BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Sekilas Tentang Kabupaten Bungo-Tebo Hingga tahun 1999, Kabupaten Bungo-Tebo masih berada di dalam satu kabupaten. Secara administrative, kabupaten ini adalah kabupaten yang berada di Provinsi Jambi. Kabupaten Bungo-Tebo terletak antara Lintang Selatan dan antara Bujur Timur. Daerah ini beriklim tropis dengan luas wilayah hektar ( km 2 ). Kabupaten ini dibatasi oleh beberapa kabupaten lainnya yaitu: Sebelah utara : Berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu Riau Sebelah selatan : Kabupaten Sarolangun Bangko Sebelah barat : Kabupaten Kerinci dan Provinsi Sumatara Barat Sebelah timur : Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tanjung Jabung Wilayah Kabupaten Bungo-Tebo terdiri dari 12 kecamatan, 12 kelurahan dan 213 desa. Ketika masih menjadi satu kabupaten, kecamatan di Kabupaten Bungo-Tebo terdiri dari Kecamatan Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Muara Bungo, Tebo Ilir, Tebo Ulu, Tebo Tengah, Rimbo Bujang, Jujuhan, Tanah Sepenggal, Pelepat, Perwakilan Sumay, Perwakilan Tujuh Koto. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang cukup banyak dilalui oleh anak sungai, yaitu tujuh anak sungai. Sebagai wilayah yang terletak di kawasan tropis, kabupaten ini termasuk wilayah yang sebagian besar wilayahnya berada di dataran rendah. Hingga tahun 1998, kabupaten ini terus berkembang, terutama untuk wilayah bagian Bungo. Jumlah penduduk juga terus bertambah, dimana pada tahun 1998, jumlah penduduk di Kabupaten ini adalah jiwa, dengan jiwa laki-laki dan jiwa perempuan. Jumlah ini bertambah kurang lebih 3000 jiwa dari tahun sebelumnya. Konsentrasi terbesar penyebaran penduduk berada di Kecamatan Rimbo Bujang, yang pada perekembangannya menjadi wilayah rebutan dua kabupaten baru yang terbentuk. Sebelum di pisah menjadi dua kabupaten, Kabupaten Bungo-Tebo sudah memiliki dua wilayah kewedanaan, dimana terdapat dua wilayah pembantu bupati. Dua kewedanaan tersebut adalah kewedanaan Bungo yang terdiri dari 34

2 kecamatan Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Muara Bungo, Jujuhan, Tanah Sepenggal, dan Pelepat. Kewedanaan lainnya adalah Kewedanaan Tebo yang terdiri dari Tebo Ilir, Tebo Tengah, Tebo Ulu, Perwakilan Sumay, dan Perwakilan Tujuh Koto. Sedangkan untuk wilayah Rimbo Bujang, wilayahnya terbagi dua, dimana sebagian masuk ke kewedanaan Bungo dan masuk ke Kewedanaan Tebo. Hal ini karena kecamatan ini merupakan daerah transmigrasi, yang tanah atau wilayahnya adalah milik penduduk asli yang diberikan kepada transmigran berdasarkan keputusan pemerintah, sehingga wilayah ini berada di dalam kedua kewedanaan yang ada. Dari masing-masing kewedanaan ini, terdapat wilayah pembantu bupati, dimana wilayah pembantu bupati untuk Kewedanaan Bungo berada di Kecamatan Tanah Tumbuh, dan wilayah pembantu bupati Kewedanaan Tebo berada di wilayah Muara Tebo atau Kecamatan Tebo Ulu. Dengan berpatokan pada dua kewedanaan inilah, batas-batas wilayah untuk pemekaran wilayah kabupaten ini diputuskan. 4.2 Sekilas Tentang Kabupaten Bungo Ketika Kabupaten Bungo-Tebo dimekarkan, salah satu kabupaten yang terbentuk adalah Kabupaten Bungo. Sebagai bagian dari pemekaran wilayah, kabupaten ini adalah kabupaten induk, karena sebelum pemekaran terjadi, ibukota kabupaten berada di wilayah ini. Selain itu pertumbuhan pembangunan wilayah di bagian Kabupaten Bungo juga lebih pesat dibandingkan wilayah lainnya. Pada awal pemekaran, wilayah Kabupaten Bungo terdiri dari beberapa kecamatan yaitu Pelepat, Rantau Pandan, Tanah Sepenggal, Tanah Tumbuh, Jujuhan, Muara Bungo. Kabupaten ini juga berbatasan dengan kabupaten lainnya yaitu: Sebelah utara : Berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu Riau Sebelah selatan : Kabupaten Sarolangun Bangko Sebelah barat : Kabupaten Kerinci dan Provinsi Sumatara Barat Sebelah timur : Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tanjung Jabung Kebupaten Bungo memiliki luas wilayah Km 2. Pada awal tahun 1999, jumlah penduduk di kabupaten ini adalah jiwa dengan laki-laki dan perempuan. Di awal pemekaran, kabupaten ini terdiri dari 6 kecamatan, 117 desa dan 7 kelurahan. Cukup banyak potensi yang dimiliki 35

3 Kabupaten Bungo baik potensi sumberdaya alam ataupun potensi lainnya. Sebagai kebupaten induk dari suatu kabupaten yang dimekarkan, Kabupaten Bungo memiliki keuntungan, karena di wilayah ini, sudah cukup banyak fasilitas dan sarana umum yang telah tersedia. Selain itu yang menjadikan wilayah ini menjadi semakin cepat pertumbuhannya karena wilayah ini berada di lintasan jalan lintas Sumatar yang menghubungkan kawasan Barat-Timur Sumatera dan antara utaraselatan. Di kabupaten ini, potensi pertanian dan perkebunan cukup memberikan sumbangan bagi pendapatan daerah dan terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Terlebih lagi dengan dukungan sarana dan prasarana yang telah tersedia sejak sebelum kabupaten ini dimekarkan. Selain potensi pertanian dan perkebunan, di kabupaten ini, memiliki potensi lain yaitu pertambangan batubara. Hingga sekarang, pertambangan di Bungo berkembang pesat, dan mampu memberikan pemasukan yang cukup besar bagi daerah. Terletak di jalan lintas Sumatra juga menjadikan Bungo menjadi kabupaten yang berkembang perdagangannya. Keuntungan menjadi kabupaten induk menjadikan Kabupaten bungo semakin maju dan tidak mengalami kesulitan ketika pemekaran wilayah dilakukan. Perkembangan wilayah yang terus-menerus, menyebabkan munculnya beberapa kecamatan baru di Kabupaten Bungo. Hingga tahun 2009, jumlah kecamatan di kabupaten ini menjadi 17 kecamatan, yaitu Pelepat, Pelepat Ilir, Batin II Bebeko, Rimbo Tengah, Bungo Dani, Pasar Muara Bungo, Batin III, Ranatu Pandan, Muko-muko Bathin VII, Bathin III Ulu, Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Tanah Tumbuh, Limbur Lubuk Mengkuang, Bathin II Pelayang, Jujuhan, Jujuhan Ilir. 4.3 Sekilas Tentang Kabupaten Tebo Setelah Kabupaten Bungo-Tebo dimekarkan, salah satu kabupaten yang terbentuk adalah kabupaten Tebo. Ketika pemisahan tersebut terjadi, kabupaten ini bisa dikatakan sebagai kabupaten pemekaran. Hal ini karena selama kurang lebih hampir dua tahun, Kabupaten Tebo masih dibantu dan di subsidi oleh kabupaten induk yaitu Kabupaten Bungo. Sebagai kabupaten pemekaran tentunya banyak kekurangan yang dimiliki oleh kabupaten ini. Kabupaten Tebo, secara 36

4 geografis berada di sebelah timur Kabupaten Bungo, oleh karena itu ketika masih bersatu, kabupaten ini masuk ke dalam wilayah pembantu bupati bagian timur. Penentuan daerah kabupaten ini ditetapkan berdasarkan kewedanaan masingmasing yang ada di Kabupaten sebelumnya. Maka ketika dimekarkan, wilayah Kabupaten Tebo adalah wilayah menurut kewedanaan Tebo. Kabupaten Tebo secara geografis diapit oleh beberapa kabupaten lainnya, yaitu: Sebelah utara : Propinsi Riau Sebelah selatan : Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin Sebelah barat : Provinsi Sumatara Barat Sebelah timur : Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Batanghari Ketika pengajuan awal rancangan pemekaran, wilayah masing-masing kabupaten yang baru ditentukan berdasarkan kewedanaan yang telah ada di kabupaten lama. Pembagian wilayah kedua kabupaten, jika menurut batas kewedanaan adalah sebuah sungai yang membagi dua Kabupaten Bungo-Tebo. Sungai tersebut adalah Singai Alai. Seluruh wilayah yang berada di sebelah barat sungai adalah wilayah yang masuk ke Kabupaten Bungo, dan wilayah yang berada di sebelah timur masuk ke wilayah Kabupaten Tebo. Di dalam perumusan batas wilayah, batas-batas ril dari masing-masing kabupaten baru belum ditentukan secara jelas. Batas wilayah di sekitar sungai Alai hanya dijelaskan sebatas wilayah bagian luar, sedangkan untk batas-batas wilayah bagian dalam belum ditetapkan secara rinsi. Namun, karena pemerintah pusat mensyaratkan adanya penentuan batas yang jelas, dan waktu yang disediakan sangat mendesak, maka penentuan batas wilayah langsung berdasarkan kecamatan. Sehingga Kecamatan Rimbo Bujang yang seharusnya masuk di kedua kabupaten, ditetapkan sebagai wilayah untuk Kabupaten Tebo. Di awal pemekaran, Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan, yaitu Tebo Ilir, Tebo Tengah, Tebo Ulu, Perwakilan Sumay, Rimbo Bujang, dan Perwakilan Tujuh Koto, dan terdiri dari 82 desa dan 5 kelurahan. Luas wilayah kabupaten ini adalah hektar (6.461 km 2 ). Jumlah penduduk pada awal pemekaran (1999) adalah jiwa, dengan jumlah lakilaki jiwa dan perempuan jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, konsentrasi terbesar penduduk Kabupaten Tebo adalah di kecamatn Rimbo Bujang, yaitu ( hampir 40 % jumlah penduduk keseluruhan). Sebaran 37

5 penduduk terbesar lainnya, berada di kecamatan Tebo Ulu, yaitu jiwa. Dua kecamatan ini secara geografis berdampingan, oleh karena itu, bagi Kabupaten Tebo, dua kecamatan ini merupakan wilayah yang penting, sehingga pada perkembangannya hingga sekarang, pembangunan lebih terpusat di dua wilayah ini. Hingga pada tahun 2009, akibat pemekaran wilayah, jumlah kecamatan di kabupaten ini juga bertambah sebanyak 12 kecamatan, yaitu Tebo Ilir, Tebo Tengah, Tengah Ilir, Sumay, Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, Tebo Ulu, Tujuh Koto, Muara Tabir, Serai Serumpun, Tujuh Koto Ilir. Sebagai kabupaten pemekaran, selama kurang lebih dua tahun, kabupaten ini masih dibantu dan disubsidi oleh kabupaten induk. Di awal-awal pemekaran, cukup banyak kekurangan yang terdapat di kabupaten ini, baik daris segi sumber daya manusia, fasilitas dan sarana umum, infrastruktur umum dan pemerintahan, dan lainnya. Oleh karena itu, di awal pemekaran, ada banyak bangunan yang sementara dijadikan sebagai kantor pemerintahan, bahkan beberapa urusan kepemerintahan masih bergabung dengan kabupaten induk. Namun demikian, sebenarnya potensi alam yang dimiliki oleh kabupaten ini cukup banyak, bahkan bisa dikatakan lebih besar dibandingkan kabupaten induk, karena sebagian besar potensi alam masih belum dipakai. Potensi utama di kabupaten ini adalah sektor perkebunan, pertanian, dan kehutanan. Dari segi luas wilayah, Kabupaten Tebo juga lebih besar dibandingkan dengan kabupaten induk. Namun karena masih banyaknya kekurangan infrastruktur dan sumber daya manusia, menyebabkan kabupaten ini, tidak berkembang secepat kabupaten induk yang telah lebih dulu maju. Oleh karena itu, untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemekaran lebih dilihat di desa-desa yang ada di Kabupaten Tebo. 4.4 Kondisi Umum Desa Sungai Alai dan Desa Teluk Rendah Selain melihat manuver para elit dan pihak-pihak yang terlibat di dalam pemekaran wilayah, penelitian ini, juga bertujuan untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pemekaran wilayah selama kurun waktu kurang lebih sepuluh tahun. Di dalam melihat kepuasan masyarakat, dipilih dua desa, terutama desa yang berada di Kabupaten Tebo. Hal ini karena Kabupaten Tebo adalah kabupaten pemekaran, sehingga akan lebih kelihatan perubahan masayarakatnya, 38

6 ketika sebelum pemekaran hingga sekarang. Dua desa yang dipilih ini adalah desa Sungai Alai dan Desa Teluk Rendah. Desa Sungai Alai terletak di Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo. Desa ini dibuka di awal tahun 1980-an. Desa ini dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian, karena desa ini merupakan salah satu desa yang cukup terkena dampak dari pemekaran wilayah Kabupaten Bungo-Tebo. Desa ini merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo, dan Sungai Alai yang berada di desa ini adalah sungai yang membagi dua Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo. Selain berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo, desa ini juga berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan ibukota kabupaten. Posisi yang seperti ini, cukup menguntungkan bagi perkembangan desa Sungai Alai. Desa lainnya yang dijadikan lokasi penelitian adalah desa Teluk Rendah. Desa ini terletak di di Kecamatan Tebo Ilir. Jarak antara ibukota pemerintahan dengan desa ini cukup jauh yaitu sekitar 60 km (Anonym, 2007). Posisi yang cukup jauh menyebabkan interaksi masyarakat desa Teluk Rendah dengan ibukota kabupaten relatif rendah. Bagi masyarakat desa Teluk Rendah, jarak tersebut masih cukup jauh, dan tidak terlalu berbeda ketika masih bersatu dengan Kabupaten Bungo. Potensi terbesar di desa ini adalah perkebunan, terutama perkebunan sawit, karet dan kedelai. Oleh karena jarak yang cukup jauh dari ibukota kebupaten, masyarakat di desa ini relatif lebih banyak berhubungan langsung dengan Jambi. 4.5 Ikhtisar Di awal pemekaran, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo di bagi menurut wilayah kewedanaan yang telah ada. Sepuluh kecamatan, dan dua kecamatan perwakilan dibagi menjadi dua bagian kabupaten. Sehingga masing-masing kabupaten terdiri dari enam kecamatan. Setelah sepuluh tahun pemekaran dilakukan kecamatan di dua kabupaten tersebut terus bertambah, dimana terdapat 17 kecamatan di Kabupaten Bungo dan 12 kecamatan di Kabupaten Tebo. Sebelum pemekaran dilakukan, dua kecamatan perwakilan yang ada di Kabupaten Bungo-Tebo, adalah kecamatan transmigrasi, yaitu Kecamatan Perwakilan Kuamang Kuning dan Kecamatan Perwakilan Rimbo Bujang. Sebagai kecamatan 39

7 transmigrasi, kedua kecamatan ini cukup memberikan pendapatan bagi daerah, terutama kecamatan perwakilan Rimbo Bujang. Sebagai wilayah strategis, baik secara ekonomis dan politis, kecamatan Rimbo Bujang menjadi rebutan bagi kedua kabupaten yang dimekarkan. Setelah pemekaran dilakukan, kecamatan ini masih menjadi rebutan kedua kabupaten, dan masih menjadi masalah hingga sekarang. 40

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis LS dan BT. Beriklim tropis dengan

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis LS dan BT. Beriklim tropis dengan III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Kondisi Geografis Secara geografis Kabupaten Tebo terletak diantara titik koordinat 0 52 32-01 54 50 LS dan 101 48 57-101 49 17 BT. Beriklim tropis dengan ketinggian

Lebih terperinci

BAB IV KONDISI UMUM. A. Letak Geografis, Iklim

BAB IV KONDISI UMUM. A. Letak Geografis, Iklim 27 BAB IV KONDISI UMUM A. Letak Geografis, Iklim Kabupaten Bungo terletak di bagian Barat Provinsi Jambidengan luas wilayah sekitar 7.160 km 2. Wilayah ini secara geografis terletak pada posisi 101º 27

Lebih terperinci

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2) KABUPATEN / KOTA : KERINCI 15.01 KERINCI 122.288 121.30 244.018 1 15.01.01 GUNUNG RAYA 5.335 5.128 10.463 2 15.01.02 DANAU KERINCI 9.838 9.889 19.2 3 15.01.04 SITINJAU LAUT.345.544 14.889 4 15.01.05 AIR

Lebih terperinci

Lampiran I.15 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.15 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I.5 : Keputusan Komisi Pemilihan Umum : 97/Kpts/KPU/TAHUN 0 : 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 0 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH

Lebih terperinci

Lampiran I.15 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.15 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I.5 : Keputusan Komisi Pemilihan Umum : 97/Kpts/KPU/TAHUN 0 : 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 0 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.legalitas.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SAROLANGUN, KABUPATEN TEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI, DAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

UU 54/1999, PEMBENTUKAN KABUPATEN SAROLANGUN, KABUPATEN TEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI, DAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

UU 54/1999, PEMBENTUKAN KABUPATEN SAROLANGUN, KABUPATEN TEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI, DAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR UU 54/1999, PEMBENTUKAN KABUPATEN SAROLANGUN, KABUPATEN TEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI, DAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 54 TAHUN 1999 (54/1999) Tanggal: 4 OKTOBER

Lebih terperinci

Bab Chapter GEOGRAFI DAN IKLIM

Bab Chapter GEOGRAFI DAN IKLIM Bab Chapter 1 GEOGRAFI DAN IKLIM Geography and Climate GEOGRAPHY AND CLIMATE 1. GEOGRAFI DAN IKLIM 1.1. Geografi Kabupaten Bungo secara geografis terletak antara 101 o 27 sampai 102 o 30 Bujur Timur,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG.UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SAROLANGUN, KABUPATEN TEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI, DAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta Tahun

Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta Tahun PROP. JAMBI Siswa menurut Status Sekolah No. Kabupaten Sekolah Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta N S N+S L P L+P L P L+P 18 19 20 21 22 23 24 1.Kab. Batang Hari 6 3 9 1,198 956 2,154 212 72

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN DESA JAMBU, DESA PULAU JELMU, DESA MEDAN SERI RAMBAHAN, DESA ULAK BANJIR RAMBAHAN DAN DESA TELUK PANDAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR 39 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN SUNGAI BAHAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUARO JAMBI, Menimbang :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyampaikan ide-ide ataupun gagasannya kepada orang lain. Samsuri (1987:4)

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyampaikan ide-ide ataupun gagasannya kepada orang lain. Samsuri (1987:4) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama sebagai alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Dengan bahasa, seseorang dapat menyampaikan

Lebih terperinci

Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta Tahun

Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta Tahun PROP. JAMBI Siswa menurut Status Sekolah No. Kabupaten Sekolah Kurang dari 16 Negeri Swasta Negeri & Swasta N S N+S L P L+P L P L+P 18 19 20 21 22 23 24 1.Kab. Batang Hari 11 1 12 2,191 2,709 4,900 91

Lebih terperinci

III. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

III. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN III. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN 3.1. Kabupaten Tanjung Jabung Timur 3.1.1. Letak dan Luas Luas Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah 5.445,0 km 2. Ibukota kabupaten berkedudukan di Muara Sabak.

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN BUNGO TAHUN 2016

PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN BUNGO TAHUN 2016 BUPATI BUNGO PERATURAN BUPATI BUNGO NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN BUNGO TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BUNGO, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BUPATI MERANGIN PROVINSI JAMBI

BUPATI MERANGIN PROVINSI JAMBI BUPATI MERANGIN PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MERANGIN NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MERANGIN NOMOR 02 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN BANGKO

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN DESA PASIR MAYANG KECAMATAN VII KOTO ILIR KABUPATEN TEBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEBO,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pilihan yang sulit dihindari (Manwan, dkk dan Suryana. 2004). Hal ini

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pilihan yang sulit dihindari (Manwan, dkk dan Suryana. 2004). Hal ini I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemanfaatan lahan-lahan sub optimal pada masa yang datang merupakan pilihan yang sulit dihindari (Manwan, dkk. 1992 dan Suryana. 2004). Hal ini terkait dengan masih berlangsungnya

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2012

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2012 GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2012 T E N T A N G PEDOMAN UMUM DAN ALOKASI DANA TRANSFER PROGRAM SATU MILYAR SATU KECAMATAN (SAMISAKE) PROVINSI JAMBI TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1 Kondisi Geografis dan Persebaran Tanaman Perkebunan Unggulan Provinsi Jambi. Jambi 205,43 0,41% Muaro Jambi 5.

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1 Kondisi Geografis dan Persebaran Tanaman Perkebunan Unggulan Provinsi Jambi. Jambi 205,43 0,41% Muaro Jambi 5. IV. GAMBARAN UMUM 4.1 Kondisi Geografis dan Persebaran Tanaman Perkebunan Unggulan Provinsi Jambi Provinsi Jambi secara geografis terletak antara 0 0 45 sampai 2 0 45 lintang selatan dan antara 101 0 10

Lebih terperinci

Bab Chapter PENDUDUK & TENAGA KERJA. Population & Manpower

Bab Chapter PENDUDUK & TENAGA KERJA. Population & Manpower Bab Chapter 4 PENDUDUK & TENAGA KERJA Population & Manpower 4. Penduduk, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penduduk Data penduduk yang disajikan dalam Bungo Dalam Angka ini merupakan hasil Proyeksi Sensus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Dasar Hukum

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Dasar Hukum 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Dasar Hukum Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi di wilayah Sumatera yang dibentuk berdasakan Undang-Undang Darurat Nomor 19 tahun 1957, tentang Pembentukan

Lebih terperinci

BANDARA MUARA BUNGO. Latar Belakang Pembangunan

BANDARA MUARA BUNGO. Latar Belakang Pembangunan BANDARA MUARA BUNGO Bandar Udara Muara Bungo merupakan adalah sebuah bandar udara baru untuk kota Muara Bungo, Indonesia. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan, terletak di Dusun Sungai Buluh, Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Geografis Kabupaten Indragiri Hulu. yang meliputi wilayah Rengat dan Tembilahan di sebelah Hilir.

BAB III GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Geografis Kabupaten Indragiri Hulu. yang meliputi wilayah Rengat dan Tembilahan di sebelah Hilir. 37 BAB III GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Geografis Kabupaten Indragiri Hulu 1. Wilayah Pembentukan Kabupaten Indragiri Hulu pada awainya ditetapkan dengan UU No. 12 Tahun 1956 tentang pembentukan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI 4.1 Keadaan Umum Provinsi Jambi secara resmi dibentuk pada tahun 1958 berdasarkan Undang-Undang No. 61 tahun 1958. Secara geografis Provinsi Jambi terletak antara 0º 45

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN DESA TABUN DAN DESA MUARA TABUN DAN PERUBAHAN NAMA DESA LEMBAYO MENJADI DESA DUSUN BARU KECAMATAN VII KOTO

Lebih terperinci

KAJIAN UMUM WILAYAH Wilayah Administrasi, Letak Geografis dan Aksesbilitas

KAJIAN UMUM WILAYAH Wilayah Administrasi, Letak Geografis dan Aksesbilitas KAJIAN UMUM WILAYAH Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi dirancang dengan kegiatan utamanya pertanian termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN DESA SEPAKAT BERSATU DAN DESA RANTAU KEMBANG KECAMATAN RIMBO ILIR KABUPATEN TEBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2013

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2013 GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2013 T E N T A N G PEDOMAN UMUM DAN ALOKASI DANA TRANSFER PROGRAM SATU MILYAR SATU KECAMATAN (SAMISAKE) PROVINSI JAMBI TAHUN ANGGARAN 2013. DENGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini memaparkan sejarah dan kondisi daerah pemekaran yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Sungai Penuh. Menguraikan tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah,

Lebih terperinci

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN 2018

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN 2018 : Kabupaten Batanghari - Muaro Jambi 1 1.1 Klarifikasi harga TBS ke Dinas Perkebunan, Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN menyangkut ketidakpatuhan PTPN VI kepada Permentan No. 14/Permentan/OT.140/2/2013

Lebih terperinci

2.1. Aspek Geografis dan Demografis Aspek Geografis

2.1. Aspek Geografis dan Demografis Aspek Geografis 2.1. Aspek Geografis dan Demografis 2.1.1. Aspek Geografis Sejak 3,5 abad yang lalu wilayah Kabupaten Tebo merupakan bekas jajahan Belanda yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan Onder Afdeling dan kemudian

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1991 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN BATIN XXIV, MARO SEBO, DAN PEMAYUNG DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BATANG HARI, KECAMATAN JUJUHAN, TANAH

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Kondisi Alam 1. Letak dan Batas Wilayah Secara geografis Provinsi Sumatera Selatan terletak antara 1 0 4 0 Lintang Selatan dan 102 0-106 0 Bujur Timur dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (pendapatan) yang tinggi. Petani perlu memperhitungkan dengan analisis

BAB I PENDAHULUAN. (pendapatan) yang tinggi. Petani perlu memperhitungkan dengan analisis BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Tanaman karet merupakan salah satu komoditi yang menduduki posisi cukup penting sebagai devisa non-migas dan menunjang pembangunan ekonomi Indonesia, sehingga memiliki

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1965 TENTANG PEMBENTUKAN DAERAH TINGKAT II SAROLANGUN-BANGKO DAN DAERAH TINGKAT II TANJUNG JABUNG DENGAN MENGUBAH UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1956 TENTANG

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Umum 4.1.1. Letak Geografis dan Batas Administrasi Kota Jambi sebagai pusat wilayah dan Ibukota Provinsi Jambi, secara geografis terletak pada koordinat 01 32 45

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan wilayah yang dikelilingi dan dibatasi oleh topografi alami berupa punggung bukit atau pegunungan, dan presipitasi yang jatuh di

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG BATAS DAERAH KABUPATEN KERINCI

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG BATAS DAERAH KABUPATEN KERINCI SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG BATAS DAERAH KABUPATEN KERINCI DENGAN KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI DENGAN

Lebih terperinci

KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA

KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA Wilayah Pekanbaru dan Dumai berada di Provinsi Riau yang merupakan provinsi yang terbentuk dari beberapa kali proses pemekaran wilayah. Dimulai dari awal

Lebih terperinci

Presiden Republik Indonesia,

Presiden Republik Indonesia, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1992 TENTANG PEMBENTUKAN 6 (ENAM) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BATANG HARI, BUNGO TEBO, TANJUNG JABUNG, DAN SAROLANGUN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN DESA ADI JAYA DAN SUKA DAMAI KECAMATAN TUNGKAL ULU, DESA MEKAR

Lebih terperinci

TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014

TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014 No. 14/02/15/Th.IX, 16 Februari 2015 TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014 Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun. Berdasarkan hasil Podes 2014, pada bulan

Lebih terperinci

Sekapur Sirih. Martapura, 11 Agustus 2010 Kepala BPS OKU Timur, Ir. DJONI NIP

Sekapur Sirih. Martapura, 11 Agustus 2010 Kepala BPS OKU Timur, Ir. DJONI NIP HASIL SENSUS PENDUDUK 2010 DATA AGREGAT PER KECAMATAN Angka Sementara Kabupaten OKU Timur Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sekapur Sirih Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 (SP2010)

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1965 TENTANG PEMBENTUKAN DAERAH TINGKAT II SAROLANGUN-BANGKO DAN DAERAH TINGKAT II TANJUNG JABUNG DENGAN MENGUBAH UNDANG-UNDANG NO. 12 TAHUN 1956 TENTANG PEMBENTUKAN DAERAH

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 78, 1991 (PEMERINTAH DAERAH. Wilayah. KABUPATEN/DATI II. JAMBI. Batang Hari. Tanjung Jabung. ) PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

Penyusunan. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kota Muara Bungo

Penyusunan. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kota Muara Bungo Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kota Muara Bungo LAPORAN AKHIR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA SATKER PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PROVINSI

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT : TINJAUAN SECARA MAKRO

PERKEMBANGAN EKONOMI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT : TINJAUAN SECARA MAKRO PERKEMBANGAN EKONOMI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT 2011-2015: TINJAUAN SECARA MAKRO Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Guru Besar Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jambi Disampaikan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR : 12 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN MUARA SABAK BARAT, KECAMATAN KUALA JAMBI, KECAMATAN MENDAHARA

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi 69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI JAMBI

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI JAMBI DATA DASAR PROVINSI JAMBI KONDISI DESEMBER 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2015 JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2014) PROVINSI JAMBI KAB/KOTA RAWAT INAP NON RAWAT

Lebih terperinci

KAJIAN KEMAMPUAN EKONOMI PETANI DALAM PELAKSANAAN PEREMAJAAN KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI

KAJIAN KEMAMPUAN EKONOMI PETANI DALAM PELAKSANAAN PEREMAJAAN KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI KAJIAN KEMAMPUAN EKONOMI PETANI DALAM PELAKSANAAN PEREMAJAAN KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI SKRIPSI YAN FITRI SIRINGORINGO JURUSAN/PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS

Lebih terperinci

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR 32 TAHUN 2014

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR 32 TAHUN 2014 BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 52 TAHUN 2001 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 52 TAHUN 2001 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 52 TAHUN 2001 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 53 IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis Selat Rupat merupakan salah satu selat kecil yang terdapat di Selat Malaka dan secara geografis terletak di antara pesisir Kota Dumai dengan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUNGO NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 34 TAHUN 2000 TENTANG TARIF NON AIR MINUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM PANCURAN

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kondisi Geografis Kecamatan Tempuling. Tempuling adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kondisi Geografis Kecamatan Tempuling. Tempuling adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten 44 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Kecamatan Tempuling 4.1.1 Kondisi Geografis Kecamatan Tempuling Kecamatan Tempuling adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang Ibu

Lebih terperinci

DAFTAR : INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU DI PROVINSI JAMBI

DAFTAR : INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU DI PROVINSI JAMBI DAFTAR : INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU DI PROVINSI JAMBI I. KAB. BATANGHARI : Kapasitas < 2.000 M3 1Sri Untung Saw Mill Desa Rambahan 206 Tahun 2004 Kayu Gergajian 1.500 1.500 Kec. Muara Bulian 10 Mei

Lebih terperinci

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN 2018

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN 2018 : Kota Jambi RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN 2016-2017 UNTUK TAHUN 2018 1 1.1 Bantuan Pembuatan Proposal masyarakat - Di RT. 20 PayoSelincah 1.2 Bantuan Kolam Ikan, Pembibitan dan Pakan

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR FAKTOR DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UDARA DAN DARAT RUTE MUARO BUNGO - JAKARTA

ANALISIS FAKTOR FAKTOR DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UDARA DAN DARAT RUTE MUARO BUNGO - JAKARTA ANALISIS FAKTOR FAKTOR DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UDARA DAN DARAT RUTE MUARO BUNGO - JAKARTA Andi Wijaya, Gusri Yaldi, Ph. D, Ir Hamdi Nur, MTP. Department Urban and Regional Planning, Faculty of

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN SUNGAI GELAM DAN PENATAAN DESA DALAM WILAYAH KECAMATAN KUMPEH ULU, KECAMATAN MESTONG

Lebih terperinci

S, 2015 KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA

S, 2015 KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, sosial, dan budaya.hal ini terlihat dari banyaknya pulau yaitu13.466pulau (BIG, 2012)yangdihuni olehdari

Lebih terperinci

KONDISI FISIK BAB I 1.1. LUAS WILAYAH DAN BATAS WILAYAH

KONDISI FISIK BAB I 1.1. LUAS WILAYAH DAN BATAS WILAYAH BAB I KONDISI FISIK 1.1. LUAS WILAYAH DAN BATAS WILAYAH Sebelum dilakukan pemekaran wilayah, Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki wilayah terluas di Provinsi Riau dengan luas mencapai

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 39 KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN Letak Geografis dan Administrasi Kabupaten Deli Serdang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Sumatera Utara dan secara geografis Kabupaten ini terletak pada 2º 57-3º

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR : 14 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN DAN PENATAAN DESA/KELURAHAN DALAM WILAYAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN - 1 - LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TAHUN 2007 No. 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KELURAHAN

Lebih terperinci

Bab Chapter HOTEL, RESTORAN & PARIWISATA. Hotel, Restoran & Pariwisata

Bab Chapter HOTEL, RESTORAN & PARIWISATA. Hotel, Restoran & Pariwisata Bab Chapter 0 HOTEL, RESTORAN & PARIWISATA Hotel, Restoran & Pariwisata 0. Hotel, Restoran dan Pariwisata 0. Hotel, Restoran and Tourism Pada tahun 0 jumlah kamar 89 unit atau mengalami peningkatan sebesar

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUNGO NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BUNGO TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUNGO NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BUNGO TAHUN 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUNGO NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BUNGO TAHUN 2013 2033 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BUNGO, Menimbang : a. bahwa keberadaan

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Dumai merupakan sebuah dusun kecil dipesisir timur propinsi Riau. Dumai merupakan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Dumai merupakan sebuah dusun kecil dipesisir timur propinsi Riau. Dumai merupakan BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Pemekaran Kota Dumai Dumai merupakan sebuah dusun kecil dipesisir timur propinsi Riau. Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai

Lebih terperinci

TENTANG. c. bahwa NOMOR: 2 TAHUN 2003 PEMERINTAH KABUPATEN BATANGHARI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BATANG HARI,

TENTANG. c. bahwa NOMOR: 2 TAHUN 2003 PEMERINTAH KABUPATEN BATANGHARI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BATANG HARI, PEMERINTAH KABUPATEN BATANGHARI LEMBARAN DAE RAH KABUPATEN BATAN GHARI TAHUN 2OO3 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANGHAR! NOMOR: 2 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN MARO SEBO ILIR DAN KECAIVIATAN

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Aspek Geografi dan Demografi 2.1.1. Aspek Geografi Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu Kabupaten dalam Provinsi Sumatera Selatan yang secara geografis terletak

Lebih terperinci

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau. Wilayahnya mencakup daratan bagian pesisir timur Pulau Sumatera dan wilayah kepulauan,

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN ROKAN HILIR. Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN ROKAN HILIR. Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN ROKAN HILIR 4.1. Sejarah Kabupaten Rokan Hilir Kabupaten Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau Indonesia. Ibukotanya terletak di Bagansiapiapi, kota terbesar,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA MENDALO INDAH, DESA PEMATANG GAJAH KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA, DESA KASANG KOTA KARANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1986

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1986 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1986 TENTANG PERUBAHAN BATAS WILAYAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II JAMBI DAN KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BATANGHARI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan mempunyai tujuan yaitu berusaha mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur. Pembangunan adalah suatu proses dinamis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

IV. GAMBARAN UMUM DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU IV. GAMBARAN UMUM DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU A. PROFIL KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN ALOKASI DANA TRANSFER PROGRAM SATU MILYAR SATU KECAMATAN (SAMISAKE) PROVINSI JAMBI TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN : Kota Jambi

RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN UNTUK TAHUN : Kota Jambi : Kota Jambi RESUME RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI JAMBI TAHUN 2016-2017 UNTUK TAHUN 2018 1 1.1 Beasiswa warga yang belum mampu tapi memiliki potensi. - Di RT. 20 Payo Selincah 1.2 Bantuan Pemerintah Provinsi

Lebih terperinci

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 5 TAHUN 2015

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 5 TAHUN 2015 1 BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PADA PERUSAHAAN PERSEROAN ( PERSERO) PT. BANK JAMBI DENGAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN DINAS KETAHANAN PANGAN Jalan Diponegoro Km. 3 Bangko Telp. ( 0746 ) Fax. ( 0746 ) B A N G K O

PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN DINAS KETAHANAN PANGAN Jalan Diponegoro Km. 3 Bangko Telp. ( 0746 ) Fax. ( 0746 ) B A N G K O PEMERINTAH DINAS KETAHANAN PANGAN Jalan Diponegoro Km. 3 Bangko Telp. ( 0746 ) 322233 Fax. ( 0746 ) 322233 B A N G K O SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN NOMOR: 900/148A/DKP/2017 TENTANG PENETAPAN

Lebih terperinci

IV APLIKASI PERMASALAHAN

IV APLIKASI PERMASALAHAN IV APLIKASI PERMASALAHAN Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kekayaan alam yang sangat besar dengan aneka tipe ekosistem mulai dari pegunungan, hutan kapur, lahan basah, kawasan laut, terumbu

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai 49 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Penelitian Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara 4 0 14 sampai 4 0 55 Lintang Selatan dan diantara 103 0 22 sampai 104

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 63 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Fisik Daerah Penelitian Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2011) Provinsi Lampung meliputi areal dataran seluas 35.288,35 km 2 termasuk pulau-pulau yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis letak Indonesia berada di daerah tropis atau berada di sekitar

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis letak Indonesia berada di daerah tropis atau berada di sekitar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 o LU - 11 o LS, dan 97 o BT - 141 o BT. Secara geografis

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 48 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Utara 1. Kondisi Geografis Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM. permukaan laut, dan batas-batas wilayah sebagai berikut : a) Batas Utara : Kabupaten Banyuasin

V. GAMBARAN UMUM. permukaan laut, dan batas-batas wilayah sebagai berikut : a) Batas Utara : Kabupaten Banyuasin V. GAMBARAN UMUM 5.1 Keadaan Umum Kota Palembang Kota Palembang merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis Kota Palembang terletak antara 2 52' - 3 5' Lintang Selatan dan 104 37'

Lebih terperinci

PROFIL PEMBANGUNAN JAMBI

PROFIL PEMBANGUNAN JAMBI 1 PROFIL PEMBANGUNAN JAMBI A. GEOGRAFIS DAN ADMINISTRASI WILAYAH Secara geografis Provinsi Jambi terletak antara 0º 45¹ 2º 45¹ LS dan 101º 0¹ - 104º 55 BT dengan wilayah keseluruhan seluas 53.435.72 KM²

Lebih terperinci

Jambi Dalam Angka

Jambi Dalam Angka POPULATION AND EMPLOYMENT Jambi Dalam Angka 2008 115 PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 116 Jambi Dalam Angka 2008 POPULATION AND EMPLOYMENT BAB 3 PENDUDUK DAN TENAGA KERJA CHAPTER 3 POPULATION AND MAN POWER 3.1

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan 1. Keadaan Geografi Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105,14 sampai dengan 105,45 Bujur Timur dan 5,15 sampai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berhubung dengan pesatnya

Lebih terperinci

NAMA PESERTA RAPAT KOORDINASI TEKNIS KEPALA KUA TAHUN 2017

NAMA PESERTA RAPAT KOORDINASI TEKNIS KEPALA KUA TAHUN 2017 NAMA PESERTA RAPAT KOORDINASI TEKNIS KEPALA KUA TAHUN 2017 No Nama / NIP Jabatan Utusan 1 2 3 4 1 Drs. H. Lukman Hkim NIP. 196812311995031004 Kota Jambi 2 H. Syafrizal, S. Ag NIP. 197101181996011001 Kepala

Lebih terperinci

Bab Chapter TRANSPORTASI & KOMUNIKASI. Transportation & Communication

Bab Chapter TRANSPORTASI & KOMUNIKASI. Transportation & Communication Bab Chapter 9 TRANSPORTASI & KOMUNIKASI Transportation & Communication 9. Perhubungan dan Komunikasi. Angkutan Darat Jalan merupakan prasarana untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Meningkatkan usaha

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM. Wilayah Administratif

KEADAAN UMUM. Wilayah Administratif KEADAAN UMUM Wilayah Administratif Lokasi PT Sari Aditya Loka 1 terletak di Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Jarak antara perkebunan ini dengan ibukota Kabupaten

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM KOTA BANDAR LAMPUNG. kebudayaan, kota ini merupakan pusat kegiatan perekonomian daerah

GAMBARAN UMUM KOTA BANDAR LAMPUNG. kebudayaan, kota ini merupakan pusat kegiatan perekonomian daerah IV. GAMBARAN UMUM KOTA BANDAR LAMPUNG A. Kota Bandar Lampung 1. Geografi Kota Bandar Lampung merupakan ibukota Provinsi Lampung. Oleh karena itu, selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial, politik,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA TELUK PENGKAH, DESA TALANG MAKMUR, DESA SUNGAI KERUH, DESA DATARAN

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis Gambar 4.1 Peta Wilayah Provinsi Bengkulu Sumber: Provinsi Bengkulu dalam Angka, 2016 43 44 Berdasarkan gambar 4.1, Provinsi Bengkulu yang beribukotakan Kota Bengkulu

Lebih terperinci