DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANTUL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANTUL"

Transkripsi

1 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) TA 2012 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANTUL 1

2 DAFTAR ISI Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Grafik Daftar Lampiran i ii v vi Kata Pengantar 1 Ikhtisar Eksekutif 2 BAB I. PENDAHULUAN 3 BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 15 A. Rencana Strategis 15 B. Rencana Kinerja 26 C. Perjanjian Kinerja (Dokumen Penetapan Kinerja) Tahun BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Kinerja B. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) B. Evaluasi dan Analisis Kinerja C. Akuntabilitas Keuangan BAB IV. Penutup 87 Lampiran-lampiran i

3 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perkembangan Pegawai Berdasar Jenis Kelamin 11 Tabel 2 Perkembangan Keadaan Pegawai berdasarkan usia 12 Tabel 3 Perkembangan Keadaan Pegawai Berdasar Tingkat Pendidikan 13 Tabel 4 Keadaan Pegawai Berdasar Golongan 14 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 1 Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 2 Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 3 Tabel 8 Sasaran, Program, dan Kegiatan Tahun Tabel 9 Sasaran strategis, indikator sasaran, dan target tahun Tabel 10 Skala Pengukuran Ordinal Tabel 11 Daftar IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tabel 12 Perbandingan Target dan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun Tabel 13 Tabel 14 Perbandingan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2011 sd Perbandingan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul tahun 2012 dengan Target Akhir Periode IKU (Tahun 2015) Tahun 2012 Tabel 15 Produksi Perikanan Tangkap 40 Tabel 16 Produksi Perikanan Budidaya 41 Tabel 17 Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya 42 Tabel 18 Ketersediaan Ikan Untuk Dikonsumsi) 43 Tabel 19 Sarana, Prasarana dan Kelembagaan Kelautan Perikanan ii

4 Tabel 20 Sarana dan Prasarana BBI 45 Tabel 21 Jumlah induk ikan di BBI 45 Tabel 22 Perkembangan Produksi BBI Tahun Tabel 23 Produksi Benih BBI Tahun Tabel 24 Pendapatan Per Bulan Pelaku Usaha Perikanan Tahun 201 dan Tabel 25 Tingkat Capaian Kinerja Sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 Tabel 26 Kelompok Capaian Kinerja Sasaran DKP Tabel 27 Pencapaian Realisasi Target Tahun Tabel 28 Formulir Penetapan Kinerja Tabel 29 Pencapaian Kinerja Sasaran ke-1 Tahun Tabel 30 Evaluasi Pencapaian Sasaran 1 Tahun Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Daftar Nama Kelompok Penerima Bansos Sarana dan Prasarana Perikanan Jumlah RTP, Pokdakan, Luas Lahan, dan Produksi Perikanan Budidaya Tahun 2011 dan 2012 Pekerjaan Fisik Kegiatan Peningkatan Produksi Kelauan dan Perikanan TA Tabel Pencapaian Kinerja Sasaran ke-2 Tahun 2012 Tabel 35 Evaluasi Pencapaian Sasaran 2 Tahun Tabel 36 Desa Pesisir 67 Tabel 37 Pencapaian Kinerja Sasaran ke-3 Tahun Tabel 38 Evaluasi Pencapaian Sasaran ke-3 Tahun Tabel 39 Lokasi pemasangan papan larangan tahun Tabel 40 Lokasi penebaran benih ikan tahun iii

5 Tabel 41 Realisasi Anggaran Tahun 2012 Berdasarkan Sasaran 85 Tabel 42 Realisasi PAD 86 Tabel 43 Permasalahan dan Solusi dalam Urusan Kelautan dan Perikanan 44 iv

6 DAFTAR GRAFIK Grafik 1 Struktur Organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten 8 Bantul Grafik 2 Komposisi Pegawai Usia Tahun Grafik 3 Keadaan Pegawai Berdasar Tingkat Pendidikan tahun Grafik 4 Komposisi Pegawai Berdasar Golongan Tahun Grafik 5 Perkembangan Produksi Perikanan Tangkap 40 Grafik 6 Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya 42 Grafik 7 Komposisi Produksi Perikanan Budidaya per Jenis Ikan 42 Grafik 8 Perkembangan Ketersediaaan Ikan 43 Grafik 9 Komposisi Induk di BBI 45 Grafik 10 Perkembangan Produksi BBI Tahun Grafik 11 Perkembangan Nilai Produksi BBI Tahun Grafik 12 Proporsi Sumbangan PAD Tahun Anggaran Grafik 13 Perkembangan PAD 87 v

7 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) Tahun 2012 (SK LAN) Lampiran 2 Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) Tahun 2012 (SK LAN) vi

8 KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia- Nya kami dapat menyusun Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2012, dengan baik tanpa suatu hambatan yang berarti. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul telah menyusun LAKIP dengan pedoman yang terbaru yakni berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB) No. 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tahun 2012 ini merupakan cerminan prestasi serta evaluasi terhadap berbagai program kerja pada tahun 2012, sebagai perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan ataupun kegagalan dari pelaksanaan visi, misi dan strategi instansi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Lebih jauh LAKIP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul ini diharapkan berperan sebagai alat kendali, alat penilai kualitas kerja dan alat pendorong terwujudnya Good Governance dan juga berfungsi sebagai media pertanggung jawaban kepada publik. Dengan disusunnya LAKIP ini, maka diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan, penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang, serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan. Demikian yang dapat disampaikan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan LAKIP Tahun 2012 ini. Mudahmudahan dengan LAKIP ini menjadikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul adalah instansi yang transparan dan berakuntabilitas serta dapat memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Bantul, Februari 2013 Kepala Dinas Ir. Edy Machmud Hidayat NIP

9 IKHTISAR EKSEKUTIF Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintah untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas darikorupsi, kolusi dan nepotisme. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul disusun sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dalam menjalankan proses pembangunan, baik untuk keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaannya, yang dapat dilihat dari pencapaian Indikator KInerja Utama (IKU), Penetapan Kinerja (PK), dan perbandingan pencapaian/evaluasi kinerja antara tahun 2011 dan Jika dulu keberhasilan instansi dilihat dari anggaran pemerintah yang terserap 100% maka pada tahun ini pengukuran kinerja (keberhasilan dan kegagalan) berdasarkan pada pencapaian sasaran yang tertera pada Rencana Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun Sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul adalah : 1. Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. 2. Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis. 3. Terwujudnya keseimbangan pemanfaatan SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal. 2

10 Dari tiga sasaran tersebut, dijabarkan dalam 9 (sembilan) program dan 53 (lima puluh tiga) kegiatan. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan perencanaan awal (DPA 2012), karena merupakan kegiatan yang dilakukan perubahan melalui DPA Perubahan Setelah dilakukan analisis (hasil analisis dilihat pada bab III) maka didapatkan bahwa untuk pencapaian sasaran 1, nilai 90 (sangat berhasil), dan pencapaian sasaran 3, bernilai 92,5 (sangat berhasil). Sehingga jika dirata-ratakan maka pencapaian sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2012 berbobot 89,67 dengan kategori Sangat Berhasil. Jika dibandingkan dengan hasil analisis terhadap pencapaian sasaran pada tahun 2011, maka pada tahun 2012 ini pencapaian sasaran meningkat sebesar 3,87%. Walaupun tingkat pencapaian sasaran tersebut masuk kategori sangat berhasil, namun masih perlu ditingkatkan lagi karena belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan. Dinas Kelautan dan Perikanan berdasarkan DPPA nomor 914/90/DPKAD/2012 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp ,- yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bantul. Dari jumlah anggaran tersebut sampai dengan akhir Desember 2012 terealisasi sebesar Rp ,- (95,9%). Meskipun realisasi fisik nya 100%, namun realisasi keuangan tidak mencapai 100% disebabkan oleh karena adanya beberapa efisiensi penggunaannya seperti di perjalanan dinas, makan minum rapat/kegiatan, dan sebagainya. Beberapa prinsip penyusunan dan penyajian laporan telah disajikan dengan berbagai pertimbangan. Prinsip-prinsip pelaporan yang baik mungkin saja tidak semua dapat diterapkan pada laporan LAKIP ini, namun demikian, laporan ini masih memenuhi tujuan penyusunannya. 3

11 BAB I PENDAHULUAN Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan suatu laporan yang memberikan informasi mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai oleh instansi pemerintah dari kegiatan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program-program yang telah ditetapkan sebelumnya. Laporan ini sebagaimana yang dimaksud dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 dibangun dan dikembangkan dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah kepada masyarakat, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. Tujuan penyusunan dan penyampaian LAKIP adalah untuk mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah kepada pihak-pihak yang memberikan mandat/amanat. Dengan demikian LAKIP merupakan sarana bagi instansi pemerintah untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya berkaitan dengan mandat yang diterima instansi pemerintah tersebut. Selain itu penyampaian LAKIP kepada pihak yang berhak (secara hirarki) juga bertujuan untuk memenuhi antara lain: a. Pertanggungjawaban dari unit yang lebih rendah ke unit yang lebih tinggi atau pertanggungjawaban dari bawahan kepada atasan. LAKIP ini lebih menonjolkan akuntabilitas manajerialnya; b. Pengambilan keputusan dan pelaksanaan perubahan-perubahan ke arah perbaikan dalam mencapai kehematan, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan misi instansi; c. Perbaikan dalam perencanaan, khususnya perencanaan jangka menengah dan jangka pendek. Agar pembangunan ke depan tidak berjalan sendiri tanpa arah maka diperlukan satu arahan dan persamaan visi yang mengarah pada tindakan penuh 4

12 kehati-hatian dan sikap arif dari semua pihak agar terjalin pembangunan terkoordinasi dan berdayaguna termasuk pembangunan yang dijalankan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. A. Kedudukan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan ruang kepada daerah untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh tiap daerah. Potensi tersebut harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat yang merupakan salah satu tujuan negara yang tercantum dalam konstitusi dasar negara. Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah berkewajiban melaksanakan urusan pemerintahan daerah dengan berpegang pada asas kepastian hukum; asas tertib penyelenggara negara; asas kepentingan umum; asas keterbukaan; asas proporsionalitas; asas profesionalitas; asas akuntabilitas; asas efisiensi; dan asas efektivitas. Berdasarkan Pasal (2) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan terdiri atas 31 urusan, salah satunya urusan kelautan dan perikanan. Dasar hukum penetapan urusan pemerintahan di Kabupaten Bantul ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintahan Wajib Dan Pilihan Kabupaten Bantul. Bagian Kedua, Pasal (3) ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun 2007 menyebutkan bahwa kelautan dan perikanan masuk dalam urusan pilihan. Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintahan Wajib Dan Pilihan Kabupaten Bantul, adalah dengan dibentukny Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul yang dasar hukumnya tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 15 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan 5

13 Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 17 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintah Daerah dan tugas pembantuan di bidang kelautan dan perikanan. C. Tugas Pokok dan Fungsi Tugas pokok DKP Kabupaten Bantul adalah melaksanakan sebagian kewenangan Kabupaten Bantul di bidang kelautan dan perikanan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, DKP Kabupaten Bantul mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Perumusan kebijaksanaan teknis pelaksanaan di bidang kelautan dan perikanan 2. Pelaksanaan pembinaan operasional di bidang kelautan dan perikanan berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati. 3. Pengendalian dan pengawasan teknis di bidang kelautan dan perikanan 4. Pemberian bimbingan teknis di bidang kelautan dan perikanan 5. Pengendalian dan pembinaan UPTD dalam lingkup tugasnya 6. Pemberian rekomendasi dan pelaksanaan umum di bidang kelautan dan perikanan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7. Pengelolaan Rumah Tangga dan Tata usaha Dinas Kelautan dan Perikanan D. Struktur Organisasi Penyusunan LAKIP oleh masing-masing instansi pemerintah tidak terlepas dari mandat yang telah dibebankan kepada instansi yang bersangkutan. Dalam hal ini mandat yang dibebankan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 15 Tahun 2009, tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul, dan Rincian Tugas Pokok dan fungsi organisasi di Dinas 6

14 Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul diatur dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 66 Tahun 2009 tentang Rincian tugas, fungsi, dan tata kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Struktur organisasi pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, sebagai berikut: a. Kepala Dinas; b. Sekretariat, terdiri atas : - Sub Bagian Umum; - Sub Bagian Program; dan - Sub Bagian Keuangan dan Aset; c. Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap, terdiri atas : - Seksi Pengembangan Penangkapan dan Sarana Prasarana; dan - Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir; d. Bidang Perikanan Budidaya, terdiri atas : - Seksi Produksi Budidaya dan Perbenihan; dan - Seksi Pengembangan Kelembagaan, Teknologi dan Sumber Daya Manusia e. Bidang Bina Usaha dan Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, terdiri atas : - Seksi Bina Usaha; dan - Seksi Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. f. UPT; g. Kelompok Jabatan Fungsional Berikut bagan struktur organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. 7

15 Grafik 1. Struktur Organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Sumber : Subag Umum DKP Bantul, Desember 2012 Uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon di bawah Kepala Dinas, sebagai berikut: a. Sekretariat, mempunyai tugas: - Menyusun rencana kegiatan; - menyiapkan bahan kerja; - merumuskan kebijakan teknis dalam menentukan sasaran kegiatan sekretariat; - mengumpulkan, mengolah dan menyajikan dokumen perencanaan dan anggaran dari masing-masing unit kerja; - mengkoordinasikan bidang-bidang dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas dinas; - menyelenggarakan urusan umum, urusan hukum, administrasi kepegawaian, perencanaan, administrasi keuangan, sarana dan prasarana, humas dan protokol, kearsipan, tata naskah dinas, 8

16 organisasi dan tatalaksana, kepustakaan, surat-menyurat, serta monitoring, evaluasi dan pelaporan; - memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya; - menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya; - melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya; dan - mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas. b. Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap, mempunyai tugas: - menyusun rencana kegiatan; - menyiapkan bahan kerja; - menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan perikanan tangkap dan pengelolaan pesisir; - menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan penangkapan dan sarana prasarananya; - menyelenggarakan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pesisir; - menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya; - memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya; - melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya; dan - mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas. c. Bidang Perikanan Budidaya, mempunyai tugas: - menyusun rencana kegiatan; - menyiapkan bahan kerja; 9

17 - menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan perikanan budidaya - menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan perikanan budidaya - menyelenggarakan pemberdayaan kelembagaan perikanan budidaya - menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan teknologi dan SDM - menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya; - memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya; - melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya; dan - mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas. d. UPT UPT yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan adalah BBI (Balai Benih Ikan ) yang terdiri dari 4 unit kerja : - BBI Barongan di Ngentak, Sumberagung, Jetis - BBI Sanden di Ngentak, Murtigading, Sanden - BBI Gesikan, di Gesikan, wijirejo, Pandak - BBI Krapyak, di Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon Sesuai dengan pasal 34 Keputusan Bupati Bantul no 157 Tahun 2000, BBI mempunyai tugas dan fungsi : Tugas : Melaksanakan pembenihan Menyediakan benih Menyediakan tempat jual beli benih ikan air tawar Meningkatkan produksi benih / induk ikan air tawar Melaksanakan percontohan pembenihan Melaksanakan uji coba teknologi pembenihan ikan air tawar 10

18 Melaksanakan urusan tata usaha fungsi : Penyelenggarakan pembenihan ikan air tawar Pelaksanaan penyediaan benih ikan air tawar Penyediaan tempat penjualan dan pembelian benih ikan air tawar Penyelenggaraan percontohan pembenihan ikan air tawar Pelaksanaan uji coba teknologi pembenihan ikan air tawar Pelaksanaan pembinaan ketrampilan pembenihan ikan air tawar E. Sumber Daya Manusia (SDM) Untuk mampu mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat diperlukan dukungan aparatur yang memiliki profesional, adaftif respontif, tanggap dan aspiratif serta yang memadai, peralatan/sarana yang lengkap serta organisasi dan manajemen yang kondusif. Guna memperlancar pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan kelautan dan perikanan, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul didukung oleh potensi sumber daya manusia (SDM) sebanyak 59 orang personel (Data per Desember 2012). Perkembangan keadaan kepegawaian berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Perkembangan Pegawai Berdasar Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Tahun Laki-Laki Perempuan Total Terdapat kecenderungan penurunan jumlah pegawai pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Hal ini disebabkan karena tidak adanya penambahan pegawai baru, padahal terjadi mutasi keluar yang diakibatkan pensiun dan perpindahan pegawai. Kondisi tersebut tidak mengganggu kinerja organisasi karena adanya kebijakan optimalisasi pegawai. 11

19 Optimalisasi pegawai dapat berjalan dengan baik, hal tersebut disebabkan karena mayoritas pegawai di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul berada pada usia optimal, yaitu pada rentang 25 s/d 45 tahun. Keadaan pegawai apabila dianalisis berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Perkembangan Keadaan Pegawai berdasarkan usia No Usia Tahun > Total Grafik 2. Komposisi Pegawai Usia Tahun 2012 Keadaan pegawai di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul berdasar pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut: 12

20 Tabel 3.Perkembangan Keadaan Pegawai Berdasar Tingkat Pendidikan No Pendidikan Tahun Magister Sarjana Diploma SLTA SLTP SD Total Grafik 3. Keadaan Pegawai Berdasar Tingkat Pendidikan tahun 2012 Dari grafik di atas terlihat bahwa SDM yang ada di Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul sudah baik, dengan persentase 57,63% berpendidikan S-1 dan S-2. Diharapkan persentasi ini akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Dilihat dari golongan, pegawai di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, sebagian besar merupakan pegawai dengan golongan III, yaitu sebesar 52%. 13

21 Tabel 4.Keadaan Pegawai Berdasar Golongan No Golongan Tahun I II III IV Total Grafik 4. Komposisi Pegawai Berdasar Golongan Tahun

22 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2012 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan masih mengacu pada Peraturan Kepala LAN Nomor 239/1X/6/8/2003 Tahun 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan perubahan outline pada Bab II dengan menyampaikan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta dokumen Penetapan Kinerja tahun A. RENCANA STRATEGIS Pada prinsipnya Perencanaan Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun merupakan bagian integral dan atau pelaksanaan dari Kebijaksanaan dan Program Pemerintah Kabupaten Bantul dan merupakan landasan serta pedoman bagi seluruh pelaksana pada jajaran aparat Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dalam melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Dengan demikian, Perencanaan Strategis ( RENSTRA ) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun ini dimaksudkan untuk memberikan landasan kebijaksanaan operasional bagi seluruh aparat Dinas Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan tugas sehari-hari, baik program dan kegiatan sesuai dengan peran, tugas pokok dan sasaran pembangunan kelautan dan perikanan serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Disamping itu juga dimaksudkan untuk mewujudkan keterpaduan pelaksanaan, sehingga dapat dicapai hasil yang optimal secara selaras, serasi dan seimbang, dengan demikian semua 15

23 potensi yang ada dapat didayagunakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan. 1. VISI Visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi DKP Bantul tahun yaitu : Terpenuhinya produksi perikanan kabupaten Bantul Tahun MISI Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi DKP Bantul sebagai berikut : MISI 1 : Menghasilkan produk perikanan yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. MISI 2 : Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM aparatur dan masyarakat perikanan yang berbasis IPTEK guna meningkatkan kesejahteraannya. MISI 3 : Melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya alam pendukung perikanan secara optimal 3. Tujuan dan Sasaran Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis. Sedangkan sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Adapun tujuan yang ingin dicapai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul adalah : 16

24 1. Meningkatkan mutu produksi dan produktivitas perikanan untuk memenuhi pasar. 2. Memperluas kesempatan kerja dan peluang usaha dibidang perikanan. 3. Mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK bidang perikanan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perikanan 4. Meningkatkan peran kelembagaan kelompok perikanan. 5. Memelihara keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya perikanan. Dengan sasaran : 1. Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. 2. Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis. 3. Terwujudnya keseimbangan pemanfaatan SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal. 4. Strategi dan Kebijakan Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan Nasional Kebijakan nasional di bidang kelautan dan perikanan ditekankan pada 4 pendekatan, yaitu: pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-sustainability. Kebijakan tersebut dilakukan dengan berbagai strategi, yaitu: a. Pengembangan minapolitan Pengembangan minapolitan dilakukan dengan pendekatan: 17

25 Ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah, Kawasan ekonomi unggulan, Sentra produksi, Unit usaha, Penyuluhan, Lintas sektor; b. Pengembangan kewirausahaan dan peningkatan skala usaha; c. Pengembangan jejaring (networking); d. Pengembangan teknologi dan inovasi; e. Pemberdayaan masyarakat f. Penguatan kelembagaan kelompok masyarakat. Kebijakan Pemda DIY Kebijakan umum pengembangan kelautan dan perikanan Pemda DIY diarahkan pada beberapa hal, yaitu: a. Meningkatkan standar manajemen kualitas pelatihan dan penyuluhan secara terpadu. b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan melalui diversifikasi metode dan saluran informasi bagi masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan berbasis nilai-nilai budaya luhur. c. Mengembangkan jejaring dan kerjasama dengan berbagai institusi dalam rangka meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam mengelola dan melestarikan sumberdaya kelautan dan perikanan. d. Meningkatkan peran pemerintah serta kelompok masyarakat dalam membangun kesadaran dan penyelesaian permasalahan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan. Kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul a. Memanfaatkan teknologi dan SDM yang tersedia untuk mengelola SDA yang ada secara optimal, guna meningkatkan produksi dan produktivitas secara berkelanjutan. 18

26 b. Memanfaatkan peranan lembaga penelitian yang ada serta mengoptimalkan penggunaan sarana prasarana dalam rangka peningkatan kualitas SDM aparatur dan masyarakat perikanan. c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan yang berdaya saing melalui investasi, pemanfaatan teknologi dan penggunaan input yang memadai serta memanfaatkan sarana prasarana yang ada. d. Membangun pola pemberdayaan masyarakat perikanan secara partisipatif sehingga terbentuk kelembagaan kelompok yang mandiri, partisipatif, dan dinamis sekaligus mampu memberikan lapangan kerja dibidang perikanan. e. Mengembangkan sistem pengawasan terhadap upaya pelestarian lingkungan sumberdaya ikan melalui sosialisasi peraturan kepada masyarakat dan mengefektifkan fungsi pokmaswas. Strategi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Peningkatan produksi kelautan dan perikanan dengan memanfaatkan teknologi dan SDM yang tersedia Peningkatan SDM dengan memanfaatkan peran lembaga penelitian, pelatihanpelatihan, bintek, dsb, serta mengoptimalkan penggunaan sarana prasarana Peningkatan kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan Penguatan kelembagaan dan memperluas lapangan pekerjaan di bidang perikanan Pengawasan terhadap pelestarian lingkungan sumberdaya ikan 5. Sasaran dan Program Berdasarkan visi, misi serta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka upaya pencapaiannya kemudian dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan program dan kegiatan prioritas. Program yang disusun oleh DKP Bantul merupakan program prioritas RPJMD yang sesuai dengan tugas dan fungsi DKP Bantul yang selanjutnya dijabarkan 19

27 kedalam beberapa kegiatan untuk masing-masing program tersebut. Pemilihan kegiatan untuk masing-masing program ini didasarkan atas strategi dan kebijakan jangka menengah. Indikator keluaran program yang telah ditetapkan merupakan indikator kinerja program yang berisi outcome program. Outcome program merupakan manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah yang mencerminkan keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. Sedangkan kelompok sasaran adalah pihak yang menerima manfaat langsung dari kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DKP. Pendanaan indikatif merupakan perkiraan kebutuhan anggaran pembiayaan/pendanaan untuk melaksanakan program/kegiatan pertahun. Adapun tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas berdasarkan masing-masing misi adalah sebagai berikut: Misi 1 Tabel 5. Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 1 Misi 1 : Menghasilkan produk perikanan yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 1. Meningkatkan 1Tercapainya ketersediaan 1. Peningkatan produksi kelautan 1. Memanfaatkan teknologi mutu produksi produk perikanan untuk dan perikanan dengan dan SDM yang tersedia dan produktivitas mencukupi kebutuhan memanfaatkan teknologi dan untuk mengelola SDA perikanan untuk masyarakat. SDM yang tersedia yang ada secara optimal, memenuhi pasar. guna meningkatkan produksi dan produktivitas secara berkelanjutan. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan 2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan yang berdaya saing melalui investasi, pemanfaatan teknologi dan penggunaan input yang memadai serta memanfaatkan sarana prasarana yang ada. Pada tahun 2012 ini, pencapaian misi pertama ini dilakukan melalui program dan kegiatan prioritas sebagai berikut: 1) Program Pengembangan Budidaya Perikanan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan ikan dalam mutu dan jumlah yang cukup terjangkau bagi masyarakat melalui rehabilitasi/pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana, 20

28 peningkatan produksi, produktivitas perbaikan distribusi yang terkait dengan perikanan budidaya, dengan prioritas kegiatan adalah: a) Pengembangan bibit ikan unggul b) Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan c) Pembinaan dan Pengembangan perikanan d) Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Budidaya e) Peningkatan kapasitas pengelolaan dana bergulir f) Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya 2) Program Pengembangan Perikanan Tangkap. Program ini bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi produktif yang terkait langsung dengan kegiatan perikanan tangkap, melalui kegiatan sebagai berikut : a) Fishing Ground PMT (Pemetaan) b) Perijinan kapal ikan c) Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Perikanan Tangkap d) Optimalisasi pemanfaatan kapal BIB 3) Pengembangan Bidang Kelautan dan Perikanan Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana baik untuk pengembangan budidaya perikanan, perikanan tangkap, maupun untuk pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan, melalui kegiatan : a) Peningkatan produksi kelautan dan perikanan 21

29 Misi 2. Tabel 6. Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 2 Misi 2 : Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM aparatur dan masyarakat perikanan yang berbasis IPTEK guna meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Memperluas Tercapainya Peningkatan SDM dengan Memanfaatkan peranan lembaga kesempatan kerja peningkatan memanfaatkan peran penelitian yang ada serta dan peluang usaha kemampuan lembaga penelitian, mengoptimalkan penggunaan dibidang perikanan masyarakat untuk pelatihan, bintek, dsb serta sarana prasarana dalam rangka menghasilkan mengoptimalkan peningkatan kualitas SDM aparatur Mengembangkan dan memanfaatkan komoditas perikanan yang berdaya saing penggunaan prasarana sarana dan masyarakat perikanan. IPTEK bidang sehingga pendapatan perikanan sehingga dapat meningkatkan masyarakat perikanan diatas UMP rata-rata pendapatan dan Dan kesejahteraan masyarakat perikanan Meningkatkan peran kelembagaan kelompok perikanan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang Penguatan kelembagaan dan memperluas lapangan pekerjaan di bidang perikanan Membangun pola pemberdayaan masyarakat perikanan secara partisipatif sehingga terbentuk kelembagaan kelompok yang mandiri, partisipatif, dan dinamis mandiri, partisipatif sekaligus mampu memberikan dan dinamis lapangan kerja dibidang perikanan Pencapaian misi kedua ini dilakukan melalui program sebagai berikut: dan kegiatan prioritas 1) Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan : a) Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir b) Sosialisasi dan Fasilitasi Kawasan Konservasi Penyu c) Fasilitasi Lembaga P3MP Mitra Pesisir Kabupaten Bantul 22

30 2) Program Pengembangan Budidaya Perikanan. Dengan kegiatan : a) Evaluasi Pokdakan dan UPR b) Pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan 3) Program Pengembangan Perikanan Tangkap. Dengan kegiatan : a) Pelatihan teknis dan manajemen kader nelayan b) Operasional TPI c) Operasional kapal ikan d) Pelatihan teknis operasional kapal ikan e) Pelatihan teknis dan manajemen KUB 4) Program Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha pengolahan dan pemasaran perikanan dalam rangka menunjang kemandirian pengelolaan perikanan. Program ini dilaksanakan melalui : a) Promosi atas hasil produksi kelautan dan perikanan unggulan daerah b) Peningkatan kapasitas kelembagaan poklahsar c) Pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan d) Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP P2HP e) Pelatihan dan operasional pabrik es f) Perijinan tanah untuk pembangunan laboratorium Pengolahan Hasil di Kecamatan Jetis g) Perijinan tanah untuk pembangunan Pondok Wisata dengan tambat perahu 23

31 Misi 3 Tabel 6. Tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk Misi 3 Misi 3 : Melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya alam pendukung perikanan secara optimal Memelihara Terwujudnya Pengawasan terhadap Mengembangkan sistem keseimbangan keseimbangan pelestarian lingkungan pengawasan terhadap upaya antara pemanfaatan SDA, sumberdaya ikan pelestarian lingkungan pemanfaatan dan produksi dan daya sumberdaya ikan melalui pelestarian dukung lingkungan sosialisasi peraturan kepada sumberdaya secara optimal masyarakat dan mengefektifkan perikanan. fungsi pokmaswas. Pencapaian misi ketiga ini dilakukan melalui program sebagai berikut: dan kegiatan prioritas 1) Program Pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan ekosistem pesisir sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dan kelompok pelestari ekosistem pesisir tercapai. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan : a) Restocking di Perairan Umum b) Peningkatan kapasitas kelembagaan Pokmaswas c) Pengembangan usaha Konservasi Penyu Program penunjang untuk pelaksanaan program/kegiatan di Dinas Kelautan dan Perikanan antara lain : a. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Program ini bertujuan untuk Meningkatnya efektivitas sistem manajemen administrasi pemerintahan dan pembangunan. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan : 24

32 1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat 2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3) Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional 4) Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 5) Penyediaan jasa kebersihan kantor 6) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 7) Penyediaan Alat Tulis Kantor 8) Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan 9) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 10) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 11) Penyediaan Bahan Bacaan, dan Peraturan Perundang-Undangan 12) Penyediaan Makanan Minuman 13) Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 14) Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi dalam daerah 15) Penyediaan jasa tenaga teknis pendukung /tenaga perkantoran b. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR Program ini bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pemerintahan guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan serta pelayanan publik sesuai dengan kemampuan daerah. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan : 1) Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas / Operasional 2) Pemeliharaan Rutin / Berkala Meubelair c. PROGRAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA KELEMBAGAAN Program ini dilaksanakan melalui kegiatan : 1) Peningkatan Kapasitas Perencanaan Program/Kegiatan 2) Peningkatan Pendataan dan Statistik 25

33 B. RENCANA KINERJA Pada dasarnya rencana kinerja tahun 2012 menguraikan target kinerja yang hendak dicapai selama tahun 2012, yang mencerminkan rencana kegiatan, program, dan sasaran tahunan dalam rangka mencapai tujuan dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Stratejik Dinas Kelautan dan Perikanan Target kinerja pada tingkat sasaran strategis akan menjadi tolak ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi di dalam pencapaian visi misi seperti terlihat pada lampiran Rencana Kinerja Tahunan (RKT Tahun 2012). Implementasi rencana strategis tahun untuk tahun 2012 mencakup pelaksanaan 53 kegiatan dalam 9 program. Untuk melaksanakan aktivitas ini, melalui DPA Perubahan TA 2012, anggaran Belanja Langsung sebesar Rp ,- dan Belanja Tidak Langsung (Belanja Pegawai) sebesar Rp ,-. 1. Sasaran, Program, dan Kegiatan Tahun 2012 Pada tahun 2012 program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dihubungkan dengan sasaran strategis adalah sebagai berikut : Tabel 7. Sasaran, Program, dan Kegiatan Tahun 2012 Sasaran Strategis Program Kegiatan Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengembangan Budidaya Perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap Pengembangan bibit ikan unggul Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan Pembinaan dan Pengembangan perikanan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Budidaya Peningkatan kapasitas pengelolaan dana bergulir Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya Fishing Ground PMT (Pemetaan) Perijinan kapal ikan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Perikanan Tangkap Optimalisasi pemanfaatan kapal 26

34 Tercapainya peningkatan pelaku usaha perikanan Dan tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP Pengembangan Bidang Kelautan dan Perikanan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Program Pengembangan Budidaya Perikanan BIB Peningkatan produksi kelautan dan perikanan Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir Sosialisasi dan Fasilitasi Kawasan Konservasi Penyu Fasilitasi Lembaga P3MP Mitra Pesisir Kabupaten Bantul Evaluasi Pokdakan dan UPR Pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan Pengembangan Perikanan Tangkap Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan Pelatihan teknis dan manajemen kader nelayan Operasional TPI Operasional kapal ikan Pelatihan teknis operasional kapal ikan Pelatihan teknis dan manajemen KUB Promosi atas hasil produksi kelautan dan perikanan unggulan daerah Peningkatan kapasitas kelembagaan poklahsar Pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP P2HP Pelatihan dan operasional pabrik es Perijinan tanah untuk pembangunan laboratorium Pengolahan Hasil di Kecamatan Jetis Perijinan tanah untuk pembangunan Pondok Wisata dengan tambat perahu 27

35 Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis Pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan Restocking di Perairan Umum Peningkatan kapasitas kelembagaan Pokmaswas Pengembangan usaha Konservasi Penyu 2. Indikator Keberhasilan Kinerja Indikator atau target kinerja untuk masing-masing sasaran yang hendak dicapai dalam tahun 2012 adalah sebagai berikut : Tabel 8. Sasaran strategis, indikator sasaran, dan target tahun 2012 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Tercapainya ketersediaan x ekor produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan Produksi Benih 160,796 masyarakat Ton Produksi Perikanan Tangkap 1,614 Ton Produksi perikanan budidaya 14,264 Unit Jumlah TPI 6 ketersediaan ikan untuk dikonsumsi kg/kapita/th Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif, dan dinamis Terwujudnya keseimbangan pemanfaata SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal Pendapatan nelayan 1,571,000 Jumlah KUB Tangkap 12 Pendapatan pembudidaya ikan 1,270,500 Jumlah kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) 390 Pendapatan pengolah/pemasar 1,651,650 Jumlah poklasar 25 Jumlah benih yg ditebar di PU 60,000 Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) 26 Rp Kelompok Rp Kelompok Rp Kelompok Ekor Kelompok 28

36 C. PERJANJIAN KINERJA (PENETAPAN KINERJA) TAHUN 2012 Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/ kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Dalam hal ini SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul menyusun penetapan kinerja setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) TA 2012 dan ditandatangani oleh Bupati Bantul dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Dokumen Penetapan Kinerja memuat pernyataan dan lampiran formulir yang mencantumkan sasaran strategis, indikator kinerja utama, beserta target kinerja dan anggaran. Dokumen ini bermanfaat untuk memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja, laporan capaian realisasi kinerja, dan menilai keberhasilan organisasi. Pernyataan Penetapan Kinerja dan Formulir Penetapan Kinerja SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut : 29

37 30

38 31

39 32

40 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. PENGUKURAN KINERJA Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Inpres No. 7 Tahun 1999, Keputusan Kepala LAN No. 239 IX/6/8/2003 Tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian indikator sasaran serta menggambarkan pula tingkat capaian pada program/kegiatan. Untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan dilakukan melalui media Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan realisasinya. Pencapaian Sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan Realisasi Indikator Sasaran melalui media formulir Pengukuran Kinerja. Kemudian atas hasil pengukuran kinerja tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran. 1. Metode Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut: a. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus: Realisasi Realisasi Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana 33

41 b. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus: Rencana (Realisasi Rencana) Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana Atau: (2 x Rencana) Realisasi Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana Dalam rangka pengembangan Sistem AKIP pada tahap pengukuran dan evaluasi atas kinerja, maka evaluasi kinerja tersebut juga menyajikan perbandingan dengan capaian kinerja pada tahun sebelumnya. Untuk dapat mengetahui tingkat capaian kinerja, Pengukuran kinerja tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dan realisasi kinerja, melalui pengukuran tingkat pencapaian IKU, dan kinerja sasaran (PK) yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator yang telah ditetapkan, sebagaimana dituangkan dalam IKU dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan yang berhubungan dengan sasaran tersebut. Pengukuran pencapaian sasaran ini menggunakan formulir Pengukuran Kinerja. Formulir pengukuran kinerja dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini : 34

42 2. Metode Penyimpulan Capaian Kinerja Sasaran Hasil pengukuran capaian kinerja disimpulkan baik untuk masing-masing indikator kinerjanya maupun untuk capaian pada tingkat sasaran. Penyimpulan dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut : Tabel 11. Skala Pengukuran Ordinal Urutan Rencana capaian Kategori Capaian I >85 Sangat Berhasil II 70 < X 85 Berhasil III 55 < X 70 Cukup Berhasil IV 55 Tidak Berhasil Untuk capaian masing-masing indikator kinerja sasaran disimpulkan berdasarkan Metode Rata-Rata Data Kelompok. Penyimpulan capaian sasaran tersebut dijelaskan berikut ini. Penyimpulan pada tingkat sasaran dilakukan dengan mengalikan jumlah indikator untuk setiap kategori (sangat berhasil, berhasil, cukup berhasil dan tidak berhasil) yang ada disetiap kelompok sasaran dengan nilai mean (rata-rata) skala ordinal dari setiap kategori, dibagi dengan jumlah indikator yang ada di kelompok sasaran tersebut. Jumlah indikator untuk setiap kategori X Nilai mean setiap kategori Capaian Sasaran = Jumlah indikator kinerja sasaran Nilai mean setiap kategori ditetapkan sebagai berikut: Sangat Berhasil : 92,5 Berhasil : 77,5 Cukup Berhasil : 62,5 Tidak Berhasil : 27,5 35

43 Hasil perkalian tersebut disimpulkan kembali berdasarkan skala pengukuran ordinal dengan katagori sangat berhasil, berhasil, cukup berhasil, dan tidak berhasil. B. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Tujuan pembangunan Kelautan dan Perikanan telah ditetapkan dan dituangkan dalam pernyataan visi dan misi. Hal ini memberikan kejelasan bahwa arah pembangunan telah disusun dalam suatu kebijakan yang bertahap, terstruktur dan berkesinambungan. Oleh karenanya, kebijakan yang telah ditetapkan dalam kerangka kinerja pembangunan harus dapat menginformasikan sejauh mana kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri. Adapun representasi ketercapaian tujuan pembangunan tersebut dituangkan dalam indikator kinerja utama. Pada dasarnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dalam merencanakan program, kegiatan, dan indikator kinerja mengacu pada Indikator Kinerja Utama RPJMD Kabupaten Bantul Tahun IKU merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah kabupaten Bantul yang berisi indikator kinerja tahunan untuk kurun waktu yang merupakan penjabaran dari target kinerja RPJMD Kabupaten Bantul Tahun Karena visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul adalah Terpenuhinya Produksi Perikanan Tahun 2015, maka indikator yang dipakai dalam Kinerja Utama adalah produksi perikanan dan ketersediaan ikan. Berikut adalah IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun : 36

44 Tabel 12. Daftar IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul No. Indikator Satuan TARGET IKU Ketersediaan ikan kg/kapita/th per kapita 2 Jumlah produksi ton 12,414 43,491 51,282 55,630 57,630 perikanan budidaya 3 Jumlah produksi ton 1,377 1,614 1,643 1,742 1,792 perikanan tangkap Tabel 13. Perbandingan Target dan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2012 No. IKU Target 2012 Realisasi 2012 Tingkat capaian (%) 1 Ketersediaan ikan (kg/kap/th) 22,4 17,55 78,2 2 Jumlah produksi perikanan budidaya (ton) 3 Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) 43, ,7 25, ,4 71,3 Tabel 14.Perbandingan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2011 sd No. IKU Realisasi Ketersediaan ikan (kg/kap/th) Realisasi 2012 %ase tingkat pertumbuhan 17,38 17,55 0,99 % 2 Jumlah produksi perikanan budidaya (ton) 3 Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) ,7 5,08 % ,4 86,23 % 37

45 Tabel 15.Perbandingan Realisasi IKU Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul tahun 2012 dengan Target Akhir Periode IKU (Tahun 2015) Tahun 2012 No. IKU Realisasi Ketersediaan ikan (kg/kap/th) 2 Jumlah produksi perikanan budidaya (ton) 3 Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) Target IKU 2015 Realisasi 2012 terhadap target akhir ,55 25,96 67,60% , ,05% 1.150, ,19% Dari 3 (tiga ) tabel diatas, dapat dilihat bahwa tingkat capaian dari IKU belum ada yang 100%. Hal ini disebabkan karena target baik itu target ketersediaan ikan maupun produksi perikanan budidaya dan tangkap yang terlalu tinggi. Target tersebut ditetapkan oleh pusat karena kebijakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki visi menjadi Produsen Perikanan Terbesar di Dunia Tahun Target tersebut itu telah tercantum dalam RPJMD Kabupaten Bantul Sebagai solusi, karena pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Bantul akan mengadakan Review RPJMD , maka merupakan kesempatan untuk mereview kembali target tersebut dan disesuaikan dengan kondisi daerah, meskipun nantinya target yang tercantum dalam RPJMD akan berbeda dengan target dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Meskipun target tidak tercapai, namun pada tabel diatas terlihat bahwa realisasi tahun 2012 mengalami kenaikan dari tahun 2011, dimana ketersediaan ikan meningkat sebesar 0,99%, produksi perikanan budidaya mengalami kenaikan sebanyak 5,08% dan produksi perikanan tangkap naik sebesar 86,23%. Perkembangan Produksi Perikanan Tangkap. Perikanan tangkap terdiri dari perikanan tangkap laut dan perikanan tangkap perairan umum. Secara umum terjadi peningkatan produksi perikanan tangkap dari tahun 2007 sampai tahun 2012 khususnya untuk produksi tangkap laut. Hal ini 38

46 sejalan dengan program/kegiatan yang ditujukan untuk nelayan di Kabupaten Bantul seperti peningkatan SDM, dan sarana prasarananya. Hal yang agak berbeda terjadi dalam produksi di perairan umum, terjadi kecenderungan penurunan produksi. Hal ini sebagai akibat menurunnya kualitas Sumber Daya Perairan di sungai dan genangan di wilayah Kabupaten Bantul. Penurunan kualitas lingkungan di perairan umum tersebut diakibatkan berbagai faktor, salah satunya perkembangan perkotaan di wilayah utara Kabupaten Bantul yang menghasilkan efek negatif tercemarnya air sungai. Tabel 16. Produksi Perikanan Tangkap 2012 No Jenis Target Realisasi % 1 Laut ,07 2 Perairan Umum ,22 Total ,42 Realisasi produksi perikanan tangkap pada tahun 2012 tidak dapat mencapai target seperti yang tercantum dalam tabel 2 diatas. Pencapaian sampai dengan akhir tahun 2012 hanya sebesar 72,07%. Namun apabila dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya, produksi total perikanan tangkap tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 10,68% dengan rincian kenaikan 14,36% untuk tangkap laut dan 5,66% untuk tangkap perairan umum. Grafik 5. Perkembangan Produksi Perikanan Tangkap 39

47 Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya. Bantul dengan topografi sebagian besar masuk sebagai dataran rendah mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan perikanan khususnya perikanan budidaya. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul terus berusaha meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan menerapkan berbagai strategi pengembangan seperti peningkatan SDM, aplikasi teknologi, bantuan akses permodalan dan peningkatan kapasitas kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Hasil dari pengembangan tersebut dapat dilihat dari produksi yang terus meningkat dari tahun-ke tahun seperti terlihat pada Tabel 3. Tabel 17. Produksi Perikanan Budidaya Tahun No Produksi Kolam Sawah Karamba Tambak Jaring Apung Total Produksi perikanan budidaya tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding produksi tahun 2011 sebesar 5,08%. Hal tersebut sejalan dengan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar Dukungan program/kegiatan yang bersumber dari dana APBN dan APBD I menjadi motor penggerak peningkatan produksi selama tahun

48 Grafik 6. Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya Produksi per jenis ikan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 18. Produksi Perikanan Budidaya Per Jenis Ikan Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya No. Jenis Ikan Produksi (kg) Gurami Nila Lele Bawal Ikan lain-lain Jumlah Komposisi produksi perikanan budidaya per jenis ikan dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 7. Komposisi Produksi Perikanan Budidaya per Jenis Ikan 41

49 Dari tabel diatas, Jenis ikan yang dominan diusahakan adalah lele, nila, gurami dan nila. Lele paling banyak dibudidayakan karena lele lebih cepat dibudidayakan (2-3 kali panen dalam satu tahun), padat tebarnya lebih banyak, dan lebih tahan terhadap hama penyakit. Ketersediaan Ikan Ketersediaan Ikan merupakan salah satu komponen pembentuk konsumsi ikan yang merupakan indikator kualitas hidup manusia. Semakin tinggi konsumsi protein suatu negara mengindikasikan tingginya PDB dan usia harapan hidup warga negaranya. Ketersediaan Ikan Untuk Dikonsumsi di Kabupaten Bantul menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didukung adanya peningkatan daya beli masyarakat yang ditunjang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan bagi kesehatan. Berkembangnya pariwisata khususnya wisata kuliner dan meningkatnya produksi ikan baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya juga mendorong meningkatnya angka Ketersediaan Ikan Untuk Dikonsumsi di Kabupaten Bantul. Tabel 19.Ketersediaan Ikan Untuk Dikonsumsi) No 1 Parameter Ketersediaan Ikan Untuk dikonsumsi Tahun ,16 9,19 9,38 16,74 17,38 17, Grafik 8. Perkembangan Ketersediaaan Ikan Untuk Dikonsumsi Ketersediaan Ikan Untuk Dikonsumsi) 42

50 Sarana Prasarana dan Kelembagaan Kelautan dan Perikanan. Perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bantul tidak bisa terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana serta kelembagaan yang ada di masyarakat. Keterpaduan beberapa hal tersebut menjadi motor penggerak peningkatan produksi. Tabel 20. Sarana, Prasarana dan Kelembagaan Kelautan Perikanan. No Sarana Prasarana dan Kelembagaan TPI Pasar Ikan Kapal Perahu Motor Tempel (PMT) UPR (Unit Pembibitan Rakyat) Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Iikan) Poklahsar (Kelompok Pengolah Pemasar) Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Untuk mendukung peningkatan produksi perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga telah memiliki Balai Benih Ikan (BBI) sebagai unit pelaksana teknis pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul sebanyak 4 unit Balai Benih Ikan yaitu: 1. BBI Barongan Beralamat di Dusun Ngentak, Sumberagung, Jetis, Bantul. Luas lahan 1,2 Ha dengan luas kolam 0,83 Ha, benih yang dominan yaitu nila hitam, nila merah, tawes dan karper. 2. BBI Sanden Beralamat di Desa Murtigading, Sanden, Bantul. Luas lahan 1,2 Ha dengan luas kolam 0,74 Ha, benih yang dominan yaitu karper, gurami, nila merah dan nila hitam. 3. BBI Gesikan Beralamat di Gesikan, Wijirejo, Pandak, Bantul. Status saat ini adalah pinjam pakai. Luas lahan 1,5 Ha dengan luas kolam 0,85 Ha, benih yang dominan yaitu nila hitam 43

51 4. BBI Krapyak Beralamat di Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Status saat ini adalah pinjam pakai. Luas lahan 1 Ha dengan luas kolam 0.68 Ha, benih yang dominan yaitu Nila Hitam. Sarana pendukung kegiatan BBI dapat dilihar dalam tabel berikut: Tabel 21. Sarana dan Prasarana BBI No Sarana Prasarana Jumlah (unit) 1. Rumah Jaga 5 2. Kolam Bak Penampung Benih Gudang Pakan 2 5. Bangsal 3 Tabel 22. Jumlah induk ikan di BBI No Jenis Ikan BBI Barongan Sanden Gesikan Krapyak Jumlah 1 Karper Nila Hitam Nila Merah Tawes Gurami Patin Lele Jumlah Gurami 2% Patin 0% Lele 3% Tawes 1% Karper 1% Nila Merah 39% Nila Hitam 54% Grafik 9. Komposisi Induk di BBI 44

52 Produksi benih di Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan (BBI) tahun dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 23. Perkembangan Produksi BBI Tahun No Tahun Produksi (Ekor) Nilai (Rp) Jumlah Grafik 10. Perkembangan Produksi BBI Tahun Produksi pada tahun 2009 mencapai ekor dan mengalami penurunan sampai tahun Hal ini disebabkan karena produksi benih yang dijual merupakan benih dengan ukuran lebih besar dari pada benih yang dijual tahun 2009 dan sebelumnya. Peningkatan ukuran benih membawa konsekuensi menurunnya jumlah dalam ekor, namun nilai produksinya tidak mengalami penurunan. 45

53 Grafik 11. Perkembangan Nilai Produksi BBI Tahun Produksi benih pada tahun 2012 sebanyak ekor atau senilai Rp ,00 dengan rincian seperti tabel berikut: Tabel 24. Produksi Benih BBI Tahun 2012 No BBI Produksi (Ekor) Nilai (Rp) 1 Barongan Sanden Krapyak Gesikan Jumlah BBI Barongan menyumbang produksi sebesar 46%, diikuti BBI Sanden 25%, BBI Krapyak 15%, dan BBI Gesikan 14%. Gesikan 14% Krapyak 15% Barongan 46% Sanden 25% Grafik 12. Komposisi Produksi BBI Berdasarkan Unit Usaha 46

54 Permasalahan yang ada di BBI serta pemecahannya : 1. Belum tersedianya anggaran pengelolaan BBI yang memadai. Pemecahannya: melakukan efisiensi pengelolaan dana dan mengajukan tambahan pada Tahun Anggaran berikutnya. 2. Belum tersedianya petugas BBI yang memiliki kompetensi tinggi. Pemecahannya: mengakses kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan SDM yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY maupun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. 3. Belum tersedianya sarana pembenihan yang memadai. Pemecahannya: meningkatkan alokasi pengadaan sarana dan prasarana pembenihan yang bersumber dari Dana Lokasi Khusus Kelautan dan Perikanan. Peningkatan produksi akan diikuti dengan peningkatan jumlah pendapatan bagi pembudidaya/nelayan/pengolah/pemasar produk perikanan. Berikut data pendapatan tersebut: Tabel 25. Pendapatan Per Bulan Pelaku Usaha Perikanan Tahun 2011 dan 2012 No. Pendapatan Rata-rata /bulan 2011 (Rp) 2012 (Rp) %ase kenaikan th thd Nelayan , ,- 50,67% 2 Pembudidaya , ,- 39,58% 3 Pengolah/pemasar produk ikan , ,- 9,70% beberapa pencapaian keberhasilan pada tahun 2012 urusan kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut : 1. Mengantarkan lima kelompok pembdidaya ikan memperoleh sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). 2. Mampu memacu semangat para pembudidaya ikan sehingga tetap konsisten dan terus mengembangkan usahannya melalui bantuan-bantuan baik sarana prasarana maupun permodaan. 3. Meningkatkan kemampuan kelompok pembudidaya ikan baik teknis dan manajemen melalui pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan 4. Bertambahnya armada penangkapan ikan yang berbobot 30 GT menjadi 3 (tiga) buah. 47

55 5. Terbentuknya KUB Inka Bantul II dan KUB Inka Bantul IV yang menerima bantuan kapal 30 GT sebagai bentuk alih teknologi penangkapan ikan dari nelayan PMT ke nelayan kapal. 6. Beroperasinya kapal 30 GT (Inka Mina 165) yang dikelola KUB Bantul Purse Seine I dan memperoleh hasil tangkapan yang cukup memuaskan. 7. Diluncurkannya Kartu Nelayan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan sebagai identitas nelayan dan mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan masyarakat nelayan. 8. Semakin banyaknya nelayan Kabupaten Bantul yang memiliki sertifikat ANKAPIN III sebagai syarat untuk menjalankan kapal dengan bobot > 5 GT 9. Jumlah KUB penerima BLM PUMP Perikanan Tangkap Tahun 2012 lebih banyak dibandingkan dengan Tahun Pemetaan daerah penangkapan ikan (fishing ground) Jalur 1 Kabupaten Bantul untuk kali kedua. 11. Berkembangnya Pantai Pandansimo Baru sebagai pantai yang memiliki pembangkit listrik tenaga angin dan menjadi salah satu objek wisata pantai di Kab. Bantul. 12. Berkembangnya Pantai Patihan sebagai salah satu objek wisata pantai di Kab. Bantul. 13. Peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui bentuk bentuk pemberdayaan masyarakat pesisir. 14. Meningkatnya keterampilan Poklahsar dalam mengemas produk sehingga menarik dan memenuhi standar pengemasan yang benar serta produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran 15. Meningkatnya keterampilan Poklahsar dalam memanfaatkan teknologi pengolahan ikan sehingga mampu menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas yang baik. 16. Meningkatnya pengelolaan dan manajemen kelembagaan Poklahsar, sehingga mampu menjadi kelompok yang bankable dan feasible. 17. Meningkatnya keterampilan Poklahsar dalam promosi produk sehingga permintaan akan produk perikanan dari pasar meningkat baik jumlah maupun harga jual dan meningkatkan pendapatannya. 18. Meningkatnya produksi produk perikanan baik jumlah maupun kualitasnya. 48

56 19. Semakin bertambahnya jumlah Poklahsar di Kabupaten Bantul dari 35 kelompok pada tahun 2011 Menjadi 50 kelompok pada tahun Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan di perairan umum. 21. Meningkatnya populasi ikan di perairan umum sehingga dapat meningkatkan perbaikan kondisi lingkungan. 22. Menurunnya tingkat pelanggaran yang dilakukan masyarakat dalam menangkap ikan dengan alat/bahan terlarang. 23. Meningkatnya manajemen kelembagaan Pokmaswas di Kabupaten Bantul. 24. Semakin bertambahnya jumlah Pokmaswas di Kabupaten Bantul dari 24 kelompok pada tahun 2011 Menjadi 26 kelompok pada tahun 2012 Berbagai penjelasan program/kegiatan terhadap peningkatan realisasi indiakor kinerja akan dipaparkan lebih lengkap pada poin C. Evaluasi dan Analisis Kinerja C. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA Tahapan akuntabilitas kinerja berikutnya yaitu evaluasi kinerja. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui capaian realisasi, kemajuan dan kendala-kendala yang dijumpai didalam pelaksanaan kegiatan kegiatan dalam rangka pencapaian visi misi agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program / kegiatan di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan pendekatan rumus capaian kinerja pada form capaian kinerja, tingkat pencapaian kinerja sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2012 adalah sebagai berikut: 49

57 Tabel 26. Tingkat Capaian Kinerja Sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 Skala Pengukuran Ordinal No Sasaran Capaian Kinerja Sangat Berhasil 85 s.d. 100 Berhasil 70 s.d. 85 Cukup Berhasil 55 s.d.70 Kurang Berhasil < 55 Tercapainya ketersediaan 1 produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat 2 Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP 86,5 Sangat berhasil 90 Sangat berhasil Dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis 3 Terwujudnya keseimbangan pemanfaata SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal Rata-rata capaian sasaran : 92,5 Sangat berhasil 89,67 Sangat berhasil Nilai capaian kinerja sasaran tersebut dapat dikelompokkan pada tabel 3.4 sebagai berikut: No Tabel 27 Kelompok Capaian Kinerja Sasaran DKP 2012 Capaian Kinerja Sasaran Predikat Jumlah Sasaran 1 Diatas 85 Sangat Berhasil s/d kurang dari 85 Berhasil s/d kurang dari 70 Cukup Berhasil 0 4. Kurang dari 55 Kurang Berhasil 0 Jumlah 3 50

58 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa Capaian Kinerja Sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2012 yang diatas 85 dengat predikat Sangat Berhasil ada 3 sasaran, artinya semua sasarannya berpredikat Sangat Berhasil pencapaian realisasi terhadap target yang telah ditentukan dapat diketahui sebagai berikut : Tabel 28. Pencapaian Realisasi Target Tahun 2012 No. Misi Jumlah indikator sasaran Sesuai Target Belum mencapai target Melampaui target Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1 Misi Misi , , ,67 3 Misi Jumlah , , ,15 Selanjutnya, pengukuran kinerja tiap sasaran tersebut terhadap indikator kinerja yang telah ditetapkan, dengan menggunakan rumus capaian sasaran yakni dengan metode rata-rata kelompok dapat dijelaskan dan diuraikan pada tabel sebagai berikut : 51

59 Tabel 29. FORMULIR PENGUKURAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (Berdasarkan PERMENPAN-RB No. 29 Tahun 2010) SKPD : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun Anggaran : 2012 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat 1 Produksi Benih x ekor x ekor 111,6 2 Produksi Perikanan Tangkap Ton 1.150,4 Ton 71,3 3 Produksi perikanan budidaya Ton ,67 Ton 4 Jumlah TPI 6 unit 6 Unit 5 ketersediaan ikan untuk dikonsumsi 19,84 kg/kapita/th 17,55 kg/kapita/th 76, ,5 Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif, dan dinamis 1 Pendapatan nelayan Rp Rp 2 Jumlah KUB Tangkap 12 kelompok 24 Kelompok 3 4 Pendapatan pembudidaya ikan Rp Rp Jumlah kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) 390 kelompok 740 Kelompok 76, ,7 189,7 5 Pendapatan pengolah/pemasar Rp Rp 6 Jumlah poklasar 25 kelompok 50 Kelompok 99,6 200 Terwujudnya keseimbangan pemanfaata SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal 1 Jumlah benih yg ditebar di PU ekor Ekor 2 Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) 26 kelompok 26 Kelompok 233,3 100 Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2012 (DPPA-2012) : Rp Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2012 : Rp

60 PERHITUNGAN CAPAIAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS METODE PENYIMPULAN CAPAIAN KINERJA SASARAN SKPD : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun Anggaran : 2012 Capaian Sasaran = jumlah indiktor untuk tiap kategori x nilai mean setiap kategori jumlah indikator sasaran Sasaran Strategis 1 Indikator Kinerja Target Realisasi % Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat 1 Produksi Benih Produksi Perikanan Tangkap x ekor Ton 1.150,4 x ekor 111,6 Ton Kategori sangat berhasil 71,3 berhasil 3 Produksi perikanan budidaya Jumlah TPI 6 5 ketersediaan ikan untuk dikonsumsi Ton unit 19,84 kg/kapita/th , ,55 Ton unit kg/kapita/th 76,98 berhasil ,5 sangat berhasil sangat berhasil capaian sasaran (kategori sgt berhasil) = (3x92,5)/5 = 55,5 capaian sasaran (kategori berhasil) = (2x77,5)/5 = 31 Total capaian sasaran untuk sasaran strategis 1 = 86,5

61 Sasaran Strategis 2 : Indikator Kinerja Target Realisasi % Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif, dan dinamis 1 Pendapatan nelayan Jumlah KUB Tangkap 12 Pendapatan pembudidaya 3 ikan Jumlah kelompok pembudidaya Ikan 4 (Pokdakan) Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok 76, ,7 189,7 Kategori berhasil sangat berhasil sangat berhasil sangat berhasil 5 Pendapatan pengolah/pemasar 6 Jumlah poklasar Rp kelompok Rp kelompok 99,6 200,0 sangat berhasil sangat berhasil capaian sasaran (kategori sgt berhasil) = (5x92,5)/6 = 77,08 capaian sasaran (kategori berhasil) = (1x77,5)6 = 12,92 Total capaian sasaran untuk sasaran strategis 2 = 90,00

62 Sasaran Strategis 3 : Indikator Kinerja Target Realisasi % Terwujudnya keseimbangan pemanfaata SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal Jumlah benih yg ditebar di 1 PU 2 Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) ekor ekor 233,3 Kategori sangat berhasil kelompok 26 kelompok 100 sangat berhasil capaian sasaran (kategori sgt berhasil) = (2x92,5)/2 = 92,5 capaian sasaran (kategori berhasil) = 0x77,5)/2 = 0 Total capaian sasaran untuk sasaran strategis 3 = 92,5 Kesimpulan : Capaian sasaran 1 = 86,5 Capaian sasaran 2 = 90 Capaian sasaran 3 = 92,5 Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Tahun 2012 = 89,67

63 Dari evaluasi terhadap seluruh kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan yaitu sebanyak 3 sasaran dengan 9 program yang mencakup 53 kegiatan, dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dihasilkan capaian kinerja sasaran rata-rata sebesar 89,67 % (sangat berhasil). Berikut akan dipaparkan uraian dan analisis capaian kinerja masing-masing sasaran, sedangkan untuk realisasi penggunaan anggaran akan dijelaskan pada Akuntabilitas Keuangan. Berikut uraian sasarannya : Sasaran 1: Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Sasaran tersebut ditetapkan untuk mencapai misi 1, yaitu Menghasilkan produk perikanan yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya dan tujuan 1, yaitu meningkatnya mutu produksi dan produktivitas perikanan untuk memenuhi pasar, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun Tabel 30. Pencapaian Kinerja Sasaran ke-1 Tahun 2012 Indikator Kinerja Target Realisasi % 1 Produksi Benih x ekor x ekor 111,6 Kategori sangat berhasil 2 Produksi Perikanan Tangkap Ton 1.150,4 Ton 71,3 berhasil 3 Produksi perikanan budidaya Jumlah TPI 6 5 ketersediaan ikan untuk dikonsumsi Ton unit 19,84 kg/kapita/th , ,55 Ton unit kg/kapita/th Capaian untuk kinerja sasaran ke-1 86,5 76,98 berhasil ,5 sangat berhasil sangat berhasil Sangat berhasil 56

64 Tabel 31. Evaluasi Pencapaian Sasaran 1 Tahun Indikator Sasaran Produksi Benih Produksi Perikanan Tangkap Produksi perikanan budidaya Jumlah TPI ketersediaan ikan untuk dikonsumsi Satuan x ekor Ton Ton unit kg/kapita/th 18, Target Realisasi Capaian Kinerja (%) , , , , ,3 Target Realisasi Capaian Kinerja (%) 111, ,4 71, ,67 76, ,5 Berdasarkan tabel diatas, rata-rata persentase capaian kinerja 2012 dibanding dengan 2011, semua indikator mengalami penurunan, namun untuk realisasi tahun 2012 mengalami kenaikan dibanding dengan tahun Dari tabel diatas juga dapat dilihat adanya penurunan produksi benih pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011, hal ini lebih disebabkan karena banyaknya usaha perbenihan dengan komoditas gurame. Ukuran benih gurame lebih besar dibanding lele sehingga jumlah per ekor nya jadi lebih sedikit, dan harganya lebih mahal benih gurame dibanding lele, sehingga lebih menguntungkan jika dijual. Untuk mewujudkan sasaran misi ke-1 tersebut dicapai melalui 3 program, yakni: Program Pengembangan Budidaya Perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap Pengembangan Bidang Kelautan dan Perikanan Kegiatan Pengembangan bibit ikan unggul Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan Pembinaan dan Pengembangan perikanan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Budidaya Peningkatan kapasitas pengelolaan dana bergulir Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya Fishing Ground PMT (Pemetaan) Perijinan kapal ikan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Perikanan Tangkap Optimalisasi pemanfaatan kapal BIB Peningkatan produksi kelautan dan perikanan 57

65 1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan Untuk mewujudkan sasaran misi ke-1, Ada 6 kegiatan pada program Pengembangan Budidaya Perikanan ini yakni pengembangan bibit ikan unggul, pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan, pembinaan dan pengembangan perikanan, peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Budidaya, peningkatan kapasitas pengelolaan dana bergulir, dan peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya. Pada tahun 2012 ini DKP Kabupaten Bantul lewat APBD II memberikan bansos kepada 40 pokdakan/upr, masing masing kelompok menerima 2 paket yang terdiri dari: terpal 2 buah, probiotik 4 botol (4 liter), benih lele ekor atau gurami ekor dan pakan 12 zak. Jumlah dana untuk kegiatan bansos ini sebesar Rp ,- dan terealisasi semua (100%). Selain itu juga diberikan sarana dan prasarana yang yakni bantuan pompa air kepada 20 pokdakan untuk mendukung dalam kegiatan perikanan, karena air merupakan bagian pokok dari perikanan. Tabel 32. Daftar Nama Kelompok Penerima Bansos Sarana dan Prasarana Perikanan No Nama Pokdakan Alamat Ketua 1 Makaryo Mino Tegallurung, Gilangharjo, Pandak Drs. Sumeh Suhartanto 2 Mina Makmur Lopati, Trimurti, Srandakan Ageng Prasetya 3 Mina Handayani Gunungpuyuh, Panjangrejo, Pundong Agus Dwiantara 4 Mina Melati Sangkeh, Srigading, Sanden Rukito 5 Mina Jagangrejo Jagangrejo, RT 04, Pelemwulung, Banguntapan Djumadiono 6 Mitra Usaha Ulam Cepokosari, Sitimulyo, Piyungan Ridla Wantara 7 Sedyomino Keputren, Pleret, Pleret Suroso 8 Mina Makmur Pancuran, Terong, Dlingo Sugiyono 9 Mina Buana Kadisoro, Gilangharjo, Pandak Gunadi 10 Murakabi Gesikan IV, Wijirejo, Pandak Paryono 11 Rias Pandak, Wijirejo, Pandak Mardiman 12 Mina Karya Jomboran, Gilangharjo, Pandak Hadi Sukarjo 13 Amrih Mulyo Gonjen, RT 08. Tamantirto, Kasihan Suparno 14 Mbulu Rahayu Kembaran, Tamantirto, Kasihan Suherman 15 Muda Karya Godekan, RT 05, Gatak, Tamantirto, Kasihan Riyanto 16 Warih Wiguna Tegalwangi, RT 04, Geblagan, Tamantirto, Kasihan Nuryanto 58

66 17 Mina Kencana Pringgolayan, Banguntapan, Banguntapan Tata Sulardi SW 18 Longkang Mina Rejokusuman, Sokowaten, Tamanan, Banguntapan Riyadi 19 Tegal Makmur Condrowangsan, Potorono, Banguntapan Sumarwan 20 Mina Angkasa Pelem Wulung RT 03, Banguntapan, Banguntapan Sudarmaji 21 Mina Jolontoro Rukeman, Gatak, Tamantirto, Kasihan Suparyadi 22 Sido Asih Benyo, Sendangsari, Pajangan Sugiarto / Ngaderi 23 Mekar Jaya Keloran, Plurungan, Tirtonirmolo, Kasihan Slamet Suprihatin 24 Jogo Mino Jogonalan Lor, Tirtonirmolo, Kasihan Suparjo 25 Mina Mandiri Diro, Rt 56, Pendowoharjo, Sewon Suprapto 26 Ulam Sari Bandung, RT 28, Pendowoharjo, Sewon Ny. Nuryatun Nasir 27 Mina Makmur Banyon, RT 70, Pendowoharjo, Sewon Budiyanto 28 Mina Makmur Mriyan, Rt 01, Timbulharjo, Sewon Muh. Sigit Nur Yulianto, A.Md 29 Balawana Lelaki Sintal Wonotingal, Poncosari, Srandakan Waluyo Kertogati 30 Mino Ngremboko Kranggan, Murtigading, Sanden Bayudi Santoso 31 Mina Sejahtera Wonorejo, Gadingsari, Sanden Drs. H. Saliman 32 Kenangan Jaya Wonoroto, Gadingsari, Sanden Abdul Qodir 33 Berbudi Karya Tlukan, Gonjen, RT 08, Tamantirto, Kasihan Suparno 34 Ikan Keong Mas Tlukan, Gonjen, RT 08, Tamantirto, Kasihan Sarono 35 Organisasi Pemuda Putat Putat, Selopamioro, Imogiri Muhdiyanto 36 Mina Lestari Wonokromo, Pleret Ahmad Asyhuri 37 Mina Jaya Palangjiwan, Donotirto, Kretek Ari Wibowo 38 Mina Luhur II Tluren, Tirtomulyo, Kretek Sujiya 39 Mino Rahayu Kadibeso, RT 83, Argodadi, Sedayu Banowo 40 KPI 7 dan 8 Pedes, RT 07/08, Argomulyo, Sedayu Tri Wahyudi Selain dari APBD II, bansos juga banyak diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, yaitu berupa benih lele, pakan dan terpal yang diberikan kepada 31 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), bantuan pompa air untuk 15 kelompok, bantuan untuk 2 kelompok pembudidaya ikan hias, bantuan peralatan perbenihan untuk 16 kelompok, dan bantuan calon induk gurami sebanyak 225 ekor yang diberikan kepada 8 kelompok, serta bantuan calon induk lele sebanyak 678 ekor yang diberikan kepada 20 kelompok. Pada tahun 2012 ini, terdapat kegiatan PUMP Budidaya, namun kegiatan tersebut pelaksanaannya oleh Dinas Kelautan dan Peikanan DIY, sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul hanya mendampingi pelaksanaannya, sehingga untuk jumlah anggaran serta pengelolaannya sepenuhnya oleh Dinas 59

67 Kelautan dan Perikanan DIY. Kegiatan ini berupa pemberian BLM sebanyak Rp ,- yang diberikan kepada ,-. Bantuan tersebut oleh kelompok dipergunakan untuk budidaya lele dan gurami sesuai dengan proposal yang diajukan. Tujuan dari semua kegiatan bansos tersebut adalah untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dan hasil dari kegiatan ini bisa dirasakan oleh pembudidaya. Dengan adanya bantuan untuk meningkatkan usaha budidaya perikanan, mereka bisa memperluas kolam dan meningkatkan hasil panennya, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga melakukan pemantauan penyakit dengan kunjungan ke kelompok-kelompok pembudidaya ikan yang melaporkan kepada dinas tentang adanya indikasi penyakit, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab dan jenis penyakitnya. Dari hasil uji laboratorium yang dilakakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan UGM Yogyakarta, rata-rata terinveksi oleh jamur dan bakteri, disamping ada beberapa sampel yang diakibatkan karena kualitas air yang tidak baik atau tercemar. Dengan adanya pemantauan penyakit pada ikan bisa menghindari kerugian akibat kematian ikan yang dipeliharanya dan jika terserang penyakit bisa segera terdeteksi dan bisa segera diatasi yang pada akhirnya bisa meningkatkan hasil panen atau produksi budidaya ikan. Dari program Pengembangan Budidaya Perikanan ini, telah berhasil membawa dampak pada peningkatan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP), luas lahan untuk budidaya, jumlah pokdakan, dan peningkatan produksi perikanan budidaya. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. 60

68 Tabel 33. Jumlah RTP, Pokdakan, Luas Lahan, dan Produksi Perikanan Budidaya Tahun 2011 dan 2012 No. Uraian Jumlah RTP Perikanan budidaya (RTP) Pokdakan (kelompok) Luas lahan (ha) 103,46 113,60 4. Produksi perikanan budidaya (ton) , ,67 2. Program Pengembangan Perikanan Tangkap Pada tahun 2012 ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kaubupaten Bantul melaksanakan kegiatan PUMP-Tangkap (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan) yang dikoordinasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, yang berupa pemberian Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp ,- yang diberikan kepada ,- bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan nelayan melalui pengembangan kegiatan usaha nelayan skala kecil di perdesaan sesuai dengan potensi sumberdaya ikan, menumbuhkan kewirausahaan nelayan di perdesaan dan meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi nelayan menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan. Selain itu, KKP melalui DAK Dinas Kelautan dan Perikanan DIY juga memberikan bantuan 2 unit kapal 30GT. Tujuan dari kegiatan ini adalah merubah budaya masyarakat dari agraris menjadi budaya bahari dan memfasilitasi nelayan untuk beralih dari nelayan PMT menjadi nelayan kapal besar. Disamping itu membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kapal 30 GT tersebut yang rencananya akan diserahkan kepada nelayan Bantul, yaitu KUB Inka Bantul II dengan sekretariat di Klagaran, Gadingsari, Sanden, Bantul dan KUB Inka Bantul IV dengan sekretariat di Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul. Namun sampai sekarang ini bantuan kapal 30 GT dari pemerintah pusat belum sepenuhnya diserahterimakan kepada nelayan dikarenakan sampai bulan Desember 2012 baru 1 (satu) kapal 30 GT yang datang dan masih menunggu 61

69 1 (satu) kapal 30 GT yang akan datang pada tahun ini juga. Dari pihak KUB penerima kapal 30 GT sudah menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan kedatangan dan penyerahan kapal 30 GT tersebut. Dalam rangka peningkatan produksi perikanan tangkap, melalui APBD II, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga melaksanakan beberapa kegiatan yakni : a. Pemetaan fishing ground berupa informasi titik-titik lokasi yang berpotensi untuk penangkapan ikan di 3 (tiga) kecamatan pesisir sebanyak 70 titik sehingga memudahkan nelayan dalam mencari ikan. Anggaran yang dipakai untuk kegiatan Fishing Ground ini adalah APBD II sebesar ,- dan realisasinya 100% b. Terbarukannya kelengkapan administrasi perijinan usaha penangkapan ikan sehingga keselamatan dan keamanan kapal-kapal milik Kabupaten Bantul lebih terjamin terutama pada saat berlayar c. Pemberian modal untuk operasional kapal ikan 30 GT sebesar Rp ,-. Pengoperasian kapal berukuran GT besar selain memerlukan kemampuan teknis juga memerlukan biaya operasional yang sangat besar. Melihat kondisi nelayan di Bantul, faktor biaya operasional/modal menjadi kendala utama yang dapat menghambat pengoperasian kapal. Oleh karena itu nelayan-nelayan yang tergabung dalam KUB calon penerima bantuan kapal diberikan bantuan modal awal pengoperasian kapal dan kedepannya perlu dibina dalam pengelolaan sehingga bantuan modal awal dapat dimanfaatkan secara efektif demi keberlangsungan pengoperasian menuju KUB yang mandiri. 3. Program Pengembangan Bidang Kelautan dan Perikanan Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Peningkatan produksi Kelautan dan Perikanan (DAK). Pekerjaan fisik kegiatan peningkatan produksi kelautan dan perikanan dari dana alokasi khusus seperti tercatum dalam tabel berikut : 62

70 Tabel 34. Pekerjaan Fisik Kegiatan Peningkatan Produksi Kelauan dan Perikanan TA 2012 NO Nama Pekerjaan Anggaran Biaya (Rp) Pembangunan jalan desa pesisir (kawasan mangrove) Pembuatan kolam permanen BBI Barongan Pembangunan bangsal perbenihan tertutup BBI Barongan Pembangunan Gudang pakan BBI Gesikan Pembuatan kolam pemijahan dan penetasan BBI Gesikan Pembuatan talut saluran drainase BBI Sanden Pembuatan kolam permanen BBI Sanden Pembangunan Gudang BBI Sanden Pembangunan Sarana Prasarana Gedung Pengolahan Hasil Perikanan Penyediaan bangunan pondok wisata dg tambat perahu Pembangunan pagar lingkungan BBI Gesikan Normalisasi kolam dan Pemasangan Lapis Terpal Pengadaan Sumur dan kelengkapannya 68,000,000 84,000, ,000,000 44,000, ,000,000 97,000, ,000,000 42,000, ,000, ,000,000 75,000, ,122,500 Realisasi Keuangan (Rp) 67,453,000 83,372, ,000,000 43,585, ,252,000 96,625, ,653,000 41,404, ,985, ,449,000 74,512, ,470,000 Silpa (Rp) 547, ,000 10,000, ,000 7,748, ,000 8,347, ,000 1,015,000 2,551, , ,500 39,551,500 38,641, ,600 Lokasi Samas, Srigding, Sanden Sumberagung, Jetis Sumberagung, Jetis Gesikan, Pandak Gesikan Pandak Sanden Sanden Sanden Sanden Sanden Pandak BBI Gesikan, Pandak BBI Gesikan Pandak Pemantauan Pembangunan Fisik DAK

71 Sasaran 2: Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis dan terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis Tabel 35. Pencapaian Kinerja Sasaran ke-2 Tahun 2012 Indikator Kinerja Target Realisasi % 1 Pendapatan nelayan Jumlah KUB Tangkap Pendapatan pembudidaya ikan Jumlah kelompok pembudidaya Ikan 390 (Pokdakan) Pendapatan pengolah/pemasar 6 Jumlah poklasar Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok Rp kelompok 76, ,7 189,7 99,6 200,0 Kategori berhasil sangat berhasil sangat berhasil sangat berhasil sangat berhasil sangat berhasil Capaian indikator sasaran 2 90 Sangat berhasil Tabel 36. Evaluasi Pencapaian Sasaran 2 Tahun Indikator Sasaran Pendapatan nelayan Jumlah KUB Tangkap Pendapatan pembudidaya ikan Jumlah kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pendapatan pengolah/pema sar Jumlah poklasar Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Rp ,6 kelompok Rp kelompok Rp kelompok , , , , ,0 Target Realisasi Capaian Kinerja (%) , , , , ,0 64

72 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa ada 5 indikator sasaran yang persentase capaian kinerjanya tahun 2012 lebih tinggi dibanding dengan tahun Alasan peningkatan/penurunan akan dijelaskan berikut ini. Untuk mewujudkan sasaran misi ke-2 tersebut dicapai melalui 3 program, yakni: Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Ekonomi Kegiatan Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir Sosialisasi dan Fasilitasi Kawasan Konservasi Penyu Fasilitasi Lembaga P3MP Mitra Pesisir Kabupaten Bantul Program Pengembangan Budidaya Perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap Promosi atas hasil produksi kelautan dan perikanan unggulan daerah Evaluasi Pokdakan dan UPR Pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan Pelatihan teknis dan manajemen kader nelayan Operasional TPI Operasional kapal ikan Pelatihan teknis operasional kapal ikan Pelatihan teknis dan manajemen KUB Peningkatan kapasitas kelembagaan poklahsar Pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP P2HP Pelatihan dan operasional pabrik es Perijinan tanah untuk pembangunan laboratorium Pengolahan Hasil di Kecamatan Jetis Perijinan tanah untuk pembangunan Pondok Wisata dengan tambat perahu 1. Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir Program Pemberdayaan masyarakat pesisir bertujuan untuk membina kelompok kelompok ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bantul agar dapat lebih berkembang dalam kegiatan ekonominya dan dapat menjadi motor penggerak 65

73 pengembangan pembangunan pesisir Bantul sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya. Di Kabupaten Bantul terdapat tiga kecamatan dan lima desa pesisir, seperti terlihat pada Tabel 2. Tabel 37. Desa Pesisir No. Kecamatan Desa Luas (km2) 1 Kretek Parangtritis 11,87 Tirtohargo 2 Sanden Srigading Gadingsari 3,62 7,57 8,12 3 Srandakan Poncosari 11,86 Pemberdayaan dilakukan dengan mengenalkan bentuk kegiatan ekonomi alternatif kepada kelompok kelompok ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bantul melalui pelatihan kerajinan dan kuliner serta pemberian sarana dan prasarana pengembangan untuk lembaga P3MP Mitra Pesisir. Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga memfasilitasi kawasan konservasi penyu di Patihan dengan sarana prasarana konservasi penyu berupa papan nama dan himbauan kawasan konservasi penyu, alat bantu pembuatan sarang semi alami dan shelter pemeliharaan tukik dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat pesisir Bantul dalam upaya konservasi, mencadangkan kawasan konservasi di pesisir Bantul agar kawasan tersebut tetap lestari, menghasilkan konsep pengelolaan kawasan konservasi yang diterima oleh masyarakat Untuk program ini, Dinas Kelautan dan Perikanan menganggarkan dana APBD II sebesar Rp ,- dan terealisasi hampir 99,45%. Selain dari APBD Kabupaten Bantul, pelaksanaan program ini juga dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Bantuan yang diberikan sebanyak 50 paket budidaya lele 66

74 sistem terpal ini kepada 5 kelompok budidaya lele pesisir dengan tujuan untuk memberikan sumber kegiatan ekonomi alternatif bagi masyarakat pesisir Bantul. Bimbingan teknis dilakukan oleh Dislautkan Provinsi DIY dan DKP Bantul melalui kegiatan pelatihan sebelum bansos diberikan. Untuk konservasi, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY juga memberikan bibit mangrove untuk pengkayaan vegetasi di pesisir Bantul. Bibit mangrove dapat menjadi sabuk hijau pesisir yang dapat berfungsi sebagai penghalang angin, gelombang, dan abrasi. Pada tahun 2012 ini juga telah dilakukan ujicoba pengembangan usaha garam rakyat di pantai Goa Cemara kecamatan Sanden. Inisiasi dilakukan oleh DKP Bantul kemudian ditindaklanjuti oleh Bappeda Bantul dengan pendampingan teknis dari UAD Yogyakarta. Dari hasil ujicoba ini membuktikan bahwa potensi pembuatan garam di pesisir Bantul sangat baik dan perlu dikembangkan. Produk garam mentah yang dihasilkan harus ditindaklanjuti dengan uji layak konsumsi dan dapat dengan produksi missal sehingga akan menjadi sumber penghasilan masyarakat pesisir 2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan Pada pencapaian sasaran ke -2 ini, juga dengan program pengembangan budidaya perikanan, sama seperti program untuk pencapaian sasaran ke-1, namun yang berbeda adalah pada kegiatannya. Untuk mencapai sasaran ke-2 ini dilakukan kegiatan Evaluasi Pokdakan dan Pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan. Sebagian besar kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) merupakan kelompok pemula sehingga pendampingan dan pembinaan perlu terus dilakukan untuk menumbuhkembangkan kelompok. Salah satu pendampingan adalah melalui kegiatan pelatihan teknis dan manajemen budidaya ikan untuk menyiapkan para calon pembudidaya agar menjadi pembudidaya yang kompeten dan siap bersaing. Dari pendampingan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan telah berhasil mengantarkan lima kelompok pembdidaya ikan memperoleh sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). 67

75 Pelatihan Teknis dan Manajemen Budidaya Ikan 9 dan 10 Oktober Program Pengembangan Perikanan Tangkap Sama seperti pada pencapaian sasaran ke-1, pada pencapaian sasaran ke-2 ini juga melakukan program Pengembangan Perikanan Tangkap, hanya saja kegiatannya yang berbeda. Untuk mencapai sasaran ke-2 ini dilaksanakan kegiatan Pelatihan teknis dan manajemen kader nelayan, Operasional TPI, Operasional kapal ikan, dan Pelatihan teknis operasional kapal ikan, serta Pelatihan teknis dan manajemen KUB. Berikut hasil yang didapat dari kegiatan tersebut. a. Terdapat Peta fishing ground berupa informasi titik-titik lokasi yang berpotensi untuk penangkapan ikan di 3 (tiga) kecamatan pesisir sebanyak 70 titik sehingga memudahkan nelayan dalam mencari ikan. 68

76 b. Terbarukannya kelengkapan administrasi perijinan usaha penangkapan ikan sehingga keselamatan dan keamanan kapal-kapal milik Kabupaten Bantul lebih terjamin terutama pada saat berlayar c. Pemberian modal untuk operasional kapal ikan 30 GT sebesar Rp ,-. Pengoperasian kapal berukuran GT besar selain memerlukan kemampuan teknis juga memerlukan biaya operasional yang sangat besar. Melihat kondisi nelayan di Bantul, faktor biaya operasional/modal menjadi kendala utama yang dapat menghambat pengoperasian kapal. Oleh karena itu nelayan-nelayan yang tergabung dalam KUB calon penerima bantuan kapal diberikan bantuan modal awal pengoperasian kapal dan kedepannya perlu dibina dalam pengelolaan sehingga bantuan modal awal dapat dimanfaatkan secara efektif demi keberlangsungan pengoperasian menuju KUB yang mandiri. Untuk peningkatan SDM di bidang perikanan tangkap, telah dilaksanakan berbagai pelatihan, yaitu : a. Pelatihan Teknis dan Manajemen Kader Nelayan. Peserta pelatihan adalah pemuda-pemuda ataupun lulusan SMK Kelautan Nelayan PMT dan nelayan eret /PMT yang ada di Kabupaten Bantul. Manfaat dari pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada pemuda-pemuda, nelayan PMT dan eret tentang prospek usaha berbasis sumber daya ikan di perairan Selatan Jawa hingga Samudera Indonesia, menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan kepada pemuda-pemuda, nelayan PMT dan eret, menarik minat pemuda-pemuda yang ada di Kabupaten Bantul untuk terjun di dunia perikanan tangkap, menjaga keberlangsungan proses regenerasi nelayan sehingga eksistensi nelayan Kabupaten Bantul tetap terjaga, dan menarik minat nelayan PMT maupun eret untuk menjadi nelayan armada kapal ber - GT besar. b. Pelatihan operasional TPI, dimana pesertanya adalah para pengurus TPI yang ada di kabupaten Bantul. Selain pelatihan, juga dilakukan studi banding ke Kabupaten Rembang. Operasional Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) ternyata tidaklah mudah karena hal ini merupakan muara dari rantai dingin 69

77 sebelum sampai ke tangan konsumen dan TPI mempunyai fungsi yang lebih kompleks diantaranya memberikan jaminan harga lelang yang kompetitif. Secara keseluruhan peningkatan pengelolaan TPI di Kabupaten Bantul sangat diperlukan c. Pelatihan dan Temu Teknis Operasional Kapal Ikan dengan peserta 40 orang yang terdiri dari anggota kelompok l KUB INKA BANTUL II dan KUB INKA BANTUL IV yang merupakan calon penerima kapal 30GT. Pelatihan dilanjutkan dengan praktek melaut selama 10 hari di PPP Sadeng Gunung Kidul. Pengelolaan kapal 30 GT termasuk di dalamnya cara operasional kapal sangat dibutuhkan nelayan calon penerima sehingga diharapkan nelayan calon penerima kapal 30 GT sudah siap untuk mengoperasionalkan d. Pelatihan Teknis dan Manajemen KUB dengan peserta dari pengurus KUB penerima PUMP Tangkap yang dilanjutkan dengan studi banding.. Pengelolaan BLM pada kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) pada kenyataannya masih belum sesuai dengan yang diharapkan baik dari administrasi maupun keuangan KUB. KUB juga dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang sering timbul terkait dengan administrasi dan keuangan. KUB yang dijadikan sebagai tempat studi banding adalah KUB Mina Lestari yang merupakan juara II nasional Adibakti Mina Bahari Secara administrasi dan program kerja KUB Mina Lestari sudah terstruktur dan tertata rapi sehingga bisa diadopsi untuk KUB perikanan tangkap yang ada di Kabupaten Bantul. e. Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Serta Memberikan Alternatif Kegiatan di Musim Paceklik. Kegiatan ini dilaksanakan oleh BPPP Tegal Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan peserta pelatihan adalah nelayan dan Wanita Nelayan. Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan kompetensi dan ketrampilan nelayan di wilayah Kabupaten Bantul serta memberikan alternatif kegiatan pada musim paceklik. f. Bimbingan Teknis Diversifikasi Usaha Bagi Nelayan, dengan tujuan untuk mengembangkan usaha-usaha selain penangkapan ikan untuk menunjang kesejahteraan nelayan. Pelatihan dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan 70

78 Penangkapan Ikan (BBPPI) Semarang, pesertanya adalah Nelayan dan pemuda nelayan 4. Promosi atas hasil produksi kelautan dan perikanan unggulan daerah Peningkatan produksi kelautan dan perikanan harus didukung dengan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan di bidang pascapanen dan pemasaran hasil perikanan sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dapat benar-benar mewujudkan masyarakat perikanan yang sejahtera di Kabupaten Bantul. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Bantul khususnya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan cukup besar. Hal tersebut dibuktikan Kabupaten Bantul telah memiliki 50 Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) dengan olahan ikan yang beraneka ragam seperti abon, kerupuk, nugget, keripik, kuliner hingga nata rumput laut. Pemasarannya pun relatif luas meliputi daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah bahkan Jawa Timur. Berbagai kegiatan untuk mendukung pengolahan dan pemasaran produksi perikanan telah dilaksanakan dengan dukungan dana APBD II dan APBN. Kegiatan yang dukung dengan APBD II antara lain : a. Pelatihan teknis pengolahan ikan, yang diikuti oeh 100 peserta pengolah pemasar di Bantul. Dari Pelatihan ini, mereka mampu mengolah berbagai masakan dari ikan dan cara pemasarannya b. Pelatihan operasional pabrik es. Sasarannya adalah Kelompok Penerima Manfaat Pabrik Es yang berlokasi di Depok yaitu Koperasi Wisata Mina Bahari 45. Sehingga nantinya SDM pengelola pabrik es dapat mengetahui prosedur operasional produksi es secara komprehensif dan akhirnya pengelolaan pabrik es yang dibangun tahun 2012 ini berhasil. c. Menfasilitasi Poklahsar untuk mengikuti kegiatan Bantul Expo Tahun 2012 sehingga akan meningkatkan promosi dan jaringan pemasaran produk hasil pelaku usaha Kelautan dan Perikanan 71

79 Pelatihan pengolahan hasil perikanan laut Pada tahun 2012 ini, dari dana APBN, Dinas Kelautan dan Perikanan mendapatkan kegiatan PUMP P2HP dan kegiatan TP melalui Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan. PUMP P2HP adalah penyaluran BLM sebesar Rp ,- yang diterima oleh 20 poklahsar dimana masing-masing kelompok menerima Rp ,-, digunakan untuk belanja peralatan pengolahan dan pemasaran ikan. BLM ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi pengolahan dan pemasaran poklahsar Melalui Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan (APBN-TP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, pada tahun 2012 ini telah dibangun : a. sarana pemasaran benih ikan yang lokasi penempatannya di Kelompok Mino Kencono yang beralamat di Dusun Sawo Desa Sumberagung Kecamatan Jetis b. sarana dan prasarana untuk mempertahankan mutu ikan yakni Terbangunnya pabrik es sebanyak 1 paket, jaringan listrik sebanyak 1 paket dan tersedianya sarana dan prasarana SRD (sistem rantai dingin) sebanyak 2 paket. adapun lokasi penempatan sarana dan prasarana SRD di TPI Ngentak Poncosari 72

80 Srandakan dan TPI Depok Parangtritis Kretek serta penempatan Pabrik es dan Jaringan Listrik berlokasi di Depok Parangtritis Kretek. c. sarana dan prasarana pengembangan usaha ikan hias berupa Depo Ikan Hias, yang dibangun di Dusun Jomboran Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak sebanyak 1 pkt. Sasaran 3 : Terwujudnya keseimbangan pemanfaatan SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal Tabel 38. Pencapaian Kinerja Sasaran ke-3 Tahun 2012 Indikator Kinerja Target Realisasi % Jumlah benih yg ditebar di PU Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) Total capaian kinerja ekor ,3 kelompok ,5 Kategori berhasil sgt berhasil Sgt berhasil Tabel 39. Evaluasi Pencapaian Sasaran ke-3 Tahun Indikator Sasaran Jumlah benih yg ditebar di PU Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Target Realisasi Capaian Kinerja (%) ekor , ,3 kelompok , Perairan umum terdiri dari danau, waduk, bendungan, sungai serta genangan lainnya, merupakan salah satu sumberdaya perairan yang potensial 73

81 untuk lebih dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi manusia, khususnya kebutuhan protein hewani dari ikan. Pemanfaatan perairan umum tersebut umumnya dilakukan melalui kegiatan penangkapan ikan, namun dengan semakin berkembangnya teknologi dan keterampilan masyarakat, maka perairan umum telah dimanfaatkan untuk kegiatan usaha perikanan secara intensif. Pengelolaan perairan umum sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan umum melalui kegiatan penangkapan mempunyai kecenderungan semakin tidak terkendali, dimana jumlah tangkap tidak lagi seimbang dengan daya pulihnya. Agar terjadi keseimbangan maka diperlukan pengelolaan sumberdaya yang lebih hati-hati dan berwawasan lingkungan, sehingga kelestarian sumberdaya ikan di perairan umum tetap terjaga. Perairan Umum daratan di kabupaten Bantul beberapa tahun terakhir telah dilakukan program pengkayaan sumberdaya ikan dengan tujuan meningkatkan produksi perairan umum tersebut dan memotivasi masyarakat pesisir perairan umum untuk bisa mengelola secara bertanggungjawab dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kelestarian dari perairan yang ada Pengkayaan sumberdaya ikan ini bertujuan meningkatkan populasi dan keanekaragaman jenis ikan, penyediaan stok ikan dan pelestarian sumberdaya ikan di perairan umum daratan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul. Diharapkan dengan dilakukannya restocking kali ini, masyarakat dapat senantiasa menjaga agar benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat sekitar serta terjaganya kelestarian sumberdaya ikan. Disamping itu kegiatan tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar perairan umum melalui peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja tambahan dari sektor perikanan. Pada tahun 2012, dari program ini, dilakukan pemasangan 6 buah papan larangan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai sanksi pidana 74

82 perbuatan menangkap ikan dengan alat/bahan beracun. Berikut lokasi pemasangan papan larangan : Tabel 40. Lokasi pemasangan papan larangan tahun 2012 Lokasi Pemasangan Celep, Srigading, Sanden Babakan, Poncosari, Srandakan Garon, Sewon Puton, Trimulyo, Jetis Brajan, Wonokromo, Pleret 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Jumlah Untuk peningkatan populasi ikan di PU Juga dilaksanakan penebaran benih ikan di perairan umum (PU) sebanyak ekor ikan, yang ditebar di lokasi berikut ini : Tabel 41. Lokasi penebaran benih ikan tahun 2012 Lokasi Jumlah Penebaran (ekor) Celep, Srigading, Sanden Bedukan, Pleret Seropan, Muntuk, Dlingo Kediwung, Mangunan, Dlingo Palbapang, Bantul Karang, Poncosari, Srandakan Celep, Srigading, Sanden Sumbermulyo, Bambanglipuro Babakan, Srandakan Garon, Sewon Pandes I, Wonokromo, Pleret Brajan, Wonokromo, Pleret Karanglo, Argomulyo, Sedayu Total Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga Kelestarian biota ikan di perairan umum, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga memberdayakan Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas). 75

83 Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat pesisir Bantul dalam upaya konservasi, mencadangkan kawasan konservasi di pesisir Bantul agar kawasan tersebut tetap lestari, dan menghasilkan konsep pengelolaan kawasan konservasi yang diterima oleh masyarakat, maka Dinas Kelautan dan Perikanan juga telah melakukan fasilitasi kawasan konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, Patehan, Sanden, berupa pemberian papan nama dan papan himbauan kawasan konservasi, alat bantu pembuatan sarang semi alami, dan shelter pemeliharaan tukik. Selain juga dilakukan penggantian biaya telur penyu kepada Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo di Pantai Goa Cemara, Patihan sebagai upaya peningkatan konservasi penyu yang dilakukan lebih baik dari sebelumnya, baik dari sisi penyelamatan telur penyu maupun penetasannya. Pengkayaan sumber daya perikanan (restocking) Pemasangan papan larangan di perairan umum 76

84 Pencanangan Pantai Patihan oleh Wakil Bupati Bantul D. AKUNTABILITAS KEUANGAN Pada tahun 2012, untuk melaksanakan 9 program 53 kegiatan, Dinas Kelautan dan Perikanan berdasarkan DPPA nomor 914/90/DPKAD/2012 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp ,- yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bantul. Dari jumlah anggaran tersebut sampai dengan akhir Desember 2012 terealisasi sebesar Rp ,- (95,9%). Meskipun realisasi fisik nya 100%, namun realisasi keuangan tidak mencapai 100% disebabkan oleh karena adanya beberapa efisiensi penggunaannya seperti di perjalanan dinas, makan minum rapat/kegiatan, dan sebagainya. Adapun rincian dana tersebut diuraikan dibawah ini. REALISASI ANGGARAN TIAP PROGRAM DAN KEGIATAN a) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1) Kegiatan : Penyediaan Jasa Surat-menyurat Alokasi Anggaran : Rp Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% 2) Kegiatan : Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan listrik 77

85 Alokasi Anggaran : Rp Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 78,79% 3) Kegiatan : Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan Kendaraan dinas/operasional Alokasi Anggaran : Rp Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 96,40% 4) Kegiatan : Penyediaan jasa administrasi keuangan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 5) Kegiatan : Penyediaan jasa kebersihan kantor Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 6) Kegiatan : Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% 7) Kegiatan : Penyediaan ATK Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100 % 8) Kegiatan : Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% 9) Kegiatan : Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan Bangunan kantor Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 10) Kegiatan : Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 78

86 Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 11) Kegiatan : Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 93,44 % 12) Kegiatan : Penyediaan makanan dan minuman Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 13) Kegiatan : Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;99,03 % 14) Kegiatan : Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100 % 15) Kegiatan : Penyediaan jasa tenaga teknis pendukung/tenaga perkantoran Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ;100 % b) Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur 1) Kegiatan : Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan Dinas/Operasional Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% 2) Kegiatan : Pemeliharaan rutin/berkala mebelair Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% c) Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 79

87 1) Kegiatan : Pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 99,83% 2) Kegiatan : Sosialisasi dan Fasilitasi Kawasan Konservasi Penyu Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 99.45% 3) Kegiatan : Fasilitasi Lembaga P3MP Mitra Pesisir Kab. Bantul Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 97.58% d) Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan 1) Kegiatan Restocking di perairan umum Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ;100% 2) Kegiatan : Peningkatan kapasitas kelembagaan Pokmaswas Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 99.93% 3) Kegiatan : Pengembangan usaha konservasi penyu Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 91,12% e) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 1) Kegiatan : Pengembangan bibit ikan unggul Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 99,78% 2) Kegiatan : Pendampingan pada kelompok tani pembudidaya ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 99,0% 80

88 3) Kegiatan : Pembinaan dan pengembangan perikanan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 99,36% 4) Kegiatan : Evaluasi Pokdakan dan UPR Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 98.2% 5) Kegiatan : Pengawasan Penyakit Ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 97,50% 6) Kegiatan : Pelatihan Teknis dan Manajemen Budidaya Ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 92,35% 7) Kegiatan : Peningkatan Kapasitas Pengelolaan PUMP Budidaya Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp , % 8) Kegiatan : Peningkatan kapasitas pengelolaan dana bergulir Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 100% 9) Kegiatan : Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 100% f) Program Pengembangan Perikanan Tangkap 1) Kegiatan : Fishing Ground PMT (Pemetaan) Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 100% 2) Kegiatan : Perijinan kapal ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 94,64% 3) Kegiatan : Pelatihan teknis dan manajamen kader nelayan 81

89 Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 100% 4) Kegiatan : Operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 100% 5) Kegiatan : Operasional kapal ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 6) Kegiatan : Pelatihan teknis operasional kapal ikan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- ; 96,60% 7) Kegiatan : Pelatihan teknis dan manajemen KUB Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 97,9% 8) Kegiatan : Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Tangkap Alokasi Anggaran : Rp ,- 9) Kegiatan : Optimalisasi pemanfaatan kapal BIB Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 83,83% g) Program Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 1) Kegiatan : Promosi atas hasil produksi kelautan dan perikanan Unggulan daerah Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp , % 2) Kegiatan : Peningkatan kapasitas kelembagaan Poklahsar Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp , % 82

90 3) Kegiatan : Pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 92,03% 4) Kegiatan : Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP P2HP Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 100% 5) Kegiatan : Pelatihan dan operasional pabrik es Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 54,44% 6) Kegiatan : Perijinan tanah untuk pembangunan laboratorium Pengolahan hasil di Kecamatan Jetis Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 96.2% 7) Kegiatan : Perijinan tanah untuk pembangunan pondok wisata Dengan tambat perahu Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 72,20% h) Program Pengembangan Bidang Kelautan dan Perikanan 1) Kegiatan : Peningkatan produksi kelautan dan perikanan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 96,35% i) Program Pengembangan Sarana Prasarana dan Kelembagaan Kelautan dan Perikanan 1) Kegiatan : Peningkatan kapasitas perencanaan program / kegiatan Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 83

91 2) Kegiatan : Peningkatan pendataan dan statistik Alokasi Anggaran : Rp ,- Realisasi Anggaran : Rp ,- 99,95% ANGGARAN DAN REALISASI PER SASARAN Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul telah merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran dan misi Dinas baik yang bersifat rutin maupun pembangunan dengan perincian sebagai berikut: Tabel 42. Realisasi Anggaran Tahun 2012 Berdasarkan Sasaran No. Sasaran Anggaran TA Tercapainya ketersediaan produk perikanan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Tercapainya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan komoditas perikanan yang berdaya saing sehingga pendapatan masyarakat perikanan rata-rata diatas UMP dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis Terwujudnya keseimbangan pemanfaatan SDA, produksi dan daya dukung lingkungan secara optimal Target Realisasi % , , ,- 89, , ,- 94,3 4. Kegiatan pendukung , ,- 93,5 GRAND TOTAL , ,- 95,9 84

92 PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Pencapaian kinerja juga dapat dilihat dari dapat dilihat dari perkembangan Pendapatan Asli daerah (PAD). Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai unit ekonomi yang memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Bantul yaitu dari Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Hasil Perikanan, Pengelolaan Dana Bergulir Budidaya Ikan dan Pemanfaatan Aset Daerah. Capaian penerimaan PAD pada tahun 2012 sebesar Rp ,00,- mengalami peningkatan sebesar 177,29% dari tahun Hal tersebut disumbang oleh pendapatan dari kerjasama pemanfaatan BAT dan optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI) dengan persentase 43,34% dan 36,43%.. Gambar 13. Proporsi Sumbangan PAD Tahun Anggaran 2012 Tabel 43. Realisasi PAD No Jenis PAD Restribusi Penjualan 1 Produksi Usaha Daerah Hasil Perikanan Pengelolaan Dana 2 Bergulir Budidaya Ikan 3 Pemanfaatan aset daerah 2012 Target Realisasi % , ,00 a. Sewa Kapal b. Sewa Kawasan BAT ,22 Jumlah ,53 85

93 Grafik 14. Perkembangan PAD Dari grafik diatas dapat terlihat kecenderungan peningkatan PAD dari basis data tahun 2007 sampai tahun Peningkatan ini merupakan cerminan semakin meningkatnya kegiatan perekonomian di sektor kelautan dan perikanan. Pendapatan dari retribusi penjualan produksi usaha daerah tahun 2012, terlihat capaian penerimaan melebihi target atau sebesar 100,11 %. Pendapatan ini berasal dari retribusi penjualan benih ikan 4 Balai Benih Ikan (BBI) yaitu BBI Barongan, BBI Sanden, BBI Krapyak, dan BBI Gesikan. 86

94 BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan akuntabilitas dalam rangka menilai keberhasilan/kegagalan atau tercapai/tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi Dinas Kelautan dan Perikanan. Untuk dapat menjawab pertanyaan akan tingkat keberhasilan/kegagalan tersebut, telah dilaksanakan pengukuran indikator kinerja sasaran, dan dapat disimpulkan bahwa pencapaian sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Tahun 2012 berbobot 86,33 dengan kategori Sangat Berhasil. Sedangkan untuk akuntabilitas keuangan berbobot 89,67 dengan kategori Berhasil. Pencapaian ini lebih tinggi dibanding tahun 2011 yang berbobot 81,5. Untuk melaksanakan 9 program 53 kegiatan pada tahun 2012 ini, Dinas Kelautan dan Perikanan berdasarkan DPPA nomor 914/90/DPKAD/2012 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp ,- yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bantul. Dari jumlah anggaran tersebut sampai dengan akhir Desember 2012 terealisasi sebesar Rp ,- (95,9%). Meskipun realisasi fisik nya 100%, namun realisasi keuangan tidak mencapai 100% disebabkan oleh karena adanya beberapa efisiensi penggunaannya seperti di perjalanan dinas, makan minum rapat/kegiatan, dan sebagainya. Beberapa prinsip penyusunan dan penyajian laporan telah disajikan dengan berbagai pertimbangan. Prinsip-prinsip pelaporan yang baik mungkin saja tidak dapat diterapkan pada laporan ini, namun demikian, laporan ini masih memenuhi tujuan penyusunannya. 87

95 B. EVALUASI Walaupun tingkat pencapaian sasaran tersebut masuk kategori sangat berhasil, namun masih perlu ditingkatkan lagi karena belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi/menghambat pencapaian sasaran tersebut. Berikut ini disampaikan beberapa permasalahan dan solusi yang dilakukan terkait dengan pelaksanaan program-kegiatan dalam urusan Kelautan dan Perikanan Tabel 44. Permasalahan dan Solusi dalam Urusan Kelautan dan Perikanan No Permasalahan. 1 masih terbatasnya personil Dinas yang memiliki Setifikasi Pengadaan Barang dan Jasa sehingga dalam pengadaan barang dan jasa bergantung dengan personil dari Instansi lain 2 Masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi nelayan, pembudidaya, dan pengolah dan pemasar ikan 3 Masih kurangnya minat masyarakat untuk makan ikan 4 masih kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan informasi teknis pembudidayaan 5 sarpras pengembangan usaha budidaya belum memadai khususnya air yang tercemar yang menyebabkan faktor kematian ikan masih tinggi 6 Keterbatasan pemanfaatan teknologi pengolahan dan penanganan ikan belum menggunakan sistem rantai dingin sehingga produk yang dihasilkan relatif menurun kualitasnya Solusi Pengiriman personil DKP untuk mengikuti Bintek maupun ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa Pemberian stimulan untuk usaha Penyebarluasan/kampanye/sosialisasi mengkonsumsi ikan di masyarakat peningkatan kemampuan pembudidaya melalui pelatihan Peningkatan pemberian bantuan/ fasilitas untuk bidang usaha budidaya dan pemantauan kesehatan ikan dan lingkungan peningkatan kemampuan penguasaan teknologi melalui pelatihan 88

96 7 Akses pasar produk perikanan masih rendah 8 Rendahnya frekuensi pembinaan kepada kelompok kelompok masyarakat baik kelompok nelayan, kelompok pesisir, kelompok konservasi, dan lain sebagainya 9 Penangkapan ikan di laut sangat tergantung pada kondisi alam 10 Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat pesisir untuk melaksanakan kegiatan konservasi baik konservasi vegetasi pesisir, satwa langka, maupun ekosistem 11 Ketersediaan benih ikan yang masih terbatas Perluasan jaringan pemasaran ikan di luar wilayah kabupaten Bantul melalui penggalian informasi peluang pemasaran ikan konsumsi DIY dan sekitarnya, serta di luar propinsi. Seluruh sentra produksi kelautan perikanan memiliki komoditas unggulan yang menerapkan teknologi inovatif dengan kemasan dan mutu terjamin. mengagendakan kegiatan pembinaan beserta anggaran pembinaan Mempermudah akses informasi kondisi cuaca dan iklim bagi para nelayan Melaksanakan sosialisasi dan penerapan sanksi bagi pelanggar kaidah konservasi peningkatan produksi benih dengan memperhatikan kualitas dan kontinuitas serta pengadaan induk unggul Laporan ini diharapkan dapat dipakai dan dimanfaatkan untuk pimpinan, staf, dan masyarakat luas yang membutuhkannya. LAKIP Tahun 2012 ini juga akan digunakan sebagai alat observasi untuk melakukan instropeksi dan refleksi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. 89

97 PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN (PKK) TAHUN : 2012 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN Program Kegiatan Indikator Kinerja Tahunan Satuan Target Realisasi Prosentase Ket. Pelayanan administrasi 1 Penyediaan jasa surat-menyurat Inputs : perkantoran - Dana rupiah ,0 -SDM - Waktu tahun ,0 Outputs : Penyediaan prangko, materai, dan benda pos lainnya lembar ,9 Outcomes : Terlaksananya optimalisasi kinerja kantor Benefits : sampainya informasi ke tujuan Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 2 Penyediaan jasa komunikasi, Inputs : sumberdaya air, dan listrik - Dana rupiah ,8 -SDM penghematan Rp Outputs : terlaksananya pembayaran telpon, air, dan listrik bulan ,0 Outcomes : Terlaksananya optimalisasi kinerja kantor Benefits : Lancarnya lomunikasi, tersedianya air dan listrik Impacts :

98 peningkatan pelayanan kepada masyarakat 3 Penyediaan jasa pemeliharaan & perijinan Inputs : kendaraan dinas/operasional - Dana rupiah ,3 penghematan Rp -SDM Outputs : Terlaksananya jasa pemeliharaan dan perpanjangan unit ,3 ijin kendaraan dinas Outcomes : Pelayanan dengan kendaraan dinas lebih aman Benefits : Pelayanan kantor lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 4 Penyediaan jasa administrasi keuangan Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM orang ,0 Outputs : Terlaksananya pembayaran honor pengelola keuangan bulan ,0 Outcomes : ketertiban pengelolaan keuangan Benefits : kinerja kantor lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 5 Penyediaan jasa kebersihan kantor Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM orang ,0

99 Outputs : Terlaksananya penyediaan jasa kebersihan kantor bulan ,0 Outcomes : Kebersihan kantor terjaga Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 6 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs : Terlaksananya pemeliharaan peralatan kerja tahun ,0 Outcomes : Lancarnya komputer dll dalam membantu pelayanan Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 7 Penyediaan ATK Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM orang Outputs : Terlaksananya penyediaan ATK tahun ,0 Outcomes : Tersediannya ATK memperlancar kegiatan/tugas dinas Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts :

100 peningkatan pelayanan kepada masyarakat 8 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Inputs : - Dana rupiah ,0 penghematan Rp -SDM - Outputs : Terlaksananya peyediaan barang cetak dan penggandaan tahun ,0 Outcomes : Tersedianya barang cetak dan penggandaan Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 9 Penyediaan komponen instalasi listrik Inputs : /penerangan bangunan kantor - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs : Terlaksananya penyediaan instalasi listrik/penerangan tahun ,0 Outcomes : Pelayanan dengan alat listrik lancar Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 10 Penyediaan peralatan dan Inputs : perlengkapan kantor - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs :

101 Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor (monitor) tahun ,0 Outcomes : Tersedianya monitor komputer Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 11 Penyediaan bahan bacaan & peraturan Inputs : perundang-undangan - Dana rupiah ,4 penghematan Rp -SDM Outputs : Terlaksananya peyediaan bahan bacaan dan peruuan bulan ,0 Outcomes : Tersedianya bahan bacaan dan peruuan Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 12 Penyediaan makanan dan minuman Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs : - Tersedianya makanan dan minuman rapat tahun ,0 Outcomes : Membantu kelancaran rapat Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts :

102 peningkatan pelayanan kepada masyarakat 13 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke Inputs : luar daerah - Dana rupiah ,0 penghematan Rp -SDM orang , Outputs : Terlaksananyabelanja perjalanan dinas ke luar daerah tahun ,0 Outcomes : kelancaran tugas dinas luar daerah Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 14 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi Inputs : dalam daerah - Dana rupiah ,0 -SDM orang ,0 Outputs : Tersedianya belanja perjalanan dinas dalam daerah tahun ,0 Outcomes : Terlaksananya pembiayaan rapat koordinasi/konsultasi Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 15 Penyediaan jasa tenaga teknis pendukung/ Inputs : tenaga perkantoran - Dana rupiah ,0 -SDM orang ,0

103 Terlaksananya pembayaran honor PHL bulan ,0 Outcomes : Terlaksananya pekerjaan dengan baik Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat Peningkatan sarana 16 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan Inputs : prasarana aparatur dinas/operasional - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs : Terlaksananya pemeliharaan kendaraan dinas tahun ,0 Outcomes : Pelayanan dengan kendaraan dinas tetap lancar Benefits : kinerja kegiatan lancar Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat 17 Pemeliharaan rutin/berkala mebelair Inputs : - Dana rupiah ,0 -SDM Outputs : Penyediaan perlengkapan kantor dan rumah tangga tahun ,0 Outcomes : Terlaksananya pemeliharaan mebelair Benefits : Pelayanan tetap terjaga Impacts : peningkatan pelayanan kepada masyarakat

104 Pemberdayaan ekonomi Pembinaan kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir Inputs : masyarakat pesisir - Dana rupiah ,8 - SDM orang 30 - waktu thn 1 Outputs : Terlaksananya pelatihan pemberdayaan masyarakat pesisir angkatan 1 Outcomes : Peningkatan SDM masyarakat pesisir Benefits : Bertambahnya ilmu dan keterampilan kelompok Impacts : Peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Sosialisasi dan Fasilitasi Kawasan Konservasi Penyu Inputs : - Dana rupiah ,5 - SDM orang 60 - waktu angkt 2 Outputs : Terlaksananya sosialisasi dan fasilitasi kawasan konservasi penyu Outcomes : Peningakatan pengetahuan masyarakat tentang konservasi penyu Benefits : Bertambahnya ilmu dan keterampilan kelompok Impacts :

105 Fasilitasi Lembaga P3MP Mitra Pesisir Kabupaten Bantul Inputs : - Dana rupiah ,6 - SDM orang 60 - waktu angkt 1 Outputs : Terlaksananya pelatihan dan fasilitasi lembaga P3MP Mitra Pesisir Outcomes : Peningkatan SDM masyarakat pesisir Benefits : Bertambahnya ilmu dan keterampilan kelompok Impacts : Pemberdayaan masyarakat 20 Restocking di perairan umum Inputs : dalam pengawasan dan - Dana rupiah ,0 pengendalian sumberdaya - SDM tim ,0 kelautan Outputs : Terlaksananya restocking di PU lokasi ,0 Outcomes : Peningkatan populasi ikan di PU ekor ,0 Benefits : Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan Impacts : kelestarian lingkungan terjaga Peningkatan kapasitas kelembagaan Inputs :

106 Pokmaswas - Dana rupiah ,9 - SDM tim ,0 Outputs : Terlaksananya pembinaan pokmaswas lokasi ,0 Outcomes : Peningkatan SDM pokmaswas Benefits : Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan Impacts : kelestarian lingkungan terjaga Pengembangan Usaha Konservasi Inputs : Penyu - Dana rupiah ,1 - SDM tim ,0 - waktu angkt 2 Outputs : Terlaksananya keg Pelatihan konservasi penyu Outcomes : Peningkatan SDM masyarakat pesisir Benefits : Bertambahnya ilmu dan keterampilan kelompok Impacts : Peningkatan pendapatan Pengembangan Budidaya 21 Pengembangan Bibit Ikan Unggul Inputs : Perikanan - Dana rupiah ,8 - SDM - waktu tahun ,0 Outputs :

107 Terlaksananya pengembangan bibit ikan unggul BBI ,0 Outcomes : Meningkatnya jumlah bibit ikan yang unggul Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Kebutuhan protein hewani masyarakat terpenuhi Pendampingan pada Kelompok Tani Inputs : Pembudidaya Ikan - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya pendampingan pada pokdakan bulan Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Pembinaan dan Pengembangan Inputs : Perikanan - Dana rupiah ,4 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya penyerahan paket budidaya ikan ke masyarakat bulan Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits :

108 Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Evaluasi Pokdakan dan UPR Inputs : - Dana rupiah ,2 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya pembinaan pokdakan dan UPR bulan Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Evaluasi Pokdakan dan UPR Inputs : - Dana rupiah ,2 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya pembinaan pokdakan dan UPR bulan Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Pengawasan Penyakit Ikan Inputs :

109 - Dana rupiah ,5 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya pemantauan penyakit ikan dan analisis lab bulan Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan 23 Pelatihan teknis dan manajemen Inputs : budidaya ikan - Dana rupiah ,4 - SDM - waktu orang ,0 Outputs : Terlaksananya pelatihan Teknis dan Manajemen Budidaya Ikan orang Gubernur DIY untuk GAKIn Outcomes : Peningkatan SDM budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan 22 Peningkatan kapasitas Inputs : pengelolaan PUMP Budidaya - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0

110 Outputs : Terlaksananya peningkatan Kapasitas Pengelolaan PUMP Budidaya orang Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Peningkatan kapasitas Inputs : pengelolaan dana bergulir - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Tersalurnya dana bergulir kepada pokdakan/upr kec Outcomes : Peningkatan produksi budidaya Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Inputs : Perikanan Budidaya - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Tersalurnya pompa air kepada masyarakat kec Outcomes : Peningkatan produksi budidaya

111 Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Pengembangan Perikanan 24 Fishing Ground (Pemetaan) Inputs : Tangkap - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu kali ,0 Outputs : tersedianya penentuan fishing ground untuk PMT kec ,0 Outcomes : Tersedianya data/peta lokasi penangkapan ikan Benefits : Peningkatan produksi tangkapan laut Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan Perizinan kapal Perikanan Inputs : - Dana rupiah SDM orang 3 - waktu thn 1 Outputs : terselesaikannya pengurusam perijinan kapal ikan periode 1 Outcomes : Surat Ijin kapal ikan kapal 4 (SIUPKAN,SIPI,PAS TAHUNAN,SERTIFIKAT KELAIKAN KAPAL Benefits : Kapal ikan di Bantul mempunyai surat ijin

112 Impacts : Kegiatan penangkapan ikan lebih aman karena ada surat ijinnya Pelatihan teknis manajemen Inputs : kader nelayan - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu angkatan ,0 Outputs : terlaksananya pelatihan manajemen kader nelayan orang ,0 Outcomes : peningkatan keahlian teknis pengoperasian dan penangkapan Benefits : Peningkatan qualities SDM Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan Operasional TPI Inputs : - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu hari ,0 Outputs : terlaksananya pelatihan operasional TPI org ,0 Outcomes : Peningkatan pengelolaan TPI Benefits : peningkatan produksi tangkapan laut Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan

113 Operasional kapal ikan Inputs : - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu hari ,0 Outputs : Terlaksananya operasional kapal paket ,0 Outcomes : Tersedianya operasional untuk kapal ikan Benefits : peningkatan produksi tangkapan laut Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan 25 Pelatihan teknis pengoperasian kapal Inputs : ikan - Dana rupiah ,6 - SDM - waktu angkt ,0 Outputs : Terlaksananya kegiatan pelatihan dan temu teknis orang ,0 Outcomes : Peningkatan keahlian teknis pengoperasian dan penangkapan Benefits : Peningkatan qualities SDM Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan Pelatihan teknis dan manajemen KUB Inputs : - Dana rupiah ,9 - SDM - waktu hari 4

114 4 100,0 Outputs : Terlaksananya pelatihan teknis manajemen KUB orang ,0 Outcomes : Peningkatan SDM nelayan Benefits : Peningkatan profesionalisme KUB Impacts : Peningkatan pendapatan nelayan Peningkatan kapasitas Inputs : pengelolaan PUMP Tangkap - Dana rupiah ,8 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya Peningkatan kapasitas pengelolaan PUMP Tangkap orang Outcomes : Peningkatan produksi perikanan tangkap Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Optimalisasi pemanfaatan kapal BIB Inputs : - Dana rupiah ,8 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terbitnya dokumen kerjasama pemanfaatan kapal bulan 4 4 Outcomes :

115 Peningkatan produksi perikanan tangkap Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Optimalisasi Pengelolaan dan 27 Promosi atas hasil produksi Inputs : Pemasaran Produksi perikanan unggulan daerah - Dana rupiah ,5 Perikanan (Bantul Expo, kanaval, dll) - SDM orang ,0 - waktu hari ,0 Outputs : Terlaksananya promosi potensi perikanan dan kapling ,0 hasil perikanan Outcomes : Jaringan promosi dan pemasaran produksi ikan meningkat Benefits : pengusaha bid. Perikanan memiliki pola pikir bisnis, dan dinamis serta partisipatif Impacts : Peningkatan pendapatan masyarakat Peningkatan kapasitas Inputs : kelembagaan poklahsar - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya pembinaan poklahsar Outcomes : Peningkatan SDM poklahsar

116 Benefits : Produksi pengolahan ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Pelatihan teknis pengolahan Inputs : hasil perikanan - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu hari ,0 Outputs : Terlaksananya pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan orang Outcomes : Peningkatan SDM poklahsar Benefits : Produksi pengolahan ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Peningkatan kapasitas Inputs : pengelolaan PUMP P2HP - Dana rupiah ,0 - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Pengelolaan PUMP- P2HP orang Outcomes : Peningkatan produksi pengolahan ikan Benefits : Produksi ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan

117 Pelatihan teknis pengolahan Inputs : hasil perikanan - Dana rupiah ,4 - SDM - waktu hari ,0 Outputs : Terlaksananya Pelatihan dan Operasional Pabrik Es angkt 1 1 Outcomes : Peningkatan SDM pengelola pabrik es Benefits : Produksi pengolahan ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Perijinan Tanah untuk Pembangunan Inputs : Laboratorium Pengolahan Hasil - Dana rupiah ,2 di Kec. Jetis - SDM - waktu bulan ,0 Outputs : Dokumen Perijinan lahan/tanah dokumen 1 1 Outcomes : Tersedianya dokumen perijinan lahan/tanah Benefits : Produksi pengolahan ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Perijinan Tanah untuk Pembangunan Inputs : Laboratorium Pengolahan Hasil - Dana rupiah ,2 di Kec. Jetis - SDM - waktu bulan ,0

118 Outputs : Dokumen Perijinan lahan/tanah dokumen 1 1 Outcomes : Tersedianya dokumen perijinan lahan/tanah Benefits : Produksi pengolahan ikan meningkat Impacts : Peningkatan pendapatan Pengembangan bidang 30 Peningkatan Produksi Kelautan dan Inputs : Kelautan dan Perikanan Perikanan - Dana rupiah ,4 - SDM tim ,0 - waktu tahun ,0 Outputs : Terlaksananya pengadaan sarpras untuk peningkatan paket ,0 produksi kelautan dan perikanan Outcomes : Tersedianya sarana dan prasarana untuk peningkatan produksi kelautan dan perikanan Benefits : Peningkatan produksi kelautan dan perikanan Impacts : Peningkatan pendapatan masyarakat Pengembangan Sarana 31 Peningkatan kapasitas perencanaan - Dana rupiah ,0 Prasarana dan kelembagaan program/kegiatan - SDM tim ,0 Kelautan dan perikanan - waktu tahun ,0 Outputs : Dokumen usulan perencanaan, RKA,DPA,DPPA, dokumen ,0

119 Outcomes : Terlaksananya perencanaan yang tertuang dalam DPA Benefits : Peningkatan perencanaan teknis Impacts : Pembangunan KP lebih terarah dan jelas 32 Peningkatan Pendataan dan Statistik - Dana rupiah ,0 - SDM tim ,0 - waktu bulan ,0 Outputs : Laporan data statistik kelautan dan perikanan laporan ,0 dan Renstra DKP Outcomes : Terlaksananya validasi data statistik Benefits : Peningkatan validitas data dan statistik Impacts : Dengan adanya data yang akurat, maka pengambilan keputusan/kebijakan juga akan tepat Bantul, 11 Februari 2013 Kepala Dinas Ir. Edy Machmud Hidayat. NIP

120 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN : 2012 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN Sasaran Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi % Keterangan 1 Tercapainya ketersediaan produk Produksi perikanan budidaya Ton ,7 perikanan untuk mencukupi kebutuhan Produksi Benih x ekor ,8 masyarakat Produksi Ikan Hias x ekor ,0 Produksi Perikanan Tangkap Ton ,5 Jumlah armada perikanan tangkap PMT unit ,0 Jumlah armada perikanan tangkap 5-10 GT unit ,0 Jumlah armada perikanan tangkap GT unit ,0 Jumlah armada perikanan tangkap GT unit Jumlah armada perikanan tangkap >50 GT unit 0 - Jumlah TPI unit ,0 18,04 ketersediaan ikan untuk dikonsumsi kg/kapita/th 17,38 96,3 2 Tercapainya peningkatan Pendapatan nelayan Rp ,6 kemampuan masyarakat untuk Pendapatan pembudidaya ikan Rp ,5 menghasilkan komoditas Pendapatan pengolah/pemasar Rp ,6 perikanan yang berdaya saing Jumlah kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) kelompok ,9 sehingga pendapatan masyarakat Jumlah poklasar kelompok ,0

121 perikanan rata-rata diatas UMP Jumlah KUB Tangkap kelompok ,2 dan Terbentuknya kelembagaan kelompok masyarakat perikanan yang mandiri, partisipatif dan dinamis 5 Terwujudnya keseimbangan Jumlah benih yg ditebar di PU ekor ,0 Jumlah kelompok masyarakat pengawas pemanfaatan SDA, produksi dan (pokmaswas) kelompok ,0 daya dukung lingkungan secara optimal Bantul, 11 Februari 2013 Kepala Dinas Ir. Edy Machmud Hidayat NIP

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan disusun dengan mengacu pada Renstra Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018, Renstra

Lebih terperinci

[REVIEW RENCANA STRATEGIS ]

[REVIEW RENCANA STRATEGIS ] 2011-2015 REVIEW RENSTRA 2011-2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANTUL [REVIEW RENCANA STRATEGIS 2011-2015] DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANTUL RENSTRA DKP 2011-2015 i PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR LAKIP DISPERINDAG DENPASAR TA. 2015

KATA PENGANTAR LAKIP DISPERINDAG DENPASAR TA. 2015 KATA PENGANTAR Om Swastiastu, Sebagai umat beragama, marilah kita menghaturkan Angayu bagia, Puji dan Syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung kerta wara nugraha-nya

Lebih terperinci

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 1

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 1 Kota Prabumulih 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Keinginan Pemerintah dan tuntutan dari publik saat ini adalah adanya transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan keuangan negara. Dasar dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun

Lebih terperinci

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG NOMOR : 180/1918/KEP/421.115/2015 TENTANG PENGESAHAN RENCANA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 RANCANGAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA A. PERENCANAAN Rencana strategis sebagaimana yang tertuang dalam Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu proses yang

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUDUS 2013 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I

PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) 351191 Tegal - 52111 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan sektor Kelautan dan Pertanian secara kontinyu dan terarah

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) TAHUN 2016 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

LAPORAN KINERJA (LKj) TAHUN 2016 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN LAPORAN KINERJA (LKj) TAHUN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya dan kerjasama dari semua pihak yang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Assalammu alaikum wr. Wb

KATA PENGANTAR. Assalammu alaikum wr. Wb KATA PENGANTAR Assalammu alaikum wr. Wb Dengan mengucap puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami telah menyelesaikan Laporan Kinerja (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2015. Laporan ini

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2016 i KATA PENGANTAR Alhamdulillah, akhirnya Kami

Lebih terperinci

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) INSPEKTORAT KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Akuntabilitas suatu instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah

Lebih terperinci

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN

KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 206-202 DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG 206 PROVINSI BALI BUPATI BADUNG KEPUTUSAN

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2014

KATA PENGANTAR. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2014 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT atas berkat dan karunia-nya, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera

Lebih terperinci

Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN

Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dengan pembangunan nasional, yang pelaksanaannya tetap dan senantiasa memperhatikan kondisi, potensi dan sumber daya daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI BALI LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 Laporan Kinerja Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali Tahun 2016 i KATA PENGANTAR Puji Syukur kami

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 30 Tahun 2005 tanggal 16 Nopember 2005, maka Nomenklatur Badan Pengawas Daerah Kabupaten Banyuasin

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis

Lebih terperinci

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW) 1 RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW) Renja Bagian Pertanahan Tahun 2015 (Review) Page 1 2 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT Rencana Kerja Bagian Pertanahan Sekretariat

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA 1. Visi Menurut Salusu ( 1996 ), visi adalah menggambarkan masa depan yang lebih baik, memberi harapan dan mimpi, tetapi juga menggambarkan hasil-hasil yang memuaskan. Berkaitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita Bangsa Bernegara.

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014 DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

14. LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 (RINGKASAN)

14. LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 (RINGKASAN) 14. LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 (RINGKASAN) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK Laporan Kinerja (LKj) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Siak Tahun 2016, merupakan wujud dari

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dibuat sebagai perwujudan dan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dengan harapan dapat dipergunakan

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA KINERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014

BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA KINERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA KINERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014 Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG - 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang

BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN, terdapat 7 (Tujuh) azas umum penyelenggaraan negara,

Lebih terperinci

DOKUMEN PENETAPAN KINERJA

DOKUMEN PENETAPAN KINERJA KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PENETAPAN KINERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN ANGGARAN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN

Lebih terperinci

DOKUMEN PENETAPAN KINERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN ANGGARAN 2014

DOKUMEN PENETAPAN KINERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN ANGGARAN 2014 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PENETAPAN KINERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN TAHUN ANGGARAN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 56 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 56 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 56 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERIKANAN KOTA MATARAM DENGAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG PEMERINTAH KOTA PADANG SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG BAGIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Sebagai tindak lanjut instruksi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 106 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERIKANAN KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone 0 DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR ISI... i RINGKASAN EKSEKUTIF...... ii I.... A. Latar Belakang... B. Maksud dan Tujuan... C. II. PENDAHULUAN Profil.... PERENCANAAN KINERJA...... 7 A. Rencana Strategis (Renstra)

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH 2016 KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan kepada

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi PENDAHULUAN A. Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2015 tentang rincian tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Perkebunan Provinsi Riau, pada pasal 2 ayat 2 dinyatakan bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG

LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG LAPORAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang selaku pelaksana tugas dan fungsi otonomi daerah di bidang

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 KECAMATAN RAMBATAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 KECAMATAN RAMBATAN PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR 1 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 KECAMATAN RAMBATAN JANUARI 2014 RINGKASAN EKSEKUTIF 2 Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP)

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah, KATA PENGANTAR Alhamdulillaah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan petunjuk- Nya kami telah menyusun dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LAKIP) TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LAKIP) TAHUN 2015 BAB II. PERENCANAAN KINERJA Rencana Strategis atau yang disebut dengan RENSTRA merupakan suatu proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu berisi visi,

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Laporan Kinerja

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah TA. 2016

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah TA. 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat, taufik dan hidayahnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Penanggulangan Bencana

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang KATA PENGANTAR Dengan Mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2015 Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang telah selesai disusun.

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 06 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OKU TIMUR Martapura, Januari 07 IKHTISAR EKSEKUTIF i. Uraian Singkat Kabupaten

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG RINCIAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG RINCIAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Urusan Pemerintahan : 2 Urusan Pilihan Bidang Pemerintahan : 2. 05 Kelautan dan Perikanan Unit Organisasi : 2. 05. 01 DINAS KELAUTAN, PERIKANAN, ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Sub Unit Organisasi : 2. 05.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 PERENCANAAN KINERJA 2.1. PERENCANAAN STRATEGIS

Lebih terperinci

KATA PENGNTAR RKT INSPEKTORAT

KATA PENGNTAR RKT INSPEKTORAT KATA PENGNTAR Dengan rahmat Allah,SWT, Rencana Kerja Tahunan (RKT) Inspektorat Kabupaten Lingga Tahun 2017 ini selain berisi tentang Struktur, Tugas dan Fungsi Inspektorat, Program dan Kegiatan, Rencana

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG MANGUPURA, 2014 DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN.... 1 1.1 Latar Belakang........ 1 1.2

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 1. LATAR BELAKANG Dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat,

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Komp.Perkantoran Pemda Tulang Bawang Jl. Cendana Gunung Sakti Kec. Menggala Kab.Tulang Bawang Provinsi Lampung 34596 Telp (0726)

Lebih terperinci

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR INSPEKTORAT JALAN SULTAN ALAM BAGAGARSYAH TELP 0752 71128 BATUSANGKAR 27281 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2012 BATUSANGKAR JANUARI 2013 DAFTAR

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL - 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan

Lebih terperinci

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan upaya membangun sistem manajemen

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, BAB VI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR KATA PENGANTAR. Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR KATA PENGANTAR. Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 dapat diselesaikan.

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016 Kata Pengantar enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 206 ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 204 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara

BAB I PENDAHULUAN. pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokuman pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD Analisis Isu-isu strategis dalam perencanaan pembangunan selama 5 (lima) tahun periode

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN BADUNG TAHUN ANGGARAN 2016 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN UNIT 11 (LANTAI 2 DAN 3)

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Rencana program dan kegiatan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang mendasarkan pada pencapaian Prioritas

Lebih terperinci

BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KEDIRI

BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KEDIRI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KEDIRI 1. VISI BPM-P2TSP KAB. KEDIRI Visi merupakan cara pandang jauh ke depan dari suatu lembaga/institusi yang harus dibawa

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR Jl. Jend. A. Yani 152 B SURABAYA Telp. 031-8297927 KATA

Lebih terperinci

P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M

P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M SEKRETARIAT DAERAH KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 188.4/747/Org./X/2017 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SEKRETARIAT DAERAH KOTA

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANDUNG 2014 KATA PENGANTAR Bidang kependudukan merupakan salah satu hal pokok dan penting

Lebih terperinci