MATERI PELATIHAN GURU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MATERI PELATIHAN GURU"

Transkripsi

1 MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KELAS I KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i

2 Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 Copyright 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendahuluan ii

3 SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt, Kurikulum 2013 secara terbatas mulai dilaksanakan tahun 2013 pada sekolah-sekolah yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan secara selektif. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya untuk merespon berbagai tantangan tantangan internal dan eksternal. Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan. Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum Mudah-mudahan implementasi Kurikulum 2013 ini bisa berjalan dengan baik. Akhirnya, kepada semua pihak yang telah mendedikasikan dirinya dalam mempersiapkan Kurikulum 2013, saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh Pendahuluan iii

4 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Modul Bahan Ajar Pelatihan Implementasi Kurikulum Modul bahan ajar ini merupakan bahan ajar wajib dalam rangka pelatihan calon instruktur, guru inti, dan guru untuk memahami Kurikulum 2013 dan kemudian dalam proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran melalui pelaksanaan terbatas, khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakannya. Pada Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk Kelas I dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida iyah (/MI), Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK). Pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan Kelas XII. Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Pada tahun 2013 pelatihan akan dilakukan bagi pengawas /SMP/SMA/SMK, kepala sekolah /SMP/SMA/SMK, dan guru Kelas I dan IV, guru Kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan guru Kelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, maka BPMPK dan PMP telah menyiapkan 14, sesuai dengan kelas, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan dapat membantu semua pihak menjalankan tugas dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada pejabat dan staf di jajaran BPMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan, widyaiswara, pengawas, kepala sekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan modul-modul tersebut di atas. Jakarta, Juni 2013 Kepala Badan PMPK-PMP Syawal Gultom NIP Pendahuluan iv

5 DAFTAR ISI SAMBUTAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN I PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Pelatihan B. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan C. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai D. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan E. Tahapan, Nara Sumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, untuk Guru, Kepala Sekolah, F. dan Pengawas G. Penilaian H. Panduan Narasumber dan Fasilitator I. Kode Etik Narasumber J. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013 iii iv v Sistematika Modul BAGIAN II SILABUS PELATIHAN A. Silabus Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Silabus Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013 C. Silabus Materi Pelatihan 2: Elemen Perubahan Kurikulum 2013 D. Silabus Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran E. Silabus Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing BAGIAN II MATERI PELATIHAN A Materi Pelatihan 0 Perubahan Mindset B. Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum Rasional 1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 1.3 SKL, KI, dan KD 1.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 B. Materi Pelatihan 2 : Analisis Materi Ajar 2.1Konsep Pendekatan Scientific 2.2Konsep Penilaian Autentik 2.3Analisis Buku Guru dan Siswa C. Materi Pelatihan 3 : Model Rancangan Pembelajaran 3.1 Penyusunan RPP 3.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar D. Materi Pelatihan 4 : Praktik Pembelajaran Terbimbing 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching K Pendahuluan v

6 GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGIAN 1: PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. Tujuan Umum Pelatihan Indikator Umum KetercapaianTujuan Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Tahapan, Narasumber, dan Peserta Pelatihan Struktur Pelatihan Penilaian Panduan Narasumber dan Fasilitator Kode Etik Narasumber Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Sistematika Materi Pelatihan BAGIAN 2: SILABUS A. B. C. D. E. Silabus Perubahan Mindset Silabus Konsep Kurikulum 2013 Silabus Analisis Materi Ajar Silabus Model Rancangan Pembelajaran Silabus Praktik Pembelajaran Terbimbing A. Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum Rasional 1.2 Elemen Perubahan 1.3 SKL, KI, KD 1.4 Strategi Implementasi BAGIAN 3: MATERI PELATIHAN C. Materi Pelatihan 2: Analisis Materi Ajar 2.1 Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu 2.2 Konsep Pendekatan Scientific 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku SIswa D. Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran 1.1 Penyusunan RPP 1.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar E. Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching F. Pendampingan Pendahuluan vi

7 BAGIAN I PENDAHULUAN Pendahuluan 1

8 BAGIAN I PENDAHULUAN Modul Pelatihan ini disiapkan untuk digunakan para Narasumber Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 sesuai dengan kelas, mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Narasumber yang dimaksudkan adalah Narasumber Nasional, Instruktur Nasional, Guru Inti, Kepala Sekolah Inti, dan Pengawas Sekolah Inti. Modul ini memberi panduan bagi para pengguna mengenai (1) Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013; (2) Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013; (3) Panduan Narasumber; (4) Panduan Penilaian; (5) Bahan/Materi Pelatihan untuk masing-masing Mata Pelatihan. Bahan/Materi Pelatihan yang dimaksud meliputi hand-out, lembar kerja/worksheet, bahan tayang baik dalam bentuk slide power point maupun rekaman video. Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMPK dan PMP) telah menetapkan jenjang atau tahapan pelatihan, sasaran pelatihan, dan struktur pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk tahun kalender A. Tujuan Umum Pelatihan Tujuan Umum Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut. 1. Guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum Kepala sekolah mampu mengerahkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum Pengawas sekolah mampu memberikan bantuan teknis secara benar kepada sekolah dalam mengatasi hambatan selama implementasi Kurikulum B. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan Hasil monitoring dan evaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada akhir Tahun Ajaran 2013/2014, menunjukkan di bawah ini. 1. Tujuh puluh persen (70%) guru kelas I, IV, VII, X mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tidak mengalami hambatan biaya, sarana, sumber daya manusia, dan kebijakan sekolah. 3. Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 mendapatkan bantuan secara benar dari pengawas sekolah selama implementasi Kurikulum Pendahuluan 2

9 C. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Berdasarkan Indikator Ketercapaian Tujuan, maka berikut ini kompetensi inti yang harus dicapai peserta setelah mengikuti pelatihan. 1. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum Memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013 (rasional, elemen perubahan, SKL, KI dan KD, serta strategi implementasi). 4. Memiliki keterampilan menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Buku Guru, dan Buku Siswa. 5. Memiliki keterampilan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada Kurikulum Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan Scientific secara benar. 7. Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik dengan benar. 8. Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut, benar, dan santun. D. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah mampu mewujudkan hasil kerja secara kolektif berikut ini. 1. Analisis SKL, KI, KD untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya, selama 1 semester. 2. Analisis buku siswa dan buku guru untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya, selama 1 semester. 3. Contoh RPP untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya, selama 1 semester. 4. Contoh instrumen penilaian untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya, selama 1 semester. E. Tahapan, Narasumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Sasaran akhir dari pelatihan ini adalah guru, kepala sekolah dan pengawas. Mengingat jumlah sasaran akhir pelatihan sangat besar dan sebaran sasaran akhir pelatihan sangat luas, maka pelatihan ini menerapkan strategi pelatihan bertahap atau berjenjang. Tahapan atau jenjang pelatihan, narasumber yang akan bertugas, serta sasaran peserta dapat dijelaskan pada diagram berikut ini. Pendahuluan 3

10 Narasumber: Narasumber Nasional PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL Peserta: Instruktur Nasional Narasumber: Instruktur Nasional Narasumber: Instruktur Nasional Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN GURU INTI PELATIHAN KEPALA SEKOLAH INTI PELATIHAN PENGAWAS INTI Peserta: Guru Inti Peserta: Kepala Sekolah Inti Peserta: Pengawas Inti Narasumber: Guru Inti Narasumber: Kepala Sekolah Inti Narasumber: Pengawas Inti PELATIHAN GURU KELAS/MAPEL PELATIHAN KEPALA SEKOLAH PELATIHAN PENGAWAS Peserta: Guru Kelas/Mapel/BK Peserta: Kepala Sekolah Peserta: Pengawas Diagram 1. Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahapan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dapat dilihat pada diagram 1 di atas. Diagram tersebut menunjukan terdapat 3 tahap pelatihan yaitu:pelatihan Tingkat Nasional, Tingkat Provinsi, dan Tingkat Kabupaten/Kota. Secara keseluruhan terdapat 7 jenis pelatihan, yakni: Pelatihan Instruktur Nasional, Pelatihan Guru Inti, Pelatihan Kepala Sekolah Inti, Pelatihan Pengawas Inti, Pelatihan Guru Kelas/ Mapel, Pelatihan Kepala sekolah, dan Pelatihan Pengawas. Pendahuluan 4

11 F. Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, untuk Guru, Kepala Sekolah, dan PengawasSekolah Tabel 1: Struktur Pelatihan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah No MateriPelatihan 0. PERUBAHAN MINDSET /MI SMP/MTs Kelas I Kelas IV IPA IPS Lainnya SMA/SMK /MA KONSEP KURIKULUM Rasional Elemen Perubahan SKL, KI dan KD Strategi Implementasi 0,5 0, ,5 0, ,5 0, ,5 0, ,5 0, ,5 0, ANALISIS MATERI AJAR Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Konsep Pembelajaran IPS Terpadu Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Penyusunan RPP Perancangan Penilaian Autentik PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Simulasi Pembelajaran Peer Teaching PENDAMPINGAN TES AWAL DAN TES AKHIR TOTAL G. Penilaian Seusai pelatihan, panitia pelatihan akan mengumumkan hasil penilaian peserta. Penilaian meliputi tiga ranah yaitu: sikap pengetahuan, dan keterampilan Pendahuluan 5

12 Penilaian autentik diterapkan di dalam pelatihan ini. Metode penilaian yang diterapkan di dalam penilaian ini meliputi: tes awal; tes akhir; portofolio; dan pengamatan. Setiap calon instruktur nasional, guru inti, kepala sekolah inti, dan pengawas inti dinyatakan lulus apabila mencapai nilai 75 dan memiliki kewenangan untuk melatih. H. Panduan Narasumber dan Fasilitator Narasumber memainkan peran yang sangat penting untuk menjadikan suatu pelatihan yang menarik dan menyenangkan. Jumlah narasumber yang akan bertugas sebanyak 3 (tiga) orang selama proses pelatihan. Narasumber membagi tugas secara bersama-sama dengan prinsip keadilan. Ketika seorang narasumber bertugas memberikan materi pelatihan, maka narasumber lainnya berperan sebagai fasilitator yang membantu dalam menyiapkan perangkat pelatihan, memberikan penjelasan tambahan, dan melakukan penilaian kepada peserta. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang narasumber adalah berikut ini. 1. Memahami isi modul sesuai bidang yang ditugaskan. 2. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan modul dan mematuhi urutan dalam skenario pelatihan yang telah disusun. 3. Memberikan contoh panutan bagi peserta, baik dalam hal disiplin, berperilaku, cara memberikan pertanyaan, cara memberikan umpan balik, memberikan motivasi, maupun penguasaan materi pelatihan. 4. Memanggil nama peserta untuk mengurangi ketegangan. 5. Mengurangi penjelasan definisi, menjawab pertanyaan, dan memberikan konfirmasi, tetapi wajib melibatkan peserta secara aktif dalam mencari, menggali data, menganalisis alternatif temuan, memecahkan masalah, mengambil keputusan atau simpulan. 6. Memotivasi peserta untuk mengambil kesimpulan sendiri, menanyakan argumentasinya mengapa peserta mengambil simpulan itu, menguatkan dan menekankan simpulan itu. 7. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta baik laki-laki maupun perempuanyang memiliki keterbatasan berbicara, yang minoritas, yang pendiam, yang tua, dan sebagainya. 8. Mengaktifkan peserta untuk menjawab pertanyaan peserta lain. 9. Menghindari hal-hal berikut ini. Pendahuluan 6

13 a. b. c. d. e. Menjawab pertanyaan yang tidak dipahami maksudnya. Menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabnya. Menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Terpancing dalam perdebatan dengan peserta yang dapat mengakibatkan habisnya waktu. Berperan sebagai orang yang serba tahu. 10. Mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab peserta sesering mungkin (jangan pertanyaan yang sulit dijawab atau terlalu mudah dijawab peserta). Tugas Narasumber yang Berperan sebagai Fasilitator 1. Menyiapkan alat, sumber, dan media belajar yang diperlukan. 2. Membagi bahan pelatihan kepada peserta sesuai haknya. 3. Melaksanakan penilaian terdiri atas: tes awal, tes akhir,, dan penilaian proses, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 4. Mencatat kehadiran peserta sebagai bagian dari bahan penilaian. 5. Menyerahkan laporan tertulis setiap selesai melakukan pelatihan. I. Kode Etik Narasumber Setiap fasilitator pelatihan wajib menyetujui dan menerapkan kode etik berikut ini. J. 1. Menghormati kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan implementasi Kurikulum Mengacu pada prinsip-prinsip andragogi dalam bersikap dan berperilaku. 3. Menjaga kerahasiaan semua alat penilaian yang akan digunakan. 4. Memberlakukan peserta secara adil dan tidak diskriminatif. 5. Melakukan penilaian secara objektif. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Jenis bahan dan lembar kerja untuk masing-masing materi pelatihan dapat dilihat berikut ini. Beberapa dokumen pelatihan digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan sebagaimana tercermin dalam pengkodean bahan pelatihan. Pendahuluan 7

14 Tabel 2. Daftar dan Pengkodean Materi Pelatihan NO MATERI PELATIHAN PERUBAHAN MINDSET Bahan Tayang Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 KONSEP KURIKULUM 2013 Video Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud Bahan Tayang Rasional Hand-Out PPT-0.1 V-1.1 PPT-1.1 Elemen Perubahan PPT-1.2 SKL, KI, KD PPT-1.3 Strategi Implementasi PPT-1.4 Naskah Kurikulum 2013 SKL, KI, dan KD Contoh Analisis Keterkaitan antara SKL, KI, dan KD 2. KODE Lembar Analisis Keterkaitan SKL, KI, KD Kerja/Rubrik ANALISIS MATERI AJAR HO-1.1/1.2/1.4 HO-1.3/2.1/ 2.4/3.1/3.2 HO-1.3 LK-1.3 Video Pembelajaran di Kelas I V-2.1/4.1 Bahan Tayang Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu PPT PPT Konsep Pendekatan Scientific Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Siswa Lembar Kerja/Rubrik LK Analisis Buku Siswa LK SKL, KI, dan KD Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu R-2.4 HO-1.3/2.1/ 2.4/3.1/3.2 HO Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu HO Konsep Pendekatan Scientific HO Contoh Penerapan Pendekatan scientific dalam Pembelajaran di Kelas I HO Konsep Penilaian Autentik Lembar Kerja/Rubrik PPT-2.4 Analisis Buku Guru Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Siswa Hand-Out PPT-2.3 Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran di Kelas I Analisis Buku Guru Analisis Buku Siswa HO-2.3 HO-2.3/3.2 LK LK Pendahuluan 8

15 NO. MATERI PELATIHAN 3. Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Siswa MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Bahan Tayang Hand-Out Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP yang Telah Dibuat SKL, KI, dan KD Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific Contoh RPP Tematik Kelas I Lembar Kerja/Rubrik 4. Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Telaah RPP Rubrik Penilaian Telaah RPP KODE R-2.4 PPT PPT-3.2 HO-1.3/2.1/ 2.4/3.1/3.2 HO HO HO-2.3/3.2 LK-3.1/3.2 R-3.1/3.2 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Video Video Pembelajaran Bahan Tayang Strategi Pengamatan Tayangan Video Lembar Kerja/Rubrik Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Peer-Teaching Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Rubrik Penilaian Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran V-2.1/4.1 PPT-4.1 PPT PPT LK-4.1 R-4.1 LK-4.2 R-4.2 Keterangan: V PPT HO LK R : : : : : Video Powerpoint Presentation Hand-Out Lembar Kerja Rubrik Catatan Pengkodean: 1. PPT-1.3 artinya bahan presentasi ini digunakan saat menyampaikan Materi Pelatihan 1 (Konsep Kurikulum), Submateri 3 (SKL,KI,KD) Pendahuluan 9

16 2. HO-1.3/2.1/2.4/3.1/3.2 artinya hand-out ini digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan yaitu sebagai berikut: - Materi Pelatihan 1, submateri 3; - Materi Pelatihan 2, submateri 1 dan 4; - Materi Pelatihan 3, submateri 1 dan 2. K. Sistematika Modul Modul pelatihan implementasi kurikulum ini dibagi dalam tiga bagian berikut ini. Bagian I : Pendahuluan Bagian II : Silabus Pelatihan Bagian III : Materi Pelatihan Pendahuluan 10

17 BAGIAN II SILABUS Silabus Pelatihan 11

18 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 JENJANG: /MI KELAS: I (SATU) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013 Silabus Pelatihan 12

19 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: NO 0.1 SUBMATERI PELATIHAN Tantangan Indonesia dalam Abad ke21 0. PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) /MI I (SATU) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimpleme ntasikan Kurikulum INDIKATOR 1. Menunjukkan sikap menerima secara terbuka terhadap perubahan Kurikulum dalam rangka menghadapi tantangan Indonesia dalam Abad ke Menunjukkan sikap menghargai perubahan kurikulum. 3. Merespon KEGIATAN PELATIHAN 1. Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke Curah pendapat membandingkan antara berpikir berbasis kendala (constraintbased thinking) dengan berpikir berbasis kesempatan (opportunitybased thinking) PENILAIAN ASPEK TEKNIK Sikap Menerima, menghargai dan merespon positif perubahan Kurikulum da serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan. Pengamatan BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap JENIS Bahan Tayang DESKRIPSI Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (PPT-0.1) 3. Mendiskusikan cara baru dalam belajar. Silabus Pelatihan 13 WAKTU (JP) 2

20 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR secara positif terhadap cara baru dalam belajar. 4. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan perubahan mindset. KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI 4. Mendiskusikan 6 pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan 5. Tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Silabus Pelatihan 14 WAKTU (JP)

21 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: NO 1.1 SUBMATERI PELATIHAN Rasional 1. KONSEP KURIKULUM 4 JP (@ 45 MENIT) /MI I (SATU) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Memahami secara utuh rasional Kurikulum INDIKATOR 1. Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. KEGIATAN PELATIHAN 1. Mengamati dan menyimak tayangan paparan tentang Kurikulum 2013 oleh Mendikbud. 2. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. 2. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang paparan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum di Indonesia. 3. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP). 3. Menyimpulkan rasional Kurikulum 2013 yang mencakup PENILAIAN ASPEK TEKNIK Sikap Menerima latar belakang alasan perubahan Kurikulum Pengamatan Pengetahuan Memahami secara utuh rasional kurikulum Tes Tertulis BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap Tes Objektif Pilihan Ganda JENIS DESKRIPSI 1. Video Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud (V-1.1) 2. Bahan Tayang Rasional Kurikulum 2013 (PPT-1.1) 3. Hand-out Naskah Kurikulum 2013 (HO-1.1/1.2/1.4) Silabus Pelatihan 15 WAKTU (JP) 0,5

22 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR 4. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. 5. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum. 1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian. 2. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar Proses, dan KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK Sikap Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 Pengamatan Pengetahuan Memahami elemen perubahan Kurikulum 2013 dan hubungannya dengan kompetensi yang Tes Tertulis BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) permasalahan kurikulum 2006 (KTSP), kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal, serta alasan pengembangan kurikulum. 1. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang empat elemen perubahan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum. 2. Menyimpulkan empat elemen perubahan Kurikulum Lembar Pengamatan Sikap Tes Objektif Pilihan Ganda 1. Bahan Tayang Elemen Perubahan Kurikulum 2013 (PPT-1.2) 2. Hand-out Naskah Kurikulum 2013 (HO-1.1/1.2/1.4) Silabus Pelatihan 16 0,5

23 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN Standar Penilaian. SKL, KI dan KD Memahami keterkaitan antara SKL, KI, dan KD pada Kurikulum Bekerja sama dalam menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD. 2. Menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD. ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) dibutuhkan pada masa depan. 3. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. 1.3 PENILAIAN 1. Menyimak paparan SKL, KI, dan KD. 2. Memberi contoh analisis keterkaitan SKL, KI, dan KD. 3. Menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD melalui diskusi kelompok pada format yang sudah disediakan (Tiap kelompok Sikap Bekerja sama dalam kelompok dengan baik dan benar Pengamatan Keterampilan Terampil menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD Penugasan Rubrik penilaian hasil analisis keterkaitan SKL, KI dan KD (R-1.3) Pengetahuan Kemampuan memahami Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda Lembar Pengamatan Sikap 1. Bahan Tayang SKL, KI, dan KD (PPT-1.3) 2. Hand-Out a. SKL, KI, dan KD (HO-1.3/ 2.1/2.4/ 3.1/3.2) b. Contoh Analisis Keterkaitan antara SKl, KI, dan KD (HO-1.3) 3. Lembar Kerja Analisis Keterkaitan SKL, KI, dan KD Silabus Pelatihan 17 2

24 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR PENILAIAN KEGIATAN PELATIHAN ASPEK menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD yang akan dijadikan dasar dalam membuat RPP) konsep SKL, KI, dan KD serta keterkaitan antara ketiga kompetensi tersebut. TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) (LK-1.3 ) 4. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok. 5. Menilai hasil kerja kelompok lain. 1.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum Berkomunikasi dengan bahasa yang runtut dan komunikatif untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi 1. Diskusi kelas untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum Merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi kelas. 3. Mengkomunikasi kan hasil diskusi Sikap Berkomunikasi dengan bahasa yang santun, sistematis, dan komunikatif dalam meyampaikan ide-ide. Pengamatan Pengetahuan Memahami elemen- Tes Tertulis Lembar Pengamatan Sikap 1. Bahan Tayang Strategi Implementasi Kurikulum (PPT-1.4) 2. Hand-out Naskah Kurikulum 2013 (HO-1.1/1.2/1.4) Tes Objektif Pilihan Ganda Silabus Pelatihan 18 1

25 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR Kurikulum KEGIATAN PELATIHAN kelas. PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI elemen penting strategi implementasi Kurikulum Silabus Pelatihan 19 WAKTU (JP)

26 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: NO 2.1 SUBMATERI PELATIHAN Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu 2. ANALISIS MATERI AJAR 12 JP 45 MENIT) /MI I (SATU) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mendeskripsikan konsep pembelajaran Tematik Terpadu. INDIKATOR 1. Menerima konsep pembelajaran Tematik Terpadu dan menghargai pendapat orang lain. 2. Menjelaskan konsep pembelajaran Tematik Terpadu. KEGIATAN PELATIHAN 1. Mengamati tayangan video PBM tematik dan video PBM Tematik Terpadu. 2. Membandingkan antara pembelajaran tematik dengan Tematik Terpadu melalui diskusi kelompok. 3. Melakukan tanya jawab tentang konsep pembelajaran PENILAIAN BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN ASPEK TEKNIK JENIS DESKRIPSI Sikap Menerima konsep pembelajaran Tematik Terpadu dan menghargai pendapat orang lain. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. Video a. Pembelajaran tematik di kelas I (V-2.1) b. Pembelajaran Tematik Terpadudi kelas I (V-2.1/4.1) Keterampilan Terampil menganalisis keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP. Penugasan Rubrik penilaian hasil analisis keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP (R-2.1) 2. Bahan Tayang a. Konsep pembelajaran Tematik Terpadu (PPT-2.1-1) b. Implementasi pembelajaran Tematik Terpadu (PPT-2.1-2) Silabus Pelatihan 20 WAKTU (JP) 2

27 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN Tematik Terpadu. 4. Menyimpulkan konsep pembelajaran Tematik Terpadu. 2.2 Konsep Pendekatan Scientific Mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran 3. Menjelaskan pemetaan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran Tematik Terpadu. 5. Mendiskusikan hasil pemetaan KD dan indikator pembelajaran Tematik Terpadu. 4. Menjelaskan keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP. 6. Mendiskusikan keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP. 1. Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai 1. Mengkaji pendekatan scientific mengacu pada tayangan video PENILAIAN ASPEK TEKNIK Pengetahuan Konsep pembelajaran Tematik Terpadu. Tes Tertulis BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN Tes Objektif Pilihan Ganda JENIS 3. Hand out DESKRIPSI a. b. c. Sikap Menerima konsep pendekatan scientific dan Pengamatan Lembar pengamatan sikap WAKTU (JP) SKL, KI, dan KD (HO-1.3/ 2.1/2.4/ 3.1/3.2) Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu (HO-2.1-1) Implementasi pembelajaran Tematik Terpadu (HO-2.1-2) 4. Lembar Kerja Analisis keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP (LK-2.1) 1. Bahan Tayang a. Konsep pendekatan scientific (PPT-2.2-1) b. Contoh Silabus Pelatihan 21 2

28 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Tematik Terpadu INDIKATOR pendapat orang lain. KEGIATAN PELATIHAN Tematik Terpadu melalui diskusi kelompok 2. Menjelaskan konsep pendekatan scientific 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar 3. Menjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu. 2. Mendiskusikan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu. 1. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madrasah dan menghargai 1. Menyajikan kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk penilaian PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS menghargai pendapat orang lain. Pengetahuan Konsep pendekatan scientific dan penerapannya dalam pembelajaran Tematik Terpadu. Tes tertulis Sikap Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ Pengamatan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu (PPT-2.2-2) Tes Objektif Pilihan Ganda Lembar pengamatan sikap DESKRIPSI WAKTU (JP) 2. Hand out a. Pendekatan scientific (HO-2.2-1) b. Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu (HO-2.2-2) 1. Bahan Tayang a. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (PPT-2.3) b. Contoh Silabus Pelatihan 22 2

29 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR pendapat orang lain. 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman 1. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KEGIATAN PELATIHAN autentik. 2. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 2. Mendiskusikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 1. Ketelitian dan keseriusan menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL, KI, 1. Peserta pelatihan menilai buku guru dan buku siswa. PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS madrasah dan menghargai pendapat orang lain. Pengetahuan Konsep penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu. Tes tertulis Sikap Teliti dan serius dalam bekerja baik secara mandiri Pengamatan Tes Objektif Pilihan Ganda Lembar pengamatan sikap DESKRIPSI WAKTU (JP) penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu (PPT-2.3/3.2) 2. Hand out a. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (HO-2.3) b. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu (HO-2.3/3.2) 1. Bahan Tayang Analisis buku guru dan buku siswa (PPT-2.4) 2. Hand-out SKL, KI, dan KD (HO-1.3/ 2.1/ Silabus Pelatihan 23 6

30 NO SUBMATERI PELATIHAN Materi) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN KI, dan KD. INDIKATOR dan KD. 2. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD. 2. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. KEGIATAN PELATIHAN 2. Diskusi kelompok membahas hasil penilaian buku guru dan buku siswa. 3. Mencermati format analisis buku guru dan buku siswa. 3. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. 4. Mendeskripsikan kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa secara kelompok. 4. Menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar Tematik Terpadu, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan 5. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan standar proses, pendekatan Tematik Terpadu, dan standar penilaian yang PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN maupun berkelompok. Keterampilan Terampil menganalisis buku guru dan siswa. JENIS DESKRIPSI 2.4/ 3.1/3.2) Penugasan Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (R-2.4) 3. Lembar Kerja a. Analisis Buku Guru (LK-2.4-1) b. Analisis Buku Siswa (LK-2.4-2) Silabus Pelatihan 24 WAKTU (JP)

31 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN dalam buku. diintegrasikan dalam buku melalui diskusi kelompok. 3. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 5. Menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa. 6. Membaca isi materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa melalui belajar mandiri. 4. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. 6. Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. 7. Membuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari secara berkelompok. PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI Silabus Pelatihan 25 WAKTU (JP)

32 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI 8. Mempresentasi kan hasil analisis buku guru dan buku siswa (perwakilan kelompok). 5. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 7. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 9. Menyimpulkan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Silabus Pelatihan 26 WAKTU (JP)

33 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: NO 3.1 SUBMATERI PELATIHAN Penyusunan RPP 3. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@ 45 MENIT) /MI I (SATU) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Menyusun RPP Tematik Terpadu yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbang kan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun intelektual INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. 1. Peserta pelatihan menilai RPP yang dibawa oleh peserta lain. 2. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP Tematik Terpadu. 2. Mendiskusikan rambu-rambu penyusunan RPP Tematik Terpadu yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific. 3. Menyusun RPP Tematik Terpadu yang sesuai dengan SKL, KI dan KD; Standar 3. Menyusun RPP Tematik Terpadu yang sesuai dengan SKL, KI, dan KD; Standar PENILAIAN BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN ASPEK TEKNIK Sikap Tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap Keterampilan Menyusun RPP pembelajaran Tematik Terpadu dengan pendekatan scientific Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3.1/3.2) Pengetahuan RPP pembelajaran tematik yang Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda JENIS DESKRIPSI 1. Bahan Tayang a. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific (PPT-3.1-1) b. Panduan tugas telaah RPP (PPT-3.1-2) 2. Hand out a. SKL, KI, dan KD (HO-1.3/ 2.1/2.4/ 3.1/3.2) b. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar Silabus Pelatihan 27 WAKTU (JP) 5

34 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR Proses; dan pendekatan scientific. 4. Menelaah RPP Tematik Terpadu KEGIATAN PELATIHAN Proses; dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester I) secara berkelompok. PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS menerapkan pendekatan scientific DESKRIPSI WAKTU (JP) Proses dan pendekatan scientific (HO-3.1-1) c. Contoh RPP Tematik Terpadu kelas I (HO-3.1-2) 4. Mendiskusikan format telaah RPP. 3. Lembar Kerja Telaah RPP 1. Bahan Tayang a. Contoh penerapan (LK-3.1/3.2) 5. Menelaah RPP yang disusun kelompok lain sesuai format telaah. 6. Merevisi RPP berdasarkan hasil telaah. 7. Mempresentasi kan hasil RPP yang sudah direvisi (sampel). 3.2 Perancangan Penilaian Merancang penilaian 1. Menunjukkan sikap tanggung 1. Mendiskusikan dan melakukan Sikap Tanggung Pengamatan Lembar Pengamatan Silabus Pelatihan 28 3

35 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Autentik pada Proses dan Hasil Belajar autentik pada proses dan hasil belajar INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN dan kreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes. jawab dan kreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. 2. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 2. Mendiskusikan tentang kaidah merancang penilaian autentik berbentuk tes dan nontes, termasuk portofolio. Keterampilan Merancang penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu. Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3.1/3.2) Pengetahuan Penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu. Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3. Menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu. 3. Kerja kelompok menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu. 4. Menelaah rancangan 4. Menelaah rancangan JENIS Sikap DESKRIPSI penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu (PPT-2.3/3.2) b. Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP yang telah dibuat (PPT-3.2) 2. Hand out a. SKL, KI, dan KD (HO-1.3/ 2.1/2.4/ 3.1/3.2) b. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Tematik Terpadu (HO-2.3/3.2) Silabus Pelatihan 29 WAKTU (JP)

36 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR penilaian autentik pada proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP. 5. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI penilaian autentik pada RPP yang telah disusun. 5. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun berdasarkan hasil telaah. 6. Mempresentasi kan rancangan penilaian proses dan hasil belajar yang sudah direvisi (sampel). Silabus Pelatihan 30 WAKTU (JP)

37 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: NO 4.1 SUBMATERI PELATIHAN Simulasi Pembelajaran 4. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 22 JP 45 MENIT) /MI I (SATU) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mengkaji pelaksanaan pembelajaran Tematik Terpadu yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran. 1. Mengamati tayangan video pembelajaran Tematik Terpadu. 2. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. 2. Melalui diskusi, menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik. 3. Menyimpulkan alur pembelajaran 3. Menyimpulkan alur pembelajaran PENILAIAN ASPEK TEKNIK Sikap Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran Pengamatan Keterampilan Menganalisis pembelajaran pada tayangan video. Penugasan Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan Tes Tertulis BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap Rubrik Penilaian Analisis pembelajaran pada tayangan video (R-4.1) JENIS DESKRIPSI 1. Video Pembelajaran Tematik Terpadu di kelas I (V-2.1/4.1) 2. Bahan Tayang Strategi pengamatan video pembelajaran (PPT-4.1) 3. Lembar Kerja Analisis pembelajaran pada tayangan video (LK-4.1) Tes Objektif Pilihan Ganda Silabus Pelatihan 31 WAKTU (JP) 8

38 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual 4.2 Peer Teaching Melaksanakan pembelajaran Tematik Terpadu yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati, menanya, INDIKATOR Tematik Terpadu yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. KEGIATAN PELATIHAN Tematik Terpadu yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. 4. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. 4. Merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran. 1. Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. 1. Menginformasi kan panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching. 2. Melaksanakan 2. Menjelaskan PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) scientific dan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Tematik Terpadu. 5. Mempresentasi kan contoh RPP untuk kegiatan peer teaching. Sikap Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap Keterampilan Melaksana- Penugasan Rubrik penilaian 1. Bahan Tayang a. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching (PPT-4.2-1) b. Instrumen penilaian Silabus Pelatihan 32 14

39 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual. INDIKATOR peer teaching pembelajaran Tematik Terpadu yang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik. KEGIATAN PELATIHAN garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran 3. Mempersiapkan pelaksanaan peer teaching berdasarkan RPP yang telah disusun. 4. Mempraktikkan pembelajaran Tematik Terpadu melalui peer teaching secara individual. 3. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. PENILAIAN ASPEK TEKNIK kan pembelajaran Tematik Terpadu yang menerapkan pendekatan scientific. Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS pelaksanaan pembelajaran (R-4.2) pelaksanaan pembelajaran (PPT-4.2-2) 2. Lembar Kerja Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda DESKRIPSI Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (LK-4.2) 5. Menilai kegiatan peer teaching menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran 6. Melakukan Silabus Pelatihan 33 WAKTU (JP)

40 NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BAHAN PELATIHAN BENTUK INSTRUMEN JENIS DESKRIPSI refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. Silabus Pelatihan 34 WAKTU (JP)

41 BAGIAN III MATERI PELATIHAN PERUBAHAN MINDSET KONSEP KURIKULUM 2013 ANALISIS MATERI AJAR MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 35

42 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: TAHAPAN PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) /MI I DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU KEGIATAN PERSIAPAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya. KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian Peserta 15 Menit Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset KEGIATAN INTI Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika agar saling mengenal, serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Perubahan Mindset 60 Menit Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke Menit (mengapa kita harus berubah). Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala 15 menit (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based). Mendiskusikan cara baru dalam belajar. 10 Menit KEGIATAN Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang 20 Menit harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang lima tantangan pendidikan tinggi. Membuat rangkuman materi pelatihan Perubahan Mindset 15 Menit PENUTUP Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 36

43 Materi Pelatihan : 0.1 Perubahan Mindset Langkah Kegiatan Inti Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab Curah Pendapat Diskusi Diskusi Dilanjutkan Tanya Jawab 30 Menit 15 Menit 10 Menit 35 Menit Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab Perkenalan, fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset. Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika agar saling mengenal, serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Tanya jawab tentang Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (mengapa kita harus berubah). Curah Pendapat Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based). Diskusi Diskusi cara baru dalam belajar Diskusi, Tanya Jawab, dan Penutup Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi, diakhiri membuat rangkuman, refleksi, dan umpan balik. Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 37

44 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 38

45 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 39

46 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 40

47 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 41

48 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 42

49 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 43

50 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 44

51 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 45

52 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 46

53 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 47

54 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 48

55 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 49

56 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 50

57 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 51

58 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 52

59 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 53

60 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 54

61 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 55

62 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 56

63 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 57

64 Materi Pelatihan Perubahan Mindset Kelas I 58

65 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM Rasional 1.2 Elemen Perubahan 1.3 SKL, KI, dan KD 1.4 Strategi Implementasi Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 59

66 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: B. LINGKUP MATERI C. memahami secara utuh rasional dan elemen perubahan Kurikulum 2013; memahami keterkaitan antara SKL, KI, dan KD pada Kurikulum 2013; dan memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum Rasional Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Nasional Pendidikan a. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) b. Standar Isi yang berisi Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) c. Standar Proses d. Standar Penilaian Strategi Implementasi Kurikulum 2013 INDIKATOR 1. Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. 2. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. 3. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP). 4. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. 5. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum. 6. Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian. 7. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian. 8. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. 9. Menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD dalam bentuk kerja sama dengan yang lain. 10. Menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD. 11. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013 dengan bahasa yang runtut dan komunikatif. 12. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 60

67 D. PERANGKAT PELATIHAN 1. Video Rasional Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2. Bahan Tayang a. b. c. d. Rasional Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) Strategi Implementasi Kurikulum Lembar Kerja Analisis SKL, KI, dan KD 4. Hand-out 5. a. Contoh Keterkaitan SKL, KI, KD b. Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) ATK Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 61

68 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: KELAS: TAHAPAN KEGIATAN 1. KONSEP KURIKULUM 4 JP (@ 45 MENIT) /MI I DESKRIPSI KEGIATAN PERSIAPAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya. KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian Peserta WAKTU 15 Menit Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Konsep Kurikulum. Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika agar saling mengenal, serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. KEGIATAN INTI 1.1 Rasional 25 Menit Penayangan Video Mendikbud tentang Paparan Kurikulum Menit dengan menggunakan V-1.1 Pemaparan oleh fasilitator tentang Rasional Kurikulum 2013 dengan 10 Menit menggunakan PPT-1.1 Tanya jawab tentang Rasional Kurikulum 2013 yang mencakup: 5 Menit permasalahan kurikulum 2006 (KTSP), kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dan kondisi ideal, serta alasan pengembangan kurikulum dilanjutkan dengan menyimpulkan. 1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 20 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Elemen Perubahan Kurikulum 10 Menit yang mencakup SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian dan hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan dengan menggunakan PPT-1.2 Tanya jawab tentang Elemen Perubahan Kurikulum, kemudian 10 Menit Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 62

69 fasilitator menyimpulkannya. ICE BREAKER 5 Menit 1.3 SKL, KI, dan KD 60 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang SKL, KI, dan KD dengan 10 Menit menggunakan PPT-1.3 Memberi contoh analisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD dengan 5 Menit menggunakan HO-1.3 Kerja kelompok untuk menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD 30 Menit yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK-1.3 Presentasi hasil kerja kelompok, sementara kelompok lainnnya 15 Menit memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok. 1.4 Strategi Implementasi Kurikulum Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Strategi Implementasi Kurikulum 10 Menit 2013 dengan menggunakan PPT-1.4 Diskusi kelas tentang Elemen-elemen Penting Strategi Implementasi 20 Menit Kurikulum 2013, kemudian merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi. KEGIATAN PENUTUP Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok. 10 Menit Membuat rangkuman materi pelatihan Konsep Kurikulum. 15 Menit Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 63

70 Submateri Pelatihan : 1.1 Rasional Kurikulum 2013 Langkah Kegiatan Inti Penayangan Video Mendiknas Pemaparan Rasional Kurikulum 2013 dengan menggunakan PPT-1.1 Tanya Jawab 10 Menit 10 Menit 5 Menit Penayangan Video Video tentang Rasionalisasi Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan selama 10 menit. Aktivitas selama penayangan video: peserta diminta mencatat butir-butir penting yang disampaikan Mendikbud dalam video tersebut. Tanya Jawab Pertanyaan tentang Rasional Kurikulum 2013 yang mencakup: a. permasalahan kurikulum 2006 (KTSP), b. kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dan kondisi ideal, c. alasan pengembangan kurikulum dilanjutkan dengan menyimpulkan. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 64

71 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 65

72 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 66

73 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 67

74 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 68

75 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 69

76 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 70

77 HO-1.1/1.2/1.4 I. RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 A. LATAR BELAKANG PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. B. RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. 1. Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 71

78 Terkait dengan tantangan internal pertama, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai ke delapan standar yang telah ditetapkan. (Gambar 1). Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah Gambar 1 Terkait dengan perkembangan penduduk, M usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar M usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi M yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban (Gambar 2). Gambar 2 2. Tantangan Eksternal Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 72

79 Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka. Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan Kompetensi Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA Masalah lingkungan hidup Kemajuan teknologi informasi Konvergensi ilmu dan teknologi Ekonomi berbasis pengetahuan Kebangkitan industri kreatif dan budaya Pergeseran kekuatan ekonomi dunia Pengaruh dan imbas teknosains Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan Materi TIMSS dan PISA Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas dalam kehidupan Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Persepsi Masyarakat Fenomena Negatif yang Mengemuka Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi Neurologi Psikologi Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..) Gejolak masyarakat (social unrest) Gambar 3 3. Penyempurnaan Pola Pikir Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir. Pergeseran itu meliputi proses pembelajaran sebagai berikut: a. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. b. Dari satu arah menuju interaktif. c. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. d. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. e. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. f. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. g. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan. h. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru. i. Dari alat tunggal menuju alat multimedia. j. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. k. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan. l. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak. m. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. n. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. o. Dari pemikiran faktual menuju kritis. p. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. Sejalan dengan itu, perlu dilakukan penyempurnaan pola pikir dan penggunaan pendekatan baru dalam perumusan Standar Kompetensi Lulusan. Perumusan SKL di dalam KBK 2004 dan KTSP Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 73

80 2006 yang diturunkan dari SI harus diubah menjadi perumusan yang diturunkan dari kebutuhan. Pendekatan dalam penyusunan SKL pada KBK 2004 dan KTSP 2006 dapat dilihat di Gambar 4 dan penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum dapat dilihat di Tabel 1. Tabel 1 4. Penguatan Tata Kelola Kurikulum Pada Kurikulum 2013, penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik, tujuan pendidikan nasional, dan kebutuhan. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus, tapi disusun pada tingkat nasional. Guru lebih diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru. Perbandingan kerangka kerja penyusunan kurikulum dapat dilihat pada Gambar 5. Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PROSES PEDOMAN SILABUS SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan STANDAR PENILAIAN PEDOMAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Oleh Satuan Pendidikan Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU Oleh Satuan Pendidikan BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) 1 Gambar 5 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 74

81 Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di, SMP, dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar Isi. Di samping itu, dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan KTSP, ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menunjukkan bahwa banyak kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru, dan kalau diajarkan kepada siswa sulit dicapai oleh siswa. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran, sulit dijabarkan ke penilaian, sulit diajarkan karena terlalu kompleks, dan sulit diajarkan karena keterbatasan sarana, media, dan sumber belajar. Untuk menjamin ketercapaian kompetensi sesuai dengan yang telah ditetapkan dan untuk memudahkan pemantauan dan supervisi pelaksanaan pengajaran, perlu diambil langkah penguatan tata kelola antara lain dengan menyiapkan pada tingkat pusat buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari buku pegangan siswa dan buku pegangan guru. Karena guru merupakan faktor yang sangat penting di dalam pelaksanaan kurikulum, maka sangat penting untuk menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan. Untuk menjamin keterlaksanaan implementasi kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran, juga perlu diperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah. 5. Pendalaman dan Perluasan Materi Berdasarkan analisis hasil PISA 2009, ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA, hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja, sementara negara lain yang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam). Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi yang dapat disimpulkan dari hasil studi ini, hanya satu, yaitu yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman (Gambar 6). Gambar 6 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 75

82 Analisis hasil TIMSS tahun 2007 dan 2011 di bidang matematika dan IPA untuk peserta didik kelas 2 SMP juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Untuk bidang matematika, lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah, sementara misalnya di Taiwan hampir 50% peserta didiknya mampu mencapai level tinggi dan advance. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau yang distandarkan di tingkat internasional (Gambar 7). Gambar 7 Untuk bidang IPA, pencapaian peserta didik kelas 2 SMP juga tidak jauh berbeda dengan pencapaian yang mereka peroleh untuk bidang matematika. Hasil studi pada tahun 2007 dan 2011 menunjukkan bahwa lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah, sementara hampir 40% peserta didik Taiwan mampu mencapai level tinggi dan lanjut (advanced). Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa apa yang diajarkan kepada peserta didik di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau distandarkan di tingkat internasional. (Gambar 8). Gambar 8 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 76

83 Hasil studi internasional untuk reading dan literacy (PIRLS) yang ditujukan untuk kelas IV juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil studi untuk tingkat SMP seperti yang dipaparkan terdahulu. Dalam hal membaca, lebih dari 95% peserta didik Indonesia di kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Hal ini juga menunjukkan bahwa apa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan dan distandarkan pada tingkat internasional (Gambar 9). Gambar 9 Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS dan PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori, yaitu: - low mengukur kemampuan sampai level knowing - intermediate mengukur kemampuan sampai level applying - high mengukur kemampuan sampai level reasoning - advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information. Tabel 2 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 77

84 Analisis lebih jauh untuk membandingkan kurikulum IPA SMP kelas VIII yang ada di Indonesia dengan materi yang terdapat di TIMSS menunjukkan bahwa terdapat beberapa topik yang sebenarnya belum diajarkan di kelas VIII SMP (Tabel 2). Hal yang sama juga terdapat di kurikulum matematika kelas VIII SMP di mana juga terdapat beberapa topik yang belum diajarkan di kelas XIII. Lebih parahnya lagi, malah terdapat beberapa topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi peserta didik kelas VIII SMP menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam TIMSS (Tabel 3). Tabel 3 Hal yang sama juga terjadi di kurikulum matematika kelas IV pada studi internasional di mana juga terdapat topik yang belum diajarkan pada kelas IV dan topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini, seperti bisa dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 78

85 Dalam kaitan itu, perlu dilakukan langkah penguatan materi dengan mengevaluasi ulang ruang lingkup materi yang terdapat di dalam kurikulum dengan cara meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi peserta didik, mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional. Di samping itu juga perlu dievaluasi ulang tingkat kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional dan menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 79

86 II. TUJUAN KURIKULUM Tujuan Pendidikan nasional sebagaimana telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Secara singkatnya, undang-undang tersebut berharap pendidikan dapat membuat peserta didk menjadi kompeten dalam bidangnya. Di mana kompeten tersebut, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang telah disampaikan di atas, harus mencakup kompetensi dalam ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan pasal 35 undang-undang tersebut. Sejalan dengan arahan undang-undang tersebut, telah pula ditetapkan visi pendidikan tahun 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Cerdas yang dimaksud disini adalah cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual dan cerdas sosial/emosional dalam ranah sikap, cerdas intelektual dalam ranah pengetahuan, serta cerdas kinestetis dalam ranah keterampilan. Dengan demikian Kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah instrumen pendidikan untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 80

87 III. KERANGKA DASAR KURIKULUM 2013 Kerangka dasar adalah pedoman yang digunakan untuk mengembangkan dokumen kurikulum, implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum. Kerangka Dasar juga digunakan sebagai pedoman untuk mengembangkan kurikulum tingkat nasional, daerah, dan KTSP. A. LANDASAN KURIKULUM 2013 Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan kurikulum baru, landasan filosofis, dan landasan empirik. Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum dan yang mengharuskan adanya pengembangan kurikulum baru. Landasan filosofis adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses. Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku di lapangan. 1. Landasan Yuridis Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Lebih lanjut, pengembangan Kurikulum 2013 diamanatkan oleh Rencana Pendidikan Pendidikan Menengah Nasional (RJPMN). Landasan yuridis pengembangan Kurikulum 2013 lainnya adalah Instruksi Presiden Republik Indonesia tahun 2010 tentang Pendidikan Karakter, Pembelajaran Aktif dan Pendidikan Kewirausahaan. 2. Landasan Filosofis Secara singkat kurikulum adalah untuk membangun kehidupan masa kini dan masa akan datang bangsa, yang dikembangkan dari warisan nilai dan pretasi bangsa di masa lalu, serta kemudian diwariskan serta dikembangkan untuk kehidupan masa depan. Ketiga dimensi kehidupan bangsa, masa lalu-masa sekarang-masa yang akan datang, menjadi landasan filosofis pengembangan kurikulum. Pewarisan nilai dan pretasi bangsa di masa lampau memberikan dasar bagi kehidupan bangsa dan individu sebagai anggota masyarakat, modal yang digunakan dan dikembangkan untuk membangun kualitas kehidupan bangsa dan individu yang diperlukan bagi kehidupan masa kini, dan keberlanjutan kehidupan bangsa dan warganegara di amsa mendatang. Dengan tiga dimensi kehidupan tersebut kurikulum selalu menempatkan peserta didik dalam lingkungan sosial-budayanya, mengembangkan kehidupan individu peserta didik sebagai warganegara yang tidak kehilangan kepribadian dan kualitas untuk kehidupan masa kini yang lebih baik, dan membangun kehidupan masa depan yang lebih baik lagi. 3. Landasan Empiris Pada saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah bayang-bayang resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut 5,7%, 5,5%, Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 81

88 6,3%, 2008: 6,4% ( Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara negara ASEAN sebesar 6,5 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, dalam Rapat Paripurna DPR, 31/05/2012). Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Generasi muda berjiwa wirausaha yang tangguh, kreatif, ulet, jujur, dan mandiri, sangat diperlukan untuk memantapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Generasi seperti ini seharusnya tidak muncul karena hasil seleksi alam, namun karena hasil gemblengan pada tiap jenjang satuan pendidikan dengan kurikulum sebagai pengarahnya. Sebagai negara bangsa yang besar dari segi geografis, suku bangsa, potensi ekonomi, dan beragamnya kemajuan pembangunan dari satu daerah ke daerah lain, sekecil apapun ancaman disintegrasi bangsa masih tetap ada. Maka, kurikulum harus mampu membentuk manusia Indonesia yang mampu menyeimbangkan kebutuhan individu dan masyarakat untuk memajukan jatidiri sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan kebutuhan untuk berintegrasi sebagai satu entitas bangsa Indonesia. Dewasa ini, kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan dan kasus pemaksaan kehendak sering muncul di Indonesia. Kecenderungan ini juga menimpa generasi muda, misalnya pada kasus-kasus perkelahian massal. Walaupun belum ada kajian ilmiah bahwa kekerasan tersebut berhulu dari kurikulum, namun beberapa ahli pendidikan dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa salah satu akar masalahnya adalah implementasi kurikulum yang terlalu menekankan aspek kognitif dan keterkungkungan peserta didik di ruang belajarnya dengan kegiatan yang kurang menantang peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum perlu direorientasi dan direorganisasi terhadap beban belajar dan kegiatan pembelajaran yang dapat menjawab kebutuhan ini. Berbagai elemen masyarakat telah memberikan kritikan, komentar, dan saran berkaitan dengan beban belajar siswa, khususnya siswa sekolah dasar. Beban belajar ini bahkan secara kasatmata terwujud pada beratnya beban buku yang harus dibawa ke sekolah. Beban belajar ini salah satunya berhulu dari banyaknya matapelajaran yang ada di tingkat sekolah dasar. Maka, kurikulum pada tingkat sekolah dasar perlu diarahkan kepada peningkatan 3 (tiga) kemampuan dasar, yakni baca, tulis, dan hitung, dan pembentukan karakter. Berbagai kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang, manipulasi, termasuk masih adanya kecurangan di dalam Ujian Nasional menunjukkan mendesaknya upaya menumbuhkan budaya jujur dan antikorupsi melalui kegiatan pembelajaran di dalam satuan pendidikan. Maka, kurikulum harus mampu memandu upaya karakterisasi nilai-nilai kejujuran pada peserta didik. Pada saat ini, upaya pemenuhan kebutuhan manusia telah secara nyata mempengaruhi secara negatif lingkungan alam. Pencemaran, semakin berkurangnya sumber air bersih adanya potensi rawan pangan pada berbagai beahan dunia, dan pemanasan global merupakan tantangan yang harus dihadapi generasi muda di masa kini dan di masa yang akan datang. Kurikulum seharusnya juga diarahkan untuk membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan alam dan menumbuhkan kemampuan untuk merumuskan pemecahan masalah secara kreatif terhadap isu-isu lingkungan dan ketahanan pangan. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 82

89 Dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai, mutu pendidikan Indonesia harus terus ditingkatkan. Hasil riset PISA (Program for International Student Assessment), studi yang memfokuskan pada literasi bacaan, matematika, dan IPAmenunjukkan peringkat Indonesia baru bisa menduduki 10 besar terbawah dari 65 negara. Hasil Riset TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) menunjukkan siswa Indonesia berada pada rangking amat rendah dalam kemampuan (1) memahami informasi yang komplek, (2) teori, analisis dan pemecahan masalah, (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah dan (4) melakukan investigasi. Hasil-hasil ini menunjukkan perlu ada perubahan orientasi kurikulum, dengan tidak membebani peserta didik dengan konten namun pada aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga negara untuk berperanserta dalam membangun negaranya pada abad Landasan Teoritik Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standar (standardbased education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi. Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara untuk suatu jenjang pendidikan. Standar bukan kurikulum dan kurikulum dikembangkan agar peserta didik mampu mencapai kualitas standar nasional atau di atasnya. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan dikembangkan menjadi Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan yaitu SKL /MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK. Kompetensi adalah kemampuan sesorang untuk bersikap, menggunakan pengetahuan dan ketrampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat, dan lingkungan dimana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kemampuan yang dirumuskan dalam SKL. Hasil dari pengalaman belajar tersebut adalah hasil belajar peserta didik yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan dalam SKL. B. KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013 Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes-based curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum dartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik. Kompetensi untuk Kurikulum 2013 dirancang sebagai berikut: 1. Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 83

90 2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa aktif. 3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu tema untuk /MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK. 4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan menengah diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah pada kemampuan intelektual (kemampuan kognitif tinggi). 5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti. 6. Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). 7. Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (/MI) atau satu kelas dan satu mata pelajaran (SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut. 8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk mata pelajaran dan kelas tersebut. C. PROSES PEMBELAJARAN Proses pembelajaran Kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intra-kurikuler dan pembelajaran ekstra-kurikuler. 1. Pembelajaran intra kurikuler didasarkan pada prinsip berikut: a. Proses pembelajaran intra-kurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah, dan masyarakat. b. Proses pembelajaran di /MI berdasarkan tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru. c. Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif untuk menguasai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada tingkat yang memuaskan (excepted). d. Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten kompetensi yaitu pengetahuan yang merupakan konten yang bersifat mastery dan diajarkan secara langsung (direct teaching), ketrampilan kognitif dan psikomotorik adalah konten yang bersifat developmental yang dapat dilatih (trainable) dan diajarkan secara langsung (direct teaching), Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 84

91 sedangkan sikap adalah konten developmental dan dikembangkan melalui proses pendidikan yang tidak langsung (indirect teaching). e. Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmentaldilaksanakan berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya, dan saling memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya. f. Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan belajar yang terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak langsung bukan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) karena sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tidak langsung harus tercantum dalam silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru. g. Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulis), menganalis (menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun cerita/konsep), mengkomunikasikan (lisan, tulis, gambar, grafik, tabel, chart, dan lain-lain). h. Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kelemahan yang ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan, dan tugas setiap peserta didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok atau kelas sesuai dengan hasil analisis jawaban peserta didik. i. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan. 2. Pembelajaran ekstrakurikuler Pembelajaran ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas yang dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara rutin setiap minggu. Kegiatan ekstra-kurikuler terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib. Kegiatan ekstrakurikuler wajib dinilai yang hasilnya digunakan sebagai unsur pendukung kegiatan intrakurikuler. D. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Pengembangan kurikulum didasarkan pada prinsip-prinsip berikut: 1. Kurikulum bukan hanya merupakan sekumpulan daftar mata pelajaran karena mata pelajaran hanya merupakan sumber materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi. 2. Kurikulum didasarkan pada standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program pendidikan. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah mengenai Wajib Belajar 12 Tahun maka Standar Kompetensi Lulusan yang menjadi dasar Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 85

92 pengembangan kurikulum adalah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan selama 12 tahun. 3. Kurikulum didasarkan pada model kurikulum berbasis kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, ketrampilan berpikir, ketrampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. 4. Kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kompetensi Dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik (mastery learning) sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi. 5. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat. 6. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar. 7. Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni. 8. Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan. 9. Kurikulum harus diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 10.Kurikulum didasarkan kepada kepentingan nasional dan kepentingan daerah. 11.Penilaian hasil belajar ditujukan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian kompetensi. Instrumen penilaian hasil belajar adalah alat untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki setiap peserta didik atau sekelompok peserta didik. Kekurangan tersebut harus segera diikuti dengan proses memperbaiki kekurangan dalam aspek hasil belajar yang dimiliki seorang atau sekelompok peserta didik. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 86

93 IV. STRUKTUR KURIKULUM Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester. A. STRUKTUR KURIKULUM /MI Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di /MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar /MI adalah 35 menit. Struktur Kurikulum /MI adalah sebagai berikut: ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU MATA PELAJARAN Kelompok A 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial Kelompok B 1. Seni Budaya dan Prakarya 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu I II III IV V VI = Pembelajaran Tematik Integratif Keterangan: Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat Bahasa Daerah. Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 87

94 B. STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTS Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32, 32, dan 32 menjadi 38, 38 dan 38 untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar di SMP/MTs tetap yaitu 40 menit. Struktur Kurikulum SMP/MTS adalah sebagai berikut: ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU VII VIII IX MATA PELAJARAN Kelompok A 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Bahasa Inggris Kelompok B 1. Seni Budaya 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3. Prakarya Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu Keterangan: Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Disamping itu, tujuan pendidikan IPS menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah NKRI. IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara. Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Masingmasing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan itu. Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Masingmasing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan itu. C. STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH (SMA/MA/SMK/MAK) Struktur kurikulum SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 88

95 - Kelompok mata pelajaran wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik - Kelompok mata pelajaran peminatan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Adanya kelompok mata pelajaran wajib dan mata pelajaran peminatan dimaksudkan untuk menerapkan prinsip kesamaan antara SMA/MA dan SMK/MAK. Mata pelajaran wajib sebanyak 9 (sembilan) mata pelajaran dengan beban belajar 24 jam per minggu. Kelompok mata pelajaran peminatan SMA/MA terdiri atas 18 jam per minggu untuk kelas X, dan 20 jam per minggu untuk kelas XI dan XII. Kelompok mata pelajaran peminatan SMK/MAK masing-masing 24 jam per kelas. Kelompok mata pelajaran peminatan SMA/MA bersifat akademik, sedangkan untuk SMK/MAK bersifat vokasional. Struktur ini menempatkan prinsip bahwa peserta didik adalah subjek dalam belajar dan mereka memiliki hak untuk memilih sesuai dengan minatnya. 1. Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah adalah sebagaimana yang tertera di dalam tabel berikut ini: Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajib: ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU X XI XII MATA PELAJARAN Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Sejarah Indonesia 6. Bahasa Inggris Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 9. Prakarya dan Kewirausahaan Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA) Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu Beban belajar di SMA/MA untuk Tahun X, XI, dan XII masing-masing 43 jam belajar per minggu. Satu jam belajar adalah 45 menit. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 89

96 2. Struktur Kurikulum SMA/MA MATA PELAJARAN X 24 Kelompok A dan B (Wajib) C. Kelompok Peminatan Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam I 1 Matematika 2 Biologi 3 Fisika 4 Kimia Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial II 1 Geografi 2 Sejarah 3 Sosiologi 4 Ekonomi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Bahasa dan Sastra Inggris 3 Bahasa dan Sastra Asing Lainnya 4 Antropologi Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat Jumlah jam pelajaran yang tersedia per minggu Jumlah jam pelajaran yang harus ditempuh per minggu Kelas XI 24 XII Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam, Peminatan Ilmuilmu Sosial, dan Peminatan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya. Sejak kelas X peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasuki. Pemilihan peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTsdan/atau nilai UN SMP/MTs dan/atau rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog dan/atau rekomendasi guru BK di SMA/MA. Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para guru dan ketersediaan tempat duduk. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya. Untuk MA, selain ketiga peminatan tersebut ditambah dengan Kelompok Peminatan Keagamaan. Semua mata pelajaran yang terdapat dalam suatu Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik harus diikuti. Setiap Kelompok Peminatan terdiri atas 4 (empat) mata pelajaran dan masingmasing mata pelajaran berdurasi 3 jampelajaran untuk kelas X, dan 4 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. Setiap peserta didik memiliki beban belajar per semester selama 42 jam pelajaran untuk kelas X dan 44 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. Beban belajar ini terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran Wajib A dan B dengan durasi 24 jam pelajaran dan Kelompok Mata Pelajaran Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 90

97 Peminatan dengan durasi 12 jam pelajaran untuk kelas X dan 16 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: 1) Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam satu Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau 2) Satu mata pelajaran dari masing-masing Kelompok Peminatan yang lainnya. Sedangkan pada kelas XI dan XII, peserta didik mengambil Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dengan jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: a. Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau b. Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 91

98 V. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KURIKULUM A. IMPLEMENTASI 1. Pengembangan Kurikulum 2013 pada Satuan Pendidikan Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan atas prinsip: a. bahwa sekolah adalah satu kesatuan lembaga pendidikan dan kurikulum adalah kurikulum satuan pendidikan, bukan daftar mata pelajaran b. Guru di satu satuan pendidikan adalah satu satuan pendidik (community of educators), mengembangkan kurikulum secara bersama-sama. c. Pengembangan kurikulum di jenjang satuan pendidikan dipimpin langsung oleh kepala sekolah d. Pelaksanaan implementasi kurikulum di satuan pendidikan dievaluasi oleh kepala sekolah. 2. Manajemen Implementasi a. Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah propinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota. b. Pemerintah bertangungjawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum. c. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara nasional. d. Pemerintah propinsi bertanggungjawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di propinsi terkait. e. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait. 3. Stategi Implementasi Kurikulum terdiri atas: a. Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan yaitu: - Juli 2013: Kelas I, IV terbatas pada sejumlah /MI (30%), dan seluruh VII (SMP/MTs), dan X (SMA/MA, SMK/MAK). Ini adalah tahun pertama implementasi dan dilakukan di seluruh wilayah NKRI. Untuk akan dipilih 30% dari setiap kabupaten/kota di setiap propinsi. - Juli 2014: Kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI: tahun 2014 adalah tahun kedua implementasi. Seperti tahun pertama maka akan dipilih sebanyak 30% sehingga secara keseluruhan implementasi kurikulum pada tahun kedua sudah mencakup 60% di seluruh wilayah NKRI. Pada tahun kedua ini, hanya kelas terakhir SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK yang belum melaksanakan kurikulum. - Juli 2015: seluruh kelas dan seluruh sekolah /MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK telah melaksanakan sepenuhnya Kurikulum b. Pelatihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, dari tahun Pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas adalah untuk guru, kepala sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 dan dilakukan sebelum Kurikulum 2013 diimplementasikan. Prinsip ini menjadi prinsip utama implementasi dimana guru, kepala sekolah dan pengawas di wilayah sekolah terkait yang akan mengimplemntasikan kurikulum adalah mereka yang sudah terlatih. Dengan demikian, ketika Kurikulum 2013 akan diimplementasikan pada tahun pembelajaran 2015Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 92

99 2016, seluruh guru, kepala sekolah dan pengawas di seluruh Indonesia sudah mendapatkan pelatihan untuk melaksanakan kurikulum. c. Pengembangan buku babon, dari tahun Sejalan dengan strategi implementasi, penulisan dan percetakan serta distribusi buku babon akan seluruhnya selesai pada awal tahun terakhir implementasi kurikulum atau sebelumnya. Pada prinsipnya ketika implementasi Kurikulum 2013 memasuki tahun seluruh buku babon sudah teredia di setiap sekolah. Buku babon terdiri atas buku untuk peserta didik dan buku untuk guru. Isi buku babon guru adalah sama dengan buku babon peserta didik dengan tambahan strategi pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Sedangkan pedoman pembelajaran dan penilaian hasil belajara secara rinci tercantum dalam buku pedoman pembelajaran dan penilaian. d. Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) terutama untuk SMA/MA dan SMK/MAK, dimulai dari bulan Januari Desember Implementasi Kurikulum 2013 mensyaratkan penataan administrasi, manajemen, kepemimpinan dan budaya kerja guru yang baru. Oleh karena itu dalam persiapan implementasi Kurikulum 2013, pelatihan juga berkenaan dengan tata kerja baru para guru dan kepemimpinan kepala sekolah.dengan penerapan pelatihan ini maka implementasi Kurikulum tidak hanya berkenaan dengan upaya realisasi ide dan rancangan kurikulum tetapi juga pembenahan pada pelaksanaan pendidikan di satuan pendidikan. e. Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli Strategi implementasi Kurikulum 2013 menghindari pelatihan yang dinamakan one-shot training sebagai strategi implementasi mengingat kelemahan strategi tersebut. Pleatihan yang dilakukan untuk para guru, kepala sekolah, dan pengawas akan diikuti dengan monitoring dan evaluasi sepanjang pelaksanaan paling tidak dari tahun pertama sampai tahun ketiga implementasi. Pada akhir tahun ketiga implementasi diharapkan permasalahan yang dihadapi para pelaksana sudah tidak lagi merupakan masalah mendasar dan kurikulum sudah dapat dilaksanakan sebagaimana seharusnya. Permasalahan lapangan yang muncul adalah yang dapat diselesaikan oleh kolaborasi guru, kepala sekolah dan pengawas di bawah supervisi dinas pendidikan kabupaten/kota. B. EVALUASI KURIKULUM Evaluasi Kurikulum dilaksanakan selama masa pengembangan ide (deliberation process), pengembangan desain dan dokumen kurikulum, dan selama masa implementasi kurikulum. Evaluasi dalam deliberation process menghasilkan penyempurnaan dalam Kompetensi Inti yang dijadikan organising element dalam mengikat Kompetensi dasar mata pelajaran. Pelaksanaan evaluasi implementasi kurikulum dilaksanakan sebagai berikut: 1. Sampai tahun pelajaran : untuk memperbaiki berbagai kesulitan pelaksanaan kurikulum. 2. Sampai tahun pelajaran 2016 secara menyeluruh untuk menentukan efektivitas, kelayakan, kekuatan, dan kelemahan implementasi kurikulum. Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum (implementasi kurikulum) diselenggarakan dengan tujuan untuk mengidentifikai masalah pelaksanaan kurikulum dan membantu kepala sekolah dan guru Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 93

100 menyelesaikan masalah tersebut. Evaluasi dilakukan pada setiap satuan pendidikan dan dilaksanakan pada satuan pendidikan di wilayah kota/kabupaten secara rutin dan bergiliran. Hasil evaluasi dilakukan sebagai bahan untuk memperbaiki kelemahan kurikulum agar lebih efektif lagi di masa yang akan datang. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 94

101 Submateri Pelatihan: 1.2 Elemen Perubahan Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur dengan menggunakan PPT-1.2 Tanya Jawab 10 Menit 10 Menit Pemaparan Instruktur menyampaikan materi tentang Elemen Perubahan Kurikulum yang mencakup 4 standar, perubahan pendekatan pembelajaran yaitu Scientific approach, bahasa sebagai carrier of knowledge, penetapan platform untuk mata pelajaran tertentu (geografi untuk IPS, Biologi untuk IPA)dengan menggunakan PPT-1.2 Tanya Jawab Diskusi dan tanya jawab terkait dengan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: a. Identifikasi perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum sebelumnya (struktur kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian hasil belajar) b. Manfaat adanya perubahan kurikulum Kemudian fasilitator menyimpulkannya. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 95

102 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 96

103 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 97

104 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 98

105 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 99

106 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 100

107 Submateri pelatihan: 1.3. SKL, KI, DAN KD Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Memberi Contoh Analisis Keterkaitan SKL, KI, KD Kerja Kelompok Presentasi Hasil Kelompok 10 Menit 5 Menit 30 Menit 15 Menit Pemaparan Instuktur memaparkan materi SKL, KI, dan KD dengan menggunakan PPT-1.3/2.1/2.5/3.1/3.2 Kerja Kelompok Peserta dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok diberi tugas menganalisis keterkaitan SKL, KI, KD masing-masing mapel selama 1 tahun yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK 1.3. Masing-masing kelompok mengerjakan KD yang berbeda agar peserta mendapat bahan hasil analisis semua KI dan KD selama 1 tahun. Kelompok 1: Agama Islam dan Budi Pekerti Kelompok 2: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelompok 3: Bahasa Indonesia Kelompok 4: Matematika Kelompok 5: Seni Budaya dan Prakarya Presentasi Hasil Kerja Kelompok Masing-masing kelompok memaparkan hasil kerja kelompok. Peserta yang akan memaparkan akan ditunjuk oleh Intruktur. Sementara kelompok lainnnya memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok lainnya. Memberi Contoh Instruktur memberikan contoh analisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD dengan menggunakan HO-1.3 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 101

108 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 102

109 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 103

110 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 104

111 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 105

112 HO-1.3/2.1/2.4/3.1/3.2 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BAB I PENDAHULUAN Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat 3 mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanah tersebut telah diberlakukan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 2, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3). Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut dan sesuai dengan penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, standar kompetensi lulusan dirumuskan sebagai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan tertentu. Kompetensi Lulusan pada setiap jenjang dikembangkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan kompetensi abad 21, persaingan yang semakin mengglobal, dan kebutuhan lokal serta nasional Indonesia. Kompetensi Lulusan ini juga dikembangkan bersesuaian dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagaimana dimanatkan Perpres No 8 Tahun 2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Selain itu, Kompetensi Lulusan diturunkan berdasarkan amanat PP 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 106

113 Untuk memudahkan memahami komponen Kompetensi Lulusan dimaksud, berikut diuraikan deskripsi tentang : A. Pengertian Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, keterampilan dan pengetahuan B. Tujuan Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. C. Ruang lingkup Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan. D. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dan ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan. Kesesuaian Standar Kompetensi Lulusan dimonitor dan dievaluasi secara berkala dan berkelanjutan terhadap kebutuhan lulusan pendidikan dan kebutuhan peserta didik, baik lokal, nasional, maupun global. Ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan dimonitor dan dievaluasi secara berkiala terhadap lulusan dari masing-masing satuan pendidikan. Evaluasi dilkukan terhadap kesesuaian sumber daya dan proses pembelajaran yang digunakan pada satuan pendidikan tertentu. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi digunakan sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 107

114 BAB II KOMPETENSI LULUSAN A. Kompetensi Lulusan /MI/LB*/Paket A Lulusan /MI/LB*/Paket A memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilansebagai berikut. /MI/LB*/Paket A Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. B. Kompetensi Lulusan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Lulusan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut. SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 108

115 C. Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB*/Paket C Lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB*/Paket C memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut. SMA/MA/SMK/MAK/SMALB*/Paket C Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah dan sumber-sumber lain secara mandiri. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 109

116 HO-1.3/2.1/2.4/3.1/3.2 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH DASAR ()/MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) KELAS I PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.1 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai bentuk pemahaman terhadap Q.S. Al-Fatihah 1.2 Meyakini adanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. 1.3 Mensyukuri karunia dan pemberian sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas 1.4 Terbiasa bersuci sebelum beribadah 1.5 Terbiasa membaca Basmalah setiap memulai aktivitas 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. 2.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman sifat shiddiq Rasulullah SAW 2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Luqman (31): Memiliki perilaku hormat kepada sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nisa (4): Memiliki sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW 2.5 Memiliki sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Ikhlas 2.6 Memiliki sikap yang baik ketika berbicara sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah (2): Memiliki perilaku rajin belajar sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Alaq (96): Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci 3.1 Mengetahui huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap 3.2 Mengenal pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Alaq (96): Mengenal makna Asmaul Husna: Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik 3.4 Mengenal makna dua kalimat syahadat sebagai bagian dari rukun Islam yang pertama 3.5 Mengenal makna do a sebelum dan sesudah belajar 3.6 Mengenal tata cara bersuci 3.7 Memahami shalat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan 3.8 Mengenal kisah keteladanan Nabi Adam a.s. 3.9 Mengenal kisah keteladanan Nabi Idris a.s. 3.10Mengenal kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. 3.11Mengenal kisah keteladanan Nabi Hud a.s 3.12Mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW 3.13Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru 3.14Memahami perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 110

117 KOMPETENSI INTI 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR Melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap Melafalkan Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas dan Al Alaq (96): 1-5 dengan benar dan jelas Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas dengan benar dan jelas Melafalkan Asmaul Husna: Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik Melafalkan dua kalimat syahadat dengan benar dan jelas Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas. Mempraktikkan tata cara bersuci Melaksanakan shalat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan Mencontohkan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya Menceritakan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris a.s. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. Menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru Mencontohkan perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya KOMPETENSI DASAR Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah Mengenal simbol-simbol sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 111

118 KOMPETENSI INTI dijumpainya di rumah, dan di sekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu simbol sila Pancasila Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah Mengamati dan menceriterakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah Mengamati dan menceriterakan keberagaman karateristik individu di rumah dan sekolah BAHASA INDONESIA KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya KOMPETENSI DASAR Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia dan bahasa yang beragam serta benda-benda di alam sekitar Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab merawat tubuh agar sehat dan bugar melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Menegenal teks petunjuk/arahan tentang perawatan tubuh serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 112

119 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia membantu pemahaman Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Mengenal teks diagram/label tentang anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuh serta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian Membuat teks diagram/label tentang anggota keluarga dan kerabat secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian MATEMATIKA KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru KOMPETENSI DASAR 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukkan sikap cermat dan teliti, tertib dan mengikuti aturan, peduli, disiplin waktu serta tidak mudah menyerah dalam mengerjakan tugas 2.2 Memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan pada matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar. 2.3 Memiliki sikap objektif dan menghargai pendapat dan karya teman sebaya dalam diskusi kelompok maupun aktivitas seharihari Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 113

120 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 1.1 Mengenal lambang bilangan dan mendeskripsikan kemunculan bilangan dengan bahasa yang sederhana 1.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain Mengenal dan memprediksi pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambar-gambar/benda konkrit 1.3 Menunjukkan pemahaman tentang besaran dengan menghitung maju sampai 100 dan mundur dari Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 1.5 Menemukan bangun yang membentuk pola pengubinan sederhana 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. 4.1 Mengurai sebuah bilangan asli sampai dengan 99 sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban 4.2 Menggunakan benda konkrit untuk menelusuri pecahan dan jumlah uang 4.3 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari serta memeriksa kebenarannya 4.4 Mendeskripsikan, mengembangkan, dan membuat pola yang berulang 4.5 Membentuk berbagai bangun datar dengan menggunakan papan berpaku atau media lainnya 4.6 Melakukan pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu 4.7 Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangun-bangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada 4.8 Mengelompokkan teman sekelas berdasarkan tinggi badannya 4.9 Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menyajikannya dalam grafik konkrit dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal 4.10Membaca dan mendeskripsikan data pokok yang ditampilkan pada grafik konkrit dan piktograf SENI BUDAYA dan PRAKARYA KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menerima, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni Menunjukkan perilaku disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui berkarya seni Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi Mengenal pola irama lagu bervariasi menggunakan alat musik Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 114

121 KOMPETENSI INTI [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR ritmis Mengenal unsur-unsur gerak, bagian-bagian gerak anggota tubuh dan level gerak dalam menari Mengamati berbagai bahan, alat serta fungsinya dalam membuat prakarya Mengenal karya seni budaya benda dan bahasa daerah setempat Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar Membuat karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai teknik cetak sederhana menggunakan bahan alam Menggambar dengan memanfaatkan beragam media kering Membentuk karya seni rupa dari bahan lunak Menyanyikan lagu anak-anak dan memperagakan tepuk birama dengan gerak Memainkan pola irama lagu bertanda birama dua dengan tepuk dan gerak Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu Memainkan pola irama lagu bertanda birama dua dan tiga dengan alat musik ritmis Melakukan gerak kepala, tangan, kaki, dan badan berdasarkan pengamatan alam di lingkungan sekitar Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar melalui gerak kepala, tangan, kaki, dan badan berdasarkan rangsangan bunyi Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah Melakukan gerak alam di lingkungan sekitar dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah dengan iringan Membuat karya kreatif dengan menggunakan bahan alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel Membuat karya kreatif dengan mengolah bahan alam melalui kegiatan melipat, menggunting, dan menempel bentuk pola dan alur sederhana Membuat karya kreatif fungsional dari bahan lunak buatan Menyajikan jenis bahan makanan umbi-umbian dengan olahan sederhana Menceritakan karya seni budaya benda dan bahasa daerah setempat Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 115

122 PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Berperilaku sportif dalam bermain. Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran. Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. Menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan. Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Mengetahui konsep gerak dasar non-lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. Mengetahui konsep gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. Mengetahui konsep bergerak secara seimbang dan cepat dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional. Mengetahui konsep berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang /samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki), serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam. Mengetahui konsep penggunaan pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/ dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik. Mengetahui perbedaan bergerak di air dan di darat dalam aktivitas air. Mengetahui bagian-bagian tubuh sendiri, kegunaan, dan cara menjaga kebersihannya terutama badan, kuku, kulit, gigi, rambut, hidung, telinga, tangan dan kaki, serta menjaga kebersihan pakaian yang digunakan. Mengetahui dampak jangka pendek selama dan setelah melakukan aktivitas fisik. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan sekolah Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang 4.1 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 116

123 KOMPETENSI INTI mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR Mempraktikkan pola gerak dasar non-lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha,dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. Mempraktikkan aktivitas pengembangan kebugaran jasmani untuk melatih keseimbangan dan kecepatan tubuh melalui permainan sederhanadan dan atau tradisional. Mempraktikkan berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang/ samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki) dan pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayu, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam. Mempraktikkan penggunaan pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik. Mempraktikkan berbagai bentuk permainan pengenalan air dalam aktivitas air.* Mempraktikkan cara memelihara dan menjaga kebersihan bagian-bagian tubuh sendiri terutama badan, kuku, kulit, gigi, rambut, hidung, telinga, tangan dan kaki, serta menjaga kebersihan pakaian yang digunakan. Menceritakan dampak jangka pendek selama dan setelah melakukan aktivitas fisik. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 117

124 LK 1.3 LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD KELAS I PETUNJUK KEGIATAN ANALISIS SKL, KI DAN KD Kompetensi Tujuan Kegiatan Kelompok Kerja : Memahami keterkaitan antara SKL, KI dan KD pada Kurikulum 2013 : Menganalisis keterkaitan SKL, KI dan KD : 1. Bacalah substansi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tahun 2013! 2. Baca dan komparasikan dengan SKL Tahun 2006 (Permendiknas Th 2006)! 3. Bacalah KI dan KD semua mata pelajaran! 4. Baca tema-tema 1 tahun yang telah tersedia! 5. Bacalah lakukan kajian Indikator yang mengacu pada KD dan Tema! 6. Pelajari aspek-aspek keterkaitan antara KI, KD, dan Indikator serta Tema yang tersedia (dalam format kajian)! 7. Buatlah ceklist dari setiap Indikator dikorelasikan dengan Tema-Tema satu tahun (bisa secara kelompok dan atau Individu)! 8. Lakukan keseluruhan mata pelajaran sampai seluruh KD terakomodasi! 9. Setelah selesai masukkan hasil ceklist ke dalam format Jaringan KD & Indikator! Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 118

125 LK 1.3 LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD KELAS I TEMA (1 TAHUN) Diriku Kegemaranku Kegiatanku Keluargaku Pengalamanku Lingkungan Bersih dan Sehat 7. Benda, Binatan dan Tanaman di Sekitar 8. Peristiwa alam SKL 2013 Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkrit sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. SKL PERMENDIKNAS TH Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan social ekonomi di lingkungan sekitarnya. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. Berkomunikasi secara jelas dan santun. Bekerjasama dalam kelompok, tolong menolong dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungansekitar. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 119

126 LEMBAR KERJA ANALISIS KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR /MI KELAS: I KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan 1.1. Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai bentuk pemahaman terhadap Q.S. Al-Fatihah 1.2 Meyakini adanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Pengayang Mensyukuri karunia dan pemberian sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas 1.4. Bersuci sebelum beribadah 1.5. Terbiasa membaca Basmalah setiap memulai aktivitas 2.1 Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barangbarang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci Mengulang bacaan do a sebelum belajar Mengulang bacaan do a sesudah belajar Menyatakan dalam sikap berdo a sebelum belajar Menunjukkan perilaku hidup bersih badan Memakai pakaian yang bersih dan rapih Menunjukkan sikap/perilaku patuh kepada orang tua Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 120

127 KOMPETENSI INTI guru. KOMPETENSI DASAR TEMA Memiliki perilaku kasih sayang kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas Memahami pengetahu an faktual dengan cara mengamati [mende ngar, melihat, memba ca] dan menanya ber dasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang INDIKATOR Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas Memiliki perilaku rajin belajar sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Alaq ayat 1 s.d. 5 Memiliki sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW Mengenal pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Alaq ayat 1 s.d. 5 Mengenal keesaan Allah SWT berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaannya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah Membiasakan diri selalu memaafkan teman dalam berinteraksi di sekolah Membiasakan diri tidak suka marah kepada teman dalam berinteraksi dengan teman di sekolah dan di rumah. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 121

128 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR dijumpainya di rumah dan di sekolah 1.8 Mengenal makna Asmaul Husna: Ar-Rahman, ArRahim, Al-Malik 1.9 Mengenal makna dua kalimat syahadat sebagai bagian dari rukun Islam yang pertama 1.10 Mengenal makna do a sebelum dan sesudah belajar INDIKATOR TEMA Mengenal tata cara bersuci 1.12 Mengenal shalat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan 1.13 Mengenal kisah keteladanan Nabi Adam A.S 1.14Mengenal kisah keteladanan Nabi Idris A.S 1.15 Mengenal kisah keteladanan Nabi Nuh A.S 1.16 Mengenal kisah keteladanan Nabi Hud A.S 1.17 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW... Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 122

129 KOMPETENSI INTI 2. Menyajikan pengeta huan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR TEMA 4 5 Berdoa a sebelum belajar dengan benar dan jelas Berdo a sesudah belajar dengan benar dan jelas Berperilaku kasih sayang dengan anggota keluarga Menunjukkkan contoh perilaku kasih sayang dengan sesama teman di sekolah Menunjukkkan contoh perlaku kasih sayang dengan sesama teman di rumah Menceritakan bentuk kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari INDIKATOR Melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap 2.2 Melafalkan Asmaul Husna: Ar-Rahman, Ar-Rahim, AlMalik 2.3 Melafalkan dua kalimat syahadat dengan benar dan jelas 2.4 Melafalkan Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas dengan benar dan jelas 2.5 Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas. 2.6 Menunjukkan hafalan Q.S. AlFatihah dan Q.S. Al-Ikhlas dengan benar dan jelas 2.7 Menceritakan contoh perilaku kasih sayang sesama teman dalam kehidupan sehari-hari. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 123

130 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA Mempraktekkan tata cara bersuci 2.9 Menceritakan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya 2.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Adam A.S 2.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris A.S 2.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh A.S 2.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s 2.14 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah Berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru Menyampaikan permintaan maaf terhadap teman dengan tanpa melihat perbedaan fisik dan kebiasaan dam berinteraksi dengan teman di sekolah Menunjukkan sikap menerima keberaganman karakteristik individu memperhatikan lingkungan sekitar secara seksama Menceritakan tentang perbedaan kemampuan yang dimiliki teman Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 124

131 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1.2. Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 2.1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila INDIKATOR merawat lingkungan sekitar secara sadar Menunjukkan perilaku rukun dengan semua teman dalam berinteraksi di sekolah Rukun dengan semua teman Menghindari sikap tidak rukun Menunjukkan sikap rukun dalam keluarga Menunjukkan sikap mau berteman dengan siapa saja di sekolah Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, kasih sayang, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan teman Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, kasih sayang, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan guru. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Menyebutkan tata tertib dan aturan yang berlaku di sekolah Ber perilaku patuh di sekolah. 3 TEMA Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Melaksanakan tata tertib dan aturan yang berlaku di rumah. 2 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 125

132 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 2.2. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah 1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, kasih sayang dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga. Bersikap baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan teman Menunjukkan perilaku percaya diri ketika mengerjakan tugas dari guru (pkn) Menceritakan kegiatan yang dilakukan bersama keluarga pada saat merawat tanaman menggunakan bahasa yang santun Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah. Menunjukkan sikap dan prilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Menunjukkan sikap perilaku patuh pada aturan atau kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di sekolah Menunjukkan sikap perilaku patuh pada aturan yang berlaku dalam berolah raga di rumah dan di sekolah Menunjukkan perilaku hidup sehat dalam berolah raga di rumah dan di sekolah. Menunjukkan perilaku disiplin dalam berolah raga di rumah dan di sekolah. 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 126

133 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 2.3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, dan di sekolah Mengenal simbol-simbol sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila 3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah 1 Menerapkan perilaku dsiplin dalam berolahragaa di sekolah menjelaskan manfaat memiliki sikap peduli terhadap sesama (missal:memelihara binatang,merawat tanaman,merawat benda milik pribadi dll) Merasakan manfaat berteman dengan semua orang Menunjukkan sikap berbesar hati menerima keberagaman yang berbeda dengan diri sendiri di sekolah. Menunjukkan hidup bersatu dalam keberagaman melalui pengamatan di rumah Menunjukkan sikap mau berteman dengan siapa saja di sekolah dan di rumah Mengidentifikasi simbol-simbol Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila Mendeskripsikan makna simbol-simbol Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila Melaksanakan perilaku baik di rumah dan mengkaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu simbol sila pancasila Menyebutkan jenis-jenis tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan seharihari di rumah. Menyebutkan jenis-jenis tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan seharihari di di sekolah. 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 127

134 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3 TEMA Menyebutkan tata tertib dan aturan yang berlaku di sekolah Menyebutkan contoh perilaku patuh di sekolah Menyebutkan contoh perilaku patuh pada tata tertib di rumah. Menyebutkan contoh perilaku patuh pada tata tertib di sekolah Menyebutkan jenis-jenis makanan sehat dalam perawatan dan kesehatan tubuh Menyebutkan tentang perawatan tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Menunjukkan sikap berbesar hati menerima keberagaman yang berbeda dengan diri sendiri di rumah Menunjukkan sikap menghargai kesukaan teman di dalam kelas Menceritakan kesukaan diri sendiri terhadap mainan Menceritakan kesukaan teman terhadap mainan sehari-hari Mengartikan bersatu dalam keberagaman melalui pengamatan di rumah Menunjukkan sikap rukun dengan teman di kelas Menunjukkan sikap saling membantu dalam membersihak lingkungan kelas Menunjukkan sikap tidak memilih-milih teman dalam ber kelompok dan belajar 3.4. Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 128

135 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA bersama 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 4.1. Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu simbol sila Pancasila 4.2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah 4.3. Mengamati dan menceriterakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah Menjelaskan manfaat berteman dengan semua orang Menceritakan kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah Menceritakan macam-macam hewan terkait dengan simbol sila-sila Pancasila Menjelaskan nama-nama hewan yang sama dan sejenis terkait dengan simbol Garuda Pancasila Memperhatikan tata tertib yang di lingkungan sekitar secara seksama Merawat lingkungan sekitar secara sadar sebagai salah satu tugas dalam melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Mengidentifikasi maca-macam tata tertib di kelas Mengidentifikasi macam-macam tata tertib di sekolah Melaksanakan sikap dan perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari di sekolah Menceritakan perilaku kebersamaan dalam keberagaman dengan teman Melaksanakan kebersamaan dalam keberagaman di sekolah. Mengidentifikasi contoh keberagaman di rumah Mendeskripsikan keberagaman dalam memilih tujuan bermain dengan teman sekelas Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 129

136 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 4.4. Mengamati dan menceriterakan keberagaman karateristik individu di rumah dan sekolah INDIKATOR TEMA Menjelaskan perilaku kebersamaan dalam keberagaman dengan teman Mengamati keberagaman karakteristik individu dibandingkan dengan teman di kelas dan di sekolah Menceritakan kesukaan teman sebangku dalam kegiatan hari libur Menceritakan pengalaman teman sebangku ketika melakukan kegiatan besar di sekolah BAHASA INDONESIA 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah 1.2 Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia dan bahasa yang beragam serta benda-benda di alam sekitar 2. Memiliki perilaku ju 2.1 Memiliki kepedulian dan Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas Mengungkapkan perasaan syukur pada Tuhan atas anugerah keindahan Menunjukkan perilaku bersih lingkungan sebagai penerapan sikap Menunjukkan kebiasan mengucapkan ucapan terima kasih Menunjukkan sikap berbesar hati menerima keberagaman yang berbeda dengan diri sendiri di rumah menampilkan sikap percaya pada penciptaan benda-benda di alam sekitar dan manusia yang beragam Menunjukkan kebiasaan mengucapkan salam Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 130

137 KOMPETENSI INTI jur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru KOMPETENSI DASAR rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah INDIKATOR sesuai dengan situasi dan kondisi Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, kasih sayang, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan teman. Menyampaikan permintaan maf kepda anggota keluarga, teman dan guru 2.2 Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 2 3 TEMA Menunjukkan sikap peduli dan tanggung jawab menjaga kebersihan diri agar sehat Menunjukkan kebiasaan mengucapkan salam dan terima kasih dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah dengan percaya diri Menunjukkan sikap percaya diri dalam mengajukan pertanyaan kepada guru Mengajukan pertanyaan dengan bahasa indonesia dan atau bahasa daerah yang benar Berani mengajukan pertanyaan kepada guru. Menjelaskan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di sekolah Menunjukkan perilaku santun dalam berbicara dengan teman di kelasnya dan atau di sekolah Melaksanakan perilaku baik dalam berbicara dengan teman 1 Menunjukkan kebiasan mengucapkan ucapan terima kasih Menunjukkan sikap santun dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 131

138 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA teman dan guru 2.4 Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab merawat tubuh agar sehat dan bugar melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 2.5 Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 3. Memahami pengetahuan faktual 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan Menyusun dan membaca nyaring teks prosedur lisan sederhana (3--4 kalimat) tentang cara merawat tubuh dengan bantuan media (gambar, diagram, video, dan lainnya) Membiasakan diri merawat tubuh dan pakaian selalu bersih Menunjukkan sikap peduli menjaga lingkungan agar sehat Menunjukkan sikap tanggung jawab menjaga lingkungan agar sehat Menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab dalam merawat tubuh agar selalu sehat dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas Menunjukkan perilaku santun dan jujur ketika bermain dengan menggunakan bahasa bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah Menata benda-benda berbentuk bangun datar sesuai dengan kelompoknya (segitiga, persegi, segiempat, dan lingkaran) yang ada di sekitar ruang kelas. Menata benda-benda berbentuk bangun ruang sesuai dengan kelompoknya (kubus, balok, bola dan tabung) yang ada di sekitar ruang kelas Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang santun Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 132

139 KOMPETENSI INTI dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah KOMPETENSI DASAR pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman INDIKATOR 3.2 Mengenal teks petunjuk/arahan tentang perawatan tubuh serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman 1 2 Mengidentifikasi jenis kegiatan yang dilakukan pada siang hari Mengidentifikasi jenis kegiatan yang dilakukan pada malam hari Mendeskipsikan kejadian siang atau malam Membaca nyaring teks deskripsi lisan sederhana (3-4 kalimat) yang berkaitan dengan tubuh, wujud benda, sifat benda, dan jumlah benda dengan bantuan media. Menggunakan konjungsi spasial dan penambahan sederhana dengan benar Menuliskan teks tentang anggota tubuh menggunakan bahasa indonesia dan atau bahasa daerah Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai Menyebutkan kapan harus mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Menyebutkan jenis-jenis makanan sehat dalam perawatan dan kesehatan tubuh Menyebutkan tentang perawatan tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 133

140 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 1 2 Menyebutkan tentang perawatan tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Menjodohkan gambar cara perawatan tubuh dengan bantuan guru 3.3 Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Membuat pertanyaan tentang perawatan tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan. Memperagakan cara perawatan tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Menyebutkan cara-cara pemeliharaan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Membuat pertanyaan tentang jenis-jenis olahraga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Menceritakan cara-cara pemeliharaan kebungaran tubuh Menyusun secara sederhana (3--4 kalimat) ucapan terima kasih dalam teks lisan dan tulis Menggunakan kohesi dan kalimat sederhana (3--4 kata) dalam menyusun ucapan terima kasih dalam teks lisan dan tulis Menyusun dan membaca nyaring teks cerita diri/personal lisan sederhana (3--4 kalimat) tentang keluarga dengan bantuan media (gambar dan video) TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 134

141 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3.4 Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman INDIKATOR TEMA Menunjukkan kebiasaan mengucapkan salam dan terimakasih dalam bahasa indonesia dan/atau bahasa daerah Mengidentifikasi anggota tubuh dan pancaindara dengan bahasa Indonesia baku dan atau bahasa daerah yang sejenis Mendeskripsikan anggota tubuh dan pancaindra dengan bantuan guru Menyusun teks cerita diri/personal tulis seder hana (3--4 kalimat) tentang keluarga dengan bantuan media (gambar, video, dan lainnya) Menyusun kalimat teks pendek cerita diri/personal tentang keluarga dengan bantuan guru di kaitkan dengan bahasa daerah setempat Menceritakan kegiatan anggota keluarga dengan bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah Menuliskan nama-nama dan pekerjaan anggota keluarganya dengan bantuan guru menggu nakan bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah Menuliskan pertistiwa yang dialami ketika melakukan perjalanan di hari libur sekolah Menceritakan peristiwa yang dialami ketika terja di peristiwa alam (seperti hujan, angin, banjir dsb). Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 135

142 KOMPETENSI INTI 4. Menyajikan pengeta huan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang este tis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencer minkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.5 Mengenal teks diagram/label tentang anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman Mengidentifikasi nama-nama anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru dengan bahasa Indonesia secara lisan Mengidentifikasi nama-nama anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru dengan bahasa Indonesia secara tertulis Menceritakan kegiatan sehari hari dengan menggunakan bahasa yang santun membaca nyaring teks cerita diri/personal lisan sederhana (3--4 kalimat) tentang keluarga dengan bantuan media (gambar dan video) Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian TEMA Berposisi duduk secara benar untuk melakukan kegiatan menulis Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar Memegang alat tulis dengan benar Mengeja dan membaca teks bacaan dengan tepat Mendeskripsikan anggota tubuh dan pancaindra manusia Membiasakan diri mengucapkan kata maaf kepada orang lain dalam berbagai kondisi Menyusun dan membaca nyaring teks deskripsi lisan sederhana (3-4 kalimat) yang berkaitan dengan tubuh,wujud benda,sifat benda,dan jumlah benda dengan bantuan Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 136

143 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA media (gambar,diagram,dan video) 4.2 Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuh serta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian 4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian Menyebutkan petunjuk merawat kesehatan tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan Menceritakan cara merawat kesehatan tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan Menyebutkan cara-cara merawat kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan Membuat pertanyaan tentang jenis-jenis olahraga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan Menyebutkan nama-nama tempat dalam cerita Menceritakan urutan peristiwa yang dialami Membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Menyampaikan permintaan maaf kepada anggota keluarga di rumah Menyampaikan permintaan maaf kepada teman di sekolah Membiasakan diri mengucapkan kata terima kasih kepada orang lain dalam berbagai kondisi Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 137

144 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian INDIKATOR 4.5 Membuat teks diagram/label tentang anggota keluarga dan kerabat secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian MATEMATIKA 1. Menerima dan menjalankan ajaran 1.1 Meerima dan menjalankan ajaran agama yang 1 Memperkenalkan diri sendiri kepada teman dengan menggunakan bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah dengan benar Mengenalkan nama-nama anggota keluarganya secara lisan kepada temannya dengan menggunakan bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah Menceritakan cita-cita yang ingin dicapai setelah besar nanti Berani bercerita tentang kesukaan diri sendiri kepada guru dan teman dengan bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah secara santun Mendeskripsikan sederhana wujud, bagian(klasifikasi), dan fungsi benda,serta letak/tempat dan jumlah benda dengan tahapan yang benar dalam teks lisan dan tulisan Membuat silsilah anggota keluarga dengan menuliskan nama-nama ayah, ibu dan adik dan atau kakaknya Menuliskan kegiatan/pekerjaan orang tua sehari-hari dengan kosakata bahasa Indonesia Menuliskan alamat sekolah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar Menuliskan alamat rumahnya sendiri dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 138

145 KOMPETENSI INTI agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA dianutnya Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan 2.2. Menunjukkan perilaku teliti dan perduli dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar Menuliskan penjumlahan dan pengurangan mengikuti prosedur/aturan sesuai dengan tempat puluhan dan satuan Menuliskan lambang bilangan dengan benar sesuai dengan aturan penulisannya Melakukan penjumlahan pengurangan Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan Menuliskan angka sesuai dengan nilai tempat puluhan dan satuan Menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya) Mengidentifikasi nama-nama benda yang ada di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi bangun datar dan bangun ruang Menata benda-benda berbentuk bangun datar sesuai dengan kelompoknya (segitiga, persegi, segiempat, dan lingkaran) yang ada di sekitar ruang kelas. Menata benda-benda berbentuk bangun ruang sesuai dengan kelompoknya (kubus, balok, bola dan tabung) yang ada di sekitar ruang kelas Mengidentifikasi benda-benda yang di sekitar lingkungan sekolah dan menempatkan sesuai dengan fungsinya Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 139

146 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan 2.4. Menunjukkan perilaku disiplin tepat waktu dalam melakukan aktivitas di sekolah dengan memperhatikan tanda-tanda saat jam belajar dan jam istirahat 1 2 Mendeskripsikan benda-benda bangun datar dan bangun ruang sesuai fungsi dan kegunaannya Melakukan kegiatan baris berbaris sebelum masuk ruang kelas dengan rapi dan tertib berdasarkan urutan tinggi badan Membedakan benda yang tinggi dengan yang panjang benda-benda yang ada di ruang kelas Melakukan kegiatan sekolah dengan rapi, Melaksanakan berbagai tugas sekolah tepat waktu Bersikap disiplin dalam menggunakan waktu belajar, istirahat dan bermain di sekolah Menggunakan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang positif untuk belajar dan atau bermain Melaksanakan berbagai tugas di luar sekoah dengan hasil yang baik dan menyelesaikan tepat waktu Melakukan kegiatan sekolah dengan disiplin dan tanggung jawab pada waktu jam belajar dan jam istirahat Menunjukkan dengan tepat jam masuk sekolah dan jam pulang sekolah Datang ke sekolah tepat waktu sesuai dengan tata tertib sekolah Melakukan kegiatan sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh sekolah terkait dengan jam masuk kelas, jam istirahat dan jam pulang sekolah 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 140

147 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain INDIKATOR 3.2. Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain Menyebutkan banyak benda dengan ciri tertentu dari sekumpulan benda (1-5) Menyebutkan bilangan 1 s.d 10 dengan bahasa Indonesia lisan Menyebutkan lambang bilangan Mengitung bilangan asli dengan menggunakan gambar/benda kongrit secara lisan Menjodohkan bilangan asli dengan gambar/benda kongrit. Menghitung bilangan asli dengan menggunakan lagu satu-satu Menyebutkan bilangan asli sampai 25 dengan menggunakan gambar Menjodohkan bilangan asli dengan gambar/benda kongrit. Menghitung bilangan asli dengan menggunakan lagu satu-satu Mengitung bilangan asli dengan menggunakan gambar/benda kongrit secara lisan. Menentukan urutan benda berdasarkan jumlahnya Membilang dan menulis lambang bilangan secara urut (1-10) Menentukan urutan benda dari sekumpulan benda dalam barisan (1-10) Memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya Menggambar/melukis berbagai bangun datar segitiga TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 141

148 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.3. Membandingkan dengan memperkirakan lama suatu aktivitas berlangsung menggunakan istilah seharihari (lebih lama, lebih singkat) 3.4 Membandingkan dengan memperkirakan berat suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih berat, lebih ringan 1 Menyebutkan kesamaan dan perbedaan berbagai benda berbentuk segitiga atau segiempat Menata benda-benda berbentuk bangun datar sesuai dengan kelompoknya (segitiga, persegi, segiempat, dan lingkaran) yang ada di sekitar ruang kelas. Menata benda-benda berbentuk bangun ruang sesuai dengan kelompoknya (kubus, balok, bola dan tabung) yang ada di sekitar ruang kelas Menyebutkan waktu berlangsungnya aktifitas olahraga yang terjadi di rumah dan di sekolah melalui pengamatan Membuat pertanyaan tentang lamanya suatu aktivitas terkait tentang jenis-jenis olahraga Menghitung waktu berlangsungnya aktifitas olahraga yang dilakukan di rumah dan di sekolah melalui pengamatan Menyebutkan waktu berlangsungnya aktifitas olahraga yang terjadi di rumah dan di sekolah melalui pengamatan dengan dikaitkan lebih lama dan lebih singkat Memilih benda-benda yang ada di sekitar dengan memperkirakan berat suatu benda dengan istilah lebih berat dan lebih ringan Membandingkan benda-benda yang di sekitar dan menyimpulkan benda yang lebih berat dengan yang lebih ringan Mengukur suatu benda dan menuliskannya di buku catatannya jenis benda yang lebih berat dan yang lebih ringan 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 142

149 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.5. Membandingkan dengan memperkirakan panjang suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang, lebih pendek) 3.6. Mengenal dan memprediksi pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambargambar/benda konkrit 1 Mengajukan pertanyaan realistis kepada guru tentang benda-benda yang lebih berat dan yang lebih ringan Memilih benda dengan menggunakan kartukartu bilangan yang berisi sekumpulan bilangan penjumlahan dan atau pengurangan terberat dan yang ringan Memilih dua atau beberapa kartu bilangan dari sekumpulan kartu bilangan yang berisi istilah sehari-hari lebih panjang dan lebih pendek Menentukan urutan benda sesuai dengan urutan yang logis Menyusun sebarisan bilangan dengan kriteria atau aturan sesuai ukurannya yang lebih panjang dan lebih pendek Melakukan pengukuran benda-benda yang ada di sekitarnya dan membandingkannya sesuai dengan ukuran logis panjang, pendek, besar, kecil Menuliskan di bukunya tentang benda-benda yang ada di rumahnya seauai dengan fungsi dan kegunaanya Menyebutkan pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar/ benda konkrit yang disajikan melalui pengamatan Membuat pertanyaan mengenai pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar /benda konkrit yang disajikan Memprediksi pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar /benda konkrit yang disajikan 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 143

150 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.7. Menemukan bangun yang membentuk pola pengubinan sederhana TEMA Menyebutkan pola dari sebarisan bangun datar sederhana dari benda-benda yang ada di alam sekitar melalui pengamatan Membuat pertanyaan mengenai pola dari sebarisan bangun datar sederhana dari bendabenda yang ada di alam sekitar Membuat pola dari sebarisan bangun datar sederhana dari benda-benda yang ada di alam sekitar Menata benda disekitar ruang kelas berdasarkan pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar/ benda konkrit yang disajikan melalui pengamatan Membuat pertanyaan mengenai pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar /benda konkrit yang disajikan Memprediksi pola-pola bilangan sederhana dari gambar-gambar /benda konkrit yang disajikan Menentukan bangun datar yang membentuk pengubinan Menggambar/melukis pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu Menentukan dan menjelaskan berbagai bangun datar yang dapat atau tidak dapat membentuk pengubinan Menemukan bangun yang membentuk pola pengubinan sederhana Menggambar/melukis pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu Menghitung jumlah ubin yang diperlukan untuk mengubin suatu bidang 8 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 144

151 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.8. Menentukan pola dari sebarisan bangun datar sederhana menggunakan benda-benda yang ada di alam sekitar 3.9. Mengenal panjang, luas, massa, kapasitas, waktu, dan suhu Menunjukkan pemahaman tentang besaran dengan menghitung maju sampai 100 dan mundur dari Menggambar/ membentuk segi tiga dengan ciri tertentu (misal tinggi sama atau ciri lainnya) dengan menggunakan papan berpaku Mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk bangun datar Menentukan dan menjelaskan berbagai bentuk bangun datar Mendeskripsikan berbagai bentuk bangun datar Menjelaskan dan menceritakan benda-benda yang ada di sekitar berbagai bentuk bangun datar dikaitkan dengan kegunannya Melakukan pengurangan dua bilangan sampai 100 dengan kapasitas yang benar sesuai nilai tempatnya Mengidentifikasi suatu benda berdasarkan luas, dan kapasitasnya Menceritakan suhu di suatu ruang berdasarkan waktu Menggunakan waktu luang untuk melakukan aktivitas positif untuk belajar atau bermain Melaksanakan berbagai tugas di luar sekolah dengan hasil baik dan selesai tepat waktu Menyimpulkan hasil pengamatan suatu kejadian terkait dengan suhu suatu keadaan yang terjadi di sekitarnya Melakukan pengurangan dua bilangan sampai 100 dengan benar sesuai nilai tempatnya Melaksanakan tugas berbagai tugas dari sekolah dengan tepat waktu tentang menghitung maju sampai 100 dan mundur 20 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 145

152 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya Mengenal lambang bilangan dan mendeskripsikan kemunculan bilangan dengan bahasa yang sederhana 1 Menentukan pasangan bilangan dengan jumlah tertentu, sampai 20 Menentukan pasangan pengurangan bilangan dengan hasil tertentu, sampai 20 Memilih dua atau beberapa kartu bilangan dari sekumpulan kartu bilangan sehingga hasil penjumlahan/pengurangannya terbesar Memilih dua atau beberapa kartu bilangan dari sekumpulan kartu bilangan sehingga hasil penjumlahan/pengurangannya terkecil Membuat kelompok berdasarkan tinggi badan Menentukan urutan benda berdasarkan tinggi rendahnya tinggi badan Menggambar/ membentuk segi tiga dengan ciri tertentu (misal tinggi sama atau ciri lainnya) dengan menggunakan papan berpaku Menuliskan angka bilangan berdasarkan urutan kelompok banyaknya jumlah anggotanya Menulis lambang bilangan secara urut Membilang dan menulis lambang sesuai dengan urutan yang logis Menyebutkan banyak benda sesuai dengan ciri tertentu dengan bahasa yang benar dan logis Mendeskripsikan lambang bilangan dengan bahasa sederhana Menuliskan lambang bilangan sesuai dengan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 146

153 KOMPETENSI INTI 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. KOMPETENSI DASAR 4.1. Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya INDIKATOR 4.2. Membentuk berbagai bangun datar dengan menggunakan papan berpaku atau media lainnya 1 Menentukan unsur/apa yang diketahui dari masalah yang berkaitan dengan penjumlahan atau pengurangan Menulis model/kalimat matematika dari masalah yang berkaitan dengan penjumlahan Menentukan penyelesaian dari masalah yang berkaitan dengan penjumlahan atau pengurangan Menggambar/melukis berbagai bangun datar sederhana Menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan beratnya Menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan urutan kelompoknya Meletakkan benda dengan tepat ke dalam kelompok benda sehingga rapi Menggambar/ membentuk berbagai segi banyak dengan menggunakan papan berpaku Menyebutkan kesamaan dan perbedaan berbagai benda berbentuk segitiga atau segi empat Menggambar/ membentuk segitiga atau segi empat dengan menggunakan alat sederhana yang memiliki ciri tertentu (misal tinggi sama atau ciri lainnya) Menyebutkan ciri-ciri dari benda berbentuk segitiga atau segi empat Menyebutkan kesamaan dan perbedaan berbagai benda berbentuk kubus atau balok Menyebutkan ciri-ciri dari benda berbentuk kotak, bulat, dan tabung 2 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 147

154 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 4.3. Menyatakan suatu bilangan asli sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban Menyebut/membaca penjumlahan dua bilangan Melakukan penjumlahan dua bilangan sampai 100 dengan prosedur yang benar sesuai nilai tempatnya Menentukan urutan benda dari sekumpulan benda dalam barisan Menyebutkan banyak benda dengan ciri tertentu dari sekumpulan benda Melakukan pengurangan dua bilangan sampai 100 dengan prosedur yang benar sesuai nilai tempatnya Melakukan penjumlahan dan pengurangan dua buah bilangan asli Melakukan penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan tiga bilangan atau lebih sampai 100 dengan prosedur yang benar sesuai nilai tempatnya Melakukan pengubinan dari bangun datar sederhana dengan bantuan guru Mengubin dan mewarnai bidang datar dengan bangun datar sederhana Menghitung jumlah ubin yang diperlukan untuk mengubin suatu bidang tertentu Menentukan dan menjelaskan berbagai bangun datar yang dapat atau tidak dapat membentuk pengubinan Menggambar/melukis pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu Menggambar/melukis berbagai bangun datar sederhana 4.4. Melakukan pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu 4.5. Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangun TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 148

155 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR bangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada INDIKATOR 4.6. Membaca dan mendeskripsikan data pokok yang ditampilkan pada grafik konkrit dan piktograf 4.7. Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menampilkan data menggunakan grafik konkrit dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal 4.8. Mengurai sebuah bilangan asli sampai dengan 99 sebagai hasil penjumlahan 1 Menggambar/ membentuk segitiga atau segi empat dengan menggunakan alat sederhana yang memiliki ciri tertentu (misal tinggi sama atau ciri lainnya) Membentuk danmenggambar bangun baru dari bangun datar dengan pola yang sudah ditentukan oleh guru Menggambar / membentuk segiempat dengan ciri tertentu (misal tinggi sama atau ciri lainnya) dengan menggunakan papan berpaku Menyusun sebarisan bilangan dengan kriteria atau aturan yang diberikan Menjelaskan hasil pengamatan dari pola sebarisan bilangan Menempatkan bilangan yang tepat pada sebarisan bilangan sesuai dengan polanya Mendeskripsikan data pokok pada grafik dan piktograf Mengelola data pokok kategorikal menggunakan grafik dan piktograf Menuliskan bentuk penjumlahan atau pengurangan dari kegiatan /kejadian sehari/hari yang berkaitan dengan 2 3 TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 149

156 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban 4.9. Mengelompokkan teman sekelas berdasarkan tinggi badannya INDIKATOR SENI BUDAYA dan PRAKARYA 1. Menerima, dan 1.1 Merasakan keindahan alam menjalankan ajaran sebagai salah satu tandaagama yang tanda kekuasaan Tuhan dianutnya Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan 2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni 3 Melakukan penjumlahan dua bilangan sampai 100 dengan prosedur yang benar sesuai nilai tempatnya Melengkapi pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambar/benda konkrit Meletakkan benda dengan tepat ke dalam kelompok benda sehingga rapi berdasarkan tinggi benda Melakukan aktivitas kelompok berdasarkan tinggi badan anggota kelompoknya Menjelaskan hasil pengamatan dari pola dari benda-benda di lingkungan sekitar Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dari bilangan dua angka dengan menggunakan benda konkrit Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan Mengungkapkan perasaan syukur pada Tuhan atas anugerah keindahan alam Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan Menjelaskan keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan Memutuskan karya yang akan dibuat atau ditampilkan 2. 2 TEMA penjumlahan atau pengurangan angka Mendeskripsikan, mengembang kan, dan membuat pola yang berulang Menggunakan benda konkrit untuk menelusuri pecahan dan jumlah uang 1 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 150

157 KOMPETENSI INTI percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru KOMPETENSI DASAR 2.2. Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkung an sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni INDIKATOR 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, 2.3. Menunjukkan perilaku disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui berkarya seni 3.1. Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi 3.2. Mengenal pola irama lagu bervariasi menggunakan alat musik ritmis memperhatikan lingkungan sekitar secara seksama merawat lingkungan sekitar secara sadar Memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai sumber ide dalam menyanyikan lagu dan mewarnai gambar. Memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai sumber ide dalam menyanyikan lagu dan mewarnai gambar. Memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai sumber ide dalam menyanyikan lagu dan mewarnai gambar. Memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai sumber ide dalam menyanyikan lagu dan mewarnai gambar. Memperagakan gerak dengan percaya diri menunjukkan kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya Menggambar dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekolah Menunjukkan warna pokok (sbdp) Mengikuti aturan dalam berkarya Mengenal judul lagu dan iringannya Menyanyikan lagu dengan semangat Menyanyikan lagu anak-anak sambil bertepuk sesuai irama ((SBDP) Mengenal cara menggunakan media gambar yang benar TEMA Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 151

158 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan sekolah INDIKATOR 3.3 Mengenal unsur-unsur gerak, bagian-bagian gerak anggota tubuh dan level gerak dalam menari 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 3.4 Mengamati berbagai bahan, alat serta fungsinya dalam membuat prakarya 3.5 Mengenal karya seni budaya benda dan bahasa daerah setempat 4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar 2 Menyanyikan lagu wajib sambil bertepuk sesuai birama dan aksen Memainkan pola irama lagu dengan alat musik ritmis Menunjukan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar Melakukan berbagai gerak sesuai level gerak pada tari Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama Mempraktikan gerak melenggok ke berbagai arah berirama Menyebutkan contoh karya seni budaya benda dan bahasa di lingkungan rumah Menampilkan karya sendiri tentang ekspresi diri Melengkapi gambar dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekolah 3 TEMA Membedakan warna pokok dan warna sekunder Mewarnai dengan warna pokok Mewarnai dengan warna sekunder Membuat gambar cetak dengan teknik cap menggunakan bahan alam 4.2. Membuat karya seni rupa dengan memanfaatkan berba Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 152

159 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA gai teknik cetak sederhana menggunakan bahan alam 4.3. Menggambar dengan memanfa atkan beragam media kering Menggambar sesuai tema yang ditentukan Mengenal cara menggunakan media gambar yang benar Membuat gambar cetak dengan teknik cap menggunakan bahan alam Membentuk benda kegemaran dari bahan lunak 4.4. Membentuk karya seni rupa dari bahan lunak 4.5. Menyanyikan lagu anak-anak dan memperagakan tepuk birama dengan gerak 4.6. Memainkan pola irama lagu bertanda birama dua dengan tepuk dan gerak 4.7. Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu 4.8. Memainkan pola irama lagu bertanda birama dua dan tiga dengan alat musik ritmis 4.9. Melakukan gerak kepala, tangan, kaki, dan badan berdasarkan pengamatan alam di lingkungan sekitar Menyanyikan lagu anak-anak dengan nada yang tepat. Memainkan pola irama lagu dengan bertepuk Menyanyikan lagu anak-anak sambil bertepuk sesuai irama Menyanyikan lagu anak-anak sambil bertepuk sesuai irama.. Menyajikan rangkaian gerak alam sekitar Menunjukkan gerakkan kepala, tangan, kaki dan badan sesuai irama hasil pengamatan di lingkungan sekitar Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 153

160 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar melalui gerak kepala, tangan, kaki, dan badan berdasarkan rangsangan bunyi Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah Melakukan gerak alam di lingkungan sekitar dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah dengan iringan Membuat karya kreatif dengan menggunakan bahan alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel Membuat karya kreatif dengan mengolah bahan alam melalui kegiatan melipat, menggunting, dan menempel bentuk pola dan alur sederhana Membuat karya kreatif fungsional dari bahan lunak buatan INDIKATOR 1 Menyebutkan berbagai gerak anggota tubuh Melakukan berbagai gerak sesuai level gerak pada tari Menirukan suara dan gerak binatang dan alam di lingkungan sekitar sesuai rangsangan bunyi menunjukkan kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya 2 3 TEMA Membuat gambar cetak dengan teknik cap menggunakan bahan alam. Membuat benda sehari-hari dari bahan lunak buatan. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 154

161 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA Menyajikan jenis bahan makanan umbi-umbian dengan olahan sederhana Menceritakan karya seni budaya benda dan bahasa daerah setempat PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 1.1. Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan 2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas. Menunjukkan perilaku bersyukur dan menghargai setiap gerak dan aktivitasnya merupakan anugerah dari Tuhan Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik dalam bentuk permainan. Mampu menampilkan unjuk kerja gerak tanpa ragu Mampu melakukan aktivitas yang ditugaskan tanpa rasa takut Menunjukkan kerjasama, percaya diri selama mempraktikkan aktivitas gerak dasar nonlokomotor Bersikap santun kepada guru dan teman selama pembelajaran Melakukan aktivitas yang ditugaskan oleh guru dengan patuh dan bersikap santun Mengikuti instruksi guru dengan benar Menunjukkan kerjasama dengan teman ketika mengikuti instruksi guru Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 155

162 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan sekolah 3.1 Mengetahui bagian-bagian tubuh manusia dan kegunaannya 3.2 Mengetahui dampak jangka pendek melakukan aktivitas fisik Membedakan gerakan menendang, melempar, dan menangkap Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh manusia Mendeskripsikan kegunaan bagian-bagian tubuh manusia Menyebutkan contoh dampak melakukan aktivitas fisik di rumah Menyebutkan contoh aktivitas olahraga di rumah dan di rumah Melakukan permainan sederhana Menyebutkan contoh aktivitas olahraga di rumah dan di sekolah Melakukan kebugaran di sekolah dengan tangkas dan cepat Memperagakan prilaku budaya hidup sehat (PMR atau UKS) 3.3 Memahami pengertian pola gerak dasar seperti gerak lokomotor, non-lokomotor dan manipulatif 7 8 mempraktikan gerakan pada pola gerak dasar dengan cara mengangkat kedua tangan di atas kepala. Membedakan gerakan jalan, lari, dan melompat Membedakan gerakan membungkuk, membalik, dan meliuk Menunjukkan kerjasama, percaya diri selama mempraktikkan aktivitas gerak dasar non-lokomotor Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 156

163 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3.4 Mengetahui cara menjaga kebersihan diri yang meliputi kebersihan badan, kuku, kulit, gigi, rambut, hidung, telinga, tangan dan kaki serta pakaian INDIKATOR Melakukan perawatan kebersihan badan: rambut, tangan, dan kaki Menyebutkan alasan mengapa harus mandi, potong kuku, sikat gigi. Melakukan perawatan kebersihan badan dan lingkungan sekitar 4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep: tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional 2 3 TEMA Menceritakan cara merawat badan/diri sendiri agar tetap bersih dan sehat Melakukan praktik menggosok gigi, potong kuku 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 1 Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama Mempraktikkan gerak ke kanan dan ke kiri dengan iringan lagu anak Memperagakan gerak cepat dengan aba-aba guru Memperagakan gerak keseimbangan di tempat Memperagakan gerak keseimbangan berjalan Memperagakan gerak cepat dengan aba-aba teman Memperagakan gerak dasar melemparkan benda Memperagakan gerak dasar menangkap benda. 4.2 Mempraktikkan pola gerak dasar non-lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 157

164 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA permainan sederhana dan atau permainan tradisional 4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional 4.4 Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk keseimbangan dan kelincahan tubuh melalui permainan sederhana 4.5 Mempraktikkan berbagai pola gerak dominan dalam senam (seperti menolak, mendarat, lokomotor, berputar, dan mengayun) dan berbagai pola gerak dominan posisi statis (misalnya; tumpu lengan depan/belakang/samping, bergantung, sikap kapal terbang, berdiri dengan salah satu kaki) 4.6 Mempraktikkan pola gerak dasar senam sederhana menggunakan pola lokomotor dan nonlokomotor yang dilandasi konsep gerak mengikuti menunjukan kerjasama percayadiri selama melakukan aktivitas gerak dasar manipulatif Menyebutkan contoh-contoh permainan sederhana yang dilakukan di sekolah. Melakukan aktivitas jasmani untuk kesimbang an tubuh melalui macam-macam permainan.. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 158

165 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEMA irama (ketukan) tanpa/dengan musik 4.7 Mempraktikkan berbagai bentuk permainan pengenalan air Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 159

166 SILABUS KELAS: 1 TEMA: LINGKUNGANKU BERSIH DAN SEHAT Kompetensi Dasar Indikator PPKn Menyebutkan perilaku baik (jujur, Menunjukkan perilaku baik disiplin, tanggung jawab, santun, (jujur, disiplin, tanggung peduli/kasih sayang, dan percaya diri) jawab, santun, peduli/kasih dalam berinteraksi dengan keluarga sayang, dan percaya diri) Menyebutkan perilaku baik (jujur, dalam berinteraksi dengan disiplin, tanggung jawab, santun, keluarga, teman, dan guru, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) sebagai perwujudan nilai dan dalam berinteraksi dengan teman. moral Pancasila. (KI-2,KD-1) Menyebutkan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru Memiliki sikap dan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. (KI2,KD-2) Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah. Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Kegiatan pembelajaran pada tema ini akan ditempuh dalam 4 minggu MINGGU PERTAMA 1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya 2. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru dan mengikutinya Menyanyikan lagu Lihat Kebunku Menceritakan isi lagu Lihat Kebunku Mendengarkan cerita tentang keadaan lingkungan di sekitar rumah atau sekolah 6. Membiasakan berperilaku terpuji seperti perilaku yang ada dalam lagu tersebut 7. Menyebutkan perilaku-perilaku terpuji yang lain yang perlu dilakukan peserta didik agar lingkungan hidupnya menjadi bersih 8. Menyebutkan kegiatan di rumah dan di sekolah yang menyebabkan lingkungan menjadi sehat 9. Mengamati lingkungan yang sehat dan tidak sehat di dan menceritakan hasil pengamatannya dengan mengisi data yang telah disiapkan guru 10. Menjelaskan ciri-ciri lingkungan sehat dengan kata dan intonasi yang baik 11. Mengamati diri sendiri atau teman dan menunjukkan bagian tubuh, yaitu kepala, badan Alokasi waktu 35 menit x 30 JP x 4 minggu Sumber belajar 1. Diri anak 2. Lingkungan keluarga 3. Lingkungan sekolah 4. Buku Tematik Kelas I 5. Buku Pengembangan Diri Anak 6. Video/slide/gamb ar tentang teknik cetak sederhana dan bentuk pola dan alur sederhana gunting, lipat dan tempel 7. Gambar/contoh langsung karya cetak dengan berbagai bahan alam dan bentuk 8. Gambar/contoh langsung hasil karya gunting, lipat dan tempel dengan berbagai bentuk pola dan alaur sederhana 9. Buku kirigami Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 160

167 Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3, KD-2) Menyebutkan contoh contoh aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah dan kaki. Mengamati kepala dan menyebutkan bagian tubuh yang terdapat di kepala, yaitu rambut, telinga, mata, hidung, lidah dan gigi. Tanya jawab tentang kegunaan rambut, telinga, mata, hidung, lidah dan gigi serta cara merawatnya. Memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Mengamati gambar/film yang menunjukkan lingkungan sehat (taman yang asri, kebun teh, persawahan, dsb) dan lingkungan tidak sehat (tumpukan sampah, air kotor, jalanan yang macet penuh asap kendaraan, dsb) lalu anak diminta menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat serta alasan. Menggali pengalaman anak tentang apa yang dirasakan ketika berada di lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat. Menceritakan benda-benda di sekitar ruang kelas meliputi: letaknya, warna, dan bentuknya Mengemukakan cara/bagaimana mengatur benda-benda agar tertata rapi Mengatur dengan rapi secara berkelompok melalui berbagi tugas menata benda-benda berdasarkan ukuran Mengatur dengan rapi secara berkelompok melalui berbagi tugas menata benda-benda berdasarkan berat Berjalan mundur di atas garis lurus dengan langkah pendek Berlomba dengan bola yang digulirkan teman Alokasi waktu Sumber belajar (seni mengunting) 10. Buku Pengembangan Diri Anak Menyebutkan contoh contoh tata tertib Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 161

168 Kompetensi Dasar BAHASA INDONESIA Membacakan doa dengan pengucapan yang baik (KI1,KD-3) Mendengarkan cerita dan puisi tentang perilaku terpuji (perhatian pada sesama makhluk hidup dan lingkungannya) (KI-1, KD-4) Menunjukkan perilaku pola hidup sehat (perawatan tubuh, pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, main dan istirahat yang cukup) dan menyayangi makhluk hidup (KI-2, KD-3) Indikator yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai Mengenali perilaku terpuji dari cerita yang dibacakan Mengenali perilaku terpuji dari puisi yang dibacakan Menyebutkan bagian-bagian tubuh (kepala, badan, dan kaki) Menyebutkan bagian tubuh yang terdapat di kepala (rambut, telinga, hidung, lidah, kulit dan gigi) dan kegunaannya Membiasakan merawat tubuh secara teratur dan benar, misalnya: mandi, menggosok gigi, membersihkan hidung, menggunting kuku, dan cuci tangan sebelum makan. Menyebutkan kapan harus mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar 23. Bermain mengayun lengan kanan, kiri depan dan belakang menggunakan syal lengan teman di depannya dengan percaya diri 24. Mengajak siswa mengamati alam sekitar dan mendiskusikan tentang bagaimana melakukan perawatan terhadap ciptaan Tuhan 25. Melakukan ibadah dan doa syukur kepada Tuhan PENILAIAN 1. Lisan 2. Unjuk kerja 3. Pengamatan 4. Tertulis MINGGU KEDUA 1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya 2. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru dan mengikutinya 3. Mengamati diri sendiri atau teman dan menunjukkan bagian tubuh, yaitu kepala, badan dan kaki. Mengamati kepala dan menyebutkan bagian tubuh yang terdapat di kepala, yaitu rambut, telinga, mata, hidung, lidah dan gigi. Tanya jawab tentang kegunaan rambut, telinga, mata, hidung, lidah dan gigi serta cara merawatnya. Tanya jawab mengenai bagaimana menjaga Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 162

169 Kompetensi Dasar Mengenali melalui pengamatan terhadap objek, bentuk benda, wujud benda, serta perubahan benda yang berada di sekitar rumah, jalan, dan sekolah (KI-3, KD1) Memahami isi cerita melalui mendengarkan cerita yang dibacakan orang lain dengan penuh perhatian dan mengajukan pertanyaan (KI3, KD-2) Indikator tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Menyebutkan contoh benda berbentuk bulat, segitiga, tabung, kubus, kotak, dan balok. Menyebutkan contoh benda padat dan benda cair yang ada di lingkungan sekitar. Membedakan benda padat dan benda cair berdasarkan ciri-cirinya Mencari contoh benda padat yang dapat berubah wujud menjadi benda cair dan sebaliknya Menyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita Menyebutkan nama-nama tempat dalam cerita Menyebutkan urutan peristiwa Mengajukan pertanyaan berkenaan dengan sifat-sifat tokoh Berkomunikasi secara lisan dengan orang lain dengan menggunakan informasi tentang data diri, bagian tubuh dan kebutuhan tubuh, Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Menyebutkan nama diri Menyebutkan bagian-bagian tubuh (kepala, badan, dan kaki) Menyebutkan bagian tubuh yang terdapat di kepala (rambut, telinga, 14. Alokasi waktu Sumber belajar kebersihan rambut, telinga, mata, hidung, mulut dan gigi. Memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Memperagakan cara mencuci tangan yang bersih Tanya jawab mengenai tujuan mencuci tangan dan melaksanakan gerakan cuci tangan sebelum makan Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar dan menyebutkan bentuknya (bulat, segitiga, tabung, kubus, kotak, balok, dsb). Menjiplak gambar benda yang berbentuk (bulat, segitiga, tabung, kubus, kotak, balok, dsb) Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar dan mengolongkan ke dalam benda padat, cair dan gas. Mengamati ciri-ciri benda padat dan benda cair serta menceritakannya kepada teman Mengamati perubahan wujud benda padat menjadi benda cair (es mencair), benda cair menjadi gas (air mendidih) dan benda cair menjadi benda padat (es membeku) serta menceritakannya kepada teman. 15. Mendengarkan cerita yang dibacakan guru/membacarkan cerita secara bergantian di depan kelas 16. Menentukan sifat-sifat tokoh 17. Menentukan tempat dalam cerita 18. Mendiskusikan urutan/jalan cerita yang telah dibacakan 19. Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 163

170 Kompetensi Dasar Indikator lingkungan dan pola hidup hidung, lidah, kulit dan gigi) dan sehat, lingkungan sekitar, kegunaannya buah, tanaman, dan Membiasakan merawat tubuh secara masakan (KI-4, KD-1) teratur dan benar, misalnya: mandi, Menceritakan hasil menggosok gigi, membersihkan pengamatan di rumah, jalan, hidung, menggunting kuku, dan cuci sekolah dengan kalimat tangan sebelum makan. sederhana (KI-4, KD-2) Menyebutkan kapan harus mandi, Mengamati tentang diri, makan, sikat gigi dan cuci tangan. makhluk hidup dan benda di Menyebutkan kebutuhan tubuh agar sekitar dan menceritakan tetap sehat, yaitu : main dan kepada orang lain (KI-4, KDistirahat/tidur yang cukup, makan 5) makanan bergizi, minum yang cukup, Menulis kalimat pendek (2 4 udara dan lingkungan bersih. kata) yang didiktekan guru Membedakan lingkungan sehat dan dengan huruf lepas (KI-4, tidak sehat KD-7) Menceritakan posisi batas rumah Menerapkan cara membaca (tetangga/ jalan,/kantor, dll) (permulaan) dengan cara Menceritakan dengan kalimat yang benar (cara duduk, sederhana hasil pengamatan jarak mata dan buku, cara tentang letak sekolah memegang buku, cara Menyebutkan bagian-bagian tubuh membalik halaman buku, dirinya memilih tempat dengan Menyebutkan bagian-bagian tubuh cahaya yang terang) (KI-4, hewan dan tumbuhan yang utama KD-8) Menceritakan bagian-bagian tubuh Menerapkan cara menulis dirinya dan makhluk hidup dengan (permulaan) dengan benar bahasa sederhana dan sopan (cara duduk, cara memegang Menceritakan benda-benda yang pensil, cara meletakkan terdapat di sekitarnya dengan bahasa buku, jarak mata dan buku, yang sederhana dan sopan dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI-4, Menulis dengan tepat kalimat yang KD-9) didengar dari guru dengan huruf lepas Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar dan menyebutkan bentuknya (bulat, segitiga, tabung, kubus, kotak, balok, dsb). Menjiplak gambar benda yang berbentuk (bulat, segitiga, tabung, kubus, kotak, balok, dsb) Menceritakan benda-benda di sekitar ruang kelas meliputi: letaknya, warna, dan bentuknya Mengemukakan cara/ bagaimana merawat benda-benda bersih dan rapih Mengatur dengan rapi secara berkelompok melalui berbagi tugas menata benda-benda berdasarkan ukuran Mengatur dengan rapi secara berkelompok melalui berbagi tugas menata benda-benda berdasarkan berat Menangkap bola/benda yang dilambungkan sendiri Melemparkan bola/benda sejauhnya menggunakan tangan kanan dan tangan kiri dengan percaya diri Mengenal berbagai bahan alam dilingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya Melakukan kegiatan lipat, gunting dan tempel dalam membuat karya Membuat karya kreatif dengan memanfaatkan bahan alam dilingkungan sekitar PENILAIAN 1. Lisan 2. Unjuk kerja 3. Pengamatan 4. Tertulis Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 164

171 Kompetensi Dasar Indikator tegak Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat Berposisi duduk secara benar Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar Memegang teks bacaan dengan tepat Membalik halaman buku dengan benar Memilih tempat membaca dengan cahaya yang terang Berposisi duduk secara benar Meletakkan buku dengan jarak mata yang benar Memegang alat tulis dengan tepat Memilih tempat menulis dengan cahaya yang terang Menulis huruf lepas Merangkai huruf menjadi kata Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar MINGGU KETIGA 1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya Mendengarkan doa yang diucapkan oleh guru dan mengikutinya Mengamati benda-benda di lingkungan sekitar dan mengolongkan ke dalam benda padat, cair dan gas. Mengamati ciri-ciri benda padat dan benda cair serta menceritakannya kepada teman Mengamati perubahan wujud benda padat menjadi benda cair (es mencair), benda cair menjadi gas (air mendidih) dan benda cair menjadi benda padat (es membeku) serta menceritakannya kepada teman. Mengamati letak rumah dari sisi kiri, kanan, depan dan belakang Menggambar hasil pengamatan tentang letak rumah Bercerita dengan kalimat sederhana posisi rumah yang berbatasan dengan tetangga, jalan, warung, kantor atau rumah ibadat. Mengamati batas-batas sekolah dari sisi kiri, kanan, depan dan belakang Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 165

172 Kompetensi Dasar Indikator MATEMATIKA Menunjukkan perilaku rapi dengan menata bendabenda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan ukurannya menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan beratnya menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan urutan kelompoknya Meletakkan benda dengan tepat ke dalam kelompok benda sehingga rapi menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan ukuran bentuk permukaannya menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya) Membandingkan dengan memperkirakan berat suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih berat, lebih ringan) Menentukan pola dari sebarisan bangun datar sederhana Memberi contoh benda yang lebih berat atau lebih ringan dari benda lain dengan membandingkannya secara manual (memegang) atau menggunakan alat Mengukur berat benda dengan satuan tak baku menggunakan timbangan, jungkat jungkit, atau neraca Memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya Menyusun sebarisan bangun datar sederhana dengan kriteria atau aturan yang diberikan Menjelaskan hasil pengamatan dari Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar 10. Bercerita dengan kalimat sederhana letak sekolah dan batas-batasnya 11. Mengamati lingkungan sekolah dengan cara berjalan dan melakukan pengamatan secara berkelompok 12. Menceritakan tentang masalah kebersihan dan kesehatan yang ada di sekitar lingkungan sekolah 13. Tanya jawab mengenai cara menanggulanginya dan memberikan saran-saran 14. Mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitarnya dan perbedaanya dengan mahluk hidup 15. Mendiskusikan mengenai cara menjaga lingkungan kelas, misalnya dengan melakukan cara-cara membersihkannya atau cara menatanya kembali agar lebih sedap dipandang. 16. Melakukan penataan barang-barang yang ada di sekitar ruang kelas 17. Melaporkan atau menceritakan hasil penataan benda-benda di sekitar ruang kelas 18. Menimbang benda secara manual benda-benda dan membandingkan antara yang berat dan ringan di sekitarnya 19. Melakukan penimbangan berat benda dengan timbangan atau neraca secara kelompok dilanjutkan secara individu 20. Memperagakan gerak jalan, lari, dan diam berdasarkan aba-aba 21. Memperagakan gerak berguling ke kiri/ke kanan dari posisi tidur telentang 22. Melagukan pola irama rata dengan tempo tetap 23. Melagukan pola irama rata dengan tempo tidak tetap Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 166

173 Kompetensi Dasar PENJAS ORKES Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (konsep : tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional Mempraktikkan pola gerak dasar non-lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional Mempraktikkan berbagai pola gerak dominan dalam senam (mendarat, gerak berpindah, Indikator Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian pola sebarisan bangun datar sederhana Menempatkan bangun datar yang tepat pada sebarisan bangun datar sederhana sesuai dengan polanya Menjelaskan hasil pengamatan dari pola dari benda-benda di lingkungan sekitar 24. Memainkan alat musik ritmis sederhana secara kelompok dan bersama 25. Menebak judul lagu yang dinyanyikan guru PENILAIAN 1. Lisan 2. Unjuk kerja 3. Pengamatan 4. Tertulis Menunjukkan kerjasama, percaya diri selama mempraktikkan aktivitas gerak kebugaran MINGGU KEEMPAT 1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya Memperagakan gerak dasar mengayun Memperagakan gerak dasar melemparkan benda Mempraktikkan gerak melompat, melayang di urada dan mendarat dengan ke dua kaki Menggali pengalaman anak tentang apa yang dirasakan ketika berada di lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat. 5. Membiasakan membaca dengan sikap yang benar jarak bacaan Membiasakan membaca dengan jarak bacaan, letak teks, cahaya yang cukup dan sikap duduk yang benar Membiasakan menulis dengan sikap yang 7. Sumber belajar Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru dan mengikutinya Mengamati gambar/film yang menunjukkan lingkungan sehat (taman yang asri, kebun teh, persawahan, dsb) dan lingkungan tidak sehat (tumpukan sampah, air kotor, jalanan yang macet penuh asap kendaraan, dsb) lalu anak diminta menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat serta alasan Alokasi waktu Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 167

174 Kompetensi Dasar Indikator ayunan, putaran, tolakan, layangan dan ketinggian) Mempraktikkan pola gerak dasar senam ritmik sederhana menggunakan pola lokomotor dan non-lokomotor yang dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik SENI BUDAYA Merasakan keindahan alam dan karya seni sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan (KI-1,KD-1) Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari (KI-2,KD-1) Mengenal tanggung jawab dan peduli terhadap alam lingkungan sekitar melalui berkarya (KI-2,KD-4) Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian 8. Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan 11. Menjelaskan keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan menampilkan karyanya sendiri didepan temannya mengungkapkan pendapat di depan kelompok memutuskan karya apa yang akan dibuatnya memperhatikan lingkungan sekitar secara seksama merawat lingkungan sekitar secara sadar menunjukkan kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya menunjukkan sikap tanggung jawab pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya Menyebutkan pola irama rata Membedakan pola irama rata Alokasi waktu Sumber belajar benar Membiasakan menulis dengan jarak mata, letak buku, pegangan alat tulis, cahaya yang cukup dan sikap duduk yang benar Menulis kalimat sederhana berkenaan dengan Lingkungan Bersih yang dibacakan guru dengan huruf lepas tegak dan. pemisahan kata yang tepat Menaksir berat suatu benda secara individual dan kelompok dan membuktikan dengan timbangan yang benar Menentukan tempat/wadah yang dapat ditempatkan suatu benda satuan maupun sekumpulan benda dengan wadah yang sesuai Meletakkan benda-benda secara berurutan dari yang paling berat ke yang ringan atau sebaliknya. Menggambar bangun-bangun datar dengan pola yang teratur Menata bangun-bangun datar yang digambar sesuai urutan segi tiga dan segi empat Melaporkan hasil susunan bangun datar yang telah disusun Meletakkan bangun datar pada tempat/ bingkai yang sesuai denga polanya Menyimpulkan hasil pengamatan pola bangun datar secara berkelompok Memperagakan gerak bertumpu dengan menggunakan kedua tangan dengan percaya diri Memperagakan gerak mengayun lengan atas bawah, kanan kiri sambil membilang Memperagakan gerak berjalan, melenggok, dan mengayun tungkai dalam kelompok besar Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 168

175 Kompetensi Dasar ritmis (KI-3,KD-2) Mengamati berbagai bahan, alat, serta fungsi dalam membuat karya (KI-3,KD-4) Memainkan pola irama lagu bertanda birama dua dengan tepuk dan gerak (KI-4,KD-6) Indikator Menyebutkan alat-alat musik ritmis sederhana Mengenal judul lagu dan iringannya Mengidentifikasi bahan alam yang sesuai untuk kegiatan lipat guntingtempel Membedakan berbagai bahan alam, alat serta fungsi dalam membuat karya Membuat rancangan gambar pembuatan karya kreatif Kegiatan Pembelajaran dan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar dengan menunjukkan kerja sama. 21. Melakukan kegiatan melipat dan menggunting dalam membuat karya seni 22. Membuat karya kreatif dari bahan alam melalui mencetak dengan tema Lingkungan Bersih PENILAIAN 1. Lisan 2. Unjuk kerja 3. Pengamatan 4. Tertulis Membentuk karya seni dari bahan lunak (KI-4, KD-4) Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 169

176 Submateri Pelatihan 1.4: Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Diskusi Kelas Merangkum Hasil Diskusi Kelas Refleksi dan umpan balik untuk seluruh materi pelatihan 10 Menit 20 Menit 10 Menit 15 Menit Pemaparan Paparan oleh fasilitator tentang Strategi Implementasi Kurikulum 2013 dengan menggunakan PPT1.4 Diskusi Kelas Mendiskusikan elemen penting dalam implementasi kurikulum 2013, meliputi berikut ini Peran guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru BK. Dukungan manajemen sekolah atau kultur sekolah dalam mensukseskan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum Dukungan dinas pendidikan kabupaten/kota dan organisasi profesi dalam implementasi kurikulum Membuat Rangkuman Instruktur merangkum semua materi pelatihan Konsep Kurikulum yang telah disampaikan selama 4 JP sebagai kegiatan penutup. Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 170

177 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 171

178 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 172

179 Materi Pelatihan 1 Konsep Kurikulum Kelas I 173

180 MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR 2.1 Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu 2.2 Konsep Pendekatan Scientific 2.3 Konsep Penilaian Autentik 2.4 BAGIAN Analisis Buku Guru dan III Siswa Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 174

181 MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: mendeskripsikan konsep pembelajaran tematik terpadu; mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terpadu; mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar; menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD; menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi; menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran; menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ilmu lain serta kehidupan seharihari; dan memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran B. LINGKUP MATERI C. Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Pendekatan Scientific Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian,Kecukupan, dan Kedalaman Materi) INDIKATOR Menerima konsep pembelajaran tematik terpadu dan menghargai pendapat orang lain. Menjelaskan konsep pembelajaran tematik terpadu. Menjelaskan pemetaan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran tematik terpadu. Menjelaskan keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP. Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. Menjelaskan konsep pendekatan scientific. Menjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terpadu. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/madrasah dan menghargai pendapat orang lain. 9. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 10. Menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL, KI, dan KD secara teliti dan serius. 11. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD. 12. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 175

182 13. Menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. 14. Menjelaskan secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa. 15. Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. 16. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. D. PERANGKAT PELATIHAN 1. Video Pembelajaran Tematik Terpadu 2. Bahan Tayang a. b. c. d. e. f. g. Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Pendekatan Scientific Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik Terpadu Analisis Buku Guru dan Buku Siswa 3. Lembar Kerja 4. Bahan Bacaan 5. a. Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu b. Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu c. Konsep Pendekatan Scientific d. Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran e. Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar f. Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik Terpadu ATK Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 176

183 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: 2. ANALISIS MATERI AJAR ALOKASI WAKTU: 12 JP 45 MENIT) JENJANG: /MI KELAS: I TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN PERSIAPAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya. KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian Peserta WAKTU 15 Menit Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Analisis Materi Ajar. Fasilitator memotivasi peserta agar serius, antusias, teliti, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. KEGIATAN INTI 2.1 Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu 90 Menit Penayangan Video Pembelajaran Tematik di kelas 1 dengan 20 Menit menggunakan V-2.1 dan Video PembelajaranTematik Terpadu di kelas 1 dengan menggunakan V-2.1/4.1 Diskusi Kelompok untuk membandingkan pembelajaran tematik 25 Menit dengan tematik terpadu yang mengacu pada tayangan video, dilanjutkan dengan paparan materi oleh fasilitator tentang Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu dengan menggunakan bahan tayang PPT dan Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu dengan menggunakan PPT Tanya jawab tentang konsep pembelajaran tematik terpadu 5 Menit dilanjutkan dengan menyimpulkan. Diskusi hasil pemetaan KD dan indikator pembelajaran tematik 15 Menit terpadu. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 177

184 Kerja kelompok tentang keterkaitan antara jaringan tema, silabus, 20 Menit RKH, dan RPP dengan menggunakan LK-2.1 ICE BREAKER 5 Menit 2.2 Konsep Pendekatan Scientific 90 Menit Diskusi kelompok untuk mengkaji pendekatan scientific yang 45 Menit mengacu pada tayangan video tematik terpadu dilanjutkan dengan paparan materi oleh fasilitator tentang Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran Tematik Terpadu dengan menggunakan PPT yang disisipkan dalam kegiatan diskusi. Diskusi kelompok tentang pendekatan scientific dengan 45 Menit menggunakan HO dan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran tematik terpadu dengan mengacu pada HO Konsep Penilaian Pembelajaran Autentik pada Proses dan Hasil 90 Menit Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan 15 Menit bentuk penilaian autentik. Diskusi tentang konsep penilaian autentik pada proses dan hasil 50 menit belajar. Paparan materi tentang Konsep Penilaian Autentik pada Proses 20 Menit dan Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.3 dan Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik Terpadu dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.3/3.2. ICE BREAKER 5 Menit 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian, 240 Menit Kecukupan, dan Kedalaman Materi). Menilai buku dilakukan oleh peserta dengan bimbingan fasilitator 20 Menit dilihat dari aspek kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi. Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan 80 Menit pemaparan materi analisis buku guru dan buku siswa dengan Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 178

185 menggunakan PPT-2.4 tersebut. yang disisipkan dalam kegiatan diskusi Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar 10 Menit kerja yang telah disiapkan. Kerja kelompok untuk menganalisis kesesuaian buku guru dan 40 Menit buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD dengan menggunakan LK dan LK ICE BREAKER 5 Menit Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses, 20 Menit pendekatan belajar tematik terpadu, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Kerja kelompok untuk membuat contoh-contoh penerapan materi 30 Menit pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. KEGIATAN PENUTUP Presentasi hasil kerja kelompok. 20 Menit Menyimpulkan materi analisis buku oleh fasilitator. 15 Menit Membuat rangkuman materi pelatihan Analisis materi Ajar. 15 Menit Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 179

186 Submateri Pelatihan: 2.1 Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Langkah Kegiatan Inti Penayangan Video 20 Menit Diskusi Kelompok membandingkan kedua video diselingi dengan paparan materi 25 Menit Tanya Jawab dan kesimpulan Diskusi Hasil Pemetaan KD dan Indikator Kerja Kelompok Keterkaitan Tema, silabus, RKH, RPP 5 Menit 15 Menit 20 Menit Penayangan Video Penayangan Video Pembelajaran Tematik dan Video Pembelajaran Tematik Terpadu selama masing-masing 10 menit. Tugas Selama Penayangan Video 1. Memperhatikan dengan cermat tayangan video. 2. Mencatat secara singkat butir-butir penting proses pembelajaran tematik dan tematik terpadu. Diskusi Kelompok Tentang Tayangan Video 1. Menganalisis masing-masing video pembelajaran tematik dan tematik terpadu. 2. Membandingkan pembelajaran tematik dengan tematik terpadu sesuai dengan apa yang diamati dalam tayangan video 3. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya sambil kelompok lain memberikan tanggapan Tanya Jawab Tanya jawab tentang konsep pembelajaran tematik terpadu dilanjutkan dengan menyimpulkan. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok tentang hasil pemetaan KD dan indikator pembelajaran tematik terpadu. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 180

187 Kerja kelompok Kerja kelompok tentang keterkaitan antara jaringan tema, silabus, RKH, dan RPP dengan menggunakan LK-2.1 Penyimpulan Hasil Diskusi Kelompok Instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok dengan memberikan pemahaman lebih lanjut tentang tematik terpadu dan implementasi pembelajaran tematik terpadu. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 181

188 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 182

189 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 183

190 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 184

191 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 185

192 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 186

193 HO KONSEP PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR A. Pengantar Proses pembelajaran untuk jenjang Sekolah Dasar atau yang sederajat menggunakan pendekatan pendekatan tematik. Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan pertama kali pada awal tahun 1970-an. Belakangan PTP diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. Model PTP ini pun sudah terbukti secara empirik berhasil memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk waktu yang panjang. Pembelajaran tematik terpadu yang sering juga disebut sebagai pembelajaran tematik terintegrasi (integrated thematic instruction, ITI) aslinya dikonseptualisasikan tahun 1970-an. Pendekatan pembelajaran ini awalnya dikembangkan untuk anak-anak berbakat dan bertalenta (gifted and talented), anak-anak yang cerdas, program perluasan belajar, dan peserta didik yang belajar cepat. Premis utama PTP bahwa peserta didik memerlukan peluang-peluang tambahan (additional opportunities) untuk menggunakan talentanya, menyediakan waktu bersama yang lain untuk secara cepat mengkonseptualisasi dan mensintesis. Pada sisi lain, model PTP relevan untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan kualitatif lingkungan belajar. Model PTP diharapkan mampu menginspirasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Model PTP memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran lain, karena sifatnya memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. B. Elemen-elemen Terkait dalam PTP Implemementasi PTP menuntut kemampuan guru dalam mentransformasikan materi pembelajaran di kelas. Karena itu guru harus memahami materi apa yang diajarkan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam lingkungan belajar di kelas. Oleh karena Model PTP ini bersifat ramah otak, guru harus mampu mengidentifikasi elemen-elemen lingkungan yang mungkin relevan dan dapat dioptimasi ketika berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran. Ada sepuluh elemen yang terkait dengan hal ini dan perlu ditingkatkan oleh guru. 1. Mereduksi tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif. 2. Memberkaya sensori pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 187

194 3. Menyajikan isi atau substansi pembelajaran yang bermakna. 4. Lingkungan yang memperkaya pembelajaran. 5. Bergerak memacu pembelajaran (Movement to Enhance Learning). 6. Membuka pilihan-pilihan 7. Optimasi waktu secara tepat 8. Kolaborasi 9. Umpan balik segera 10. Ketuntasan atau aplikasi C. Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu 1. Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Suasana kelas memungkinkan semua orang yang ada di dalamnya memiliki rasa mau menanggung resiko bersama. Misalnya, menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang tidak semestinya atau tidak benar tanpa harus menyinggung perasaan peserta didik. Prosedur-prosedur kerja keseharian, memastikan bahwa semua jadwal terprediksi, dan menjamin peserta didik merasa aman selama berada di kelas maupun di luar kelas. Keterampilan hidup dikenali, didiskusikan dan dipraktikkan oleh peserta didik dengan interaksi yang tepat dan dengan perasaan yang menyenangkan dalam komunitas ruang kelas. 2. Menggunakan kelompok untuk bekerjasama, berkolaborasi, belajar berkelompok, dan memecahan konflik sehingga mendodong peserta didik untuk memecahkan masalah sosial dengan saling menghargai. 3. Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci dalam menciptakan kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom). Aktivitas belajar melibatkan subjek belajar secara langsung, mengoptimasi semua sumber belajar, dan memberi peluang peserta didik untuk mengesplorasi materi secara lebih luas. 4. Peserta didik secara cepat dan tepat waktu mampu memproses informasi. Proses itu tidak hanya menyentuh dimensi kuantitas, namun juga kualitas dalam mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu peserta didik siap mengembangkan pengetahuan. 5. Proses pembelajaran di kelas memungkinkan peserta didik berada dalam format ramah otak. 6. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diaplikasikan langsung oleh peserta didik dalam konteks kehidupannya sehari-hari. 7. Peserta didik yang relatif mengalami keterlambatan untuk menuntaskan program belajar memungkinkan mengejar ketertinggalanya dengan dibantu oleh guru melalui pemberian bimbingan khusus dan penerapan prinsip belajar tuntas. 8. Program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 188

195 D. Tahap-tahap Pembelajaran Tematik Terpadu 1. Menentukan tema. Tema dapat ditetapkan oleh pengambil kebijakan, guru, atau ditetapkan bersama dengan peserta didik. 2. Mengintegrasikan tema dengan kurikulum. Pada tahap ini guru harus mampu mendesain tema pembelajaran dengan cara terintegrasi sejalan dengan tuntutan kurikulum, dengan mengedepankan dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3. Mendesain rencana pembelajaran. Tahapan ini mencakup pengorganisasian sumber belajar, bahan ajar, media belajar, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk menunjukkan suatu tema pembelajaran terjadi dalam kehidupan nyata. Misalnya, pembelajaran di kelas yang didasarkan atau diperkaya hasil karya wisata, kunjungan ke museum, dan lain-lain. 4. Melaksanakan Aktivitas Pembelajaran. Tahapan ini memberi peluang peserta didik untuk mampu berpartisipasi dan memahami berbagi persepektif dari suatu tema. Hal ini memberi peluang bagi guru dan peserta didik melakukan eksplorasi suatu pokok bahasan. E. Prinsip-prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu 1. Tema hendaknya tidak terlalu luas dan dapat dengan mudah digunakan untuk memadukan banyak bidang studi, mata pelajaran, atau disiplin ilmu. 2. Tema yang dipilih dapat memberikan bekal bagi peserta didik untuk belajar lebih lanjut. 3. Tema disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. 4. Tema harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak, 5. Tema harus mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi dalam rentang waktu belajar 6. Tema yang dipilih sesuai dengan kurikulum yang berlaku 7. Tema yang dipilih sesuai dengan ketersediaan sumber belajar. G. Model-model Pembelajaran Tematik Terpadu Pembelajaran Tematik Terpadu dapat diimplementasikan dengan beragam model. Menurut Robin Fogarty (1991) ada sepuluh model PTP, seperti disajikan berikut ini. 1. Model penggalan (fragmented model). Model ini diimplementasikan dengan pemaduan yang terbatas pada satu mata pelajaran. Misalnya, mata pelajaran bahasa Indonesia materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran ketrampilan berbahasa. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 189

196 2. Model keterhubungan (connected model). Model ini diimplementasikan berbasis pada anggapan bahwa beberapa substansi pembelajaran berinduk pada mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran seperti: kosakata, struktur, membaca, dan mengarang misalnya dapat dipayungkan pada mata pelajaran bahasa dan sastra. 3. Model sarang (nested model). Model ini diimplementasikan dengan memadukan berbagai bentuk penguasaan konsep ketrampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada jam-jam tertentu guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman bentuk kata, makna kata,dan ungkapan dengan saran pembuahan ketrampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berfikir logis, menentukan ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis puisi. 4. Model Urutan/Rangkaian (sequenced model). Model ini memadukan topik-topik antarmata pelajaran yang berbeda secara pararel. Isi cerita dalam roman sejarah, misalnya: topik pembahasannya secara pararel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata. 5. Model berbagi (shared/participative model). Model ini merupakan pemaduan pembelajaran akibat munculnya tumbang-tindih (overlapping concept) atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Buir-butir pembelajaran tetang kewarganegaraan dalam PKn misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran Tata Negara, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan sebagainya. 6. Model jaring laba-laba (webbed model). Model ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran. Tema yang dibuat dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam mata pelajaran tertentu maupun antar mata pelajaran. 7. Model galur (threaded model). Model ini memadukan bentuk-bentuk ketrampilan. Misalnya: melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita, dsb. Bentuk model ini terfokus pada meta kurikulum. 8. Model celupan (immersed model). Model ini dirancang untuk membantu peserta didik dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mewadahi tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman masing-masing. 9. Model jejaring (networked model). Model ini merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan perubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk ketrampilan baru setelah peserta didik mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda. 10. Model terpadu (integrated model). Model ini merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam pelajaran matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan IPS agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan, cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya IPA. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 190

197 HO IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC A. Pendahuluan Inovasi pendidikan di bidang kurikulum diharapkan secara periodik dapat dilakukan untuk kepentingan mengubah dan memperbaiki cara belajar dan membelajarkan materi kepada peserta didik. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dengan mengedepankan peserta didik aktif. Pembelajaran dimaksud diharapkan yang memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. Kualitas pendidikan sangatlah bergantung pada kesadaran, pengertian, komitmen, dan partisipasi serta dedikasi dari para pendidik dan tenaga kependidikan, terutama guru sebagai ujung tombak yang secara langsung menghadapi peserta didik. Apabila guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang dapat mengubah hasil belajar peserta didik, dan dapat meningkatkan motivasi belajar, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik, dapat meningkatkan harga diri dengan menerapkan berbagai strategi dan model pembelajaran, maka visi dan misi guru sebagai pembelajar boleh dikatakan berhasil. Proses pembelajaran merupakan fenomena yang kompleks. Guru lebih banyak berhubungan dengan pola pikir peserta didik di mana setiap peserta didik siapa pun, dimana pun - memiliki setumpuk kata, pikiran, tindakan yang dapat mengubah lingkungan baik di keluarga, di sekolah maupun di masyarakat. Mulai tahun ajaran baru 2013 pola pembelajaran segera disosialisasikan bagi guru kelas I sampai dengan kelas VI, menggunakan Pembelajaran Tematik Terpadu. Di lapangan begitu beragam nuansa tematik ini sejak digulirkan di kalangan guru, dan sekolah, sepertinya terjadi suatu kerancuan, dan perbedaan pemahaman. Guru banyak yang berpikir dan bertanyatanya, apakah selama ini cara pembelajaran yang dirasakanya sudah menghasilkan lulusan peserta didik berprestasi, dan sudah mencetak serta menghasilkan dokter, insinyur, birokrat dianggap kurang berhasil?. Sehingga ada ungkapan bahwa saya sudah mengajar puluhan tahun, dan saya sudah mempunyai alumni yang berhasil menjadi pejabat, menjadi dokter, Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 191

198 menjadi insinyur dan sebagainya dianggap tidak berhasil?. Pemikiran-pemikiran semacam ini akan menjadi penghambat bagi bergulirnya sebuah inovasi dalam bidang pendidikan. Pembelajaran dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi dan metode diharapkan dapat memberi kemungkinan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. Pembelajaran yang diciptakan baik di kelas maupun di luar kelas diharapkan dapat dikondisikan dalam suasana hubungan peserta didik dan guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). Terlebih bagi peserta didik sekolah dasar yang masih berada di Kelas 1, 2 dan 3, yang masih memerlukan bimbingan, dan perhatian, sebagaimana pelayanan para orang tua yang dengan kasih sayang membimbing mereka. Sedangkan di Kelas 4, 5, dan 6 mulai ditingkatkan pemahaman peserta didik untuk lebih memahami hidup dan kehidupan di lingkungan sekitar dengan menciptakan pola berpikir rasional. Mencari jawaban mengapa harus belajar membaca dan menulis? Mengapa harus belajar matematika, mengapa harus berinterakti dan saling berkomunikasi dengan teman dan sebagainya. Dengan pembelajaran tematik Terpadu diharapkan dapat menjawab ke semuanya itu dengan catatan guru dan peserta didik memiliki komitmen dan selalu berpikir positif bahwa pola pembelajaran yang dilakukan adalah menuju ketercapaian kompetensi sebagaimana yang dituangkan di dalam standar kelulusan. Pelaksanaan pembelajaran seyogyanya dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang. Jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). Sebuah model pembelajaran diharapkan dapat dipergunakan sebagai wawasan untuk disesuaikan dengan kondisi peserta didik di masing-masing sekolah. Peserta didik perlu dipersiapkan baik secara internal maupun eksternal, baik ketika di dalam kelas maupun di luar kelas. Terlebih bagi peserta didik yang masih berada di sekolah dasar tentu saja tidak dapat disamakan pelayannya dengan peserta didik yang ada di kelas menengah. Namun demikian baik peserta didik di kelas 1 sampai dengan kelas 6 di kondisikan menggunakan pendekatan tematik Terpadu dengan tema sebagai pemersatunya. B. Pengertian pembelajaran Tematik Terpadu Pembelajaran Tematik Terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 192

199 memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang mereka pelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya. Pelaksanaan pembelajaran Tematik Terpadu berawal dari tema yang telah dipilih/dikembangkan oleh guru yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pembelajaran tematik ini tampak lebih menekankan pada Tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran yang lebih diutamakan pada makna belajar, dan keterkaitan berbagai konsep mata pelajaran. Keterlibatan peserta didik dalam belajar lebih diprioritaskan dan pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan peserta didik, memberikan pengalaman langsung serta tidak tampak adanya pemisahan antar mata pelajaran satu dengan lainnya. C. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik. Tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah: 1. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu 2. Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama 3. Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan 4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik 5. Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain. 6. Lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas 7. Guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan. 8. Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. D. Ciri-ciri Pembelajaran Tematik Terpadu 1. Berpusat pada anak 1. Memberikan pengalaman langsung pada anak Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 193

200 2. Pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas (menyatu dalam satu pemahaman dalam kegiatan) 3. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu proses pembelajaran (saling terkait antara mata pelajaran yang satu dengan lainnya) 4. Bersifat luwes (keterpaduan berbagai mata pelajaran) 5. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajarnya) E. Kekuatan Tema dalam Proses Pembelajaran Anak pada usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret, mulai menunjukkan perilaku yang mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, mulai berpikir secara operasional, mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda, membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu pembelajaran yang tepat adalah dengan mengaitkan konsep materi pelajarn dalam satu kesatuan yang dipusat pada tema adalah yang paling sesuai. Dan kegiatan pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat individual dan kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya, hal ini akan diperoleh melalui pembelajaran tematik. Pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dari penjelasan diatas maka pembelajaran tematik memiliki beberapa kekuatan dan keuntungan antara lain: 1. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak 2. Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak 3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna 4. mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalah an yang dihadapi 5. Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama 6. Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain, dalam arti respek terhadap gagasan orang lain. 7. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalah an yang sering ditemui dalam lingkungan anak. F. Peran Tema dalam Proses Pembelajaran Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran, dengan memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus. Adapun mata pelajaran yang dipadukan adalah mata pelajaran Agama (Akhlak Mulia/Budi Pekerti/ tata krama), PPKn dan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 194

201 Teknologi (terdiri atas: Bahasa Indonesia, IPS, IPA, Matematika,), Estetika (Seni BudayaKeterampilan) dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan. Di dalam struktur Kurikulum Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah disebutkan bahwa untuk peserta didik kelas 1, sampai dengan kelas 6 penyajian pembelajarannya menggunakan pendekatan tematik. Penyajian pembelajaran dengan alokasi waktu komulatif 30 JP per minggu. Pembuatan tema diharapkan memperhatikan kondisi peserta didik, lingkungan sekitar dan kompetensi guru dengan prosentase penyajian disesuaikan dengan aloasi waktu yang tersedia. Guru dalam penyajian diharapkan tidak terkonsentrasi pada salah satu mata pelajaran, melainkan harus tetap memperhatikan prosentase penyajianya. Namun demikian penjadwalan dalam hal ini tidak terbagi secara kaku melainkan diatur secara luwes. Mata Pelajaran Agama yang disajikan secara terpadu adalah yang sifatnya budi pekerti luhur, akhlak mulia dan tata krama serta bagaimana bersopan santun dalam pergaulan di dalam keluarga dan masyarakat, keterkaitan dengan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan untuk materi-materi yang sifatnya aqidah dan khusus keagamaannya sisajikan oleh guru agama sendiri. Demikian juga untuk Pendidikan Jasmani dan kesehatan, yang sifatnya gerakan ringan yang dapat disajikan di dalam kelas, bisa dilakukan oleh guru kelas. Sedangkan yang sifatnya gerakan olah raga yang memerlukan fisik, gerakan bebas, tetap dilakukan oleh guru olah raga dan dilaksanakan di luar kelas/ lapangan olah raga. Pembelajaran tematik diawali dengan pembuatan tema selama satu tahun, kemudian dengan tema-tema yang telah dibuat tersebut, guru menganalisis semua standar kompetensi lulusan yang diturunkan ke dalam kompetensi inti dan selanjutnya mengalir ke kompetensi dasar dan membuat indikator dari masing-masing mata pelajaran yang ada di setiap kelas. Setelah itu dibuat hubungan antara KD dan indikator dengan tema yang telah disiapkan selama satu tahun. Berikutnya dari pemetaan hubungan tersebut dilanjutkan dengan membuat jaringan KD & indikator dari setiap tema yang telah dibuat. Setelah jadi semua jaringan selama satu tahun dilanjutkan dengan menyusun silabus tematik dan yang terakhir menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik. G. Model Pembelajaran Tematik Terpadu Model pembelajaran tematik integratif melalui beberapa tahapan yaitu pertama guru harus mengacu pada tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran untuk satu tahun. Kedua guru melakukan analisis standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar dan membuat indikator dengan tetap memperhatikan muatan materi dari Standar Isi, ketiga membuat hubungan antara kompetensi dasar, indikator dengan tema, keempat membuat jaringan KD, indikator, kelima menyusun silabus tematik dan keenam membuat rencana Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 195

202 pelaksanaan pembelajaran tematik dengan mengkondisikan pembelajaran yang menggunakan pendekatan scientific. Untuk lebih jelasnya akan dibahas di bawah ini. 1. Kriteria Pemilihan Tema Beberapa tema telah disiapkan menyertai dokumen Kurikulum 2013, namun demikian penulisan daftar tema dimaksud bukanlah urutan penyajajian Guru diharapkan dapat dengan cerdas dan tepat melakukan pemilihan tema mana yang akan dibelajarkan terlebih dahulu, seyogyanya penetapan tema sesuai dengan kondisi daerah, sekolah, peserta didik, dan guru di wilayahnya. Penentuan dan pemilihan tema yang akan dikembangkan di sekolah dasar dapat mempertimbangkan kriteria pembuatan tema sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. Tema tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran Tema bermakna, artinya bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi peserta didik untuk belajar selanjutnya Harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak Tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar Mempertimbangkan dilanjutkan kan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar peserta didik Mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar 2. Tahapan Berpikir Pembelajaran Tematik Adalah Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum 2013 merupakan acuan dalam merancang pembelajaran yang akan menjdi landasan penetapan prosentase penyajian pembelajaran. Di Kelas I sampai dengan Kelas VI membelajarkan materi dengan tema sebagai pemersatunya, tidak parsial per mata pelajaran. penetapan alokasi waktu dimaksudkan agar guru dapat mempertimbangan batasan pembahasan, supaya tidak lagi fokus atau berlama-lama pada salah satu mata pelajaran saja. Meskipun telah dituangkan alokasi waktu di dalam struktur masing-masing mata pelajaran, namun tetap menjadi satu kesatuan per minggu komulatif 30 JP untuk Kelas I, berarti per hari 5 JP. Untuk Kelas II komulatif satu minggu 32 JP maka per hari ada yang 5 JP, ada yang 6 JP. Kelas III komulatif satu minggu 34 JP, maka per hari ada yang 5 JP, ada yang 6 JP. Sedangkan Kelas IV sampai dengan Kelas VI komulatif satu minggu 36 JP, jadi rata-rata per harinya 6 JP, bagi sekolah reguler. Struktur Kurikulum sebagai di berikut: Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 196

203 Struktur Kurikulum /MI ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU MATA PELAJARAN I II III IV V VI Kelompok A 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Kelompok B Seni Budaya dan Prakarya (termasuk muatan lokal)* Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 3. Beban Belajar Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di /MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar /MI adalah 35 menit. Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi peserta didik aktif. Proses pembelajaran peserta didik aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar. Sekolah mendapat kesempatan mengkondisikan beban belajar sesuai hasil kesepakatan warga sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah. 4. Tahapan Pembelajaran Tematik Terpadu Langkah Guru yang akan membelajarkan materi dengan menggunakan pendekatan tematik integratif antara lain: Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 197

204 a. Memilih/Menetapkan Tema Dibawah ini adalah Tema untuk peserta didik Sekolah Dasar kelas I s.d 6 Tema-Tema di Sekolah Dasar KELAS I KELAS IV Diriku Kegemaranku Kegiatanku Keluargaku Pengalamanku Lingkungan Bersih dan Sehat Benda, Binatan dan Tanaman di Sekitar Peristiwa alam Indahnya Kebersamaan Selalu Berhemat Energi Peduli Makhluk Hidup Berbagai Pekerjaan. Menghargai Jasa Pahlawan Indahnya Negeriku Cita-citaku Daerah Tempat Tinggalku Makanan Sehat dan Bergizi b. Melakukan Analisis SKL, KI, Kompetensi Dasar, Membuat Indikator, Dalam melakukan Analisis Kurikulum (SKL, KI dan KD serta membuat Indikator) dengan cara membaca semua Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar dari semua mata pelajaran. Setelah memiliki sejumlah Tema untuk satu tahun, barulah dapat dilanjutkan dengan menganalisis Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti serta Kompetensi Dasar (SKL, KI dan KD) yang ada dari berbagai mata pelajaran (Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKn, Matematika, Seni-Budaya dan Keterampilan, Olah Raga dan Kesehatan serta Agama yang sifatnya Tata Krama, Budi Pekerti dan Akhlak Mulia). Kemudian masingmasing Kompetensi Dasar dibuatkan Indikatornya dengan mengikuti kriteria pembuatan Indikator. c. Melakukan Pemetaan Kompetensi Dasar, Indikator dengan Tema Kompetensi Dasar dari semua mata pelajaran telah disediakan dalam Kurikulum 2013, demikian juga sejumlah Tema untuk proses pembelajaran selama satu tahun untuk Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 telah disediakan pula. Namun demikian guru masih perlu membuat Indikator dan melakukan kegitan pemetaan Kompetensi Dasar dan Indikator tersebut dikaitkan degan Tema yang tersedia dimasukkan ke dalam format pemetaan agar lebih memudahkan proses penyajian pembelajaran, Indikator mana saja yang dapat disajikan secara terpadu dengan cara memberikan cek ( ). d. Membuat Jaringan Kompetensi Dasar Kegiatan berikutnya setelah dilakukan pemetaan Kompetensi Dasar, Indikator dengan Tema dalam satu Tahun dan telah terpetakan Indikator mana saja yang akan disajikan dalam setiap Tema, maka sebaiknya dilanjtkan dengan membuat Jaringan KD dan Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 198

205 Indikator dengan cara menurunkan hasil cek dari pemetaan ke dalam format Jaringan KD & Indikator. e. Menyusun Silabus Tematik Terpadu Setelah dibuat Jaringan KD & Indikator, langkah Guru selanjutnya adalah menyusun Silabus Tematik untuk lebih memudahkan Guru dalam melihat seluruh desain pembelajaran untuk setiap Tema sampai tuntas tersajikan di dalam proses pembelajaran. Di Dalam Silabus Tematik ini memberikan gambaran secara menyeluruh Tema yang telah dipilh akan disajikan berapa minggu dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam penyajian Tema tersebut. Silabus Tematik Terpadu memuat komponen sebagaimana panduan dari Standar Proses yang meliputi 1) Kompetensi Dasar mana saja yang sudah terpilih (dari Jaringan KD), 2) Indikator (dibuat oleh Guru, juga diturunkan dari Jaringan) 3) Kegiatan Pembelajaran yang memuat perencanaan penyajian untuk berapa minggu Tema tersebut akan di belajarkan, 4) Penilaian proses dan hasil belajar (diwajibkan memuat penilaian dari aspek sikap, keterampilan dan pegetahuan) selama proses pembelajaran berlangsung 5) Alokasi waktu ditulis secara utuh komlatif satu minggu berapa jam pertemuan (misalnya 30 JP x 35 menit) x 4 minggu) 6) Sumber dan Media. f. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu Langkah terakhir dari sebuah perencanaan adalah dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Terpadu. Di dalam RPP Tematik Terpadu ini diharapkan dapat tergambar proses penyajian secara utuh dengan memuat berbagai konsep mata pelajaran yang disatukan dalam Tema. Di dalam RPP Tematik Terpadu ini peserta didik diajak belajar memahami konsep kehidupan secara utuh. Penulisan identitas tidak mengemukakan mata pelajaran, melainkan langsung ditulis Tema apa yang akan dibelajarkan. Penyusunan RPP Tematik Terpadu sebagaimana dalam penyusunan silabus seyogyanya mengacu pada komponen penyusunan RPP dari Standar Proses yang meliputi: Identitas: Satuan Pendidikan, Tema, Kelas, Semester, Alokasi Waktu. 1) Kompetensi Inti: merupakan jabarn dari SKL ada 4 Kompetensi Inti yang harus ditulis semuanya, karena merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dicapai. 2) Kompetensi Dasar hasil penyempurnaan Standar Isi dari Kurikulum 2013 semua mata pelajaran yang telah dipilih dan tertulis di Jaringan KD & Indikator 3) Indikator dari semua mata pelajaran yang telah dibuat dan di tuangkan di Pemetaan 4) Tujuan Pembelajaran yang diharapkan dicapai dari keterpaduan berbagai mata pelajaran 5) Materi Pembelajaran meliputi berbagai mata pelajaran 6) Pendekatan dan Metode pembelajaran 7) Langkah Pembelajaran memuat kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti (memuat langkah pembelajaran Tematik Terpadu memadukan berbaai mata pelajaran yang diatukan dalam Tema, tersaji secara sistematis dan sistemik dalam tuangan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi, serta menggambarkan pendekatan Scientific dan diakhiri dengan Kegiaan Penutup 8) Sumber dan Media yang memuat semua sumber dan media pembelajaran yang dipergunakan dalm pembelajaran 9) Penilaian, meliuti proses dan Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 199

206 hasil belajar seyogyanya dilampirkan instrumen dan rubrik penilaiannya, baik untuk kepentingan proses dan ketercapaian hasil belajar siswa. H. Pendekatan Scientific Pembelajaran Tematik Terpadu menggunakan salah satu model pembelajaran terpadu menurut Robin Fogarty (1991) Model jaring laba-laba (webbed model). Model ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran. Tema yang dibuat dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam mata pelajaran tertentu maupun antarmata pelajaran. Sedangkan proses pembelajaran menggunaan pendekatan Pendekatan scientific hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu. Kondisi pembelajaran pada saat ini diharapkan diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja. Pembelajaran diharapkan diarahkan untuk melatih berpikir analitis (peserta didik diajarkan bagaimana mengambil keputusan) bukan berpikir mekanistis (rutin dengan hanya mendengarkan dan menghapal semata) Penjelasan Prof Sudarwan tentang pendekatan scientific bahwa Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria ilmiah. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini. 1. Substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari substansi atau materi pembelajaran. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 200

207 5. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. Pembelajaran yang menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerjasama diantara peserta didik dalam menyelesaikan setiap permalahan dalam pembelajaran. Oleh karena itu guru sedapat mungkin menciptakan pembelajaran selain dengan tetap mengacu pada Standar Proses dimana pembelajarannya diciptakan suasana yang memuat Ekplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi, juga dengan mengedepankan kondisi peserta didik yang berperilaku ilmiah dengan bersama-sama diajak mengamati, menanya, menalar, merumuskan, menyimpulkan dan mengkomunikasi. Sehingga peserta didik akan dapat dengan benar menguasai materi yang dipelajari dengan baik. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 201

208 Submateri Pelatihan 2.2: Konsep Pendekatan Scientific Langkah Kegiatan Inti Diskusi Kelompok Pendekatan Scientific 45 Menit Diskusi Kelompok Contohcontoh Pendekatan Scientific dan Penerapannya 45 Menit Diskusi Kelompok 1. Mengkaji pendekatan scientific yang mengacu pada tayangan video. 2. Mengidentifikasi konsep pendekatan scientific yang disampaikan pada tayangan video. 3. Membuat urutan aktivitas pada pendekatan scientific. Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok 1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok. Paparan Materi Fasilitator menyampaikan Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran dengan menggunakan PPT yang disisipkan dalam kegiatan diskusi. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok tentang contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran, tugas diskusi kelompok sebagai berikut. 1. Membuat contoh pembelajaran salah satu KD dengan menggunakan pendekatan scientific. 2. KD yang ditetapkan adalah KD semester 1. Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok 1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 202

209 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 203

210 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 204

211 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 205

212 HO PENDEKATAN ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN A. Esensi Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning). Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan buktibukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Karena itu, metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis. B. Pendekatan Ilmiah dan Non-ilmiah dalam Pembelajaran Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradidional. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada pembelajaran tradisional, retensi informasi dari guru sebesar 10 persen setelah 15 menit dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 25 persen. Pada pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, retensi informasi dari guru sebesar lebih dari 90 persen setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar persen. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 206

213 Proses pembelajaran dengan berbasis pendekatan ilmiah harus dipandu dengan kaida-kaidah pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria ilmiah. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini. Substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu dengan yang lain dari substansi atau materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung -jawabkan. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana, jelas, dan menarik sistem penyajiannya. Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai non-ilmiah yang meliputi intuisi, akal sehat, prasangka, penemuan melalui coba-coba, dan asal berpikir kritis. Intuisi. Intuisi sering dimaknai sebagai kecakapan praktis yang kemunculannya bersifat irasional dan individual. Intuisi juga bermakna kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh seseorang atas dasar pengalaman dan kecakapannya. Istilah ini sering juga dipahami sebagai penilaian terhadap sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara cepat dan berjalan dengan sendirinya. Kemampuan intuitif itu biasanya didapat secara cepat tanpa melalui proses panjang dan tanpa disadari. Namun demikian, intuisi sama sekali menafikan dimensi alur pikir yang sistemik. Akal sehat. Guru dan peserta didik harus menggunakan akal sehat selama proses pembelajaran, karena memang hal itu dapat menunjukan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang benar. Namun demikian, jika guru dan peserta didik hanya semata-mata menggunakan akal sehat dapat pula menyesatkan mereka dalam proses dan pencapaian tujuan pembelajaran. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 207

214 Prasangka. Sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh semata-mata atas dasar akal sehat (comon sense) umumnya sangat kuat dipandu kepentingan seseorang (guru, peserta didik, dan sejenisnya) yang menjadi pelakunya. Ketika akal sehat terlalu kuat didomplengi kepentingan pelakunya, seringkali mereka menjeneralisasi hal-hal khusus menjadi terlalu luas. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan akal sehat berubah menjadi prasangka atau pemikiran skeptis. Berpikir skeptis atau prasangka itu memang penting, jika diolah secara baik. Sebaliknya akan berubah menjadi prasangka buruk atau sikap tidak percaya, jika diwarnai oleh kepentingan subjektif guru dan peserta didik. Penemuan coba-coba. Tindakan atau aksi coba-coba seringkali melahirkan wujud atau temuan yang bermakna. Namun demikian, keterampilan dan pengetahuan yang ditemukan dengan cara coba-coba selalu bersifat tidak terkontrol, tidak memiliki kepastian, dan tidak bersistematika baku. Tentu saja, tindakan coba-coba itu ada manfaatnya bahkan mampu mendorong kreatifitas. Karena itu, kalau memang tindakan coba-coba ini akan dilakukan, harus diserta dengan pencatatan atas setiap tindakan, sampai dengan menemukan kepastian jawaban. Misalnya, seorang peserta didik mencoba meraba-raba tombol-tombol sebuah komputer laptop, tiba-tiba dia kaget komputer laptop itu menyala. Peserta didik pun melihat lambang tombol yang menyebabkan komputer laptop itu menyala dan mengulangi lagi tindakannya, hingga dia sampai pada kepastian jawaban atas tombol dengan lambang seperti apa yang bisa memastikan bahwa komputer laptop itu bisa menyala. Berpikir kritis. Kamampuan berpikir kritis itu ada pada semua orang, khususnya mereka yang normal hingga jenius. Secara akademik diyakini bahwa pemikiran kritis itu umumnya dimiliki oleh orang yang bependidikan tinggi. Orang seperti ini biasanya pemikirannya dipercaya benar oleh banyak orang. Tentu saja hasil pemikirannya itu tidak semuanya benar, karena bukan berdasarkan hasil esperimen yang valid dan reliabel, karena pendapatnya itu hanya didasari atas pikiran yang logis semata. C. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang mengapa. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang bagaimana. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang apa. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 208

215 Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran semua mata pelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan, dan mencipta. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilainilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. Pendekatan ilmiah pembelajaran disajikan berikut ini. 1. Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 209

216 rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini: Menentukan objek apa yang akan diobservasi Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya. Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran meniscayakan keterlibatan peserta didik secara langsung. Dalam kaitan ini, guru harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi tersebut. Observasi biasa (common observation). Pada observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer). Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Observasi terkendali (controlled observation). Seperti halnya observasi biasa, pada observasi terkendali untuk kepentingan pembelajaran, peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Merepa juga tidak memiliki hubungan apa pun dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Namun demikian, berbeda dengan observasi biasa, pada observasi terkendali pelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan. Karena itu, pada pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi. Observasi partisipatif (participant observation). Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Sejatinya, observasi semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati. Di bidang pengajaran bahasa, misalnya, dengan menggunakan pendekatan ini berarti peserta didik hadir dan bermukim langsung di tempat subjek atau komunitas tertentu dan pada waktu tertentu pula untuk mempelajari bahasa atau dialek setempat, termasuk melibakan diri secara langsung dalam situasi kehidupan mereka. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 210

217 Selama proses pembelajaran, peserta didik dapat melakukan observasi dengan dua cara pelibatan diri. Kedua cara pelibatan dimaksud yaitu observasi berstruktur dan observasi tidak berstruktur, seperti dijelaskan berikut ini. Observasi berstruktur. Pada observasi berstruktur dalam rangka proses pembelajaran, fenomena subjek, objek, atau situasi apa yang ingin diobservasi oleh peserta didik telah direncanakan oleh secara sistematis di bawah bimbingan guru. Observasi tidak berstruktur. Pada observasi yang tidak berstruktur dalam rangka proses pembelajaran, tidak ditentukan secara baku atau rijid mengenai apa yang harus diobservasi oleh peserta didik. Dalam kerangka ini, peserta didik membuat catatan, rekaman, atau mengingat dalam memori secara spontan atas subjek, objektif, atau situasi yang diobservasi. Praktik observasi dalam pembelajaran hanya akan efektif jika peserta didik dan guru melengkapi diri dengan dengan alat-alat pencatatan dan alat-alat lain, seperti: (1) tape recorder, untuk merekam pembicaraan; (1) kamera, untuk merekam objek atau kegiatan secara visual; (2) film atau video, untuk merekam kegiatan objek atau secara audio-visual; dan (3) alat-alat lain sesuai dengan keperluan. Secara lebih luas, alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, dapat berupa daftar cek (checklist), skala rentang (rating scale), catatan anekdotal (anecdotal record), catatan berkala, dan alat mekanikal (mechanical device). Daftar cek dapat berupa suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek, objek, atau faktor- faktor yang akan diobservasi. Skala rentang, berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya. Catatan anekdotal berupa catatan yang dibuat oleh peserta didik dan guru mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. Alat mekanikal berupa alat mekanik yang dapat dipakai untuk memotret atau merekam peristiwa-peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. Prinsip-rinsip yang harus diperhatikan oleh guru dan peserta didik selama observasi pembelajaran disajikan berikut ini. Cermat, objektif, dan jujur serta terfokus pada objek yang diobservasi untuk kepentingan pembelajaran. Banyak atau sedikit serta homogenitas atau hiterogenitas subjek, objek, atau situasi yang diobservasi. Makin banyak dan hiterogen subjek, objek, atau situasi yang diobservasi, makin sulit kegiatan obervasi itu dilakukan. Sebelum obsevasi dilaksanakan, guru dan peserta didik sebaiknya menentukan dan menyepakati cara dan prosedur pengamatan. Guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat, direkam, dan sejenisnya, serta bagaimana membuat catatan atas perolehan observasi. 2. Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 211

218 membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyara, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah pertanyaan tidak selalu dalam bentuk kalimat tanya, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif! a. Fungsi bertanya Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik simpulan. Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. b. Kriteria pertanyaan yang baik Singkat dan jelas. Contoh: (1) Seberapa jauh pemahaman Anda mengenai faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? Pertanyaan kedua lebih singkat dan lebih jelas dibandingkan dengan pertanyaan pertama. Menginspirasi jawaban. Contoh: Membangun semangat kerukunan umat beragama itu sangat penting pada bangsa yang multiagama. Jika suatu bangsa gagal membangun semangat kerukukan beragama, Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 212

219 akan muncul aneka persoalan sosial kemasyarakatan. Coba jelaskan dampak sosial apa saja yang muncul, jika suatu bangsa gagal membangun kerukunan umat beragama? Dua kalimat yang mengawali pertanyaan di muka merupakan contoh yang diberikan guru untuk menginspirasi jawaban peserta menjawab pertanyaan. Memiliki fokus. Contoh: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Untuk pertanyaan seperti ini sebaiknya masing-masing peserta didik diminta memunculkan satu jawaban. Peserta didik pertama hingga kelima misalnya menjawab: kebodohan, kemalasan, tidak memiliki modal usaha, kelangkaan sumber daya alam, dan keterisolasian geografis. Jika masih tersedia alternatif jawaban lain, peserta didik yang keenam dan seterusnya, bisa dimintai jawaban. Pertanyaan yang luas seperti di atas dapat dipersempit, misalnya: Mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan? Pertanyaan seperti ini dimintakan jawabannya kepada peserta didik secara perorangan. Bersifat probing atau divergen. Contoh: (1) Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar, apakah peserta didik harus rajin belajar? (2) Mengapa peserta didik yang sangat malas belajar cenderung menjadi putus sekolah? Pertanyaan pertama cukup dijawab oleh peserta didik dengan Ya atau Tidak. Sebaliknya, pertanyaan kedua menuntut jawaban yang bervariasi urutan jawaban dan penjelasannya, yang kemungkinan memiliki bobot kebenaran yang sama. Bersifat validatif atau penguatan. Pertanyaan dapat diajukan dengan cara meminta kepada peserta didik yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang sama. Jawaban atas pertanyaan itu dimaksudkan untuk memvalidasi atau melakukan penguatan atas jawaban peserta didik sebelumnya. Ketika beberapa orang peserta didik telah memberikan jawaban yang sama, sebaiknya guru menghentikan pertanyaan itu atau meminta mereka memunculkan jawaban yang lain yang berbeda, namun sifatnya menguatkan. Contoh: o Guru: mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan? o Peserta didik I: karena orang yang malas lebih banyak diam ketimbang bekerja. o Guru: siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut? o Peserta didik II: karena lebih banyak diam ketimbang bekerja, orang yang malas tidak produktif o Guru : siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut? o Peserta didik III: orang malas tidak bertindak aktif, sehingga kehilangan waktu terlalu banyak untuk bekerja, karena itu dia tidak produktif. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 213

220 Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang. Untuk menjawab pertanyaan dari guru, peserta didik memerlukan waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya dan memverbalkannya dengan kata-kata. Karena itu, setelah mengajukan pertanyaan, guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan itu. Jika dengan pertanyaan tertentu tidak ada peserta didik yang bisa menjawah dengan baik, sangat dianjurkan guru mengubah pertanyaannya. Misalnya: (1) Apa faktor picu utama Belanda menjajah Indonesia?; (2) Apa motif utama Belanda menjajah Indonesia? Jika dengan pertanyaan pertama guru belum memperoleh jawaban yang memuaskan, ada baiknya dia mengubah pertanyaan seperti pertanyaan kedua. Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif. Pertanyaan guru yang baik membuka peluang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang makin meningkat, sesuai dengan tuntunan tingkat kognitifnya. Guru mengemas atau mengubah pertanyaan yang menuntut jawaban dengan tingkat kognitif rendah ke makin tinggi, seperti dari sekadar mengingat fakta ke pertanyaan yang menggugah kemampuan kognitif yang lebih tinggi, seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kata-kata kunci pertanyaan ini, seperti: apa, mengapa, bagaimana, dan seterusnya. Merangsang proses interaksi. Pertanyaan guru yang baik mendorong munculnya interaksi dan suasana menyenangkan pada diri peserta didik. Dalam kaitan ini, setelah menyampaikan pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik mendiskusikan jawabannya. Setelah itu, guru memberi kesempatan kepada seorang atau beberapa orang peserta didik diminta menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pola bertanya seperti ini memposisikan guru sebagai wahana pemantul. c. Tingkatan Pertanyaan Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula. Guru harus memahami kualitas pertanyaan, sehingga menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh, mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 214

221 Tingkatan Subtingkatan Kognitif Pengetahuan yang (knowledge) lebih rendah Kata-kata kunci pertanyaan Apa... Siapa... Kapan... Di mana... Sebutkan... Jodohkan atau pasangkan... Persamaan kata... Golongkan... Berilah nama... Dll. Terangkahlah... Bedakanlah... Terjemahkanlah... Simpulkan... Bandingkan... Ubahlah... Berikanlah interpretasi... Gunakanlah... Tunjukkanlah... Buatlah... Demonstrasikanlah... Carilah hubungan... Tulislah contoh... Siapkanlah... Klasifikasikanlah... Analisislah... Kemukakan bukti-bukti Mengapa Identifikasikan Tunjukkanlah sebabnya Berilah alasan-alasan Sintesis (synthesis) Ramalkanlah Bentuk Ciptakanlah Susunlah Rancanglah... Tulislah Bagaimana kita dapat memecahkan Apa yang terjadi seaindainya Bagaimana kita dapat memperbaiki Kembangkan Berilah pendapat Alternatif mana yang lebih baik Setujukah anda Kritiklah Berilah alasan Nilailah Bandingkan Bedakanlah Pemahaman (comprehension) Penerapan (application Kognitif Analisis (analysis) yang lebih tinggi Evaluasi (evaluation) Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 215

222 3. Menalar a. Esensi Menalar Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemanan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari persepektif psikologi, asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. Menurut teori asosiasi, proses pembelajaran pembelajaran akan berhasil secara efektif jika terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Pola ineraksi itu dilakukan melalui stimulus dan respons (S-R). Teori ini dikembangan kerdasarkan hasil eksperimen Thorndike, yang kemudian dikenal dengan teori asosiasi. Jadi, prinsip dasar proses pembelajaran yang dianut oleh Thorndike adalah asosiasi, yang juga dikenal dengan teori Stimulus-Respon (S-R). Menurut Thorndike, proses pembelajaran, lebih khusus lagi proses belajar peserta didik terjadi secara perlahan atau inkremental/bertahap, bukan secara tibatiba. Thorndike mengemukakan berapa hukum dalam proses pembelajaran. Hukum efek (The Law of Effect), di mana intensitas hubungan antara stimulus (S) dan respon (R) selama proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh konsekuensi dari hubungan yang terjadi. Jika akibat dari hubungan S-R itu dirasa menyenangkan, maka perilaku peserta didik akan mengalami penguatan. Sebaliknya, jika akibat hubungan S-R dirasa tidak menyenangkan, maka perilaku peserta didik akan melemah. Menurut Thorndike, efek dari reward (akibat yang menyenangkan) jauh lebih besar dalam memperkuat perilaku peserta didik dibandingkan efek punishment (akibat yang tidak menyenangkan) dalam memperlemah perilakunya. Ini bermakna bahwa reward akan meningkatkan perilaku peserta didik, tetapi punishment belum tentu akan mengurangi atau menghilangkan perilakunya. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 216

223 Hukum latihan (The Law of Exercise). Awalnya, hukum ini terdiri dari dua jenis, yang setelah tahun 1930 dinyatakan dicabut oleh Thorndike. Karena dia menyadari bahwa latihan saja tidak dapat memperkuat atau membentuk perilaku. Pertama, Law of Use yaitu hubungan antara S-R akan semakin kuat jika sering digunakan atau berulangulang. Kedua, Law of Disuse, yaitu hubungan antara S-R akan semakin melemah jika tidak dilatih atau dilakukan berulang-ulang. Menurut Thorndike, perilaku dapat dibentuk dengan menggunakan penguatan (reinforcement). Memang, latihan berulang tetap dapat diberikan, tetapi yang terpenting adalah individu menyadari konsekuensi perilakunya. Hukum kesiapan (The Law of Readiness). Menurut Thorndike, pada prinsipnya apakah sesuatu itu akan menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dipelajari tergantung pada kesiapan belajar individunya. Dalam proses pembelajaran, hal ini bermakna bahwa jika peserta dalam keadaan siap dan belajar dilakukan, maka mereka akan merasa puas. Sebaliknya, jika pesert didik dalam keadaan tidak siap dan belajar terpaksa dilakukan, maka mereka akan merasa tidak puas bahkan mengalami frustrasi. Prinsip-prinsip dasar dari Thorndike kemudian diperluas oleh B.F. Skinner dalam Operant Conditioning atau pelaziman/pengkondisian operan. Pelaziman operan adalah bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Merujuk pada teori S-R, proses pembelajaran akan makin efektif jika peserta didik makin giat belajar. Dengan begitu, berarti makin tinggi pula kemampuannya dalam menghubungkan S dengan R. Kaidah dasar yang digunakan dalam teori S-R adalah: Kesiapan (readiness). Kesiapan diidentifikasi berkaitan langsung dengan motivasi peserta didik. Kesiapan itu harus ada pada diri guru dan peserta didik. Guru harus benar-benar siap mengajar dan peserta didik benar-benar siap menerima pelajaran dari gurunya. Sejalan dengan itu, segala sumber daya pembelajaran pun perlu disiapkan secara baik dan saksama. Latihan (exercise). Latihan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berulang oleh peserta didik. Pengulangan ini memungkinkan hubungan antara S dengan R makin intensif dan ekstensif. Pengaruh (effect). Hubungan yang intensif dan berulang-ulang antara S dengan R akan meningkatkan kualitas ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik sebagai hasil belajarnya. Manfaat hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik dirasakan langsung oleh mereka dalam dalam dunia kehidupannya. Kaidah atau prinsip pengaruh dalam pembelajaran berkaitan dengan kemamouan guru menciptakan suasana, memberi penghargaan, celaan, hukuman, dan ganjaran. Teori S S ini Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 217

224 memang terkesan robotik. Karenanya, teori ini terkesan mengenyampingkan peranan minat, kreativitas, dan apirasi peserta didik. Oleh karena tidak semua perilaku belajar atau pembelajaran dapat dijelaskan dengan pelaziman sebagaimana dikembangkan oleh Ivan Pavlov, teori asosiasi biasanya menambahkan teori belajar sosial (social learning) yang dikembangkan oleh Bandura. Menurut Bandura, belajar terjadi karena proses peniruan (imitation). Kemampuan peserta didik dalam meniru respons menjadi pengungkit utama aktivitas belajarnya. Ada empat konsep dasar teori belajar sosial (social learning theory) dari Bandura. Pertama, pemodelan (modelling), dimana peserta didik belajar dengan cara meniru perilaku orang lain (guru, teman, anggota masyarakat, dan lain-lain) dan pengalaman vicarious yaitu belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain itu. Kedua, fase belajar, meliputi fase memberi perhatian terhadap model (attentional), mengendapkan hasil memperhatikan model dalam pikiran pebelajar (retention), menampilkan ulang perilaku model oleh pebelajar (reproduction), dan motivasi (motivation) ketika peserta didik berkeinginan mengulang-ulang perilaku model yang mendatangkan konsekuensi-konsekuensi positif dari lingkungan. Ketiga, belajar vicarious, dimana peserta didik belajar dengan melihat apakah orang lain diberi ganjaran atau hukuman selama terlibat dalam perilaku-perilaku tertentu. Keempat, pengaturan-diri (self-regulation), dimana peserta didik mengamati, mempertimbangkan, memberi ganjaran atau hukuman terhadap perilakunya sendiri. Teori asosiasi ini sangat efektif menjadi landasan menanamkan sikap ilmiah dan motivasi pada peserta didik berkenaan dengan nilai-nilai instrinsik dari pembelajaran partisipatif. Dengan cara ini peserta didik akan melakukan peniruan terhadap apa yang nyata diobservasinya dari kinerja guru dan temannya di kelas. Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan kurikulum. Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh, baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis, dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 218

225 b. Cara menalar Seperti telah dijelaskan di muka, terdapat dua cara menalar, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. Jadi, menalar secara induktif adalah proses penarikan simpulan dari kasus-kasus yang bersifat nyata secara individual atau spesifik menjadi simpulan yang bersifat umum. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengalaman empirik. Contoh: Singa binatang berdaun telinga, berkembangbiak dengan cara melahirkan Harimau binatang berdaun telinga, berkembangbiak dengan cara melahirkan Ikan Paus binatang berdaun telinga berkembangbiak dengan melahirkan Simpulan: Semua binatang yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. Pola penalaran deduktif dikenal dengan pola silogisme. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagian-bagiannya yang khusus. Ada tiga jenis silogisme, yaitu silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Pada penalaran deduktif tedapat premis, sebagai proposisi menarik simpulan. Penarikan simpulan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu langsung dan tidak langsung. Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis, sedangkan simpulan tidak langsung ditarik dari dua premis. Contoh : Kamera adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi Telepon genggam adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperas. Simpulan: semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi. 4. Analogi dalam Pembelajaran Selama proses pembelajaran, guru dan pesert didik sering kali menemukan fenomena yang bersifat analog atau memiliki persamaan. Dengan demikian, guru dan peserta didik adakalamua menalar secara analogis. Analogi adalah suatu proses penalaran dalam pembelajaran dengan cara membandingkan sifat esensial yang mempunyai kesamaan atau persamaan. Berpikir analogis sangat penting dalam pembelajaran, karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Seperti halnya penalaran, analogi terdiri dari dua jenis, yaitu analogi induktif dan analogi deduktif. Kedua analogi itu dijelaskan berikut ini. Analogi induktif disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena atau gejala. Atas dasar persamaan dua gejala atau fenomena itu ditarik simpulan bahwa apa yang ada pada fenomena atau gejala pertama terjadi juga pada fenomena atau gejala kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode menalar yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu simpulan yang Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 219

226 dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua fenomena atau gejala khusus yang diperbandingkan. Contoh: Peserta didik Pulan merupakan pebelajar yang tekun. Dia lulus seleksi Olimpiade Sains Tingkat Nasional tahun ini. Dengan demikian, tahun ini juga, Peserta didik Pulan akan mengikuti kompetisi pada Olimpiade Sains Tingkat Internasional. Untuk itu dia harus belajar lebih tekun lagi. Analogi deklaratif merupakan suatu metode menalar untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu fenomena atau gejala yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Analogi deklaratif ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru, fenomena, atau gejala menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dketahui secara nyata dan dipercayai. Contoh: Kegiatan kepeserta didikan akan berjalan baik jika terjadi sinergitas kerja antara kepala sekolah, guru, staf tatalaksana, pengurus organisasi peserta didik intra sekolah, dan peserta didik. Seperti halnya kegiatan belajar, untuk mewujudkan hasil yang baik diperlukan sinergitas antara ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 5. Hubungan Antarfenonena Seperti halnya penalaran dan analogi, kemampuan menghubungkan antarfenomena atau gejala sangat penting dalam proses pembelajaran, karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Di sinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenonena atau gejala, khususnya hubungan sebab-akibat. Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan datu atau beberapa fakta yang lain. Suatu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satu atau beberapa fakta tersebut. Penalaran sebab-akibat ini masuk dalam ranah penalaran induktif, yang disebut dengan penalaran induktif sebab-akibat. Penalaran induksi sebab akibat terdiri dri tiga jenis. Hubungan sebab akibat. Pada penalaran hubungan sebab-akibat, hal-hal yang menjadi sebab dikemukakan terlebih dahulu, kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat. Contoh: Bekerja keras, belajar tekun, berdoa, dan tidak putus asa adalah faktor pengungkit yang bisa membuat kita mencapai puncak kesuksesan. Hubungan akibat sebab. Pada penalaran hubungan akibat-sebab, hal-hal yang menjadi akibat dikemukakan terlebih dahulu, selanjutnya ditarik simpulan yang merupakan penyebabnya. Contoh : Akhir-ahir ini sangat marak kenakalan remaja, angka putus sekolah, penyalahgunaan Nakoba di kalangan generasi muda, perkelahian antarpeserta didik, yang disebabkan oleh pengabaian Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 220

227 orang tua dan ketidaan keteladanan tokoh masyarakat, sehingga mengalami dekandensi moral secara massal. Hubungan sebab akibat 1 akibat 2. Pada penalaran hubungan sbab-akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat yang pertama menjadi penyebab, sehingga menimbulkan akibat kedua. Akibat kedua menjadi penyebab sehingga menimbulkan akibat ketiga, dan seterusnya. Contoh: Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, hidupnya terisolasi. Keterisolasian itu menyebabkan mereka kehilangan akses untuk melakukan aktivitas ekonomi, sehingga muncullah kemiskinan keluarga yang akut. Kemiskinan keluarga yang akut menyebabkan anakanak mereka tidak berkesempatan menempuh pendidikan yang baik. Dampak lanjutannya, bukan tidak mungkin terjadi kemiskinan yang terus berlangsung secara siklikal. 6. Mencoba Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran IPA, misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar maka: (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan dilaksanakan murid (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen (6) Membagi kertas kerja kepada murid (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru, dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal. Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan eksperimen atau mencoba dilakukan melalui tiga tahap, yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Ketiga tahapan eksperimen atau mencoba dimaksud dijelaskan berikut ini. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 221

228 a. Persiapan Menentapkan tujuan eksperimen Mempersiapkan alat atau bahan Mempersiapkan tempat eksperimen sesuai dengan jumlah peserta didik serta alat atau bahan yang tersedia. Di sini guru perlu menimbang apakah peserta didik akan melaksanakan eksperimen atau mencoba secara serentak atau dibagi menjadi beberapa kelompok secara paralel atau bergiliran Memertimbangkan masalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil atau menghindari risiko yang mungkin timbul Memberikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapa-tahapan yang harus dilakukan peserta didik, termasuk hal-hal yang dilarang atau membahayakan. b. Pelaksanaan Selama proses eksperimen atau mencoba, guru ikut membimbing dan mengamati proses percobaan. Di sini guru harus memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitankesulitan yang dihadapi oleh peserta didik agar kegiatan itu berhasil dengan baik. Selama proses eksperimen atau mencoba, guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan, termasuk membantu mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan menghambat kegiatan pembelajaran. c. Tindak lanjut Peserta didik mengumpulkan laporan hasil eksperimen kepada guru Guru memeriksa hasil eksperimen peserta didik Guru memberikan umpan balik kepada peserta didik atas hasil eksperimen. Guru dan peserta didik mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama eksperimen. Guru dan peserta didik memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan alat yang digunakan D. Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran Kolaboratif Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kolaboratif? Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 222

229 Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tntutan belajar secara bersama-sama. Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya sediri, mereka akan bekerja sebaik-baiknya ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan temannya. Vigotsky merupakan salah satu pengagas teori konstruktivisme sosial. Pakar ini sangat terkenal dengan teori Zone of Proximal Development atau ZPD. Istilah Proximal yang digunakan di sini bisa bermakna next. Menurut Vygotsky, setiap manusia (dalam konteks ini disebut peserta didik) mempunyai potensi tertentu. Potensi tersebut dapat teraktualisasi dengan cara menerapkan ketuntasan belajar (mastery learning). Akan tetapi di antara potensi dan aktualisasi peserta didik itu terdapat terdapat wilayah abu-abu. Guru memiliki berkewajiban menjadikan wilayah abu-abu yang ada pada peserta didik itu dapat teraktualisasi dengan cara belajar kelompok. Seperti termuat dalam gambar, Vygostsky mengemukakan tiga wilayah yang tergamit dalam ZPD yang disebut dengan cannot yet do, can do with help, dan can do alone. ZPD merupakan wilayah can do with help yang sifatnya tidak permanen, jika proses pembelajaran mampu menarik pebelajar dari zona tersebut dengan cara kolaborasi atau pembelajaran kolaboratif. Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif. Dua sifat berkenaan dengan perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. Sifat ketiga berkaitan dengan pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. Sifat keempat menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif. 1. Guru dan peserta didik saling berbagi informasi. Dengan pembelajaran kolaboratif, peserta didik memiliki ruang gerak untuk menilai dan membina ilmu pengetahuan, pengalaman personal, bahasa komunikasi, strategi dan konsep pembelajaran sesuai dengan teori, serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan situasi pembelajaran. Di sini, peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer belajar ketimbang memberi instruksi dan mengawasi secara rijid. Contoh: Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 223

230 Jika guru mengajarkan topik hidup bersama secara damai. Peserta didik yang mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan topik tersebut berpeluang menyatakan sesuatu pada sesi pembelajaran, berbagi idea, dan memberi garis-garis besar arus komunikasi antar peserta didik. Jika peserta didikmemahami dan melihat fenomena nyata kehidupan bersama yang damai itu, pengalaman dan pengetahuannya dihargai dan dapat dibagikan dalam jaringan pembelajaran mereka. Mereka pun akan termotivasi untuk melihat dan mendengar. Di sini peserta didik juga dapat merumuskan kaitan antara proses pembelajaran yang sedang dilakukan dengan dunia sebenarnya. 2. Berbagi tugas dan kewenangan. Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif, guru berbagi tugas dan kewenangan dengan peserta didik, khususnya untuk hal-hal tertentu. Cara ini memungkinan peserta didik menimba pengalaman mereka sendiri, berbagi strategi dan informasi, menghormati antarsesa, mendoorong tumbuhnya ide-ide cerdas, terlibat dalam pemikiran kreatif dan kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan bermakna. Guru sebagai mediator. Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif, guru berperan sebagai mediator atau perantara. Guru berperan membantu menghubungkan informasi baru dengan pengalaman yang ada serta membantu peserta didik jika mereka mengalami kebutuan dan bersedia menunjukkan cara bagaimana mereka memiliki kesungguhan untuk belajar. Kelompok peserta didik yang heterogen. Sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didk yang tumbuh dan berkembang sangat penting untuk memperkaya pembelajaran di kelas. Pada kelas kolaboratif peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka, berbagi informasi, serta mendengar atau membahas sumbangan informasi dari peserta didik lainnya. Dengan cara seperti ini akan muncul keseragaman di dalam heterogenitas peserta didik. Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep, penggolongan sifat, fakta, atau mengulangi informasi tentang objek. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini. Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 224

231 Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik, buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. 3. Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak merode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini. JP = Jigsaw Proscedure. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. Agar masing-masing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok. STAD = Student Team Achievement Divisions. Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggotaanggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik. CI = Complex Instruction. Titik tekan metode ini adalam pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan, khususnya dalam bidang sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua peserta didik sebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. TAI = Team Accelerated Instruction. Metode ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap peserta didik sebagai anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar, ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 225

232 CLS = Cooperative Learning Stuctures. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran. LT = Learning Together Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. TGT = Teams-Games-Tournament. Pada metode ini, setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. GI = Group Investigation. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. AC = Academic-Constructive Controversy. Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masingmasing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para peserta didik saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 226

233 HO CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU A. Pengantar Memasuki Tahun 2013 akan segera diberlakukan pembelajaran Tematik Terpadu bagi peserta didik mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Pembelajaran dimaksud adalah dengan menggunakan Tema yang akan menjadi pemersatu berbagai mata pelajaran. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. Pendekatan ilmiah pembelajaran antara lain meliputi langkah-langkah pokok Mengamati Menanya Menalar Mencoba Mengolah Menyajikan Menyimpulkan dan Mengkomunikasikan Langkah-langkah tersebut tidak selalu dilalui secara berurutan, terlebih pada pembelajaran Tematik Terpadu, dimana pembelajarannya menggunakan Tema sebagai pemersatu. Sementara setiap mata pelajaran memiliki karakteristik keilmuan yang antara satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu agar pembelajaran bermakna perlu diberikan contoh-contoh agar dapat lebih memperjelas penyajian pembelajaran dengan pendekatan scientific. B. Pendekatan ilmiah dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa pembelajaran Tematik Terpadu merupakan suatu penyajian pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran dengan Tema sebagai pemersatunya. Sementara karakteristik keilmuan dari setiap materi pelajaran tidaklah sama maka khusus untuk penyajian pembelajaran dapat disajikan langkah dalam pendekatan ilmiah sebagai berikut: Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 227

234 1. Mengamati Dalam penyajian pembelajaran, guru dan peserta didik (Kelas I Sekolah Dasar) perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat mungkin bersifat kontekstual. Berikut contoh Tema Kegiatanku. Peserta didik diajak mengamati gambar, kemudian mereka diajak mengidentifikasi, tentang ciri-ciri rumah. Apakah termasuk rumah yang bersih, dan apa syaratnya atau kriterianya rumah yang sehat. Dengan mengamati gambar, peserta didik akan dapat secara langsung dapat menceritakan kondisi sebagaimana yang di tuntut dalam kompetensi dasar dan indikator, dan mata pelajaran apa saja yang dapat dipadukan dengan media yang tersedia. Kegiatan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah yag diamati. 2. Menanya Peserta didik yang masih duduk di kelas I Sekolah Dasar tidak mudah diajak bertanya jawab apabila tidak dihadapkan dengan media yang menarik. Guru yang efektif seyogyanya mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah pertanyaan tidak selalu dalam bentuk kalimat tanya, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Dengan media gambar peserta didik diajak bertanya jawab kegiatan apa saja yang harus dilakukan peserta didik agar rumah dan lingkungannya menjadi bersih dan sehat sekaligus membedakan rumah yang bersih dan yang tidak bersih. (Eksplorasi) Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri rumah yang sehat? Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 228

235 Pada saat siswa mengamati dan menjawab pertanyaan guru, maka sudah memadukan dan mengakomodasi mata pelajaran Bahasa Indonesia, (untuk aspek mendengarkan, dan berbicaranya, membaca gambar serta menulis hasil identifikasi ciri-ciri rumah bersih dan sehat). Bagi peserta didik yang masih duduk di kelas I Sekolah Dasar yang belum lancar membaca tulisan akan diganti dengan membaca gambar. Sedangkan konten yang yang sedang dibahas merupakan substansi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia/di dalamnya memuat IPA. Lebih lanjut dapat dipadukan dengan mata pelajaran Matematika tentang bangun datar dan bangun ruang. 3. Menalar Apabila dikaitkan dengan contoh yang disajikan diatas, maka Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 adalah untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemanan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari perspektif psikologi, asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. (Eksplorasi dan Elaborasi) Contoh untuk kegiatan menalar ini bisa dengan gambar-gambar sebagai berikut: No 1. Gambar Kegiatan di rumah Kegiatan di sekolah Kegiatan di lingkungan masyarakat 2. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 229

236 Peserta didik akan mengamati dan mengerjakan tugas dari guru dengan cara memberikan tanda cek ( ) 4. Mencoba Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (Kelas I /MI) misalnya, peserta didik harus memahami konsepkonsep IPA yang ada di dalam Bahasa Indonesia dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasilhasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. (Eksplorasi dan elaborasi) Contoh: Peserta didik bisa diajak berdiri di tengah lapangan untuk mencoba dan mempraktekkan apakah bayang-bayang tubuh manusia bisa berjalan? Dan pada pukul berapa bayang-bayang manusia menyatu dengan tubuh manusia? Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 230

237 5. Mengolah Pada tahapan mengolah ini peserta didik sedapat mungkin dikondisikan belajar secara kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Peserta didik secara bersamasama, saling bekerjasama, saling membantu mengerjakan hasil tugas terkait dengan materi yang sedang dipelajari (Kegiatan Elaborasi). Hasil tugas dikerjakan bersama dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru 6. Menyimpulkan Kegiatan menyimpulkan merupakan kelanjutan dari kegiatan mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. 7. Menyajikan Hasil tugas yang telah dikerjakan bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio yang di basukkan ke dalam file atau Map peserta didik terisi dari hasil pekerjaannya sendiri secara individu. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 231

238 8. Mengkomunikasikan Pada kegiatan akhir diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki. Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana pada Standar Proses. C. Penutup Pendekatan ilmiah atau scientific dalam pembelajaran Tematik Terpadu akan semakin bagus apabila dilakukan secara alami, mengalir begitu saja, kontekstual dan terkait dengan pengalaman hidup sehari-hari peserta didik. Langkah-langkah dalam pendekatan ilmiah seperti dijelaskan di atas tentu saja harus dijiwai oleh perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sehari-hari yang pada muaranya akan berdampak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Referensi: Shelly Frei, (2008), Teaching Mathematics Today, Huntington Beach, CA : Shell Education Sudarwan, Prof., (2013), Pendekatan-pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran, Makalah pada Workshop Kurikulum, Jakarta diakses 16 Februari : diakses 16 Februari 2013 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 232

239 Submateri Pelatihan 2.3: Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Kegiatan Interaktif 15 Menit Diskusi Kelompok Paparan Materi 50 Menit 20 Menit Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk penilaian autentik. Diskusi materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar. Paparan materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.3 Paparan materi Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.3/3.2. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 233

240 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 234

241 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 235

242 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 236

243 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 237

244 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 238

245 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 239

246 HO-2.3 KONSEP PENILAIAN AUTENTIK A. Definsi dan Makna Asesmen Autentik Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah asesmen merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Dalam kehidupan akademik keseharian, frasa asesmen autentik dan penilaian autentik sering dipertukarkan. Akan tetapi, frasa pengukuran atau pengujian autentik, tidak lazim digunakan. Secara konseptual asesmen autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan asesmen autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Untuk mendapatkan pemahaman cukup komprehentif mengenai arti asesmen autentik, berikut ini dikemukakan beberapa definisi. Dalam American Librabry Association, asesmen autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktifitas yang relevan dalam pembelajaran. Dalam Newton Public School, asesmen autentik diartikan sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik. Wiggins mendefinisikan asesmen autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktifitas-aktifitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisa oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antarsesama melalui debat, dan sebagainya. B. Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Karena, asesmen semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Asesmen autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik. Karenanya, asesmen autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai. Kata lain dari asesmen autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Asesmen autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 240

247 yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Asesmen autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Asesmen autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunkan standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat. Tentu saja, pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam proses pembelajaran, karena memang lzim digunakan dan memperoleh legitimasi secara akademik. Asesmen autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengan peserta didik. Dalam asesmen autentik, seringkali pelibatan siswa sangat penting. Asumsinya, peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. Pada asesmen autentik guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan, dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah. Asesmen autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan. Asesmen autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Asesmen autentik harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan. C. Asesmen Autentik dan Belajar Autentik Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Asesmen semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik, yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Contoh asesmen autentik antara lain keterampilan kerja, kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain peran, portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan sesuatu. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 241

248 Asesmen autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik pula. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. Asesmen Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, keteampilan, dan pengetahuan yang ada. Dengan demikian, asesmen autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir, meski dengan satuan waktu yang berbeda. Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah memainkan peran aktif dan kreatif. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka. Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan pendekatan scientific, memahahi aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang luar sekolah. Di sini, guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari, memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. Asesmen autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru. Sejalan dengan deskripsi di atas, pada pembelajaran autentik, guru harus menjadi guru autentik. Peran guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik, guru harus memenuhi kriteria tertentu seperti disajikan berikut ini. 1. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain pembelajaran. 2. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumberdaya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan. 3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru, dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik. 4. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah. Asesmen autentik adalah komponen penting dari reformasi pendidikan sejak tahun 1990an. Wiggins (1993) menegaskan bahwa metode penilaian tradisional untuk mengukur prestasi, seperti tes pilihan ganda, benar/salah, menjodohkan, dan lain-lain telah gagal mengetahui kinerja peserta didik yang sesungguhnya. Tes semacam ini telah gagal memperoleh gambaran yang utuh mengenai Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 242

249 sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik dikaitkan dengan kehidupan nyata mereka di luar sekolah atau masyarakat. Asesmen hasil belajar yang tradisional bahkan cenderung mereduksi makna kurikulum, karena tidak menyentuh esensi nyata dari proses dan hasil belajar peserta didik. Ketika asesmen tradisional cenderung mereduksi makna kurikulum, tidak mampu menggambarkan kompetensi dasar, dan rendah daya prediksinya terhadap derajat sikap, keterampilan, dan kemampuan berpikir yang diartikulasikan dalam banyak mata pelajaran atau disiplin ilmu; ketika itu pula asesmen autentik memperoleh traksi yang cukup kuat. Memang, pendekatan apa pun yang dipakai dalam penilaian tetap tidak luput dari kelemahan dan kelebihan. Namun demikian, sudah saatnya guru profesional pada semua satuan pendidikan memandu gerakan memadukan potensi peserta didik, sekolah, dan lingkungannya melalui asesmen proses dan hasil belajar yang autentik. Data asesmen autentik digunakan untuk berbagai tujuan seperti menentukan kelayakan akuntabilitas implementasi kurikulum dan pembelajaran di kelas tertentu. Data asesmen autentik dapat dianalisis dengan metode kualitatif, kuanitatif, maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dari asesmen otentif berupa narasi atau deskripsi atas capaian hasil belajar peserta didik, misalnya, mengenai keunggulan dan kelemahan, motivasi, keberanian berpendapat, dan sebagainya. Analisis kuantitatif dari data asesmen autentik menerapkan rubrik skor atau daftar cek (checklist) untuk menilai tanggapan relatif peserta didik relatif terhadap kriteria dalam kisaran terbatas dari empat atau lebih tingkat kemahiran (misalnya: sangat mahir, mahir, sebagian mahir, dan tidak mahir). Rubrik penilaian dapat berupa analitik atau holistik. Analisis holistik memberikan skor keseluruhan kinerja peserta didik, seperti menilai kompetisi Olimpiade Sains Nasional. D. Jenis-jenis Asesmen Autentik Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan: (1) sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang akan dinilai; (2) fokus penilaian akan dilakukan, misalnya, berkaitan dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan; dan (3) tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau proses. Beberapa jenis asesmen autentik disajikan berikut ini. 1. Penilaian Kinerja Asesmen autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Dengan menggunakan informasi ini, guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif mauun laporan kelas. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja: Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 243

250 a. Daftar cek (checklist). Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. b. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan. c. Skala penilaian (rating scale). Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali. d. Memori atau ingatan (memory approach). Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. Cara seperti tetap ada manfaatnya, namun tidak cukup dianjurkan. Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkahlangkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati. Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai keterampilan berbahasa peserta didik, dari aspek keterampilan berbicara, misalnya, guru dapat mengobservasinya pada konteks yang, seperti berpidato, berdiskusi, bercerita, dan wawancara. Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian ranah sikap. Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian ranah keterampilan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 244

251 Penilaian ranah pengetahuan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. 2. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. a. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. b. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. c. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik, karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 245

252 3. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. a. b. c. d. e. f. g. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio. 4. Penilaian Tertulis Meski konsepsi asesmen autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban dan mensuplai jawaban. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 246

253 pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Misalnya, peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja, rendahnya keterampilan, atau kelangkaan sumberdaya alam. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda, namun tetap terbuka memiliki kebenarann yang sama, asalkan analisisnya benar. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 247

254 Submateri Pelatihan 2.4: Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Langkah Kegiatan Inti Menilai Buku Diskusi Kelompok Menyimpulkan Hasil Kerja Kelompok 20 Menit 30 Menit 15 Menit 60 Menit Menyimpulkan Presentasi Kerja Kelompok Diskusi Kelompok 20 Menit 30 Menit 30 Menit 30 Menit Menilai Buku Peserta menilai buku dengan bimbingan fasilitator dilihat dari aspek kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi. Diskusi Kelompok Peserta dibagi atas beberapa kelompok yang terdiri dari Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan pemaparan materi Analisis Buku Guru dan Buku Siswa dengan menggunakan PPT-2.4 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Simpulan Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar kerja yang telah disiapkan. Kerja Kelompok Kerja kelompok menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD dengan menggunakan LK dan LK Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 248

255 Diskusi Kelompok Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Kerja Kelompok Kerja kelompokmembuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. Presentasi Presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Simpulan Fasilitator menyimpulkan materi analisis buku. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 249

256 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 250

257 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 251

258 Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 252

259 LK LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU DAN BUKU SISWA PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU DAN BUKU SISWA Kompetensi 1. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 2. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD. 3. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. Tujuan 1. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan SKL, KI dan KD. 2. Menganalisis keterpaduan antar mata pelajaran atau antar konsep/topik. 3. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan konsep pendekatan scientific dan penilaian autentik. 4. Merencanakan tindak lanjut dari hasil analisis. Panduan Kegiatan 1. Bagilah peserta menjadi kelompok yang terdiri dari 3 orang. Tiap kelompok menganalisis 3 sub tema. 2. Pelajari format Analisis Buku Guru dan format Analisis Buku Siswa! 3. Siapkan SKL, KI dan KD! 4. Cermatilah buku guru dan buku siswa! 5. Lakukanlah analisis terhadap buku tersebut dengan menggunakan format yang tersedia! 6. Berikan tanda centang ( ) jika sudah sesuai dan tanda silang (x) jika belum sesuai! 7. Berdasarkan hasil analisis, tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut: a. Jika sesuai dengan kebutuhan, buku bisa digunakan dalam pembelajaran. b. Jika kurang/tidak sesuai, Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku tersebut. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 253

260 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU Judul buku Kelas Jenjang Tema Subtema :... :... :... :... :... HASIL ANALISIS NO. ASPEK YANG DIANALISIS 1. Kesesuaian dengan SKL 2. Kesesuaian dengan KI 3. Kesesuaian dengan KD 4. Kecukupan materi ditinjau dari: a. cakupan konsep/materi esensial; dan b. alokasi waktu. 5. Kedalaman materi pengayaan ditinjau dari: a. Pola pikir keilmuan; dan b. Karakteristik siswa 6. Informasi pembelajaran sesuai Standar Proses 7. Informasi keterpaduan: Penerapan model pembelajaran tematik terpadu 8. Informasi tentang penerapan pendekatan scientific 9. Instrumen penilaian autentik dan bahan remedial teaching PB I PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 254

261 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA Judul buku Kelas Jenjang Tema Subtema No. :... :... :... :... :... Aspek yang Dianalisis 1. Kesesuaian dengan SKL 2. Kesesuaian dengan KI 3. Kesesuaian dengan KD 4. Kesesuaian materi dengan tema 5. Kecukupan materi ditinjau dari: HASIL ANALISIS PB I PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS c. cakupan konsep/materi esensial; dan d. alokasi waktu. 6. Kedalaman materi ditinjau dari: c. Pola pikir keilmuan; dan d. Karakteristik siswa 7. Keterpaduan berbagai mata pelajaran 8. Penerapan Pendekatan Scientific 9. Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa 10. Kolom interaksi antara guru dengan orangtua Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 255

262 R 2.4 RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS BUKU GURU DAN SISWA Rubrik penilaian analisis buku guru dan buku siswa digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta terhadap buku guru dan buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Langkah-langkah penilaian hasil analisis. 1. Cermati format penilaian analisis buku guru atau buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan dinilai! 2. Berikan nilai pada setiap aspek yang dianalisis sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta menggunakan rentang nilai sebagai berikut! KRITERIA PERINGKAT NILAI Amat Baik ( A) 90 < A 100 Hasil analisis tepat, tindak lanjut logis dan bisa dilaksanakan Baik (B) 75 < B < 90 Hasil analisis tepat, tindak lanjut kurang logis Cukup (C) 60 < C < 75 Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut logis Kurang (K) < 60 Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut tidak logis 3. Setelah selesai penilaian masing-masing komponen, jumlahkan nilai seluruh komponen sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku guru/siswa. Materi Pelatihan 2 Analisis Materi Ajar Kelas I 256

263 MATERI PELATIHAN 3 : MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 3.1. Penyusunan RPP 3.2. Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 257

264 MATERI PELATIHAN 3: MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: B. LINGKUP MATERI C. Penyusunan RPP Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar INDIKATOR D. menyusun RPP tematik terpadu yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun intelektual; dan merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP. Menyusun RPP tematik terpadu yang sesuai dengan SKL, KI dan KD; Standar Proses; dan pendekatan scientific. Menelaah RPP. Menunjukkan sikap tanggung dan kreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran tematik terpadu. Menelaah rancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. PERANGKAT PELATIHAN 1. Bahan Tayang a. Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. b. Panduan tugas telaah RPP. c. Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP. 2. Lembar KerjaTelaah RPP 3. ATK Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 258

265 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN ALOKASI WAKTU JENJANG KELAS : : : : TAHAPAN KEGIATAN 3. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@ 45 MENIT) /MI I DESKRIPSI KEGIATAN PERSIAPAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya. KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian Peserta WAKTU 15 Menit Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. Fasilitator memotivasi peserta agar serius, antusias, teliti, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. KEGIATAN INTI 3.1 Penyusunan RPP 205 Menit Saling menilai RPP yang dibawa setiap peserta. 15 menit Menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh fasilitator. 10 Menit Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP tematik terpadu yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific, dilanjutkan dengan paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. 40 Menit Kerja kelompok untuk menyusun RPP tematik terpadu yang sesuai dengan SKL, KI, dan KD; Standar Proses; dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1). 80 Menit Diskusi format telaah RPP dengan mengacu pada bahan tayang 20 Menit Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 259

266 PPT-3.1. KEGIATAN PENUTUP Kerja Kelompok untuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK-3.1/ menit ICE BREAKER 5 Menit 3.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar 120 Menit Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio, dilanjutkan dengan Pemaparan materi oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik Terpadu dengan menggunakan PPT-2.3/3.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. 40 Menit Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran tematik terpadu yang terdapat dalam HO-2.3/ Menit Kerja kelompok untuk merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. 25 Menit Presentasi hasil kerja kelompok. 20 Menit ICE BREAKER 5 Menit Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. 15 Menit Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 260

267 Submateri Pelatihan 3.1: Penyusunan RPP Langkah Kegiatan Inti Tugas Individu: Saling Menilai RPP Menyimpulkan Hasil Penilaian RPP Diskusi 15 Menit 10 Menit 40 Menit Kerja Kelompok Diskusi Kerja Kelompok 35 Menit 20 Menit 80 Menit Aktivitas 1: Menilai RPP Menilai RPP Peserta Lain a. Setiap peserta diwajibkan membawa dua set RPP yang telah digunakan dalam proses pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu. b. RPP tersebut dikumpulkan kepada panitia untuk kemudian dibagikan kembali ke peserta untuk dinilai oleh peserta lainnya dengan menggunakan acuan pengetahuan masing-masing peserta. c. Hasil penilaian dituliskan langsung pada halaman depan RPP. Hasil penilaian dipresentasikan oleh peserta yang ditunjuk instruktur. Peserta lainnya menyampaikan hasil penilaian yang tidak sama dengan peserta lainnya. Instruktur mencatat hasil penilaian yang dilaporkan peserta. Peserta menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh Instruktur. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP yang mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 261

268 Paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Aktivitas 2: Kerja Kelompok Kerja kelompok untuk menyusun RPP yang sesuai dengan SKL, KI, dan KD; Standar Proses; dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1). Diskusi format telaah RPP dengan mengacu pada bahan tayang PPT Aktivitas 3: Kerja Kelompok Kerja Kelompok untuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK3.1/3.2. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 262

269 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 263

270 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 264

271 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 265

272 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 266

273 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 267

274 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 268

275 LK - 3.1/3.2 LEMBAR KERJA PENELAAHAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Identitas RPP yang ditelaah: Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom tersebut! Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda! No. A Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Identitas Mata Pelajaran 1. B. Perumusan Indikator Kesesuaian dengan SKL,KI dan KD. 2. Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur. 3. Kesesuaian dengan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Perumusan Tujuan Pembelajaran 1. Kesesuaian dengan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai. 2. Kesesuaian dengan kompetensi dasar. D. 1 Tidak Ada 2 Kurang Lengkap 3 Sudah Lengkap Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Catatan Satuan pendidikan,kelas, semester, tema, sub tema jumlah pertemuan. 1. C. Hasil Penelaahan dan Skor Pemilihan Materi Ajar 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 269

276 No. 3. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Hasil Penelaahan dan Skor Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Catatan Kesesuaian dengan alokasi waktu. E. Pemilihan Sumber Belajar 1. Kesesuaian dengan KI dan KD. 2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. 3. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. F. Pemilihan Media Belajar 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. 2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. 3. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. G. Model Pembelajaran 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. 2. Kesesuaian dengan pendekatan Scientific. H. Skenario Pembelajaran 1. Menampilkan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas. 2. Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan scientific. 3. Kesesuaian penyajian dengan sistematika materi. 4. Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi. I. Penilaian Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 270

277 No. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Hasil Penelaahan dan Skor 1 1. Kesesuaian dengan teknik dan bentuk penilaian autentik. 2. Kesesuaian dengan dengan indikator pencapaian kompetensi. 3. Kesesuaian kunci jawaban dengan soal. 4. Kesesuaian pedoman penskoran dengan soal. 2 Catatan 3 Jumlah Komentar terhadap RPP secara umum Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 271

278 R-3.1/3.2 RUBRIK PENILAIAN TELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Rubrik penilaian RPP digunakan fasilitator untuk menilai RPP peserta yang digunakan peerteaching. Selanjutnya nilai RPP dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta. Langkah-langkah penilaian RPP sebagai berikut. 1. Cermati format penilaian RPP dan RPP yang akan dinilai! 2. Berikan nilai setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek () pada kolom pilihan skor (1 ), (2) dan (3) sesuai dengan penilaian Anda terhadap RPP tersebut! 3. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan setiap komponen RPP jika diperlukan! 4. Setelah selesai penilaian, jumlahkan skor seluruh komponen! 5. Tentukan nilai RPP menggunakan rumus sbb: = Skor yang diperoleh x 100% 75 PERINGKAT NILAI Amat Baik ( A) 90 < A 100 Baik (B) 75 < B < 90 Cukup (C) 60 < C < 75 Kurang (K) < 60 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 272

279 HO-3.1- Contoh RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan Kelas / semester Tema / topik Petemuan ke Semester Alokasi waktu : : : : : : SEKOLAH DASAR 1/2 Lingkungan bersih dan sehat 1 2 (dua) 1 Hari A. KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. KOMPETENSI DASAR AGAMA 1.1 Berdoa sebelum dan sesudah belajar, sebagai bentuk pemahaman terhadap Qur an, Surat Alfatehah 2.1 Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci PPKn 1.2 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah 2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila Mengenal tata tertib dan aturan yang berlku dalm kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah BAHASA INDONESIA 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah 2.3 Menunjukkan perilaku pola hidup sehat (perawatan tubuh, pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, main dan istirahat yang cukup) dan menyayangi makhluk hidup Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 273

280 2.4 Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab merawat tubuh agar sehat dan bugar melalui pemanfatan bahasa indonesia dan atau Bahasa Daerah 2.5 Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah 2.3 Memahami isi cerita melalui mendengarkan cerita yang dibacakan orang lain dengan penuh perhatian dan mengajukan pertanyaan 4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian MATEMATIKA 2.1. Menunjukkan perilaku teliti dan perduli dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar Menunjukkan perilaku disiplin tepat waktu dalam melakukan aktivitas di sekolah dengan memperhatikan tanda-tanda saat jam belajar dan jam istirahat Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar ruah, sekolah, atau tempat bermain Membentuk berbagai bangun ruang dengan menggunakan papan berpaku atau media lainnya PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN 2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas. SENI, BUDAYA, DAN PRAKARYA 1.1 Merasakan keindahan alam dan karya seni sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan 2.1 Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni 3.2 Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis C. INDIKATOR AGAMA 1. Mengulang bacaan do a sebelum belajar 2. Mengulang bacaan do a sesudah belajar 3. Menyatakan dalam sikap berdo a sebelum belajar 4. Menunjukkan perilaku patuh kepada orang tua PPKn 1. Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru 2. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah. 3. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah. 4. Melaksanakan tata tertib di sekolah Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 274

281 BAHASA INDONESIA 1. Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa 2. Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri 3. Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri 4. Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas 5. Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai 6. Menyebutkan kapan harus mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan. 7. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. 8. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat 9. Menyebutkan nama-nama tempat dalam cerita 10. Menyebutkan urutan peristiwa 11. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. 12. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat 13. Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat 14. Berposisi duduk secara benar 15. Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar 16. Memegang teks bacaan dengan tepat MATEMATIKA 1. Menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya) 2. Memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya 3. Menceritakan bentuk bangun ruang dan bangun datar PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN 1. Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama SENI BUDAYA, DAN PRAKARYA 1. Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan 2. Menjelaskan keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan 3. memperhatikan lingkungan sekitar secara seksama 4. merawat lingkungan sekitar secara sadar 5. menunjukkan kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya 6. Mengenal judul lagu dan iringannya D. TUJUAN 1. Berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru 2. Berperilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah. 3. Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai 4. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. 5. Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat 6. Menata dengan rapi benda-benda di lingkungan sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya) 9. Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 275

282 10. Menjelaskan keindahan-keindahan alam tentang kebersihan lingkungan sebagai anugerah Tuhan E. MATERI AGAMA 1. Bacaan do a sebelum belajar 2. Bacaan do a sesudah belajar 3. Sikap berdo a sebelum belajar 4. Perilaku patuh kepada orang tua PPKn 1. Dengan mengamati kegiatan sehari-hari, siswa dapat berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru 2. Dengan mengamati contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah, siswa dapat berperilaku patuh di sekolah. 3. Contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah. 4. Dengan mengamati kegiatan sehari-hari siswa dapat menceritakan pelaksanaan tata tertib di sekolah BAHASA INDONESIA 1. Sikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa 2. Sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri 3. Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri 4. Lafal teks doa dengan jelas 5. Lafal & kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai 6. Waktu mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan. 7. kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. 8. lingkungan sehat dan tidak sehat 9. Nama-nama tempat dalam cerita 10. Urutan peristiwa 11. Kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih. 12. Lingkungan sehat dan tidak sehat 13. Kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat 14. Posisi duduk secara benar 15. Letak bacaan dengan jarak mata yang benar 16. Teks bacaan dengan tepat MATEMATIKA 1. Dengan mengamati cara penataan benda di sekitar, siswa dapat menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya) 2. Dengan mengamati benda-benda di sekitar siswa dapat memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 276

283 3. Dengan mengamati benda siswa dapat menceritakan bentuk bangun ruang dan bangun datar PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN 1. Praktik gerak melangkah ke berbagai arah berirama SENI, BUDAYA, DAN DESAIN 1. Kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan 2. Keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan 3. Lingkungan sekitar secara seksama 4. Cara merawat lingkungan sekitar secara sadar 5. Kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya 6. Lagu Lihat Kebunku F. PENDEKATAN & METODE Pendekatan : Scientific Strategi : Cooperative Learning Teknik : Example Non Example Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi Dan Ceramah G. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan 1. Mengajak semua siswa berdo a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran) 2. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa 3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak 4. Mengajak Semua Siswa menyanyi SELAMAT PAGI GURU 5. Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang syair lagu, mengapa saling mengucap salam. Dan apa bedanya di kalau pagi 6. Meminta informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada pagi hari dan bertanya tentang hubungan antara kebersihan kelas dengan kenyamanan kegiatan pembelajaran. 7. Menginformasikan Tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT 1. Menayangkan gambar tentang lingkungan bersih dan sehat dan lingkungan rumah yangtidak bersih /tidak sehat. (eksplorasi, mengamati, menyimak, mendengar) Gambar rumah sehat mencakup ciri-ciri: Rumah kecil dengan ventilasi cukup Ada teras rumah Ada halaman cukup Taman mungil yang asri Tidak ada sampah yang bertebaran Di pojok halaman ada peralatan untuk membersihkan halaman (ember tempat air untuk menyiram tanaman, sapu Inti Alokasi Waktu 10 menit 150 menit Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 277

284 Kegiatan Deskripsi Kegiatan lidi dll) Gambar rumah tidak sehat mencakup ciri-ciri: Tidak memiliki ventilasi yang cukup Tidak memiliki teras/berbatasan langsung dengan jalan raya Tidak memikliki taman atau tanaman hijau Tidak terdapat alat-alat kebersihan Tidak terawat, kotor, dan banyak sampah bertebaran Jawaban berkembang sesuai dengan lingkungan sehari-hari hasil eksplorasi serta kemampuan siswa Alokasi Waktu 2. Bertanya jawab tentang ciri-ciri rumah dan halaman yang sehat dan tidak sehat, (eksplorasi, menyimak, menanya, menalar) al: Mendengarkan jawaban siswa tentang rumah yang bersih sehat dan yang tidak bersih dan tidak sehat. Memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab. Pemerataan siswa dalam menjawab (tidak di dominasi oleh salah satu siswa saja). Memperhatikan siswa lain yang tidak berani memberikan jawaban. Mendorong keberanian siswa dalam menjawab dan sikap siswa dalam memberikan klarifikasi tentang benar dan tidaknya jawaban. 3. Guru menugaskan siswa untuk membaca TEKS tentang RUMAHKU (membaca, mendengar) 4. Diawali dengan memberi contoh cara membaca TEKS: jedanya, lafalnya, tanda bacanya, dan kata-kata yang dibaca (mengamati/ mendengar), semua siswa menirukan cara membaca dengan benar 5. Selanjutnya menugaskan siswa secara bergantian untuk membaca TEKS (penilaian proses : Memperhatikan cara siswa membaca (sekaligus menilai keberanian dan kebenaran dalam membaca) Jika ada siswa yang salah dalam melafalkan bacaan langsung dibenarkan sebelum dilanjutkan kepada siswa yang lain 6. Bertanya jawab tentang makna bacaan / Teks ( menalar ) 7. Melalui pengamatan gambar rumah sehat siswa diminta membandingkan rumah yang bersih dan sehat dengan rumahnya sendiri-sendiri, (rumah yang bersih tidak harus besar). (eksplorasi dan elaborasi, menyimak dan menalar) 8. Guru mengelompokan siswa berdasarkan teman satu bangku/2 orang (asumsi 1 kelas 32 siswa) dengan cara siswa mengambil nomor di meja guru. (nomor merupakan penanda dari kelompok) 9. Siswa berkelompok sesuai dengan nomor yang dimiliki. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 278

285 Kegiatan Deskripsi Kegiatan 10. Guru membagi gambar kepada masing-masing kelompok 11. Masing-masing siswa diminta untuk mengidentifikasi gambar dan mencatat hasil identifikasi (benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, yang besar dan yang kecil, yang bersih). (eksplorasi, elaborasi, menyimak, menalar, mengkomunikasikan) 12. Siswa diminta untuk menceritakan hasil identifikasi kepada teman sebangku (mengkomunikasikan) 13. Setelah tercapai kesepakatan dengan teman sebangku, diminta untuk mendiskusikan dengan kelompok pasangan yang lain (TPS) Alokasi Waktu Penilaian proses: a. Guru berkeliling mengamati kerjasama anak dalam mengerjakan tugas. b. Menilai kerjasamanya, tanggung jawabnya, kedisiplinannya, ke aktifannya, mendominasi atau tidak dsb) c. Menilai dengan lembar pengamatan perilaku. Gambar-gambar untuk Example non Example Kelompok gambar kebersihan kelas Gambar kegiatan menyapu kelas Gambar kegiatan membersihkan debu Gambar kegiatan menata buku Membersihkan jendela kelas Kelompok gambar kebersihan rumah Gambar kegiatan menyapu rumah Gambar kegiatan mengepel lantai Gambar kegiatan menata tempat tidur Gambar kegiatan membersihkan/menyapu kebun Kelompok gambar kebersihan lingkungan/kerja bakti kampung Gambar kegiatan membersihkan selokan Gambar kegiatan membersihkan sampah di jalanan Gambar kegiatan membuang sampah Gambar kegiatan merawat tanaman peneduh Keterangan: Diharapkan diskusi akan berkembang pada pembahasan kebersihan lingkungan, ruang, kelas, rumah, sekolah akan berdampak pada kesehatan. Kegiatan membersihkan lingkungan merupakan cerminan dari kerukunan dan saling membantu, dan bekerjasama. Siswa yang sedang berdiskusi (berpikir berpasangan) akan berdampak pada kerjasama yang baik, dan hasilnya merupakan cerminan dari sikap bertanggung jawab. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 279

286 Kegiatan Deskripsi Kegiatan 14. Semua kelompok mengamati, memikirkan dan menganalisis gambar dikaitkan dengan tema yang sedang dipelajari. 15. Guru memanggil salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya (mengkomunikasikan dan konfirmasi), Memberi kesempatan kelompok lain untuk mendengarkan dan memberikan pendapatnya Alokasi Waktu 16. Mengajak semua siswa berdiri dan menyanyikan lagu banyak nyamuk dirumahku untuk mencairkan suasana dan kepenatan setelah belajar beberapa jam: Guru mengamati sikap siswa dalam menyanyikan lagu Memberi contoh sikap yang benar dalam menyanyi Menilai siswa dalam menyanyikan lagu: (lafal syair lagunya, cara menyanyi, sikap menyanyi, semangatnya dsb) Menggunakan format pengamatan 17. Guru mengajak bertanya jawab tentang makna lagu. Bahwa salah satu dampak dari rumah yang tidak sehat, adalah banyak nyamuk, rumah kotor, tidak sehat, mendatangkan penyakit. Dsb Penutup 18. Menugaskan siswa untuk bercerita (berdasarkan gambar) (mengkomunikasikan) Guru Mengamati cara siswa dalam BERCERITA (penilaian proses) 19. Guru dan siswa bersama-sama siswa membuat kesimpulan tentang rumah yang bersih dan sehat 20. Hasil kegiatan dan pekerjaan siswa ditempel di papan yang Dilanjutkan dengan menasehati siswa agar membiasakan hidup sehat 1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari 2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi) 3. Melakukan penilaian hasil belajar 4. Mengajak semua siswa berdo a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran) 15 menit Mengamati sikap siswa dalam berdo a (sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb) Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo a, maka setelah selesai kegiatan berdo a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 280

287 H. I. SUMBER DAN MEDIA Diri anak Lingkungan keluarga Lingkungan sekolah Buku Tematik Kelas I Buku Pengembangan Diri Anak Video/slide/gambar tentang teknik cetak sederhana dan bentuk pola dan alur sederhana gunting, lipat dan tempel Gambar/contoh langsung karya cetak dengan berbagai bahan alam dan bentuk Gambar/contoh langsung hasil karya gunting, lipat dan tempel dengan berbagai bentuk pola dan alur sederhana Buku kirigami (seni mengunting) Buku Pengembangan Diri Anak PENILAIAN 1. Prosedur Penilaian a. Penilain Proses Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir b. Penilaian Hasil Belajar Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan (terlampir) 2. Instrumen Penilaian a. Penilaian Proses 1) Penilaian Kinerja 2) Penilaian Produk b. Penilaian Hasil Belajar Pilihan ganda Isian singkat Esai atau uraian Mengetahui Kepala Sekolah, Guru Kelas NIP... NIP... Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 281

288 PENILAIAN NON TES: A. Penilaian Kinerja 1. Kinerja dalam Menyelesaikan Tugas Kelompok No. Nama Peserta Didik Kerja sama Keaktifan Aspek Menghargai pendapat teman Tanggung jawab Jumlah Nilai Keterangan Skor: 1=Kurang 2=Cukup 3=Baik 4=Sangat Baik Skor maksimal=16 Nilai 2. No. Skor perolehan = Skor Maksimal X 100 Penilaian Kinerja dalam menyelesaikan tugas Presentasi Nama Peserta Didik Komunikasi Sistematika penyampai an Aspek Penguasaan pengetahuan /Materi Keberani an Antusias Jumlah Skor Nilai Keterangan Skor : Komunikasi: 1 = Tidak dapat berkomunikasi 2 = Komunikasi agak lancar, tetapi sulit dimengerti 3 = Komunikasi lancar tetapi kurang jelas dimengerti 4 = Komunikasi sangat lancar, benar dan jelas Sistematika Penyampaian: 1 = Tidak sistematis 2 = Sistematis,uraian krng,tdk jelas 3 = Sistematis, uraian cukup 4 = Sistematis, uraian luas, jelas Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 282

289 Wawasan: 1 = Tidak menunjukkan pengetahua/ materi 2 = Sedikit memiliki pengetahuan/materi 3 = Memiliki pengetahuan/materi tetapi kurang luas 4 = Memeiliki pengetahuan/materi yang luas Keberanian: 1 = Tidak ada keberanian 2 = Kurang berani 3 = Berani 4 = Sangat berani Antusias: 1 = Tidak antusias 2 = Kurang antusias 3 = Antusias tetapi kurang kontrol 4 = Antusias dan terkontrol Skor maksimal=20 Nilai B. Skor perolehan = Skor Maksimal X 100 Penilaian Produk 1. PRODUK GAMBAR BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG Nama Peserta Didik No. Ketepatan menentu kan benda dengan persegi Aspek Ketepatan menggambar persegi Keterangan Skor: Aspek ke-1 dan ke-2 1=Kurang 2=Cukup 3=Baik 4=Sangat Baik Banyaknya benda dan gambar yang dibuat Kerapian Jumlah Skor Aspek ke-3 1=Jika mengidentifikasi 3-4 2=Jika mengidentifikasi 5 Skor maksimal=10 Nilai = Skor perolehan Skor Maksimal X 100 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 283 Nilai

290 MEDIA: LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT (Benda Yang Terkait Dengan Lingkungan Bersih Dan Sehat seperti: Tempat Sampah, Tempat Kapur, Tempat Pensil tempat penghapus, Papan Tulis dsb ) MENGENAL BENTUK BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG KERTAS BERWARNA Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 284

291 DINAMIKA MACAM-MACAM TEPUK LAMPIRAN DINAMIKA TEPUK SATE (TEPUK TANGAN 3X ) TUSUK-TUSUK (TEPUK TANGAN 3X ) BAKAR-BAKAR (TEPUK TANGAN 3X ) KIPAS-KIPAS (TEPUK TANGAN 3X ) BERI KECAP (TEPUK TANGAN 3X ) MAKAN ENAAAAK TEPUK NYAMUK (TEPUK TANGAN GIGIT GIGIT (TEPUK TANGAN GATAL-GATAL (TEPUK TANGAN GARUK GARUK (TEPUK TANGAN ENAAAAK 3X ) 3X ) 3X ) 3X ) GAMBAR LINGKUNGAN: PINTU GERBANG SEKOLAH Suasana Sekolah yang bersih akan mempengaruhi warga sekolah yang akan masuk ke sekolah. Kebersihan seluruh lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab semua warga sekolah. Baik guru, kepala sekolah, dan seluruh peserta didik yang ada di sekolah. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 285

292 TEMPAT SAMPAH Tempat sampah sebaiknya selalu di tempat dalam posisi yang benar supaya sampah tidak berserakan. Sampah kering dan sampah basah sebaiknya dipisahkan dan tidak disatukan. Oleh karena itu perlu disiapkan tempat sampah lebih dari satu. Diusahakan ada tempat sampah yang menampung sampah kering dan sampah basah: KEBERSIHAN SEKOLAH Kebersihan semua sudut ruang, halaman dan teras sekolah dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar peserta didik Ruang dan halaman yang bersih akan menjadi pendukung peserta didik senang belajar di tempat-tempat terbuka. Dan suasana yang menyenangkan ini akan menambah semangan peserta didik dalam mengamati, menyimak, mempelajari materi-materi yang sedang dipelajari. Kondisi belajar, berkolaborasi dengan teman diciptakan untuk membiasakan peserta didik saling belajar dengan teman sejawatnya, tidak individu dan akan dapat menghargai orang lain Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 286

293 PESERTA DIDIK KELAS 1 Dalam gambar nampak peserta didik kelas 1 belajar bersama kelompoknya di halaman sekolah, dengan memanfaatkan fasilitas tempat duduk yang ada di sekolah dalam suasana yang nyaman, tidak dibatasi oleh dinding kelas atau tembok yang ada di dalam kelas. Suasana seperti ini melatih kebersamaan dalam berkolaborasi untuk memperoleh pemahaman materi sekaligus menanamkan kebersamaan. Dan kebersihan di sekitar tempat belajar juga akan dapat mendukung kenyamanan belajar. Oleh karena itu lingkungan yang bersih dan sehat selalu diciptakan agar tercipta kondisi belajar yang menyenangkan Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 287

294 DAFTAR PUSTAKA Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Kerangka Dasar, Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Kepribadian untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Estetika /Seni dan Budaya untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Olah Raga, Jasmani dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Agama dan Aklak Mulia untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah kelas 1 s.d kelas 6 Jakarta , Badan Standar Nasional Pendidikan; (2013): Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta. Sriwilujeng, D. (2002): Refleksi dan Evaluasi; Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum. PPPG IPS dan PMP Malang Sriwilujeng, D. (2006) : Kajian Tematik (Kelas 1,2, dan 3), Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga kependidikan PKn dan IPS Malang. Haribawa, H. (2000): Penilaian Portofolio (Portofolio assesment), Depdiknas, Proyek perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP, Jakarta. Somantri, M. N. (2001): Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS: Penerbit Rosda Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 288

295 Submateri Pelatiha : 3.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Langkah Kegiatan Inti Diskusi dan Tanya jawab Kerja Kelompok Kerja Kelompok Presentasi Merangkum dan Refleksi 40 Menit 30 Menit 25 Menit 20 Menit 20 Menit Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio, dilanjutkan dengan Pemaparan materi oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik Integratif dengan menggunakan PPT-2.4/3.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran yang terdapat dalam HO-2.4/3.2. Kerja kelompok untuk merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. Presentasi hasil kerja kelompok. Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran. Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 289

296 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 290

297 Materi Pelatihan 3 Model Rancangan Pembelajaran - Kelas I 291

298 MATERI PELATIHAN 4 : PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 292

299 MATERI PELATIHAN 4 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: B. C. D. 1. mengkaji pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual; dan 2. melaksanakan pembelajaran tematik terpadu yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, maupun, intelektual. LINGKUP MATERI 1. Simulasi Pembelajaran 2. Peer Teaching KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran. 2. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. 3. Menyimpulkan alur pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. 4. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. 5. Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. 6. Melaksanakan peer teaching pembelajaran tematik terpadu yang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik. 7. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. PERANGKAT PELATIHAN 1. Bahan Tayang a. Strategi Pengamatan tayangan video. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 293

300 b. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran. c. Garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. 2. Lembar Kerja a. Analisis pembelajaran pada tayangan video. b. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. 3. ATK Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 294

301 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: 4. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING ALOKASI WAKTU: 22 JP 45 MENIT) JENJANG: /MI KELAS: I TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN PERSIAPAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnnya. KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian Peserta WAKTU 15 Menit Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing. Fasilitator memotivasi peserta, mengajak berdinamika agar saling mengenal, serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. KEGIATAN INTI 4.1 Simulasi Pembelajaran 380 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-4.1 oleh fasilitator. 20 Menit Penayangan video pembelajaran tematik terpadu di kelas 1 dengan menggunakan V-2.1/ Menit Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK Menit Menyimpulkan alur pembelajaran tematik terpadu yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. 30 Menit Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis 135 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 295

302 tayangan video pembelajaran. Menit Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching. 90 Menit ICE BREAKER 10 Menit 4.2 Peer Teaching 580 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT Menit Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT Menit Persiapan peer teaching. 15 Menit Praktik peer teaching pembelajaran tematik terpadu secara individual, untuk setiap peserta 30 menit dipandu fasilitator. 480 Menit Menilai kegiatan peer teaching oleh fasilitator dengan menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran LK4.2. KEGIATAN PENUTUP Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. 30 Menit Membuat rangkuman materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing. 15 Menit Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 296

303 Submateri Pelatihan : 4.1 Simulasi Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Paparan Tayangan Video Kerja Kelompok 20 Menit 20 Menit 60 Menit Presentasi Kerja Kelompok Menyimpulkan 90 Menit 135 Menit 30 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT4.1 oleh fasilitator. Penayangan video pembelajaran tematik terpadu dengan menggunakan V-2.1/4.1. Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK 4.1. Menyimpulkan alur pembelajaran tematik terpadu yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran. Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 297

304 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 298

305 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 299

306 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 300

307 LK LEMBAR KERJA ANALISIS PEMBELAJARAN DALAM TAYANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU 1. Nama Peserta : Asal Sekolah : Tema :... Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan Kegiatan Pendahuluan Melakukan apersepsi dan motivasi a Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. b Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik dalam perjalanan menuju sekolah atau dengan tema sebelumnya. c Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan dengan tema yang akan dibelajarkan. d Mengajak peserta didik berdinamika/melakukan sesuatu kegiatan yang terkait dengan materi. Kegiatan Inti Guru menguasai materi dalam tema yang disajikan a. Kemampuan menyesuaikan materi dalam tema dengan tujuan pembelajaran. b. Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevan dengan perkembangan Iptek dan kehidupan nyata. c. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dalam tema yang dibelajarkan dengan tepat. d. Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan gradual (dari yang mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak) Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut. c. Menguasai kelas dengan baik. d. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 301

308 Aspek yang Diamati e. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). f. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Ya Tidak Catatan Guru menerapkan pendekatan scientific a Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. b Memancing peserta didik untuk peserta didik bertanya. c Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengamati. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan menganalisis. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengkomunikasikan. Guru melaksanakan penilaian autentik Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktifitas individu/kelompok. Mendokumentasikan hasil pengamatan skap, perilaku dan keterampilan peserta didik. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. Menghasilkan pesan yang menarik. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar. Merespon positif partisipasi peserta didik, Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik, d f a b c a. b. c. d. e. a. b. c. d. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. e. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme peserta didik dalam belajar. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 302

309 a. Aspek yang Diamati Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. Ya Tidak Catatan b. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. c. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. Penutup Pembelajaran Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif a. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik. b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 303

310 R RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU PADA TAYANGAN VIDEO NAMA PESERTA DIKLAT KELAS/ TANGGAL PENILAIAN Aspek Pengamatan Video (15-30) Lembar kerja analisis pembelajaran dalam Video (15-30) Sikap selama mengamati (5-15) Komentar dan Simpulan (10-25) :.. :.. :.. Kriteria Mendeskripsikan hasil pengamatan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan lengkap dan terinci yang disertai contoh kongkrit hasil pengamatan. Mendeskripsikan hasil pengamatan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan lengkap namun kurang terinci. Mendeskripsikan hasil pengamatan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup namun tidak lengkap. Mendeskripsikan setiap item pada lembar kerja analisis proses belajar mengajar sesuai dengan kompetensi dasar yang disajikan dalam tayangan video dengan jelas, lengkap dan benar. Mendeskripsikan setiap item pada lembar kerja analisis proses belajar mengajar sesuai dengan kompetensi dasar yang disajikan dalam tayangan video dengan jelas. Hanya menandai setiap item pada lembar kerja analisis proses belajar mengajar sesuai dengan kompetensi dasar yang disajikan dalam tayangan video. Menunjukkan sikap antusias, teliti, bersungguhsungguh dengan penuh rasa ingin tahu yang disertai dengan pola berpikir analitik dalam mengamati dan berdiskusi. Menunjukkan sikap antusias, teliti, bersungguhsungguh dengan penuh rasa ingin tahu dan aktif dalam berdiskusi. Menunjukkan sikap antusias, teliti, bersungguhsungguh dengan penuh rasa ingin tahu saja. Memberikan komentar yang faktual dan terstruktur sesuai dengan keterlaksanaan skenario pembelajaran yang ada dalam tayangan PBM video pembelajaran Rentangan Nilai Nilai Peserta Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 304

311 Aspek JUMLAH Kriteria yang terdiri dari pengalaman yang dapat diambil dari tayangan video dan kesimpulan. Memberikan komentar yang faktual dan terstruktur sesuai dengan keterlaksanaan skenario pembelajaran yang ada dalam tayangan PBM video pembelajaran yang terdiri dari pengalaman yang dapat diambil dari tayangan video. Memberikan komentar sesuai dengan keterlaksanaan skenario pembelajaran yang ada dalam tayangan PBM video pembelajaran. Rentangan Nilai Nilai Peserta , Fasilitator, (...) Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 305

312 Submateri Pelatihan : 4.2 Peer Teaching Langkah Kegiatan Inti Paparan Panduan Paparan Instrumen Penilaian Persiapan Peer Teaching 15 Menit 15 Menit 10 Menit Refleksi Praktik Peer Teaching 40 Menit 560 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT Persiapan peer teaching. Praktik peer teaching pembelajaran secara individual, untuk setiap peserta 30 menit dipandu fasilitator. Menilai kegiatan peer teaching oleh fasilitator dengan menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran LK-4.2. Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 306

313 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 307

314 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 308

315 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 309

316 Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 310

317 LK LEMBAR KERJA INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Nama Peserta : Asal Sekolah : Topik :... Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan Kegiatan Pendahuluan Apersepsi dan Motivasi 1 Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya. 2 Mengajukan pertanyaan menantang. 3 Menyampaikan manfaat materi pembelajaran. 4 Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan tema. Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan 1 Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik. 2 Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi. Kegiatan Inti Penguasaan Materi Pelajaran Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran. Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan Iptek, dan kehidupan nyata. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat. Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak) Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 2 Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi Melaksanakan pembelajaran secara runtut. Menguasai kelas. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 311

318 Aspek yang Diamati 6 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). 7 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Ya Tidak Catatan Penerapan Pendekatan scientific 1 Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. 2 Memancing peserta didik untuk bertanya. 3 Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba. 4 Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati. 5 Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis. 6 Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berpikir yang logis dan sistematis). 7 Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi. Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu 1 Menyajikan pembelajaran sesuai tema. 2 Menyajikan pembelajaran dengan memadukan berbagai mata pelajaran dalam satu PBM meliputi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, serta Penjasorkes. 3 Menyajikan pembelajaran yang memuat komponen karakteristik terpadu. 4 Menyajikan pembelajaran yang bernuansa aktif dan menyenangkan. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran 1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. 2 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. 3 Menghasilkan pesan yang menarik. 4 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. 5 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran 1 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar. 2 Merespon positif partisipasi peserta didik. 3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik. Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 312

319 Aspek yang Diamati Ya 4 Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. 5 Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme peserta didik dalam belajar. Tidak Catatan Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Kegiatan Penutup Penutup pembelajaran 1 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik. 2 Memberihan tes lisan atau tulisan. 3 Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. 4 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Jumlah Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 313

320 R RUBRIK PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ini digunakan fasilitator untuk menilai kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada saat Peer Teaching. Selanjutnya nilai PeerTeaching dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta. Langkah Kegiatan 1. Berikan tanda cek () pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran! 2. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran! 3. Hitung jumlah nilai YA dan TIDAK! 4. Tentukan Nilai menggunakan rumus berikut ini! Mata Pelajaran = Tematik % = PERINGKAT NILAI Amat Baik ( A) 90 < A 100 Baik (B) 75 < B < 90 Cukup (C) 60 < C < 75 Kurang (K) < 60 % Materi Pelatihan 4 Praktik Pembelajaran Terbimbing - Kelas I 314

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SD KELAS I KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP KEMENTERIAN AGAMA 2013 i Diterbitkan oleh: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs ILMU PENGETAHUAN ALAM KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP BAHASA INGGRIS KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs MATEMATIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i SMP Modul Pelatihan Implementasi

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs SENI BUDAYA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Seni Budaya - SMP i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU SMA/MA/SMK Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA MATEMATIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i SMA/MA/SMK Modul Pelatihan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU SMA/MA DAN SMK/MAK Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA/MA DAN SMK/MAK SEJARAH INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/ MTs PRAKARYA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs BAHASA INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP PENJASORKES KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Penjasorkes- SMP i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA/SMK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA/SMK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA/SMK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusis

Lebih terperinci

BAHASA INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BAHASA INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA/MA dan SMK/MAK BAHASA INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Pendahuluan i Diterbitkan oleh: Comment [u1]: Badan Pengembangan Sumber Daya

Lebih terperinci

PANDUAN UNTUK INSTRUKTUR NASIONAL PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS JENJANG SMP

PANDUAN UNTUK INSTRUKTUR NASIONAL PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS JENJANG SMP PANDUAN UNTUK INSTRUKTUR NASIONAL IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS JENJANG SMP KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 Diterbitkan oleh: Ba Pengembangan Sumberdaya

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN GURU

MATERI PELATIHAN GURU MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DITJEN PENDIDIKAM ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI Pendahuluan i SAMBUTAN MENTERI

Lebih terperinci

PANDUAN PELATIHAN NARASUMBER/ INSTRUKTUR NASIONAL GURU TIK

PANDUAN PELATIHAN NARASUMBER/ INSTRUKTUR NASIONAL GURU TIK PANDUAN PELATIHAN NARASUMBER/ INSTRUKTUR NASIONAL GURU SMP/MTs SMA/MA SMK/MAK UNTUK NARASUMBER/ INSTRUKTUR NASIONAL PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BIMBINGAN KONSELING SMP/MTs KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 i Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

PANDUAN PELATIHAN GURU

PANDUAN PELATIHAN GURU SMP/MTs PANDUAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran IPS SMP/MTs UNTUK INSTRUKTUR NASIONAL PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN

MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2014 Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs UNTUK GURU PUSAT PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANDAN

Lebih terperinci

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS AWAL KELOMPOK KOMPETENSI H

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS AWAL KELOMPOK KOMPETENSI H PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS AWAL KELOMPOK KOMPETENSI H DIREKTORRAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI KELOMPOK KOMPETENSI I

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI KELOMPOK KOMPETENSI I PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI KELOMPOK KOMPETENSI I DIREKTORRAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 KATA

Lebih terperinci

LAPORAN MENGIKUTI PELATIHAN KURIKULUM 2013

LAPORAN MENGIKUTI PELATIHAN KURIKULUM 2013 LAPORAN MENGIKUTI PELATIHAN KURIKULUM 2013 A. PENDAHULUAN secara bertahap dan terbatas telah dilaksanakan pada tahun 2013 di 6.326 sekolah, mulai jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Pada Tahun 2014 Kementerian

Lebih terperinci

PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP

PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Kelompok Materi: Pokok

Kelompok Materi: Pokok Silabus Pelatihan SILABUS PELATIHAN Kelompok Materi: Pokok 127 Materi Pelatihan: 2.3.b. Review Hasil Praktik Pembelajaran dan Penilaian Alokasi Waktu: 2 JP ( 90 menit) No Kompetensi Uraian Materi Kegiatan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN 1: KONSEP TEMATIK INTEGRATIF

MATERI PELATIHAN 1: KONSEP TEMATIK INTEGRATIF MATERI PELATIHAN 1: KONSEP TEMATIK INTEGRATIF A. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Memahami secara utuh perubahan pendekatan pembelajaran ke pendekatan tematik integratif. 2. Memahami secara utuh

Lebih terperinci

PEDOMAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

PEDOMAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105 TAHUN 2014 TENTANG PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH PEDOMAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 51 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena data yang

Lebih terperinci

RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP

RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP PPT 3.1-1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian 40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 3 : TUGASKU SEHARI-HARI Nama Sekolah : Kelas / Semester : II / 1 Nama Guru NIP / NIK : : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 Penegasan Istilah Istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan terutama untuk

Lebih terperinci

Kelompok Materi: Pokok

Kelompok Materi: Pokok Silabus Pelatihan Silabus Pelatihan Kelompok Materi: Pokok 119 Materi Pelatihan Alokasi Waktu : 2.3.a. Praktik Pembelajaran dan Penilaian : 6 JP ( 270 menit) No Kompetensi Uraian Materi Kegiatan dan Teknik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu metode yang digunakan

Lebih terperinci

ANALISIS BUKU GURU dan SISWA (TEMATIK)

ANALISIS BUKU GURU dan SISWA (TEMATIK) ANALISIS BUKU GURU dan SISWA (TEMATIK) PPT 2.4 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kompetensi 1. Memahami

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian. Mengamati. Menanya. Mengumpulkan data/eksplorasi.

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian. Mengamati. Menanya. Mengumpulkan data/eksplorasi. SILABUS Satuan pendidikan : Kompetensi keahlian : Mata pelajaran : Kelas / semester : Alokasi waktu : Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber

Lebih terperinci

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SD AWAL KELOMPOK KOMPETENSI J

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SD AWAL KELOMPOK KOMPETENSI J PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SD AWAL KELOMPOK KOMPETENSI J DIREKTORRAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan

Lebih terperinci

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Guru sebagai tenaga pendidik profesional adalah guru yang tidak hanya merasa puas dengan keterampilan yang telah dimiliki. Seorang guru sebagai tenaga profesional hendaknya

Lebih terperinci

UNIT 1: RELEVANSI PROGRAM DBE3 DENGAN PERMENDIKNAS NO. 41/2007 UNIT 1-1

UNIT 1: RELEVANSI PROGRAM DBE3 DENGAN PERMENDIKNAS NO. 41/2007 UNIT 1-1 UNIT 1 RELEVANSI PROGRAM DBE3 DENGAN PERMENDIKNAS NO. 41/2007 UNIT 1 RELEVANSI PROGRAM DBE3 DENGAN PERMENDIKNAS NO. 41/2007 Pendahuluan DBE3 bertujuan untuk mendukung Kementerian Pendidikan Nasional dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL merupakan kegiatan untuk melakukan praktek kependidikan yang meliputi: melakukan praktek mengajar dan membuat administrasi pembelajaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH TAHUN 2012 LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 5 : 1 x Pertemuan (6 x 35 menit)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini masuk pada era globalisasi yang menuntut adanya perubahan di segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Perubahan dalam bidang pendidikan dilakukan sebagai

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. 61 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP PGRI TANJUNGPANDAN Kelas / Semester : VII A & B / Gazal Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tema : Keadaan Alam dan Aktivitas penduduk

Lebih terperinci

PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM

PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 19 06-2013 PEDOMAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BUKU 1 DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013 Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan

Lebih terperinci

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses)

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses) SILABUS DAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses) Disunting dan dikembangkan oleh Pirdaus Widyaiswara LPMP Sumsel Perencanaan Proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Negeri 1 Sakra Timur Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : VII ( tujuh )/Ganjil Materi Pokok : Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial Sub Materi Pokok

Lebih terperinci

UNIT PENJAMINAN MUTU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2013

UNIT PENJAMINAN MUTU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2013 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) TAILOR MADE PELAKSANAAN PLPG PSG RAYON 107 UNIVERSITAS LAMPUNG UNIT PENJAMINAN MUTU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2013 Panitia Sertifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan secara

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan secara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan

Lebih terperinci

Persiapan Praktik Mengajar

Persiapan Praktik Mengajar Persiapan Praktik Mengajar I Praktik pembelajaran pada kelas nyata memberikan kesempatan peserta menerapkan hal-hal baru yang dikembangkan pada paket dan sesi sebelumnya Pembelajaran yang berhasil membutuhkan

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI PELATIHAN GURU/KEPALA SEKOLAH/PENGAWAS SEKOLAH KURIKULUM 2013

MONITORING DAN EVALUASI PELATIHAN GURU/KEPALA SEKOLAH/PENGAWAS SEKOLAH KURIKULUM 2013 Kode Kuesioner Tanggal Lokasi Kota : : - -2014 : MONITORING DAN EVALUASI PELATIHAN GURU/KEPALA SEKOLAH/PENGAWAS SEKOLAH KURIKULUM 2013 Satuan Pendidikan SD SMP SMA SMK (tandai salah satu) A. DATA RESPONDEN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data MAN Purwodadi adalah Madrasah Aliyah Negeri yang terletak di kabupaten Grobogan jawa tengah, tepatnya di jalan diponegoro no. 22 Purwodadi. Sekolah tersebut

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU MADRASAH

PETUNJUK TEKNIS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU MADRASAH PETUNJUK TEKNIS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU MADRASAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2014 Diterbitkan oleh: Direktorat Pendidikan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

Kelompok Materi: MATERI POKOK

Kelompok Materi: MATERI POKOK Modul 2.1 a. Kelompok Materi: MATERI POKOK 1 Materi Pelatihan Belajar Tematik AlokasiWaktu : 2.1. Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian 2.1. a. Analisis Dokumen : SKL,KI-KD, Silabus,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BAHASA INGGRIS KELOMPOK KOMPETENSI F

PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BAHASA INGGRIS KELOMPOK KOMPETENSI F PERANGKAT MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BAHASA INGGRIS KELOMPOK KOMPETENSI F DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati 93 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 1 : Bermain di Lingkungan Rumah Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

Mengidentifikasi fokus pendampingan. Melaksanakan pendampingan sesuai kaidah pendampingan yang baik.

Mengidentifikasi fokus pendampingan. Melaksanakan pendampingan sesuai kaidah pendampingan yang baik. UNIT 7 BAGAIMANA MELAKUKAN PENDAMPINGAN YANG EFEKTIF? (Unit 7 ini khusus untuk Pelatihan Fasilitator) UNIT 7 BAGAIMANA MELAKUKAN PENDAMPINGAN YANG EFEKTIF? Pendahuluan Guru seringkali mengalami kesulitan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMP... Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VII / 1 Materi Pokok : Perbandingan dan Skala Alokasi Waktu : 1 JP x 30 Menit ( 1 kali pertemuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 01

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 01 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 01 Sekolah : SMK Negeri 4 Klaten Kelas / Semester : X / Gasal Mata Pelajaran : Sistem Komputer Materi Pokok : Sistem bilangan Alokasi Waktu : 2 x 45 menit x 4 ( 4 Pertemuan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1 PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1 PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH TAHUN 2012 LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 i Pelaksanaan

Lebih terperinci

ANALISIS AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN MUHAMMAD BAKRI

ANALISIS AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN MUHAMMAD BAKRI 20 ANALISIS AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN MUHAMMAD BAKRI ABSTRAK Hasil analisis penyusunan langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada bagian pendahuluan ditemukan bahwa

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Pelaksanaan OJL Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah Tahun 2013

Petunjuk Teknis Pelaksanaan OJL Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah Tahun 2013 Pelaksanaan OJL Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah Tahun 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-nya sehingga LPPKS Indonesia di Surakarta dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

TOPIK UTAMA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 KETANGGUNGAN BREBES : SEBUAH FENOMENA DALAM PENDAMPINGAN

TOPIK UTAMA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 KETANGGUNGAN BREBES : SEBUAH FENOMENA DALAM PENDAMPINGAN TOPIK UTAMA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 KETANGGUNGAN BREBES : SEBUAH FENOMENA DALAM PENDAMPINGAN Saefudin, M.Pd. (Pengawas SMP Kab. Brebes) email:[email protected] ABSTRAK Pemberlakuan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 1 : 1 x Pertemuan (6 x 35

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan 1. Pengajaran Mikro Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah program kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan mahasiswa sebagai

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 5 : 1 x Pertemuan (6 x 35

Lebih terperinci

INSTRUMEN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK SMP

INSTRUMEN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK SMP INSTRUMEN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK SMP KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SMP 2013 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran

Lebih terperinci

IKLAN. File bisa dikirim Via ataupun Paket CD yang dikirim langsung ke alamat anda.

IKLAN. File bisa dikirim Via  ataupun Paket CD yang dikirim langsung ke alamat anda. IKLAN Kami menyediakan Paket Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 lengkap untuk semua mata pelajaran tingkat SMA/Ma/SMK, SMP/MTs, dan SD/Mi lengkap Semester 1 dan 2. File bisa dikirim Via email ataupun

Lebih terperinci

AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DI SMP MUHAMMAD BAKRI ABSTRAK Muhammad Bakri. 2016. Aktivitas Mahasiswa Menyusun Langkah-Langkah

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH

BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH A. Pandangan tentang Pembelajaran Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan

Lebih terperinci

RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP

RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP PPT 3.1-1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN. M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate)

KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN. M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate) 1 KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate) I. Pendahuluan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan

Lebih terperinci

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA KTSP DAN IMPLEMENTASINYA Disampaikan pada WORKSHOP KURIKULUM KTSP SMA MUHAMMADIYAH PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Tanggal 4-5 Agustus 2006 Oleh : Drs. Marsigit MA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KTSP DAN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 Satuan Pendidikan : SD/MI Kelas / Semester : 5 /1 Tema : Udara Bersih Bagi Kesehatan( (Tema 2) Sub Tema : Pentingnya Udara Bersih Bagi Pernapasan(Sub

Lebih terperinci

Kelompok Materi : MATERI POKOK

Kelompok Materi : MATERI POKOK Format Silabus Pelatihan Format Silabus Pelatihan 43 Kelompok Materi : MATERI POKOK Materi Pelatihan Alokasi Waktu : 2.1. d. Analisis Hasil Belajar : 2 JP (90 menit) No Kompetensi Uraian Materi Kegiatan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kerajinan modifikasi dari limbah organik.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kerajinan modifikasi dari limbah organik. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Piyungan : Prakarya (kerajinan) : VIII / Ganjil : Kerajinan modifikasi dari limbah organik.

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Tujuan pembelajaran 1. Mahasiswa dapat menyusun silabus mata pelajaran sesuai dengan ketentuan standar isi 2. Mahasiswa dapat menyusun RPP untuk pembelajaran teori Jasa Boga dan Patiseri 3. Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa,

BAB I PENDAHULUAN. memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat suatu bangsa. Untuk itu, pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya

Lebih terperinci

CONTOH RPA PADA PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA-1)

CONTOH RPA PADA PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA-1) CONTOH RPA PADA PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA-1) Nama Sekolah : SMP Diradja Nama Kepala Sekolah : Drs. Surya Diradja, M.Pd. Alamat Sekolah :.Jalan Kapten Tendean,

Lebih terperinci

2014 PENERAPAN ASESMEN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN RESPIRASI SERANGGA DI SMP

2014 PENERAPAN ASESMEN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN RESPIRASI SERANGGA DI SMP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang diberlakukan di Indonesia mulai tahun ajaran 2013/2014 (Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 4 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan

I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling melengkapi

Lebih terperinci

PROSIDING: METABOOK ISBN: Penerbit: Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Bekerja sama dengan Penerbit Metabook.

PROSIDING: METABOOK ISBN: Penerbit: Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Bekerja sama dengan Penerbit Metabook. 835 AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DI SMP MUHAMMAD BAKRI ABSTRAK Muhammad Bakri. 2016. Aktivitas Mahasiswa Menyusun Langkah-Langkah

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN HO-3D-01 PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 3 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci