ANALISIS MARKOV A B C

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS MARKOV A B C"

Transkripsi

1 ANALISIS MARKOV I. ANALISIS PERPINDAHAN MERK Dasar-dasar analisis Markov diaplikasikan pada permasalahan perpindahan merk dalam studi kasus yang diambil dari Soemartojo (1989). Terdapat 3 buah pabrik susu di suatu masyarakat yang melengkapi seluruh kebutuhan susu, ABBOT MILK, BRANC COMPANY, dan CARTER MILK. Selanjutnya, ketiga merk tersebut disebut A, B dan C. Setiap perusahaan susu mengetahui bahwa para pelanggan berpindah-pindah dari satu merk ke merk lainnya dalam waktu tertentu yang disebabkan karena ketidakpuasan pelayanan maupun alasan lainnya. Ketiga pabrik mengadakan pendataan banyaknya pelanggan dan banyak pelanggan baru yang diperoleh dari pabrik lain sehingga diperoleh bahan yang diperlukan untuk penerapan alat managemen. Tabel 2.1 menggambarkan gerakan pelanggan dari satu pabrik ke pabrik lainnya selama pengamatan dalam periode 1 bulan. Tabel 2.1. Gerakan perubahan pelanggan pabrik A, B, dan C Jumlah pelanggan Pabrik Juni I Juli I A B C Langkah selanjutnya adalah menyederhanakan model matematika yang diperlukan. Diasumsikan bahwa tidak ada pelanggan baru yang masuk dan tidak ada pelanggan lama yang yang pergi meninggalkan pasaran selama periode ini. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel

2 Tabel 2.2. Perubahan sebenarnya dari pelanggan A, B dan C Pabrik Juni I Perubahan selama Juni Juli I Pelanggan Perolehan Kehilangan Pelanggan A B C Dari Tabel 2.2 dapat dilihat bahwa 20 pelanggan dimenangkan oleh merk A dengan perpindahan yang agak kompleks dari pelanggan yang melibatkan ketiga pabrik tersebut. Gerakan ini dalam pemasaran dikenal sebagai brandswitching atau perpindahan merk. Setiap pabrik memerlukan informasi mendetail tentang brand-switching jika ingin melakukan pekerjaan marketing sebaik mungkin. Jika pabrik B, misalkan merencanakan suatu kampanye promosi dengan kesan bahwa ia merupakan satu-satunya pabrik yang kehilangan pelanggan dan bahwa pelanggan berpindah ke merk A, maka B bertindak atas perumpamaan yang salah. Pada kenyataannya, pabrik B tidak hanya kehilangan 10 pelanggan setiap bulannya, tetapi setiap bulannya ia bertambah 40 pelanggan baru dari dua pabrik lainnya tetapi kehilangan 50 pelanggan lama yang pindah kedua merk lainnya. Demikian juga, jika pabrik A menganggap bahwa ia memperoleh tambahan 20 pelanggan setiap bulannya, dan hanya memusatkan pada usaha untuk memperoleh tambahan pelanggan dari B dan C. Pabrik A telah melalaikan kerugiannya kehilangan 40 pelanggan setiap bulannya. Mungkin suatu usaha untuk mengurangi berpindahnya 40 pelannggan setiap bulannya akan sama efektifnya dihitung dalam nilai dolar sebagai usahanya untuk memperoleh tambahan pelanggan berasal dari B dan C. Analisis sederhana yang melibatkan netto pertambahan dan netto kehilangan pelanggan tidak sesuai untuk manajemen yang baik. Analisis yang lebih mendetail tentang rata-rata penambahan dan pengurangan pelanggan 2

3 terhadap semua saingan merupakan analisis yang diperlukan untuk manajemen. Dengan data semacam itu, manajemen dapat berusaha untuk 1. menduga dari pasaran yang akan diperoleh penjual di waktu mendatang 2. menduga rata-rata tambahan atau penurunan bagian pasaran dari penjual di waktu mendatang, 3. menduga apakah suatu keseimbangan pasaran (tingkatan perimbangan pasaran yang konstan) mungkin dapat dicapai di waktu mendatang, 4. menganalisis usaha promosi dari penjual dalam kaitannya secara tepat dengan pengaruhnya terhadap penambahan dan pengurangan bagian pasaran (market share). Analisis Markov menyajikan alat untuk analisis pasaran sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan yang lebih cermat tentang kedudukan pasaran di masa sekarang dan mendatang. Untuk menggunakan analisis Markov ditentukan terlebih dahulu probabilitas peralihan (transisi) untuk semua pabrik. Probabilitas transisi adalah probabilitas bahwa penjual tertentu (dalam kasus ini pabrik A, B dan C) akan mempertahankan, menambah atau kehilangan pelanggannya. Dari Tabel 2.3, pabrik B kehilangan 50 pelanggan selama bulan Juni dengan kata lain pabrik B memiliki probabilitas 0.9 untuk mempertahankan pelanggan. Pabrik A memiliki probabilitas 0.8 untuk mempertahankan pelanggan dan pabrik C memiliki probabilitas 0.85 untuk mempertahankan pelanggan. Perhitungan transisi probabilitas untuk mempertahankan pelanggan disajikan dalam Tabel 2.3. Tabel 2.3 Transisi probabilitas untuk mempertahankan pelanggan. Pelanggan Jumlah yang Jumlah yang Probabilitas Pabrik (Juni) pergi bertahan bertahan A B C Dalam hal ini terdapat ukuran dari pelanggan lama yang bertahan di suatu pabrik atau merk setiap bulannya. Tetapi, belum dapat disimpulkan apa pun, 3

4 tentang rata-rata perolehan tambahan langganan baru ketiga pabrik setiap bulannya. Perhitungan akan kelengkapan data dari transisi probabilitas akan memerlukan data aliran pelanggan di antara ketiga pabrik tersebut. Data semacam ini memerlukan paengambilan data yang baik dan akan memiliki bentuk seperti pada Tabel 2.4. Tabel 2.4. Aliran pelanggan pabrik A, B dan C. Pabrik Pelanggan Bertambah dari Kehilangan ke Pelanggan (Juni) (Juli) A B C A B C A B C Dari tabel 2.4 dapat diamati bahwa netto bertambah atau berkurangnya pelanggan untuk ketiga pabrik tersebut dan hubungan antara bertambah dan berkurangnya pelanggan untuk setiap pabrik. Misal, pabrik A memperoleh tambahan pelanggan dari B lebih banyak dari yang diperoleh pabrik C. Langkah selanjutnya dalam analisis Markov adalah mengubah Tabel 2.4 dalam bentuk ringkas dan sederhana, dengan semua penambahan dan pengurangan diubah dalam probabilitas transisi. Probabilitas transisi disajikan dalam bentuk matriks. Dugaan terhadap bagian pasaran di periode mendatang Dalam matriks probabilitas telah dicakup untuk setiap pabrik probabilitas mempertahankan dan probabilitas kehilangan pelanggan berpisah kedua pabrik pesaingnya. Baris dalam matriks menunjukkan mempertahankan pelanggan dan kehilangan pelanggan, kolom menunjukkan mempertahankan pelanggan dan penambahan pelanggan. Matriks probabilitas transisi diperoleh dari aliran pelanggan dari setiap pabrik pada tabel tabel 2.4 yang disederhanakan menjadi Pabrik A B C 4

5 Pabrik...kehilangan pelanggan ke pabrik... Mempertahankan pelanggan Pabrik...mendapatkan Perhitungan pelanggan untuk matriks dari pabrik probabilitas... transisi Tabel 2.5 Matriks probabilitas transisi keterangan : = = = = = = = = =0.850 a. baris dari matriks probabilitas transisi 1. Baris 1 menunjukkan bahwa pabrik A menahan 0.8 dari pelanggannya (160), kehilangan 0.1 dari pelanggannya (20) yang pindah ke B, dan kehilangan 0.1 dari pelanggannya (20) yang pindah ke C. 2. Baris 2 menunjukkan bahwa pabrik B menahan 0.9 dari pelanggannya (450), kehilangan 0.07 dari pelanggannya (35) yang pindah ke A, dan kehilangan 0.03 dari pelanggannya (15) yang pindah ke C. 3. Baris 3 menunjukkan bahwa pabrik C menahan 0.85 dari pelanggannya (255), kehilangan dari pelanggannya (25) yang pindah ke A, dan kehilangan dari pelanggannya (20) yang pindah ke B. b. kolom dari matriks probabilitas transisi 1. Kolom 1 menunjukkan bahwa pabrik A menahan 0.8 dari pelanggannya (160), bertambah 0.07 pelanggan (35) yang berasal dari pabrik B, dan bertambah pelanggan (25) berasal dari pabrik C. 5

6 2. Kolom 2 menunjukkan bahwa pabrik B menahan 0.9 dari pelanggannya (450), bertambah 0.1 pelanggan (20) yang berasal dari pabrik A, dan bertambah pelanggan (20) berasal dari pabrik C. 3. Kolom 3 menunjukkan bahwa pabrik C menahan 0.85 dari pelanggannya (255), bertambah 0.01 pelanggan (20) yang berasal dari pabrik A, dan bertambah 0.03 pelanggan (15) berasal dari pabrik B. Stabilitas matriks probabilitas transisi Analisis Markov menaruh perhatian terhadap penunjang keputusan konsumen. Hal ini meliputi berapa banyak konsumen yang sedang membeli dan di pabrik mana. Suatu anggapan dasar bahwa para konsumen tidak beralih pola dari pabrik ke pabrik secara acak, melainkan diumpamakan bahwa pilihan terhadap pabrik mana yang ia akan beli dikemudian hari mencerminkan pilihan-pilihan yang telah dilakukan di masa lampau. Proses Markov Order Pertama Didasarkan pada perumpaman bahwa probabilitas dari kejadian berikutnya (dalam kasus ini, pilihan pelanggan akan penjual bulan depan) tergantung pada hasil dari kejadian terakhir (pilihan pelanggan bulan ini) dan tidak bergantuing pada perangai pembeli sebelumnya. Prose Markov Order Kedua Diumpamakan bahwa pilihan pelangan untuk bulan depan mungkin tergantung pada pilihan mereka selama 2 bulan terdekat yang lampau (atau periode pembelian lainnya). Proses Markov Order Ketiga Didasarkan atas perumpaman bahwa kelakuan pelanggan dapat diduga secra baik dengan mengamati dan memperhitungkan kelakuannya selama 3 bulan (atau periode pembelian lainnya yang sesuai). 6

7 Perhitungan matematika dari proses Markov order pertama tidak sulit. Tetapi dalam proses order kedua dan order ketiga perhitungan menjadi lebih rumit dan sulit. Penyelidikan menunjukkan bahwa penggunaan perumpaman order pertama untuk tujuan pendugaan bukan tak berlaku, khususnya jika data ternyata menunjukkan bahwa pilihan pelanggan mengikuti suatu pola yang cukup stabil, yaitu jika matriks transisi probabilitas tetap stabil. Karena matriks transisi probabilitas telah membuktikan merupakan peramal yang dapat dipercaya dari kelakuan mendatang, kita akan membatasi penanganan kita dengan proses-proses order pertama. Penggunaan aljabar matrik untuk kalkulasi Dimisalkan bahwa matriks probabiliats dapat dianggap stabil dan bahwa bagian pasaran (market share) 1 Juli adalah A=22%, B=49%, C=29%. Para manager dari ketiga pabrik akan memanfaatkan pengetahuan mereka akan pasaran untuk menduga bagian pasaran dalam periode mendatang. Untuk menghitung bagian pasaran yang mungkin dari pasaran seluruhnya untuk setiap pabrik pada tanggal 1 Agustus, disusun bagian pasaran 1 Juli sebagai matriks dan mengalikannya dengan matriks transisi probabilitas sebagi berikut. Bagian pasaran 1 Juli probabilitas transisi = Bagian pasaran 1 Agustus yang mungkin = Keterangan : a. Baris ke 1 x kolom ke 1 Bagian pasaran A x kecenderungan A mempertahankan pelanggan =0.176 Bagian pasaran B x kecenderungan A menarik pelanggan dari B =

8 Bagian pasaran C x kecenderungan A menarik pelanggan dari C =0.024 Jadi bagian pasaran A pada 1 Agustus =0.234 b. Baris ke 1 x kolom ke 2 Bagian pasaran A x kecenderungan B menarik pelanggan dari A =0.022 Bagian pasaran B x kecenderungan B mempertahankan pelanggan =0.441 Bagian pasaran C x kecenderungan B menarik pelanggan dari C =0.020 Jadi bagian pasaran B pada 1 Agustus =0.483 c. Baris ke 1 x kolom ke 3 Bagian pasaran A x kecenderungan C menarik pelanggan dari A =0.022 Bagian pasaran B x kecenderungan C menarik pelanggan dari B =0.015 Bagian pasaran C x kecenderungan C mempertahankan pelanggan =0.246 Jadi bagian pasaran C pada 1 Agustus =0.283 Market share atau bagian pasaran yang mungkin pada 1 September dapat juga dihitung dengan : Metode I memangkatkan dua terhadap matriks probabilitas transisi dan mengalikan matriks yang telah dipangkatkan dua dengan bagian pasaran 1 Juli. 8

9 Berikut dijelaskan logika dari metode 1 ini. Dengan mengkuadratkan matriks probabilitas transaksi dari penahanan, dalam kenyataannya telah dihitung probabilitas dari penahanan. Penambahan dan kehilangan yang dapat dilakukan dengan bagian pasaran yang originil (0.22, 0.49 dan 0.29) untuk menghasilkan bagian pasaran yang akan diperoleh pada 1 September = Keterangan : - Bagian dari pelanggan A yang ditahan pada 1 September Bagian dari pelanggan B yang ditahan pada 1 September Bagian dari pelanggan C yang ditahan pada 1 September = Keterangan: - Market share dari A yang mungkin pada 1 September Market share dari B yang mungkin pada 1 September Market share dari C yang mungkin pada 1 September Metode II Mengalikan matriks probabilitas transisi dengan bagian pasaran 1 Agustus maka akan memberikan hasil yang sama seperti pada metode = Metode 1 mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metode 2. Jika diinginkan menghitung dari periode awal sampai tiga periode, tidak perlu melewati langkah perantara jika digunakan metode 1. 9

10 Market share yang mungkin pada 1 oktober diperoleh dengan Market share yang mungkin pada 1 Januari diperoleh dengan Penggunaan dari dua metode untuk menghitung market share periode-periode yang akan datang Metode 1 : jika ingin mengetahui market share dari suatu periode tertentu di waktu yang akan datang. Metode 2 : jika ingin mengamati perubahan-perubahan yang nampak dalam market share selama semua periode yang terletak di antaranya. II. KEADAAN SEIMBANG Cukup beralasan untuk beranggapan bahwa market share antara pabrikpabrik yang bersaing akan mencapai suatu keadaan seimbang diwaktu mendatang. Dalam keadaan seimbang, perpindahan pelanggan masih dapat berjalan terus, tetapi market share mencapai saat membeku. Jelas bahwa keadaan seimbang dapat dicapai hanya jika tidak ada perusahaan yang mengadakan tindakan khusus yang mengakibatkan berubahnya matriks probabilitas transisi. Berikut diberikan bagaimana market share yang seimbang. Keseimbangan Satu Pabrik Untuk menggambarkan keseimbangan, diumpamakan suatu matriks probabilitas transisi yang baru sebagai berikut: Menahan dan kehilangan Menahan dan bertambah 10

11 Matriks ini menunjukkan bahwa C tidak pernah kehilangan pelanggan yang lari ke A dan B. padahal baik A maupun B kehilangan pelanggan yang lari ke C. Ini berarti bahwa pabrik C suatu saat akan dapat semua pelanggan. Dalam terminology Markov ini disebut keadaan SINK atau BASIN, berarti tenggelam atau baskom dalam satu keadaan C disebut penyerap. Keseimbangan Dua Pabrik Keseimbangan dua pabrik dapat juga terjadi, dan untuk menunjukkan keadaan ini kita tampilkan sebuah matriks probabilitas transisi yang baru sebagai berikut: Dari data ini dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pelanggan dari B maupun C tidak ada yang berpindah ke A. dapat dilihat bahwa pada suatu ketika pabrik B dan C akan menangkap semua pelanggan A. Ini benar, karena A kehilangan 5% pelanggan lari ke B dan 5% pelanggan lari ke C, tetapi tidak memperoleh kembali pelanggan dari B maupun C. karena B dan C kedua-duanya memiliki probabilitas menahan pelanggan sebesar 50%, mereka pasti akan membagi dua pasarannya. Ini merupakan SINK atau BASIN dalam dua keadaan, ialah B dan C membagi dua seluruh pelanggan yang ada di pasaran. Keseimbangan Tiga Pabrik Dapat dimiliki suatu keseimbangan dimana tidak terjadi SINK atau BASIN. Dalam kasus ini tidak ada satu pabrikpun yang memperoleh semua pelanggan dan tidak ada dua pabrik yang menangkap seluruh pelanggan pelanggan di pasaran. Tetapi suatu keadaan akhir atau keadaan seimbang akan tercapai dimana market share tidak akan berubah selama matriks probabilitas transisi tetap sama. 11

12 Masalah tiga pabrik yang awal menggambarkan suatu keadaan seimbang jenis ketiga. Untuk menemukan market share dari keadaan seimbang atau keadaan akhir dari masalah orisinil dapat dilakukan sebagai berikut: = Sekarang bagian A dari pasaran dalam periode seimbang (ditandai dengan eq) sama dengan kali bagian A dalam periode 1, yaitu periode sebelum periode seimbang Hubungan ini dapat ditulis sebagai persamaan: = Jelas kita dapat menulis dua persamaan lagi yang menggambarkan bagian-bagian dari B dan C dalam periode seimbang: = = Dalam periode-periode awal, penambahan dan kehilangan dari pabrik ke pabrik lainnya lazimnya berjumlah agak besar. Tetapi jika mendekati keadaan seimbang, penambahan dan kehilangan dari pabrik ke pabrik menjadi berkurang sampai saat-saat sebelum keadaan seimbang dicapai, perubahan tersebut adalah sangat kecil. Dalam kasus proses Markov, perubahan dalam market share antara periode seimbang dan sebelumnya sedemikian kecil sehingga untuk tujuan-tujuan matematis, keduanya dianggap sama, yaitu =. Ini mengakibatkan bahwa kita dapat menulis kembali persamaan kita sebagai berikut: = (1) = (2) = (3) Karena jumlah dari ketiga market share adalah 1.0 didapat persamaan lain: 1= + + (4) Keempat persamaan tersebut di atas ditulis kembali sebagai berikut: 12

13 0= (1) 0= (2) 0= (3) 1= + + (4) Diperoleh empat persamaan dengan hanya 3 anu (yang belum diketahui), maka dapat meniadakan satu dari tiga persamaan pertama, dihilangkan persamaan (3), dan tiga persamaan yang tersisa adalah: 0= (1) 0= (2) 1= + + (4) Langkah 1 Dikalikan (2) dengan 0.7, kemudian ditambahkan pada (1) = (2) 0= (1) =0.130 = Langkah 2 Dikalikan (2) dengan 2, kemudian ditambahkan pada (1) 2 2 0= (2) 0= (1) + 0= =0.217 =1.67 Langkah 3 Ulangi persamaan (4) 1= + + (4) Karena =, maka 1= + + Sedangkan =1.67, maka 1= =3.67 =0.273= bagian C dalam market share yang seimbang. 13

14 Karena =, maka: =0.273= bagian A dalam market share yang seimbang. Dan karena 1= + +, maka 1= = = =0.454= bagian B dalam market share yang seimbang. Berikut ini bukti bahwa suatu periode seimbang telah dicapai. Dikalikan market share yang seimbang dengan matriks probabilitas transisi: = Setelah dihitung terlihat pula bahwa market share tidak mengalami perubahan, berarti keadaan memang seimbang, dengan perumpamaan bahwa matriks probabilitas transisi tetap dan tidak berubah. Hubungan antara Market Share dan Keseimbangan Suatu kenyataan yang menarik tentang analisa Markov ialah bahwa keseimbangan terakhir akan sama (jika probabilitas transisi tetap) tanpa memperdulikan market share awal yang dimiliki oleh para produsen atau supplier. Dapat dikatakan bahwa ini akan berakhir dengan perbandingan pelanggan yang sama, apapun yang menjadi perbandingan awalnya. Misalnya, jika ada tiga supplier memiliki bagian pasaran sekarang sebagai berikut: =30% =60% =10% Dan matriks probabilitas transisi adalah: Maka, dengan menggunakan teknik untuk menentukan keseimbangan market share yang telah dibicarakan sebelumnya, dapat ditentukan bahwa keseimbangan market share adalah: 14

15 = Jika market share awalnya adalah =20% =45% =35% Maka keseimbangan market share untuk ketiga perusahaan akan sama, yaitu: = selama matriks probabilitas transisi tidak berubah. Dapat dipahami bahwa hal ini benar dengan mengingat bahwa market share tidak digunakan dalam menjelaskan proses keseimbangan, hanya matriks probabilitas transisi yang terlibat dalam penentuan keseimbangan. Jelas bahwa semakin dekat market share awal dengan market share keseimbangan, semakin cepat keadaan seimbang didekati. Jika market share awal untuk tiga perusahaan adalah: =35% =40% =25% Dan keseimbangan akhir adalah: =30% =35% =35% Dapat dilihat bahwa proses untuk mencapai keseimbangan akan lebih cepat daripada jika market share awal adalah: =10% =75% =15% Karena pada kasus pertama diperlukan sedikit perubahan saja untuk sampai pada keseimbangan. Pada kasus kedua misalnya, perusahaan A memerlukan lebih banyak pelanggan unutk meningkatkan bagian pasarannya dari 10% menjadi 30%. 15

16 Jika konsep ini masih sulit diterima, yaitu anggapan bahwa market share awal tidak mempengaruhi keadaan seimbang, dipertimbangkan contoh berikut: Dapat langsung dilihat bahwa tanpa memandang market share awal, pabrik A akan memperoleh semua pelanggan, dan A tidak akan kehilangan yang ia peroleh dari B dan C. Jadi, walaupun dimulai dari 5%, A akan memperoleh 100% dari pelanggan. Semakin tinggi bagian A, semakin cepat keseimbangan dicapai. 16

ANALISIS MARKOV Proses Markov Matriks kemungkinan perpindahan keadaan / transisi

ANALISIS MARKOV Proses Markov Matriks kemungkinan perpindahan keadaan / transisi ANALISIS MARKOV Analisis Markov adalah suatu teknik matematik untuk peramalan perubahan pada variabelvariabel tertentu berdasarkan pengetahuan dari perubahan sebelumnya Pada analisis ini terlihat suatu

Lebih terperinci

BAB V ANALISA DATA. 5.1 Analisa Market Share Awal. Dari perhitungan pemilihan merek produk dapat diketahui bahwa tingkat

BAB V ANALISA DATA. 5.1 Analisa Market Share Awal. Dari perhitungan pemilihan merek produk dapat diketahui bahwa tingkat 74 BAB V ANALISA DATA 5.1 Analisa Market Share Awal Dari perhitungan pemilihan merek produk dapat diketahui bahwa tingkat perolehan konsumen (pangsa pasar) untuk deterjen merek Rinso pada bulan Agustus

Lebih terperinci

Markov Chain. Game Theory. Dasar Simulasi

Markov Chain. Game Theory. Dasar Simulasi Markov Chain Game Theory Dasar Simulasi Analisis Perubahan Cuaca Perpindahan merek Operasi dan maintenance mesin Perubahan harga di pasar saham dll Menyusun matriks probabilitas transisi. Menghitung probabilitas

Lebih terperinci

Peramalan Pangsa Pasar dengan Teknik Rantai Markov (Markov Chains) Oleh: Zainul Muchlas, SE., MM.

Peramalan Pangsa Pasar dengan Teknik Rantai Markov (Markov Chains) Oleh: Zainul Muchlas, SE., MM. Peramalan Pangsa Pasar dengan Teknik Rantai Markov (Markov Chains) Oleh: Zainul Muchlas, SE., MM. Rantai Markov (Markov Chains) adalah salah satu model riset operasi yang digunakan dalam pemasaran (Marketing),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pemasaran merupakan suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pemasaran merupakan suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemasaran merupakan suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pangsa Pasar (Market Share) Pangsa pasar ( Market Share ) dapat diartikan sebagai bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan, atau prosentasi penjualan suatu perusahaan terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipenuhi oleh manusia, sehingga diperlukan tambahan fasilitas untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. dipenuhi oleh manusia, sehingga diperlukan tambahan fasilitas untuk dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan jaman bertambahnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, sehingga diperlukan tambahan fasilitas untuk dapat memberikan pelayanan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep teori permainan pada permainan berstrategi murni dan campuran dari dua pemain yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan

Lebih terperinci

Hanna Lestari, ST, M.Eng. Lecture 11 : Rantai Markov

Hanna Lestari, ST, M.Eng. Lecture 11 : Rantai Markov Hanna Lestari, ST, M.Eng Lecture 11 : Rantai Markov I. Pendahuluan Model rantai markov dikembangkan oleh A.A Markov tahun 1896. Dalam Analisis markov yang dihasilkan adalah suatu informasi probabilistik

Lebih terperinci

MODEL RANTAI MARKOV PANGSA PASAR OPERATOR SELULAR DI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA, JAKARTA BARAT

MODEL RANTAI MARKOV PANGSA PASAR OPERATOR SELULAR DI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA, JAKARTA BARAT MODEL RANTAI MARKOV PANGSA PASAR OPERATOR SELULAR DI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA, JAKARTA BARAT Tjia Fie Tjoe 1 ; Haryadi Sarjono 2 ABSTRACT Article presented the replacement of cellular cards operator

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. estimasi data yang akan datang. Peramalan atau Forecasting merupakan bagian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. estimasi data yang akan datang. Peramalan atau Forecasting merupakan bagian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Peramalan Peramalan adalah data di masa lalu yang digunakan untuk keperluan estimasi data yang akan datang. Peramalan atau Forecasting merupakan bagian

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Analisis Markov merupakan sebuah teknik yang berhubungan dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Analisis Markov merupakan sebuah teknik yang berhubungan dengan 6 BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Analisis Rantai Markov Analisis Markov merupakan sebuah teknik yang berhubungan dengan probabilitas akan state di masa mendatang dengan

Lebih terperinci

PERAMALAN PANGSA PASAR KARTU GSM DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV

PERAMALAN PANGSA PASAR KARTU GSM DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV PERAMALAN PANGSA PASAR KARTU GSM DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV Surya Amami Pramuditya, Rini Marwati, Entit Puspita Pendidikan Matematika FKIP Unswagati,Pendidikan Matematika FPMIPA UPI [email protected]

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pemasaran 2.1.1 Definisi Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial dalam manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa saja yang mereka butuhkan dan inginkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Banyak produsen sepeda motor yang memproduksi sepeda motor untuk dijual di pasar dan terjadilah persaingan yang sangat ketat karena dalam industri ini akan meraup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri peternakan di Indonesia saat ini sedang mengalami kelesuan. Berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Industri peternakan di Indonesia saat ini sedang mengalami kelesuan. Berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri peternakan di Indonesia saat ini sedang mengalami kelesuan. Berbagai macam masalah yang muncul mengakibatkan para pelaku industri peternakan mengalami

Lebih terperinci

S - 9 PERGESERAN PANGSA PASAR KARTU SELULER PRA BAYAR GSM MENGGUNAKAN ANALISIS RANTAI MARKOV (Studi Kasus: Mahasiswa FMIPA UNSRAT Manado)

S - 9 PERGESERAN PANGSA PASAR KARTU SELULER PRA BAYAR GSM MENGGUNAKAN ANALISIS RANTAI MARKOV (Studi Kasus: Mahasiswa FMIPA UNSRAT Manado) S - 9 PERGESERAN PANGSA PASAR KARTU SELULER PRA BAYAR GSM MENGGUNAKAN ANALISIS RANTAI MARKOV (Studi Kasus: Mahasiswa FMIPA UNSRAT Manado) Djoni Hatidja 1, Sri H. Abdullah 2, dan Deiby T. Salaki 3 1,2,3

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Model Markov Dalam teori probabilitas, model Markov adalah model stokastik yang digunakan untuk memodelkan sistem yang berubah-ubah secara random di mana diasumsikan bahwa kondisi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PENERAPAN MARKOV CHAIN PADA DATABASE MARKETING STUDI KASUS PELANGGAN E-COMMERCE

IMPLEMENTASI PENERAPAN MARKOV CHAIN PADA DATABASE MARKETING STUDI KASUS PELANGGAN E-COMMERCE IMPLEMENTASI PENERAPAN MARKOV CHAIN PADA DATABASE MARKETING STUDI KASUS PELANGGAN E-COMMERCE Johanes Fernandes Andry [email protected], [email protected] Sistem Informasi Universitas Bunda Mulia

Lebih terperinci

RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN )

RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN ) RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN ) 2.1 Tujuan Praktikum Rantai markov (Markov Chain ) merupakan salah satu materi yang akan dipelajari dalam praktikum stokastik. Berikut ini terdapat beberapa tujuan yang akan

Lebih terperinci

Rantai Markov dan Aplikasinya Sebagai Bagian dari Ilmu Probabilitas

Rantai Markov dan Aplikasinya Sebagai Bagian dari Ilmu Probabilitas Rantai Markov dan Aplikasinya Sebagai Bagian dari Ilmu Probabilitas Bagus Pratanggapati Kusumobroto (18209034) Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut

Lebih terperinci

Tentukan alokasi pemasaran yang optimum supaya diperoleh keuntungan maksimum.

Tentukan alokasi pemasaran yang optimum supaya diperoleh keuntungan maksimum. Latihan 1 1. PT. Semen Cibinong mempunyai 9 orang tenaga kerja pemasaran yang memiliki 3 daerah pemasaran terpisah. Keuntungan untuk tiap tenaga pemasaran di ketiga daerah tersebut adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

ANALISIS PERPIDAHAN PENGGUNAAN MEREK SIMCARD DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV

ANALISIS PERPIDAHAN PENGGUNAAN MEREK SIMCARD DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV E-Jurnal Matematika Vol. 7 (1), Januari 2018, pp. 56-63 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/mtk.2018.v07.i01.p185 ANALISIS PERPIDAHAN PENGGUNAAN MEREK SIMCARD DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Teori permainan (game theory) adalah bagian dari ilmu matematika yang mempelajari interaksi antar agen, di mana tiap strategi yang dipilih akan memiliki matriks perolehan

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISIS dan HASIL PENELITIAN

BAB 4. ANALISIS dan HASIL PENELITIAN BAB 4 ANALISIS dan HASIL PENELITIAN 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Distribusi Perusahaan Untuk melaksanakan kegiatan pemasarannya, PT. ANUGERAH IDEALESTARI telah menunjuk PT. ANUGERAH CENTRAL AUTOMOTIVE sebagai

Lebih terperinci

PENDEKATAN PERSAMAAN CHAPMAN-KOLMOGOROV UNTUK MENGUKUR RISIKO KREDIT. Chairunisah

PENDEKATAN PERSAMAAN CHAPMAN-KOLMOGOROV UNTUK MENGUKUR RISIKO KREDIT. Chairunisah PENDEKATAN PERSAMAAN CHAPMAN-KOLMOGOROV UNTUK MENGUKUR RISIKO KREDIT Chairunisah [email protected] Abstrak Banyak permasalahan yang dapat dimodelkan dengan menggunakan program matematika yang bertujuan

Lebih terperinci

Matematika dan Statistika

Matematika dan Statistika ISSN 1411-6669 MAJALAH ILMIAH Matematika dan Statistika DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika PELUANG PENINGKATAN TENAGA KERJA DI INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini persaingan menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini persaingan menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dalam era globalisasi ini persaingan menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik (nasional) maupun di pasar internasional/global. Untuk memenangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan banyak perusahaan produsen minyak goreng di Indonesia lebih

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan banyak perusahaan produsen minyak goreng di Indonesia lebih BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan perekonomian dunia secara langsung berdampak pada pola perekonomian Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia (minyak goreng) menyebabkan banyak perusahaan

Lebih terperinci

PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV

PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV SEMINAR TUGAS AKHIR PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV Oleh : Husien Haikal Fasha 1207 100 011 Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pemenuhan dan keinginan konsumen

BAB 1 PENDAHULUAN. banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pemenuhan dan keinginan konsumen BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan di Indonesia yang semakin berkembang dan pertumbuhan ekonomi serta industri telah banyak mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan dengan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Defenisi Operasional Penelitian

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Defenisi Operasional Penelitian METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku, dimana responden petani dipilih dari desa-desa penghasil HHBK minyak kayu putih,

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan - 1. Bab I. Pendahuluan. Era globalisasi dewasa ini merupakan suatu isu yang banyak

Bab I Pendahuluan - 1. Bab I. Pendahuluan. Era globalisasi dewasa ini merupakan suatu isu yang banyak Bab I Pendahuluan - 1 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang penelitian Era globalisasi dewasa ini merupakan suatu isu yang banyak mendapat perhatian oleh banyak pihak, yang ditandai dengan adanya kemajuan

Lebih terperinci

ANALISIS MARKOV CHAIN UNTUK FORECASTING PANGSA PASAR HANDPHONE DAN PEMROGRAMNNYA

ANALISIS MARKOV CHAIN UNTUK FORECASTING PANGSA PASAR HANDPHONE DAN PEMROGRAMNNYA UJM 2 (2) (2013) Unnes Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm ANALISIS MARKOV CHAIN UNTUK FORECASTING PANGSA PASAR HANDPHONE DAN PEMROGRAMNNYA Noni Nofiyah, Putriaji Hendikawati,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada tanggal 4 September 2003 yang beralamat di JL. Raya R.C Veteran no

BAB I PENDAHULUAN. pada tanggal 4 September 2003 yang beralamat di JL. Raya R.C Veteran no BAB I PENDAHULUAN 1.1 Bentuk, Bidang Dan Perkembangan Usaha 1.1.1 Bentuk Usaha PT Jaya Utama Motor adalah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak dibidang otomotif dengan menjalankan usahanya berfokus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kebutuhan mereka di pasar. Perusahaan akan mendapat tempat di

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kebutuhan mereka di pasar. Perusahaan akan mendapat tempat di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan pemasaran menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai jenis usaha. Di era globalisasi saat ini, tingginya tingkat persaingan dalam menguasai pangsa pasar,

Lebih terperinci

KONTRAK PEMBELAJARAN

KONTRAK PEMBELAJARAN KONTRAK PEMBELAJARAN RISET OPERASI PROBABILISTIK Semester Jurusan : VI / 2 sks : Matematika Oleh: Dra. RR Sri Sulistijowati H., M.Si NIP. 19690116199022001 Nughthoh Arfawi Kurdhi, S.Si., M.Sc NIP. 19850717

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Pengertian Pemeliharaan Menurut Agus Ahyari (99) pemeliharaan merupakan suatu kegiatan mutlak yang diperlukan dalam perusahaan yang saling berkaitan dengan proses produksi, sehingga

Lebih terperinci

Berikut ini pengertian dari bauran pemasaran (Marketing Mix) menuru para

Berikut ini pengertian dari bauran pemasaran (Marketing Mix) menuru para BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu elemen pokok yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan. Pemasaran berkaitan erat dengan bagaimana cara perusahaan dapat

Lebih terperinci

BAB III. Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis

BAB III. Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis BAB III METODE PENELITIAN III.1 Pemilihan Objek Penelitian Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis dan objektif untuk menemukan solusi atas suatu masalah yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mungkin. Para pelaku bisnis di industri terus berupaya agar apa yang mereka

BAB I PENDAHULUAN. mungkin. Para pelaku bisnis di industri terus berupaya agar apa yang mereka BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin komplek dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh dalam bidang usaha. Hal itu mendorong para pengusaha untuk menghasilkan produk

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAP

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAP ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAP Nama : Agus Priyanto NPM : 10211375 Jurusan : Manajemen ( S1 ) Dosen pembimbing : Syahruddin,SE.,MM

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Stokastik Menurut Gross (2008), proses stokastik adalah himpunan variabel acak Semua kemungkinan nilai yang dapat terjadi pada variabel acak X(t) disebut ruang keadaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

BAB I PENDAHULUAN. sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pengambilan keputusan adalah pemilihan di antara alternatifalternatif mengenai sesuatu cara bertindak serta inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak

Lebih terperinci

Programming TV. Segmentasi Demografis + Psikografis. Syaifuddin, S.Sos, M.Si. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

Programming TV. Segmentasi Demografis + Psikografis. Syaifuddin, S.Sos, M.Si. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi Modul ke: Programming TV Segmentasi Demografis + Psikografis Fakultas Ilmu Komunikasi Syaifuddin, S.Sos, M.Si Program Studi Broadcasting http://www.mercubuana.ac.id Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen Pemasaran 1. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan suatu kegiatan pertahanan diri dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, dengan mempertahan

Lebih terperinci

TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET

TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET 1) Benny Santoso 2) Liliana 3) Imelda Yapitro Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya Raya Kalirungkut Surabaya 60293 (031) 298 1395 email

Lebih terperinci

Istilah games atau permainan berhubungan erat dengan kondisi pertentangan bisnis yang meliputi suatu periode tertentu.

Istilah games atau permainan berhubungan erat dengan kondisi pertentangan bisnis yang meliputi suatu periode tertentu. Istilah games atau permainan berhubungan erat dengan kondisi pertentangan bisnis yang meliputi suatu periode tertentu. Saingan-saingan yang memanfaatkan teknik matematika dan pemikiran logis agar sampai

Lebih terperinci

STUDI KASUS : SIMULASI MODEL PERMINTAAN SUPERMARKET DENGAN TEKNIK MONTECARLO

STUDI KASUS : SIMULASI MODEL PERMINTAAN SUPERMARKET DENGAN TEKNIK MONTECARLO STUDI KASUS : SIMULASI MODEL PERMINTAAN SUPERMARKET DENGAN TEKNIK MONTECARLO Suatu supermarket telah melakukan pengamatan mengenai permintaan bayam sebagai salah satu item sayur sayuran yang dijualnya.

Lebih terperinci

PERUBAHAN DIGITAL dan LINGKUNGAN BISNIS. Pertemuan 2

PERUBAHAN DIGITAL dan LINGKUNGAN BISNIS. Pertemuan 2 PERUBAHAN DIGITAL dan LINGKUNGAN BISNIS Pertemuan 2 KONSEP DASAR BISNIS BISNIS Penyediaan barang dan jasa dengan tujuan perolehan laba. EVOLUSI KEGIATAN EKONOMI Pemenuhan Kebutuhan Sendiri Barter Menggunakan

Lebih terperinci

ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA SELISIH ANGGARAN PENJUALAN PADA KOPERASI KARYAWAN CV. ANANDA PUTRI PALEMBANG. Oktariansyah *) ABSTRAK

ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA SELISIH ANGGARAN PENJUALAN PADA KOPERASI KARYAWAN CV. ANANDA PUTRI PALEMBANG. Oktariansyah *) ABSTRAK Jurnal Media Wahana Ekonomika, Vol. 11, No.3,Oktober 2014 : 54-64 ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA SELISIH ANGGARAN PENJUALAN PADA KOPERASI KARYAWAN CV. ANANDA PUTRI PALEMBANG Oktariansyah *) ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

TUGAS EVALUASI KELOMPOK III

TUGAS EVALUASI KELOMPOK III TUGAS EVALUASI KELOMPOK III TAKSONOMI MARZANO DISUSUN OLEH: Erna Butsilawati Rida Marta Sari Syafdi Maizora Yuli Yuliza Indriani KONSENTRASI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCA SARJANA (PPS) UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. sarung tangan kain dan sarung tangan karet.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. sarung tangan kain dan sarung tangan karet. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan Perusahaan PT. Delijaya Global Perkasa merupakan perusahaan bisnis keluarga yang bergerak dibidang industry sarung tangan. Perusahaan ini menghasilkan produk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Theresiana Salatiga Semester 1 pada Tahun Ajaran 2011/ 2012 yang terletak di jalan Cemara II Salatiga. Subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan setiap perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh profit dan

BAB I PENDAHULUAN. dan setiap perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh profit dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat persaingan dunia usaha saat ini khususnya di Indonesia sangat ketat, hal ini dapat diketahui karena setiap perusahaan berusaha untuk merebut market share dan

Lebih terperinci

Pemain B B 1 B 2 B 3 9 5

Pemain B B 1 B 2 B 3 9 5 TEORI PERMAINAN Teori permainan (game theory) adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Teori dikembangkan untuk menganalisa proses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat persaingan ketat antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Para pengusaha

Lebih terperinci

STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS

STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS Di susun oleh: Deny Kurniawan 10.01.2689 D3 TI 2A Progam D3 Teknik Informatika Stmik Amikom Jogjakarta Jl Ring Road Utara, Condong Catur, Depok, Sleman STRATEGI

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI 8 Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pemasaran (Marketing) 2.1.1 Definisi Marketing Pemasaran (marketing) adalah suatu proses dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan

Lebih terperinci

PEMODELAN HUBUNGAN PELANGGAN DAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV ADITYA PRAYUDANTO

PEMODELAN HUBUNGAN PELANGGAN DAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV ADITYA PRAYUDANTO PEMODELAN HUBUNGAN PELANGGAN DAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV ADITYA PRAYUDANTO DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PERNYATAAN

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI Proses produksi PT Amanah Prima Indonesia dimulai dari adanya permintaan dari konsumen melalui Departemen Pemasaran yang dicatat sebagai pesanan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan harapannya. Sehingga berakibat pelanggan akan lebih cermat dan pintar

BAB I PENDAHULUAN. dengan harapannya. Sehingga berakibat pelanggan akan lebih cermat dan pintar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingkat persaingan pada dunia bisnis di Indonesia semakin ketat, karena setiap perusahaan pastinya akan terus berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi secara beruntun dan dengan kemungkinan yang berbeda-beda. Sebagai contoh sekarang

Lebih terperinci

TEORI PERMAINAN. Tidak setiap keadaan persingan dapat disebut sebagai permainan (game). Kriteria atau ciri-ciri dari suatu permainan adalah :

TEORI PERMAINAN. Tidak setiap keadaan persingan dapat disebut sebagai permainan (game). Kriteria atau ciri-ciri dari suatu permainan adalah : TEORI PERMAINAN I. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetitif yang diwarnai persaingan atau konflik. Persaingan atau konflik ini dapat terjadi antara

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian B. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Penentuan Lokasi Penelitian 2. Metode Pengambilan Sampel

METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian B. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Penentuan Lokasi Penelitian 2. Metode Pengambilan Sampel 39 I. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu metode penelitian dengan membahas suatu permasalahan dengan cara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tentang Perkoperasian menjadi payung hukum sementara bagi BMT. ada 41 BMT dan 10 BTM, dan tahun 2013 ada 42 BMT dan 10 BTM.

BAB I PENDAHULUAN. Tentang Perkoperasian menjadi payung hukum sementara bagi BMT. ada 41 BMT dan 10 BTM, dan tahun 2013 ada 42 BMT dan 10 BTM. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga keuangan syariah menurut Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah, dapat digolongkan menjadi dua, yakni Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah

Lebih terperinci

4 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Jenis dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data

4 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Jenis dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data 21 4 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di daerah sentra produksi karet rakyat di Provinsi Jambi. Lokasi yang dipilih yaitu Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Bungo.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini berisikan landasan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian dan

BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini berisikan landasan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian dan BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisikan landasan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian dan konsep yang mendasari perumusan masalah. Kerangka pemikiran dan hipotesis. Melihat kerangka konsep

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi

BAB I PENDAHULUAN. penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manajemen operasi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi sumber

Lebih terperinci

BAB 2. LANDASAN TEORI dan RERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2. LANDASAN TEORI dan RERANGKA PEMIKIRAN BAB 2 LANDASAN TEORI dan RERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Pasar Pasar merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan antara produsen dan konsumen. Sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli ini, pasar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penjual dan pembeli harus saling bertemu atau bertatap muka pada suatu tempat

BAB I PENDAHULUAN. penjual dan pembeli harus saling bertemu atau bertatap muka pada suatu tempat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Globalisasi menyebabkan perubahan sistem perdagangan, baik secara tradisional maupun modern. Sistem perdagangan tradisional yakni transaksi antara penjual

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didistribusikan ke toko toko bangunan atau galangan. CV VARIA berdiri tahun

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didistribusikan ke toko toko bangunan atau galangan. CV VARIA berdiri tahun BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan CV VARIA merupakan pabrik yang memproduksi cat pernis dan thinner serta didistribusikan ke toko toko bangunan atau galangan. CV VARIA berdiri tahun

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK Pembimbing I Oleh Haryaningsih Pendidikan Matematika NIM. 411 409 042 Pembimbing II Drs. Perry

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan fungsi bisnis untuk mengenali kebutuhan konsumen dan menentukan target market yang dituju serta merancang produk dan program yang tepat untuk

Lebih terperinci

Teori permainan mula-mula dikembangkan oleh ilmuan Prancis bernama Emile Borel, secara umum digunakan untuk menyelesaikan masalah yang

Teori permainan mula-mula dikembangkan oleh ilmuan Prancis bernama Emile Borel, secara umum digunakan untuk menyelesaikan masalah yang BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk pasar

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Daftar Isi...i Daftar Tabel...iv Daftar Gambar...vi Bab I : Pendahuluan... 1 Bab II : Kajian Pustaka dan Kerangka Pemikiran...

DAFTAR ISI Daftar Isi...i Daftar Tabel...iv Daftar Gambar...vi Bab I : Pendahuluan... 1 Bab II : Kajian Pustaka dan Kerangka Pemikiran... DAFTAR ISI Daftar Isi...i Daftar Tabel...iv Daftar Gambar...vi Bab I : Pendahuluan... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 10 1.3. Tujuan Penelitian... 10 1.4. Kegunaan Penelitian... 11 Bab

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menuntut setiap orang untuk dapat berpikiran maju. Ilmu

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menuntut setiap orang untuk dapat berpikiran maju. Ilmu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi menuntut setiap orang untuk dapat berpikiran maju. Ilmu pengetahuan teknologi dan informasi yang terus berkembang menjadi kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era Globalisasi, tingkat ketergantungan antar bangsa tidak dapat dihindari.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era Globalisasi, tingkat ketergantungan antar bangsa tidak dapat dihindari. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era Globalisasi, tingkat ketergantungan antar bangsa tidak dapat dihindari. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi mendorong terjadinya perdagangan

Lebih terperinci

ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU

ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU Nama : Indah Adiyati NPM : 13211556 Dosen Pembimbing : Reni Diah Kusumawati, SE, MMSI Pendahuluan Latar Belakang

Lebih terperinci

TUGAS E- BISNIS. Di susun oleh: Nama : Nur Rokhayati NIM : Kelas : S1 TI 6A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

TUGAS E- BISNIS. Di susun oleh: Nama : Nur Rokhayati NIM : Kelas : S1 TI 6A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA TUGAS E- BISNIS Di susun oleh: Nama : Nur Rokhayati NIM : 08.11.1909 Kelas : S1 TI 6A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS A. PENGERTlAN PEMASARAN Sebagaiman kita ketahui

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Analisis Cost Volume Profit a. Pengertian Analisis Cost Volume Profit Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit analysis)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat,

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, menjadikan statistika memegang peranan penting dalam kehidupan. Hampir semua fenomena yang terjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang ada, baik politik, sosial budaya, ekonomi dan teknologi. Sebagian

BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang ada, baik politik, sosial budaya, ekonomi dan teknologi. Sebagian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia saat ini menciptakan persaingan yang semakin ketat. Hal ini yang menuntut produsen untuk lebih peka, kritis dan reaktif terhadap perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. faktor utama yang menentukan pemilihan produk bagi pelanggan.

BAB I PENDAHULUAN. faktor utama yang menentukan pemilihan produk bagi pelanggan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan perusahaan adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat memuaskan pelanggan, dimana kualitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pemilihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam menghadapi ketatnya persaingan industri retail yang menjual produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), pengelola dituntut untuk mengoperasikan retail secara efektif

Lebih terperinci