Buku Saku Pembina PMR
|
|
|
- Yuliana Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Buku Saku Pembina PMR
2
3 Buku Saku Pembina PMR 2009
4 Buku Saku Pembina PMR Edisi I. Jakarta: Mei 2009 Hak Cipta Palang Merah Indonesia Pusat Pengarah : Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan Penyusun :???????????? Kontributor :???????????? Editor :???????????? Desain & Layout : Fajar Bakri (PMI Cabang Makassar) Disusun atas dukungan :
5 D A T A D I R I No. Anggota TSR. Nama. Tempat, Tanggal Lahir. Jenis Kelamin. Golongan Darah. Alamat Rumah. Telp/HP. . Alamat Kantor. Telp. Markas Daerah. Markas Cabang. Info lainnya.
6 Agenda Pembinaan dan Pengembangan Unit PMR J A N U A R I F E B R U A R I M A R E T A P R I L M E I J U N I J U L I A G U S T U S S E P T E M B E R O K TO B E R N O V E M B E R D E S E M B E R
7 Ta h u n J A N U A R I F E B R U A R I M A R E T A P R I L M E I J U N I J U L I A G U S T U S S E P T E M B E R O K TO B E R N O V E M B E R D E S E M B E R
8
9 KATA PENGANTAR embinaan PMR di sekolah dan luar sekolah tidak akan berhenti. Setiap saat, setiap tahun diadakan perekrutan dan akan bermunculan anggota PMR Pbaru, sedangkan yang sudah melewati masa keanggotaan remaja, akan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Berhasilnya pembinaan dan pengembangan anggota PMR secara berkesinambungan tidka terlepas dari peran Pembina PMR karena mereka adalah SDM yang terdekat dengan anggota PMR dalam kesehariannya. Pengembangan karakter melalui wadah PMR perlu dipahami seutuhnya oleh para Pembina PMR, sehingga kegiatan PMR tidak hanya terbatas pada perekrutan, pelatihan, dan lomba, namun lebih kepada peran PMR untuk diri sendiri, teman sebaya, dan lingkungannya. Buku ini diharapkan memberi pemahaman kepada Pembina PMR dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan unit PMR di sekolah dan luar sekolah. i
10
11 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar isi 01 TENTANG PEMBINA PMR 02 PEMBINA PMR DALAM SIKLUS MANAJEMEN PMR 03 LAMPIRAN iii
12
13 03 TENTANG PEMBINA PMR Siapakah Pembina PMR? Adalah Wakil Kepala Sekolah, atau Guru, atau seseorang yang ditunjuk oleh penanggung jawab Unit PMR (Kepala Sekolah, Kepala Lembaga/Pendidikan Luar Sekolah) untuk melakukan pembinaan dan pengembangan unit dan anggota PMR. Secara keanggotaan PMI, Pembina PMR termasuk anggota biasa yang tergabung dalam wadah TSR, sehingga pembinaan terhadap Pembina PMR sesuai dengan pembinaan relawan. Yang dilakukan: 1. Melapor ke markas cabang bidang PMR dan Relawan (selanjutnya disebut markas cabang) bahwa anda telah menjadi Pembina PMR 2. Daftarkan diri anda menjadi anggota Tenaga Sukarela (TSR) 3. Mengikuti orientasi PMI 4. Mengikuti orientasi Pembina PMR 5. Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota TSR PMI 6. Jika berminat terlibat di kegiatan selain pembinaan PMR, maka dapat mengikuti pelatihan-pelatihan teknis atau menejemen PMI, dan kegiatan kepalangmerahan lainnya 7. Membaca buku-buku tentang Pembinaan Palang Merah Remaja dan Relawan (KSR-TSR) Dinas Pendidikan, sekolah, dan lembaga luar sekolah mempunyai kebijakan masa tugas pembina extra kurikuler, termasuk PMR. Seorang Pembina PMR yang telah berakhir masa tugasnya dapat tetap melanjutkan keanggotaan PMI dalam wadah TSR. 1
14 Tentang Pembina PMR Tugas Pembina PMR: 1. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR di unit PMR masing-masing sesuai siklus manajemen PMR, yang dibantu oleh anggota KSR atau TSR lainnya 2. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara unit PMR, markas cabang, dan pihak terkait (misal: diknas, depag, yang selanjutnya disebut pihak terkait) 3. Membantu markas cabang memfasilitasi perekrutan anggota PMR, atau pembentukan unit PMR baru 4. Memfasilitasi anggota PMR merancang program kerja unit PMR, yang terintegrasi dengan program kerja pembinaan dan pengembangan PMR markas cabang 5. Memberikan masukan kepada markas cabang dan pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR, kualitas pelatih, metode, dan media pelatihan 6. Memfasilitasi proses pelatihan anggota PMR 7. Memfasilitasi anggota PMR merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan Tri Bakti 8. Memfasilitasi anggota PMR untuk terlibat aktif dalam proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan 9. Melakukan pemantauan dan evaluasi pada setiap tahap manajemen PMR 2 Apa saja bukunya? 1. Manajemen PMR 2. Pedoman Manajemen Relawan 3. Pe n d e k a t a n Yo u t h Centre 4. Panduan Fasilitator 5. Modul Pelatihan PMR (7 materi) 6. Pengurangan Resiko Berbasis Remaja 7. Tanda Kecakapan PMR
15 02 PEMBINA PMR DALAM SIKLUS MANAJEMEN PMR Manajemen PMR: Proses pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI agar dapat mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI. Tujuan manajemen PMR : Membangun dan mengembangkan karakter PMR yang berpedoman pada Prinsip Kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan. 3
16 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Perekrutan Memfasilitasi anggota PMR merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan perekrutan anggota PMR baru di unit PMR masing-masing. Selain itu Pembina PMR juga dapat membantu Markas cabang dalam pembentukan unit PMR baru. Yang dilakukan: 1. Jika unit PMR baru, daftarkan ke markas cabang 2. Berkoordinasi dengan markas cabang, kepala sekolah/pimpinan lembaga, dan relawan PMI yang berminat dalam hal promosi, publikasi dan perekrutan 3. Memfasilitasi anggota PMR merancang dan melaksanakan promosi 4. Bersama dengan anggota PMR menyediakan formulir pendaftaran dan kelengkapan administrasi 5. Melakukan sosialisasi dan advokasi kepada kepala sekolah/pimpinan lembaga, instansi terkait, sesama guru, dan orang tua Pembina PMR dalam Orientasi PMI Orientasi PMI bagi calon anggota PMR dilakukan setelah mendaftar dan melengkapi administrasi. Tahapan: 1. Hubungi Markas cabang bahwa unit PMR memerlukan orientasi bagi calon anggota PMR. 2. Jika Pembina PMR tersebut mempunyai kompetensi sebagai fasilitator atau nara sumber orientasi PMI (dibuktikan dengan sertifikat lulus pelatihan terkait), maka orientasi dapat dilakukan oleh Pembina PMR di unit masing-masing. 3. Berkoordinasi dengan markas cabang dan pihak terkait untuk pelaksanaan orientasi. 4
17 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Materi orientasi PMI Gerakan Kepalangmerahan, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/luar sekolah Pembina PMR dalam Pelantikan Pelantikan merupakan salah satu pengakuan sebagai anggota remaja PMI, yang tergabung dalam wadah PMR. Tahapan yang dilakukan Pembina PMR: 1. Memantau pendataan yang dilakukan oleh anggota PMR 2. Melaporkan kepada markas cabang data terbaru anggota 3. Berkoordinasi dengan markas cabang untuk pengadaan Kartu Tanda Anggota, atribut, dan perlengkapan lainnya (misal: buku pelatihan) 4. Memberikan masukan kepada markas cabang siapa yang akan melantik (misal: Markas cabang bersama dengan Bupati atau Kepala Dinas Pendidikan), karena akan mempengaruhi tingkat dukungan para pihak terhadap pembinaan dan pengembangan PMR 5. Berkoordinasi dengan markas cabang dan pihak terkait untuk pelantikan unit atau anggota PMR. Dok. SMKN 1 Tasikmalaya 5
18 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Penyusunan Program Kerja Unit PMR Program kerja unit PMR dibuat setiap tahun agar kegiatan terencana dan dapat diukur Yang dilakukan: 1. Pembentukan pengurus PMR 2. Memfasilitasi pengurus dan anggota PMR menyusun program kerja tahunan unit PMR yang mengacu pada program kerja tahunan atau rencana strategi 5 tahunan markas cabang 3. Melakukan advokasi kepada kepala sekolah atau pihak terkait untuk pendanaan, perlengkapan, dan SDM 4. Mengkoordinasikan dengan markas cabang agar program kerja unit PMR menjadi bagian dari program kerja markas cabang No. Kegiatan Tujuan Anggaran Perlengkapan Pihak yang terlibat Waktu pelaksanaan A. Perekrutan B. Pelatihan C. Tri Bakti D. P e n g a k u a n d a n penghargaan 6
19 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Pelatihan Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan perilaku baik untuk Pembina PMR maupun anggota PMR. Apa yang dilakukan? 1. Sebagai Pembina PMR, mengikuti orientasi Pembina PMR 2. Sebagai anggota TSR PMI, mengikuti orientasi PMI dan pelatihan-pelatihan yang ada di PMI sesuai bakat dan minat. Dengan demikian keterlibatan di kegiatan PMI, tidak terbatas melakukan pembinaan dan pengembangan PMR, namun sesuai kompetensi yang dimiliki dapat berperan dalam kegiatan tanggap bencana, pertolongan pertama, sebagai pelatih, penyusunan standarisasi kurikulum pelatihan PMI, dan kegiatan lainnya. 3. Dalam proses pelatihan PMR, langkah-langkah yang diambil: Memfasilitasi anggota PMR menyusun jadwal pelatihan Menghubungi markas cabang agar mengirimkan pelatih/nara sumber/fasilitator ke unit PMR Menghubungi pihak-pihak terkait untuk bekerja sama sebagai nara sumber atau pelatih (misal: puskesmas, LIPI) Melakukan advokasi kepada kepala sekolah terkait ketersediaan dana dan perlengkapan pelatihan Memantau dan mengevaluasi proses pelatihan Memberikan rekomendasi kepada markas cabang berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi standarisasi pelatihan PMI 7
20 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Contoh jadwal pelatihan No. Tanggal Waktu Materi Pelatih/Fasilitator/Nara Sumber Hasil yang dicapai 8
21 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Tri Bakti PMR Peran Pembina PMR memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan ide, saran-saran praktis, motivator, pendamping, serta dapat pula terlibat langsung atau menjadi bagian kegiatan mereka. Tri Bakti PMR itu 1. Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat Penerapannya lebih mengarah kepada individu anggota PMR yang bersangkutan (personal) 2. Berkarya dan berbakti di masyarakat Penerapannya lebih mengarahkan kepada peran serta anggota PMR kepada masyarakat khususnya di kalangan remaja (komunitas) 3. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional Penerapannya lebih mengarahkan pada proses anggota PMR menjalin persahabatan terhadap sesamanya (persahabatan) 1 Yang dilakukan: 1. Penilaian dan Pemetaan Fasilitasi anggota PMR untuk menentukan metode dan media penilaian dan pemetaan masalah. Diskusikan dengan anggota PMR hasil penilaian dan pemetaan masalah. Gali ide yang mungkin akan muncul dari harapan, kemauan, atau kebiasaan anggota PMR untuk memecahkan masalah tersebut. 1 Lihat buku Pengurangan Resiko Berbasis Remaja 9
22 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR 1. Perencanaan: Sampaikan informasi yang berkaitan dengan program kerja unit PMR Paparkan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan tahapan dan cara melaksanakan ide Ajak mereka untuk menuangkan ide-idenya dalam sebuah proposal kegiatan Bentuklah kelompok yang bertugas melaksanakan kegiatan 2. Advokasi dan Diseminasi Dampingi anggota PMR saat melakukan presentasi program kerja atau proposal untuk mendapatkan dukungan Koordinasikan dengan pihak-pihak terkait 3. Pelaksanaan: Informasikan siapa saja (teman, saudara, orang tua atau orang lain) yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut Memilah-milah material (peralatan/ sarana dan prasarana) yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Sepakati bersama untuk melaksanakan kegiatan tersebut bersama-sama sesuai dengan pembagian tugas 4. Monitoring dan Evaluasi: Lakukanlah pemantauan atas jalannya pelaksanaan kegiatan Nilai tingkat keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan Dampingi angota PMR saat menyusun laporan kegiatan Ambil nilai positif dari kegiatan tersebut, termasuk kendala yang mungkin terjadi selama proses kegiatan berlangsung 10
23 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Keterlibatan Pembina PMR dapat menyesuaikan dengan Jenjang PMR (Mula, Madya, Wira) dalam kegiatan Pada PMR Mula, Pembina PMR dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini Pada PMR Madya, Pembina PMR lebih banyak mengarahkan dan mendampingi Pada PMR Wira, Pembina PMR lebih banyak memberikan kesempatan untuk lebih mandiri Yang telah saya lakukan selama kegiatan Tri Bakti PMR: No. Yang saya lakukan Keterangan 11
24 Tentang Pembina PMR Pembina PMR dalam Pengakuan dan Penghargaan Peran Pembina PMR adalah memotivasi mereka agar tetap bersama dengan PMI, memberikan rasa bangga dan kesadaran akan kualitasnya serta meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen dalam peningkatan kualitas kepalangmerahan Yang dilakukan: 1. Ucapan terima kasih kepada mereka setelah melakukan kegiatan 2. Mengunjungi mereka saat mengadakan kegiatan, seperti pencarian dana 3. Mengumumkan prestasi unit dan anggota PMR pada saat upacara di sekolah atau rapat guru 4. Mengusulkan unit PMR untuk mendapatkan penghargaan dari markas cabang, Daerah hingga Nasional 5. Mendaftarkan anggota PMR untuk mengikuti ujian Kecakapan PMR ke markas cabang 6. Memberikan kesempatan kepada anggota PMR untuk terlibat dalam kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan melalui Forpis Peran Pembina PMR dalam Pelaporan, Pemantauan dan Evaluasi Pelaporan Setelah melaksanakan kegiatan, Pembina PMR membimbing anggota PMR untuk menyusun laporan kegiatan secara singkat dan dilampiri dokumentasi kegiatan. Hal ini sangat perlu karena menjadi bahan bagi pimpinan sekolah/luar sekolah dan Markas cabang, bahwa unit PMR telah melaksanakan suatu kegiatan dan menjadi acuan pengembangan ke depan. 12
25 Tentang Pembina PMR Contoh Laporan Narasi : Nama kegiatan: Tanggal laporan: Tanggal pelaksanaan proyek: Laporan dikirimkan kepada: Proses Pelaksanaan proyek: Hasil yang telah dicapai: Permasalahan yang muncul: Solusi: Rencana selanjutnya: Laporan disahkan oleh: 13
26 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Contoh Laporan Keuangan : No Kegiatan Jumlah Pengeluaran Sub total Sumber dana Total Rincian pengeluaran setiap kegiatan dan bukti pembayaran dilampirkan Pemantauan Memantau kegiatan secara berkala terhadap segala aktivitas anggota PMR yang telah melaksanakan tugas. Salah satu pendekatan yang dianjurkan untuk melakukan pemantauan adalah dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anggota PMR dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatannya. Alat pemantauan a. Kerangka acuan/program kerja b. Laporan kegiatan c. Laporan keuangan d. Dokumetasi kegiatan e. Data keanggotaan 14
27 Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Evaluasi untuk mengetahui : Apakah kegiatan yang dilaksanakan sudah mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak? Apakah kendala-kendala yang didapat selama proses kegiatan berlangsung? Apakah semua anggota PMR terlibat secara maksimal? Kemudian dicarikan solusi untuk pengembangan kegiatan selanjutnya Yang dilakukan: 1. Bersama dengan markas cabang dan pembina PMR dari unit lain membuat alat dan menentukan metode evaluasi 2. Membuat jadwal evaluasi 3. Menyusun rekomendasi pembinaan dan pengembangan PMR kedepan 4. Mengirimkan hasil pemantauan,evaluasi, dan pelaporan kepada markas cabang, penanggung jawab unit PMR sekolah/luar sekolah, dan pihak terkait 15
28 Dok. SMKN 1 Tasikmalaya Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Kiat dan Motivasi bagi para Pembina PMR î Selalu koordinasikan sebelum melaksanakan kegiatan dengan semua pihak termasuk orang tua anggota PMR, pihak sekolah, markas cabang dan komponen lain. î Dampingi mereka (anggota PMR) dalam setiap melakukan aktifitas. î Dengarkan mereka. î Jadilah Pembina PMR dengan sepenuh hati, bukan karena semata-mata melaksanakan perintah dari pimpinan. Ingat!!!, membina dengan keikhlasan dan ketulusan hati adalah suatu ibadah. 16
29 Tentang Pembina PMR 03 LAMPIRAN MARS PMI HYMNE PMI Syair : Djemalul AS Lagu : Iskandar Lagu & Syair : A. Zurith Adjie Ide dasar : Drs. H. Soetedjo, M.Si Palang Merah Indonesia Sumber Kasih Umat Manusia Warisan Luhur Nusa dan Bangsa Wujud Nyata Pengayom Pancasila Palang Merah Indonesia, Wujud kepedulian nyata Nurani yang suci, untuk mengabdi Untuk Membantu Menolong Sesama Gerak Juangnya Keseluruh Dunia Mendarmakan Bakti Bagi Ampera Tunaikan Tugas Suci, Tujuan PMI Dipersada Bunda Pertiwi P M I Siaga Setiap Waktu Berbhakti dan Mengabdi Bagi Umat Manusia Agar Sehat Sejahtera di Seluruh Dunia Untuk Umat Manusia Diseluruh Dunia PMI Mengantarkan Jasa 17
30 Lampiran BAKTI REMAJA Palang Merah Remaja Indonesia Warga Palang Merah Sedunia Berjuang Berbakti Penuh Kasih Sayang Untuk Rakyat Semua Bekerja Dengan Rela Tulus Ikhlas Untuk Yang Tertimpa Sengsara Puji dan Puja Tidak Dikejar Mengabdi Untuk Sesama Putra Putri Palang Merah, Remaja Indonesia Abdi Rakyat Sedunia, Luhur Budinya Abdi Rakyat Sedunia, Mulia Citanya 2x 18
31 Lampiran Daftar nama lembaga atau perorangan yang berkaitan dengan pembinaan PMR Sekolah/ Luar Sekolah. Lembaga/Instansi Alamat Telp Ket Markas Pusat PMI Jl. Gatot Subroto Kav 96 Jakarta Markas Daerah PMI... Markas Cabang PMI... Dinas Pendidikan 19
32 20
33 C a t a t a n
34 C a t a t a n
35 C a t a t a n
36 C a t a t a n
37 C a t a t a n
38 C a t a t a n
39
40 Pembina Palang Merah Remaja (PMR) adalah Wakil Kepala Sekolah, atau Guru, atau seseorang yang ditunjuk oleh penanggung jawab Unit PMR (Kepala Sekolah, Kepala Lembaga/Pendidikan Luar Sekolah) untuk melakukan pembinaan dan pengembangan unit dan anggota PMR. Secara keanggotaan PMI, Pembina PMR termasuk anggota biasa yang tergabung dalam wadah TSR, sehingga pembinaan terhadap Pembina PMR sesuai dengan pembinaan relawan.
PANDUAN TANDA KECAKAPAN PMR UNTUK MARKAS CABANG PMI
PANDUAN TANDA KECAKAPAN PMR UNTUK MARKAS CABANG PMI PANDUAN TANDA KECAKAPAN PMR UNTUK MARKAS CABANG PMI 2009 Panduan Tanda Kecakapan Palang Merah Remaja Untuk Markas Cabang PMI Edisi I. Jakarta: Mei 2009
TANDA KECAKAPAN PALANG MERAH REMAJA. (buku saku untuk PMR)
TANDA KECAKAPAN PALANG MERAH REMAJA (buku saku untuk PMR) TANDA KECAKAPAN PALANG MERAH REMAJA (buku saku untuk PMR) Penyusun Kata Pengantar Daftar Isi ? Apa kamu tahu tentang ujian dan tanda kecakapan
Setelah proses pembelajaran Pokok Bahasan ini, peserta diharapkan dapat:
A. Pokok Bahasan Organisasi PMI B. Sub Pokok Bahasan 1. Mandat PMI 2. Visi dan misi PMI 3. Rencana strategis 4. Program PMI 5. Permasalahan Organisasi 6. Peraturan Organisasi 7. Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan, penulis memperoleh beberapa temuan penelitian yang kemudian dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan
PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014
PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014 A. Pendahuluan Generasi muda merupakan kader-kader pemimpin masa depan bangsa. Dalam rangka menyiapkan
DRAFT PANDUAN UMUM JUMBARA DAN TEMU KARYA SUKARELAWAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017
DRAFT PANDUAN UMUM JUMBARA DAN TEMU KARYA SUKARELAWAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 I. LATAR BELAKANG JUMBARA merupakan satu bentuk kegiatan pembinaan yang merupakan ajang pertemuan anggota PMR untuk
PELAKSANA TUGAS BUPATI SEMARANG
1 PELAKSANA TUGAS BUPATI SEMARANG SAMBUTAN PELAKSANA TUGAS BUPATI SEMARANG PADA ACARA JUMPA BAKTI DAN GEMBIRA (JUMBARA) V PMR PMI TINGKAT KABUPATEN SEMARANG TANGGAL 2 OKTOBER 2015 HUMAS DAN PROTOKOL SETDA
P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih
Panduan Pelatih I SBN 979357517-4 9 789793 575179 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: [email protected]
1. NAMA KEGIATAN Kegiatan lomba kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira se-kabupaten Blitar ini kami sebut Satgana Cup III 2014.
1 1. NAMA KEGIATAN Kegiatan lomba kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira se-kabupaten Blitar ini kami sebut Satgana Cup III 2014. 2. TEMA KEGIATAN Tema Satgana Cup III tahun 2014 adalah Cheerful, Smart,
BAB I PENDAHULUAN. manusia meskipun dalam kadar yang berbeda. Manusia dimotivasi oleh dorongan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku saling tolong menolong merupakan perilaku yang dimiliki oleh manusia meskipun dalam kadar yang berbeda. Manusia dimotivasi oleh dorongan sosial, bukan
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri serta keterampilan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana pengembangan potensi diri dalam meningkatkan kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Venty Fatimah, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manusia adalah makhluk sosial, seperti yang dikemukakan Aristoteles (Budiyanto, 2004: 3) Manusia adalah zoon piliticon atau makhluk yang pada dasarnya selalu
JUMBARA DAN TEMU KARYA
Jumbara &Temu Karya JUMBARA DAN TEMU KARYA Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 SI BAN Jumbara dan Temu Karya Provinsi Jawa Tengah 2017 PANDUAN UMUM JUMBARA DAN TEMU KARYA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN
ISBN : Disusun atas dukungan: International Federation Red Cross and Red Crescent Societies
ISBN :978-979-3575-46-9 Disusun atas dukungan: International Federation Red Cross and Red Crescent Societies Donor Darah Selamatkan Jiwa Jenis Golongan Darah Aglotinogen/Antigen (terdapat dalam sel darah
PROFIL Kelompok Penggagas Kasih Plus Jaringan Orang Dengan HIV dan AIDS Kediri - Jawa Timur
PROFIL Kelompok Penggagas Kasih Plus Jaringan Orang Dengan HIV dan AIDS Kediri - Jawa Timur Kasih Plus... Merupakan sebuah Jaringan Orang Dengan HIV dan AIDS yang menjadi Penggagas untuk Kelompok Dukungan
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TARUNA SIAGA BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TARUNA SIAGA BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
PELATIHAN VCA DAN PRA UNTUK KSR
Panduan Pelatih I SBN 979357520-4 9 789793 575209 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. terhadap tugas yang dikerjakan sehingga tujuan organisasi tercapai.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap organisasi pemerintah dituntut untuk dapat mengoptimalkan sumber daya manusia dan bagaimana sumber daya manusia dikelola. Pengelolaan sumber daya manusia tidak
PEDOMAN UMUM KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA KOTA YOGYAKARTA. Ditetapkan oleh:
PEDOMAN UMUM KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA KOTA YOGYAKARTA Ditetapkan oleh: Musyawarah Luar Biasa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Kota Yogyakarta di Yogyakarta 4-5 Februari 2012 Daftar Isi
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1220, 2012 KEMENTERIAN SOSIAL. Taruna. Siaga Bencana. Pedoman. PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN UMUM TARUNA SIAGA BENCANA
I SBN 979357519-0 9 789793 575193 >
Panduan Pelatih I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: [email protected]
PALANG MERAH INDONESIA. BUDI PURWANTO, SSi, MSi
ORGANISASI & MANAJEMEN UMUM PALANG MERAH INDONESIA BUDI PURWANTO, SSi, MSi PALANG MERAH INDONESIA Pengertian Umum : Palang Merah Indonesia (PMI) adalah lembaga sosial kemanusiaan yang netral dan mandiri,
PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0059 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN PEMUDA
PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0059 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN PEMUDA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABANAN,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABANAN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 97 ayat (1) Peraturan
PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI
PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------
PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO
PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WONOSOBO, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN. penyampaian informasi dari pengirim ke penerima, sehingga informasi dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini semakin meningkat. Teknologi informasi itu sendiri merupakan hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi
2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 177, Tambahan Lembaran
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1170, 2015 BNPP. Garda Batas RI. Pembinaan. Pedoman. BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN NOMOR
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 2007 SERI : PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 56 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN RW SIAGA KOTA BEKASI WALIKOTA BEKASI, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya
Ditetapkan oleh: Musyawarah Nasional XIX Palang Merah Indonesia di Jakarta tanggal Desember 2009
Ditetapkan oleh: Musyawarah Nasional XIX Palang Merah Indonesia di Jakarta tanggal 21-23 Desember 2009 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PALANG MERAH INDONESIA Hasil MUNAS PMI XIX PEMBUKAAN Dengan
PENJABAT BUPATI SEMARANG SAMBUTAN PENJABAT BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENCANANGAN BULAN DANA PMI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015
1 PENJABAT BUPATI SEMARANG SAMBUTAN PENJABAT BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENCANANGAN BULAN DANA PMI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015 TANGGAL 4 NOVEMBER 2015 HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN SEMARANG 2 Assalamu
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan
JUMBARA PMR DAN TEMU KARYA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA TINGKAT DAERAH KALIMANTAN BARAT (JUMTEK 2010 PMI KALBAR) Sungai Ambawang, 5 10 Oktober 2010
JUMBARA PMR DAN TEMU KARYA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA TINGKAT DAERAH KALIMANTAN BARAT (JUMTEK 2010 PMI KALBAR) Sungai Ambawang, 5 10 Oktober 2010 Pendahuluan Jumbara (JUMpa BAkti gembira) dan Temu
PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) DALAM MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA SMA NEGERI 1 MALANG
PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) DALAM MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA SMA NEGERI 1 MALANG THE IMPLEMENTATION OF EXTRACURRICULAR ACTIVITY OF YOUTH RED CROSS ORGANIZATION
BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN
BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN 11/4/2010 [DAFTAR ISI] KATA PENGANTAR...3 CARA MENGGUNAKAN BUKU INI...4 PELAKSANAAN PELATIHAN MASYARAKAT...8
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU DI KECAMATAN TUTURKABUPATEN PASURUAN Oleh: Yuni Listiana, S.Pd., M.Si NIDN : 0708068903 UNIVERSITAS DR. SOETOMO 2016 i
PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI
KATA PENGANTAR PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI BEASISWA PENDIDIKAN BAGI CALON MAHASISWA BERPRESTASI DARI KELUARGA KURANG MAMPU DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG DINAS KEPENDUDUKAN PROPINSI JAWA TIMUR
PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG DINAS KEPENDUDUKAN PROPINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang:
Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi
Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi 1 Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi i ii Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Setifikasi Kompetensi SAMBUTAN Direktur
5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN
5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN No. Jabatan 1. Kepala Dinas memimpin, mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan otonomi daerah di bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : a. bahwa
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa keberadaan Lembaga Kemasyarakatan Desa dalam
BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG
BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUARA ENIM, Menimbang : a. b. Mengingat
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,
PANDUAN KELAS INSPIRASI. Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu
PANDUAN KELAS INSPIRASI Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu PETA PANDUAN Kenali Kelas Inspirasi Tujuan Dampak Sosial Sikap Dasar Prinsip Pengelolaan Membuat di lingkungan
PETUNJUK TEKNIS PETUNJUK TEKNIS JAVAMERA VI TINGKAT MADYA SE-MALANG TERBUKA TAHUN 2018
PETUNJUK TEKNIS PETUNJUK TEKNIS JAVAMERA VI TINGKAT MADYA SE-MALANG TERBUKA TAHUN 2018 A. Ketentuan Tim dan Peserta Tiap delegasi berhak mengirimkan timnya maksimal 2 tim. Masing-masing tim memiliki 1
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk
BAB III NAMA, WAKTU DAN TEMPAT
PETUNJUK PELAKSANAAN TEMU GERAK DAN AKTIVITAS PALANG MERAH REMAJA (TEGAK PMR) VI TINGKAT WIRA SE-JAWA TIMUR 2017 KSR-PMI UNIT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TEMA: SMART IN ACTION, SHARE HAPPINESS AND
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 97 Peraturan
Jakarta, Januari 2016 Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Hamid Muhammad, Ph.D. NIP iii
KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan
SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana
SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana mewakili Konsorsium Pendidikan Bencana Ardito M. Kodijat [UNESCO Office Jakarta] Tak Kenal Maka Tak Sayang.. Presidium: ACF, LIPI, MPBI, MDMC
INSTRUMEN PENILAIAN LOMBA SEKOLAH BERKARAKTER KEBANGSAAN TINGKAT TK, SD, SMP DAN SMA/SMK
INSTRUMEN PENILAIAN LOMBA SEKOLAH BERKARAKTER KEBANGSAAN TINGKAT TK, SD, SMP DAN SMA/SMK PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA DINAS PEDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA JL.Ratu Kalinyamatan No 1 Demaan, Jepara TAHUN
Program Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Kota Depok
Program Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Kota Depok Nama Inovasi Program Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Kota Depok Produk Inovasi Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan
-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG
-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN
ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA PEMBUKAAN
ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN A. Sejarah Ringkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Medan diresmikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi pada tahun 1985. Perkembangan Sekolah Menengah
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI BALI
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa
PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN
1 PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TUBAN, Menimbang : a.
KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai
KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Program Kerja Kesiswaan MTs. Wachid Hasyim Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018
Program Kerja Kesiswaan MTs. Wachid Hasyim Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018 I. PENDAHULUAN Sekolah merupakan tempat/wahana pembentukan kepribadian siswa secara utuh. Disamping transfer ilmu pengetahuan
PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009
PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009 KATA PENGANTAR Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia
BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KEPEMUDAAN
BAB II GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MAGELANG
BAB II GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MAGELANG 1. 2.1. Profil Singkat Badan Pusat Statistik Kota Magelang BPSadalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab
BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA
BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BIMA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 15 TAHUN
SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi setiap manusia. Pendidikan dapat dilakukan baik secara formal maupun non formal. Setiap pendidikan tidak
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam bab ini membahas hasil penelitian Peran dan Fungsi Komite Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Terbanggi Besar
BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN PANDEGLANG
BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN PANDEGLANG 1.1. LATAR BELAKANG BP3AKB (Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Kabupaten
SUSUNAN ANGGARAN DASAR K O B R A KOMANDO BERSAMA RAKYAT MUKADIMAH
SUSUNAN ANGGARAN DASAR K O B R A KOMANDO BERSAMA RAKYAT MUKADIMAH Bahwa cita-cita luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah untuk melindungi
ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA
ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA PEMBUKAAN Kegiatan panjat tebing di Indonesia merupakan wujud nyata dari dinamika warga negara Indonesia yang dengan sadar menghimpun dirinya dalam berbagai
KUESIONER PEMANTAUAN DAN EVALUASIPROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN
KUESIONER PEMANTAUAN DAN EVALUASIPROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Tahun
TEMU BAKTI AJANG LATIHAN KETERAMPILAN PALANG MERAH REMAJA TAHUN 2014 ( A L T A R A 1 4 )
FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA TINGKAT MADYA AJANG LATIHAN KETERAMPILAN PALANG MERAH REMAJA TAHUN 2014 NAMA SEKOLAH : ALAMAT : No. Nama Peserta Jenis Lomba 1 2 3 4 5 6 7 8 Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, dan analisis data dan pembahasan hasil
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil penelitian, dan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, penulis dapat menarik kesimpulan umum dan kesimpulan khusus.
Himpunan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 03 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 11 TAHUN 2007 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA Menimbang Mengingat
PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SERANG,
PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SERANG, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 22 ayat (1)
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER PERATURAN DAERAH KEBUPATEN JEMBER NOMOR 17 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN JEMBER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBER,
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN
KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI UNIT KERJA DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UB. Tugas Fakultas ORGANISASI FAKULTAS
KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI UNIT KERJA DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UB (1) Fakultas adalah Unsur Pelaksana Akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Universitas; (2) Fakultas
BSM BB PEDOMAN ORGANISASI BADAN OTONOM BULAN SABIT MERAH BULAN BINTANG
PEDOMAN ORGANISASI BADAN OTONOM BULAN SABIT MERAH BULAN BINTANG BSM BB MARKAS BESAR PIMPINAN PUSAT BULAN SABIT MERAH BULAN BINTANG Alamat: Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18 No. 1B Jakarta Selatan 12740 Telp.
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : Mengingat : a. bahwa
BAB I DASAR PEMIKIRAN
BAB I DASAR PEMIKIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN Di era globalisasi yang penuh tantangan ini, menuntut kita untuk dapat lebih maju, berwawasan luas, dan berprestasi dalam berbagai macam hal. Di era ini pula,
I. PENDAHULUAN. bukan hanya dari potensi akademik melainkan juga dari segi karakter
1 I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Pendidikan di Indonesia bertujuan membentuk manusia yang berkualitas bukan hanya dari potensi akademik melainkan juga dari segi karakter individu, dan hal ini
Paragraf 1 Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
BAB XXIX BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 576 Susunan Organisasi Badan Pendidikan dan Pelatihan, terdiri dari: a. Kepala Badan; b. Sekretaris, membawahkan: - 697 -
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 SEJARAH SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN SIDOARJO Berawal dari Banyaknya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) khususnya putra-putri warga Muhammadiyah Sepanjang yang ingin melanjutkan
WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAKASSAR, Menimbang : a. bahwa program kepemudaan
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT
STANDAR PELAYANAN MINIMUM
6. SPM UNJA NO / SUB 1 PENDIDIKAN 1. KOMPETENSI LULUSAN 1. Sistem penerimaan 2. Proses penerimaan 3. Registrasi 1. Rasio pendaftar dan yang diterima % 8.3 8.3 7.7 7.7 7.1 2. Rasio diterima dan pendaftar
KUESIONER UNTUK STAKEHOLDERS
PETUNJUK PENGISIAN : KUESIONER UNTUK STAKEHOLDERS Kuesioner ini untuk diisi oleh atasan alumni Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Budi Luhur. Berilah tanda checklist ( ) pada pilihan jawaban
PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING
1 PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2016 2 PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING Cetakan ke 3 Diterbitkan oleh : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 87 TAHUN 2008
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 87 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS KEPEMUDAAN DAN KEOLAHRAGAAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut
Bansos Peningkatan Kapasitas Tempat Uji Kompetensi
1 i ii SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kebijakan pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan
Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata
Lampiran 1 Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata No Tujuan A. Menemukan gambaran model pembinaan yang selama ini digunakan untuk B. membina sekolah Adiwiyata, yaitu mulai
