KATA PENGANTAR. Indralaya, Oktober 2014 Tim Penyusun,
|
|
|
- Sucianty Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1
2 KATA PENGANTAR Buku Panduan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini merupakan pedoman bagi pengelola klinik hukum, tenaga pengajar, dan mahasiswa. Buku ini disusun oleh tim pengelola Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Buku ini memuat sejarah dan perkembangan klinik hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, penjelasan singkat klinik hukum, pedoman pelaksanaan kegiatan klinik hukum, dan tata tertib peserta. Penyusunan buku ini dilakukan melalui diskusi mendalam anggota tim, namun demikian kritik dan saran terhadap kekurangan dan kesalahan yang ada sangat kami harapkan, guna penyempurnaannyadimasa yang akan datang. Pada kesempatan ini Tim Penyusun Buku Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan dalam penulisan buku ini, semoga buku ini bermanfaat bagi yang memerlukannya. Indralaya, Oktober 2014 Tim Penyusun, i 2
3 TIM PENYUSUN Berdasarkan Surat Tugas Dekan Nomor: 1729/UN9.1.2/DT/2014 tanggal 19 September 2014, dibentuk Tim sebagai berikut: Penanggung Jawab Prof. Amzulian Rifai, SH., LL.M., Ph.D Pengarah Meria Utama, SH., LL.M Narasumber H. Fahmi Yoesmar Ar, SH., MS Lusi Apriyani, SH., LL.M Tim Penyusun Dr. H. Ruben Achmad, SH., M.Hum H. Amrullah Arpan, SH., SU Amir Syarifuddin, SH., M.Hum Indah Febriani, SH., M.Hum Agus Ngadino, SH., MH Zulhidayat, SH., MH Hamonangan Albariansyah, SH., MH Artha Febriansyah, SH., MH Administrasi Mimi Susila Mardani, S.Kom Febri Apriansyah, A.Md ii 3
4 SAMBUTAN DEKAN Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memperkenankan kita untuk menyelesaikan penyusunan Buku Panduan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Tahun Akademik 2014/2015. Kami menyambut baik penerbitan buku ini, karena dengan adanya pedoman ini dimungkinkan pengembangan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menjadi lebih baik lagi. Buku Panduan ini merupakan kelengkapan akademik bagi mahasiswa dan civitas akademik lainnya dalam rangka memberikan pedoman bersama untuk kelancaraan kegiatan, pengelolaan dan pengembangan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Penyusun Buku Panduan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Tahun Akademik 2014/2015. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Indralaya, Oktober 2014 Dekan, dto. Prof. Amzulian Rifai, S.H., LL.M., Ph.D NIP iii 4
5 DAFTAR ISI Kata Pengantar... Tim Penyusun... Sambutan Dekan... Daftar Isi... Kalender Klinik Hukum Tahun 2014/ i ii iii iv vii BAB I PENDAHULUAN Sejarah, Perkembangan dan Masa Depan Klinik Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Visi Misi Program Kegiatan Tata Kelola... 3 BAB II KEGIATAN KLINIK HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA Klinik Hukum Peserta Tenaga Pengajar Mitra Pelaksana Output Kegiatan Daya Tampung Pelaksanaan Kegiatan... 8 i. Planning Component... 8 ii. Experiential Component iv 5
6 1.7. Monitoring Komponen Penilaian A. Klinik Pidana i. Tenaga Pengajar ii. Mitra Pelaksana iii. Daya Tampung iv. Komponen Penilaian B. Klinik Perdata i. Tenaga Pengajar ii. Mitra Pelaksana iii. Daya Tampung iv. Komponen Penilaian C. Klinik Lingkungan i. Tenaga Pengajar ii. Mitra Pelaksana iii. Daya Tampung iv. Komponen Penilaian D. Klinik Anti-Korupsi i. Tenaga Pengajar ii. Mitra Pelaksana iii. Daya Tampung iv. Komponen Penilaian Mobile Clinic Peserta Dosen Pembimbing Output Kegiatan Daya Tampung Pelaksanaan Kegiatan v 6
7 2.6. Monitoring Komponen Penilaian Magang Peserta Dosen Pembimbing Daya Tampung Instansi Magang Output Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Monitoring Komponen Penilaian BAB III REKRUITMEN PESERTA Syarat Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi Peserta Distribusi Peserta BAB IV TATA TERTIB PESERTA LAMPIRAN Permohonan Pendaftaran Mengikuti Klinik Hukum / Magang Surat Pernyataan Kartu Kuliah Klinik Hukum/Magang/ Mobile Clinic Jurnal Kegiatan Mahasiswa Pendidikan Hukum Klinis Panduan Penyusunan Proposal Kegiatan Panduan Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan Klinik Hukum Cover Proposal Magang Cover Laporan Kegiatan Lembar Persetujuan Kegiatan Lembar Pengesahan Legal Annotation vi 7
8 Format Legal Annotation Lembar Pengesahan Legal Memorandum Format Legal Memorandum Standard Operational Procedure (SOP) Rekruitmen Peserta Klinik Hukum/Magang Standard Operational Procedure (SOP) Mobile Clinic Satuan Acara Pembelajaran (SAP) Mobile Clinic vii 8
9 KALENDER KLINIK HUKUM T.A 2014/2015 Kalender Akademik Klinik Hukum & Magang Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya No Waktu Kegiatan Keterangan September 2014 Workhop Penyusunan SOP Pengelolaan Klinik Hukum Oktober 2014 Menyusun Manual Book Oktober 2014 Proses editing Manual Book Oktober Finalisasi Manual 2014 Book 5 24 Oktober 2014 Rapat Koordinasi dengan Pengelola Laboratorium Hukum Fakultas Hukum UNSRI dan Pengajar Klinik Oktober & 8 November November - 10 Desember 2014 Persiapan Administrasi Pendaftaran peserta Sosialisasi Klinik Hukum, Mobile Clinic, Magang kepada mahasiswa peserta PLKH Masa Pendaftran Peserta Klinik Hukum, Mobile Clinic dan Magang Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum & Pengelola Lab.Hukum Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum Pengelola Klinik Hukum viii 9
10 9 18 November 2014 Monitoring Klinik Hukum Desember Verifikasi 2014 Administrasi Persyaratan calon 11 1 November - 1 Desember Desember Desember Desember Desember - 3 Januari 2015 peserta Persiapan Administrasi Experiential Component Finalisasi penentuan Mitra/Institusi yang akan bekerjasama dan lokasi yang dituju Persiapan Pembuatan MoU dengan Mitra Rapat Koordinasi dengan Stakeholder yang terkait pelaksanaan Klinik Hukum dan Magang & Penandatanganan MoU dengan Mitra Persiapan akhir administrasi penempatan peserta Tim E2J The Asia Foundation Pengelola Klinik Hukum Mendata, memverifikasi, dan menghubungi mitramitra potensial untuk klinik hukum dan magang; mencari dan menentukan lokasi mobile clinic serta menghubungi kepala desa dari lokasi mobile clinic. Rapat koordinasi dengan dosen pengajar klinik, pembimbing mobile clinic dan magang. Pengelola Klinik Hukum Mengkomunikasikan Experiential Component & Assessment Component Pengelola Klinik Hukum ix 10
11 Januari 2015 Pembekalan mahasiswa peserta klinik dan Magang Januari Februari Februari Februari - 12 Maret 2015 Mulainya kegiatan klinik hukum/magang Progress Report Kegiatan Magang Progress Report Kegiatan Klinik Hukum Monitoring Kegiatan Klinik Hukum dan Magang April 2015 Berakhirnya Kegiatan Klinik Hukum, Mobile Clinic, Magang April - 01 Mei Mei Mei 2015 Penyerahan Hasil Evaluasi dari Mitra dan Institusi terkait Penyerahan Laporan Akhir Penyerahan DPNA ke bagian Akademik Pengelola Klinik Hukum Pelepasan, Pengantaran dan Penempatan Peserta Mahasiswa Mahasiswa Dosen Pembimbing Penjemputan Peserta Klinik Hukum dan Magang oleh Dosen Pembimbing dan Pengelola Klinik Mitra dan Institusi terkait Mahasiswa Dosen Pembimbing Tahapan Rekruitmen Experiential Component (Persiapan dan Implementasi) Monitoring Persiapan pembekalan dan Pelaksanaan pembekalan x 11
12 I. PENDAHULUAN 1. Sejarah, Perkembangan dan Masa Depan Klinik Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Sejak disahkannya Kurikulum 2003 dengan Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya No.2181/PT /c.b.f/2003, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya mulai merintis Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), namun sifat mata kuliah ini masih merupakan mata kuliah pilihan sehingga dapat diganti dengan dua mata kuliah pilihan lain dengan bobot yang sama yaitu 4 (empat) sks. Pada Kurikulum 2008 berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya No.448/H9/PE/2008 tanggal 28 Februari 2008 mata kuliah KKL menjadi mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa dari angkatan Namun demikian, belum ada petunjuk teknis pelaksanaan KKL. Pada 20 Juni 2011, The Asia Foundation (TAF) bekerjasama dengan University of Washington memperkenalkan program Educating & Equipping Tomorrow s Justice Reformers (E2J) yang salah satu kegiatannya adalah klinik hukum. Klinik hukum di sini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan ketrampilan praktis di bidang profesi hukum. Tim E2J The Asia Foundation mengundang delapan fakultas hukum di Indonesia, dan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya adalah salah satu fakultas hukum yang terlibat dalam program tersebut. Sejak saat itulah klinik hukum menjadi alternatif kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa selain KKL. Pada 2012, berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya No.192/UN9/DT.Kep/2012 tanggal 8 Agustus 2012 Klinik Hukum menjadi mata kuliah wajib pilihan selain dari KKL. Pada awal diperkenalkannnya klinik hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya terdapat 4 (empat) klinik hukum yang dikembangkan, yaitu Klinik Pidana, Klinik Perdata, Klinik Lingkungan, dan Klinik 1
13 Anti-Korupsi. Kemudian pada tahun 2014 dikembangkan klinik baru, yaitu mobile clinic dan kegiatan magang. Adapun kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dengan E2J The Asia Foundation berakhir pada Juni 2015.Sehingga untuk menjaga kesinambungan klinik hukum, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya mengambil kebijakan bahwa pentingnya klinik hukum diintegrasikan ke dalam laboratorium hukum. Disamping itu, diadakannya pelatihan pengembangan klinik hukum E2J Clinical Legal Education Training for University and Civil Society Organization Partners, pada tanggal 11 September 2014 kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dengan E2J The Asia Foundation dan pembicara dari University of Washington, ditujukan untuk menjaga keberlangsungan klinik hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dengan melatih tenaga pengajar untuk memiliki pengetahuan tentang pengelolaan dan pengembangan klinik hukum. Dalam perkembangannya, kegiatan klinik hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya tidak hanya mengembangkan 4 (empat) klinik hukum yang ada, namun pada tahun 2014 Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya juga mengembangkan kegiatan mobile clinic dan magang di bawah pengelolaan klinik hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. 2. Visi beretika. Visi dari Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya professional dan 3. Misi 1. Melaksanakan Pendidikan Latihan dan Kemahiran Hukum (PLKH). 2. Melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan praktek menyelesaikan kasus di luar dan di pengadilan. 2
14 3. Melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan praktek menyusun legal memorandum. 4. Melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan praktek bekerja di bidang profesi hukum. 5. Memberikan pengalaman praktek melalui Klinik Hukum/Mobile Clinic/Magang. 4. Program Program yang dilaksanakan oleh Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya adalah Pendidikan, Latihan, dan Kemahiran Hukum (PLKH) dan praktik profesi hukum. 5. Kegiatan Kegiatan dalam Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya meliputi pelatihan dan praktik profesi hukum. 6. Tata Kelola Pengelolaan Klinik Hukum diintegrasikan dengan Pendidikan Latihan dan Kemahiran Hukum (PLKH) di bawah Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.PLKH adalah mata kuliah yang bertujuan untuk membekali mahasiswa di bidang kemahiran. Mata kuliah ini memiliki bobot 10 (sepuluh) SKS dan merupakan prasyarat bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah KKL/Klinik Hukum.Saat ini terdapat 17 (tujuh belas) orang dosen pengajar klinik hukum yang juga merupakan bagian dari pengelola klinik hukum. Kegiatan administrasi pengelolaan klinik hukum di antaranya rekruitmen dan seleksi peserta, persiapan administrasi penempatan peserta, penempatan peserta, serta berkoordinasi dengan mitra pelaksana kegiatan klinik hukum. 3
15 Laboratorium Hukum selain mengelola kegiatan PLKH juga menaungi Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH). Laboratorium Hukum saat ini dikelola oleh personalia sebagai berikut: 1. Ketua : Dr. H. Abdullah Gofar, SH., MH. 2. Bidang PLKH Ketua : Antonius Suhadi AR, SH., MH. Sekretaris : Vera Novianti, SH., M.Hum 3. Bidang KKL& Magang : Mohjan, SH., M.Hum 4. Bidang Klinik Hukum&Mobile Clinic Ketua :H. Amrullah Arpan, SH., SU. 5. Supporting Staff Pelaksana Administrasi :Lusi Apriyani, SH., LL.M. Pembantu Pelaksana : Agus Faisal & Cica Juwita Arfika, SE 4
16 II. KEGIATAN KLINIK HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 1. Klinik Hukum Klinik hukum merupakan mata kuliah praktek yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memiliki pengalaman berpraktik dalam profesi hukum. Klinik hukum telah menjadi mata kuliah wajib pilihan yang berbobot 4(empat)SKS. Fakultas Hukum Univeristas Sriwijaya telah mengembangkan 4 (empat) klinik hukum sejak pendirian awal klinik hukum, yaitu Klinik Pidana, Klinik Perdata, Klinik Lingkungan, dan Klinik Anti-Korupsi Peserta Peserta klinik hukum adalah mahasiswa yang telah menempuh dan lulus mata kuliah PLKH dan lulus tahapan seleksi peserta yang dilaksanakan oleh pengelola klinik Tenaga Pengajar Klinik hukum diasuh oleh dosen pembimbing yang memiliki kompetensi dalam bidang hukum terkait. Dari awal pendirian keempat klinik hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, tiap klinik hukum memiliki 2 (dua) orang dosen pembimbing. Sehingga terdapat 8 (delapan) orang dosen pembimbing secara keseluruhan. Dosen-dosen ini sebelumnya telah mendapatkan beberapa pelatihan terkait pengembangan klinik hukum. Selain itu 8 (kedelapan) dosen ini telah ikut terlibat dalam penyusunan buku teks (text book) bidang klinik hukum masingmasing di bawah pendanaan E2J The Asia Foundation. Buku-buku teks tersebut digunakan dalam proses belajar di klinik hukum. 5
17 Pada tanggal 11 September 2014 diadakan sebuah pelatihan untuk pengajar klinik hukum E2J Clinical Legal Education Training for University and Civil Society Organization Partners dengan pembicara dari University of Washington, Professor Kimberly Ambrosse yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan klinik hukum di University of Washington. Dalam pelatihan ini diikutsertakan delapan pengajar klinik yang telah berkecimpung dalam pengembangan klinik hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya sejak awal pendirian klinik hukum. Selain itu juga dilibatkan 9 (sembilan) orang dosen yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam pengelolaan dan proses mengajar di klinik hukum. Sehingga setelah diadakannya pelatihan tersebut terdapat 18 (delapan belas) orang tenaga pengajar klinik hukum. Untuk tercapainya tujuan belajar mengajar di klinik hukum, maka rasio antara dosen pengajar dan mahasiswa adalah sebagai berikut: Rasio 1:6 untuk klinik hukum yaitu satu orang dosen pengajar klinik membimbing enam orang mahasiswa klinik hukum. Rasio 1:3 untuk mobile clinic yaitu satu orang dosen pembimbing mobile clinic membimbing tiga orang mahasiswa. Rasio 1:3 untuk magang yaitu satu orang dosen pembimbing magangmembimbing tiga orang mahasiswa. Apabila pada kemudian hari terdapat penambahan jumlah dosen pembimbing untuk peserta mobile clinic dan peserta magang, maka rasio dosen pembimbing/pengajar disesuaikan dengan jumlah peserta. 6
18 Adapun tugas dan tanggung jawab dosen pembimbing adalah membekali dan mengarahkan mahasiswa sebelum memulai kegiatan experiential component, membimbing, memonitoring dan mengevaluasi kegiatan Mitra Pelaksana Mitra pelaksana merupakan instansi, institusi, dan organisasi masyarakat yang menjadi tempat pelaksana kegiatan experiential component. Mitra pelaksana diharapkan dapat membantu dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ketrampilan praktis dalam bidang hukum. Untuk melaksanakan tahapan experiential component, Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya sejauh ini telah menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi non-pemerintah dan institusi, yaitu: Woman Crisis Centre (WCC), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, Organisasi Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Palembang dan kantor-kantor advokat yang ada di Palembang. Adapun untuk ke depannya diharapkan dapat bertambahnya jumlah mitra yang bisa bekerjasama dengan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Berikut mitra dan institusi yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan experiential component: - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) - Notaris 1.4. Output Kegiatan Melalui kegiatan klinik hukum diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan praktis dalam bidang profesi hukum. 7
19 1.5. Daya Tampung Jumlah total mahasiswa yang dapat ditampung oleh keempat klinik hukum adalah 102 mahasiswa. Dengan rasio dosen pengajar dan mahasiswa peserta klinik adalah 1:6, maka kapasitas peserta masing-masing klinik disesuaikan dengan jumlah pengajar yang ada Pelaksanaan Kegiatan Proses belajar mengajar di klinik hukum ini meliputi planning component, experiential componentdan evaluasi. i. Planning Component Planning component merupakan tahapan persiapan mahasiswa sebelum berpraktek. Dalam tahapan ini mahasiswa mendapatkan teori berpraktek dan belajar menyiapkan berkas-berkas beracara. Tahapan planning component ini diselenggarakan dalam mata kuliah PLKH dan dalam pembekalan peserta klinik hukum. Mata kuliah PLKH merupakan Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang terdiri dari: 1. Litigasi a. Praktik Peradilan Pidana 2 sks b. Praktik Peradilan Perdata 2 sks c. Praktik Peradilan TUN 2 sks 2. Non-Litigasi a. Perancangan Perundang-undangan 2 sks b. Perancangan Kontrak 2 sks Adapun materi yang harus telah dipelajari peserta klinik dalam tahapan planning component sebelum mereka memulai kegiatan experiential component adalah: 8
20 a. Klinik Pidana - Penjelasan tentang sistem peradilan pidana dan hukum acara pidana. - Perihal penuntutan. - Kewenangan pengadilan untuk mengadili. - Ganti kerugian, rehabilitasi, dan penggabungan gugatan ganti kerugian. - Pemeriksaan disidang pengadilan. - Perihal pembuktian. - Putusan-putusan pengadilan. - Upaya hukum. - Pelaksanaan putusan pengadilan. - Merancang Surat Dakwaan. - Pendampingan dan Pembelaan Perkara oleh Advokat. - Teknis Analisis Putusan Hakim. - Teknik wawancara klien. b. Klinik Perdata - Merancang Surat Kuasa. - Merancang Surat Gugatan. - Merancang Surat Perjanjian. - Teknis Analisis Putusan Hakim/ I.R.A.C method. - Teknik Pemetaan Masalah (Problem Mapping) dan Pendapat Hukum (Legal Opinion). - Etika Profesi Hukum. - Wawancara klien. 9
21 c. Klinik Lingkungan - Pembentukan Lembaga Penyedia Jasa Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup. - Mediasi. - Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). - Izin Lingkungan. - Class action (gugatan perwakilan). - Hak gugat organisasi lingkungan (legal standing). - Citizen lawsuit. - Gugatan PTUN. d. Klinik Anti-Korupsi - Penyalahgunaan wewenang. - Gratifikasi. - Penyuapan. - Tindak Pidana Pencucian Uang. - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. - Penuntutan Tindak Pidana Korupsi. Dalam hal beberapa materi-materi tersebut di atas belum disampaikan atau tidak termasuk dalam mata kuliah PLKH, maka materi-materi tersebut akan disampaikan secara khusus oleh masing-masing dosen pengajar klinik dalam suatu sesi tertentu. ii. Experiential Component Experiential component merupakan tahapan kegiatan praktek mahasiswa yang diselenggarakan di tempat mitra atau institusi dan lokasi yang telah ditunjuk. Di dalam experiential component mahasiswa berpartisipasi 10
22 langsung dalam penanganan kasus hukum di bawah bimbingan mitra. Pelaksanaan experiential component dilakukan dalam tiga puluh dua kali pertemuan. Sebelum pelaksanaan experiential component di tempat mitra, mahasiswa diberikan pembekalan dalam acara pelepasan peserta klinik hukum oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Masing-masing klinik hukum memiliki standard experiential component yang diharapkan dapat dialami oleh mahasiswa selama berada di tempat mitra atau institusi terkait. a. Klinik Pidana - Praktek Etika Profesi Hukum. - Teknis Penyusunan Dakwaan. - Teknis pendampingan tersangka, terdakwa, dan terpidana. - Teknis Penyusunan Pembelaan/Advokasi. - Praktek Peyusunan Administrasi Berkas Perkara. - Praktek Asistensi Beracara di persidangan. b. Klinik Perdata - Merancang Surat Kuasa. - Merancang Surat Gugatan. - Merancang Surat Perjanjian. - Teknis Analisis Putusan Hakim/ I.R.A.C method. - Teknik Pemetaan Masalah (Problem Mapping) dan Pendapat Hukum (Legal Opinion). - Etika Profesi Hukum. - Wawancara klien. 11
23 c. Klinik Lingkungan - Pengajuan gugatan perwakilan (class action). - Pengajuan gugatan oleh organisasi lingkungan (legal standing). - Pengajuan gugatan masyarakat (citizen lawsuit). d. Klinik Anti Korupsi - Penuntutan Tindak Pidana Korupsi. - Proses beracara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. - Examinasi Putusan Hakim dalam Tindak Pidana Korupsi. Setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan experiential component, maka dosen pembimbing dan pengelola klinik hukum melakukan penarikan peserta klinik dari tempat mitra pelaksana. iii. Evaluasi Evaluasi merupakan tahapan aktivitas penilaian oleh dosen pembimbing dan mitra pelaksana terhadap aktivitas yang telah dilakukan mahasiswa peserta klinik selama kegiatan klinik hukum. Komponen penilaian evaluasi akan dibahas dalam paragraf selanjutnya Monitoring Kegiatan monitoring dilakukan oleh dosen pembimbing/pengelola klinik hukum terhadap pelaksanaan kegiatan experiential component. Dalam pelaksanaan monitoring, dosen pembimbing/pengelola klinik hukum mengunjungi tempat mitra pelaksana, atau dapat juga dosen pembimbing mengadakan pertemuan dengan mahasiswa peserta klinik hukum guna mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan experiential component. Monitoring dilakukan paling tidak dalam 1 (satu) kali pertemuan dari total 32 (tiga puluh dua) kali pertemuan kegiatan experiential component. Apabila dipandang 12
24 perlu, maka dosen pembimbing dapat melaksanakan fungsi monitoring lebih dari satu kali Komponen Penilaian Kegiatan penilaian aktivitas mahasiswa dalam mengikuti kegiatan klinik hukum (experiential component) dilaksanakan dosen pembimbing dan mitra terkait. Adapun alat ukur dalam klinik hukum meliputi: kehadiran mahasiswa, jurnal, tes tertulis dari mitra, dan laporan akhir. Berdasarkan instrument penilain yang telah ditetapkan masing-masing klinik, mahasiswa dinyatakan lulus atau tidak lulus dalam mata kuliah klinik hukum. a. Kehadiran Mahasiswa Jumlah kehadiran yang harus dipenuhi mahasiswa dalam experiential component adalah 90% dari total kehadiran yaitu 32 (tiga puluh dua) kali pertemuan. b. Jurnal Jurnal merupakan salah satu instrumen untuk mengukur tercapai atau tidaknya tujuan dari experiential component. Jurnal adalah tulisan yang dibuat mahasiswa yang memuat pengalaman mereka selama menjalani experiential component mencakup aktivitas yang telah mereka laksanakan dan hal-hal yang dipelajari dalam aktivitas-aktivitas tersebut. c. Tes Tertulis Tes tertulis ini diberikan oleh mitra kepada peserta klinik untuk mengukur berhasil tidaknya proses belajar praktek. d. Laporan Akhir Mahasiswa wajib membuat dan mengumpulkan laporan akhir kepada dosen pembimbing yang menjabarkan aktivitas dan pengalaman mereka selama menjalani experiential component. 13
25 Keempat instrumen di atas dinilai oleh dosen pembimbing dan mitra, dengan rincian sebagai berikut: Pemberi Nilai Komponen Prosentase Mitra - Kehadiran 60% - Aktivitas (jurnal) - Tes tertulis Dosen - Laporan akhir 40% A. Klinik Pidana Klinik Pidana merupakan salah satu wadah mahasiswa untuk memperoleh ilmu terapan di bidang hukum pidana. i. Tenaga pengajar Untuk saat ini, terdapat 5 (lima orang) dosen pembimbing dalam klinik pidana, yaitu: 1. Dr. H. Ruben Achmad, SH., M.Hum. 2. Artha Febriansyah, SH., MH. 3. Dr. Hj. Nashriana, SH., M.Hum. 4. Vera Novianti, SH., M.Hum. 5. Henny Yuningsih, SH., M.Hum. ii. Mitra pelaksana Dalam menjalankan experiential component, klinik pidana menjalin kerjasama dengan organisasi Woman Crisis Centre (WCC), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, dan kantor-kantor advokat yang ada di Palembang. iii. Daya Tampung Daya tampung peserta klinik pidana adalah 30 (tiga puluh) orang mahasiswa. 14
26 iv. Komponen Penilaian Dalam Klinik Pidana, penilaian mahasiswa didasarkan pada kehadiran dan keaktifan mahasiswa yang dinilai oleh Mitra, jurnal, dan laporan akhir yang dibuat oleh peserta klinik pidana. B. Klinik Perdata Klinik Perdata merupakan klinik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan imu teori dalam bidang hukum perdata. i. Tenaga pengajar Dosen pembimbing dalam klinik perdata adalah: 1. H. Amrullah Arpan, SH., SU. 2. Hamonangan Albariansyah, SH., MH. 3. Antonius Suhadi AR, SH., MH. 4. Mohjan, SH., M.Hum. ii. Mitra pelaksana Dalam menjalankan experiential component, klinik perdata menjalin kerjasama dengan kantor hukum Bambang Haryanto & rekan dan organisasi PERADI Palembang. Pada semester genap 2014/2015, klinik perdata akan menjalin kerjasama dengan kantor-kantor notaris di Palembang. iii. Daya Tampung Daya tampung peserta klinik perdata adalah 24 (dua puluh empat) orang mahasiswa. iv. Komponen Penilaian Klinik Perdata menyatakan lulus atau tidaknya peserta klinik perdata didasarkan pada tugas-tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing dan mitra, partisipasi mahasiswa minimal 80% dan berdasarkan penilian dari Mitra sendiri mengenai lulus atau tidaknya mahasiswa peserta klinik 15
27 perdata. Instrument penilaian yang digunakan dalam klinik perdata meliputi kehadiran mahasiswa, jurnal, dan tes tertulis dan laporan akhir. C. Klinik Lingkungan Klinik Lingkungan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari cara penyelesaian sengketa lingkungan hidup, pengajuan gugatan perwakilan (class action), hak gugat organisasi lingkungan (legal standing), citizen lawsuit, pembentukan lembaga penyedia jasa penyelesaian sengketa lingkugan hidup, gugatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). i. Tenaga pengajar Klinik Lingkungan ini diasuh oleh empat orang dosen pembimbing, yaitu: 1. Agus Ngadino, SH., MH. 2. Zulhidayat, SH., MH. 3. Akhmad Idris, SH., MH. 4. Vegitya R. Putri, SH., S.Ant., MA., LL.M. ii. Mitra pelaksana Dalam menjalankan experiential component, klinik lingkungan menjalin kerjasama dengan organisasiwahana Lingkungan Hidup (WALHI). Pada semester genap 2014/2015 klinik lingkungan akan menambah kemitraannya yaitu dengan bekerjasama dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). iii. Daya Tampung Daya tampung peserta klinik lingkungan adalah 24 (dua puluh empat) orang mahasiswa. iv. Komponen Penilaian Komponen penilaian dalam klinik lingkungan meliputi jumlah kehadiran mahasiswa, jurnal, dan laporan akhir. 16
28 D. Klinik Anti-Korupsi Klinik Anti-Korupsi merupakan klinik yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pemberantasan korupsi. i. Tenaga pengajar Dosen pembimbing dalam klinik anti-korupsi adalah: 1. Amir Syarifuddin, SH., M.Hum. 2. Indah Febriani, SH., M.Hum. 3. Dr. H. Abdullah Gofar, SH., MH. 4. Suci Flambonita, SH., MH. ii. Mitra pelaksana Dalam menjalankan experiential component, klinik anti-korupsi menjalin kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kedua lembaga terakhir diharapkan dapat mulai bekerjasama dengan Fakultas Hukum Univeristas Sriwijaya pada perkuliahan Semester Genap 2014/2015. iii. Daya Tampung Klinik Anti-Korupsi memiliki kapasitas mahasiswa berjumlah 24 (dua puluh empat) orang. iv. Komponen Penilaian Alat ukur penilaian dalam klinik anti-korupsi meliputi kehadiran mahasiswa, jurnal, dan laporan akhir. 2. Mobile Clinic Mobile clinic merupakan salah satu aktivitas klinik hukum yang memberikan kesempatan kepada mahasiwa di bawah bimbingan dosen pembimbing untuk melakukan aktivitas pemberian konsultasi hukum dan penyuluhan kepada khalayak sasaran yang mempunyai persoalan hukum. Lokasi kegiatan mobile clinic ini adalah 17
29 daerah terdekat dari kampus Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang telah ditentukan oleh pengelola klinik hukum. Kegiatan mobile clinic ini dilakukan mahasiswa secara berkelompok untuk menangani persoalan hukum yang diperoleh dari masyarakat. Dalam kegiatan ini mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan akhir berupa legal memorandum mengenai persoalan hukum yang telah ditangani. Melalui kegiatan mobile clinic ini diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan nilai-nilai keadilan sosial karena dalam kegiatan ini mahasiswa memiliki kesempatan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memberikan akses hukum kepada masyarakat. Mobile clinic menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk menempuh mata kuliah praktek selain dari klinik hukum dan magang. Jumlah bobot mata kuliah ini adalah 4 (empat)sks Peserta Peserta mobile clinic ini adalah mahasiswa yang telah lulus mata kuliah PLKH dan telah lulus tahapan seleksi peserta. Peserta-peserta yang telah lulus seleksi kemudian akan dibagi ke dalam tim -satu tim berjumlah 3(tiga) orang Dosen Pembimbing Dalam kegiatan mobile clinic diperlukan adanya dosen pembimbing yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengawasi, membimbing, dan mengarahkan mahasiswa dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Dosen pembimbing dalam mobile clinic adalah dosen pembimbing klinik hukum atau dosen di luar pengelola klinik yang memiliki keinginan dan komitmen untuk mendampingi mahasiswa selama kegiatan mobile clinic. 18
30 Untuk saat ini dosen pembimbing mobile clinic adalah dosen pembimbing klinik hukum dengan ratio 1:3 atau dengan kata lain satu orang dosen klinik hukum membimbing tiga orang (1 tim) mahasiswa mobile clinic Output kegiatan Dari pelaksanaan kegiatan mobile clinic ini diharapkan mahasiswa memiliki kemahiran berkomunikasi kepada masyarakat secara professional dan beretika melalui pemberian konsultasi hukum. Selain itu setelah mengikuti kegiatan mobile clinic ini meningkatnya kemampuan analisa hukum dan memiliki kemampuan menyusun legal annotation dan legal memorandum Daya Tampung Daya tampung maksimal mobile clinic adalah 51 (lima puluh satu) orang mahasiswa. Jika pada perkembangannya terdapat kelebihan daya tampung untuk klinik hukum dan magang sedangkan kapasitas peserta klinik hukum dan magang telah terpenuhi, maka mahasiswa yang tidak termasuk dalam dua kegiatan tersebut dapat dialihkan ke dalam kegiatan mobile clinic Pelaksanaan Kegiatan Terdapat 13 (tiga belas) tahapan kegiatan dalam mobile clinic yang wajib diikuti oleh mahasiswa peserta mobile clinic. Tiga belas tahapan kegiatan ini setara dengan 32 (tiga puluh dua kali) pertemuan dengan durasi satu kali pertemuan adalah 8 (delapan) jam. Pertama, tahapan pembekalan. Dalam tahapan ini, dosen pembimbing memberikan pembekalan dan pengarahan pelaksanaan kegiatan Mobile Clinic kepada mahasiswa peserta Mobile Clinic yaitu tata carawawancara dan berkomunikasi yang baik, serta review materi planning component. Selain itu dalam tahapan ini, mahasiswa dan dosen pembimbing mengatur jadwal dan teknis 19
31 pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam Mobile Clinic. Tahapan pembekalan ini dilaksanakan dalam 1 (satu) kali pertemuan. Kedua, inventarisir kasus hukum yaitu mahasiswa mengunjungi daerah/ lokasi yang telah dipilih untuk mendata dan mengumpulkan informasi mengenai permasalahan hukum yang dialami masyarakat untuk selanjutnya dikaji dan diberikan nasehat hukum kepada masyarakat yang bersangkutan. Kegiatan inventarisir kasus hukum dilakukan dalam 3 (tiga) kali pertemuan. Ketiga, Identifikasi dan kualifikasi kasus. Dalam tahapan ini mahasiswa melakukan identifikasi permasalahan hukum dan fakta hukum. Selain itu, mahasiswa juga menilai bobot kasus hukum dan manfaat penanganan kasus dalam rangka pengembangan daya analisa hukum mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan dalam 3 (tiga) kali pertemuan. Keempat, verifikasi kasus. Pada kegiatan ini dosen pembimbing menelaah kelayakan kasus dan kelengkapan data kasus yang telah dikumpulkan mahasiswa yang selanjutnya akan diberikan opini hukum terkait kasus tersebut. Verifikasi kasus dilakukan dalam 2 (dua) kali pertemuan. Kelima, presentasi oleh mahasiswa. Presentasi berupa pemaparan oleh mahasiswa peserta mobile clinic mengenai permasalahan hukum yang akan ditangani. Pelaksanaan presentasi dilakukan dalam 1 (satu) kali pertemuan. Keenam, menghimpun kelengkapan berkas. Kegiatan ini berupa menggali fakta hukum dan melengkapi data-data pendukung terkait permasalahan hukum yang ditangani oleh mahasiswa peserta mobile clinic guna selanjutnya diberikan nasihat hukum. Kegiatan penghimpunan kelengkapan berkas ini dilaksanakan dalam 2 (dua) kali pertemuan. Ketujuh, penelitian bahan hukum yang kegiatannya berupa mencari bahan pustaka mengenai aturan-aturan hukum yang dapat membantu mahasiswa menjawab permasalahan hukum yang sedang ditangani dan memberikan pendapat hukum 20
32 terhadap masalah tersebut. Mahasiswa melakukan penelitian bahan hukum dalam 5 (lima) kali pertemuan. Kedelapan, penyusunan legal annotation oleh mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mahasiswa menuangkan analisa hukum setelah melakukan penelitian bahan hukum guna memberikan jawaban hukum terhadap permasalahan hukum yang ditangani. Penyusunan legal annotation ini wajib dilakukan mahasiswa di ruang klinik yang dihitung sebagai office hours mahasiswa yang wajib dipenuhi. Penyusunan legal annotation harus telah rampung dalam waktu 5 (lima) kali pertemuan. Tulisan legal annotation ini selanjutnya diserahkan kepada klien yang bersangkutan. Kesembilan, konsultasi legal annotation. Mahasiswa menyerahkan tulisan hukumnya dalam bentuk legal annotation kepada dosen pembimbing klinik untuk diperiksa dan diberi tanggapan serta masukan. Konsultasi legal annotation dilaksanakan dalam 1 (satu) kali pertemuan. Kesepuluh, revisi legal annotation. Setelah mendapatkan saran perbaikan, mahasiswa melakukan revisi dan penyempurnaan legal annotation. Kegiatan merevisi legal annotation dilaksanakan dalam 3 (tiga) kali pertemuan. Kesebelas, pemberian nasehat hukum kepada klien. Setelah legal annotation direvisi dan disetujui oleh dosen pembimbing, mahasiswa selanjutnya kembali ke lokasi tempat klien bermukim untuk memberikan nasihat hukum dan menyerahkan legal annotation kepada klien yang bersangkutan. Pemberian nasihat hukum kepada klien dilakukan dalam 3 (tiga) kali pertemuan. Keduabelas, penyusunan legal memorandum. Mahasiswa menyusun legal memorandum sebagai laporan akhir. Sama halnya dengan penyusunan legal annotationi, kegiatan ini juga dihitung sebagai office hours sehingga mahasiswa wajib mengerjakannya di ruang klinik. Penyusunan legal memorandum dilaksanakan dalam 2 (dua) kali pertemuan. 21
33 Ketigabelas, paparan akhir. Dalam tahapan ini, mahasiswa menyerahkan legal annotation dan legal memorandum dan kepada dosen pembimbing serta melakukan paparan hasil akhir untuk selanjutnya diberi evaluasi oleh dosen pembimbing. Paparan akhir dilaksanakan dalam 1 (satu)kali pertemuan Monitoring Monitoring dilakukan oleh dosen pembimbing selama berjalannya pelaksanaan kegiatan mobile clinic Komponen Penilaian Mahasiswa peserta mobile clinic akan dinilai oleh dosen pembimbing berdasarkan hasil pengamatannya selama mahasiswa menjalankan kegiatan, legal annotation dan legal memorandum yang dibuat, serta berdasarkan hasil feedback dari klien yang bersangkutan. 3. Magang Magang merupakan salah satu mata kuliah praktek pilihan selain dari klinik hukum dan mobile clinic. Dalam kegiatan magang mahasiswa belajar, mengamati, dan berpartisipasi dalam aktivitas kerja dalam bidang profesi hukum. Sama halnya dengan klinik hukum dan mobile clinic, mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib pilihan dengan bobot 4 (empat)sks. Pelaksanaan kegiatan magang dilakukan pada semester ganjil dan genap dalam waktu 32 (tiga puluh dua) kali pertemuan. Dalam tahapan pendaftaran, mahasiswa yang ingin mendaftar dalam kegiatan magang diwajibkan membuat proposal kegiatan. Kemudian pada akhir kegiatan, mahasiswa diwajibkan menyerahkan laporan akhir kegiatan. 22
34 3.1. Peserta Peserta magangini adalah mahasiswa yang telah lulus mata kuliah PLKH dan telah lulus tahapan seleksi peserta Dosen Pembimbing Dosen pembimbing dalam kegiatan magang adalah dosen pembimbing klinik hukum atau dosen pembimbing akademik dan dosen di luar pengelola klinik yang memiliki keinginan dan komitmen untuk mendampingi mahasiswa selama kegiatan mobile clinic. Tugas dan tanggung jawab dosen pembimbing adalah membekali dan membimbing mahasiswa magang serta memonitoring kegiatan magang Daya Tampung Daya tampung maksimal kegiatan magang adalah 87 (delapan puluh tujuh) orang mahasiswa Instansi Magang Berikut adalah nama-nama instansi dan daya tampung masing-masing instansi. Institusi Biro/Bagian Kapasitas Min. Maks. Bank Bank Sumsel 2 3 Bank Mandiri 2 3 Bank BRI 2 3 Bank BNI 2 3 Bank Indonesia (BI) 2 3 Yayasan Lembaga Organisasi Non- Konsumen Pemerintah Indonesia (YLKI) 2 3 Lembaga Negara Non-Kementrian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
35 Pemprov. Sumatera Selatan Pemerintah Kota Palembang Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Pemerintah Kabupaten Banyuasin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Biro Hukum 2 3 Asisten 1 Bid. Pemerintahan 2 3 Kesatuan Bangsa 2 3 Biro Hukum 2 3 Biro Pemerintahan 2 3 Biro Hukum 2 3 Biro Pemerintahan 2 3 Biro Hukum 2 3 Biro Pemerintahan 2 3 Kantor Wilayah Palembang Kementrian 2 3 Hukum & HAM Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas I 2 3 Palembang Lembaga Pemasyarakatan Wanita Palembang Rumah Tahanan Klas 1 Palembang 2 3 Kantor Imigrasi Palembang 2 3 KPU Provinsi Sumatera Selatan 2 3 KPU Kota Palembang 2 3 KPU Kabupaten Ogan Ilir 2 3 KPU Kabupaten Banyuasin
36 DPRD Sekretariat Dewan DPRD Provinsi 2 3 Sumatera Selatan Sekretariat Dewan DPRD Kota 2 3 Palembang Sekretariat Dewan DPRD Kabupaten 2 3 Ogan Ilir Kejaksaan Kejaksaan Negeri 2 3 Kejaksaan Tinggi 2 3 Pengadilan Pengadilan Negeri Klas IA 2 3 Pengadilan Tinggi Palembang 2 3 Pengadilan Tata Usaha Negara 2 3 Perusahaan PT. Pupuk Sriwijaya 2 3 Palembang (Pusri) PT. Semen Baturaja (Persero) 2 3 BUMN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) 2 3 Badan Pertanahan Nasional Kepolisian PERTAMINA 2 3 Kantor Pertanahan Kota Palembang 2 3 Kantor Pertanahan Wilayah Ogan Ilir 2 3 Kantor Pertanahan Wilayah 2 3 Banyuasin Kepolisian Resort Kota Palembang Kementrian Luar Negeri
37 3.5. Output kegiatan Dengan mengikuti kegiatan magang, diharapkan mahasiswa dapat memahami metode dan cara bekerja serta etika kerja profesi hukum Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan magang sepenuhnya dilakukan mahasiswa di instansi magang. Namun sebelum dimulainya kegiatan magang, mahasiswa wajib untuk mengikuti pembekalan dan pengarahan. Kegiatan magang dilaksanakan selama 32 (tiga puluh dua kali) pertemuan. Pada akhir kegiatan, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan laporan akhir Monitoring Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh dosen pembimbing dengan mengadakan kunjungan ke instansi magang Komponen Penilaian Penilaian dari aktivitas magang dilakukan oleh instansi terkait dan dosen pembimbing. Penilaian dari instansi magang dilakukan berdasarkar indikator penilaian yang telah disiapkan oleh pihak fakultas. Selain itu, kehadiran mahasiswa juga menjadi salah satu alat ukur penilaian dalam kegiatan magang. 26
38 III. REKRUITMEN PESERTA Rekruitmen peserta klinik hukum/mobile clinic/magang merupakan tahapan awal calon peserta klinik hukum/magang untuk mengikuti klinik hukum/magang. Proses rekruitmen ini dilaksanakan oleh pengelola klinik hukum. 1. Syarat Untuk dapat mengikuti mata kuliah klinik hukum, mahasiswa diwajibkan telah lulus mata kuliah PLKH. Dalam proses rekruitmen mahasiswa diharuskan untuk melengkapi syarat administrasi yang telah ditetapkan yaitu: a. menyerahkan KRS yang mencantumkan Mata Kuliah PLKH; b. menyerahkan bukti setor pembayaran klinik hukum/magang; c. mengisi formulir pendaftaran; dan d. menyerahkan foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar. e. membuat surat pernyataan bersedia mengikuti kegiatan-kegiatan dalam klinik hukum dan bersedia mematuhi semua ketentuan terkait pelaksanaan Klinik Hukum/Magang. 2. Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi Peserta Dalam proses rekruitmen peserta klinik hukum/mobile clinic/magang, mahasiswa menyerahkan syarat adminstrasi ke pengelola klinik untuk selanjutnya pengelola klinik melakukan verifikasi administrasi klinik. Setelah melalui tahapan verifikasi, pengelola klinik mendata jumlah masing-masing calon peserta klinik hukum/mobile clinic/magang berdarsarkan pilihan masing-masing mahasiswa. Namun apabila jumlah mahasiswa peminat klinik hukum melebihi kapasitas yang tersedia, maka pengelola klinik dapat melaksanakan mekanisme seleksi peserta. 27
39 Penyeleksian calon peserta klinik hukum yang pertama didasarkan pada pilihan klinik yang linear dengan program kekhususan (PK) dari mahasiswa bersangkutan. Sebagai contoh, mahasiswa dengan PK Pidana lebih diutamakan untuk diterima dalam Klinik Pidana dibandingkan dengan mahasiswa dari PK Perdata yang memilih untuk mengambil klinik pidana. Apabila setelah pengelola klinik melakukan mekanisme pengelompokkan mahasiswa berdasarkan PK, tetap terdapat kelebihan jumlah calon peserta klinik hukum tertentu, maka pengelola klinik berhak melakukan proses seleksi melalui interview. Melalui proses interview, pengelola klinik menilai keseriusan dan kemampuan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan klinik yang telah ia pilih. Pengelola klinik dapat mengambil kebijakan untuk mengalihkan mahasiswa ke kegiatan magang atau mobile clinic apabila berdasarkan penilaiannya mahasiswa yang bersangkutan belum berkompeten untuk mengikuti kegiatan klinik atau memiliki potensi yang dapat disalurkannya melalui kegiatan magang atau mobile clinic. Tetapi jika setelah mekanisme seleksi berdasarkan PK kapasitas dalam klinik hukum masih tersedia, maka mahasiswa di luar PK linear klinik dapat ditambahkan dengan diprioritaskan untuk mahasiswa di atas semester delapan. 3. Distribusi Peserta Distribusi peserta merupakan tahapan kegiatan setelah didapatkan jumlah pasti mahasiswa peserta klinik hukum/mobile clinic/magang dan sebelum dimulainya kegiatan. Dalam tahapan ini, pengelola klinik mendata dan menghubungi mitra yang akan terlibat dalam kegiatan klinik hukum/mobile clinic/magang. Kemudian pengelola klinik menyiapkan kelengkapan berkas dan administrasi pendistribusian peserta. Selanjutnya jika berkas-berkas yang diperlukan telah siap, maka pengelola klinik bersama dosen pembimbing dapat menyerahkan mahasiswa peserta ke mitra terkait. 28
40 IV. TATA TERTIB PESERTA Untuk menanamkan jiwa professional dan beretika kepada mahasiswa, maka perlu dibuat serangkaian aturan terkait pelaksanaan kegiatan klinik hukum/mobile clinic/magang yang harus ditaati dan diikuti oleh peserta kegiatan. 1. Mahasiswa harus berpakain rapi dan bersih. Dilarang memakai baju kaos dan sandal. 2. Mahasiswa harus memakai tanda pengenal yang telah disiapkan oleh pengelola klinik. 3. Mahasiswa harus mengikuti kegiatan klinik/mobile clinic/magang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 4. Mahasiswa wajib menaati kode etik dan aturan yang diberlakukan di tempat mitra pelaksana. 5. Mahasiswa dilarang membicarakan, membahas, memberitahukan kepada orang lain mengenai kasus yang telah dan sedang ditangani. 6. Mahasiswa dilarang membicarakan, menceritakan, memberitahukan kepada orang lain mengenai informasi dan data pribadi klien tanpa persetujuan klien. 7. Mahasiswa boleh membicarakan, membahas, menceritakan, memberitahukan kepada dosen pembimbing dan teman sesama peserta klinik hukum/mobile clinic dalam konteks berdiskusi di kelas. 8. Mahasiswa dilarang membawa berkas dan dokumen terkait kasus dan klien ke luar area klinik. 9. Mahasiswa dilarang membahas kasus atau identitas klien di ruang terbuka publik. 29
41 LAMPIRAN 30
42 PERMOHONAN PENDAFTARAN MENGIKUTI KLINIK HUKUM / MAGANG Yth. Pembantu Dekan I C.q Ketua Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya di- Indralaya Yang bertanda tangan di bawah ini : N a m a :... N I M :... Program Kekhususan :... Semester :... Alamat Rumah : Telp/Hp :... Alamat ... Dengan ini mengajukan permohonan untuk mengikuti*) Klinik Hukum Pidana Klinik Hukum Perdata Mobile Clinic Klinik Hukum Lingkungan Klinik Hukum Anti Korupsi Magang di... Semester... Tahun Akademik..., adapun alasan saya mengambil Klinik Hukum/Magang ini adalah (Mengapamembutuhkan): sebagai bahan pertimbangan bersama ini dilampirkan: 1. Bukti Setor pembayaran biaya Klinik Hukum/Magang Rekening Rektor : ; 2. KRS yang mencantumkan Mata Kuliah PLKH; 31
43 3. Foto berwarna 4 x 6 sebanyak 4 lembar; dan 4. Pernyataan bersedia mematuhi semua ketentuan terkait pelaksanaan Klinik Hukum/Magang. Demikian permohonan ini saya ajukan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Mengetahui: Pembimbing Akademik, Inderalaya,.20.. Hormat Saya, ( ) NIP Foto 4 x 6 ( ) NIM *) Pilih salah satu 32
44 SURAT PERNYATAAN Saya yang bertandatangan di bawahini: N a m a :... N I M :... Program Kekhususan :... Semester :... Alamat Rumah : Telp/Hp :... Alamat ... Menyatakan bersediauntuk: 1. mengikutisemuakegiatandalamklinikhukum 2. mentaatisemuaperaturanklinikhukum. 3. menjunjungtinggikodeetikdanprofesihukum. 4. mentaatiperaturandankodeetik yang berlaku di mitraklinik. Demikiansuratpernyataaninisayabuatdengansebenar-benarnya...., Yang menyatakan, (..) 33
45 KARTU KULIAH KLINIK HUKUM/MAGANG/MOBILE CLINIC*) Nama Mata Kuliah : KKL / KLINIK HUKUM Kode Mata Kuliah : HUK31208 Bobot SKS : 4 Jumlah Pertemuan : 32 Kali Nama Mahasiswa :... Nomor Induk Mahasiswa :... Tempat/Lokasi Klinik : No Pertemuan Ke- Hari/Tang gal Kegiatan 1. I Pembekalan 2. II 3. III 4. IV 5. V 6. VI 7. VII 8. VIII 9. IX 10. X 11. XI 12. XII 13. XIII 14. XIV 15. XV 16. XVI 17. XVII 18. XVIII 19. XIX 20. XX 21. XXI Capaian Tanda Tangan Penanggungjawab Lokasi 34
46 22. XXII 23. XXIII 24. XXIV 25. XXV 26. XXVI 27. XXVII 28. XXVIII 29. XXIX 30. XXX 31. XXXI 32. XXXII Penyerahan Laporan Akhir Mengetahui: Dosen Pembimbing,..., Penanggungjawab Lokasi, NIP... NIP... *) Tulis sesuai kebutuhan 35
47 JURNAL KEGIATAN MAHASISWA PENDIDIKAN HUKUM KLINIS (CLINICAL LEGAL EDUCATION) KLINIK HUKUM PERDATA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA Nama Mahasiswa :... NIM :... Instruktur Pendamping :... Dosen Pendamping :... Lokasi :... No. Tanggal Materi/Catatan Paraf Instruktur Catatan: 1. Jumlah lembar jurnal/pertemuan dibuat secara individual oleh peserta. 2. Peserta wajib membuat resume hasil kegiatan. 36
48 PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL KEGIATAN I. Halaman judul II. III. IV. Daftar isi Latar belakang Menjabarkan alasan memilih kegiatan terkait. Tujuan kegiatan V. Manfaat kegiatan VI. Menjabarkan manfaat yang diperoleh melalui kegiatan terkait. Rencana Implementasi Kegiatan a. Deskripsi Kegiatan b. Durasi Kegiatan c. Tempat Pelaksanaan Kegiatan d. Metode Pelaksanaan Kegiatan e. Rencana Kerja Jadwal kegiatan (Time Table) Aktivitas Jadwal Implementasi Mulai Selesai Ket Ket VII. Pelaksana Kegiatan VIII. Instrumen pendukung - Sarana & prasarana - Pihak yang terlibat IX. Hasil yang diharapkan X. Indikator keberhasilan XI. Penutup 37
49 PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN KLINIK HUKUM I. Halaman Judul Laporan Akhir Kegiatan II. Halaman Pengesahan III. Daftar Isi IV. Pendahuluan - Menjelaskan secara singkat klinik hukum yang diambil, - Mencantumkan tanggal dimulai dan berakhirnya kegiatan klinik - Mencantumkan nama pelaksana kegiatan - Mencantumkan nama mitra pelaksana kegiatan V. Pelaksanaan Kegiatan - Menjelaskan kegiatan Experiential Component yang telah dilakukan - Mencantumkan jadwal kegiatan (time table) VI. Capaian Kegiatan - Menjabarkan manfaat yang telah diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan. - Apakah terdapat peningkatan kemahiran hukum setelah mengikuti klinik hukum? Jelaskan. VII. Evaluasi dan Hasil pengamatan - Menjabarkan hal-hal yang telah dipelajari dalam kegiatan klinik hukum. - Menceritakan dan menjelaskan hasil pengamatan selama menjalani kegiatan klinik hukum. Apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan teoriteori hukum yang ada. - Apakah terdapat hambatan dan masalah dalam pelaksanaan kegiatan? - Saran-saran untuk perbaikan VIII. Referensi - Literature IX. Lampiran 2,5 cm Format Penulisan: Ukuran Kertas : Quarto/Letter Batas Tepi : Atas = 2,5 cm; Bawah = 2,5 cm; Kiri = 4 cm; dan Kanan = 2,5 cm Tulisan : Time New Roman Ukuran Font : 12 Spasi : 2 Spasi Jumlah Halaman : Halaman 4 cm Quarto/Letter 2,5 cm 2,5 cm 38
50 Halaman Depan PROPOSAL MAGANG [INSTANSI/LOKASI]* Dibuat oleh: Nama :... NIM :... Dibimbing oleh:.. NIP Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Tahun... 39
51 Halaman Depan LAPORAN KEGIATAN [NAMA KLINIK/MAGANG] [INSTANSI/LOKASI]* Dibuat oleh: Nama :... NIM :... Dibimbing oleh:.. NIP Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Tahun... 40
52 Lembar Persetujuan PROPOSAL KEGIATAN MAGANG [INSTANSI/LOKASI]* Dibuat oleh: Nama :... NIM :......,20... Mengetahui, Kepala Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (.....) 41
53 Lembar Persetujuan Laporan Kegiatan LAPORAN KEGIATAN [NAMA KLINIK/MAGANG] [INSTANSI/LOKASI]* Dibuat oleh: Nama :... NIM :......,20... Disetujui oleh: Dosen pembimbing Disahkan oleh [Instansi] Tanda tangan dan Stempel (.....) (.....) 42
54 Lembar Pengesahan LEGAL ANNOTATION Dibuat oleh: Nama :... NIM :......,20... Disahkan oleh: Dosen Pembimbing, Diserahkan kepada: Klien, (..) ( ) Mengetahui Pembantu Dekan I, (....) 43
55 LEGAL ANNOTATION (Tempat, Tanggal) No. Kepada Yth.,.. Di- Subjek: Legal Annotation Terkait. Dengan hormat, Sehubungan dengan adanya.. (permasalahan), berikut Kami sampaikan kehadapan Bapak / Ibu Legal Annotation terkait dengan permasalahan tersebut di atas. Kasus Posisi Masalah Hukum 44
56 Analisa Hukum Kesimpulan dan Saran Format Penulisan: Ukuran Kertas : Quarto/Letter Batas Tepi : Atas = 2,5 cm; Bawah = 2,5 cm; Kiri = 4 cm; dan Kanan = 2,5 cm Tulisan : Time New Roman Ukuran Font : 12 Spasi : 2 Spasi Jumlah Halaman : 12 Halaman 4 cm 2,5 cm Quarto/Letter 2,5 cm 2,5 cm 45
57 Lembar Pengesahan LEGAL MEMORANDUM Dibuat oleh: Nama :... NIM :......,20... Disahkan oleh: Dosen Pembimbing, Diserahkan kepada: Klien, (..) ( ) Mengetahui Pembantu Dekan I, (....) 46
58 LEGAL MEMORANDUM Kepada :... Dari :... Tanggal :... Perihal :... Kasus Posisi Masalah Hukum Jawaban Singkat Penelusuran Bahan Hukum Analisis Hukum 47
59 Opini Hukum Rekomendasi Hukum Format Penulisan: Ukuran Kertas : Quarto/Letter Batas Tepi : Atas = 2,5 cm; Bawah = 2,5 cm; Kiri = 4 cm; dan Kanan = 2,5 cm Tulisan : Time New Roman Ukuran Font : 12 Spasi : 2 Spasi Jumlah Halaman : 12 Halaman 4 cm 2,5 cm Quarto/Letter 2,5 cm 2,5 cm 48
60 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE ( S O P ) REKRUITMEN PESERTA KLINIK HUKUM/MAGANG A. Deskripsi Rekruitmen peserta klinik hukum/magang merupakan tahapan awal calon peserta klinik hukum/magang untuk mengikuti klinik hukum/magang. B. Tujuan Rekruitmen peserta klinik hukum/magang bertujuan untuk mendapatkan mahasiswa peserta klinik hukum/magang. C. Pelaksana dan Aktivitasnya - Administrator klinik hukum/laboratorium hukum. - Bagian akademik. D. Acuan Buku Pedoman Akademik Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. E. Mekanisme Pelaksanaan a. Mahasiswa melengkapi persyaratan pendaftaran peserta klinik hukum/magang yaitu: - menyerahkan KRS yang mencantumkan Mata Kuliah PLKH; - menyerahkan bukti setor pembayaran klinik hukum/magang; - mengisi formulir pendaftaran; dan - menyerahkan foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar. 49
61 - membuat surat pernyataan bersedia mematuhi semua ketentuan terkait pelaksanaan Klinik Hukum/Magang. b. Mahasiswa menyerahkan berkas kelengkapan administrasi pendaftran ke administrator klinik hukum/laboratorium hukum. c. Administrator klinik hukum/laboratorium hukum memeriksa kelengkapan administrasi. d. Administrator klinik hukum/laboratorium hukum mendata peserta klinik hukum/magang yang lulus seleksi administrasi. F. Diagram Mekanisme Pelaksanaan Mahasiswa melengkapi berkas pendaftaran Mahasiswa menyerahkan berkas pendaftaran Pemeriksaan kelengkapan berkas pendaftaran Administrator melakukan: Pendataan peserta klinik hukum/magang 50
62 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (S O P ) MOBILE CLINIC A. Deskripsi Mobile clinic merupakan salah satu aktivitas klinik hukum yang memberikan kesempatan kepada mahasiwa di bawah bimbingan dosen pembimbing untuk melakukan edukasi, konsultasi hukum dan advokasi kepada masyarakat yang mempunyai persoalan hukum. B. Tujuan Mobile clinic bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar melalui praktek kemahiran hukum melalui pembuatan legal anotasi dan legal memorandum sehingga dapat menjadi lulusan yang memiliki kemampuan analisis hukum, beretika dan profesional. C. Pelaksana dan Aktivitasnya 1. Dosen Memberikan pengarahan dan pembekalan kepada mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan inventarisasi kasus. Memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama melaksanakan kegiatan mobile clinic. Monitoring. Mengevaluasi kinerja mahasiswa selama menjalankan kegiatan dalam mobile clinic. 2. Mahasiswa Menginventarisasi dan mengidentifikasi persoalan hukum. Melakukan penelitian bahan hukum dan dokumen-dokumen terkait persoalan hukum. 51
63 Menyusun legal annotation. Memberikan nasihat hukum kepada masyarakat. Menyusun legal memorandum. D. Acuan Buku Pedoman Akademik Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. E. Tahapan Pelaksanaan Mobile Clinic 1. Pemberian pengarahan dan pembekalan oleh dosen pembimbing. 2. Mahasiswa memulai kegiatan inventarisasi persoalan hukum di lapangan dengan didampingi dosen pembimbing. 3. Mahasiswa mengidentifikasi kasus yang ada dan melakukan kualifikasi terhadap persoalan hukum tersebut. 4. Dosen pembimbing melakukan verifikasi kasus yaitu menilai kelayakan kasus dan kelengkapan informasi dan data kasus yang telah diidentifikasi oleh mahasiswa. 5. Mahasiswa mempresentasikan kasus yang akan ditanganinya. 6. Mahasiswa menghimpun kelengkapan berkas kasus. 7. Mahasiswa melakukan penelitian bahan hukum untuk digunakan menyusun legal annotation. 8. Mahasiswa menyusun legal annotation. 9. Mahasiswa mengkonsultasikan legal annotation tersebut dengan dosen pembimbing. 10. Mahasiswa melakukan revisi dan penyempurnaan legal annotation. 11. Mahasiswa kembali ke lokasi tempat klien bermukim untuk memberikan nasihat hukum dan menyerahkan legal annotation kepada klien yang bersangkutan. 12. Mahasiswa menyusun legal memorandum sebagai laporan akhir. 52
64 13. Mahasiswa menyerahkan legal annotation dan legal memorandum dan kepada dosen pembimbing serta melakukan paparan hasil akhir untuk selanjutnya diberi evaluasi oleh dosen pembimbing. F. Diagram Mekanisme Pelaksanaan Mobile Clinic Pembekalan dan Pengarahan Inventarisasi Kasus Identifikasi dan Kualifikasi Kasus Menghimpun Kelengkapan Berkas Presentasi Verifikasi Kasus Penelitian Bahan Hukum Penyusunan Legal Annotation Konsultasi (LA) Penulisan Legal Memorandum (LM) Pemberian Nasihat Hukum Kpd Klien Revisi (LA) LAPORAN Penyerahan LA &LM Laporan Kegiatan Paparan Akhir 53
65 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Pembekalan SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Pembekalan merupakan tahap awal dari kegiatan Mobile Clinic. Dalam tahapan ini, dosen pembimbing memberikan pembekalan dan pengarahan pelaksanaan kegiatan Mobile Clinic kepada mahasiswa peserta Mobile Clinic yaitu tata carawawancara dan berkomunikasi yang baik, serta mengulang kembali (review) materi planning component. Selain itu, mahasiswa dan dosen pembimbing mengatur jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam Mobile Clinic. C. Standar Kompetensi Mahasiswa memahami tiap-tiap proses dalam mobile clinic, memahami cara berkomunikasi yang baik, beretika dan profesional; memahami teknik wawancara; teknik penulisan legal memorandum, dan teknik penulisan laporan kegiatan. 54
66 D. Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami tugas dan kewajiban selama mengikuti mobile clinic. E. Indikator 1. Tersusunnya kesepakatan waktu kegiatan mobile clinic. 2. Mahasiswa siap melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam mobile clinic. 3. Mahasiswa mengerti dan memahami materi-materi pembekalan yang disampiakan. F. Metode Pembelajaran: Seminar, diskusi. G. Langkah-Langkah Pembelajaran Tahap Kegiatan Kegiatan Dosen Pembimbing Kegiatan Mahasiswa Perkenalan Mengarahkan Mendengarkan, memperkenalkan diri, mencatat, diskusi. Mengatur jadwal Menjelaskan Mendengarkan, mencatat, kegiatan kegiatan dalam berdiskusi. mobile clinic. Mengarahkan. Pembekalan Memberikan Mendengarkan, mencatat, pengarahan tata berdiskusi. cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat., dan teknik wawancara. Review Materi dalam bentuk Focus Group Discussion Mengarahkan Mendengarkan, mencatat, berdiskusi. 55
67 H. Evaluasi Secara lisan. I. Referensi - Pedoman wawancara - Pembuatan legal annotation - Pembuatan legal memorandum - Pembuatan laporan kegiatan 56
68 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Inventarisasi Kasus SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Inventarisir kasus hukum merupakan tahapan kedua dalam kegiatan mobile clinic yaitu mahasiswa mengunjungi daerah/ lokasi yang telah dipilih untuk mendata dan mengumpulkan informasi mengenai permasalahan hukum yang dialami masyarakat untuk selanjutnya dikaji dan diberikan nasehat hukum kepada masyarakat yang bersangkutan. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menginterview klien, melakukan investigasi fakta hukum terhadappermasalahan hukum yang ada. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu berkomunikasi secara baik dan beretika dengan klien dan mampu menggali fakta dan informasi dari klien. 57
69 E. Indikator 1. Mahasiswa dapat mengembangkan pertanyaan secara kreatif dalam menginterview klien. 2. Mahasiswa berhasil mengumpulkan fakta hukum terhadap permasalah hukum yang akan ditangani. F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Pembimbing Ke-1 Perkenalan Mendampingi, mengawasi, mengarahkan Ke-2 Ke-3 Inventarisasi kasus Inventarisasi kasus Inventarisasi kasus Mendampingi, mengawasi, mengarahkan. Mendampingi, mengawasi, mengarahkan. Mendampingi, mengawasi, mengarahkan. Kegiatan Mahasiswa Berkomunikasi dengan masyarakat, menjelaskan kegiatan mobile clinic. Menerima konsultasi hukum. Menginterview klien. Mencatat. Mengumpulkan data dan fakta hukum. Melengkapi data-data. G. Evaluasi Secara lisan. H. Referensi Pedoman wawancara 58
70 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Identifikasi kasus dan kualifikasi SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Identifikasi kasus merupakan tahapan kegiatan dalam mobile clinic setelah proses inventarisasi kasus. Dalam tahapan ini mahasiswa melakukan identifikasi permasalahan hukum dan fakta hukum. Kualifikasikasus adalah tahapan kegiatan dalam mobile clinic setelah proses identifikasi dimana mahasiswa menilai bobot kasus hukum dan manfaat penangan kasus dalam rangka pengembangan daya analisa hukum mahasiswa. Kedua kegiatan ini dilaksanakan di ruang Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. C. Standar Kompetensi 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis permasalahan hukum yang dihadapi klien. 2. Mahasiswa mampu memilah informasi dari klien/ masyarakat sebagai fakta hukum dan bukan fakta hukum. 3. Mahasiswa mampu menilai manfaat penanganan kasus yang ditugaskan dalam rangka mengembangkan kemampuan analisa hukum. 59
71 D. Kompetensi Dasar 1. Mahasiswa mampu mengkategorikan ruang lingkup permasalahan hukum yang ada, misalnya pidana, perdata, lingkungan, administrasi, hukum tata Negara. 2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan hukum dalam kasus tersebut. E. Indikator 3. Mahasiswa mengerti dan memahami masalah hukum yang akan ditangani, serta mampu merumuskan permasalahan hukum dalam kasus tersebut. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan permasalahan hukum yang sedang ditangani kepada supervisor. F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Mahasiswa Ke-1 Identifikasi kasus Menganalisa, mencatat, berdiskusi. Ke-2 Kualifikasi kasus Menganalisa, mencatat, berdiskusi. Ke-3 G. Evaluasi Secara lisan Review hasil identifikasi & kualifikasi Menganalisa, mencatat, berdiskusi. 60
72 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Verifikasi Kasus SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Verifikasi kasus merupakan aktivitas dosen pembimbing menelaah kelayakan kasus dan kelengkapan data kasus yang telah dikumpulkan mahasiswa untuk selanjutnya diberi opini hukum terkait kasus tersebut. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menjelaskan kepada dosen pembimbing kasus yang telah dipilihnya dan pertimbangan memilih kasus tersebut. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memberikan pandangan hukum terhadap kasus yang akan ditangani. E. Indikator Mahasiswa mampu menjelaskan kepada supervisor pandangan hukumnya terhadap kasus yang akan ditanganinya. 61
73 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Dosen Pembimbing Ke-1 Verifikasi kasus Memberikan tanggapan Ke-2 Verifikasi kasus Memberikan tanggapan Kegiatan Mahasiswa Presentasi, mendengarkan, mencatat, berdiskusi. Presentasi, mendengarkan, mencatat, berdiskusi. 62
74 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Presentasi SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Presentasi merupakan kegiatan pemaparan oleh mahasiswa peserta mobile clinic mengenai permasalahan hukum yang akan ditangani. C. Standar Kompetensi Mahasiswa memahami permasalahan hukum yang akan ditangani dan mengerti langkah-langkah yang perlu diambil terkait permasalahan hukum tersebut. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami sebab dan akibat permasalahan hukum tersebut dan mempunyai jawaban awal atas permasalahan hukum tersebut. E. Indikator Mahasiswa mampu memaparkan kronologis permasalahan hukum yang akan ditangani. 63
75 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Tahap Kegiatan Presentasi Kegiatan Dosen Pembimbing Memberikan tanggapan dan masukan. Kegiatan Mahasiswa Memaparkan, mendengarkan, mencatat, bertanya, dan menganalisa. G. Evaluasi Secara lisan 64
76 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Menghimpun Kelengkapan Berkas SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Menghimpun kelengkapan berkas merupakan salah satu kegiatan dalam mobile clinic yang kegiatannya berupa menggali fakta hukum dan melengkapi datadata pendukung terkait permasalahan hukum yang ditangani oleh mahasiswa peserta mobile clinic guna selanjutnya diberikan nasihat hukum. C. Standar Kompetensi Mahasiswa berhasil mengumpulkan berkas-berkas terkait data-data dan informasi mengenai permasalahan hukum yang ditangani. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu melengkapi data-data pendukung terkait permasalahan hukum yang ditangani. E. Indikator Tidak adanya kekurangan berkas pendukung terkait permasalahan hukum yang ditangani 65
77 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Ke-2 Tahap Kegiatan Menghimpun kelengkapan berkas Menghimpun kelengkapan berkas Kegiatan Dosen Pembimbing Membimbing dan memonitor kegiatan. Membimbing dan memonitor kegiatan. Kegiatan Mahasiswa Mencari data, mencatat, menganalisa. Mencari data, mencatat, menganalisa. 66
78 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Penelitian Bahan Hukum SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Penelitian bahan hukum merupakan aktivitas mahasiswa mencari bahan pustaka mengenai aturan-aturan hukum yang dapat membantu mahasiswa menjawab permasalahan hukum yang sedang ditangani dan memberikan pendapat hukum terhadap masalah tersebut. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menganalisa bahan hukum dan memberikan pendapat dan pandangan hukum terhadap kasus klien. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu menemukan literature terkait dengan kasus yang sedang ditangani. E. Indikator 1. Mahasiswa menemukan bahan hukum yang menunjang untuk memberikan pendapat dan pandangan hukum terkait kasus yang ditangani. 67
79 2. Mahasiswa mampu menjelaskan pandangan hukum terhadap kasus yang sedang ditangani. F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Mahasiswa Ke-1 Mencari dan Mengumpulkan Bahan Hukum Riset, mencatat, menganalisa, berdiskusi. Ke-2 Menyeleksi hasil temuan Membaca, mencatat, menganalisa, berdiskusi Ke-3 Membaca dan memahami bahan hukum terkait Membaca, mencatat, menganalisa, berdiskusi Ke-4 Mengkaji hasil penelusuran bahan hukum Membaca, mencatat, menganalisa, berdiskusi Ke-5 Merangkum hasil analisa bahan hukum Membaca, mencatat, menganalisa, berdiskusi 68
80 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Penyusunan Legal Annotation SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Penyusunan Legal Annotation merupakan aktivitas mahasiswa berupa penulisan tulisan hukum dalam bentuk Legal Annotation yang memuat narasi kasus posisi, rumusan masalah hukum dan hasil penelusuran bahan hukum terhadap permasalahan hukum yang ditangani. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu membuat tulisan hukum berupa Legal Annotation. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah hukum dan aturan hukum terkait. E. Indikator 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah hukum. 2. Mahasiswa memahami aturan hukum terkait permasalahan hukum yang ada. 3. Mahasiswa mampu memberikan opini hukum terhadap permasalahan hukum klien secara lugas, jelas, baik, benar, dan sistematis. 69
81 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Mahasiswa Ke-1 Menuliskan kasus posisi Menulis, menganalisa, berdiskusi. Ke-2 Merumuskan masalah hukum Ke-3 Menganalisa hasil penelusuran bahan hukum dengan rumusan masalah hukum Ke-4 Menganalisa dan mendiskusikan nasihat hukum untuk masalah hukum yang ditangani Ke-5 Menyelesaikan dan mengkaji ulang tulisan legal annotation Menulis, menganalisa, berdiskusi. Menulis, menganalisa, berdiskusi. Menulis, menganalisa, berdiskusi. Menulis, menganalisa, berdiskusi. G. Evaluasi Tulisan H. Referensi Pedoman pembuatan legal annotation 70
82 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Konsultasi Legal Annotation SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Konsultasi tulisan legal opinionmerupakan aktivitas mahasiswa menyerahkan tulisan hukum dalam bentuk Legal Annotation kepada dosen pembimbing untuk diperiksa dan diberi tanggapan serta masukan. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mengerti dan memahami penulisan Legal Annotation yang baik dan benar. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mengetahui komponen-komponen dalam tulisan Legal Annotation. E. Indikator 1. Mahasiswa mengerti dan memahami masukan dari dosen pembimbing. 2. Mahasiswa mampu memperbaiki Legal Annotation yang ia buat. 71
83 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Tahap Kegiatan Kegiatan Supervisor Kegiatan Mahasiswa Konsultasi Memberikan tanggapan Mendengarkan, mencatat, dan masukan. bertanya, dan menganalisa. G. Evaluasi Lisan dan Tulisan H. Referensi Pedoman pembuatan legal annotation 72
84 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Revisi Legal Annotation SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Revisi Legal Annotation merupakan aktivitas mahasiswa memperbaiki Legal Annotation yang telah dibuat sesuai dengan masukan dari dosen pembimbing. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menghasilkan Legal Annotation yang baik dan benar. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mengetahui Legal Annotation komponen-komponen yang baik dan benar. E. Indikator Mahasiswa mampu memperbaiki Legal Annotation sesuai dengan masukan dari dosen pembimbing. 73
85 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Mahasiswa Ke-1 Ke-2 Ke-3 Melengkapi bahan hukum/fakta hukum/data Memperbaiki Legal Annotation Menyempurnakan Legal Annotation Mencari data yang diperlukan, mencatat, berdiskusi. Menganalisa, menulis, berdiskusi. Mengakji, menganalisa, mencatat, berdiskusi G. Evaluasi Tulisan H. Referensi Pedoman pembuatan legal annotation 74
86 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Pemberian Nasehat Hukum SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Pemberian nasehat hukum adalah aktivitas mahasiswa menyampaikan secara lisan dan tulisan pendapat dan nasehat hukumnya kepada khalayak sasaran terkait permasalahan hukum yang sedang ditangani. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menyampaikan pendapat hukum dan nasehat hukum secara lugas, beretika, dan profesional kepada klien. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan baik, beretika, dan profesional kepada klien pada saat menyampaikan pendapat hukum dan nasehat hukum. E. Indikator 1. Terjadinya komunikasi timbal-balik antara mahasiswa dengan klien. 2. Klien mengerti dan memahami nasehat hukum yang disampaikan oleh mahasiswa. 75
87 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Ke-2 Ke-3 Tahap Kegiatan Pemberian nasehat hukum Mendengarkan tanggapan/tindak lanjut dari klien Memberikan tanggapan/jawaban hukum Kegiatan Dosen Pembimbing Membimbing, mengarahkan, mengawasi Membimbing, mengarahkan, mengawasi Membimbing, mengarahkan, mengawasi Kegiatan Mahasiswa Berbicara, mendengarkan, mencatat, dan menanggapi. Berbicara, mendengarkan, mencatat, dan menanggapi. Berbicara, mendengarkan, mencatat, dan menanggapi. G. Evaluasi Lisan dan Tulisan 76
88 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Penulisan Legal Memorandum SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Penulisan laporan kegiatanmerupakan aktivitas penulisan tulisan hukum yang dilakukanmahasiswa ke dalam bentuk Legal Memorandum yang memuat narasi kasus posisi, rumusan masalah hukum, jawaban singkat, penelusuran bahan hukum, analisis hukum, pendapat hukum, dan rekomendasi hukum terhadap kasus atau permasalahan hukum yang ditangani. C. Standar Kompetensi Mahasiswa mampu menyusun legal memorandum yang baik, benar dan sistematis. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami komponen-komponen tulisan legal memorandum. E. Indikator Mahasiswa dapat menjabarkan isi dari komponen-komponen tulisan legal memorandum dalam bentuk tulisan hukum. 77
89 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Mahasiswa Ke-1 Menyiapkan data-data Menulis, menganalisa, berdiskusi. Ke-2 Menulis legal Menulis, menganalisa, berdiskusi. memorandum G. Evaluasi Lisan dan tulisan H. Referensi Pedoman penulisan Legal Memorandum 78
90 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) MOBILE CLINIC A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Klinik Hukum Nomor Kode/SKS : HUK31208 Sub Materi : Mobile Clinic: Paparan dan Evaluasi SKS : 4 SKS Program Studi : Ilmu Hukum Pertemuan Ke : B. Deskripsi Paparan dan evaluasi merupakan tahapan akhir dari kegiatan mobile clinic yang mana mahasiswa memaparkan kegiatan-kegiatan yang telah ia jalani dalam mobile clinic. Evaluasi adalah penilaian dari dosen pembimbing terhadap aktivitas yang telah dilakukan mahasiswa dalam kegiatan mobile clinic. C. Standar Kompetensi Mahasiswa memaparkan kegiatan-kegiatan dalam mobile clinic secara komprehensif. D. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu menyampaikan paparan secara baik dan lugas. E. Indikator Mahasiswa mampu menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah dijalani. 79
91 F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Tahap Kegiatan Kegiatan Supervisor Ke-1 Paparan Menyimak, memberikan tanggapan dan evaluasi. Kegiatan Mahasiswa Presentasi, mendengarkan, mencatat. G. Evaluasi Lisan dan tulisan 80
Panduan Dosen Pembimbing. Klinik Hukum/Internship/Mobile Clinic. Semester Genap 2014/2015
Panduan Dosen Pembimbing Klinik Hukum/Internship/Mobile Clinic Semester Genap 2014/2015 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA Palembang, Januari 2015 A. Penjelasan Umum Klinik Hukum, Internship dan Mobile
BUKU PEDOMAN MAGANG Di Kantor Advokat/ LKBH
BUKU PEDOMAN MAGANG Di Kantor Advokat/ LKBH Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta 2017 A. Dasar Pemikiran Kurikulum Fakultas Hukum UTA 45 Jakarta mengarah pada pembentukan skill dengan penyiapan
RANCANGAN PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA PERATURAN AKADEMIK BAB I KETENTUAN UMUM
RANCANGAN PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA PERATURAN AKADEMIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud: 1. Rektor adalah Rektor Universitas Sriwijaya; 2. Fakultas
Ditetapkan di : Inderalaya Pada tanggal : 27 Agustus 2012 D e k a n, dto.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN U N I V E RS I T AS SRI W I J A Y A FAKULTAS HUKUM Program Studi S1, S2, M.Kn dan S3 Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Indralaya, Ogan Ilir, 30661 Telepon (0711)
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA NOMOR : 633 /UN9.1.2/DT/2017 TENTANG
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI U N IV E R S ITA S S R I W IJ A Y A FAKULTAS HUKUM Jalan Palembang - Prabumulih KM. 32 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir 30662 Telepon (0711) 580063, Faksimile
RENCANA PROGRAM DANKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER/RENCANA PEMBELAJARAN/GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN &SATUAN ACARA PERKULIAHAN
RENCANA PROGRAM DANKEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER/RENCANA PEMBELAJARAN/GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN &SATUAN ACARA PERKULIAHAN KLINIK HUKUM ANTI KORUPSI PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Deskripsi kerja praktek Kerja praktek merupakan kegiatan akademik, berupa mata
BERITA NEGARA. No.870, 2013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Bantuan Hukum. Syarat. Tata Cara. Penyaluran Dana. Peraturan Pelaksanaan.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.870, 2013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Bantuan Hukum. Syarat. Tata Cara. Penyaluran Dana. Peraturan Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
BAB IV PERATURAN AKADEMIK TAHUN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1. Dalam keputusan ini yang dimaksud:
Dalam keputusan ini yang dimaksud: BAB IV PERATURAN AKADEMIK TAHUN 2008 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Rektor adalah Rektor Universitas Sriwijaya. 2. Fakultas adalah Fakultas Hukum Univeristas Sriwijaya
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Sabar Rudiarto, M.Kom Dr. Harwikarya, MT Nia Kusuma Wardhani, S.Kom, MM TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 PROSEDUR KERJA
P E N G U M U M A N Nomor : 485/UN /DL/2016
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS HUKUM Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 Telpon (0711) 350125, Faksimile (0711) 350125 Laman www.fh.unsri.ac.id Pos-el [email protected]
BUPATI ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN
BUPATI ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang : a. bahwa setiap orang
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN HUKUM MASYARAKAT MISKIN
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN HUKUM MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : bahwa untuk
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Nur Ani ST, MMSI Bagus Priambodo ST, MTI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN... 3 1.1 Deskripsi
BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN
1 BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI, Menimbang : a. bahwa
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT Menimbang: a. Bahwa salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat diangkat sebagai advokat
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Sabar Rudiarto, M.Kom Dr. Harwikarya, MT Nia Kusuma Wardhani, S.Kom, MM TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 BAB 1 PENDAHULUAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
PANDUAN MAGANG PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA 2017 Kata Pengantar Mulai Semester Ganjil 2017/2018 magang menjadi mata kuliah wajib di Prodi
Panduan Program Magang
Panduan Program Magang Pusat Pengembangan Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2016 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT Menimbang: Mengingat: a. Bahwa satu di antara persyaratan yang harus dilalui untuk menjadi advokat
PROVINSI BANTEN BUPATI TANGERANG PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 85 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN HUKUM
PROVINSI BANTEN BUPATI TANGERANG PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 85 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang
PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG, Menimbang
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI U N I V E R S I T A S S R I W I J A Y A FAKULTAS HUKUM
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI U N I V E R S I T A S S R I W I J A Y A FAKULTAS HUKUM Jalan Palembang - Prabumulih Km. 3 Indralaya, Ogan Ilir, 30661 Telepon (0711) 580063 Faksimili
PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING
1 PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2016 2 PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING Cetakan ke 3 Diterbitkan oleh : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
1 of 24 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia
PEDOMAN KERJA PRAKTEK. Penyusun : Agus Mulyanto, M.Kom. Shofwatul Uyun, M.Kom. Ade Ratnasari, M.T. Aulia Faqih Rifa i, M.Kom.
PEDOMAN KERJA PRAKTEK Penyusun : Agus Mulyanto, M.Kom. Shofwatul Uyun, M.Kom. Ade Ratnasari, M.T. Aulia Faqih Rifa i, M.Kom. Diterbitkan Oleh : PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
P E N G U M U M A N Nomor : 001/UN /DL/2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS HUKUM Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 Telpon (0711) 350125, Faksimile (0711) 350125 Laman www.fh.unsri.ac.id Pos-el [email protected]
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PEMBIMBINGAN AKADEMIK
Sumatera Selatan. Telepon: +62 7 58069, 580069. Faksimil: +62 7 580644 04/03-0 JUDUL PEMBIMBINGAN 0 MARET 204 204 PEMBIMBINGAN Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, dto dto dto Dra. Indaryanti,
GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR : 3 TAHUN 2015 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR : 3 TAHUN 2015 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR RIAU, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PELAKSANAAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 FARMASI
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR Tim Penyusun: Komisi Skripsi FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR Hal. 1 dari 10 SOP ini disahkan
REKTOR UNIVERSITAS SRIWIJAYA,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Indralaya, Ogan Ilir, 30661 Telepon (0711) 580645, 580129, 580169, 580275 Faksimili (0711) 580644 website:
PEDOMAN LAPORAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA. Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi
PEDOMAN LAPORAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2018 1 PROSEDUR KERJA PRAKTEK Start Prasyarat : Min. SKS lulus
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA NOMOR : 999 /UN9.1.2/DT/2017 TENTANG
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI U N I V E R S I T A S S R I W I J A Y A FAKULTAS HUKUM Jalan Palembang - Prabumulih KM. 32 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir 30662 Telepon (0711) 580063,
1. MANFAAT MATA KULIAH
KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata kuliah : Bahasa Inggris Percakapan 2 Kode Mata kuliah : AN308333 Pengajar : Ismail Anas, S.Pd., M.Pd Kelas : 2 A Semester : III 2010/2011 Hari perkuliahan : Senin dan Selasa
GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG
GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DI KPPU KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DI KPPU KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan transparansi dan
INSTRUKSI KERJA BIDANG AKADEMIK, KEMAHASISWAAN, KEUANGAN, KEPEGAWAIAN DAN TATA KELOLA
INSTRUKSI KERJA BIDANG AKADEMIK, KEMAHASISWAAN, KEUANGAN, KEPEGAWAIAN DAN TATA KELOLA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2016 17 DAFTAR ISI IK. Pendaftaran PKL 1 IK. Pengajuan Mitra PKL 3
BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG BANTUAN HUKUM BAGI WARGA MISKIN KABUPATEN SIAK
BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG BANTUAN HUKUM BAGI WARGA MISKIN KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.98, 2003 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan
BAB I PENDAHULUAN. D. Tahapan Magang Kegiatan magang terdiri dari dua kegiatan yaitu: pembekalan magang, dan magang di sekolah.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan kurikulum di LPTK memiliki dampak terhadap kurikulum STKIP PGRI Tulungagung. Hasil peninjauan kembali kurikulum STKIP PGRI Tulungagung yang berbasis KKNI telah
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008. t e n t a n g
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008 t e n t a n g PEDOMAN TATA TERTIB DAN PELAKSANAAN SIDANG TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
Manual Prosedur Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP)
Manual Prosedur Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) Kode Dokumen : 00203
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA. Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi
PEDOMAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA Tim Penyusun : Prodi Sistem Informasi SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 1 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 3 1.1 Deskripsi Kerja Praktek 3
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
WALIKOTA PROBOLINGGO
WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT
MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 375/H23/DT/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS
PANDUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
PANDUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG A. PENGERTIAN Praktek Kerja Lapangan yang selanjutnya disebut PKL adalah kegiatan kurikuler yang wajib dilaksanakan
1. MANFAAT MATA KULIAH
KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata kuliah : Bahasa Inggris Kode Mata kuliah : AN 209133 Pengajar : Ismail Anas, S.Pd.,M.Pd Kelas : 1B-D3 Semester : I- 2010/2011 Hari perkuliahan : Senin dan Rabu Tempat perkuliahan
MANUAL PROSEDUR KULIAH KERJA NYATA PROFESI
MANUAL PROSEDUR KULIAH KERJA NYATA PROFESI (KKN-P) FTP-UB, 2010 All Rights Reserved Manual Prosedur KULIAH KERJA NYATA PROFESI (KKN-P) 01000 06503 Revisi : 2 Tanggal : 2 Nopember 2010 Dikaji ulang oleh
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS JAMBI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TUJUAN: Standar Operasional Prosedur ini bertujuan untuk: 1. Menjelaskan persyaratan mahasiswa dalam
JURUSAN/PRODI TEKNIK SIPIL
Halaman : Halaman i dari 40 HALAMAN JUDUL BUKU Oleh : TIM PENYUSUN JURUSAN/PRODI TEKNIK SIPIL PROGRAM STUDI/JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2015 i Halaman : Halaman ii dari 40
DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA, Menimbang : a. bahwa
PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 111 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
BUKU PANDUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
BUKU PANDUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) Untuk Mahasiswa S-1 Program Studi Sistem Informasi Tahun Akademik 2016/2017 FAKULTAS SAIN, TEKNOLOGI DANINFORMASI UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA MEDAN 2016
PROSES PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN DALAM TRANSFER ILMU KEMAHIRAN DUNIA PRAKTIK. Oleh: Lise Yolanda, SH. 1. Abstraksi
PROSES PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN DALAM TRANSFER ILMU KEMAHIRAN DUNIA PRAKTIK Oleh: Lise Yolanda, SH. 1 Abstraksi Mata Kuliah Praktik Penyidikan dan Penuntutan merupakan satu diantara beberapa mata kuliah
WALIKOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM
WALIKOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG, Menimbang : a. bahwa
PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA Jakarta - 2013 DAFTAR ISI I. PERSIAPAN. 3 II. PENYUSUNAN TUGAS AKHIR.. 4 III. SETELAH PENYUSUNAN 7 IV. LAMPIRAN a. Formulir Permohonan Tugas
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Jalan Prof.dr. HR. Boenjamin No. 708 Kotak Pos 115 Purwokerto 53122 Telp (0281) 635292 hunting Faks. 631802 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL
Pendaftaran dan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Praktek (KKN-P)
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) Pendaftaran dan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Praktek (KKN-P) \ PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2017 1 Standard Operating Procedure
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA TENTANG NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT DEWAN PIMPINAN NASIONAL
PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT DEWAN PIMPINAN NASIONAL PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA Menimbang: a. Bahwa satu di antara
BAGIAN I PENDAHULUAN
BAGIAN I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Kerja Praktek Kerja Praktek merupakan salah satu kegiatan kurikuler mahasiswa yang dilakukan diluar kampus sebagai latihan praktek mahasiswa di industri dan dilaksanakan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 24
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 24 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG BANTUAN HUKUM BAGI WARGA MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJARNEGARA,
MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA PRAKTEK (KKN-P)
0 MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA PRAKTEK (KKN-P) JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010 1 MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA
Bagian I. Latar Belakang, Tujuan, Batasan dan Ketentuan Umum
Bagian I. Latar Belakang, Tujuan, Batasan dan Ketentuan Umum I.1 KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) adalah salah satu dari mata kuliah wajib dengan bobot 2 sks yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Fakultas
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH
PANDUAN PROGRAM PENGAKRABAN DENGAN LINGKUNGAN II (PROBALING II)
PANDUAN PROGRAM PENGAKRABAN DENGAN LINGKUNGAN II (PROBALING II) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : PROSEDUR PELAKSANAAN TUGAS AKHIR ((TGA) Kode : /TPMA-TGL/2017 Tanggal Dikeluarkan : 01 Juni 2017 Area : Prodi Teknik Geologi No. Revisi : - TUJUAN SOP
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor: UGM/FA/114/UM/01/39 Tentang SKRIPSI
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor: UGM/FA/114/UM/01/39 Tentang SKRIPSI Menimbang Mengingat : a. Bahwa peraturan pelaksanaan skripsi Program Sarjana Fakultas Farmasi Universitas
PEDOMAN KERJA PRAKTEK. Penyusun : Ira Setyaningsih, ST., M.Sc. Siti Husna Ainu Syukri, MT Yandra Rahardian, MT
PEDOMAN KERJA PRAKTEK Penyusun : Ira Setyaningsih, ST., M.Sc. Siti Husna Ainu Syukri, MT Yandra Rahardian, MT Diterbitkan Oleh : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR Hal Kata Pengantar... Daftar Isi... I. PENDAHULUAN... II. PERSIAPAN... III. PELAKSANAAN A. Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)... B. Kegiatan Kerja Praktek (KP)... IV. PELAPORAN...
YAYASAN PEMBANGUNAN KAMPUS JABAL GHAFUR (YPKJG) AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (AMIK) JABAL GHAFUR
YAYASAN PEMBANGUNAN KAMPUS JABAL GHAFUR (YPKJG) AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (AMIK) JABAL GHAFUR BUKU PEDOMAN & LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) T/A 2009 2010 Nama : - Nim : - Jurusan :
Pedoman(Magang(Prodi(Ilmu(Hukum(UMMagelang(
www.law.ummgl.ac.id i PENGESAHAN PEDOMAN MAGANG PROGRAM STUDI ILMU HUKUM Disiapkan oleh Ketua Tim Penyusun Diperiksa oleh Ketua Program Studi Disahkan oleh Dekan Puji Sulistyaningsih, S.H.,M.H. NIDN.0630046201
PEDOMAN KERJA RAKTEK. Penyusun : Agus Mulyanto, M.Kom. Shofwatul Uyun, M.Kom. Ade Ratnasari, M.T. Maria Ulfah Siregar, M.IT.
PEDOMAN KERJA RAKTEK Penyusun : Agus Mulyanto, M.Kom. Shofwatul Uyun, M.Kom. Ade Ratnasari, M.T. Maria Ulfah Siregar, M.IT. Diterbitkan Oleh : PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PANDUAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH
PANDUAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH 2017 LEMBAR PENGESAHAN PANDUAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK Disahkan
PROPOSAL PROYEK AKHIR (PM-STT )
(PM-STT-750-0206-04) BAGIAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (BPMP STT-PLN) SEKOLAH TINGGI TEKNIK - PLN JAKARTA 2012 PERATURAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNIK YAYASAN PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN PT.PLN (PERSERO)
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM BAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN
PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang II. Tujuan Pedoman Tugas Akhir III. Definisi Tugas Akhir IV. Tujuan Tugas Akhir adalah :
PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang Perguruan tinggi mempunyai peranan yang sangat besar dalam menghasilkan sarjana berkualitas. Usaha untuk meningkatkan kualitas sarjana yang dihasilkan, salah satu
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR SKRIPSI
SKRIPSI Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126 Phone/Fax (0271)669017 http://fisika.mipa.uns.ac.id e-mai: [email protected]
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. Hal
KATA PENGANTAR Didalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan Politeknik bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik memilki keahlian terapan. Salah satu
PANDUAN PROGRAM MAGANG
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AHMAD DAHLANYOGYAKARTA PANDUAN PROGRAM MAGANG PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN TIM MAGANG EKONOMI PEMBANGUNAN (TIMEP) Panduan
WALIKOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU
WALIKOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 05 TAHUN 2017 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BENGKULU, Menimbang : bahwa
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.116, 2013 HAK ASASI MANUSIA. Organisasi Kemasyarakatan. Pendirian-Pengawasan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5430)
MANUAL PROSEDUR. Praktikum Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri
MANUAL PROSEDUR Praktikum Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2016 DAFTAR REVISI Revisi ke 00 : Rumusan MP Survey Kepuasan Praktikan
KATA PENGANTAR. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik di Jurusan Sistem Informasi.
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-nya, sehingga buku Panduan Kerja Praktek kembali dapat diterbitkan. Buku Panduan Kerja Praktek ini antara
KATA SAMBUTAN. Jatinangor, 01 Desember Rektor IPDN. Prof. Dr. H. ERMAYA SURADINATA, SH, MH, MS
KATA SAMBUTAN Institut Pemerintahan Dalam Negeri berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kompetensi peserta didikpraja. Selain memberikan materi pengajaran, pelatihan, pengasuhan dan praktek lapangan,
BUKU PEDOMAN PRAKTIK KERJA LAPANG PRODI D III AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK. Disusun oleh: Tim Penyusun Program Studi D3 Akuntansi Sektor Publik
BUKU PEDOMAN PRAKTIK KERJA LAPANG PRODI D III AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK Disusun oleh: Tim Penyusun Program Studi D3 Akuntansi Sektor Publik PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PANDUAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 351/H23/DT/2009 TGL 31 AGUSTUS 2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam
PANDUAN KERJA PRAKTEK
PANDUAN KERJA PRAKTEK Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung 2014 Panduan Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung Halaman 1 LEMBAR PENGESAHAN PANDUAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.761, 2014 KEMENKEU. Konsultan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN
