Kisah-kisah ikut mengembangkan industri LNG Indonesia, antara lain di Arun, Natuna, Bontang & Matindok ditulis oleh Nanang Untung

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kisah-kisah ikut mengembangkan industri LNG Indonesia, antara lain di Arun, Natuna, Bontang & Matindok ditulis oleh Nanang Untung"

Transkripsi

1 Kisah-kisah ikut mengembangkan industri LNG Indonesia, antara lain di Arun, Natuna, Bontang & Matindok ditulis oleh Nanang Untung Masa Persiapan Orang tua saya, pada pengabdiannya sebagai guru di Tanjungkarang, mendapatkan keberkahan dan keberuntungan pada waktu saya lahir, sehingga saya menyandang nama untung. Ternyata hal ini membawa dampak sangat besar dalam kehidupan saya. Keberuntungan demi keberuntungan membuat saya semakin mensyukuri doa yang telah diberikan orang tua dengan nama itu. Pola hidup saya pada dasarnya sangat mengalir mengikuti arus yang pastinya telah ditentukan olehnya. Saya tidak banyak mengalami kesulitan mulai dari SD ke SMP dan ke SMA yang semuanya di Semarang. Demikian juga pada waktu masuk ITB seperti sangat mudah atau dimudahkan tanpa perlu perencanaan dan persiapan yang matang. Kesadaran mengenal suku-suku lain & berdangdut Pola hidup saya sampai dengan SMA di Semarang, lingkupnya masih sangat kental kedaerahannya. Baru setelah kuliah di ITB-lah, saya benar-benar sadar bahwa ada suku-suku lain selain Jawa yang bersama-sama membentuk suatu bangsa dan negara Indonesia. Kita sebagai mahasiswa selalu disebut-sebut sebagai putraputri terbaik bangsa dan dituntut untuk mempunyai idealisme agar bisa ikut membangun dan memperbaiki negara yang digambarkan sudah sangat memprihatinkan. Saya sangat bersyukur karena pesan dan kesan itu begitu mendalam dihujamkan terutama pada waktu mengikuti gerakan moral ditahun Pergaulan dengan teman-teman yang dengan latar belakang yang sangat berbeda sangat memperkaya, mendidik dan sekaligus merubah paradigma cara melihat dan mensikapi kehidupan. Kuliah di ITB yang cukup sersan (serius tapi santai) membuat hobi musik saya bisa tersalurkan. Awalnya saya mengikuti Paduan Gitar dan selanjutnya ikut meramaikan grup musik Country campur Dangdut-nya mahasiswa Teknik Kimia (TK) yang pada saat itu lagi sangat nge-trend. Grup musik TK bahkan sempat pentas diberbagai event, termasuk bertandang sampai ke kampus IPB di Baranang Siang Bogor. Semua ini kami lakukan dalam rangka mendukung aktivitas gerakan moral pada tahun Waktunya beraktualisasi & memulai di PT Arun Entah bagaimana, walaupun nilainya pas-pasan, saya merasa agak terlalu cepat lulus dari jurusan Teknik Kimia ITB di tahun Karena itu, setelah lulus saya masih belum punya rencana yang pasti untuk mencari kerja. Pada waktu itu rasanya cukup mudah mencari kerja. Setelah 6 bulan melamar kesana-kemari, ada yang ditolak dan ada juga yang diterima. Salah satu upaya saya mencari kerja adalah mengikuti test di PT Arun, Lhokseumawe, Aceh. Saya merasa terhormat karena diterbangkan dari Jakarta ke Lhokseumawe. Itulah pengalaman pertama saya merasakan naik pesawat terbang dan melihat pabrik LNG PT Arun dari udara. Saya semakin merasa terhormat karena yang men-test saya rupanya beberapa orang asing

2 ( bule ) yang lebih mementingkan men-test logika dan cara berpikir. Saya mendapt kesan bahwa bahwa para penguji tersebut sangat profesional dan bersahabat untuk memberikan ilmunya. Karena kesan-kesan tersebut, akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk bekerja di PT Arun. Sehingga pada bulan Oktober 1982, mulailah saya berkarier sebagai seorang Process Engineer di pabrik LNG PT Arun. PT Arun mempunyai sistim kerja yang sangat mapan, efisien dan sangat dipengaruhi oleh perusahaan Mobil Oil. Proses pabrik LNG sebenarnya sangat sederhana, seperti sistim AC dirumah dimana gas alam-nya didinginkan dan menjadi cair pada suhu 165 o C oleh pendingin (refrigerant) sehingga volumenya menjadi 600 kali lebih kecil. Dengan volume yang diperkecil ini, maka menjadi efisien untuk dikirimkan ke tempat yang membutuhkan gas alam dalam jarak yang jauh seperti ke Korea, Taiwan dan Jepang. Yang menjadi agak unik adalah karena volume gas yang diproses sangat besar dan menyangkut suhu yang sangat rendah sehingga perlu berbagai teknologi khusus. Teknologi spesifik tersebut antara lain teknologi jenis dan kekuatan material yang dipakai untuk suhu 165 o C. Juga teknologi pengoperasian pabriknya terutama untuk pengoperasian mesin pendingin dan pencairannya. Satu pabrik LNG di PT Arun membutuhkan gas 5 s/d 6 kali kebutuhan pabrik pupuk, sedangkan satu pabrik di Bontang Kalimantan Timur bisa 8 s/d 9 kali. Saat ini kapasitas pabrik terakhir di Qatar bisa mencapai lebih dari 20 kali kebutuhan gas alam untuk pabrik pupuk. Kapasitas pabrik pencairan gas alam memang terus menerus meningkat. Orang bilang bahwa berkerja di bagian produksi sebuah pabrik, biasanya hanya menangani dua masalah yaitu kebuntuan ( mampet ) dan kebocoran. Tetapi kalau yang mengalami kebuntuan adalah salah satu kompresor pendingin di pabrik LNG yang besarnya bisa mencapai lebih dari 50 ribu kompresor AC dirumah, atau kalau bocornya adalah tangki minyak condensate LNG berukuran 80 ribu m 3 maka persoalannya menjadi lain. Karena uap gas alam bisa menyebar dan bila terbakar akan mengakibatkan hancurnya seluruh fasilits pabrik serta membahayakan masyarakat di Lhokseumawe,. Success story PT Arun Pada tahun 1982, PT Arun sedang dalam ekspansi bertahap mulai dari 3 pabrik menjadi 5 pabrik dan akhirnya menjadi 6 pabrik pada tahun Ternyata ekpansi tidak berhenti disitu karena tahun 1988 berhasil menambah fasilitas pabrik baru untuk mengekstraksi LPG. Para pekerja pada waktu itu ditantang untuk berkreasi dan berinovasi mencari terobosan-terobosan untuk dapat menambah kapasitas dan produksi agar secepatnya kekayaan sumber daya alam dapat di-uang-kan. Produksi LNG sempat mencapai 137% dari kapasitas design dengan keandalan operasi 98% atau rata-rata waktu tidak beroperasi ( shutdown ) bisa ditekan dibawah 9 hari per tahun baik untuk maintenance maupun karena masalah operasi. PT Arun pada pertengahan sampai akhir tahun an sempat menjadi produsen LNG terbesar dan teraman di dunia. Saya sempat membuat presentasi

3 di International LNG Conference 11 tahun 1995 di Birmingham menggambarkan success story tersebut. Lingkungan kerja yang menantang, teladan profesionalisme dan integritas dari para senior, training yang maksimal baik didalam maupun diluar negeri membuat saya benar-benar menikmati pekerjaan saya sehingga 14 tahun tanpa terasa lewat begitu cepatnya. Pilihan jalur Spesialisasi vs. Manajerial Setelah mencapai jabatan senior engineer, pada tahun 1993 saya dipanggil untuk memilih dicalonkan menjadi ahli spesialis LNG atau menempuh jalur managerial. Melihat kebutuhan akan spesialis LNG masih jarang di Indonesia sedangkan Indonesia merupakan produsen LNG terbesar didunia, maka saya memutuskan untuk memilih jalur spesialis dan diberangkatkan untuk menimba ilmu ke pusat penelitian Mobil Oil di Princeton dan Dallas selama 18 bulan. Selama tugas belajar tersebut saya benar-benar bisa melihat dan belajar bagaimana para doktor-doktor muda di Amerika serikat mengembangkan model proses simulasi untuk mengoptimisasikan produksi LNG dan bagaimana mereka menangani tahap awal proyek Qatar LNG yang sekarang menjadi produsen LNG terbesar di dunia. Sekembalinya dari tugas belajar, saya diberi kepercayaan untuk menanggani proyek NSO (North Sumatra Offshore) bekerja sama dengan team Mobil Oil, baik di Jakarta maupun di Houston sehingga proyek yang tadinya sangat marginal bisa menjadi ekonomis dengan memanfaatkan ekstra kapasitas dan fasilitas yang ada. Bagi saya, proyek NSO sendiri merupakan proyek yang cukup unik karena mulai mengenal sisi lain dari rantai bisnis yaitu sisi produksi gas dari lapangan yang letaknya 100 km di lepas pantai. Selain itu menangani gas yang berkadar H2S (1.3%) yang sangat berbahaya dengan CO2 (35%) yang sangat tinggi. Kandungan-kandungan ini belum pernah dilakukan di Indonesia dan sangat berbeda dibandingkan dengan gas lapangan Arun yang berada di darat sejauh 35 km dari pabrik LNG. Alhamdulilah pabrik pengolahan gas NSO berhasil dilanjutkan dan mulai tahun 2000-an menjadi sumber alternatif utama untuk menolong kekurangan pasokan gas di PT Arun. Panggilan Untuk Mengabdi bergabung dengan Pertamina mengembangkan proyek Natuna Selama menangani proyek NSO saya terekspose dengan dunia Pertamina berserta sistim Production Sharing Contract-nya dan tersadar bahwa Pertamina sebagai pengelola asset strategis negara perlu penanganan baik yang membuat saya merasa ingin untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran saya. Kesempatan itu muncul pada waktu Pertamina membutuhkan tenaga spesialis LNG untuk proyek Natuna D Alpha yang cadangan gasnya 3 kali cadangan Arun. Tahun 1996 saya resmi bergabung dengan Pertamina dan segera kembali ke Houston untuk bergabung dengan Tim Exxon Natuna. Budaya kerja Exxon hampir mirip dengan Mobil akan tetapi agak sedikit kaku dan arogan, mungkin karena perusahaannya jauh lebih besar. Tahun 1998 harga minyak jatuh dibawah US$ 10/bbls sehingga proyek Natuna menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan karena biaya untuk memproses 1,000 mmscfd gas yang kadar CO2 sangat tinggi (75%) sangat mahal yaitu sekitar $ 5 milyard. Biaya yang dihabiskan untuk persiapan proyek Natuna baik pengeboran maupun engineering sudah diatas $ 300 juta dan biaya ini bisa

4 hilang. Resiko bisnis usaha minyak dan gas memang sangat besar sehingga hanya perusahaan yang sangat kuat keuangannya yang bisa melakukan bisnis ini. Ikut mengoperasikan pabrik LNG Train H di Bontang Sekembalinya ke Indonesia, tahun 1988 saya segera bergabung dengan tim proyek Pertamina LNG Train H Bontang dibantu beberapa tenaga asing dari Total Indonesie, Unocal (sekarang Chevron- Texaco) dan Vico (sekarang BP). Pekerjaan engineering sudah separuh jalan, dan belum sampai setahun tinggal di Jakarta saya memboyong keluarga ke Bontang karena pabrik hampir selesai konstruksi dan mulai memasuki persiapan untuk memasuki tahap pengoperasian awal pabrik (start up). Pabrik dapat diselesaikan lebih cepat 37 hari dari target dan merupakan rekord tercepat diantara kontruksi pabrik sebelumnya. Akhirnya pabrik LNG Train H diserah terimakan ke PT Badak untuk dioperasikan pada Januari Pengalaman yang menegangkan dalam masa start up adalah terlemparnya steam valve 20 tekanan 63 kg/cm2 sejauh 100 m karena adanya air yang terjebak dan meledak sehingga menyebabkan berhentinya operasi hampir seluruh pabrik selama 5 hari. Alhamdulilah peristiwa itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Karena dirasa bahwa cadangan gas di Kalimantan Timur masih berlimpah, maka pada tahun itu juga dilaksanakan engineering untuk membangun LNG Train I di Bontang. Saya segera terlibat dari mulai persiapan engineering sampai dengan selesai pelelangan untuk memilih kontraktor EPC-nya. Dalam proses pelelangan tersebut saya merasa sangat puas karena berhasil ikut membantu agar Lokal Kontraktor bisa berdiri sama tinggi dengan EPC Kontraktor International. Tetapi walaupun EPC kontraktornya sudah terpilih, akhirnya Train I tidak jadi dibangun karena kondisi pasar dan bisnis tidak bisa mendukung. Hal ini merupakan blessing in disguise menilik Kalimantan Timur sekarang mengalami kesulitan untuk memenuhi komitment suplai gas. Mulai belajar berbisnis LNG Sejak tahun 2001, secara paralel dengan penugasan LNG Train I saya juga ditugaskan untuk ikut mengembangkan gas Matindok di Sulawesi Tengah. Tugas kali ini sangat menarik karena walaupun masih dalam konteks LNG akan tetapi saya lebih berkecimpung sebagai produsen gas bukan pengolah gas dan lebih menekankan dari sisi bisnisnya. Situasi berkembang menjadi semakin menantang karena gas yang diperkirakan hampir dari 2 kali cadangan Arun ternyata setelah dilakukan pengeboran hanya dikonfirmasi sekitar seper-sepuluhnya Arun. Dengan lokasi lapangan gas yang sangat terpencil dan tidak ada pengguna gas maka jumlah gas yang sangat kecil perlu dikirim keluar sehingga semakin sulit mengembangkan lapangan gas tersebut. Untungnya harga gas semakin lama semakin mahal sehingga keekonomiannya bisa semakin membaik. Saya sempat mencoba untuk memasarkan ke China dengan teknologi Mini LNG dan memikirkan pengangkutannya dengan teknologi cryogenic containers skala kecil. Sungguh menarik sistim bisnis di China karena benar-benar berbeda dengan sistim bisnis yang dipelajari di Jepang ataupun di Barat. Pada waktu itu tim saya berkeyakinan bahwa China pasti melakukan sesuatu yang benar sehingga negaranya bisa maju dengan sangat pesat dan mandiri.

5 Mulai tahun 2006 ada perubahan strategi Pertamina dalam pengembangan gas Sulawesi. Alhamdulilah saya masih bisa menikmati proses tersebut sambil terus mencari pengalamanpengalaman baru dan berusaha agar tugas yang diberikan perusahaan bisa dilaksanakan sebaik mungkin. Tentang keluargaku Saya merasa peran keluarga sangat penting dan membuat kehidupan kami menjadi lebih lengkap. Saya sangat beruntung dan sangat berterimakasih kepada istri saya (Esniar) yang rela berkorban untuk berhenti bekerja dari PT Arun dan menemani suami kemanapun saya bertugas, baik di Indonesia maupun di perantauan Amerika serikat. Disetiap penugasan, saya selalu pindah bersama keluarga termasuk membawa kedua anak laki-laki saya (Yoni dan Yanda). Salah satu kebahagian kami adalah kelahiran anak perempuan kami satu-satunya yaitu Nena yang lahir di Dallas, USA. Sewaktu Nena lahir, ia sempat ditunggui oleh Eyangnya yang datang jauh-jauh dari Indonesia. Mungkin inilah hadiah dan anugerah Allah untuk istri saya atas dedikasinya untuk keluarga dan kesetiaannya menunggui suami. Selain menimba ilmu dan pengalaman dalam pengembangan proyek di Amerika serikat, saya sangat bersyukur pada tahun 1997 bisa menunaikan ibadah haji dari Houston bersama istri. Untung ada mahasiswa IKIP Bandung yang sedang belajar di Houston dan bersedia menunggui anak saya yang masih kecil-kecil selama kami melaksanakan ibadah haji. Kilas balik kehidupan Melihat kembali kehidupan saya selama dua puluh tahun lebih menggeluti bisnis LNG, disatu sisi saya merasa cukup puas telah ikut memberikan sumbangsih mengembangkan Industri LNG di Indonesia. Namun disisi lain saya merasa bahwa masih sangat banyak yang perlu dikerjakan oleh para insinyur Indonesia, khususnya dalam penguasaan teknologi LNG. Saya berpendapat bahwa Insinyur Indonesia harus memiliki teknologi pengolahan yang bahan alamnya banyak tersedia di negeri ini, seperti LNG. Sekarang ini saya sering menambah wawasan dengan kumpul bersama para alumni ITB 77 yang sedang giat-giatnya berusaha mengembangkan energi alternatif dan bercita-cita untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa. Saya sangat menyadari bahwa suatu saat kandungan gas alam akan habis & kita perlu mencari solusi lain untuk mengatasi kebutuhan enersi. Penguasaan teknologi lisensi untuk memproduksi energi alternatif yang dikembangkan oleh para alumni ITB-77 sangat menarik dan menantang. Mudah-mudahan pengalaman saya merancang dan membangun industri LNG dapat bermanfaat untuk memberikan sumbangsih pemikiran. Semoga cita cita mulia alumni ITB 77 tersebut dapat segera terwujud. Amin. Tentang penulis (redaksi) Nanang Untung adalah alumni jurusan Teknik Kimia ITB. Saat menuliskan tulisan ini, ia menjabat sebagai pimpinan di PT Pertamina (persero) untuk pengembangan proyek LNG Donggi Senoro di Matindok, Sulawesi. Nanang juga sangat serius mengembangkan industri Biodiesel bersama rekanrekan alumni ITB-77 lainnya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beberapa dekade terakhir manusia mulai berpikir untuk memperoleh sumber energi baru sebagai pengganti sumber energi yang banyak dikenal dan digunakan,

Lebih terperinci

NATURAL GAS TO LIQUIFIED NATURAL GAS

NATURAL GAS TO LIQUIFIED NATURAL GAS NATURAL GAS TO LIQUIFIED NATURAL GAS Gas alam merupakan sumber energi yang andal dan efisien, mampu terbakar lebih bersih dibandingkan dengan sumber energi fosil lainnya. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 adalah 237.641.326 jiwa. Dengan populasi sebesar itu Indonesia menduduki peringkat

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA PERESMIAN PROYEK DAN PRODUK BARU PERTAMINA JUMAT, 11 DESEMBER 2015

SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA PERESMIAN PROYEK DAN PRODUK BARU PERTAMINA JUMAT, 11 DESEMBER 2015 SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA PERESMIAN PROYEK DAN PRODUK BARU PERTAMINA JUMAT, 11 DESEMBER 2015 Yang terhormat : Menteri Badan Usaha Milik Negara atau yang mewakili; Menteri Energi dan

Lebih terperinci

APA YANG SALAH? Kasus Sejarah Malapetaka Pabrik Proses EDISI KEEMPAT

APA YANG SALAH? Kasus Sejarah Malapetaka Pabrik Proses EDISI KEEMPAT Untuk Denise, Yang selalu menunggu ketika saya menikmati kesendirian dan tinggal di laboratorium berhari-hari namun kamu tidak pernah melihat hasilnya. APA YANG SALAH? Kasus Sejarah Malapetaka Pabrik Proses

Lebih terperinci

I. BAB I PENDAHULUAN

I. BAB I PENDAHULUAN I. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Energi merupakan sektor yang sangat penting dalam menunjang berbagai aspek di bidang ekonomi dan sosial. Seringkali energi digunakan sebagai tolok ukur kesejahteraan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Indoturbine terbentuk pada tanggal 6 Juni 1973, bersamaan dengan dimulainya eksplorasi minyak dan gas bawah laut di Indonesia. Dimulai sebagai

Lebih terperinci

Indonesia s Oil and Gas situation and Struggle against Transnational Companies. by : Jatam, Indonesia September 2003

Indonesia s Oil and Gas situation and Struggle against Transnational Companies. by : Jatam, Indonesia September 2003 Indonesia s Oil and Gas situation and Struggle against Transnational Companies by : Jatam, Indonesia September 2003 Fakta-fakta Situasi Migas Indonesia Ekonomi bergantung pada migas. Setelah 32 tahun sejak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kontak terhadap bahaya menjadi lebih dekat. kegagalan dalam transportasi dan penyimpanan diantaranya kecelakaan truk yang

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kontak terhadap bahaya menjadi lebih dekat. kegagalan dalam transportasi dan penyimpanan diantaranya kecelakaan truk yang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kegiatan pengiriman barang seperti barang komiditi, bahan kimia dan bahan berbahaya merupakan salah satu faktor pendukung perekonomian suatu negara. Transportasi barang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Salam Migas. - Ex Senior Structure Engineer Oil Gas - Founder & Director Apgreid Oil Gas Training - Oil Gas Career Coach

PENDAHULUAN. Salam Migas. - Ex Senior Structure Engineer Oil Gas - Founder & Director Apgreid Oil Gas Training - Oil Gas Career Coach CARA BERBURU KARIR MIGAS UNTUK LULUSAN SLTA www.oilgas-training.com PENDAHULUAN Terima kasih telah bersedia mengunduh ebook ini, informasi dalam ebook ini mungkin akan mengubah arah hidup & karir anda.

Lebih terperinci

Kewirausahaan dan mengembangkan perusahaan Acara Inkubator ITB Jumat 5 Oktober 2007

Kewirausahaan dan mengembangkan perusahaan Acara Inkubator ITB Jumat 5 Oktober 2007 Kewirausahaan dan mengembangkan perusahaan Acara Inkubator ITB Jumat 5 Oktober 2007 Kami mengandalkan pertumbuhan pada inovasi teknologi. Engineers kami ada sekitar 619 orang dengan jumlah S-2 ada 51 orang

Lebih terperinci

... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms) Hubungi Kami 021 31930 108 021 31930 109 021 31930 070 marketing@cdmione.com T ahun 1977-1992 adalah masa kejayaan industri minyak Indonesia dengan produksi rata rata 1,5 juta barrel per hari. Kondisi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1),

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang. Laba Bersih Pertamina Tahun 2014 hingga 2015

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang. Laba Bersih Pertamina Tahun 2014 hingga 2015 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Terbentuknya proses kolaborasi diyakini menjadi salah satu tantangan bagi pengelolaan bisnis dalam organisasi. Hal ini terkait dengan adanya kerjasama dan inisiatif bersama

Lebih terperinci

Ringkasan Dalam Bahasa Indonesia

Ringkasan Dalam Bahasa Indonesia Ringkasan Dalam Bahasa Indonesia 1. Pendahuluan Laporan ini dibuat oleh the Global Environmental Forum (Yayasan Forum lingkungan hidup global) atas permintaan Badan Lingkungan Hidup Jepang. Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BBM dalam negeri. Proyek ini diharapkan akan beroperasi pada tahun 2009.

BBM dalam negeri. Proyek ini diharapkan akan beroperasi pada tahun 2009. Bab-1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dengan ditemukannya lapangan gas baru, PT. PERTAMINA EP merencanakan akan mengembangkan lapangan gas yang terletak di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Lebih terperinci

Ditulis oleh David Dwiarto Senin, 05 November :53 - Terakhir Diperbaharui Senin, 05 November :13

Ditulis oleh David Dwiarto Senin, 05 November :53 - Terakhir Diperbaharui Senin, 05 November :13 Meskipun berabad-abad menjajah Indonesia, penguasaan terhadap sumber-sumber minyak bumi, gas alam, dan mineral, tak bisa dilakukan pemerintah kolonial Belanda. Para investor asal Belanda baru benar-benar

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. meningkatkan pendidikan nasional ternyata masih banyak yang harus di

BAB I PENDAHULUAN. yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. meningkatkan pendidikan nasional ternyata masih banyak yang harus di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada ranah dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses

Lebih terperinci

POTENSI GAS ALAM DI INDONESIA

POTENSI GAS ALAM DI INDONESIA POTENSI GAS ALAM DI INDONESIA M. Hasan Syukur *) ABSTRAK Gas bumi merupakan sumber daya alam dengan cadangan terbesar ketiga di dunia setelah batu bara dan minyak bumi. Gas alam pada awalnya tidak dikonsumsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang tersebar di banyak tempat dan beberapa lokasi sesuai dengan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. yang tersebar di banyak tempat dan beberapa lokasi sesuai dengan kebutuhan BAB I PENDAHULUAN Pertumbuhan jumlah pembangkit listrik di Indonesia merupakan akibat langsung dari kebutuhan listrik yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, karena listrik merupakan energi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 ANALISIS SUPPLY DAN DEMAND GAS DI DKI/ JABAR Perkiraan pasokan gas untuk wilayah DKI Jakarta/Jawa Barat berdasarkan data dari ESDM yang ada pada Tabel 2.3 dapat dijabarkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. PT. Pupuk Kalimantan Timur Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 7 Desember 1977 dengan tujuan utama untuk melaksanakan serta mendukung

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG KEGIATAN USAHA PANAS BUMI

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG KEGIATAN USAHA PANAS BUMI PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG KEGIATAN USAHA PANAS BUMI I. UMUM Sumber daya Panas Bumi merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan dan penambahan yang sangat pesat terutama di

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan dan penambahan yang sangat pesat terutama di BAB I PENDAHULUAN 1.1 L atar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang sekarang ini sedang mengalami perkembangan dan penambahan yang sangat pesat terutama di bidang infrastruktur. Hal ini terlihat

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh Pemerintah adalah mengurangi beban subsidi Pemerintah terhadap minyak tanah, mengalokasikan kembali minyak

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS i HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat sarjana S-1 Diajukan oleh : DIYAH RETNO NING TIAS F

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, pres-lambang01.gif (3256 bytes) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Shendy Ariftia, 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Shendy Ariftia, 2014 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu bangsa erat kaitannya dengan pembangunan dan kemajuan. Kemajuan tidak dapat dipisahkan dari kata pembangunan, karena untuk mencapai kemajuan

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr.Wb., Salam sejahtera bagi kita semua,

Assalamu alaikum Wr.Wb., Salam sejahtera bagi kita semua, SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA KUNJUNGAN LAPANGAN PEMBANGUNAN PABRIK PELUMAS SHELL DAN FASILITAS JETTY DI KAWASAN INDUSTRI & PERGUDANGAN MARUNDA CENTER, BEKASI SELASA, 13 JANUARI 2015 Yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri konstruksi merupakan sektor industri yang menghasilkan prasarana

BAB I PENDAHULUAN. Industri konstruksi merupakan sektor industri yang menghasilkan prasarana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri konstruksi merupakan sektor industri yang menghasilkan prasarana dan sarana dasar bagi kegiatan sektor perekonomian. Industri ini mencakup semua pihak yang

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 30 Nop :28:04 Laporan Hasil Public Expose

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 30 Nop :28:04 Laporan Hasil Public Expose No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 4 042100.S/HI.01/SPER/2012 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 30 Nop 2012 21:28:04 Perihal Laporan Hasil Public Expose

Lebih terperinci

Tugas 4 softskill Etika Profesi

Tugas 4 softskill Etika Profesi Nama : Ryan Alfiansyah NPM: 30409500 Kelas : 3id03 Ket: Tugas 4 Softskill Etika Profesi Dosen : SUDARYANTO, IR, MSC Tugas 4 softskill Etika Profesi 1. Salah satu untuk menjadi professional adalah memiliki

Lebih terperinci

Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR

Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR 69 Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR Feryanto W. K. 1 1 Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut International Finance Corporation (IFC), Indonesia memiliki cadangan minyak bumi, batu bara dan gas alam yang berlimpah. Selama beberapa dekade, Indonesia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemanfaatan potensi..., Andiek Bagus Wibowo, FT UI, Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemanfaatan potensi..., Andiek Bagus Wibowo, FT UI, Universitas Indonesia BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan telekomunikasi selular di Indonesia masih akan terus berkembang mengingat masih adanya area area yang mengalami blankspot atau tidak adanya layanan jaringan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Dalam era globalisasi peran transportasi

BAB I PENDAHULUAN. pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Dalam era globalisasi peran transportasi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan dunia yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam Iaju yang semakin pesat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki total konsumsi bahan bakar minyak yang cukup tinggi. Konsumsi bahan bakar tersebut digunakan untuk menjalankan kendaraan seperti kendaraan bermotor

Lebih terperinci

PENGOLAHAN GAS LIMBAH PROYEK GAS NATUNA

PENGOLAHAN GAS LIMBAH PROYEK GAS NATUNA PENGOLAHAN GAS LIMBAH PROYEK GAS NATUNA Oleh : Sumartono *) Abstrak Proyek Gas Natuna yang akan mengembangkan cadangan gas sebesar 46 TCF dapat menghasilkan 2400 MSCFD hidrokarbon selama lebih dari 30

Lebih terperinci

Raihlah Keikhlasan. Panduan-1

Raihlah Keikhlasan. Panduan-1 Panduan-1 Raihlah Keikhlasan Keikhlasan untuk menerima keputusan Allah Swt adalah mutlak diperlukan untuk bisa mencari kerja sesuai keinginan kita. Allah Swt pasti tahu apa yang terbaik buat hamba-nya.

Lebih terperinci

Reguler bukan Transfer. Reguler bukan. Transfer (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)

Reguler bukan Transfer. Reguler bukan. Transfer (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) STANDAR 3. KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN 3.1 Profil Mahasiswa dan Lulusan 3.1.1 Data seluruh mahasiswa reguler (1) dan lulusannya dalam lima tahun terakhir: Tahun Akademik Daya Tampung Jumlah Calon Mahasiswa

Lebih terperinci

Mengubah pemikiran 'Gajah di Pelupuk Mata'

Mengubah pemikiran 'Gajah di Pelupuk Mata' Mengubah pemikiran 'Gajah di Pelupuk Mata' Minggu, 8 Januari 2012 19:38 WIB 1362 Views Dahlan Iskan* Menteri BUMN Dahlan Iskan (FOTO ANTARA) Jakarta (ANTARA News) - Ide segar bisa datang dari mana saja.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan energi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan energi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Perkembangan peradaban manusia, tidak hanya berkaitan dengan masalahmasalah sosial ekonomi, politik, regulasi dan lingkungan, namun juga terkait dengan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan kesimpulan dari hasil penelitian tentang Peranan B. J. Habibie dalam Mengembangkan Riset dan Teknologi di Indonesia Tahun 1978-1998. Kesimpulan tersebut merujuk

Lebih terperinci

PROSES KERJA GAS COMPRESSOR DIDALAM PENGOLAHAN GAS ALAM DI PT. CNOOC SES Ltd.

PROSES KERJA GAS COMPRESSOR DIDALAM PENGOLAHAN GAS ALAM DI PT. CNOOC SES Ltd. PROSES KERJA GAS COMPRESSOR DIDALAM PENGOLAHAN GAS ALAM DI PT. CNOOC SES Ltd. Nama : Eirene Marten S. NPM : 22411340 Jurusan : Teknik Mesin Pembimbing : Ir. Arifuddin, MM. MSC Abstraksi Gas compressor

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT

ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT Moses L. Singgih Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya 60111, Indonesia,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Namun demikian cadangan BBM tersebut dari waktu ke waktu menurun. semakin hari cadangan semakin menipis (Yunizurwan, 2007).

I. PENDAHULUAN. Namun demikian cadangan BBM tersebut dari waktu ke waktu menurun. semakin hari cadangan semakin menipis (Yunizurwan, 2007). I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia modern, bahkan akan terus meningkat akibat semakin banyaknya populasi penduduk

Lebih terperinci

Untuk mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu :

Untuk mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu : Untuk mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu : Pertama, mengatasi masalah listrik dengan menggunakan bahan bakar minyak. Minyak bumi merupakan bahan bakar

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU

BAB V ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU BAB V ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU Analisis yang dilakukan berdasarkan data dari bab 3 untuk proyek konstruksi tradisional dan bab 4 untuk proyek EPC diperoleh bahwa setiap proyek konstruksi mempunyai

Lebih terperinci

Otonomi Energi. Tantangan Indonesia

Otonomi Energi. Tantangan Indonesia Otonomi Energi Salah satu masalah yang paling besar di dunia saat ini adalah energi atau lebih tepatnya krisis energi. Seluruh bagian dunia ini tidak dapat mengingkari bahwa berbagai persediaan sumber

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Gas alam merupakan salah satu dari sekian banyak sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Gas alam merupakan salah satu dari sekian banyak sumber daya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gas alam merupakan salah satu dari sekian banyak sumber daya energi yang ada di bumi. Gas alam adalah salah satu hasil tambang dalam bentuk gas yang terdiri dari metana

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI

KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI Jakarta, 6 Februari 2014 I KONDISI HULU MIGAS 2 CADANGAN GAS BUMI (Status

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Konversi energi dari minyak tanah ke gas adalah program nasional yang

BAB I PENDAHULUAN. Konversi energi dari minyak tanah ke gas adalah program nasional yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya zaman, berkembang pula gaya hidup konsumen saat ini yang semakin dinamis, pemenuhan akan kebutuhan masyarakat pun semakin berkembang ke arah yang

Lebih terperinci

TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH : PUTRI MERIYEN BUDI S

TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH : PUTRI MERIYEN BUDI S TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH NAMA : PUTRI MERIYEN BUDI S NIM : 12013048 JURUSAN : TEKNIK GEOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2015 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA

Lebih terperinci

Tujuan K3. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman

Tujuan K3. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Tujuan Pembelajaran Setelah melalui penjelasan dan diskusi 1. Mahasiswa dapat menyebutkan tujuan Penerapan K3 sekurang-kurangnya 3 buah 2. Mahasiswa dapat memahami

Lebih terperinci

BAB 1. Pendahuluan. Pendidikan merupakan hal penting dalam mendukung kemajuan suatu negara

BAB 1. Pendahuluan. Pendidikan merupakan hal penting dalam mendukung kemajuan suatu negara BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan hal penting dalam mendukung kemajuan suatu negara diera globalisasi. Kemajuan pendidikan didukung oleh kemajuan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri minyak dan gas bumi memiliki karakteristik penurunan produksi secara alamiah dengan berjalannya waktu. Untuk itu selalu diperlukan adanya kegiatan investasi

Lebih terperinci

10 Negara yang Punya Reaktor Nuklir Terbesar Di Dunia Minggu, Oktober 21, 2012 Azmi Cole Jr.

10 Negara yang Punya Reaktor Nuklir Terbesar Di Dunia Minggu, Oktober 21, 2012 Azmi Cole Jr. Hari, Tanggal: Minggu, 21 Oktober 2012 Hal/Kol : http://zonapencarian.blogspot.com/2012/10/10- negara-yang-punya-reaktor-nuklir.html Sumber: WWW.ZONAPENCARIAN.BLOGSPOT.COM 10 Negara yang Punya Reaktor

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI UMUM Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) menegaskan bahwa cabang-cabang produksi yang

Lebih terperinci

GEOTHERMAL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

GEOTHERMAL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF GEOTHERMAL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas MID AMISCA 2008 Disusun oleh: Kelompok 1 Kelompok 2 Fazri Azhar (10507001) Dinda Husna (10507057) Mila Vanesa (10507013) Sukmawati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Negara berkembang seperti Indonesia sedang melakukan pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Negara berkembang seperti Indonesia sedang melakukan pembangunan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara berkembang seperti Indonesia sedang melakukan pembangunan di segala aspek kehidupan. Contoh konkrit dapat dilihat dari berbagai bangunan yang berdiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dewasa ini perkembangan di bidang refrigerasi dan tata udara telah mengalami kemajuan yang sangat pesat sejalan dengan perkembangan IPTEK yang semakin lama semakin

Lebih terperinci

106 intisari-online.com

106 intisari-online.com 106 intisari-online.com BISNIS Reinkarnasi BISNIS MAK COMBLANG DI ZAMAN DIGITAL Penulis: M. Habib Asyhad Fotografer: Bhisma Adinaya Selama orang masih membutuhkan cinta, selama itu juga bisnis mak comblang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN MEI 2004

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN MEI 2004 No. 37 / VII / 1 JULI PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN MEI EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan Mei kembali bertahan di atas US$ 5 milyar, yaitu mencapai US$ 5,50 milyar atau lebih tinggi 5,60

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. BBM punya peran penting untuk menggerakkan perekonomian. BBM

BAB I PENDAHULUAN. BBM punya peran penting untuk menggerakkan perekonomian. BBM BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang sangat vital. BBM punya peran penting untuk menggerakkan perekonomian. BBM mengambil peran di hampir semua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masih ditopang oleh impor energi, khususnya impor minyak mentah dan bahan

BAB I PENDAHULUAN. masih ditopang oleh impor energi, khususnya impor minyak mentah dan bahan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia masih belum dapat mencapai target pembangunan di bidang energi hingga pada tahun 2015, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri masih ditopang oleh impor

Lebih terperinci

P 2 MODIFIKASI PERSEPSI : HARAPAN BARU MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERAPAN (MEKANIKA FLUIDA)

P 2 MODIFIKASI PERSEPSI : HARAPAN BARU MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERAPAN (MEKANIKA FLUIDA) P 2 MODIFIKASI PERSEPSI : HARAPAN BARU MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERAPAN (MEKANIKA FLUIDA) Amir Fatah, M.Pd Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY ABSTRAK Mekanika fluida adalah cabang dari

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. antara/sampingan amonia, oksigen, dan nitrogen. Badan hukum pabrik ini

GAMBARAN UMUM. antara/sampingan amonia, oksigen, dan nitrogen. Badan hukum pabrik ini IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Gambaran Umum PT. Pupuk Kujang 4.1.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Pabrik Pupuk Kujang adalah pabrik yang memproduksi pupuk urea (NH 2 CONH 2 ) dengan kandungan N 46% sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang Sejak menaiknya harga minyak mentah dunia maupun harga gas alam sebagai sumber bahan bakar, seluruh upaya dilakukan untuk mencari dan mengembangkan alternatif sumber

Lebih terperinci

MENGUBAH POLA ALIRAN PENYALURAN MIGAS LAPANGAN SINDANGSARI DAN TANJUNGSARI KE STASIUN PENGUMPUL PEGADEN DARI SATU PHASA MENJADI DUA PHASA

MENGUBAH POLA ALIRAN PENYALURAN MIGAS LAPANGAN SINDANGSARI DAN TANJUNGSARI KE STASIUN PENGUMPUL PEGADEN DARI SATU PHASA MENJADI DUA PHASA PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 2001 Yogyakarta, 3-5 Oktober 2001 MENGUBAH POLA ALIRAN PENYALURAN MIGAS LAPANGAN SINDANGSARI DAN TANJUNGSARI KE STASIUN PENGUMPUL PEGADEN DARI SATU PHASA MENJADI DUA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Hasanah Ratna Dewi, 2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Hasanah Ratna Dewi, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Perjalanan sejarah hidup umat manusia tidak terlepas dari proses pendidikan yang menjadi salah satu kebutuhan dari setiap manusia. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III PROSES PEMBAKARAN

BAB III PROSES PEMBAKARAN 37 BAB III PROSES PEMBAKARAN Dalam pengoperasian boiler, prestasi yang diharapkan adalah efesiensi boiler tersebut yang dinyatakan dengan perbandingan antara kalor yang diterima air / uap air terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dunia industri terutama industri kimia dan perminyakan banyak proses yang berhubungan dengan perubahan satu material ke material yang lain baik secara kimia maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Topik tentang energi saat ini menjadi perhatian besar bagi seluruh dunia. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu hingga sekarang

Lebih terperinci

BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI

BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI Tenaga kerja, material dan perawatan adalah bagian dari industri yang membutuhkan biaya cukup besar. Setiap mesin akan membutuhkan perawatan dan perbaikan meskipun telah dirancang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Memasuki era perdagangan bebas, saat ini persaingan dunia usaha dan perdagangan semakin kompleks dan ketat. Hal tersebut tantangan bagi Indonesia yang sedang

Lebih terperinci

HASIL PEMERIKSAAN BPK ATAS KETEPATAN SASARAN REALISASI BELANJA SUBSIDI ENERGI (Tinjauan atas subsidi listrik)

HASIL PEMERIKSAAN BPK ATAS KETEPATAN SASARAN REALISASI BELANJA SUBSIDI ENERGI (Tinjauan atas subsidi listrik) HASIL PEMERIKSAAN BPK ATAS KETEPATAN SASARAN REALISASI BELANJA SUBSIDI ENERGI (Tinjauan atas subsidi listrik) Pendahuluan Dalam delapan tahun terakhir (2005-2012) rata-rata proporsi subsidi listrik terhadap

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Di saat Federal Express membuka poros Asia-nya di Taiwan pada tahun 1998, dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Di saat Federal Express membuka poros Asia-nya di Taiwan pada tahun 1998, dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di saat Federal Express membuka poros Asia-nya di Taiwan pada tahun 1998, dan menggandakan penerbangannya ke Cina, Federal Express menetapkan tahapan untuk penerbangan

Lebih terperinci

Transportasi Masa Depan Straddling Bus. Solusi untuk Mengatasi Kemacetan

Transportasi Masa Depan Straddling Bus. Solusi untuk Mengatasi Kemacetan Transportasi Masa Depan Straddling Bus Solusi untuk Mengatasi Kemacetan Tessa Talitha 15410072 PL4008 Seminar Studi Futuristik Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung Abstrak Pada kota-kota

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI 2002

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI 2002 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI No. 15/V/1 APRIL EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan Februari mencapai US$ 4,18 milyar atau naik 4,36 persen dibanding ekspor bulan Januari sebesar

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 1994 TENTANG SYARAT-SYARAT DAN PEDOMAN KERJA SAMA KONTRAK, BAGI HASIL MINYAK DAN GAS BUMI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 1994 TENTANG SYARAT-SYARAT DAN PEDOMAN KERJA SAMA KONTRAK, BAGI HASIL MINYAK DAN GAS BUMI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 1994 TENTANG SYARAT-SYARAT DAN PEDOMAN KERJA SAMA KONTRAK, BAGI HASIL MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG KETENAGAKERJAAN

PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG KETENAGAKERJAAN PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG KETENAGAKERJAAN I. PENJELASAN UMUM Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan Daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Secanggih apapun peralatan dan perangkat

BAB I PENDAHULUAN. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Secanggih apapun peralatan dan perangkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu instansi pemerintahan, tanpa aspek manusia sulit kiranya instansi untuk mengembangkan misi dan tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanpa pemanfaatan logam, kemajuan peradaban tidak mungkin terjadi. Namun demikian, anugerah yang sangat berharga ini tersia-sia akibat korosi. Dalam banyak hal, korosi

Lebih terperinci

Gambar 1 menunjukkan komponen-komponen yang menjalankan mobil kriogenik (cryocar) ini. Nitrogen cair yang sangat dingin disimpan dalam tangki

Gambar 1 menunjukkan komponen-komponen yang menjalankan mobil kriogenik (cryocar) ini. Nitrogen cair yang sangat dingin disimpan dalam tangki Mobil Hijau Mobil Hijau? Jangan salah sangka dulu! Mobil-mobil masa depan ini disebut Mobil Hijau bukan karena warnanya. Justru warna mobil-mobil ini bermacam-macam, bukan hanya hijau. Mobil ini disebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dampak terjadinya krisis keuangan global tahun 1998 menyebabkan setiap orang

BAB I PENDAHULUAN. dampak terjadinya krisis keuangan global tahun 1998 menyebabkan setiap orang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia dan ancaman PHK sebagai dampak terjadinya krisis keuangan global tahun 1998 menyebabkan setiap orang harus memikirkan dan

Lebih terperinci

NOMOR 56 TAHUN 1999 TENTANG RAKYAT TERLATIH

NOMOR 56 TAHUN 1999 TENTANG RAKYAT TERLATIH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 1999 TENTANG RAKYAT TERLATIH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka pertahanan keamanan negara untuk

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi saat ini sudah menjadi keharusan bagi perusahaan yang mau bersaing di era teknologi. Aplikasi dari sistem informasi yang digunakan oleh oil company maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan energi listrik tersebut terus dikembangkan. Kepala Satuan

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan energi listrik tersebut terus dikembangkan. Kepala Satuan BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Energi merupakan kebutuhan penting bagi manusia, khususnya energi listrik, energi listrik terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia

Lebih terperinci

REKLAMASI DAN JAMINAN REKLAMASI, BAGAIMANA PENGATURANNYA?

REKLAMASI DAN JAMINAN REKLAMASI, BAGAIMANA PENGATURANNYA? REKLAMASI DAN JAMINAN REKLAMASI, BAGAIMANA PENGATURANNYA? Apa dan bagaimana pelaksanaan reklamasi? Bagaimana mekanisme penyediaan jaminan reklamasi? A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara

Lebih terperinci

Peran Pendidikan Tinggi dalam Program Pengembangan SDM Ketenaganukliran. Oleh. Prayoto. Universitas Gadjah Mada. Energi Sebagai Penunjang Peradaban

Peran Pendidikan Tinggi dalam Program Pengembangan SDM Ketenaganukliran. Oleh. Prayoto. Universitas Gadjah Mada. Energi Sebagai Penunjang Peradaban 1 Peran Pendidikan Tinggi dalam Program Pengembangan SDM Ketenaganukliran Oleh Prayoto Universitas Gadjah Mada Energi Sebagai Penunjang Peradaban Peradaban manusia sejak awal perkembangannya telah bertumpu

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGELOLAAN AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI DENGAN

Lebih terperinci

TERMINAL PENUMPANG LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT Penekanan Konsep Desain Renzo Piano

TERMINAL PENUMPANG LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT Penekanan Konsep Desain Renzo Piano LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) TERMINAL PENUMPANG LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT Penekanan Konsep Desain Renzo Piano Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh

Lebih terperinci

Biomas Kayu Pellet. Oleh FX Tanos

Biomas Kayu Pellet. Oleh FX Tanos Biomas Kayu Pellet Energi Pemanas Rumah Tangga (winter) Energi Dapur Masak Energi Pembangkit Tenaga Listrik Ramah Lingkungan Karbon Neutral Menurunkan Emisi Karbon Oleh FX Tanos Pendahuluan Beberapa tahun

Lebih terperinci

ACTIVE INTER- COOLER MESIN MOBIL MAKIN GALAK DENGAN

ACTIVE INTER- COOLER MESIN MOBIL MAKIN GALAK DENGAN Sistem intercooler ini tak cuma memperbaiki tenaga mesin mobil. Ia juga membuat suhu udara kabin mobil lebih dingin dan penggunaan bahan bakar lebih irit. Pemasangannya pun tanpa perlu memodifikasi mesin.

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33 Undang-undang Nomor 15

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan perekonomian.

BAB I PENDAHULUAN. pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan perekonomian. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Permintaan minyak dunia diprediksi terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan perekonomian. Hal tersebut berdampak

Lebih terperinci

1. Pendahuluan dan Sejarah Medco Energi

1. Pendahuluan dan Sejarah Medco Energi 1. Pendahuluan dan Sejarah Medco Energi Medco (Meta Epsi Pribumi Drilling Co) Energi adalah sebuah perusahaan minyak dan gas Indonesia yang didirikan oleh Arifin Panigoro pada tahun 1980. Arifin yang saat

Lebih terperinci