1. ACCOUNT RECEIVABLE (PIUTANG DAGANG)
|
|
|
- Deddy Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1. ACCOUNT RECEIVABLE (PIUTANG DAGANG) Pengertian Piutang : Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima sejumlah kas di masa yang akan datang, akibat kejadian di masa yang lalu. Piutang adalah tuntutan pada pihak lain (langganan) akibat perusahaan melakukan transaksi penjualan barang dagangan/jasa secara kredit. Penggolongan Piutang : 1. Piutang dagang adalah tagihan perusahaan karena adanya penjualan barang dagangan secara kredit. Untuk penjualan barang dagangan secara kredit, biasanya penjual menentukan syarat kredit/syarat pembayaran (Terms of Credit/Term of Payment) misalnya 2/10 n/10 yang berlaku untuk semua langganan. 2. Piutang Wesel adalah tagihan yang didukung dengan janji tertulis debitur untuk membayar pada tanggal tertentu. 3. Piutang lain-lain adalah semua tagihan yang timbul di luar usaha normal perusahaan seperti piutang kepada karyawan. Akuntansi Piutang Dagang : 1. Pengakuan Piutang Dagang 2. Penilaian Piutang Dagang 3. Disposisi Piutang Dagang 1. Pengakuan Piutang Dagang Masalah pengakuan piutang dagang meliputi dua masalah pokok, yaitu : 1. Kapan piutang diakui. Piutang diakui saat terjadi pemindahan hak atau serah terima atas barang yang dijual antara pembeli dan penjual. 2. Berapa nilai piutang dagang yang diakui. Piutang dagang diakui berdasarkan nilai tukar, yaitu nilai yang akan dibayar oleh debitur pada saat yang telah ditentukan. Dalam masalah ini yang perlu diperhatikan adalah trade discount dan sale discount. Dari kemungkinan Terms of Credit di atas, memungkinkan metode pencatatan piutang dagang menjadi dua metode yaitu : Piutang Dagang dicatat Kotor (Gross Method) dan Piutang Dagang dicatat Bersih (Net Method) A. Piutang Dagang dicatat Kotor (Gross Method) Metode kotor mengakui jumlah piutang sebesar penjualan tanpa dipengaruhi oleh potongan yang akan diberikan. Apabila ternyata debitur mengambil potongan, maka akan diakui sebagai pengurang jumlah penjualan bukan sebagai pengurang jumlah piutang. Dengan metode ini prosedur penjurnalan dan pembukuannya sbb : 1) Pada saat terjadi penjualan secara kredit barang dagangan, misalkan syarat kredit 2/10- n/10 Sales Jurnal : Sales 1
2 2) Pada saat diterima pelunasan piutang dagang. a. Bila pelunasan piutang dagang telah melebihi masa potongan, yaitu lebih dari 10 hari, maka kita tidak perlu memperhitungkan potongan dan perusahaan akan menerima seluruh piutang. 100% 100% Jurnal : b. Bila pelunasan piutang dagang masih dalam batas masa potongan, maka kita perlu memperhitungkan dan memberikan potongan penjualan, yaitu sebesar 2 persen dari piutang dan perusahaan akan menerima uang sebesar 98 persen. 100% 98% Sales Discount Jurnal : Sales Discount 2% B. Piutang Dagang dicatat Bersih (Net Method) Metode bersih mengakui jumlah piutang setelah dikurangi dengan potongan penjualan, bila ternyata potongan penjualan tidak dimanfaatkan oleh debitur, maka akan mengakibatkan timbulnya kelebihan pembayaran atas jumlah piutang dan kelebihan tersebut sebagai penghasilan lain-lain. Prosedur penjurnalan dan pembukuannya sbb : 1. Pada saat terjadi penjualan kredit barang dagangan, misalkan syarat kredit 210- n/10 Sales 100% 98% Sales Discount Jurnal : Sales Discount Sales 2% 2
3 2. a. Apabila pelunasan piutang dagang masih dalam batas waktu potongan, maka perusahaan harus memperhitungkan dan memberikan potongan penjualan, yaitu 2 persen. 98% 98% 98% Jurnal : b. Bila pelunasan piutang dagang telah melebihi masa potongan, yaitu lebih dari 10 hari, maka kita tidak perlu memperhitungkan potongan dan perusahaan akan menerima seluruh piutang, maka ada dua kemungkinan yaitu : 1. Sales Discount yang dicatat saat penjualan terjadi sudah ditutup dari pembukuan perusahaan (Closing Entries). 98% Saat dijual 98% 100% Retained Earning 2% Jurnal : Retained Earning 2. Sales Discount yang dicatat saat penjualan terjadi belum ditutup dari pembukuan perusahaan (Closing Entries). 98% Saat dijual 98% 100% Sales Discount 2% Jurnal : Sales Discount 3
4 Contoh 1 : Tanggal 1 Maret 2003 PT. X menjual barang dagangan secara kredit dengan syarat 2/10, n/30 seharga Rp kepada Ny. Windy. Bila tanggal 7 Maret 2003 Ny. Windy membayar lunas dan bila tidak memanfaatkan masa potongan. Diminta : Buat jurnal bila menggunakan metode penjualan bersih dan metode penjualan kotor Jawab : Penjualan kotor Penjualan bersih 1. Penjualan barang dagangan seharga Rp dengan syarat 2/10, n/30 Rp Rp Sales Rp Sales discount Rp Sales Rp Pembayaran dalam masa potongan Rp Sales Discount Rp Rp Rp Rp Pembayaran melewati masa potongan Rp Rp Sales Rp Acc. Receivable Rp Sales disc./re * Rp RE* yaitu bila pembayarannya telah melewati masa potongan dan telah di closing entries. Contoh 2 : Pada tanggal 1 Desember 2003 PT. Dara menjual barang dagangan kredit dengan syarat 2/10, n/30 seharga Rp kepada PT. Gadis. Pada tanggal 8 Desember 2003 PT. Dara menerima pembayaran dari PT. Gadis sebesar Rp dan pada tanggal 20 Desember 2003 menerima lagi pembayaran sebesar Rp Diminta : Buat jurnal penjualan dan jurnal penerimaan piutang, jika menggunakan metode gross method dan net method. Menaksir Piutang tidak Tertagih Taksiran piutang tidak tertagih ditentukan setiap akhir periode, tujuan penaksiran ini yaitu untuk mengantisipasi tidak tertagihnya piutang dagang dimasa yang akan datang akibat penjualan sekarang, yang akan dibebankan pada periode yang bersangkutan. Taksiran kerugian piutang dagang ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : 1. Ditaksir dari jumlah penjualan Taksiran kerugian piutang dinyatakan dalam persentase tertentu dari penjualan kredit dan tidak termasuk penjualan tunai, yang besarnya berdasarkan pengalaman pada masa lalu dan kondisi tahun yang bersangkutan. Kenyataannya sering terjadi bahwa persentase ini dihitung dari total penjualan (kredit dan tunai) dengan alasan untuk praktis. Perhitungan ini cukup mudah tetapi ketelitiannya sangat kurang, karena tidak menganalisa kemungkinan dari jumlah piutang yang dikaitkan dengan realisasinya. Cara ini 4
5 memfokuskan pada masalah pembebanan biaya pada periode terjadinya pendapatan dan pendekatan ini disebut pendekatan laporan rugi laba. Cara menentukan persentase cadangan kerugian piutang yang akan datang sbb : Tahun Penjualan bersih Penjualan kredit bersih Jumlah piutang yang dinyatakan kerugian Piutang diperoleh kembali Jumlah Persentase dari total penjualan bersih, rumus : Kerugian piutang piutang diperoleh kembali Penjualan bersih x 100% x 100% = 5,12% Persentase dari penjualan kredit bersih : Kerugian piutang piutang diperoleh kembali Penjualan kredit bersih x 100% x 100% = 6,94% Cara menentukan cadangan kerugian piutang yaitu dengan rumus : X% x penjualan bersih Contoh : Berdasarkan data di atas jumlah penjualan kredit selama tahun 2003 sebesar Rp , potongan penjualan Rp dan return penjualan Rp Ditanya : Buat jurnal, bila menggunakan presentasi dari total penjualan bersih dan penjualan kredit bersih. Jawab : total penjualan bersih Bad debt expense Rp Allowance for bad debt Rp ,12% x penjualan kredit bersih Bad debt expense Rp Allowance for bad debt Rp ,94% x Ditaksir dari saldo piutang Taksiran kerugian piutang dinyatakan dalam persentase tertentu dari saldo piutang dagang yang besarnya berdasarkan pengalaman periode yang lalu. Cara ini memfokuskan pada penyajian piutang menurut jumlah yang benar-benar dapat ditagih, pendekatan ini disebut pendekatan neraca. 5
6 Cara menentukan persentase cadangan kerugian piutang untuk tahun yang akan datang : Tahun Saldo piutang dagang per 31 Desember Jumlah kerugian piutang Jumlah Jumlah persentase piutang dagang untuk tahun 2003 yaitu : x 100% = 10% Jika cara ini yang dipakai maka ada dua dasar perhitungan, yaitu : a. Jumlah penyisihan disesuaikan sampai persentase tertentu dari saldo piutang. Penerapan metode ini dengan cara mengalikan persentase tertentu dengan saldo piutang, hasil perhitungan ini merupakan saldo rekening penghapusan piutang dan jumlah biaya yang dibebankan untuk periode yang bersangkutan dipengaruhi oleh saldo rekening penyisihan penghapusan piutang yang sudah ada. - Bila cadangan sekarang lebih besar dari saldo cadangan yang ada, maka cadangan kurang dan harus ditambah sebesar selisihnya dengan jurnal : Bad debt expense Allowance for bad debt - Bila cadangan sekarang lebih kecil dari saldo cadangan yang ada, maka cadangan Lebih maka harus dikurangi sebesar selisihnya dengan jurnal : Allowance for bad debt Bad debt expense Contoh : Jumlah saldo piutang Rp , kerugian piutang ditaksir 2% dari saldo piutang. Jika jumlah saldo cadangan yang sudah ada mempunyai saldo kredit Rp , maka jurnalnya Bad debt expense Rp Allowance for bad debt Rp Cadangan sekarang Rp x 2% = sedangkan cadangan yang ada Rp , berarti cadangan kurang, maka harus ditambahkan sebesar selisihnya. Tetapi bila rekening penyisihan piutang sekarang memiliki saldo yang lebih kecil dari yang sudah ada atau memiliki saldo debit, misalnya Rp Berarti cadangan lebih, maka harus dikurangi sebesar selisihnya jumlah yang dibebankan Allowance for bad debt Rp Bad debt expense Rp b. Jumlah penyisihan disesuaikan dengan nilai yang ditetapkan berdasarkan analisa umur piutang (aging). Metode ini banyak digunakan karena setiap rekening piutang secara satu persatu diadakan analisa yang dikaitkan dengan umur piutangnya. Rekening-rekening yang ada disusun berdasarkan kelompok umur piutang yang ditarik dari tanggal jatuh temponya. 6
7 Contoh : Daftar umur piutang dagang Nama Debitur Saldo Piutang Belum Jatuh Tempo A B C D E Lewat Jatuh tempo (hari) > Jumlah % kerugian 1 % 3% 10% 20% 50% Cadangan kerugian Jurnal untuk cadangan kerugian piutang : Bad debt expense Rp Allowance for bad debt Rp Pencatatan Penghapusan Piutang Penghapusan piutang dilakukan bila manajemen telah mengetahui dengan pasti bahwa Debitur tidak akan dapat membayar utangnya dikarenakan misalnya dinyatakan pailit oleh pengadilan. Adapun metode penghapusan piutang yang tidak tertagih ada 2, yaitu: 1. Metode tidak langsung/metode Cadangan (Indirect Write off/allowance Method) Dengan metode ini setiap akhir periode akuntansi (akhir bulan/tahun) ditaksir besarnya kemungkinan rugi karena piutang dagang yang dihapuskan pada periode yang akan datang. 2. Metode langsung (direct Write off) Dengan metode ini setiap piutang dagang yang dihapuskan diakui sebagai kerugian. Perlakuan Akuntansinya sebagai berikut : Metode tidak langsung Metode langsung 1. Besarnya taksiran kemungkinan rugi karena piutang yang dihapuskan. Bad Debt Expense Rp. bb Allowance for Bad Debt Rp. 2. Bila terjadi penghapusan piutang Allowance for Bad Debt Rp. Rp. Bad Debt Expense Rp. Rp. 3. Bila ada kabar akan diterima kembali piutang yang telah dihapuskan Rp. Allowance for Bad Debt Rp. Xx Bad Debt Expense Rp. Rp. Xx 4. Mencatat penerimaan kas dari piutang Rp. Rp. /RE* Rp. Rp. *RE bila pembayarannya setelah pembukuan ditutup. 7
8 Contoh 1: 1. Pada tanggal 12 Oktober 2000 piutang dagang Tn. Suparman sebesar Rp ,- dihapuskan karena yang bersangkutan tidak mampu membayar. Tanggal 7 November 2000 Tn. Andika menyatakan sanggup untuk membayar kembali dan pada tanggal tersebut ia menyerahkan uang sebesar Rp sebagai pembayaran pertama dan sisanya bulan depan. Ditanya: Jurnal Transaksi di atas, berdasarkan metode penghapusan langsung dan tidak langsung. Jawab : Metode penghapusan tidak langsung 12/ Penghapusan piutang dagang Allowance for Bad Debt Rp Rp Metode penghapusan langsung Bad Debt Expense Rp Rp / Bila ada kabar akan diterima kembali piutang yang telah dihapuskan Rp Rp Allowance for Bad Debt Rp Bad Debt Expense Rp Mencatat penerimaan kas dari piutang Rp Rp Rp Rp SOAL : 1. Saldo tanggal 31 Desember 2001 piutang dagang berjumlah Rp cadangan kerugian piutang sebesar Rp Transaksi selama tahun 2002 sebagai berikut : Penjualan kredit sebesar Rp , penjualan tunai sebesar Rp , penerimaan uang dari piutang dagang sebesar Rp sudah termasuk potongan penjualan Rp , return penjualan kredit Rp , return penjualan tunai Rp Piutang yang dihapuskan untuk tahun 2002 sebesar Rp , penerimaan kembali piutang yang telah dihapus sebesar Rp Diminta : a. Jurnal langsung dan tidak langsung b. Saldo piutang tanggal 31 Desember 2002 c. Jurnal penyesuaian bila cadangan 1% dari penjualan kredit bersih dan 1% dari saldo piutang akhir d. Berapa saldo cadangan kerugian piutang per 31 Desember PT. Mutiara menggunakan metode Cadangan untuk mencatat kerugian piutang dagangnya. Berikut ini informasi yang berhubungan dengan kerugian piutang perusahaan selama tahun /1 Dihapuskan piutang kepada CV. Tidar Rp /4 Diterima kembali seluruh piutang dari PT. Agung yang telah dihapuskan pada tahun lalu Rp /7 Diterima 40% dari piutang Firma Bintang yang seluruhnya berjumlah Rp , sedangkan sisanya dihapuskan. 8
9 15/8 Dihapuskan piutang pada toko Matahari Rp dan kepada CV. Andhika Rp ,- 26/9 Diterima 25 % dari piutang PT. Wastu Kencana yang seluruhnya Rp ,- sedangkan sisanya dihapuskan. 16/10 Diterima seluruh piutang PT. Waluya Rp ,- dan telah dihapuskan dua bulan yang lalu. 31/12 Kerugian piutang ditaksir 1.5 % dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya Rp Saldo Rekening piutang dengan tanggal 31/12 Rp dan Saldo awal (1/1) Rekening Cadangan kerugian piutang Rp ,- Ditanya : a. Buat jurnal transaksi di atas. b. Tentukan saldo cadangan kerugian piutang per 31/12 dan nilai bersih piutang per 31/ Berikut ini adalah sebagian data yang berhubungan dengan piutang dagang dari PT. Ikmi selama bulan Januari 2001 : 02 Kerugian piutang ditaksir 2% dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya berjumlah Rp Piutang dagang Tn. Oded sebesar Rp dihapuskan karena yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi membayar. 15 Diterima kembali seluruh piutang dari CV. Gerhana yang telah dihapuskan pada tahun yang lalu sebesar Rp Diterima kembali 35% piutang dari PT. Gembira yang seluruh piutangnya berjumlah Rp , sedangkan sisanya dihapuskan. 23 Dihapuskan piutang kepada PT. Andika dan PT. Marhaba masing-masing sebesar Rp dan Rp Diterima kembali 25% piutang dari PT. Matahari yang seluruhnya jumlah Rp sedangkan sisanya akan dibayar dua bulan kemudian. Diminta : Berdasarkan transaksi di atas, buat jurnal berdasarkan Allowance and Direct Write Off Method 9
10 BAD DEBT WRITE OFF (PENGHAPUSAN PIUTANG DAGANG) Resiko yang mungkin terjadi bagi perusahaan yang menjual barang dagangan/jasa secara kredit adalah timbulnya kerugian karena harus menghapuskan piutang dagang yang tidak dapat ditagih akibat kebangkrutan/ kepailitan yang dialami oleh debitur. Penghapusan sebagian/seluruh piutang dagang dimungkinkan oleh pihak kreditur, bilamana pernyataan kebangkrutan/kepailitan dari debitur telah disahkan oleh pihak yang berwenang yaitu PUPN (Pengadilan Urusan Piutang Negara) Adapun metode yang digunakan untuk mencatat besarnya piutang dagang yang dihapuskan ada 2 cara yaitu : A. Metode Tidak Langsung (Indirect Write Off) atau Metode Cadangan (Allowance Method) Dengan metode ini pada setiap akhir periode akuntansi (akhir bulan/akhir tahun) ditaksir besarnya kemungkinan rugi karena piutang dagang yang dihapuskan pada periode yang akan datang. Besarnya taksiran tersebut dapat ditentukan dengan 4 cara : 1. Menentukan sebesar x % dari net credit sales. Net Credit Sales adalah Credit Sales (Sales Discount + Sales Return) dari penjualan kredit untuk satu periode akuntansi. 2. Menentukan sebesar x % dari saldo piutang dagang pada akhir periode akuntansi 3. Menentukan sebesar x % dari saldo piutang dagang rata-rata dalam satu periode akuntansi. Saldo piutang dagang rata-rata adalah saldo piutang dagangan awal periode + saldo piutang dagang akhir periode dibagi dua. 4. Ditentukan sebesar nilai rupiah tertentu, yaitu berdasarkan pengalaman masa lalu. Catatan : Dari keempat cara di atas dipakai salah satu cara dan diterapkan secara konsisten. Perlakuan Akuntansinya sebagai berikut : a. Pada saat ditentukan besarnya taksiran kemungkinan rugi karena piutang dagang yang dihapuskan : Allowance for Bad Debt Bed Debt Expense Aje 31/12 Jurnal : Bad debt expense Allowance for bad debt Rp. Rp. 5. Ditentukan atas dasar analisa umur piutang dagang aging schedule receivable analisis Catatan: Dengan cara ini pada setiap akhir periode akuntansi dibuat daftar analisa umur piutang dagang untuk setiap saldo piutang dagang masing-masing debitur diambil dari saldo subsidiary ledger account receivable untuk masing-masing debitur 10
11 Contoh : Daftar analisa umur piutang dagang per 31 Des Nama Sisa tgl. Lamanya Taksiran kerugian Jlh. Debitur jual menunggak 0% 5% 10% 100% PT. X Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. PT. ABC PT. PS Jumlah Catatan: 1. Besarnya % taksiran kerugian diatas berpatokan pada lamanya menunggak dari masingmasing debitur, semakin lama menunggak semakin besar % taksiran kerugianya. 2. Besarnya % taksiran kerugian berdasarkan pengalaman periode sebelumnya. Catatan: 1. Rekening lain yang bisa dipakai Doubful account expense/allowance for doubful account Uncollertable Account Expense/Allowance For Uncolectable Account" 2. Rekening Bad Debt Exp dilaporkan dalam income statement (General And Administrative Expense/Selling Exp). 3. Rekening Allowance For Bad Debt dilaporkan dalam Balance Sheet sebagai cintra account terhadap rekening account receivable. Contoh dalam pelaporan : CURRENT ASSET : ACCOUNT RECEIVABLE.Rp. x LESS. ALL FOR BAD DEBT Rp. x ** Rp. ** Nilai tsb disebut Net Realizable Value PT. X BALANCE SHEET DES 31 19XX 4. Rekening Allowance For Bad Debt akan di RE AJE pada periode berikutnya (lihat langkah ke d) B. Apabila pada periode berikutnya terjadi ada piutang dagang yang dihapuskan Allowance for Bad Debt Jurnal : 11
12 Jika jumlah yang dihapuskan < dari cadangan yang ada Jurnal : Allowance for Bad Debt Bad debt expense Jika jumlah yang dihapuskan > dari cadangan yang ada Jurnal : Catatan : Dua cara penjurnalan di atas untuk menghindari Rekening Allowance For Bad Debt bersaldo Debit. C. Apabila dari piutang dagang yang telah dihapuskan pada periode yang lalu ternyata dapat diterima kembali pelunasanny, maka : Untuk yang dinyatakan dapat diterima kembali pelunasannya : Allowance for Bad Debt Jurnal : Untuk yang sudah diterima pelunasannya Jurnal : a. Penyesuaian kembali (Re AJE) terhadap rekening All For Bad Debt yang baru berpatokan pada Saldo Rek All For Bad Debt sebelum AJE dan besarnya taksiran Bad Debt Exp yang baru. All. For bad debt Bad debt expense Aje baru 31/12 31/12 12
13 Jurnal : B. Metode Langsung (Direct Method) Dengan metode ini, untuk setiap piutang dagang yang dihapuskan, diakuai sebagai kerugian 1). Pada saat dihapuskan Acc. Receivable Bad debt expense Jurnal : 2). Apabila dari piutang dagang yang telah dihapuskan dinyatakan dapat diterima kembali pelunasannya, ada 2 kemungkinan : a. Pernyataan dapat diterima kembali pelunasannya sebelum pembukuan ditutup Bad debt expense Acc. Receivable Jurnal : b. Pernyataan dapat diterima kembali pelunasannya setelah pembukuan ditutup Retained Earning Acc. Receivable Jurnal : Pencatatan Cadangan Kerugian Piutang Contoh 1 : Tanggal 2 Okt. dijual barang dengan kredit Rp syarat 5 / 10, 4 / 30 : Kemungkinan : 1. 10/10 diterima seluruh piutang atas penjualan /10 dilunasi seluruhnya /10 diterima pelunasan piutang atas penjualan 2/10 sebesar 60 % /10 diterima pelunasan piutang atas penjualan tgl.2/10 Dari transaksi di atas, buatlah jurnal. 13
14 Contoh 2 : 1. Total penjualan Rp diantaranya Rp merupakan penjualan tunai. 2. Return penjualan Rp diantaranya Rp merupakan return penjualan tunai. 3. Piutang tang diterima Rp. Rp diantaranya Rp diterima setelah discount periode 3/20, n/60. Ditanya : Jurnal? Contoh 1: Pada tanggal 12 Oktober 2000 piutang dagang Tn. Suparman sebesar Rp ,- dihapuskan karena yang bersangkutan tidak mampu membayar. Tanggal 7 Januari 2001 Tn. Andika menyatakan sanggup untuk membayar kembali dan pada tanggal tersebut ia menyerahkan uang sebesar Rp ,- sebagai pembayaran pertama dan sisanya bulan depan. Ditanya Jurnal Transaksi diatas. PT. Mutiara menggunakan metode Cadangan untuk mencatat kerugian piutang dagangnya. Berikut ini informasi yang berhubungan dengan kerugian piutang selama tahun /1 Dihapuskan piutang kepada CV. Tidar Rp /4 Diterima kembali seluruh piutang dari PT. Agung yang telah dihapuskan pada tahun lalu Rp /7 Diterima 40% dari piutang Firma Bintang yang seluruhnya berjumlah Rp , sedangkan sisanya dihapuskan. 15/8 Dihapuskan piutang pada toko Matahari Rp dan kepada CV. Andhika Rp ,- 26/9 Diterima 25 % dari piutang PT. Wastu Kencana yang seluruhnya Rp ,- sedangkan sisanya dihapuskan. 16/10 Diterima seluruh piutang PT. Waluya Rp ,- dan telah dihapuskan dua bulan yang lalu. 31/12 Kerugian piutang ditaksir 1.5 % dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya Rp Saldo Rekening piutang dengan tanggal 31/12 Rp dan Saldo awal (1/1) Rekening Cadangan kerugian piutang Rp ,- Ditanya : a. Buat jurnal transaksi diatas. b. Tentukan saldo cadangan kerugian piutang per 31/12 dan nilai bersih piutang per 31/12. Berikut ini adalah sebagian data yang berhubungan dengan piutang dagang dari PT. Ikmi selama bulan Januari 2001 : 02 Kerugian piutang ditaksir 2% dari penjualan kredit bersih yang seluruhnya berjumlah Rp Piutang dagang Tn. Oded sebesar Rp dihapuskan karena yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi membayar. 15 Diterima kembali seluruh piutang dari CV. Gerhana yang telah dihapuskan pada tahun yang lalu sebesar Rp Diterima kembali 35% piutang dari PT. Gembira yang seluruh piutangnya berjumlah Rp , sedangkan sisanya dihapuskan. 23 Dihapuskan piutang kepada PT. Andika dan PT. Marhaba masing-masing sebesar Rp dan Rp Diterima kembali 25% piutang dari PT. Matahari yang seluruhnya jumlah Rp sedangkan sisanya akan dibayar dua bulan kemudian. Diminta : Berdasarkan transaksi di atas, buat jurnal berdasarkan Allowance and Direct Write Off Method 14
15 PIUTANG SEBAGAI SUMBER KAS ( as a Source of ) Piutang merupakan suatu aktiva yang membutuhkan waktu untuk dikonversi menjadi kas agar dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memenuhi kewajiban perusahaan. Pencairan piutang seringkalsi membutuhkan waktu, sehingga untuk memperoleh uang tunai perusahaan harus menunggu saat jatuh tempo sesuai dengan persetujuan pelanggan untuk membayar hutangnya. Dalam dunia usaha terdapat tiga cara yang lazim ditempuh untuk mempercepat proses pencarian piutang dagang menjadi kas yang biasanya dilakukan melalui jasa perbankan atau lembaga keuangan lainnya selain bank, yaitu: 1. Menjaminkan piutang (Assignment of ) 2. Anjak Piutang (Factoring of ) 3. Transfer piutang dengan tanggung renteng (transfer of receivable with recource) Ad. 1. Menjaminkan piutang (Assignment of ) Bank atau lembaga keuangan bukan bank (LKBB) seringkali dapat memberikan pinjaman kepada perusahaan dengan syarat perusahaan menjaminkan piutangnya dari pelangganpelanggan tertentu sebagai jaminan pembayaran pinjaman yang diberikan. Maka muncul: a. assignee, yaitu bank atau LKBB b. assignor, yaitu perusahaan yang menggadaikan piutang Dalam prakteknya, assignor yang menerima pinjaman akan membuat suatu janji secara tertulis yang merupakan wesel berbunga yang bernilai nominal berdasarkan jumlah yang telah disepakati antara assignee dengan assignor. Biasanya jumlah nilai nominal ini akan lebih kecil daripada piutang yang dijaminkan. Selisih jumlah yang disepakati dengan hasil yang diterima merupakan biaya keuangan (finance charges) yang dibayarkan kepada assignee. Ada dua cara dalam assignment of account receivable, yaitu : a. General assignment, yaitu semua piutang dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh. Ini perlu diungkapkan dalam catatan laporan keuangan atau di neraca dibuat catatan kaki. Jurnal : Assignor Assignee 1. Jurnal penerimaan dan pemberian pinjaman, biasanya muncul biaya pinjaman Notes Receivable Finance charge Finance Revenue Notes Payable 2. Jurnal penerimaan piutang dari pelanggan No, entry 15
16 3. Jurnal pembayaran piutang oleh assignor ke assignee Notes Payable Interest Expense Interest Revenue Notes Receivable Contoh : 1. PT. ABC menjaminkan seluruh piutang kepada Bank X untuk memperoleh pinjaman dengan menarik wesel Rp dengan biaya pinjaman sebesar 5% dari pinjaman dan bank membebankan bunga wesel 12%. 2. PT. ABC menagih piutang dari langganannya sebesar Rp PT. ABC membayar pinjaman ke Bank X, berikut bunganya (satu bulan). Diminta : Buat jurnal yang dilakukan oleh assignor dan assignee Jawab : Assignor Assignee 1. Jurnal penerimaan dan pemberian pinjaman, biasanya muncul biaya pinjaman Finance charge Notes Payable Jurnal penerimaan piutang dari pelanggan No, entry Jurnal pembayaran piutang oleh PT. ABC ke Bank X Notes Receivable Finance Revenue Notes Payable Interest Expense Interest Revenue Notes Receivable Latihan Soal : 1 Maret 2001, Howat Mills, Inc. menjaminkan piutang senilai $ kepada Citizen Bank sebagai jaminan untuk wesel senilai $ Howat Mills akan terus menagih piutang usaha itu, para debitur tidak diberitahu mengenai kesepakatan penjaminan tersebut. Citizen bank mengenakan beban pembiayaan 1% dari piutang usaha dan mengenakan bunga 12% atas wesel. 30 Maret Howat Mills menagih piutang sebesar $ dengan memberikan discount tunai $6.000 dan menerima return penjualan $ April Howat Mill menyerahkan hasil penagihan dari langganan dan menyerahkan kepada hasil tersebut kepada Citizen Bank berikut bunganya. 16
17 30 April, Howat Mill menagih sisa piutang bulan April, dikurangi $2.000 yang telah dihapuskan sebagai piutang tak tertagih. 1 Mei membayar sisa hutang ditambah bunga bulan Mei Catatan : Bunga berdasarkan bunga menurun Ditanya : Jurnal untuk assignee dan assignor Jawab : Assignor Assignee 1 Maret 2001, Jurnal penerimaan dan pemberian pinjaman $ Notes Receivable Finance charge (1%x ) Finance Revenue Notes Payable Maret 2001, Jurnal penerimaan piutang dari pelanggan $ (440-6) No, entry Sales discount Return and allowance Acc. Receivable April 2001, Howat Hill menyerahkan hasil penagihan piutang pada Citizen Bank Notes Payable $ Interest Expense (1%x ) Interest income Notes Payable April 2001, Howat Hill mencatat hasil penagihan ( ) = No, entry Allowance for doubtful account Mei 2001, Howat Hill membayar sisa hutang ke Citizen Bank $ ( ) Notes Payable $ Interest Expense 660 (1%x66.000) $ Interest income 660 Notes Payable b. Assignment of Specific Receivable, yaitu hanya sebagian piutang dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh. Piutang yang dijaminkan harus dikeluarkan dari piutang yang tidak dijaminkan dicatat secara terpisah dalam akun account receivable assigned. Akibatnya apabila ada pembayaran dari piutang yang dijaminkan maka pengkreditan harus dilakukan pada akun account receivable assigned. Contoh: 1 Maret 2008 suatu perusahaan menjaminkan piutang Rp kepada bank X. Bank setuju untuk memberikan dengan jaminan 80% dari jumlah piutang yang diserahkan. Bank mengenakan biaya 2.5% dari pinjaman dan membebankan biaya bunga notes 12% per tahun dari saldo piutang. 17
18 30 Maret 2008 diterima pembayaran piutang yang dijaminkan Rp Ad. 2. Anjak Piutang (Factoring of ) Ad. 3. Transfer piutang dengan tanggung renteng (transfer of receivable with recourse) Yaitu menjual piutang dengan tanggung renteng, perusahaan yang menjual piutang disebut transferor, sedangkan bank atau LKBB yang membeli disebut dengan transferee. 18
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Piutang Istilah piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain, baik sebagai akibat penyerahan
RECEIVABLE (TAGIHAN / PIUTANG) Klasifikasi Piutang (Classifications of Receivables)
RECEIVABLE (TAGIHAN / PIUTANG) Klasifikasi Piutang (Classifications of Receivables) Receivable yang timbul dari penjualan kredit biasanya diklasifikasikan sebagai account receivable atau notes receivable.
Pada umumnya piutang diklasifikasikan menjadi :
BAB PIUTANG DAGANG / USAHA 1. PENDAHULUAN Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen, perusahaan dapat melakukannya secara
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Piutang Pengertian Piutang Herry (2009:266)
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Piutang 2.1.1 Pengertian Piutang Piutang merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi suatu perusahaan karena merupakan aktiva lancar perusahaan yang paling
Akuntansi Piutang Dagang TRADE RECEIVABLE
Akuntansi Piutang Dagang TRADE RECEIVABLE Pengertian Piutang adalah tagihan kepada individuindividu atau kepada pihak lain. Atau dapat didefinisikan sebagai tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang
Pertemuan ke-v AKUNTANSI PIUTANG AKUNTANSI PAJAK. Iwan Efriandy, SE.,M.Si.Ak.CA
AKUNTANSI PIUTANG PIUTANG Merupakan bagian dari aset lancar yang diharapkan dapat direalisasikan dalam siklus aset operasi berjalan. Jenis piutang menurut sumber terjadinya: Piutang usaha (account receivable-a/r):
BAB 4 PIUTANG. A. Pengertian Piutang
BAB 4 PIUTANG A. Pengertian Piutang Piutang adalah jumlah klaim atau tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang. Piutang adalah jumlah klaim atau tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang. Tagihan ini
PIUTANG DAGANG & PIUTANG WESEL
PIUTANG DAGANG & PIUTANG WESEL 1. Pengertian Piutang Piutang adalah tagihan yang ditujukan baik itu kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas (Slamet Sugiri,
Piutang (Receivable)
Piutang (Receivable) Definisi Receivable Dalam arti luas, receivable dapat diartikan sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang atau jasa. Sedangkan untuk tujuan akuntansi, umumnya diterapkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koperasi Secara umum koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka melalui pembentukan
DASAR AKUNTANSI 2 ACCOUNTING FOR RECEIVABLES
DASAR AKUNTANSI 2 ACCOUNTING FOR RECEIVABLES RECEIVABLES (PIUTANG) Pengertian : klaim perusahaan kepada pihak ketiga ( perorangan, organisasi, atau debitur) atas penyerahan barang dan jasa yang penyelesaiannnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Prosedur 2.1.1. Pengertian Prosedur Prosedur merupakan rangkaian langkah yang dilaksanakan untuk menyelesaikan kegiatan atau aktivitas, sehingga dapat tercapai tujuan yang
BAB II LANDASAN TEORI. Dewasa ini peranan akuntansi sebagai alat bantu pengambilan keputusankeputusan
BAB II LANDASAN TEORI A. AKUNTANSI Dewasa ini peranan akuntansi sebagai alat bantu pengambilan keputusankeputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh para usahawan. Peranan akuntansi dalam membantu
PIUTANG DAGANG DAN PIUTANG WESEL. By MAHSINA, SE, MSI
DAN PIUTANG WESEL By MAHSINA, SE, MSI Email: [email protected] Penjualan Kredit Penjualan Kredit menimbulkan adanya PIUTANG atau TAGIHAN Penjualan Kredit lebih disukai konsumen karena pembayaran dapat
RECEIVABLES 1. Apa itu receivables 2. Ada berapa jenis receivables PENGAKUAN A/R 3. A/R diakui sebesar apa?
RECEIVABLES 1. Apa itu receivables? - Receivables merupakan financial asset. - Receivables adalah klaim yang dimiliki terhadap konsumen dan lainnya, atas uang, barang atau jasa. 2. Ada berapa jenis receivables?
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Piutang a. Pengertian Piutang Salah satu cara untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta menarik pelanggan baru adalah dengan melakukan penjualan
PIUTANG. Slide 4-1. Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting
Dosen : Christian Ramos Kurniawan PIUTANG 4-1 Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting Piutang Piutang adalah klaim kepada pelanggan atau pihakpihak lain
PIUTANG PIUTANG WESEL (notes receivable)
PIUTANG WESEL PIUTANG PIUTANG WESEL (notes receivable) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian piutang wesel 2. Menjelaskan pengakuan piutang
AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Piutang. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :
AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: Akuntansi Pajak atas Piutang Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA : 081218888013 Email : [email protected]
Pertemuan Ketiga PIUTANG
Pertemuan Ketiga PIUTANG PENGERTIAN TAGIHAN Penjualan barangbarang dan jasajasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan keuangan berisikan data-data
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan keuangan berisikan data-data
Modul ke: Receivables. Fakultas FASILKOM. Ermian Challen, SE,Ak.,M.Ak. Program Studi Sistem Informasi
Modul ke: 14 Auliffi Fakultas FASILKOM Receivables Ermian Challen, SE,Ak.,M.Ak Program Studi Sistem Informasi Piutang Pengantar Akuntansi Penggolongan Piutang 2-1 Penggolongan Piutang Piutang (receivables)
CASH and RECEIVABLES
CHAPTER 7 CASH and RECEIVABLES Bab ini membahas mengenai elemen dari Laporan Keuangan, yaitu current assets Cash and Cash Equivalents and Receivables. Untuk kas, kata kuncinya adalah internal kontrol dan
BAB 3 Piutang Piutang Wesel (notes receivable)
BAB 3 Piutang Piutang Wesel (notes receivable) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian piutang wesel 2. Menjelaskan pengakuan piutang wesel
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Pencatatan sangat perlu dilakukan pada setiap kegiatan yang akan dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pencatatan 2.1.1.1 Pengertian Pencatatan Pencatatan sangat perlu dilakukan pada setiap kegiatan yang akan dan telah dilakukan untuk
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http:// Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi UJIAN AKHIR SEMESTER PENGANTAR
BAB XIV AKUNTANSI PIUTANG
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AKUNTANSI BAB XIV AKUNTANSI PIUTANG Drs. Heri Yanto, MBA, PhD Niswah Baroroh, SE, M.Si Kuat Waluyojati, SE, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Piutang 2.1.1 Pengertian Piutang Piutang adalah bagian dari aktiva perusahaan yang bersifat lancar, umumnya berupa kas yang masih akan diterima di masa yang akan datang dan terdapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tergantung sudut pandangnya, namun demikian definisi-definisi tersebut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Piutang 1. Pengertian Piutang Setiap penulis memberikan definisi yang berbeda tentang piutang tergantung sudut pandangnya, namun demikian definisi-definisi tersebut memiliki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan kemajuan yang secara periodik dilakukan pihak manajemen perusahaan yang
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan yang secara periodik dilakukan pihak
BAB II LANDASAN TEORI. Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Piutang 2.1.1 Definisi Piutang Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009) adalah: Menurut sumber terjadinya, piutang digolongkan dalam dua kategori
Pencatatan dan Pelaporan Piutang
Akuntansi Pengantar Pencatatan dan Pelaporan Piutang Akuntansi Keuangan Berbasis IFRS Warsidi 8-1 Tujuan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi jenis-jenis piutang. 2. Menjelaskan bagaimana pengakuan piutang
BAB II LANDASAN TEORI. Publik (2.12 a). Dalam hal ini piutang adalah termasuk aset yang dimaksud.
BAB II LANDASAN TEORI Aset adalah sumber daya yang dikuasai entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas, Standar Akuntansi
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Piutang 2.1.1.1 Pengertian Piutang Piutang merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi suatu perusahaan karena
DR. Dudi Rudianto, SE, MSi. Jl. Raya Ekonomi B/16 Komp. YPKP Bandung (022) / Fax (022)
CURRENT LIABILITIES By : DR. Dudi Rudianto, SE, MSi. Jl. Raya Ekonomi B/16 Komp. YPKP Bandung (022) 7232288/ 08122488071 Fax (022) 7201756 Email : [email protected] di t Financing Decisions :
BAB 2 Piutang Piutang Dagang (account receivable)
BAB 2 Piutang Piutang Dagang (account receivable) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Mengidentifikasi perbedaan jenis piutang 2. Menjelaskan pengakuan piutang
YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI PUSAT SEMARANG SMK WIKARYA KARANGANYAR JL NGALIYAN KARANGANYAR
YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI PUSAT SEMARANG SMK WIKARYA KARANGANYAR JL NGALIYAN KARANGANYAR 1. Kegiatan utama perusahaan dagang a. Mengolah bahan baku menjadi barang jadi b. Menjual jasa dan melayani kepentingan
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PIUTANG TAK TERTAGIH PADA PT ANUGERAH JASA AUTOMOTIVE DI MAKASSAR
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PIUTANG TAK TERTAGIH PADA PT ANUGERAH JASA AUTOMOTIVE DI MAKASSAR Oleh : Nova Chandra Email : [email protected] Pembimbing I : Faridah Email : [email protected]
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Perusahaan berkewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan berkewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sebagai
PERTEMUAN KE 3 AYAT JURNAL PENYESUAIAN PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 2
PERTEMUAN KE 3 AYAT JURNAL PENYESUAIAN PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 2 Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Journal Entry) Yaitu ayat jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo
BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI
BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI A. Penggolongan Akun / Perkiraan Pengertian Akun / rekening (account) adalah tempat untuk mencatat perubahan setiap laporan yang setiap saat dapat menunjukkan saldo pos tersebut.
Konsep Penandingan dan Proses Penyesuaian (The Matching Concept and the Adjusting Process)
Konsep Penandingan dan Proses Penyesuaian (The Matching Concept and the Adjusting Process) Konsep Penandingan (The Matching Concept) Penentuan dalam periode mana revenue dan expense bisnis akan dilaporkan
Bab 8 Piutang. Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess
Bab 8 Piutang Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess Tujuan 1. Menguraikan klasifikasi umum piutang. 2. Mengikhtisarkan dan memberikan contoh-contoh prosedur pengendalian internal atas piutang.
Mentoring SPA FEB Pengantar Akuntansi 1. Official. UTS Semester Gasal 2015/2016
Mentoring Pengantar Akuntansi 1 UTS Semester Gasal 2015/2016 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com Official
PIUTANG / TAGIHAN (receivable)
PIUTANG / TAGIHAN (receivable) BAHASAN Definisi Piutang Jenis Piutang Pengakuan Piutang Penilaian Piutang Penyajian Piutang DEFINISI Piutang merupakan aset yang paling likuid ketiga setelah kas dan investasi
BAB 9 KEWAJIBAN. Setiap perusahaan umumnya memiliki kewajiban atau yang biasa disebut dengan utang yang harus diselesaikan atau dibayar oleh
BAB 9 KEWAJIBAN A. Pengertian Kewajiban Setiap perusahaan umumnya memiliki kewajiban atau yang biasa disebut dengan utang yang harus diselesaikan atau dibayar oleh Kewajiban adalah utang yang harus dibayar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Piutang Banyak perusahaan menjual produknya secara kredit agar dapat meningkatkan volume penjualannya, sehingga penerimaan kas pun akan lebih meningkat. Penjualan kredit tidak
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 9 PENYAJIAN AKTIVA LANCAR DAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Pernyataan ini sudah direvisi dengan PSAK 1 (revisi 1998) - Penyajian Laporan Keuangan PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 9 PENYAJIAN AKTIVA LANCAR DAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK PENDAHULUAN 01 Pernyataan
BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Dirgantara
BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Pelaksanaan Kuliah Kerja Preaktek Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Dirgantara Indonesia Bandung, penulis ditempatkan di Direktorat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Piutang Usaha 2.1.1 Definisi Piutang Usaha berikut : Pengertian Piutang usaha menurut Rudiato ( 2008 : hal 225 ) adalah sebagai Piutang usaha adalah piutang yang timbul dari penjualan
MOJAKOE. Pengantar Akuntansi 1
MOJAKOE Pengantar Akuntansi 1 Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui Page 1 of 3 Program Studi S1 Akuntansi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Piutang Dewasa ini,hampir semua transaksi bisnis dilakukan secara kredit atau pembayaran tunda. Penjualan barang dagang atau jasa secara umum dilakukan secara kredit. Hal ini
GAMBARAN UMUM AKUNTANSI
PENGANTAR AKUNTANSI GAMBARAN UMUM AKUNTANSI Akuntansi sering disebut sebagai bahasanya dunia usaha karena akuntansi akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya dan
BAB II LANDASAN TEORI. dimaksud dengan piutang adalah sebagai berikut piutang didefinisikan sebagai
10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Piutang Menurut Weaygandt Kimmel Kieso (2013:368) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan piutang adalah sebagai berikut piutang didefinisikan sebagai jumlah yang
AKUNTANSI PIUTANG WESEL (Notes Receivables)
AKUNTANSI PIUTANG WESEL (Notes Receivables) PENGERTIAN PIUTANG WESEL Piutang Wesel (Notes Receivables) adalah piutang yang disertai dengan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada tanggal jatuh
Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang (Accounting for Merchandising Enterprises)
Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang (Accounting for Merchandising Enterprises) Ciri perusahaan dagang (Characteristic of Merchandising Enterprises) 1. Aktivitasnya yaitu menghasilkan pendapatan yang melibatkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. penggolongan dan peringkasan daripada peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidaktidaknya
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Menurut S. Munawir (2012;5), Akuntansi adalah seni daripada pencatatan penggolongan dan peringkasan daripada peristiwa dan kejadian-kejadian
SIKLUS AKUNTANSI (Accounting Cycle)
SIKLUS AKUNTANSI (Accounting Cycle) Langkah 1 Dokumen Bisnis di analisis (Bukti Transaksi) Langkah 2 Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal (Journal) Langkah 3 Posting ke Buku Besar (Ledger) Langkah 4 Menyusun
UTANG JANGKA PENDEK (CURRENT LIABILITIES)
MODUL KULIAH PENGANTAR AKUNTANSI 2 TATAP MUKA 7 UTANG JANGKA PENDEK (CURRENT LIABILITIES) OLEH UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM KULIAH KARYAWAN JAKARTA 2008 UTANG JANGKA PENDEK (CURRENT
I. PENDAHULUAN. Dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan, maka
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan, maka dibutuhkan alternatif sumber pembiayaan yang bertujuan untuk mendapatkan tambahan dana
MOJAKOE. Pengantar Akuntansi 2. March 25
March 25 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 Soal 1. Saham dan Investasi di Saham (45%)
PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 5 Pengertian Perusahaan Dagang (Merchandising Firm) Adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli dan menjual
PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA CV HANA SEJATI GROUP BANJARMASIN. Muhammad Roosdianto Dosen Tetap STIE Pancasetia Banjarmasin ABSTRAKSI
PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA CV HANA SEJATI GROUP BANJARMASIN Muhammad Roosdianto Dosen Tetap STIE Pancasetia Banjarmasin ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perlakuan akuntansi
Gambar 14-1 Contoh Wesel
Bab 14 WESEL TAGIH Ada dua macam wesel, yaitu yang merupakan perintah membayar dan janji membayar sejumlah uang tertentu. Wesel yang merupakan janji membayar tersebut promes, surat aksep atau surat sangup.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Piutang usaha 1. Pengertian Piutang usaha Piutang usaha (Account Receivable) timbul akibat adanya penjualan kredit. Sebagian besar penjualan menjual secara kredit agar dapat menjual
BAB III LANDASAN TEORI. mereka sendiri, dan disebut sistem lingkaran tertutup (closed-loop system). Sistem
BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dijelaskan landasan teori yang digunakan untuk mendukung penyusunan Laporan Kerja Praktek. Landasan teori yang akan dibahas ini meliputi permasalahan- permasalahan
PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 5
PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 5 Pengertian Perusahaan Dagang (Merchandising Firm) Adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli dan menjual
PENJUALAN ANGSURAN (INSTALLMENT SALES)
PENJUALAN ANGSURAN (INSTALLMENT SALES) DEFINISI PENJUALAN ANGSURAN : ADALAH PENJUALAN BARANG DAGANGAN ATAU JASA YANG DILAKSANAKAN DENGAN PERJANJIAN DIMANA PEMBAYARAN DILAKUKAN SECARA BERTAHAP ATAU BERANGSUR
ekonomi Sesi PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI A. AKUN a. Akun Riil
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 04 Sesi PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI A. AKUN Persamaan akuntansi merupakan hal yang paling mendasar dari struktur akuntansi karena pencatatan transaksi hingga berbentuk
SPA Mentoring. Pengantar Akuntansi 1
SPA Mentoring Pengantar Akuntansi 1 Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com FB : SPA FEUI Twitter : @spafeui MENTORING UTS PENGANTAR AKUNTANSI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
19 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Piutang Piutang juga merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi suatu perusahaan karena merupakan aktiva lancar perusahaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Piutang 2.1.1.1 Pengertian Piutang Salah satu cara yang digunakan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta menarik pelanggan baru
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk semua hak atau klaim atas uang, barang dan jasa. Bila kegiatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PIUTANG USAHA 1. Pengertian Piutang Transaksi paling umum yang menciptakan piutang adalah penjualan barang dagang atau jasa secara kredit. Dalam arti luas piutang digunakan untuk
BAB II LANDASAN TEORITIS
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori Teori 1. Pengertian dan Klasifikasi Piutang Piutang adalah tuntutan kepada pihak lain untuk memperoleh uang, barang dan jasa tertentu (aktiva) pada masa yang akan datang,
Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Sifat Kewajiban Lancar (The Nature of Current Liabilities)
Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Sifat Kewajiban Lancar (The Nature of Current Liabilities) Current Liabilities merupakan Liabilities yang harus dibayar dengan Current Asset serta jatuh tempo dalam
AKUNTANSI KEWAJIBAN LANCAR DAN PENGGAJIAN
AKUNTANSI KEWAJIBAN LANCAR DAN PENGGAJIAN Kewajiban adalah salah satu elemen dalam persamaan akuntansi Beberapa jenis kewajiban telah kita kenal pada industri jasa maupun industri dagang yang telah kita
MOJAKOE. June 5. Pengantar Akuntansi 2
June 5 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 PENGANTAR
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Piutang Piutang timbul karena adanya transaksi penjualan kredit, oleh karena itu besar kecilnya penjualan kredit akan berpengaruh langsung terhadap jumlah piutang. Piutang merupakan
REKAP SOAL UN SMK AKUNTANSI 2008/ /2010
REKAP SOAL UN SMK Kumpulan Bank Soal UKK Teori Akuntansi AKUNTANSI 2008/2009 2009/2010 1. Definisi akuntansi adalah A. Ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perhitungan uang perusahaan B. Kegiatan
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http:// Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Ujian Tengah Semester Gasal
KEWAJIBAN LANCAR (Current Liabilities)
KEWAJIBAN LANCAR (Current Liabilities) PENGERTIAN Pengertian sederhana, kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan. Lebih rinci, utang adalah kewajiban suatu perusahaan yang timbul dari
BAB II LANDASAN TEORITIS
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Persediaan 1. Pengertian Persediaan Persediaan ( inventory ) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya perusahaan yang disimpan dalam antisipasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat dicairkan menjadi kas oleh bank, dijual atau dipakai habis dalam waktu satu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Piutang 2.1.1 Pengertian Piutang Piutang (receivable) merupakan salah satu aktiva lancar, yaitu aktiva yang dapat dicairkan menjadi kas oleh bank, dijual atau dipakai habis
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1 Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL 2011/2012 Mata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Piutang Penjualan barang dan jasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang dan jasa sampai
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi 2.1.1 Pengertian Akuntansi Tinjauan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2001 : 1198 ) adalah hasil meninjau, pandangan, pendapat, ( sesudah mempelajari, menyelidiki
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Perputaran Piutang Usaha 2.1.1 Pengertian Piutang Piutang merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang dapat berubah menjadi kas (uang tunai). Piutang timbul dari kegiatan
C H A P T E R 3 THE ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI)
Dosen : Christian Ramos Kurniawan C H A P T E R 3 THE ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) 3-1 Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Piutang 1) Pengertian Piutang Piutang merupakan keringanan kepada langganan-langganannya pada waktu melakukan pembayaran atas penjualan barang. Menurut Warren et al (2008: 404)
LAPORAN ARUS KAS Juru uru an Akuntans Akuntan i UK Petra
LAPORAN ARUS KAS TOPIK BAHASAN Menjelaskan tujuan Laporan Arus Kas (the statement of cash flows) Membedakan dan menjelaskan Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan Membuat Laporan Arus Kas dengan menggunakan
ANALISIS UMUR PIUTANG DAGANG PADA PERUSAHAAN DAGANG JAYA AGUNG PALEMBANG
ANALISIS UMUR PIUTANG DAGANG PADA PERUSAHAAN DAGANG JAYA AGUNG PALEMBANG Ferah Jurusan Akuntansi POLTEK PalComTech Palembang Abstrak Piutang merupakan salah satu komponen dari kelompok aktiva lancar, piutang
BAB IX. AKUNTANSI PENGERTIAN
BAB IX. AKUNTANSI PENGERTIAN Akuntansi adalah pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi bisnis, serta penginterprestasian informasi yang telah disusun. Banyak perusahaan menggunakan catatan-catatan
MATERI KE 7 PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN
MATERI KE 7 PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN Perusahaan dapat mengalami kesulitan keuangan karena berbagai sebab antara lain: 1. Mengalami kerugian operasi terus menerus 2. Kredit pelanggan yang mengalami
BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian yang telah dilakukan Sitepu (2006) yang berjudul Analisis
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian yang telah dilakukan Sitepu (2006) yang berjudul Analisis Manajemen Piutang Pada PT. Daya Muda Agung Cabang Medan, dengan perumusan masalah Apakah
Trade Debt & Other Debt AUDIT
Trade Debt & Other Debt AUDIT PEMERIKSAAN PIUTANG DAN PIUTANG LAINNYA 2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 7-1 Konsep Piutang *SAK* Menurut sumber terjadinya Piutang
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Piutang 2.1.1.1 Pengertian Piutang Piutang merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi suatu perusahaan karena
BAB II BAHAN RUJUKAN
2.1 Akuntansi 2.1.1 Pengertian Akuntansi BAB II BAHAN RUJUKAN Akuntansi berasal dari kata accounting, yang artinya bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan.
MODUL (1) AKUNTANSI (DMH1G3) Program Studi D3 Manajemen Pemasaran. Penyusun: Fanni Husnul Hanifa, SE., MM NPM : KELAS :
AS MODUL (1) AKUNTANSI (DMH1G3) Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Penyusun: Fanni Husnul Hanifa, SE., MM NAMA LENGKAP : NPM : KELAS : SEMESTER GENAP 2016/2017 UNIVERSITAS TELKOM 2016 1 BAHAN KAJIAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi. Kegiatan akuntansi merupakan kegiatan mencatat, menganalisa, manyajikan dan menafsirkan data
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 9 PENYAJIAN AKTIVA LANCAR DAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 9 PENYAJIAN AKTIVA LANCAR DAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 9 tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka
