% 10 Treadmill ,00% 11 USG ,45% 12 Media ,26% 13 Diklat ,51% 14 Sarana/Sewa Ruang ,78% 15 Limbah ,01% 16 Pendapatan jasa lembaga keuangan ,07% Total Pendapatan BLU ,43% Sumber : Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan BBLK Surabaya, Dari tabel tersebut dapat dilihat hampir semua Instalasi mengalami peningkatan Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) dengan rata-rata kenaikan sebesar 5,43%. Bila dibandingkan dengan target dalam Rencana Strategis, realisasi pelayanan pemeriksaan laboratorium dan pendapatan BLU Tahun dapat dilihat dalam tabel berikut : 47
16 Tabel 5.17 Target dan Realisasi Pelayanan Tahun Berdasarkan Renstra Instalasi Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Hematologi % % % % Kimia Klinik % % % % Mikrobiologi % % % % Virologi Bakteriologi Sanitasi % % % % Imunologi % % % % Kimia Kesehatan % % % % Patologi Anatomi % % % % Radiologi Diagnostik % % % % ECG % % % % USG % % Treadmill % % Audiometri % Total % % % % Sumber : Rencana Strategis Tahun Jumlah pelayanan mengalami peningkatan pada tahun 2011 namun menurun pada tahun 2012 dan Dilihat dari persentase capaian terhadap target mengalami penurunan dari tahun 2010 sampai dengan Namun dari realisasi pendapatan terus meningkat sebagaimana dapat dilihat dari tabel berikut : 48
17 Tabel 5.18 Target dan Realisasi Pendapatan Tahun Berdasarkan Renstra Instalasi Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Target Realisasi % Capaian Hematologi % % % % Kimia Klinik % % % % Mikrobiologi % % % % Bakteriologi Sanitasi % % % % Imunologi % % % % Kimia Kesehatan % % % % Patologi Anatomi % % % % ECG % % Radiologi Diagnostik % % % % Audiometri % Treadmill % % USG % % Media % Magang/PKL/ Pelatihan Sarana/Sewa Ruang % Limbah % Pendapatan jasa lembaga keuangan Total Pendapatan BLU % % % % Sumber : Rencana Strategis Tahun
18 Realisasi kegiatan pelayanan laboratorium dan penunjang medik tahun 2013 dapat dilihat pada grafik di bawah ini : Gambar 5.1 Persentase Realisasi Kegiatan Pelayanan Laboratorium dan Penunjang Medik Menurut Parameter Tahun 2013 Sumber : Data Jumlah Pemeriksaan Pelayanan dan Penunjang Program BBLK Surabaya, 2013 Berdasarkan grafik di atas, persentase terbesar realisasi pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik tahun 2013 adalah pemeriksaan Mikrobiologi (29,37%) dan Kimia Klinik (28,66%) 50
19 Sedangkan realisasi pendapatan BLU per-instalasi dapat dilihat pada grafik berikut : Gambar 5.2 Persentase Realisasi Pendapatan BLU Per-Instalasi Tahun 2013 Sumber : Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan BBLK Surabaya, 2013 Berdasarkan grafik di atas, persentase terbesar realisasi pendapatan BLU tahun 2013 diperoleh Instalasi Patologi Klinik (21,98%) dan Kimia Kesehatan (20,24%). Berikut grafik kunjungan pelanggan/pasien laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat berdasarkan asal instansi pada tahun 2013 : 51
20 Gambar 5.3 Kunjungan Pasien Laboratorium Klinik dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Asal Instansi Tahun 2013 Sumber : Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel & Penyerahan Hasil BBLK Surabaya, 2013 Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013, kunjungan pelanggan/pasien laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat terbanyak berasal dari Perorangan/Lain-Lain sejumlah kunjungan (29,76%). Sedangkan kunjungan pelanggan/pasien laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat berdasarkan kelompok umur tahun 2013 dapat dilihat pada grafik berikut : 52
21 Gambar 5.4 Kunjungan Pasien Laboratorium Klinik dan Penunjang Medik Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2013 Sumber : Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel & Penyerahan Hasil BBLK Surabaya, 2013 Berdasarkan kelompok umur, kunjungan pasien laboratorium klinik dan penunjang medik terbanyak pada kelompok umur tahun sejumlah kunjungan (32,84%). 2) Pelayanan Rujukan Laboratorium dan Pencegahan - Pemberantasan Penyakit Kegiatan ini meliputi pelayanan laboratorium rujukan, surveilans dan Kejadian Luar Biasa (KLB), yang terdiri dari pelayanan pemeriksaan sebagai berikut : 53
22 a. Instalasi Mikrobiologi 1. Pemeriksaan Tuberkulosis ( TBC ) Tabel 5.19 Pemeriksaan TB dan Hasil Positif TB Menurut Asal Spesimen (Mikroskopis s/d Desember 2013, Positif kultur s/d September 2013) Jumlah Spesimen Pewarnaan Ziehl Nelsen Jumlah Pemeriksaan Kultur *) Kultur Positif **) Kepekaan No Instansi Lini 1 Lini 2 Positif Negatif Jml Jml Pos Pos Pem Pem 1 RS. Dr. Soetomo Puskesmas RS Kab./Kota RS Syaiful Anwar RSUP Jember RSUP Sanglah BP4/RS Paru RSAL BBLK Surabaya RS. Swasta Lain-2/APS Lab. Swasta UGM Yogyakarta BLK Banjarmasin BLK Palu BBLK Makassar BBLK Jakarta BLK Samarinda BPK Palu BLK Lombok BLK Ambon BKPM Ambon BLK Mataram BLK Gorontalo RSUD Prov. Sultra RSUD Sulteng Puslitbang Jakarta (SPTB) JUMLAH : Keterangan : *) Jumlah pemeriksaan kultur s.d Desember 2013 = **) Jumlah kultur positif s.d September 2013 = Sumber : Laboratorium TBC BBLK Surabaya,
23 Tabel 5.20 Hasil pemeriksaan Tes Kepekaan terhadap Obat Anti Tuberkulosis Lini I (Januari September 2013) dengan sampel PMDT dan Sentinel No Instansi S I R E IR Resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis Lini I IR E IR S IR ES 1 RS Dr. Soetomo RS Kabupaten BLK Samarinda Puskesmas BLK Mataram BLK Palu BP RSUP Sanglah BLK Banjar BLK Makasar BLK Jakarta BKPM Ambon Lab. Swasta RS Swasta Lain-lain IE Jumlah PMDT 1 RS Dr. Soetomo RS Syaiful Anwar RSUP Sanglah UGM Jogyakarta RSP Jember BLK Kendari Jumlah SENTINEL 1 RS Dr. Soetomo Puskesmas RSUP Sanglah Jumlah IS IE S R E R S R E S E S SENS I M O T T A m O f l K a n SENS II TOTAL Keterangan : S : Streptomycin I : INH R : Rifampycin E : Ethambutol MOTT : Mycobacterium Other Than Tuberculosis Sumber : Laboratorium TBC BBLK Surabaya,
24 Berdasarkan tabel hasil tersebut didapatkan sebagai berikut : Multi Drug Resistance (MDR) = (173/1.106) X 100% = 15,6 % Sensitif terhadap OAT = (515/1.106) X 100% = 46,6 % MOTT = ( 54/1.106 ) X 100% = 4,88 % Keterangan : MDR = Resisten terhadap Obat Anti Tuberculosis INH dan Rifampycin Pemeriksaan Tes Kepekaan terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) sejumlah sampel, 173 Multi Drug Resistance (MDR) terutama resisten terhadap obat Izoniazid dan Rifampycin atau Izoniazid dan Rifampycin dengan obat TB lainnya yang termasuk dalam MDR pada tabel di atas (SIRE, SIR, IRE, IR). Hasil pemeriksaan yang MDR didapatkan dari : - Dr. Soetomo = BLK Banjarmasin = 5 - RS Syaiful Anwar = 13 - BKPM Ambon = 4 - RS Swasta = 12 - BLK Palu = 3 - Lab. Swasta = 10 - BBLK Jakarta = 1 - RSUP Sanglah = 9 - BBLK Makasar = 1 - RS Kab. = 5 - BLK Samarinda = 1 - BP4 = 3 - BLK Mataram = 1 - Puskesmas = 1 - Lain-lain = 4 MOTT adalah Mycobacterium selain Mycobacterium tuberculosis, ditemukan 54 sampel dalam bulan Januari s.d. September Tabel 5.21 Hasil Pemeriksaan Tes Kepekaan Obat Anti Tuberkulosis Lini II (Januari September 2013) No Instansi Resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis Lini II Ami Ofl Kan AO AK OK AOK Sensitif terhadap Lini II 1 RS Dr. Soetomo RS Syaiful Anwar RSUP Sanglah UGM Jogyakarta BLK Samarinda BLK Banjarmasin BKPM Ambon Jumlah Jumlah Seluruhnya 189 Sumber : Laboratorium TBC BBLK Surabaya,
25 Keterangan : Ami : Amikacin Ofl : Ofloxacin Kan : Kanamicin Pemeriksaan terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) Lini kedua (Second Line) dilaksanakan di mulai Januari s.d. September 2013, terdiri dari pasien rutin dari Balai Laboratorium Kesehatan Banjarmasin dan pasien PMDT dari RSU Dr. Soetomo. Pasien yang resisten terhadap Amikacin 3 pasien, Ofloxacin sejumlah 14 pasien, Kanamicin sejumlah 7 pasien dan sensitif terhadap Lini II sejumlah 189 pasien. Pada tahun 2013 telah dilaksanakan pemeriksaan TBC yang spesimennya berasal dari berbagai instansi dengan rincian sebagai berikut : 1) Pemeriksaan Rutin Pemeriksaan mikroskopis dengan teknik Pewarnaan Ziehl Neelsen Dari spesimen yang diterima untuk pemeriksaan BTA, spesimen (27.28%) dinyatakan sebagai BTA positif. Pemeriksaan kultur TBC Dari spesimen yang diterima s.d Desember 2013, spesimen (47,63%) dari spesimen dinyatakan sebagai kultur TBC positif (hasil pembacaan s.d September 2013), sedangkan spesimen masih dalam proses pembacaan hasil. Permintaan pemeriksaan untuk Tes Kepekaan sejumlah spesimen. Sedangkan yang diperiksa s.d September 2013 sejumlah spesimen berdasarkan pertumbuhan kultur dan kiriman isolat dari instansi laboratorium di luar Kesehatan Surabaya. Pemeriksaan Tes Kepekaan umumnya digunakan untuk memantau resistensi obat pada penderita yang sudah diberikan terapi. Untuk semua teknik pemeriksaan di atas, jumlah spesimen terbanyak berasal dari RSU Dr. Soetomo Surabaya. 57
26 2. Pemeriksaan Difteri Sebagai salah satu laboratorium pemeriksa Difteri di Indonesia sejak tahun 1976, Maka mulai tahun 2011 Kesehatan Surabaya sudah mempunyai kemampuan pemeriksaan difteri sesuai standar WHO yaitu mulai kultur kuman, penentuan varian & toxigenicity. Hal ini dapat dilakukan karena pada bulan Juli 2011, mendapat pelatihan pemeriksaan Difteri dari WHO Collaborating Center for Diphteriae, Health Protection Agency, United Kingdom bekerja sama dengan WHO South East Asia Regional Office, New Delhi, India. Pelatihan tersebut juga diikuti oleh peserta dari BBLK Makassar, BBLK Jakarta, BLK Banjarmasin, BLK Samarinda dan Badan Litbangkes Jakarta. Sejak Juli 2011 setelah pelatihan tersebut, Balai Besar Laboratorium melakukan pemeriksaan isolasi, identifikasi dan toksigenitas sesuai standar WHO Manual for The Laboratory Diagnosis of Diphteriae. Pada bulan Oktober 2012 WHO Collaborating Center for Diphteriae, Health Protection Agency, United Kingdom bekerja sama dengan WHO South East Asia Regional Office, New Delhi, India kembali memberikan pelatihan mengenai Clinical, Epidemiological and Microbiological Characterisation of Diphtheriae and Related Infections in Indonesia. Pelatihan Tenaga teknis ini diikuti oleh Kesehatan Surabaya, BBLK Makassar, BBLK Jakarta, Badan Litbangkes Jakarta, sedangkan workshop Clinical & Epidemiology diikuti oleh Balai Besar Laboratorium, Badan Litbangkes, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dirjen BUK (Direktorat BPPM & SK), Dirjen P2PL (Subdit Surveilans & Respon KLB), BBTKL Surabaya, Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya/UNAIR. Dari hasil pelatihan tersebut diharapkan mampu melakukan Pemeriksaan lebih lanjut (epidemiologi molekuler) untuk menentukan karakteristik dari masing masing varian diphtheria di Indonesia sehingga dapat dipakai dalam mengambil kebijakan untuk penanggulangan KLB difteri lebih lanjut. Kendala yang dihadapi oleh Kesehatan Surabaya dalam melaksanakan pemeriksaan molekuler epidemiologi adalah alat-alat dan reagen yg belum tersedia secara lengkap sehingga diharapkan 58
27 pada tahun 2013 bisa mendapatkan bantuan atau pengadaan dari DIPA. Karena kemampuan Kesehatan/Balai Laboratorium Kesehatan di Indonesia (selain ) dalam pemeriksaan Difteri belum semuanya sesuai standar WHO, maka selain melakukan pemeriksaan KLB Difteri dari Provinsi Jawa Timur, pada tahun Kesehatan Surabaya juga menerima spesimen dari luar Provinsi Jawa Timur yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. Semua Provinsi tersebut di atas telah terkonfirmasi adanya C. diphteriae varian mitis toxigenic, C. diphteriae varian gravis toxigenic serta C. diphteriae varian belfanti non toxigenic. Dari 29 kabupaten dan 9 kota di Provinsi Jawa Timur, pemeriksaan kultur KLB Difteri pada Januari s.d Desember 2013 di BBLK Surabaya didapatkan total sebagai berikut : 1. Kasus yang diambil spesimen dan diperiksakan sebanyak 655 kasus (171 dari RSU Dr. Soetomo), sebanyak 40 kasus (6 dari RSU Dr. Soetomo) positif C. diphtheriae atau 6,56% dari total kasus diperiksa, sebanyak 40 kasus positif toxigenic (6 dari RSU Dr. Soetomo) atau 93,02% dari total kasus diperiksa yang positif C. diphtheriae). 2. Kontak yang diambil spesimen dan diperiksakan sebanyak kontak (153 dari RSU Dr. Soetomo), sebanyak 26 kontak (3 dari RSU Dr. Soetomo) positif C. diphtheriae atau 0,62% dari total kontak diperiksa, sebanyak 19 kontak positif toxigenic atau 73,08% dari total kontak yang positif C. diphtheriae. 59
28 Berikut Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus Difteri Balai Besar Laboratorium menurut Kabupaten / Kota di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 : Tabel 5.22 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus KLB Difteri Menurut Kabupaten / Kota di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 No Kab/Kota Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 1 Kab. Gresik Kab. Sidoarjo Kab. Mojokerto Kab. Jombang Mitis=1 1 Mitis Tox=1 5 Kab. Bojonegoro Mitis=1 1 Mitis Tox=1 6 Kab. Tuban Kab. Lamongan Kab. Madiun Kab. Ngawi Kab. Magetan Kab. Ponorogo Gravis=1 1 Gravis Tox=1 12 Kab. Pacitan Kab. Kediri Mitis=2 2 Mitis Tox=2 14 Kab. Nganjuk Kab. Blitar Mitis=1 1 Mitis Tox=1 16 Kab. Tulungagung Mitis Tox=1, Mitis=1, 1 Gravis Non Gravis=1 Tox=1 17 Kab. Trenggalek Kab. Malang Kab. Pasuruan Gravis=1 1 Gravis Tox=1 20 Kab. Probolinggo Kab. Lumajang Kab. Bondowoso Mitis=1, Mitis Tox=1, 4 Gravis=3 Gravis Tox=3 23 Kab. Situbondo Mitis=1 1 Mitis Tox=1 24 Kab. Jember Mitis=2, Gravis=3 25 Kab. Banyuwangi Kab. Pamekasan Kab. Sampang Mitis Tox=2, Gravis Tox=3 60
29 No Kab/Kota Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 28 Kab. Sumenep Mitis=4 4 Mitis Tox=4 29 Kab. Bangkalan Mitis=14 13 Mitis Tox=13, Mitis Non Tox=1 30 Kota Surabaya Mitis=3, Mitis Tox=3, 4 Gravis=1 Gravis Tox=1 31 Kota Madiun Mitis=1 1 Mitix Tox=1 32 Kota Probolinggo Kota Blitar Kota Kediri Kota Mojokerto Gravis= Kota Malang Kota Pasuruan Kota Batu TOTAL Gravis Non Tox=1 Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2013 Kabupaten/Kota terbanyak ditemukan kasus positif C. diphtheriae adalah Kab. Bangkalan (14 kasus dari 84 kasus diperiksa/16,67%), Kab. Jember (5 kasus dari 34 kasus diperiksa/14,71%), Kab. Sumenep (4 kasus dari 10 kasus diperiksa/40%), dan Kab. Bondowoso (4 kasus dari 14 kasus diperiksa/28,57%). Dari kasus yang positif C. diphtheriae, sebanyak 3 kasus ditemukan dari swab hidung, 32 kasus ditemukan dari swab tenggorok, dan 8 kasus ditemukan dari kedua swab hidung dan tenggorok. Pengiriman jumlah kasus diperiksa terbanyak adalah Kab. Bangkalan (84 kasus), Kab. Tulungagung (50 kasus), Kab. Jember (34 kasus), Kota Madiun (30 kasus) dan Kab. Sidoarjo (32 kasus). Berikut pemeriksaan spesimen kasus Difteri yang berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 : 61
30 Tabel 5.23 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus KLB Difteri yang Berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 No Provinsi Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 1 Prov. Sulsel Prov. Kalsel Mitis=1 1 Mitis Tox=1 3 Prov. NAD Prov. Sulut Prov. Sulteng Prov. NTB TOTAL Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2013 Pemeriksaan spesimen kontak Difteri menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.24 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kontak Difteri Menurut Kabupaten / Kota di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 No Kab/Kota Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 1 Kab. Gresik Kab. Sidoarjo Mitis=2, Belfanti=1 3 Kab. Mojokerto Kab. Jombang Kab. Bojonegoro Kab. Tuban Kab. Lamongan Kab. Madiun Kab. Ngawi Kab. Magetan Kab. Ponorogo Kab. Pacitan Kab. Kediri Kab. Nganjuk Kab. Blitar Kab. Tulungagung Mitis Tox=2, Belfanti Non Tox=1 62
31 No Kab/Kota Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 17 Kab. Trenggalek Kab. Malang Kab. Pasuruan Kab. Probolinggo Kab. Lumajang Kab. Bondowoso Kab. Situbondo Kab. Jember Mitis=6, Gravis=3, Belfanti=3 9 Mitis Tox=6, Gravis Tox=3, Belfanti Non Tox=3 25 Kab. Banyuwangi Kab. Pamekasan Kab. Sampang Kab. Sumenep Mitis=2 2 Mitis Tox=2 29 Kab. Bangkalan Kota Surabaya Mitis=6, Belfanti=1 Mitis = 1, Belfanti = 1 31 Kota Madiun Kota Probolinggo Kota Blitar Kota Kediri Kota Mojokerto Kota Malang Kota Pasuruan Kota Batu Jumlah Mitis Tox=5, Mitis Non Tox=1, Belfanti Non Tox=1 Mitis Tox=1, Belfanti Non Tox=1 Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2013 Kabupaten/Kota terbanyak ditemukan kontak positif C. diphtheriae adalah Kab. Jember (12 kontak dari 234 kontak / 5,13%) dan Kab. Bangkalan (7 kontak dari 584 kontak / 1,20%). Dari kontak yang positif C. diphtheriae, sebanyak 17 kontak positif ditemukan dari swab hidung, 6 kontak positif ditemukan dari swab tenggorok, dan 3 kontak positif ditemukan dari kedua swab hidung dan tenggorok, 63
32 dengan catatan sebanyak kontak hanya diambil swab hidung, 152 kontak hanya diambil swab tenggorok, dan 208 kontak diambil kedua swab hidung dan tenggorok. Pengiriman jumlah kontak terbanyak adalah Kab. Bangkalan (584 kontak), Kota Madiun (446 kontak), Kota Mojokerto (316 kontak), Kab. Tulungagung (283 kontak) dan Kab. Jember (234 kontak). Rasio pengiriman jumlah kontak dibandingkan jumlah kasus terbanyak adalah Kota Mojokerto (18 kontak/kasus; total kontak 316), Kota Madiun (16 kontak/kasus; total kontak 446), Kab. Bojonegoro (16 kontak/kasus; total kontak 131) dan Kota Blitar (14 kontak/kasus; total kontak 128). Pemeriksaan spesimen kontak Difteri yang Berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.25 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kontak Difteri yang Berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur Periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 No Kab/Kota Positif Negatif Total Varian Toxigenic Keterangan 1 Prov. Sulsel Belfanti=2 0 Belfanti Non Tox=2 2 Prov. Kalsel Prov. NAD Prov. Sulut Prov. Sulteng Gravis=2 2 Gravis Tox=2 6 Prov. NTB TOTAL Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2013 Dari semua kabupaten/kota yang ditemukan kultur C. diphtheriae positif, sebanyak 12 orang ditemukan varian Gravis Toxigenic tersebar di Kab. Bondowoso, Jember, Pasuruan dan Ponorogo, sebanyak 2 orang ditemukan varian Gravis Non-Toxigenic tersebar di Kota Mojokerto dan Kab. Tulungagung, sebanyak 47 orang ditemukan varian Mitis-Toxigenic tersebar di Kab. Bangkalan, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Situbondo, Sidoarjo, Sumenep, Tulungagung dan Kota Madiun, sebanyak 2 orang ditemukan varian Mitis Non-Toxigenic di Kab. Bangkalan, dan sebanyak 6 orang ditemukan varian Belfanti Non-Toxigenic tersebar di Kab. Bangkalan, Jember dan Sidoarjo. 64
33 Gambar 5.5 Mapping Area Difteri Patogenik di Jawa Timur Periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2013 Laporan Tahunan 2013 Berikut mapping area Difteri Patogenik di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 : 65
34 Jumlah kasus Difteri positif paling banyak terdapat pada kelompok umur 5-14 tahun yaitu sebesar 60,47%. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut : Gambar 5.6 Persentase Kasus Difteri Positif Menurut Kelompok Umur Periode 1 Januari s.d 31 Desember Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, Pemeriksaan Malaria Dari 19 spesimen yang diperiksa, sebanyak 2 spesimen positif Plasmodium vivax, berasal dari Surabaya. Dari hasil yang positif, pasien disarankan untuk berobat ke RSU Dr. Soetomo atau ke RS Haji Surabaya dimana tersedia obat malaria yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 4. Pemeriksaan Filariasis = 1 pemeriksaan, hasil : negatif 5. Pemeriksaan Diare Dari 62 spesimen rectal swab dan 5 spesimen faeces didapatkan hasil : 4 spesimen positif E.coli (1 spesimen positif dari Kab. Tulungagung, 3 spesimen positif dari Kab. Kediri), 12 spesimen positif Salmonella spp. (2 spesimen positif dari Kab. Sumenep, 3 spesimen positif dari Kab. Bondowoso, 5 spesimen positif dari Kab. Jombang, 2 spesimen positif dari Kab. Ponorogo) dan 1 spesimen positif Staphylococcus aureus dari Kab. Kediri. 66
35 b. Instalasi Virologi 1. Pemeriksaan Virus Polio dari Kasus AFP yang ditemukan sejumlah 622 kasus dengan spesimen dan 8 spesimen kontak. merupakan Laboratorium Nasional untuk pemeriksaan virus Polio dan Campak sesuai SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 239/MENKES/SK/IV/2006 tentang penunjukkan Laboratorium Virologi Nasional Polio dan Laboratorium Virologi Nasional Campak. Wilayah pemeriksaan Balai Besar Laboratorium meliputi Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Maluku Utara, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat. BBLK Surabaya juga mendapatkan tugas untuk memeriksa spesimen AFP dari negara lain yaitu Timor Leste. Berdasarkan sensus Populasi 2003 oleh Biro Pusat Statistik, sejak tahun 2006 target jumlah minimal kasus AFP (AFP Rate) di Indonesia 2: anak usia <15 tahun, jadi target jumlah minimal kasus AFP untuk wilayah Timur menjadi 358 kasus atau 716 spesimen. Pada tahun 2013 jumlah kasus yang diperiksa sebanyak 622 kasus dengan spesimen, kontak sebanyak 8 spesimen. Artinya bahwa target spesimen yang diterima oleh Kesehatan Surabaya melampaui target dari yang ditentukan. Setiap tahun, laboratorium Nasional Polio mendapatkan proficiency Panel Test dan Akreditasi dari WHO. Pada tahun 2013 Hasil Proficiency test Panel adalah 100% sedangkan hasil Akreditasi (on site review) yang dilakukan oleh WHO adalah Fully Accredited. Dalam rangka mendukung rencana sertifikasi Eradikasi Polio secara Regional pada tahun 2014 & Global pada tahun 2018 maka Balai Besar Laboratorium selain sebagai laboratorium Nasional Polio juga berperan aktif dalam pelaksanaan containment virus Polio Liar di Indonesia. juga mendapatkan Training bagi Trainer WHO Biorisk Management Advance Training Programme di Geneva, Switzerland pada tahun 2011 dan telah melakukan training bagi Virologist & sebagian tenaga Tenis Laboratorium Polio baik di Kesehatan Surabaya maupun di regional SEARO pada tahun
36 Tabel 5.26 Kinerja Laboratorium Polio Tahun 2013 No Kegiatan Proficieny Test (Isolation) 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 2 Accreditation Passed Passed Passed Passed Passed Fully Acredited Fully Acredited 3 Jumlah kasus Spesimen yang diterima Hasil 14 hari 100% 100% 98% 100% 100% 100% 99,8% 6 Hasil NPEV Positive 11% 8% 10,77% 12,62% 10,14% 8,67% 9,45% 7 Polio 1 VDPV Positive Polio Sabin Positive 10 sp 7 sp 9 sp 10 sp 26 sp 16 sp 8 sp 9 Polio 1 Liar Positive Contact Hot Case Sumber : Instalasi Virologi BBLK Surabaya, 2013 Tabel 5.27 Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Kasus AFP Menurut Provinsi Periode 1 Januari s.d 31 Desember 2013 Provinsi Jumlah Kasus Jumlah Spesimen JAWA TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR MALUKU PAPUA Spes Tiba 3 hari Spes. Baik Kasus 2 Spes / - 14 hari Paralysis NPEV (%) Polio Sabin Hasil 14 hari % 95,73% 87,91% 4,94% 0,00% 100% % 100% 91,30% 0,00% 0,00% 60,87% % 95,52% 87,50% 10,45% 2,99% 100% % 94,06% 88,00% 6,93% 0,00% 100% % 95,83% 86,96% 16,67% 0,00% 100% ,68% 97,56% 87,50% 3,66% 4,88% 100% % 95,12% 100% 28,05% 0,00% 100% % 80,00% 96,52% 10,43% 0,87% 100% % 85,71% 81,25% 14,29% 0,00% 94,29% % 94,44% 94,44% 8,33% 0,00% 100% 68
37 Provinsi Jumlah Kasus Jumlah Spesimen MALUKU UTARA GORONTALO PAPUA BARAT 5 10 SULAWESI BARAT 5 12 TOTAL Spes Tiba 3 hari Spes. Baik Kasus 2 Spes / - 14 hari Paralysis NPEV (%) Polio Sabin Hasil 14 hari ,56% 88,89% 68,75% 30,56% 0,00% 100% % 95,00% 95,00% 15,00% 0,00% 100% % 100% 100% 20,00% 0,00% 100% ,67% 83,33% 40,00% 0,00% 0,00% 100% ,15% 92,36% 83,81% 9,53% 0,63% 98,58% TIMOR LESTE 3 6 JAWA TENGAH 1 2 TOTAL % 66,67% 100% 0,00% 0,00% 100% % 100% 100% 0,00% 0,00% 100% ,50% 75,00% 100% 0,00% 0,00% 100% Kontak 2013 MALUKU 4 TIMOR LESTE 4 TOTAL % 100% 0,00% 75% 0,00% 100% % 100% 0,00% 0,00% 0,00% 100% % 100% 0,00% 37,50% 0,00% 0,00% Sumber : Instalasi Virologi BBLK Surabaya, Pemeriksaan PCR Virus H5N1 dan H1N1 Sebagai laboratorium Regional saat ini menerima Spesimen suspect H1N1 & H5N1 berupa throat swab, nasal swab dan bronchus suction diterima dari Dinas Kesehatan Kab/Kota di Jawa Timur dan Rumah Sakit di Jawa Timur. Spesimen yang diterima pada tahun 2013 sebanyak 14 spesimen pemeriksaan PCR H5N1 (meliputi : 6 spesimen Throat swab, 6 spesimen Nasal swab dan 2 spesimen Bronchial suction), semua hasil pemeriksaan oleh BBLK Surabaya negatif. Semua spesimen dilakukan konfirmasi ke Badan Litbangkes Jakarta dan hasilnya sama yaitu negatif. Untuk menjamin mutu pemeriksaan PCR H1N1 & H5N1 maka BBLK Surabaya mendapatkan Pemantapan Mutu Eksternal dari Badan Litbangkes Jakarta. 69
38 3. Pemeriksaan Kulur Virus Campak Pemeriksaan kultur virus Campak & Rubella pada KLB Campak & Case Base Measles Surveilans sebanyak 34 spesimen urine, dengan hasil : 1 sampel positif Campak. Sejak tahun 2012 BBLK Surabaya sudah mempunyai kemampuan untuk melakukan genotyping dari kultur campak positif. 4. Pemeriksaan Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus (MERSCoV) BBLK Surabaya telah mendapatkan sosialisasi tentang pengambilan spesimen virus MERSCoV di Batam pada tanggal 8-11 Oktober c. Instalasi Imunologi 1. Pemeriksaan Campak (Measles) dan Rubella Tabel 5.28 Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Campak dan Rubella Tahun 2013 Jenis Pemeriksaan Campak & Rubella Jumlah Pem. IgM Measles Pos. Neg. EQVL Jumlah Pem. IgM Rubella Pos. Neg. EQVL KLB CASE BASED TOTAL Sumber : Instalasi Imunologi BBLK Surabaya, 2013 Tabel 5.29 Kinerja Laboratorium Measles untuk Case Based Measles Surveilans (CBMS) Tahun 2013 Provinsi Spes. yang diterima Spes. yang diperiksa Measles Hasil Pem. Measles IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spes. yang diperiksa Rubella Hasil Pem. Rubella IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spesimen Negatif Measles dan Rubella Jatim Sulut Sulteng Sulsel Sultra Bali
39 Provinsi Spes. yang diterima Spes. yang diperiksa Measles Hasil Pem. Measles IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spes. yang diperiksa Rubella Hasil Pem. Rubella IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spesimen Negatif Measles dan Rubella NTB NTT Maluku Papua Malut Gorontalo Papua Barat Sulbar Total Sumber : Instalasi Imunologi BBLK Surabaya, 2013 Tabel 5.30 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kejadian Luar Biasa (KLB) Measles Tahun 2013 Provinsi Spes. yang diterima Spes. yang diperiksa Measles Hasil Pem. Measles IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spes. yang diperiksa Rubella Hasil Pem. Rubella IgM Posi tif Nega tif Equi vocal Spesimen Negatif Measles dan Rubella Jatim Sulut Sulteng Sulsel Sultra Bali NTB NTT Maluku Papua Malut Gorontalo Papua Barat Sulbar Total Sumber : Instalasi Imunologi BBLK Surabaya,
40 Pada tahun 2013 Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak masih terjadi di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Maluku Utara. Hasil Rubella positif terjadi di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. 2. HIV dan Syphilis, sejumlah pemeriksaan Dari 8 Dinas Kesehatan Kab./Kota Pengirim spesimen surveilans anti HIV dan Syphilis tahun 2013, positif rate anti HIV tertinggi berasal dari : Kota Surabaya (9,95%), disusul Kota Kediri (8,29%), Kabupaten Ponorogo (7,36%) serta Kabupaten Kediri (5,65%). Positif rate anti HIV tertinggi pada kelompok umur : tahun (6,06%). Persentase hasil positif HIV per-kabupaten/kota pengirim spesimen surveilans HIV tahun 2013 dapat dilihat pada mapping berikut : Gambar 5.7 Mapping Positif Rate Spesimen Pemeriksaan Anti HIV per-kabupaten/kota di Jawa Timur Tahun 2013 Sumber : Instalasi Imunologi BBLK Surabaya,
41 3. Syphilis = pemeriksaan Dari 8 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota pengirim spesimen untuk pemeriksaan VDRL/TPHA tahun 2013, Positif rate tertinggi berasal dari : Kota Kediri (11,06%), disusul Kabupaten Ponorogo (9,82%) dan Kabupaten Kediri (8,87%). 4. Yersinia Pestis = pemeriksaan Keseluruhannya merupakan sampel dari binatang. 5. Chikungunya = 5 pemeriksaan Pemeriksaan sampel IgM Chikungunya sebanyak 5 sampel dengan hasil seluruhnya non reaktif. d. Instalasi Bakteriologi Sanitasi 1. Pemeriksaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Makanan dan Minuman Sampel yang diperiksa antara lain : makanan, minuman, cairan lambung/muntahan, air bersih, dan air minum dengan total 114 sampel pada tahun Secara umum uji yang dilakukan terhadap sampel KLB keracunan makanan/minuman di Instalasi Bakteriologi Sanitasi adalah uji terhadap parameter sebagai berikut : - Salmonella - E. coli - Staphylococcus aureus - Vibrio cholerae - Clostridium perfringens - Bacillus cereus - MPN coliform Dari 28 kejadian KLB Keracunan makanan/minuman yang berasal dari 15 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jawa Timur, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Sampel makanan : dari 81 sampel yang diperiksa, diperoleh hasil : 12 sampel Positif E. coli. 2) Sampel minuman : dari 7 sampel yang diperiksa, dinyatakan 1 sampel MPN = 12 koloni/100 ml. 73
42 3) Sampel cairan lambung/muntahan : dari 10 sampel yang diperiksa, diperoleh hasil : 4 sampel Positif E.coli. 4) Sampel Air Bersih : dari 13 sampel yang diperiksa, diperoleh hasil : 9 sampel Positif E.coli dan MPN Positif ( >1.600 koloni/ml), 1 sampel Positif E.coli, 1 sampel MPN Positif ( >1.600 koloni/ml) dan 2 sampel tidak diperiksa MPN karena kuantitas tidak mencukupi. 5) Sampel air minum : dari 2 sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan memenuhi syarat. e. Instalasi Kimia Kesehatan : 1. Pemeriksaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Makanan dan Minuman Sampel yang diperiksa antara lain : makanan dan minuman, cairan lambung/muntahan, air bersih dan air minum dengan total 111 sampel pada tahun Secara umum uji yang dilakukan terhadap sampel KLB keracunan makanan/minuman di Instalasi Kimia Kesehatan adalah uji terhadap parameter sebagai berikut : - Nitrit - Cyanida - Arsen - Logam berat - ph - Amoniak - Pestisida Dari 28 kali kejadian KLB Keracunan yang berasal dari 15 Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota di Jawa Timur, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Sampel Makanan dan Minuman : dari 90 sampel yang diperiksa, diperoleh hasil : 1 sampel Positif Arsen dan Nitrit, 3 sampel Positif Arsen, 2 sampel Positif Nitrit dan 1 sampel kuantitasnya tidak mencukupi untuk dilakukan pemeriksaan. 2) Sampel Cairan Lambung/Muntahan : dari 8 sampel yang diperiksa, diperoleh hasil : 1 sampel Positif Arsen 3) Sampel Air Bersih : Dari 4 sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan memenuhi syarat. 74
43 4) Sampel Air Minum : dari 8 sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan memenuhi syarat. 5) Sampel Usap Alat Masak : Dari 1 sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan memenuhi syarat. 3) Kegiatan Pemasaran/Marketing Kegiatan marketing dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan. Melalui kegiatan ini telah dilakukan survey kepuasan pelanggan dua kali per tahun menggunakan metode survey dengan kuesioner. Hasil score yang diperoleh bulan Juni tahun 2013 adalah 8,3 (dari nilai tertinggi 10). Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pemasaran dan pengembangan pasar melalui : pembagian leaflet, brosur, penawaran general check up ke pelanggan lama dan promo menjelang tahun baru Selain itu dalam upaya promosi BBLK Surabaya berpartisipasi dalam kegiatan antara lain : 1. Berpartisipasi dalam pameran yang diadakan Ditjen Bina Upaya Kesehatan dalam rangka RAKERKESNAS tanggal 1-3 April Sebagai peserta dalam Gelar Pameran Publik Jawa Timur 2013 yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tanggal Juni ) Pemantapan Mutu Kegiatan Pemantapan Mutu yang dilaksanakan di meliputi : 1. Pemantapan Mutu Internal Pemantapan Mutu Internal telah dilaksanakan secara rutin di seluruh ruang lingkup pemeriksaan/pengujian pada masing-masing Instalasi (Patologi, Imunologi, Mikrobiologi, Bakteriologi Sanitasi, Virologi, Kimia Kesehatan dan Media Reagensia). 2. Pemantapan Mutu Eksternal ( PME ) BBLK Surabaya selain berperan sebagai penyelenggara juga sebagai peserta dalam kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal. 75
44 a. Sebagai Penyelenggara PME : 1) PME Tingkat Regional : PME-Regional Hemoglobin (bahan hemolysat) - Pelaksanaan 2 siklus masing-masing 2 spesimen (spesimen A dan B ) dengan 167 peserta (41 RSUD, 17 RS BUMN, 6 RS Paru, Kusta dan BP4, 2 RS Jiwa, 28 RS Swasta, 3 Puskesmas, 4 BBLK/ BLK Provinsi, 14 Labkesda/UPTD Labkes dan 52 Lab. Swasta. - Dari 167 peserta, jumlah peserta yang mengirim hasil pada Siklus I sebanyak 152 peserta (91%) dan pada Siklus II sebanyak 148 peserta (87%). Tabel 5.31 Data PME-Regional Hemoglobin Tahun 2013 No Uraian Jumlah peserta Jumlah peserta yang mengirim hasil Jumlah peserta yang tidak mengirim hasil 4. Kelompok analyser : - Jumlah peserta - Hasil 2 SD - Hasil 2 SD 5. Kelompok cyanmethemoglobin : - Jumlah peserta - Hasil 2 SD - Hasil 2 SD (91%) 15 Siklus I Siklus II A B A B (91%) 148 (87%) (72%) 32 (28%) (80%) 8 (20%) (78%) 25 (22%) (78%) 9 (22%) (96%) 4 (4%) (84%) 6 (16%) (87%) (95%) 5 (5%) (68%) 12 (32%) Sumber data : Instalasi Patologi BBLK Surabaya, 2013 PME-Regional Kimia Klinik Parameter : Albumin, Total Protein, Kolesterol, Trigliserida, Uric Acid, SGOT, SGPT, Glukosa, Kreatinin & Blood Urea Nitrogen. 76
45 Pelaksanaan 2 siklus dengan 80 peserta (42 RSUD, 2 RS Paru, 2 RS TNI, 9 RS Swasta, 1 BBLK, 11 Labkesda dan 13 Lab. Swasta). Dari 80 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 78 peserta (98%) pada Siklus I dan 77 peserta (96%) pada Siklus II. Hasil PME Regional Kimia Klinik Tahun 2013 dapat dilihat dalam grafik berikut : Gambar 5.8 Hasil PMER Kimia Klinik Tahun 2013 PME-Regional Urinalisis Parameter : Berat Jenis, ph, Keton, Protein/Albumin, Glukosa, Bilirubin dan Tes Kehamilan. Pelaksanaan 2 siklus dengan 63 peserta ( 21 RSUD, 5 RS Swasta, 20 Puskesmas, 10 Labkesda dan 7 Lab. Swasta. Dari 63 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 59 peserta (94%) pada Siklus I dan 58 peserta (92%) pada Siklus II. Hasil PMER-Urinalisis tahun 2013 dapat dilihat pada grafik berikut : 77
46 Gambar 5.9 Hasil PMER Urinalisis Tahun 2013 PNPME-Mikrobiologi Klinik untuk pemeriksaan BTA Pelaksanaan 2 siklus dengan 103 peserta (42 RSUD, 44 Puskesmas, 3 BP4, 3 RS Paru dan 11 Labkesda). Dari 103 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 95 peserta (92,23%) pada siklus I dan 93 peserta (90,29%) pada siklus II. Hasil evaluasi PME-Mikroskopis BTA dapat dilihat pada grafik berikut : Gambar 5.10 Hasil PME Mikroskopis BTA Tahun
47 PME Telur Cacing Pelaksanaan 2 siklus dengan 100 peserta (42 RSU, 10 Labkesda dan 48 Puskesmas). Dari 100 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 89 peserta (89%) pada Siklus I dan Siklus II. Berikut grafik hasil evaluasi PME Telur Cacing tahun 2013 : Gambar 5.11 Hasil PME Telur Cacing Tahun 2013 PME Mikroskopis Malaria Pelaksanaan 2 siklus dengan 80 peserta (37 Lab. RSU, 7 Labkesda dan 36 Puskesmas). Sampai saat ini masih dalam proses pelaksanaan. PME-Regional HIV Pelaksanaan 2 siklus dengan 50 peserta (20 Rumah Sakit, 25 Puskesmas dan 5 Klinik). Dari 50 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 44 peserta (88%) pada Siklus I. Sedangkan Siklus II masih dalam proses pelaksanaan. Hasil dari 44 peserta yang mengirimkan hasil pemeriksaannya, 100% telah sesuai dengan rujukan. 79
48 2) PME Tingkat Nasional PNPME Imunologi Parameter = VDRL, HBsAg, Anti HCV dan Anti HIV. Jumlah peserta = 200 (124 Rumah Sakit, 50 PMI dan 26 BBLK/BLK. Dari 200 peserta, yang mengirimkan hasil pemeriksaannya sebanyak 173 peserta (87%). PNPME Kimia Air, dengan parameter : Cr, Cd dan Fe. BBLK Surabaya berperan sebagai pelaksana penyelenggaraan PNPME Kimia Air (pengadaan sampel kontrol dan distribusinya serta sebagai laboratorium rujukan) Jumlah peserta = 25 laboratorium (3 BBLK dan 22 Labkes Provinsi). Hasil : - 20 peserta (80%) mengirim hasil uji / melakukan pengujian secara lengkap. - 2 peserta (8%) melakukan pengujian tapi tidak lengkap. - 1 peserta (4%) tidak mengerjakan karena alat AAS rusak / tidak ada reagen. - 2 peserta (8%) tidak mengirimkan hasil / tidak ada keterangan. PNPME Kimia Air Terbatas, dengan parameter : Fe dan Mn BBLK Surabaya berperan sebagai pelaksana penyelenggaraan PNPME Kimia Air (pengadaan sampel kontrol dan distribusinya serta sebagai laboratorium rujukan) Jumlah peserta sebanyak 126 dengan rincian : a. 93 Labkes Kota & Kabupaten / Labkesling / Labkesmas / Lab. Air / Lab. RS di Pulau Jawa (73,81%) b. 11 Labkes Kota & Kabupaten / Labkesling / Lab. Kualitas Air di Sulawesi (8,73%) c. 10 Labkes Kota & Kabupaten di Pulau Sumatra (7,94%) d. 9 Labkes Kota & Kabupaten di Kalimantan (7,14%) e. 2 Labkes Kota & Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (1,59%) f. 1 BTKL-PPM di Sulawesi (0,79%) Hasil : - 93 peserta (73,81%) mengirimkan umpan balik/hasil uji secara lengkap 80
49 - 3 peserta (2,38%) mengirimkan umpan balik/hasil uji tapi tidak lengkap peserta (8,73%) tidak mengirimkan umpan balik/hasil uji tetapi mengirimkan surat alasan peserta (15,08%) tidak mengirimkan hasil. Untuk PME Tingkat Nasional, seluruh evaluasi PME dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. b. Sebagai Peserta PME : 1) PME Nasional : a) Penyelenggara : Ditjen Bina Upaya Kesehatan. PNPME Hematologi, dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan parameter : Hemoglobin, Lekosit, Eritrosit, Hematokrit dan Trombosit. Hasil : - Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Baik - Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi PNPME Kimia Klinik, dengan parameter : Total Protein, Albumin, SGOT, SGPT, Alkali Fosfatase, Gama GT, Urea, Kreatinin, Uric Acid, Glukosa, Natrium, Kalium, Klorida, Bilirubin, Kalsium, Kolesterol dan Trigliserida. - Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Sangat Baik - Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi PNPME Urinalisis, dengan parameter : BJ, ph, Glukosa, Bilirubin, Urobilinogen, Lekosit, Keton, Protein, Nitrit, Blood dan Kehamilan. - Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Sangat Baik - Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi PNPME Imunologi, dengan parameter : VDRL, HbsAg, Anti HCV dan Anti HIV. Hasil : masih dalam proses evaluasi. 81
50 b) Penyelenggara : EQAS PT Sysmex Indonesia Bidang Hematologi : Pelaksanaan 5 kali dalam 1 tahun dengan parameter : Red Blood Count, White Blood Count, Hemoglobin, Hematokrit dan Platelet. c) Penyelenggara : Persatuan Dokter Spesialis - Patologi Klinik (PDS-PATKLIN) Bidang Hematologi : Pelaksanaan 2 kali dalam setahun dengan parameter : WBC, RBC, HGB, PLT Hasil : - Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Baik Sekali - Tahun 2013 : pemberitahuan dari penyelenggara terlambat, sehingga tidak melaksanakan. Kimia Klinik : Pelaksanaan 2 kali dalam setahun dengan parameter : Total Protein, Albumin, SGOT, SGPT, Alkali Fosfatase, Gamma GT, Urea, Kreatinin, Uric Acid, Glukosa, Kolesterol, Trigliserida, Bilirubin, Natrium, Kalium, Klorida dan Kalsium. - Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Baik - Tahun 2013 : pemberitahuan dari penyelenggara terlambat, sehingga tidak melaksanakan. d) Penyelenggara : Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes Kemenkes R.I Uji profisiensi PCR H5N1 dan H1N1. Hasil : Score 80%. 2) PME Internasional (Uji Profisiensi) a) Uji Profisiensi Anti HIV dari NRL Australia. Hasil : Baik (sesuai rujukan) untuk Siklus 1, 2 dan 3. b) Uji Profisiensi VDRL dan TPHA dari CDC Atlanta. Hasil : Score 100% c) Uji Profesiensi IgM Anti Campak dan IgM Anti Rubella dari WHO-R Australia Hasil : Score 100% d) Uji Profisiensi Isolasi Virus Polio dari WHO. Hasil : Score 100% 82
51 e) Uji Profisiensi First Line and Second Line Drugs Susceptibility Testing of Mycobacterium tuberculosis dari IMVS Australia, dengan hasil : lulus. 5) Akreditasi sebagai Laboratorium Penguji telah terakreditasi ISO / IEC : 2005 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 25 September 2008 dengan Nomor Akreditasi LP-399-IDN (untuk Laboratorium Kimia Kesehatan, Mikrobiologi, Virologi, Kimia Klinik, Hematologi dan Imunologi) dan telah berhasil mempertahankan status akreditasi ISO : 2005 pada surveilans/asesmen tahun Tahun 2012 BBLK Surabaya lulus asesmen ISO/IEC 17025:2005 pada tanggal 18 April 2013 dengan nomor akreditasi LP-299-IDN. terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen melalui akreditasi ISO 9001:2008, ISO 15189:2007 serta KALK (Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan). Tahun 2010 telah terakreditasi ISO 9001:2008 oleh TUV Rheinland dengan nomor akreditasi Cert No tanggal 17 Desember 2010 dan dapat mempertahankan status akreditasi pada surveilans tahun 2011 dan Tahun 2013 BBLK Surabaya telah diasesmen pada tanggal Nopember 2013 dan dinyatakan lulus. Tahun 2011 telah terakreditasi oleh KALK dengan nomor akreditasi 01/S/KALK-P/IX/2011 tanggal 5 September Monitoring dan evaluasi dilaksanakan setiap tahun dengan melaksanakan self assessment oleh tim KALK. Selain itu juga telah terakreditasi ISO 15189:2007 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LM-029-IDN tanggal 18 April Dalam upaya untuk mempermudah akses informasi dan pelaporan, telah dikembangkan Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan secara online yang dapat juga berfungsi sebagai kartu kendali. 83
52 6) Kinerja Organisasi dan Sumber Daya Manusia Untuk menyikapi persaingan yang semakin ketat di lingkungan yang berubah sangat cepat, maka berusaha terus-menerus melakukan perubahan ke arah perbaikan melalui kinerja organisasi dan sumber daya manusia. Kegiatan yang menunjang kinerja ini adalah : a. Pengembangan Organisasi Kegiatan pengembangan organisasi meliputi : 1. Analisis Positioning Laboratorium Analisis positioning laboratorium diperlukan untuk mengetahui posisi sehingga dapat ditentukan strategi yang sesuai untuk pengembangan organisasi selanjutnya. Setelah dilakukan Analisis SWOT, posisi Balai Besar Laboratorium pada Tahun 2013 berada di Kuadran I (Growth Strategy) dan strategi yang diterapkan adalah Strategi Bertumbuh. 2. Hak dan Kewajiban Pegawai Kegiatan ini meliputi beberapa sub kegiatan, yaitu : gaji, cuti dan absensi. a) Gaji Gaji diterimakan setiap bulan sesuai dengan pangkat, golongan dan masa kerja masing-masing pegawai. b) Cuti Cuti Tahunan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah 12 hari kerja, dikurangi masa cuti bersama 5 hari kerja sehingga menjadi 7 hari kerja dalam tahun 2013 untuk setiap pegawai. c) Absensi Untuk memelihara disiplin pegawai, setiap pegawai diwajibkan untuk mentaati peraturan jam kerja sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Absensi rutin menggunakan alat sidik jari dan tanda tangan. Selama tahun 2013, rata-rata persentase kehadiran pegawai sebesar 88,8%. Sedangkan rata-rata persentase ketidak hadiran sebesar 11,2%, yang terdiri dari : Dinas Luar 3,3%; Cuti 2,6%; Sakit 0,7% dan Ijin 4,6% 84
53 3. Komunikasi dan Edukasi Salah satu sarana penyampaian informasi di adalah melalui apel pagi hari Senin yang dihadiri oleh sebagian besar karyawan yang berdinas pagi hari. Dalam kegiatan rutin tersebut, setiap karyawan dapat menyampaikan informasi dan memberikan tanggapan atas informasi yang telah disampaikan sehingga terjadi komunikasi dua arah. Karyawan yang telah mengikuti pendidikan/pelatihan di dalam maupun luar negeri berkesempatan menyampaikan materi yang telah diperolehnya melalui kegiatan rutin Kamiso (Kamis-Solusi). Melalui kegiatan ini, karyawan lainnya dapat memperoleh pengetahuan baru meskipun tidak secara langsung mengikuti pendidikan/pelatihan tersebut. 4. Reward dan Punishment Reward dan punishment diperlukan untuk memotivasi pegawai agar dapat meningkatkan kinerjanya secara berkesinambungan. Dengan demikian produktivitas dan kinerja organisasi dapat lebih ditingkatkan. a. Reward yang telah diberikan meliputi : 1) Piagam Penghargaan yang diberikan Presiden maupun Menteri Kesehatan RI : pada tahun 2013 tidak terdapat pegawai yang menerima Lencana Karya Satya dan Lencana Karya Bhakti Karya Husada. 2) Uang lembur : diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang menyelesaikan pekerjaannya di luar ketentuan jam kerja dan sesuai ketentuan yang berlaku. 3) Jasa Teknik Pelayanan : dibagikan kepada setiap karyawan BBLK Surabaya dalam kurun waktu 2 atau 3 bulan sekali. 4) Kenaikan Pangkat : dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kenaikan pangkat reguler bagi pejabat struktural (setiap 4 tahun sekali dengan penilaian DP3 kategori baik) dan kenaikan pangkat untuk jabatan fungsional (menggunakan penilaian perhitungan angka kredit sesuai dengan kriteria yang ada). Jumlah pegawai yang menerima kenaikan pangkat periode tahun 2013 adalah 14 orang. 85
54 5) Kenaikan Gaji Berkala : bagi Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat diberikan kenaikan gaji berkala setiap 2 (dua) tahun sekali. b. Punishment Untuk karyawan yang tidak mentaati peraturan sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), diberikan punishment. Selama Tahun 2013 terdapat 5 karyawan yang menerima punishment dalam bentuk teguran lisan. 5. Analisis Beban Kerja Analisis beban kerja diperlukan untuk mengetahui beban kerja tiap pegawai terhadap suatu pekerjaan dan jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu tugas/pekerjaan tertentu. Hal ini bermanfaat terutama untuk perencanaan dan pengajuan formasi kebutuhan tenaga. Analisis beban kerja telah dilaksanakan pada Tahun Pengamanan Keadaan Darurat Kegiatan pengamanan keadaan darurat meliputi 2 sub kegiatan yaitu : a. Keamanan dan Keselamatan Kerja Keamanan dan Keselamatan kerja standar laboratorium telah dilaksanakan secara rutin di Kesehatan Surabaya. Sesuai perencanaan strategis, akan mengikuti asuransi kerugian namun hal ini belum dapat dilaksanakan. b. Pengamanan Keadaan Darurat 25 Karyawan telah mengikuti pelatihan Pemadaman Kebakaran yang dilaksanakan tahun 2009 oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya di. Dari kegiatan tersebut telah disusun jalur evakuasi untuk pengamanan keadaan darurat. 86
55 7. Kegiatan Dharma Wanita Kegiatan ini dalam bentuk pertemuan rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sekali dan dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Balai Besar Laboratorium. 8. Kegiatan KORPRI Kegiatan yang ditangani oleh KORPRI antara lain : pelepasan karyawan yang purna tugas, memperingati hari besar nasional dan hari raya keagamaan, penyembelihan hewan kurban serta ceramah agama rutin. Untuk kegiatan ini seluruh dana dibebankan pada dana KORPRI. Pada tanggal 28 Juni 2013 dilaksanakan serah terima dan pelantikan Pengurus KORPRI untuk Periode tahun 2013 s.d Kegiatan Koperasi Kegiatan KPRI Karya Husada Kesehatan Surabaya antara lain: 1) Toko milik KPRI Karya Husada yang menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh karyawan maupun masyarakat umum. 2) KPRI Karya Husada yang mengelola simpan pinjam uang maupun barang bagi karyawan dan pegawai purna tugas Balai Besar Laboratorium. 3) Rapat Anggota Tahunan/RAT yang dilaksanakan setiap awal tahun sebagai Laporan Tahunan. 7) Evaluasi Manajemen dan Audit Internal Sebagai upaya untuk mengevaluasi pencapaian kinerja Balai Besar Laboratorium baik dari aspek manajemen maupun pelayanan telah dilaksanakan kegiatan Kaji Ulang Manajemen (KUM) serta Audit Internal. Kaji Ulang Manajemen telah dilaksanakan pada 8 Oktober Sedangkan kegiatan Audit Internal telah dilaksanakan pada tanggal 16 September 2013 sampai dengan 4 Oktober Terhadap temuan yang ada telah dilakukan tindakan koreksi. 87
56 8) Pengembangan Layanan dan Pengembangan Laboratorium Biomolekuler terus berupaya melakukan pengembangan layanan dan telah terealisasi melalui pemeriksaan Ultrasonography (USG), Treadmill dan Audiometri. Pengembangan yang direncanakan selanjutnya adalah pemeriksaan sperma analisa, kultur jamur serta kultur anaerob. Laboratorium biomolekuler juga terus dikembangkan dan telah terealisasi melalui pemeriksaan PCR dan Genotyping Virus Campak dan Rubella serta Ribotyping Difteri. Pengembangan Laboratorium Polio selanjutnya adalah untuk pemeriksaan ITD (Intratypic Differentiation) untuk mengetahui Virus Polio Liar, Sabin atau VDPV dengan metode Real Time PCR. Peralatan Real Time PCR bantuan WHO telah diterima sedangkan pelatihan tenaga teknis direncanakan pada tahun ) Pengembangan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Kegiatan yang termasuk dalam program pengembangan SDM adalah sebagai berikut: a. Peningkatan Kualitas SDM, dengan sub kegiatan : Diklat Eksternal Dalam Negeri : 1) Sebanyak 63 orang tenaga teknis untuk mengikuti di antaranya : - Pelatihan : 13 topik 16 orang - Workshop : 6 topik 8 orang - Seminar : 6 topik 7 orang - Lokakarya : 1 topik 2 orang - Bimtek : 1 topik 1 orang - Capacity building : 63 orang 2) Sebanyak 49 orang tenaga non teknis untuk mengikuti di antaranya : - Bimtek : 4 topik 5 orang - Pelatihan : 4 topik 7 orang - Seminar : 1 topik 1 orang - Workshop : 1 topik 2 orang - Capacity building : 49 orang b. Uji Kompetensi Sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), pada Tahun 2013 Balai Besar Laboratorium belum menerima peserta yang mengikuti uji kompetensi karena adanya Majelis Tenaga Kesehatan 88
57 Provinsi (MTKP) yang diadakan oleh provinsi bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (DPW PATELKI) Jawa Timur dengan biaya yang lebih terjangkau. 10) Pendidikan dan Pelatihan Kegiatan pendidikan dan pelatihan meliputi : a. Diklat dan Magang, dengan kegiatan : Pelatihan yang diselenggarakan Kesehatan Surabaya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga teknis dan non teknis. 1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) Sebanyak 505 orang dari berbagai institusi pendidikan telah menerima bimbingan selama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Balai Besar Laboratorium dengan rincian berikut : Gambar 5.12 Jumlah Peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL) Per-Institusi Pendidikan Tahun 2013 Sumber : Instalasi Pendidikan dan Pelatihan BBLK Surabaya,
58 Gambar 5.13 Jumlah Peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL) Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2013 Sumber : Instalasi Pendidikan dan Pelatihan BBLK Surabaya, Orientasi dan Kunjungan Jumlah mahasiswa orientasi sebanyak 16 orang PPDS UNAIR. Sedangkan jumlah kunjungan sebanyak 94 orang dari 4 instansi. 3. Magang Pada Tahun 2013, jumlah peserta magang sebanyak 42 orang dari 26 instansi. Dari kegiatan PKL, Orientasi, Kunjungan dan Magang yang telah dilaksanakan, bidang Mikrobiologi merupakan bagian yang paling diminati pada tahun
59 Gambar 5.14 Bidang Diklat (PKL, Orientasi dan Kunjungan serta Magang) yang Diminati Tahun 2013 Sumber : Instalasi Pendidikan dan Pelatihan BBLK Surabaya, ) Penelitian dan Pengembangan Pada tahun 2013 telah dilaksanakan 43 jenis penelitian di Balai Besar Laboratorium yang berasal dari berbagai instansi dan tingkat pendidikan. Untuk kegiatan penelitian, bidang Patologi dan Kimia Kesehatan merupakan bidang-bidang yang paling diminati selama tahun
60 Gambar 5.15 Bidang Penelitian yang Diminati di Balai Besar Laboratorium Tahun 2013 Sumber : Instalasi Penelitian dan Pengembangan BBLK Surabaya, INDIKATOR BLU Dari hasil penilaian kinerja berdasarkan indikator kinerja Badan Layanan Umum (BLU) maka didapatkan hasil sebagai berikut : a. Aspek Keuangan, dengan total skor 23,6 yang terdiri dari : Sub aspek Rasio Keuangan dengan skor 13,75 dan Sub aspek Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU dengan skor 9,80 b. Aspek Pelayanan, dengan skor 57,74 yang terdiri dari : Sub aspek Layanan dengan skor 23 dan Sub aspek Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat dengan skor 34,74 Total Nilai Kedua Aspek Indikator = 81,34 Jadi total nilai yang didapat dari ketiga indikator tersebut yaitu 81,34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja dari ketiga indikator tersebut dinyatakan dalam kategori TINGGI dengan tingkat kinerja AA. 92
61 5.1.3 STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM) Dalam melaksanakan pelayanan, Kesehatan Surabaya telah sepenuhnya melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 660/MENKES/SK/VIII/2009 tanggal 14 Agustus Berdasarkan hasil evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2013 : 1. Hasil evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilaksanakan memperoleh kategori A (sangat baik) dengan score 87,07 pada bulan Juni 2013 dan 87,21 pada bulan Desember Aspek penilaian yaitu unsur pelayanan sebagai berikut : - Prosedur pelayanan - Persyaratan pelayanan - Kejelasan petugas pelayanan - Kedisiplinan petugas pelayanan - Tanggung jawab petugas pelayanan - Kemampuan petugas pelayanan - Kecepatan pelayanan - Keadilan mendapat pelayanan - Kesopanan dan keramahan petugas - Kewajaran biaya pelayanan - Kepastian biaya pelayanan - Kepastian jadwal pelayanan - Kenyamanan lingkungan - Keamanan pelayanan 2. Selain itu juga ada suatu evaluasi dari laboratorium lain yang melaksanakan kerjasama dengan Kesehatan Surabaya, dengan hasil baik dalam segi ketepatan penyerahan hasil, sistem pelayanan, dan keakuratan hasil. 93
62 5.1.4 KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) 1) Sebagai nominator final Unit Pelayanan Prima (UPP). 2) Standarisasi struktur organisasi. 3) Akreditasi WHO, Akreditasi ISO 17025:2005; ISO 9001:2008; KALK, ISO 15189: ) Laboratorium Rujukan Nasional TBC untuk pemeriksaan Culture dan DST Phenotipically. 5) Training tenaga teknis dan non teknis baik nasional maupun internasional. 6) Penambahan alat-alat laboratorium dan penunjang untuk Laboratorium PCR (Polio) dari WHO. 7) Laporan Keuangan (triwulan, semester, tahunan), kegiatan pelayanan, laporan KLB bulanan tepat waktu. 8) Laboratorium pemeriksa toksikologi logam berat pada spesimen manusia. 9) Laboratorium pemeriksa kultur udara ruang PROMOTIF PREVENTIF Bimbingan Teknis Bimbingan teknis merupakan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh maupun oleh pihak luar terhadap. Dengan adanya Bimtek, terjalin kerjasama lintas sektoral, peningkatan mutu sumber daya manusia dan penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi. Kegiatan Bimbingan Teknis pada tahun 2013 sebagai berikut : a. Bimbingan Teknis kepada 6 UPTD BLK Provinsi yang menjadi wilayah binaan Lingkup Bimtek : Laboratorium (aspek teknis dan non teknis) b. Bimbingan Teknis kepada 30 Puskesmas di Kabupaten / Kota di Jawa Timur Lingkup Bimtek : Pemantapan Mutu Internal (PMI) c. Pembinaan mutu serta pengembangan dan/penguatan jejaring lab. kultur dan DST di Indonesia Pembinaan ini dilaksanakan terhadap laboratorium TB yang dipersiapkan untuk menjadi lab. rujukan di provinsi masing-masing. 94
63 Selama tahun 2013 telah terlaksana supervisi, Lab. Mission dan On The Job Training terhadap 20 laboratorium rujukan TB. Lingkup Bimtek : Laboratorium TB Pengambilan Sampel Bersamaan dengan program bimbingan teknis, tahun 2013 Balai Besar Laboratorium juga melaksanakan pengambilan sampel untuk memeriksa kadar cholinesterase dalam darah pada petugas fogging di 30 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur PROGRAM UNGGULAN 1) Pelayanan Kejadian Luar Biasa (KLB) - Dibentuk tim KLB (Tim Gerak Cepat) yang dapat dihubungi selama 24 jam termasuk hari libur. - On the job training pengambilan spesimen KLB di lapangan. 2) Laboratorium Nasional Polio secara kultur virus dan ITD (Intratypic Differentiation). 3) Laboratorium Nasional Campak dan Rubella secara Imunologi, kultur virus, PCR dan Genotyping. 4) Laboratorium Regional PCR Avian Influenza (H5N1 dan H7N9) dan H1N1. 5) Laboratorium Rujukan Nasional TBC untuk pemeriksaan Culture dan DST Phenotipically. 6) Laboratorium pemeriksa Yersinia pestis secara Imunologi dan Mikrobiologi. 7) Laboratorium pemeriksa Difteri (kultur, varian, toxigenic dan Ribotyping). 8) Laboratorium pemeriksa toksikologi logam berat pada spesimen manusia. 9) Laboratorium pemeriksa kultur udara ruang. 10) Penyediaan media untuk kultur TBC dan kultur bakteri lainnya serta penyediaan cat Ziehl Neelsen. Berikut foto dan dokumentasi kegiatan tahun 2013 : 95
64 Gambar 5.16 Penilaian Unit Pelayanan Publik oleh Tim Penilai dari Kementerian Pengelolaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Gambar 5.17 BBLK Surabaya berpartisipasi pada pameran yang diadakan Ditjen Bina Upaya Kesehatan dalam rangka RAKERKESNAS Tahun
65 Gambar 5.18 BBLK Surabaya sebagai peserta dalam Gelar Pameran Publik Jawa Timur 2013 yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur Gambar 5.19 Kegiatan Bimbingan Teknis kepada Puskesmas di Kab./Kota wilayah Provinsi Jawa Timur 97
66 Gambar 5.20 Kegiatan Bimbingan Teknis kepada UPTD-BLK di Provinsi Binaan BBLK Surabaya Gambar 5.21 Kegiatan Pendidikan & Pelatihan (Praktek Kerja Lapangan / PKL Mahasiswa) 98
67 5.2 SUMBER DAYA KEUANGAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2013 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp atau mencapai 80,21 persen dari estimasi pendapatannya sebesar Rp Realisasi Belanja Negara pada TA 2013 adalah sebesar Rp atau mencapai 86,66 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 5.32 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012 (dalam Rupiah) Uraian Anggaran Realisasi % Realisasi terhadap Anggaran Realisasi Pendapatan Negara , Belanja Negara , A. Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp atau mencapai 80,21 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp Pendapatan Negara dan Hibah terdiri dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya dan Pendapatan PNBP BLU. Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya dan PNBP BLU per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: 99
68 Tabel 5.33 Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP TA 2013 Uraian Anggaran 1. Pendapatan PNBP Lainnya Pendapatan PNBP BLU ,92 Jumlah , Realisasi % Realisasi Anggaran Realisasi PNBP BLU TA 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp atau 5,43 persen dibandingkan TA 2012 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan Operasional BLU pada. Realisasi PNBP Lainnya TA 2013 terdiri dari pendapatan sewa rumah dinas sebesar Rp ; pendapatan jasa lainnya berupa pengembalian uang makan bulan desember 2013 sebesar Rp ; penerimaan kembali belanja pegawai pusat TAYL sebesar Rp dan pendapatan anggaran lain-lain sebesar Rp7. Tabel 5.34 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2013 dan 2012 URAIAN REALISASI T.A REALISASI T.A NAIK / (TURUN) % 1. Pendapatan PNBP Lainnya (49,88) 2. Pendapatan PNBP BLU ,43 Jumlah Pendapatan ,01 B. Belanja Negara Realisasi belanja pada TA 2013 adalah sebesar Rp atau 86,66 persen dari anggaran senilai Rp Rincian Anggaran dan realisasi belanja TA 2013 tersaji pada tabel berikut : 100
69 Tabel 5.35 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2013 URAIAN ANGGARAN REALISASI % Belanja Pegawai ,74 Belanja Barang ,74 Belanja Modal ,11 Total Belanja Kotor ,67 Pengembalian Belanja ( ) 0 Belanja Netto ,66 Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini : Gambar 5.22 Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Berdasarkan tabel di atas Perbandingan Realisasi Belanja (Bersih) TA 2013 dan TA 2012 menunjukkan bahwa realisasi belanja pada TA 2013 mengalami kenaikan sebesar 52,37 persen dibandingkan realisasi belanja pada TA Hal ini disebabkan karena realisasi belanja TA 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp dibandingkan periode yang sama TA 2012 disebabkan pada TA 2012 tidak mendapat subsidi belanja modal rupiah murni, adanya efisiensi di belanja langganan daya dan jasa, dan beberapa kegiatan di belanja BLU tidak bisa terserap karena mengikuti tingkat pendapatan BLU yang belum memenuhi target. 101
70 Tabel 5.36 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2013 dan 2012 URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A REALISASI T.A NAIK (TURUN) % Belanja Pegawai ,03 Belanja Barang ,58 Belanja Modal ,10 Jumlah Belanja , NERACA Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada 31 Desember 2013 dan Neraca yang disajikan adalah hasil dari proses Sistem Akuntansi Instansi, sebagaimana yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Nilai Aset per 31 Desember 2013 dicatat dan disajikan sebesar Rp yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp ; Aset Tetap (neto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp ; dan Aset Lainnya (neto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp Nilai Ekuitas Dana disajikan sebesar Rp yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp Ringkasan Neraca per 31 Desember 2013 dan 2012 dapat disajikan sebagai berikut : 102
71 Tabel 5.37 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2013 dan 2012 Uraian 31 Des Des 2012 Kenaikan / Penurunan Rp % ASET Aset Lancar ,66 Aset Tetap ( ) (49,64) Aset Lainnya ,58 Jumlah Aset ( ) (32,74) KEWAJIBAN Kewajiban Jk Pendek Jumlah Kewajiban EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar ,66 Ekuitas Dana Invesrasi ( ) (47,13) Jumlah Ekuitas Dana ( ) (32,74) Jumlah Kewajiban & Ekuitas ( ) (32,74) 5.3 SUMBER DAYA MANUSIA Jumlah Pegawai dan Status Jumlah Pegawai pada per 31 Desember 2013 sejumlah 112 orang, yang terdiri dari 96 orang tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 16 orang tenaga non PNS/tenaga kontrak. Dari 96 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 59 orang (61%) adalah tenaga teknis dan 37 orang (39%) tenaga non teknis. Berdasarkan pengumuman Kepala Biro Kepegawaian tentang hasil seleksi CPNS tahun 2013 BBLK Surabaya mendapat 5 orang tenaga DIII Analis Kesehatan. Berikut ini tabel Target dan Realisasi SDM yang Diusulkan Tahun 2013 berdasarkan tingkat pendidikan dan Jenis Ketenagaan : 103
72 Tabel 5.38 Target dan Realisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang Diusulkan Tahun 2013 Berdasar Tingkat Pendidikan No Pendidikan Target Realisasi % Pencapaian 1 S2 2 S % 3 DIV 4 D % Total ,5% Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, 2013 Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa jumlah SDM yang diusulkan tahun 2013 berdasarkan tingkat pendidikan tercapai sebesar 62,5% dari target yang ditetapkan. Tabel 5.39 Target dan Realisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang Diusulkan Tahun 2013 Berdasar Jenis Ketenagaan No Jenis Ketenagaan Target Realisasi % Pencapaian 1 Medis 2 Paramedis Perawat 3 Penunjang % 4 Administrasi 3 0 0% Total ,5% Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, 2013 Dari jumlah tenaga yang diajukan, realisasi tenaga penunjang adalah 100% dan tenaga administrasi 0%. Jabatan Struktural Jumlah pejabat struktural di adalah 10 Jabatan, yaitu : a. Jabatan Eselon II.b sejumlah 1 jabatan yaitu : 1) Kepala b. Jabatan Eselon III.b sejumlah 3 jabatan yaitu : 104
73 1) Kepala Bidang Lab. Klinik dan Lab.Kes Masyarakat 2) Kepala Bidang Pengendali Mutu 3) Kepala Bagian Tata Usaha c. Jabatan Eselon IV.a sejumlah 6 jabatan yaitu : 1) Kepala Seksi Lab. Klinik 2) Kepala Seksi Lab. Kes. Masyarakat 3) Kepala Seksi Pemantapan Mutu 4) Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan 5) Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan 6) Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Jenis ketenagaan di menurut pendidikan dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 5.40 Data Jenis Ketenagaan di Kesehatan Surabaya Menurut Pendidikan per-31 Desember 2013 PENDIDIKAN Teknis Non Teknis Per 31 Desember 2013 S Spesialis Patologi Klinik 3 3 S.2 Kefarmasian 1 1 Magister Manajemen 1 1 Magister Kesehatan 1 1 Magister Kesehatan Lingk. 1 1 S Apoteker 1 1 Dokter Umum S.1 Biologi S.1 Ekonomi Akuntansi 7 7 S.1 Ekonomi Manajemen 1 1 S.1 Kesehatan Masyarakat S.1 Kimia 3 3 S.1 Pendidikan Matematika 1 1 S.1 Teknologi Industri Fisika 1 1 DIV D.IV Analis Kesehatan
74 PENDIDIKAN Teknis Non Teknis Per 31 Desember 2013 DIII / AKADEMI Akademi Analis Kesehatan Akademi Teknik Elektromedik 1 1 D.III Labkes 5 5 D.III Perawat Umum 4 4 D.III Radiodiagnostik 2 2 D.III Sistem Informasi 1 1 D.III Teknik Komputer 1 1 SLTA KPAA/KKPA 1 1 Sekolah Menengah Analis 3 3 Kesehatan Sekolah Menengah Atas 7 7 SMEA 3 3 SPR 1 1 STM Mesin Industri 1 1 SLTP Sekolah Menengah Pertama 5 5 SD Sekolah Dasar Umum 2 2 TOTAL 59 (61%) Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, (39%) 96 Jumlah Pegawai Menurut Golongan Golongan IV : 16 orang Golongan III : 51 orang Golongan II : 29 orang Golongan I : - orang 106
75 Tabel 5.41 Data Ketenagaan Menurut Golongan dan Jabatan Tahun 2013 GOLONGAN IV III II ESELON D C B A D C B A D C B A Jumlah ESELON II 1 1 ESELON III 3 3 ESELON IV NON ESELON J u m l a h Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, SUMBER DAYA SARANA DAN PRASARANA Mutasi Barang Pada tahun 2013 terdapat penambahan alat laboratorium / medik dan peralatan kantor / non medik yang berasal dari pengadaan / pembelian dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai berikut : Tabel 5.42 Penambahan Alat Laboratorium / Medik Tahun 2013 No. Nama Merk/Tipe Computed Radiology Image Reader Atomic Absorption Spectrophotometer Jumlah Barang (Unit) Keterangan Fuji Film 1 Pembelian Shimadzu AA Pembelian 3. Biosafety Cabinet Nuaire NU Pembelian 4. Refrigerated Centrifuge Eppendorf EC017 1 Pembelian 5. Electrolyte Analyzer Jokoh EX-D 1 Pembelian 6. Turbidimeter / Nephelometer The Binding Site 1 Pembelian 7. Centrifuge Hettich / Rotofix 32A 1 Pembelian 8. Centrifuge Hettich / Rotina Pembelian 107
76 No. Nama Merk/Tipe Jumlah Barang (Unit) Keterangan 9. COD Reaktor WTW CR Pembelian 10. Densitometer General Biomerieux 1 Pembelian 11. Vortex Mixer Labinco L46 2 Pembelian 12. Shaking Incubator Biomerieux 1 Pembelian 13. Incubator Binder BD115 2 Pembelian 14. Analitical Balance Mettler Toledo MS1602S 1 Pembelian Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, 2013 Tabel 5.43 Penambahan Peralatan Kantor / Non Medik Tahun 2013 No. Nama Merk/Tipe Jumlah Barang (Unit) Keterangan 1. UPS 5000 VA ICA/SIN3100C 4 Pembelian 2. UPS VA ICA/SIN7501C1 1 Pembelian 3. PC Unit 4. PC Unit 1 Pembelian 1 Pembelian 5. PC Unit Lenovo C Pembelian 6. Laptop Toshiba C800 1 Pembelian 7. Printer Epson/L110 2 Pembelian 8. Printer Dell/PC Intel Core i Dell/PC Dual Core G-630 Brother/MFC- J625DW 2 Pembelian 9. Printer HP Pembelian 10. Printer Epson/L350 1 Pembelian 11. Printer Epson LX121X 2 Pembelian 12. Unit Power Supply ICA Power Max 500VA 4 Pembelian 13. Lemari besi/metal Lokal 1 Pembelian 14. Lemari Besi/Metal Lion 33 2 Pembelian 15. AC Split Panasonic 2 PK 6 Pembelian 16. AC Split Panasonic 1 PK 2 Pembelian 108
77 No. Nama Merk/Tipe Jumlah Barang (Unit) Keterangan 17. AC Split Panasonic 1,5 PK 3 Pembelian 18. Lemari kayu Lokal 1 Pembelian 19. Kursi Besi/Metal Chitose Caesar N 25 Pembelian 20. Kursi Besi/Metal Indachi Cafista 15 Pembelian 21. Kursi Besi/Metal Chitose Vista N 12 Pembelian 22. Kursi Besi/Metal Tiger T601 4 Pembelian 23. Meja Resepsionis Lokal 1 Pembelian 24. Meja Kerja Kayu Minnoti 3 Pembelian 25. Meja Kerja Kayu Lokal 1 Pembelian 26. Meja Kerja Kayu Lokal 1 Pembelian 27. Kursi Besi/Metal Lokal 8 Pembelian 28. Kursi Besi/Metal Blood Donor Chair Pembelian Sumber : Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BBLK Surabaya, 2013 Bangunan dan Halaman Luas Bangunan dan Halaman BBLK Surabaya Tahun 2013 terdiri dari : - Bangunan dengan fungsi administrasi : 397,5 m 2 - Tempat parkir : 450 m 2 - Bangunan dengan fungsi teknis : 672,77 m 2 - Halaman : 1.520,4 m 2 - Bangunan dengan fungsi penunjang : 623 m 2 - Rumah dinas : m 2 - Mess belakang : 684 m 2 Fasilitas Penunjang yang Dimiliki - Listrik : 107 KVA - Faximil : 4 buah - Air / PDAM : m3 / th - Aiphone : 21 buah - Telepon : 6 buah - Kendaraan roda 4 : 4 buah Penghapusan Sarana dan Prasarana Selama tahun 2013 tidak ada penghapusan sarana dan prasarana di Balai Besar Laboratorium. 109
78 5.5 UPAYA UNTUK MERAIH WTP DAN REFORMASI BIROKRASI Tabel 5.44 Pencapaian Strategi dan Langkah-Langkah Raih WTP 2013 Balai Besar Laboratorium NO STRATEGI LANGKAH LANGKAH PENCAPAIAN 1. Membangun Komitmen dan Integritas Pimpinan, Para Pengelola dan Para Pelaksana Kegiatan 2. Penguatan Perencanaan dan Penganggaran 3. Pembenahan Pengelolaan Kas / Sistem Pembukuan/ Akuntansi 1. Penandatanganan Pakta Komitmen Raih WTP oleh Para Kepala Bidang, Kepala Seksi serta Kepala Tata Usaha dan kepala instalasi dan seluruh SDM BBLK Surabaya. 2. Menciptakan Atmosphere of WTP 3. Menyusun Aturan Perilaku bagi Pengelola Keuangan dan Pelaksana Kegiatan 4. Membentuk Satgas WTP 1. Penyusunan perencanaan 2. Penguatan penelaahan RKA-KL 3. Penggunaan Bagan Akun Standar (BAS) secara cermat (Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Belanja Bantuan Sosial) 4. Penyiapan kelengkapan dan keakuratan Dokumen Pendukung Perencanaan (TOR, RAB) 1. Reviu dan Penyempurnaan Kebijakan Akuntansi Kementerian Kesehatan; 2. Meningkatkan kualitas penyusunan RPK, RPD, perencanaan Kas; 3. Meningkatkan ketepatan waktu pelaksanaan anggaran; 4. Pemeriksaan Kas Internal oleh KPA dan/atau PPK; 5. Rekening Bendahara Pengeluaran masuk dalam TNP (Treasury Notional Pooling); 1. Membentuk satgas WTP BBLK Surabaya 2. Sosialisasi WTP 16 September Deklarasi WTP 19 September Membuat SOP pengelolaan keuangan 5. Menciptakan sistem pengendalian internal 1. Penyusunan RBA berdasarkan usulan satuan kerja ( button up ) dan kemampuan sumber dana / pagu anggaran 2. Penyusunan RBA dilengkapi TOR dan RAB 3. Pelaksanaan anggaran menggunakan BAS yang sesuai. 1. SPI telah melakukan review atas laporan keuangan setiap akhir semester 2. Menyusuan POA rencana pengadaan setiap bulan 3. Rekening bendahara sudah masuk TNP 4. Pemeriksaan kas oleh Pemeriksa Kas Intern setiap tiga bulan 110
79 NO STRATEGI LANGKAH LANGKAH PENCAPAIAN 4. Perbaikan Penatausahaan pendapatan BLU 5. Penataan Rekening 6. Peningkatan Kualitas Pengadaan Barang/ Jasa 1. Rekonsiliasi antara unit pelaksana layanan dan unit pelaksana administrasi 2. Mendorong Satker pemungut melaksanakan pungutan PNBP melalui Bank; 1. Melakukan re-inventarisasi rekening yang digunakan oleh Satuan Kerja 2. Mengajukan persetujuan pembukaan rekening (bagi Satker yang belum) 3. Percepatan penutupan rekening yang sudah tidak digunakan 4. Melaporkan kepada Menteri Keuangan pembukaan dan penutupan rekening 1. Sosialisasi Perpres No. 54/2010 tentang Pengadaan Barang & Jasa 2. Meningkatkan peran KPA dan PPK dalam penyusunan HPS, penyusunan dan pelaksanaan kontrak. 3. Meningkatkan kualitas panitia pengadaan dalam penyusunan dokumen pengadaan, pelaksanaan evaluasi 4. Meningkatkan kualitas panitia penerima hasil pekerjaan 5. Pendampingan/konsultasi (LKPP, Itjen, BPKP) 1. Penerimaan pendapatan PNPB disetor ke rekening penerimaan paling lambat 1x24 jam 1. Mengelompokkan rekening rekening yang ada di BBLK Surabaya sesuai PMK yang berlaku. 2. Mengajukan persetujuan rekening ke kemenkeu melalui kemenkes 3. rekening bank yang dimiliki BBLK Surabaya sudah mendapat persetujuan menkeu sebanyak 2 rekening. 4. Melaporkan pembukaan maupun penutupan rekening ke Kemenkeu 1. BBLK Surabaya sudah membentuk unit layanan pengadaan barang / jasa tahun Melakukan konsultasi ke LKPP melalui media internet 111
80 NO STRATEGI LANGKAH LANGKAH PENCAPAIAN 7. Pembenahan Penatausahaan BMN 1. Menuntaskan Inventarisasi dan Penilaian BMN serta menginput dalam SIMAK-BMN; 2. Menuntaskan Proses Konversi Penggolongan dan Kodifikasi BMN sesuai PMK No. 29/PMK.06/2007; 3. Menuntaskan Proses Migrasi BMN sesuai dengan Aplikasi SIMAK-BMN 2010; 4. Menatausahakan BMN (stock opname barang persediaan, rekonsiliasi internal dan eksternal, labelisasi); 1. Setiap semester dan tahun dilakukan stock opname persediaan 2. Membuat Berita Acara stock opname 3. Mengentry aset tetap yang dibeli dan hibah jika ada ke dalam SIMAK BMN secara periodik 4. Melakukan rekon internal setiap bulan antara bagian akuntansi dan inventaris 8. Penguatan Kapasitas SDM 1. Melaksanakan pelatihan pengelolaan keuangan bagi para pejabat, para pengelola keuangan dan pelaksana kegiatan 2. Menempatkan tenaga akuntansi yang kapabel di unit pengelola keuangan 3. Meningkatkan kualitas SDM pengadaan barang/jasa (PPK dan Panitia) 1. Mengirim pejabat keuangan dan akuntansi untuk mengikuti pelatihan peningkatan kualitas SDM keuangan yang diselenggarakan kemenkeu dan kemenkes 2. Mengirim SDM ULP untuk mengikuti pelatihan pengadaan barang / jasa 3. Sudah menempatkan bendahara pengeluaran sarjana akuntansi 9. Penguatan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) 1. Menyusun SOP SPIP ditingkat BBLK Surabaya 2. Melakukan pelatihan SPIP secara bertahap dan berjenjang 3. Membentuk Tim Satgas SPIP di tingkat BBLK Surabaya 1. Sudah dilakukan pelatihan SPIP selama 2 hari dari Itjen Kemenkes RI 112
81 NO STRATEGI LANGKAH LANGKAH PENCAPAIAN 10. Penguatan Monitoring dan Evaluasi 1. Meningkatkan kualitas pelaksanaan monitoring terpadu terhadap pelaksanaan kegiatan dan anggaran; 2. Melakukan perbaikan segera terhadap ketidaksesuaian pelaksanaan kegiatan dan anggaran 3. Melakukan pertemuan rutin secara berkala dan berjenjang dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran 1. Membuat laporan realisasi penyerapan anggaran setiap tanggal 3 awal bulan berikutnya. 2. Melakukan usulan perubahan MAK dan BAS terhadap kegiatan yang melebihi pagu sebelumnya. 11. Perbaikan Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan 1. Menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan sesuai dengan ketentuan (akurat, lengkap, teratur, tepat waktu, berjenjang) 2. Mengoptimalkan peran UAPPA- W dalam rangka mengumpulkan, mengkompilasi, dan menyampaikan Laporan Keuangan 3. Melakukan konsultasi secara berkala kepada BPK dalam penyusunan Laporan Keuangan 4. Pendampingan dalam penyusunan Laporan Keuangan oleh BPKP, Itjen, Biro Keuangan dan BMN 5. Merancang dan melaksanakan aplikasi yang terintegrasi serta real time terkait pelaporan keuangan 1. Sudah penyusun laporan keuangan SAI dan SAK semesteran dan tahunan sesuai pedoman SAI dan PABLU 2. Mengirim laporan keuangan SAI ke koordinator wilayah jatim secara periodik 3. Melakukan konsultasi ke KPPN dan DJPB 113
82 NO STRATEGI LANGKAH LANGKAH PENCAPAIAN 12. Peningkatan Kualitas Pengawasan 13. Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 1. Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan dan anggaran; 2. Melaksanakan Reviu Laporan Keuangan secara terintegrasi dan berjenjang 3. Melakukan monitoring secara ketat Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Reviu Laporan Keuangan 4. Pendampingan oleh pejabat yang berkompeten selama Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan oleh BPK 1. Melakukan pemantauan yang ketat terhadap penyelesaian Tindak Lanjut LHP 2. Melakukan pemutakhiran data penyelesaian tindak lanjut secara berkala 1. Laporan keuangan telah di Review oleh SPI setiap semester dan tahun, 2. Laporan keuangan telah di audit oleh KAP 1. Telah melakukan monitoring tindaklanjut atas temuan auditor PENCAPAIAN 100% 95% Keterangan : Sampai bulan Desember 2013 strategi dan langkah langkah Balai Besar Laboratorium dalam meraih WTP sudah mencapai 95%. 114
BAB V HASIL KERJA TAHUN Daftar Masukan Kegiatan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2012
BAB V HASIL KERJA TAHUN 2012 5.1 PENCAPAIAN TARGET KINERJA 5.1.1 PENCAPAIAN TARGET KEGIATAN DAN PENDAPATAN Daftar Masukan Kegiatan Tahun 2012 Tabel 5.1 Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Masukan No (Input)
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... vii EXECUTIVE SUMMARY... ix
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... vii EXECUTIVE SUMMARY... ix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Maksud dan Tujuan Laporan... 2 1.3 Ruang
BAB V HASIL KERJA TAHUN 2016
BAB V HASIL KERJA TAHUN 2016 5.1 PENCAPAIAN TARGET KINERJA 5.1.1 PENCAPAIAN TARGET KEGIATAN DAN PENDAPATAN sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan R.I. yang berada di Jawa Timur, memberikan
BAB II GAMBARAN KINERJA SAAT INI
6 BAB II GAMBARAN KINERJA SAAT INI 2.1 Gambaran Kinerja Aspek Pelayanan 2.1.1 Kinerja Pelayanan Laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2016
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2016 KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA Jl. Karangmenjangan No.
EVALUASI/FEEDBACK KOMDAT PRIORITAS, PROFIL KESEHATAN, & SPM BIDANG KESEHATAN
EVALUASI/FEEDBACK PRIORITAS, PROFIL KESEHATAN, & SPM BIDANG KESEHATAN MALANG, 1 JUNI 2016 APLIKASI KOMUNIKASI DATA PRIORITAS FEEDBACK KETERISIAN DATA PADA APLIKASI PRIORITAS 3 OVERVIEW KOMUNIKASI DATA
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA Jl. Karangmenjangan No. 18 Surabaya Telp. 031-5021451, Fax. 031-5020388 e-mail : [email protected]
per km 2 LAMPIRAN 1 LUAS JUMLAH WILAYAH JUMLAH KABUPATEN/KOTA (km 2 )
LAMPIRAN 1 LUAS WILAYAH,, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT LUAS RATA-RATA KEPADATAN WILAYAH RUMAH JIWA / RUMAH PENDUDUK DESA KELURAHAN DESA+KEL. PENDUDUK (km 2 ) TANGGA
KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP
KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan
Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor
DATA/INFORMASI KESEHATAN KABUPATEN LAMONGAN Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI 2012 Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan
KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP
KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016
EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016 Realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-provinsi Jawa Timur Oktober 2016 PROVINSI KABUPATEN/KOTA Provinsi Gorontalo Provinsi
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA Jl. Karangmenjangan No. 18 Surabaya Telp. 031-5021451, Fax. 031-5020388 e-mail : [email protected]
Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota
Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota TAHUN LAKI-LAKI KOMPOSISI PENDUDUK PEREMPUAN JML TOTAL JIWA % 1 2005 17,639,401
DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I
DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I 1 DERAJAT KESEHATAN (AHH, AKB DAN AKI) 2 STATUS GIZI KURANG DAN GIZI BURUK PADA BALITA 3 JUMLAH RUMAH SAKIT BERDASARKAN KEPEMILIKAN DAN PELAYANAN
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM a. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 57/KMK.05/2010 tanggal 05 Februari 2010 tentang Penetapan pada Kementerian Kesehatan sebagai Instansi Pemerintah
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/359/KPTS/013/2015 TENTANG PELAKSANAAN REGIONAL SISTEM RUJUKAN PROVINSI JAWA TIMUR
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/359/KPTS/013/2015 TENTANG PELAKSANAAN REGIONAL SISTEM RUJUKAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan
POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro)
POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Setjen, Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1. Nasional
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. 2.1 Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur merupakan salah satu unit pelaksana induk dibawah PT PLN (Persero) yang merupakan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 125 TAHUN 2008
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 125 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR MENIMBANG
Grafik Skor Daya Saing Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Grafik Skor Daya Saing Kabupaten/Kota di Jawa Timur TOTAL SKOR INPUT 14.802 8.3268.059 7.0847.0216.8916.755 6.5516.258 5.9535.7085.572 5.4675.3035.2425.2185.1375.080 4.7284.4974.3274.318 4.228 3.7823.6313.5613.5553.4883.4733.3813.3733.367
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU KEPADA PROVINSI JAWA TIMUR DAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kedelai merupakan salah satu tanaman yang menjadi komoditas utama di Indonesia. Bagian yang dimanfaatkan pada tanaman kedelai adalah bijinya. Berdasarkan Sastrahidajat
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN DI JAWA TIMUR 22 MEI 2012
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN DI JAWA TIMUR 22 MEI 2012 OLEH : Drs. MUDJIB AFAN, MARS KEPALA BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR DEFINISI : Dalam sistem pemerintahan di Indonesia
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2010
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2010 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam upaya meningkatkan
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
P E N U T U P P E N U T U P
P E N U T U P 160 Masterplan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura P E N U T U P 4.1. Kesimpulan Dasar pengembangan kawasan di Jawa Timur adalah besarnya potensi sumberdaya alam dan potensi
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
LAKIP Tahun 203 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Perencanaan Kinerja merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan
BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR 4. 1 Kondisi Geografis Provinsi Jawa Timur membentang antara 111 0 BT - 114 4 BT dan 7 12 LS - 8 48 LS, dengan ibukota yang terletak di Kota Surabaya. Bagian utara
RESUME PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015 IHPS I TAHUN 2016
RESUME PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015 IHPS I TAHUN 2016 A. PEMERIKSAAN KEUANGAN Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2015 adalah pemeriksaan
Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia Jumat Minggu Ke-9 Tahun 2015
Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia Jumat Minggu Ke-9 Tahun 2015 A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU KEPADA PROVINSI JAWA TIMUR DAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2014
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2014 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2016 TENTANG NOMENKLATUR, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM BINA
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban secara tertulis atas pelaksanaan tugas-tugas
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015 GUBERNUR JAWA TIMUR. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 121 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017
\ PERATURAN NOMOR 121 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM PENGAIRAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang
PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN FASILITASI AKREDITASI FASILITAS TINGKAT PERTAMA
PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN FASILITASI AKREDITASI FASILITAS TINGKAT PERTAMA DRG LILI APRILI ANT I KEPAL A SEKS I KESE H ATAN DASAR DAN PENUNJAN G Pertimbangan Penyusunan
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2016
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG NOMENKLATUR, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA CABANG DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 57 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN DEFINITIF BAGIAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DALAM NEGERI (PASAL 25/29) DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL
BAB I PENDAHULUAN. mengurus dan mengatur keuangan daerahnya masing-masing. Hal ini sesuai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah pusat memberikan kebijakan kepada pemerintah daerah untuk mengurus dan mengatur keuangan daerahnya masing-masing. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor
2. JUMLAH USAHA PERTANIAN
BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 61/09/35/Tahun XI, 2 September 2013 HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 PROVINSI JAWA TIMUR (ANGKA SEMENTARA) JUMLAH RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 SEBANYAK
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN SEMENTARA BAGIAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DALAM NEGERI PASAL 25/29 DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
MEWUJUDKAN BIROKRASI AKUNTABEL, EFEKTIF DAN EFISIEN
MEWUJUDKAN BIROKRASI AKUNTABEL, EFEKTIF DAN EFISIEN 1 3 S A S A R A N R E F O R M A S I B I R O K R A S I Pemerintah yang bersih, akuntabel, dan berkinerja tinggi Pemerintah yang efektif dan efisien Pemerintahan
KETERSEDIAAN DATA KESEHATAN MASYARAKAT DI PROP. JAWA TIMUR DINKES PROPINSI JATIM
KETERSEDIAAN DATA KESEHATAN MASYARAKAT DI PROP. JAWA TIMUR DINKES PROPINSI JATIM KETERSEDIAAN DATA PENGUMPULAN PENGOLAHAN DATA ANALISA DATA INTERPRETASI T U J U A N UMUM DIPEROLEHNYA GAMBARAN DAN INFORMASI
Jumlah Penderita Baru Di Asean Tahun 2012
PERINGATAN HARI KUSTA SEDUNIA TAHUN 214 Tema : Galang kekuatan, hapus stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta 1. Penyakit kusta merupakan penyakit kronis disebabkan oleh Micobacterium
Lampiran 1 LAPORAN REALISASI DAU, PAD TAHUN 2010 DAN REALISASI BELANJA DAERAH TAHUN 2010 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR (dalam Rp 000)
Lampiran 1 LAPORAN REALISASI DAU, PAD TAHUN 2010 DAN REALISASI BELANJA DAERAH TAHUN 2010 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR (dalam Rp 000) Kabupaten/Kota DAU 2010 PAD 2010 Belanja Daerah 2010 Kab Bangkalan 497.594.900
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PERHUBUNGAN DAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2016
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG NOMENKLATUR, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAWA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun ketahun. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 557 /KPTS/013/2016 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN / KOTA SEHAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 557 /KPTS/013/2016 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN / KOTA SEHAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam rangka tercapainya kondisi
CENTER OF GRAVITY MODEL PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN ILHAM AKHSANU RIDLO
CENTER OF GRAVITY MODEL PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN ILHAM AKHSANU RIDLO 1 CENTER OF GRAVITY MODEL PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN Serial Paper Manajemen Penulis: Ilham Akhsanu Ridlo PHMovement
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 1996 TENTANG ORGANISASI
TABEL II.A.1. LUAS LAHAN KRITIS DI LUAR KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR TAHUN
TABEL II.A.1. LUAS LAHAN KRITIS DI LUAR KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR TAHUN 2008-2012 PADA MASING-MASING DAS (BRANTAS, SOLO DAN SAMPEAN) No Kabupaten Luas Wilayah Lahan Kritis Luar Kawasan Hutan (Ha) Ket. (Ha)
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta berdiri sejak tanggal 25 Januari 1950. Pada awalnya, laboratorum ini merupakan Laboratorium Assaineering DIY yang berada di bawah
64 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
PELATIHAN PERAWAT DAN KADER DALAM PENANGANAN PASUNG BERBASIS KOMUNITAS DI PROVINSI JAWA TIMUR Yuni Ramawati (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga) ABSTRAK Provinsi Jawa Timur memiliki target
repository.unimus.ac.id
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit TBC merupakan penyakit menular
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 1996 TENTANG ORGANISASI
PENETAPAN KINERJA. Unit Eselon II : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun Anggaran : 2012
Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2012 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target 2012 Satuan (1) (2) (3) (4) 1 Terlaksananya berbagai jenis pelayanan laboratorium yang
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG TIM PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA INVESTASI NON PMDN / PMA PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2006 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang
EVALUASI PROGRAM KKBPK DATA MARET 2017 PERWAKILAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROPINSI JAWA TIMUR,
EVALUASI PROGRAM KKBPK DATA MARET 2017 PERWAKILAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROPINSI JAWA TIMUR, 2017 1 INDIKATOR KKP 2 INDIKATOR PROGRAM TAHUN 2017 NO INDIKATOR PROGRAM 2017 SASARAN
GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR
GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN BADAN KOORDINASI WILAYAH PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2003 TENTANG HARGA ECERAN TERTINGGI (NET) MINYAK TANAH Dl PANGKALAN MINYAK TANAH Dl JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa dalam
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Berikut dijelaskan tentang tugas pokok dan fungsi, profil, visi misi, dan keorganisasian Badan Ketahanan Pangan
GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
6 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Pada akhir abad ke-19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang
RENCANA PENGADAAN BARANG/JASA SUMBER DANA : DPA APBD SKPD DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012
RENCANA PENGADAAN BARANG/JASA SUMBER DANA : DPA APBD SKPD DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012 URAIAN JENIS PEKERJAAN / KEGIATAN VOLUME SATUAN HARGA SATUAN HARGA TOTAL PAKET LELANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Menimbang: a. Bahwa dalam upaya meningkatkan kersejahteraan rakyat khususnya
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Program dari kegiatan masing-masing Pemerintah daerah tentunya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia telah menerapkan penyelenggaraan Pemerintah daerah yang berdasarkan asas otonomi daerah. Pemerintah daerah memiliki hak untuk membuat kebijakannya
PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai
Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2013 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Jumlah capaian pemeriksaan
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. sebuah provinsi yang dulu dilakukan di Indonesia atau dahulu disebut Hindia
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Profil Eks Karesidenan Madiun Karesidenan merupakan pembagian administratif menjadi kedalam sebuah provinsi yang dulu dilakukan di Indonesia atau dahulu disebut
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali
BAB 1 PENDAHULUAN. TB.Paru merupakan penyakit yang mudah menular dan bersifat menahun, disebabkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Tuberkulosis (TB) atau dalam program kesehatan dikenal dengan TB.Paru merupakan penyakit yang mudah menular dan bersifat menahun, disebabkan oleh kuman Mycobacterium
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 109 TAHUN 2016
3 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 109 TAHUN 2016 TENTANG NOMENKLATUR, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pusat dan pemerintah daerah, yang mana otonomi daerah merupakan isu strategis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diberlakukannya UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH I. UMUM Bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
BAB 1 PENDAHULUAN. Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) memperkirakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) memperkirakan sepertiga dari
APLIKASI KOMUNIKASI DATA
APLIKASI KOMUNIKASI DATA APLIKASI KOMUNIKASI DATA Penyelenggaraan komunikasi data dimaksudkan untuk membangun dan mengoptimalkan aliran data dari kabupaten/kota dan provinsi ke pusat atau sebaliknya Mampu
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik
6 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Pada abad ke-19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak
Peran BPJS Kesehatan dalam Integrasi System pada FKTP
Peran BPJS Kesehatan dalam Integrasi System pada FKTP Nama : EDY SURLIS, S. Komp, IT IL, AAAK Jabatan : Kepala Departemen Perencanaan, Evaluasi, Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Kantor : BPJS Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular. langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru tetapi juga dapat mengenai
RILIS HASIL LISTING SENSUS EKONOMI 2016 PROVINSI JAWA TIMUR TEGUH PRAMONO
RILIS HASIL LISTING SENSUS EKONOMI 2016 PROVINSI JAWA TIMUR TEGUH PRAMONO 2 Penjelasan Umum Sensus Ekonomi 2016 Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha/perusahaan (kecuali
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia Tahun 2015 Jumat, Minggu ke-7
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia Tahun 2015 Jumat, Minggu ke-7 Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Konferensi Pers UN 2017 Jenjang SMP UN untuk memantau, mendorong dan meningkatkan mutu pembelajaran
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Konferensi Pers UN 2017 Jenjang SMP UN untuk memantau, mendorong dan meningkatkan mutu pembelajaran 1.349.744 2.855.633 11.096 45.092 6.891 4.205 20.292 115.631 765
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2016
No. 010/06/3574/Th. IX, 14 Juni 2017 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2016 IPM Kota Probolinggo Tahun 2016 Pembangunan manusia di Kota Probolinggo pada tahun 2016 terus mengalami
RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 41/PHPU.D-VI/2008 Tentang Sengketa perselisihan hasil suara pilkada provinsi Jawa Timur
RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 41/PHPU.D-VI/2008 Tentang Sengketa perselisihan hasil suara pilkada provinsi Jawa Timur I. PEMOHON Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Mudjiono, selanjutnya disebut
DATA DINAMIS PROVINSI JAWA TIMUR TRIWULAN IV BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN 2017
DATA DINAMIS PROVINSI JAWA TIMUR TRIWULAN IV - 2017 DATA DINAMIS PROVINSI JAWA TIMUR TRIWULAN IV - 2017 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN ANGGARAN 2017 DATA DINAMIS
RENCANA KERJA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010
RENCANA KERJA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 200 KODE PERMEN 2 05 000 2 Kelautan dan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Dinas 2.400.000 Fasilitasi Program Anti Kemiskinan
BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama. kesehatan global. TB menyebabkan kesakitan pada jutaan
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama kesehatan global. TB menyebabkan kesakitan pada jutaan manusia tiap tahunnya dan menjadi penyebab kematian kedua dari
KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP
KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan
