BAB III PEMROGRAMAN KOMPUTER
|
|
|
- Utami Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 III - 1 BAB III PEMROGRAMAN KOMPUTER 3.1 SEKILAS BAHASA PEMROGRAMAN Dewasa ini komputer digunakan di hampir semua bidang kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, bisnis, sampai dengan permainan. Berbicara tentang komputer tidak lepas dari pemrograman komputer. Hal ini karena komputer pada dasarnya adalah mesin yang tidak bisa apa-apa. Kita harus memberikan serangkaian instruksi kepada komputer agar mesin pintar ini dapat memecahkan suatu masalah. Langkah-langkah yang kita lakukan dalam memberikan instruksi kepada komputer untuk memecahkan masalah inilah yang dinamakan pemrograman komputer. Pada dasarnya komputer adalah mesin digital, artinya komputer hanya mengenal kondisi ada arus listrik (biasanya dilambangkan dengan 1) dan tidak ada arus listrik (biasanya dilambangkan dengan 0). Dengan kata lain, kita harus menggunakan sandi 0 dan 1 untuk melakukan pemrograman komputer. Bahasa ini disebut bahasa mesin. Karena bahasa mesin sangat susah, maka muncul ide untuk melambangkan untaian sandi 0 dan 1 dengan singkatan kata yang lebih mudah dipahami manusia. Singkatan kata ini kemudian sering disebut mnemonic code. Bahasa pemrograman yang menggunakan singkatan kata ini disebut bahasa assembly. Pemrograman dengan bahasa assembly dirasakan banyak orang masih terlalu sulit. Akhirnya dikembangkanlah suatu bahasa pemrograman yang lebih mudah dipahami. Bahasa pemrograman ini menggunakan kata-kata yang mudah dikenali oleh manusia. Bahasa pemrograman seperti ini disebut 3GL (Third Generation Language). Beberapa orang menyebut HLL (High Level Language). Ada banyak contoh 3GL, antara lain, BASIC, Pascal, Delphi, C, C++, Cobol, dan sebagainya.
2 III - 2 Perkembangan bahasa pemrograman tidak sampai pada bahasa generasi ketiga saja (3GL). Ada generasi lanjutan dari bahasa pemrograman, yaitu 4GL (Fourth Generation Language). Bahasa ini banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasai berbasis data (database). Salah satu contohnya adalah SQL (Structured Query Language). Pada bahasa ini perintah-perintah yang digunakan lebih manusiawi, misalnya SELECT * Nama, Alamat, FROM Karyawan, untuk mengambil data Nama, Alamat, dari basis data Karyawan. 3.2 ALGORITMA PROGRAM Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika (Microsoft Bookshelf, 1997). Kata Algoritma diambil dari nama seorang matematikawan yang juga seorang astronom berkebangsaan Arab bernama Al-Khowarizmi yang hidup pada abad ke-19. Didalam mempelajari algoritma selalu ada 3 faktor yang selalu diperhatikan, yaitu : a. Efisiensi dan efektifitas dari algoritma. Efisiensi dan efektifitas dari algoritma sangat ditentukan oleh kecepatan operasi dan kapasitas memori yang diperlukan pada komputer, juga kemampuan perangkat keras komputer dalam menjalankan algoritma tersebut. Suatu algoritma dapat dikatakan efisien dan efektif jika diaplikasikan atau dituliskan dengan bahasa pemrograman tertentu pada komputer, akan membutuhkan waktu penyelesaian yang paling singkat dengan kebutuhan alokasi memori yang paling minimum. Algoritma yang berhubungan dengan persoalan-persoalan numeris yang kompleks kadang-kadang membutuhkan fasilitas yang lengkap dari perangkat komputer.misalnya komputer yang dilengkapi Math-Co-processor akan lebih baik dalam memecahkan persoalan numeris dibandingkan komputer biasa. b. Bahasa pemrograman yang menunjang aplikasi algoritma pada komputer. Kadang-kadang dapat dijumpai suatu algoritma yang sangat sulit diaplikasikan pada komputer karena tidak adanya bahasa pemrograman yang menunjang pemakaian algoritma tersebut. Meskipun algoritma tersebut dikatakan efisien dan efektif tetapi tidak ditunjang fasilitas bahasa
3 III - 3 pemrograman yang memadai maka eksekusi dari algoritma akan menjadi kurang baik. Atau dengan perkataan lain jika bahasa pemrograman yang dipakai tidak menyediakan fasilitas yang memadai untuk eksekusi suatu algoritma, maka algoritma tersebut bisa menjadi kurang efisien dan efektif. c. Tipe Algoritma. Sering kita jumpai adanya kemungkinan lebih dari satu algoritma dalam memecahkan suatu persoalan. Algoritma mana yang akan dipilih tentunya algoritma yang paling efisien dan efektif dalam memecahkan persoalan tersebut. Sering pula kita jumpai algoritma yang efisien dan efektif untuk memecahkan suatu persoalan kadang menjadi kurang efektif dan efisien dalam memecahkan persoalan yang sama dengan data yang berbeda. Hal ini dapat terjadi pada saat terjadinya perubahan masukan terhadap algoritma tersebut. Suatu algoritma dapat efisien dan efektif untuk mengerjakan atau mengolah data yang kecil. Namun kadang-kadang terjadi sebaliknya, jika jumlah data membesar, maka algoritma itu menjadi kurang efisien dan kurang efektif. Dalam menuliskan instruksi-instruksi yang terdapat dalam suatu algoritma dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah : a. Mengikuti kaidah bahasa yang dipakai manusia. b. Mengikuti kaidah bahasa yang dipakai didalam komputer. c. Dengan menggunakan bagan alir (flowchart). Jadi flowchart adalah suatu bagan yang menggambarkan urutan-urutan proses dalam menyelesaikan suatu persoalan. Semua persoalan ternyata dapat dipecahkan dengan membangun sekelompok atau block logika dari 3 (tiga) bentuk logika dasar, yaitu : a. Urutan (sequence) b. Pilihan (selection) c. Pengulangan (iteration)
4 III - 4 Pada pilihan maupun pengulangan selalu terdapat kondisi yang selalu diuji. Pada pengulangan selama kondisi benar maka akan mengerjakan proses yang sama (sekali atau berkali-kali) sedangkan jika kondisi salah akan mengerjakan proses yang lain. Sedangkan pada pilihan jika kondisi benar maka akan mengerjakan satu proses sedangkan kalau kondisi salah akan mengerjakan proses yang lain. Ketiga logika dasar tersebut dapat digabungkan menjadi satu kesatuan logika yang lebih kompleks yang mencerminkan urutan-urutan proses dalam memecahkan suatu persoalan. Dalam membuat bagan alir ada beberapa simbol yang sering dipakai, yaitu : TERMINAL : dipakai untuk memulai dan mengakhiri flowchart. INPUT/OUTPUT : dipakai untuk membaca data dan menulis output. PROSES : dipakai untuk mengolah data. CONNECTOR (PENGHUBUNG) : dipakai untuk menghubungkan satu atau lebih bagan dalam satu halaman yang sama OFF-PAGE CONNECTOR : dipakai untuk penghubung bagan antar halaman. DECISION : dipakai untuk menentukan satu diantara dua kemungkinan pencabangan proses. PREPARATION : dipakai untuk inisialisasi harga awal TANDA PANAH : dipakai untuk menunjukkan arah dari proses atau logika.
5 III ALGORITMA METODE BRITISH STANDARD P1 Mulai Kuat Tekan, Sr Kuat tekan rata-rata = kuat tekan * Sr Minimum Kuat tekan <= Kuat tekan rata-rata <= Maximum Kuat tekan (Grafik 2.1) Slump, Ukuran Agregat Max, Tentukan Kadar Air Bebas (Tabel 2.1) Tentukan FAS (Grafik 2.1) Pilih ketentuan FAS tanpa ketentuan FAS A B
6 III - 6 B FAS max FAS >= FAS max A FAS = FAS max Kadar Semen = Kadar Air Bebas FAS Pilih ketentuan kadar semen tanpa ketentuan kadar semen C D
7 III - 7 D max max >= kadar semen max = max E min min G <= kadar semen min = min F
8 III - 8 G kadar semen max, kadar semen min kadar semen min <= <= kadar semen max C E F P1 P2 A, Ukuran Saringan Hitung % pasir dengan rumus : A y h x y 100 k 100 x 100 A=Ordinat gradasi gabungan untuk ukuran saringan tertentu Yh=Ordinat agregat butiran halus Yk=Ordinat agregat butiran kasar X=Prosentase agregat butiran kecil (% pasir) Masuk Spesifikasi H
9 III - 9 H Prosentase Agregat Kasar (% kerikil) = % pasir P2 Berat Jenis Semen Kadar Semen Volume Semen BJ Semen Volume Total Agregat = 1000 Kadar Air Bebas Volume Semen BJ Pasir, BJ Kerikil BJ Gabungan Agregat % pasir BJ Pasir 1 % Kerikil BJ Kerikil Berat total agregat = Volume total agregat * BJ gabungan agregat Berat Pasir = % Pasir * Berat total agregat Berat Kerikil = % Kerikil * Berat total agregat Tulis kadar semen, kadar air, berat pasir, berat kerikil Selesai
10 III ALGORITMA METODE ACI Q2 Mulai Kuat Tekan, Sr Kuat tekan rata-rata = kuat tekan * Sr Minimum Kuat tekan < Kuat tekan rata-rata < Maksimal Kuat tekan (Tabel 2.4) Tentukan FAS (Tabel 2.4) Pilih ketentuan FAS Tanpa ketentuan FAS I FAS max J
11 III - 11 J FAS >= FAS max FAS = FAS max I Slump, Ukuran Agregat Max Tentukan Kadar Air (Tabel 2.3) Kadar Semen = Kadar Air Bebas FAS Pilih ketentuan kadar semen K
12 III - 12 K Tanpa ketentuan kadar semen L max : max >= kadar semen max = max min min M Q1 <= kadar semen min = min N
13 III - 13 Q1 kadar semen max, kadar semen min kadar semen min <= <= kadar semen max Q2 L M N Q3
14 III - 14 Ukuran agregat kasar max, Modulus kehalusan pasir Volume total agregat kasar (Tabel 25) Berat Isi agregat kasar Berat agregat kasar (kerikil) = volume total agregat kasar * Berat Isi agregat kasar Q3 BJ Semen Volume semen = kadar semen / BJ Semen Volume pasir = 1000 volume semen kadar air volume total agregat kasar BJ pasir Berat pasir = Volume pasir * BJ pasir Tulis kadar semen, kadar air, berat pasir, berat kerikil Selesai
15 III ALGORITMA METODE SHACKLOCK R2 Mulai Kuat Tekan, Sr Kuat tekan rata-rata = kuat tekan * Sr Minimum Kuat tekan <= Kuat tekan rata-rata <= Maximum Kuat tekan (Grafik 2.7 s/d 2.10) Tentukan Nomor Referensi (Grafik 2.7 s/d 2.10) Tentukan FAS (Grafik 2.11 s/d 2.12) Pilih ketentuan FAS Tanpa ketentuan FAS O P
16 III - 16 P FAS max FAS >= FAS max FAS = FAS max Tipe agregat kasar, ukuran agregat kasar max, workability agregat Tentukan nilai (tabel 2.6 & tabel 2.7) semen R4 R5 BJ Semen, agregat BJ Agregat gabungan, semen Q
17 III - 17 O Q Hitung kadar semen dengan persamaan : Air BJ Air Semen BJ Semen Agregat BJ Agregat 1000 Pilih ketentuan kadar semen Tanpa ketentuan kadar semen R max : max min S >= kadar semen max = max R1 T
18 III - 18 R1 kadar semen max, kadar semen min kadar semen min <= <= kadar semen max R2 R T R3
19 III - 19 S min <= kadar semen min = min R3 Hitung kadar air, berat agregat gabungan R6 R4 A, Ukuran Saringan A y h x y 100 k 100 x 100 A=Ordinat gradasi gabungan untuk ukuran saringan tertentu Yh=Ordinat agregat butiran halus Yk=Ordinat agregat butiran kasar X=Prosentase agregat butiran kecil (% pasir) Masuk spesifikasi? U
20 III - 20 U Prosentase Agregat Kasar (% kerikil) = % pasir BJ Pasir, BJ Kerikil BJ Gabungan Agregat % pasir BJ Pasir 1 % Kerikil BJ Kerikil R5 R6 Berat pasir = % pasir * berat agregat gabungan Berat kerikil = berat agregat gabungan berat pasir Tulis kadar semen, kadar air, berat pasir, berat kerikil Selesai
Zaenal Abidin, S.Si., M.Cs. Riza Arifudin, S.Pd., M.Cs.
Zaenal Abidin, S.Si., M.Cs. Riza Arifudin, S.Pd., M.Cs. Dalam kehidupan sehari-hari, untuk berkomunikasi butuh bahasa yang sama. Jika lawan bicara tidak penerjemah Analog di bahasa pemrograman, kita harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Beton merupakan bahan bangunan yang amat penting dilihat dari volume pengerjaan yang cukup besar jumlahnya. Perencanaan campuran beton (mix design) memegang peranan
Algoritma Pemrograman 2C
Algoritma Pemrograman 2C Indah Wahyuni Pertemuan 1 Daftar Isi Pengenalan Algoritma Definisi Algoritma Mengapa Belajar Algoritma & Pemrograman Pengenalan Jenis-jenis Bahasa Pemrograman Efisiensi Algoritma
IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA
IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Algoritma-Pemograman-Flow Chart Ramos Somya Algoritma Asal kata Algoritma berasal dari nama seorang ilmuan Persian yang bernama Abu Ja far Mohammed lbn Musa al-khowarizmi,
Algoritma Pemrograman I
Algoritma Pemrograman I Kegiatan Belajar 1 : Algoritma Pemrograman A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini mahasiswa diharapkan dapat : 1) Memahami Konsep Algoritma 2) Memahami
Pengenalan Algoritma
Pengenalan Algoritma PENGERTIAN DASAR LOGIKA DAN ALGORITMA Diperkenalkan Oleh Ahli Matematika : Abu Ja far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi Definisi Algoritma 1. Langkah-langkah yang dilakukan agar solusi
Logika Informatika. Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta
5. Algoritma Logika Informatika Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jl. Ringroad Utara Condong Catur Yogyakarta. Telp. 0274 884201 Fax 0274-884208 Website: www.amikom.ac.id
7. Logika dan Algoritma Pemrograman
7. Logika dan Algoritma Pemrograman Logika Informatika Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jl. Ringroad Utara Condong Catur Yogyakarta. Telp. 0274 884201 Fax 0274-884208
Pemrograman Komputer Oleh : Agus Priyan : Agus Priy t an o t, o M.Kom M.K
Pemrograman Komputer Oleh : Agus Priyanto, M.Kom Tujuan Pembelajaran 1. Memahami bagaimana komputer menangani data elektronik 2. Memahami komponen yang terlibat dalam memproduksi informasi 3. Memahami
Pendahuluan. Algoritma
Pendahuluan Komputer pada dasarnya adalah mesin yang tidak bisa apa-apa. Kita harus memberikan perintah untuk dapat berbicara (berkomunikasi) dengan komputer, dengan cara memberikan serangkaian instruksi
ALGORITMA. Bahasa Pemrograman adalah prosedur atau tata cara penulisan program.
MATERI 3 ALGORITMA Program adalah kata, ekspresi, pernyataan yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan
Pemrograman Komputer Oleh : Agus Priyan : Agus Priy t an o t, o M.Kom M.K
Pemrograman Komputer Oleh : Agus Priyanto, M.Kom Tujuan Pembelajaran 1. Memahami bagaimana komputer menangani data elektronik 2. Memahami komponen yang terlibat dalam memproduksi informasi 3. Memahami
Bahasa Pemrograman- TIS SKS
Bahasa Pemrograman- TIS1313 3 SKS T.Informatika@2013 Materi Bahasan Pemrograman TIS1313 Pengenalan / Pengantar Bahasa Pemrograman Algoritma,Program, Bahasa Pemrograman Struktur sistem komputer Siklus Hidup
Materi Pelajaran : Algoritma Pemrograman. Siswa memahami tentang dasar dasar Algoritma Pemrograman
Materi Pelajaran : Algoritma Pemrograman 1. Tujuan : Siswa memahami tentang dasar dasar Algoritma Pemrograman 2. Teori Singkat A. Algoritma Sejarah Algoritma Ditinjau dari asal usul katanya, kata Algoritma
Mengapa Belajar Pemrograman Komputer?
PENDAHULUAN Pemrograman Komputer Saifoe El Unas Mengapa Belajar Pemrograman Komputer? Semakin maju peradaban : Semakin kompleks masalah yang dihadapi Ilmu pengetahuan & IT terus berkembang Tuntutan kompetensi/keahlian
Pengantar Algoritma & Flow Chart
PRAKTIKUM 1 Pengantar Algoritma & Flow Chart A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mampu memahami suatu masalah dan mampu mencari solusi pemecahannya dan mampu menuangkan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut
Algoritma Dan Pemrograman [algoritma, program, flowchart] Presented by Rijal Fadilah, S.Si
Algoritma Dan Pemrograman [algoritma, program, flowchart] Presented by Rijal Fadilah, S.Si Algoritma Informal : seperangkat langkah yg mendefinisikan bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan Algoritma :
Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom
Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Kompetensi Detail Mampu menjelaskan Prinsip-prinsip Algoritma Mampu menjelaskan Konsep Bahasa Pemrograman Mampu membuat Flowchart dan Pseudocode Mampu menjelaskan
PENDAHULUAN PEMROGRAMAN KOMPUTER. Mengapa Belajar Pemrograman Komputer?
PENDAHULUAN PEMROGRAMAN KOMPUTER Mengapa Belajar Pemrograman Komputer? Semakin maju peradaban : Semakin kompleks masalah yang dihadapi Ilmu pengetahuan & IT terus berkembang Pada Teknik Sipil : Perlu logika
DAFTAR ISI. BAB III LANDASAN TEORI Beton Serat Beton Biasa Material Penyusun Beton A. Semen Portland
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii MOTO... v DEDICATED... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR NOTASI... x DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN...
diperlukan adanya komposisi pasir dan kerikil yang tepat dengan menggunakan mesin Pengaus Los Angeles, yang mana
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Umum Komponen utama beton adalah agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil). Dalam pembentukan beton diperlukan adanya komposisi pasir dan kerikil yang tepat dan kekuatan
CONTOH 1 PERENCANAAN CAMPURAN BETON Menurut SNI
CONTOH 1 PERENCANAAN CAMPURAN BETON Menurut SNI 03-2834-2000 Kuat tekan yang disyaratkan f c = 30 MPa untuk umur 28 hari, benda uji berbentuk silinder dan jumlah yang di izinkan tidak memenuhi syarat =
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN #2
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN #2 DEFINISI FLOWCHART Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan symbol. Dengan
Khusnawi, S.Kom, M.Eng
Penyajian Algoritma Khusnawi, S.Kom, M.Eng PENYAJIAN ALGORITMA Algoritma dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu : tulisan dan gambar/simbol. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan biasanya menggunakan
BAB II DASAR-DASAR DAN ATURAN PENULISAN ALGORITMA
2.1 Pengertian Algoritma BAB II DASAR-DASAR DAN ATURAN PENULISAN ALGORITMA Dalam modul sebelumnya telah dijelaskan bahwa salah satu tahapan di dalam pemrograman ialah menyusun kerangka pemecahan dan metode
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
29 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Susun Beton Pemeriksaan bahan susun beton yang dilakukan di laboratorium telah mendapatkan hasil sebagai berikut : 1. Hasil Pemeriksaan Agregat
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Penyusun Beton Pemeriksaan bahan penyusun beton yang dilakukan di Laboratortium Bahan Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Pembuatan Algoritma yang Baik Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta
Pembuatan Algoritma yang Baik Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta Beberapa persyaratan untuk menbuat algoritma yang baik adalah 1. Tingkat kepercayaannya tinggi (realibility). Hasil yang diperoleh dari proses
CONTOH 2 PERENCANAAN CAMPURAN BETON Menurut SNI
CONTOH 2 PERENCANAAN CAMPURAN BETON Menurut SNI 03-2834-1993 Kuat tekan yang disyaratkan f c = 20 MPa untuk umur 28 hari, benda uji berbentuk silinder dan jumlah yang di izinkan tidak memenuhi syarat =
Struktur Data Review Algoritma, Pemrograman. Presented by Rijal Fadilah, S.Si
Struktur Data Review Algoritma, Pemrograman Presented by Rijal Fadilah, S.Si Algoritma Informal : seperangkat langkah yg mendefinisikan bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan Algoritma : suatu kumpulan
TATA CARA PEMBUATAN RENCANA CAMPURAN BETON NORMAL. SNI By Yuyun Tajunnisa
TATA CARA PEMBUATAN RENCANA CAMPURAN BETON NORMAL SNI 03-2834-1993 By Yuyun Tajunnisa Contoh Perhitungan Mix Design Beton K175 Mutu beton fc = 175 kg/cm2 atau 17,5 Mpa Dengan: - SNI 03-2843-1993 - PBI
Teori Algoritma. 1Universitas Gunadarma
Teori Algoritma Teknik Informatika Semester 2 AP2C.T Pertemuan 1 (4 maret 2014) Definisi Algoritma Mengapa Belajar Algoritma & Pemrograman Pengenalan Jenis-jenis Bahasa Pemrograman Efisiensi Algoritma
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Berat Tertahan Komulatif (%) Berat Tertahan (Gram) (%)
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Penyusun Beton Pemeriksaan bahan penyusun beton yang dilakukan di Laboratortium Bahan Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Penyusun Beton Pemeriksaan bahan penyusun beton dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Simulasi 2.1.1 Pengertian Simulasi Simulasi merupakan salah satu cara untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi di dunia nyata (real world). Banyak metode yang dibangun
Laporan Tugas Akhir Kinerja Kuat Lentur Pada Balok Beton Dengan Pengekangan Jaring- Jaring Nylon Lampiran
PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN Suhu Awal : 25 C Semen : 64 gram Piknometer I A. Berat semen : 64 gram B. Volume I zat cair : 1 ml C. Volume II zat cair : 18,5 ml D. Berat isi air : 1 gr/cm 3 A Berat jenis
PENJELASAN PENGISIAN DAFTAR ISIAN ( FORMULIR )
PENJELASAN PENGISIAN DAFTAR ISIAN ( FORMULIR ) 1. Kuat tekan yang disyaratkan sudah ditetapkan 30,0 N/mm 2 untuk umur 28 hari. 2. Deviasi standar diketahui dari besarnya jumlah (volume) pembebasan yang
MODEL PEMETAAN SKKNI TERHADAP KURIKULUM PROGRAM STUDI BERBASIS KKNI LEVEL 6 SKKNI BIDANG KEAHLIAN PROGRAMMER MULTIMEDIA PROGRAMMER APLIKASI
MODEL PEMETAAN S TERHADAP KURIKULUM PROGRAM STUDI BERBASIS LEVEL 6 S BIDANG KEAHLIAN WEB APLIKASI MULTIMEDIA EMBEDDED SYSTEM JUNIOR SENIOR PAKET KOMPETENSI SERTIFIKASI PROFESI PENGETAHUAN DASAR TIK.PR02.002.01
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN POKOK BAHASAN 1. Pendahuluan 2. Tahapan Pembangunan Program 3. Pengenalan Algoritma 4. Cara Menyajikan Algoritma 5. Data Program 6. Elemen-Elemen Program PENDAHULUAN
> NORMAL CONCRETE MIX DESIGN <
> NORMAL CONCRETE MIX DESIGN < Soal : Rencanakan campuran beton untuk f c 30MPa pada umur 28 hari berdasarkan SNI 03-2834-2000 dengan data bahan sebagai berikut : 1. Agregat kasar yang dipakai : batu pecah
Tunggu. Bicara. Tutup. Stop
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisa pembuatan program : 1. Operasi Input/Output (I/O) Input pembacaan data kedalam komputer Output penulisan data keluar dari komputer 2. Penggunaaan variable
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Pemeriksaan Bahan Susun
Persen Lolos (%) BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Susun Pemeriksaan bahan susun beton dengan agregat kasar batu apung yang dilakukan di laboratorium telah mendapatkan hasil
: Pengujian Campuran Beton No. Uji : 10. Materi : Perancangan Campuran Beton Mutu Tinggi Metode BW Shacklock Halaman :
I. REFERENSI 1. Modul Perancangan Campuran Beton tinggi Metode BW Shacklock II. III. TUJUAN Menentukan komposisi masing-masing campuran bahan yang diperlukan dalam merancang beton mutu tinggi fc-45 menggunakan
4. Perhitungan Proposi Campuran menurut SNI
. Perhitungan Proposi Campuran menurut SNI 0-8-000 Pemilihan proporsi campuran beton harus ditentukan berdasarkan hubungan antara Kuat Tekan Beton dan Faktor Air Semen (fas) Perhitungan perencanaan campuran
ANALISA PERBANDINGAN KUALITAS BETON DENGAN AGREGAT HALUS QUARRY SUNGAI MARUNI MANOKWARI DAN KAMPUNG BUGIS SORONG
ANALISA PERBANDINGAN KUALITAS BETON DENGAN AGREGAT HALUS QUARRY SUNGAI MARUNI MANOKWARI DAN KAMPUNG BUGIS SORONG Wennie Mandela 1, Hendrik Pristianto 2*, Muhammad Arif 3 1,2 Dosen Program Studi Teknik
Findra Kartika Sari Dewi
Teknik dan Logika Pemrograman [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemeriksaan Agregat Kasar Pratama (2016), dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Dari Yogyakarta Terhadap Kuat Tekan Beton agregat kasar yang digunakan
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Dasar Teori Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar dan air yang membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah campuran
PENULISAN ALGORITMA. Algoritma dan Pemrograman. Rajif Agung Yunmar, S.Kom, M.Cs.
PENULISAN ALGORITMA Algoritma dan Pemrograman Rajif Agung Yunmar, S.Kom, M.Cs. Penulisan Algoritma Dalam bentuk tulisan Bahasa natural Pseudocode Dalam bentuk gambar Diagram alir (flowchart) Penulisan
Algoritma & Flowchart
Algoritma & Flowchart MATERI Pembahasan lanjutan: Algoritma (lanjutan) Pseudocode Flowchart ALGORITMA Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis Algoritma
BAB III METODOLOGI DAN RANCANGAN PENELITIAN
BAB III METODOLOGI DAN RANCANGAN PENELITIAN 3.1. Pengujian Material Dalam mendesain suatu campuran beton, perlu terlebih dahulu diadakan suatu pengujian material atau bahan-bahan pencampur beton. Di antaranya
MATERI KULIAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I (2 SKS)
MATERI KULIAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I (2 SKS) DOSEN PENGAMPU: TATI HARIHAYATI M.,M.T. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIKOM PERTEMUAN 1 PENGANTAR ALGORITMA Algoritma dan Pemrograman I Teknik Informatika
I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-1 - Hal 1
I. KATA PENGANTAR Dewasa ini sudah banyak berkembang bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi yang pemakaiannya sudah sangat mudah, hanya klik dan drag saja. Namun meskipun demikian tetap saja programmer
BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Beton merupakan hal yang paling utama dalam suatu konstruksi. Hampir pada setiap aspek pembangunan tidak dapat terlepas daripada suatu beton. Sebagai contoh pada suatu
Implementasi OOP Pada Perangkat Lunak Pemrograman
Silabus Pertemuan ke- Pokok Bahasan Keterangan 1 Pengenalan Dasar Pemrograman 2 Konsep Dasar Pemrograman 3 Tahapan Pembuatan Program 4 Elemen-Elemen Bahasa Pemrograman 5 Analisa Struktur Program 6 Analisa
Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak
Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** *Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan **
MIX DESIGN Agregat Halus
MIX DESIGN Soal : Rencanakan campuran beton untuk f c 30MPa pada umur 28 hari dengan data : 1. Agregat kasar yang dipakai : batu pecah (alami) 2. Agregat halus yang dipakai : pasir 3. Diameter agregat
BAHASA KOMPUTER. Komunikasi antara manusia dengan komputer (HUMAN COMPUTER INTERACTION HCI)
BAHASA KOMPUTER Komunikasi antara manusia dengan komputer (HUMAN COMPUTER INTERACTION HCI) Bahasa Sebagai Media Komunikasi Manusia dapat melakukan tugas dari manusia lain dengan perantara bahasa. Hewan
Algoritma & Pemrograman #1. Antonius Rachmat C, S.Kom
Algoritma & Pemrograman #1 Antonius Rachmat C, S.Kom Jenis Proses Algoritma Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Persen Lolos (%) BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Agregat Halus (Pasir) 1. Gradasi agregat halus (pasir) Dari hasil pemeriksaan gradasi agregat halus pada gambar 5.1, pasir Merapi
STUDI EKSPERIMENTAL PENGGANTIAN SEBAGIAN AGREGAT KASAR MENGGUNAKAN PECAHAN KERAMIK PADA BETON
STUDI EKSPERIMENTAL PENGGANTIAN SEBAGIAN AGREGAT KASAR MENGGUNAKAN PECAHAN KERAMIK PADA BETON Howey Sentausa NRP : 0321020 Pembimbing : Ginardy Husada, Ir.,MT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS
DAFTAR ISI. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Penelitian Sebelumnya... 8
vii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN...ii HALAMAN PERSETUJUAN...iii KATA PENGANTAR... iv ABSTAKS... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GRAFIK... xiv DAFTAR GAMBAR...
Berat Tertahan (gram)
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Penyusun Beton Pemeriksaan bahan penyusun beton yang dilakukan di Laboratortium Bahan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
OPERASI DASAR KOMPUTER dan PERANGKAT LUNAK DALAM SISTEM INFORMASI
OPERASI DASAR KOMPUTER dan PERANGKAT LUNAK DALAM SISTEM INFORMASI Standar Kompetensi : Melakukan operasi dasar komputer Kompetensi Dasar : Menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi Perangkat
BAB III LANDASAN TEORI
xvi DAFTAR NOTASI As : Luas penampang benda uji ASTM : American Society for Testing and Materials B : Berat piknometer berisi air (gram) Ba : Berat kerikil dalam air (gram) Bj : Berat Jenis Bk : Berat
PENGENALAN ALGORITMA & PEMROGRAMAN P E N G A N T A R T E K N O L O G I I N F O R M A S I ( T I F )
PENGENALAN ALGORITMA & PEMROGRAMAN P E N G A N T A R T E K N O L O G I I N F O R M A S I ( T I F 1 1 0 1) PENGENALAN ALGORITMA & PEMROGRAMAN Definisi Algoritma Sejarah Algoritma Perbedaan Algoritma & Program
PEMROGRAMAN DASAR ( PASCAL ) PERTEMUAN I
PEMROGRAMAN DASAR ( PASCAL ) PERTEMUAN I I. Pengertian Algoritma Algorithm sebenarnya berasal dari kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. Perencanaan dan perancangan program komputer
PENGARUH PERSENTASE BATU PECAH TERHADAP HARGA SATUAN CAMPURAN BETON DAN WORKABILITAS (STUDI LABORATORIUM) ABSTRAK
PENGARUH PERSENTASE BATU PECAH TERHADAP HARGA SATUAN CAMPURAN BETON DAN WORKABILITAS (STUDI LABORATORIUM) Andrian Kurnia NRP : 9821047 Pembimbing : Herianto Wibowo, Ir., M.Sc. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Bahan Pemeriksaan bahan penyusun beton yang telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Bahan dan Konstruksi, Teknik Sipil UMY meliputi: pemeriksaan
IV. HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV. HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV. 1. Tanah Tulakan Dari hasil anilisis kimia yang dilakukan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), didapatkan hasil : Tabel IV.1. Kandungan
PENGENALAN KOMPUTER. Sistem Komputer. Dian Palupi Rini, M.Kom
PENGENALAN KOMPUTER Dian Palupi Rini, M.Kom Sistem Komputer Komputer Definisi komputer adalah alat elektronik yang dapat menerima input data, mengolah data dan memberikan hasil dalam bentuk informasi dengan
PEMROGRAMAN KOMPUTER DASAR. Kuliah ke-1
PEMROGRAMAN KOMPUTER DASAR Kuliah ke-1 1 1. Organisasi Komputer Dasar Sebuah komputer modern/digital dengan program yang tersimpan di dalamnya merupakan sebuah system yang memanipulasi dan memproses informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang beton sebagai salah satu bahan bangunan terus berkembang dari tahun ke tahun. Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapatkankuat tekan beton yang diinginkan
PEMERIKSAAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON BERAGREGAT KASAR BATU RINGAN APE DARI KEPULAUAN TALAUD
Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.7, Juni 213 (479-485) ISSN: 2337-6732 PEMERIKSAAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON BERAGREGAT KASAR BATU RINGAN APE DARI KEPULAUAN TALAUD Maria M. M. Pade E. J. Kumaat,
ALGORITMA berasal dari seorang ilmuwan Muslim bernama Al-Khowarizmi
Daskompro Algoritma ALGORITMA berasal dari seorang ilmuwan Muslim bernama Al-Khowarizmi Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari semua aspek produksi dalam suatu proses perancangan suatu perangkat lunak /
HASIL PENELITIAN AWAL (VICAT TEST) I. Hasil Uji Vicat Semen Normal (tanpa bahan tambah) Penurunan (mm)
HASIL PENELITIAN AWAL (VICAT TEST) I. Hasil Uji Vicat Semen Normal (tanpa bahan tambah) Hasil Uji Vicat Semen Normal (tanpa bahan tambah) ( menit ) 42 15 32 28 45 24 6 21 Hasil Uji Vicat untuk Pasta Semen
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Material Kegiatan yang dilakukan sebelum perencanaan campuran beton (mix design) adalah pengujian material agregat halus, agregat kasar, air, EPS dan semen. Hal
Definisi Algoritma. Prepared by Vosco
Definisi Algoritma Adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang tepat, logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma adalah inti dari ilmu
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN A. Alat-alat yang Digunakan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari pemeriksaan bahan susun beton, pembuatan benda uji, perawatan benda uji, dan sampai dengan
Tujuan: mendapatkan campuran agregat halus dan kasar yang optimal, sehingga menghasilkan beton yang murah dan workable Syaratnya:
Tujuan: mendapatkan campuran agregat halus dan kasar yang optimal, sehingga menghasilkan beton yang murah dan workable Syaratnya: Tahu gradasi masing-masing agregat (kasar dan halus) Tahu spesifikasi gradasi
: STUDI PENELITIAN HUBUNGAN KEKUATAN TEKAN BETON DENGAN SLUMP GUNAWAN NIM :
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Sipil Skripsi sarjana Semester Ganjil Tahun 2003 / 2004 JUDUL : STUDI PENELITIAN HUBUNGAN KEKUATAN TEKAN BETON DENGAN SLUMP Abstrak GUNAWAN NIM : 0400524772 Sebelum
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR I. SEJARAH PENGEMBANGAN PROGRAM - PROGRAM BANYAK BERISI INSTRUKSI GOTO - BERISI PROSES YANG MELOMPAT MUNDUR KEBARIS SEBELUMNYA Mulai : GOTO Hitung Hitung : GOTO Hitung IDE-IDE :
DEFINISI SIMBOL FLOWCHART
DEFINISI SIMBOL FLOWCHART 1 Pertemuan ke 2 PENGENALAN DAN DEFINISI FLOWCHART Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini
ALGORITMA, PEMROGRAMAN DAN BAGAN ALIR. Pertemuan Ke-1
ALGORITMA, PEMROGRAMAN DAN BAGAN ALIR Pertemuan Ke-1 Pendahuluan Komputer adalah alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Dalam menyelesaian masalah dengan komputer perlu merumuskan langkahlangkah penyelesaian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Adapun diagram alir metodologi penelitian adalah sebagai berikut : MULAI PENGUJIAN BAHAN AGREGAT KASAR AGREGAT HALUS MIX DESIGN BETON NORMAL BETON CAMPURAN KACA 8%
1.2. Tujuan Penelitian 4
DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul Halaman Pengesahan Halaman Motto Halaman Persembahan i ii iii iv Kata Pengantar v Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran viii xi xvi xviii BAB I PENDAHULUAN
A. Tujuan Percobaan Menentukan pembagian butir (gradasi) agregat dan modulus. kehalusan. Data distribusi butiran pada agregat serta modulus kehalusan
5. ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR A. Tujuan Percobaan Menentukan pembagian butir (gradasi) agregat dan modulus kehalusan. Data distribusi butiran pada agregat serta modulus kehalusan diperlukan dalam
Algoritma. Contoh Algoritma
Algoritma urutan langkah langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Berasal dari nama penulis buku arab Abu Ja far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi Merupakan jantung ilmu
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Aplikasi Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan; lamaran; penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yang direka untuk
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Pendahuluan Peneletian beton ringan dengan tambahan EPS dimulai dengan pengujian pendahuluan terhadap agregat halus dan kasar yang akan digunakan dalam campuran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton menggunakan kapur alam dan menggunakan pasir laut pada campuran beton
BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer dapat diartikan sebagai mesin yang melakukan tugas-tugas tertentu yang dikontrol oleh sebuah intstruksi-instruksi perintah digital. Komputer berasal
3 sks (2,1) 1 sks: Lab Session. Course material: History Algorithm. Programming (C/C++):codeblock,gnu compiler
Algoritma & Programming 3 sks (2,1) 2 sks: Teori 1 sks: Lab Session Course material: History Algorithm Flowchart atau aliran proses Programming (C/C++):codeblock,gnu compiler Asal kata Algoritma berasal
Pengantar Teknologi Informasi. Software Komputer
Pengantar Teknologi Informasi Software Komputer Apa yang dimaksud dengan software? Contoh software dan jenisnya? Software = program Program adalah deretan intruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer
BAB 3 METODOLOGI. Bagan alir ini menjelaskan langkah apa saja yang dilakukan untuk membuat
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Bagan Alir Penelitian Bagan alir ini menjelaskan langkah apa saja yang dilakukan untuk membuat penelitan ini. Dimulai dari mengidentifikasi masalah yang ada sehingga dapat diangkat
Algoritma Dan Pemrograman
Algoritma Dan Pemrograman Oleh : Agus Priyanto, M.Kom Algoritma Dan Pemrograman Algoritma adalah jantung ilmu komputer dan informatika. Banyak cabang dari ilmu komputer yang diacu dalam terminology algoritma.
Bahasa Pemograman Modul XI
Bahasa Pemograman Modul XI Pembahasan Membedakan jenis bahasa pemograman Menjelaskan bahasa prosedural beserta dengan contohnya Menjelaskan bahasa pemograman berorientasi objek Menjelaskan jenis jenis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan obyek berupa paving blok mutu rencana 400 Kg/ dan 500 Kg/ sebanyak masing-masing 64 blok. Untuk setiap percobaan kuat tekan dan tarik belah paving
LAMPIRAN. Universitas Kristen Maranatha
82 LAMPIRAN 83 Tabel 1 Perkiraan Kekuatan Tekan (N/mm) Beton Dengan Faktor Air Semen.5 Dan Jenis Semen Dan Agregat Kasar Yang Biasa Dipakai Di Indonesia Jenis Semen Semen portland tipe 1 atau semen tahan
