BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
|
|
|
- Glenna Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tinjauan pustaka yang berisi perancangan solusi yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu di perusahaan jasa dan dasar teori yang menunjang tugas akhir ini Tinjauan Pustaka TRIZ merupakan alat yang membantu menyelesaikan masalah dengan dasar berbagai macam pengalaman yang terdahulu dalam menghilangkan kontradiksi. TRIZ juga merupakan metode penyelesaian masalah secara terstruktur yang mampu membangkitkan ide-ide baru, dengan cara mengeliminir kontradiksi dan menggunakan prinsip-prinsip inovatif yang nantinya akan menghasilkan sebuah solusi yang kreatif. Pada sub bab ini akan dijelaskan perancangan solusi yang menggunakan TRIZ yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu di perusahaan jasa Penelitian Terdahulu Mengenai Perancangan Solusi dengan metode TRIZ di Perusahaan Jasa Ferikasari (2009) meneliti mengenai aplikasi QFD dengan TRIZ di Rumah Sakit Umum Islam Kustati Surakarta. Permasalahan terjadi karena banyaknya rumah sakit swasta dan perlunya perbaikan kualitas secara terus menerus. Metode QFD digunakan untuk mencari permasalahan keinginan dan kebutuhan kepuasan pasien. Setelah itu perancangan solusi untuk penyelesaian masalah usulan pemenuhan keinginan dan kebutuhan dari pasien digunakan metode TRIZ. Angka-angka yang keluar dari improving feature dan worsing feature merupakan inventive principles. Sehingga didapat 20 solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sari dkk (2009) meneliti mengenai aplikasi metode Kano dan TRIZ untuk peningkatan kualitas layanan di Bandara Juanda, Surabaya. Dari analisis Kano, diperoleh bahwa ada 1 variabel kualitas layanan yang termasuk kategori must be, 11 variabel kategori one dimensional, 5 variabel attractive dan 3 variabel 26
2 kategori indifferent. Dari hasil analisis perbaikan dengan metode TRIZ, didapati bahwa jumlah troli yang tersedia saat ini adalah total 400 unit untuk terminal domestik, padahal analisis menunjukkan bahwa dibutuhkan 441 unit troli untuk terminal keberangkatan dan 460 unit untuk terminal kedatangan. Lin dkk (2012) penelitiannya di Taiwan dengan judul Using TRIZ Based Method to Improve Service Quality: a Case Study in Hospital. Permasalahan yang terjadi bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan karena adanya keluhan dari pasien. Dari hasil analisis observasi dengan model service quality dan mengembangkan kasus individu yang mendapatkan beberapa atribut. Solusi yang dikembangkan untuk prinsip-prinsip yang muncul lebih dari dua kali. Sari dan Harmawan (2012) meneliti mengenai usulan perbaikan kualitas pelayanan pada instalasi rawat jalan dengan metode SERVQUAL dan TRIZ di RS Muhammadiyah Roemani. Permasalahan yang terjadi adalah IRJ RSM Roemani mendapat kritikan dari customer mengenai turunnya kualitas layanan yang diberikan. Kritikan ini mendorong IRJ RSM Roemani untuk melakukan perbaikan. Metode yang digunakan untuk menganalisa masalah adalah SERVQUAL dan untuk memecahkan masalah tersebut digunakan metode TRIZ. Altuntas dan Yener (2012) pada penelitiannya dengan judul An Approach Based on TRIZ Methodology and SERVQUAL Scale to Improve the Quality of Health Care Service berfokus pada peningkatan kualitas pada bagian ICU di Ataturk University Hospital, Turki. Pemecahan masalah menggunakan metode TRIZ karena metode ini sangat berguna dalam menemukan solusi secara inovatif. Budiyono dan Andri (2013) meneliti pada perusahaan Titik Maya yang bergerak dibidang RT/RW net. Permasalahan terjadi karena customer pada perusahaan tersebut mengalami penurunan. Tahap awal penelitian dilakukan dengan FGD (Focus Group Discusion). Pada tahap ini merupakan sarana untuk menyusun atribut kebutuhan yang selanjutnya akan digunakan untuk menyebar kuesioner. Setelah itu dapat dianalisa data voice of customer dan voice of engineering dengan menggunakan metode QFD. Kemudian perancangan solusi pada kontradiksi tersebut diselesaikan oleh metode TRIZ dengan bantuan tools yang tersedia. Anggraeni (2013) meneliti mengenai usulan peningkatan kualitas pelayanan menggunakan metode dineserv dan perancangan solusinya menggunakan metode TRIZ. Restoran tersebut berusaha memperbaiki kualitas jasa 27
3 pelayanannya, selain itu menurunnya jumlah customer juga menjadi salah satu faktor penting untuk diperbaiki. Penyebaran kuesioner dengan metode dineserv menghasilkan 3 atribut dengan nilai mean terendah. Langkah selanjutnya adalah menggunakan metode TRIZ untuk perancangan solusi ketiga atribut tersebut. Suseno dkk (2013) meneliti mengenai aplikasi integrasi Kansei Engineering dan metode TRIZ pada layanan Villa Nunia di Bali. Permasalahan pada penelitian tersebut karena adanya keluhan dari para tamunya. Untuk memenuhi kebutuhan emosional tersebut dibutuhkan metode Kansei Engineering. Hasil dari penelitian tersebut adalah 26 solusi yang akan diterapkan pada Villa Nunia. Terdapat beberapa solusi yang sama untuk antribut yang berbeda Hal ini berarti perbaikan yang dilakukan disalah satu atribut akan berpengaruh diatribut lain Penelitian Saat Ini Penelitian saat ini merupakan penelitian di PT. Yapindo Transportama yang berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto km 8,5 no 5 Yogyakarta. PT. Yapindo Transportama atau sering disebut juga dengan PCP. Pada observasi awal didapatkan data kegagalan layanan selama bulan Agustus sampai bulan Desember 2012 sebanyak 218 barang dan bulan Januari sampai bulan Juli 2013 mendapatkan kegagalan layanan sebanyak 389 barang. Pada penelitian perancangan solusi dengan menggunakan metode TRIZ dilakukan berdasarkan hasil dari pemetaan dan analisis proses bisnis. Berdasarkan studi pustaka diketahui bahwa belum ditemukan pemetaan proses bisnis sebagai salah satu tahapan untuk perancangan solusi dengan metode TRIZ. Perbandingan penelitian terdahulu dan sekarang dapat dilihat pada Tabel
4 8 Tabel 2.1. Perbandingan Peneliti Terdahulu dan Sekarang Cara Menentukan Permasalahan Sebelum Menggunakan Metode TRIZ Peneliti SERVQUAL QFD Dineserv Kano Model Service FGD Kansei Pemetaan Quality Engineering Proses Bisnis Ferikasari (2009) Sari dkk (2009) Lin dkk (2012) Sari dan Hermawan (2012) Altuntas dan Yener (2012) Budiyono dan Andri (2013) Anggraeni (2013) Suseno dkk (2013) Anjario (2014)
5 2.2. Dasar Teori Pelayanan Jasa Pengiriman Barang Menurut Yudha dan Setiawan (2012) secara umum pelayanan jasa pengiriman barang adalah segala upaya yang diselenggarakan atau dilaksanakan secara sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memberikan pelayanan secara efektif dan efisien. Pada jasa pengiriman barang terdapat istilah-istilah sebagai berikut : 1. Transporter Transporter adalah suatu usaha dalam bidang jasa yang melayani pengiriman barang kepada seorang pelanggan atau customer. Jasa yang diberikan merupakan jasa pengiriman dengan menggunakan alat transportasi baik darat, laut, dan udara sesuai dengan sistem pengiriman yang berjalan di perusahaan tersebut. 2. Tracking Menurut Rumapea (2010) tracking adalah suatu proses pencatatan interval perjalanan barang dari tempat asal ke tempat tujuan oleh perusahaan pengangkutan. 3. Sistem tracking Sistem tracking merupakan sekelompok elemen atau unsur yang saling berhubungan dalam mencatat interval perjalanan barang dari tempat asal ke tempat tujuan, sehingga dapat mengubah suatu masukan yang berupa data-data interval perjalanan suatu barang menjadi suatu keluaran yang berupa informasi interval perjalanan suatu barang. 4. Shipper Shipper adalah pelanggan atau pengguna jasa angkutan yang berlaku sebagai pengirim barang. 5. Consignee Consignee adalah pelanggan atau pengguna jasa angkutan yang berlaku sebagai penerima barang. 30
6 6. Shipping Shipping adalah kegiatan pengiriman barang yang melibatkan shipper, penyedia jasa, consignee, dan armada pengangkutan mitra bisnis penyedia jasa pengiriman barang. 7. Pickup Order Pickup order atau pemesanan penjemputan adalah layanan yang memudahkan customer yang diberikan oleh perusahaan apabila customer tidak memiliki waktu untuk mengantarkan barang yang akan dikirimkan, dengan melakukan pemesanan agar barang yang akan dikirim dapat dijemput oleh kurir perusahaan Proses bisnis Menurut Opit (2012) proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas bisnis yang disusun secara spesifik, bergantung pada aturan bisnis yang diterapkan oleh setiap perusahaan. Proses bisnis sangat berguna menganalisis suatu organisasi untuk mengatur setiap departemen dan aktivitas operasional yang bertujuan untuk mencapai peningkatan kualitas yang diinginkan oleh suatu perusahaan. Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2002) business process adalah sejumlah aktivitas yang merubah sejumlah inputs menjadi sejumlah outputs (barang dan jasa) untuk orang-orang lain atau proses yang menggunakan orang dan alat. Dalam dekade terakhir ini, memperbaiki secara terus menerus proses bisnis tersebut sangatlah penting apabila suatu perusahaan masih menghendaki dapat bersaing di pasar. Selama waktu itu perusahaan dipaksa untuk terus menerus memperbaiki proses bisnisnya karena para pelanggan terus menerus menuntut barang dan jasa yang lebih baik dan lebih baik lagi Pemetaan Alur Proses Perusahaan Menurut Champagne dll (2008) pemetaan proses adalah sebuah tool yang memampukan seseorang untuk memodelkan suatu aliran proses bisnis dalam bentuk grafis. Peta proses akan membuat seseorang dapat melihat bagaimana proses tersebut berjalan melalui batasan organisasi. Prinsip utama dari pemetaan proses adalah bahwa setiap proses yang dilakukan harus berfokus pada konsumen (customer-driven) sehingga setiap proses yang tidak berfokus pada konsumen ataupun tidak memberikan nilai tambah bagi konsumen pada 31
7 dasarnya tidak diperlukan. Berikut merupakan keuntungan dari pemetaan proses bisnis : 1. Memahami bagaimana proses berinteraksi dalam sistem bisnisnya 2. Mendapatkan dan mengidentifikasi suatu proses yang lemah yang dapat menciptakan masalah sistematik. 3. Meningkatkan efisiensi dengan merampingkan dan meningkatkan alur kerja. 4. Mengidentifikasi proses yang perlu direkayasa ulang. Perusahaan dapat memetakan proses bisnis dengan menggunakan flowchart. Menurut Howard (2003) untuk memetakan aliran peristiwa dalam proses dapat dibuat hanya dengan 4 simbol. Pada Gambar 2.1 menunjukkan 4 simbol penting yang digunakan untuk memetakan proses. Gambar 2.1. Empat (4) Simbol Penting untuk Memetakan Proses Masing-masing simbol tersebut terkait dengan yang lain dan secara berurutan oleh garis baik horizontal maupun vertical. Pada Tabel 2.2 menjelaskan simbol flowchart diagram. 32
8 Tabel 2.2. Simbol Flowchart Diagram Simbol Flowchart Definisi Simbol terminal, yaitu untuk mengidentifikasi batas-batas kegiatan pada proses. Simbol activity, yaitu menyatakan suatu tindakan (proses). Simbol ini yang sering digunakan untuk memetakan proses. Simbol decision diamond, yaitu menunjukkan suatu kondisi tertentu yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban : ya atau tidak. Simbol readable document, yaitu untuk mencetak keluaran dalam bentuk dokumen (dalam bentuk printer) Fishbone Diagram Diagram tulang ikan (fishbone diagram), juga disebut diagram Ishikawa, pertama kali dibuat di Jepang. Pembuat analisis ini adalah Kaoru Ishikawa, seorang ilmuwan dan innovator manajemen kualitas di Jepang, pada tahun Diagram ini pertama kali digunakan untuk membantu meningkatkan produktivitas pada perusahaan Kawasaki di Jepang. Fishbone diagram terdiri dari garis horizontal utama dimana garis kecil bercabang dari diagonal utamanya. Hal ini membuat tampilan grafik seperti kerangka ikan. Menurut Bilsel dan Lin (2012) fishbone diagram adalah alat popular untuk menyelidiki dan mengidentifikasi berbagai penyebab yang berbeda dari masalah. Fungsi dari fishbone diagram adalah membantu untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dan memungkinkan juga untuk mengidentifikasi solusi yang dapat membantu 33
9 menyelesaikan lebih dari satu masalah. Saat menganalisis fishbone diagram dapat dikategorikan seperti man, machine, methode, information dan tool Metode TRIZ TRIZ yang adalah sebuah akronim berbahasa rusia yaitu Teoriya Resheniya Izobreatatelskikh Zadatch yang dalam bahasa inggrisnya berarti Theory of Inventive Problem Solving. Menurut Rantanen dan Domb (2002) TRIZ merupakan kombinasi dari beberapa disiplin ilmu pengetahuan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari alam (biologi, fisika, kimia, dll), ilmu pengetahuan yang mempelajari kebiasaan dan kehidupan manusia dalam bermasyarakat (psikologi dan sosiologi) dan ilmu pengetahuan yang mempelajari objek buatan (teknik rekayasa, desain, root cause, dll). TRIZ dapat juga diartikan pendekatan sistematik untuk memecahkan berbagai macam permasalahan secara kreatif. TRIZ merupakan alat yang membantu menyelesaikan permasalahan dengan dasar berbagai macam pengalaman terdahulu dalam menghilangkan kontradiksi. Penemu TRIZ adalah Genrikh Althshuller pada tahun Beliau mempelajari database paten, mencari prinsip penemuan, dan dikembangkan dari dasar ke atas, perlakuan tahap demi tahap suatu pandangan baru dari teknologi dan sebuah metodologi. Hasil penelitian tersebut dipetakan dan didapatkan sebuah sistem matriks yang terdiri dari 39 parameter dan 40 prinsip. Menurut Zhang dkk (2003) TRIZ sebagai salah satu teknik pemecahan masalah paling efektif. Agar sejalan dengan memperluas aplikasi TRIZ pada bidang jasa maka dibuat 40 prinsip inventif yang berguna untuk diakses. Dengan contohcontoh dalam manajemen operasi jasa, pengembangan layanan dibedakan dari pengembangan produk fisik seperti partisipasi dari pelanggan. Prinsip-prinsip tersebut didapatkan setelah mengetahui parameter yang ingin dibandingkan, satu berupa parameter yang mengalami perbaikan dan satu parameter yang menjadi kendala. Pada Tabel 2.3 dijelaskan 40 prinsip inventive principles yang dihasilkan dari penelitian tersebut. 34
10 Tabel 2.3. Empat Puluh (40) Prinsip Inventive Principles Pada TRIZ Nomer Inventive Principle Nomer Inventive Principle 1. Membagi menjadi ruasruas (segmentation) 2. Memisahkan suatu bagian (Taking out) 3. Kualitas lokal (Local quality) 4. Merubah bentuk simetri menjadi asimetri (asymmetry) 5. Menggabungkan suatu objek yang identik (Merging) 6. Memaksimalkan semua fungsi (universality) 7. Menempatkan suatu objek pada objek lain (Nesting) 8. Mengabungkan objek dengan benda lain (antiweight) 9. Anti tindakan awal (preliminary anti-action) 10. Tindakan awal sebelum hal tersebut di butuhkan (Preliminary action) 11. Menyiapkan kondisi darurat terlebih dahulu (Beforehand cushioning) 12. Menyiapkan objek paling dekat (equipotentiality) 13. Membalikkan objek yang rumit menjadi lebih mudah (inverse) 14. Merubah objek datar menjadi bulat (Spheroidality) 15. Membuat objek menjadi optimal (Dynamics) 16. Memperbaiki objek secara bertahap (Partial or excessive actions) 17. Menggabungkan beberapa dimensi lainnya untuk suatu objek (Another dimension) 18. Meningkatkan frekuensi (Mechanical vibration) 19. Tindakan periodik (Periodic action) 20. Kelanjutan untuk tindakan yang berguna (Continuity of useful action) 21. Melakukan proses atau tahapan tertentu (skipping) 22. Menggunakan faktor berbahaya untuk perbaikan (Blessing in disguise) 23. Memperkenalkan umpan balik untuk meningkatkan proses (Feedback) 24. Perantara (Intermediary) 35
11 Tabel 2.3. Lanjutan Nomer Inventive Principle Nomer Inventive Principle 25. Membuat suatu objek untuk melayani dirinya sendiri (Self-service) 26. Menyalin sebuah objek atau system (Copying) 27. Menggunakan objek yang identik dan lebih murah (Cheap short-living object) 28. Menggani alat mekanis menjadi sensorik (Mechanics substitution) 29. Menggunakan gas dan bagian cair dari suatu objek (Pneumatics and hydraulics) 30. Kerangka yang mudah disesuaikan dan lapisan tipis (Flexible shells and thin films) 31. Membuat objek atau system yang bisa disisipkan (Porous materials) 32. Perubahan warna (Color changes) 33 Membuat objek berinteraksi dengan lainnya pada bahan yang sama (Homogenity) 34. Pembuangan dan memulihkan (Discarding and recovering) 35. Perubahan parameter (Parameter changes) 36. Menggunakan fenomena yang terjadi masa fase transisi (Phase transitions) 37. Expansi termal (Thermal expansion (strategic expansion)) 38. Oksidant yang kuat (Strong oxidants (boosted interactions)) 39. Atmosfir tanpa daya (Inert atmosphere) 40. Material komposit (Composite material) Penelitian yang dilakukan oleh Genrikh Althshuller juga menghasilkan 39 parameter. Tabel 2.4 menjelaskan 39 parameter standar yang telah ditetapkan. 36
12 Tabel 2.4. Tiga Puluh Sembilan (39) Parameter Standar yang Telah Ditetapkan Nomer Parameter Nomer Parameter 1. Berat benda bergerak 13 Stabilitas komposisi objek (Weight of moving object) (Stability of object s composition) 2. Berat benda tak bergerak 14. Kekuatan (Strength) (Weight of stationary object) 3. Panjang objek bergerak 15. Durasi tindakan oleh objek (Length of moving object) bergerak (Duration of action by a moving object) 4. Panjang objek tak 16. Durasi tindakan oleh objek tak bergerak (Length of bergerak (Duration of action by stationary object) a stationary object) 5. Luas objek bergerak (Area of moving object) 17. Suhu (Temperature) 6. Luas objek tak bergerak 18. Intensitas pencahayaan (Area of stationary object) (Illumination intensity) 7. Volume objek bergerak 19. Penggunaan energi dengan (Volume of moving object) objek bergerak (Use of energy by moving object) 8. Volume objek tak bergerak 20. Penggunaan energi dengan (Volume of stationary objek tak bergerak (Use of object) energy by stationary object) 9. Kecepatan (Speed) 21. Daya (Power) 10. Angkatan (Force) 22. Kehilangan energi (Loss of energy) 11. Stres atau tekanan (Stress or pressure) 23. Kehilangan zat (Loss of substance) 12. Bentuk (Shape) 24. Kehilangan informasi (Loss of information) 37
13 Tabel 2.4. Lanjutan Nomer Parameter Nomer Parameter 25. Kehilangan waktu (Loss of time) 33 Kemudahan operasi (Ease of operation) 26. Kuantitas bahan atau 34. Kemudahan perbaikan (Ease of materi (Quantity of repair) substance or quantity of matter) 27. Kehandalan (Reliability) 35. Adaptasi atau fleksibilitas (Adaptability or versality) 28. Akurasi pengukuran (Measurement accuracy) 36. Kompleksitas perangkat (Device complexity) 29. Manufaktur presisi (Manufacturing precision) 37. Kesulitan mendeteksi atau mengukur (Difficulty of detectingand measuring) 30. Bahaya eksternal 38. Tingkat otomasi (Extent of mempengaruhi objek automation) (External harm affects the object) 31. Faktor berbahaya objek 39. Produktivitas (Productivity) yang dihasilkan (Objectgenerated harmful factors) 32. Kemudahan pembuatan (Ease of manufacture) Parameter-paremeter tersebut saling dibandingkan sehingga membentuk matriks kontradiksi TRIZ. Cara menggunakan matriks tersebut cukup mudah, yaitu dengan membandingkan parameter yang mengalami perbaikan pada bagian baris (improving feature) dengan parameter yang menjadi kontradiksi pada bagian kolom (worsing feature). Persilangan antara kedua parameter tersebut terdapat angka-angka yang merupakan angka dari 40 prinsip yang telah dijelaskan. Angka dalam persilangan matriks tersebut diurutkan berdasarkan prioritas tertinggi dalam menentukan usulan. Dapat dilihat pada Tabel 2.4. bahwa 38
14 Improved Feature terdapat beberapa matriks yang bertuliskan all. Hal tersebut dikarenakan kedua parameter tersebut tidak memiliki hubungan kontradiksi. Hubungan antara parameter yang ini diperbaiki dengan parameter yang menjadi kontradiksi dapat dilihat pada Tabel 2.5 yang menunjukkan contoh matriks kontrakdiksi TRIZ. Tabel 2.5. Contoh Matriks Kontradiksi TRIZ Worsened Feature Parameter all all 15, 8, 29, 34 all 2 all all all 10, 1, 29, , 15, 29, 34 all all all 4 all 35, 28, 40, 29 all all 5 2, 17, 29, 4 all 14, 15, 18, 4 all Awalnya TRIZ dibuat untuk membantu perancangan solusi pada sebuah produk. Aplikasi TRIZ dalam bidang jasa untuk mencapai inovasi sistematis dimodifikasi oleh Zang et. al., Langkah aplikasi TRIZ dalam bidang jasa dapat dilihat pada Gambar
15 Mengidentifikasi masalah Stage 1 Menganalisis masalah awal Stage 2 Memodelkan masalah dan formulasi Stage 3 Menganalisis kontradiksi Mendefinisikan Ulang masalah Solusi tidak ditemukan Terjadi masalah baru Stage 4 Mengeliminasi Kontradiksi Solusi ditemukan Stage 5 Mengevaluasi solusi Memilih Solusi Gambar 2.2. Langkah Aplikasi TRIZ dalam Bidang Jasa 40
Bandung, Jalan Ganesha no.10, Bandung 40132, Jawa Barat, Indonesia. Indonesia. Barat, Indonesia. MT 35
Desain Mekanisme Alternatif Penerus Daya dari Poros Turbin Propeler ke Poros Generator dengan Menggunakan TRIZ Indra Djodikusumo 1, a *, Fachri Koeshardono 2,b, Iwan Sanjaya Awaluddin 3,c Duddy Arisandi
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
`` BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Melalui proses penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Masukan dari penelitian ini berasal dari keinginan
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Kualitas Pengertian kualitas telah didefinisikan dengan cara yang berbeda oleh penulis yang berbeda-beda pula. Quality Control sendiri sudah diaplikasikan oleh berbagai
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa sebuah alat Praktikum Fisika Listrik beserta dengan modul praktikumnya yang dapat digunakan
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bagian ini berisi tentang keseluruhan tahapan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pada sub bab di
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan tahap-tahap penelitian serta metode dan alat yang secara sistematis digunakan untuk melakukan pemecahan masalah. Tahap-tahap yang akan dilakukan
UPAYA PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH ROEMANI DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ
E.3 UPAYA PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH ROEMANI DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Diana Puspita Sari *, Andry Harmawan Program Studi Teknik Industri, Fakultas
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Penulisan tugas akhir ini melalui beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapantahapan tersebut, antara lain: a. Menentukan Tempat Penelitian Tahap awal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas mengenai konsep dan teori yang digunakan dalam penelitian, sebagai landasan dan dasar pemikiran untuk membahas serta menganalisa permasalahan yang ada. 2.1 Klaster
EVALUASI KUALITAS LAYANAN NASABAH DENGAN METODE KANO, ANALISIS KUADRAN DAN TRIZ STUDI KASUS: BANK NAGARI CABANG PEMBANTU UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG
EVALUASI KUALITAS LAYANAN NASABAH DENGAN METODE KANO, ANALISIS KUADRAN DAN TRIZ STUDI KASUS: BANK NAGARI CABANG PEMBANTU UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG Dewi Oktaviani, Hilma Raimona Zadry Jurusan Teknik
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Bab 2 ini berisi studi pustaka penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan telah dipublikasikan, baik berupa jurnal, thesis, ataupun buku dan dasar teori
BAB II KAJIAN LITERATUR
5 BAB II KAJIAN LITERATUR 2.1 Kajian Empiris Pada bab ini dijelaskan tentang penelitian-penelitian terdahulu mengenai matras, metode TRIZ dan metode QFD. 2.1.1 Penelitian Tentang Matras Penelitian tentang
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada PT.X Menggunakan Metode Kano Dan Triz
Prosiding Teknik Industri ISSN: 2460-6502 Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada PT.X Menggunakan Metode Kano Dan Triz 1) Ade Rusdiana, 2) Nugraha, 3) Selamat 1,2,3) Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik,
PERANCANGAN SOLUSI DI PCP MENGGUNAKAN METODE TRIZ BERDASARKAN ANALISIS PEMETAAN PROSES BISNIS
PERANCANGAN SOLUSI DI PCP MENGGUNAKAN METODE TRIZ BERDASARKAN ANALISIS PEMETAAN PROSES BISNIS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri ANJARIO 09
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pemberian zat aditif mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan industri pertanian sekarang ini. Zat aditif yang dimaksud adalah berbagai
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PERNYATAAN... ii. SURAT KETERANGAN PELAKSANAAN TUGAS AKHIR... iii. LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PERNYATAAN... ii SURAT KETERANGAN PELAKSANAAN TUGAS AKHIR... iii LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING... iv LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI... v HALAMAN PERSEMBAHAN...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ (STUDI KASUS DI RS MUHAMMADIYAH ROEMANI)
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ (STUDI KASUS DI RS MUHAMMADIYAH ROEMANI) Diana Puspita Sari 1, Andry Harmawan 2 Program Studi Teknik Industri,
Perbaikan Kualitas Dengan Minimasi Cacat pada Proses Pengemasan Obat Solid Menggunakan Metode Triz
Prosiding Teknik Industri ISSN: 2460-7842 Perbaikan Kualitas Dengan Minimasi Cacat pada Proses Pengemasan Obat Solid Menggunakan Metode Triz 1 Ayu Anugrah Rizki, 2 Dewi Shofi, 3 Iyan Bachtiar 1 Program
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pengembangan ide dari hasil inventive principle yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : a. Tingkat performansi
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PELANGGAN DI TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PELANGGAN DI TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Ni Luh Putu Hariastuti 1 dan Dwi Rifki Ardiansyah 2 Abstract: To be able to retain its customer, PT
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis tidak hanya bergantung pada harga dan kualitas, tetapi juga pada bervariasinya
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
PENGUKURAN DAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN DEPARTEMEN SERVICE ASSURANCE TELKOM YOGYAKARTA
PENGUKURAN DAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN DEPARTEMEN SERVICE ASSURANCE TELKOM YOGYAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri CORNELIUS KRISHNA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi, khususnya di era globalisasi saat ini tidak dapat dielakkan lagi. Untuk dapat berkembang dan bertahan di dunia bisnis, suatu perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu program kesehatan, diperlukan suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana
BAB I PENDAHULUAN. pekerja dari bahaya panas, sengatan listrik dan kontaminasi dari zat kimia serta
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Perusahaan diwajibkan memberikan alat pelindung diri terhadap pekerja menurut Permenakertrans 08/MEN/VII/2010, alat pelindung diri adalah suatu alat yang mempunyai
SKRIPSI PERANCANGAN ALAT PENGERING KELAPA DENGAN METODE TRIZ
SKRIPSI PERANCANGAN ALAT PENGERING KELAPA DENGAN METODE TRIZ Disusun Oleh : MELVIN 5303013029 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2017 i ii iii iv v ABSTRAK
Development Of Cutting Tools Design Simplicia Turmeric By Using TRIZ Method
Performa (2014) Vol. 13, No.2: 151-160 Development Of Cutting Tools Design Simplicia Turmeric By Using TRIZ Method Dendra Febriawan *), Rahmaniyah Dwi Astuti, dan Ilham Priadythama Jurusan Teknik Industri
Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ
Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ Yulius Astrada Willson, Lusia Permata Sari Hartanti, Johan K. Runtuk Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Sampel Penelitian Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan suatu prosedur tertentu dan diharapkan dapat mewakili suatu populasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor Persentase(%)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri restoran menjadi salah satu industri yang berkembang saat ini (Solopos, 2013). Menurut perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Yogyakarta pada triwulan
BAB I PENDAHULUAN. dan perusahaan harus cepat tanggap terhadap perubahan pasar. Perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun membuat perusahaan harus terus berinovasi terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan keinginan
BAB I PENDAHULUAN. yang penuh persaingan,. Inovasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan. agar merancang produk dengan fungsi yang maksimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan cepatnya perubahan yang terjadi di dunia usaha. Perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi terhadap produk yang
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK X MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol.4 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2016 USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK X MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING
Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: UPAYA PERBAIKAN LAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN HIGHER EDUCATION PERFORMANCE (HEDPERF) DAN METODE TRIZ
UPAYA PERBAIKAN LAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN HIGHER EDUCATION PERFORMANCE (HEDPERF) DAN METODE TRIZ Yosef Daryanto Program Studi Teknik Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Email: [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Hasanah Multiguna Ekspres merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi, beralamat di Jl. Pagarsih, Astanaanyar no.76, Bandung Jawa Barat.
BAB I PENDAHULUAN. Sebuah perusahaan dalam bentuk apapun akan berorientasi pada pencarian laba
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Penelitian Sebuah perusahaan dalam bentuk apapun akan berorientasi pada pencarian laba yang maksimal dengan modal yang tersedia. Dengan demikian perusahaan akan mencari
BAB 2 LANDASAN TEORI
23 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi mengenai Kualitas Saat kata kualitas digunakan, kita mengartikannya sebagai suatu produk atau jasa yang baik yang dapat memenuhi keinginan kita. Menurut ANSI/ASQC Standard
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kualitas dan layanan memainkan peranaan penting dalam pemasaran semua produk, dan terutama menjadi hal yang penting dalam banyak industri karena merupakan pembeda
BAB I PENDAHULUAN. domestik maupun di pasar internasional. Fenomena ini semakin menyadarkan para
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Dalam era globalisasi ini, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Fenomena ini semakin menyadarkan
Pendahuluan. Pengendalian Kualitas Statistika. Ayundyah Kesumawati. Prodi Statistika FMIPA-UII. September 30, 2015
Pendahuluan Pengendalian Kualitas Statistika Ayundyah Kesumawati Prodi Statistika FMIPA-UII September 30, 2015 Ayundyah (UII) Pendahuluan September 30, 2015 1 / 32 Pendahuluan Karaketristik lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. pasar semakin kompetitif dan tidak mungkin terhindarkan lagi. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Persaingan antara bisnis yang memiliki kesamaan produk dan target pasar semakin kompetitif dan tidak mungkin terhindarkan lagi. Salah satu bisnis yang banyak dijumpai
BAB II KERANGKA TEORITIS
BAB II KERANGKA TEORITIS 2.1 Mutu Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya.
SKRIPSI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT ROYAL SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI SERVQUAL DAN TRIZ
SKRIPSI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT ROYAL SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI SERVQUAL DAN TRIZ Disusun oleh: ANGELINE LYDIA NATALIA 5303012008 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam pengertian paling luas, manajemen operasi berkaitan dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Manajemen Operasi 2.1.1 Definisi Manajemen Operasi Dalam pengertian paling luas, manajemen operasi berkaitan dengan produksi barang dan jasa. Proses menghasilkan
Usulan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri Berbasis KKNI
Usulan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri Berbasis KKNI Badan Kerja Sama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) Yogyakarta, 15 September 2012 Pembahasan Apakah KKNI
BAB I PENDAHULUAN. Sarung tangan karet banyak digunakan untuk keperluan medis, kimia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sarung tangan karet banyak digunakan untuk keperluan medis, kimia, klinik, industri kimia dan makanan, serta keperluan rumah tangga (house hold). Permintaan komoditas
LAPORAN PENELITIAN. USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODA TRIZ (Studi Kasus : PERUM DAMRI Bandung)
LAPORAN PENELITIAN USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODA TRIZ (Studi Kasus : PERUM DAMRI Bandung) PENELITI Nama : Ir. Christina Wirawan, M.T. NIK/NIDN : 230030 / 0415116801 FAKULTAS
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Kualitas produk menjadi salah satu topik yang menjadi perhatian utama bagi setiap industri. Setiap industri baik yang berskala kecil maupun skala besar memiliki perhatian khusus
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Dasar dari Kualitas Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda, dan bervariasi dari yang konvensional sampai yang lebih strategik. Definisi konvensional dari
BAB 2 LANDASAN TEORI. Hill, hlm Chase, dkk., Operations Management for Advantage Competition. New York: McGraw-
BAB LANDASAN TEORI.1. Jabaran Pekerjaan Dalam mendefinisikan pekerjaan yang dilakukan maka perlu ditentukan apa yang dilakukan diurutkan menjadi kesatuan yang disusun secara sistematis. Hal ini juga tentu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan UKM yang bergerak dibidang produksi furniture.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya dan faktor penyebab banyaknya re-work dari proses produksi kursi pada PT. SUBUR MANDIRI, yang merupakan
STMIK MDP. Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011
STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011 Abstrak ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT BERBASIS
V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan
V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan Dalam industri komponen otomotif, PT. XYZ melakukan produksi berdasarkan permintaan pelanggannya. Oleh Marketing permintaan dari pelanggan diterima yang kemudian
10/6/ Pengantar
Lecturer Content: Pengantar Konsep Pengendalian Kualitas / QC Quality of Conformance (Kualitas Kesesuaian/Kesamaan} Konsep Biaya dalam QC Tools / Penerapan Teknik Statistika dalam QC Proses Evolusi QC
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Kualitas Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mendengar orang membicarakan masalah kualitas, misalnya: mengenai kualitas sebagian besar produk buatan luar negeri
BAB I PENDAHULUAN. persaingan antara perusahaan spring bed memaksa perusahaan harus melakukan inovasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah penduduk rumah tangga yang semakin meningkat dan tingginya persaingan antara perusahaan spring bed memaksa perusahaan harus melakukan inovasi terhadap produk
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Jenis/Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu metode untuk menyelidiki obyek yang dapat diukur dengan angka-angka
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan Model Kano dalam penelitian ini:
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan Model Kano dalam penelitian ini: 1. Pengembangan produk yang lebih baik. Sebagai contoh perusahaan akan lebih menguntungkan jika meningkatkan atribut kategori
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian di bawah ini: Langkah-langkah penelitian dapat dilihat pada diagram alir penelitian Mulai Studi Pendahuluan Identifikasi Masalah Tinjauan Pustaka
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Hotel Lido Graha dengan Metode Quality Functions Deployment (QFD)
Malikussaleh Industrial Engineering Journal Vol.2 No.2 (2013) 26-31 ISSN 2302 934X Quality Engineering & Management Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Hotel Lido Graha dengan Metode Quality
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dari penelitian yang akan dilakukan adalah sistem pelayanan informasi yang dimiliki oleh bus Trans Jogja sebagai elemen pendukung dari moda transportasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Kualitas (Quality)
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam dunia industri banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi proses produksi, salah satunya yang menjadikan penentu suatu keberhasilan produksi adalah kualitas dari barang yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan landasan atau acuan agar proses penelitian berjalann secara sistematis, terstruktur, dan terarah. Metodologi penelitian merupakan tahapan-tahapan
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Setelah mengevaluasi berbagai data-data kegiatan produksi, penulis mengusulkan dasar evaluasi untuk mengoptimalkan sistem produksi produk
APLIKASI INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN METODE TRIZ PADA LAYANAN VILLA NUNIA, BALI
APLIKASI INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN METODE TRIZ PADA LAYANAN VILLA NUNIA, BALI Angeline Suseno, Markus Hartono, Rosita Meitha Surjani Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya Raya Kalirungkut,
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
28 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Identifikasi masalah Pada bagian produksi di Stamping Plant PT. Astra Daihatsu Motor, banyak masalah yang muncul berkaitan dengan kualitas yang dihasilkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jasa Jasa (service) merupakan suatu atau serangkaian aktivitas yang tidak berwujud dan yang biasanya, tidak selalu, berhubungan dengan interaksi antara customer (pelanggan) dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Zaman sekarang ini terdapat persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Zaman sekarang ini terdapat persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha dan cara-cara yang dikembangkan untuk mencapai tujuan, sasaran oleh perusahaan
BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan tuntutan persaingan bisnis, banyak perusahaan menyadari bahwa keunggulan teknologi dan produk yang dihasilkan semata tidak lagi dapat diandalkan menjadi
Nama : Gema Mahardhika NIM : Kelas : A PDCA. a) Pengertian
PDCA a) Pengertian Dalam peningkatan mutu dalam kebidanan diperlukan manajemen yang baik agar dalam pelaksanaannya dapat tercapai secara efektif dan efisien. Didalam ilmu manajemen, ada konsep problem
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perancangan Mesin Perancangan secara umum dapat didefinisikan sebagai formulasi suatu rencana untuk memenuhi kebutuhan manusia, sehingga secara sederhana perancangan dapat diartikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, bertahan dan menjadi yang terdepan dalam dunia bisnis tidaklah mudah, butuh usaha keras, perjuangan serta kemampuan untuk tetap bisa bertahan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Istilah quality improvement muncul dikarenakan persaingan telah menuntut semua organisasi dan perusahaan untuk semakin inovatif dalam memenuhi keinginan pelanggan.
PERANCANGAN STASIUN PENGAJARAN INTERAKTIF YANG BERBIAYA MURAH
PERANCANGAN STASIUN PENGAJARAN INTERAKTIF YANG BERBIAYA MURAH Brav Deva Bernadhi 1), Imam Baihaqi 2) dan Sri Gunani Partiwi 3) 1) Program Magister, Bidang Keahlian Ergonomi dan Keselamatan Industri, Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah perusahaan manufaktur di Indonesia semakin bertambah. Pada tahun 2013 tercatat ada 349 perusahaan industri manufaktur baru yang terdaftar, sehingga totalnya
BAB 2 LANDASAN TEORI
16 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Definisi Mesin Diesel Definisi mesin diesel menurut (Judiyuk, 2009), adalah sejenis mesin pembakaran dalam, lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rekayasa Ulang Proses Bisnis Istilah BPR pertama kali dipopulerkan oleh Michael Hammer dan James Champy (1993) dalam bukunya Reengineering the Corporation. Menurut keduanya
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanannya agar mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fenomena semakin kompleksnya permasalahan yang dialami oleh perusahaan pelayanan jasa khususnya perbankan, mengharuskan setiap unit perbankan untuk selalu meningkatkan
Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici
Topik Khusus ~ Pengantar Six Sigma ~ [email protected] Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Participative
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sungai terbentuk akibat aliran air dari daerah tinggi (gunung) menuju daerah yang lebih rendah (laut) karena adanya energi potensial. Asal air yang mengalir adalah
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN UNIT INSTALASI RAWAT JALAN (IRJ) RUMKITAL
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN UNIT INSTALASI RAWAT JALAN (IRJ) RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN QFD Oleh: Hot Pangihutan Sianturi NRP: 9108.201.416
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Mobil Permata Trans yang beralamatkan di Jalan Raflesia J-4, Komplek Mitra
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam menentukan objek penelitian, penulis melakukannya pada Rental Mobil Permata Trans yang beralamatkan di Jalan Raflesia J-4, Komplek Mitra
BAB 1 PENDAHULUAN. pokok untuk kelangsungan hidup perusahaan. perusahaan yang bergerak di bidang retail.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini penggunaan teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan kita, terutama di dalam suatu perusahaan. Teknologi informasi yang telah diintegrasikan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Referensi : 1. Management Information Systems : A Managerial End User Perspective, James A. O'Brien 2. Management Information Systems, Raymond McLeod, Jr. Sistem Informasi dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Penelitian Terdahulu Seiring dengan berkembangannya waktu telah banyak produk-produk yang berkembang guna mempermudah kerja manusia.
BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi saat ini, persaingan usaha semakin kompetitif dan kreatif. Untuk dapat bertahan dalam persaingan usaha yang ketat, pihak manajemen dalam
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN MELALUI PENDEKATAN SCOR MODEL DI PT. LASER JAYA SAKTI,Tbk GEMPOL, PASURUAN SKRIPSI
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN MELALUI PENDEKATAN SCOR MODEL DI PT. LASER JAYA SAKTI,Tbk GEMPOL, PASURUAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar
REDESAIN ALAT BANTU PRES TAHU DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN TEORIJA REZHENIJA IZOBRETATELSKIH ZADACH (TRIZ) ( Studi Kasus: CV. Sumber Rejeki, Lampung ) Garda Kharisma
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Pertamina (Persero) merupakan badan usaha milik negara yang bergerak dibidang energi meliputi minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan. PT. Pertamina menjalankan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini telekomunikasi sangatlah penting untuk medukung kehidupan sehari hari. Industri yang maju tidak luput oleh adanya teknologi telekomunikasi yang baik, dengan
