Tugas Akhir ini telah dipertahankan didepan sidang penguji dan dinyatakan lulus pada tanggal : 8 September 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Tugas Akhir ini telah dipertahankan didepan sidang penguji dan dinyatakan lulus pada tanggal : 8 September 2015"

Transkripsi

1 No. Alumni Politeknik : Budi Hartono BIODATA (a) Tempat / Tgl Lahir : Palupuh / 01 April 1992 (b) Nama Orang Tua : Saipul Amri dan Rabiyatul Adawiyah (c) Fakultas : Politeknik (d) Jurusan : Teknik Mesin. Konsentrasi : Maintenance (e) No. BP : (f) Tanggal Lulus : 8 September 2015 (g) Predikat Lulus :. (h) IPK : (i) Lama Studi : 3 Tahun 0 Bulan (j) Alamat Orang Tua : Jorong Lurah Dalam Nagari Pasia Laweh Kec. Palupuh, Kab. Agam, Sumbar. Analisa Perkiraan Kerusakan Dari Sistem Pelumasan Pada Engine Honda Jazz Type L15A4 I- DSI Tugas Akhir D-III Oleh : Budi Hartono Pembimbing I: Eka Sunitra, ST.,MT dan Pembimbing II: Nusyirwan, ST.,MT ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan pada engine honda jazz typel15a4 I-DSI karna belum ada yang mengangkat judul tentang analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI. Tujuannya Dapat mengetahui cara pemeriksaan, Dapat menganalisa, Dapat mengetahui cara memperbaiki perkiraan kerusakan yang terjadi pada komponen-komponen sistem pelumasan. (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli). Metoda penulisan tugas akhir adalah cara pemgambilan data seperti, studi pustaka, konsultasi,observasi dan cara pengolohan data. Pompa oli ( Oil Pump) Adalah suatu komponen dari sistem pelumasan yang berfungsi untuk menghisap oli yang berapa di bak oli untuk di sirkulasi ke masing-masing komponen dari sistem pelumasan sebelum di bagikan ke bagian-bagian mesin yang perlu di lumasi. Saringan oli (Oil Filter) Berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang berasal dari pompa oli yang terbawa oleh oli akan di saring di oil filter sebelum dibagikan ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Katup pengatur tekanan oli (Ralief Valve) Berfungsi untuk mengatur tekanan oli yang terjadi di pompa oli jika tekanan oli mengalami peningkatan. Kata kunci : Analisa,Perkiraan,Kerusakan,Sistem Pelumasan,Honda Jazz,Type,L15A4 I-DSI Tugas Akhir ini telah dipertahankan didepan sidang penguji dan dinyatakan lulus pada tanggal : 8 September 2015 Abstrak telah disetujui penguji : Tanda Tangan Nama Terang Eka Sunitra, ST.,MT Ketua Maimuzar, ST.,MT Sekretaris H. Oong Hanwar, ST.,MT Anggota I Nusyirwan, ST.,MT Anggota II Mengetahui : Ketua Jurusan Teknik Mesin : Hanif, ST., MT Nip Tanda Tangan Alumni telah mendaftar ke Fakultas / Politeknik Negeri Padang dan mendapatakan nomor alumni : Petugas Politeknik Negeri Padang Nomor Alumni Politeknik : Nama Tanda Tangan

2

3 ANALISA PERKIRAAN KERUSAKAN DARI SISTEM PELUMASAN PADA ENGINE HONDA JAZZ TYPE L15A4 I-DSI TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Diploma III (Ahli Madya) Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang Nama Oleh: : Budi Hartono Nomor Bp. : Program Studi : Teknik Mesin Konsentrasi : Perawatan dan Perbaikan KEMENTERIAN RISET,TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI PADANG JURUSAN TEKNIK MESIN 2015

4 Dia memberikan hikmah (ilmu yang berguna) kepada siapa yang dikehendaki-nya. Barang siapa yang mendapat hikmah itu Sesungguhnya ia telah mendapat kebajikan yang banyak. Dan tiadalah yang menerima peringatan melainkan orang- orang yang berakal. (Q.S. Al-Baqarah: 269)...kaki yang akan berjalan lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan menatap lebih lama, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras, serta mulut yang akan selalu berdoa cm. Ungkapan hati sebagai rasa Terima Kasihku Alhamdulllahirabbil alamin. Alhamdulllahirabbil alamin. Alhamdulllahirabbil alamin. Ya allah... Terima kasih atas nikmat dan rahmat-mu yang agung ini, hari ini hamba bahagia Sebuah perjalanan panjang dan gelap...telah kau berikan secercah cahaya terang Meskipun hari esok penuh teka-teki dan tanda tanya yang aku sendiri belum tahu pasti jawabannya. Di tengah malam aku bersujud, kupinta kepada-mu di saat aku kehilangan arah, kumohon petunjuk-mu Aku sering tersandung, terjatuh, terluka dan terkadang harus kutelan antara keringat dan air mata Namun aku tak pernah takut, aku takkan pernah menyerah karena aku tak mau kalah, Aku akan terus melangkah berusaha dan berdo a tanpa mengenal putus asa. Syukur alhamdulillah... Kini aku tersenyum dalam iradat-mu Kini baru kumengerti arti kesabaran dalam penantian...sungguh tak kusangka ya...allah Kau menyimpan sejuta makna dan rahasia, sungguh berarti hikmah yang kau beri My familiy... My Pap, makasih atas semuanya...kau begitu kuat dan tegar dalam hadapi hidup ini Kau jadikan setiap tetes keringatmu sebagai semangat meraih cita-cita Hari-harimu penuh tantangan dan pengorbanan Tak kau hiraukan terik matahari membakar kulitmu Tak kau pedulikan hujan deras mengguyur tubuhmu My Mom, i lov u forever... Kau kirim aku kekuatan lewat untaian kata dan iringan do a

5 Tak ada keluh kesah di wajahmu dalam mengantar anakmu ke gerbang masa depan yang cerah Tuk raih segenggam harapan dan impian menjadi kenyataan kau besarkan aku dalam dekapan hangatmu Cintamu hiasi jiwaku dan restumu temani kehidupanku My Sister n brother(yuli,selpi), thanks for pray n support My little brother n sister ( adi subain,sofyan, khairul, yuli) ingat, marah bukan karena benci melainkan itu adalah rasa sayang kakak ke adiknya,karena Sukses kalian adalah sukses ku juga My Prend Satu senyum mengawali persahabatan. Satu canda mengawali keakraban. Satu tawa menghapus kesedihan. Satu sapaan menghapus kerinduan. Sahabat Barangin x... Mokasi banyak2 sahabatku,kwan ketek sampai gaek,amiiin... Da boy (ridho)...jan main game ka main game jo krajo thu haha,tpi mudah-mudahan sukses tahun 2015 bisuak rancana nan kptang ko tacapai,bia bisa barangin x pindah ka profesi yang lamo liak,klo sanak wk nan surang ko yo lah barubah mah(barangin x )lah acok lo masuak lubang buayo,,ingek doso kwn..haha awak antah baa lo ko. Fmt in action... Mokasi tuk pak andi...yang alah maagiah motivasi,shinggo wak bisa lebih menghargai hidup...klo ndak,mngkin ndak bisa wk manulis ko kni doh,, Tu tuk asep kitiang...agak banyakan pakai utak tiang, sanak wak petriki,dony putra minang...pokoknyo kasadonyolah,, Mudah-mudahan wk bisa ngumpua kasadonyo liak...amiin Djoker Walaupun djoker 02 tingga namo,,,tapi yang namonyo kenangan ndak talupoan doh... galak,tangiih jo manggilo di ateh tu samaso mudo...lai takana jo wk juara panjek pinang lai(codet kirana,indra kerong,kasra uwiak,rky)...klo di kana antah lah,,,galak2 surang wk deknyo... tpi tanang thu ndan(codet kirana) wk caliakan foto wk yang lamo tu ka bini jo anak ndan... haha,bia galak gadangnyo... Panti Jomblo... Get friend,get love (iko yang salah ko mah) haha,makonyo tajadi cinlok Tapi ancak jo tu,,, mudah-mudahan kita semua menjadi best friend forever... kesalah pahaman,marah,kesal,sakik hati, itu lah biaso t, tapi jangan sampai hal seperti itu yang memisahkan kita smua, yang indak buliah t raso iri,dengki,dendam,kibus(kianat),dll Krna,itu adalah akar dari perpecahan Dan sebaliknya jika kita semua saling mengerti,memahami... itu adalah akar agar terbentuknya Solidarity 4ever...

6 Thanks to... Dosen-dosen Teknik Mesin Seluruh dosen, karyawan beserta staff Politeknik terutama pada jurusan Teknik Mesin yang telah mengajarkan ilmunya kepada saya, susahnya mengikikir, lecetnya tangan karena melipat plat dan sakitnta mata saat mengelas, tapi tenyata itu semua sangat berguna. Hampir 3 tahun sudah Bapak dan Ibu mengajarkan ilmunya tanpa mengenal lelah... Pembimbing Terima kasih kepada dosen pembimbing Bapak Eka Sunitra dan Bapak Nusyirwan yang telah mengajarkan semua hal terutama kesabaran, menyelesaikan Tugas Akhir ini sehingga saya bisa mencapai juga pendidikan diploma berkat jasa bapak... Mechanical Engineering Terima kasih buat para rekan seperjuangan BP 12 yang sudah kenal dan mau mengenal saya baik secara langsung maupun secara media sosial, hahaha...yang pernah botak dan merasakan panasnya padang panjang, walaupun sudah ada yang menggugurkan diri atau dengan kata lain Be es es gitu, tetap semangat ajj buat kalian semua, terutama baat yang belum selesai,moga capek salasai TA nyo... welkame to next new world I wish Berlarilah sebisa kau lari, karena dengan berlari akan menghasilkan kesuksesan yang diharapkan dirimu Semangat yang kita tanamkan melainkan adalah sebuah gerbang yang akan membawa kita kepada kesuksesan, dengan semangat semua tujuan akan tertuju Memiliki sebuah tujuan akan menanamkan keinginan dalam diri, memiliki keinginan akan menanamkan motivasi dalam diri untuk melakukannya Berjalan menyusuri kehidupan lebih baik dari pada berlari untuk menghindari kehidupan Jika sebuah tekad yang ditanamkan untuk sebuah kebaikan, maka kesuksesan akan didapatkan. namun jika sebuah tekad yang ditanamkan untuk sebuah kejelekan, tidaklah kesuksesan akan didapatkan Hasil yang akan kita dapatkan tergantung kepada usaha yang kita lakukan, berusahalah dengan baik karena kesuksesan akan hadir untuk orang yang tak kenal dengan lelah Bernyanyi belum tentu bisa menari, menari belum tentu bisa bernyanyi, namun orang yang yang bisa bernyanyi dan menari itulah orang yang keluar dari ketidakmungkinan yang sejati By: Budi Hartono, A.md

7 LEMBARAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ANALISA PERKIRAAN KERUSAKAN DARI SISTEM PELUMASAN PADA ENGINE HONDA JAZZ TYPE L15A4 I-DSI Disusun Oleh : Nama : Budi Hartono Nomor Bp : Program Studi : Teknik Mesin Konsentrasi : Perawatan Dan Perbaikan Telah Lulus Sidang Pada Tanggal 8 September 2015 Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II Eka Sunitra, ST.,MT Nusyirwan, ST.,MT Nip Nip Disahkan Oleh: Kepala Program Studi Teknik Mesin Kepala Konsentrasi Perawatan dan Perbaikan Sir Anderson, ST.,MT Rivanol Chadry, ST.,MT Nip Nip Ketua Jurusan Teknik Mesin Hanif, ST., MT Nip

8 LEMBARAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ANALISA PERKIRAAN KERUSAKAN DARI SISTEM PELUMASAN PADA ENGINE HONDA JAZZ TYPE L15A4 I-DSI Tugas Akhir ini Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji Tugas Akhir Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang Pada Tanggal 8 September 2015 Tim Penguji: Ketua/Penguji I Sekretaris/Penguji II Eka Sunitra, ST., MT Maimuzar, ST., MT Nip Nip Anggota I/Penguji III Anggota II/Penguji IV H. Oong Hanwar, ST.,MT Nusyirwan, ST., MT Nip Nip

9 LEMBARAN TUGAS AKHIR POLITEKNIK NEGERI PADANG Nama : Budi Hartono Bp : Jurusan : Teknik Mesin Program Studi : Perawatan dan Perbaikan Judul Tugas Akhir : Analisa Perkiraan Kerusakan Dari Sistem Pelumasan Pada Engine Honda Jazz Type L15A4 I-DSI Uraian Tugas : Dimulai Tanggal : Selesai Tanggal :... Pembimbing I Pembimbing II Eka Sunitra,ST.,MT Nusyirwan, ST.,MT NIP NIP

10 Nama : Budi Hartono Bp : Jurusan Program Studi Pembimbing I Pembimbing II Judul Tugas Akhir KEMENTERIAN RISET,TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI PADANG JURUSAN TEKNIK MESIN FORMULIR LEMBARAN ASISTENSI TUGAS AKHIR MAHASISWA : Teknik Mesin : Maintenance : Eka Sunitra, ST.,MT : Nusyirwan, ST.,MT : Analisa Perkiraan Kerusakan Dari Sistem Pelumasan Pada Engine Honda Jazz Type L15A4 I-DSI No. Dokumen Edisi Revisi Berlaku Efektif Halaman No. Tanggal Uraian Paraf Pemb. I Pemb. II

11

12

13

14 BAB II TEORI DASAR 2. 1 Pelumasan Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dengan menambahkan suatu zat pelumas diantara permukaan tersebut. Maksud dari gesekan itu sendiri adalah suatu bentuk gaya yang berlawanan dengan arah gerak benda yang besarnya tergantung pada kondisi atau kekasaran permukaan dan beban normal. Adanya gesekan akan mengakibatkan kehilangan energi dan mempercepat keausan benda Pengertian Pelumasan Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi semua mesin otomotif. Umur dan service yang diberikan oleh mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada pelumasannya. Pada motor bakar, pelumasan bahkan lebih sulit dibanding pada mesin-mesin lainnya, karena di sini terdapat panas terutama di sekitar torak dan silinder, sebagai akibat ledakan dalam ruang pembakaran. Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan mekanis adalah untuk melenyapkan gesekan, keausan dan kehilangan daya Bahan Dasar Minyak Pelumas Bahan dasar pelumas adalah base oil, yang didapat dari crude oil (minyak mentah). Tapi tidak semua crude oil bisa diolah menjadi base oil. Hanya minyak mentah dari jenis parafinik saja yang menghasilkan base oil untuk bahan dasar pelumas. Sayangnya, minyak mentah jenis ini sangat terbatas kandungannya di perut bumi. Untuk mendapatkan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan mesin, ke dalam base oil ditambahkan aditif. Aditif merupakan senyawa-senyawa kimia (chemical compound) dalam formulasi tertentu yang ditambahkan ke dalam base oil untuk mendapatkan pelumas sesuai spesifikasi yang ditentukan. Komposisi base oil dalam pelumas berkisar 80% dan komposisi aditif sekitar 30%. 5

15 Fungsi aditif bermacam-macam, antara lain untuk membersihkan mesin, mengurangi gesekan, meminimalkan keausan, mencegah karat, meningkatkan indeks kekentalan pelumas sehingga pelumas tetap mudah mengalir pada suhu rendah dan tidak encer pada suhu tinggi. Pelumas yang baik sudah mengandung aditif, karenanya pelumas yang baik tidak memerlukan tambahan aditif. Dalam memilih pelumas ada dua hal yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu : klasifikasi mutu pelumas (API Service) dan tingkat kekentalan pelumas (SAE). a. Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service) Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin. Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel berbahan bakar solar ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL untuk mesin bensin dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 untuk mesin diesel. Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata API Service, diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ. Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH- 4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. 6

16 b. Tingkat Kekentalan Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan lapisan di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis. Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar. SAE = Society of American Engineers. Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu : 1) Pelumas dengan kekentalan tunggal (Mono Grade) Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. 2) Pelumas dengan kekentalan ganda (Multi Grade) Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya : SAE 10W- 40, SAE 20W-50, dll Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W = winter / dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50. 7

17 Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut dingin / tidak beku, panas tidak cair. Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin Klasifikasi Minyak Pelumas Dulu klasifikasi API (MM,ML,DG,DM,DS) digunakan untuk kl asifikasi service minyak pelumas. Kadang-kadang hal ini kurang jelas dan perincian kondisinya untuk kemampuan pelumasan tidak selalu berhubungan dengan situasi sebenarnya. Untuk hal inilah tiga organisasi di Amerika Serikat ( SAE, API, ASTM) bergabung untuk mengembangkan system klasifikasi yang baru, yang telah diresmikan pemakainya sejak juli tahun Diantaranya adalah : SAE : Society of Automotive Engineers. API : American Petroleum Institute. ASTM : American Society for Testing Materials. Di bawah ini keterangan mengenai minyak mesin yang di definisikan sebagai klasifikasi system yang baru. KLASIFIKASI LAMPAU KLASIFIKASI SEKARANG ( A. P. I ) MOTOR BENSIN MOTOR DIESEL ML MM MS DG DM DS SA SB SC. SD CA CB. CC CD 8

18 Klasifikasi Service Mesin Api Minyak Mesin ASTM SA Untuk service motor bensin dan diesel untuk mesin dalam keadaan biasa, yang tak memerlukan kombinasi aditif minyak. Tak termasuk aditif, selain dari pada untuk pengentalan atau minyak penetrasi. SB Untuk service motor bensin beban ringan. Untuk mesin yang bekerja alam keadaan biasa yang membutuhkan sedikit aditif kombinasi dari minyak. Minyak anti oxidant gesekan. SC Motor bensin untuk truk dan mobil yang dibuat antara dan bekerja dibawah tahun 1964 dalam masa garansi pabrik. Minyak ini mempunyai sifat yang baik terhadap temperatur rendah dan tinggi, melindungi pengendapandan mempunyai sifat untuk mengurangi gesekan Minyak ini sesuai dengan permintaan pabrik-pabrik untuk model terutama dipakai untuk mobil dan mempunyai ketahanan pada temperatur rendah, anti pelumpuran dan anti karat. 9

19 SD Untuk 1968 motor bensin truk dan mobil yang beroprasi dibawah 1962 Minyak sesuai permintaan pabrik-pabrik setelah 1968, terutama dipakai untuk mobil dan mempunyai ketahanan pada temperature rendah anti pelumpuran dan anti karat Motor diesel biasa memakai bahan bakar bermutu tinggi. CA CB Minyak yang dipakai ini untuk spesifikasi ini Dipakai untuk memenuhi kemampuan terutama pada pemakaian MIL-L-21004A pada motor-motor antara 1940 dan 1950, diesel tanpa super charger dan motor minyak ini dipakai dengan bensin dengan pemakain bahan bakar mutu bahan bakar yang kadar sulfur rendah. tinggi dan sifatnya anti karat pada bearing / bantalan dan mencegah pengendapan pada temperatur tinggi. Motor diesel dengan beban berat motor diesel Minyak ini dipakai untuk motor bensin yang bekerja pada oprasi dan motor bensin tanpa turbocharger ini biassa dengan mutu bahan termasuk minyak MIL-L-2104 A yang bakar yang rendah yang ditest dengan kadar sulfur tinggi pada menyebabkan tempertur bahan bakar. tinggi dan karat pada bantalan.kadang-kadang 10

20 motor motor bensin dipakai dalam kasus ini. Minyak ini diformalisasikan tahun Minyak ini dipergunakan untuk bahan bakar dengan kadar sulfur tinggi dan melindungi bantalan dari karat dan temperature tinggi Prinsip Kerja Pelumasan Oli diangkat dari bak oli (carter), oleh suatu sedotan, dari pompa oli yang digerakkan oleh perputaran roda gerigi yang dikoperlkan dengan perputaran poros engkol, melalui pipa hisap. Dari pompa oli, disalurkan melalui pipa pembagi, kemudian dialirkan ke suatu media pendinginan yang berupa pipa penunjang melingkar satu setengah (1 ½ ) lingkar dengan dinding bersirip untuk memperluas permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar dari udara sekitarnya atau berupa radiator oli atau tanpa kedua sistem pendinginan tersebut. Dalam hal yang terakhir ini oli hanya disalurkan ke dalam pipa yang cukup pendek saja (by pass). Dari ini kotoran oli yang mungkin terbawa, baik dari luar maupun sirkulasi di dalam mesin sendiri. Sistem pelumasan pada Rosker Arm dari klep, didapatkan melalui camp shaft, tappel dan push rod langsung menembus baud pengatur jarak rosker arm (Rocker Arm Bearing) kemudian menetes keluar sejenak ditampung bak per klep, melalui celah antara push rod dan pipa pelindung push rod, oli mengalir ke bawah menuju ke bak 11

21 charter. Untuk pelumasan ada metal-metal dan juga dinding-dinding silinder, oli disalurkan dalam pipa yang sejenis dengan (crank case) Fungsi Pelumasan a. Mengurangi gesekan Mesin terdiri dari beberapa komponen, terdapat komponen yang diam dan ada yang bergerak. Gerakan komponen satu dengan yang lain akan menimbulkan gesekan, dan gesekan akan mengurangi tenaga, menimbulkan keausan, menghasilkan kotoran dan panas. Guna mengurangi gesekan maka antara bagian yang bergesekan dilapisi oli pelumas ( oil film). b. Sebagai peredam Piston, batang piston dan poros engkol merupakan bagian mesin menerima gaya yang berfluktuasi, sehingga saat menerima gaya tekan yang besar memungkinkan menimbulkan benturan yang keras dan menimbulkan suara berisik. Pelumas berfungsi untuk melapisi antara bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus. c. Sebagai anti karat Sistem pelumas berfungsi untuk melapisi logam dengan oli, sehingga mencegah kontak langsung antar logam dengan udara maupun air dan terbentuknya karat dapat dihindari Sifat-Sifat Minyak Pelumas a.viskositas Viskositas adalah sifat dari suatu fluida, sebagai gesekan internal, yang menyebabkan fluida tersebut melawan untuk mengalir. 12

22 b. Viskositas Index Viskositas index adalah suatu ukuran perubahan viskositas dari minyak terhadap suhu dibandingkan dengan dua macam minyak referensi yang mempunyai viskositas yang sama pada suhu tertentu. c. Pour Point Pour point atau suhu tuang, atau titik tuang ialah suhu terendah dimana minyak dapat mengalir. d. Flash Point Flash point atau titik nyala adalah suhu dimana minyak harus dipanaskan didalam alat percobaan, sehingga timbul uap yang dapat menyala sebentar bila suatu nyala api kecil didekatkan pada uap tadi. e.carbon Residu Carbon residu ialah berat sisa dari minyak pelumas yang telah terbakar. f. Acidity atau Neutralization Number Acidity atau keasaman dinyatakan sebagai jumlah dalam milligram dari potassium hydroxide yang diperlukan untuk menetralkan suatu gram minyak. g.warna Warna minyak pelumas berguna hanya untuk tujuan identifikasai dan bukan menunjukan kualitas suatu minyak Macam - Macam Sistem Pelumasan 1. Jenis Percik ( Splash Type) Pada jenis ini batang krore as dilengkapi dengan sendok yang berada pada ujung bagian bawah dari batang krore as. Sehingga saat mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan oli yang di bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini memiliki konstruksi yang sangat sederhana, namun sulit untuk melumasi bagian-bagian yang memiliki celah lebih sempit. Sistem pelumasan percik adalah sistem pelumasan dengan memanfaatkan gerakan dari bagian yang bergerak untuk memercikan minyak pelumas ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, misal : poros engkol berputar sambil memercikan minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder. 13

23 Batang Krore As Dinding Silinder Oli Gambar 2.1 Batang Krore As Bak Oli Cara kerjanya : Saat mesin hidup, poros engkol berputar, bagian poros engkol yang menyerupai sendok membawa minyak pelumas dan akhirnya minyak pelumas memercik ke atas melumasi dinding silinder. 2. Jenis Tekanan ( Pressure Feed Type ) Pada jenis ini sistem pelumasan menggunakan pompa oli yang berguna untuk mensirkulasikan minyak pelumas. Jenis inilah yang sekarang digunakan pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor. Gambar 2.2 Diagram Aliran Oli Pada Sistem Pelumasan Tekanan 14

24 Adapun pompa oli yang digunakan ada bermacam-macam yaitu : a. Model Roda Gigi (Gear Type) b. Model Trocoid Pompa Oli Gambar 2.3 Sirkulasi Sistem Pelumasan Bak Oli Minyak pelumas di dalam karter dihisap dan ditekan ke dalam bagian-bagian yang dilumasi dengan menggunakan pompa oli. Sistem pelumasan ini sangat cocok untuk melumasi bagian-bagian mesin yang sangat presisi. Aliran minyak pelumas tergantung pada jumlah putaran mesin, hal ini dikarenakan pompa oli diputarkan oleh mesin. Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 4 tak dan memiliki kelebihan pelumasan merata dan teratur. Minyak pelumas yang telah melumasi bagian-bagian mesin akan kembali ke karter kembali. 3. Jenis Kombinasi Pada sistem pelumas tipe ini adalah penggabungan dari sistem pelumas tipe 1 dan tipe Komponen Sistem Pelumasan a. Oil Pan (Bak Oli) Bak oli terletak dibagian bawah dari blok silnder, bak oli dilengkapi dengan separator yang berfungsi menjaga permukaan oli tetap stabil saat terjadi perubahan kemiringan kendaraan pada saat tanjakan, turunan, ataupun saat akselerasi dan 15

25 pengereman mendadak, sehingga kerja pompa oli tidak tertanggu karena keterlambatan suplai oli. Gambar 2.4 Bak Oli Separator adalah sebagai alat pemisah antara kotoran atau serbuk-serbuk besi akibat gesekan di dalam mesin. Drain hole adalah lubang dari bak oli yang digunakan untuk membuang oli pada saat penggantian oli mesin. b. Oil Switch (Kontak Lampu Oli) Suatu peralatan yang berfungsi sebagai switch yang mengaktifkan lampu peringatan bila tekanan oli tidak tercukupi pada saat mesin mobil dinyalakan. Switch Oli Gambar 2.5 Oil Switch Switch oli adalah suatu kontak yang memberikan sinyal ke lampu darsboard untuk mengecek keadaan oli apakah oli tersebut kurang. 16

26 c. Relief Valve (Katup Pengatur Tekanan) Alat ini berfungsi untuk membebaskan tekanan pada saat Oil Pump mempunyai tekanan yang berlebihan. Gambar 2.6 Saat Kecepatan Mesin Rendah Pada saat oli masuk dari pompa oli akan masuk ke ralief valve dan filter oil dan ralief valve akan memberikan informasi berapa tekanan yang terjadi pada saat mesin kecepatan rendah. Gambar 2.7 Saat Kecepatan Mesin Tinggi 17

27 Pada saat oli masuk dari pompa dengan kecepatan mesin tinggi maka oli akan menekan katup pengakur tekanan yang dapat memberikan berapa kecepatan tekanan oli yang terjadi pada saat kecepatan mesin tinggi sehingga oli kembali ke bak oli lagi. d. Oil Strainer (Tapisan Oli) Komponen yang berupa saringan oli dan terpasang di saluran masuk oli untuk memisahkan partikel yang besar dari oli. tapisan oli Gambar 2.8 Tapisan Oli Tapisan oli di pasang di bawah pompa oli digunakan untuk menyaring kotorankotoran yang berada di dalam bak oli. e. Oil Filter (Saringan Oli) Alat berfungsi sebagai penyaring kotoran yang tidak diinginkan dari oli mesin yang secara bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan lainnya. 18

28 Gambar 2.9 Diagram Aliran Oli Oli di pompakan dari bak oli kemudian akan masuk ke dalam ralief valve setelah itu oli akan mengalir ke oil filter di sana oli akan disaring kotoran-kotoran dan setelah oli di saring oli akan mengalir ke engine dari engine oli akan kembali lagi ke bak oli dan seterusnya. Type saringan oli : a) Full Flow Type Single Element 1. Element Type Konversional Gambar 2.10 Element Tipe Konversional 19

29 2. Element Type Kristal b) Full Flow Twin Element Gambar 2.11 Element Tipe Kristal f. Oil Pump (Pompa Oli) Pompa oli (Oli Pump). Dalam sistem pelumasan pompa oli atau oli pump berfungsi untuk menghisap minyak pelumas dari bak oli dan menekan atau menyalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak dengan tujuan agar bagian bagian tersebut dapat terlumasi dengan oli. Pompa oli ada yang digerakan oleh poros engkol dan ada juga yang digerakkan oleh poros nok, serta timing belt dan lain sebagainya. Filter oli terpasang pada inlet pompa oli yang berfungsi untuk menyaring kotoran kotoran yang ada pada oli. Pompa oli yang sering dan biasa digunakan pada mesin. a) Macam Macam Pompa Oli 1) Pompa Model Roda Gigi Pompa oli model roda gigi adalah pompa yang terdiri dari dua buah gigi yang berputar untuk memompa oli dua buah roda gigi tersebut ada roda gigi penggerak (drive gear) dan ada roda gigi yang digerakkan (driven gear). Ada dua tipe pompa oli model roda gigi yaitu : 20

30 a. Tipe Internal Gear Gambar 2.12 Internal Gear Roda gigi yang digerakkan (driven gear) digerakkan oleh roda gigi penggerak yang dihubungkan langsung ke camshaft, ruang volume dibentuk oleh dua gigi yang berubahubah saat berputar. Tipe ini memiliki konstruksi yang sederhana dan kemampuannya dapat diandalkan. b. Tipe External Gear Gambar 2.13 External Gear 21

31 Sama halnya seperti model internal ada drive gear & driven gear untuk memompa oli seperti terlihat pada gambar disamping. Aliran oli juga terlihat seperti gambar. Tipe ini sudah lama digunakan karena konstruksinya lebih sederhana dan lebih akurat. 2) Pompa Model Trochoid Pada pompa model trochoid dilengakapi 2 rotor (penggerak & yang digerakkan) bila rotor penggerak berputar seperti pada gambar rotor yang digerakkan ikut sama-sama berputar dalam pump body. Gambar 2.14 Pompa Model Trochoid Poros rotor penggerak berputar tidak satu titik (offset) dengan rotor yang digerakkan oleh karena itu ruangan terbentuk dari dua rotor saat berputar. Saat ruangan membesar oli terhisap kedalam dan akan dipompa keluar saat ruangan mengecil. Pompa model trochoid memiliki bentuk yang lebih sederhana dari pada model roda gigi, dan volume oli yang dipompa lebih besar juga sehingga bentuk pompa oli dapat diperkecil dan lebih dapat diandalkan. b) Komponen-Komponen Pompa Oli Komponen-komponen oli yang biasanya ada pada kendaraan roda empat yang salah satu fungsinya adalah untuk menaikan oli dari panci oli atau carter oil yang terletak di bawah blok silinder engine karena tanpa pompa oli, cairan oli tidak akan naik dengan 22

32 sendirinya maka dengan itu dibuatlah suatu sistem yang dinamakan pompa oli atau oil pump yang terdiri dari 7 bagian adapun keterangannya adalah sebagai berikut: Gambar 2.15 Komponen Pompa Oli 1. Oil Pump Cover 2. Oil Pimp Driven Rotor 3. Oil Pimp Drive Rotor 4. Cottar Pin 5. Oil Pump Relief Valve Rotainer 6. Oil Pump Relief Valve Spring 7. Oil Pump Relief Valve 1. Oil Pump Cover Merupakan komponen sistem yang berperan sebagai tempat penampungan oli sementara. 2. Oil Pimp Driven Rotor Merupakan komponen sistem yang dapat berputar dari hubungan dengan Oil Pimp Drive Rotor. 23

33 3. Oil Pimp Drive Rotor Merupakan komponen sistem yang dapat berputar untuk menjalankan aliran cairan oli. 4. Cottar Pin Merupakan komponen sistem yang berperan sebagai pengunci, agar komponen sistem yang berkaitan tidak lepas. 5. Oil Pump Relief Valve Rotainer Merupakan komponen sistem yang berperan sebagai penekanan pegas. 6. Oil Pump Relief Valve Spring Merupakan komponen sistem yang berperan sebagai pegas atau spring agar komponen bisa mengerut dan mengembang. 7. Oil Pump Relief Valve Merupakan komponen sistem yang berperan sebagai katup agar komponen sistem bisa membuka dan menutup saluran Perawatan Dan Perbaikan Secara umum dapat kita perhatikan bahwa hal-hal yang harus dilakukan dalam perawatan antara lain melakukan pemeriksaan atau pemeliharaan pada bagian-bagian yang kritis, memberikan pelumasan, penyetelan, pembersihan dan lain-lain. Adapun pengertian dari perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi engine ke kondisi yang lebih mendukung atau mempertahankan operasi dari engine sehingga proses kerja berjalan lancar. Didalam kegiatan perbaikan kita harus meneliti terlebih dahulu jenis-jenis kerusakan yang terjadi, setelah itu barulah dilakukan perbaikan dan memutuskan apakah komponen yang rusak tersebut harus diperbaiki atau diganti yang baru. 24

34 Tujuan Perawatan Secara umum yang menjadi sasaran utama perawatan adalah : a) Tetap menjaga kondisi atau kemampuan mesin dan peralatan pendukung mesin agar tetap dalam keadaan mampu beroperasi secara optimal. b) Memperpanjang waktu pengoperasian fasilitas atau alat yang digunakan semaksimal mungkin dengan biaya serendah mungkin. c) Memperpanjang usia mesin. d) Menciptakan kondisi kerja yang aman pada waktu mesin atau peralatan sedang beroperasi. e) Dapat mengetahui kerusakan sejak awal sehingga kerusakan yang mendadak dan fatal dapat dihindari. Gambar 2.16 Bagan Manajemen Pemeliharaan 25

35 Perawatan Terencana (Planned Maintenance). Perawatan terencana ( planned maintenance) adalah pemeliharaan yang diorganisasikan dan dilakukan dengan pemikiran kemasa depan, pengendalian, dan pencatatan sesuai rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Perawatan terencana merupakan suatu pekerjaan pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan baik, melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu.pengawasan administratif pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, terutama pada saat perubahan dari sistem pemeliharaan darurat kedalam sistem pemeliharaan yang berencana. Tujuan utama dari perawatan adalah untuk meningkatkan standar pemeliharaan dan keefektifan pembiayaannya.hal ini dilakukan untuk meningkatkan standar perawatan dan perencanaan serta pengurangan pemeliharaan sebagai hasil dari analisis tersebut. 1) Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance) Perawatan pencegahan adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan dilakukan dengan interval tertentu dengan maksud untuk meniadakan kemungkinan terjadinya gangguan, kemacetan atau kerusakan mesin. Perawatan pencegahan meliputi pemeriksaan yang berdasarkan : a) Inspeksi dengan cara melihat, mendengar dan memeriksa. b)penyetelan mesin pada selang waktu yang telah ditentukan. c) Penggantian suku cadang yang telah usang tetapi belum rusak. d)bahan habis pakai diganti atau ditambah lagi, misalnya minyak pelumas. 2) Perawatan Koreksi (Corrective Maintenance) Perawatan koreksi adalah pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah berhenti untuk memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima. Didalam Perawatan korektif terbagi tiga macam, yaitu 26

36 a) Shutdown maintenance, Suatu pekerjaan perawatan yang hanya dilakukan apabila fasilitas yang bersangkutan tidak bekerja atau berhenti. b) Brekdown Maintenance, Adalah suatu pekerjaan yang dilakukan berdasarkan perencanaan sebelumnya atas suatu fasilitas yang telah diduga. c) Running Maintenance. Adalah perawatan berjalan yang merupakan sistem pemeliharaan yang dilakukan pada saat peralatan sedang beroperasi, Cara pemeliharaan ini termasuk jenis perawatan yang direncanakan. Breakdown maintenance terbagi 2 bagian yaitu : a) Minor Overhoul Suatu bentuk pemeliharaan dengan melakukan penggantian pada bagian komponen-komponen yang tidak layak pakai. b) Mayor Overhoul Overhoul adalah pengujian dan perbaikan menyeluruh dari suatu peralatan, sampai kondisi yang lebih baik, overhoul biasanya dilakukan dengan melakukan pembongkaran dan pemasangan secara keseluruhan dari peralatan. 3) Pemeliharaan Ramalan (Predictive Maintenance) Pemeliharaan prediktif adalah suatu usaha pemeliharaan dengan cara pemantauan peralatan yang ada untuk memperkirakan lebih awal kerusakan yang akan terjadi Perawatan Tak Terencana (Unplanned Maintenance) Perawatan tak terencana (unplanned maintenance) adalah perawatan yang dilakukan dalam keadaan darurat (emergency maintenance), atau usaha perawatan yang dilaksanakan diluar dari rencana yang dijadwalkan. Hanya ada satu bentuk perawatan tak terencana yaitu 27

37 perawatan darurat yang didefinisikan sebagai perawatan yang dilakukan setelah adanya gangguan dalam suatu operasi yang apabila tidak segera dilakukan memungkinkan akan timbulnya akibat yang lebih fatal Perbaikan Tindakan perbaikan dapat diartikan untuk menghindari atau menyembuhkan mesin atau komponen-komponen dari kerusakan, dengan tindakan ini mesin dapat dioperasikan lagi.kegiatan yang dilakukan diantaranya mengganti atau memperbaiki alat-alat mesin, yang dilakukan bukan hanya ditujukan agar mesin dapat hidup kembali.melakukan kualitas dalam perbaikan harus diukur, jika kualitas perbaikan komponen mesin mempunyai % maka perbaikan yang dilakukan nilainya adalah baik sekali. Adapun melakukan perbaikan memiliki tujuan yaitu sebagai berikut : a) Menghidupkan atau menjalankan kembali mesin yang rusak atau tidak dapat dipakai dengan baik. b) Meningkatkan kua;itas mesin atau komponen yang telah rusak dan kembali kekondisi yang baik. c) Memperpanjang umur mesin dan perlengkapannya. Kegiatan yang pertama dilakukan dalam perbaikan adalah mencari penyebab kerusakan, perawatan dapat menggunakan dengan panca indra atau dengan melihat, mendengar dan dengan merasakan. Hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perbaikan adalah peralatan yang akan membantu dalam proses perbaikan. Setelah mengetahui kerusakan yang terjadi baru direncanakan perbaikannya, dalam membuat rencana perbaikan, harus berpegang pada prinsip ekonomis, misalnya tenaga dan waktu perbaikan harus sedikit waktunya. 28

38 2. 5 Sensor Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan. 1. Sensor Cahaya a. Fotovoltaic atau sel solar Adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik. Sel solar silikon yang modern pada dasarnya adalah sambungan PN dengan lapisan P yang transparan. Jika ada cahaya pada lapisan transparan P akan menyebabkan gerakan elektron antara bagian P dan N, jadi menghasilkan tegangan DC yang kecil sekitar 0,5 volt per sel pada sinar matahari penuh. Sel fotovoltaic adalah jenis tranduser sinar/cahaya seperti pada gambar 1. Gambar 2.17 Cahaya Pada Sel Fotovoltaik Menghasilkan Tegangan 29

39 b. Fotokonduktif Energi yang jatuh pada sel fotokonduktif akan menyebabkan perubahan tahanan sel. Apabila permukaan alat ini gelap maka tahanan alat menjadi tinggi. Ketika menyala dengan terang tahanan turun pada tingkat harga yang rendah. Seperti terlihat pada gambar 2. (a) (b) Gambar (a) Sel Fotokonduktif, (b) Cahaya Pada Sel Fotokonduktif Mengubah Harga Resistansi. 2. Sensor Suhu Ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan : a. Thermocouple Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk hot atau sambungan pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuranmdengan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai thermocouple. 30

40 (a) (b) Gambar 2.19 (a) Thermocouple (b) Simbol Thermocouple b. Detektor Suhu Tahanan Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan (resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan dapat diulang lagi sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang konsisten melalui pendeteksian tahanan. Bahan yang sering digunakan RTD adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. (a) (b) Gambar 2.20 (a) Detektor Suhu Tahanan (b) Simbol RTD 31

41 c. Thermistor Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan sebaliknya. Thermistor sangat peka (perubahan tahanan sebesar 5 % per ³C) oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu. Gambar 2.21 Thermistor d. Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC) Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan (sensor). Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu (dibawah 200 ³C), tetapi menghasilkan output yang san gat linear di atas rentang kerja. Gambar 2.22 Sensor Suhu IC 32

42 3. Sensor Tekanan Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang. Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok sehingga menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya, seperti terlihat pada gambar. Aplikasi umum-pengukuran tekanan balok. Gambar 2.23 Pengukuran Tekanan Balok Gambar 2.24 Penggunaan Sensor Tekan pada Pengukur Regangan Kawat 33

43 Gambar 2.25 Contoh Penggunaan Sensor Tekanan 2. 6 Konsep Aliran Fluida Dalam Saluran Tertutup (Pipa) Pipa adalah saluran tertutup yang biasanya berpenampang lingkaran yang digunakan untuk mengalirkan fluida dengan tampang aliran penuh (Triatmojo 1996 : 25). Fluida yang di alirkan melalui pipa bisa berupa zat cair atau gas dan tekanan bisa lebih besar atau lebih kecil dari tekanan atmosfer. Apabila zat cair di dalam pipa tidak penuh maka aliran termasuk dalam aliran saluran terbuka atau karena tekanan di dalam pipa sama dengan tekanan atmosfer (zat cair di dalam pipa tidak penuh), aliran temasuk dalam pengaliran terbuka. Karena mempunyai permukaan bebas, maka fluida yang dialirkan dalah zat cair. Tekanan dipermukaan zat cair disepanjang saluran terbuka adalah tekanan atmosfer. Perbedaan mendasar antara aliran pada saluran terbuka dan aliran pada pipa adalah adanya permukaan yang bebas yang (hampir selalu) berupa udara pada saluran terbuka. Jadi seandainya pada pipa alirannya tidak penuh sehingga masih ada rongga yang berisi udara maka sifat dan karakteristik alirannya sama dengan aliran pada saluran terbuka (Kodoatie, 2002: 215). Misalnya aliran air pada gorong-gorong. Pada kondisi saluran penuh air, desainnya harus mengikuti kaidah aliran pada pipa, namun bila mana aliran air pada gorong-gorong didesain tidak penuh maka sifat alirannya adalah sama dengan aliran pada saluran terbuka. Perbedaan yang lainnya adalah saluran terbuka mempunyai kedalaman air (y), sedangkan pada pipa kedalam air tersebut ditransformasikan berupa 34

44 (P/y). Oleh karena itu konsep analisis aliran pada pipa harus dalam kondisi pipa terisi penuh dengan air. Zat cair riil didefinisikan sebagi zat yang mempunyai kekentalan, berbeda dengan zat air ideal yang tidak mempunyai kekentalan. Kekentalan disebabkan karena adanya sifat kohesi antara partikel zat cair. Karena adanya kekentalan zat cair maka terjadi perbedaan kecepatan partikel dalam medan aliran. Partikel zat cair yang berdampingan dengan dinding batas akan diam (kecepatan nol) sedang yang terletak pada suatu jarak tertentu dari dinding akan bergerak. Perubahan kecepatan tersebut merupakan fungsi jarak dari dinding batas. Aliran zat cair riil disebut juga aliran viskos. Aliran viskos adalah aliran zat cair yang mempunyai kekentalan (viskositas). Viskositas terjadi pada temperature tertentu. Tabel 2.1. memberikaan sifat air (viskositas kinematik) pada tekanan atmosfer dan beberapa temperature. Kekentalan adalah sifat zat cair yang dapat menyebabkan terjadinya tegangan geser pada waktu bergerak. Tegangan geser ini akan mengubah sebagian energi aliran dalam bentuk energi lain seperti panas, suara, dan sebagainya. Perubahan bentuk energi tersebut menyebabkan terjadinya kehilangan energi. Aliran viskos dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam. Apabila pengaruh kekentalan (viskositas) adalah cukup dominan sehingga partikel-partikel zat cair bergerak secara teratur menurut lintasan lurus maka aliran disebut laminar. Aliran laminar terjadi apabila kekentalan besar dan kecepatan aliran kecil. Dengan berkurangnya pengaruh kekentalan atau bertambahnya kecepatan maka aliran akan berubah dari laminar menjadi turbulen. Pada aliran turbulen partikel-partikel zat cair bergerak secara tidak teratur Pompa Pompa adalah peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari tekanan rendah ke tekanan tinggi atau mengalirkan cairan dari tempat bertekanan rendah ke tempat yang bertekanan tinggi. 35

45 Secara umum pompa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu dynamic pump dan positive displacement pump. Dua kelompok besar ini masih terbagi kedalam beberapa macam lagi, dan mari kita bahas satu-persatu. 1. Pompa Dinamik Dynamic pump atau pompa dinamik terbagi menjadi beberapa macam yaitu pompa sentrifugal, pompa aksial, dan pompa spesial-efek (special-effect pump). Pompa-pompa ini beroperasi dengan menghasilkan kecepatan fluida tinggi dan mengkonversi kecepatan menjadi tekanan melalui perubahan penampang aliran fluida. Jenis pompa ini biasanya juga memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada tipe positive displacement pump, tetapi memiliki biaya yang lebih rendah untuk perawatannya. Pompa dinamik juga bisa beroperasi pada kecepatan yang tinggi dan debit aliran yang juga tinggi. Ada 3 macam pompa dinamik diantaranya adalah : a) Pompa Sentrifugal Sebuah pompa sentrifugal tersusun atas sebuah impeler dan saluran inlet di tengahtengahnya. Dengan desain ini maka pada saat impeler berputar, fluida mengalir menuju casing di sekitar impeler sebagai akibat dari gaya sentrifugal. Casing ini berfungsi untuk menurunkan kecepatan aliran fluida sementara kecepatan putar impeler tetap tinggi. Kecepatan fluida dikonversikan menjadi tekanan oleh casing sehingga fluida dapat menuju titik outletnya. Beberapa keuntungan dari penggunaan pompa sentrifugal yakni aliran yang halus ( smooth) di dalam pompa dan tekanan yang seragam pada discharge pompa, biaya rendah, serta dapat bekerja pada kecepatan yang tinggi sehingga pada aplikasi selanjutnya dapat dikoneksikan langung dengan turbin uap dan motor elektrik. Penggunaan pompa sentrifugal di dunia mencapai angka 80% karena penggunaannya yang cocok untuk mengatasi jumlah fluida yang besar daripada pompa positive-displacement. 36

46 Gambar 2.26 Pompa Sentrifugal b) Pompa Aksial Pompa aksial juga disebut dengan pompa propeler. Pompa ini menghasilkan sebagian besar tekanan dari propeler dan gaya lifting dari sudu terhadap fluida. Pompa ini banyak digunakan di sistem drainase dan irigasi. Pompa aksial vertikal single-stage lebih umum digunakan, akan tetapi kadang pompa aksial two-stage (dua stage) lebih ekonomis penerapannya. Pompa aksial horizontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar dengan tekanan yang kecil dan biasanya melibatkan efek sifon dalam alirannya. Gambar 2.27 Pompa Aksial 37

47 c) Special effect pump Pompa jenis ini digunakan pada industri dengan kondisi tertentu. Yang termasuk ke dalam pompa jenis ini yaitu jet (eductor), gas lift, hydraulic ram, dan electromagnetic. Pompa jet-eductor (injector) adalah sebuah alat yang menggunakan efek venturi dari nozzle konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari fluida bergerak menjadi energi gerak sehingga menciptakan area bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di sisi suction. Gambar 2.28 Pompa Injektor Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk mengangkat fluida di dalam sebuah kolom dengan jalan menginjeksikan suatu gas tertentu yang menyebabkan turunnya berat hidrostatik dari fluida tersebut sehingga reservoir dapat mengangkatnya ke permukaan. Pompa hydraulic ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan tenaga hidro (hydropower). Pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan fluida logam dengan jalan menggunakan gaya elektromagnetik. 38

48 Gambar 2.29 Pompa Elekromagnetik 2. Pompa Positive Displacement Macam-macam pompa positive displacement adalah pompa reciprocating dan rotary. Pompa positive displacement bekerja dengan cara memberikan gaya tertentu pada volume fluida tetap dari sisi inlet menuju titik outlet pompa. Kelebihan dari penggunaan pompa jenis ini adalah dapat menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih besar. Dan juga memberikan perpindahan fluida yang tetap / stabil di setiap putarannya. Ada 2 macam pompa positive displacement diantaranya adalah : a) Pompa Reciprocating Pada pompa jenis ini, sejumlah volume fluida masuk ke dalam silinder melalui valve inlet pada saat langkah masuk dan selanjutnya dipompa keluar dibawah tekanan positif melalui valve outlet pada langkah maju. Fluida yang keluar dari pompa reciprocating, berdenyut dan hanya bisa berubah apabila kecepatan pompanya berubah. Ini karena volume sisi inlet yang konstan. Pompa jenis ini banyak digunakan untuk memompa endapan dan lumpur. 39

49 Gambar 2.30 Pompa Reciprocating b) Rotary Pump Adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan menggunakan prinsip rotasi. Vakum terbentuk oleh rotasi dari pompa dan selanjutnya menghisap fluida masuk. Keuntungan dari tipe ini adalah efisiensi yang tinggi karena secara natural ia mengeluarkan udara dari pipa alirannya, dan mengurangi kebutuhan pengguna untuk mengeluarkan udara tersebut secara manual. Berikut adalah macam-macam pompa positive displacement tipe rotari : Pompa Roda Gigi Internal (Internal Gear Pump). Pompa ini menggunakan dua roda gigi sebagai penggerak fluida kerja di dalam casing pompa. Satu roda gigi menjadi penggerak dan yang lainnya menjadi yang digerakkan. Roda gigi penggerak berada di dalam roda gigi yang digerakkan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut. Gambar 2.31 Pompa Roda Gigi Internal Gaer 40

50 Cara kerja : Internal gear pump bekerja dengan memanfaatkan roda gigi dalam yang biasanya dihubungkan dengan penggerak dan roda gigi luar yang biasanya bertindak sebagai idler. Awalnya fluida masuk lewat suction port antara rotor (roda gigi besar) dan idler (roda gigi kecil). Fluida kemudian masuk melalui celah-celah roda gigi. Bagian yang berbentuk seperti bulan sabit membagi fluida dan bertindak sebagai seal antara suction dan discharge port. Fluida yang membanjiri discharge port akan terus didorong oleh fluida dibelakangnya sehingga fluida terus mengalir. Pompa Roda Gigi Eksternal (External Gear Pump). Sama dengan pompa roda gigi internal, pompa roda gigi eksternal ini juga menggunakan dua roda gigi sebagai komponen utamanya. Yang membedakan adalah kedua roda gigi berada pada posisi yang sejajar, dan roda gigi penggerak tidak berada di dalam roda gigi yang digerakkan. Cara kerja : Gambar 2.32 Pompa Roda Gigi Eksternal Gear pump bekerja deangan cara mengalirkan fluida melalui celah-celah antara gigi dengan dinding. Kemudian fluida dikeluarkan melalui saluran outlet karena sifat paasangan roda gigi yang selalu memiliki titik kontak. Suatu pasangan roda gigi secara ideal akan selalu memiliki satu titik kontak dengan pasangannya meskipun roda gigi tersebut berputar. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh mekanisme gear 41

51 pump untuk mengalirkan fluida. Dengan kata lain, secara ideal fluida tidak akan masuk melalui titik kontak pasangan roda gigi tersebut. Pompa Screw (Ulir). Pompa ulir pertama kali dikembangkan oleh Archimedes, ia menggunakan satu buah ulir untuk memindahkan air dari tempat yang rendah ke sawah-sawah untuk keperluan irigasi. Oleh karena hal inilah pompa ulir dengan satu ulir disebut juga Pompa Ulir Archimedes. Gambar 2.33 Pompa Ulir Cara kerja : Prinsip kerja pompa ulir dengan multi-rotor adalah fluida kerja yang masuk melalui sisi inlet pompa dipindahkan oleh rotor ulir melalui sela-sela ulir sisi luar. Saat sampai di sisi outlet, fluida akan terdorong keluar dari pompa. Rotary Lobe Pump dan Rotary Piston Pump. Pompa rotary lobe mirip dengan pompa roda gigi, hanya saja menggunakan semacam rotor berbentuk cuping (lobe). Terdapat dua rotor cuping di dalam casing pompa, yang keduanya digerakkan oleh sumber penggerak dan diatur sedemikian rupa oleh roda gigi yang berada di luar bodi pompa sehingga kedua rotor berputar seirama. Putaran dari rotor ini menimbulkan ruang kosong sehingga fluida dapat masuk ke dalamnya dan ikut berpindah ke sisi outlet. Pada sisi outlet kedua cuping rotor bertemu sehingga menutup rongga yang ada dan mendorong fluida kerja keluar melalui outlet pompa. 42

52 Gambar 2.34 Rotary Lobe Pump Pompa rotary piston adalah pengembangan dari pompa rotary lobe. Rotor pompa rotary piston didesain sedemikian rupa sehingga volume rongga pompa menjadi lebih luas. Selain itu pada sisi outlet pompa, rotor pompa tidak lagi menghimpit fluida kerja agar keluar seperti pada pompa rotary lobe, namun bentuk rotor pompa rotary piston akan mendorong fluida agar keluar ke sisi outlet pompa. Gambar 2.35 Pompa Rotary Piston Vane Pump. Dalam Bahasa Indonesia vane pump berarti pompa baling-baling. Pompa rotari ini menggunakan silinder di bagian rotor, pangkal silinder terpasang pegas yang terhubung dengan rotor pompa. Sumbu rotor tidak segaris dengan sumbu casing pompa, sehingga saat rotor berputar, silinder rotor akan mengikuti bentuk casing dan mendorong fluida kerja untuk menuju outlet pompa. 43

53 Gambar 2.36 Vane Pump Pompa Peristaltik. Pompa tipe rotari yang terakhir adalah pompa peristaltik. Pompa jenis ini menggunakan prinsip kerja yang mirip dengan gerakan peristaltik pada kerongkongan. Pompa ini menggunakan semacam selang elastis sebagai saluran fluida kerja. Selang tersebut ditekan oleh rotor dengan ujung berupa roller sehingga membentuk gerakan dorongan. Gambar 2.37 Pompa Peristaltik 44

54 2. 8 Gaya Gesekan Gaya gesekan adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Beberapa cara memperkecil gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari: a. Memberikan benda bulat dari besi pada poros roda b. Memberikan pelumas seperti oli pada mesin c.memberikanrodadibagianbawahbenda-benda yang berat agar mudah dipindahkan, seperti lemari es atau lemari pakaian. Beberapa kerugian gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari: a. Gaya gesekan pada mesin mobil dapat menimbulkan panas sehingga mobil perlu diberi minyak pelumas. b. Gaya gesekan antara ban mobil dan jalan menyebabkan ban mobil cepat aus. c. Gaya gesekan antara udara dan mobil, pesawat terbang, atau kereta api mengakibatkan kendaraan-kendaraan itu tidak dapat melaju dengan kecepatan penuh. Beberapa keuntungan gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari: a. Jalan raya dibuat permukaannya kasar agar terjadi gaya gesekan antara ban mobil dan permukaan jalan raya sehingga mobil dapat bergerak atau tidak mudah tergelincir. b. Sepatu olah raga telapaknya dibuat kasar agar pemain olah raga tidak mudah terpeleset. c. Kita dapat berjalan karena adanya gaya gesekan antara kaki kita dan permukaan lantai Gesekan adalah gaya yang melawan gerakan yang terjadi pada dua permukaan yang bersentuhan. Arah gayanya sejajar dengan permukaan dan berlawanan dengan sentuhan antar dua permukaan. Gesekan adalah sebuah gaya yang melawan gesekan yang disebabkan oleh gaya lain yang bekerja pada benda. 45

55 Syarat terjadinya gesekan adalah benda harus bersentuhan dengan benda lain atau sesuatu yang lain dan sebuah gaya luar harus dikerjakan pada benda tersebut yang tujuannya untuk menggerakkannya Jenis-Jenis Gesekan a. Gesekan Meluncur Adalah ketika dua buah benda saling bersentuhan dan sebuah gaya dikerjakan untuk menggeser salah satu benda, maka gesekan luncur akan melawan gerakan. Jika F merupakan gaya yang mendorong benda tersebut dan Fr sebagai gaya gesek, hubungan antara F dan Fr akan menentukan apakah benda akan bergerak atau diam sama sekali. b. Gesekan Menggelinding Gambar 2.38 Gesekan Meluncur Adalah ketika sebuah bola atau roda bersentuhan dengan benda padat dan sebuah gaya dikerjakan pada roda tersebut, roda akan mulai menggelinding karena gesekan pada titik sentuh dengan permukaan lainnya. Ini merupakan gesekan awal untuk roda. 46

56 Gambar 2.39 Gesekan Menggelinding Penyebab timbulnya gesekan menggelinding Penyebab munculnya gesekan menggelinding sama dengan penyebab munculnya gesekan meluncur, yakni kekasaran permukaan bahan, adhesi antar bahan, dan resistansi deformasi. C. Gesekan fluida Adalah Ketika sebuah benda bersentuhan dengan fluida, seperti zat cair atau gas, dan sebuah gaya dikerjakan pada salah satu dari keduanya (benda atau fluida), maka muncul gaya gesek yang menghambat gerakan. Contoh gesekan fluida antara lain terjadi ketika air mengalir melalui pipa, sebuah pesawat terbang yang sedang terbang, dan pelumas yang melumasi bagian mesin yang bergerak. Statis dan kinetis Jika viskositas atau kekentalan fluida besar, maka kemungkinan tidak adanya gerakan akibat gesekan dapat terjadi. Salah satu contohnya adalah ketika kita mencoba menggerakkan pelumas yang sangat kental (biasanya digunakan untuk melumasi bearing), pelumas itu tidak akan mengalir melewati pipa begitu saja. Anda harus memberikan tekanan yang cukup besar untuk mengalahkan gaya gesekan statis sehingga pelumas mulai bergerak. Ketika fluida mengalir melalui pipa atau sebuah benda bergerak di sepanjang fluida, hambatan yang terjadi adalah. 47

57 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alasan kenapa saya mengangkat judul analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI adalah belum ada yang mengangkat judul tentang analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI. Tujuannya untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang sering terjadi pada masing-masing komponen-komponen dari sistem pelumasan. Dapat mengetahui cara mengatasi perkiraan kerusakan pada masing-masing komponen-komponen dari sistem pelumasan (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli). Dari uraian di atas kenapa saya mengangkat judul tugas akhir analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan adalah dapat melakukan pemeriksaan, dapat menganalisa, dan dapat mengatasi kerusakan yang sering terjadi dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli). Dan mencari siapa yang sudah membuat tugas akhir tentang analisa kerusakan dari sistem pelumasan diantaranya : Saldin Bp Tahun 2008 Judul Perawatan dan perbaikan sistem pelumasan pada engine nissan diesel type FE6TB. Metode yang digunakan studi literatur, observasi, interview. Hasil yang didapat perawatan dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan dari pabrik, perbaikan yang dilakukan pada engine nissan diesel type fe6tb adalah perbaikan ketika pemakaian minyak pelumas yang boros, rendahnya tekanan oli, tekanan oli tinggi, dan tingginya temperature oli. M. Andre kurniawan Bp Tahun 2008 Judul Perawatan sistem pelumasan pada mesin diesel forklift komatsu type FD komatsu. Metode yang digunakan observasi, studi literatur. Hasil perawatan harian yang dilakukan pada sistem pelumasan adalah memeriksa tinggi minyak pelumasan, 1

58 mengecek kekentalan minyak pelumas, mengecek warna oli dan mengecek kebersihan oli. Perawatan bulanan yang dilakukan adalah mengganti minyak pelumas dengan yang baru, mengganti saringan minyak pelumas, mengecek kebocoran dan memeriksa kondisi minyak pelumas yang digunakan. Mario Halspani Putra Bp Tahun 2010 Judul Analisa kerusakan pada sistem pelumasan engine 3306 generator set. Hasil yang didapat. Low oil pressure pada engine 3306 generator set di sebabkan oleh penggunaan oli yang kotor pada sistem pelumasan. Banyaknya endapan kotoran pada oil filter yang menyebabkan filter tersebut buntu atau tersumbat. Untuk mengatasi terjadinya low oil pressure pada kasus ini, dilakukan tindakan perbaikan seperti berikut,melakukan penggantian pada oil filter, melakukan penggantian pada bypass valve. Berdasarkan alasan mengangkat judul pada pragraf 1 dan pragraf 2 maka saya mengangkat judul tugas akhir Analisa Perkiraan Kerusakan Dari Sistem Pelumasan Pada Engine Honda Jazz Type L15A4 I-DSI Di dalam penulisan tugas akhir sasaran / target yang ingin penulis capai adalah memberikan informasi-informasi bagaimana cara menganalisa/ memperkirakan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang akan terjadi dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI. (khususnya Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli) dan mengetahui cara memperbaiki kerusakan komponen-komponen dari sistem pelumasan. (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli) dan mengetahui tindakantindakan yang harus dilakukan apabila komponen-komponen dari sistem pelumasan mengalami kerusakan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI. 1.2 Tujuan Dalam pembuatan Tugas Akhir ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus : A. Tujuan umum Secara umum dapat mengetahui tentang analisa perkiraan kerusakan dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI 2

59 B. Tujuan khusus a) Dapat mengetahui cara pemeriksaan dari masing-masing komponenkomponen dari sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli) b) Dapat menganalisa perkiraan kerusakan komponen-komponen sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli) c) Dapat mengetahui cara memperbaiki perkiraan kerusakan yang terjadi pada komponen-komponen sistem pelumasan pada engine honda jazz type L15A4 I-DSI (Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli) 1.3 Batasan Masalah Penulis hanya membahas tentang Analisa Perkiraan Kerusakan Dari Sistem Pelumasan Pada Engine Honda Jazz type L15A4 I-DSI diantaranya : Pompa Oli, Saringan Oli, Katup Pengatur Tekanan Oli. 1.4 Sistematika Penulisan Tugas akhir ini disusun secara sistematis, hal ini ditunjukan untuk mempermudah penyusun serta diharapkan nanti juga akan lebih mudah dalam memahami tugas akhir yang disusun ini : BAB I BAB II PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah, dan sistematis penulisan. LANDASAN TEORI Pembahasan pada bab ini meliputi teori dasar sistem pelumasan, komponen dari sistem pelumasan, pompa oli, komponen dari pompa oli, jenis-jenis pompa oli, serta fungsi masing-masing komponen pompa oli dan cara perawatan dan perbaikan, dan sensor, pompa. 3

60 BAB III METODOLOGI Bab ini menjelaskan tentang waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, peralatan dan bahan yang dibutuhkan. BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini berisikan tentang cara pemeriksaan, cara menganalisa dan cara memperbaiki masalah-masalah yang terjadi pada (Pompa Oli, Saringan Oli, dan Katup Pengatur Tekanan Oli) pada khususnya. BAB V PENUTUP Pada bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran 4

61 BAB III METODOLOGI 3. 1 Waktu dan Tempat Tugas akhir ini dilaksanakan sejak juli 2015 sampai selesai. Tempat pelaksanaan tugas akhir ini penulis laksanakan di Politeknik Negeri Padang Alat dan Bahan yang digunakan Alat yang digunakan dalam pengambilan data adalah : 1. Obeng Obeng digunakan untuk membuka atau mengencangkan mur atau baut ketika melakukan pembongkaran komponen sistem pelumasan seperti di perlihatkan pada gambar 3.1 di bawah ini. Obeng Minus Obeng Plus (a) (b) Gambar 3. 1 (a) Obeng Minus dan (b) Obeng Plus 2. Kunci Pas dan sok Alat ini digunakan untuk melepas dan memasang mur atau baut seperti di perlihatkan pada gambar 3. 2 di bawah ini. Kunci Sok (a) (b) Gambar 3. 2 (a) Kunci Sok dan (b) Kunci Pas Kunci Pas 48

62 3. Kunci L Alat ini digunakan untuk membuka baut berkepala persegi enam yang monjorok seperti di perlihatkan pada gambar 3. 3 di bawah ini. Gambar 3. 3 Kunci L 4. Tang Jepit Alat ini digunakan untuk mengeluarkan Spi atau pasak pada komponen sistem pelumasan seperti di perlihatkan pada gambar 3. 4 di bawah ini. Gambar 3. 4 Tang Jepit 5. Kunci Ring 1 Set Untuk membuka baut dan mur dari komponen-komponen sistem pelumasan seperti di perlihatkan pada gambar 3. 5 di bawah ini. 49

63 Gambar 3. 5 Kunci ring Bahan yang digunakan dalam pengambilan data adalah sebagai berikut: Sebuah engine mobil Gambar 3. 6 Engine Mobil 50

64 3. 3 Metode Penulisan Tugas Akhir Dalam berbagi sumber, antara lain : penyusunan Tugas Akhir ini, penulis mengumpulkan data dari Cara pengambilan data Melakukan survey langsung ke lapangan. 1. Studi Pustaka Penulis mengumpulkan literature yang berhubungan dengan sistem pelumasan kemudian dapat diambil suatu kesimpulan. 2. Konsultasi Penulis mendatangi lansung bengkel maintenance politeknik negeri padang menanyakan langsung kendala yang sering timbul dalam pompa oli,saringan oli,dan pengatur tekanan oli. 3. Observasi Yaitu melakukan pengamatan di lapangan serta pengamatan selama praktek di bengkel tentang pompa oli, saringan oli, pengatur tekanan oli dan juga konsultasi dengan orang-orang yang mengetahui dan mengerti tentang pompa oli,dan saringan oli, pengatur tekanan oli Cara pengolahan data Dianalisa menurut hukum empiris dan membandingkan dengan data lapangan. 51

65 3. 4 Diagram Alir Masalah Adapun diagram alir masalah yang penulis gunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah seperti yang dijelaskan pada diagram alir masalah gambar 3.7 di bawah ini : i Mulai Permasalahan Sistem Pelumasan Pada Engine pperpper Honda Jazz Pemeriksaan Sistem Pelumasan - Pompa Oli - Saringan Oli - Katup Pengatur Oli Analisa kerusakan Tidak Ya Hasil Selesai Gambar 3.7 Diagram Alir Masalah Penulisan Tugas Akhir 52

66 BAB IV PEMBAHASAN 4. 1 Cara Pemeriksaan Pemeriksaan adalah suatu kegiatan yang di lakukan untuk memeriksa / mengecek kondisi masing-masing komponen-komponen dari sistem pelumasan pada engine honda jazz. Di dalam pemeriksaan ini saya hanya memeriksa 3 komponen dari sistem pelumasan diantara yaitu : Pompa Oli, Saringan Oli dan Katup Pengatur Tekanan Oli. Piston Batang Piston Rantai Timing Rocker Arms Crankshaf Camshaft Ralief Valve Gambar 4.1 Sket Dari Sistem Pelumasan Sirkulasi dari sistem pelumasan pada engine yang terlihat pada gambar sket adalah oli yang berada pada bak oli akan dihisap oleh pompa oli melalui penyaring oil strainer kemudian oli akan masuk ke dalam pompa oli. Jika terjadi tekanan oli yang sangat tinggi pada pompa oli maka ralief valve akan tertekan maka oli yang berlebih dari pompa oli akan di kembalikan ke bak oli melalui oil strainer. Dari pompa oli akan diteruskan ke oil filter didalam oil filter akan menyaring kotoran-kotoran yang terbawa oleh pompa oli. Dari oil filter oli akan di bagikan ke lubang-lubang crankshaft kemudian akan di alirkan ke rantai timing setelah masuk ke rantai timing oli akan 53

67 masuk ke lubang-lubang camshaft untuk melumasi rocker arms yang ada di atas block selinder setelah itu oli akan kembali ke bak oli melalui pompa oli begitu seterusnya. Sedangkan dip stick diguanakan untuk mengecek apakah oli yang berada di bak oli mengalami kekurangan atau oli tersebut masih tetap. Sedangkan oil pressure switch adalah sebuah saklar yang akan memberikan berapa tekanan oli yang mengalir di saringan oli dan tekanan oli bisa di lihat di dash board mobil. Ada beberapa pemeriksaan dari sistem pelumasan di antaranya sebagai berikut : Pompa Oli (Oil Pump) Adalah suatu komponen dari sistem pelumasan yang digunakan untuk menaikkan tekanan oli supaya oli bisa di sirkulasikan ke masing-masing komponenkomponen dari sistem pelumasan pada mobil. Gambar 4.2 Pompa Oli Ada beberapa pemeriksaan yang lakukan pada pompa oli untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan terjadi kerusakan adalah sebagai berikut : a. Memeriksa celah ujung roda gigi penggerak 54

68 Celah ujung roda gigi penggerak Fuller Gauge Gambar 4.3 Cara Pemeriksaan Celah Ujung Roda Gigi Penggerak Pada gambar 4.3 adalah cara pemeriksaan celah ujung roda gigi penggerak untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada pompa oli. Untuk melakukan pemeriksaan pada celah ujung roda gigi penggerak kita harus menggunakan fuller gauge agar mengetahui hasil dari pemeriksaan yang di lakukan pada celah ujung roda gigi penggerak. b. Memeriksa celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Fuller gauge Gambar 4.4 Cara Pemeriksaan Celah Roda Gigi Yang Di Gerakkan Dengan Bodi 55

69 Pada gambar 4.4 adalah cara pemeriksaan celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Untuk memperkirakan dimana kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kerusakan. Untuk memeriksa celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi kita harus menggunakan fuller gauge agar mengetahui hasil dari pemeriksaan yang kita lakukan pada celah roda gigi yang di gerakkan dengan bodi. c. Pemeriksaan kerataan rumah pompa dengan roda gigi. Roda gigi Mistar Baja Rumah pompa Gambar 4.5 Cara Pemeriksaan Kerataan Rumah Pompa Dengan Roda Gigi Pada gambar 4.5 adalah cara pemeriksaan kerataan rumah pompa dengan roda gigi untuk memperkirakan dimana kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kerusakan. Untuk memeriksa kerataan rumah pompa dengan roda gigi kita harus menggunakan mistar baja agar mengetahui hasil dari pemeriksaan yang di lakukan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi. 56

70 d. Pemeriksaan dudukan pegas pembebas Pompa oli Dudukan Pegas pembebas Ralief valve Gambar 4.6 Cara Pemeriksaan Dudukan Pegas Pembebas Pada gambar 4.6 adalah cara pemeriksaan dudukan pegas pembebas untuk memperkirakan dimana kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kerusakan. Untuk memeriksa dudukan pegas pembebas kita menggunakan tangan dan sebelum di masukan kita harus memberikan minyak pelumasan agar dudukan pegas pembebas bisa turun sendiri Saringan Oli ( Oil Filter ) Saringan oli adalah untuk menyaring kotoran-kotoran yang terbawa oleh pompa oli maka kotoran-kotoran yang terbawa oleh pompa oli akan tertahan di oil filter kemudian oli akan mengalir ke masing-masing komponen-komponen mesin yang perlu di lumasi. Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan pada saringan oli untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan terjadi kerusakan adalah sebagai berikut : 57

71 a. Memeriksa saringan oli Gambar 4.7 Saringan Oli Melihat langsung saringan oli tersebut dengan mata kepala sendiri setelah di lihat ternyata tidak di temui robek, bocor, dan saringan masih bagus Katup Pengatur Tekanan Oli ( Relief Valve ) Katup pengatur tekanan oli adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur tekanan oli yang terjadi di dalam pompa oli. Dan mengembalikan oli yang berlebih ke bak oli kembali. Gambar 4.8 Ralief Valve 58

72 Pada gambar 4.8 adalah ralief valve untuk memeriksa kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada ralief valve kita harus membongkar langsung ralief valve agar mengetahui di mana kemungkinan-kemungkinan yang sering terjadi kerusakan pada ralief valve Cara Menganalisa Perkiraan Kerusakan Menganalisa adalah suatu kegiatan yang di lakukan untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang sering terjadi pada masing-masing komponen-komponen sistem pelumasan diantaranya : Pompa Oli, Saringan Oli, dan Katup Pengatur Tekanan Oli sebagai berikut : Pompa Oli (Oil Pump) Pompa oli berfungsi untuk mengisap oli dari bak oli dan menyalurkannya ke bagianbagian mesin yang perlu dilumasi. Pompa Roda Gigi Internal ( Internal Gear Pump). Pompa ini menggunakan dua roda gigi sebagai penggerak fluida kerja di dalam casing pompa. Satu roda gigi menjadi penggerak dan yang lainnya menjadi yang digerakkan. Roda gigi penggerak berada di dalam roda gigi yang digerakkan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut. Gambar 4.9 Pompa Roda Gigi Internal Gaer 59

73 Cara kerja : Internal gear pump bekerja dengan memanfaatkan roda gigi dalam yang biasanya dihubungkan dengan penggerak dan roda gigi luar yang biasanya bertindak sebagai idler. Awalnya fluida masuk lewat suction port antara rotor (roda gigi besar) dan idler (roda gigi kecil). Fluida kemudian masuk melalui celah-celah roda gigi. Bagian yang berbentuk seperti bulan sabit membagi fluida dan bertindak sebagai seal antara suction dan discharge port. Fluida yang membanjiri discharge port akan terus didorong oleh fluida dibelakangnya sehingga fluida terus mengalir. Dengan kondisi normal memperkirakan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang sering terjadi pada pompa oli di antaranya terjadi keausan pada celah ujung roda gigi penggerak, keausan pada celah roda gigi yang di gerakkan dengan bodi dan keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi di sebabkan oleh terjadinya gesekangesekan 2 buah benda yang saling bersinggungan. Jika menggunakan minyak pelumas yang berbeda / tidak standar maka sangat berpengaruh pada kerja dari pompa oli tersebut dan bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan komponen-komponen pompa oli yang lainya. Maka di anjurkan gunakanlah minyak pelumas sesuai dengan standar / SAE yang di buat oleh pabrik tersebut. Dengan kondisi normal memperkirakan 3 permasalahan yang sering terjadi pada pompa oli adalah sebagai berikut : a. Terjadi keausan pada celah ujung rodi gigi penggerak Di akibatkan oleh gesekan-gesekan terjadi antara 2 buah benda yang saling bergesek yaitu roda gigi penggerak dengan roda gigi yang di gerakan yang di putar oleh crankshaft / poros engkol. Jika terjadi gesekan-gesekan terus menerus celah ujung rotor akan mengalami keausan tergantung bahan / material yang di gunakan sangat mempengaruhi terjadi keausan pada kedua roda gigi tersebut. Kenapa bisa di katakan terjadi keausan pada celah ujung rotor setelah di lakukan pemeriksaan hasil dari pengukuran pada celah ujung rotor melebihi batas service standar yaitu 0.20 mm dari pabrik pembuatnya. ( Di lampirkan 1) 60

74 Dapat di lihat pada gambar 4.10 (a) di bawah ini adalah tempat terjadi keausan pada celah ujung rotor. Tempat terjadi keausan pada ujung roda gigi penggerak Celah ujung roda gigi penggerak Fuller gauge (a) (b) Gambar 4.10 (a) Tempat Terjadi Keausan Pada Celah Ujung Roda Gigi Penggerak (b) Cara Pemeriksaan Celah Ujung Roda Gigi Penggerak b. Terjadi keausan celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Di akibatkan oleh terjadi gesekan-gesekan 2 buah benda yang saling bergesek yaitu antara celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi yang di gerakkan oleh putaran dari crankshaft / poros engkol yang memutar roda gigi penggerak dan roda gigi penggerak tersebut yang akan memutarkan roda gigi yang di gerakkan. Jika terjadi gesekan-gesekan terus menerus maka celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi akan mengalami keausan. Bahan / material yang di gunakan sangat mempegaruhi terjadi keausan pada kedua benda tersebut. Kenapa di katakan terjadi pada keausan pada celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi setelah melakukan pemeriksaan ternyata hasil dari pengukuran celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi melebihi batas service standar yaitu 0.20 mm dari pabrik pembuatnya. ( Di lampirkan 1) 61

75 Dapat di lihat pada gambar 4.11 (a) dibawah ini adalah tempat terjadi keausan pada celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi. Tempat terjadi keausan pada celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Celah roda gigi yang digerakkan dengan bodi Fuller gauge (a) (b) Gambar 4.11 (a) Tempat Terjadi Keausan Pada Celah Roda Gigi Yang Digerakkan Dengan Bodi (b) Cara Pemeriksaan Celah Roda Gigi Yang Digerakkan Dengan Bodi c. Terjadi keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi Di akibat oleh terjadi gesekan-gesekan di antara 2 buah benda yang saling bergesek yaitu antara rumah pompa dengan roda gigi yang di putar oleh crankshaft / poros engkol. Jika terjadi lama kelamaan akan mengalami keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi. Kenapa di katakan terjadi keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi setelah melakukan pemeriksaan ternyata hasil pengukuran melebihi batas service standar yaitu 0.15 mm dari pabrik pembuatnya. ( Di lampirkan 1) 62

76 Dapat di lihat pada gambar 4.12 (a) Tempat terjadi keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi. Tempat terjadi keausan pada kerataan rumah pompa dengan roda gigi Mistar baja Roda gigi Rumah pompa (a) (b) Gambar 4.12 (a) Tempat Terjadi Keausan Pada Kerataan Rumah Pompa Dengan Roda Gigi (b) Cara Pemeriksaan Kerataan Pada Rumah Pompa Dengan Roda Gigi Saringan Oli (Oil Filter) Gambar saringan oli (Oil Filter) dapat di lihat pada gambar 4.7 Saringan oli berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang berasal dari pompa oli yang terbawa oleh oli akan di saring di oil filter sebelum dibagikan ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Permasalahan yang terjadi pada saringan oli tidak ada karna jadwal penggantian oli mesin termasuk penggantian saringan oli dengan batas standar atau baru yaitu 3.6 q (3.8 US qt, 3.2 Imp qt). Sedangkan penggantian oli mesin tanpa penggantian saringan oli di lakukan dengan batas standar atau baru yaitu 3.4 q (3.6 US qt, 3.0 Imp qt). Dengan kondisi normal penggantian saringan oli di lakukan dengan jarak tempuh km sedangkan dengan kondisi berat penggantian saringan oli di lakukan dengan jarak tempuh km. Tetapi jika saringan oli tidak di lakukan penggantian dengan jarak tempuh yang telah di tentukan maka saringan oli akan mengalami penyumbatan 63

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pompa Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat lain yang diinginkan. Pompa beroperasi dengan membuat

Lebih terperinci

KERJA PEAKTEK BAB III MANAJEMEN PEMELIHARAN SISTEM KERJA POMPA OLI PADA PESAWAT PISTON ENGINE TIPE TOBAGO TB-10

KERJA PEAKTEK BAB III MANAJEMEN PEMELIHARAN SISTEM KERJA POMPA OLI PADA PESAWAT PISTON ENGINE TIPE TOBAGO TB-10 BAB III MANAJEMEN PEMELIHARAN SISTEM KERJA POMPA OLI PADA PESAWAT PISTON ENGINE TIPE TOBAGO TB-10 3.1 Dasar Pompa oli Pompa adalah suatu mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke

Lebih terperinci

LUBRICATING SYSTEM. Fungsi Pelumas Pada Engine: 1. Sebagai Pelumas ( Lubricant )

LUBRICATING SYSTEM. Fungsi Pelumas Pada Engine: 1. Sebagai Pelumas ( Lubricant ) LUBRICATING SYSTEM Adalah sistim pada engine diesel yang dapat merawat kerja diesel engine agar dapat berumur panjang, dengan memberikan pelumasan pada bagian-bagian engine yang saling bergerak/mengalami

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i UCAPAN TERIMA KASIH... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR BAGAN... vii DAFTAR NOTASI... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I PENDAHULUAN... 1

Lebih terperinci

1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA

1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. Centrifugal pumps (pompa sentrifugal) Sifat dari hidrolik ini adalah memindahkan energi pada daun/kipas pompa dengan dasar pembelokan/pengubah aliran (fluid

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI A. SEJARAH MOTOR DIESEL Pada tahun 1893 Dr. Rudolf Diesel memulai karier mengadakan eksperimen sebuah motor percobaan. Setelah banyak mengalami kegagalan dan kesukaran, mak akhirnya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian pompa Pompa adalah peralatan mekanis untuk meningkatkan energi tekanan pada cairan yang di pompa. Pompa mengubah energi mekanis dari mesin penggerak pompa menjadi energi

Lebih terperinci

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK

BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR HIDRAULIK Dalam ilmu hidraulik berlaku hukum-hukum dalam hidrostatik dan hidrodinamik, termasuk untuk sistem hidraulik. Dimana untuk kendaraan forklift ini hidraulik berperan

Lebih terperinci

MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)

MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump) MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump) Diklat Teknis Kedelai Bagi Penyuluh Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Kedelai Pertanian dan BABINSA KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN

Lebih terperinci

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2 Sistem Hidrolik No HP : 082183802878 Tujuan Training Peserta dapat : Mengerti komponen utama dari sistem hidrolik Menguji system hidrolik Melakukan perawatan pada sistem hidrolik Hidrolik hydro = air &

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Radiator Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal mobil). Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan

Lebih terperinci

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Motor Bakar Torak Salah satu jenis penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau mengubah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pompa Pompa adalah peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1. MESIN-MESIN FLUIDA Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial

Lebih terperinci

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875.

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. ABSIC ENGINE Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. Pada pertengahan era 30-an, Volvo menggunakan engine yang serupa dengan engine Diesel. Yaitu engine

Lebih terperinci

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu

Lebih terperinci

PELATIHAN PENGELASAN DAN PENGOPERASIAN KOMPRESOR

PELATIHAN PENGELASAN DAN PENGOPERASIAN KOMPRESOR MAKALAH PELATIHAN PENGELASAN DAN PENGOPERASIAN KOMPRESOR PROGRAM IbPE KELOMPOK USAHA KERAJINAN ENCENG GONDOK DI SENTOLO, KABUPATEN KULONPROGO Oleh : Aan Ardian ardian@uny.ac.id FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

LOGO POMPA CENTRIF TR UGAL

LOGO POMPA CENTRIF TR UGAL LOGO POMPA CENTRIFUGAL Dr. Sukamta, S.T., M.T. Pengertian Pompa Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Klasifikasi

Lebih terperinci

Fungsi katup Katup masuk Katup buang

Fungsi katup Katup masuk Katup buang MEKANISME KATUP FUNGSI KATUP Fungsi katup Secara umum fungsi katup pada motor otto 4 langkah adalah untuk mengatur masuknya campuran bahan bakar dan udara dan mengatur keluarnya gas sisa pembakaran. Pada

Lebih terperinci

Mesin Diesel. Mesin Diesel

Mesin Diesel. Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel. Ia membangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan memiliki konstruksi yang solid. Efisiensi bahan bakarnya lebih baik

Lebih terperinci

Pemeriksaan & Penggantian Oli Mesin

Pemeriksaan & Penggantian Oli Mesin Pemeriksaan & Penggantian Oli Mesin A. Fungsi dan Unjuk Kerja Oli Mesin Oli mesin mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Pelumasan: mengurangi gesekan mesin 2. Perapatan: memastikan bahwa ruang pembakaran

Lebih terperinci

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak Tutup kepala silinder (cylinder head cup) kepala silinder (cylinder

Lebih terperinci

SISTEM PENDINGINAN ENGINE

SISTEM PENDINGINAN ENGINE A. Sistem Pendingin Air SISTEM PENDINGINAN ENGINE Dalam sistem pendinginan air panas dari proses pembakaran dipindahkan dinding silinder dan ruang bakar melalui lobang air pendingin pada blok dan kepala

Lebih terperinci

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi

Lebih terperinci

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut : SISTEM PNEUMATIK SISTEM PNEUMATIK Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA

BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA BAB 9 MENGIDENTIFIKASI MESIN PENGGERAK UTAMA 9.1. MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL PERIKANAN Mesin penggerak utama harus dalam kondisi yang prima apabila kapal perikanan akan memulai perjalanannya. Konstruksi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa. kerja dinamis (non positive displacement pump).

BAB II DASAR TEORI. bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa. kerja dinamis (non positive displacement pump). BAB II DASAR TEORI 2.1. Dasar Teori Pompa 2.1.1. Definisi Pompa Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. misalnya untuk mengisi ketel, mengisi bak penampung (reservoir) pertambangan, satu diantaranya untuk mengangkat minyak mentah

BAB I PENDAHULUAN. misalnya untuk mengisi ketel, mengisi bak penampung (reservoir) pertambangan, satu diantaranya untuk mengangkat minyak mentah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan pompa sangat luas hampir disegala bidang, seperti industri, pertanian, rumah tangga dan sebagainya. Pompa merupakan alat yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pompa Pompa adalah alat untuk memindahkan fluida dari tempat satu ketempat lainnya yang bekerja atas dasar mengkonversikan energi mekanik menjadi energi kinetik.

Lebih terperinci

BAB VIII PELUMAS. Pelumas adalah suatu zat (media) yang berfungsi untuk melumasi bagian bagian yang bergerak.

BAB VIII PELUMAS. Pelumas adalah suatu zat (media) yang berfungsi untuk melumasi bagian bagian yang bergerak. BAB VIII PELUMAS Pelumas adalah suatu zat (media) yang berfungsi untuk melumasi bagian bagian yang bergerak. Efek pelumas tercapai baik bila terdapat oil filus (filus minyak) diantara mutal mutal yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial fluida, atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mesin kerja. Pompa berfungsi untuk merubah energi mekanis (kerja putar poros)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mesin kerja. Pompa berfungsi untuk merubah energi mekanis (kerja putar poros) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Pompa Pompa adalah salah satu mesin fluida yang termasuk dalam golongan mesin kerja. Pompa berfungsi untuk merubah energi mekanis (kerja putar poros) menjadi energi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN LITERATUR

BAB II TINJAUAN LITERATUR BAB II TINJAUAN LITERATUR Motor bakar merupakan motor penggerak yang banyak digunakan untuk menggerakan kendaraan-kendaraan bermotor di jalan raya. Motor bakar adalah suatu mesin yang mengubah energi panas

Lebih terperinci

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger Pengertian Turbocharger Turbocharger merupakan sebuah peralatan, untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder dengan memanfaatkan energi gas buang. Turbocharger merupakan perlatan untuk mengubah

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 MOTOR DIESEL Motor diesel adalah motor pembakaran dalam (internal combustion engine) yang beroperasi dengan menggunakan minyak gas atau minyak berat sebagai bahan bakar dengan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses

BAB II DASAR TEORI. Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses BAB II DASAR TEORI 2.1. Definisi Motor Bakar Menurut Wiranto Arismunandar (1988) Energi diperoleh dengan proses pembakaran. Ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini mesin kalor dibagi menjadi 2

Lebih terperinci

BAB II. LANDASAN TEORI

BAB II. LANDASAN TEORI BAB II. LANDASAN TEORI 2.1. Mengenal Motor Diesel Motor diesel merupakan salah satu tipe dari motor bakar, sedangkan tipe yang lainnya adalah motor bensin. Secara sederhana prinsip pembakaran pada motor

Lebih terperinci

Fungsi katup Katup masuk Katup buang

Fungsi katup Katup masuk Katup buang MEKANISME KATUP FUNGSI KATUP Fungsi katup Secara umum fungsi katup pada motor otto 4 langkah adalah untuk mengatur masuknya campuran bahan bakar dan udara dan mengatur keluarnya gas sisa pembakaran. Pada

Lebih terperinci

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA Suprihadi Agus Program Studi D III Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Jln. Mataram No. 09 Tegal Telp/Fax (0283) 352000

Lebih terperinci

LU N 1.1 PE P N E G N E G R E TI T AN

LU N 1.1 PE P N E G N E G R E TI T AN BAB I PENDAHULUAN 1.1 PENGERTIAN POMPA Pompa adalah peralatan mekanis yang diperlukan untuk mengubah kerja poros menjadi energi fluida (yaitu energi potensial atau energi mekanik). Pada umumnya pompa digunakan

Lebih terperinci

MAKALAH. SMK Negeri 5 Balikpapan SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE. Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N.

MAKALAH. SMK Negeri 5 Balikpapan SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE. Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N. MAKALAH SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N. Kelas : XI. OTOMOTIF Tahun Ajaran : 2013/2014 SMK Negeri 5 Balikpapan Pendahuluan Kerja

Lebih terperinci

BAB IV SISTEM BAHAN BAKAR MESIN DIESEL LOKOMOTIF

BAB IV SISTEM BAHAN BAKAR MESIN DIESEL LOKOMOTIF BAB IV SISTEM BAHAN BAKAR MESIN DIESEL LOKOMOTIF 4.1 Pengetahuan Dasar Tentang Bahan Bakar Bahan bakar adalah suatu pesawat tenaga yang dapat mengubah energi panas menjadi tenaga mekanik dengan jalan pembakaran

Lebih terperinci

PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA

PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA TUGAS AKHIR PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA Disusun : JOKO BROTO WALUYO NIM : D.200.92.0069 NIRM : 04.6.106.03030.50130 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi

BAB II KAJIAN TEORI. luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Motor Bakar Seperti kita ketahui roda-roda suatu kendaraan memerlukan adanya tenaga luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi keadaan, jalan, udara,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. zat cair melalui saluran tertutup. Atas dasar kenyataan tersebut maka pompa harus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. zat cair melalui saluran tertutup. Atas dasar kenyataan tersebut maka pompa harus 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pompa Pompa merupakan pesawat angkut yang bertujuan untuk memindahkan zat cair melalui saluran tertutup. Atas dasar kenyataan tersebut maka pompa harus mampu membangkitkan

Lebih terperinci

BAB 5 DASAR POMPA. pompa

BAB 5 DASAR POMPA. pompa BAB 5 DASAR POMPA Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Zat cair tersebut contohnya adalah air, oli atau minyak pelumas,

Lebih terperinci

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan

Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan dalam pengontrolan dan kemudahan dalam pengoperasian

Lebih terperinci

ANALISIS DAYA BERKURANG PADA MOTOR BAKAR DIESEL DENGAN SUSUNAN SILINDER TIPE SEGARIS (IN-LINE)

ANALISIS DAYA BERKURANG PADA MOTOR BAKAR DIESEL DENGAN SUSUNAN SILINDER TIPE SEGARIS (IN-LINE) ANALISIS DAYA BERKURANG PADA MOTOR BAKAR DIESEL DENGAN SUSUNAN SILINDER TIPE SEGARIS (IN-LINE) SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik FAISAL RIZA.SURBAKTI

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

Gerak translasi ini diteruskan ke batang penghubung ( connectiing road) dengan proses engkol ( crank shaft ) sehingga menghasilkan gerak berputar

Gerak translasi ini diteruskan ke batang penghubung ( connectiing road) dengan proses engkol ( crank shaft ) sehingga menghasilkan gerak berputar Mesin Diesel 1. Prinsip-prinsip Diesel Salah satu pengegrak mula pada generator set adala mesin diesel, ini dipergunakan untuk menggerakkan rotor generator sehingga pada out put statornya menghasilkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Motor Bakar Motor bakar adalah mesin atau peswat tenaga yang merupakan mesin kalor dengan menggunakan energi thermal dan potensial untuk melakukan kerja mekanik dengan

Lebih terperinci

15 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pengertian Pompa Pompa adalah mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan fluida cair dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara memberikan energi mekanik pada pompa

Lebih terperinci

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1) Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1) Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari komponen Pneumatik Tujuan Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan

Lebih terperinci

BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN

BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN 12.1. Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel

Lebih terperinci

POMPA. yusronsugiarto.lecture.ub.ac.id

POMPA. yusronsugiarto.lecture.ub.ac.id POMPA yusronsugiarto.lecture.ub.ac.id PENGERTIAN KARAKTERISTIK SISTIM PEMOMPAAN JENIS-JENIS POMPA PENGKAJIAN POMPA Apa yang dimaksud dengan pompa dan sistem pemompaan? http://www.scribd.com/doc/58730505/pompadan-kompressor

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fluida yang dimaksud berupa cair, gas dan uap. yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi potensial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fluida yang dimaksud berupa cair, gas dan uap. yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi potensial BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mesin-Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial

Lebih terperinci

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM)

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM) Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM) Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar-dasar Pompa Sentrifugal Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat

Lebih terperinci

Gambar 1. Motor Bensin 4 langkah

Gambar 1. Motor Bensin 4 langkah PENGERTIAN SIKLUS OTTO Siklus Otto adalah siklus ideal untuk mesin torak dengan pengapian-nyala bunga api pada mesin pembakaran dengan sistem pengapian-nyala ini, campuran bahan bakar dan udara dibakar

Lebih terperinci

KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR

KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR JPTM FPTK 2006 KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BAHAN AJAR NO 2 Motor TANGGAL : KOMPETENSI Komponen Utama

Lebih terperinci

Dr. Sukamta, S.T., M.T.

Dr. Sukamta, S.T., M.T. POMPA ROTARI ROTARI Dr. Sukamta, S.T., M.T. POMPA Pompa merupakan peralatan mekanik yang digerakan oleh tenaga mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lainnya,

Lebih terperinci

KARYA AKHIR KEMAMPUAN KERJA POMPA TORAK (RECIPROCATING) TERHADAP KAPASITAS YANG DIHASILKAN DI PABRIK MINI PTKI MEDAN

KARYA AKHIR KEMAMPUAN KERJA POMPA TORAK (RECIPROCATING) TERHADAP KAPASITAS YANG DIHASILKAN DI PABRIK MINI PTKI MEDAN KARYA AKHIR KEMAMPUAN KERJA POMPA TORAK (RECIPROCATING) TERHADAP KAPASITAS YANG DIHASILKAN DI PABRIK MINI PTKI MEDAN Karya Akhir ini diajukan untuk Melengkapi Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi

Lebih terperinci

Materi. Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika

Materi. Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika Penggerak Mula Materi Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika Motor Bakar (Combustion Engine) Alat yang mengubah energi kimia yang ada pada bahan bakar menjadi energi mekanis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pompa Pompa adalah suatu peralatan mekanis yang digerakkan oleh tenaga penggerak dan digunakan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lain yang

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. dari suatut empat ketempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.

BAB II DASAR TEORI. dari suatut empat ketempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. BAB II DASAR TEORI 2.1. Dasar Teori Pompa 2.1.1. Definisi Pompa Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatut empat ketempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Pengambilan sampel pelumas yang sudah terpakai secara periodik akan menghasilkan laporan tentang pola kecepatan keausan dan pola kecepatan terjadinya kontaminasi. Jadi sangat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Prinsip Dasar Hidrolik Hidrolika adalah ilmu yang menyangkut berbagai gerak dan keadaan keseimbangan zat cair. Pada penggunaan secara tekni szat cair dalam industri, hidrolika

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Bakar Bahan bakar yang dipergunakan motor bakar dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok yakni : berwujud gas, cair dan padat (Surbhakty 1978 : 33) Bahan bakar (fuel)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Pompa Pompa adalah suatu mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ketempat lainnya, melalui suatu media aluran pipa dengan cara menambahkan energi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pompa Pompa adalah alat untuk memindahkan fluida dari tempat satu ketempat lainnya yang bekerja atas dasar mengkonversikan energi mekanik menjadi energi kinetik.

Lebih terperinci

COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan )

COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan ) COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan ) Adalah sistim dalam engine diesel yang berfungsi: 1. Mendinginkan engine untuk mencegah Over Heating.. 2. Memelihara suhu kerja engine. 3. Mempercepat dan meratakan

Lebih terperinci

SISTEM KERJA HIDROLIK PADA EXCAVATOR TIPE KOMATSU PC DI PT. UNITED TRACTORS TBK.

SISTEM KERJA HIDROLIK PADA EXCAVATOR TIPE KOMATSU PC DI PT. UNITED TRACTORS TBK. SISTEM KERJA HIDROLIK PADA EXCAVATOR TIPE KOMATSU PC 200-8 DI PT. UNITED TRACTORS TBK. Nama : Ricko Pramudya NPM : 26411117 Jurusan : Teknik Mesin Pembimbing : Iwan Setyawan, ST. MT Latar Belakang Penggunan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Didalam melakukan pengujian diperlukan beberapa tahapan agar dapat berjalan lancar, sistematis dan sesuai dengan prosedur dan literatur

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa BAB II LANDASAN TEORI

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa BAB II LANDASAN TEORI 3 BAB II LANDASAN TEORI II.1. Tinjauan Pustaka II.1.1.Fluida Fluida dipergunakan untuk menyebut zat yang mudah berubah bentuk tergantung pada wadah yang ditempati. Termasuk di dalam definisi ini adalah

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian BAB III METODOLOGI PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian MULAI STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI PEMERIKSAAN DAN PENGESETAN MESIN KONDISI MESIN VALIDASI ALAT UKUR PERSIAPAN PENGUJIAN PEMASANGAN

Lebih terperinci

MODUL IV B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL

MODUL IV B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL MODUL IV B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL DEFINISI PLTD Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ialah pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak mula (prime mover), yang berfungsi

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO0/06 Revisi: 0 Tgl: Agustus 06 Hal dari 5 I. Kompetensi:. Melepas dan memasang poros nok dengan prosedur yang benar. Menentukan kondisi poros nok II. III. IV. Sub Kompetensi: Setelah selesai

Lebih terperinci

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION SESSION 12 POWER PLANT OPERATION OUTLINE 1. Perencanaan Operasi Pembangkit 2. Manajemen Operasi Pembangkit 3. Tanggung Jawab Operator 4. Proses Operasi Pembangkit 1. PERENCANAAN OPERASI PEMBANGKIT Perkiraan

Lebih terperinci

Pembakaran. Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe motor pembakaran didalam yaitu:

Pembakaran. Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe motor pembakaran didalam yaitu: JPTM FPTK 2006 KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BUKU AJAR NO 2 Motor Bensin TANGGAL : KOMPETENSI Mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 11 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang digunakan untuk memudahkan aktivitas sehari-sehari. Maka dari itu banyak masyarakat atau konsumen yang

Lebih terperinci

PEMBUATAN ALAT PERAGA SISTEM HIDROLIK LENGAN WHEEL LOADER (SILINDER LENGAN)

PEMBUATAN ALAT PERAGA SISTEM HIDROLIK LENGAN WHEEL LOADER (SILINDER LENGAN) PEMBUATAN ALAT PERAGA SISTEM HIDROLIK LENGAN WHEEL LOADER (SILINDER LENGAN) PROYEK AKHIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) Program Studi DIII Teknik Mesin Disusun

Lebih terperinci

PENANGGULANGAN KONTAMINASI DAN DEGRADASI MINYAK PELUMAS PADA MESIN ABSTRAK

PENANGGULANGAN KONTAMINASI DAN DEGRADASI MINYAK PELUMAS PADA MESIN ABSTRAK PENANGGULANGAN KONTAMINASI DAN DEGRADASI MINYAK PELUMAS PADA MESIN Sailon Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya Jl.Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 Telp: 0711-353414, Fax: 0711-453211

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong manusia untuk selalu mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi (Daryanto, 1999 : 1). Sepeda motor, seperti juga

Lebih terperinci

JENIS-JENIS POMPA DAN KOMPRESOR

JENIS-JENIS POMPA DAN KOMPRESOR JENIS-JENIS POMPA DAN KOMPRESOR KOMPRESOR Sebelum membahas mengenai jenis-jenis kompresor yang ada, lebih baiknya kita pahami dahulu apa itu kompressor dan bagaimana cara kerjanya. Kompressor merupakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN PERAWATAN 4.1 TUJUAN PERAWATAN WATER PUMP a) Menyediakan informasi pada pembaca dan penulis untuk mengenali gejala-gejala yang terjadi pada water pump apabila akan mengalami kerusakan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dibagian ini akan dibahas tentang tinjauan beberapa model dari alat angkut yang sudah ada, rencana rancangan, dasar pemilihan material, spesifikasi bahan, dan rumus-rumus yang akan

Lebih terperinci

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur BAB II MESIN PENDINGIN 2.1. Pengertian Mesin Pendingin Mesin Pendingin adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mendinginkan air, atau peralatan yang berfungsi untuk memindahkan panas dari suatu tempat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda.

BAB I PENDAHULUAN. dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem transmisi pada kendaraan di bedakan dalam transmisi manual dan otomatis. Maka dari itu minyak pelumas yang di gunakan pun berbeda. Oli untuk motor matic dikenal

Lebih terperinci

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGIKAT PARTIKEL - PARTIKEL LOGAM YANG TERKANDUNG DALAM PELUMAS AKIBAT GESEKAN PADA MESIN

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGIKAT PARTIKEL - PARTIKEL LOGAM YANG TERKANDUNG DALAM PELUMAS AKIBAT GESEKAN PADA MESIN 1 PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGIKAT PARTIKEL - PARTIKEL LOGAM YANG TERKANDUNG DALAM PELUMAS AKIBAT GESEKAN PADA MESIN Dani Nurdarojat (2010013005) Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI 2.1 LINGKUP KERJA PRAKTEK Lingkup kerja praktek perawatan mesin ini meliputi maintenance partner dan workshop improvement special truk dan bus, kebutuhan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Semester III OVERHAUL MESIN X 50 No.JST/OTO/OTO0/0& Revisi : 0 Tgl : 6 Februari 0 Hal dari I. Kompetensi : Setelah selesai praktik diharapkan mahasiswa dapat :. Melepas dan memasang semua komponen mesin

Lebih terperinci

BAB IV. P O M P A. P untuk menaikkan kecepatan aliran ( ), dan/atau untuk menaikkan tekanan ( ),

BAB IV. P O M P A. P untuk menaikkan kecepatan aliran ( ), dan/atau untuk menaikkan tekanan ( ), 1 BAB IV. P O M P A LEARNING OUTCOME Bab IV ini adalah mahasiswa diharapkan dapat: mengetahui cara kerja pompa, mengetahui kelebihan dan kekurangan pompa dan kompresor, memilih jenis pompa dan kompresor.

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN 3.1.1 Pengertian AC Air Conditioner(AC) merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain,ac berfungsi sebagai penyejuk udara. Penggunaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian Pada penelitian ini, bahan yang digunakan dalam proses penelitian diantaranya adalah : 3.1.1. Mesin Diesel Mesin diesel dengan merk JIANGDONG R180N 4 langkah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan

Kata Pengantar. sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang turbin uap ini dengan baik meskipun

Lebih terperinci

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS. Daniel Parenden Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS. Daniel Parenden Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS Daniel Parenden dparenden@yahoo.com Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Musamus ABSTRAK Pelumas merupakan sarana pokok dari mesin untuk

Lebih terperinci