MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI"

Transkripsi

1 MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Integrasi Data dan Penentuan IKP Disusun oleh : Asyari Adisaputra Heron Surbakti 2010

2 1. PENDAHULUAN Nilai dari Indeks kerentanan pesisir dipengaruhi oleh enam parameter yaitu geomorfologi, kenaikan muka laut relative, rata-rata selang pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan pantai, dan perubahan garis pantai. Parameter-parameter tersebut memiliki nilai perubahan yang konstan dan dinamis terhadap waktu. Parameter yang memiliki nilai perubahan konstan adalah geomorfologi, kenaikan muka laut relative dan elevasi. Sedangkan parameter yang memiliki nilai dinamis yaitu rata-rata selang pasut, rata-rata tinggi gelombang, dan perubahan garis pantai. Sebelum mendapatkan nilai Indeks kerentanan pesisir nilai-nilai dari keenam parameter tersebut harus dikelaskan terlebih dahulu. Nilai keenam parameter tersebut harus dikelaskan menjadi lima kelas yaitu kelas sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Dalam pengelasan ini ada empat kasus yang akan mempengaruhi range kelas dari keenam parameter tersebut. Kasus tersebut adalah kasus pantai barat, pantai timur, nasional dan lokal, namun yang akan dibahas hanya pada kasus lokal saja. Nilai Indeks kerentanan pesisir dapat dihitung dengan rumus a b c d e f IKP = 6 Dimana a = Nilai kelas parameter geomorfologi b = Nilai kelas parameter Kenaikan muka laut relatif c = Nilai kelas parameter rata-rata selang pasang surut d = Nilai kelas parameter rata-rata tinggi gelombang e = Nilai kelas parameter elevasi f = Nilai kelas parameter perubahan pantai 2. TUJUAN Tujuan yang akan dicapai adalah Menyatukan nilai semua parameter kedalam satu format file Dapat mengelaskan nilai masing-masing parameter sesuai dengan kasus lokal Dapat menghitung nilai Indeks kerentanan pesisir berdasarkan nilai-nilai parameter yang telah dikelaskan 1

3 3. TAHAPAN PENGOLAHAN 3.1. INTEGRASI DATA, PENGKELASAN PARAMETER DAN PERHITUNGAN IKP 1. Untuk integrasi data ini kita akan menyatukan keenam parameter yang mempengaruhi indeks kerentanan pesisir (geomorfologi, kenaikan muka air laut, rata-rata kisaran pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan, dan perubahan garis pantai). Keenam nilai dari parameter tersebut selama 11 tahun ( ) disusun seperti dibawah ini 2. Nilai yang digunakan untuk mencari indeks kerentanan pesisir bukan nilai asli dari keenam parameter tersebut tetapi adalah nilai kelas dari keenam parameter tersebut. Sehingga terlebih dahulu nilai-nilai asli dari keenam parameter tersebut kita kelaskan terlebih dahulu. 3. Pengkelasan nilai parameter dapat terbagi menjadi 4 contoh kasus, yaitu kasus pantai barat, pantai timur, nasional dan lokal, namun yang akan dibahas disini hanya kasus lokal saja. Untuk menentukan batas nilai dalam pengelasan ini kita akan menggunakan percentile dalam Microsoft excel. 4. Nilai percentile yang di cari ada empat sehingga kita akan mendapatkan lima kelas untuk keenam parameter tersebut Percentile 1=percentile (blok semua data,0) Percentile 2=percentile (blok semua data,0.3333) Percentile 3=percentile (blok semua data,0.6667) Percentile 4=percentile (blok semua data,1) 2

4 Contoh : =percentile (H2:R5,0) =percentile (H2:R5,0.3333) =percentile (H2:R5,0.6667) =percentile (H2:R5,1) 5. Setelah mendapatkan nilai keempat percentile tersebut maka kita akan mendapatkan kelima kelas Kelas pertama : X < percentile 1 Kelas kedua : percentile 1 X < percentile 2 Kelas ketiga : percentile 2 X < percentile 3 Kelas keempat : percentile 3 X < percentile 4 Kelas kelima : X percentile 5 3

5 6. Setelah nilai range kelas tersebut didapatkan kita akan mulai mengkelaskan nilai asli pada masing-masing parameter. =IF(nilai geomorfologi >nilai range kelas 5,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 4,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 3,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 2,"kelas","kelas")))) Contoh : =IF(H2>4.5,"5",IF(H2>3.5,"4",IF(H2>2.5,"3",IF(H2>1.5,"2","1")))) 7. Setelah mendapatkan nilai kelas masing-masing parameter, kita dapat menentukan nilai Indeks kerentanan Pesisirnya. Indeks kerentanan pesisir dapat dihitung dengan cara a b c d e f IKP = 6 Dimana IKP a b c d e f = Indeks Kerentanan Pesisir = Nilai Kelas Parameter Geomorfologi = Nilai Kelas Parameter Kenaikan Muka Laut Relatif [mm/tahun] = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Selang Pasang-surut [m] = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Tinggi Gelombang [m] = Nilai Kelas Parameter Elevasi [m] = Nilai Kelas Parameter Perubahan Garis Pantai [m/tahun] 4

6 8. Perhitungan Indeks kerentanan dengan Microsoft excel kita terlebih dahulu harus menyusun sel-sel yang sama dalam satu daerah menggunakan fitur filter yang ada pada Microsoft excel Setelah itu kita pilih nomer sel yang sama pada daerah tersebut Setelah nomer sel yang sama tersusun maka kita tinggal mengalikan nilai kelas dari masing-masing parameter yang ada pada sel tersebut dengan rumus = sqrt((a b c d e f)/6) Dimana a = Nilai Kelas Parameter Geomorfologi b = Nilai Kelas Parameter Kenaikan Muka Laut Relatif [mm/tahun] c = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Selang Pasang-surut [m] d = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Tinggi Gelombang [m] e = Nilai Kelas Parameter Elevasi [m] f = Nilai Kelas Parameter Perubahan Garis Pantai [m/tahun] Hasil dari perhitungan tersebut merupakan Indeks kerentanan pesisir pada satu sel di suatu daerah. 5

7 3.2. PENGKELASAN DAN PERHITUNGAN IKP MENGGUNAKAN MAKRO EXCEL 1. Selain dengan cara yang telah disebutkan di atas, pengkelasan nilai per parameter dan menghitung nilai IKP dapat dihitung dengan menggunakan program yang dibuat pada makro excel. 2. Setelah nilai per parameter disusun seperti langkah nomer 1, kemudian file disimpan dalam format *.txt dalam folder Data_Indikator_Gabungan 3. Kemudian buka baris programnya yang berada pada folder Training\Modul-09-Integrasi\Prog 4. Buka program tersebut pada makro excel, pilih view macros record macro 5. Kemudian akan muncul tampilan record macronya, pada tampilan tersebut macro namenya tidak perlu diganti, langsung saja pilih OK 6. Pilih kembali view macros stop recording 6

8 7. Untuk menampilkan layar untuk mengcopy baris program tersebut kita pilih kembali view macros view macros 8. Kemudian akan muncul tampilan macro, kita pilih edit 9. Setelah itu muncullah tampilan Microsoft visual basic, tulisan yang berada di layar utama dapat dihapus karena kita tidak membutuhkan itu lagi. 7

9 Kemudian baris program kita copy ke layar utama tersebut. Kemudian ubah directory file dan range nilai masing-masing kelas per parameternya. Setelah itu kita jalankan program tersebut dengan cara mengklik icon ( ) 10. Hasil pengkelasan parameter dan nilai IKP akan muncul pada folder D:\@-IK- Training\Modul-09-Integrasi\2-Hasil_Integrasi 8

10 3.3. BARIS PROGRAM YANG DIGUNAKAN Sub Main() Dim DDIR$, T$, S$, HPAR$, PAR$, CLOK$, CIND$, CKAB$, NKAB$, CSEL$, CPAR$, NPAR$, JS$, II$, CCVI$, CV2$ Dim JN, I, J, K, L, M, PJ, DD, JD, JCV, RJCV Dim LN(6, 5), LM(6, 5), DT$(19), ID(6, 51, 6, 19), SD$(19), CV$(6, 51, 19) Diisi dengan input untuk program ini (berisi data gabungan keenam parameter), sedangkan baris dibawahnya merupakan output dari program ini DDIRD$ = "D:\My Documents\Modul-14-Integrasi\1-Data_Indikator_Gabungan\" DDIRS$ = "D:\My Documents\Modul-14-Integrasi\2-Hasil_Integrasi\" 'DATA BATAS NILAI TIAP INDIKATOR Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas geomorfologi yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'GEOMORFOLOGI --> 1 LN(1, 1) = 0: LM(1, 1) = 1.5 LN(1, 2) = 1.5: LM(1, 2) = 2.5 LN(1, 3) = 2.5: LM(1, 3) = 3.5 LN(1, 4) = 3.5: LM(1, 4) = 4.5 LN(1, 5) = 4.5: LM(1, 5) = 5.5 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas kenaikan muka laut relatif yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'KENAIKAN MUKA LAUT RELATIF --> 2 LN(2, 1) = 0: LM(2, 1) = LN(2, 2) = : LM(2, 2) = LN(2, 3) = : LM(2, 3) = LN(2, 4) = : LM(2, 4) = LN(2, 5) = : LM(2, 5) = 9999 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas rata-rata kisaran pasut yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'RATA-RATA KISARAN PASUT --> 3 LN(3, 1) = : LM(3, 1) = 9999 LN(3, 2) = : LM(3, 2) = LN(3, 3) = : LM(3, 3) =

11 LN(3, 4) = : LM(3, 4) = LN(3, 5) = 0: LM(3, 5) = Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas rata-rata tinggi gelombang yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'RATA-RATA TINGGI GELOMBANG --> 4 LN(4, 1) = 0: LM(4, 1) = LN(4, 2) = : LM(4, 2) = LN(4, 3) = : LM(4, 3) = LN(4, 4) = : LM(4, 4) = LN(4, 5) = : LM(4, 5) = 9999 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas kemiringan yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'KEMIRINGAN --> 5 LN(5, 1) = : LM(5, 1) = 9999 LN(5, 2) = : LM(5, 2) = LN(5, 3) = : LM(5, 3) = LN(5, 4) = : LM(5, 4) = LN(5, 5) = 0: LM(5, 5) = Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas perubahan garis pantai yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'PERUBAHAN GARIS PANTAI --> 6 LN(6, 1) = : LM(6, 1) = 9999 LN(6, 2) = : LM(6, 2) = LN(6, 3) = : LM(6, 3) = LN(6, 4) = : LM(6, 4) = LN(6, 5) = -9999: LM(6, 5) = JN = 19 JN = JN - 1 T$ = "," S$ = Chr(9) Open DDIRD$ + "Data_Indikator.txt" For Input As #1 Line Input #1, HPAR$ Open DDIRS$ + "Data_Klf.txt" For Output As #2 Print #2, HPAR$ 10

12 While Not EOF(1) Line Input #1, PAR$ For I = 1 To JN PJ = Len(PAR$) L = InStr(1, PAR$, T$) DT$(I) = Mid$(PAR$, 1, L - 1) PAR$ = Mid$(PAR$, L + 1, PJ - L) If I = JN Then DT$(I + 1) = PAR$ Next I CLOK$ = Trim(DT$(1)) CIND$ = Trim(DT$(2)) CKAB$ = Trim(DT$(3)) NKAB$ = Trim(DT$(4)) CSEL$ = Trim(DT$(5)) CPAR$ = Trim(DT$(6)) NPAR$ = Trim(DT$(7)) If CKAB$ = "3603" Then I = 1 If CKAB$ = "3175" Then I = 2 If CKAB$ = "3216" Then I = 3 If CKAB$ = "3326" Then I = 4 If CKAB$ = "3375" Then I = 5 If CKAB$ = "3578" Then I = 6 J = Val(CSEL$) K = Val(CPAR$) For L = 8 To 19 For M = 1 To 5 DD = Val(DT$(L)) If DD > LN(K, M) And DD <= LM(K, M) Then ID(I, J, K, L) = M SD$(L) = Trim(Str(M)) End If Next M Next L 11

13 Print #2, CLOK$ + S$ + CIND$ + S$ + CKAB$ + S$ + NKAB$ + S$ + CSEL$ + S$ + CPAR$ + S$ + NPAR$ + _ S$ + SD$(8) + S$ + SD$(9) + S$ + SD$(10) + S$ + SD$(11) + S$ + SD$(12) + S$ + SD$(13) + _ S$ + SD$(14) + S$ + SD$(15) + S$ + SD$(16) + S$ + SD$(17) + S$ + SD$(18) + S$ + SD$(19) Wend Close #2 Close #1 Open DDIRS$ + "Data_CVI.txt" For Output As #2 Print #2, "LOKASI" + S$ + "KODE_CVI" + S$ + "KODE_KAB" + S$ + "NAMA_KAB" + S$ + "KODE_SEL" + S$ + "CVI_1998" + S$ + "CVI_1999" + S$ + "CVI_2000" + S$ + _ "CVI_2001" + S$ + "CVI_2002" + S$ + "CVI_2003" + S$ + "CVI_2004" + S$ + "CVI_2005" + S$ + "CVI_2006" + S$ + "CVI_2007" + S$ + "CVI_2008" + S$ + "RATA_CVI_1" + S$ + "RATA_CVI_2" For I = 1 To 1 If I = 1 Then JD = 51: II$ = "1": CKAB$ = "3603": NKAB$ = "TANGERANG" If I = 2 Then JD = 37: II$ = "2": CKAB$ = "3175": NKAB$ = "KOTA JAKARTA UTARA" If I = 3 Then JD = 46: II$ = "3": CKAB$ = "3216": NKAB$ = "BEKASI" If I = 4 Then JD = 11: II$ = "4": CKAB$ = "3326": NKAB$ = "PEKALONGAN" If I = 5 Then JD = 10: II$ = "4": CKAB$ = "3375": NKAB$ = "KOTA PEKALONGAN" If I = 6 Then JD = 45: II$ = "5": CKAB$ = "3578": NKAB$ = "KOTA SURABAYA" For J = 1 To JD If J < 10 Then JS$ = "00" + Trim(Str(J)) If J >= 10 And J < 100 Then JS$ = "0" + Trim(Str(J)) If J >= 100 And J < 1000 Then JS$ = Trim(Str(J)) CCVI$ = CKAB$ + "_" + JS$ For L = 8 To 19 CV$(I, J, L) = Trim(Str(Sqr((ID(I, J, 1, L) * ID(I, J, 2, L) * ID(I, J, 3, L) * ID(I, J, 4, L) * ID(I, J, 5, L) * ID(I, J, 6, L)) / 6))) Next L 12

14 JCV = Val(CV$(I, J, 8)) + Val(CV$(I, J, 9)) + Val(CV$(I, J, 10)) + Val(CV$(I, J, 11)) + Val(CV$(I, J, 12)) + Val(CV$(I, J, 13)) + Val(CV$(I, J, 14)) + _ Val(CV$(I, J, 15)) + Val(CV$(I, J, 16)) + Val(CV$(I, J, 17)) + Val(CV$(I, J, 18)) If JCV <> 0 Then RJCV = JCV / 11 Else RJCV = 0 End If CV2$ = Trim(Str(RJCV)) Print #2, II$ + S$ + CCVI$ + S$ + CKAB$ + S$ + NKAB$ + S$ + JS$ + S$ + CV$(I, J, 8) + S$ + CV$(I, J, 9) + S$ + CV$(I, J, 10) + S$ + CV$(I, J, 11) + S$ + CV$(I, J, 12) + S$ + _ CV$(I, J, 13) + S$ + CV$(I, J, 14) + S + CV$(I, J, 15) + S + CV$(I, J, 16) + S + CV$(I, J, 17) + S + CV$(I, J, 18) + S + CV$(I, J, 19) + S + CV2$ Next J Next I Close #2 End Sub 13

15 3.4. INTEGRASI DATA MASING-MASING PARAMETER KE GIS 1. Buka Pastikan pada file tersebut terdapat nilai 6 parameter pada satu daerah. Pastikan juga nomer parameternya tersusun urut (geomorfologi, kenaikan muka laut relative, rata-rata kisaran pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan, dan perubahan garis pantai) Kemudian buka file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3-GIS_Lokasi\1- Tangerang\ID_Indikator.txt copy nilai kelas per parameter pada file Data_Klf ke dalam file ini. 2. Buka ArcMap ( ) pada ArcGis kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini 14

16 Pilih pilihan A new empty map. 3. Kemudian pilih untuk memasukkan file yang akan kita integrasikan ke GIS, kemudian setelah kita tambahkan file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3- GIS_Lokasi\1-Tangerang\ID_Indikator.txt, double klik pada file tersebut untuk menampilkan data file tersebut. Pilih Display XY Data Selanjutnya pada tampilan Display XY data isi X Field dengan bujur dan Y Field dengan Lintang. Setelah itu pilih Edit, setelah muncul tampilan seperti di bawah pilih Select Geographic coordinate system world WGS 1984.prj Sehingga muncullah tampilan data tersebut 15

17 4. Kemudian eksport file tersebut kedalam bentuk spasial dengan cara klik kanan pilih data eksport data. Pilih data frame tanda untuk memilih folder penyimpanan data. 5. Kemudian masukkan lagi file GIS_Lokasi\1-Tangerang\data_indikator_n 16

18 Overlay dengan hasil sebelumnya sehingga menghasilkan tampilan seperti ini 6. Sebelumnya kita search delete field pada toolbox ArcGis untuk menghapus beberapa field yang tidak diperlukan, kemudian akan muncul seperti gambar di bawah ini 17

19 Selain 7 field tersebut, field yang lain dapat kita hapus karena tidak terlalu dibutuhkan. 7. Kemudian pada kolom toolbox ArgGis kita pilih Spatial Join untuk menyatukan data. Isi target featurenya dengan data_indikator_n, sedangkan join featuresnya isi dengan file hasil awal. 18

20 Kemudian setelah itu kita pilih OK. 8. Setelah itu muncullah layer baru yang menandakan kedua file tersebut telah tergabung. Untuk menampilkan graduated color dapat dityangkan seperti penjelasan pada pengantar GIS sebelumnya. 9. Hal yang sama berlaku juga untuk integrasi Indeks kerentanan pesisir ke dalam GIS, yang membedakan hanya filenya saja. Untuk IKP file Hasil_Integrasi\Data_CVI.txt dan GIS_Lokasi\1-Tangerang\ID_CVI_Darat.dbf Copy kolom BUJUR, LINTANG, LOKASI, KODE_CVI, KODE_KAB, NAMA_KAB, dan KODE_SEL dari file kedua serta CVI_1998, dst dari file pertama. Gabungkan ke dalam satu file baru dan save dalam format *.txt. 19

21 10. Kemudian caranya sama dengan langkah nomer 3 dan seterusnya. File tersebut ditampilkan kemudian ubah proyeksinya menggunakan WGS Kemudian eksport data tersebut kedalam bentuk *.shp. Kemudian kita tampilkan D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3-GIS_Lokasi\1- Tangerang\Data_CVI_Darat.shp, sebelumnya hapus telebih dahulu field yang tidak terpakai pada file tersebut 20

22 Kemudian lakukan spatial join pada kedua file tersebut untuk menyatukan datanya. Muncullah perpaduan antara kedua file tersebut 21

23 4. DAFTAR FILE Data_Indikator (file *.txt) Data_CVI (file *.txt) Data_Klf (file *.txt) 1-Tangerang (folder) o ID_Indikator_tangerang_kelas.txt o ID_CVI_tangerang.txt o ID_CVI_Darat.shp o ID_Indikator_tangerang_kelas.shp o ID_Indikator.dbf o ID_CVI_Darat.dbf o Data_Indikator_n.shp o Data_CVI_Darat.shp D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\4-Pengkelasan Percentile_lokal D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\4-Pengkelasan Data_CVI_tangerang.shp Data_Indikator_tangerang_kelas.shp D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\Prog 1-Prog-Hitung_CVI_KLF_GIS (file *.txt) 22

24 BIODATA INSTRUKTUR 1 Nama : Asyari Adisaputra [email protected] Mobile : Instansi : Institut Pertanian Bogor BIODATA INSTRUKTUR 2 Nama : Heron Surbakti [email protected] Mobile : Instansi : Universitas Sriwijaya 23

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Modul Pengolahan Data Rata-rata Tunggang Pasut Disusun oleh : Asyari Adisaputra 2010 Pendahuluan Pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Modul Pengolahan Data Tinggi Gelombang Signifikan Disusun oleh : Erwin Maulana M. Tri Hartanto 2010 Pendahuluan Tinggi gelombang signifikan (significant

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Modul Pengolahan Data Tren Kenaikan Muka Laut Relatif Disusun oleh : M. Tri Hartanto Erwin Maulana 2010 Pendahuluan Data kenaikan muka laut ini didapatkan

Lebih terperinci

3 MEMBUAT DATA SPASIAL

3 MEMBUAT DATA SPASIAL 3 MEMBUAT DATA SPASIAL 3.1 Pengertian Digitasi Peta Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konversi data analog ke dalam format digital. Objek-objek tertentu seperti jalan, rumah, sawah

Lebih terperinci

Instruksi Kerja Laboratorium Pedologi dan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcGIS 9.3

Instruksi Kerja Laboratorium Pedologi dan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcGIS 9.3 INSTRUKSI KERJA PROGRAM ArcGIS 9.3 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 i Instruksi Kerja PROGRAM ArcGIS 9.3 Laboratorium Pedologi & Sistem Informasi Sumberdaya Lahan Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas

Lebih terperinci

PENGANTAR : GEODATABASE 2. Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7

PENGANTAR : GEODATABASE 2. Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7 PENGANTAR : GEODATABASE 2 Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7 Menyiapkan hasil desain Skema Database 7 Membuat Struktur Database

Lebih terperinci

BAB 4 DIGITASI. Akan muncul jendela Create New Shapefile

BAB 4 DIGITASI. Akan muncul jendela Create New Shapefile BAB 4 DIGITASI 4.1. Membuat Data Spasial Baru Pada bagian ini, akan dipelajari bagaimana membuat data spasial baru dengan format shapefile yang merupakan format standard Arc View. Buka ArcCatalog Tentukan

Lebih terperinci

PENGOLAHAN DATA METEOROLOGI = EKSTRAK DATA ANGIN =

PENGOLAHAN DATA METEOROLOGI = EKSTRAK DATA ANGIN = Praktikum m.k Meteorologi Laut Hari / Tanggal : Nilai PENGOLAHAN DATA METEOROLOGI = EKSTRAK DATA ANGIN = Nama : NIM : Oleh PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengenalan Dasar ArcGIS 10.2 JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengenalan Dasar ArcGIS 10.2 JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengenalan Dasar ArcGIS 10.2 Oleh: Deni Ratnasari 3513100040 Rizky Annisa Putri 3513100041 Cristian Febrianto 3513100051 Dody Pambudhi 3513100054 Kelas : Sistem Informasi

Lebih terperinci

PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET

PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET Microsoft Excel merupakan program aplikasi spreadsheet (lembar kerja elektronik). Fungsi dari Microsoft Excel adalah untuk melakukan operasi perhitungan serta dapat mempresentasikan

Lebih terperinci

Pengenalan Hardware dan Software GIS. Spesifikasi Hardware ArcGIS

Pengenalan Hardware dan Software GIS. Spesifikasi Hardware ArcGIS Software SIG/GIS Pengenalan Hardware dan Software GIS Spesifikasi Hardware ArcGIS Pengenalan Hardware dan Software GIS Pengenalan Hardware dan Software GIS Pengenalan Hardware dan Software GIS Table Of

Lebih terperinci

MEMBUAT PETA POTENSI LONGSOR DAN RAWAN BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN ArcGIS 10.0

MEMBUAT PETA POTENSI LONGSOR DAN RAWAN BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN ArcGIS 10.0 MODUL PELATIHAN MEMBUAT PETA POTENSI LONGSOR DAN RAWAN BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN ArcGIS 10.0 Februari 2012 Versi 2.1 DAFTAR ISI I. Mempersiapkan Data... 1 I.1. Digitasi area longsor dan mikrotopografi

Lebih terperinci

Bab IV. Pengenalan ArcGIS

Bab IV. Pengenalan ArcGIS Bab IV. Pengenalan ArcGIS Kerangka Dasar ArGIS merupakan software GIS yang dikeluarkan oleh ESRI. Proses instalasi ArcGIS akan menginstall beberapa program seperti ArcMap, ArcCatalog, ArcGlobe dan ArcScene,

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERETANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERETANAN PANTAI MODUL PELATIHAN PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERETANAN PANTAI Modul Pengolahan Data Elevasi / Ketinggian Di susun oleh : Santoso 2010 PENDAHULUAN Salah satau paramater dalam penentuan indeks kerentanan

Lebih terperinci

Bab IV File Geodatabase

Bab IV File Geodatabase Bab IV File Geodatabase Software ArcGIS dapat menggunakan atau mengimpor hampir semua format file SIG untuk ditampilkan maupun diproses. Namun, format file yang direkomendasikan untuk digunakan dalam ArcGIS

Lebih terperinci

Bab IV File Geodatabase

Bab IV File Geodatabase Bab IV File Geodatabase Perangkat lunak ArcGIS dapat menggunakan atau mengimpor hampir semua format file SIG untuk ditampilkan maupun diproses. Namun, format file yang direkomendasikan untuk digunakan

Lebih terperinci

16) Setelah layer contour masuk pilihan, pada kolom height_field pilih Elevation, dan pada kolom tag_field pilih <None>. Klik tombol OK.

16) Setelah layer contour masuk pilihan, pada kolom height_field pilih Elevation, dan pada kolom tag_field pilih <None>. Klik tombol OK. 16) Setelah layer contour masuk pilihan, pada kolom height_field pilih Elevation, dan pada kolom tag_field pilih . Klik tombol OK. 17) Proses pembuatan TIN memakan waktu cukup lama. Berbagai macam

Lebih terperinci

BAB 3 KOREKSI KOORDINAT

BAB 3 KOREKSI KOORDINAT BAB 3 KOREKSI KOORDINAT Sebagai langkah awal dalam memproduksi data spasial dalam format digital, petapeta analog (berupa print out atau cetakan) di-scan ke dalam format yang dapat dikenali oleh ArcGIS.

Lebih terperinci

CDS PLATINUM 4.13 BUDGET Kelompok Budget CDS GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING

CDS PLATINUM 4.13 BUDGET Kelompok Budget CDS GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING 4.13 BUDGET Budget adalah suatu rencana anggaran yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit kesatuan atau moneter

Lebih terperinci

MAP VISION citrasatelit.wordpress.com MEI

MAP VISION citrasatelit.wordpress.com MEI MAP VISION citrasatelit.wordpress.com MEI 2015 1 [Tutorial] Reprojection di ArcGIS (ArcMap) Dalam pengerjaan pengolahan data citra satelit, terkadang ditemui kasus bahwa data citra satelit yang akan digabungkan

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA DISUSUN OLEH Heron Surbakti dan Tim Assisten Praktikum Oseanografi Fisika LABORATORIUM OSEANOGRAFI PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

2. GEO REFERENCING. A. Georeferencing menggunakan koordinat yang tertcantum dalam peta analog.

2. GEO REFERENCING. A. Georeferencing menggunakan koordinat yang tertcantum dalam peta analog. G e o r e f e r e n c i n g 12 2. GEO REFERENCING Georeferencing merupakan proses pemberian reference geografi dari objek berupa raster atau image yang belum mempunyai acuan sistem koordinat ke dalam sistem

Lebih terperinci

Membuat File Database & Tabel

Membuat File Database & Tabel Membuat File Database & Tabel Menggunakan MS.Office Access 2013 Database merupakan sekumpulan data atau informasi yang terdiri atas satu atau lebih tabel yang saling berhubungan antara satu dengan yang

Lebih terperinci

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN. MS-EXCEL dan VBA Macro

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN. MS-EXCEL dan VBA Macro DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MS-EXCEL dan VBA Macro Setijo Bismo - Departemen Teknik Kimia FTUI - September 2015 PENGENALAN AWAL: Cara Membuka Editor Macro ( VBA ) (#1) Ingat: +, dapat dipakai untuk: Run Macro

Lebih terperinci

IX. DIGITASI ON SCREEN (Bagian I)

IX. DIGITASI ON SCREEN (Bagian I) IX. DIGITASI ON SCREEN (Bagian I) Create Data Sekarang kita akan latihan kecil untuk membuat jalan berdasarkan hasil survey. Data yang ada adalah Jalan.dbf yang terdiri dari kolom X (posisi X), Y (posisi

Lebih terperinci

No Titik JL (m) Azimuth (o) Slope(%) dst

No Titik JL (m) Azimuth (o) Slope(%) dst BAB 4 INPUT DATA 4.1. Input Data Tabular 4.1.1. Mengolah data pengukuran Data dalam bentuk digital seperti data hasil pengukuran lapang dan data dari GPS bisa dimasukkan dalam sistem SIG. Pada intinya

Lebih terperinci

Penyusunan PETA RISIKO

Penyusunan PETA RISIKO Penyusunan PETA RISIKO LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA DAN PERUBAHAN IKLIM NAHDATUL ULAMA Humanitarian OpenStreetMap Team 1 PETA RISIKO adalah peta yang menunjukkan tingkat risiko suatu wilayah dan/atau

Lebih terperinci

LATIHAN : DIJITASI PETA

LATIHAN : DIJITASI PETA LATIHAN : DIJITASI PETA 2-2 Membuat shapefile baru 2-2 Melihat struktur data pada shapefile 2-6 Add Data 2-7 Memulai Dijitasi Peta 2-7 Dijitasi Peta 2-8 Save Hasil Dijitasi 2-9 hal 2-1 LATIHAN : DIJITASI

Lebih terperinci

3. Pilih A new existing map, klik ceckbox Do not show this dialog again dan akhiri dengan klik Button OK. Maka layar ArcMap akan terbuka.

3. Pilih A new existing map, klik ceckbox Do not show this dialog again dan akhiri dengan klik Button OK. Maka layar ArcMap akan terbuka. 4.1. Tujuan Intruksional: Tujuan Instruksional Khusus pemberian materi ini adalah setelah mendapatkan materi ini, para mahasiswa diharapkan dapat : a. Membuka data spasial dengan ArcMap dan mengeditnya

Lebih terperinci

5 BEKERJA DENGAN FEATURES

5 BEKERJA DENGAN FEATURES 5 BEKERJA DENGAN FEATURES 5.1 Tujuan: 1. Mahasiswa dapat mengubah data koordinat dalam bentuk tabel menjadi spasial 2. Mahasiswa mampu untuk melakukan geoprocessing 3. Mahasiswa dapat melakukan konversi

Lebih terperinci

Konsentrasi Sistem Informasi Geografis,Teknik Informatika, Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo

Konsentrasi Sistem Informasi Geografis,Teknik Informatika, Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo DATA DEM DALAM ANALISIS MORFOMETRI (Aryadi Nurfalaq, S.Si., M.T) 3.1 Morfometri Morfometri merupakan penilaian kuantitatif terhadap bentuk lahan, sebagai aspek pendukung morfografi dan morfogenetik, sehingga

Lebih terperinci

BAB VI. Ringkasan Modul. Mengedit Data Vektor Membuat Setting Snap Menambah Feature Linier Menambahkan Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut

BAB VI. Ringkasan Modul. Mengedit Data Vektor Membuat Setting Snap Menambah Feature Linier Menambahkan Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut BAB VI MENGEDIT DATA VEKTOR Ringkasan Modul Mengedit Data Vektor Membuat Setting Snap Menambah Feature Linier Menambahkan Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut 6.1. Mengedit Data Vektor Langkah awal

Lebih terperinci

OPERASI FILE Operasi File Dalam Visual Basic Membuka File

OPERASI FILE Operasi File Dalam Visual Basic Membuka File 9 OPERASI FILE 9.1. Operasi File Dalam Visual Basic Visual Basic menyediakan suatu fasilitas untuk membaca, menyimpan dan memperbaiki file data, sehingga memungkinkan untuk memisahkan data dengan program,

Lebih terperinci

Guide Book untuk menggunakan System Aplikasi Expedisi. Panduan mengoperasikan system aplikasi expedisi.

Guide Book untuk menggunakan System Aplikasi Expedisi. Panduan mengoperasikan system aplikasi expedisi. Panduan mengoperasikan system aplikasi expedisi. ( Pengenalan Program Aplikasi ) 1. Copy 1 file folder ke directory tujuan C atau D 2. Setelah selesai copy, setup folder tersebut agar diberikan hak full

Lebih terperinci

Latihan Membuat Peta Tematik Sistem Koordinat Data Frame, TOC, Layer Pada Software Arc GIS 10.1

Latihan Membuat Peta Tematik Sistem Koordinat Data Frame, TOC, Layer Pada Software Arc GIS 10.1 Latihan Membuat Peta Tematik Sistem Koordinat Data Frame, TOC, Layer Pada Software Arc GIS 10.1 Jurusan Survei dan Pemetaan UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI PALEMBANG Menyiapkan data latihan dan ArcMap

Lebih terperinci

3. DIGITASI ON SCREEN. 1. Pastikan data raster yang akan didigitasi telah melalui proses Geo Referencing

3. DIGITASI ON SCREEN. 1. Pastikan data raster yang akan didigitasi telah melalui proses Geo Referencing D i g i t a s i o n S c r e e n 20 3. DIGITASI ON SCREEN A. Persiapan File 1. Pastikan data raster yang akan didigitasi telah melalui proses Geo Referencing 2. Sebelum malakukan digitasi pada layar ArcMap,

Lebih terperinci

Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula

Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Jubilee Enterprise PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula Jubilee Enterprise 2017, PT Elex Media Komputindo,

Lebih terperinci

Dekstop Mapping (Bagian 1)

Dekstop Mapping (Bagian 1) II. DEKSTOP MAPPING ARCGIS (Bagian I) Pada modul ini akan dijelaskan tentang jenis data dan karakteristik software ArcGis yang terdiri dari beberapa modul utama, yaitu: - ArcCatalog - ArcMap - ArcToolBox

Lebih terperinci

Membuat File Database & Tabel

Membuat File Database & Tabel Membuat File Database & Tabel Menggunakan MS.Office Access 2010 Database merupakan sekumpulan data atau informasi yang terdiri atas satu atau lebih tabel yang saling berhubungan antara satu dengan yang

Lebih terperinci

Panduan Lengkap Otomatisasi Pekerjaan Menggunakan Macro Excel

Panduan Lengkap Otomatisasi Pekerjaan Menggunakan Macro Excel Panduan Lengkap Otomatisasi Pekerjaan Menggunakan Macro Excel Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta 1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA DISUSUN OLEH Heron Surbakti dan Tim Asisten Praktikum Oseanografi Fisika LABORATORIUM OSEANOGRAFI PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

Dekstop Mapping (Bagian 2)

Dekstop Mapping (Bagian 2) III. DEKSTOP MAPPING ARCGIS (Bagian 2) Modul ini merupakan lanjutan dari modul satu dan saling berhubungan. Sebagai lanjutan yang saling terkait, seluruh tools yang telah dipelajari akan digunakan sebagai

Lebih terperinci

DATABASE. Visual Data Manager

DATABASE. Visual Data Manager DATABASE Database dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu back-end dan front-end. Back-end adalah yang menyusun, menyimpan dan mengamankan database. Sedangkan Front-end adalah aplikasi yang berhubungan langsung

Lebih terperinci

BAB-II OPERASI TABEL

BAB-II OPERASI TABEL BAB-II OPERASI TABEL 2.1. Modifikasi Tabel Terkadang Anda perlu mengatur field yang sudah ditempatkan pada tabel, kemudian suatu saat struktur tabel tersebut ingin kita rubah, misalnya mengganti field,

Lebih terperinci

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang 23) Pada bagian Show: pilih Categories dan pilih Unique values. Pada combo box Value Field, pilih Peringkat. Klik tombol Add All Values, untuk menampilkan nilai-nilai yang terdapat di dalam kolom Peringkat.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA II TRANSFORMASI PROYEKSI DAN DIGITASI ON SCREEN

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA II TRANSFORMASI PROYEKSI DAN DIGITASI ON SCREEN LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA II TRANSFORMASI PROYEKSI DAN DIGITASI ON SCREEN Disusun oleh : NAMA : NUR SIDIK NIM : 11405244001 HARI : Kamis, 13 MARET 2014 JAM : 08.00 10.00 JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS

Lebih terperinci

Sesi Pokok Bahasan TIK Sub Pokok Bahasan Durasi Pre requisite Metoda/alat Referensi 1. Pengenalan

Sesi Pokok Bahasan TIK Sub Pokok Bahasan Durasi Pre requisite Metoda/alat Referensi 1. Pengenalan Tipe Pelatihan : Professional Materi Pembelajaran : PGA (Professional Geographic Information System Analyst using ArcGIS) Jumlah Sesi : 40 Jam (20 sesi @ 2 jam) + Final Test Deskripsi Singkat : Pelatihan

Lebih terperinci

Latihan 2 : Displaying data

Latihan 2 : Displaying data Latihan 2 : Displaying data 2-2 Memulai aplikasi dan menambahkan (Add) layer objek line 2-3 Menambahkan layer objek polygon 2-5 Menambahkan layer objek point 2-6 Mengganti nama layer 2-7 Klasifikasi dan

Lebih terperinci

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl PETUNJUK SINGKAT PENGGUNAAN UNTUK PEMETAAN TEMATIK http://www.labpemda.org April 2017 1 Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya

Lebih terperinci

MODUL MASTER ALASAN. Menu ini digunakan untuk menginput alasan yang akan dipakai pada saat pembuatan surat izin

MODUL MASTER ALASAN. Menu ini digunakan untuk menginput alasan yang akan dipakai pada saat pembuatan surat izin MODUL MASTER ALASAN Menu ini digunakan untuk menginput alasan yang akan dipakai pada saat pembuatan surat izin apabila karyawan tidak masuk atau telat masuk, cuti dll. Master Alasan ini juga terkait dengan

Lebih terperinci

BAB II MICROSOFT VISUAL STUDIO

BAB II MICROSOFT VISUAL STUDIO BAB II MICROSOFT VISUAL STUDIO 2.1 Pembuatan Database Pada Microsoft SQL Server Langkah-langkah pembuatan database pada Sql Server dapat dilakukan seperti berikut ini: 1. Langkah pertama yang dilakukan

Lebih terperinci

Ahmad Zidni, S.T. SMK Gondang 2011

Ahmad Zidni, S.T. SMK Gondang 2011 Ahmad Zidni, S.T. SMK Gondang 2011 Buka aplikasi Microsoft Access Klik File New Pilih Blank Database Create nama file database Buat tabel dengan create table in design view klik 2 x sehingga terbuka jendela

Lebih terperinci

PANDUAN CARA MENGHITUNG LUAS INDONESIA DALAM SISTEM PROYEKSI UTM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.3

PANDUAN CARA MENGHITUNG LUAS INDONESIA DALAM SISTEM PROYEKSI UTM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.3 PANDUAN CARA MENGHITUNG LUAS INDONESIA DALAM SISTEM PROYEKSI UTM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.3 Prolog Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN III.1. Data Penelitian Data yang digunakan dalam pelaksanaan Evaluasi Kesesuaian Tata Letak Bangunan Terhadap Sempadan Jalan Di Kawasan Central Business District Kota Semarang

Lebih terperinci

SCREEN DIGITIZING. A. Digitasi Point (Titik)

SCREEN DIGITIZING. A. Digitasi Point (Titik) SCREEN DIGITIZING Screen digitizing merupakan proses digitasi yang dilakukan di atas layar monitor dengan bantuan mouse. Screen digitizing atau sering disebut juga dengan digitasi on screen dapat digunakan

Lebih terperinci

BAB VII. Ringkasan Modul:

BAB VII. Ringkasan Modul: BAB VII MENAMPILKAN DATA SPASIAL Ringkasan Modul: Menampilkan Data Berdasarkan Kategori Data Attribut Menampilkan Data dalam Semua Kategori Menampilkan Data Berdasarkan Kategori yang Diinginkan Membuat

Lebih terperinci

Mengoperasikan Piranti Lunak OpenOffice.org Calc

Mengoperasikan Piranti Lunak OpenOffice.org Calc Mengoperasikan Piranti Lunak OpenOffice.org Calc A. Mengatur Format Buku Kerja 1. Buka buku kerja baru dengan mengklik ikon New pada Function Toolbar. 2. Ketik data seperti di bawah ini pada lembar pertama.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA III DIGITASI GARIS ATAU LINE

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA III DIGITASI GARIS ATAU LINE LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA III DIGITASI GARIS ATAU LINE Disusun oleh : NAMA : NUR SIDIK NIM : 11405244001 HARI : SELASA, 25 MARET 2014 JAM : 07.30-10.00 JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL

Lebih terperinci

BAB I DATABASE ACCESS. Pada tahap awal kita akan membuat sebuah database yang terdiri dari 3 tabel yaitu

BAB I DATABASE ACCESS. Pada tahap awal kita akan membuat sebuah database yang terdiri dari 3 tabel yaitu BAB I DATABASE ACCESS Untuk dapat merancang. Aplikasi dengan database, kita harus mengenal pengertian database dengan baik. Jika perancangan database kurang baik, akan menimbulkan kesulitan keika akan

Lebih terperinci

Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop

Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop Bab ini akan membahas tentang: - Pengenalan ArcGIS Desktop - Pembuatan project pada ArcMap - Penambahan layer pada ArcMap 1.1 Sekilas tentang ArcGIS Desktop ArcGIS Desktop

Lebih terperinci

MANUAL PENGGUNAAN GIS BENIH

MANUAL PENGGUNAAN GIS BENIH MANUAL PENGGUNAAN GIS BENIH I. STRUKTUR FILE Struktur File di Sistem computer yang di harapkan adalah sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gambar 1. Struktur File Keterangan Gambar 1. : 1. Folder dan File

Lebih terperinci

BAB III. Ringkasan Modul:

BAB III. Ringkasan Modul: BAB III PENGANTAR ArcCATALOG Ringkasan Modul: Sekilas Tentang ArcCatalog Browsing Data dengan ArcCatalog Menggunakan ArcCatalog Mengedit Metadata Mencari Data dengan ArcCatalog Terminologi Sistem Koordinat

Lebih terperinci

Buku Manual. Download, Aplikasi Aspak, dan Tanya Jawab.

Buku Manual. Download, Aplikasi Aspak, dan Tanya Jawab. Buku Manual Gambar diatas adalah halaman awal yang akan muncul pada saat pertama kali membuka situs aspak.buk.depkes.go.id. Lalu dibawah judul terdapat beberapa link yaitu : Beranda, Halaman Download,

Lebih terperinci

BAB 3 TOOLBAR CUSTOMIZE DAN CONTROL TOOLBOX

BAB 3 TOOLBAR CUSTOMIZE DAN CONTROL TOOLBOX Objektif : BAB 3 TOOLBAR CUSTOMIZE DAN CONTROL TOOLBOX - Dapat Mengetahui Toolbar pada Excel makro - Dapat Membuat Menu pada Excel makro - Dapat Membuat Objek Combo Box dan List Box - Dapat Objek Check

Lebih terperinci

Printing dalam web applications

Printing dalam web applications PT Esri Indonesia Menara 165, 6th Floor Unit B, Jalan TB Simatupang Kav 1, Jakarta Selatan 12560 +62 (21) 2940 6355 [email protected] esriindonesia.co.id Printing dalam web applications Ada beberapa

Lebih terperinci

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: MODUL 2 GEOSTATISTIK A. TUJUAN Tujuan praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Praktikan dapat membuat data membuat data yang dapat dibaca oleh perangkat lunak SGeMS 2. Praktikan dapat menginput dan menampilkan

Lebih terperinci

Database dengan Microsoft Access 2003 Membuat Query

Database dengan Microsoft Access 2003 Membuat Query Contoh Cara A. Membuat database dan table dulu 1. Buatlah sebuah database dengan nama: latihan-10 2. Buatlah sebuah table yang terdiri atas kolom: a. Kode Barang b. Nama Barang c. Harga Satuan d. Banyak

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS 29 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS Dengan menggunakan Visual Basic 6.0 aplikasi perangkat ajar pengelolaan dan perhitungan ekspresi matematika yang akan dibangun dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB II. Ringkasan Modul:

BAB II. Ringkasan Modul: BAB II PENGENALAN ArcMAP Ringkasan Modul: Membuka Data Spasial atau Peta yang Telah Ada dengan ArcMap Melihat Data Atribut Sebuah Layer Menggunakan Map Tips Penyusunan Layer Mengaktifkan dan Menonaktifkan

Lebih terperinci

Modul Database dan Pengaksesannya dari FORM #1

Modul Database dan Pengaksesannya dari FORM #1 Modul Database dan Pengaksesannya dari FORM #1 Oleh: Aep Modul Database & Form Secara sederhana Database dapat diartikan dengan kumpulan data yang membentuk suatu informasi. Dalam pemakaian komputer secara

Lebih terperinci

MEMBUAT MAIL MERGE. dengan Microsoft Word. UNTUK KALANGAN SENDIRI Dilarang menyalin sebagian atau seluruh bagian modul ini tanpa ijin dari penyusun.

MEMBUAT MAIL MERGE. dengan Microsoft Word. UNTUK KALANGAN SENDIRI Dilarang menyalin sebagian atau seluruh bagian modul ini tanpa ijin dari penyusun. MEMBUAT MAIL MERGE dengan Microsoft Word UNTUK KALANGAN SENDIRI Dilarang menyalin sebagian atau seluruh bagian modul ini tanpa ijin dari penyusun. Modul Workshop : Membuat Mail Merge 1 Pengertian Mail

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

KATA PENGANTAR. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. KATA PENGANTAR M icrosoft Excel adalah program untuk mengolah lembar kerja yang paling populer saat ini. Dengan Excel, kita bisa membuat dan menganalisa berbagai data, menghitung dan membuat grafik. Modul

Lebih terperinci

Aplikasi Komputer. Microsoft Office 2010 Microsoft Office Excel 2010 Bag 1. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Aplikasi Komputer. Microsoft Office 2010 Microsoft Office Excel 2010 Bag 1. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Modul ke: Microsoft Office 2010 Microsoft Office Excel 2010 Bag 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Miftahul Fikri, M.Si Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Microsoft Excel 2010, untuk selanjutnya disingkat

Lebih terperinci

Bab 16 Mengekspor Data, Mengambil Data dari Luar dan Menggunakan Password

Bab 16 Mengekspor Data, Mengambil Data dari Luar dan Menggunakan Password Bab 16 Mengekspor Data, Mengambil Data dari Luar dan Menggunakan Password Pokok Bahasan Menyalin atau Membuat Duplikat Objek-objek Database ke Database Lain Mengambil Data dari Luar (Import Data) Menggunakan

Lebih terperinci

Latihan 1: Mengoperasikan Excel

Latihan 1: Mengoperasikan Excel Student Exercise Series: Microsoft Office Excel 007l Latihan : Mengoperasikan Excel Buatlah sebuah buku kerja baru, kemudian ketikkan teks-teks berikut ini. Simpan hasilnya dengan nama Lat-0 dalam folder

Lebih terperinci

PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA. Oleh: Andri Oktriansyah

PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA. Oleh: Andri Oktriansyah PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA Oleh: Andri Oktriansyah JURUSAN SURVEI DAN PEMETAAN UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI PALEMBANG 2017 1. QUERY DATA 1.1 Bekerja dengan Data Atribut Seperti yang

Lebih terperinci

Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah

Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah Pengantar Penyusunan Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah merupakan inisiatif USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II)

Lebih terperinci

MAKRO VISUAL BASIC PENGGAJIAN PEGAWAI

MAKRO VISUAL BASIC PENGGAJIAN PEGAWAI MAKRO VISUAL BASIC PENGGAJIAN PEGAWAI Disusun untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester Genap Disusun Oleh : Achmad Mulyana NIM 145134001 1 D4 Akuntansi Manajemen Pemerintahan PROGRAM STUDI AKUNTANSI MANAGEMEN

Lebih terperinci

ARCVIEW GIS 3.3. Gambar 1. Tampilan awal Arcview 3.3

ARCVIEW GIS 3.3. Gambar 1. Tampilan awal Arcview 3.3 ARCVIEW GIS 3.3 1. Pengantar GIS GIS (Geographic Information System) merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, proses dan output) data spasial atau data yang bereferensi

Lebih terperinci

PERTEMUAN 7 - MACRO 1

PERTEMUAN 7 - MACRO 1 PERTEMUAN 7 - MACRO 1 Macro adalah : Sebuah fasilitas yang dimiliki Microsoft Excel yang dapat digunakan untuk merekam semua tindakan dan perintah yang dilakukan pada program Excel. Alat bantu yang digunakan

Lebih terperinci

Tahap 2. Memilih basin untuk membuat DAS. 6) Klik tombol OK pada jendela Basin.

Tahap 2. Memilih basin untuk membuat DAS. 6) Klik tombol OK pada jendela Basin. 6) Klik tombol OK pada jendela Basin. 7) Gambar di bawah adalah tampilan dari data basin. Data ini nantinya akan digunakan untuk analisa penentuan daerah aliran sungai. Tahap 2. Memilih basin untuk membuat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Program Aplikasi Program adalah kombinasi yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan

Lebih terperinci

KSI B ~ M.S. WULANDARI

KSI B ~ M.S. WULANDARI 1 MODUL II : QUERY Pengertian Query Query artinya pertanyaan atau penyelidikan. Dalam database, query adalah permintaan akan kumpulan data tertentu. Jenis-jenis query 1. Select query Select query digunakan

Lebih terperinci

Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe

Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe Epi Info Instalasi File Installer Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe File installer versi terbaru dapat diperoleh melalui situs

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA DISUSUN OLEH Heron Surbakti dan Tim Asisten Praktikum Oseanografi Fisika LABORATORIUM OSEANOGRAFI PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL

BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL Objektif : BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL - Mengetahui Statement Bersyarat pada VB Excel - Mengetahui Jenis Jenis Statement Bersyarat - Mengetahui Statement Pengulangan - Mengetahui Jenis Jenis

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA A. MENYALAKAN KOMPUTER Pastikan Kabel Supply terhubung ke PLN, kemudian lakukan langkah sbb: 1. Nyalakan Stabilizer 2. Nyalakan

Lebih terperinci

Modul Praktikum Basis Data 12 Import dan Eksport Data

Modul Praktikum Basis Data 12 Import dan Eksport Data Modul Praktikum Basis Data 12 Import dan Eksport Data Pokok Bahasan : - Menyalin atau membuat duplikat objek-objek database ke database lain - Mengambil data dari luar (import data) Tujuan : - Mahasiswa

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE WORD 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE WORD 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE WORD 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA A. MENYALAKAN KOMPUTER Pastikan Kabel Supply terhubung ke PLN, kemudian lakukan langkah sbb: 1. Nyalakan Stabilizer 2. Nyalakan

Lebih terperinci

Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter

Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter Yudhy Wicaksono & Solusi Kantor PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter Yudhy

Lebih terperinci

PEMBUATAN NETWORK DATABASE

PEMBUATAN NETWORK DATABASE NETWORK ANALYST NETWORK ANALYSIS Jaringan (network) biasa dianggap sebagai suatu akses arus, dimana banyak kenyataan di muka bumi pergerakan atau arus secara logis hanya dapat melalui jaringan tersebut.

Lebih terperinci

Modul ArcInfo. Gambar 1 Tampilan cara mengaktifkan Arcinfo. ArcInfo merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang telah banyak

Modul ArcInfo. Gambar 1 Tampilan cara mengaktifkan Arcinfo. ArcInfo merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang telah banyak Modul ArcInfo ArcInfo merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang telah banyak digunakan oleh para ahli di bidang GIS. Pada prinsipnya ArcInfo ini sangat mendukung dalam pembuatan dan pembangunan database

Lebih terperinci

Expor - Edit - Impor Database Winisis

Expor - Edit - Impor Database Winisis Expor - Edit - Impor Database Winisis Seringkali kita dibuat pusing dengan proses IMPOR data kembali di Program Winisis setelah kita melakukan editing dengan Excel. Maka bersama ini saya tampilkan cara-caranya

Lebih terperinci

Untuk dapat memasuki aplikasi KUTAHU e-learning system anda Pertama-tama memasuki login. Login ini dimaksudkan untuk memasuki sistem aplikasi.

Untuk dapat memasuki aplikasi KUTAHU e-learning system anda Pertama-tama memasuki login. Login ini dimaksudkan untuk memasuki sistem aplikasi. BUKU MANUAL SELAYANG PANDANG Secara umum aplikasi ini mempunyai tiga bagian utama, dimana masing-masing bagian tersebut mempunyai fasilitas-fasilitas yang berbeda-beda. Ketiga bagian tersebut adalah :

Lebih terperinci

MICROSOFT ACCESS. Tombol Office/menu Tittle bar Close.

MICROSOFT ACCESS. Tombol Office/menu Tittle bar Close. MICROSOFT ACCESS Microsoft Access merupakan salah satu program pengolah database yang canggih yang digunakan untuk mengolah berbagai jenis data dengan pengoperasian yang mudah. Banyak kemudahan yang akan

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA DISUSUN OLEH Heron Surbakti dan Tim Assisten Praktikum Oseanografi Fisika LABORATORIUM OSEANOGRAFI PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

a. Menyiapkan database

a. Menyiapkan database Membuat Label dan Kartu Pernahkan kita melihat label yang tertempel pada undangan? Bagaimana cara membuatnya? Tentunya kita bisa saja membuatnya secara manual dengan mengetik satu per satu, kemudian posisinya

Lebih terperinci

BAB-I DATABASE DAN MENGENAL MICROSOFT ACCESS

BAB-I DATABASE DAN MENGENAL MICROSOFT ACCESS BAB-I DATABASE DAN MENGENAL MICROSOFT ACCESS 1.1. Sekilat tentang Database Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan pernah terlepas dari data. Misalnya saja data tentang mahasiswa, dosen, akademik,

Lebih terperinci