RIKA ZULFIA 1, AMRI 2.
|
|
|
- Bambang Kusumo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JIM EKM. 02(3): (2017) 63 ANALISIS PENGARUH CHALLENGE STRESSORS TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF DAN KINERJA DOSEN DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI PADA DOSEN UNIVERSITAS SYIAH KUALA RIKA ZULFIA 1, AMRI 2 1,2) Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Syiah Kuala [email protected] ABSTRACT This study aims to determine the effect of challenge stressors on affective commitment and lecturer performance with work engagement as a mediator. Empirical study was conducted on lecturers of Syiah Kuala University using questionnaires as research instruments, in which the sample in this study is 121 people who are lecturers who have structural positions. Non Probability Sampling is used as sampling technique with Purposive Sampling method. The Hierarchical Linear Modeling (HLM) method was used as a data analysis method using the IBM SPSS 20 software. The results of this study indicate that the challenge stressors have a positive and significant effect on the affective commitment of lecturer performance and work attachment, and the work attachment has positive and significant influence on affective commitment and The performance of lecturers in addition to the results obtained that the attachment of work mediate the positive influence of challenge stressors on affective commitment and lecturer performance. Keywords: Challenge Stressors, Organizational affectivejob performance, Collenge lecturer, dan Work Engagement PENDAHULUAN Pegawai yang memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi akan mempunyai semangat dan upaya ekstra untuk mengerjakan suatu pekerjaan meskipun mengalami kesulitan, merasa terlibat sangat kuat dalam suatu pekerjaan dan mengalami masa kebermaknaan, antusiame, kebanggaan, inspirasi dan tantangan, serta berkosentrasi penuh terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Komitmen afektif merupakan bentuk komitmen yang berpengaruh paling besar dan luas pada perilaku pegawai. Komitmen afektif merupakan employee s emotional attachment to, identification with, and involvement in the organization. Oleh karena itu, komitmen ini menjadi lebih penting dari yang lain, pendapat Meyer dan Allen (1991) juga diperkuat oleh Philips., 2009 (Fairuzzabadi dkk., 2011) yang menggambarkan pegawai yang berkomitmen
2 JIM EKM. 02(3): (2017) 64 afektif sebagai seseorang yang bekerja dengan melakukan berbagai usaha ekstra yang berlangsung terus menerus, memiliki kesetiaan atau loyalitas serta tetap bekerja untuk organisasi tersebut. Kinerja merupakan prestasi kerja, yaitu perbandingan antara hasil kerja dengan standar yang ditetapkan (Dessler, 2000:41).Kinerja Depdiknas (2004), menyatakan kinerja dosen adalah kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas yang dimiliki dosen dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya. Kinerja atau performansi dapat diartikan sebagai presentasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil kerja atau unjuk kerja (Lan, 2004, (Trisnaningsing: 2011). Sejalan dengan itu Smith (1982: 393 (Trisnaningsing: 2011) menyatakan, kinerja adalah..output drive from processes, human or otherwise. Jadi, kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Untuk lebih memahami tentang kinerja dosen. Brown, (Robbins, 2003) memberikan definisi keterikatan kerja sebagai identifikasi diri secara psikologis seorang pegawai dengan pekerjaannya, dan menganggap kinerjanya penting untuk dirinya, selain untuk organisasi pegawai dengan keterikatan kerja yang tinggi dengan kuat memihak pada pekerjaan yang dilakukan dan benar-benar peduli dengan jenis kerja itu. Pegawai yang memiliki keterikatan kerja yang tinggi akan bekerja lebih dari kata cukup baik, mereka bekerja dengan berkomitmen pada tujuan, menggunakan intelegensi untuk membuat pilihan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan suatu tugas, memonitor untuk memastikan apa yang mereka lakukan benar dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai serta akan mengambil keputusan untuk mengoreksi jika diperlukan (Bakker dan Leiter,2010). Menurut Crawford et al., (2010), challenge stressorsmenyebabkan emosi positif dan pengembangan atau pertumbuhan prestasi pribadi individu serta challenge stressors sebagai motivasi dancenderung meningkatkan waktu mereka dalam memenuhi tuntutan yang menantang.contohchallenge stressors termasuk beban kerja, waktu mendesak, tanggung jawab pekerjaan, dan kompleksitas pekerjaan. Challengestressorsterkait dengan berbagai sikap dan perilaku, termasuk kepuasan kerja, komitmen, kinerja tugas, keinginan berpindah, dan turnover. Pegawai yang memiliki jabatan fungsional (dosen) dan memiliki jabatan
3 JIM EKM. 02(3): (2017) 65 struktural cenderung meningkatkan waktu dan energi untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaannya, karena mereka menilai tuntutan ini sebagai tantangan, bermakna dan kesempatan untuk belajar, dan meningkatkan pengembangan pribadi. Sebagai contoh seperti beban kerja serta tanggung jawab yang mereka miliki dari dua jabatan tersebut. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Tridarma Perguruan Tinggi). Universitas Syiah Kuala merupakan suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Dosenatau pegawai yang memiliki jabatan fungsional di dalam sebuah perguruan tinggi pada suatu universitas merupakan bahagian yang sangat penting dalam sebuah universitas. Jabatan fungsional merupakan jabatan teknis yang tidak tercamtum dalam struktur organisasi, tetapi dari sudut pandang fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas pokok organisasi sebagai salah satu contohnya adalah dosen. Dalam menjalankan tugas profesionalnya dan sekaligus sebagai ilmuwan, dosen harus memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang harus dihayati dan dikuasai. Penelitian ini ditunjukan untuk dosenuniversitas Syiah Kuala karena seorang dosen dituntutuntuk mampu menjadipendidik professional danilmuan dengantugas mentransformasikan, mengembangkan,dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,teknologi,dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitianini yaitu bagaimana seorang pegawai yang memiliki jabatan fungsional (dosen) dan jabatan struktual baik didalam dan diluar Universitas akankah mampu memberikan tugas atau tanggung jawabnya sebagai seorang pegawai yang memiliki jabatan fungsional (dosen) semestinya dengan adanya beban kerja dan tanggung jawab pekerjaan dari jabatan struktural baik didalam dan diluar
4 JIM EKM. 02(3): (2017) 66 Universitas bagaimana dampaknya terhadap komitmen afektif dan kinerjanya dalam Universitas. Hasil prapenelitian yang peneliti lakukan dengan mewawancarai beberapa mahasiswa Universitas Syiah Kuala menunjukkan bahwa pegawai yang memiliki jabatan fungsional (dosen) belum sepenuhnya melakukan tugas dengan baik, bisa dilihat dari ketidaktepatan waktu mengajar sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh akademik. Dosen yang memiliki jabatan struktural didalam maupun diluar akan memiliki tanggung jawab yang tinggi, baik itu atas jabatan fungsional maupun jabatan struktural tidak memiliki cukup waktu dalam menyelesaikan tugas, beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. Seperti, seringnya ketidaktepatan waktu dalam mengajar, juga terdapat beberapa pertemuan dalam perkuliahan yang di batalkan, sehingga menyebabkan jam ganti kuliah dan itu menjadi keluhan para mahasiswa terutama mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Persepsi tersebut juga diperkuat dengan hasil wawancara dengan beberapa pegawai yang memiliki jabatan fungsional (dosen) dan beliau juga memiliki jabatan struktural didalam Universitas Syiah Kuala, mengatakan tantangan paling berat adalah mengatur waktu dalam proses mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ditambah lagi dengan tugas-tugas dan tanggung jawabnya pada jabatan strutural. Apabila ada kegiatan yang tidak terduga pada jabatan struktural maka akan menghambat kegiatan pada jabatan fungsional (dosen) seperti waktu mengajar, penelitian dan lain sebagainya. Menurut informasi yang peneliti dapatkan beliau merupakan dosen yang telah mengajar cukup lama di beberapa fakultas dalam Universitas Syiah Kuala, sehingga menurut beliau tidak perlu persiapan khusus untuk mengajar, mengapa demikian karena mata kuliah yang diajarkan sudah dalam jangka waktu lebih kurang 5 tahun dan setiap tahunnya matakuliah itu-itu saja yang beliau ajarkan, berbeda dengan jabatan struktural dalam hal ini beliau beranggapan bahwa dalam menjalankan tugas struktural beliau mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru. Dalam setiap organisasi, sangat dibutuhkan pegawai yang memiliki kinerja dan komitmen organisasi yang tinggi. Tingginya kinerja dan komitmen organisasi pegawai maka kelangsungan organisasi dapat terjaga, serta memberikan dampak positif pada organisasi seperti kualitas kerja dan tingginya kesadaran akan
5 JIM EKM. 02(3): (2017) 67 tanggung jawab terhadap organisasi. KAJIAN KEPUSTAKAAN Komitmen Afektif Mowday et al., (2001) menyatakan bahwa komitmen afektif adalah suatu hubungan yang kuat antara individu dengan organisasi yang diidentifikasi dengan keikutsertaannya dalam kegiatan organisasi. Komitmen afektif menjelaskan bagaimana sikap pegawai terhadap organisasi mereka secara umum dan mungkin mempengaruhi keputusan mereka untuk mencurahkan upaya pada pekerjaan mereka (Allen & Meyer: 1990). Kinerja Dosen Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama (Rivai dan Basri, 2005:50). Hal itu tercermin dalam kemampuan dosen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pengajar penelitidan dan pengadiannya. Kinerja seorang dosen bergantung pada kempuan profesional yang dimilikinya, tantangan tugas, dan tanggung jawab yang di pikulnya serta kemampuan pemimpin dalam mengarahkan tugas-tugas tersebut. Keterikatan Kerja Lockwood (2007) memberikan pengertian mengenai keterikatan kerja sebagai keadaan dimana seseorang mampu berkomitmen dengan organisasi baik secara emosional maupun secara intelektual. Pegawai yang engaged menyadari konteks bisnis dan bekerja dengan rekan-rekan sesama pegawai untuk meningkatkan kinerja dalam pekerjaan untuk kepentingan organisasi. Keterikatan kerja merupakan status keterikatan seorang pegawai terhadap lingkungan kerja atau perusahaan tempatnya bekerja. Artinya, kondisi dimana seorang pegawai merasa mempunyai ikatan yang sangat tinggi dengan lingkungan kerjanya, oleh karena itu pegawai dengan sukarela akan melakukan apapun untuk kemajuan organisasinya dengan terus berkontribusi secara optimal.
6 JIM EKM. 02(3): (2017) 68 Challenge Stressors Menurut (Cavanaugh et al., 2000) Challenge stressorsmengacu pada tuntutan pekerjaan yang dilihat oleh karyawan sebagai pengalaman kerja yang berharga yang menciptakan peluang untuk pertumbuhan pribadi. Contohchallenge stressors termasuk beban kerja, waktu mendesak, tanggung jawab pekerjaan, dan kompleksitas pekerjaan. Challengestressorsterkait dengan berbagai sikap dan perilaku, termasuk kepuasan kerja, komitmen, kinerja tugas, keinginan berpindah, dan turnover. Artinya, challenge stressorcenderung berhubungan positif dengan sikap dan perilaku yang menguntungkan. Challenge stressor telah membuktikan memicu motivasi dan kerja pegawai, karena mereka meningkatkan emosi positif, mendorong pertumbuhan pribadi, dan memberikan rasa prestasi pribadi (Lepine et al.,2005). Pengaruh Challenge Stressors Terhadap Komitmen Afektif Studi di literatur yang ada secara konsisten menunjukkan bahwa challenge stressors memicu kepuasan kerja pegawai, komitmen afektif, dan kinerja pegawai secara keseluruhan dan mengurangi niat pegawai untuk meninggalkan organisasi dan perilaku pencarian kerja (Boswell et al., 2004). Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis pertama sebagai berikut: H1 : Challenge Stressors terhadap Komitmen Afektif Pengaruh Keterikatan Kerja Terhadap Komitmen Afektif Pegawai yang memiliki keterikatan kerja yang tinggi akan bekerja lebih dari kata cukup baik, mereka bekerja dengan berkomitmen pada tujuan, menggunakan intelegensi untuk membuat pilihan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan suatu tugas, memonitor untuk memastikan apa yang mereka lakukan benar dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai serta akan mengambil keputusan untuk mengoreksi jika diperlukan (Bakker dan Leiter,2010).
7 JIM EKM. 02(3): (2017) 69 Berdasarkan penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis kedua sebagai berikut: H2 : Pengaruh Keterikatan Kerja terhadap Komitmen Afektif Keterikatan Kerja Memediasi Challenge Stressors Terhadap Komitmen Afektif Studi di literatur terdahulu secara konsisten menunjukkan bahwa Challenge Stressors memicu kepuasan kerja pegawai, komitmen afektif, dan kinerja pegawai secara keseluruhan dan mengurangi niat pegawai untuk meninggalkan organisasi dan perilaku pencarian kerja (Boswell et al., 2004). Pegawai cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memenuhi tuntutan yang menantang, karena mereka menilai tuntutan ini sebagai tantangan, bermakna, dan kesempatan untuk belajar, dan pertumbuhan (Crawford et al., 2010). Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis pertama sebagai berikut: H3 : Pengaruh Keterikatan Kerja memediasi Challenge Stressors terhadap Komitmen Afektif Pengaruh Challenge Stressors Terhadap Kinerja Dosen Studi di literatur yang ada secara konsisten menunjukkan bahwa Challenge Stressors memicu kepuasan kerja pegawai, komitmen afektif, dan kinerja pegawai secara keseluruhan dan mengurangi niat pegawai untuk meninggalkan organisasi dan perilaku pencarian kerja (Boswell et al., 2004).Kinerja merupakan prestasi kerja, yaitu perbandingan antara hasil kerja dengan standar yang ditetapkan (Dessler, 2000:41). Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis pertama sebagai berikut: H4 : Challenge Stressors terhadap Kinerja Dosen Pengaruh Keterikatan Kerja Terhadap Kinerja Dosen Pegawai yang memiliki keterikatan dengan pekerjaaan tidak menunjukkan kecanduan atau ketergantungan pada pekerjaan. Mereka menikmati hal-hal lain di luar pekerjaan dan tidak seperti pecandu kerja, mereka tidak bekerja keras kerena
8 JIM EKM. 02(3): (2017) 70 dorongan batin yang kuat dan tak tertahankan, tetapi kerena bagi mereka bakerja adalah menyenangkan (Bakker dan Leiter, 2010). Penelitian tentang konsekuensi dari tingginya keterikatan kerja telah menunjukkan hubungan dengan hasil yang positif terhadap kepuasan kerja, absensi yang rendah, turnover rendah, dan tingginya komitmen organisasi serta kinerja Pegawai (Schaufeli & Bakker 2004; Schaufeli, Salanova, et al., 2002). Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis kedua sebagai berikut: H5 : Pengaruh Keterikatan Kerja terhadap Kinerja Dosen Keterikatan Kerja Memediasi Challenge Stressors Terhadap Kinerja Dosen Studi di literatur yang ada secara konsisten menunjukkan bahwa challenge stressors memicu kepuasan kerja pegawai, komitmen afektif, dan kinerja dosen secara keseluruhan dan mengurangi niat pegawai untuk meninggalkan organisasi dan perilaku pencarian kerja (Boswell et al., 2004). Hubungan antara Challenge Stressors dengan keterikan kerja dapat diperbaiki dengan mempertimbangkan peranan mediating. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis pertama sebagai berikut: H6 : Pengaruh Keterikatan Kerja memediasi Challenge Stressors terhadap Kinerja Dosen Pengaruh Challenge Stressors Terhadap Keterikatan Kerja Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kelebihan beban kerja dan tanggung jawab pekerjaan sebagai indikator challenge stressors meningkatkan keterikatan kerja pegawai, karena pegawai melihat stres sebagai peluang untuk belajar, serta meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan pribadi mereka yang memiliki potensi untuk meningkatkan keuntungan dan emosi positif (Crawford et al., 2010). Kerja yang berlebihan mengacu pada "besarnya dirasakan tuntutan pekerjaan, peran, dan perasaan bahwa ada terlalu banyak hal yang harus dilakukan dan tidak cukup waktu untuk melakukannya" (Parasuraman et al., 1996: 280). Tanggung jawab pekerjaan mengacu pada jumlah tanggung jawab pada pekerjaan.
9 JIM EKM. 02(3): (2017) 71 Pegawai yang memiliki jabatan fungsional mempunyai tanggung jawab yang besar secara personal pada pekerjaannya. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis pertama sebagai berikut: H7 : Challenge Stressors terhadap Keterikatan Kerja Berikut ini adalah model kerangka penelitian: Gambar 1. Model Kerangka Penelitian H1 Komitmen Afektif (Y1) H3 H2 Challenge Stressors (X) H7 Keterikatan Kerja (Z) H6 H5 H4 Kinerja Dosen (Y2) METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah dosen yang memiliki jabatan fungsional dan jabatan struktural baik didalam maupun diluar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Teknik pengambilan sample (sampling) dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitianiniadalah sebanyak 121responden. Variabel Operasional Dalam penelitian ini untuk mengukur pengaruh variabel challenge stressors terhadap komitmen afektif dan kinerja dosen dengan keterikatan kerja sebagai pemediasi pada dosen Universitas Syiah Kuala banda Aceh, maka peralatan
10 JIM EKM. 02(3): (2017) 72 yangdi gunakan adalah Hierarchical Linear Modelling (HLM), Variabel operasional dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel terikat ataudependent variable a. Challenge Stressors(X) 2. Variabel bebas atauindependent variable a. Komitmen afektif (Y1) b. Kinerja dosen (Y2) 3. Variabel Mediasi a. Keterikatan kerja (Z) HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian merupakan hasil dari seperangkat indikator yang diperoleh dari hasil pembagian kuesioner sehingga data yang dihasilkan tersebut perlu dilakukan uji kebenaran atau validitas. Dalam penelitian ini pengujian validitas Variabel yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA). Selain itu, untuk menguji variabel saling berhubungan diperlihatkan oleh nilai determinasi (R) yang mendekati 0, nilai KMO (Keiser- Meyer-Olkin) harus lebih besar dari 0.5, uji Bartlett dan uji MSA (Measure of Sampling Adequency). Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas Challenge Stressors (X) No. Peryataan MSA KMO 1. X1 0, X2 0, X3 0, X4 0,807 0, X5 0, X6 0,714 Keterikatan Kerja (Z) No. Pernyataan MSA KMO 1. Z1 0, Z2 0, Z3 0, Z4 0,855 0, Z5 0, Z6 0,922
11 JIM EKM. 02(3): (2017) Z7 0, Z8 0,888 9, Z9 0, Z10 0, Z11 0, Z12 0, Z13 0, Z14 0, Z15 0, Z16 0,925 Komitmen Afektif (Y1) No. Pernyataan MSA KMO 1. Y11 0, Y12 0, Y13 0, Y14 0, Y15 0, Y16 0,875 0, Y17 0, Y18 0, Y19 0, Y110 0,845 Kinerja Dosen (Y2) No. Pernyataan MSA KMO 1. Y21 0, Y22 0, Y23 0, Y24 0, Y25 0, Y26 0,789 0, Y27 0, Y28 0, Y29 0, Y210 0, Z17 0,884 Sumber: DataPrimer (diolah), 2017 Uji Reabilitas Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2005). Teknik pengujian reliabilitas menggunakan koefisien alpha cronbach dengan taraf nyata 5%, jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis atau jika nilai alpha cronbach lebih besar daripada 0,6 maka item tersebut dinyatakan reliabel.
12 JIM EKM. 02(3): (2017) 74 Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Jumlah Cronbach s Alpha Keterangan 1 Challenge Stressors (X) 6 0,766 Handal 2 Keterikatan Kerja (Z) 17 0,930 Handal 3 Komitmen Afektif (Y1 10 0,868 Handal 4 Kinerja Dosen (Y2) 10 0,843 Handal Sumber: DataPrimer (diolah), 2017 Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa nilai cronbach salpha telah sesuai dengan kriteria yaitu diatas 0,6. Dengan demikian seluruh pertanyaan yang digunakan dalam variabel penelitian ini dapat dikatakan reliabel karena telah memenuhi kredibilitas standar cronbanch s alpha dengan nilai alpha yang lebih dari 0,6. Pengujian Hipotesis Analisis Regresi dalam penelitian ini menggunakan Hierarchical Linear Modelling (HLM), dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen challenge stressors terhadap variabel dependen yaitu komitmen afektif dan kinerja dosen dengan keterikatan kerja sebagai pemediasi. Berdasarkan pengujian regresi yang telah dilakukan menggunakan program bantuan komputer IBM SPSS 20, maka hasil pengujian hipotesis secara parsial dalam penelitian ini dapat dilihat padatabel 3 di bawah ini. Tabel 3.Hasil Pengujian Hipotesis H1,H2,H3 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) Challenge Stressors T Sig (Constant) Challenge Stressors Keterikatan Kerja a. Dependent Variable: Komitmen Afektif Sumber: Data Primer (diolah), 2017
13 JIM EKM. 02(3): (2017) 75 Analisis Pengaruh Challenge Stressors (X) terhadap Komitmen Afektif (Y1) Berdasarkan hasil pengujian regresi linear pada tabel 3 diatas dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y1 = 0,560X Berdasarkan Tabel 3. dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel challenge stressors sebesar menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) satu nilai pada variable challenge stressors akan memberikan kenaikan skor sebesar Koefisien variabel challenge stressors memengaruhi secara signifikan terhadap variable komitmen afektif. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel challenge stressors sebesar Artinya ketika challenge stressors pada pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan komitmen afektif pada dosen tersebut. Analisis Pengaruh Keterikatan Kerja (Z) terhadap Komitmen Afektif (Y1) Berdasarkan hasil pengujian regresi linear pada Tabel 3 diatas dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y1 = 0.401Z Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel keterikatan kerja sebesar 0,401 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variable keteriatan kerja akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,401. Koefisien variabel keterikatan kerja memengaruhi secara signifikan terhadap variabel komitmen afektif. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel keterikatan kerja sebesar Artinya ketika keterikatan kerja pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan komitmen afektif dosen tersebut.
14 JIM EKM. 02(3): (2017) 76 Analisis Pengaruh Challenge Stressors(X) terhadap Komitmen Afektif (Y1) dengan Keterikatan Kerja sebagai Pemediasi Berdasarkan hasil pengujian regresi linear pada Tabel 3 diatas dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y1 = 0.560X X Z Maka dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi challenge stressors (X) bernilai positif sebesar 0,560, artinya ketika challenge stressors pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan komimen afektif pada dosen tersebut dengan nilai signifikan sebesar Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afektif 0,338 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variable Z akan memberikan peningkatan skor sebesar 0,338. Koefisien variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afektif memengaruhi secara signifikan. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel Z sebesar 0,000. Tabel 4.Koefisien Korelasi dan Determinasi Keterikatan Kerja memediasi Pengaruh Challenge Stressors terhadap Komitmen Afektif Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate a b a. Predictors: (Constant), Challenge Stressors b. Predictors: (Constant), Challenge Stressors, Keterikatan Kerja c. Dependent Variable: Komitmen Afektif Sumber : Output SPSS 20 (diolah), 2017 Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS juga dapat diketahui keeratan hubungan antara variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afektif berdasarkan korelasi dan determinasi seperti yang dijelaskan pada Tabel 4 diatas. Berdasarkan Tabel 4, keeratan hubungan antara variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afktif dapat
15 JIM EKM. 02(3): (2017) 77 dikatakan erat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar (lebih besar dari 0.50), berarti bahwa tidak terjadinya autokorelasi dari model regresi diatas. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar (42,6%). Artinya, besarnya pengaruh variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afktif adalah sebesar 42,6% dan besarnya variabel lain (variabel yang tidak diteliti) yang dapat memengaruhi variabel komitmen afektif adalah sebesar 57.4%. (Catatan: Angka 57,4% diperoleh dari 100% - 42,6%). Tabel 5. Hasil Pengujian Hipotesis H4, H5, H6 Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) Challenge Stressors 2 (Constant) Challenge Stressors Keterikatan Kerja a. Dependent Variable: Kinerja Dosen Sumber: Data Primer (diolah), 2017 Analisis Pengaruh Challenge Stressors (X) terhadap Kinerja Dosen(Y2) Berdasarkan hasil pengujian regresi linear diatas pada Tabel 5 dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y2 = 0,570X Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel keterlibatan kerja sebesar 0,570 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) satu nilai pada variable challenge stressors akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,570. Koefisien variabel challenge stressors memengaruhi secara signifikan terhadap variable komitmen afektif. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel challenge stressors sebesar Artinya ketika challenge
16 JIM EKM. 02(3): (2017) 78 stressors pada pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan komitmen afektif pada dosen tersebut. Analisis Pengaruh Keterikatan Kerja (Z) terhadap Kinerja Dosen (Y2) Berdasarkan hasil pengujian regresi linear diatas pada Tabel 5 dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y2 = 0.456Z Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel keterikatan kerja sebesar menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variable keteriatan kerja akan memberikan kenaikan skor sebesar Koefisien variabel keterikatan kerja memengaruhi secara signifikan terhadap variabel komitmen afektif. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel keterikatan kerja sebesar Artinya ketika keterikatan kerja pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan komitmen afektif dosen tersebut. Analisis Pengaruh Challenge Stressors(X) terhadap Kinerja Dosen (Y2) dengan Keterikatan Kerja (Z) sebagai Pemediasi Berdasarkan hasil pengujian regresi linear pada Tabel 5 diatas dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Y2 = 0.570X X Z Maka dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi challenge stressors (X) bernilai positif sebesar 0.570, artinya ketika challenge stressors pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh meningkat, maka akan meningkatkan kinerja dosen pada dosen tersebut dengan nilai signifikan sebesar Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap komitmen afektif 0,318 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variable Z
17 JIM EKM. 02(3): (2017) 79 akan memberikan peningkatan skor sebesar 0,318. Koefisien variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap kinerja dosen memengaruhi secara signifikan. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi variabel Z sebesar 0,000. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS juga dapat diketahui keeratan hubungan antara variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap kinerja dosen berdasarkan korelasi dan determinasi seperti yang dijelaskan pada Tabel 6 berikut ini: Tabel 6. Koefisien Korelasi dan Determinasi Keterikatan Kerja memediasi Pengaruh Challenge Stressors terhadap Kinerja Dosen Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate a b a. Predictors: (Constant), Challenge Stressors b. Predictors: (Constant), Challenge Stressors, Keterikatan Kerja c. Dependent Variabel: Kinerja Dosen Sumber : Output SPSS 20 (diolah), 2017 Berdasarkan Tabel 6, keeratan hubungan antara variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap kinerja dosen dapat dikatakan erat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,686 (lebih besar dari 0,50), berarti bahwa tidak terjadinya autokorelasi dari model regresi diatas. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0,470 (47,0%). Artinya, besarnya pengaruh variabel keterikatan kerja memediasi pengaruh challenge stressors terhadap kinerja dosen adalah sebesar 47,0% dan besarnya variabel lain (variabel yang tidak diteliti) yang dapat memengaruhi variabel kinerja dosen adalah sebesar 53,0%. (Catatan: Angka 53,0% diperoleh dari 100% - 47,0%). Analisis Pengaruh Challenge Stressors (X) terhadap Keterikatan Kerja (Z) (H7) Hasil pengujian regresi untuk hipotesis ketujuh dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah challenge stressors berpengaruh terhadap keterikatan kerja. Adapun hasil pengolahan data dengan menggunakan regresi linear dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 7.
18 JIM EKM. 02(3): (2017) 80 Tabel 7. Hasil Pengujian H7 Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) Challenge Stressors a. Dependent Variable: Keterikatan Kerja Sumber: Data Primer (diolah), 2017 Berdasarkan hasil pengujian regresi linear diatas dapat dibuat garis persamaan linear dengan menggunakan HLM, maka dapat diuraikan sebagai berikut ini: Z = 0.552X Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel challenge stressors terhadap keterikatan kerja sebesar 0,552 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variable challenge stressors akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,552. Koefisien variabel challenge stressors memengaruhi secara signifikan terhadap variabel keterikatan kerja. Hal ini terlihat dari tingkat signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS juga dapat diketahui keeratan hubungan antara pengaruh variabel (X) challenge stressors terhadap variabel (Z) keterikatan kerja berdasarkan korelasi dan determinasi seperti yang dijelaskan pada Tabel 8 berikut ini: Tabel 8. Koefisien Korelasi dan Determinasi Pengaruh Challenge Stressors (X) terhadap Keterikatan Kerja (Z) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a a. Predictors: (Constant), Challenge Stressors b. Variable Dependent: Keterikatan Kerja Sumber : Output SPSS 20 (diolah), 2017 Berdasarkan Tabel 8, keeratan hubungan antara pengaruh variabel challenge stressors terhadap keterikatan kerja dapat dikatakan erat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,552 (lebih besar dari 0,50), berarti bahwa tidak terjadinya autokorelasi dari model regresi diatas. Selanjutnya nilai koefisien
19 JIM EKM. 02(3): (2017) 81 determinasi (R 2 ) sebesar 0,305 (30,5%). Artinya, besarnya pengaruh variabel challenge stressors terhadap keterikatan kerja adalah sebesar 30,5% dan besarnya variabel lain (variabel yang tidak diteliti) yang dapat memengaruhi variabel keterikatan kerja adalah sebesar 69,5%. (Catatan: Angka 69,5% diperoleh dari 100% - 30,5%). PENUTUP Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Challenge stressors berpengaruh positif terhadap komitmen afektif pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,560. Artinya ketika challenge stressors yang dimiliki oleh dosen tinggi, maka akan meningkatkan komitmen afektif pada dosen tersebut. Dosen yang mempunyai komitmen afektif yang tinggi akan mempunyai kesetiaan yang tinggi terhadap organisasinya, dan akan mudah untuk diberi motivasi karena mempunyai challenge stressors yang baik. 2. Keterikatan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen afektif pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,401. Artinya ketika keterikatan kerja yang dimiliki oleh dosen tinggi, maka akan meningkatkan komitmen afektif pada dosen tersebut. Dosen yang mempunyai komitmen afektif yang tinggi akan mempunyai kesetiaan yang tinggi terhadap organisasinya, dan akan mudah untuk diberi motivasi karena mempunyai keterikatan kerja yang baik. 3. Keterikatan kerja memediasi secara parsial pengaruh hubungan challenge stressors terhadap komitmen afektif pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,338. Artinya keteriatan kerja memiliki hubungan yang kuat dalam mempengaruhi challenge stressors dan komitmen afektif. Dosen dengan tingkat challenge stressors yang tinggi dapat menyelesaikan beban kerja dan tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya dengan baik serta dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama rekan kerjanya. 4. Challenge stressors berpengaruh positif terhadap kinerja dosen pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β)
20 JIM EKM. 02(3): (2017) 82 sebesar 0,570. Artinya ketika challenge stressors yang dimiliki oleh dosen tinggi, maka akan meningkatkan kinerja dosen pada dosen tersebut. Dosen yang mempunyai kinerja yang tinggi akan mempunyai kualitas dan kuantitas yang tinggi terhadap organisasinya. 5. Keterikatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,456. Artinya ketika keterikatan kerja yang dimiliki oleh dosen tinggi, maka akan meningkatkan kinerja pada dosen tersebut. Dosen yang mempunyai kinerja yang tinggi akan mempunyai kualitas dan kuantitas yang tinggi terhadap organisasinya. 6. Keterikatan kerja memediasi secara parsial pengaruh hubungan challenge stressors terhadap kinerja pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,318. Artinya keteriatan kerja memiliki hubungan yang kuat dalam mempengaruhi challenge stressors dan kinerja dosen. Dosen dengan tingkat challenge stressors yang tinggi dapat menyelesaikan beban kerja dan tanggung jawab yang telah dibebankan kepadanya dengan baik serta dapat meningkatakan kualitas dan kuantitas kinerjanya. 7. Challenge stressors berpengaruh positif terhadap keterikatan kerja pada dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan nilai koefisien regresi (β) sebesar 0,552. Artinya ketika challenge stressors yang dimiliki oleh dosen tinggi, maka akan meningkatkan keterikatan kerja pada dosen tersebut. Dosen yang mempunyai keterikatan kerja yang tinggi akan meningkatkan semangat kerja serta dedikasi yang tinggi terhadap organisasinya Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan di atas, maka dapat dirangkum beberapa saran sebagai berikut: 1. Menyusuri penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian ini agar didapat perbandingan-perbandingan yang menyeluruh dan lengkap sehingga penelitian selanjutnya diharapkan bisa menghasilkan hasil yang lebih baik dan akurat. 2. Menyusuri penelitian-penelitian yang relevan dengan penelitian ini agar didapat perbandingan-perbandingan yang menyeluruh dan lengkap sehingga
21 JIM EKM. 02(3): (2017) 83 penelitian selanjutnya diharapkan bisa menghasilkan hasil yang lebih baik dan akurat. 3. Penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih mendalam lagi mengenai challenge stressorsterhadap komitmen afektif dan kinerja dengan menggunakan variabel pemediasi dan objek penelitian lainnya, serta dalam jumlah sampel yang lebih besar sehingga lebih akurat. REFERENSI Allen, N.J., and Meyer, J.P (1990) The Measurement and Antecedents of Affective, Continuance, and Normative Commitment to Organization, Journal of Occupational Psychology, Vol. 63, Bakker, A. B., and Leiter, M. P (2010) Work Engagement: A Handbook of Essential Theory and Research. New York: Psychology Press. (2010) Where to go from here: Integration and Funture Research on Work Engagement. Integration And Future Research Baron, R. M. and Kenny, D. A (1986) The Moderator-Mediator Variable Distinction in Social Psychological Research: Conceptual, Strategic, and Statistical Considerations. Journal of Personality and Social Psychology, publish, Vol. 51(6), Cavanaugh, M.A., Boswell, W.R., Roehling, M.V., Boudreau, J.W (2000) An Empirical Examination of Self-Reported Work Stress Among U.S. Managers. J. Appl. Psychol. Vol. 85 (1), Crawford, E.R., LePine, J.A., Rich, B.L (2010) Linking Job Demands and Resources to Employee Engagement and Burnout: A Theoretical Extension And Meta-Analytic Test. J. Appl. Psychol. Vol. 95 (5), Dessler, Garry (2007) Manajemen Sumber Daya Manusia (Terj.). Jakarta: PT. Indeks Fairuzzabadi, Nurhalis, Farid (2011) Pengaruh Politik Organisasional Persepsian Pada Komitmen Afektif Dan Kepuasan Kerja: Ingrasiasi Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Pada Sekretariat Daerah Pemerintahan Aceh). KKI, Universitas Syiah Kuala. Ghozali, Imam (2005) Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Edisi 3. Semarang: Penerbit Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hair et al. (1998) Multivariate Data Analysis. 5 th Edition. New Jersey: Prentice Hall
22 JIM EKM. 02(3): (2017) 84 Kreitner, Robert dan kinicki, Angelo (2005) Perilaku Organisasi. Cetakan 5. Jakarta: Salemba Empat. LePine, J.A., Podsakoff, N.P., LePine, M.A (2005) A Meta-Analytic Test of The Chal- Lenge Stressor-Hindrance Stressor Framework: An Explanation For Inconsistent Relationships Among Stressors and Performance. Acad. Manage. J. publish, Vol. 48 (5), Lockwood, N. R (2007) Leveraging Employee Engagement for Competitive Advantage: HR s Strategic Role. SHRM Research. Quarterly, Luthans, Fred (2005) Organizational Behavior. New York: McGraw-hill. (2006) Perilaku Organisasi, Edisi 10, Yogyakarta: Penerbit Andi. Mathis, R.L. & J.H. Jackson (2006) Human Resource Management: Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia. Jakarta: Salemba Empat. Mowday, R.T., Porter, L. W.,& Steers, R.M Employee-Organization Linkages: The Psychology of Commitment, Absentecism, and Turnover. New York: Acamic Press Podsakoff, N.P., LePine, J.A., LePine, M.A (2007) Differential Challenge Stressor Hindrance Stressor Relationships with Job Attitudes, Turnover Intentions, And Withdrawal Behavior. J. Appl. Psychol, Vol. 92 (2), Rivai, Vethzal & Basri (2005) Peformance Appraisal: Sistem yang tepat untuk Menilai Kinerja Pegawai dan Meningkatkan Daya Saing Perusahan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Robbins, Stephen P (2001) Organizational Behavior 9th Edition. New Jersey: Prentice-Hall, inc. (2003) Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia (2006) Perilaku Organisasi. Jakarta: PT Indeks, Kelompok Gramedia Schaufeli, W.B., Salanova, M., Gonzalez-Roma, V. & Arnold B. Bakker The Measurement of Engagement and Burnout: A Two Sample Confirmatory Factor Analytic Approach, Journal of Happiness Studies, Vol. 3, Sinambela, Lijan Pltak., dkk (2012) Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan Implikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu Trisnaningsih, Sri (2011) Faktor-FaktorYang Mempengaruhi Kinerja Dosen Akuntansi. Jurnal Akuntansi & Auditing, Vol. 8(1), 1-14
23 JIM EKM. 02(3): (2017) 85 Umar, husein (2007) Metode penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan: Studi Empiris Pada Karyawan Non Medis Rumah Sakit
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan: Studi Empiris Pada Karyawan Non Medis Rumah Sakit Kristanty Nadapdap 1, Winarto 2 1,2 Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Methodist Indonesia
Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasional Pada Karyawan Pt. Sekar Laut Di Surabaya
Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasional Pada Karyawan Pt. Sekar Laut Di Surabaya Sean Wijaya 3103008277 [email protected] ABSTRACT To be able to survive
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. disebarkan sebanyak 45 kuesioner dan yang dapat diolah sebanyak 40 kuisioner. Grafik 4.1.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden Penelitian ini ditujukan pada bank yang berada di Bandung Pusat dengan responden bersyarat yaitu seorang manajer bank. Dalam hal ini peneliti
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. INDYFERYTO GROUP YOGYAKARTA
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. INDYFERYTO GROUP YOGYAKARTA Dwi Haryanto Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN HIGH POINT SERVICED APARTMENT SURABAYA
AGORA Vol. 4, No. 2, (2016) 389 PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN HIGH POINT SERVICED APARTMENT SURABAYA Rossalia Mahadewi Tanuwijaya dan Dhyah Harjanti
ANALISIS PENGARUH SISTEM KOMPENSASI, KEPUASAN KERJA KARYAWAN DAN STRESS KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. VALVEINDO TEKNIK PRATAMA
ANALISIS PENGARUH SISTEM KOMPENSASI, KEPUASAN KERJA KARYAWAN DAN STRESS KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. VALVEINDO TEKNIK PRATAMA Dwi Putra Sugianto Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas
BAB V. Simpulan dan Saran. sebelumnya, maka fakta yang didapat dari penelitian ini : Hasil analisis Kepuasan kerja pada PT.Telkom Indonesia.
BAB V Simpulan dan Saran 5.1 Simpulan Berdasarkan uraian dan analisa yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka fakta yang didapat dari penelitian ini : 5.1.1. Hasil analisis Kepuasan kerja pada
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO
60 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO OLEH : Kusmoro 1), Achmad Sudjadi 2) 1) Alumni Fakultas Ekonomi
BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui
BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai
BAB IV PEMBAHASAN Pengumpulan Data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak 216 set pada mahasiswa pascasarjana STIEPARI Semarang yang berstatus sebagai
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Cecep Hidayat 1 ; Ferdiansyah 2 1,2 Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Bina Nusantara University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Kemanggisan,
BAB IV METODE PENELITIAN. biasa disebut dengan desain kausal atau desain pengujian hipotesis. Studi
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Jenis/Desain Penelitian Penulis menggunakan explanatory research. Jenis ini menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Jenis desain
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI VARIABEL INTERVENING KOMITMEN ORGANISASI PADA CV. AUTO 99 MALANG
28 Jurnal JIBEKA Volume 11 No 7 Agustus 2017 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI VARIABEL INTERVENING KOMITMEN ORGANISASI PADA CV. AUTO 99 MALANG Tatik Budiarti M.Bukhori Dosen
Pengaruh Stres, Kepuasan, dan Komitmen Organisasional terhadap Turnover Intention pada Karyawan Telkomsel Distribution Center Kabupaten Jember
Pengaruh Stres, Kepuasan, dan Komitmen Organisasional terhadap Turnover Intention pada Karyawan Telkomsel Distribution Center Kabupaten Jember The Influence of Stress, Satisfaction, and Organizational
PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK
PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK Yulisa Gardenia Email : [email protected] Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100 Depok. ABSTRAK Tujuan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer. mengenai kepemimpinan transformasional, work engagement, kinerja, dan OCB.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data 1. Data Primer Data primer menurut Sekaran (2006) adalah data yang mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA KARTU AS
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA KARTU AS Alfian Raharjo [email protected] Abstrak Perkembangan telekomunikasi saat ini semakin
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KARYAWAN PT. CITRA SUKAPURA MEGAH
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KARYAWAN PT. CITRA SUKAPURA MEGAH INFLUENCE OF JOB SATISFACTION TO ORGANIZATIONAL COMMITMENT AT PT. CITRA SUKAPURA MEGAH Sandrina Wina Pratiwi
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam bab ini akan disajikan gambaran umum penelitian, hasil uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif tiap variabel, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis
HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP INTENSI KELUAR KARYAWAN PADA PT. PURNA GRAHA ABADI TASIKMALAYA. Oleh: Reza Rizky Aditya
HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP INTENSI KELUAR KARYAWAN PADA PT. PURNA GRAHA ABADI TASIKMALAYA Oleh: Reza Rizky Aditya Abstrak Sumber daya manusia salah satu sumber daya perusahaan
PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE, MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PO SUMBER ALAM
1 PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE, MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PO SUMBER ALAM Gigih Budi Pramuktiarto Email: [email protected] Esti Margiyanti Utami, S.E.,
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris apakah masing-masing unsur motivasi yang meliputi: motivasi
: Zerry Olander Npm : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Lies Handrijaningsih., SE.,MM
PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PATCO ELEKTRONIK TEKNOLOGI GOBEL INDUSTRIAL COMPLEX Nama : Zerry Olander Npm : 15209193 Jurusan : Manajemen
Tabel 4.1 Karakteristik Responden
BAB IV ANALISIS DATA Dalam bab ini akan disajikan gambaran umum penelitian, hasil uji validasi dan realibilitas, statistik deskriptif tiap varibel, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis dan pembahasan
PENGARUH KEADILAN TERHADAP KINERJA ANGGARAN DENGAN KEPUASAN ANGGARAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING. Yoshi Levina 1. Ranto P Sihombing 2.
PENGARUH KEADILAN TERHADAP KINERJA ANGGARAN DENGAN KEPUASAN ANGGARAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Yoshi Levina 1 Ranto P Sihombing 2 Abstrak Kinerja anggaran merupakan pencapaian target anggaran. Target
BAB 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN HASIL
BAB 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam bab ini akan disajikan gambaran umum penelitian, hasil uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif tiap variabel, pengujian hipotesa dan pembahasan data.
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI KARYA ILMIAH Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Nurkhasanah Universitas Muhammadiyah Purworejo
1 Pengaruh Motivasi Personal, Motivasi Sosiologis, dan Motivasi Institusional Terhadap Terjalinnya Pemasaran Relasional Pada Konsumen Bisnis Eceran Modern (Survei Pada Konsumen Sarinah Supermarket di Purworejo)
PENGARUH BUDAYA ORGANISASIONAL DAN MOTVASI TERHADAP KINERJA GURU DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL
PENGARUH BUDAYA ORGANISASIONAL DAN MOTVASI TERHADAP KINERJA GURU DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL (Studi pada Guru SD di UPT Dindikbud Doro Kabupaten Pekalongan Supardi Universitas Stikubank Semarang
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO Ahmad Mustakim 10213444 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Seorang pemimpin juga merupakan merupakan salah satu cara
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember)
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember) Eta Setyawan Suseno Djamhur Hamid Ika Ruhana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMENGARUHI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA DI KOTA BEKASI
FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMENGARUHI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA DI KOTA BEKASI Izzati Amperaningrum 1 Annisa Putri 2 Fakultas Ekonomi Universitas
ANALISIS PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) BATUJAMUS/KERJOARUM KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI
ANALISIS PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) BATUJAMUS/KERJOARUM KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Jamali, SE, MM
Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) usantara Aceh Timur Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Responden Penelitian Sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai hasil penelitian ini, terlebih dahulu akan dibahas mengenai gambaran umum
ENYKA CUMALLA SARI B100
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat
Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon V PT. Pindad (Persero) *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP DISIPLIN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Karyawan AJB Bumiputera 1912 Cabang Celaket Malang)
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP DISIPLIN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN (Studi Pada AJB Bumiputera 1912 Cabang Celaket Malang) Maulya Septiani Bambang Swasto Sunuharyo Arik Prasetya Fakultas Ilmu
BAB V PEMBAHASAN. Pembahasan ini diarahkan untuk menganalisis pengaruh variabel. independen (motivasi) terhadap variabel dependen (kinerja) pada BPRS
BAB V PEMBAHASAN Pembahasan ini diarahkan untuk menganalisis pengaruh variabel independen (motivasi) terhadap variabel dependen (kinerja) pada BPRS Mandiri Mitra Sukses di Gresik. Selain itu untuk mengetahui
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MEDIASI MOTIVASI KERJA
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MEDIASI MOTIVASI KERJA (Studi pada PNS di Sekretariat Daerah Kabupaten Demak). Oleh: Muhammad Amri*) Abstraksi Penelitian
[JURNAL ECOBISMA] Vol. 4 No. 1 Jan 2017 PENGARUH KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN (STUDI KASUS PT. EVANS INDONESIA KAB.
PENGARUH KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN (STUDI KASUS PT. EVANS INDONESIA KAB. LABUHANBATU Hayanuddin Safri Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Labuhanbatu ABSTRAK Penelitian
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Kampung Batik Laweyan Surakarta)
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Kampung Batik Laweyan Surakarta) ARTIKEL PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Survey Peneliti menyebarkan kuesioner pretest kepada 30 orang responden, yaitu pelanggan PT Asuransi Ramayana Tbk. Kemudian peneliiti melakukan uji reliabilitas
PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA (SMK) TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA PEGAWAI PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH
PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA (SMK) TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA PEGAWAI PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH Yunitasari, Putut Haribowo, dan Hadiahti Utami Jurusan Administrasi Niaga,
FAKTOR-FAKTOR KUNCI YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG. Ely Sulistiyowati. Abstraksi
FAKTOR-FAKTOR KUNCI YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Ely Sulistiyowati Abstraksi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu,
Prosiding Manajemen ISSN:
Prosiding Manajemen ISSN: 2460-8165 Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Divisi Broadband The Influence of Emotional Intelligence
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. website, uji validitas dan reabilitas, uji asumsi, analisis regresi linear berganda.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas mengenai hasil dari analisis yang dilakukan. Hasil dan pembahasan ini terdiri dari gambaran umum responden, kualitas website, uji validitas dan reabilitas,
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEMAMPUAN SDM TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN PENSERTIFIKATAN HAK ATAS TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KOTA TANGERANG
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEMAMPUAN SDM TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN PENSERTIFIKATAN HAK ATAS TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KOTA TANGERANG Dudung Hadiwijaya, Rabitha Fazira [email protected],
BAB III PENYAJIAN DATA. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh yang signifikan antara variabel
BAB III PENYAJIAN DATA A. Pengenalan Penelitian ini meneliti tentang pengaruh yang signifikan antara variabel iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan. Lokasi penelitian ini di Kisel berada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Amarta Multi Corporation. bagi industri. Berdiri di Yogyakarta sejak tahun 2004.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Amarta Multi Corporation Amarta Multi Corporation adalah sebuah perusahaan penyedia jasa pelatihan dan konsultasi Sumber Daya Manusia bagi industri.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan sebagai berikut : 1. Hipotesis 1 yang menyatakan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap
ANALISA PENGARUH MOTIVASI, KEPUASAN KERJA, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DI RESTORAN PAVILLION J.W.
ANALISA PENGARUH MOTIVASI, KEPUASAN KERJA, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DI RESTORAN PAVILLION J.W. MARRIOTT SURABAYA Inggrid Tanuwijaya, Danny Wu Pramudistya Manajemen Perhotelan,, Surabaya,
ABSTRAK. Kata-kata kunci: komitmen organisasional, dan kinerja karyawan
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh ketiga dimensi komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan. Populasi penelitian ini terdiri atas 93 orang karyawan yang
Adelia Lukyta Arumsari 1 I Ketut Budiartha 2 ABSTRAK ABSTRACT
ISSN : 2337-3067 E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 5.8 (2016): 2297-2304 PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR, ETIKA PROFESI, BUDAYA ORGANISASI, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang
56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Variabel Penelitian Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada
ANALISIS PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL COMMITMENT DAN DAMPAKNYA PADA TURNOVER INTENTION
ANALISIS PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL COMMITMENT DAN DAMPAKNYA PADA TURNOVER INTENTION Angela Desiana Natasya Universitas Bina Nusantara, Jalan Kebun Jeruk Raya No.
PENGARUH KINERJA, KEPUASAN KERJA DAN SENIORITAS TERHADAP PENETAPAN GAJI KARYAWAN DI PERUSAHAAN PT. HERO SUPERMARKET, Tbk
PENGARUH KINERJA, KEPUASAN KERJA DAN SENIORITAS TERHADAP PENETAPAN GAJI KARYAWAN DI PERUSAHAAN PT. HERO SUPERMARKET, Tbk Zulian Yamit Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Viviria Fakultas Ekonomi
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. ANALISIS HASIL 1. Hasil Sampling Responden dalam hasil penelitian ini adalah wajib pajak badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kembangan
Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh dimensi kualitas layanan dalam. menciptakan Word of Mouth (WOM) pada Klinik Kecantikan Kusuma di Bandar
37 III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh dimensi kualitas layanan dalam menciptakan Word of Mouth (WOM) pada Klinik Kecantikan Kusuma di Bandar Lampung.
PENGARUH KONFLIK PERAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA (STUDI PEGAWAI DIVISI KONSTRUKSI IV
Diana Putri Widiasari, Budiono PENGARUH KONFLIK PERAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA (STUDI PEGAWAI DIVISI KONSTRUKSI IV di PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk. SURABAYA) Diana Putri Widiasari
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum responden Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Kampus Meruya Jakarta,
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BFI FINANCE INDONESIA, TBK PEKANBARU.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BFI FINANCE INDONESIA, TBK PEKANBARU Oleh Taruli Viona Margaretha Aruan (email: [email protected], Hp: 081371119806)
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Karakteristik Responden Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau kondisi responden yang dapat memberikan informasi tambahan
Ananda Eka Puteri Hamidah Nayati Utami Ika Ruhana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
PENGARUH ORGANIZATIONAL STRESSOR TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Karyawan Pt Telkom Indonesia Tbk Witel Jatim Selatan Malang) Ananda Eka Puteri Hamidah Nayati Utami Ika
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis pada bab ini dilakukan dari hasil kuisioner yang telah dikumpulkan. Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan yang memiliki hubungan kerja dalam pemanfaatan
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (BPM) KOTA BANDA ACEH
ISSN 2302-0199 11 Pages pp. 56-66 PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (BPM) KOTA BANDA ACEH Fakrul Razi 1, Amri 2, Sofyan Idris 3 1) Magister Manajemen Program 2)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang telah dilakukan. Hasil dan pembahasan ini terdiri dari kualitas website, uji
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas mengenai hasil dan pembahasan dari analisis yang telah dilakukan. Hasil dan pembahasan ini terdiri dari kualitas website, uji validitas dan reliabilitas,
VERONIKA SELVIATI. Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BIDANG PENDAPATAN, BIDANG ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN DPPKAD KOTA TANJUNGPINANG VERONIKA SELVIATI Fakultas Ekonomi
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR CABANG MAKASSAR
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR CABANG MAKASSAR Oleh: Nining Email : [email protected] Pembimbing I : Hasanuddin Remmang
BUDAYA KERJA, KOMITMEN PEGAWAI DAN KINERJA PEGAWAI
281 BUDAYA KERJA, KOMITMEN PEGAWAI DAN KINERJA PEGAWAI Thianggor Siregar Program Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kampus Bina Widya Jl. H.R. Soebrantas,
PENGARUH DUKUNGAN SUPERVISOR DAN PEMBERDAYAAN TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
PENGARUH DUKUNGAN SUPERVISOR DAN PEMBERDAYAAN TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Tinjung Desy Nursanti; Aida Dwi Anissa Management Department, School of Business Management, BINUS University
Pengaruh Budaya Organisasional terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan PT Coca-Cola Distribution Indonesia, Surabaya
VOL. 5 (2): 94-103, 2011 Pengaruh Budaya Organisasional terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan PT Coca-Cola Distribution Indonesia, Surabaya Nuruni Ika Kusuma Wardhani Universitas Pembangunan Nasional
PENGARUH RELATIONSHIP QUALITY
PENGARUH RELATIONSHIP QUALITY PADA LOYALITAS NASABAH (SURVEI PADA PD. BPR BANK PURWOREJO) Oleh Sumaryatun Universitas Muhammadiyah Purworejo [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini akan menjelaskan mengenai objek dan subjek penelitian, jenis data
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan mengenai objek dan subjek penelitian, jenis data teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional, pengujian kualitas instrumen
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tempat hiburan yang dinamakan QYU-QYU Karaoke ini terbentuk berkat
58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penetian 4.1.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan yang bergerak dibidang jasa hiburan ini bukanlah satusatunya peusahaan peneyedia jasa hiburan
PENGARUH IKLIM ORGANISASI, ETOS KERJA DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PT. ARUN NGL LHOKSEUMAWE ACEH
ISSN 2302-0199 10 Pages pp. 98-107 PENGARUH IKLIM ORGANISASI, ETOS KERJA DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PT. ARUN NGL LHOKSEUMAWE ACEH Ramli Dodi 1, Mukhlis Yunus 2,
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang
Lucky Satriawan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
ANALISIS PENGARUH PANGSA PASAR, MANFAAT (BENEFIT), DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PELAKU USAHA DALAM MEMILIH PAMERAN SEBAGAI SARANA PROMOSI PRODUK TANAMAN HIAS Lucky Satriawan Mahasiswa Prodi Manajemen
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL (Studi pada Dosen Universitas Sultan Fatah Demak) Oleh : Muhammad Amri*) Abstraksi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. membuktikan diri sebagai Bimbingan belajar terbaik dan terbesar di Indonesia.
1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan Ganesha Operation telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Indonesia sejak 1984. Sejak saat itu, Ganesha Operation terus
LAMPIRAN A KUESIONER
LAMPIRAN A KUESIONER KUESIONER Topik : Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Karyawan PT Rodeo Prima Jaya Semarang Dengan Hormat, Sehubungan dengan
PENGALAMAN AUDIT SEBAGAI EKSPLANASI PERTIMBANGAN AUDITOR DENGAN MODERASI KREDIBILITAS KLIEN
ISSN : 2337-3067 E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 4.09 (2015) : 599-610 PENGALAMAN AUDIT SEBAGAI EKSPLANASI PERTIMBANGAN AUDITOR DENGAN MODERASI KREDIBILITAS KLIEN Made Edy Septian Santosa
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kepada 80 responden yang ada di Bank Sinarmas KCP Tanah Abang.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada sub bab ini penulis akan mencoba untuk menganalisa data yang telah diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diolah. Kuesioner dibagikan kepada 80 responden
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Kelamin N Presentase (%) Laki-laki % Perempuan 90 45% Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskripsi Subyek Pada bagian ini, peneliti akan mendeskripsikan skor budaya organisasi dan keterikatan kerja. Peneliti mendeskripsikan skor budaya organisasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA JATISOBO POLOKARTO SUKOHARJO
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA JATISOBO POLOKARTO SUKOHARJO Fella Ulvathunia Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam
PENGARUH KOMPENSASI, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DEVI PUSPITO SARI B
PENGARUH KOMPENSASI, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DEVI PUSPITO SARI B100 130 060 PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen.
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alamat: Jalan Lingkar Selatan,
HUBUNGAN ANTARA SELF DETERMINATION DENGAN KETERIKATAN KERJA (WORK ENGAGEMENT) PADA KARYAWAN PT JAPFA COMFEED INDONESIA CABANG SIDOARJO
HUBUNGAN ANTARA SELF DETERMINATION DENGAN KETERIKATAN KERJA (WORK ENGAGEMENT) PADA KARYAWAN PT JAPFA COMFEED INDONESIA CABANG SIDOARJO ARIANI Program Studi Psikologi, Universitas Brawijaya Malang [email protected]
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk. CABANG BANJARMASIN. Erni Alfisah* dan Selamet Sutopo**
Al Ulum Vol.63 No.1 Januari 015 halaman 7-33 7 ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk. CABANG BANJARMASIN Erni Alfisah* dan Selamet Sutopo** ABSTRAK
Silvia Indra Mustika Kusdi Rahardjo Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang ABSTRACT
PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (Studi pada Staf Medis Rumah Sakit Lavalette Malang) Silvia Indra Mustika Kusdi Rahardjo
BAB I PENDAHULUAN. Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting untuk melaksanakan kegiatan. Mereka memberi pengaruh besar terhadap kondisi perusahaan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kuesioner sebanyak 30 item pernyataan, yang terdiri dari 20 item pernyataan
38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penyebaran Kuesioner Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner pada karyawan PT BPRS Bangun Drajat Warga
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil populasi pada karyawan PT Kereta Api Indonesia
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengambil populasi pada karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sub duvisi regional III.2 Tanjung Karang yang berlokasi di JL. Teuku
