BAB IV PEMBANGUNAN ARSITEKTUR ENTERPRISE
|
|
|
- Hartono Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV PEMBANGUNAN ARSITEKTUR ENTERPRISE IV.1. Arsitektur Model Bisnis Pendefinisian arsitektur model bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi proses bisnis yang membutuhkan dukungan SI/TI sehingga keselarasan antara teknologi informasi dengan strategi bisnis dapat tercapai. IV.1.1. Arsitektur Proses Binis Arsitektur proses bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan proses bisnis yang dilakukan oleh enterprise. Peningkatan efisiensi dan competitive dalam bisnis membutuhkan dukungan teknologi informasi yang tepat dalam menjalankan bisnis. Dukungan teknologi informasi dapat mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses bisnis sehingga akan mengurangi waktu siklus bisnis, meningkatkan efisiensi dan daya saing serta meningkatkan kepuasan customer. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan ulang terhadap proses bisnis yang bertujuan untuk mencapai tindakan perbaikan terhadap performansi bisnis dengan memaksimalkan kegiatan yang value-added (kegiatan yang memberikan value kepada customer) dan meminimalkan kegiatan non-value-added (kegiatankegiatan yang tidak perlu) dengan dukungan SI/TI. Adapun peran dari SI/TI dalam merancang ulang proses bisnis adalah : a. Dapat memotong kegiatan-kegiatan yang non-value-added b. Menyederhanakan kegiatan-kegiatan proses bisnis. c. Mengintegrasikan proses yang saling berhubungan d. Melakukan otomatisasi kegiatan untuk mempercepat proses dan menyediakan layanan yang berkualitas untuk customer Berdasarkan analisis terhadap proses bisnis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat dipetakan dan diidentifikasi proses bisnis yang memerlukan dukungan SI/TI sebagai berikut : 68
2 1. Fungsi Akademik Berdasarkan analisis proses bisnis yang dilakukan pada fungsi akademik khususnya pada proses administrasi akademik pada bab sebelumnya, menunjukkan bahwa kegiatan administrasi akademik belum dilakukan dengan efisien karena banyak terdapat kegiatan-kegiatan non-value-added, karena itu perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Tabel IV.1 merupakan deskripsi dari proses-proses administrasi akademik yang dapat dikelola dengan dukungan teknologi informasi. Tabel IV.1 Deskripsi Proses Administrasi Akademik Deskripsi No Proses 1. Perencanaan Akademik 2. Pendaftaran mahasiswa baru 3. Registrasi mahasiswa baru 4. Pendaftaran ulang mahasiswa 5. Penyusunan jadwal kuliah 6. Bimbingan akademik 7. Proses rencana studi 8. Pengolahan nilai 9. Pelaporan akademik 10. Pendaftaran wisuda Pelaku Proses BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK BAAK KickOff Event Merencana kegatan akademik Calon mahasiswa mendaftar Mahasiswa mendaftar ulang Mahasiswa mendaftar ulang Menyusun jadwal kuliah Mahasiswa melakukan bimbingan akademik Mahasiswa mengontrak matakuliah Penerimaan nilai dari dosen matakuliah Melaporkan kondisi akademik Mahasiswa mendaftar wisuda Sistem yang terlibat Sistem perencanaan akademik Sistem pendaftaran PMB Sistem registrasi, Sistem Pembayaran biaya kuliah Sistem registrasi, Sistem Pembayaran biaya kuliah Sistem penjadwalan kuliah Sistem bimbingan akademik Sistem Rencana studi Sistem Pengolahan nilai Sistem pelaporan akademik Sistem pendaftaran wisuda Hasil Proses Kurikulum, kalender akademik, Alokasi matakuliah dan dosen Calon mahasiswa mendapatkan kartu USM Status mahasiswa menjadi terdaftar Status mahasiswa menjadi terdaftar Jadwal kuliah Persetujuan matakuliah dan bimbingan Mahasiswa mendapatkan KRS Mahasiswa mendapatkan KHS dan Transkrip nilai Laporan akademik Status dan bukti pendaftaran wisuda. 69
3 Aliran kegiatan dalam setiap proses binis dapat dimodelkan dengan menggunakan diagram swimlane. Pada penelitian ini dikemukan sebuah contoh dari aliran kegiatan pada proses pendaftaran ulang mahasiswa yang akan datang (to-be) seperti pada gambar IV.1. Gambar IV.1 Proses pendaftaran ulang mahasiswa (to-be) Berdasarkan pada gambar IV.1 dapat dijelaskan rangkaian kegiatan pada proses pendaftaran ulang mahasiswa sebagai berikut : a. Mahasiswa membayar biaya kuliah pada bank dan no. rekening yang telah ditetapkan dan menyerahkan tanda bukti setoran ke bagian keuangan. b. keuangan akan menginputkan data pembayaran dan meng-update status keuangan mahasiswa. c. Mahasiswa melakukan bimbingan akademik dan kontrak matakuliah dengan dosen PA secara on-line. d. Mahasiswa menginputkan matakuliah yang dikontrak secara on-line di dimana saja yang terhubung dengan sistem informasi akademik kemudian mencetak KRS. e. Mahasiswa menemui dosen PA untuk pengesahan KRS dan memberikan 1 rangkap KRS untuk diarsipkan oleh dosen PA Jika aliran rangkaian kegiatan tersebut digambarkan pada unit-unit organisasi yang terlibat, maka dapat dilihat pada gambar IV.2 70
4 Gambar IV.2 Proses pendaftaran ulang mahasiswa pada unit organisasi (to-be) Dari gambar IV.2 dapat dijelaskan aliran proses sebagai berikut : 1. Setelah membayar biaya kuliah, mahasiswa menyerahkan tanda bukti pembayaran ke bagian keuangan. keuangan mengupdate status pembayaran mahasiswa. 2. Mahasiswa melakukan bimbingan akademik dan kontrak matakuliah dengan dosen PA, kemudian mahasiswa menginputkan matakuliah yang dikontrak secara on-line di dimana saja yang terhubung dengan sistem informasi akademik, mencetak KRS dan meminta tandatangan persetujuan PA. 3. Proses pendaftaran ulang mahasiswa selesai. 2. Fungsi Sosialisasi Fungsi sosialisasi perguruan tinggi merupakan fungsi penting bagi kesuksesan organisasi untuk membangun kepercayaan masyarakat. Sosialisasi perguruan tinggi bertujuan untuk memperkenalkan perguruan tinggi kepada masyarakat luas. Kegiatan sosialisasi dapat dilakukan dengan memperkenalkan perguruan tinggi pada sekolah-sekolah menengah atas (SMU/SMK) atau melalui website STIKOM DB ataupun melalui kegiatan sosialisasi lainnya. Adapun proses-proses yang dilakukan pada proses sosialisasi dapat dilihat pada tabel IV.2 71
5 Tabel IV.2 Deskripsi Proses Sosialisasi Deskripsi No Proses 1. Perencanaan Sosialisasi 2. Kegiatan sosialisasi 3. Pelaporan sosialisasi Pelaku Proses Promosi dan Humas Promosi dan Humas Promosi dan Humas KickOff Event Merencanakan kegiatan sosialisasi Melakukan kegiatan sosialisasi Melaporkan kegiatan sosialisasi Sistem yang terlibat Sistem Sosialisasi Sistem Sosialisasi Sistem Sosialisasi Hasil Proses Rencana sosialisasi Informasi kegiatan sosialisasi Laporan kegiatan sosialisasi 3. Fungsi Pelayanan Alumni Fungsi pelayanan alumni bertujuan untuk melakukan proses-proses yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan terhadap alumni meliputi proses pendataan alumni, pengadaan program peningkatan keahlian melalui pelatihanpelatihan, penyediaan informasi pekerjaan dari mitra bisnis serta proses penyaluran alumni pada mitra bisnis yang membutuhkan. Tabel IV.3 merupakan deskripsi proses bisnis untuk pelayanan alumni. Tabel IV.3 Deskripsi Proses Pelayanan Alumni Deskripsi No Proses 1. Pendataan alumni 2. Program peningkatan skill 3. Penyaluran alumni Pelaku Proses STIKOM Carrer STIKOM Carrer STIKOM Carrer KickOff Event Mendata alumni Kebutuhan peningkatan skill Menyalurkan alumni Sistem yang terlibat Sistem pelayanan alumni Sistem pelayanan alumi Sistem penyaluran alumni Hasil Proses Informasi alumni Informasi dan kegiatan peningkatan skill Informasi penyaluran alumni 72
6 4. Fungsi Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan faktor pendukung utama terlaksananya proses akademik, karena itu perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan menyusun dan menetapkan kebijakan dan proses pengelolaan sumber daya manusia yang efisien dan efektif. Penetapan proses ini harus mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta transparan dan akuntabel berbasiskan pada kesejahteraan dan keadilan. Tabel IV.4 merupakan proses-proses untuk pengelolaan sumber daya manusia. Tabel IV.4 Deskripsi Proses Pengelolaan Sumber Daya Manusia No Deskripsi Proses 1. Perencanaan SDM 2. Rekrutmen pegawai 3. Penempatan pegawai 4. Administrasi pegawai 5. Proses penggajian 6. Proses evaluasi pegawai 7. Proses Pengembang an pegawai 8. Pelaporan SDM Pelaku Proses SDM SDM SDM SDM SDM SDM SDM SDM KickOff Event Merencanakan kebutuhan SDM Merekrut karyawan Mengalokasikan SDM Mencatat data pegawai Menentukan gaji pegawai Mengevaluasi kinerja pegawai Menentukan kebutuhan pengembangan pegawai Melaporkan pegawai Sistem yang terlibat Sistem perencanaan SDM, Sistem Perencanaan akademik Sistem rekrutmen Sistem alokasi pegawai Sistem administrasi pegawai Sistem penggajian sistem evaluasi pegawai Sistem pengembangan karyawan Sistem pelaporan pegawai Hasil Proses Kebutuhan SDM (Dosen dan Staff pegawai lainnya) Karyawan Alokasi pegawai Data Pegawai Gaji, Slip gaji pegawai Kinerja dan prestasi pegawai Informasi/data pelatihan dan pendidikan yang diikuti pegawai Laporan SDM 73
7 5. Fungsi Keuangan Berdasarkan UU BHP (Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan), perguruan tinggi harus mengelola keuangannya secara mandiri dan independent terhadap yayasan serta akan diaudit oleh audit independent. Ini merupakan pedoman untuk pengelolaan keuangan institusi perguruan tinggi. Berdasarkan hal ini, untuk idealnya STIKOM DB harus mengelola keuangannya secara mandiri dan terlepas dari yayasan. Dengan demikian fungsi keuangan yang menjadi tanggungjawab puket II harus dijalankan dengan baik serta dikembangkannya sebuah sistem pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Untuk itu perlu ditetapkan kebijakan dan proses pengelolaan keuangan yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel dengan dukungan teknologi informasi. Tabel IV.5 merupakan proses-proses untuk pengelolaan keuangan. Tabel IV.5 Deskripsi Proses Pengelolaan Keuangan No Deskripsi Proses 1. Penyusunan anggaran 2. Pembukuan keuangan 3. Monitoring dan evaluasi 4. Pelaporan keuangan Pelaku Proses Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan KickOff Event Menyusun anggaran Mencatat aliran kas Memonitor dan mengevaluasi aliran kas Melaporkan kondisi keuangan Sistem yang terlibat Sistem perencanaan keuangan, Sistem akuntansi keuangan Sistem monitoring dan evaluasi Sistem akuntansi keuangan. Hasil Proses Anggaran keuangan Catatan aliran kas Hasil Evaluasi Laporan keuangan 6. Fungsi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, yang mencakup bangunan, perabotan, peralatan (perangkat keras dan lunak) dan sistem pengamanan aset dan kampus. Sesuai dengan visi dan misinya maka suatu perguruan tinggi membutuhkan pengembangan suatu sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang baik yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran semua sarana dan prasarana. Perguruan tinggi juga harus memiliki 74
8 panduan khusus mengenai kelengkapan dan kecukupan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi keberadaannya begitu juga dokumen kepemilikan hibah, sewa atau pinjam yang dinyatakan dalam surat kesepakatan antara perguruan tinggi dan pihak terkait dengan kepastian hukum yang jelas. Perguruan tinggi juga harus memiliki sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi, mencakup sistem inventarisasi yang lengkap dan pelaporan secara berkala dari unit pelaksana kepada pihak manajemen. Dengan demikian perlu ditetapkan kebijakan dan proses untuk pengelolaan sarana dan prasarana yang efisien dan efektif. Tabel IV.6 merupakan deskripsi proses untuk pengelolaan saran dan prasarana. Tabel IV.6 Deskripsi Proses Pengelolaan Sarana dan Prasarana Deskripsi No Proses 1. Perencanaan sarana dan prasarana 2. Proses Pengadaan sarana dan prasarana Pelaku Proses Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana KickOff Event Menentukan kebutuhan sarana dan prasarana Rencana pengadaan sarana dan prasarana Sistem yang terlibat Sistem perencanaan sarana dan prasarana Sistem pengadaan sarana dan prasarana Hasil Proses Rencana pengadaan sarana dan prasarana Sarana dan prasarana 3. Pencatatan sarana dan prasarana Sarana dan Prasarana Mencatat data sarana dan prasarana Sistem pencatatan sarana dan prasarana Data sarana dan prasarana 4. Proses monitoring dan evaluasi Sarana dan Prasarana Memonitor sarana dan prasarana Sistem monitoring sarana dan prasarana Hasil monitoring sarana dan prasarana 5. Proses pelaporan Sarana dan Prasarana Melaporkan kondisi sarana da prasarana Sistem pencatatan, Sistem pelaporan Laporan sarana dan prasarana 75
9 IV.1.2. Interaksi Proses Bisnis Interaksi proses bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antar proses bisnis. Keterkaitan antar proses bisnis ini dapat ditentukan dengan mengidentifikasi kebutuhan data/informasi yang terkait dengan proses tersebut baik berupa penciptaan (create) data oleh sebuah proses atau penggunaan data oleh proses lainnya. Dengan mengidentifikasi keterkaitan antar proses maka dapat ditentukan integrasi proses yang diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas bisnis. Arsitektur integrasi proses bisnis penting dalam rangka penyelarasan antara bisnis dan teknologi informasi yang dimulai dengan pemodelan proses bisnis yang dapat dipahami oleh para pelaku bisnis dan staf teknologi informasi. Proses kemudian diotomatisasi berdasarkan model tersebut. Hal ini akan mengurangi adanya kesalahan interpretasi terhadap kebutuhan bisnis atau kesalahan proses. Proses dapat tersebar diantara unit bisnis sehingga tidak hanya satu atau sekelompok orang saja yang memiliki suatu end-to-end process. Model proses bisnis akan menyajikan pemahaman mengenai bagaimana bisnis dilakukan di dalam enterprise dan harus dikelola sebagai aset yang bernilai. Interaksi proses bisnis dapat diidentifikasi dengan membuat sebuah matriks proses bisnis terhadap proses bisnis itu sendiri. Setiap sel akan diisi dengan data/ informasi yang terkait dengan proses tersebut baik itu data/informasi yang diciptakan (create) oleh proses ataupun yang digunakan oleh proses. Gambar IV.3 merupakan matriks interaksi antar proses bisnis. 76
10 Gambar IV.3 Matriks interaksi antar proses 77
11 Berdasarkan gambar IV.3 dapat dilihat bahwa sebuah proses bisnis dapat berhubungan dengan proses lainnya melalui data/informasi yang dibutuhkan. Sebagai contoh proses pendaftaran mahasiswa baru membutuhkan data kapasitas penerimaan, jadwal pendaftaran, kelender akademik dan informasi akademik yang dihasilkan oleh proses perencanaan akademik. Keterangan data/informasi yang terdapat dalam matriks dapat dilihat pada tabel IV.7 berikut ini : Tabel IV.7 Keterangan Data/Informasi Data/ Keterangan Data/ Keterangan Informasi Informasi KP Kapasistas Penerimaan AN Anggaran JK Jadwal Kuliah IPM Informasi Pembayaran DM Data Mahasiswa AA Anggaran Akademik SK Status Keuangan ABS Anggaran Biaya SDM CM Calon Mahasiswa ASP Anggaran Sarana Prasarana (SP) DK Data Matakuliah/kurikulum BP Biaya Pendidikan PA Pembimbing Akademik BD Biaya Pendaftaran PMB JP Jumlah peserta PMB BS Biaya Sosialisasi KA Kalemder Akademik BPG Biaya Program Skill N Nilai BR Biaya Rekrutmen IA Informasi Akademik AK Aliran Kas DW Data Wisudawan KSP Kebutuhan SP DA Data Alumni RSP Rencana SP RS Rencana Sosialisasi DSP Data SP IS Informasi kegiatan sosialisasi BPT Biaya Pelatihan SDM DA Data Alumni LK Laporan Keuangan DP Data Program Skill DR Data Rekrutmen SDM IP Informasi pekerjaan DA Data Alokasi SDM KD Kebutuhan Dosen DT Data Pelatihan/Training KP Kebutuhan SDM IK Informasi kinerja SDM DD Data Dosen G Data Gaji DP Data SDM 78
12 IV.2. Arsitektur Data Setelah membangun arsitektur bisnis, tahap berikutnya adalah membangun arsitektur data. Arsitektur data bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan kebutuhan enterprise terhadap data yang mendukung fungsi bisnis. Pendefinisian data yang dibutuhkan oleh enterprise merupakan langkah pertama dari perancangan arsitektur sistem informasi karena kualitas data merupakan produk dasar dari fungsi-fungsi sistem informasi. Arsitektur data menggambarkan seluruh entitas data yang akan dihasilkan, dikelola dan digunakan oleh semua fungsi/proses bisnis. IV.2.1. Daftar Entitas Data Pembangunan arsitektur data dimulai dengan mengidentifikasi semua entitas data yang akan dihasilkan, dikelola dan digunakan oleh semua fungsi bisnis. Entitas data adalah objek (orang, tempat, konsep, benda atau event) yang mempunyai arti (informasi) dalam konteks bisnis yang mana data-datanya dapat disimpan. Pada tahap ini akan dibuat daftar semua kandidat entitas data berdasarkan fungsi bisnis utama dan fungsi bisnis pendukung (entitas bisnis) yang telah didefinisikan sebelumnya. Identifikasi entitas data ini juga memperhatikan katalog sumber daya informasi yang telah dimiliki oleh enterprise. Berdasarkan fungsi bisnis dan katalog sumber daya informasi yang telah didefinisikan sebelumnya, maka dapat dibuat daftar entitas data seperti tabel IV.8 Berdasarkan tabel IV.8 maka dapat diidentifikasi bahwa entitas data yang dibutuhkan oleh bisnis sebanyak 47 entitas data. 79
13 Tabel IV.8 Daftar Entitas Data IV.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram) Suatu entitas data akan memiliki keterhubungan dengan entitas data lainnya, karena adanya saling ketergantungan. Untuk menggambarkan hubungan antar entitas data tersebut maka akan dibangun model data koseptual dengan menggunakan diagram ERD. ERD merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antar entitas data secara logik. Sebuah entitas data dapat terlibat dalam lebih dari satu area fungsi, karena itu beberapa ERD dapat menggunakan entitas data yang sama. Gambar IV.4 merupakan ERD untuk fungsi Operasional Akademik sedangkan untuk fungsi bisnis yang lain dapat dilihat pada lampiran E. 80
14 Gambar IV.4 ERD fungsi operasional akademik 81
15 IV.2.3. Matrik Pemetaan Entitas Data dan Fungsi Bisnis Keterhubungan setiap entitas data dengan fungsi bisnis dapat ditentukan dengan mengidentifikasi setiap entitas data yang dihasilkan, dikelola dan digunakan oleh masing-masing fungsi bisnis. Untuk itu dibuat matriks yang memetakan entitas data terhadap fungsi bisnis yang telah ditentukan sebelumnya. Setiap sel diberi penanda C untuk entitas data yang dihasilkan oleh fungsi bisnis, U untuk entitas data yang di-update atau dikelola oleh fungsi dan R untuk entitas data yang digunakan oleh fungsi. Matrik pemetaan entitas data dan fungsi bisnis untuk STIKOM DB dapat dilihat pada gambar IV.5. IV.2.4. Arsitektur Informasi Arsitektur informasi dapat didefinisikan dengan mengidentifikasi sistem informasi dan sub-sub sistem yang akan dikembangkan. Identifikasi ini dapat menggunakan sebuah diagram yang memperlihatkan hubungan antar entitas data dan proses pada sistem. Arsitekur informasi memungkinkan organisasi untuk mengerti kebutuhan data dari subsistem pada saat pengembangan subsistem untuk memaksimalkan sharing data. Langkah pertama dalam menentukan arsitektur informasi adalah mengidentifikasi sistem utama berdasarkan matriks hubungan entitas data dengan fungsi/proses bisnis yang telah dibuat (gambar IV.5). Kemudian entitas data yang diberi penanda C atau CUR dikelompokkan berdasarkan fungsi bisnis yang mengcreate-nya sehingga terbentuk kelompok data yang dibutuhkan dalam setiap area fungsi bisnis. Suatu sistem akan saling berhubungan dengan sistem lainnya karena terdapatnya kebutuhan entitas data dari satu sistem dengan sistem yang lain dan hal ini dapat melibatkan satu atau lebih sistem. Sebagai contoh entitas data pembayaran biaya kuliah dibutuhkan oleh sistem operasional akademik dan sistem keuangan. Kebutuhan entitas data ini ditandai dengan penanda U atau R. Berdasarkan kebutuhan data dari masing-masing sistem akan ditentukan aliran data yang dapat mendefinisikan keterhubungan antar sistem. Dengan demikian dapat didefinisikan arsitektur informasi seperti yang terdapat pada gambar IV.6. 82
16 Gambar IV.5 Matriks fungsi bisnis terhadap data 83
17 Gambar IV.6 Arsitektur informasi 84
18 Berdasarkan arsitektur informasi pada gambar IV.6, maka dapat diidentifikasi sistem-sistem utama yang akan dikembangkan adalah : 1. Sistem penerimaan mahasiswa baru. 2. Sistem operasional akademik 3. Sistem penglepasan mahasiswa 4. Sistem sosialisasi 5. Sistem pelayanan alumni 6. Sistem sumber daya manusia 7. Sistem keuangan 8. Sistem sarana dan prasarana. IV.3. Arsitektur Aplikasi Arsitektur aplikasi akan mengidentifikasi dan mendefinisikan aplikasi-aplikasi utama yang dibutuhkan oleh enterprise untuk mengelola data dan mendukung fungsi bisnis. Arsitektur aplikasi merupakan kolom kedua dari Zachman Framework yang dilihat dari sudut pandang proses. Arsitektur aplikasi dibangun berdasarkan arsitektur data dan arsitektur informasi yang telah dibangun serta fungsi bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembangunan arsitektur aplikasi juga menggunakan framework pengelolaan portofolio aplikasi untuk menentukan strategi sistem informasi terhadap strategi bisnis yang dikemukakan oleh Ward [18] karena framework ini memiliki kesamaan dan keterkaitan dengan metodologi EAP yaitu strategi sistem informasi ditentukan oleh dorongan bisnis. IV.3.1. Daftar Kandidat Aplikasi Pembangunan arsitektur aplikasi dimulai dengan mengidentifikasi kandidat aplikasi yang dibutuhkan untuk mengelola data dan mendukung proses bisnis yang dapat diotomatisasi dengan dukungan teknologi informasi. Identifikasi kandidat aplikasi dilakukan dengan memperhatikan entitas data, proses bisnis dan katalog sumber daya informasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Aplikasiaplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung setiap fungsi bisnis dapat 85
19 dikelompokkan ke dalam sebuah sistem informasi fungsional dan diberi nama sesuai dengan fungsi yang didukungnya seperti sistem informasi akademik, sistem informasi keuangan dan seterusnya. Hal ini juga dilakukan dengan memperhatikan arsitektur informasi yang telah dibangun sebelumnya. Tabel IV.9 merupakan daftar kandidat aplikasi pada STIKOM DB. Tabel IV.9 Daftar Kandidat Aplikasi 86
20 Berdasarkan tabel IV.9 maka dapat diidentifikasi bahwa jumlah aplikasi yang dibutuhkan untuk mengelola data dan mendukung fungsi bisnis sebanyak 32 aplikasi. Dari tabel kandidat aplikasi (tabel IV.9), dapat dilihat bahwa Sistem Informasi Akademik akan mengelola dua fungsi bisnis utama yaitu operasional akademik dan penglepasan mahasiswa. Aplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi bisnis tersebut dapat digambarkan seperti gambar IV.7. Dari katalog sistem informasi diperoleh bahwa aplikasi yang sudah ada adalah a. Aplikasi pendaftaran ulang mahasiswa b. Aplikasi rencana studi c. Aplikasi administrasi perkuliahan d. Aplikasi pengolahan nilai e. Aplikasi pelaporan akademik f. Aplikasi cetak Transkrip & Ijazah Sedangkan aplikasi baru yang perlu dikembangkan adalah: a. Aplikasi kurikulum b. Aplikasi Jadwal kuliah c. Aplikasi bimbingan akademik d. Aplikasi pendaftaran wisuda Sistem Informasi Akademik Operasional Akademik Pelaporan akademik Rencana Studi Aplikasi heregistrasi mahasiswa Aplikasi jadwal kuliah Administtrasi Perkuliahan Pengolahan nilai Aplikasi kurikulum Aplikasi bimbingan Akademik Penglepasan mahasiswa Aplikasi Pendaftaran wisuda Aplikasi Cetak Transkrip& iajzah Gambar IV.7 Sistem informasi akademik 87
21 IV.3.2. Deskripsi Aplikasi Setiap aplikasi yang telah didefinisikan pada tabel IV.9 dideskripsikan secara lengkap dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari masing-masing aplikasi tersebut. Tabel IV.10. merupakan cuplikan dari deskripsi aplikasi sistem informasi pendaftaran mahasiswa baru. Deskripsi lengkap dapat dilihat dalam lampiran F. Tabel IV.10 Deskripsi Aplikasi No Aplikasi Deskripsi dan Tujuan 1 Aplikasi Pendaftaran PMB Merupakan aplikasi yang menangani pendaftaran calon mahasiswa. Bertujuan untuk memudahkan bagian akademik dalam melayani pendaftaran mahasiswa baru. 2 Aplikasi Pengolahan hasil USM 3 Aplikasi Registrasi Mahasiswa baru Merupakan aplikasi yang menangani proses pengolahan hasil ujian saringan masuk bagi mahasiswa baru. Bertujuan agar proses pengolahan hasil ujian saringan masuk dapat dilakukan dengan mudah dan cepat Merupakan aplikasi yang menangani proses pendaftaran ulang mahasiswa baru dan pendataan mahasiswa. Bertujuan agar proses pendaftaran ulang mahasiswa baru dapat dilakukan dengan cepat dan secara automatisasi IV.3.3. Analisis Dampak Aplikasi Terhadap Sistem Legacy Analisis dampak aplikasi bertujuan untuk menentukan pengaruh dari aplikasi yang diusulkan terhadap aplikasi legacy yang telah didefinisikan pada katalog sistem informasi. Dampak terhadap aplikasi legacy dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu: dipertahankan, upgrade/optimasi, modifikasi, dan diganti. Berdasarkan katalog sistem informasi yang telah didefinisikan dan daftar aplikasi yang diusulkan pada tabel IV.9 maka analisis dampak aplikasi terhadap sistem/aplikasi legacy seperti tabel IV.11 88
22 Tabel IV.11 Analisis Dampak Arsitektur Aplikasi Terhadap Sistem Legacy 89
23 Berdasarkan analisis dampak dari aplikasi terhadap sistem legacy pada tabel IV.11 dapat dilihat bahwa 7 (tujuh) aplikasi pada sistem legacy tetap dipertahankan dengan pertimbangan bahwa aplikasi tersebut masih layak digunakan dan juga untuk menghemat biaya investasi pengembangan sistem dan 2 (dua) aplikasi ditingkatkan kemampuanya. IV.4. Arsitektur Teknologi Tujuan dari arsitektur teknologi adalah untuk mendefinisikan jenis-jenis teknologi utama yang diperlukan oleh enterprise untuk menyediakan sebuah lingkungan bagi aplikasi-aplikasi yang mengelola data. IV.4.1. Prinsip dan Landasan Teknologi Langkah awal yang dilakukan dalam membangun arsitektur teknologi adalah dengan mendefinisikan landasan dan prinsip teknologi seperti pada tabel IV.12. Tabel IV.12 Prinsip dan Landasan Teknologi Kelompok Perangkat Keras (Jenis Komputer, Perangkat imput/output dan Media Simpanan) Perangkat Lunak (Sistem Operasi, DBMS, Bahasa Pemrograman, Aplikasi) Prinsip 1. Perangkat keras andal untuk mendukung bisnis saat ini dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi di masa mendatang sehingga tidak cepat usang (obsolete) 2. Perangkat keras harus dapat menunjang kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas kerja. 3. Perangkat keras dapat mendukung teknologi client-server. 4. Pemeliharaan atas setiap komputer dan server dilakukan secara rutin 1. Perangkat lunak mendukung teknologi client-server. 2. Perangkat lunak mampu beradaptasi dengan lingkungan yang handal dari gangguan baik fisik maupun logik yang mengakibatkan kerusakan. 3. Sistem operasi bersifat portable (dapat beroperasi pada berbagai platform dari berbagai vendor), scalable (dapat beroperasi pada berbagai jenis komputer), interoperable (dapat beroperasi pada lingkungan yang heterogen) dan compatible (dapat mempertahankan investasi yang telah dilakukan dan dapat mendukung integrasi dengan komponen teknologi yang lebih maju) 4. Sistem operasi dapat mendukung tools pengembangan sistem dan beragam perangkat lunak aplikasi 5. DBMS harus mampu mengakomodasi kebutuhan dan transaksi data dengan toleransi terhadap kegagalan yang baik. 90
24 Teknologi Jaringan dan komunikasi 6. Data dimiliki oleh enterprise bukan oleh suatu bagian atau suatu unit organisasi. 7. Data yang sama hanya diciptakan sekali, tidak redundan dan harus konsisten. 8. Administrasi data dilakukan secara terpusat dan dapat dipakai bersama dari berbagai lokasi dan harus tetap konsisten. 9. Implementasi basis data dilakukan dengan menggunakan teknologi basis data relasional, dan aksesnya menggunakan Standard Query Language (SQL). 10. Informasi yang tersimpan secara online tersedia terus-menerus dan di-update secara berkala. 11. Pengaksesan terhadap data dan aplikasi dibatasi oleh hak akses user. 12. Data harus mudah dipelihara, di backup dengan dukungan teknologi. 13. Bahasa pemrograman mendukung teknik pengembangan berorientasi objek dan metode information engineering. 14. Bahasa pemrograman dapat menghasilkan aplikasi yang bersifat Graphical User Interface (GUI) 15. Implementasi aplikasi serta basis data menggunakan teknologi Client-Server. 16. Implementasi aplikasi-aplikasi baru yang bertugas menyediakan informasi secara online dan cepat, dilakukan dengan menggunakan teknologi intranet dan teknologi berbasis web. 17. Aplikasi yang bersifat operasional kunci dan terlibat erat dengan operasi-operasi kritis harus memiliki kemampuan untuk error checking dan recoverable. 18. Pengembangan sistem aplikasi dilakukan dengan piranti Computer Aided Software Engineering (CASE) dan sedapatnya mengikuti teknik-teknik berorientasi objek 19. Aplikasi yang sudah ada (legacy) sedapatnya tetap dipertahankan dan dioptimalkan penggunaannya. 1. Teknologi komunikasi mendukung teknologi client-server 2. Protokol jaringan dan komunikasi berstandar internasional 3. Teknologi jaringan mampu menunjang aktivitas bisnis saat ini dan mampu mengikuti perkembangan teknologi ke depan 4. Jaringan mampu menangani beragam format aplikasi dan data. 5. Bandwith memadai untuk melakukan pengaksesan data. 91
25 IV.4.2. Konfigurasi Platform Teknologi Konfigurasi Platform teknologi dibangun berdasarkan pada kebutuhan strategi distribusi data dan aplikasi serta kebutuhan sharing data di antara unit-unit organisasi dengan memeperhatikan lokasi bisnis. Lokasi bisnis merupakan lokasi tiap unit organisasi dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya yang memperlihatkan tempat dimana diperlukannya data dan aplikasi tertentu. Dengan demikian suatu lokasi bisnis terkait dengan unit organisasi tertentu dan fungsi atau kegiatan bisnis apa saja yang dilakukan di sana. Terkait dengan Zachman Framework, pembangunan arsitektur teknologi adalah pada kolom jaringan (network) atau tempat. Pembangunan arsitektur teknologi dilakukan berdasarkan matriks proses bisnis dengan entitas data serta aplikasi yang dibutuhkan untuk mengelola data dan mendukung fungsi bisnis yang telah didefinisikan sebelumnya kemudian dihubungkan dengan lokasi bisnis yang membutuhkan. Berdasarkan denah lokasi kampus, STIKOM DB memiliki dua gedung yaitu gedung A dan gedung B. Gedung A terdiri atas 4 (empat) lantai dan gedung B terdiri dari 1 (satu) lantai dan masih dalam proses pembangunan. Gedung B ini rencananya akan digunakan untuk operasional S2 (magister) yang pada saat ini masih dalam pengurusan. Pada saat ini semua kegiatan akademik dilakukan pada gedung A dengan penempatan lokasi bisnis seperti tabel IV.13. Konfigurasi platform teknologi yang akan dibangun mengikuti prinsip clienserver, dimana aplikasi dan data ditempatkan pada satu lokasi dan dapat diakses oleh seluruh user/pemakai, sehingga dapat dilakukan sharing data dan informasi di antara unit-unit organisasi yang membutuhkan. Lokasi ini diharapkan nantinya akan dikelola oleh sebuah unit yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya informasi yaitu unit sumber daya informasi atau pusat komputer dan sistem informasi. 92
26 Lokasi Ruang Tabel IV.13 Daftar Lokasi Bisnis Lokasi Bisnis Lantai 1 - BAAK - BAU dan Front Office (FO) - Admin jaringan - Ruangan cyber - Laboratorium Pengantar Teknologi Informasi - Laboratorium Pemrograman dasar Lantai 2 - Ruangan Struktural - Stikom Center dan Stikom Carrer - Ruangan Kaprodi dan dosen - Laboratorium Pemrograman Lanjut - Laboratorium Jaringan Lantai 3 - Laboratorium Teknik - Ruangan perkuliahan Lantai 4 - Ruangan perkuliahan Langkah selanjutnya adalah membangun sebuah jaringan enterprise konseptual, dikatakan konseptual karena independent terhadap perangkat keras, perangkat lunak, atau teknologi tententu dalam mengimplementasikannya. Arsitektur jaringan enterprise terdiri dari operasi komputasi, input, output, media penyimpanan dan fasislitas komunikasi. Dalam jaringan enterprise konseptual semua elemen komputasi terhubung secara langsung maupun tidak langsung dan juga harus bersifat fleksibel dan adaptable sehingga dapat mengakomodasi perubahan tanpa mengganggu operasi. Berdasarkan pada lokasi bisnis, maka arsitektur jaringan enterprise konseptual yang diusulkan pada STIKOM DB dapat dilihat pada gambar IV.8 Berdasarkan gambar IV.8, jaringan enterprise membentuk jaringan lokal (LAN) dan internet dengan protokol TCP/IP. Untuk koneksi ke internet juga dapat digunakan media wireless. 93
27 Gambar IV.8 Jaringan enterprise konseptual Setelah mendefinisikan arsitektur jaringan enterprise konseptual, perlu didefinisikan arsitektur sistem bisnis. Arsitektur sistem bisnis adalah teknologi yang digunakan untuk mengimplemetasikan dan mengelola aplikasi serta 94
28 database enterprise. Akses pada sistem bisnis/aplikasi oleh workstation/user dengan tujuan : 1. Operational information Update; membuat, mengubah, atau menghapus data operasional secara interaktif. Aplikasi menyediakan fungsi-fungsi ini melalui interface. 2. Operasional information inquiry; memungkinkan aplikasi untuk mengakses data secara interaktif dan melihat data dalam berbagai format dan media. 3. Operational report review; membantu user untuk mendapatkan berbagai tampilan laporan. 4. Ad hoc information review; menyediakan fasilitas untuk mengakses data enterprise dengan SQL atau bahasa lainnya. 5. Business rules inquiry and update; memungkinkan pemakai yang telah diotorisasi untuk mengubah aturan yang ditetapkan untuk operasi sistem bisnis. Arsitektur sistem bisnis pada STIKOM DB dapat diusulkan seperti gambar IV.9 Gambar IV.9 Arsitektur sistem bisnis 95
29 IV.5. Integrasi Enterprise Perubahan yang terjadi dalam menjalankan bisnis saat ini mulai dari cara berinteraksi dengan customer sampai dengan mengelola bisnis mendorong sebuah kebutuhan untuk mengelola bisnis secara real-time. Pengelolaan bisnis secara real-time memungkinkan enterprise untuk mengetahui kondisi bisnis saat ini. Karena itu perlu diterapkan sistem dan aplikasi yang terintegrasi melalui integrasi enterprise. Pengelolaan bisnis secara real-time akan mempercepat proses bisnis dan mengurangi waktu siklus bisnis. Tanpa adanya integrasi enterprise, kemampuan untuk mengkomunikasikan dan mengelola arus informasi dan proses bisnis di dalam enterprise menjadi terbatas. Manfaat penting dengan adanya integrasi enterprise adalah meningkatnya kepuasan customer dan meningkatnya kualitas dan efisiensi melalui optimalisasi proses bisnis. Adapun manfaat dari integrasi enterprise adalah : a. Mengurangi biaya Integrasi enterprise dapat mengurangi biaya melalui otomatisasi proses bisnis, pengurangan personil, penyediaan layanan interface untuk customer dengan demikian biaya untuk mendukung pelayanan customer dapat dikurangi dan informasi dapat tersedia dengan cepat dan mudah. b. Meningkatkan pendapatan Integrasi enterprise dapat meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan market share dan menciptakan kesempatan-kesempatan market baru. peningkatan market share merupakan hasil dari meningkatnya kepuasan customer. c. Meningkatkan kepuasan customer Integrasi enterprise dapat meningkatkan kepuasan customer dengan tersedianya informasi dengan mudah serta dapat merespon permintaan dan keluhan customer dengan cepat. d. Perbaikan proses bisnis Melalui optimalisasi proses, enterprise dapat melakukan proses bisnis dengan lebih baik, cepat dan murah. Optimalisasi proses bisnis akan megurangi siklus waktu dalam bisnis dan meningkatkan efisiensi, kualitas dan keuntungan. 96
30 IV.5.1. Rencana Integrasi Rencana integrasi diperlukan untuk mendukung integrasi aplikasi yang akan dikembangkan dengan sistem legacy yang tetap dipertahankan. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap sistem legacy dan analisis dampak aplikasi terhadap aplikasi legacy pada tabel IV.11 meunjukkan bahwa beberapa aplikasi legacy tetap dipertahankan dengan pertimbangan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut baru dikembangkan dan masih layak digunakan dan juga untuk menghemat biaya investasi pengembangan sistem. Adapun sistem legacy yang tetap dipertahankan adalah sebagai berikut : 1. Aplikasi registrasi mahasiswa baru 2. Aplikasi pendaftaran ulang mahasiswa 3. Aplikasi rencana studi 4. Aplikasi pengolahan nilai 5. Aplikasi cetak transkrip dan ijazah 6. Aplikasi pendataan alumni 7. Aplikasi presensi karyawan Integrasi sistem informasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan bertahap (bottom-up), dengan memperhatikan kondisi sistem informasi saat ini (existing condition). Integrasi dimulai dengan merangkai sistem-sistem yang ada menurut arsitektur integrasi dengan memilih strategi berikut : 1) Memilih salah satu sistem legacy yang ada dan mempromosikannya sebagai sistem standar sedangkan sistem-sistem lain harus mengikuti sistem legacy tersebut. 2) Membangun standar baru dan membiarkan sistem legacy seperti apa adanya sedangkan integrasi dilakukan oleh sebuah sistem pengintegrasi (middleware). 97
31 IV.5.2. Keterkaitan Data antar Sistem Informasi Sebelum melakukan integrasi aplikasi/sistem informasi, organisasi perlu memahami elemen proses dan data yang memerlukan integrasi. Dengan memperhatikan aliran data yang dibutuhkan oleh masing-masing sistem informasi dapat dibuat tabel keterkaitan data antar sistem informasi seperti tabel IV.14 Tabel IV.14 Tabel Keterkaitan Kebutuhan Data antar Sistem Informasi Berdasarkan tabel keterkaitan kebutuhan data antar sistem informasi maka dapat dilihat bahwa masing-masing database dari sistem informasi tersebut saling berelasi satu sama lain. Relasi antar database tersebut dapat digambarkan seperti gambar IV.10 98
32 Gambar IV.10 Relasi antar database IV.5.3. Integrasi Sistem Informasi Integrasi sistem informasi merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi yang terintegrasi dan bertujuan mendukung kegiatan-kegiatan sebuah enterprise. Integrasi sistem informasi sering direpresentasikan sebagai Sistem Informasi Enterprise (SIE). Integrasi sistem informasi dapat mengurangi biaya, meningkatkan produktifitas pegawai dan memfasilitasi sharing informasi dan kolaborasi yang penting untuk meningkatkan layanan customer. Integrasi komponen sistem informasi memperlihatkan hubungan antar sistem informasi dalam mendukung proses bisnis yang dijalankan oleh organisasi. Proses bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang spesifik atau memberikan value kepada customer. Pelaksanaan proses bisnis ini melibatkan berbagai macam dukungan sistem informasi. Masing-masing sistem informasi akan mendukung setiap fungsi bisnis yang dijalankan. Adapun dukungan sistem informasi untuk setiap kegiatan yang mengalir pada proses akademik yang berhubungan langsung dengan mahasiswa dapat digambarkan seperti gambar IV.11 99
33 Gambar IV.11 Diagram dukungan sistem informasi terintegrasi terhadap proses bisnis 100
34 IV.6. Rencana Implementasi Arsitektur enterprise yang telah dibangun merupakan blueprint dari data, aplikasi dan teknologi yang menjadi dasar bagi pengembangan, pengelolaan dan penggunaan sistem informasi agar sesuai dengan misinya dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan bisnis enterprise. Arsitektur tersebut dibangun berdasarkan dorongan bisnis dan dorongan data, selain untuk definisi yang lebih mapan (tidak mudah dipengaruhi oleh tren teknologi maupun perubahan di tingkat unit organisasi dan/atau proses-proses bisnisnya) juga dipersiapkan untuk orientasi implementasinya di masa depan. Bentuk nyata dalam implementasi arsitektur enterprise adalah pengembangan aplikasi-aplikasi sistem informasi pada tingkat rancangan (baris ke-3 pada zachman framework) dan pada tingkat-tingkat berikutnya (baris ke-4, ke-5, dan ke-6 pada zachman framework). Rencana implementasi bertujuan untuk memformulasikan dan mempersiapkan sebuah rencana untuk mengimplementasikan arsitektur enterprise yang telah dibangun. Arsitektur tanpa sebuah rencana implementasi hanya memberikan manfaat yang sedikit bagi bisnis. Rencana implementasi dibuat berdasarkan pada model bisnis, katalog sumber daya informasi, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi yang telah didefinisikan sebelumnya. IV.6.1. Portofolio Aplikasi Untuk melengkapi proses penentuan aplikasi dalam hubungannya dengan fungsifungsi bisnis, maka dilakukan analisis terhadap portofolio aplikasi. Tiap aplikasi yang didefinisikan dalam arsitektur aplikasi memiliki kontribusi terhadap bisnis saat ini dan pada masa mendatang bagi enterprise. Berdasarkan analisis portofolio aplikasi yang dikemukan oleh Ward[18] aplikasi ini dibedakan menjadi: a. Aplikasi jenis strategis, aplikasi yang belum dimiliki saat ini dan dipandang kritikal untuk masa depan bisnis enterprise. Dalam studi kasus, aplikasi jenis ini adalah yang membutuhkan pengembangan baru dan mengelola data-data 101
35 dari tingkat operasional sampai tingkat manajemen untuk lingkup internal enterprise. b. Aplikasi jenis operasional kunci, aplikasi yang sudah dimiliki ataupun yang belum dan enterprise sangat bergantung padanya untuk kesuksesan targettarget yang telah ditetapkan. Dalam studi kasus, aplikasi jenis ini adalah yang tetap dipertahankan atau yang akan dioptimasi penggunaan serta dilakukan peningkatan sesuai kebutuhan ataupun aplikasi pengembangan baru. c. Aplikasi yang berpotensi tinggi, merupakan aplikasi yang inovatif yang dapat menciptakan kesempatan-kesempatan untuk keuntungan bisnis di masa depan. Dalam studi kasus, aplikasi ini jenis ini adalah yang membutuhkan pengembangan baru dan mengelola data-data dari tingkat operasional sampai tingkat manajemen untuk lingkup internal dan eksternal serta melibatkan proses-proses bisnis yang dimodifikasi, ditingkatkan atau yang baru. d. Aplikasi pendukung, merupakan aplikasi yang sudah dan/atau belum dimiliki oleh enterprise, memiliki peran yang penting untuk menunjang proses-proses dan fungsi-fungsi bisnis serta mengelola data dengan periode yang relatif lebih panjang. Dalam studi kasus, aplikasi jenis untuk aktivitas pendukung. Berdasarkan aplikasi yang telah didefinisikan pada arsitektur aplikasi, maka setiap aplikasi dapat diklasifikasikan ke dalam jenis aplikasi menurut portofolio aplikasi di atas seperti tabel IV.15 Portofolio aplikasi ini perlu dikelola agar setiap aplikasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan strategi bisnis. Pengelolaan portofolio aplikasi dapat menggunakan framework pengelolaan portofolio aplikasi yang diajukan oleh Ward [18]. Framework ini terdiri atas tiga kegiatan utama yaitu : 1. Menilai aplikasi yang ada saat ini, dengan mengukur kontribusinya terhadap proses dan performansi bisnis yang ada, dan seberapa baik aplikasi ini mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. 2. Mengevaluasi kebutuhan investasi jangka pendek, dengan menentukan aplikasi yang penting untuk mencapai strategi dan tujuan bisnis mendatang dan mengukur kontribusinya yang spesifik terhadap bisnis. 102
36 3. Mengidentifikasi aplikasi potensial yang dibutuhkan untuk masa depan, dengan mempertimbangkan aplikasi-aplikasi yang bernilai pada masa mendatang, dan menghasilkan keuntungan-keuntungan yang relevan serta berpengaruh terhadap peningkatan performansi bisnis. Berdasarkan framework pengelolaan portofolio aplikasi maka pembangunan dan pengembangan aplikasi dapat selalu disesuaikan dengan perkembangan dan strategi bisnis. Tabel IV.15 Portofolio Aplikasi Strategis Aplikasi pendaftaran PMB Aplikasi pengolahan hasil USM Aplikasi kurikulum Aplikasi perencanaan SDM Aplikasi perencanaan Sarana/Prasarana Operasional Kunci Aplikasi registrasi mahasiswa baru Aplikasi pendaftaran ulang Aplikasi rencana studi Aplikasi jadwal kuliah Aplikasi administrasi perkuliahan Aplikasi pengolahan nilai Aplikasi pelaporan akademik Aplikasi cetak Transkrip/ nilai Aplikasi bimbingan akademik Aplikasi pendaftaran wisuda Aplikasi administrasi pembayaran biaya kuliah mahasiswa Berpotensi Tinggi Aplikasi sosialisasi Aplikasi pendataan alumni Aplikasi penyaluran alumni Aplikasi program peningkatan skill Pendukung Aplikasi rekrutmen karyawan Aplikasi adminsitrasi karyawan Aplikasi presensi Aplikasi penggajian Aplikasi evaluasi kinerja Aplikasi pengembangan karyawan Aplikasi anggaran Aplikasi akuntansi keuangan Aplikasi montoring dan evaluasi keuangan Aplikasi pengadaan sarana/prasarana Aplikasi inventarisasi Aplikasi monitoring dan evaluasi sarana/prasarana IV.6.2. Urutan Implementasi Aplikasi Langkah pertama dalam menyusun rencana implementasi arsitektur enterprise adalah dengan menentukan urutan aplikasi yang akan dikembangkan berdasarkan ketergantungan bisnis terhadap data. Untuk itu matriks proses bisnis terhadap data akan diturunkan menjadi matriks aplikasi terhadap data berdasarkan entitas data dan arsitektur aplikasi yang mengelolanya, kemudian dilakukan perubahan terhadap urutan kolom dan baris dari matriks tersebut sedemikian rupa sehingga membentuk pengelomppokkan entitas data yang bersifat create ( penanda C atau CUR ). Hasil dari matriks tersebut dapat dilihat pada gambar IV
37 Gambar IV.12 Matriks aplikasi terhadap data 104
38 Matriks ini dapat memperlihatkan kondisi sharing data dalam arsitektur aplikasi dan dapat digunakan untuk membuat urutan aplikasi yang akan dibangun dengan prinsip Aplikasi yang menciptakan atau membentuk (create) data akan diterapkan terlebih dahulu sebelum aplikasi yang menggunakan atau memakai (update/use) data. Ketergantungan data bukanlah satu-satunya penentu urutan aplikasi, faktor lain seperti tingkat kebutuhan, manfaat, resiko dan dampak organisasi serta biaya dapat dijadikan landasan urutan impelementasi aplikasi. Berdasarkan matriks tersebut, dibuat urutan pengembangan aplikasi seperti pada tabel IV.16. Urutan aplikasi ini adalah untuk aplikasi pengembangan baru dan untuk perbaikan atau upgrade aplikasi legacy. Sedangkan aplikasi legacy yang tetap dipertahankan tidak dikembangkan dan nantinya akan diintegrasikan dengan aplikasi pengembangan baru. Tabel IV.16 Urutan Pengembangan Aplikasi 105
39 IV.6.3. Estimasi Pelaksanaan Implementasi Pada tahap sebelumnya telah ditetapkan urutan implementasi arsitektur data dan aplikasi berdasarkan kebutuhan data. Langkah selanjutnya adalah menentukan estimasi sumber daya yang dibutuhkan untuk implementasi. Dalam penelitian ini, estimasi diperkirakan berdasarkan asumsi sebagi berikut: a. Pihak yayasan dan manajemen memberikan komitmen yang jelas terhadap pelaksanaan proyek pengembangan sistem. b. Selama pengembangan sistem tidak terjadi perubahan kebijakan. c. Jangka waktu pelaksanaan selama 21 bulan. d. Sumber daya yang tersedia memadai untuk proses pelaksanaan implementasi. e. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan. f. Biaya untuk pelaksanaan implementasi tersedia. g. Spesifikasi pekerjaan didasarkan pada pengembangan aplikasi yang telah diprioritaskan. h. Mitra kerja dari lingkungan organisasi bersedia terlibat dan bekerja sama dalam membantu kelancaran pelaksanaan proyek pengembangan sistem. Penentuan estimasi waktu, sumber daya manusia dan biaya belum dapat dikemukakan secara terperinci karena dipengaruhi oleh faktor-faktor internal organisasi seperti kondisi keuangan oganisasi saat ini, ketersediaan dan kemampuan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan. Adapun estimasi sumber daya yang dibutuhkan adalah : 1. Estimasi waktu Menentukan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan arsitektur enterprise. Jadwal pelaksanaan implementasi diperkirakan selama 21 bulan dengan memperhatikan jumlah aplikasi baru yang akan dikembangkan. Adapun estimasi jadwal pelaksanaan implementasi dapat dilihat pada tabel IV
40 Tabel IV.17 Jadwal Implementasi Arsitektur 107
41 2. Estimasi sumber daya manusia Menentukan estimasi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk melakukan implementasi seperti analis sistem, programmer, user, analis data dan lain-lain. Adapun estimasi kebutuhan sumber daya manusia untuk proses implementasi arsitektur enterprise dapat dilihat pada tabel IV.18 Tabel IV.18 Kebutuhan Sumber Daya Manusia No Posisi (keahlian) Keterangan 1 Project Manajer Bertugas sebagai manajer proyek pengembangan sistem informasi dan bertanggungjawab penuh terhadap pelaksanaan proyek 2 Analyst System Bertugas sebagai analist sistem dalam perancangan dan pengembangan sistem aplikasi dan integrasi sistem. 3 Analyst/Designer Database Bertugas dalam menganalisis dan merancang database. 4 Web Programmer Bertugas dalam mengembangkan program aplikasi berbasis web. 5 Web Designer Bertugas dalam menganalisis dan merancang website 6 Tester Bertugas dalam uji coba program sebelum diimplementasikan 7 Dokumentator Bertugas dalam menyusun dokumen pengembangan sistem informasi. 3. Estimasi biaya. Menentukan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan aplikasi dan pembangunan sistem informasi. Adapun estimasi komponen biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem informasi adalah seperti tabel IV
42 No Tabel IV.19 Estimasi Komponen Biaya Jenis Biaya 1 Biaya pengembangan sistem a. Biaya sumber daya manusia b. Biaya pengadaan perangkat keras c. Biaya pengadaan perangkat lunak pendukung pengembangan sistem d. Biaya testing e. Biaya instalasi f. Biaya dokumentasi 2 Biaya Operasional 3 Biaya Maintenance IV.6.4. Faktor Sukes Implementasi Implementasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk merealisasikan kondisi yang diinginkan sesuai dengan arsitektur enterprise yang telah dibangun. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh beberapa faktor kritis (critical success factor). Critical success factor merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pihak manajemen dalam mencapai sasaran terhadap aktivitas saat ini dan masa datang. Beberapa faktor sukses untuk mengimplementasikan EAP adalah sebagai berikut : 1. Keterlibatan, dukungan dan komitmen manajemen. Pentingnya dukungan dan komitmen dari yayasan dan pimpinan STIKOM DB. Dapat dilakukan dengan menetapkan keputusan formal untuk keberhasilan penerapan EAP. 2. Kesiapan dana untuk melakukan investasi SI/TI. Penerapan EAP memerlukan investasi yang cukup besar, karena itu diperlukan kesiapan dana untuk melakukannya. 3. Penetapan unit fungsi khusus sebagai penanggung jawab implementasi. Implementasi EAP memerlukan unit khusus yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk melakukannya. Dalam hal ini STIKOM DB 109
43 perlu membentuk sebuah unit khusus untuk pengelolaan sumber daya informasi seperti unit sumber daya informasi atau pusat komputer. 4. Kualitas sumber daya manusia yang berkompetensi dalam bidang teknologi informasi memadai. Implementasi memerlukan ketersediaan sumber daya manusia yang berkompeten di bidang teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi. 5. Adanya penyelenggaraan pelatihan khusus mengenai EAP baik secara konsep maupun teknis. Pemahaman terhadap EAP sangat diperlukan dalam melakukan implementasi, karena itu perlu diadakan pelatihan mengenai EAP bagi personil yang terlibat dalam implementasi. 6. Mengadopsi/menerapkan metode baru pengembangan sistem. Metode-metode baru yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian dalam pengembangan sistem perlu diterapkan seperti information engineering, analisis dan pemrograman yang berorientasi objek. 7. Kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Perlunya penugasan tanggung jawab dan otoritas dalam menerapkan arsitektur. 110
Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise
Bab IV Pembangunan Model Arsitektur Enterprise Pada bab ini secara khusus akan didefinisikan perencanaan arsitektur organisasi pada data, aplikasi dan teknologi. Diharapkan pada tahap ini, EAP yang diharapkan
BAB III ANALISIS ENTERPRISE
BAB III ANALISIS ENTERPRISE III.1. Inisiasi Perencanaan Inisiasi perencanaan merupakan tahap awal dari proses EAP yang meliputi pendefinisian lingkup organisasi sebagai sebuah enterprise yang menjalankan
Nelly Khairani Daulay
PERANCANGAN CETAK BIRU INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI PADA STMIK MURA LUBUKLINGAU Program Studi Sistem Komputer, STMIK Musi Rawas Lubuklinggau Jl. Jend. Besar Soeharto Kel. Lubuk Kupang Kec. Lubuklinggau
Analisa Teori: Strategi IT Enterprise dengan Enterprise Architecture Planning (EAP)
Analisa Teori: Strategi IT Enterprise dengan Enterprise Architecture Planning (EAP) Yohana Dewi Lulu W [email protected] Jurusan Komputer Politeknik Caltex Riau Abstrak Perkembangan enterprise saat ini
Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Implementasi dan Pengujian
Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Implementasi dan Pengujian Dalam keadaan yang sebenarnya Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga telah melakukan dan menetapkan perencanaan strategis bisnis yang dijadikan
BAB V PEMODELAN ARSITEKTUR ENTERPRISE
BAB V PEMODELAN ASITEKTU ENTEPISE Pada bagian sebelumnya telah dilakukan analisis terhadap kondisi sistem informasi dan teknologi saat ini. Tahapan selanjutnya adalah menentukan kebutuhan informasi BKD
KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM)
KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM) N. Tri Suswanto Saptadi POKOK PEMBAHASAN 1.Kendali Manajemen Atas 2.Kendali Manajemen Pengembangan Sistem 3.Kendali Manajemen Pemrograman 4.Kendali Manajemen Sumber
Gambar III.12 E-R Diagram
59 Gambar III.12 E-R Diagram 60 Untuk memodelkan hubungan antara entitas data, penggambaran dilakukan dengan menggunakan E-R Diagram. E-R diagram (Gambar III.12) tersebut akan memodelkan entitas data akademik
Perancangan Cetak Biru Teknologi Informasi
Perancangan Cetak Biru Teknologi Informasi Budi Daryatmo STMIK MDP Palembang [email protected] Abstrak: Pengelolaan TI perlu direncanakan dan dituangkan dalam bentuk cetak biru TI sehingga organisasi
Pengantar Sistem Informasi & e-bisnis. Defri Kurniawan
Pengantar Sistem Informasi & e-bisnis Defri Kurniawan Content: Konsep Dasar Sistem dan Informasi Pengertian Sistem Informasi Sistem Informasi Bisnis (-e-bisnis) Jenis Sistem Informasi Bisnis Konsep Dasar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Tinjauan Pustaka Pemanfaatan enterprise Architecture planning (EAP) untuk perencanaan system informasi melibatkan pemahaman dan kejelasan beberapa definisi
Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi
Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi IV.1 Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi dengan Val IT Perencanaan investasi TI yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau yang dilakukan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di Jl. Naripan No.111 Bandung 40112 Toko ini masih menggunakan sosial media
BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM
BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM 4.1 Analisa Studi Kasus Penerapan sistem informasi dalam fungsi bisnis pada setiap organisasi dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa untuk menerapkan sistem
BAB IV ANALISIS PENGEMBANGAN ARSITEKTUR. sistem informasi dan teknologi informasi saat ini di STIE Dharma Iswara
24 BAB IV ANALISIS PENGEMBANGAN ARSITEKTUR Bab ini difokuskan pada analisis tinjauan konteks bisnis serta kondisi sistem informasi dan teknologi informasi saat ini di STIE Dharma Iswara Madiun. Diharapkan
Nama : Rendi Setiawan Nim :
Nama : Rendi Setiawan Nim : 41813120188 Pengertian Dasar Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering
Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari
PENGEMBANGAN SISTEM Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SISTEM Kebutuhan Pengembangan g Sistem Terstruktur Proses Konstruksi Sistem 1. Mengidentifikasi masalah besar TI untuk
LAPORAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNISBANK SEMARANG
LAPORAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNISBANK SEMARANG UNISBANK 2009 Kata Pengantar Buku kegiatan Pembuatan Sistem Informasi Akademik Unisbank. Materi dari laporan disyaratkan berupa hasil dari
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang
1 Bab I Pendahuluan Dalam bab I ini akan dijelaskan latar belakang yang mendasari munculnya ide pembuatan rancangan IT Governance dengan mengacu pada kerangka kerja COBIT. Disamping itu akan dibahas juga
Bab III Analisa dan Kerangka Usulan
Bab III Analisa dan Kerangka Usulan III.1 Perencanaan Strategis dalam Pengembangan CIF III.1.1 Kendala Pengembangan CIF Pembangunan dan pengembangan CIF tentunya melibatkan banyak sekali aspek dan kepentingan
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN CORPORATE VALUE. 0 Tidak berhubungan sama sekali. 1 Sangat sedikit hubungannya. 2 Sedikit berhubungan
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN CORPORATE VALUE Petunjuk: Berilah skor antara dimana: Tidak berhubungan sama sekali Sangat sedikit hubungannya Sedikit berhubungan Cukup berhubungan Memiliki hubungan
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, Menimbang : a. bahwa
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA STMIK PRINGSEWU DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA STMIK PRINGSEWU DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (EAP) Ahmad Khumaidi 1), Agus Suryana 2), Eka Ridhawati
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kebutuhan organisasi terhadap data dan informasi semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang semakin kompleks. Organisasi membutuhkan
PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK SUMEDANG. Oleh : Asep Saeppani, M.Kom. Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi S-1 STMIK Sumedang
PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK SUMEDANG. Oleh : Asep Saeppani, M.Kom. Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi S-1 STMIK Sumedang ABSTRAK Arsitektur enterprise merupakan suatu upaya memandang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. informasi akademik pada SMP Al-Falah Assalam Tropodo 2 Sidoarjo. Tahaptahap
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan dan perencanaan desain sistem informasi akademik pada SMP Al-Falah Assalam Tropodo 2 Sidoarjo. Tahaptahap tersebut terdiri
Enterprise Architecture Planning Untuk Proses Pengelolaan Manajemen Aset Dengan Zachman Framework
Enterprise Architecture Planning Untuk Proses Pengelolaan Manajemen Aset Dengan Zachman Framework Titus Kristanto Teknik Informatika Institut Teknologi Adhi Tama, Surabaya E-mail: [email protected]
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH Oleh : Dhoni Yohanes, Septia Lutfi 1) 1) Program Studi Sistem Informasi, Stmik
CETAK BIRU TEKNOLOGI INFORMASI AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH
CETAK BIRU TEKNOLOGI INFORMASI AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH 2015-2025 TAHUN 2013 0 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN...1 1.1 LATAR BELAKANG...1 1.2 VISI DAN MISI...2 1.3 TUJUAN...3 1.4 MANFAAT PROGRAM PELAYANAN
Enterprise Architecture Planning
Enterprise Architecture Planning Berdasarakan pembahasan analisa kebutuhan potensial mendatang, analisa terhadap value chain dilakukan dan dihasilkan 7 fungsi bisnis yaitu fungsi pengelolaan data dan informasi,
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek 55 yang
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek 55 yang berlokasi di jalan Moh.Toha No.127 Bandung, Visi dan Misi dari apotek,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan-tahapan analisis dan desain
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan-tahapan analisis dan desain perancangan sistem informasi sumber daya manusia pada PT. Jasamitra Propertindo. Tahap-tahap
BAB 3 Metodologi Penelitian
52 BAB 3 Metodologi Penelitian 3.1. Kerangka Pemikiran Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penelitian ini seperti digambarkan pada gambar 3.1, memiliki 3 tingkatan yaitu input, proses, dan
BAB II LANDASAN TEORI. saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk. komputer. Contoh lainnya adalah sebuah organisasi.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Kendall (2003), sistem merupakan serangkaian subsistem yang saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan sasaran
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang beralamat di Jalan Jl. Surapati No.235. Toko ini belum memiliki media dalam
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem
LAMPIRAN 1. Kuesioner Portfolio Domain Bisnis
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Portfolio Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Evaluasi Investasi Sistem dan Teknologi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori adalah teori-teori yang relevan dan dapat digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian. Landasan teori ini juga berfungsi sebagai dasar untuk memberi jawaban
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang di ambil penulis adalah PT. Royal Abadi Sejahtera
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang di ambil penulis adalah PT. Royal Abadi Sejahtera II Padalarang yang beralamat di Jl. Gadobangkong 145 Cimareme Padalarang.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
A-18 TUGAS 1.4 - RANGKUMAN METODE, ANALISIS DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Dosen Pengajar : Drs. Joseph Munthe, M.Si., Ak Disusun Oleh: Nama : Serly Oktaviani NPM
MINGGU KE- 4 MANAJEMEN RUANG LINGKUP
MINGGU KE- 4 MANAJEMEN RUANG LINGKUP Ruang lingkup (Scope) meliputi semua pekerjaan yang terkait pada proses untuk menyelesaikan tujuan proyek atau untuk menghasilkan produk proyek. Manajemen scope proyek
Pemodelan Data dan Proses Pengembangan Database
Pemodelan Data dan Proses Pengembangan Database Tri Suswanto Saptadi 1 Model Data Menyatakan hubungan antardata dalam database Ada tiga macam model data dasar Hierarkis Jaringan Relasional 2 1 Model Hierarkis
ANALISA PROSES BISNIS DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS: STIKOM DINAMIKA BANGSA)
ANALISA PROSES BISNIS DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS: STIKOM DINAMIKA BANGSA) Akwan Sunoto,S.Kom,M.S.I Dosen tetap STIKOM Dinamika Bangsa Jambi Abstrak Peran Sistem Informasi dan Teknologi
Pelatihan Manajeman Pendidikan Tinggi Hotel Best Western Bogor Icon, 1 Oktober 2015
Pelatihan Manajeman Pendidikan Tinggi Hotel Best Western Bogor Icon, 1 Oktober 2015 MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DI IPB Dr.Ir. Idat Galih Permana, MSc.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Menentukan objek penelitian adalah langkah awal yang harus diputuskan oleh seorang peneliti, karena objek penelitian adalah tempat dimana peneliti
c. Pembangunan sistem Berdasarkan analisa sistem yang telah dilakukan, dibuat rancangan/desain sistem yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tujuan sistem perencanaan pembangunan adalah untuk mendukung koordinasi
BAB V PENUTUP BAB V PENUTUP
BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan Berikut ini merupakan kesimpulan dari penerapan Zachman Framework yang telah dilakukan pada perusahaan PT.Berdikari Indo Super Grosir Cianjur. V.1.1. Kolom What Pada bagian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. TEORI DASAR 2.1.1. Peranan COBIT dalam tata kelola TI COBIT adalah seperangkat pedoman umum (best practice) untuk manajemen teknologi informasi yang dibuat oleh sebuah lembaga
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN COORPORATE VALUE. Petunjuk: Berilah nilai bobot antara 0-5 dimana:
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN COORPORATE VALUE Petunjuk: Berilah nilai bobot antara - dimana: Tidak berhubungan sama sekali. Sangat sedikit hubungannya. Sedikit hubungannya Cukup berhubungan. Memiliki
BAB III ANALISIS DAN PEMBUATAN METODOLOGI
III BAB III ANALISIS DAN PEMBUATAN METODOLOGI Pada bab ini dilakukan pembuatan metodologi untuk pembangunan dashboard. Metodologi difokuskan pada tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, dan perancangan
PERENCANAAN LAYANAN SISTEM INFORMASI STUDI KASUS UNIT DEPARTEMEN UMUM DI STMIK DAN POLITEKNIK LPKIA BANDUNG
PERENCANAAN LAYANAN SISTEM INFORMASI STUDI KASUS UNIT DEPARTEMEN DI STMIK DAN POLITEKNIK LPKIA BANDUNG Soni Fajar Surya G., Maulana Yussuf Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT Faktor Domain Bisnis 1. Strategic Values 1.1. Strategic Match Dititikberatkan pada tingkat/derajat dimana semua proyek teknologi informasi atau sistem informasi
Daftar Pertanyaan Wawancara. 2. Bagaimana struktur organisasi instansi, beserta tugas dan tanggung jawab tiap
L1 Daftar Pertanyaan Wawancara 1. Apa visi dan misi instansi? 2. Bagaimana struktur organisasi instansi, beserta tugas dan tanggung jawab tiap bagian? 3. Bagaimana proses bisnis instansi? 4. Sejak tahun
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Dasar Enterprise Arsitektur 3.1.1. Enterprise Architecture Enterprise Architecture atau dikenal dengan arsitektur enterprise adalah deskripsi yang didalamnya termasuk
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
Peranan Strategis Manajemen Sistem Informasi Publik
Peranan Strategis Manajemen Publik I. Aplikasi Kunci Dalam Organisasi a. Dukungan bagi Organisasi informasi dikembangkan untuk mendukung keseluruhan organisasi, baik tataran operasional hingga top pimpinan/eksekutif.
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang di ambil penulis adalah Gudang Royal Abadi
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang di ambil penulis adalah Gudang Royal Abadi Sejahtera II Padalarang yang beralamat di Jl. Gadobangkong 145 Cimareme Padalarang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sedemikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi proses akses, pengelolaan, dan
Bab II Elemen dan Prosedur SIA
Bab II Elemen dan Prosedur SIA Pertanyaan Dalam Merancang SIA 1. Bagaimana mengorganisasi kegiatan agar aktivitas bisnis berjalan dengan efektif dan efisien? 2. Bagaimana mengumpulkan dan memproses data
KENDALI MANAJEMEN MUTU
KENDALI MANAJEMEN MUTU N. Tri Suswanto Saptadi POKOK PEMBAHASAN 1. Kendali Manajemen Atas 2. Kendali Manajemen Pengembangan Sistem 3. Kendali Manajemen Pemrograman 4. Kendali Manajemen Sumber Data 5. Kendali
Manajemen Proyek Minggu 2
Project Management Process Manajemen Proyek Minggu 2 Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Initiating / Requirement :...awal siklus! Planning : perencanaan... Executing : Lakukan! Monitoring and Controlling
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
111 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. KESIMPULAN Berdasarkan uraian dan pembahasan dari analisa dan interprestasi perencanaan strategis SI/TI di DJMBP dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagi berikut : 1.
Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis
Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I Sistem Informasi Bisnis 1 Outline Materi Konsep Dasar Sistem dan Informasi Pengertian Sistem Informasi Proses Bisnis Sistem Informasi Bisnis (e-bisnis) Jenis Sistem Informasi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Produksi Organisasi industri merupakan salah satu mata rantai dari sistem perekonomian secara keseluruhan, karena ia memproduksi dan mendistribusikan produk (barang dan/atau
BAB I PENDAHULUAN. sangat dibutuhkan. Sampai saat ini PT. XYZ masih belum memiliki pendefinisian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Penelitian PT. XYZ adalah sebuah perusahaan dalam bidang jasa fabrikasi sheetmetal. Dimana dalam setiap proses bisnisnya, pengelolaan terhadap data dan informasi
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN KEUANGAN ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN KEUANGAN ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI Nurtriana Hidayati 1, Soiful Hadi 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas TeknologiInformasi dan Komunikasi,
III METODOLOGI PENELITIAN
39 III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Permasalahan Dukungan SIMPEG yang berkualitas bagi Badan Litbang Pertanian merupakan suatu keharusan agar mampu menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi stakeholder.
Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution Oleh : Shelly Atriani Iskandar P056121981.50 KELAS R50 PROGRAM PASCA SARJANA
SISTEM INFORMASI PEGAWAI
SISTEM INFORMASI PEGAWAI PROPOSAL CELEBES MEDIA TECHNOLOGY PROPOSAL SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN LATAR BELAKANG Sesuai dengan perkembangan tehnologi kebutuhan akan informasi kepegawaian yang cepat dan
A. Spesifikasi Perangkat Lunak
A. Spesifikasi Perangkat Lunak Perangkat lunak merupakan otomasi dari proses bisnis pada sebuah organisasi, untuk menghasilkan operasi bisnis (organisasi) yang efektif (akurat) dan efisien (cepat dan murah).
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab II Tinjauan Pustaka Ketika suatu organisasi akan diproyeksikan dan dikembangkan dengan harapan agar organisasi tersebut mempunyai eksistensi dan competitive advantage yang baik, maka perencanaan strategis
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan sistem informasi saat ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang semakin ketat pada sektor bisnis
Sistem Basis Data I. Pengantar Umum
Sistem Basis Data I Pengantar Umum tujuan perkuliahan To be Database Analyst and Database Designer Siswa mampu menguraikan konsep Basis Data, mampu menerapkan konsep tersebut guna menghasilkan rancangan
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian
BAB V HASIL PERANCANGAN AUDIT DAN REKOMENDASI
BAB V HASIL PERANCANGAN AUDIT DAN REKOMENDASI 5.1 Rancangan Audit Sistem Informasi Rancangan audit sistem informasi dapat dilihat dari skor rata-rata dilakukan perhitungan pada bab sebelumnya dari nilai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah tugas, diantaranya melakukan pengelolaan aset atau barang milik daerah meliputi 6 ketegori
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Dalam pengukuran risiko yang dilakukan pada PT National Label, kami telah mengumpulkan dan mengolah data berdasarkan kuisioner
PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management. Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang
PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE (PMBOK) PMBOK dikembangkan oleh Project Management Institute (PMI) sebuah organisasi di Amerika yang mengkhususkan diri pada pengembangan manajemen proyek. PMBOK merupakan
Bab III Analisis Enterprise
Bab III Analisis Enterprise Analisis enterprise dalam bab ini dilakukan dengan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) pada level arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi
ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2
ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors 1 N/A Perencanaan Visi, Misi, Nilai 2 1.d.2 Daftar pemegang kepentingan, deskripsi organisasi induk, situasi industri tenaga kerja, dokumen hasil evaluasi visi
LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan Menggunakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Rencana Strategis Organisasi di Politeknik Sawunggalih Aji Perencanaan strategis teknologi informasi di Politeknik Sawunggalih Aji ini dimulai dengan melakukan
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi. Manajemen Sumber Daya Proyek
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Proyek Outline Sumber Daya Proyek Tim Proyek dan Organisasi Stakeholder Sumber Daya Proyek Pada sebuah proyek diperlukan adanya sumber daya manusia,
ISSN : Staf Pengajar STMIK Sinar Nusantara Surakarta. Jurnal Ilmiah SINUS.19
ISSN : 1693 1173 Analisis Sistem Informasi Administrasi Keuangan Pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Sinar Nusantara Surakarta Andriani Kusumaningrum 3) Abstrak Hasil dari pengembangan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Rekayasa Informasi Saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang sudah memanfaatkan sistem informasi untuk mendukung aktivitas perusahaan. Sebagian besar pemanfaatan sistem
ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI
ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI Tesis untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Magister Sistem Informasi Dyna
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Perancangan Sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A )
Media Indormatika Vol. 8 No. 3 (2009) PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A ) Hartanto Sekolah Tinggi
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING RUANG LINGKUP MATAKULIAH Materi Pengantar ERP Sistem dan Rekayasa ERP Pemetaan Proses Siklus ERP ERP: Sales, Marketing & CRM ERP: Akuntansi, Keuangan ERP: Produksi, Rantai
STMIK Pringsewu; Jl. Wisma Rini No 09 Pringsewu, (0729)
PENGEMBANGAN STRATEGI SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI PRINGSEWU DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (EAP) Ahmad Khumadi* 1, Eka Ridhawati
Informasi Sistem Manajemen Publik
Sistem Manajemen Publik 1. Aplikasi Sistem Kunci Dalam Organisasi a. Dukungan Sistem bagi Organisasi Sistem informasi dikembangkan untuk mendukung keseluruhan organisasi, dan eksekutif. Manajemen Sistem
ANALISIS, DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI
ANALISIS, DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI Cobalah untuk tidak menjadi seorang orang yang sukses, tetapi menjadi seorang yang bernilai, Albert Einstein Dosen: Heru Prasetyo, Mkom DEFINISI DATA:
BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Dalam melakukan kegiatan berupa analisa dan merancang sistem informasi, dibutuhkan sebuah pendekatan yang sistematis yaitu melalui cara yang disebut
BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model)
BAB II PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai arsitektur sistem basis data dan pengembangan sistem basis data. Sistem basis data tidak berdiri sendiri, tetapi selalu
DAFTAR PERTANYAAN. 1. Apakah kebutuhan pemakai / end-user (dalam kasus ini divisi penjualan) telah
DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT Studi Kasus Pada PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT JATENG AI1 : Identify Automated Solutions 1. Apakah
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 1.1 Perpustakaan Berikut ini merupakan pengertian perpustakaan menurut ahli perpustakaan dan sumber lain, diantaranya : (BSNI, 2009) Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak
LAMPIRAN. A. Hasil kuisioner Proses TI PO2 Menentukan Arsitektur Informasi
LAMPIRAN Lampiran A. Hasil kuisioner Proses TI PO Menentukan Arsitektur Informasi Responden Adanya kesadaran bahwa arsitektur informasi penting bagi organisasi Pengetahuan untuk mengembangkan arsitektur
MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK )
MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK ) Disusun Oleh : MUKHAMAT JAFAR 41813120014 MATA KULIAH : REKAYASA PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS MERCUBUANA 2015 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN
