PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI"

Transkripsi

1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Irma Daniyati dan Sri Sudarmini Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya SMA Negeri 11 Surabaya ABTRACK The purpose of the study is to ditermine the activities of teachers and students, and to ditermine the learning outcomes of students after implementing the direct instruction model. Researchers used classroom action research design was achieved in two cycles, The results showed that the activities of teachers and students in direct instruction model is good. Seen from the results of students learning there is an increasing mastery learning classical 10,25 % Keywords: Direct instruction model, learning outcomes Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan formal di sekolah merupakan salah satu realisasi pelaksanaan pembangunan di bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan inti dalam pendidikan formal di sekolah karena kegiatan ini melibatkan semua komponen pengajaran dan akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan bisa tercapai. Sementara itu, belajar merupakan kegiatan yang tidak akan terlepas dari proses pembelajaran, karena pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Akuntansi merupakan salah satu mata pelajaran ekonomi yang diberikan di bangku SMA, khususnya di program studi ilmu sosial. Belajar akuntansi memerlukan pemahaman yang sangat baik agar tujuan pembelajaran akuntansi dapat tercapai. Pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 11 Surabaya masih memiliki beberapa kendala yang menyebabkan tujuan pengajaran tidak dapat dicapai secara optimal. Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis dengan guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 11 Surabaya pada tanggal 14 Desember 2011 diperoleh informasi bahwa pembelajaran akuntansi khususnya di kelas XI IPS menggunakan metode ceramah dan latihan. Sementara itu hasil informasi wawancara dengan siswa diperoleh bahwa siswa merasa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan yaitu sebanyak 13 siswa dari 40 siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 67,5% pada ulangan harian kompetensi dasar menafsirkan persamaan akuntansi. Ketuntasan klasikal ini masih dibawah Kriteria Ketuntansan 84

2 Minimal (KKM), sedangkan harapan ketuntasan hasil belajar siswa 72. Kesulitan dan kelemahan belajar memahami materi pembelajaran akuntansi yang dialami siswa tidak semata mata karena proses lemahnya berpikir, tetapi mungkin juga karena siswa tidak mendapatkan model pembelajaran yang seharusnya yang bisa membantu siswa dalam pemahaman materi. Peran guru sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan. Profesionalisme guru tidak cukup hanya dengan kemampuan membelajarkan siswa, tetapi juga harus mampu mengelola informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi belajar siswa. Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Pengelolaan kelas yang baik dapat diwujudkan dengan cara memilih model pembelajaran yang tepat dan efektif. Melalui cara penerapan model pembelajaran yang tepat dan efektif di kelas akan dapat memberdayakan potensi siswa, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran terpenuhi. Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta didik. Perlu kita ingat bahwa kemampuan penyerapan informasi oleh tiap siswa berbeda beda, baik oleh siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah. Dengan melihat karakteristik mata pelajaran akuntansi, maka salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan adalah model pembelajaran langsung. Model ini dimaksudkan agar mempermudah bagi tiap siswa dengan masing masing kemampuannya untuk memahami materi akuntansi yang diberikan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang akan dibahas adalah (1) bagaimana aktivitas guru, (2) bagaimana aktivitas siswa, dan (3) bagaimana hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran langsung. Beberapa tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah (1) untuk mengetahui aktivitas guru, (2) untuk mengetahui aktivitas siswa, dan (3) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran pada dasarnya merupakan kerangka pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang dilakukan oleh siswa disajikan secara spesifik oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bingkai dari pelaksanaan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran (Sudrajat, 2008). Arends (2001:24), dalam Trianto (2010: 25), menyeleksi enam model pembelajaran yang sering digunakan guru dalam mengajar. Enam model pembelajaran tersebut yaitu presentasi, model pembelajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas. Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran di mana guru menyampaikan informasi atau keterampilan secara langsung kepada siswa dan pembelajaran berorientasi pada tujuan dan distrukturkan oleh guru. Penggunaan model ini sangat cocok jika guru menginginkan siswa menguasai informasi atau keterampilan tertentu. Terdapat lima langkah yang sangat penting dalam model pembelajran langsung yaitu (1) menyampaikan tujuan 85

3 dan mempersiapkan siswa, (2) mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, (3) membimbing pelatihan, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta (5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Penggunaan model pembelajaran langsung dilandasi oleh dukungan teoritis dan empiris. Menurut Arends (2008: 295), terdapat tiga tradisi yang menjadi dasar pemikiran dalam penggunaan model pembelajaran ini, yakni: behaviorisme, teori belajar sosial dan penelitian tentang efektivitas guru. Sudjana (2009: 22) mengemukakan Hasil belajar adalah kemampuan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar yang dicapainya akan bermakna bagi dirinya sendiri dan akan bertahan lama dalam ingatannya, membentuk perilaku yang dapat digunakan alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya. Menurut Sudjana (2011: 49), tujuan pendidikan yang hendak dicapai dapat dikategorikan menjadi tiga aspek yakni aspek kognitif (penguasaan intelektual), aspek afektif (berhubungan dengan sikap dan nilai) serta aspek psikomotor (kemampuan / keterampilan bertindak / berperilaku). Ketiga aspek tersebut, harus dipandang sebagai hasil belajar siswa yang nampak dalam perubahan tingkah laku serta merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Terdapat beberapa penelitian sejenis yang pernah dilakukan oleh peneliti peneliti sebelumnya yang relevan dan mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Menurut I Wayan Distrik (2008), dalam penelitiannya (jurnal) menyebutkan bahwa terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dan hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran langsung. (2) Menurut Luh Ririn Indahyani (2010), menyebutkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh dari peningkatan rata rata kelas, peningkatan ketuntasan klasikal, dan respon siswa sangat positif terhadap penerapan model pembelajaran langsung. (3) Menurut Sheila Kartikasari (2011), dalam penelitiannya menyebutkan bahwa hasil penelitian yang diperoleh yaitu aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I: 25 dan siklus II: 32. Persentase ketuntasan belajar klasikal untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa yang diperoleh dari post test juga mengalami peningkatan yaitu pencapaian hasil belajar pada siklus I sebesar 65% dan post test siklus II sebesar 90%. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menentukan tempat, waktu, sasaran penelitian, serta dilanjutkan dengan menyusun rancangan penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 11 Surabaya yang berlokasi di Jl. Perumnas Tandes 1 Surabaya pada semester genap tahun ajaran 2011 / 2012 tanggal 4 11 April Subjek studi ini adalah siswa kelas XI IPS 4 di SMA Negeri 11 Surabaya dengan jumlah 39 siswa. Adapun objek studi ini adalah hasil belajar dan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 11 Surabaya. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Adapun Alur Penelitian Tindakan Kelas (Classroom 86

4 Action Research) disajikan pada gambar 1 berikut. Perencanaa Perencanaa Gambar 1 Penelitian Tindakan Kelas (Model John Elliot) Pelaksanaan SIKLUS I Refleksi Pelaksanaan SIKLUS II Refleksi Sumber: Sudrajat (2008) Pengamata Pengamatan Pada tahap rencana awal, peneliti membuat perencanaan dengan menentukan konsep yang digunakan dalam pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan soal post test juga dipersiapkan pada tahap ini. Pelaksanaan merupakan penerapan dari isi tahap perencanaan mengenai tindakan di kelas yang dilaksanakan oleh peneliti. Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan atau tindakan pokok dalam siklus PTK sebagai upaya perubahan menuju arah perbaikan. Guru menerapkan model pembelajaran langsung dengan dilakukan pengamatan dampak dari pembelajaran serta memberikan tes tulis berupa post test diakhir pelajaran untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah disampaikan. Pada tahap pengamatan dilakukan analisis data untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini dapat diungkapkan kelebihan serta kekurangan yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa dan data yang berupa tes hasil belajar. Refleksi dilakukan berdasarkan hasil pengamatan pembelajaran. Peneliti melakukan refleksi rancangan untuk tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan pada putaran berikutnya. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, RPP, LKS; serta lembar pengamatan yang terdiri dari lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan lembar soal tes. Untuk memperoleh butir tes yang baik sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka butir tes divalidasi dan dicari reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya bedanya. Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan data atau keterangan yang ada dalam penelitian. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah adalah analisis lembar aktivitas guru, analisis lembar aktivitas siswa dan analisis hasil belajar. 87

5 Nilai 4,50 5,00 = Sangat baik Analisis lembar aktivitas guru Analisis terhadap lembar aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran langsung dilakukan oleh pengamat pada lembar observasi aktivitas guru. Pengamatan terhadap aktivitas guru dilakukan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Kriteria penilaian keterampilan guru dalam mengelola KBM dilakukan dengan skor penilaian berikut: Skor 1 = sangat kurang Skor 2 = kurang baik Skor 3 = cukup baik Skor 4 = baik Skor 5 = sangat baik Untuk menilai rata rata kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung dapat dihitung dengan cara: Analisis lembar aktivitas siswa Analisis terhadap lembar aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran langsung dilakukan oleh pengamat pada lembar observasi aktivitas siswa. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pengelolaan pembelajaran dilakukan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Skor yang diberikan untuk data aktivitas siswa dalam proses pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran seperti kriteria penilaian ketrampilan guru. Untuk menilai rata rata aktivitas siswa dalam pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung dapat dihitung dengan cara: Rata rata tiap kemampuan : Rata rata tiap kemampuan : Menurut Arikunto (2008: 226), untuk menilai rata rata aktivitas guru dapat digunakan kriteria sebagai berikut: Nilai 0,50 1,49 = Tidak baik Nilai 1,50 2,49 = Kurang baik Nilai 2,50 3,49 = Cukup baik Nilai 3,50 4,49 = Baik Untuk menilai rata rata aktivitas siswa dapat digunakan kriteria seperti kriteria penilaian ketrampilan guru. Analisis hasil belajar Dalam penelitian ini hasil belajar siswa didapatkan dari nilai tes tertulis yang digunakan sebagai dasar dalam mengukur ketuntasan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dari hasi belajar dianalisis secara deskriptif dengan untuk mendiskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa dan ketuntasan kelas (klasikal). 88

6 Siswa dianggap telah tuntas belajar bila telah mencapai ketuntasan kompetensi minimum yang telah ditetapkan oleh SMA Negeri 11 Surabaya yaitu nilai 72, serta suatu kelas dianggap tuntas belajar bila ketuntasan klasikal mencapai > 72% jumlah siswa yang telah tuntas belajar. Ketuntasan belajar dapat dicari dengan menggunakan rumus: Ketuntasan belajar individual: Pembelajaran (RPP), dan LKS. Instrumen penelitian juga disiapkan pada tahap ini yang terdiri dari lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan soal post test I. Tahap pelaksanaan, guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung yang terdiri dari 5 fase. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, dua observer bertugas mengamati aktivitas guru dan mengisi lembar aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran langsung. Hasil pengamatan aktivitas guru Ketuntasan klasikal: HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran langsung Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam 1 (satu) kali pertemuan selama 90 menit dengan materi kertas kerja tentang pengertian kertas kerja, fungsi kertas kerja, dan bentuk bentuk kertas kerja. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Nilai rata rata keseluruhan yang diperoleh guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung pada siklus I adalah sebesar 2,97 dengan kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari perencanaan, kegiatan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti (terdiri dari lima fase model pembelajaran langsung), dan penutup, serta pengelolaan waktu dan pengamatan suasana kelas sudah tergolong baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu lebih ditingkatkan lagi, diantaranya pada fase I yaitu aspek menghubungkan pelajaran sekarang dengan pengetahuan awal siswa dan pada fase III yaitu aspek membimbing siswa untuk mengerjakan tugas. Hasil pengamatan aktivitas siswa Aktivitas belajar siswa pada siklus I secara keseluruhan mendapatkan skor rata rata sebesar 2,79 dengan kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung secara keseluruhan sudah baik. Namun perlu adanya upaya peningkatan pada aspek siswa, yaitu kemampuan 89

7 bertanya kepada guru dan siswa menyampaikan pendapatnya. Hasil belajar siswa Nilai hasil post test siklus I secara keseluruhan mendapat rata rata sebesar 72,67. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memahami tentang materi yang telah dijelaskan oleh guru. Namun siswa perlu lebih baik lagi dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan guru. Terdapat kekurangan kekurangan yang terjadi pada saat kegiatan belajar mengajar pada siklus I. Beberapa kekurangan tersebut antara lain: (1) Fase I pada aspek menghubungkan pelajaran sekarang dengan pengetahuan awal siswa terdapat kekurangan disebabkan karena guru kurang menghubungkan materi kertas kerja dengan pengetahuan awal siswa yaitu materi tentang neraca saldo dan jurnal penyesuaian yang erat kaitannya dengan materi kertas kerja; (2) Fase III pada aspek membimbing siswa untuk mengerjakan tugas, pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru kurang membimbing dan memberikan pengarahan kepada siswa dalam mengerjakan tugas sehingga sebagian siswa kurang memahami dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Berdasarkan kekurangan yang terdapat pada siklus I melalui refleksi di atas, maka revisi yang perlu dilakukan untuk tindakan pada siklus II yaitu: (1) Fase I pada aspek menghubungkan pelajaran sekarang dengan pengetahuan awal siswa, guru harus lebih mengaitkan materi yang diajarkan yaitu kertas kerja dengan pengetahuan awal siswa tentang neraca saldo yang nantinya akun akun pada neraca saldo ada yang harus disesuaikan melalui jurnal penyesuaian. Hal ini bertujuan agar siswa dengan mudah dapat memahami materi yang disampaikan. (2) Fase III pada aspek membimbing siswa untuk mengerjakan tugas, dimana kegiatan guru dalam membimbing siswa saat mengerjakan tugas yang diberikan harus lebih ditingkatkan lagi agar siswa tidak bingung dalam mengerjakan tugas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan materi kertas kerja tentang cara menyusun kertas kerja. Hasil refleksi dan revisi pada siklus I diterapkan pada siklus II. Hasil pengamatan aktivitas guru Nilai rata rata keseluruhan yang diperoleh guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung pada siklus II adalah sebesar 3,18 dengan kriteria cukup baik. Revisi yang diterapkan pada siklus II membuat aktivitas guru menjadi lebih baik dan mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I. Hasil pengamatan aktivitas siswa Aktivitas belajar siswa pada siklus II secara keseluruhan mendapatkan skor rata rata sebesar 3,29 dengan kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung secara keseluruhan sudah baik. Pada siklus II ini siswa lebih antusias bertanya kepada guru tentang materi kertas kerja yang belum dimengerti. Siswa juga aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan antusias membuat simpulan pada kegiatan akhir pelajaran. Hasil belajar siswa Hasil post test siklus II secara keseluruhan mendapat rata rata nilai sebesar 82,23. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memahami tentang materi yang telah dijelaskan oleh guru. Pada siklus II 90

8 mengalami peningkatan dalam memahami materi bila dibandingkan pada siklus I. 3,18 PEMBAHASAN Aktivitas guru dengan menerapkan model pembelajaran langsung Hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata sebesar 2,97 yang termasuk dalam kriteria cukup baik. Dari hasil pengamatan dan refleksi dari siklus I masih ada beberapa aspek yang kurang baik pada fase I dan fase III yaitu pada aspek menghubungkan pelajaran sekarang dengan pengetahuan awal siswa dan membimbing siswa untuk mengerjakan tugas, sehingga guru harus memperbaiki aspek yang kurang tersebut pada siklus berikutnya. Aktivitas guru pada siklus II mendapatkan nilai rata rata sebesar 3,18. Hal ini memperlihatkan terjadinya peningkatan aktivitas guru pada beberapa aspek yang telah mengalami perbaikan di siklus II. Guru telah membuat beberapa perbaikan saat siklus II pada fase 1 yaitu pada aspek menghubungkan pelajaran sekarang tentang kertas kerja dengan pengetahuan awal siswa, dan pada fase 3 aspek membimbing siswa untuk mengerjakan tugas. Hasil aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran langsung dapat disajikan dalam diagram sebagai berikut: 2,97 (Sumber: Hasil Pengelolaan Data) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran langsung Hasil aktivitas siswa dengan menerapkan model pembelajaran langsung pada siklus I rata rata aktivitas siswa sebesar 2,79 dengan kriteria cukup baik. Pada kegiatan pembelajaran siklus II, rata rata aktivitas siswa meningkat menjadi 3,29 dengan kriteria cukup baik. Penilaian aktivitas siswa disajikan dalam diagram 2 sebagai berikut: Diagram 2 Rata rata Penilaian Pengamatan Aktivitas Siswa Tiap Siklus Diagram 1 Rata rata Penilaian Pengamatan Aktivitas Guru Tiap Siklus 91

9 2,79 3,29 (Sumber: Hasil Pengelolaan Data) Berdasarkan diagram 2 dapat diketahui tentang pengamatan aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran langsung pada tiap siklus mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa setelah guru lebih memperhatikan aktivitasnya, siswa lebih aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Siswa menjadi antusias dalam pembelajaran dan sudah tidak malu untuk mengemukakan pendapatnya saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Selain itu aktivitas siswa dalam bertanya tentang materi yang belum dipahami juga mengalami peningkatan. Siswa juga berani untuk menjawab pertanyaan guru meskipun jawabannya kurang tepat, akan tetapi sudah menjadi poin tersendiri karena sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjawab pertanyaan dengan baik. Data hasil belajar siswa melalui post test dapat disajikan pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Rekapitulasi Nilai Post Test Tiap Siklus dengan Menerapkan Model Pembelajaran Langsung Karakteristik Keterangan Tiap Siklus Jumlah siswa seluruhnya Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak 8 4 tuntas Rata rata nilai satu kelas 72,67 82,23 Prosentase ketuntasan 79,49% 89,74% klasikal (Sumber: Hasil Pengelolaan Data) Berdasarkan tabel 1 di atas maka hasil belajar siswa melalui post test selama dua siklus dapat disajikan dalam diagram 3 sebagai berikut: I II Diagram 3 Rata rata Nilai Satu Kelas pada Penilaian Post Test Hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran langsung Hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran langsung mengalami peningkatan pada tiap tiap siklus. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar siswa saat post test I dan post test II. 92

10 82,23 89,74% 72,67 79,49% (Sumber: Hasil Pengelolaan Data) Berdasarkan diagram 3 di atas diketahui bahwa rata rata hasil post test yang dicapai oleh siswa kelas XI IPS 4 pada model pembelajaran langsung mengalami peningkatan dimana pada siklus I rata rata hasil post test sebesar 72,67 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,23. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut ini merupakan penyajian prosentase ketuntasan klasikal melalui post test selama dua siklus yang disajikan dalam diagram 4 yaitu: Diagram 4 Prosentase Ketuntasan Klasikal pada Penilaian Post Test (Sumber: Hasil Pengelolaan Data) Berdasarkan diagram 4 diketahui bahwa ketuntasan belajar klasikal untuk post test mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 10,25%. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 79,49%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 89,74%. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh, maka tingkat ketuntasan per siklus adalah tuntas dikarenakan mengalami peningkatan dari siklus satu ke siklus dua. Hasil penelitian yang dilaksanakan pada kelas XII IPS 4 di SMA Negeri 11 Surabaya dengan menerapkan model pembelajaran langsung sesuai dengan penelitian I Wayan Distrik (2008), Luh Ririn Indahyani (2010), dan Sheila Kartikasari (2011) yang menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembeljaran langsung. Siswa menjadi lebih aktif dan lebih memamhami materi yang disampaikan. SIMPULAN 93

11 Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran langsung pada materi kertas kerja di SMA Negeri 11 Surabaya diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran langsung di kelas XI IPS 4 tergolong cukup baik karena mengalami peningkatan di setiap siklus. Pada siklus I nilai rata rata aktivitas guru sebesar 2,97. Pada siklus II nilai rata rata aktivitas guru meningkat menjadi 3,18 karena guru telah melakukan revisi dari siklus I. (2) Aktivitas siswa kelas XI IPS 4 dalam penerapan model pembelajaran langsung tergolong cukup baik karena mengalami peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II yaitu dari 2,97 menjadi 3,29. (3) Adanya penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 4. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya ketuntasan belajar siswa melalui post test. Pada siklus I secara klasikal memperoleh nilai sebesar 79,49% dan pada siklus II sebesar 89,74%. Saran Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat saran dari peneliti, antara lain: (1) Dalam penerapan model pembelajaran langsung diharapkan guru dapat lebih berinteraksi dengan para siswa untuk memberikan motivasi dan semangat agar siswa lebih aktif dan antusias dalam kegiatan belajar mengajar.(2) Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dalam penerapan model pembelajaran langsung harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. (3) Penerapan model pembelajaran langsung akan lebih efektif jika sesuai dengan sintaksnya dan lebih efisien dengan cara mengalokasikan waktu yang lebih baik dan mengatur skenario pembelajaran dengan baik. DAFTAR RUJUKAN Arends, I Richard Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arikunto, Suharsimi Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Indahyani, Luh Ririn Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa. Jurnal Pendidikan, (Online), Vol.3, No.3 ( nal/ _ pdf, diakses 27 Desember 2011). Kartikasari, Sheila Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Media Dokumen Transaksi untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa di SMK Paramitha Mojokerto. (Online), ( rticle/view/14026, diakses 27 Desember 2011). Sudjana, Nana Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sudjana, Nana Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sudrajat, Akhmad Penelitian Tindakan Kelas (Part II). (Online, m/2008/03/21/penelitian-tindakankelas-part-ii/, diakses 27 Desember 2011). Wayan Distrik, I Model Pembelajaran Langsung dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Aktivitas Konsepsi dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMAN 13 Bandar Lampung. 94

12 (Online), Vol. 6 No.1 ( h.html?act=tampil&id=6830&idc=3 2, diakses 27 Desember 2011). 95

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI Suci Rohayati & Dhiah Fitrayati Universitas Negeri Surabaya senouchi3@gmail.com Abstrak Melalui kegiatan

Lebih terperinci

Agung Listiadi dan Friska Imelda Sitorus Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK

Agung Listiadi dan Friska Imelda Sitorus Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 2 PADA KOMPETENSI DASAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA DI SMA NEGERI 18 SURABAYA Agung Listiadi

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI BERBASIS MACROMEDIA FLASH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI BERBASIS MACROMEDIA FLASH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI BERBASIS MACROMEDIA FLASH SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA Anis Nur Wahyuni Pendidikan Ekonomi, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah siswa kelas XI IPS-1 SMA Negeri 2 Salatiga. Jumlah siswa kelas XI IPS-1

BAB III METODE PENELITIAN. adalah siswa kelas XI IPS-1 SMA Negeri 2 Salatiga. Jumlah siswa kelas XI IPS-1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Tempat penelitian adalah SMA Negeri 2 Salatiga. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS-1 SMA Negeri 2 Salatiga. Jumlah siswa kelas XI IPS-1 SMA Negeri

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG Farraz Putri Febriani, Suminah PP3 Jalan Ir. Soekarno No. 1 Blitar

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI I PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI MELALUI MODEL KOOPERATIF SNOWBALL THROWING

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI I PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI MELALUI MODEL KOOPERATIF SNOWBALL THROWING PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI I PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI MELALUI MODEL KOOPERATIF SNOWBALL THROWING Iyailisa dan Sri Inah Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Demonstrasi Di Kelas IV SD Inpres VII Labuan Baru

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Demonstrasi Di Kelas IV SD Inpres VII Labuan Baru Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Demonstrasi Di Kelas IV SD Inpres VII Labuan Baru Yuli Kurniati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol. 1, No. 2, Desember 2016. Hal 199 208. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI)

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK Fandi Kurniawan Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS V SD NEGERI NO

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS V SD NEGERI NO MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS V SD NEGERI NO. 057752 Eridawati Guru Di SD Negeri No. 057752 Kampung Bali Surel : erida_wati@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 5-26 Januari di kelas VII MTs Tsamrotul Huda Jepara Tahun Ajaran 2009/2010.

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG

PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG Angela Merici Fina Indriani SMK Negeri 1 Pamekasan xie_sunset@yahoo.com

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas XI IPS 2 di SMA Negeri Arjasa Semester Genap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research), dimana

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research), dimana BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research), dimana mengandung

Lebih terperinci

Harun Nasrudin 1, Choirun Nisa 2.

Harun Nasrudin 1, Choirun Nisa 2. IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE) DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATERI POKOK PERUBAHAN FISIKA DAN PERUBAHAN KIMIA DI SMP NEGERI I JETIS MOJOKERTO Harun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah

BAB III METODE PENELITIAN. kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Berdasarkan pengalaman PPL selama 4 bulan.

BAB III METODE PENELITIAN. sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Berdasarkan pengalaman PPL selama 4 bulan. BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 28 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, di kelas II. Lokasi ini dipilih

Lebih terperinci

Oleh Rina Ermayanti 1, Otang Kurniaman 2, Lazim N 3

Oleh Rina Ermayanti 1, Otang Kurniaman 2, Lazim N 3 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III.A SDN 1 PEKANBARU Oleh Rina Ermayanti 1, Otang Kurniaman 2, Lazim N 3 Abstrak The application of direct instructional

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP Nuria, Edy Tandililing, Hamdani Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan Pontianak Email:

Lebih terperinci

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PLANTED QUESTION DI SDN 28 RAWANG TIMUR KECAMATAN PADANG SELATAN OLEH: SRI WAHYUNI NPM. 1110013411081 PROGRAM

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Menurut Suharsimi Arikunto penelitian tindakan

III. METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Menurut Suharsimi Arikunto penelitian tindakan III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Suharsimi Arikunto penelitian tindakan kelas

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Materi Keunggulan Lokasi Indonesia Melalui Pendekatan Problem Based Learning pada Siswa Kelas VII B SMPN 6 Kota Bima

Peningkatan Hasil Belajar Materi Keunggulan Lokasi Indonesia Melalui Pendekatan Problem Based Learning pada Siswa Kelas VII B SMPN 6 Kota Bima Peningkatan Hasil Belajar Materi Keunggulan Lokasi Indonesia Melalui Pendekatan Problem Based Learning pada Siswa Kelas VII B SMPN 6 Kota Bima Sitti Rahmah 1 1 SMPN 6 Kota Bima Email: 1 sittirahmah@gmail.com

Lebih terperinci

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta PENINGKATAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DI SD NEGERI 18 SUMEDANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Susi Yuliani 1, Erman Har

Lebih terperinci

PADA SISWA KELAS XI IPS 4 DI SMAN 1 BARABAI TAHUN PELAJARAN

PADA SISWA KELAS XI IPS 4 DI SMAN 1 BARABAI TAHUN PELAJARAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MATERI JURNAL PENYESUAIAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS XI IPS 4 DI SMAN 1 BARABAI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting 3.1.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Surabaya yang terletak di jalan Danau Towuti Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung.

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH : SUCI SEKARWATI NIM F15111030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VIII-U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VIII-U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VIII-U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Zuraidah Guru IPS SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel : zuraidahida867@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Bismar Yogaswara Universitas Negeri Malang

Bismar Yogaswara Universitas Negeri Malang PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 PURWOSARI KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS HIDROSFER SEMESTER GENAP 2011/2012

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN MELALUI METODE DEMONSTRASI. Mubarokah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN MELALUI METODE DEMONSTRASI. Mubarokah Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 4, Agustus 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN MELALUI METODE SD Negeri Kedungpatangewu, Kabupaten

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XI, No. 2, Tahun 2013 Annisa Rahmawati & Isroah 91-98

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XI, No. 2, Tahun 2013 Annisa Rahmawati & Isroah 91-98 PENGGUNAAN MEDIA LECTORA INSPIRE X.6 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA SMK MA ARIF 1 THE USE OF LECTORA INSPIRE X.6 MEDIA TO DEVELOP THE RESULT OF LEARNING ACCOUNTANCY STUDENT IN SMK MA

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP ARTIKEL PENELITIAN Oleh : ULLY FAKHRUNI NIM : F15111023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) 50 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Yunie Nurhazannah SMP Negeri 21 Pontianak E-mail: yunienurhazannah@gmail.com

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPIE STAD

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPIE STAD PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPIE STAD Nurliza SMP Negeri 1 Stabat, kab. Langkat e-mail: nurlizaroesdi@gmail.com Abstract: This study aims to determine the increase

Lebih terperinci

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IIC SDN 91 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IIC SDN 91 PEKANBARU 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IIC SDN 91 PEKANBARU Ermawati, Hamizi, Erlisnawati erma.wati233@yahoo.com, hamizipgsd@gmail.com,

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG Widya Danu Fadilah 1, Edrizon 1, Hendra Hidayat 1 1

Lebih terperinci

Kholifatul Maghfiroh, Asim, Sumarjono Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang

Kholifatul Maghfiroh, Asim, Sumarjono Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Disertai Penugasan Portofolio Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X-Cambridge MA Bilingual Batu Kholifatul Maghfiroh, Asim, Sumarjono Jurusan

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS INKUIRI DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS XA SMA NEGERI PASIRIAN LUMAJANG Intan Fitriani 1, Dewi Iriana 2,

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REDOKS

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REDOKS QUANTUM, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Vol. 8, No.1, 2017, 43-51 43 MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REDOKS Improving Students

Lebih terperinci

Langkah 1 : Penomoran Langkah 2 : Mengajukan Pertanyaan. Langkah 3 : Berpikir Bersama Langkah 4 : Menjawab METODE PENELITIAN

Langkah 1 : Penomoran Langkah 2 : Mengajukan Pertanyaan. Langkah 3 : Berpikir Bersama Langkah 4 : Menjawab METODE PENELITIAN Guru mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan dikelas. Pembelajaran dikelas haruslah dibuat menyenangkan sehingga siswa menjadi bersemangat dalam menerima pelajaran. Pada mata

Lebih terperinci

PENERAPAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN BLABAK 1 KANDAT KEDIRI

PENERAPAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN BLABAK 1 KANDAT KEDIRI Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 9 Bulan September Tahun 2016 Halaman: 1869 1873 PENERAPAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Menurut Zainal Aqib (2006:13), penelitian tindakan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikenal dan ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan, atau istilah dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

PADA KELAS X 3 SMA NEGERI 4 BARABAI TAHUN PELAJARAN

PADA KELAS X 3 SMA NEGERI 4 BARABAI TAHUN PELAJARAN MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH MATERI PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA YANG BERPENGARUH TERHADAP PERADABAN DI INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA KELAS X 3 SMA NEGERI

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN IPS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO 2014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN IPS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO 2014 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X A SMA ALKHAIRAAT PALU JURNAL Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu

Lebih terperinci

: PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN

: PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN Tugas Kegiatan Belajar II Tatang Kurniawan Judul Jurnal : PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR Norhasanah, M. Arifuddin Jamal, dan Suyidno FKIP Unlam

Lebih terperinci

Tjiptaning Suprihati, Mirisa Izzatun Haniyah. Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember

Tjiptaning Suprihati, Mirisa Izzatun Haniyah. Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DENGAN LKS INKUIRI PADA SISWA KELAS XI-TPHP SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut Classroom Action Research. Di mana merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP PENERAPAN METODE BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH : MUHAMAD SALEH AZIS NIM F15111009 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SD NEGERI 37 ALANG LAWEH PADANG Oleh RANTI EFRIZAL NPM 1210013411035 PROGRAM

Lebih terperinci

Anna Hartati MTs Negeri Barabai Abstract

Anna Hartati MTs Negeri Barabai Abstract MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IX H DI MTsN BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI

Lebih terperinci

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang.

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII-A MTs MIFTAHUL ULUM BATOK, MADIUN Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH SUNARTIYAH NIM F34211632 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWAKELAS VIII U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWAKELAS VIII U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWAKELAS VIII U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Rustini Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lubuk

Lebih terperinci

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN STRATEGI PQ4R PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 1 GERUNUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 JURNAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1, Maret 2015 MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau Classroom Action Research (CAR) yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas yang

Lebih terperinci

Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN 2 Dolonga Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN Wegga Maulina 1, Nurharmi 2, Yulfia Nora 1 1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

Jurusan Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya )

Jurusan Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya ) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN BANTUAN MEDIA POWERPOINT PADA KONSEP EKOSISTEM (Penelitian

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK

LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMA KASIH... iv ABSTRAK... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii

Lebih terperinci

PENINGKATAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DIPADU TALKING STICK

PENINGKATAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DIPADU TALKING STICK PENINGKATAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DIPADU TALKING STICK Lidya Yanuarta, Joko Waluyo, Suratno Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN 77 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN 77 PEKANBARU 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN 77 PEKANBARU Hatma, Jesi Alexander Alim, Syahrilfuddin misnariati@gmail.com, jesialexa@yahoo.com, via.syalisia@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG Afdanis ¹, Yusrizal ¹, Yulfia Nora ¹ Program studi Pendidikan Guru Sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Setting Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri Karangrejo 01 Kecamatan Juwana Kebupaten Pati pada siswa kelas 3 dengan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG BIOLOGI DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANAWA Nurmah nurmaharsyad@gmail.com

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR Fransisko Iko, K.Y.Margiyati, Siti Halidjah Program Studi PGSD Jurusan Pemdas FKIP Untan, Pontianak

Lebih terperinci

Pendahuluan. Meris et al., Meningkatkan Kemampuan Menulis...

Pendahuluan. Meris et al., Meningkatkan Kemampuan Menulis... 1 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI SUGESTIF MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN KEMUNINGSARI KIDUL 01 JEMBER (Improving the Fourth Grade Student's Writing Suggestive Narration

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR Oleh: Venny Eka Putri vennyekaputri882@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG Novi Harista Putri 1, M. Nursi 2, Hendrizal 1 1 Program

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 2016 ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY) Imam Rosyidi SDN Paciran I, Kecamatan Paciran, Kab.

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY) Imam Rosyidi SDN Paciran I, Kecamatan Paciran, Kab. Imam Rosyidi UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY) Imam Rosyidi SDN Paciran I, Kecamatan Paciran, Kab. Lamongan Abstrak: Tujuan penelitian tindakan ini

Lebih terperinci

Unesa Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2 No. 3 pp September 2013

Unesa Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2 No. 3 pp September 2013 PENERAPAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON DI KELAS X SMA WIDYA DARMA SURABAYA IMPLEMENTATION OF GROUP INVESTIGATION TOWARD STUDIED RESULT FOR HYDROCARBON TOPICS

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 03 Tahun 2016,

Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 03 Tahun 2016, Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 03 Tahun 2016, 951-956 Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengajarkan suatu keterampilan pada siswa yaitu model pembelajaran langsung.

Lebih terperinci

HURIYAH Program Studi Magister Pendidikan IPS Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

HURIYAH Program Studi Magister Pendidikan IPS Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA HIDROSFER DENGAN MODEL PENDEKATAN TEMATIK DI KELAS X 2 SMA PGRI 1 BANJARMASIN KOTA BANJARMASIN HURIYAH Program Studi Magister Pendidikan

Lebih terperinci

Dwi Ambarwati 1. PENDAHULUAN

Dwi Ambarwati 1.   PENDAHULUAN TERSEDIA SECARA ONLINE http://journal2.um.ac.id/index.php /jpg/ JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Tahun 22, No. 2, Juni 2017 Halaman: 76-84

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MELIHAT DAYA SERAP SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 29 MEDAN

PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MELIHAT DAYA SERAP SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 29 MEDAN PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MELIHAT DAYA SERAP SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 29 MEDAN T.SERI AMINAH Guru SMP Negeri 29 Medan Email : bangunsardiana@yahoo.com ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL Muryatin SDN Pakunden 1, Jalan Bogowonto 48A Kota Blitar E-mail: muryatin2@gmail.com Abstract: Improvement Efforts of Learning

Lebih terperinci

Purhandayani SMP Teuku Umar Semarang

Purhandayani SMP Teuku Umar Semarang Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 2, Oktober 2014 ISSN 2087-3557 PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATERI AJAR POWER POINT (PPt) SMP Teuku Umar Semarang Abstrak

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN POE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI Ksp

PENERAPAN PEMBELAJARAN POE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI Ksp G PENERAPAN PEMBELAJARAN POE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI Ksp Muhammad Sodikin, Masriani, Rody Putra Sartika Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Untan, Pontianak.

Lebih terperinci

Penggunaan Media Gambar PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Penggunaan Media Gambar PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Yeny Rakhmawati PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya Suprayitno PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya Abstrak

Lebih terperinci

PENERAPAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN

PENERAPAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENERAPAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN Setyo Eko Atmojo FKIP Universitas PGRI Yogyakarta email: SetyoAtmojo@yahoo.co.id (HP 085225998365)

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ELAS X-1 SMA NEGERI 12 BANJARMASIN MELALUI PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR Norhasanah, M. Arifuddin Jamal, dan Suyidno Program Studi

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PAIKEM DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL PAIKEM DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA PENERAPAN MODEL PAIKEM DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA Moh. Danang Bahtiar Pascasarjana UNESA danangbahtiar@yahoo.co.id Abstrak Tujuan

Lebih terperinci

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok. 1 Pendahuluan Penerapan Teori Bruner dalam Metode Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pokok Bahasan Keliling dan Luas Persegi dan Persegi Panjang Siswa Kelas III SDN Kemuningsari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kajian yang tidak pernah berhenti, dan upaya ke arah pendidikan yang lebih baik

BAB I PENDAHULUAN. kajian yang tidak pernah berhenti, dan upaya ke arah pendidikan yang lebih baik 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan utama manusia, karena dengan pendidikan manusia akan berdaya dan berkarya sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Lebih terperinci

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan 1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Sri Suwarni

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Sri Suwarni PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Sri Suwarni Guru SDN Mlirip1 Kec. Jetis Kabupaten Mojokerto ssuwarni.13@gmail.com Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian 1. Prosedur Penelitian Menurut pendapat Igak Wardhani dan Kuswaya Wihardit (2008:1.7) pengertian tindakan kelas yang merupakan terjemahan dari bahasa

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA OPEN ACCESS MES (Journal of Mathematics Education and Science) ISSN: 2579-6550 (online) 2528-4363 (print) Vol. 2, No. 2. April 2017 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Prambon kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2014 / 2015

BAB III METODE PENELITIAN. Prambon kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2014 / 2015 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di MI Ar Rosyad Simogirang kecamatan Prambon kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2014 / 2015 dengan

Lebih terperinci

Oleh. Ni Wayan Purni Lestari,

Oleh. Ni Wayan Purni Lestari, PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI PRACTICE-REHEARSAL PAIRS (PRAKTIK BERPASANGAN) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X TB4 SMK NEGERI 2 TABANAN TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung. 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Perumnas Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung

Lebih terperinci

Ratri Seto Karyaning Utami dan Eko Suprayitno Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya SMK Negeri 10 Surabaya

Ratri Seto Karyaning Utami dan Eko Suprayitno Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya SMK Negeri 10 Surabaya PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENYIAPKAN SPT TAHUNAN PPH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI Ratri Seto Karyaning Utami dan Eko Suprayitno Fakultas

Lebih terperinci