KATA KUNCI : Suksesi, Kepemimpinan, Perusahaan.
|
|
|
- Iwan Indradjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENTINGNYA SUKSESI KEPEMIMPINAN DALAM SUATU PERUSAHAAN Retno Djohar Juliani *). Erwin Dwi Edi Wibowo * * ) Dosen Administrasi Niaga Universitas Pandanaran Semarang ABSTRAK Suksesi kepemimpinan dalam perusahaan adalah peralihan kepemimpinan di dalam suatu perusahaan. Suksesi kepemimpinan dapat dilaksanakan baik di tingkat puncak ( top manager ), tingkat menengah ( middle manager ) maupun pada tingkat lini pertama ( lower manager ). Di dalam suatu perusahaan besar biasanya mereka mempunyai program latihan untuk calon- calon pimpinan yang dilakukan secara rutin dan terprogram. Sedang di dalam perusahaan kecil, suksesi kepemimpinan sering tidak dipersiapkan. Suksesi kepemimpinan yang tidak dipersiapkan dapat mengakibatkan konflik dalam perusahaan. Seorang pimpinan perlu diganti apabila tidak dapat memberikan kepuasan kepada bawahan, tidak dapat menyusun jalur pencapaian tujuan, tidak dapat menghilangkan hambatan- hambatan dalam perusahaan dsb. Untuk menyiapkan calon pimpinan maka ada beberapa cara yang dapat ditempuh yaitu memberi kesempatan kepada calon pimpinan untuk ikut memecahkan masalah- masalah di dalam perusahaan, memberi kesempatan kepada calon pimpinan untuk memimpin suatu unit kecil dalam perusahaan, memberi kesempatan kepada calon pimpinan untuk menduduki jabatan penting dalam perusahaan, calon pimpinan diberi kesempatan melaksanakan kegiatan penting dalam perusahaan, calon pimpinan menjadi pejabat pelaksana tugas untuk menguji kemampuannya. Ada beberapa alternative yang dapat digunakan untuk peralihan kepemimpinan dalam perusahaan, yaitu mengangkat orang kuat kedua, pembentukan team manajemen untuk memimpin perusahaan, atau mengangkat orang dari luar perusahaan. KATA KUNCI : Suksesi, Kepemimpinan, Perusahaan. ABSTRACT A leadership succession in a business is a leadership change. It can be carried out in a top manager- level, a middle manager and a lower manager level as wll. A big business enterprise commonly has its own routinely and systematically ru training program for each leader candidate. On the countrary, a small business enterprise has. A previously unprepared succession program may cause conflict within it. A leadership need changing because it can t give a satisfaction to subordinates maka a plan to achieve the target, get rid og some abstacle in business and so on. To prepare leadership candidates, there are some methods, i.e.to give opportunity leadership candidate to take part in solving several problems, to lead small unit or to occupy a higher opposition in business. There are some alternative used for a leadership succession in business, i.e.to appoint a person outside enterprise. Key words : Succession, Leadership, Corporate
2 PENDAHULUAN Suksesi seringkali diartikan sebagai peralihan pimpinan di tingkat puncak, sehingga hanya di posisi puncak tersebut perusahaan berkonsentrasi. Padahal sebenarnya suksesi dapat menjangkau berbagai lapisan manajerial. Suksesi kepemimpinan merupakan masalah yang cukup vital bagi suatu perusahaan, sebab dapat mempengaruhi kesinambungan hidup suatu perusahaan. Suksesi kepemimpinan dibutuhkan baik dalam perusahaan keluarga maupun perusahaan non keluarga, perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Dalam suatu perusahaan keluarga, maka suksesi kepemimpinan merupakan masalah yang cukup pelik. Suatu perusahaan keluarga akhirnya hancur hanya karena tidak menyiapkan calon pengganti untuk memimpin perusahaan. Tetapi bisa juga dijumpai adanya kemelut suksesi yang melanda sejumlah perusahaan BUMN dan BUMD. Suksesi kepemimpinan pada perusahaan besar sering dimasukkan ke dalam program pengembangan organisasi, dimana perusahaan pada umumnya sudah menyiapkan calon pimpina melalui proses kaderisasi. Sedang dalam perusahaan kecil, suksesi kepemimpinan jarang disiapkan, hal ini dapat berakibat fatal jika pimpinan yang sekarang berhalangan misalnya : sakit, berlibur atau sedang berhalangan tetap ( meninggal dunia ) sehingga tidak mampu lagi menjalankan tugas- tugasnya. Suksesi kepemimpinan yang tidak disiapkan terlebih dahulu dapat mengakibatkan konflik dalam perusahaan. Oleh karena itu perencanaan suksesi menjadi penting karena pada hakekatnya bertujuan mempertahankan dan mengembangkan standar kesempurnaan dari performa perusahaan serta kompetensi yang dimiliki. Selain itu juga untuk menjawab kebutuhan persiapan ekesekutif di masa depan. STRATEGI SUKSESI Untuk mencapai tujuan suksesi maka perusahaan harus mampu merencanakan dan menentukan secara jitu strategi suksesi yang mencakup berbagai level manajerial. Seperti diketahui pada umumnya di dalam suatu perusahaan terdapat tiga tingkatan manajerial, yaitu top management/ manajer puncak, middle management/manajemen menengah,
3 dan lower management/manajemen tingkat pertama. Top management adalah semua anggota Board of Director ( Dewan Komisaris ). Middle management meliputi kepala bagian, kepala seksi dan kepala divisi, sedang Lower management meliputi kepala mandor dan mandor ( James AF Stoner, 1996, 16 ). Suksesi dalam kepemimpinan mudah dilihat pada manajemen puncak, dan dampak nyata dari suksesi lebih mengarah pada hal- hal yang bersifat strategis, memiliki dampak jangka panjang, sehingga akan berpengaruh kepada aktifitas perusahaan secara keseluruhan. Dampak nyata suksesi kepemimpinan pada manajemen menengah lebih mengarah kepada produktivitas kelompok dan koordinasi antar kelompok. Sedang suksesi kepemimpinan pada manajemen tingkat pertama kadang- kadang tidak terlalu disadari oleh orang- orang di sekelilingnya, terspesialisasi pada jenis pekerjaan tertentu dan memiliki dampak jangka pendek. Proses suksesi mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi, maka diperlukan kesiapan baik bagi orang yang akan kehilangan wewenang, orang yang akan menerima delegasi wewenang sebagai pimpinan, mupun kesiapan bagi bawahan. Jika mereka belum siap yang disebabkan karena kurangnya komunikasi dalam perusahaan, suksesi kepemimpinan akan kurang mendapatkan dukungan. Suksesi kepemimpinan sebaiknya mendapatkan dukungan dari bawahan, sebab jika tidak mendapatkan dukungan dari bawahan suksesi dapat memicu ketidakpuasan bawahan terhadap pimpinan, menurunkan motivasi kerja, menurunkan produktivitas kerja maupun berbagai kerusuhan dalam perusahaan. Akibatnya suksesi kepemimpinan dapat menimbulkan kemelut internal di dalam perusahaan, lebih- lebih apabila proses peralihan kepemimpinan dianggap tidak sesuai dengan keinginan oleh sebagian besar bawahan. Suksesi kepemimpinan yang tidak berhasil akan mempengaruhi kepercayaan bawahan kepada perusahaan, timbul ketakutan untuk menghadapi masa depan mereka di perusahaan dan pada akhirnya dapat timbul sikap masa bodoh terhadap perusahaan. Oleh karena itu dalam suatu suksesi kepemimpinan maka calon pimpinan haruslah orang yang dapat membawa aspirasi bawahan sehingga mereka mudah diterima oleh bawahan. Pada perusahaan besar suksesi kepemimpinan akan lebih mudah, sebab biasanya mereka sudah menggunakan prinsip profesional manager untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan.selain itu di dalam perusahaan besar biasanya mempunyai program latihan untuk calon- calon pimpinan yang biasa dilakukan secara rutin dan berencana.
4 Sedang pada perusahaan kecil suksesi kepemimpinan akan lebih sulit karena adanya keengganan pimpinan untuk mengalihkan kekuasaan/ wewenangnya kepada bawahan, mereka takut apabila bawahan membuat kesalahan jika bawahan menjadi pimpinan, mereka juga takut akan kehilangan kekuasaan dalam perusahaan. Adapun hal hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pimpinan suatu perusahaan adalah : 1. Tradisi/ warisan, seseorang menjadi pimpinan perusahaan karena keturunan/ warisan. 2. Kekuatan pribadi, seseorang menjadi pimpinan perusahaan karena mempunyai kekuatan pribadi baik karena fisik maupun karena kecakapannya dalam bekerja. 3. Pengangkatan atasan, seseorang menjadi pimpinan perusahaan karena diangkat oleh atasannya, yang bisa disebabkan karena adanya hubungan baik dengan atasan atau karena masa kerjanya memenuhi syarat untuk jabatan tersebut. 4. Pemilihan, seseorang menjadi pimpinan perusahaan karena konsep- konsepnya, instruksiinstruksinya diterima oleh bawahan. Pimpinan hasil pemilihan biasanya akan lebih baik karena bawahan telah mempertimbangkan hal- hal seperti tingkat kecerdasan calon pimpinan, kecakapan calon pimpinan dalam berkomunikasi, mempunyai loyalitas yang besar kepada perusahaan dan yang terpenting adalah mempunyai hubungan baik dengan bawahan. Pimpinan hasil pemilihan cenderung lebih mudah untuk menerima suksesi kepemimpinan dengan legowo. Sebelum melakukan suksesi kepemimpinan sebaiknya suatu perusahaan menentukan kriteria dari pimpinan yang akan dibutuhkan. Seorang pimpinan sebaiknya mempunyai kriteriakriteria sebagai berikut : 1. Energi, mempunyai kekuatan mental dan fisik. 2. Stabilitas emosi, seorang pimpinan tidak boleh mempunyai prasangka yang buruk terhadap bawahan, tidak mudah marah. 3. Human Relationship, mempunyai pengetahuan yang luas tentang hubungan manusia artinya dapat memahami sifat dan tingkah laku manusia. 4. Personal motivatian, dapat memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk bekerja bagi perusahaan, memberi semangat kepada bawahan, membina dan mengembangkannya. 5. Communication skills, mempunyai kecakapan dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.
5 6. Teaching skills, mempunyai kecakapan untuk mendidik, membimbing serta memberikan petunjuk. 7. Social skills, mempunyai sifat suka menolong, senang jika bawahannya maju dan menghargai pendapat/ pendirian orang lain. 8. Technical competent, mempunyai kemampuan untuk merencanakan, megorganisasikan, medelegasikan wewenang dan tangkas dalam mengambil keputusan ( T. Hani Handoko, 1995, 297 ). Kapan suatu perusahaan perlu mengadakan suksesi kepemimpinan adalah tergantung pada kebutuhan masing- masing perusahaan. Seorang calon pimpina perlu dijauhi apabila : 1. Pimpinan tidak dapat memberikan kepuasan terhadap kebutuhan langsung dari bawahan. 2. Pimpinan tidak dapat menyusun jalur pencapaian tujuan sebagai pedoman dalam mengerjakan pekerjaan. 3. Tidak dapat menghilangkan hambatan- hambatan untuk pencapaian tujuan. 4. Tidak mampu mengubah tujuan karyawan, agar tujuan karyawan menjadi berguna bagi perusahaan. Untuk mendidik, membina dalam langkah- langkah yang nyata calon pengganti pimpinan dalam perusahaan membutuhkan waktu yang lama. oleh karena itu untuk mendukung langkah nyata suatu suksesi maka seorang calon pengganti pimpinan sebaiknya : 1. Perlu diberikan kesempatan untuk melaksanakan/ menduduki jabatan- jabatan penting dalam perusahaan untuk jangka waktu yang cukup lama agar ia bisa memperoleh gambaran yang menyeluruh dalam perusahaan. 2. Memberikan kesempatan kepada calon pengganti untuk ikut memecahkan masalah- masalah intern maupun ekstern perusahaan. Langkah ini sangat berguna untuk melatih calon pengganti memecahkan masalah yang bersifat rutin maupun yang bukan rutin. 3. Memberi kesempatan calon pengganti untuk memimpin satu unit/ bagian dalam perusahaan. Dengan belajar memimpin unit kecil ini seorang calon pengganti dapat dievaluasi kemampuannya, selain itu juga sebagai proses belajar dalam memimpin. Dengan menempuh langkah- langkah di atas serta melalui proses adaptasi dengan bawahan maka seorang calonpimpinan akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri untuk memimpin perusahaan.
6 Suksesi kepemimpinan dapat dilaksanakan secara menyeluruh untuk setiap tingkatan manajerial, akan tetapi suksesi kepemimpinan dapat pula dilakukan secara bertahap. Suksesi kepemimpinan secara keseluruhan mempunyai kebaikan dan kelemahan. Kebaikannya bersifat adil sehingga tidak timbul rasa iri dari pimpinan yang kehilangan kewenangannya. Kelemahannya kadang- kadang dapat mengganggu jalannya perusahaan bila semua pimpinan baru belum berpengalaman. Selain itu timbul kesan semua pimpinan yang lama dihilangkan diganti dengan group kepemimpinan yang baru, sebab sering terjadi seorang pimpinan baru juga membawa orang- orangnya untuk menjadi bawahannya karena orang- orang tersebut sudah bisa diajak bekerjasama. Suksesi kepemimpinan secara bertahap untuk tiap- tiap tingkatan manajemen baik juga dilaksanakan, dengan demikian tidak menimbulkan shock bagi semua pimpinan lama maupun para bawahan. Sebab walau bagaimanapun seorang pimpinan baru pastilah akan membuat kebijakan- kebijakan baru yang dapat mengubah suatu kemapanan. Ada berbagai alternative yang dapat diambil oleh suatu perusahaan dalam mengadakan suksesi kepemimpinandalam perusahaan, yaitu : 1. Mendidik, membina dan mengangkat orang kuat kedua. Cara ini dapat dilakukan apabila orang kuat kedua tersebut sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. 2. Pembentukan suatu team manajemen yang terdiri dari dua atau tiga orang bawahan. Kepemimpinan dibawah satu team yang mempunyai berbagai keahlian dan kemampuankemampuan potensiil dapat saling mengisi dalam mengatasi persoalan- persoalan yang mungkin timbul dalam perusahaan. Masing- masing anggota team terpicu untuk berprestasi, akan tetapi kepemimpinan dalam satu team ini menjadi tidak baik bila anggotanya dalam bekerja tidak kompak. 3. Mengangkat orang dari luar perusahaan. Dalam hal ini orang luar tersebut harus dapat diterima oleh bawahan, mempunyai loyalitas yang tinggi untuk keberhasilan perusahaan. Pengangkatan pimpian dari luar perusahaan kadang- kadang dapat membawa ide- ide baru yang mungkin berguna bagi peningkatan kegiatan perusahaan, akan tetapi dapat pula sebaliknya pimpinan tersebut tidak memahami setuasi perusahaan sama sekali. PENUTUP
7 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa suksesi kepemimpinan perlu dilakukan apabila : 1. Pimpinan tidak dapat membawa perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. Pimpinan kurang mempunyai loyalitas terhadap perusahaan. 3. Tidak terjalin hubungan yang harmonis antara atasan dengan bawahan. 4. Pimpinan tidak mampu lagi melaksanakan tugas- tugas kewajibannya. DAFTAR PUSTAKA Irawan, Swasta Basu Lingkungan Perusahaan.Yogyakarta: BPFE UGM. Pat D Alcorn Sukses Mengelola Bisnis Keluarga. Semarang: Dahara Prize. Saerang, Charles The Management of Family Business. Australia: Monash University Press. Stoner, James AF Management. Jakarta: Erlangga. Manajemen dan Usahawan Indonesia Edisi 28.
Bab 2 MANAJEMEN DAN MANAJER
Bab 2 MANAJEMEN DAN MANAJER Siapa Manajer? Orang yang melakukan kegiatan manajemen atau proses manajemen. Manajemen menginginkan tujuan tercapai dengan efektif dan effisien Efektif & Efisien Efektif :
Dasar-dasar Manajemen dan Kepemimpinan
MODUL PERKULIAHAN Dasar-dasar Manajemen dan Kepemimpinan Pengertian dan Peranan Manajemen #2 Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Public Relations 02 MK42001
MODUL 14 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. (Pengertian dan Fungsi Manajemen)
MODUL 14 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Pengertian dan Fungsi Manajemen) TINGKAT : XI PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs. SOEBANDONO PENGERTIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kepemimpinan 2.1.1. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan organisasi.esensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gaya Kepemimpinan 2.1.1 Pengertian Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MANAJEMEN KODE / SKS : KD / 3 SKS
I & II Gambaran Tentang Manajemen dan Manajer Manajemen Definisi Manajemen Pentingnya Organisasi Prestasi Manajerial dan Organisasi Proses Manajemen Jenis-jenis Manajer Keterampilan dan Peran Manajer Manajemen
Manajemen dan Manajer
Manajemen dan Manajer Peta pembelajaran Manajemen dan Manajer (6) Role of manager (1) Manajemen dan Manajer Definisi 3 Poin (5) Keterampilan manajer 4 Poin (4) Kegiatan-kegiatan manajer 8 Poin Manajemen
BAB VII MANAJEMEN,DAN KEPEMIMPINAN DALAM BISNIS. Copyright 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.
- BAB VII MANAJEMEN,DAN KEPEMIMPINAN DALAM BISNIS MANAJEMEN Manajemen adalah proses pencapaian tujuan organisasional melalui sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang ada Manajer adalah mereka yang
Kepemimpinan, sebaliknya, menyangkut menetapkan arah dengan menyusun satu visi masa depan; kemudian mereka menyatukan orangorang
Manajemen yang baik menghasilkan tatanan dan konsistensi dengan menyusun rencanarencana formal, merancang struktur organisasi yang ketat, dan memantau hasil melalui perbandingan dengan rencana Kepemimpinan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang telah ditentukan sebelumnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Administrasi dan Administrasi Negara 1. Administrasi Menurut Siagian dalam Anggara (2012:21) menjelaskan bahwa : Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang
PEDOMAN KERJA BERBASIS STRUKTUR ORGANISASI
PEDOMAN KERJA BERBASIS STRUKTUR ORGANISASI Hanny Siagian STIE Mikroskil Jl. Thamrin No. 112, 124, 140 Medan 20212 [email protected] Abstrak Kehadiran struktur organisasi mutlak ada didalam suatu kegiatan
Evolusi Teori. Manajemen Manajer. Teori Manajem en Klasik
Pengertian Manajemen Manajemen dan Manajer Evolusi Teori Manajemen Manajemen dan Lingkungan Eksternal Manajemen sebagai Ilmu dan Seni Definisi Manajemen Fungsi fungsi Manajemen Tingkatan Manajemen Keterampilan
Mary Parker Follet : the art of getting things done trough the others.. seni mencapai sesuatu melalui orang lain
MANAJEMEN DAN ORGANISASI Apa Itu Manajemen? Mary Parker Follet : the art of getting things done trough the others.. seni mencapai sesuatu melalui orang lain Definisi Umum Manajemen adalah proses merencanakan,
MANAJEMEN KARIR. Retno Djohar Juliani *) Abstrak
MANAJEMEN KARIR Retno Djohar Juliani *) Abstrak Kesuksesan psikologis merupakan tujuan tertinggi dari karir seseorang, yaitu perasaan bangga atas prestasi yang didapatkan ketika tujuan terpenting dalam
Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom Manajemen Umum 1
Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom Manajemen Umum 1 Mengapa Organisasi Dibutuhkan? Ada 3 alasan utama mengapa organisasi itu penting: 1. Organisasi sebagai alat untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN. pemimpin (leader) dalam mengarahkan, mendorong dan. mengatur seluruh unsur unsur di dalam kelompok atau organisasinya untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepemimpinan (leadership) dapat dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin (leader) dalam mengarahkan, mendorong dan mengatur seluruh unsur unsur di dalam kelompok
Usaha bisnis membutuhkan organisasi. Organisasi bisnis membutuhkan manajemen untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Usaha bisnis membutuhkan organisasi. Organisasi bisnis membutuhkan manajemen untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Organisasi usaha adalah struktur eksekutif dari bisnis. Organisasi
Disusun Oleh : Abdul Zaelani. Informatika A / IV
Disusun Oleh : Abdul Zaelani 208700740 Informatika A / IV Bab 1 Pengertian manajemen Dalam melaksanakan kegiatan produksi diperlukan manajemen yang berguna untuk menerapkan keputusan-keputusan dalam upaya
Nama : Yohanna Enggasari. Pertanyaan :
Nama : Yohanna Enggasari Pertanyaan : 1. Definisikan manajemen dan organisasi serta mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi? 2. Sebutkan fungsi fungsi manajemen dan berikan contoh kegiatan
PERTEMUAN 2 KEPEMIMPINAN
PERTEMUAN 2 MANAJEMEN, MANAJER DAN KEPEMIMPINAN MANAJEMEN, MANAJER DAN KEPEMIMPINAN A. RUANG LINGKUP Berdasarkan ruang lingkup manajemen, manajer, dan kepemimpinan tersebut, tidak menutup kemungkinan memiliki
1. PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting dalam sebuah organisasi karena
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan aset terpenting dalam sebuah organisasi karena segala aktivitas dalam sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya peran sumber daya
MANAJEMEN UMUM. Kode MK : MKK Program Studi : Sistem Informasi Bobot : 2 sks. STMIK Pradnya Paramita Malang
MANAJEMEN UMUM Kode MK : MKK0-5102 Program Studi : Sistem Informasi Bobot : 2 sks STMIK Pradnya Paramita Malang Standar Kompetensi : Mampu menerapkan fungsi-fungsi manajemen pada tingkat operasional Materi
BAB II URAIAN TEORITIS. terhadap produktivitas karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
BAB II URAIAN TEORITIS A. PENELITIAN TERDAHULU Sabrina Anggreini (1999), tentang analisis pendelegasian wewenang terhadap produktivitas karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Hasil penelitian
PENGERTIAN MANAJEMEN Manajemen sebagai ilmu pengatahuan (management as a science) adalah bersifat interdisipliner yang mana mempergunakan bantuan dari
PENGERTIAN MANAJEMEN Manajemen sebagai ilmu pengatahuan (management as a science) adalah bersifat interdisipliner yang mana mempergunakan bantuan dari ilmu-ilmu sosial, filsafat dan matematika Manajemen
KEWIRAUSAHAAN. Manajer dan Karyawan
KEWIRAUSAHAAN Manajer dan Karyawan Memahami kewirausahaan dan peluangpeluang wirausaha Memahami pentingnya kreatifitas dalam bisnis Memahami bagaimana menyelaraskan kepentingan manager dan pemilik Memahami
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai macam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai macam komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan. Komponen-komponen yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, kompetisi global dan perdagangan bebas menuntut sumber daya manusia yang
KETERKAITAN ANTAR PENELITIAN MANAJEMEN DENGAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ILMU MANAJEMEN. OLEH : RITHA F. DALIMUNTHE, SE, MsI
A. PENDAHULUAN KETERKAITAN ANTAR PENELITIAN MANAJEMEN DENGAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ILMU MANAJEMEN OLEH : RITHA F. DALIMUNTHE, SE, MsI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Berdasarkan judul
MANAJEMEN PENGANTAR. PENNY RAHMAWATY, M.Si. Pengantar Manajemen - Penny Rahmawaty
MANAJEMEN PENGANTAR PENNY RAHMAWATY, M.Si Bagian I PENDAHULUAN Pengertian Manajemen Proses Manajemen Tingkat Manajemen MENGAPA MANAJEMEN DIBUTUHKAN? 1. Untuk mencapai tujuan 2. Untuk menjaga keseimbangan
TUGAS ONLINE PENGANTAR BISNIS MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS SEKSI 11. DOSEN PEMBIMBING : JATMIKO Ir.,MBA.,MM. DISUSUN OLEH :
TUGAS ONLINE PENGANTAR BISNIS MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS SEKSI 11 DOSEN PEMBIMBING : JATMIKO Ir.,MBA.,MM. DISUSUN OLEH : NAMA : ALIFIA PUTRI MAULIDASARI NIM : 2012 12 214 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN Oleh : RETNO DJOHAR JULIANI DOSEN ADMINISTRASI NIAGA UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN Oleh : RETNO DJOHAR JULIANI DOSEN ADMINISTRASI NIAGA UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG ABSTRAK Kompensasi yang rendah menyebabkan berbagai permasalahan dalam
SISTEM INFORMASI SDM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
SISTEM INFORMASI SDM WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 5 SI SDM Subsistem Manajemen Tenaga Kerja Keahlian / Kompetensi. Suksesi. Relokasi / Rotasi. Keahlian / Kompetensi Susanto (2003) mendefinisikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengembangan Pegawai 2.1.1 Pengertian Pengembangan Pegawai Pengembangan pegawai dirasa semakin penting manfaatnya karena tuntutan pekerjaan atau jabatan akibat kemajuan ilmu
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA 4.1. Penyajian data 4.1.1.Gambaran Umum Perusahaan Awal mulanya pada tahun 2006 perusahaan ini didirikan oleh dua pemegang saham dengan nama PT Citra Profoam Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. untuk memusatkan perhatian pada pengembangan SDM. soft skill yang di dalamnya terdapat unsur behavior dan attitude.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap organisasi selalu berdiri disertai dengan suatu tujuan atau pencapaian. Guna mencapai tujuan tertentu organisasi membutuhkan beberapa faktor yang akan
BAB II LANDASAN TEORI
17 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berproduksi
BAB I PENDAHULUAN. Menghadapi perkembangan pariwisata di Bali, komponen komponen. berproduktivitas tinggi. Bukanlah suatu pekerjaan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadapi perkembangan pariwisata di Bali, komponen komponen pariwisata berusaha mengembangkan sumber daya manusianya, dalam memenuhi apa yang menjadi kebutuhan atau
MAKALAH KEPEMIMPINAN / LEADERSHIP Makalah Kepemimpinan Leadership Gratis Dipersembahkan oleh : www.tipspublicspeaking.net TipsPublicSpeaking.NET adalah website berisi cara belajar public speaking secara
INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER. Untung Sriwidodo Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta
INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER Untung Sriwidodo Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta ABSTRACT Each responsibility center have manager in charge
MENGELOLA ENTITAS BISNIS. Muniya Alteza
MENGELOLA ENTITAS BISNIS Muniya Alteza Manajer Kerja manajer mencakup usaha untuk mengembangkan strategi dan rencana taktis Manajer harus menganalisa lingkungan persaingan, merencanakan, mengelola, mengarahkan,
PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG DAN PEMBAGIAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN KANTOR PELAYANAN DAN PENGAWASAN BEA DAN CUKAI TIPE 3A SURAKARTA
PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG DAN PEMBAGIAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN KANTOR PELAYANAN DAN PENGAWASAN BEA DAN CUKAI TIPE 3A SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai
BAB I PENDAHULUAN. inovasi. Perusahaan yang ingin tetap bertahan dalam lingkungan bisnis harus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. strategis dan sangat vital, meskipun berbagai faktor lain yang dibutuhkan itu telah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberadaan sumber daya manusia di dalam perusahaan menempati posisi strategis dan sangat vital, meskipun berbagai faktor lain yang dibutuhkan itu telah tersedia.
APA ITU FUNGSI MANAJEMEN?
FUNGSI MANAJE EMEN APA ITU FUNGSI MANAJEMEN? elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Industri perbankan adalah sebuah industri jasa yang sedikit banyak menggantungkan keberhasilan usahanya pada produktfitas dalam memberikan jasa kepada konsumen.
PROFESSIONAL IMAGE. Self Image PR Profesional. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations
Modul ke: PROFESSIONAL IMAGE Self Image PR Profesional Fakultas FIKOM Syerli Haryati, S.S. M.Ikom Program Studi Public Relations www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Professional Image Modul - 9 Syerli Haryati,
Materi Minggu 6. Pengambil Keputusan Strategik: Manajer Strategik dan Corak Manajemen Strategik
M a n a j e m e n S t r a t e g i k 29 Materi Minggu 6 Pengambil Keputusan Strategik: Manajer Strategik dan Corak Manajemen Strategik 6.1 Direksi Corporate Menurut UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 5 tentang
MINGGU IV MANAJEMEN TENAGA KERJA
1 MINGGU IV MANAJEMEN TENAGA KERJA KOMPETENSI Merupakan salah satu syarat untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Seseorang yang memiliki kompetensi yang memadai akan memiliki rasa percaya diri, dan
BAB II KAJIAN TEORI. jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan secara harfiah berasal dari kata pimpin. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan
KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI (Kajian dalam diklat PIM IV materi Manajemen Perkantoran)
KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI (Kajian dalam diklat PIM IV materi Manajemen Perkantoran) Oleh : Drs. H. Eldison., M.Pd.I Widyaiswara Madya Bdk Padang Abstrak Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi
23-Nov-15. Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom.
Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. 1 Adalah Organisasi yang dibentuk di dalam perusahaan untuk melakukan perbaikan proses bisnis perusahaan. Anggota organisasi terdiri dari beberapa karyawan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. saat ini, maka salah satu usaha pengembangan yang dapat dilakukan oleh perusahaan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Untuk menyeleraskan antara kondisi perusahaan dengan situasi kompetisi yang ada saat ini, maka salah satu usaha pengembangan yang dapat dilakukan oleh perusahaan
Bisma, Vol 1, No. 4, Agustus 2016 GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF PADA HOTEL GARUDA DI PONTIANAK
GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF PADA HOTEL GARUDA DI PONTIANAK Andi Julio Email:[email protected] Program StudiManajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Setiap perusahaan memiliki tujuan dan
SILABUS. Indikator Pengalaman Belajar Materi Waktu. Penilaian**) Mahasiswa dapat: 1 x 150 1, 2, 5, 6 Tes lisan di akhir manajemen.
SILABUS Fakultas : Ekonomi Program Studi : Manajemen Kode Mata Kuliah : EKO 204 Mata Kuliah : PENGANTAR MANAJEMEN Jumlah SKS : 3 sks Semester : 1 Mata Kuliah Prasyarat : Deskripsi Mata Kuliah : Matakuliah
BAB I PENDAHULUAN. membentuk karyawan untuk berfikir, bersikap dan berperilaku. Budaya organisasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Budaya dapat membantu organisasi agar dapat terus bertahan dengan menyediakan standar yang tepat. Secara tidak langsung budaya organisasi dapat membentuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memperbaiki lingkungan kerja di tempat kerja. Lingkungan kerja yang buruk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lingkungan Kerja Masalah lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang sangat penting. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran operasi perusahaan. Salah satu cara
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah salah satu unsur produksi selain itu juga faktor penting dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah salah satu unsur produksi selain itu juga faktor penting dan utama di dalam segala bentuk organisasi. Sehingga perlu mendapatkan perhatian, penanganan
Pertemuan 5 MANAJEMEN STRATEGI Pengamatan Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Internal
Pertemuan 5 MANAJEMEN STRATEGI Pengamatan Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Internal Pengamatan Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Internal A. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Pengamatan
Manajemen Sumber Daya Manusia: Manajemen Kinerja
33 Manajemen Sumber Daya Manusia: Manajemen Kinerja Agung Satiya Putrajati PENDAHULUAN P erusahaan dimanapun berada pastilah membutuhkan suatu manajemen dalam menjalankan aktivitas bisnis yang dijalankan.
Manajemen, Organisasidan. Tim Kewirausahaan-SEDS Universitas Hasanuddin
Manajemen, Organisasidan TenagaKerja Tim Kewirausahaan-SEDS Universitas Hasanuddin PENGERTIAN MANAJEMEN MenurutMary Parker Follet(1997), Manajemenadalahsenidalammenyelesaikansesuatumelaluiorang lain. MenurutNickels,
MANAJEMEN PROYEK KONTEKS & PROSES PERTEMUAN 2
MANAJEMEN PROYEK KONTEKS & PROSES PERTEMUAN 2 DEFINISI PROYEK Proyek adalah serangkaian aktifitas temporer dalam usaha melakukan dan mencapai tujuan tertentu (Schwalbe K, 2002). DEFINISI MANAJEMEN PROYEK
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MANAJEMEN UMUM (TK) KODE (KD ) / 2 SKS
Mg. Ke: Pokok Bahasan Dan TIU Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran Media Tugas Ref. I & II Gambaran Umum Manajemen: 1. Mahasiswa pemngertian manajemen, peran manajer serta kemampuan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Suatu perusahaan atau organisasi dibentuk dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu, dan tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Tenaga Kerja BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tenaga kerja adalah salah satu komponen dari perusahaan dan mempunyai peranan yang sangat penting di dalam operasional perusahaan. Menurut Biro Pusat Statistik
BAB I PENDAHULUAN. karena di lembaga inilah setiap anggota masyarakat dapat mengikuti proses
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyelenggarakan pendidikan secara baik, tertata dan sistimatis hingga proses yang terjadi didalamnya dapat menjadi suatu sumbangan besar bagi kehidupan sosial
BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya dunia usaha saat ini membuat pola pikir seorang manajer
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya dunia usaha saat ini membuat pola pikir seorang manajer atau seorang pimpinan sudah seharusnya lebih mengutamakan keberadaan sumber daya manusia
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Management berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Dalam hal mengatur akan timbul masalah, mengapa harus diatur, dan apa tujuan pengaturan tersebut.
BAB II LANDASAN TEORITIS. organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan sebagaimana yang telah direncanakan.
BAB II LANDASAN TEORITIS 2.1 Pemberdayaan Pegawai Setiap instansi memerlukan tenaga kerja dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan sebagaimana yang telah direncanakan.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP. PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (Persero) APJ DI SURAKARTA
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (Persero) APJ DI SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
PERANAN PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANANDA PUTRA PALEMBANG. Oktariansyah *) ABSTRAK
PERANAN PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANANDA PUTRA PALEMBANG Oktariansyah *) ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan
Dasar Manajemen dan Kepemimpinan
MODUL PERKULIAHAN Dasar Manajemen dan Kepemimpinan Fungsi Pengarahan Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat 06 Fungsi Pengarahan A. Motivasi Kemampuan
Ciri dan Karakter Technopreneur. by: AGB
Ciri dan Karakter Technopreneur by: AGB CIRI UMUM MIMPI KETEGASAN PEKERJA KERAS KETETAPAN HATI DEDIKASI KESETIAAN TERPERINCI NASIB UANG SOSIAL WATAK UMUM Percaya Diri Berorientaskan Tugas dan Hasil Kepemimpinan
MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI
MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI Dwi Heri Sudaryanto, S.Kom. *) ABSTRAK Kinerja yang terpelihara dan berkembang meningkat akan berdampak positif bagi organisasi atau unit kerja yang bersangkutan. Bagi organisasi
Posisi dan Peran Penyelia dalam Organisasi Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc
Posisi dan Peran Penyelia dalam Organisasi Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa mempunyai pengetahuan teori manajemen penyeliaan
ekonomi Kelas X MANAJEMEN K-13 A. Pengertian Manajemen Tujuan Pembelajaran
K-13 Kelas X ekonomi MANAJEMEN Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami konsep dasar manajemen. 2. Memahami fungsi-fungsi manajemen.
KEPEMIMPINAN. Bab 12
KEPEMIMPINAN Bab 12 Kepemimpinan Swansburg (1995), menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas suatu kelompok yang terorganisasi dalam usahanya mencapai penetapan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur peraturan dilakukan melalui proses dan dilakukan berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi
Nova Yanti Maleha, SE, M.Si 19/09/2016 1
Nova Yanti Maleha, SE, M.Si 19/09/2016 1 DESKRIPSI MATA KULIAH Dalam mata kuliah ini dibahas mengenai pemanfaatan SDM dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan. Pembahasan difokuskan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia mulai dikenal sejak abad 20, terutama setelah terjadi revolusi industri,
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE DI KARANGANYAR
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE DI KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar
BAB I PENDAHULUAN. sedikitnya hambatan-hambatan yang akan muncul. yang berkaitan dengan down-sizing, restrukturisasi dan persaingan global
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan hidup organisasi. Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahanperubahan
Pengertian Manajemen Dan Peran Manajer 1. George R Terry mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumn
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN BISNIS Pengertian Manajemen Dan Peran Manajer 1. George R Terry mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui kegiatan
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen pada dasarnya memiliki arti yang sangat luas, pengertian manajemen dapat diartikan sebagai suatu seni dalam menghadapi
DASAR-DASAR MANAJEMEN
DASAR-DASAR MANAJEMEN Setiap Organisasi mempunyai keterbatasan akan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi bergantung pada pemilihan tujuan yang akan
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Manajemen Untuk memahami apa itu manajemen sumber daya manusia, kita sebaiknya meninjau terlebih dahulu pengertian manajemen itu sendiri. Manajemen berasal dari bahasa
BAB I PENDAHULUAN. Menghadapi era globalisasi dan Asean Economic Community, perusahaan UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi dan Asean Economic Community, perusahaan dituntut untuk gesit dalam mengembangkan inovasi dan strategi yang baru agar mampu bersaing dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen mempunyai arti penting bagi kelangsungan hidup perusahaan dan pencapaian tujuan perusahaan. Karena perusahaan merupakan suatu organisasi besar
