Konfigurasi Elektron Dalam Atom
|
|
|
- Hamdani Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Konfigurasi Elektron Dalam Atom Sudaryatno Sudirham Atom dengan lebih dari satu elektron akan memberikan persamaan Schrödinger yang rumit, karena setiap elektron tidak hanya mendapat gaya tarik dari inti atom saja melainkan juga terjadi gaya tolak antar elektron. Kita akan mencoba melihat persamaan yang masih bisa disederhanakan dengan pengabaian-pengabaian tertentu, yaitu atom dengan dua elektron. Setelah itu kita akan langsung mempelajari konfigurasi elektron dalam atom. Marcelo Alonso dan J.D. Finn, dan juga Daniel D. Pollock, membahas konfigurasi elektrón dalam atom ini dengan cukup rinci. [1,3]. Dalam pembahasan berikut ini kita akan menyertakan pula pemahaman mengenai orbital serta grup-grup unsur yang merupakan pelajaran kimia tingkat awal. Kita akan melihat pula pengertian mengenai energi ionisasi serta afinitas elektron unsur-unsur. Atom Dengan Dua Elektron Energi potensial dari keseluruhan atom dapat dinyatakan dengan Ze e V ( r) = + (1) 4πε r 4πε r semua elektron 0 semua pasangan elektron Suku kedua (1) selalu berubah karena posisi setiap elektron berubah setiap saat. Oleh karena itu kita tidak dapat mengetahui potensial dari setiap elektron dan tidak dapat menghitung energi masing-masing elektron secara terpisah melainkan hanya bisa melihat potensial atom secara keseluruhan. Persoalan atom dengan banyak elektron tidak dapat dipecahkan secara eksak. Kita akan mengambil contoh atom dengan dua elektrton. Misalkan r 1 dan r berturutturut adalah jarak ke inti atom dari elektron pertama dan elektron ke-dua, sedangkan r 1 adalah jarak antara elektron pertama dan elektron ke-dua. Dengan dua elektron ini persamaan (1) menjadi Ze Ze e V ( r) = + () 4πε r 4πε r 4πε r Pemecahan persamaan hanya dapat dilakukan secara pendekatan. Sebagai pendekatan pertama kita mengabaikan adanya interaksi antara kedua elektron; ini berarti suku ke-3 ruas kanan () diabaikan. Dengan cara ini setiap elektron dapat di perlakukan seperti elektron pada atom yang hanya memiliki satu elektron. Energi elektron, dengan Z =, adalah mz e E = 3π ε h = 4 13,6 = 54,4 ev (lihat Aplikasi Persamaan Schrodinger pada Atom dengan Satu Elektron). ij Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 1/14
2 Konfigurasi Elektron Dalam Atom Netral Dalam mempelajari konfigurasi elektron dalam atom, pertama-tama kita perlu melihat kombinasi yang mungkin dari bilangan kuantum m l dan m s untuk setiap nilai dari momentum sudut l. Untuk setiap nilai l terdapat l + 1 nilai m l dan setiap pasangan l dan m l dapat mengakomodasi dua elektron masing-masing dengan m s = + ½ dan m s = ½. Dengan mengikuti prinsip Pauli, maka jumlah maksimum elektron yang bisa terakomodasi pada status nl adalah (l + 1) seperti terlihat pada Tabel-1. Tabel-1. Status Momentum Sudut dan Jumlah Elektron Maksimum Status momentum sudut Jumlah maksimum elektron s p d f g Sebagaimana telah kita pelajari, setiap tingkat energi yang ditentukan oleh n, terdapat n momentum sudut yang memiliki energi yang sama, dengan nilai l mulai dari l = 0 sampai l = (n 1). Tabel- menunjukkan jumlah elektron maksimum untuk setiap tingkat energi dan jumlah elektron yang dapat diakomodasi oleh sebuah atom sampai tingkat energi ke-n. tingkat energi n Tabel-. Kandungan Elektron. kandungan elektron setiap status momentum sudut s p d f Jumlah elektron tiap tingkat n Jumlah elektron s/d tingkat n Jumlah elektron maksimum untuk setiap tingkat energi telah diperoleh. Persoalan berikutnya adalah bagaimana cara pengisian elektron di setiap tingkat energi tersebut. Kita akan melihat lebih dahulu atom netral. Orbital. Aplikasi persamaan Schrödinger memberikan pengertian kemungkinan keberadaan elektron di sekitar inti atom. Jadi kita tidak mengetahui dengan pasti di mana elektron berada. Kita katakan bahwa elektron berada dalam satu orbital tertentu. Pengertian orbital elektron berbeda dengan orbit planet. Kita ambil contoh atom H (hidrogen), yang memiliki satu elektron yang berada pada orbital-nya di sekeliling inti. Kita tidak bisa menggambarkan orbital ini secara tajam sebagaimana kita menggambarkan orbit bumi. Orbital electron lebih merupakan daerah atau ruangan di sekitar inti, di mana electron mungkin berada. Posisi elektron tidaklah pasti, akan tetapi ia berada dalam daerah yang kita sebut orbital tersebut. Gb.1. memperlihatkan salah satu orbital yang disebut orbital 1s, yaitu orbital yang paling dekat dengan inti atom. Ruang yang diberi titik-titik adalah ruang di mana elektron mungkin berada. Makin rapat digambarkan titik-titik tersebut, makin besar kemungkinan elektron ditemukan di daerah itu. Dengan gambaran ini, orbital disebut pula awan elektron (electron cloud). Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom /14
3 Gb.1. Orbital 1s inti atom Orbital 1s memiliki simetri bola, yang diperlihatkan pada Gb.1. secara dua dimensi. Selain orbital 1s, terdapat pula orbital s, 3s, dan seterusnya, dan mereka juga memiliki simetri bola. Orbital 1s adalah yang paling dekat dengan inti. Orbital s lebih jauh dari inti dibandingkan dengan 1s. Orbital 3s lebih jauh lagi dari s, dan seterusnya. Gb.. menggambarkan situasi tersebut. inti atom 1s s Gb.. Orbital 1s dan s Angka-angka di depan huruf s menunjukkan tingkat energi (n = 1,, 3, dst), sedang huruf s itu sendiri adalah nama dari obital, sesuai dengan status momentum sudut. Jadi 1s adalah orbital s pada tingkat energi yang pertama dan ini adalah satu-satunya orbital yang ada di tingkat energi yang pertama ini. Selanjutnya, s adalah orbital s pada tingkat energi yang kedua, namun ia bukan satu-satunya orbital; di tingkat energi yang kedua ini ada orbital lain yang disebut orbital p. Berikutnya, 3s adalah orbital s pada tingkat energi yang ketiga dan selain orbital s, pada tingkat energi ketiga ini ada orbital p dan orbital d. Jika orbital s memiliki simetri bola, tidak demikian halnya dengan orbital p; orbital ini agak sulit untuk digambarkan. Walaupun demikian akan kita lihat pada saatnya nanti. Setiap orbital s hanya dapat dihuni oleh dua elektron dan kedua elektron harus berkarakter berbeda, yaitu mereka harus memiliki spin yang berlawanan. Dengan demikian maka atom H (hidrogen) yang hanya memiliki satu elektron, akan menempatkan elektronnya di orbital 1s. Atom He (helium) memiliki dua elektron dan keduanya berada di orbital yang sama yaitu 1s, karena kedua electron ini memiliki spin yang berlawanan. Atom Li (lithium) memiliki 3 elektron. Dua elektron menempati orbital 1s dan karena 1s adalah satu-satunya orbital di tingkat energi yang pertama ini, maka elektron yang ketiga harus menempati orbital di tingkat energi yang kedua, yaitu s. Atom Be (berilium) memiliki 4 elektron. Dua elektron akan menempati orbital 1s, dua elektron lagi menempati s. Dengan demikian maka orbital 1s dan s penuh terisi elektron. Atom B (boron) memiliki 5 elektron. Dua elektron menempati 1s, dua elektron menempati s. Elektron kelima masih bisa berada pada tingkat energi yang kedua karena di tingkat energi ini masih tersedia orbital p. Jadi pada atom B, dua elektron di 1s, dua elektron di s, dan satu elektron di p. Tidak seperti orbital s yang simetri bola, orbital p memiliki simetri mengerucut pada tiga arah yang tegak lurus satu sama lain yang biasanya di beri tanda arah x, y, z. Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 3/14
4 Gb.3. memperlihatkan posisi orbital p yang memiliki tiga arah yang biasa disebut p x, p y, dan p z. Masing-masing arah orbital ini mampu menampung dua elektron. Jadi untuk keseluruhan orbital p, ada enam elektron yang bisa ditampung. Oleh karena itu tingkat energi yang kedua dapat menampung delapan elektron, dua di s dan enam di p. z y x Atom C (karbon) memiliki 6 elektron. Dua di 1s, dua di s, dan dua di p. Atom N (nitrogen) memiliki 7 elektron. Dua di 1s, dua di s, dan tiga di p. Atom O (oksigen) memiliki 8 elektron. Dua di 1s, dua di s, dan empat di p. Atom F (fluor) memiliki 9 elektron. Dua di 1s, dua di s, dan lima di p. Atom Ne (neon) memiliki 10 elektron. Dua di 1s, dua di s, dan enam di p. Sampai dengan atom Ne ini, tingkat energi yang kedua terisi penuh karena di sini ada orbital s dan p, dan dua-duanya terisi penuh. Oleh karena itu untuk atom berikutnya, yaitu Na (natrium) yang memiliki 11 elektron, elektron yang ke-11 harus menempati tingkat energi yang lebih tinggi, yaitu tingkat energi ketiga, orbital 3s. Di tingkat energi yang ketiga, terdapat tiga macam orbital yaitu 3s, 3p, dan 3d. Elektron ke- 11 atom Na mengisi 3s. Elektron ke-1 atom Mg (magnesium) mengisi 3s, sehingga 3s menjadi penuh. Elektron ke-13 atom Al (alluminium) mulai mengisi 3p. Demikian seterusnya atom-atom berikutnya mengisi elektron di 3p sampai orbital ini penuh, yang terjadi pada atom Ar (argon); total elektron atom Ar adalah 18, dua di 1s, dua di s, enam di p, dua di 3s, enam di 3p. Atom-atom yang berikutnya akan kita lihat kemudian. Penulisan Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur. Dengan urutan pengisian orbital elektron seperti diuraikan di atas, dituliskan konfigurasi (susunan) elektron pada unsurunsur dengan aturan sebagai berikut: Dengan demikian maka kita tuliskan konfigurasi elektron unsur-unsur sebagai: H: 1s 1 ; He: 1s tingkat energi Gb.3. Orbital p. 1S macam orbital Li:1s s 1 ; Be:1s ; B:1s p 1 ; C:1s p ; N:1s p 3 ; O: 1s p 4 ; F: s p 5 ; Ne:1s p 6...dst jumlah elektron dalam orbital Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 4/14
5 Diagram Tingkat Energi Telah disebutkan di atas bahwa angka didepan huruf menunjukkan tingkat energi. Secara skematis tingkat energi tersebut diperlihatkan pada diagram Gb.4. berikut ini. e n e r g i s 3s 3p 4s 4p Gb.4. Diagram tingkat energi (tanpa skala) Tingkat energi pertama adalah yang paling rendah; diatasnya, berturut-turut tingkat kedua, ketiga dan seterusnya. Orbital digambarkan dengan kotak-kotak. Perhatikan bahwa di tingkat pertama hanya ada orbital 1s; di tingkat kedua ada s dan p; di tingkat ketiga 3s, 3p, dan 3d; di tingkat keempat 4s, 4p, 4d, 4f (4d dan 4f tak tergambar). Orbital p (yaitu p, 3p, 4p) memiliki tiga kotak yang menunjukkan p x, p y, p z, dan masing-masing kotak bisa diisi oleh elektron dengan spin yang berlawanan. Dengan demikian tergambarkan bahwa orbital p mampu menampung 6 elektron. Orbital d digambarkan dengan lima kotak dan setiap kotak juga bisa menampung elektron. Dengan demikian orbital d mampu menampung 10 elektron Perhatikan pula bahwa di suatu tingkat energi tertentu, orbital s selalu sedikit lebih rendah dari orbital p. Oleh karena itu terdapat kecenderungan bahwa orbital s akan terisi elektron terlebih dulu sebelum pengisian elektron meningkat ke orbital p. Namun terjadi penyimpangan pada perubahan tingkat energi ketiga ke tingkat keempat; tingkat energi 4s lebih rendah dari 3d. Hal ini terlihat pada perubahan konfigurasi dari Ar (argon) ke K (kalium). Ar: 1s p 6 3p 6 K: 1s p 6 3p 6 kemudian 4s 1 (bukan 3d 1 ) Ca: 1s p 6 3p 6 kemudian (bukan 3d ) Sc: 1s p 6 3p 6 3d 1 (orbital 3d baru mulai terisi setelah 4s penuh) Y: 1s p 6 3p 6 3d (dan unsur selanjutnya pengisian 3d sampai penuh) Pada diagram tingkat energi Gb.4., orbital digambarkan dengan kotak-kotak. Orbital p misalnya, digambarkan dengan 3 kotak mewakili orbital p x, p y, p z. Jika kita gambarkan pengisian elektron pada orbitalnya menggunakan kotak-kotak, akan terlihat sebagai berikut: H: pengisian 1s; He: pemenuhan 1s; Li: pengisian s; 1s Be: B: pemenuhan s; pengisian p x dengan 1 elektron; Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 5/14
6 C: pengisian p y dengan 1 elektron; N: pengisian p z dengan 1 elektron; O: pemenuhan p x ; F: pemenuhan p y ; Ne: pemenuhan p z. Perhatikan bahwa pada atom He, orbital 1s terisi penuh. Pada atom Li, orbital s mulai terisi dan menjadi penuh pada Be. Pada atom B orbital p x mulai terisi dengan satu elektron; berikutnya pada atom C orbital p y terisi satu elektron, dan kemudian pada atom N p z terisi satu elektron. Baru kemudian pada atom O orbital p x terisi kembali dan penuh. Seterusnya pada atom F p y terisi penuh, dan kemudian pada atom Ne p z terisi penuh. Pada atom B, C, dan N terjadi pengisian satu elektron pada orbital p x, p y, p z. Pada atom B, pengisian satu elektron tersebut adalah normal karena seharusnya memang demikian. Akan tetapi pada C bukan p x yang terisi untuk menjadi penuh melainkan p y yang terisi dengan satu elektron. Demikian pula pada N, p z terisi satu elektron. Hal ini terjadi karena pada konfigurasi demikianlah gaya tolak antar elektron dalam orbital p menjadi minimal. Jadi apabila tersedia orbital dengan tingkat energi yang sama, seperti p x, p y, p z, pengisian dengan satu elektron akan terjadi sejauh mungkin (dalam hal ini 3 kali pengisian satu elektron) baru kemudian kembali untuk terjadinya pengisian penuh. Hal yang sama terjadi pada pengisian orbital d. Pada orbital d, terjadi pengisian satu elektron sebanyak lima kali, baru kemudian kembali dari awal untuk terjadinya pengisian penuh. Perhatikan contoh berikut. 4d 3 : 4d 5 : 4d 8 : Dengan penggambaran dalam kotak, pengisian elektron pada orbitalnya terlihat lebih cermat. Namun dalam penulisan konfigurasi unsur, kita akan tetap menggunakan cara penulisan ringkas yang telah kita pelajari, misalnya N: 1s p 3 dan O: 1s p 4 ; isian orbital p tidak dirinci dalam tiga orbital namun kita harus mengerti akan hal ini. Tabel 5.. di akhir bab ini memuat konfigurasi elektron unsur-unsur. Blok-Blok Unsur Tabel-1. adalah Tabel Periodik yang dibuat hanya sampai dengan perioda ke-4 (tingkat energi keempat). Kita lihat pada tabel ini beberapa hal sebagai berikut: Unsur di grup-1 dalam tabel periodik memiliki elektron terluar ns 1 dan unsur grup- memiliki elektron terluar ns. Unsur-unsur di kedua grup ini disebut unsur blok s (pengisian elektron di orbital s). Semua unsur di grup-3 sampai gas mulia memiliki elektron terluar di orbital p (kecuali He); mereka disebut sebagai unsur-unsur blok p (pengisian elektron di orbital p). Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 6/14
7 Unsur blok d adalah unsur yang pengisian elektron-elektron terakhirnya terjadi di orbital d. Unsur pertama blok d di perioda-3 adalah Sc (scandium) dan yang terakhir adalah Zn (seng). Perhatikan bahwa ada dua unsur yang menyimpang dari keteraturan, yaitu unsur Cr dan Cu. Elektron terakhir pada Cr mengatur posisi mereka sehingga terisi orbital 3d 5 4s 1 dan bukan 3d 4. Pada Cu terjadi 4s 1 bukan 3d 9. Dalam seri blok d terdapat kelompok unsur yang disebut sebagai unsur transisi; unsurunsur transisi didefinisikan sebagai unsur yang memiliki orbital d yang terisi sebagian. Zn (anggota blok d paling kanan) tidak termasuk unsur transisi karena memiliki orbital d yang terisi penuh ( ). Unsur-unsur di perioda-5 (tingkat energi ke-lima), yang memiliki urutan pengisian elektron lebih rumit, akan dibicarakan kemudian; di sini kita masih membatasi diri sampai unsur dengan tingkat energi keempat. 1 H 1s 1 3 Li s 1 11 Na 3s 1 19 K 4s 1 4 Be 1 Mg 0 Ca 1 Sc 3d 1 Ti 3d 3 V 3d 3 4 Cr 3d 5 4s 1 Tabel.1. Blok-Blok Unsur. [3]. 5 Mn 3d 5 6 Fe 3d 6 7 Co 3d 7 8 Ni 3d 8 9 Cu 4s 1 30 Zn 5 B p 1 13 Al 3p 1 31 Ga 4p 1 6 C p 14 Si 3p 3 Ge 4p 7 N p 3 15 P 3p 3 33 As 4p 3 8 O p 4 16 S 3p 4 34 Se 4p 4 9 F p 5 17 Cl 3p 5 35 Br 4p 5 He 1s 10 Ne p 6 18 Ar 3p 6 36 Kr 4p 6 Blok s Blok d Blok p Ionisasi dan Energi Ionisasi Atom netral tersusun dari inti atom dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti atom; kenetralan atom terjadi karena jumlah proton yang berada di inti atom sama dengan jumlah keseluruhan muatan elektron. Elektron yang mengelilingi inti atom terposisikan dalam orbital dengan tingkat-tingkat energi tertentu. Atom unsur blok s dan blok p, memiliki elektron terluar berturut-turut di orbital ns dan np. Elektron terluar inilah yang pada umumnya menentukan sifat-sifat unsur dalam bereaksi, karena mereka lebih longgar terikat ke inti dibandingkan dengan elektron-elektron yang berada pada tingkat energi yang lebih kecil (lebih dalam). Elektron yang lebih dalam ini lebih terikat pada inti dan kita sebut elektron inti. Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 7/14
8 Pada atom netral, jumlah elektron (muatan negatif) sama dengan jumlah proton (muatan positif). Atom Na (natrium) memiliki sebelas proton dalam intinya, dikelilingi oleh sebelas elektron; atom Cl (Chlor) memiliki tujuhbelas proton dalam intinya dan dikelilingi oleh tujuhbelas elektron. Apabila atom netral kehilangan satu atau lebih elektronnya, jumlah proton akan melebihi jumlah elektron, dan atom akan menjadi bermuatan positif, yang disebut ion positif. Atom Na yang kehilangan satu elektronnya, akan menjadi ion positif yang disebut juga kation, dituliskan dengan simbol Na +. Apabila atom netral menerima elektron dari luar, jumlah elektron yang ada di sekitar inti lebih besar dari jumlah proton, dan atom menjadi bermuatan negatif yang disebut ion negatif, disebut juga anion. Atom Cl yang menerima elektron sehingga jumlah elektron yang mengelilingi intinya menjadi delapanbelas, menjadi ion negatif Cl. Untuk melepaskan elektron dari atom netralnya (induknya) diperlukan sejumlah energi; energi yang diperlukan itu disebut energi ionisasi. Jika elektron yang dilepaskan itu adalah yang paling longgar terikat, energi ionisasi yang diperlukan disebut energi ionisasi pertama. Jika sudah terjadi ionisasi yang pertama, bisa saja terjadi ionisasi yang kedua, yang memerlukan energi yang lebih besar. Energi ionisasi yang pertama didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling longgar terikat pada atom induk dari 1 mole atom netral dalam fasa gas agar terbentuk 1 mole ion bermuatan +1 dalam fasa gas. Dalam bentuk persamaan, definisi ini akan lebih mudah terlihat: X X + ( gas ) ( gas) Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melakukan perubahan ini setiap mole dengan satuan kj/mole. Dalam tulisan ini, satuan untuk menyatakan energi ionisasi adalah elektron-volt, yang merupakan jumlah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu unsur guna membentuk ion positif bermuatan +1. Energi ionisasi dalam satuan ev dinamakan juga potensial ionisasi. Potensial ionisasi didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah terikat pada atom. Pada atom dengan banyak elektron, pengertian ini sering disebut sebagai potensial ionisasi yang pertama. Potensial ionisasi sampai perioda ke-empat terlihat pada Tabel., dalam satuan elektronvolt (ev). Perhatikan bahwa penambahan satu elektron s hidrogen menjadi helium menyebabkan konfigurasi atom menjadi makin stabil; oleh karena itu potensial ionisasi meningkat dari 13,53 ev pada hidrogen menjadi 4,47 pada helium. + e Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 8/14
9 1 H 13,59 3 Li 5,39 11 Na 5,14 19 K 4,34 4 Be 9,3 1 Mg 7,64 0 Ca 6,11 1 Sc 6,54 Ti 6,83 3 V 6,74 4 Cr 6,76 Tabel-. Energi Ionisasi [ev]. [3] 5 Mn 7,43 6 Fe 7,87 7 Co 7,86 8 Ni 7,63 9 Cu 7,7 30 Zn 9,39 5 B 8,9 13 Al 5,98 31 Ga 6,00 6 C 11,6 14 Si 8,15 3 Ge 7,88 7 N 14,55 15 P 10,48 33 As 9,81 8 O 13,61 16 S 10,36 34 Se 9,75 9 F 17,4 17 Cl 13,01 35 Br 11,84 He 4,58 10 Ne 1,56 18 Ar 15,76 36 Kr 13,99 Penambahan elektron s dari helium ke Lithium menyebabkan potensial ionisasi menurun drastis, karena satu elektron di s pada lithium jauh lebih mudah lepas dibandingkan pada helium. Namun penambahan satu elektron s pada lithium akan membuat berilium lebih stabil dibanding lithium sehingga potensial ionisasi berilium lebih besar dari lithium. Penambahan satu elektron p dari berilium ke boron menyebabkan boron memiliki potensial ionisasi lebih rendah dari berilium karena elektron p pada boron lebih mudah lepas dari elektron s pada berilium. Dari boron sampai neon potensial ionisasi selalu meningkat nilainya karena secara teratur terjadi penambahan satu elektron p yang menjadikan unsur makin stabil. Kita amati juga pada Tabel-. bahwa makin besar nomer atom, energi ionisasi unsur pada golongan yang sama cenderung menurun. Akan tetapi energi ionisasi setiap blok unsur cenderung meningkat jika kita bergerak dari kiri ke kanan, seperti terlihat pada Gb.5. Variasi energi ionisasi cenderung meningkat, baik pada unsur blok s, blok p, maupun blok d, jika ditinjau dari kiri ke kanan. Variasi energi ini terkait dengan struktur atom. Energi ionisasi merupakan ukuran besar energi untuk melepaskan elektron dari atom induknya. Makin tinggi energi ionisasi berarti makin sulit pelepasan elektron tersebut, yang berarti pula bahwa atom makin stabil. Itulah sebabnya mengapa unsur-unsur mulia seperti He, Ne, Ar, dan Kr memiliki energi ionisasi paling tinggi dibandingkan unsur lain pada tingkat energi yang sama. 5 p Energi ionisasi [ev] s s p d 0 H He Li Be B C N O F Ne Na Mg Al Si P S Cl Ar K Ca Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Ga Ge As Se Br Kr p Unsur Gb.5. Variasi energi ionisasi Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 9/14
10 Afinitas Elektron Kalau energi ionisasi terkait dengan pembentukan ion positif, maka afinitas elektron terkait dengan pembentukan ion negatif. Penggunaan pengertian afinitas elektron terbatas pada unsur grup 6 dan 7 dalam tabel periodik. Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan jika atom netral menerima satu elektron membentuk ion negatif bermuatan 1. Afinitas elektron dinyatakan dengan bilangan negatif, yang berarti pelepasan energi. Jika kita berjalan dari atas ke bawah di satu grup unsur, maka afinitas elektron makin kecil, kecuali unsur F. Afinitas elektron merupakan ukuran kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron, bergabung dengan unsur untuk membentuk ion negatif. Makin kuat gaya tarik ini, berarti makin besar energi yang dilepaskan. Gaya tarik ini dipengaruhi oleh jumlah muatan inti atom, jarak orbital ke inti, dan screening (tabir) elektron. Jika kita bergerak dari atas ke bawah di suatu grup unsur, jumlah proton inti atom akan bertambah. Namun ada pengaruh tabir elektron yang menyebabkan pengaruh muatan inti yang dirasakan oleh elektron terluar tidak lebih dari +7. Kita ambil beberapa contoh. Inti atom F berrnuatan +9. Elektron yang datang akan memasuki tingkat energi terluar yaitu tingkat energi ke-. Ia hanya akan merasakan pengaruh +7 dari inti karena ada tabir elektron di tingkat energi pertama yang memuat elektron. Inti atom Cl bermuatan +17. Elektron yang akan bergabung, akan memasuki tingkat energi terluar yaitu tingkat energi ke-3. Ia hanya akan merasakan pengaruh +7 dari inti karena ada tabir elektron di tingkat energi pertama dan ke- yang memuat 10 elektron (dua di 1s, dua di s, enam di p). Di samping itu, makin tinggi tingkat energi, makin jauh pula jarak ke inti atom, dan makin berkurang pula pengaruh muatan inti atom. Kita coba bandingkan unsur grup-6 yang memiliki muatan inti +6 dengan unsur grup-7 yang mempunyai muatan inti +7. Tabir elektron di kedua grup ini sama. Oleh karena itu elektron yang datang ke grup-6 menerima tarikan dari inti lebih kecil dibandingkan dengan tarikan inti unsur grup-7. Hal ini mengakibatkan afinitas elektron unsur grup-6 lebih kecil dibandingkan dengan unsur grup-7. Ukuran Relatif Atom Dan Ion Kita akan mencoba mencari gambaran mengenai ukuran atom dengan mengukur jari-jari atom. Atom tidak memiliki jari-jari tertentu yang tetap. Jari-jari atom hanya dapat diketahui dengan mengukur jarak dua atom yang berdekatan, kemudian membagi dua jarak tersebut. Ada dua kemungkinan dua atom yang berdekatan tersebut, yaitu keduanya hanya bersinggungan atau keduanya membentuk ikatan. Perlu kita ingat pula bahwa kita tidak dapat menggambarkan jari-jari atom dengan garis yang tepat; elektron-elektron yang menyusun atom berada dalam suatu orbital. Jika dua atom tepat saling bersinggungan, perhitungan jari-jari yang kita peroleh disebut jari-jari van der Waals. Disebut demikian karena antara mereka terjadi tarik menarik dengan gaya yang sangat lemah yang disebut gaya van der Waals. Contoh jari-jari van der Waals adalah jari-jari atom unsur mulia Ne dan Ar. Dua atom Ne maupun dua atom Ar tidak membentuk ikatan melainkan saling tarik dengan gaya van der Waals. Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 10/14
11 Jika dua atom yang berdekatan tersebut membentuk ikatan, maka perhitungan jarijari akan menghasilkan jari-jari metalik ataupun jari-jari kovalen, tergantung dari jenis ikatan yang terjadi, apakah ikatan metal atau ikatan kovalen. Atom Al membentuk ikatan metal dengan atom Al yang lain dan jari-jari atom Al adalah jari-jari metalik. Atom H membentuk ikatan kovalen dengan atom H yang lain dan jari-jari atom H adalah jari-jari kovalen. Tentang ikatan antar atom akan kita bahas dalam bab selanjutnya. Gb.6. memperlihatkan kecenderungan variasi ukuran atom (tanpa skala) yang memiliki orbital pada tingkat energi ke- (perioda- dari Li sampai Ne) dan ke-3 (perioda-3 dari Na sampai Ar). Perioda-: Li Be B C N O F Ne Perioda-3: Na Mg Al Si P S Cl Ar Gb.6. Kecenderungan variasi jari-jari atom. Jika unsur mulia tidak dimasukkan dalam deretan, maka terlihat bahwa jari-jari atom makin kecil jika kita bergerak dari kiri ke kanan. Hal ini terjadi karena jumlah proton di inti atom makin bertambah sedangkan tabir elektron tetap. Pertambahan elektron terjadi di orbital yang sama, yaitu di s (Li, Be), di p (B sampai F), 3s (Na, Mg), dan 3p (Al sampai Cl). Ukuran ion positif lebih kecil dari atom asalnya. Atom Na (1s p 6 3s 1 ) misalnya, jika berubah menjadi ion Na + maka ia kehilangan satu-satunya elektron di 4s; dengan kata lain ia juga kehilangan orbital 4s dan jumlah elektron yang tinggal 10 ditarik oleh 11 proton sehingga jari-jari ion Na + lebih kecil dari atom Na. Ukuran ion negatif lebih besar dari atom asalnya. Atom Cl (1s p 6 3p 5 ) misalnya, menjadi ion negatif Cl dengan menerima satu tambahan elektron di orbital 3p. Tambahan elektron ini, walaupun tetap di orbital 3p, menyebabkan bertambahnya gaya tolak dengan inti sehingga jari-jari akan bertambah besar. Jumlah proton tetap 17, jumlah elektron menjadi 18. Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Tabel-3. memuat selengkapnya konfigurasi elektron dalam atom unsur-unsur. 1 H 1s 1 13,59 3 Li s 1 5,39 11 Na 3s 1 5,14 4 Be 9,3 1 Mg 7,64 Tabel-3. Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur pada Ground State.[1,3]. 5 B p 1 8,9 13 Al 3p 1 5,98 6 C p 11,6 14 Si 3p 8,15 7 N p 3 14,55 15 P 3p 3 10,48 8 O p 4 13,61 16 S 3p 4 10,36 9 F p 5 17,4 17 Cl 3p 5 13,01 He 1s 4,58 10 Ne p 6 1,56 18 Ar 3p 6 15,76 Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 11/14
12 19 K 4s 1 4,34 0 Ca 6,11 1 Sc 3d 1 6,54 Ti 3d 6,83 3 V 3d 3 6,74 4 Cr 3d 5 4s 1 6,76 5 Mn 3d 5 7,43 6 Fe 3d 6 7,87 7 Co 3d 7 7,86 8 Ni 3d 8 7,63 9 Cu 4s 1 7,7 30 Zn 9,39 31 Ga 4p 1 6,00 3 Ge 4p 7,88 33 As 4p 3 9,81 34 Se 4p 4 9,75 35 Br 4p 5 11,84 36 Kr 4p 6 13,99 37 Rb 5s 1 4,18 55 Cs 6s 1 3,87 87 Fr 7s 1 38 Sr 5s 5,19 39 Y 4d 1 5s 40 Zr 4d 5s 41 Nb 4d 4 5s 1 4 Mo 4d 5 5s 1 5,67 6,38 6,84 6,88 7, Ba La Hf Ta W 4f 14 4f 14 4f 14 5d 1 5d 5d 3 5d 4 88 Ra 7s 89 Ac 6d 1 7s 58 Ce 4f 1 5d 1 59 Pr 4f 3 43 Tc 4d 6 5s 1 44 Ru 4d 7 5s 1 45 Rh 4d 8 5s 1 46 Pd 47 Ag 5s 1 48 Cd 5s 49 In 5s 5p 1 7,3 7,37 7,46 8,33 7,57 8,99 5, Re Os Ir Pt Au Hg Tl 4f 14 4f 14 4f 14 4f 14 4f 14 4f 14 4f 14 5d 5 5d 6 5d 7 5d 9 5d 10 5d 10 5d 10 6s 1 6s 1 6p 1 60 Nd 4f 4 61 Pm 4f 5 6 Sm 4f 6 63 Eu 4f 7 64 Gd 4f 7 5d 1 65 Tb 4f 9 50 Sn 5s 5p 7,30 51 Sb 5s 5p 3 8,35 8 Pb 4f 14 5d 10 6p 83 Bi 4f 14 5d 10 6p 3 7,07 7,38 7, Dy Ho Er 4f 10 4f 11 4f 1 5 Te 5s 5p 4 8,96 84 Po 4f 14 5d 10 6p 4 69 Tm 4f I 5s 5p 5 10,5 85 At 4f 14 5d 10 6p 5 70 Yb 4f Xe 5s 5p 6 1,08 86 Rn 4f 14 5d 10 6p 6 10,70 71 Lu 4f 14 5d 1 Lanthanon Actinon 90 Th 6d 7s 91 Pa 5f 6d 1 7s 9 U 5f 3 6d 1 7s 93 Np 5f 4 6d 1 7s 94 Pu 5f 6 7s 95 Am 96 Cm 97 Bk 98 Cf 99 Es 100 Fm 101 Md 10 No 103 Lw Unsur Metal Unsur metal merupakan unsur kimia yang membentuk ion positif jika senyawanya berada dalam larutan dan dengan air membentuk hidroksida, bukan membentuk asam. Sekitar 75% unsur kimia adalah metal yang terdapat dalam setiap grup dalam Tabel Periodik kecuali grup VIIA dan gas mulia. Kebanyakan metal membentuk padatan kristal, memiliki kilat logam, merupakan konduktor listrik yang baik, dan mempunyai reaktivitas kimia yang cukup tinggi. Beberapa jenis metal cukup keras dan memiliki kekuatan fisik (mekanik dan thermal) yang tinggi. Suatu metal dapat larut dalam metal yang lain (metal alloy). Kehadiran sedikit unsur lain (tidak harus metal) dalam metal sangat mempengaruhi sifat metal; misalnya karbon dalam besi. Metal merkuri, cesium, dan galium, berada dalam fasa cair pada temperatur kamar. Metal Transisi. Yang disebut metal transisi (unsur transisi) adalah unsur yang dalam pengisian elektron di tingkat energi terluarnya tersela oleh masuknya orbital dibawahnya namun memiliki energi lebih tinggi untuk mencapai pengisian dari 8 ke 18 atau 3 elektron. Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 1/14
13 Hanya unsur inilah yang membentuk ikatan melalui peran elektron di tingkat energi terluar dan tingkat dibawahnya. Semua unsur yang lain membentuk ikatan melalui peran elektron dalam tingkat energi terluar. Yang termasuk dalam kelompok metal tansisi (unsur transisi) adalah unsur nomer 1 9 (Sc Cu), (Y Ag), (La Au), 89 dst (Ac dst). Kita lihat unsur nomer 1 sampai nomer 9 pada Tabel-5.3 di atas. Unsur ke 18 yaitu Argon memiliki tingkat energi terluar (tingkat ketiga) yang berisi 8 elektron, dengan konfigurasi elektron 1s p 6 3p 6. Pengisian elektron berikutnya, pada unsur nomer 19 yaitu K, tidak terjadi pada orbital 3d melainkan pada 4s karena tingkat energi 4s lebih rendah dari 3d (lihat diagram tingkat energi Gb.4). Pengisian 4s diteruskan pada unsur nomer 0 yaitu Ca sehingga 4s penuh. Pengisian 4s terhenti, tidak dilanjutkan ke 4p melainkan kembali ke 3d pada unsur nomer 1 yaitu Sc. Mulai dari sinilah terjadi pengisian 3d sampai penuh pada unsur nomer 9 yaitu Cu, sehingga tingkat energi ketiga penuh terisi 18 elektron. Unsur nomer 1 (Sc) sampai 9 (Cu) adalah unsur transisi. Mulai unsur nomer 30 (Zn) pengisian terjadi secara teratur. Setelah 4s penuh pada Zn, dilanjutkan ke 4p sampai 4p penuh pada unsur nomer 36, kemudian dilanjutkan ke pengisian 5s sampai 5s penuh di unsur nomer 38 (Sr). Unsur nomer 30 sampai 38 tidak termasuk unsur transisi. Pengisian 5s terhenti tidak dilanjutkan ke 5p pada unsur nomer 39 (Y) namun pengisian elektron kembali ke 4d. Pengisian 4d berlangsung sampai penuh pada unsur nomer 47 (Ag) sehingga tingkat energi keempat terisi 18 elektron. Unsur nomer 39 sampai 47 adalah metal transisi. Ada sedikit ketidak-teraturan di sini, karena mulai unsur nomer 41 (Nb) orbital 5s kekurangan satu elektron dan kekurangan dua elektron pada unsur nomer 46 (Pd) karena 4s menampung 10 elektron; setelah 4d penuh pengisian dilanjutkan lagi mulai unsur nomer 47 (Ag). Unsur nomer 39 sampai 47 adalah unsur transisi. Pengisian elektron pada unsur berikutnya nomer 48 Cd terjadi pada 5s sehingga orbital ini penuh. Pengisian dilanjutkan pada 5p sampai penuh kemudian dilanjutkan pada orbital 6s pada unsur nomer 55 (Cs) dan orbital 6s penuh pada unsur nomer 56 (Ba). Unsur nomer 48 sampai 56 tidak termasuk unsur transisi. Pengisian orbital 6s terhenti pada unsur nomer 57 La untuk kembali pada pengisian 5d yang kemudian berlanjut dengan 4f sampai tingkat energi keempat penuh berisi 3 elektron pada unsur nomer 79 Au. Unsur nomer 57 sampai 79 adalah unsur transisi. Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 13/14
14 Beberapa Konstanta Fisika Kecepatan rambat cahaya c 3, meter / detik Bilangan Avogadro N 0 6, molekul / mole Konstanta gas R 8,3 joule / (mole)( o K) Konstanta Planck h 6, joule-detik Konstanta Boltzmann k B 1, joule / o K Permeabilitas µ 0 1, henry / meter Permitivitas ε 0 8, farad / meter Muatan elektron e 1, coulomb Massa elektron diam m 0 9, kg Magneton Bohr µ B 9, amp-m Pustaka (berurut sesuai pemakaian) 1. Zbigniew D Jastrzebski, The Nature And Properties Of Engineering Materials, John Wiley & Sons, ISBN , Daniel D Pollock, Physical Properties of Materials for Engineers, Volume I, CRC Press, ISBN , William G. Moffatt, George W. Pearsall, John Wulf, The Structure and Properties of Materials, Vol. I Structure, John Wiley & Sons, ISBN , Marcelo Alonso, Edward J. Finn, Fundamental University Physics, Addison-Wesley, Robert M. Rose, Lawrence A. Shepard, John Wulf, The Structure and Properties of Materials, Vol. IV Electronic Properties, John Wiley & Sons, ISBN , Sudaryatno Sudirham, P. Gomes de Lima, B. Despax, C. Mayoux, Partial Synthesis of a Discharge-Effects On a Polymer Characterized By Thermal Stimulated Current makalah, Conf. on Gas Disharge, Oxford, Sudaryatno Sudirham, Réponse Electrique d un Polyimide Soumis à une Décharge Luminescente dans l Argon, Desertasi, UNPT, Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik, Bab-1 dan Lampiran-II, Penerbit ITB 00, ISBN W. Tillar Shugg, Handbook of Electrical and Electronic Insulating Materials, IEEE Press, 1995, ISBN Daniel D Pollock, Physical Properties of Materials for Engineers, Volume III, CRC Press, ISBN , Jere H. Brophy, Robert M. Rose, John Wulf, The Structure and Properties of Materials, Vol. II Thermodynamic of Structure, John Wiley & Sons, ISBN X, L. Solymar, D. Walsh, Lectures on the Electrical Properties of Materials, Oxford Scie. Publication, ISBN X, Daniel D Pollock, Physical Properties of Materials for Engineers, Volume II, CRC Press, ISBN , G. Bourne, C. Boussel, J.J. Moine, Chimie Organique, Cedic/ Ferdinand Nathan, Fred W. Billmeyer, Jr, Textbook of Polymer Science, John Wiley & Son, Sudaryatno Sudirham, Konfigurasi Elektron Dalam Atom 14/14
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. 5-2 Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 5-2 Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1) BAB 5 Konfigurasi Elektron Dalam Atom Atom dengan lebih dari satu elektron
Darpublic. Oksidasi dan Korosi.
Oksidasi dan Korosi Sudaryatno Sudirham Dalam reaksi kimia di mana oksigen tertambahkan pada unsur lain disebut oksidasi dan unsur yang menyebabkan terjadinya oksidasi disebut unsur pengoksidasi. Setiap
Difusi. Sudaryatno Sudirham
Difusi Sudaryatno Sudirham Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Walaupun
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 2 BAB 14 Gejala Permukaan Setelah kita mengenal fasa-fasa, kita akan melihat permukaan, yaitu bidang batas antara satu fasa dengan fasa yang
Gejala Permukaan. Sudaryatno Sudirham
Gejala Permukaan Sudaryatno Sudirham Kita telah mengenal pengertian mengenai fasa-fasa. Berikut ini kita akan melihat permukaan, yaitu bidang batas antara satu fasa dengan fasa yang lain. Pada permukaan
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 2 BAB 16 Oksidasi dan Korosi Dalam reaksi kimia di mana oksigen tertambahkan pada unsur lain disebut oksidasi dan unsur yang menyebabkan
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 2 BAB 15 Difusi Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau
RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS
KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN
Tabel Periodik Unsur. Sebagian unsur terbentuk. ini. Sudah sejak dahulu para ahli kimia berusaha mengelompokkan unsurunsur
II Sebagian unsur terbentuk bersamaan dengan terbentuknya alam semesta ini. Sudah sejak dahulu para ahli kimia berusaha mengelompokkan unsurunsur berdasarkan kemiripan sifat, agar unsurunsur tersebut mudah
SISTEM PERIODIK UNSUR
SISTEM PERIODIK UNSUR Ilmu kimia Struktur Sifat Reaksi Energi Materi materi materi sifat unsur sistem klasifikasi unsur sistem periodik unsur SEBELUM TAHUN 1800 Hanya diketahui beberapa logam Tahun 3000
kimia KONFIGURASI ELEKTRON
K-13 Kelas X kimia KONFIGURASI ELEKTRON Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami konfigurasi elektron kulit dan subkulit. 2. Menyelesaikan
TINGKAT PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA-PT) SUB KIMIA FISIK. 16 Mei Waktu : 120menit
OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM TINGKAT PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA-PT) BIDANG KIMIA SUB KIMIA FISIK 16 Mei 2017 Waktu : 120menit Petunjuk Pengerjaan H 1. Tes ini terdiri atas
Tabel berikut ini memuat beberapa contoh unsure dengan jumlah atom pembentuknya. Tabel 5.1 Beberapa nama unsure dan jumlah atom pembentuknya
Klasifikasi Zat A. Unsur, Senyawa dan Campuran Jika kita memanaskan gula pasir setengah sendok makan di tas lampu bunsen, maka gula akan mencair. Cairan ini akan terasa manis karena sifat gula terasa manis.
Sifat-Sifat Umum Unsur Dra. Sri Wardhani, M.Si. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya
Sifat-Sifat Umum Unsur Dra. Sri Wardhani, M.Si. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Pada akhir abad 18 dan awal abad 19 beberapa unsur telah ditemukan dan
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 02/Ka-BAPETEN/V-99 TENTANG BAKU TINGKAT RADIOAKTIVITAS DI LINGKUNGAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 2 BAB 13 Sistem Multifasa Pengertian tentang fasa telah kita singgung dalam Bab-7 tentang struktur padatan. Di bab ini kita akan membahas
Sejarah Perkembangan sistem periodik Di alam ada 109 unsur, bagaimana penyusunan unsur tersebut secara logis?
SISTEM PERIODIK UNSUR Sejarah Perkembangan sistem periodik Di alam ada 109 unsur, bagaimana penyusunan unsur tersebut secara logis? SAMPAI TAHUN 1800 Tahun 3000 SM : BESI EMAS PERAK TIMBAL Abad 3 M : Pengindetifikasian
Mekanika Kuantum. Orbital dan Bilangan Kuantum
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. Menerapkan teori atom mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi
UJIAN I - KIMIA DASAR I A (KI1111)
KIMIA TAHAP PERSIAPAN BERSAMA Departemen Kimia, Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung E-mail: [email protected] UJIAN I - KIMIA DASAR I A (KI1111) http://courses.chem.itb.ac.id/ki1111/ 20 Oktober
UJIAN I - KIMIA DASAR I A (KI1111)
KIMIA TAHAP PERSIAPAN BERSAMA Departemen Kimia, Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung E-mail: [email protected] UJIAN I - KIMIA DASAR I A (KI1111) http://courses.chem.itb.ac.id/ki1111/ 22 Oktober
X Z. ISOTOP Atom atom yang sama mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda disebut isotop Contoh : H 1 H 1 H 1
MODUL -1 NOTASI UNSUR & JUMLAH PROTON, ELEKTRON & NEUTRON Standar Kompetensi : : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia Kompetensi Dasar : 1.1.Memahami struktur atom berdasarkan
OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM TINGKAT PERGURUAN TINGGI (ONMIPA-PT) Bidang Kimia Sub bidang Kimia Anorganik
OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM TINGKAT PERGURUAN TINGGI (ONMIPA-PT) 2017 Bidang Kimia Sub bidang Kimia Anorganik 16 Mei 2017 Waktu : 120 menit Petunjuk Pengerjaan 1. Tes ini berlangsung
BENDA WUJUD, SIFAT DAN KEGUNAANNYA
BENDA WUJUD, SIFAT DAN KEGUNAANNYA Benda = Materi = bahan Wujud benda : 1) Padat 2) Cair 3) Gas Benda Padat 1. Mekanis kuat (tegar), sukar berubah bentuk, keras 2. Titik leleh tinggi 3. Sebagian konduktor
1. Tentukan Elektron Valensi dari : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 3. Bagaimana ikatan Kimia
1. Tentukan Elektron Valensi dari : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 3. Bagaimana ikatan Kimia yang terjadi antara unsur : K dan Se, Rb dan Br, Fr dan
MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10
SMA IPA Kelas Atom Bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi disebut atom (berasal dari bahasa Yunani atomos yang berarti tidak dapat dibagi lagi). Namun, berakhir pendapat tersebut
SISTEM PERIODIK UNSUR
SISTEM PERIODIK UNSUR Terdiri atas PETA KONSEP Perkembangan Sistem Periodik Unsur Sifat-sifat keperiodikan J. W. Dobereiner John Newland Dimitri Mendeleev Sistem Periodik Modern Sistem 18 golongan Sistem
Ikatan Atom dan Susunan Atom. Sudaryatno Sudirham
Ikatan Atom dan Susunan Atom Sudaryatno Sudirham Tentang ikatan atom dibahas dalam buku Zbigniew D Jastrzebski dan juga oleh Robert M. Rose.[5,6]. Di sini kita akan mengulanginya agar kita tidak kehilangan
kimia Kelas X TABEL PERIODIK K-13
K-13 Kelas X kimia TABEL PERIODIK Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami perkembangan sistem periodik unsur dan kelemahannya. 2. Menentukan
TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI-112)
TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI112) NAMA : Tanda Tangan N I M : JURUSAN :... BERBAGAI DATA. Tetapan gas R = 0,082 L atm mol 1 K 1 = 1,987 kal mol 1 K 1 = 8,314 J mol 1 K 1 Tetapan Avogadro = 6,023 x 10
Sistem Multifasa. Sudaryatno Sudirham
Sistem Multifasa Sudaryatno Sudirham Pengertian tentang fasa telah kita singgung dalam membahas struktur padatan. erikut ini kita akan membahas lebih lanjut tentang sistem multifasa, komponen tunggal maupun
Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)
Sudaryatno Sudirham ing Utari Mengenal Sifat-Sifat Material (1) 2 BAB 10 Sifat Listrik Dielektrik Berbeda dari konduktor, material ini tidak memiliki elektron-bebas yang dapat bergerak dengan mudah didalam
Pengertian Dasar Thermodinamika
Pengertian Dasar hermodinamika Sudaryatno Sudirham hermodinamika adalah cabang ilmu pengetahuan yang mencakup permasalahan transfer energi dalam skala makroskopis. hermodinamika tidak membahas hal-hal
BAB III TABEL PERIODIK
BAB III TABEL PERIODIK 1. Pengelompokan Unsur-Unsur dan Perkembangannya Pengetahuan berbagai sifat fisis dan kimia yang dimiliki oleh unsur dan senyawanya telah banyak dikumpulkan oleh para ahli sejak
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG NILAI BATAS RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DENGAN
Tabel Periodik. Bab 3a. Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi 2010 dimodifikasi oleh Dr.
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi 2010 dimodifikasi oleh Dr. Indriana Kartini Bab 3a Tabel Periodik Kapan unsur-unsur ditemukan? 8.1 1 ns 1 Konfigurasi elektron
NIP
NIP. 197510072006042023 By. Nursyidah, ST Bahan Ajar Kimia Unsur KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI INTI KI 1 : KI 2 : KI 3 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati
Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan Kuantum Utama (n) Menyatakan nomer kulit tempat elektron berada atau bilangan ini juga menyatakan ukuran orbital/ jarak/ jari-jari atom. Dinyatakan dengan bilangan bulat positif. Mempunyai dua
ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR
ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR I. Perkembangan teori atom a. Teori atom Dalton: Materi tersusun atas partikel-partikel terkecil yang disebut atom. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang tidak
Tabel periodik unsur-unsur kimia
Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah
PENGANTAR. Konsep Dasar Kimia untuk PGSD 99
PENGANTAR Kata atom telah sering didengar, bahkan banyak ditampilkan pada bahan belajar lalu. Namun pemahaman tentang atom, sejujurnya tentu masih belum dalam. Mengapa? Rahasia atom sampai kini pun masih
MODUL KIMIA KELAS X MIA
MODUL KIMIA KELAS X MIA SISTEM PERIODIK UNSUR SANTA ANGELA TAHUN PELAJARAN 2017-2018 1 SISTEM PERIODIK UNSUR A. Perkembangan Sistem Periodik Unsur Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur
SOAL TENTANG SISTEM PERIODIK UNSUR DAN JAWABANNYA
SOAL TENTANG SISTEM PERIODIK UNSUR DAN JAWABANNYA 1. Kelompok unsur berikut yang semuanya bersifat logam yaitu.... a. Emas, seng, dan Karbon b. Besi, nikel dan belerang c. Fosfor, oksigen dan tembaga d.
MASSA ATOM,MASSA ATOM RELATIF dan KONFIGURASI ELEKTRON
Pertemuan ke... MODUL 2 MASSA ATOM,MASSA ATOM RELATIF dan KONFIGURASI ELEKTRON Standar Kompetensi : : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia Kompetensi Dasar : 1.1.Memahami
1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah.
TUGAS Jawablah soal-soa berikut dengan tepat dan benar. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah. A. Dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasi makin kecil.
DAFTAR PUSTAKA. 1. Dra. Sukmriah M & Dra. Kamianti A, Kimia Kedokteran, edisi 2, Penerbit Binarupa Aksara, 1990
DAFTAR PUSTAKA 1. Dra. Sukmriah M & Dra. Kamianti A, Kimia Kedokteran, edisi 2, Penerbit Binarupa Aksara, 1990 2. Drs. Hiskia Achmad, Kimia Unsur dan Radiokimia, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, 2001 3.
BAB 2 STRUKTUR ATOM PERKEMBANGAN TEORI ATOM
BAB 2 STRUKTUR ATOM PARTIKEL MATERI Bagian terkecil dari materi disebut partikel. Beberapa pendapat tentang partikel materi :. Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu materi
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB VI IKATAN KIMIA
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 7 BAB VI IKATAN KIMIA Sebagian besar partikel materi adalah berupa molekul atau ion. Hanya beberapa partikel materi saja yang berupa atom. 1)
Sifat Listrik Dielektrik
Sifat Listrik Dielektrik Sudaryatno Sudirham Berbeda dari konduktor, dielektrik ini tidak memiliki elektron-bebas yang dapat bergerak dengan mudah didalam material; elektron dalam dielektrik merupakan
SISTEM PERIODIK UNSUR
BAB 2 SISTEM PERIODIK UNSUR A. Perkembangan Sistem Periodik Unsur Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan
Struktur Atom dan Sistem Periodik
Struktur Atom dan Sistem Periodik Struktur Atom Elektron Inti Atom Gelombang Radiasi Elektromagnet Model Bohr untuk atom Hidrogen Teori Gelombang Elektron Prinsip Ketidakpastian Heisenberg Model Quantum
1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah.
TUGAS Jawablah soal-soa berikut dengan tepat dan benar. 1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah. A. Dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasi makin
MASSA ATOM,MASSA ATOM RELATIF DAN KONFIGURASI ELEKTRON
MASSA ATOM,MASSA ATOM RELATIF DAN KONFIGURASI ELEKTRON MODUL 2 Pertemuan ke... MASSA ATOM,MASSA ATOM RELATIF dan KONFIGURASI ELEKTRON Standar Kompetensi : : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik
SIFAT SIFAT ATOM DAN TABEL BERKALA
SIFAT SIFAT ATOM DAN TABEL BERKALA 1. Hukum Berkala dan Tabel Berkala SIFAT SIFAT HUKUM BERKALA Sifat - sifat hukum berkala melibatkan sifat yang di kenal sebagai volume atom yang dimana bobot atom suatu
IKATAN KIMIA Isana SYL
IKATAN KIMIA Isana SYL IKATAN KIMIA Kebahagiaan atom Konfigurasi i elektronik stabil Konfigurasi elektronik gas mulia / gas lamban (Energi ionisasi relatif besar dan afinitas elektron relatif kecil) Ada
IKATAN KIMIA DALAM BAHAN
IKATAN KIMIA DALAM BAHAN Sifat Atom dan Ikatan Kimia Suatu partikel baik berupa ion bermuatan, inti atom dan elektron, dimana diantara mereka, akan membentuk ikatan kimia yang akan menurunkan energi potensial
! " "! # $ % & ' % &
Valensi ! " "! # $ % & ' %& # % ( ) # *+## )$,) & -#.. Semua unsur memiliki bilangan oksidasi +1 Semua unsur memiliki bilangan oksidasi +2 Semua unsur memiliki bilangan oksidasi +3. Tl juga memiliki bilangan
Struktur atom. Bagian terkecil dari materi disebut partikel. Beberapa pendapat tentang partikel materi :
Struktur atom A PARTIKEL MATERI Bagian terkecil dari materi disebut partikel. Beberapa pendapat tentang partikel materi : Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu materi dibagi
LAMPlRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2015 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN DALAM
LAMPlRAN II ES PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2015 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN DALAM PENGANGKUTAN ZAT RADIOAKTIF NILAI DASAR RADIONUKLIDA Aktinium (89) (nom or atom)
BAB I STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR
BAB I STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR A. STANDAR KOMPOTENSI 1 : Mendeskripsikan struktur atom,sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. B. KOMPETENSI
BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB I STRUKTUR ATOM
BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB I 1. Suatu partikel X memiliki 16 proton, 16 neutron, dan 18 elektron. Partikel tersebut dapat dikategorikan sebagai A. Anion X bermuatan -1
Ikatan Kimia dan Struktur Molekul. Sulistyani, M.Si.
Ikatan Kimia dan Struktur Molekul Sulistyani, M.Si. Email: [email protected] Pendahuluan Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut : - atom yang 1 melepaskan
KATA PENGANTAR BANDUNG, DESEMBER 2002 TIM KONSULTAN KIMIA FPTK UPI
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2002 KATA PENGANTAR Pendidikan Menengah
SISTEM PERIODIK UNSUR
SISTEM PERIODIK UNSUR Abad 18, baru 51 unsur diketahui (gas mulia belum ditemukan) John Newland (1864) : Penyusunan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Di alam ada 109 unsur, bagaimana penyusunan
C. Reaksi oksidasi reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Bilangan Oksidasi (biloks)
97 Nama : Kelompok : Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X 5 /2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit. Materi pokok : Konsep Redoks Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit
PENGANTAR KIMIA INDUSTRI _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA
PENGANTAR KIMIA INDUSTRI _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA 1. Pengukuran Ilmiah 2. Teori Atom 3. Tabel Periodik 4. Molekul dan
IKATAN KIMIA. RATNAWATI, S.Pd
IKATAN KIMIA RATNAWATI, S.Pd Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya Menggambarkan susunan elektron
Bab I Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum
Bab I Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum Model atom Rutherford Model atom Schrodinger Model atom Bohr Sumber: Encarta Encclopedia, 005 Teori atom berkembang mulai dari teori atom Rutherford, Bohr, sampai
K13 Revisi Antiremed Kelas 10 KIMIA
K13 Revisi Antiremed Kelas 10 KIMIA Persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Doc Name: RK13AR10KIM01PAS Version : 2016-11 halaman 1 01. Pernyataaan berikut yang tidak benar (A) elektron ditemukan
STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR
STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR 1. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron. 1. Proton : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan
BAB 2. Pada bab struktur atom dan sistem periodik unsur, Anda sudah mempelajari bahwa. Ikatan Kimia. Kata Kunci. Pengantar
Kimia X SMA 43 BAB 2 Ikatan Kimia Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu: 1 Menjelaskan pengertian ikatan kimia 2 Menyebutkan macam-macam ikatan kimia 3 Menjelaskan proses
LEMBARAN SOAL 7. Sat. Pendidikan. Pilihlah Satu Jawaban yang Palin Tepat 1. Perhatikan bagan percobaan penghamburan sinar alfa berikut:
Mata Pelajaran Sat. Pendidikan Kelas / Program LEMBARAN SOAL 7 : Kimia : SMA : X / INTI PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan
kimia REVIEW I TUJUAN PEMBELAJARAN
KTSP kimia K e l a s XI REVIEW I TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami teori atom mekanika kuantum dan hubungannya dengan bilangan
MEDIA POWERPOINT MATERI KIMIA SISTEM PERIODIK UNSUR RANGKUMAN MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR
MEDIA POWERPOINT MATERI KIMIA SISTEM PERIODIK UNSUR Berikut adalah media pebelajaran berupa powerpoint dari materi kimia sistem periodik unsur. RANGKUMAN MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR SISTEM PERIODIK UNSUR
Ze r. sin. Operator Hamiltonian untuk atom polielektron dengan x elektron: (spin-orbit coupling diabaikan): Ze r
ˆ H E Operator Hamiltonian untuk atom hidrogen: H 1-elektron Operator Hamiltonian untuk atom polielektron dengan x elektron: (spin-orbit coupling diabaikan): H x-elektron Persamaan Schrödinger untuk atom
kimia Kelas X REVIEW I K-13 A. Hakikat Ilmu Kimia
K-13 Kelas X kimia REVIEW I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami hakikat ilmu kimia dan metode ilmiah. 2. Memahami teori atom dan
Bab V Ikatan Kimia. B. Struktur Lewis Antar unsur saling berinteraksi dengan menerima dan melepaskan elektron di kulit terluarnya. Gambaran terjadinya
Bab V Ikatan Kimia Sebagian besar unsur yang ada di alam mempunyai kecenderungan untuk berinteraksi (berikatan) dengan unsur lain. Hal itu dilakukan karena unsur tersebut ingin mencapai kestabilan. Cara
Yang akan dibahas: 1. Kristal dan Ikatan pada zat Padat 2. Teori Pita Zat Padat
ZAT PADAT Yang akan dibahas: 1. Kristal dan Ikatan pada zat Padat 2. Teori Pita Zat Padat ZAT PADAT Sifat sifat zat padat bergantung pada: Jenis atom penyusunnya Struktur materialnya Berdasarkan struktur
Jilid 1. Penulis : Citra Deliana D.S, M.Si. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.
Jilid 1 Penulis : Citra Deliana D.S, M.Si. Copyright 2013 pelatihan-osn.com Cetakan I : Oktober 2012 Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.com Kompleks Sawangan Permai Blok A5 No.12 A Sawangan, Depok, Jawa
STRUKTUR ATOM. Perkembangan Teori Atom
STRUKTUR ATOM Perkembangan Teori Atom 400 SM filsuf Yunani Demokritus materi terdiri dari beragam jenis partikel kecil 400 SM dan memiliki sifat dari materi yang ditentukan sifat partikel tersebut Dalton
IKATAN KIMIA. Tim Dosen Kimia Dasar FTP
IKATAN KIMIA Tim Dosen Kimia Dasar FTP Sub pokok bahasan: Konsep Ikatan Kimia Macam-macam ikatan kimia KONSEP IKATAN KIMIA Untuk mencapai kestabilan, atom-atom saling berikatan. Ikatan kimia merupakan
STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO
STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO SK DAN KD Standar Kompetensi Mengidentifikasi struktur atom dan sifat-sifat periodik pada tabel periodik unsur Kompetensi
U = Energi potensial. R = Jarak antara atom
IKATAN KRISTAL Zat padat merupakan zat yang memiliki struktur yang stabil Kestabilan sruktur zat padat disebabkan oleh adanya interaksi antara atom membentuk suatu ikatan kristal Sebagai contoh: Kristal
Kegiatan Belajar 4 Kimia Unsur. Menguasai teori aplikasi materipelajaran yang diampu secara mendalam pada materi Kimia Unsur.
1 Kegiatan Belajar 4 Kimia Unsur Capaian Pembelajaran Menguasai teori aplikasi materipelajaran yang diampu secara mendalam pada materi Kimia Unsur. Subcapaian pembelajaran: 1. Menjelaskan sifat unsur golongan
1. Aturan Aufbau. Konfigurasi Elektron. 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p,
Ingattt.. Tabel SPU Konfigurasi Elektron Struktur Lewis t 1. Aturan Aufbau Konfigurasi Elektron 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p, Lanjutan 2. Aturan Hund orbital
BAB FISIKA ATOM. Model ini gagal karena tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan patikel oleh Rutherford.
1 BAB FISIKA ATOM Perkembangan teori atom Model Atom Dalton 1. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi-bagi 2. Atom-atom suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah
3. Manfaat BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. 2. Tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Di alam semesta ini sangat jarang sekali ditemukan atom yang berdiri sendiri, tapi hampir semuanya berikatan dengan dengan atom lain dalam bentuk senyawa, baik senyawa
TEORI ATOM. Ramadoni Syahputra
TEORI ATOM Ramadoni Syahputra STRUKTUR ATOM Teori tentang atom pertama kali dikemukakan oleh filsafat Yunani yaitu Leoclipus dan Democritus, pada abad ke-5 sebelum Masehi. Atom berasal dari kata Yunani:
4. Atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik disebut. a. zat tunggal d. ion b. molekul e. gugus fungsi c. senyawa
1. Dari rumus kimia dibawah ini 1. NH 3 3. SO 2 2. Br 2 4. O 2 Yang menyatakan rumus molekul semyawa adalah a. 1,2, dan 3 d. 4 saja b. 1 dan 3 e. 1,2,3, dan 4 2 dan 4 2. Kadar zat besi yang diperbolehkan
GENTA GROUP in PLAY STORE. Kode Aktivasi Aplikasi: 74DSM. Kode Aktivasi Aplikasi: P859 FPM KIMIA
GENTA GROUP in PLAY STORE CBT UN SMA IPA Aplikasi CBT UN SMA IPA android dapat di download di play store dengan kata kunci genta group atau gunakan qr-code di bawah. CBT Psikotes Aplikasi CBT Psikotes
LAMPIRAN C CCT pada Materi Ikatan Ion
LAMPIRAN C CCT pada Materi Ikatan Ion 1 IKATAN ION A. KECENDERUNGAN ATOM UNTUK STABIL Gas mulia merupakan sebutan untuk unsur golongan VIIIA. Unsur unsur ini bersifat inert (stabil). Hal ini dikarenakan
SOAL. Jawaban : D. Dapat kita lihat bahwa semua unsur diatas merupakan unsur perioda 3 (jumlah
SOAL Perbandingan antara massa 1 atom hidrogen dengan 1/12 massa 1 atom C-12 adalah..... A. Massa 1 atom hidrogen B. massa 1 molekul nitrogen C. massa atom hidrogen D. massa atom relatif hidrogen E. massa
KIMIA DASAR TEKNIK INDUSTRI UPNVYK C H R I S N A O C V A T I K A ( ) R I N I T H E R E S I A ( )
KIMIA DASAR TEKNIK INDUSTRI UPNVYK C H R I S N A O C V A T I K A ( 1 2 2 1 5 0 1 1 3 ) R I N I T H E R E S I A ( 1 2 2 1 5 0 1 1 2 ) Menetukan Sistem Periodik Sifat-Sifat Periodik Unsur Sifat periodik
Bab 1 ZAT PADAT IKATAN ATOMIK DALAM KRISTAL
Bab 1 ZAT PADAT IKATAN ATOMIK DALAM KRISTAL Kekristalan Zat Padat Zat padat dapat dibedakan menjadi: Kristal yaitu bila atom atau molekul penyusun tersusun dalam bentuk pengulangan kontinu untuk rentang
Ikatan kimia. 1. Peranan Elektron dalam Pembentukan Ikatan Kimia. Ikatan kimia
Ikatan kimia 1. Peranan Elektron dalam Pembentukan Ikatan Kimia Ikatan kimia Gaya tarik menarik antara atom sehingga atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan. gol 8 A sangat
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton (bermuatan positif) dan neutron
KIMIA. Sesi KIMIA UNSUR (BAGIAN IV) A. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA. a. Sifat Umum
KIMIA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 12 Sesi NGAN KIMIA UNSUR (BAGIAN IV) A. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA Keteraturan sifat keperiodikan unsur dalam satu periode dapat diamati pada unsur-unsur periode
Tingkat Energi Elektron Dalam Padatan
Tingkat Energi Elektron Dalam Padatan Sudaryatno Sudiram Setela mempelajari bagaimana atom tersusun membentuk padatan, berikut ini kita akan mempelajari elektron dalam padatan. Dalam padatan dengan struktur
Mengenal Sifat Material. Teori Pita Energi
Mengenal Sifat Material Teori Pita Energi Ulas Ulang Kuantisasi Energi Planck : energi photon (partikel) bilangan bulat frekuensi gelombang cahaya h = 6,63 10-34 joule-sec De Broglie : Elektron sbg gelombang
BAB II A. KONSEP ATOM
BAB II STRUKTURR DAN IKATAN ATOM BAB II STRUKTURR DAN IKATAN ATOM A. KONSEP ATOM Semua material tersusun oleh atom atom. Setiap atom terdiri dari inti atom(nukleus) dan elektron seperti ditunjukkann pada
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 BAB I MATERI Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi dapat berupa benda padat, cair, maupun gas. A. Penggolongan
