BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Harjanti Sumadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil IV.1.1 Pengujian Aplikasi Proses pengujian aplikasi persebaran objek wisata Kota Semarang berbasis mobile GIS pada smartphone Android dilakukan untuk mengetahui hasil dari perancangan aplikasi yang telah dibuat, baik itu dari segi design interface maupun sistem pemrogramannya. Proses uji coba terhadap kinerja aplikasi berkaitan dengan ketepatan data objek wisata yang ditampilkan, kecepatan dalam penerimaan data, serta spesifikasi dari jenis sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi. Pada pengujian aplikasi ini terdapat beberapa parameter yang digunakan untuk memastikan bahwa aplikasi telah berjalan sesuai rancangan, antara lain berjalannya seluruh fungsi dari setiap fitur yang ada pada aplikasi, aplikasi dapat merepresentasikan posisi objek wisata, serta stabilitas penerimaan dari database ke aplikasi. IV.2 Prosedur Pengujian Prosedur pengujian pada aplikasi mobile GIS GeoTourism dimaksudkan untuk mengatahui kinerja dari aplikasi. Pengujian aplikasi dilakukan dengan menginstal aplikasi ke smartphone Lenovo A800 dengan spesifikasi : Sistem Operasi: Android OS, v4.0.4 (Ice Cream Sandwich) Processor : MTK 6577T, Dual-core 1.2 GHz Cortex-A9, PowerVR SGX531 GPS : Yes, with A-GPS Memori : RAM 512 MB, Internal 4 GB, Eksternal 32 GB IV.2.1 Interface Aplikasi Mobile GIS GeoTourism Pada prosedur pengujian interface aplikasi GeoTourism ini akan dijelaskan mengenai penggunaan aplikasi mulai dari user membuka aplikasi IV-1
2 hingga mengakses setiap informasi yang ada dan menjalankan fitur yang disediakan aplikasi. 1. Tampilan Menu Utama Menu utama ini merupakan halaman awal yang ditampilkan ketika user pertama kali membuka aplikasi. Pada halaman menu (Home) aplikasi ini terdapat beberapa button yang dapat dipilih oleh user antara lain : Button Tourism Akan menampilkan button Tourism List dan button Near List. Button Info Akan menampilkan beberapa button pilihan mengenai informasi pendukung objek wisata di Kota Semarang, antara lain button Culture, Hotel, Shop, Phone, Culinary, Hospital, Trans, dan Home. Button Help Akan menampilkan informasi mengenai kegunaan dari setiap button yang terdapat pada aplikasi GeoTourism. Button About Akan menampilkan informasi mengenai aplikasi GeoTourism. Button Quit Berfungsi untuk menutup aplikasi GeoTourism. Gambar 4.1 Tampilan screen Home aplikasi GeoTourism IV-2
3 Tampilan dari button Help dan About pada screen Home Aplikasi GeoTourism. (a) (b) Gambar 4.2 Tampilan Menu Utama. (a) Tampilan button Help ; (b)tampilan button About. 2. Tampilan Screen Tourism Pada tampilan screen dari button Tourism terdapat dua buah button yaitu button Tourism List (berisi daftar objek wisata di Kota Semarang) dan button Near List (berisi daftar objek wisata terdekat dalam radius 5 kilometer dari posisi user). Gambar 4.3 Tampilan screen Tourism IV-3
4 Setelah user dihadapkan pada screen Tourism yang terdiri dari dua button, yaitu button Tourism List dan Near List. User dapat memilih button Tourism List, maka akan menampilkan list objek wisata yang ada di Kota Semarang. Kemudian user dapat memilih salah satu dari objek wisata untuk menuju ke halaman konten dari button Tourism List yang berisi informasi mengenai objek wisata tersebut. Objek yang dipilih Gambar 4.4 Tampilan list dari button Tourism List Pada tampilan screen Tourism List akan ditampilkan nama dan foto objek wisata yang dipilih. Selain itu terdapat beberapa button yang memiliki fungsinya masing-masing. Gambar 4.5 Tampilan konten dari button Tourism List IV-4
5 3. Tampilan button Go To Pertama adalah button Go To yang berfungsi menampilkan alamat dan kordinat lokasi dari posisi user. Alamat dan koordinat posisi tersebut didapat dari pembacaan LocationSensor melalui GPS pada perangkat smartphone Android. Button Go To Button Direction Gambar 4.6 Tampilan konten dari button Go To Selanjutnya juga pada konten button Go To terdapat button Direction yang berfungsi untuk menghubungkan aplikasi GeoTourism ke aplikasi Google Maps, hal ini bertujuan untuk memberikan petunjuk arah dari posisi user ke posisi objek wisata yang dipilih. IV-5
6 (a) (b) (c) Gambar 4.7 Tampilan Google Maps dari button Direction. (a) Pembacaan Koordinat ; (b) Petunjuk Arah ; (c) informasi jalur. 4. Tampilan dari button Info Button Info akan menampilkan informasi mengenai objek wisata yang dipilih. Untuk membukanya user cukup meng-klik button Info, kemudian akan muncul beberapa informasi antara lain alamat, nomor telepon, dan review singkat mengenai objek wisata yang didapatkan dari database aplikasi. Pada bagian bawah tampilan aplikasi terdapat button English yang berfungsi untuk mengubah deskripsi objek wisata menjadi berbahasa inggris, dan terdapat button Bahasa Indonesia untuk mengembalikannya ke bahasa Indonesia. IV-6
7 Gambar 4.8 Tampilan konten button Info Button Alih Bahasa 5. Tampilan dari button Video Langkah dalam menampilkan video objek wisata melalui button Video cukup sederhana. User hanya perlu meng-klik button Video, kemudian aplikasi akan dihubungkan langsung ke aplikasi Youtube. Hal ini terjadi karena video dari setiap objek wisata tersimpan di Youtube, maka video akan ditampilkan langsung melalui aplikasi tersebut. Gambar 4.9 Tampilan video pada aplikasi Youtube IV-7
8 6. Tampilan dari button Photo Button Photo akan menampilkan beberapa foto dari objek wisata yang dipilih. Untuk mengganti foto, user dapat meng-klik button Next yang ada di bagian bawah halaman konten button Photo. Gambar 4.10 Tampilan konten button Photo 7. Tampilan dari button Near List Untuk menampilkan daftar objek wisata terdekat, user cukup mengklik button Near List yang terdapat pada tampilan screen Tourism aplikasi GeoTourism. Setelah di klik, aplikasi akan me-load data dan ditampilkan dalam bentuk list. List tersebut akan menampilkan jarak beserta nama objek wisata yang dimulai dari objek wisata dengan jarak terdekat hingga terjauh dari posisi user. Dan tentunya hanya objek wisata yang berada dalam radius 5 kilometer dari posisi user. Selanjutnya user dapat memilih salah satu objek wisata pada list dan aplikasi akan menampilkan informasi mengenai objek wisata yang dipilih. IV-8
9 (a) Gambar 4.11 Tampilan button Near List. (a) Processing data ; (b) list (b) 8. Tampilan dari sub-button dari button info Button Info pada aplikasi GeoTourism memiliki beberapa sub-button antara lain button Culinary, Culture, Hospital, Hotel, Phone, Shop, Trans (Transportation), dan button Home. Pada setiap sub-button tersebut memiliki tampilan dan fitur yang berbeda sesuai kebutuhan serta ketersediaan data. Berikut penjelasan secara singkat mengenai masing-masing sub-button dari button Info. Gambar 4.12 Tampilan konten button Info IV-9
10 a. Button Culinary Pada button Culinary, aplikasi akan menampilkan tiga buah subbutton yang terdiri dari button Culinary, Restaurant, dan Cafe. Gambar 4.13 Tampilan sub-button dari button Culinary Sub-button Culinary akan menampilkan list dari beberapa makanan khas Kota Semarang. Kemudian aplikasi akan menampilkan informasi berupa foto dan deskripsi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (a) (b) Gambar 4.14 Tampilan konten sub-button Culinary. (a) list ; (b) konten IV-10
11 Sub-button Restaurant akan menampilkan list dari beberapa restoran atau rumah makan yang tersebar di Kota Semarang. Setelah user memilih salah satu Restoran, maka aplikasi akan menampilkan alamat dan nomor telepon, selain itu terdapat juga button Call yang berfungsi melakukan panggilan telepon dan button Direction yang berfungsi menghubungkan aplikasi GeoTourism ke aplikasi Google Maps sebagai fitur navigasi. (a) (b) Gambar 4.15 Tampilan konten sub-button Restaurant. (a) list restaurant ; (b) konten Sedangkan pada button Cafe akan ditampilkan list dari beberapa kafe di Kota Semarang, selanjutnya konten dari button ini tidak jauh berbeda dengan yang ditampilkan pada button Restaurant. Yaitu akan menampilkan alamat dan nomor telepon, selain itu terdapat juga button Call yang berfungsi melakukan panggilan telepon dan button Direction yang berfungsi menghubungkan aplikasi GeoTourism ke aplikasi Google Maps sebagai fitur navigasi. IV-11
12 (a) Gambar 4.16 Tampilan konten sub-button Cafe. (a) list Cafe ; (b) konten (b) b. Button Culture Pada button Culture akan menampilkan beberapa informasi mengenai budaya atau tradisi di Kota Semarang. Setelah meng-klik button Culture, aplikasi akan menampilkannya dalam bentuk list. pilih salah satu dari list, selanjutnya ditampilkan halaman konten yang berisi nama, foto, dan informasi dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. (a) Gambar 4.17 Tampilan konten button Culture. (a) list ; (b) konten (b) IV-12
13 c. Button Hospital Pada button Hospital akan menampilkan list dari beberapa rumah sakit atau sarana kesehatan di Kota Semarang. Setelah user memilih, maka akan ditampilkan informasi alamat dan nomor telepon, serta terdapat juga button Call yang berfungsi melakukan panggilan telepon dan button Direction yang berfungsi menghubungkan aplikasi GeoTourism ke aplikasi Google Maps sebagai fitur navigasi. (a) Gambar 4.18 Tampilan button Hospital. (a) list ; (b) konten. (b) d. Button Hotel Pada button Hotel, aplikasi akan menampilkan list dari beberapa hotel di Kota Semarang mulai dari bintang 1 hingga bintang 5. Kemudian setelah user memilih salah satu hotel, aplikasi akan menampilkan alamat dan nomor telepon hotel. Terdapat pula button Call yang berfungsi untuk melakukan panggilan telepon terhadap nomor yang tertera. IV-13
14 (a) (b) Gambar 4.19 Tampilan button Hotel. (a) list ; (b) konten. e. Button Phone Button Phone berisi list nomor telepon penting atau darurat yang ada di Kota Semarang. Setelah nomor telepon dipilih oleh user, maka aplikasi akan menampilkan nomor telepon beserta button Call untuk melakukan panggilan telepon. Button Call (a) Gambar 4.20 Tampilan button Phone. (a) list ; (b) konten. (b) IV-14
15 Kemudian user dapat meng-klik button Call untuk melakukan panggilan telepon melalui perangkat smartphone Android ke nomor telepon yang tertera. Gambar 4.21 Tampilan panggilan telepon f. Button Shop Pada button Shop terdapat tiga buah sub-button, yaitu button Souvenir, Mall, dan Gift Shop. Gambar 4.22 Tampilan button Shop IV-15
16 Sub-button Souvenir akan menampilkan list dari beberapa toko cenderamata yang tersebar di Kota Semarang. Setelah user memilih, maka aplikasi akan menampilkan alamat dan nomor telepon, serta button Call. (a) Gambar 4.23 Tampilan sub-button Souvenir. (a) list ; (b) konten. (b) Sedangkan pada tampilan sub-button Mall akan menampilkan list pusat perbelanjaan di Kota Semarang. Setelah user memilih maka aplikasi hanya akan menampilkan informasi alamat. (a) Gambar 4.24 Tampilan sub-button Mall. (a) list ; (b) konten. (b) IV-16
17 Lalu pada sub-button Gift Shop akan menampilkan list dari beberapa toko atau pusat oleh-oleh di Kota Semarang. Setelah user memilih, aplikasi akan menampilkan alamat dan nomor telepon, serta button Call untuk melakukan panggilan telepon. (a) Gambar 4.25 Tampilan sub-button Gift Shop. (a) list ; (b) konten. (b) g. Button Trans Pada button Trans terdapat lima sub-button antara lain button Taxi, Airport, Port, Station, dan Bus Rapid Trans (BRT). Gambar 4.26 Tampilan button Trans IV-17
18 Sub-button Taxi berisi list layanan taksi di Kota Semarang dengan informasi alamat dan nomor telepon, serta button Call untuk melakukan panggilan telepon. (a) Gambar 4.27 Tampilan sub-button Taxi. (a) list ; (b) konten. (b) Sub-button Airport berisi informasi bandara di Kota Semarang berupa alamat dan nomor telepon, serta button Call dan button Direction untuk fitur navigasi. Gambar 4.28 Tampilan sub-button Airport IV-18
19 Sub-button Port berisi informasi pelabuhan di Kota Semarang berupa alamat dan nomor telepon, serta terdapat juga button Call yang berfungsi melakukan panggilan telepon dan button Direction yang berfungsi menghubungkan aplikasi GeoTourism ke aplikasi Google Maps sebagai fitur navigasi. Gambar 4.29 Tampilan sub-button Port Sub-button Station berisi informasi beberapa stasiun di Kota Semarang berupa alamat dan nomor telepon, serta terdapat juga button Call dan button Direction sebagai fitur navigasi. Gambar 4.30 Tampilan sub-button Station IV-19
20 Sub-button Bus Rapid Trans (BRT) berisi informasi mengenai layanan Trans Semarang. Terdapat list koridor beserta rute pulang dan rute pergi. (a) Gambar 4.31 Tampilan sub-button Bus Rapid Trans. (a) list ; (b) konten. (b) IV.2.2 Hasil Pengujian Pengujian aplikasi persebaran objek wisata GeoTourism dilakukan menggunakan perangkat smartphone Lenovo A800 bersistem operasi Android versi Ice Cream Sandwich (4.0.1). Hasil pengujian berkaitan dengan berbagai kriteria pada prosedur pengujian. Tahap pertama adalah pengujian terhadap waktu yang diperlukan dalam menampilkan setiap fungsi dan fitur yang terdapat pada aplikasi, antara lain fungsi navigasi peta, lokasi terdekat, panggilan telepon, dan beberapa fungsi lainnya. Dalam pengujian ini dilakukan dengan menggunakan tiga jenis koneksi yaitu WLAN (atau lebih dikenal dengan Wi-Fi), 2G-2,75G, dan 3G. Provider yang digunakan pada pengujian aplikasi adalah 3 (Tri). Berikut adalah hasil pengujian berdasarkan koneksi internet pada aplikasi GeoTourism. IV-20
21 1. Menampilkan fungsi Direction Tabel 4.1 Hasil uji koneksi : Direction Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 1,34 1,26 1,09 1,35 0,98 1,20 2G 2,75 G 1,56 1,77 1,42 1,51 1,22 1,50 3G atau diatasnya 1,12 1,32 1,24 1,03 1,19 1,18 2. Manampilkan deskripsi / informasi objek Tabel 4.2 Hasil uji koneksi : Info Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 0,56 0,41 0,34 0,64 0,37 0,46 2G 2,75 G 0,44 0,52 0,57 0,66 0,54 0,55 3G atau diatasnya 0,35 0,47 0,53 0,39 0,51 0,45 3. Menampilkan video Tabel 4.3 Hasil uji koneksi : Video Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 2,56 2,45 2,76 2,69 2,87 2,67 2G 2,75 G 7, 50 9,77 6,30 7,26 8,35 7,84 3G atau diatasnya 2,68 2,77 2,81 2,56 2,84 2,73 IV-21
22 4. Menampilkan foto Tabel 4.4 Hasil uji koneksi : Photo Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 2,89 2,93 3,16 3,05 3,27 3,06 2G 2,75 G 3,45 3,78 3,97 4,02 3,89 3,82 3G atau diatasnya 2,94 3,05 3,34 3,15 2,96 3,09 5. Menampilkan list terdekat Tabel 4.5 Hasil uji koneksi : Near List Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 5,05 5,37 5,54 4,99 5,62 5,32 2G 2,75 G 13,24 11,54 12, ,43 11,60 3G atau diatasnya 5,16 5,25 5,41 4,97 5,31 5,16 6. Menampilkan panggilan telepon Tabel 4.6 Hasil uji koneksi : Phone Call Koneksi Waktu yang diperlukan (detik) Rata-rata WLAN 0,78 0,91 0,69 0,73 0,79 0,78 2G 2,75 G 1,14 1,07 1,23 1,28 1,18 1,42 3G atau diatasnya 1,04 0,84 0,61 0,74 0,66 0,78 IV-22
23 Tahap berikutnya adalah pengujian terhadap daftar objek wisata terdekat yang dapat dilihat melalui button Near List. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk membandingkan daftar objek wisata terdekat yang ditampilkan aplikasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Pengujian ini dilakukan di beberapa lokasi berbeda. Berikut hasil dari pengujian fitur jarak terdekat melalui button Near List. 1. Lokasi 1 Lapangan Basket Dekanat Teknik Undip Tembalang Tabel 4.7 Hasil pengujian di lokasi 1 No Nama Objek Wisata Jarak (Km) Gardu pandang Gombel Water Blaster Museum Jamu Jago dan MURI Tinjimoyo 2,38 3,28 3, Lokasi 2 : Masjid Baiturahman Simpang Lima Tabel 4.8 Hasil pengujian di lokasi 2 No Nama Objek Wisata Jarak (Km) Simpang Lima Taman Rekreasi Wonderia Lawang Sewu Tugu Muda Museum Mandala Bhakti Taman Budaya Raden Saleh Pura Agung Girinatha Masjid Besar Kauman Kota Lama Gereja Blenduk 0,15 1,39 1,46 1,53 1,54 1,58 1,70 1,84 2,63 2,39 IV-23
24 No Nama Objek Wisata Jarak (Km) 11 Masjid Menara Layur 2, Sam Poo Kong Gereja Gedangan Masjid Agung Jawa Tengah Pantai Marina Water Blaster Museum Ronggowarsito Vihara Mahavira Puri Maerokoco Tinjimoyo Museum Jamu Nyonya Meneer 2,73 2,74 2,90 4,09 4,16 4,26 4,79 4,85 4,92 4,96 Tahap pengujian selanjutnya adalah dengan melakukan instalasi pada beberapa merk/tipe smartphone bersistem operasi Android. Berikut adalah tabel hasil pengujian instalasi pada smartphone Android. Tabel 4.9 Hasil Pengujian Instalasi pada smartphone No Merk/Tipe Smartphone Versi Sistem Operasi Instalasi 1 Smartfren Andromax i Jelly Bean Berhasil 2 Lenovo S60 Ice Cream Sandwich Berhasil 3 Samsung Galaxy Ace Ginger Bread Berhasil 4 Samsung Galaxy Ace 2 Jelly Bean Berhasil 5 Samsung Galaxy Gio Ginger Bread Berhasil 6 Samsung Galaxy Mini Ginger Bread Berhasil 7 Sony Ericcson E15i Ginger Bread Berhasil 8 Sony Ericcson WT18i Ice Cream Sandwich Berhasil 9 Sony Xperia J Jelly Bean Berhasil 10 Sony Xperia Sola Ice Cream Sandwich Berhasil IV-24
25 Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa aplikasi GeoTourism dapat diinstalasi dengan baik pada beberapa merk/tipe smartphone yang berbeda. Kemudian juga pada tabel diatas menunjukkan bahwa aplikasi GeoTourism berhasil diinstalasi pada tiga jenis versi sistem operasi Android yang berbeda. Versi sistem operasi Android yang berhasil dalam pengujian tersebut antara lain sistem operasi dengan versi Ginger Bread ( ) sebanyak 4 buah smartphone, Ice Cream Sandwich ( ) sebanyak 3 buah smartphone, dan Jelly Bean ( ) sebanyak 3 buah smartphone. IV.3 Analisis IV.3.1 Analisis Ketepatan Hasil Analisis ini dilakukan untuk memastikan ketepatan hasil dari perhitungan data aplikasi untuk membandingkan jarak A-GPS yang ditampilkan pada aplikasi melalui Near List dan jarak yang didapat dari distance measurement tool pada Google Maps. Sesuai rancangan aplikasi, objek wisata dengan jarak terdekat yang akan ditampilkan melalui Near List adalah objek wisata dalam radius 5 kilometer dari posisi user. Dengan demikian objek wisata dengan jarak diatas 5 kilometer otomatis tidak akan muncul pada daftar jarak terdekat melalui button Near List. Jarak-jarak tersebut adalah hasil perhitungan jarak menggunakan haversine formula. Berikut adalah perbandingan jarak yang didapat melalui Near List button dan jarak dari distance measurement tool pada Google Maps berdasarkan pembacaan posisi di lapangan basket Dekanat Teknik Undip Tembalang. IV-25
26 Tabel 4.10 Hasil Koreksi Jarak Near List No 1 Nama Objek Wisata Gardu pandang Gombel Jarak (Km) A-GPS Google Maps Selisih 2,38 2,47 0,09 2 Water Blaster 3,28 3,14 0,14 3 Museum Jamu Jago dan MURI 3,48 3,75 0,27 4 Tinjomoyo ,92 0,11 Kesalahan Rata-rata 0,153 Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa perbandingan jarak memiliki kesalahan rata-rata 0,153 kilometer atau 153 meter. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kondisi sinyal provider yang tidak stabil di lokasi, sehingga membuat pembacaan lokasi melalui LBS menjadi tidak akurat dan berbeda dengan kondisi sebenarnya dilapangan. Selanjutnya adalah analisis pada pembacaan posisi yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil pembacaan posisi dengan menggunakan GPS handheld, Google Maps, dan A-GPS pada smartphone pada suatu lokasi yang sama. 1. Pertama pembacaan lokasi menggunakan GPS handheld. Dari pengukuran tersebut didapatkan koordinat 07 o 03 48,39 dan 110 o 26 26,8 atau jika diubah ke koordinat default Google Maps yaitu , Kemudian pada posisi yang sama, dilakukan pembacaan posisi dengan menggunakan aplikasi A-GPS pada smartphone Android. Hasil pembacaan posisi yang didapat adalah , Berikutnya adalah melakukan pembacaan posisi melalui Google Maps pada smartphone Android. Hasil pembacaan posisi yang didapat adalah , Langkah berikutnya adalah membandingkan selisih setiap hasil pembacaan posisi. Sebelumnya lakukan transformasi koordinat yang telah didapat kedalam sistem koordinat UTM, untuk memudahkan dalam menghitung selisih antar koordinat. IV-26
27 Hasil transformasi koordinat geografis ke UTM GPS handheld = , ,81 A-GPS = , ,04 Google Maps = , Dari koordinat UTM diatas, dapat kita hitung selisih antar koordinat dengan rumus : Berikut tabel hasil pengukuran antar koordinat. Tabel 4.11 Hasil Pengukuran Koordinat 1 No Pengukuran Latitude ( o ) Longitude ( o ) No. Titik 1 GPS Handheld A-GPS A Google Maps GPS Handheld A-GPS B Google Maps GPS Handheld A-GPS C Google Maps Berikut adalah hasil perhitungan selisih antar koordinat dalam satuan meter. Tabel 4.12 Selisih Jarak Antar Koordinat 1 No GPS handheld dan A-GPS (meter) GPS handheld dan Google Maps (meter) A-GPS dan Google Maps (meter) No. Titik 1 37,643 12,270 28,537 A 2 41,573 4,706 44,240 B 3 11,742 10,887 1,544 C IV-27
28 Dari hasil pengukuran tersebut, dapat dilihat bahwa hasil pengukuran melalui A-GPS dan Google Maps memiliki akurasi yang hampir sama, namun memiliki perbedaan yang cukup beragam dengan hasil pengukuran melalui GPS handheld. Pada tabel diatas, pengukuran pertama antara A-GPS dan Google Maps memiliki selisih sebesar 28,537 meter. Meskipun demikian dengan selisih nilai tersebut, tentunya masih dapat dipergunakan untuk keperluan navigasi yang tidak terlalu membutuhkan akurasi tinggi. Kemudian dilakukan juga pengukuran untuk membandingkan selisih jarak antara beberapa koordinat BM (Benchmark) dan pembacaan melalui Google Maps serta A-GPS dengan menggunakan metode yang sama. Koordinat BM yang digunakan adalah koordinat BM GD01, GD05, dan GD16 di lingkungan kampus Undip Tembalang. Berikut tabel hasil pengukuran antar koordinat. Tabel 4.13 Hasil Pengukuran Koordinat 2 No Pengukuran Latitude ( o ) Longitude ( o ) No. Titik 1 Koordinat Geodetis Berikut adalah hasil perhitungan selisih antar koordinat dalam satuan meter. No A-GPS Google Maps Koordinat Geodetis A-GPS Google Maps Koordinat Geodetis A-GPS Google Maps Benchmark dan A- GPS (meter) Tabel 4.14 Selisih Jarak Antar Koordinat 2 Benchmark dan Google Maps (meter) A-GPS dan Google Maps (meter) GD01 GD05 GD16 No. Titik 1 37,643 12,270 28,537 GD ,573 4,706 44,240 GD ,742 10,887 1,544 GD16 IV-28
29 IV.3.2 Analisis Kecepatan Penerimaan Selanjutnya juga dilakukan pengujian terhadap kecepatan aplikasi dalam menerima dan mengirim data. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dalam pengoperasian fungsi dan mengakses berbagai data pada aplikasi. Berdasarkan pengujian dengan tiga jenis jaringan tersebut dapat diketahui waktu rata-rata yang diperlukan dalam pengoperasian fungsi dan mengakses berbagai data pada aplikasi. Hasil dari pengujian ini didapatkan bahwa waktu tercepat ditunjukkan ketika koneksi menggunakan jaringan WLAN, kemudian jaringan 3G, dan terakhir jaringan 2G. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan waktu ratarata menggunakan jaringan WLAN yaitu 3,32 detik dan pada jaringan 3G yaitu 3,16 detik. IV.3.3 Analisis Kegunaan Pengujian ini dilakukan secara objektif terhadap kegunaan aplikasi GeoTourism kepada user melalui wawancara langsung ke 10 pengguna smartphone Android, dan juga secara online dengan meng-upload aplikasi GeoTourism beserta kuisioner aplikasi ke internet. Pada pengujian aplikasi ini dilakukan dengan menginstalasi aplikasi ke perangkat smartphone Android dengan merk dan versi sistem operasi yang berbeda. Setelah itu mengajukan pertanyaan ke user mengenai pemakaian aplikasi. Berikut ini merupakan hasil dari wawancara langsung kepada user mengenai pemakaian aplikasi GeoTourism. IV-29
30 1. Bagaimana dengan ketersediaan data pada aplikasi GeoTourism? 20% 0% 30% Keterangan Sangat Lengkap Lengkap Cukup Lengkap 50% Kurang Lengkap Gambar 4.32 Diagram mengenai ketersediaan data Berdasarkan presentase diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 50% responden menyatakan aplikasi GeoTourism memiliki ketersediaan data yang lengkap, serta 30% (sangat lengkap) dan 20% (cukup lengkap). 2. Apakah posisi user sudah sesuai dengan pembacaan posisi aplikasi 20% 0% 0% 80% Keterangan Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Gambar 4.33 Diagram mengenai kesesuaian posisi Berdasarkan data diatas, dinyatakan bahwa aplikasi GeoTourism memiliki kesesuaian pembacaan posisi sebesar 80% atau sesuai. IV-30
31 3. Apakah fitur yang disediakan aplikasi dapat dimengerti dan berjalan dengan baik? 20% 0% 20% Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Baik 60% Kurang Baik Gambar 4.34 Diagram mengenai fitur aplikasi Berdasarkan presentase hasil wawancara diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% responden menyatakan aplikasi GeoTourism dapat berjalan dengan baik. 4. Apakah posisi objek wisata sudah mempresentasikan posisi sebenarnya? 20% 0% Keterangan Sangat Sesuai Sesuai 80% Cukup Sesuai Kurang Sesuai Gambar 4.35 Diagram mengenai posisi objek wisata Berdasarkan presentase hasil wawancara diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 80% responden menyatakan aplikasi GeoTourism dapat dengan sesuai mempresentasikan posisi objek wisata. IV-31
32 5. Bagaimana dengan tingkat kebutuhan terhadap aplikasi persebaran objek wisata di Kota Semarang? 10% 10% 0% Keterangan Sangat Membantu Membantu 80% Cukup Membantu Kurang Membantu Gambar 4.36 Diagram mengenai tingkat kebutuhan akan aplikasi Berdasarkan data presentase diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 80% responden menyatakan aplikasi GeoTourism dapat sangat membantu dalam memberikan informasi persebaran objek wisata di Kota Semarang. 6. Bagaimana dengan tampilan atau user interface aplikasi GeoTourism 10% 0% 70% 20% Keterangan Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik Gambar 4.37 Diagram mengenai user interface Berdasarkan presentase diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 70% responden menyatakan aplikasi GeoTourism memiliki tampilan atau user interface yang menarik. IV-32
Jurnal Geodesi Undip April 2014
APLIKASI PERSEBARAN OBJEK WISATA DI KOTA SEMARANG BERBASIS MOBILE GIS MEMANFAATKAN SMARTPHONE ANDROID Muhammad Rifqi Andikasani,M. Awaluddin,Andri Suprayogi *) Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini, dimana hasil akhirnya adalah berupa aplikasi persebaran objek wisata di Kota
Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
PENGEMBANGAN APLIKASI SEBARAN PETA KANTOR PELAYANAN JASA EKSPEDISI TIKI BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (Studi Kasus : Kota Semarang) Singgih Wahyu Nugroho, Andri Suprayogi, Haniah *) Program
PENGEMBANGAN ALARM KERETA COMMUTER LINE BERBASIS ANDROID
PENGEMBANGAN ALARM KERETA COMMUTER LINE BERBASIS ANDROID Nama : Ahmad Ansori NPM : 10112421 Jurusan : Sistem Informasi Pembimbing: Dr. Ega Hegarini, S.Kom., MMSI Latar Belakang PT KCJ (Kereta Commuter
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu di Kota Palembang Berbasis Android
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu di Kota Palembang Berbasis Android Gusmelia Testiana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Univesitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI GAME
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI GAME 4.1. Implementasi Asset dan Seni 4.1.1. Implementasi Konsep Seni Pada Game Puzzle Qur an Juz 30 ini pemain tidak langsung diarahkan bermain game tetapi ditampilkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Aplikasi pencarian rute terdekat berbasis android ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna aplikasi untuk memberikan informasi mengenai rute atau
BAB I PENDAHULUAN. Android merupakan sebuah sistem operasi yang sedang. populer, pada tanggal 3 September 2013 telah mencapai 1 miliar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Android merupakan sebuah sistem operasi yang sedang populer, pada tanggal 3 September 2013 telah mencapai 1 miliar perangkat yang telah menggunakan sistem
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri atas 13.000 pulau lebih, memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah. Sumber daya alam yang terdiri atas gas,
Aplikasi Location Base System Penyedia Informasi Layanan Darurat Berbasis Android
Aplikasi Location Base System Penyedia Informasi Layanan Darurat Berbasis Android Rifiana Arief 1, Gestyar Satrio Adji 2 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas
BAB IV PEMBAHASAN. Aplikasi Cari SPBU adalah aplikasi yang dibuat untuk mendeteksi dan mengetahui
80 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil Aplikasi Cari SPBU adalah aplikasi yang dibuat untuk mendeteksi dan mengetahui lokasi SPBU yang ada di Kota Bandar Lampung dengan menggunakan teknologi Markerless Augmented
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Sistem Kebutuhan untuk menjalankan sistem aplikasi yang telah dibuat sangat berakaitan dengan perangkat yang digunakan. Beberapa kriteria standar telah
APLIKASI PENCARIAN OBJEK WISATA TAMAN SAFARI INDONESIA BOGOR MENGGUNAKAN METODE BINARY SEARCH BERBASIS ANDROID
APLIKASI PENCARIAN OBJEK WISATA TAMAN SAFARI INDONESIA BOGOR MENGGUNAKAN METODE BINARY SEARCH BERBASIS ANDROID Dwijayanti Porbosari Winiar Nor, Iyan Mulyana, Soewarto Hardhienata Email : [email protected]
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN
60 BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Implementasi diterapkan dengan maksud agar sistem yang telah dibuat dapat berjalan secara efisien, efektif dan dapat membantu kebutuhan user
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Perangkat lunak yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi Sistem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. 3.1.1 Perangkat Lunak Perangkat lunak
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Yogyakarta adalah salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Objek wisata yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Salah satu layanan yang mampu dilakukan oleh ponsel saat ini adalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Salah satu layanan yang mampu dilakukan oleh ponsel saat ini adalah memberikan informasi dan jarak suatu tempat melalui teknologi Geographic Information System (GIS)
Bab 3 Perancangan Sistem
14 Bab 3 Perancangan Sistem Proses perancangan dan pengimplementasian aplikasi Objek Wisata Kabupaten Poso Berbasis Android diperlukan perancangan sistem. Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang terletak secara menyebar di kepulauan Nusantara Indonesia, terdapat 6 jenis obyek wisata
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Implementasi Aplikasi yang dibuat ini, diimplementasikan dalam bentuk simulasi dengan penggunaan smartphone yang berbasiskan Android. 4.1.1. Spesifikasi Kebutuhan Perangkat
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas sekitar 373,70 Km 2, Kota Semarang dapat digolongkan sebagai kota metropolitan di Provinsi Jawa Tengah.
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi suara atau pesan saja. Seiring perkembangan zaman, mobile phone
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan mobile phone tidak hanya difungsikan sebagai alat komunikasi suara atau pesan saja. Seiring perkembangan zaman, mobile phone maupun smartphone
BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan
BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada awal bagian ini akan dijelaskan spesifikasi
Gambar 3.1 Flowchart Membuat Rute Lari
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Bab ini akan menjelaskan analisa sistem dan perancangan sebuah prototipe aplikasi android untuk melakukan pembuatan rute lari dengan menggunakan algoritma haversine formula.
browser, MMS (Multimedia Messaging Service), GPS (Global Positioning System), wireless dan lain-lain. Saat ini dengan adanya perkembangan teknol
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM TERDEKAT DI KOTA DEPOK BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ECLIPSE GALILEO Syarif Hidayatullah Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berikut adalah tampilan hasil dan uji coba dari sistem informasi geografis penyebaran toko optik kacamata berbasis android di kota medan. IV.1.1. Tampilan Menu Utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kuliner yang ditawarkan dari setiap kota di Indonesia semakin berkembang dan bervariatif. Kuliner yang ditawarkan mulai dari makanan khas daerah yang bersifat tradisional
APLIKASI MOBILE LOKASI OBJEK WISATA KOTA DAN KABUPATEN TEGAL BERBASIS ANDROID
APLIKASI MOBILE LOKASI OBJEK WISATA KOTA DAN KABUPATEN TEGAL BERBASIS ANDROID Akhmad Agus Wijayanto, Bowo Nurhadiono, S.Si M.Kom Penulis, Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) OBJEK OBJEK WISATA PADA TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL BERBASIS ANDROID
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) OBJEK OBJEK WISATA PADA TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL BERBASIS ANDROID Nama : Yuliani Syam Pratiwi NPM : 17112942 Jurusan : Sistem Informasi Pembimbing : Syarifah Azharina
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini sangat begitu pesat, di. zaman seperti sekarang ini manusia diberikan fasilas yang lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini sangat begitu pesat, di zaman seperti sekarang ini manusia diberikan fasilas yang lebih dari teknologi, apa saja yang dibutuhkan bisa
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. atau tata cara memperoleh rute pariwisata di Provinsi Jawa Barat yang sedang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan dilakukan untuk mengetahui bagaimana alur atau tata cara memperoleh rute pariwisata di Provinsi Jawa
ABSTRAK. Kata kunci : Google Map, Android, Kuliner.
ABSTRAK Teknologi sudah menjadi kebutuhan pelengkap di lingkungan masyarakat sekarang ini. Proses penelusuran informasi secara manual yang membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan tempat atau lokasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini berkaitan erat dengan semua aspek kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga kesehatan. Adanya teknologi dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini berisi tentang implementasi dan evaluasi dalam pengembangan apliksi yang dibangun baik aplikasi berbasis mobile maupun berbasis web. 4.1 Kebutuhan Sistem Sistem
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan Perangkat Keras Mobile. perangkat keras yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Sistem Dalam mengimplementasikan aplikasi Find Hypermart dibutuhkan perangkat pendukung berupa perangkat keras dan perangkat lunak sebagai kebutuhan dalam sistem.
BAB I PENDAHULUAN. yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia merupakan kekayaan budaya yang harus
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Peninggalan sejarah merupakan warisan budaya masa lalu yang mereprensentasikan keluhuran dan ketinggian budaya masyarakat. Peninggalan sejarah yang tersebar di seluruh
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Aplikasi Dalam merancang dan membangun aplikasi virtual store menggunakan photo barcode scanner pada android smartphone android ini ada beberapa spesifikasi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan teknologi pada masa sekarang ini telah mengalami perubahan yang sangat pesat, sama halnya dengan perkembangan Elektronik. Salah satunya
Model Rute dan Peta Interaktif Posyandu di Kota Semarang menggunakan Geolocation dan Haversine Berbasis Mobile Android
Model Rute dan Peta Interaktif Posyandu di Kota Semarang menggunakan Geolocation dan Haversine Berbasis Mobile Android Sariyun Naja Anwar, Isworo Nugroho dan Edy Supriyanto Fakultas Teknologi Informasi,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dirancang dan dibangun, maka aplikasi akan di implementasikan dengan cara diuji
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Aplikasi Setelah aplikasi Sistem Informasi Geografis Pariwisata Yogyakarta selesai dirancang dan dibangun, maka aplikasi akan di implementasikan dengan cara
USER MANUAL AP2MPB (APLIKASI PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN METER PRABAYAR)
USER MANUAL AP2MPB (APLIKASI PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN METER PRABAYAR) Alifia Choiurunnisa Ivan Yuliansyah 1609/JPG/JF/D3/INF/49114 1609/BDG/JF/D3/INF/44588 DISTRIBUSI BANTEN PT PLN (Persero) 2017 KATA
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. aplikasi yang telah dibuat sebelumnya, sehingga diharapkan dengan adanya
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Implementasi program adalah implementasi dari analisa dan desain aplikasi yang telah dibuat sebelumnya, sehingga diharapkan dengan adanya implementasi
Aplikasi Monitoring Keberadaan Objek Melalui Perangkat Bergerak Berbasis Android
1 Aplikasi Monitoring Keberadaan Objek Melalui Perangkat Bergerak Berbasis Android Iqbal Dwiki Kurniawan 5110100070 Dosen Pembimbing : Dwi Sunaryono, S.Kom., M.Kom. Adhatus Solichah A., S.Kom., M.Sc. JURUSAN
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Angkutan umum penumpang adalah angkutan yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar, seperti angkutan kota (bus, mini bus, dsb), kereta api, angkutan air dan angkutan
BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
A V IMPLEMENTASI DAN PEMAHASAN 5.1 Implementasi Implementasi merupakan tahap pengembangan rancangan menjadi kode program. Pada awal bagian ini akan dijabarkan spesifikasi perangkat keras dan perangkat
BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti sekarang ini telah meningkatkan kebutuhan masyarakat akan teknologi yang sekaligus telah mengubah
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Berikut ini merupakan rincian spesifikasi untuk proses implementasi yang meliputi rincian spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak. 4.1.1 Spesifikasi
Pengingat Agenda Berdasarkan Konteks Lokasi Menggunakan GPS dengan Algoritma k-nearest Neighbor pada Perangkat Bergerak
Pengingat Agenda Berdasarkan Konteks Lokasi Menggunakan GPS dengan Algoritma k-nearest Neighbor pada Perangkat Bergerak IVAN AHMED GIOVANNI NRP 5109100042 Dosen Pembimbing I Ary Mazharuddin S., S.Kom.,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Menurut S, Rossa A. dan M. Shalahudin. (2013:17) Analisis Sistem adalah mendefinisikan kebutuhan terkait sistem yang akan dikembangkan. Jadi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas uraian singkat hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan topik penelitian, review aplikasi-aplikasi yang sejenis dengan aplikasi yang dibangun, serta
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisa Sistem Event kebudayaan merupakan acara yang diselenggarakan dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah. Pelaksanaan event kebudayaan di Jawa
BAB I PENDAHULUAN. faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia agar dapat melakukan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan arus informasi berkembang dengan pesat. Fenomena teknologi informasi ini harus dicermati dengan baik, terutama untuk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pemetaan dan Validasi Kampus UNDIP Berikut adalah hasil pemetaan kampus UNDIP pada penelitian ini. Gambar IV.1 Peta Kampus UNDIP Dalam penyajian peta ini, pemberian
BAB IV HASIL DAN UJI COBA. Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Sistem Informasi
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Sistem Informasi Geografis Titik Lokasi Pengisian Angin Nitrogen Di Kota Medan Menggunakan Metode Haversine
RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA INFORMASI RUTE ANGKUTAN KOTA DI PURBALINGGA
RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA INFORMASI RUTE ANGKUTAN KOTA DI PURBALINGGA JURNAL Disusun oleh : Mohammad Nurtryono Hs 10.11.1785 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Spesifikasi Aplikasi Berikut merupakan spesifikasi yang dibutuhkan agar aplikasi dapat berjalan dengan baik:
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Aplikasi Berikut merupakan spesifikasi yang dibutuhkan agar aplikasi dapat berjalan dengan baik: 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi perangkat keras
BAB I PENDAHULUAN. Sistem informasi geografis (geographic information system/gis) yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sistem informasi geografis (geographic information system/gis) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB I PENDAHULUAN...
DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... KATA PENGANTAR... v vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... x xi DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bagian ini penulis akan menjelaskan system analisis dan perancangan dalam membuat pembuatan aplikasi ini. Setelah semua kebutuhan selesai dianalisis, maka penulis akan
PEMETAAN LOKASI OBJEK PAJAK UNTUK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SENSOR FUSION PADA PERANGKAT BERGERAK DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID
PEMETAAN LOKASI OBJEK PAJAK UNTUK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SENSOR FUSION PADA PERANGKAT BERGERAK DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID Cipta Andrian 5106100170 Jurusan Teknik Informatika Fakultas
BAB V IMPLEMENTASI DESAIN
BAB V IMPLEMENTASI DESAIN 5.1. Warna Gambar 5.1 Palet warna pada Aplikasi Mobile Travel Guide Objek Wisata Kota Surabaya Tone warna yang digunakan diambil berdasarkan gambar dari hasil pencarian teratas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Dalam tahapan bab ini menjelaskan hasil dari perancangan sistem serta uji coba yang telah dilakukan dari sistem yang telah selesai dirancang dan dapat digunakan.
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Jalannya Uji Coba Uji coba terhadap aplikasi dilakukan untuk melihat apakah fungsi-fungsi dasar aplikasi berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan uji coba terhadap
Aplikasi Pencarian Informasi Sholat Jumat di Kota Bandar Lampung Menggunakan Location Based Service Berbasis Android
Aplikasi Pencarian Informasi Sholat Jumat di Kota Bandar Lampung Menggunakan Location Based Service Berbasis Android 1 Kurnia Muludi, 2 Feby Eka Febriansyah, 3 Alfabet Setiawan 1 Jurusan Ilmu Komputer
Nama : Agung Februanto NPM : Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
APLIKASI PENGENALAN HEWAN ENDEMIK DI PULAU SUMATRA BERBASIS ANDROID VERSI 4.4 KITKAT Nama : Agung Februanto NPM : 10112350 Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi LATAR
1. BAB I PENDAHULUAN
1. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan akan informasi dan hiburan sudah sedemikian berpengaruh di kehidupan manusia. Dengan berkembangnya teknologi semakin berkembang pula proses penyampaian informasi.
Jurnal Informatika dan Komputer PENS
Jurnal Informatika dan Komputer PENS www.jurnalpa.eepis-its.edu Teknik Informatika Vol.2, No.2, 2013 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Aplikasi Pemandu Wisata Wisata Bahari Lamongan Berbasis Mobile
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi banyak merubah gaya hidup masyarakat di jaman sekarang, salah satunya adalah kegiatan pariwisata. Berdasarkan data dari Badan Pusat
Aplikasi Pengajuan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Berbasis Android
Aplikasi Pengajuan Skripsi Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Berbasis Android Gilang Primasetya Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. 3.1.1 Perangkat Lunak Perangkat lunak
SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKAIAN DISTRO DENGAN APLIKASI ANDROID
SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKAIAN DISTRO DENGAN APLIKASI ANDROID MAKALAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Jenjang Strata I pada Program Studi Informatika Fakultas Komunikasi & Informatika
Model Aplikasi Pencarian Letak Rumah Sakit Terdekat Berbasis Android
ISSN: 2089-3787 761 Model Aplikasi Pencarian Letak Rumah Sakit Terdekat Berbasis Android Muhammad Haris Rahman, Taufiq Program Studi Sistem Informasi, STMIK Banjarbaru JL. Ahmad Yani Km. 33,5 Loktabat,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bencana adalah salah satu fenomena alam dapat terjadi setiap saat, dimanapun dan kapanpun sehingga dapat menimbulkan kerugian material dan non-material bagi kehidupan
APLIKASI PEMETAAN JALAN WISATA PANTAI PULAU BATAM DENGAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE BERBASIS ANDROID. Abstrak
APLIKASI PEMETAAN JALAN WISATA PANTAI PULAU BATAM DENGAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE BERBASIS ANDROID Sudra Irawan, Dhamas Noprian Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam [email protected]
Gambar 3.1 Diagram Alir aplikasi pada Klien Sistem berjalan.
BAB III PENENTUAN ALTERNATIF, EVALUASI, DAN PERANCANGAN Bab ini menjelaskan mengenai alternatif, evaluasi, dan perancangan yang akan digunakan dalam pengembangan modul Jafaik. Tahap penentuan alternatif
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan proses pengujian, hasil pengujian dan analisis dari hasil pengujian tersebut. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kompatibilitas aplikasi,
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1 Perencanaan Kebutuhan Telepon seluler merupakan salah satu sarana penunjang yang mendukung setiap orang beraktivitas setiap hari. Karena itu, tentunya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. penulis berusaha membangun adanya kemudahan dan efisiensi, terutama di sistem
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam mengembangkan sebuah aplikasi (penelitian yang sudah ada) penulis berusaha membangun adanya kemudahan dan efisiensi, terutama di sistem
BAB I PENDAHULUAN. PT. PANDU SIWI SENTOSA Bandung merupakan perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah PT. PANDU SIWI SENTOSA Bandung merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengiriman kilat dalam negeri, gudang manajemen dan jasa distribusi. Layanan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
30 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Perancangan Sistem Perancangan aplikasi informasi pemadam kebakaran di wilayah Jakarta Barat berbasis android merupakan aplikasi yang digunakan untuk menampilkan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
76 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai implementasi yang meliputi kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras, tata cara pengoperasian serta juga
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1 Implementasi Tahap implementasi adalah tahap penerapan aplikasi yang dibuat sesuai dengan analisis dan perancangan yang telah dilakukan sebelumnya dan diharapkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung yang berada di jalan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV. Hasil IV.1. Tampilan Hasil 1. Halaman Home Halaman home merupakan tampilan aplikasi saat pertama dijalankan. Bentuk halaman home dapat dilihat pada gambar IV.1 Gambar IV.1.
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2013
APLIKASI PENANDA LOKASI PETA DIGITAL BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID Gunita Mustika Hati 1), Andri Suprayogi, S.T., M.T. 2), Bandi Sasmito, ST., M.T. 3) 1) Mahasiswa Teknik Geodesi Universitas
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 1.1 Infrastruktur Aplikasi Toko Buku TBODELISA Berbasis Android Setelah melakukan analisis perancangan diharapkan agar aplikasi yang telah dibuat dapat menjadi solusi
Rancang Bangun Aplikasi Location-Based Service Pencarian Lokasi Wisata Di Kota Semarang Berbasis Android
Rancang Bangun Aplikasi Location-Based Service Pencarian Lokasi Wisata Di Kota Semarang Berbasis Android M. Abdurrozzaq Almuzakki Program Studi Teknik Informatika - S1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1. Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan
Daftar Pertanyaan Kuesioner Kebutuhan Restoran
Daftar Pertanyaan Kuesioner Kebutuhan Restoran 1. Sebutkan Nama tempat makan yang anda miliki. Wajib Diisi 2. Sebutkan Alamat dari usaha tempat makan yang anda miliki * Wajib diisi 3. Sebutkan jenis tempat
