BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
|
|
|
- Lanny Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Penelitian Terdahulu Seiring dengan berkembangannya waktu telah banyak produk-produk yang berkembang guna mempermudah kerja manusia. Pengembangan produk tentunya dibutuhkan metode-metode perancangan sebagai cara dalam melakukan perancangan pengembangan produk. Banyak penelitian telah dilakukan untuk merancang produk dengan metode perancangan. Penelitian dilakukan oleh Ghufrani (2010) dalam skripsinya yang berjudul Perancangan Alat Pengangkut Galon dengan Pendekatan Metode Axiomatic Design. Skripsi tersebut membahas tentang perancangan alat yang dapat membantu dalam mengangkat galon pada dispenser. Metode perancangan yang dilakukan adalah Axiomatic Design. Mendapatkan rancangan alat untuk mengangkat galon ke dispenser sehingga mengurangi resiko cidera akibat melakukan pengangkatan galon merupakan hasil dari penelitian tersebut. Penelitian dilakukan oleh Laksmi dkk (2010) dalam jurnal yang berjudul Perancangan Ulang Kompor Bioetanol dengan Menggunakan Pendekatan Metode Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Jurnal membahas tentang perancangan ulang sebuah kompor bioetanol agar menjadi lebih hemat dalam pemakaian bioetanol maupun hemat biaya. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Sebuah kompor dioetanol yang mampu digunakan selama 5 jam, dan mampu menghemat biaya sebesar Rp ,00 per bulan merupakan hasil dari penelitian tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Tiafani dkk (2013) dalam jurnal yang berjudul Rancangan Perbaikan Alat Bantu Jalan Anak (Baby Walker) Menggunakan Metode Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Jurnal membahas tentang peracangan ulang alat bantu jalan anak berdasarkan alat bantu anak yang sudah ada sebelumnya. Perancangan ulang dimaksudkan untuk mendapatkan rancangan alat bantu jalan anak yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada pada alat bantu jalan anak yang 4
2 sudah ada sebelumnya. Metode perancangan yang digunakan adalah Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Penelitian dilakukan oleh Utomo (2013) dalam skripisi yang berjudul Perancangan dan Pembuatan Sprayer Pupuk Elektrik. Skripsi tersebut membahas tentang perancangan sampai pembuatan alat sprayer pupuk dengan sumber tenaga berupa listrik. Metode yang digunakan dalam perancangan tersebut adalah Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Sebuah alat sprayer pupuk gendong yang dioperasikan dengan menggunakan listrik merupakan hasil dari penelitian tersebut Penelitian Sekarang Penelitian yang dilakukan pada saat ini adalah membuat alat Praktikum Fisika Listrik yang digunakan dalam kegiatan praktikum di Laboratorium Fisika Dasar dan Material Teknik. Materi Praktikum Fisika Listrik diambil dari mata kuliah Fisika 2 yaitu listrik dasar listrik, komponen-komponen listrik, dan rangkaian listrik. Alat yang telah dibuat akan ditindaklanjuti dengan membuat modul praktikum sebagai pendukung dalam kegiatan praktikum di Laboratorium Fisika Dasar dan Material Teknik. Metode pengerjaan pembuatan alat dalam penelitian ini yaitu Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ). Hasil yang diharapkan dalam penelitian yang dilakukan saat ini adalah sebuah alat Praktikum Fisika Listrik dan modul praktikum yang digunakannya. 5
3 Tabel 2.1. Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang Peneliti Objek Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Ghufrani (2010) Pengangkut Galon ke Dispenser Axiomatic Design Rancangan alat bantu mengangkat galon ke dispenser yang dapat mengurangi resiko cidera akibat dari pengangkatan galon. Laksmi dkk (2010) Kompor Bioetanol Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretztelskikh Zadatch (TRIZ) Sebuah kompor bioetanol yang mampu hidup selama 5 jam, dan menghemat biaya sebesar Rp ,00 Tiafani dkk (2013) Alat Bantu Jalan Anak Teoriya Resheniya Izobretztelskikh Zadatch (TRIZ) Rancangan produk baby walker yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan meningkatan keamanan produk dan bermanfaat bagi pertumbuhan fisik serta perkembangan mental anak pada usia 9-24 bulan. 6
4 Tabel 2.1. Lanjutan Peneliti Objek Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Utomo (2013) Sprayer Pupuk Elektrik Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretztelskikh Zadatch (TRIZ) Sebuah alat sprayer pupuk gendong elektrik yang diaplikasikan untuk mempermudah petani dalam melakukan pemupukan tanaman. Suryawan (2014) Alat Praktikum Fisika Listrik beserta modulnya Quality Function Deployment (QFD) dan Teoriya Resheniya Izobretztelskikh Zadatch (TRIZ) Sebuah alat Praktikum Fisika Listrik beserta modulnya yang dapat digunakan dalam kegiatan praktikum di Laboratorium Fisika Dasar dan Material Teknik. 7
5 2.2. Dasar Teori Listrik Di abad modern ini listrik sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir tidak ada teknologi tanpa menggunakan listrik. Listrik sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Di Pusat Pembangkit Listrik, energi primer (seperti minyak, batubara, gas, panas bumi dan lain-lain) di ubah menjadi energi listrik, alat pengubah energi tersebut adalah generator, generator mengubah energi mekanis (gerak) menjadi energi listrik. Perpindahan energi dalam suatu rangkaian akan membangkitkan medan listrik (elektro magnetik) sehingga timbullah apa yang disebut dengan arus listrik. a. Arus Listrik Arus listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. Satuan arus listrik adalah Ampere. Arus listrik di bagi menjadi 2, yaitu arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC). Arus listrik searah (direct current atau DC) adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah. Sumber arus listrik searah biasanya adalah baterai dan panel surya. Arus listrik searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor. Arus listrik searah kondisinya lebih stabil dibandingkan arus listrik bolak-balik sehingga lebih banyak digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik. Arus bolak-balik (alternating current atau AC) adalah arus listrik yang besar dan arah arus berubah-ubah secara bolak-balik. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik berbentuk gelombang sinusoida. Aplikasi-aplikasi spesifik yang lain bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave). Arus listrik bolak-balik dapat ditemui dalam penyaluran listrik dari PLN ke rumah atau kantor. b. Tegangan Listrik Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. 8
6 Rumus tegangan listrik yaitu: (2.1.) Keterangan: V : Beda potensial pada kedua ujung rangkaian. Satuan besarannya yaitu Volt (V). I : Kuat arus listrik yang mengalir pada sutu rangkaian. Satuan besarannya yaitu Ampere (A). R : Besarnya hambatan dalam sebuah rangkaian. Satuan besarannya yaitu Ohm (Ω). c. Resistansi/Hambatan Listrik Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai berikut: (2.2.) Keterangan: R : Besarnya hambatan dalam sebuah rangkaian. Satuan besarannya yaitu Ohm (Ω). V : Beda potensial pada kedua ujung rangkaian. Satuan besarannya yaitu Volt (V). I : Kuat arus listrik yang mengalir pada sutu rangkaian. Satuan besarannya yaitu Ampere (A). Hambatan dapat disusun secara seri maupun paralel di dalam sebuah rangkaian. Rangkaian listrik memiliki lebih dari satu komponen penyusunnya. Rumus untuk menghitung nilai hambatan total pada rangkaian seri adalah sebagai berikut: R Total = R 1 + R 2 + R R n (2.3) Rumus untuk menghitung nilai hambatan total pada rangkaian paralel adalah sebagai berikut: (2.4) 9
7 Keterangan: R Total R 1 R 2 R 3 R n : Hambatan total (ohm) : Hambatan pertama (ohm) : Hambatan kedua (ohm) : Hambatan ketiga (ohm) : Hambatan ke n (ohm) d. Rangkaian Listrik Rangkaian Listrik adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen penyusunnya ditambah dengan rangkaian penghubungnya disusun dengan cara-cara tertentu dan minimal memiliki satu lintasan tertutup. Rangkaian listrik memiliki tiga jenis rangkaian yang sering dijumpai yaitu rangkain seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran. Rangkaian seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel) dan semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Kelebihan susunan paralel adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seriparalel (kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi). e. Komponen Elektronika i. Resistor Resistor atau hambatan, berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya, sehingga semakin besar nilai resistansi sebuah resistor yang dipasang maka semakin kecil arus yang mengalir. Satuan nilai resistansi suatu resistor adalah Ohm diberi lambang huruf R. Ada dua macam resistor yang dipakai, yaitu resistor variabel dan resistor tetap. Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Pengaturan dilakukan dengan tangan operator secara langsung (ada pemutar) dinamakan 10
8 potensiometer. Pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot). Resistor tetap adalah resistor yang mempunyai nilai hambatan yang tetap. Bahan pembuat resistor berupa karbon, kawat atau paduan logam. Nilai hambatan resistor ditentukan oleh tebalnya dan panjangnya lintasan karbon. Kode warna pada resistor menyatakan harga resistansi dan toleransinya, sehingga semakin kecil nilai toleransi suatu resistor maka semakin baik. Pada umumnya resistor memiliki 4 gelang warna. Membaca nilai resistensi pada resistor dapat menggunakan tabel gelang warna Gambar 2.1. Resistor Dengan 4 Gelang Warna Warna Tabel 2.2. Kode Warna Pada Resistor 4 Gelang Warna Gelang 1 (Angka Pertama) Gelang 2 (Angka Kedua) Gelang 3 (Faktor Pengali) Gelang 4 (Toleransi) Hitam Coklat Merah Oranye Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Tanpa Warna ii. Dioda Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi sebagai penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar 11
9 tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Macammacam diode yaitu Light Emmiting Dioda (LED), diode foto, diode laser, dan lain lain. iii. Saklar Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah. Saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Mengurangi efek korosi pada saklar dapat dilakukan dengan menyepuh logam kontak dengan logam anti korosi dan anti karat Perancangan Perancangan merupakan proses untuk menemukan suatu konsep atau penemuan yang baru sesuai dengan data-data yang telah diperoleh. Metode perancangan adalah prosedur dalam menjalankan perancangan agar perancangan yang dilakukan dapat menghasilkan rancangan yang sesuai dengan keinginan. Metode perancangan menggambarkan sejumlah aktivitas dengan jelas yang memungkinkan perancangan menggunakan dan mengkombinasikan proses perancangan secara keseluruhan. Metode perancangan sendiri telah dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu metode kreatif dan metode rasional. Perancangan dengan menggunakan metode kreatif berarti berpikir secara kreatif untuk menyelesaikan rancangan. Pemikiran kreatif berguna untuk mengumpulkan semua ide dalam perancangan tanpa adanya batasan dalam ide tersebut. Perancangan dengan menggunakan metode resional adalah perancangan yang melakukan pendekatan secara sistematik dalam merancang. a. Brainstorming Brainstorming terdiri dari kelompok yang berorientasi teknis, dan tentu saja teknik ini bisa digunakan oleh seorang insinyur. Brainstorming menjadi 12
10 istimewa karena setiap anggota dari kelompok memberikan kontribusi ide dari sudut pandang mereka masing-masing (Ullmann, 1997). Aturan brainstorming cukup sederhana yaitu: i. Catat semua ide yang dihasilkan. Tunjuk salah seorang sebagai sekretaris yang mencatat. ii. Munculkan sebanyak mungkin ide dan ungkapkan ide tersebut. iii. Jangan perbolehkan evaluasi sebuah ide, hanya munculkan saja. Hal ini sangat penting. Hindarkan koreksi karena hal ini menghambat energi kreatif. Metode ini dimulai dengan lontaran ide- ide yang jelas kemudian berangsur melambat. Ide yang muncul dari salah satu anggota akan memicu munculnya ide dari anggota yang lain. b. Diagram Pohon Diagram pohon juga disebut sebagai sistematik diagram atau dendogram, merupakan aplikasi dari metode yang awalnya dikembangkan untuk fungsi analisis pada value engineering (Nayatani, 2000). Metode ini dimulai dengan mengatur sebuah objektif (contohnya berupa target, gol, ataupun hasil) dan berlanjut untuk mengembangkan suatu strategi yang sukses dalam pencapaiannya. c. Quality Function Deployment (QFD) Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perancangan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. QFD dalam proses perancangan dan pengembangan produk atau jasa berperan untuk menterjemahkan suara konsumen ke dalam atribut-atribut perancangan. Suara konsumen yang didapat akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan. Langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah menetapkan parameter-parameter persyaratan guna mendapatkan hasil rancangan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. QFD melakukan pendekatan secara sistematis untuk menggambarkan rancangan produk yang berkualitas dan sesuai dengan suara konsumen. Prioritas-prioritas 13
11 kepentingan atribut dan parameter teknis yang harus dikerjakan merupakan hasil akhir dari pengerjaan QFD. QFD membutuhkan alat untuk membantu pengolahan data. House of Quality Matrix (HoQ) merupakan alat yang tepat untuk membantu pengerjaan proses QFD. HoQ mampu menampilkan hubungan-hubungan antar elemen-elemen dalam perancangan. Secara umum HoQ terdiri dari 7 tahap pengerjaan yaitu: i. Customer Requirements Tahap awal dalam membuat HoQ yaitu mengumpulkan data yang berupa suara konsumen. Kebutuhan dan keinginan dari konsumen terhadap produk yang akan dirancang dapat teridentifikasi dengan baik. ii. Technical Requirements Keinginan konsumen akan diidentifikasi lebih lanjut untuk mencari cara untuk mencapai keinginan konsumen berdasarkan standar peraturan dan persyaratan yang berlaku. Menentukan cara agar suatu produk yang dirancang dapat memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut. iii. Planning Matrix Membandingkan customer requirement dengan produk yang sudah ada pada saat ini merupakan tujuan utama pada tahap ini. Pengisian planning matrix dilakukan dengan sistem skor. Skor yang digunakan antara 1 sampai dengan 5 untuk setiap kebutuhan/atribut. Skor yang telah diolah akan diketahui nilai kebutuhan yang paling besar, sehingga semakin besar nilai kebutuhan maka semakin besar prioritas kebutuhan dalam pengerjaan perancangan. iv. Target Tahap ini adalah menentukan target-target dari persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Berdasarkan persyaratan teknis yang telah memiliki target maka akan didapatkan hasil rancangan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dari sisi teknisnya. v. Technical Correlation Matrix Tahap ini digunakan untuk mencari hubungan antar persyaratan teknis/technical requirement yang ada dalam sebuah rancangan produk. Tahap ini juga menunjukkan cara memilih dan menetapkan sebaiknya faktor dari technical requirement itu diwujudkan nantinya. 14
12 vi. Interrelationship Matrix Fungsi dari interrelationship matrix adalah menetapkan hubungan antara customer requirements dan technical requirements untuk meningkatkan kualitas dari rangcangan sehingga sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tahap ini menggunakan simbol untuk menampilkan hubungan antar kebutuhan. vii. Technical Priorities. Technical properties menggunakan item khusus untuk merekam prioritas yang digunakan pada technical requirements, hal ini juga memberikan kinerja teknis agar tercapainya produk yang kompetitif dan dapat diterima pelanggan. Seperangkat nilai-nilai target untuk setiap technical requirements yang harus dipenuhi oleh rancangan yang baru merupakan hasil pada tahap ini. d. Teoriya Resheniya Izobretateskikh Zadatch (TRIZ) TRIZ merupakan akronim dari bahasa Rusia yaitu Teoriya Resheniya Izobretateskikh Zadatch yang berarti proses pemecahan masalah teknis. Diterjemahkan dalam bahasa internasional sebagai Theory Inventive Problem Solving. TRIZ merupakan hasil kerja dan pengkajian empiris seorang ilmuan Rusia yaitu Genrich Altshuller. Beliau mengasumsikan bahwa jalur yang ditempuh untuk melakukan suatu penemuan mengikuti hukum dan ketentuan tertentu. Beliau menganalisa sejumlah paten (mencapai 2,5 juta paten) dan mencapai kesimpulan sebagai berikut (Eversheim, 2009): i. Deskripsi rinci tentang suatu masalah mengarah kepada solusi kreatif. ii. Banyak masalah yang sudah dipecahkan dengan nama yang berbedabeda pada area dan lingkup yang bebeda pula, namun setara jika dilihat dari suatu sudut pandang. iii. Kontradiksi merupakan pusat dari penemuan pada sejumlah dokumen paten. iv. Pengembangan lebih jauh tentang sistem teknis mengikuti sejumlah ketentuan dasar. Kontradiksi merupakan konflik yang ada dalam suatu sistem. Konflik tersebut bisa berarti jika pada suatu sistem suatu hal mengalami perbaikan, maka di sisi lainnya situasi menjadi lebih buruk akibat dampak langsung dari 15
13 perbaikan tersebut. Kontradiksi juga bisa berarti suatu hal harus mempunyai dua atribut yang bertolak belakang agar fungsinya dapat terpenuhi. Pemecahan sebuah masalah berarti menghilangkan kontradiksi yang ada dalam sebuah sistem (Rantanen & Domb, 2002). Kegunaan TRIZ yaitu membantu dalam memberikan solusi untuk memecahkan masalah, membantu menjadi kreatif dalam menciptakan sistem baru dengan menemukan ide-ide baru, serta dapat membantu menjadi inovatif dengan menemukan cara baru dalam menggunakan atau memperbaiki sistem atau teknologi yang sudah ada. TRIZ ini telah dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan di Amerika antara lain Xerox, Ford, Kodak, Motorola, Siemens, Philips dan lain sebagainya. e. Konsep TRIZ Kontradiksi terjadi karena ada dua faktor yang mendukung dan menentang apabila terjadi perubahan. Penyelesaian kontradiksi dilakukan dalam 3 tahapan dan menggunakan 3 macam tools yang digunakan untuk menganalisa permasalahan yang terjadi. Tools yang digunakan yaitu matrik kontradiksi, 39 parameter teknis dan 40 prinsip kreatif. Penyelesaian masalah ada pola yang harus diikuti yaitu dimulai dengan mengidentifikasi masalah yaitu dengan mencari tahu segala kemungkinan faktor-faktor yang dapat menjadi masalah. Mengklasifikasikan masalah dengan menentukan faktor yang mendukung dan faktor yang menentang ke dalam 39 parameter teknis dan menggunakan matrik kontradiksi (lampiran 1) untuk mencari solusinya menjadi pola penyelesaian selanjutnya. Menggunakan 40 prinsip kreatif untuk menemukan solusi permasalahan merupakan pola terakhir yang harus dikerjakan dalam penyelesaian kontradiksi. f. 39 Technical Parameters 39 Technical Parameters ditemukan oleh Althsuller pada saat telah meneliti jutaan paten dengan menganalisa masalah-masalah secara teknik. Parameter ini merupakan alat bantu untuk mengubah suatu pernyataan ataupun permintaan teknis permasalahan ke dalam bentuk parameter teknis yang berpengaruh pada permasalahan tersebut. Definisi dari 39 Technical Parameters tersebut adalah sebagai berikut: 16
14 1. Weight of a moving object Berat dari benda bergerak. 2. Weight of a stationary object Berat dari benda stasioner atau tidak bergerak. 3. Length of of a moving object Panjang dari benda bergerak. 4. Length of a stationary object Panjang dari benda stasioner atau tidak bergerak. 5. Area of moving object Luas penampang benda bergerak. 6. Area of stationary object Luas penampang benda stasioner atau tidak bergerak. 7. Volume of a moving object Volume benda yang bergerak. 8. Volume of a stationary object Volume benda stasioner atau tidak bergerak. 9. Speed / Velocity Kecepatan sebuah benda. 10. Force Kemampuan untuk membuat perubahan fisik dari suatu objek atau sistem. 11. Stress/Pressure Gaya tiap satuan luas. 12. Shape Kontur luar suatu objek atau sistem. 13. Stability of Object s Composition Daya tahan suatu objek atau sistem terhadap perubahan. 14. Strength Kemampuan objek atau sistem untuk menahan gaya atau tekanan dalam batas tertentu. 15. Duration of Action by Moving Object Waktu yang dihabiskan suatu objek bergerak untuk menjalankan fungsi tertentu. 17
15 16. Duration of Action by Stationary Object Waktu yang dihabiskan suatu objek stasioner untuk menjalankan fungsi tertentu. 17. Temperature Kondisi termal dan obyek atau sistem. 18. Illumination Intensity Tingkat energi cahaya tiap luasan area. 19. Use of Energy by Moving Object Penggunaan energi pada benda bergerak atau tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. 20. Use of Energy by Stationary Object Penggunaan energi benda stasioner atau Tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. 21. Power Tingkat penggunaan daya/energi. 22. Loss of Energy Penggunaan tenaga yang tidak memberikan kontribusi ke pekerjaan yang sedang dilakukan. 23. Loss of Substance Kehilangan sebagian atau lengkap, permanen atau sementara, dan beberapa bahan sebuah sistem. 24. Loss of Information Kehilangan informasi atau data dalam atau sistem. 25. Loss of Time Kehilangan Waktu, waktu adalah durasi kegiatan. 26. Quantity of Substance / Quantity of Matter Jumlah susunan bahan, komponen atau subsistem yang mungkin berubah seluruhnya atau sebagian. 27. Reliability Kemampuan sistem untuk melakukan fungsinya selama waktu atau siklus tertentu. 28. Measurement Accuracy Kedekatan nilai terukur dengan nilai sebenarnya dari suatu objek atau sistem. 18
16 29. Manufacturing Precision Kesesuaian objek atau sistem terhadap karateristik yang telah ditentukan. 30. External Harm Affects The Object Kerentanan sistem atau objek terhadap gangguan bahaya. 31. Object-Generated Harmful Factors Bahaya yang dihasilkan oleh objek 32. Ease of Manufacture Tingkat fasilitas, kenyamanan di bidang manufaktur atau fabrikasi obyek atau sistem. 33. Ease of Operation Tinggkat kemudahan objek saat digunakan. 34. Ease of Repair Karakteristik kualitas seperti kemudahan, kenyamanan, kesederhanaan dan waktu untuk memperbaiki kesalahan, kegagalan atau cacat dalam suatu sistem. 35. Adaptability or Versatility Kemampuan sistem atau obyek merespons positif terhadap perubahan eksternal. Juga, suatu sistem yang dapat digunakan dalam herbagal cara untuk memenuhi berbagai keadaan. 36. Device Complexity Jumlah dan keragaman elemen penyusun dalam sistem atau objek. 37. Difficulty of Detecting and Measuring Mengukur atau monitoring sistem yang kompleks itu mahal, memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja untuk mengatur dan menggunakannya. Itu semua dapat menunjukkan kesulitan untuk mendeteksi dan mengukur. 38. Extend of Automation Kemampuan suatu sistem atau obyek dapat melakukan fungsinya sendiri tanpa ada campur tangan manusia dalam menjalankan fungsinya. 39. Productivity Jumlah fungsi yang dilakukan objek per satuan waktu. 19
17 g. Matrik kontradiksi Matrik kontradiksi merupakan tabel yang menghubungkan tiap-tiap parameter yang mengalami kontradiksi untuk diproses lebih lanjut dan mendapatkan solusi terbaik sesuai 40 prinsip kreatif (40 inventive principles) yang disarankan. Tabel Matrik Kontradiksi dapat dilihat pada lampiran 1. Prinsip kreatif berjumlah 40 prinsip yang bertujuan memberikan solusi-solusi untuk mengatasi kontradiksi yang terjadi antar karakteristik. Prinsip Kreatif merupakan tools utama dalam metode TRIZ yang diterapkan untuk menyelesaikan semua masalah secara kreatif. Prinsip Kreatif sejumlah 40 prinsip dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Segmentation Prinsip Segmentasi ini memiliki 3 unsur di dalamnya yaitu memilah, mudah dibongkar, dan mempertajam segmentasi. Unsur yang pertama yaitu unsur memilah adalah dengan membagi sebuah obyek menjadi bagian-bagian yang terpisah, contohnya: mainframe computer menjadi personal computer. Unsur yang kedua yaitu unsur mudah dibongkar adalah dengan membuat sebuah obyek yang pemakaiannya mudah dibongkar, contohnya: modular furniture, meubel knockdown. Unsur ketiga yaitu mempertajam segmentasi adalah dengan mengubah tingkat derajat pemecahan dibuat menjadi sebuah kepingan atau segmentasi, contohnya: pembelajaran jarak jauh dimana guru dan siswa terpisah oleh jarak dan waktu. 2. Separation Prinsip ekstraksi ialah dengan memisahkan suatu bagian yang dianggap bertentangan dan suatu obyek atau hanya memilih satu-satunya bagian yang dianggap penting dan obyek tersebut, contoh prinsip ini adalah AC Split, AC Split merupakan AC yang evaporator dan kondensor berada di 2 mesin yang berbeda. Evaporator terletak di dalam ruangan, sedangkan kondensor terletak di luar ruangan. 3. Local Quality Prinsip kualitas lokal ini memiliki 3 unsur didalamnya yaitu unsur yang pertama adalah mengubah suatu obyek yang mulanya seragam diubah menjadi tidak seragam, contohnya: menggunakan suhu, kepadatan, dan tekanan bertahap. Unsur yang kedua adalah membuat masing-masing fungsi dari suatu obyek masuk ke dalam kondisi yang paling cocok 20
18 untuk pengoperasian. contohnya: kotak makan siang (lunchbox) dengan bagian khusus yaitu makanan padat panas dan dingin serta makanan yang berkuah. Unsur terakhir adalah membuat masing-masing bagian dan suatu obyek tersebut memenuhi satu fungsi yang berbeda dan berguna, contohnya adalah pensil dengan penghapus. 4. Symmetry Change Pengertian prinsip ini adalah mengubah satu obyek dari yang simetri menjadi asimetri, contohnya: pengaduk beton, blender, dan mixer kue, di mana baling-baling di bagian dalam mesin pencampur dibuat asimetris untuk meningkatkan pencampuran. 5. Merging / combining Prinsip Merger ini memiliki 2 unsur, unsur yang pertama yaitu menggabungkan barang yang sejenis, contohnya: personal computer dalam sebuah jaringan. Unsur yang kedua yaitu pengoperasian suatu obyek secara paralel atau bersamaan pada suatu waktu tertentu, contohnya: presentasi multimedia. 6. Universality / Multifuctionality Pengertian prinsip ini adalah membuat suatu bagian atau satu obyek untuk dapat melaksanakan beberapa fungsi, dan menghilangkan beberapa bagian untuk kebutuhan lainnya, contoh prinsip ini adalah safety seat anak menjadi stroller, pegawai serba bisa. 7. Nesting Prinsip ini memiliki dua unsur yaitu mengisi ke dalam bagian yang lain atau tempatkan satu obyek ke dalam lainnya, contohnya: boneka Rusia dan gelas ukur. Menempatkan suatu obyek ke tempat atau ruangan lain, contohnya adalah: antena, pointer, dan lensa zoom. 8. Anti Weight Pengertian prinsip ini adalah untuk mengimbangi berat sebuah obyek dengan dua cara yang pertama, yaitu penggabungan obyek dengan obyek yang lain sebagai pengangkat, contohnya: subsidi silang. Berinteraksi dengan lingkungan (aerodinamika) atau membuat saling berinteraksi dengan lingkungan, contohnya: bentuk sayap pesawat yang berguna untuk mengurangi ketebalan udara di atas sayap pesawat dan meningkatkan ketebalan di bawah sayap agar pesawat dapat terangkat. 21
19 9. Prior / Preliminary Counteraction Unsur prinsip ini adalah mengendalikan aksi yang berbahaya dan menekan terlebih dahulu. Pengertian mengendalikan aksi yang berbahaya adalah jika akan melakukan tindakan dengan kondisi yang berbahaya dan menimbulkan dampak yang berarti, tindakan ini harus diganti dengan anti tindakan untuk mengontrol kerugian, contohnya: solusi buffer untuk mencegah bahaya dan PH ekstrim, dan sustainable design. Pengertian menekan terlebih dahulu adalah dengan melakukan penekanan terlebih dahulu pada suatu obyek yang bertentangan sehingga tidak akan terjadi penekanan di kemudian hari, contohnya: pensiun dini. 10. Preliminary Action Prinsip ini memiliki dua unsur yang pertama, yaitu melakukan dan melaksanakan tindakan sebelum diperlukan, contohnya: Beton Read Mix, dan sterilisasi alat. Unsur yang kedua yaitu mengatur obyek terlebih dahulu dengan tindakan yang tepat tanpa membuang waktu, contohnya: backup data dan update antivirus. 11. Beforehand cushioning Pengertian prinsip ini adalah mempersiapkan pengamanan untuk mengimbangi keadaan yang berbahaya dari suatu obyek sebelum keadaan darurat terjadi, contohnya: penangkal petir dan parasut cadangan. 12. Equipotentiality Pengertian prinsip ini adalah dengan membatasi gerakan untuk menghapus kebutuhan naik-turun, contoh di bidang Teknik Sipil adalah Ramp, Ramp megubah kondisi kerja dengan membatasi gerakan naik turun. 13. The Other Way Arround Prinsip ini memiliki 3 unsur. Unsur yang pertama adalah membalikkan suatu tindakan untuk menyelesaikan masalah, contohnya: mendinginkan bagian dalam daripada panaskan bagian luar untuk melepas baut yang lengket. Unsur yang kedua adalah yang bergerak jadi tetap atau sebaliknya yang tetap menjadi bergerak, contohnya: putar benda daripada alatnya. Unsur yang ketiga adalah mengarahkan obyek 22
20 menjadi sungsang, contohnya: pemasangan baut, dan pipa utilitas exposed. 14. Curvature Incrase Prinsip ini memiliki unsur-unsur yang dapat digunakan antara lain lengkungan, bola, spiral, dan gerak berputar. Pengertian gerak berputar adalah meninggalkan garis lurus ke gerak berputar dan menggunakan kekuatan sentrifugal, contohnya mesin cuci, contoh unsur lengkungan adalah menggunakan busur dan dome untuk kekuatan arsitekiur, serta contoh unsur bola dan spiral adalah ball point untuk mendistribusikan tinta secara halus. 15. Dinamysm Pada prinsip ini memiliki tiga unsur. Unsur pertama adalah mengubah desain karakteristik dan suatu obyek, lingkungan eksternal, atau proses menjadi suatu kondisi yang beroperasi optimal, contohnya: kemudi yang adjustable. Unsur kedua adalah membagi obyek menjadi bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lainnya, contohnya: pizza delivery. Unsur ketiga adalah membuat menjadi bergerak atau adaptif jika suatu obyek itu kaku atau tidak fleksibel, contohnya: sigmoidoscopi fleksibel untuk pemeriksaan medis. 16. Partial or Overone Action Pengertian prinsip ini adalah jika suatu obyek seratus persen penggunaannya sukar untuk diberikan solusi, maka sangat mudah apabila menggunakan cara parsial atau berlebihan, contohnya: over spray pada saat melukis, kemudian hapus kelebihannya. 17. Dimension change Prinsip ini memiliki 3 unsur. Unsur pertama adalah mengubah suatu obyek menjadi 2 atau 3 dimensi, contohnya: mouse 3D. Unsur kedua adalah menggunakan pengaturan multistory, contohnya: rak susun, dan CD player dengan 6 CD. Unsur ketiga adalah kemiringan atau orientasi suatu obyek, contohnya: dump truck. 18. Mechanical Vibration Pengertian prinsip ini adalah menyebabkan suatu obyek bergetar, menggunakan alat penggetar mekanik, contohnya: pisau ukir elektronik. 23
21 19. Periodic Action Pengertian prinsip ini adalah mengubah magnitude atau frekuensi dengan satu tindakan periodik atau berkala, contohnya: inspeksi mendadak dan pemberian napas buatan setiap 5 kali penekanan dada (CPR). 20. Continuity of Usefull Action Pengertian prinsip ini adalah memaksimalkan fungsi kerja dan komponen-komponen yang ada dan suatu obyek setiap waktu. contohnya: AC sentral. 21. Skipping Pengertian prinsip ini adalah melakukan proses atau tahapan tertentu dengan kecepatan tinggi agar dapat menghilangkan akibatnya, contohnya: bor gigi putaran tinggi untuk menghindari panas. 22. Blessing in Disguise (Convert Harm Into Benefit) Pengertian prinsip ini adalah menggunakan faktor berbahaya (khususnya, efek berbahaya dan lingkungan atau sekitarnya) untuk mencapai efek positif, contohnya: panas buangan menjadi energi dan backfire untuk kebakaran hutan. 23. Feedback Pengertian prinsip ini adalah dengan menggunakan umpan balik (merujuk kembali/cross check) untuk memperbaiki proses atau tindakan, contohnya: kontrol volume otomatis. 24. Mediator Pengertian prinsip ini adalah dengan menggunakan perantara, contohnya: pemegang paku digunakan diantara paku dan palu. 25. Self Service Pengertian prinsip ini adalah membuat suatu obyek yang dapat menservis dengan sendirinya dan melakukan fungsi-fungsi tambahan yang dapat membantu, contohnya: kotoran hewan dipakai untuk dijadikan pupuk. 26. Copying Menggunakan citra, gambaran atau model untuk melakukan suatu aksi, dibanding melakukannya langsung pada objek, contoh prinsip ini adalah foto udara untuk mengukur, dan inframerah untuk mendeteksi penyakit tanaman. 24
22 27. Cheap Disposable Pengertian prinsip ini adalah menggantikan satu obyek dengan beberapa obyek murah yang meliputi mutu tertentu, contohnya: penggunaan piring kertas yang sekali pakai, hal tersebut dilakukan untuk menghindari biaya pembersihan dan penyimpanan benda-benda tahan lama. 28. Replace a Mechanical System Mengganti penggunaan sistem mekanik dengan sensor (optik, akustik, rasa atau bau). Penggunaan bau sebagai penanda bahaya gas bocor. Penggunaan sensor optik sebagai pengganti sensor mekanik. 29. Pneumatic dan Hidraulic Pengertian prinsip ini adalah mempergunakan gas dan benda cair untuk salah satu bagian obyek, contohnya: sol sepatu berisi cairan untuk kenyamanan pemakainya dan kasur angin. 30. Flexible shell and thin films Pengertian prinsip ini adalah mempergunakan selaput yang fleksibel daripada struktur tiga dimensi, contohnya: penutup tenda cafe dan kotak telur. 31. Porous Material Pengertian prinsip ini adalah membuat obyek berporus atau menambahkan unsur berporus, contohnya: beton herporous supaya ringan. 32. Changing Colour / optical changes Pengertian prinsip ini adalah mengubah warna dan satu obyek atau lingkungan eksternal, contohnya: mengubah lampu untuk mengganti suasana, kamuflase dan kaca revban. 33. Homogenity Pengertian prinsip ini adalah membuat suatu obyek saling berinteraksi dengan obyek lainnya dan materi yang sama, contohnya: komunikasi antar organisasi. 34. Rejecting and Regenerating / Reuse and Recycle Prinsip ini mempunyai pengertian untuk membuat sesuatu dapat digunakan kembali setelah habis masa pakainya, contoh prinsip ini adalah kapsul obat. 25
23 35. Parameter Changes Pengertian prinsip ini adalah mengubah sifat fisik suatu material baik dari wujudnya, konsentrasi atau konsistensi, contohnya: sabun cair sebagai pengganti sabun batangan dan telephone banking. 36. Phase Transition Pengertian prinsip ini adalah menggunakan fenomena yang terjadi selama fase transisi, contohnya: es dalam campuran beton untuk menurunkan panas. 37. Thermal Expansion Pengertian prinsip ini adalah menggunakan muaian termal dan material, contohnya chemical pres tress concrete, pengontrol untuk mercusuar dengan menggunakan perluasan termal. Perluasan daerah termal juga digunakan pada pengontrol suhu untuk rumah kaca. 38. Strong Oxydants Pengertian prinsip ini adalah menggantikan udara pada umumnya dengan udara yang diperkaya oksigen, contoh prinsip ini adalah treatment oxygen guna untuk menghilangkan bakteri khusus dalam membantu proses penyembuhan, pemurnian air minum dengan menggunakan ozon. 39. Inert Atmosphere Pengertian prinsip ini adalah menggantikan suatu lingkungan normal dengan yang pasif, contohnya: panel penyerap suara, pengelasan dengan menggunakan gas argon sebagai gas pelindung. 40. Composite Material Pengertian prinsip ini adalah perubahan dari seragam ke gabungan (beberapa) bahan. contohnya: stick golf dan bahan epoxy atau serat karbon, dan tim multidisiplin. 26
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa sebuah alat Praktikum Fisika Listrik beserta dengan modul praktikumnya yang dapat digunakan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
`` BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Melalui proses penelitian yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Masukan dari penelitian ini berasal dari keinginan
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bagian ini berisi tentang keseluruhan tahapan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pada sub bab di
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Penulisan tugas akhir ini melalui beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapantahapan tersebut, antara lain: a. Menentukan Tempat Penelitian Tahap awal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pemberian zat aditif mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan industri pertanian sekarang ini. Zat aditif yang dimaksud adalah berbagai
Bandung, Jalan Ganesha no.10, Bandung 40132, Jawa Barat, Indonesia. Indonesia. Barat, Indonesia. MT 35
Desain Mekanisme Alternatif Penerus Daya dari Poros Turbin Propeler ke Poros Generator dengan Menggunakan TRIZ Indra Djodikusumo 1, a *, Fachri Koeshardono 2,b, Iwan Sanjaya Awaluddin 3,c Duddy Arisandi
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM FISIKA DASAR DAN MATERIAL TEKNIK
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM FISIKA DASAR DAN MATERIAL TEKNIK TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
LISTRIK DINAMIS FIS 1 A. PENDAHULUAN B. HUKUM OHM. ρ = ρ o (1 + αδt) C. NILAI TAHANAN RESISTOR
A. PENDAHULUAN Listrik bergerak dalam bentuk arus listrik. Arus listrik adalah gerakan muatan-muatan listrik berupa gerakan elektron dalam suatu rangkaian listrik dalam waktu tertentu karena adanya tegangan
Listrik Dinamis FIS 1 A. PENDAHULUAN. ρ = ρ o (1 + αδt) B. HUKUM OHM C. NILAI TAHANAN RESISTOR LISTRIK DINAMIS. materi78.co.nr. c.
Listrik Dinamis A. PENDAHULUAN Listrik bergerak dalam bentuk arus listrik. Arus listrik adalah gerakan muatan-muatan listrik berupa gerakan elektron dalam suatu rangkaian listrik dalam waktu tertentu karena
Resistor. Gambar Resistor
Resistor Resistor merupakan komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat
RESISTOR DAN HUKUM OHM
MODUL I RESISTOR DAN HUKUM OHM I. Tujuan Praktikum 1. Mampu mengenali bentuk dan jenis resistor. 2. Mampu menghitung nilai resistansi resistor melalui urutan cincin warnanya. 3. Mampu merangkai resistor
Tabel 1.1 Nilai warna pada cincin resistor
1. RINGKASAN TEORI Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut
Konduktor dan isolator
Konduktor dan isolator Arus listrik adalah nama yang diberikan untuk aliran elektronelektron (atau pembawa (carrier) muatan negatif). Elektronelektron berputar (to orbit) mengelilingi inti (nucleus) atom.
SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE
SEMIKONDUKTOR Komponen Semikonduktor Di dunia listrik dan elektronika dikenal bahan yang tidak bisa mengalirkan listrik (isolator) dan bahan yang bisa mengalirkan listrik (konduktor). Gbr. 1. Tingkatan
KOMPONEN AKTIF. Resume Praktikum Rangkaian Elektronika
Resume Praktikum Rangkaian Elektronika 1. Pertemuan kesatu Membahas silabus yang akan dipelajari pada praktikum rangkaian elektronika. Membahas juga tentang komponen-komponen elektronika, seperti kapasitor,
ELEKTRONIKA DASAR. Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd
ELEKTRONIKA DASAR Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif menggunakan
Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ
Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ Yulius Astrada Willson, Lusia Permata Sari Hartanti, Johan K. Runtuk Program Studi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era globalisasi sekarang ini, semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didunia. Ilmu pengetahuan dan teknologi ini dimanfaatkan dan dikembangkan
SKRIPSI PERANCANGAN ALAT PENGERING KELAPA DENGAN METODE TRIZ
SKRIPSI PERANCANGAN ALAT PENGERING KELAPA DENGAN METODE TRIZ Disusun Oleh : MELVIN 5303013029 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2017 i ii iii iv v ABSTRAK
MODUL 8 RESISTOR & HUKUM OHM
MODUL 8 RESISTOR & HUKUM OHM TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengukur nilai tahan suatu resistor menggunakan ohmmeter dan pembacaan kode warna resistor 2. Menentukan tahanan dalam dari voltmeter dan amperemeter 3.
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboraturium Daya dan Alat Mesin Pertanian (Lab
18 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboraturium Daya dan Alat Mesin Pertanian (Lab DAMP) Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk
AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. O artinya ohm, untuk mengukur
PERANCANGAN dan PEMBUATAN SPRAYER PUPUK ELEKTRIK
PERANCANGAN dan PEMBUATAN SPRAYER PUPUK ELEKTRIK HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri oleh Gregorius Widyo Utomo 11 16 06741 PROGRAM
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK TIM PENYUSUN DIANA RAHMAWATI, S.T., M. T HARYANTO, S.T., M.T KOKO JONI, S.T., M.Eng ACHMAD UBAIDILLAH, S.T., M.T RIZA ALFITA, S.T., MT MIFTACHUL ULUM, S.T., M.T
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Prinsip Kerja Turbin Angin Prinsip kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir. Lalu putaran kincir digunakan untuk memutar
Hukum Ohm. Fisika Dasar 2 Materi 4
Hukum Ohm Fisika Dasar 2 Materi 4 Arus Listrik Pada listrik statis, kita selalu membahas muatan yang diam. Pada listrik dinamik muatan dipandang bergerak pada suatu bahan yang disebut konduktor Muatan-muatan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tinjauan pustaka yang berisi perancangan solusi yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu di perusahaan jasa dan dasar
PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA. Create : Defi Pujianto, S,Kom
PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA Create : Defi Pujianto, S,Kom Resistor Merupakan kokponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur serta menghambat arus listrik Resistor di bagi menjadi dua yaitu
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK Tim penyusun: Diana Rahmawati, S. T., M. T. Haryanto, S. T., M. T. Koko Joni, S. T., M. Eng. Achmad Ubaidillah, S. T., M. T. Riza Alfita, S. T., M. T. Miftachul
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK Tim penyusun: Diana Rahmawati, S. T., M. T. Haryanto, S. T., M. T. Koko Joni, S. T., M. Eng. Achmad Ubaidillah, S. T., M. T. Riza Alfita, S. T., M. T. Miftachul
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK LABORATORIUM TEGANGAN TINGGI DAN PENGUKURAN LISTRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA MODUL I [ ] 2012 PENGUKURAN ARUS, TEGANGAN, DAN DAYA LISTRIK
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Aspek Perancangan Dalam Modifikasi Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan perencanaan, pemasangan dan pengujian. Dalam hal tersebut timbul
TUGAS RANGKAIAN LISTRIK
TUGAS RANGKAIAN LISTRIK Rangkaian Seri Paralel dan Metode Thevenin Disusun Oleh : M. Zaqi Alfharazy 17020 POLTEKES SITEBA PADANG JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK 2017/2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat
1. Multimeter sebagai Ohmmeter
1. Multimeter sebagai Ohmmeter Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat: 1. Menggunakan pengukur multimeter untuk mengukur resistansi/hambatan yaitu multimeter sebagai ohmmeter;
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik 1. Saklar Elektro Mekanik (KONTAKTOR MAGNET) Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen kontak yang cepat agar tidak menimbulkan
KATA PENGANTAR. Meulaboh,15 Januari Penulis. Afrizal Tomi
KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menulis dan menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa penulis panjatkan kepada
Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya
Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing Komponen Elektronika tersebut
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN SPEED LIMITER Kecepatan tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu-lintas darat. Disisi lain banyak perusahaan otomotif yang saling berlomba
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Kualitas Pengertian kualitas telah didefinisikan dengan cara yang berbeda oleh penulis yang berbeda-beda pula. Quality Control sendiri sudah diaplikasikan oleh berbagai
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis tidak hanya bergantung pada harga dan kualitas, tetapi juga pada bervariasinya
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) 1. Komponen elektronik yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang lewat dinamakan A. Kapasitor D. Transistor B. Induktor
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II HUKUM OHM
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II HUKUM OHM Oleh Nama NPM Semester : Yestri Hidayati : A1E011062 : II. B Tanggal Praktikum : Jum at, 06 April 2012 UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TM - 2 LISTRIK. Pengertian Listrik
TM - 2 LISTRIK Pengertian Listrik Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut: - Listrik adalah kondisi dari partikel sub-atomik
KOMPONEN PASIF. Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
KOMPONEN PASIF ELK-DAS.23 20 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN
[Listrik Dinamis] Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA NAMA ANGGOTA :
Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit [Listrik Dinamis] NAMA ANGGOTA : IRENE TASYA ANGELIA (3215149632) SARAH SALSABILA (3215141709) SABILA RAHMA (3215141713) UNIVERSITAS
TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem kontrol (control system) Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, memerintah dan mengatur keadaan dari suatu sistem. [1] Sistem kontrol terbagi
Elektronika Dasar. Materi PERANTI ELEKTRONIKA (Resistor) Drs. M. Rahmad, M.Si Ernidawati, S.Pd. M.Sc. Oleh. Peranti/mrd/11 1
Elektronika Dasar Oleh Drs. M. Rahmad, M.Si Ernidawati, S.Pd. M.Sc Materi PERANTI ELEKTRONIKA (Resistor) Peranti/mrd/11 1 PERTANYAAN Mengapa perlu mempelajari Komponen Elektronika? Apakah yang dimaksud
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Catu Daya / power supply Power supply adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memberikan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian elektronika. Dalam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Erni Suparti 1), Rosleini Ria PZ 2) 1),2) Program Studi Teknik Industri, Fakultas
YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI SEKOLAH MENENGAH ATAS TITIAN TERAS UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008. Selamat Bekerja
YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI SEKOLAH MENENGAH ATAS TITIAN TERAS UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007/2008 Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/Program : X/Inti Hari/ Tanggal : Kamis, 5 Juni 2008 Waktu : 120
DASAR DASAR KELISTRIKAN DAIHATSU TRAINING CENTER
DASAR DASAR KELISTRIKAN Dasar dasar kelistrikan Komposisi benda Substance Suatu benda bila kita bagi, kita akan mendapatkan suatu partikel yang disebut Molekul, Molekul bila kita bagi lagi kita kan mendapatkan
BAB I GAMBARAN UMUM. Gambar 1. Peralatan elektronik (Electronic Device)
BAB I GAMBARAN UMUM Sistem Elektronika telah mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari pada saat ini. Kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai basis teknologinya contoh ;
Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus
BAB 4 RANGKAIAN LISTRIK DAN PERBAIKANNYA 4.1. Pendahuluan Rangkaian listrik merupakan satu sistem yang terdiri dari beberapa komponen kelistrikan dan kabel-kabel penghantar yang menghubungkan satu komponen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan terhadap energi listrik semakin meningkat dan penggunaan daya listrik pada sebuah bangunan bergantung pada pemakaiannya. Seperti halnya penggunaan daya listrik
BAB I TEORI DASAR LISTRIK
BAB I TEORI DASAR LISTRIK 1. Teori Elektron Apabila sebatang plastik/ebonite kita gosok dengan rambut, setelah itu dekatkan pada potongan-potongan kertas kecil, maka tertariklah potongan kertas tersebut.
5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Rangkaian Elektronik Lampu Navigasi Energi Surya Rangkaian elektronik lampu navigasi energi surya mempunyai tiga komponen utama, yaitu input, storage, dan output. Komponen input
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu Brilliant Adhi Prabowo Pusat Penelitian Informatika, LIPI [email protected] Abstrak Motor dc lebih sering digunakan
LAS BUSUR LISTRIK ELEKTRODE TERBUNGKUS (SHIELDED METAL ARC WELDING = SMAW)
Page : 1 LAS BUSUR LISTRIK ELEKTRODE TERBUNGKUS (SHIELDED METAL ARC WELDING = SMAW) 1. PENDAHULUAN. Las busur listrik elektrode terbungkus ialah salah satu jenis prose las busur listrik elektrode terumpan,
MAKALAH PELATIHAN PROSES LAS BUSUR NYALA LISTRIK (SMAW)
MAKALAH PELATIHAN PROSES LAS BUSUR NYALA LISTRIK (SMAW) PROGRAM IbPE KELOMPOK USAHA KERAJINAN ENCENG GONDOK DI SENTOLO, KABUPATEN KULONPROGO Oleh : Aan Ardian [email protected] FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai tempat serta waktu dilakukannya pembuatan, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan alat uji, diagram alir pembuatan alat uji serta langkah-langkah
1. Gejala Listrik Statis
1. Gejala Listrik Statis Gejala kelistrikan diawali dengan diamatinya benda-benda yang secara tidak terduga mampu saling tarik-menarik. Batang plastik yang sudah digosok-gosokkan ke kain yang halus teramati
Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la
Pengelasan upset, hampir sama dengan pengelasan nyala, hanya saja permukaan kontak disatukan dengan tekanan yang lebih tinggi sehingga diantara kedua permukaan kontak tersebut tidak terdapat celah. Dalam
A. Latar Belakang Perancangan BAB I PENDAHULUAN Pengisi daya merupakan peranti yang digunakan untuk mengisi energi ke dalam baterai isi ulang. Energi berupa arus listrik akan mengalir dari pengisi daya
BAB II DASAR TEORI. a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan tempat dimana. ke gardu induk yang lain dengan jarak yang jauh.
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Jaringan Distribusi Pada dasarnya dalam sistem tenaga listrik, dikenal 3 (tiga) bagian utama seperti pada gambar 2.1 yaitu : a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan
LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Jl. D.I. Panjaitan 128 Purwokerto
telk telk LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Jl. D.I. Panjaitan 28 Purwokerto Status Revisi : 00 Tanggal Pembuatan : 5 Desember 204 MODUL MATA
Assalamuaalaikum Wr. Wb
Assalamuaalaikum Wr. Wb Standar Kompetensi Memahami listrik dinamis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar Mendeskripsikan pengertian arus listrik, kua arus listrik dan beda potensial
Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol
Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mengerti filosopi sistem control dan aplikasinya serta memahami istilahistilah/terminology yang digunakan dalam system control
BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR
BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR 3.1 Prinsip Kerja Sensor LDR LDR (Light Dependent Resistor) adalah suatu komponen elektronik yang resistansinya berubah ubah tergantung pada intensitas cahaya. Jika intensitas
CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT
CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT Hendrickson 13410221 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2010 Dosen Pembimbing : Diah Nur Ainingsih, ST., MT. Latar Belakang Untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem serta realisasi perangkat keras pada perancangan skripsi ini. 3.1. Gambaran Alat Alat yang akan direalisasikan adalah sebuah alat
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian mengenai pembuatan sensor putaran berbasis serat optik dilakukan di Laboratorium Optik dan Fotonik serta Laboratorium Bengkel Jurusan
Pengantar Elektronika RESISTOR ( TAHANAN) STIMIK AKBA 2011
Pengantar Elektronika RESISTOR ( TAHANAN) STIMIK AKBA 2011 Pengertian : Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan energi listrik tersebut terus dikembangkan. Kepala Satuan
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Energi merupakan kebutuhan penting bagi manusia, khususnya energi listrik, energi listrik terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengembangan teknologi dalam bidang konstruksi yang semakin maju dewasa ini, tidak akan terlepas dari teknologi atau teknik pengelasan karena mempunyai peranan yang
BAB II KAJIAN LITERATUR
5 BAB II KAJIAN LITERATUR 2.1 Kajian Empiris Pada bab ini dijelaskan tentang penelitian-penelitian terdahulu mengenai matras, metode TRIZ dan metode QFD. 2.1.1 Penelitian Tentang Matras Penelitian tentang
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung, dari bulan Februari 2014 Oktober 2014. 3.2. Alat dan Bahan Alat
BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN
BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN 6.1. Pendahuluan Listrik mengalir dalam suatu rangkaian dengan besar arus tertentu sesuai dengan besarnya tahanan pada rangkaian tersebut. Penghantar atau kabel
BAB II PIRANTI INPUT DAN OUTPUT. Kebakaran adalah suatu fenomena yang terjadi ketika suatu bahan
BAB II PIRANTI INPUT DAN OUTPUT 2. 1. Pendahuluan Kebakaran adalah suatu fenomena yang terjadi ketika suatu bahan mencapai temperatur kritis dan bereaksi secara kimia dengan oksigen, sehingga dapat menghasilkan
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI II LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMP/MTS SEDERAJAT
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI II LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMP/MTS SEDERAJAT 1. USAHA Sebuah benda bermassa 50 kg terletak pada bidang miring dengan sudut kemiringan 30 terhadap bidang horizontal. Jika
PENCEGAHAN KEBAKARAN. Pencegahan Kebakaran dilakukan melalui upaya dalam mendesain gedung dan upaya Desain untuk pencegahan Kebakaran.
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN DESAIN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DAN LEDAKAN INTERNAL PADA REAKTOR DAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN Pencegahan Kebakaran
RANGKAIAN LISTRIK. Kuliah 1 (Umum)
RANGKAIAN LISTRIK Kuliah 1 (Umum) DEFINISI Rangkaian listrik adalah susunan komponenkomponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu.
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS
PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Development Of Cutting Tools Design Simplicia Turmeric By Using TRIZ Method
Performa (2014) Vol. 13, No.2: 151-160 Development Of Cutting Tools Design Simplicia Turmeric By Using TRIZ Method Dendra Febriawan *), Rahmaniyah Dwi Astuti, dan Ilham Priadythama Jurusan Teknik Industri
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lahan di bumi pada saat sekarang ini semakin sempit apabila manusia tidak mengelola dengan optimal dan efisien. Banyak penduduk perkotaan yang membuat komunitas penghijauan
MESIN LISTRIK. 2. JENIS MOTOR LISTRIK Motor berdasarkan bermacam-macam tinjauan dapat dibedakan atas beberapa jenis.
MESIN LISTRIK 1. PENDAHULUAN Motor listrik merupakan sebuah mesin yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik atau tenaga gerak, di mana tenaga gerak itu berupa putaran dari pada
BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan
III-1 BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Perancangan Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan menghasilkan suatu sistem yang dapat mengontrol cahaya pada lampu pijar untuk pencahayaanya
BAB II KOMPONEN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL. Didalam membuat suatu perangkat elektronik dibutuhkan beberapa jenis
BAB II KOMPONEN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL Didalam membuat suatu perangkat elektronik dibutuhkan beberapa jenis komponen. Banyak sedikitnya jenis komponen yang di pakai pada perangkat elektronik tergantung
HANDOUT MATA KULIAH KONSEP DASAR FISIKA DI SD. Disusun Oleh: Hana Yunansah, S.Si., M.Pd.
HANDOUT MATA KULIAH KONSEP DASAR FISIKA DI SD Disusun Oleh: Hana Yunansah, S.Si., M.Pd. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2013 HandOut Mata Kuliah Konsep Dasar Fisika Prodi. PGSD Semester
Bandingkan... vs vs vs vs
Bandingkan... vs vs vs vs Hal yang menarik... Sejak kapan perangkat elektronik tersebut ditemukan? Bagaimana perangkat elektronik tersebut bekerja? Apa yang menjadi kesamaan dari semua perangkat elektronik
BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang
7 BAB II LANDASAN TEORI A. LANDASAN TEORI 1. Pembebanan Suatu mobil dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik selalu dilengkapi dengan alat pembangkit listrik berupa generator yang berfungsi memberikan tenaga
BAB 4 PENGUJIAN, DATA DAN ANALISIS
BAB 4 PENGUJIAN, DATA DAN ANALISIS 4.1 Pengujian Turbin Angin Turbin angin yang telah dirancang, dibuat, dan dirakit perlu diuji untuk mengetahui kinerja turbin angin tersebut. Pengujian yang dilakukan
Dalam materi pembelajaran ini akan dibatas tiga komponen passif yakin
BAB I. KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA ANALOG Elektronika adalah suatu bentuk piranti kelistrikan yang menggunakan arus lemah, sehingga tegangan operasionalnya umummnya menggunakan tegangan rendah. Secara umum
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian ini dengan
BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN
BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN 1. Pengertian Listrik adalah salah satu bentuk energi yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tetapi dapat dirasakan akibat dan manfaatnya. Listrik berasal dari kata electric
I. PENDAHULUAN. Pengembangan energi ini di beberapa negara sudah dilakukan sejak lama.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring perkembangan zaman, ketergantungan manusia terhadap energi sangat tinggi. Sementara itu, ketersediaan sumber energi tak terbaharui (bahan bakar fosil) semakin menipis
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu perkembangan pengaplikasian teknologi yang telah lama
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan teknologi elektronika dewasa ini, sudah sangat maju baik dibidang industri, pertanian, kesehatan, pertambangan, perkantoran, dan lain-lain.
Gambar 11. susunan dan symbol dioda. Sebagai contoh pemassangan dioda pada suatu rangkaian sebagai berikut: Gambar 12. Cara Pemasangan Dioda
4.4. Dioda Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen
