SOP PERENCANAAN ANGGARAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SOP PERENCANAAN ANGGARAN"

Transkripsi

1 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 01 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PERENCANAAN ANGGARAN 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT. RIAU 1 Komputer 2 ATK 3 Aplikasi RKA-KL 4 Dokumen Keuangan Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan - Buku Kontrol - Buku Kegiatan PANITERA/ TIM Keterangan STAF Kelengkapan Waktu Output SEKRETARIS PERENCANAAN Melakukan rapat koordinasi 1 dalam rangka sinkronisasi dan Rencana Stratejik pemantapan penyusunan RKAdan Program Kerja KL dengan masing-masing unit 3 hari kerja Usulan Anggaran Dilaksanakan Rencana pada bulan Maret Pengiriman Hasil Usulan Usulan Rencana 2 Kegiatan Rencana Anggaran Kegiatan ke Biro Perencanaan MARI Matrik Rencana Kerja Kementrian/Lembaga (RRKL) Mahkamah Agung RI Penyusunan Rencana Kerja Pemberitahuan dan Anggaran Kementrian Pagu Sementara 3 3 hari Negara/Lembaga (RKA-KL) dari Biro Pagu Sementara Perencanaan MARI RKA-KL Pagu Sementara Dilaksanakan pada bulan Maret Pembahasan dan penelaahan RKA-KL berdasarkan pagu 4 sementara dengan Direktorat RKA-KL Pagu Jenderal Anggaran Sementara Perimbangan Keuangan 2 hari Kementrian Keuangan untuk ditelaah secara bersama-sama Persetujuan Dirjen Anggaran Kementrian Keuangan atas RKA- KL Pagu Sementara Keterangan : Tim Perencanaan terdiri atas : Panitera/Sekretaris, Wakil Sekretaris dan Staf

2 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 02 Tanggal Efektif : 02 Januari 201 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 ATK 3 Aplikasi RKA-KL 4 Dokumen Keuangan Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan TIM PERENCANAAN STAF PANITERA/ SEKRETARIS KUASA PENGGUNA ANGGARAN KETUA Kelengkapan Waktu Output Keterangan Penyusunan kembali RKA-KL untuk disesuaikan dengan pagu definitif yang diterima 1 Mahkamah Agung RI Pagu Definitif berdasarkan Rancangan untuk MA-RI Anggaran dan Pendapatan 3 hari Belanja Negara (RAPBN) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah bersama DPR RKA-KL Pagu Definitif Dilaksana kan pada bulan Juli Pembahasan dan penelaahan RKA-KL berdasarkan pagu 2 definitif dengan Direktorat RKA-KL Pagu Jenderal Anggaran Definitif Perimbangan Keuangan 2 hari Kementrian Keuangan untuk ditelaah secara bersama-sama Persetujuan Dirjen Anggaran Kementrian Keuangan atas RKA-KL Pagu Sementara RKA-KL yang telah disetujui 3 Penyusunan data pendukung oleh Dirjen RKA-KL Anggaran 1 bulan Kementrian Keuangan RKA-KL yang Pengiriman dan pengecekan telah disetujui 4 data pendukung ke Dirjen oleh Dirjen Anggaran Kementrian Keuangan Anggaran Kementrian Keuangan Data Pendukung RKA-KL RKA-KL disetujui untuk dijadikan DIPA Dilaksanakan pada bulan Oktober Berdasarkan RKA-KL disusun konsep Surat Rincian Alokasi 5 Anggaran (SRAA) untuk RKA-KL 7 hari penetapan pagu bagi satuan kerja di daerah Konsep DIPA Dilaksana kan pada bulan Desember Back-up Pengumpulan Data RKA-KL ke 6 (software) 2 hari dalam Aplikasi DIPA Aplikasi RKA-KL Aplikasi DIPA

3 Melakukan pembahasan dan penelaahan Konsep DIPA 7 dengan Kantor Wilayah Konsep DIPA 3 hari Perbendaharaan Prop. Riau Kementerian Keuangan RI Konsep DIPA yang telah disetujui 8 Konsep DIPA Penandatanganan dan yang telah Penerbitan DIPA disetujui 9 Penyerahan DIPA secara simbolis DIPA Keterangan : Tim Perencanaan terdiri atas : Panitera/Sekretaris, Wakil Sekretaris dan Staf DIPA DIPA Diserahkan oleh Gubernur Prop. Riau kepada Ketua Pengadilan Tinggi

4 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 03 Tanggal Efektif : 02 Januari 201 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN REVISI DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA) 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 ATK 3 Aplikasi RKA-KL 4 Dokumen Keuangan Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan KUASA PENGGUNA ANGGARAN BIRO PERENCANAAN MARI DIRJEN KUASA PENGGUNA PERBENDAHARAAN ANGGARAN PEKANBARU Kelengkapan Waktu Output Keterangan Konsep Revisi DIPA Konsep Revisi 1 dan Arsip Data DIPA Komputer (ADK) Konsep Revisi DIPA Persetujuan Revisi Persetujuan 2 3 hari DIPA Revisi DIPA Persetujuan Revisi DIPA Pengesahan Revisi 3 Revisi DIPA DIPA Revisi DIPA Penyampaian Revisi yang telah 4 DIPA (Hard Copy dan disetujui dan ADK) ADK Revisi DIPA 5 Tembusan yang telah disetujui dan ADK Revisi DIPA yang telah disetujui Revisi DIPA Revisi DIPA Tembusan juga diserahkan kepada : 1.Ketua BPK 2.Menteri/Ketu a Lembaga 3.Gubernur Propinsi Riau 4.DJA 5.Dir. PA, beserta ADK 6.Dir. APK

5 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 04 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN GAJI INDUK 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi GPP 3 Aplikasi SPM 4 Aplikasi Inject PIN PP-SPM 5 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PPABP WAKIL SEKRETARIS / KAUR KEUANGAN / PPSPM KUASA PENGGUNA ANGGARAN PEKANBARU BANK PERSEPSI BENDAHARA PENGELUARA N Kelengkapan Waktu Output Keterangan PPABP melakukan pendataan dan menyusun Data gaji pegawai kelengkapan data (SK Kenaikan gaji pegawai (SK Pangkat, SK Kenaikan Pangkat, Kenaikan Gaji SK Kenaikan Gaji Berkala, SK 1 Berkala, SK Jabatan, SK Jabatan, SK Mutasi, KP4, Tunjangan Istri/Anak) pada setiap awal bulan serta menghitung dan membuat surat setoran PPh 21 atas gaji Mutasi, KP4, Tunjangan Istri/Anak) dan Surat Setoran PPh 21 Data gaji pegawai (SK Kenaikan Pangkat, SK Kenaikan Gaji Berkala, SK Jabatan, SK Mutasi, KP4, Tunjangan Istri/Anak) dan Surat Setoran PPh 21 PPABP menginput daftar gaji pegawai pada Aplikasi Gaji gaji 2 (GPP) dan dokumen pegawai, pendukung Surat Perintah Pembayaran (SPP- LS) Perubahan Data gaji pegawai, Perubahan Data menguji daftar gaji pegawai dan dokumen pendukung SPP-LS gaji 3 Gaji Induk, apabila pegawai, Perubahan Data tidak benar dan tidak lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis menerbitkan 4 Induk Induk gaji pegawai, Perubahan Data Induk

6 menyampaikan SPP-LS kepada 5 Pejabat Penguji SPP/Pejabat Induk Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) Induk PPSPM melakukan pengujian SPP-LS 6 Gaji Induk, apabila tidak benar dan Induk tidak lengkap dikembalikan kepada Induk PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK 7 SPM-LS tersebut, SPM-LS Gaji dan pejabat yang Induk ditunjuk oleh KPA dan ADK SPM menyampaikan SPM-LS dan ADK SPM-LS Gaji Induk ke untuk diterbitkan SPM-LS Gaji Induk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi Bank Persepsi 9 mentransfer ke rekening masingmasing pegawai membukukan pelaksanaan dan Buku 10 anggaran belanja Kas Umum (BKU) pegawai yaitu pembayaran gaji induk pegawai dan Buku Kas Umum (BKU)

7 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Bagian Kepegawaian Nomor SOP : 05 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN GAJI SUSULAN / KEKURANGAN GAJI 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi GPP 3 Aplikasi SPM 4 Aplikasi Inject PIN PP-SPM 5 ATK Peringatan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan Aplikasi SPP 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PPABP WAKIL SEKRETARIS / KAUR KEUANGAN / PPSPM KUASA PENGGUNA ANGGARAN PEKANBARU BANK PERSEPSI BENDAHARA PENGELUARAN Kelengkapan Waktu Output Keterangan PPABP melakukan pendataan dan menyusun kelengkapan data gaji pegawai (SK Kenaikan Pangkat, SK Kenaikan Gaji Data gaji pegawai (SK Kenaikan Pangkat, SK Kenaikan Gaji 1 Berkala, SK Berkala, SK Jabatan, SK Mutasi, KP4, SKPP) serta menghitung dan membuat surat setoran PPh 21 atas gaji susulan/kekurangan gaji Jabatan, SK Mutasi, KP4, SKPP) dan Surat Setoran PPh 21 Data gaji pegawai (SK Kenaikan Pangkat, SK Kenaikan Gaji Berkala, SK Jabatan, SK Mutasi, KP4, SKPP) dan Surat Setoran PPh 21 PPABP menginput daftar gaji gaji susulan/kekurangan susulan/kekuran gaji pegawai pada gan gaji 2 Aplikasi Gaji (GPP) pegawai dan dan dokumen pendukung Surat Perintah Pembayaran (SPP- LS) menguji daftar gaji susulan/kekurangan gaji pegawai dan dokumen gaji susulan/kekuran gan gaji pendukung SPP-LS pegawai dan 3 Gaji Susulan/Kekuranga n Gaji,apabila tidak benar dan lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis susulan/kekuran gan gaji susulan/kekuran gan gaji menerbitkan Susulan/Kekura 4 Susulan/Kekuranga ngan Gaji n Gaji gaji susulan/kekur angan gaji pegawai dan susulan/kekur angan gaji gaji susulan/kekur angan gaji pegawai dan susulan/kekur angan gaji Susulan/Keku rangan Gaji

8 menyampaikan SPP-LS kepada Pejabat Penguji Susulan/Kekura 5 SPP/Pejabat ngan Gaji Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) Susulan/Keku rangan Gaji PPSPM melakukan pengujian SPP-LS Gaji Susulan/Kekuranga Susulan/Kekura 6 n Gaji pegawai, apabila tidak benar dan lengkap dikembalikan kepada ngan Gaji Susulan/Keku rangan Gaji PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK SPM-LS tersebut, SPM-LS Gaji dan pejabat yang Susulan/Kekura ditunjuk oleh KPA 7 ngan Gaji menyampaikan SPM-LS dan ADK SPM-LS Gaji Susulan/Kekuranga n Gaji ke untuk diterbitkan, ADK SPM SPM-LS Gaji Susulan/Keku rangan Gaji, ADK SPM Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi Bank Persepsi mentransfer ke rekening masingmasing 9 pegawai yang menerima gaji susulan/kekurangan gaji membukukan pelaksanaan dan Buku 10 anggaran belanja Kas Umum pegawai yaitu (BKU) pembayaran gaji susulan/kekurangan gaji pegawai dan Buku Kas Umum (BKU)

9 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 06 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN UANG MUKA GAJI 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi GPP 3 Aplikasi SPM 4 Aplikasi Inject PIN PP-SPM 5 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PPABP WAKIL SEKRETARIS / KAUR KEUANGAN / PPSPM KUASA PENGGUNA ANGGARAN PEKANBARU BANK PERSEPSI BENDAHARA PENGELUARAN Kelengkapan Waktu Output Kete rangan PPABP membuat daftar perhitungan uang muka gaji dan Data gaji pegawai (SK menyusun Mutasi, KP4, 1 kelengkapan data 2 hari SKPP, Surat Permintaan Uang Muka Gaji) gaji pegawai (SK Mutasi, KP4, SKPP, Surat Permintaan Uang Muka Gaji) Data gaji pegawai (SK Mutasi, KP4, SKPP, Surat Permintaan Uang Muka Gaji) PPABP menginput data daftar perhitungan uang 2 muka gaji pada penerima Aplikasi Gaji (GPP) uang muka gaji dan dokumen pegawai pendukung Surat Perintah Pembayaran (SPP- LS) penerima uang muka gaji pegawai menguji daftar perhitungan uang muka gaji dan dokumen pendukung SPP-LS penerima 3 Uang Muka Gaji, uang muka gaji apabila tidak benar pegawai dan lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis menerbitkan penerima 4 uang muka gaji Susulan/Kekuranga pegawai n Gaji penerima uang muka gaji pegawai SPP-LS Uang Muka Gaji

10 menyampaikan SPP-LS kepada 5 Pejabat Penguji SPP-LS Uang SPP/Pejabat Muka Gaji Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) SPP-LS Uang Muka Gaji PPSPM melakukan pengujian SPP-LS 6 Uang Muka Gaji, SPP-LS Uang apabila tidak benar Muka Gaji dan lengkap dikembalikan kepada SPP-LS Uang Muka Gaji PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK 7 SPM-LS tersebut, SPM-LS Uang dan pejabat yang Muka Gaji, ADK ditunjuk oleh KPA SPM menyampaikan SPM-LS dan ADK SPM-LS Uang Muka Gaji ke untuk diterbitkan SPM-LS Uang Muka Gaji, ADK SPM Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi Bank Persepsi mentransfer ke 9 rekening masingmasing pegawai yang menerima uang muka gaji membukukan dan Buku pelaksanaan 10 Kas Umum anggaran belanja (BKU) pegawai yaitu pembayaran uang muka gaji pegawai dan Buku Kas Umum (BKU)

11 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 07 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN GAJI KE PP 39 Tahun PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi GPP 3 Aplikasi SPP dan SPM 4 Aplikasi Inject PIN PP-SPM 5 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PPABP WAKIL SEKRETARIS / KAUR KEUANGAN / PPSPM KUASA PENGGUNA ANGGARAN PEKANBARU BANK PERSEPSI BENDAHARA PENGELUARA N Kelengkapan Waktu Output Keterangan PPABP melakukan pendataan dan menyusun Data gaji kelengkapan data pegawai (Surat gaji pegawai (Surat Edaran tentang 1 Edaran tentang pembayaran pembayaran Gaji Ke- Gaji ke-13) dan 13) serta Surat Setoran menghitung dan membuat surat PPh 21 setoran PPh 21 atas gaji ke-13 Data gaji pegawai (Surat Edaran tentang pembayaran Gaji ke-13) dan Surat Setoran PPh 21 PPABP menginput Data gaji daftar gaji ke-13 pegawai (Surat pegawai pada Edaran tentang Aplikasi Gaji (GPP) pembayaran 2 dan dokumen Gaji ke-13) dan pendukung Surat Surat Setoran Perintah Pembayaran (SPP- PPh 21 LS) Data gaji pegawai (Surat Edaran tentang pembayaran Gaji ke-13) dan Surat Setoran PPh 21 menguji daftar gaji ke-13 pegawai 3 dan dokumen gaji kependukung SPP-LS 13 pegawai Gaji Ke-13, apabila dan SPP-LS tidak benar dan Gaji Ke-13 lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis menerbitkan 4 Ke-13 Ke-13 gaji ke- 13 pegawai dan SPP-LS Gaji Ke-13 Ke-13

12 menyampaikan SPP-LS kepada 5 Pejabat Penguji SPP/Pejabat Ke-13 Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) PPSPM melakukan pengujian SPP-LS 6 Gaji Ke-13, apabila tidak benar dan Ke-13 lengkap dikembalikan kepada Ke-13 Ke-13 PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK SPM-LS tersebut, SPM-LS Gaji 7 dan pejabat yang Ke-13 ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM-LS dan ADK SPM-LS Gaji Ke-13 ke untuk diterbitkan, ADK SPM SPM-LS Gaji Ke-13, ADK SPM Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi Bank Persepsi mentransfer gaji ke ke rekening masing-masing pegawai membukukan dan pelaksanaan 10 Buku Kas anggaran belanja Umum (BKU) pegawai yaitu pembayaran gaji ke- 13 pegawai dan Buku Kas Umum (BKU)

13 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 08 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN UANG MAKAN 2 PP 39 Tahun PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP-SPP dan SPM\ 3 Aplkasi Inject PIN PP-SPM 4 Aplikasi GPP 5 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 uku Kegiatan PPABP WAKIL SEKRETARIS / KAUR KEUANGAN / PPSPM PEKANBARU KUASA PENGGUNA ANGGARAN BANK PERSEPSI BENDAHARA PENGELUARA N Kelengkapan Waktu Output Keterangan PPABP menerima Hadir dari Sub Kepegawaian dan membuat daftar perhitungan uang perhitungan uang makan berdasarkan 1 makan dan Surat 2 hari Setoran pajak (SSP) Pph 21 rekapitulasi daftar hadir pegawai dan menghitung serta membuat Surat Setoran Pajak (SSP) Pph 21 uang makan pegawai penerima uang makan dan Surat Setoran pajak (SSP) Pph 21 PPABP menginput data daftar perhitungan uang makan pegawai pada Aplikasi Gaji perhitungan uang 2 (GPP) dan dokumen makan dan Surat pendukung Surat Setoran pajak Perintah (SSP) Pph 21 Pembayaran (SPP- LS) Uang Makan menguji data daftar perhitungan uang makan pegawai dan dokumen pendukung SPP-LS perhitungan uang 3 Uang Makan makan dan Surat, apabila Setoran pajak tidak benar dan (SSP) Pph 21 lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis menerbitkan SPP-LS Uang 4 SPP-LS Uang Makan Makan penerima uang makan dan Surat Setoran pajak (SSP) Pph 21 penerima uang makan dan Surat Setoran pajak (SSP) Pph 21 SPP-LS Uang Makan

14 menyampaikan SPP-LS kepada 5 Pejabat Penguji SPP-LS Uang SPP/Pejabat Makan Penandatangan Surat Perintah Membayar (SPM) PPSPM melakukan pengujian SPP-LS Uang Makan 6, apabila SPP-LS Uang tidak benar dan Makan lengkap dikembalikan kepada PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK SPM-LS tersebut, 7 dan pejabat yang SPM-LS Uang ditunjuk oleh KPA Makan menyampaikan SPM-LS dan ADK SPM-LS Uang Makan ke untuk diterbitkan SPP-LS Uang Makan SPP-LS Uang Makan SPM-LS Uang Makan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi menyampaikan cek setelah 9 bersama KPA untuk dilakukan pencairan Uang makan pegawai membukukan dan Buku 10 pelaksanaan Kas Umum (BKU) anggaran belanja pegawai yaitu uang makan pegawai dan Buku Kas Umum (BKU)

15 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 09 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN UANG LEMBUR 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi GPP 3 Aplikasi SPP dan SPM 4 Aplikasi Inject PIN PP-SPM 5 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan KUASA PENGGUNA ANGGARAN PPABP WAKIL SEKRETARIS KAUR KEUANGAN / PPSPM PEKANBARU BENDAHARA PENGELUARAN BANK PERSEPSI Kelengkapan Waktu Output Keterangan Kuasa Pengguna Surat Anggaran (KPA) Perintah Kerja 1 membuat Surat Lembur Perintah Kerja (SPKL) Lembur (SPKL) Surat Perintah Kerja Lembur (SPKL) PPABP membuat daftar pembayaran perhitungan lembur dan Perhitungan Lembur dan menginput pada Aplikasi Gaji (GPP) dan mempersiapkan data kelengkapan perhitungan 2 pembayaran uang lembur, perhitungan lembur SPKL, SSP (SPKL, hadir Kerja selama 1 (satu) bulan, Hadir Lembur) serta menghitung dan membuat Surat Setoran Pajak (SSP) Pph 21 perhitungan uang lembur, SPKL, SSP

16 menguji data daftar pembayaran perhitungan lembur 3 dan dokumen pendukung SPP-LS perhitungan Uang Lembur, uang lembur, apabila tidak benar SPKL, SSP dan lengkap maka dikembalikan kepada PPABP secara tertulis perhitungan uang lembur, SPKL, SSP SPP-LS Uang 4 Lembur, menerbitkan SPP-LS Uang perhitungan Lembur uang lembur, SPKL, SSP SPP-LS Uang Lembur, perhitungan uang lembur, SPKL, SSP 5 menyampaikan SPP-LS Uang SPP-LS kepada Lembur, Pejabat Penguji SPP/Pejabat perhitungan Penandatangan uang lembur, Surat Perintah SPKL, SSP Membayar (SPM) 6 PPSPM melakukan SPP-LS Uang pengujian SPP-LS Lembur, Uang Lembur, apabila tidak benar perhitungan dan lengkap uang lembur, dikembalikan SPKL, SSP kepada PPSPM menerbitkan SPM- LS serta melakukan Inject PIN atas ADK SPM-LS tersebut, dan pejabat yang SPM-LS 7 ditunjuk oleh KPA Uang Lembur, menyampaikan ADK SPM SPM-LS dan ADK SPM-LS Uang Lembur ke untuk diterbitkan SPP-LS Uang Lembur, perhitungan uang lembur, SPKL, SSP SPP-LS Uang Lembur, perhitungan uang lembur, SPKL, SSP SPM-LS Uang Lembur, ADK SPM Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara () 8 menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana () ke Bank Persepsi menyampaikan cek 9 setelah bersama KPA untuk dilakukan pencairan Uang Lembur membukukan dan pelaksanaan 10 Buku Kas anggaran belanja Umum (BKU) pegawai yaitu pembayaran uang lembur dan Buku Kas Umum (BKU)

17 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 10 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN REMUNERASI 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 ATK Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan BAGIAN KEPEGAWAIAN KETUA PENGADILAN NEGERI BAGIAN KEUANGAN PEGAWAI PANITERA/ SEKRETARIS BENDAHARA PENGELUARAN KASUBBAG KEUANGAN PENGADILAN TINGGI Kelengkapan Waktu Output Kete rangan Bagian Kepegawaian menyerahkan absen dan Absen rekapitulasi dan 1 daftar hadir 2 hari daftar hadir (datang (datang dan dan pulang) kepada pulang) Ketua Pengadilan pegawai Negeri absen dan rekapitulasi daftar hadir (datang dan pulang) pegawai Ketua Pengadilan Negeri absen dan mengoreksi rekapitulasi kebenaran 2 daftar hadir rekapitulasi absen (datang dan dan rekapitulasi pulang) daftar hadir (datang pegawai dan pulang) pegawai absen dan rekapitulasi daftar hadir (datang dan pulang) pegawai tanda terima membuat daftar tanda remunerasi, terima remunerasi, rekapitulasi, Surat tanggung Surat Jawab Mutlak 3 (SPTJM), dan Tanggung 2 jam Kuitansi/Bukti Jawab Mutlak Pembayaran (SPTJM), Remunerasi serta foto Kuitansi/Bukti kopi rekening koran Pembayaran pada bulan di mana Remunerasi diterima foto kopi rekening koran Seluruh pegawai 4 menandatangani tanda daftar tanda terima terima remunerasi untuk remunerasi pertanggungjawaban 2 jam di muka terima remunerasi, Surat Tanggung tanda Jawab Mutlak (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran tanda terima remunerasi

18 tanda Ketua Pengadilan terima Negeri remunerasi, mengetahui dan menandatangani Tanda Terima Surat 5 Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran Kuitansi/Bukti Pembayaran Remunerasi dan Surat Tanggung jawab Mutlak (SPTJM) foto kopi rekening koran terima Panitera/Sekretaris remunerasi, menyetujui dan menandatangani Tanda Terima Surat 6 Tanggung Jawab Mutlak Kuitansi/Bukti Pembayaran dan Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) tanda (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran terima remunerasi, Surat Tanggung tanda Jawab Mutlak (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran tanda terima remunerasi, Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran tanda menandatangani terima Tanda Terima remunerasi, 7 30 menit dan Kuitansi/Bukti Pembayaran Remunerasi Kuitansi/Bukti Pembayaran Remunerasi tanda terima remunerasi, Kuitansi/Bukti Pembayaran Remunerasi memeriksa dan meneliti kembali berkas pengajuan remunerasi serta 8 Tanggung Jawab Mutlak mengirimkan berkas pengajuan remunerasi ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru terima remunerasi, Surat tanda (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran tanda terima remunerasi, Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Kuitansi/Bukti Pembayaran foto kopi rekening koran Kepala Sub Bagian Keuangan Pengadilan Tinggi merekapitulasi Remunerasi data remunerasi seluruh seluruh Pengadilan Pengadilan 9 Negeri sewilayah Negeri hukum pengadilan Tinggi Pekanbaru dan mengirimkan ke Biro Keuangan Mahkamah Agung RI sewilayah hukum pengadilan Tinggi Riau Remunerasi seluruh Pengadilan Negeri sewilayah hukum pengadilan Tinggi Riau menyampaikan cek setelah 9 bersama KPA untuk dilakukan pencairan Remunerasi dan ditransfer ke rekening masing-masing pegawai Buku kas Umum, Buku Pembantu 10 membukukan Bank, Buku pembayaran Pembantu remunerasi Remunerasi Buku kas Umum, Buku Pembantu Bank, Buku Pembantu Remunerasi

19 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 11 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN UANG PERSEDIAAN (UP) 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP dan SPM 3 Aplikasi Inject PIN PP-SPM Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan BENDAHARA PENGELUARAN WAKIL SEKRETARIS/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN KAUR KEUANGAN/ PP-SPM PEKANBARU BANK PERSEPSI Kelengkapan Waktu Output Keterangan bersamasama dengan Kaur Keuangan menyusun 1 kebutuhan anggaran Rincian Rencana yang bisa dibayarkan Penggunaan Uang melalui mekanisme Persediaan Uang Persediaan (UP) yang besarnya maksimal 1/12 dari nilai Pagu Belanja Barang Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan, Surat menyampaikan Pengajuan Uang 2 permintaan Uang Persediaan (UP), Persediaan (UP) kepada untuk Rekonsiliasi (BAR) diterbitkan SPP-UP Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu. menguji Rincian Rencana permintaan Uang Penggunaan Uang Persediaan (UP), Persediaan, Surat apabila tidak lengkap dan benar maka Pengajuan Uang mengembalikan 3 Persediaan (UP), permintaan Uang Persediaan (UP) Rekonsiliasi (BAR) tersebut kepada Bulan Desember bendahara Tahun Anggaran secara yang lalu. tertulis Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan, Surat Pengajuan Uang Persediaan (UP), Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu. Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan, Surat Pengajuan Uang Persediaan (UP), Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu.

20 SPP-UP, Rincian Rencana 4 Penggunaan Uang menerbitkan Persediaan, Surat SPP-UP dan menyampaikan SPP- Pengajuan Uang UP beserta dokumen Persediaan, Berita pendukung kepada Acara Rekonsiliasi PP-SPM (BAR) Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu SPP-UP, Rincian PP-SPM melakukan Rencana pengujian SPP-UP Penggunaan Uang dan dokumen Persediaan, Surat pendukung, apabila 5 tidak benar dan Pengajuan Uang lengkap PP-SPM Persediaan, Berita mengambalikan Acara Rekonsiliasi kepada secara (BAR) Bulan tertulis Desember Tahun Anggaran yang lalu SPP-UP, Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan, Surat Pengajuan Uang Persediaan, Rekonsiliasi (BAR) Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu SPP-UP, Rincian Rencana Penggunaan Uang Persediaan, Surat Pengajuan Uang Persediaan, Rekonsiliasi (BAR) Bulan Desember Tahun Anggaran yang lalu PP-SPM menerbitkan SPM-UP dan melakukan Inject PIN atas ADK SPM-UP, 6 dan pejabat yang SPM-UP, ADK ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM- UP dan ADK SPM- UP ke SPM-UP, ADK menerbitkan 7 kepada Bank Persepsi menyampaikan cek 8 setelah bersama KPA untuk dilakukan pencairan Uang Persediaan, Buku Kas Umum, Buku membukukan 9 Pembantu Uang pelaksanaan anggaran yaitu uang persediaan Persediaan, Buku Pembantu Bank, Buku Kas Umum, Buku Pembantu Uang Persediaan, Buku Pembantu Bank

21 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 12 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN GANTI UANG PERSEDIAAN (UP) 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP dan SPM 3 Aplikasi Inject PIN PP-SPM Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PENERIMA HAK BENDAHARA PENGELUARAN WAKIL SEKRETARIS/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN KAUR KEUANGAN/ PP-SPM PEKANBARU BANK PERSEPSI Kelengkapan Waktu Output Kete rangan Bukti-bukti beserta ( Surat Perintah Penerima hak Bayar (SPBy), menyampaikan buktibukti kuitansi/bukti 1 pembelian, faktur kepada pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh Bukti-bukti beserta ( Surat Perintah Bayar (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh membuat Rincian Rincian Permintaan Permintaan Pembayaran (DRPP) Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti berdasarkan bukti- bukti beserta dokumen beserta dokumen pendukung ( Surat pendukung ( Surat 2 Perintah Bayar Perintah Bayar 2 jam (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh dan menyampaikan kepada untuk diuji (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat Perintah Bayar (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh menguji buktibukti dan dari 3, apabila Perintah Bayar tidak benar dan lengkap dikembalikan kepada secara tertulis Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat Perintah Bayar (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh

22 menerbitkan SPP-GUP dan 4 menyampaikan SPP- Perintah Bayar GUP beserta kepada PP-SPM SPP-GUP, Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh SPP-GUP, Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat Perintah Bayar (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh PP-SPM melakukan pengujian SPP-UP dan dokumen pendukung, apabila Perintah Bayar 5 tidak benar dan lengkap PP-SPM mengambalikan kepada secara tertulis SPP-GUP, Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh SPP-GUP, Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) berdasarkan buktibukti beserta dokumen pendukung ( Surat Perintah Bayar (SPBy), kuitansi/bukti pembelian, faktur pajak, SSP yang telah dikonfirmasi dan tanda terima barang) yang telah disahkan oleh PP-SPM menerbitkan SPM-GUP dan melakukan Inject PIN atas ADK SPM-GUP, 6 dan pejabat yang SPM-GUP, ADK ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM- GUP dan ADK SPM- GUP ke SPM-GUP, ADK menerbitkan 7 kepada Bank Persepsi menyampaikan cek 8 setelah bersama KPA untuk dilakukan pencairan Ganti Uang Persediaan, Buku Kas membukukan Umum, Buku pelaksanaan 9 Pembantu Uang anggaran yaitu ganti uang persediaan atas realisasi belanja barang Persediaan, Buku Pembantu Bank, Buku Kas Umum, Buku Pembantu Uang Persediaan, Buku Pembantu Bank

23 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 13 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN (TUP) 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP dan SPM 3 Aplikasi Inject PIN PP-SPM Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan KUASA PENGGUNA ANGGARAN KEPALA PEKANBARU BENDAHARA PENGELUARAN WAKIL KAUR KEUANGAN/ SEKRETARIS / PP-SPM PEKANBARU BANK PERSEPSI Kelengkapan Waktu Output Kete rangan KPA mengajukan TUP kepada Kepala Pekanbaru dalam hal sisa UP pada Rincian rencana tidak penggunaan cukup tersedia untuk TUP, Surat 1 membiayai kegiatan Pengajuan TUP yang sifatnya mendesak/tidak dapat ditundadengan melampirkan Rincian Rencana Penggunaan TUP dan Surat Pengajuan TUP yang KPA Rincian rencana penggunaan TUP, Surat Pengajuan TUP yang KPA Kepala Pekanbaru melakukan penilaian terhadap Rincian Rincian rencana Rencana penggunaan Penggunaan TUP dan TUP, Surat apabila telah sesuai dengan ketentuan Pengajuan TUP Kepala 2 yang 2 hari KPA, Surat Persetujuan TUP pekanbaru memberikan persetujuan atas pengajuan TUP dengan menyampaikan Surat Persetujuan Tambahan Uang Persediaan (TUP) dari Kepala Pekanbaru Rincian rencana penggunaan TUP, Surat Pengajuan TUP yang KPA, Surat Persetujuan TUP dari Kepala Pekanbaru Rincian rencana Rincian rencana penggunaan penggunaan TUP, Surat TUP, Surat Pengajuan TUP Pengajuan TUP menyampaikan yang 3 yang kelengkapan dokumen permintaan KPA, Surat KPA, Surat TUP kepada Persetujuan Persetujuan TUP TUP dari Kepala dari Kepala Pekanbaru Pekanbaru

24 Rincian rencana Rincian rencana penggunaan penggunaan menguji TUP, Surat TUP, Surat permintaan TUP, apabila tidak lengkap Pengajuan TUP Pengajuan TUP dan benar yang 4 yang dikembalikan kepada KPA, Surat KPA, Surat secara Persetujuan Persetujuan TUP tertulis TUP dari Kepala dari Kepala Pekanbaru Pekanbaru SPP-TUP, SPP-TUP, Rincian rencana Rincian rencana penggunaan penggunaan TUP, Surat menerbitkan TUP, Surat SPP-TUP dan Pengajuan TUP menyampaikan SPP- Pengajuan TUP 5 yang TUP beserta data yang dukungnya kepada KPA, Surat PP-SPM KPA, Surat Persetujuan Persetujuan TUP TUP dari Kepala dari Kepala Pekanbaru Pekanbaru SPP-TUP, SPP-TUP, Rincian rencana Rincian rencana PP-SPM melakukan penggunaan penggunaan pengujian SPP-TUP TUP, Surat TUP, Surat dan dokumen pendukung, apabila Pengajuan TUP Pengajuan TUP 6 tidak benar dan yang yang lengkap PP-SPM mengembalikan KPA, Surat KPA, Surat kepada secara Persetujuan Persetujuan TUP tertulis TUP dari Kepala dari Kepala Pekanbaru Pekanbaru PP-SPM menerbitkan SPM-TUP dan melakukan Inject PIN 7 atas ADK SPM-TUP, SPM-TUP, ADK dan pejabat yang SPM-TUP ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM- TUP dan ADK SPM- TUP ke SPM-TUP, SPM-TUP ADK menerbitkan 8 kepada Bank Persepsi menyampaikan cek setelah 9 bersama KPA untuk dilakukan pencairan Tambahan Uang Persediaan (TUP) membukukan, Buku Kas pelaksanaan Umum, Buku 9 anggaran yaitu Pembantu Uang tambahan uang Persediaan, Buku persediaan atas Pembantu Bank realisasi belanja barang, Buku Kas Umum, Buku Pembantu Uang Persediaan, Buku Pembantu Bank

25 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 14 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN BELANJA HONORARIUM/VAKASI 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP dan SPm 3 Aplikasi Inject PIN PP-SPM Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan BENDAHARA PENGELUARAN WAKIL SEKRETARIS/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN KAUR KEUANGAN/ PP-SPM PEKANBARU BANK PERSEPSI PENERIMA HAK Kelengkapan Waktu Output mempersiapkan Nominatif Nominatif penerima honorarium penerima dan dokumen honorarium dan pendukung (SK dari Pejabat yang (SK dari Pejabat 1 berwenang yang yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) serta menghitung dan membuat Surat Setoran Pph 21 DIPA) Surat Setoran Nominatif penerima honorarium dan (SK dari Pejabat yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) Surat Setoran Nominatif penerima honorarium dan menyampaikan Perhitungan (SK dari Pejabat 2 Honorarium/Vakasi yang berwenang dan dokumen yang menyatakan pendukung kepada biaya yang timbul untuk diterbitkan akibat penerbitan SK SPP-LS dibebankan pada Honorarium/Vakasi DIPA) Surat Setoran Nominatif penerima honorarium dan (SK dari Pejabat yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) Surat Setoran Nominatif menguji penerima Permintaan honorarium dan Honorarium/Vakasi dan dokumen (SK dari Pejabat pendukung, apabila yang berwenang 3 tidak benar dan yang menyatakan lengkap maka biaya yang timbul dikembalikan kepada akibat penerbitan SK dibebankan pada secara DIPA) Surat Setoran tertulis Nominatif penerima honorarium dan (SK dari Pejabat yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) Surat Setoran

26 SPP-LS, Nominatif penerima 4 honorarium dan menerbitkan SPP-LS (SK dari Pejabat Honorarium/Vakasi yang berwenang dan menyampaikan yang menyatakan SPP-LS beserta biaya yang timbul akibat penerbitan SK kepada PP-SPM dibebankan pada DIPA) Surat Setoran SPP-LS, Nominatif penerima honorarium dan (SK dari Pejabat yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) Surat Setoran SPP-LS, PP-SPM melakukan Nominatif penerima pengujian terhadap honorarium dan SPP-LS Honorarium/Vakasi (SK dari Pejabat 5 dan dokumen yang berwenang pendukung, apabila yang menyatakan tidak benar dan biaya yang timbul lengkap maka akibat penerbitan SK dikembalikan kepada dibebankan pada secara tertulis DIPA) Surat Setoran SPP-LS, Nominatif penerima honorarium dan (SK dari Pejabat yang berwenang yang menyatakan biaya yang timbul akibat penerbitan SK dibebankan pada DIPA) Surat Setoran PP-SPM menerbitkan SPM-LS Honorarium/Vakasi dan melakukan Inject 6 PIN atas ADK SPM- SPM-LS, ADK SPM- LS, dan pejabat yang LS ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM- LS dan ADK SPM-LS ke SPM-LS, ADK SPM- LS menerbitkan 7 kepada Bank Persepsi menyampaikan cek setelah 8 bersama KPA untuk dilakukan pencairan belanja honorarium/vakasi membukukan, Buku Kas Umum, Buku pelaksanaan 9 Pembantu Kas Tunai, Buku Pembantu Bank anggaran yaitu belanja barang untuk pembayaran honorarium/vakasi, Buku Kas Umum, Buku Pembantu Kas Tunai, Buku Pembantu Bank

27 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 15 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PENGAJUAN BELANJA BARANG 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SPP dan SPM 3 Apliaksi Inject PIN PP-SPM Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan PENERIMA HAK BENDAHARA PENGELUARAN WAKIL SEKRETARIS/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN KAUR KEUANGAN/ PP-SPM PEKANBARU BANK PERSEPSI Kelengkapan Waktu Output Kete rangan Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Penerima hak Pembayaran, menyampaikan Kuitansi yang sudah 1 tagihan dan kepada penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima 2 menguji tagihan dan dokumen pendukung, apabila tidak lengkap dan Pekerjaan/Barang, Pembayaran, Kuitansi yang sudah tidak benar maka dikembalikan kepada Penerima Hak secara tertulis penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, Kuitansi yang sudah penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, Kuitansi yang sudah penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak

28 menerbitkan SPP-LS dan Kuitansi yang sudah menyampaikan SPP- 3 LS beserta dokumen pendukungnya kepada PP-SPM SPP-LS, Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak, ADK Kontrak SPP-LS, Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, Kuitansi yang sudah penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak, ADK Kontrak PP-SPM melakukan pengujian SPP-LS dan dokumen pendukung, apabila Kuitansi yang sudah 4 tidak benar dan tidak lengkap PP-SPM mengambalikan kepada secara tertulis SPP-LS, Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak, ADK Kontrak SPP-LS, Bukti perjanjian/kontrak, Referensi Bank, Penyelesaian Pekerjaan, Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang, Pembayaran, Kuitansi yang sudah penyedia barang/jasa dan, Faktur Pajak, SSP, Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, penjaminan atau asuransi, Ringkasan kontrak, ADK Kontrak PP-SPM menerbitkan SPM-LS dan melakukan Inject PIN 5 atas ADK SPM-LS, SPM-LS, ADK SPMdan pejabat yang LS, ADK Kontrak ditunjuk oleh KPA menyampaikan SPM- LS dan ADK SPM-LS ke SPM-LS, ADK SPM-LS, ADK Kontrak menerbitkan 6 kepada Bank Persepsi Bank Persepsi 7 mentransfer ke rekening penerima hak membukukan, Buku Kas, Buku Kas 8 pelaksanaan 30 menit Umum Umum anggaran yaitu realisasi belanja barang

29 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Nomor SOP : 17 Tanggal Efektif : 02 Januari 2014 Disahkan oleh : Ketua Pengadilan Negeri SOP PELAPORAN KEUANGAN 2 PP 39 Tahun SLTA 3 PMK RI 190/PMK.05/ Peraturan Sekretaris MA 02 Tahun SOP PT RIAU 1 Komputer 2 Aplikasi SAKPA Peringatan : Pencatatan dan pendataan : Penerapan SOP ini adalah pembaharuan peradilan. Kelalaian menerapkannya menghambat pembaharuan peradilan 1 Buku Kontrol 2 Buku Kegiatan BENDAHARA PENGELUARAN OPERATOR SAKPA / STAF KEUANGAN OPERATOR BMN KAUR KEUANGAN WAKIL SEKRETARIS PANITERA / SEKRETARIS PEKANBARU PT/PTA Kelengkapan Waktu Output Kete rangan SPM,, Bukti Setoran mengumpulkan 1, Bukti seluruh dokumendokumen sumber Setoran Penerimaan, SSBP untuk pelaporan SPM,, Bukti Setoran, Bukti Setoran Penerimaan, SSBP Operator SAKPA menerima dan menginput seluruh dokumen sumber ke dalam Aplikasi SPM,, Bukti SAKPA untuk Setoran 2 menghasilkan, Bukti Keuangan Setoran berupa Penerimaan, SSBP Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Negara dan Hibah SPM,, Bukti Setoran, Bukti Setoran Penerimaan, SSBP SPM,, Bukti 3 Setoran Operator SAKPA dan, Bukti Operator BMN Setoran melakukan Penerimaan, SSBP, rekonsiliasi internal SIMAK BMN, ADK SIMAK BMN SPM,, Bukti Setoran, Bukti Setoran Penerimaan, SSBP, SIMAK BMN, ADK SIMAK BMN, membuat laporan pertanggungjawaban 4 pendukung untuk Penerimaan, keperluan Rekonsiliasi dengan Pertanggungjawaban Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank Pertanggungjawab an, pertanggungjawaba n Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Kaur Keuangan, Pendapatan Negara Wakil Sekretaris dan dan Hibah, Kuasa Pengguna Pertanggungjawaban 5 Anggaran memeriksa Keuangan, dari Aplikasi SAKPA dan pertanggungjawaban Pendukung. Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Negara dan Hibah, Pertanggungjawab an, pertanggungjawaba n Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank

30 ADK Rekonsiliasi untuk ADK Rekonsiliasi untuk,, Realisasi Anggaran Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, (LRA), Neraca, Pendapatan Pendapatan 6 Negara dan Hibah, Negara dan Hibah, Staf Keuangan (Operator SAKPA) Pertanggungjawaban Pertanggungjawab melakukan an Rekonsiliasi dengan,, pertanggungjawaban pertanggungjawaba Penerimaan, n Posisi Saldo Rekening Penerimaan, Bank, Print Out Posisi Rekening Bank Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank 7 menerima dan memeriksa Hasil Rekonsiliasi, jika hasil rekonsiliasi tidak benar maka dikembalikan kepada Satuan Kerja/Operator SAKPA untuk menginput ulang ke dalam Aplikasi SAKPA ADK Rekonsiliasi untuk, Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Negara dan Hibah, Pertanggungjawaban, pertanggungjawaban Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank ADK Rekonsiliasi untuk, Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Negara dan Hibah, Pertanggungjawab an, pertanggungjawaba n Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank Berita Acara menerbitkan Rekonsiliasi, LPJ 8 yang telah Rekonsiliasi (BAR) divalidasi Rekonsiliasi, LPJ yang telah divalidasi ADK Pengiriman Rekonsiliasi dari SAKPA untuk Korwil, Back up dari Aplikasi SAKPA, Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Staf Keuangan Negara dan Hibah, menyampaikan 7 Keuangan Pertanggungjawaban kepada PT dan PTA (Korwil), pertanggungjawaban Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank, LRA Manual, Realisasi Anggaran ADK Pengiriman Rekonsiliasi dari SAKPA untuk Korwil, Back up dari Aplikasi SAKPA, Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Pendapatan Negara dan Hibah, Pertanggungjawab an, pertanggungjawaba n Penerimaan, Posisi Saldo Rekening Bank, Print Out Rekening Bank, LRA Manual, Realisasi Anggaran

Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS. PERENCANAAN Melakukan Rapat dalam rangka sinkronisasi dan

Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS. PERENCANAAN Melakukan Rapat dalam rangka sinkronisasi dan SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN 1. SOP Perencanaan Anggaran PELAKSANA MUTU BAKU No Uraian Prosedur PANITERA/ STAF TIM Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS PERENCANAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Lebih terperinci

II. PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DIPA )

II. PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DIPA ) STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) URUSAN KEUANGAN PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT I. PROSEDUR PERENCANAAN ANGGARAN PENGADILAN TINGGI SAMARINDA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT Jalan Jenderal Sudirman No.

Lebih terperinci

SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN. 1. SOP Perencanaan Anggaran. No Uraian Prosedur PANITERA/ Keterangan STAF TIM. Kelengkapan Waktu Output

SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN. 1. SOP Perencanaan Anggaran. No Uraian Prosedur PANITERA/ Keterangan STAF TIM. Kelengkapan Waktu Output SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN 1. SOP Perencanaan Anggaran PELAKSANA MUTU BAKU No Uraian Prosedur PANITERA/ TIM Keterangan STAF Kelengkapan Waktu Output SEKRETARIS PERENCANAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Lebih terperinci

Tanggal Efektif SOP PERENCANAAN PENYUSUNAN ANGGARAN/KEGIATAN. Kualifikasi Pelaksana : Persyaratan/ Ketua Keuangan Wases

Tanggal Efektif SOP PERENCANAAN PENYUSUNAN ANGGARAN/KEGIATAN. Kualifikasi Pelaksana : Persyaratan/ Ketua Keuangan Wases PENGADILAN AGAMA MANNA KELAS II mor SOP W7-A2/01.a/OT.01.3/I/2014 Jalan Raya Padang Panjang Manna Tanggal Pembuat 02 Januari 2014 SOP PERENCANAAN PENYUSUNAN ANGGARAN/KEGIATAN Kualifikasi : 1. Peraturan

Lebih terperinci

Tanggal Revisi - SOP PENGAJUAN GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI. Kualifikasi Pelaksana : Mutu Baku Aktifitas. Pelaksana. Kasubbag. PDG/

Tanggal Revisi - SOP PENGAJUAN GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI. Kualifikasi Pelaksana : Mutu Baku Aktifitas. Pelaksana. Kasubbag. PDG/ PENGADILAN AGAMA MANNA KELAS II mor SOP W7-A2/02.a/OT.01.3/I/2016 BENGKULU SELATAN 38513 Disahkan oleh Sekretaris Mahkamah Agung RI SOP PENGAJUAN GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI Kualifikasi : 1. Peraturan Menteri

Lebih terperinci

PERADILAN AGAMA BENGKLULU KELAS I A

PERADILAN AGAMA BENGKLULU KELAS I A PERADILAN AGAMA BENGKLULU KELAS I A STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) PERENCANAAN ANGGARAN/KEGIATAN PADA PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS I A Nomor : W7-A1/ /OT.01.3/IX/2013 Revisi Tgl : - Tgl Ditetapkan

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN KELAS 1A

PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN KELAS 1A Belanja Pegawai (Gaji Induk, Gaji Susulan dan Kekurangan Gaji) Nomor SOP : 01 Revisi Tgl. : Tgl Ditetapkan : 2 Januari 2015 Halaman : 1 dari 3 hal. No Uraian Kegiatan Pelaksanaan DESKRIPSI : Pencairan

Lebih terperinci

SOP ADMINISTRASI KEUANGAN

SOP ADMINISTRASI KEUANGAN SOP ADMINISTRASI KEUANGAN 1. SOP Perencanaan Anggaran PELAKSANA MUTU BAKU No Uraian Prosedur SEKRETARIS STAF TIM Kelengkapan Waktu Output Keterangan PERENCANA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Melakukan rapat

Lebih terperinci

SOP AKUNTANSI DAN PELAPORAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MANUAL

SOP AKUNTANSI DAN PELAPORAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MANUAL MAHKAMAH SYAR IYAH JANTHO KELAS II Jl. T.Bachtiar Panglima Polem,SH Kota Jantho Nomor SOP W1-A10/1965/OT.01.3/XII/2014 Tanggal Pembuatan 31 Desember 2014 Tanggal Revisi - Tanggal Efektif 02 Januari 2015

Lebih terperinci

III. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) SUB BAGIAN KEUANGAN

III. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) SUB BAGIAN KEUANGAN III. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) SUB BAGIAN KEUANGAN A. ADMINISTRASI KEUANGAN Mengagenda surat masuk yang sudah didisposisi oleh Ketua Pengadilan Negeri, Panitera/Sekretaris dan Wakil Sekretaris,diselesaikan

Lebih terperinci

a. SOP Perencanaan Anggaran b. SOP Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) c. SOP Pengajuan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) d.

a. SOP Perencanaan Anggaran b. SOP Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) c. SOP Pengajuan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) d. 2. S SOP O P BAGIAN Bagian KEUANGAN Keuangan a. SOP Perencanaan Anggaran b. SOP Penyusunan Daftar Isian an Anggaran (DIPA) c. SOP Pengajuan Daftar Isian an Anggaran (DIPA) d. SOP Pengajuan Remunerasi e.

Lebih terperinci

SOP BAGIAN KEUANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN

SOP BAGIAN KEUANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN SOP BAGIAN KEUANGAN ADMINISTRASI KEUANGAN a. Pembuatan surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen setelah anggaran / DIPA turun dan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI

Lebih terperinci

1. Unit pengolah membuat Surat Permintaan Pem-bayaran (SPP) yang ditanda-tangani oleh

1. Unit pengolah membuat Surat Permintaan Pem-bayaran (SPP) yang ditanda-tangani oleh No. Uraian Kegiatan Uraian Pelayanan Unit/Pejabat Terkait DESKRIPSI : BELANJA PEGAWAI : Pencairan Gaji Induk, Susulan dan Kekurangan Gaji A. PENGINPUTAN DATA Alur kerja dimulai dengan menginput seluruh

Lebih terperinci

SOP PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN (PEMBUATAN SPECIMEN TANDA TANGAN)

SOP PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN (PEMBUATAN SPECIMEN TANDA TANGAN) mor SOP : 001 Pengadilan Agama SOP PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEUANGAN (PEMBUATAN SPECIMEN TANDA TANGAN) 1. Undang-Undang mor 17 Tahun 2003 2. Peraturan Pemerintah mor 39 Tahun 1997 3. Peraturan Menteri.

Lebih terperinci

SOP PERENCANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA

SOP PERENCANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PENGADILAN AGAMA MUARA BUNGO Nomor : SOP 1/W5-A4/KU/V/ 2014 Tanggal Pembuatan 26 Mei 2014 Urusan Keuangan Disahkan Oleh Ketua Pengadilan Agama SOP PERENCANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA Pembayaran Dalam Rangka

Lebih terperinci

Nomor SOP. 17/SOP-PTY/04/2014 Tanggal Pembuatan 23 APRIL 2014 Tanggal Revisi - Tanggal Efektif 01 MEI 2014 SOP PENGAJUAN SPM GUP/TUP NIHIL

Nomor SOP. 17/SOP-PTY/04/2014 Tanggal Pembuatan 23 APRIL 2014 Tanggal Revisi - Tanggal Efektif 01 MEI 2014 SOP PENGAJUAN SPM GUP/TUP NIHIL Daerah Istimewa Yogkarta 17/SOP-PTY/04/2014 SOP PENGAJUAN SPM GUP/TUP NIHIL 1. Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 02 Tahun 2013 Tentang 1. S2 Hukum Pedoman Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban

Lebih terperinci

SUB BAGIAN KEUANGAN PENGADILAN NEGERI KEDIRI

SUB BAGIAN KEUANGAN PENGADILAN NEGERI KEDIRI SUB BAGIAN KEUANGAN PENGADILAN NEGERI KEDIRI 1. Perencanaan Anggaran Membuat dan menyusun RKAKL dan data pendukung kelengkapan untuk diserahkan ke Pengadilan Tinggi paling lambat bulan Pebruari; 2. Administrasi

Lebih terperinci

PELAKSANA. Kegiatan MAHKAMAH AGUNG RI : KETUA PENGADILAN TINGGI BALI. Jalan Tantular Barat Nomor 1 Denpasar SOP UANG LEMBUR

PELAKSANA. Kegiatan MAHKAMAH AGUNG RI : KETUA PENGADILAN TINGGI BALI. Jalan Tantular Barat Nomor 1 Denpasar SOP UANG LEMBUR Jalan Tantular Barat mor 1 mor SOP W24-U / 03 / KU / 1 / 2017 SOP UANG LEMBUR 1 2 3... 4 Peraturan Menteri Keuangan mor 125/PMK.05/2009 Peraturan Menteri Keuangan mor : 190/PMK.05/2012 tentang tata Cara

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) , Home Page:

PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) , Home Page: PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) 521004, 521014 Home Page: http://www.pn-argamakmur.go.id/ ARGA MAKMUR BENGKULU UTARA Standard Operating Procedures DI BAGIAN KEUANGAN NO

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) URUSAN UMUM DAN KEUANGAN NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) URUSAN UMUM DAN KEUANGAN NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) URUSAN UMUM DAN KEUANGAN NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN A. ADMINISTRASI TATA PERSURATAN Surat masuk adalah semua surat-surat dinas (termasuk surat

Lebih terperinci

7. Memeriksa laporan realisasi anggaran manual ( bulan, triwulan & semester ) 8. Memeriksa catatan atas laporan keuangan (Semester & tahunan)

7. Memeriksa laporan realisasi anggaran manual ( bulan, triwulan & semester ) 8. Memeriksa catatan atas laporan keuangan (Semester & tahunan) PENGADILAN AGAMA SINJAI JL. Jenderal Sudirman Nomor. 5 Tlp. (0482) 21054 E-Mail pasinjai@yahoo.co.id Faks. (0482) 21079 S I N J A I 92651 Nomor SOP 0046 Tanggal Pembuatan 03-02- 2014 Tanggal Revisi Disahkan

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA BANTAENG

PENGADILAN AGAMA BANTAENG 100 SOP PENANGANAN KEUANGAN PADA PENGADILAN TINGKAT PERTAMA Dasar Hukum: 1. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 145/KMA/SK/VIII/2007 tentang Memberlakukan Buku IV Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 2.

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Keuangan. Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Peraturan Menteri Keuangan. Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN

Lebih terperinci

1. Surat Masuk 2. Kartu Kendali 3. Alat tulis Pencatatan dan Pendataan:

1. Surat Masuk 2. Kartu Kendali 3. Alat tulis Pencatatan dan Pendataan: Pengadilan Agama Kudus Jalan Raya Kudus Pati Km 4 Kudus http://pa-kudus.go.id e-mail : infopakudus@yahoo.com Nomor SOP W11-A16/086//OT.01.3/I/2015 Tanggal Pembuatan 02 01 2015 Tanggal Revisi Tanggal Efektif

Lebih terperinci

90 2 18 10 90 6. Memeriksa laporan rekonsiliasi

90 2 18 10 90 6. Memeriksa laporan rekonsiliasi NO. JABATAN URAIAN KEGIATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SUB BAGIAN KEUANGAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MAKASSAR MAKSIMAL WAKTU UNTUK PENYELESAIAN PEKERJAAN VOLUME/BULAN 2 3 4 5. Memeriksa keabsahan setiap

Lebih terperinci

- 1 - REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

- 1 - REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA - 1 - SALINAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Struktur Kepegawaian Kementerian Pemuda dan Olahraga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Struktur Kepegawaian Kementerian Pemuda dan Olahraga BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Struktur Kepegawaian Kementerian Pemuda dan Olahraga Berdasarkan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) dari Bagian Kepegawaian, jumlah

Lebih terperinci

2015, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lem

2015, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lem BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1461, 2015 BNPB. Operasional. Keuangan Terintegrasi. Layanan. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 03 TAHUN 2015 TENTANG LAYANAN OPERASIONAL

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA

PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA Jl. Ipda Tut Harsono No.53 Tlp. (0274) 552997 Fax. (0274) 552998 Yogyakarta Homepage : http: //pa-yogyakarta.net E-mail : admin@pa_yogyakarta@yahoo.co.id Nomor SOP W12-A1/ /OT.01.3/IV/2011

Lebih terperinci

Metode Pembayaran Tagihan Negara

Metode Pembayaran Tagihan Negara DIKLAT SISTEM PENGELUARAN BENDAHARA NEGARA PENGELUARAN APBN Metode Pembayaran Tagihan Negara 1. Metode Pembayaran Langsung (LS) Pembayaran Langsung yang selanjutnya disebut Pembayaran LS adalah pembayaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

UNIT/PEJABAT TERKAIT A. PELAKSANAAN ANGGARAN 1 Penyusunan Program Kerja Dan Jadwal Pelaksanaan Anggaran. Sekretaris. Sekretaris

UNIT/PEJABAT TERKAIT A. PELAKSANAAN ANGGARAN 1 Penyusunan Program Kerja Dan Jadwal Pelaksanaan Anggaran. Sekretaris. Sekretaris MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA PENGADILAN TINGGI AGAMA PEKANBARU Standard Operating Procedures BAGIAN KEUANGAN DI PENGADILAN AGAMA PASIR PENGARAIAN Nomor SOP

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam No.2077, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNP2TKI. Pelaksanaan APBN. TA 2017. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SUB. BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN PENGADILAN AGAMA TAREMPA BIDANG UMUM DAN KEUANGAN BIDANG UMUM. Prosedur Penyelesaian Surat Masuk - SEMA. Tahun 996 - Per. Men Pan : Per/0/M.Pan/0/006

Lebih terperinci

Ket. Kegiatan MAHKAMAH AGUNG RI PENGADILAN TINGGI DENPASAR. Jl. Tantular Barat No. 1 Denpasar

Ket. Kegiatan MAHKAMAH AGUNG RI PENGADILAN TINGGI DENPASAR. Jl. Tantular Barat No. 1 Denpasar MAHKAMAH AGUNG RI PENGADILAN TINGGI DENPASAR Jl. Tantular Barat No. 1 Denpasar Nomor SOP W24-U/08/KU/5/2016 Tanggal Pembuatan 16 Pebruari 2016 Tanggal efektif 2 Juni 2016 Disahkan oleh : KETUA PENGADILAN

Lebih terperinci

SISTEM DAN TATA CARA PEMBUKUAN

SISTEM DAN TATA CARA PEMBUKUAN SISTEM DAN TATA CARA PEMBUKUAN 2 Menjelaskan Prinsip Pembukuan Bendahara Pengeluaran Menerangkan Sistem Pembukuan Bendahara Pengeluaran Menguraikan Dokumen Sumber Pembukuan Bendahara Pengeluaran Menjelaskan

Lebih terperinci

I. STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) BAGIAN UMUM

I. STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) BAGIAN UMUM A. SURAT MASUK I. STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) BAGIAN UMUM NO 1 2 3 1. Surat Masuk yang bersifat tertutup (Rahasia dan pribadi) langsung disampaikan kepada yang bersangkutan sesuai tujuan surat.

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/PERMEN-KP/2015 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.231, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA ARSIP NASIONAL. Pengelolaan APBN. Tahun Anggaran 2013. Petunjuk Pelaksanaan. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1191, 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN. Pembayaran. Pelaksanaan APBN. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190/PMK.05/2012 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170/PMK.05/2010 TENTANG PENYELESAIAN TAGIHAN ATAS BEBAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA PADA SATUAN KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

4.1 Aktivitas Kerja Praktek

4.1 Aktivitas Kerja Praktek BAB IV AKTIVITAS KERJA PRAKTEK & PROSEDUR PENGGAJIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 4.1 Aktivitas Kerja Praktek Penulis melakukan kerja praktek pada Balai Pengembangan SDM Wilayah I Bandung. Pelaksanaan kerja praktek

Lebih terperinci

2 Pelaksanaan, Pengendalian dan Pelaporan Program dan Anggaran; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Neg

2 Pelaksanaan, Pengendalian dan Pelaporan Program dan Anggaran; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Neg BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1077, 2015 KEMEN DESA-PDT-TRANS. Program dan Anggaran. Pelaporan. Pengendalian. Pelaksanaan. Perencanaan. Pedoman. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL,

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM A. SURAT MASUK 1 2 3 1. Surat Masuk yang bersifat tertutup 1 Hari (Rahasia dan pribadi) langsung disampaikan kepada yang bersangkutan sesuai tujuan surat.

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pencairan Anggaran Belanja di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui di Jakarta

Lebih terperinci

SOP PERENCANAAN ANGGARAN Dasar Hukum : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang

SOP PERENCANAAN ANGGARAN Dasar Hukum : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang PENGADILAN NEGERI PURWODADI KELAS II Jalan Let.Jen. R. Suprapto No. 109 / Fax : ( 0292 ) 421305 Website : http://pn-purwodadi.go.id No. Dokumen W12.U16 / 540 / SOP / 06 / 2016 Tanggal Pembuatan 09 Mei

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1078, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Pemberian. Bantuan Pendanaan. Penyediaan. Pencairan. Pertanggungjawaban. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN. MEKANISME PENYALURAN bantuan PENDIDIKAN DALAM BENTUK BANTUAN sosial DAN BELANJA BARANG

KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN. MEKANISME PENYALURAN bantuan PENDIDIKAN DALAM BENTUK BANTUAN sosial DAN BELANJA BARANG INTEGRITAS PROFESIONALISME SINERGI PELAYANAN KESEMPURNAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN MEKANISME PENYALURAN bantuan PENDIDIKAN DALAM BENTUK BANTUAN sosial DAN BELANJA BARANG

Lebih terperinci

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA - 1 - SALINAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

SOP Pelaksanaan Tugas Bendahara Penerimaan PNBP. Dasar Hukum : Kualifikasi Pelaksana : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ;

SOP Pelaksanaan Tugas Bendahara Penerimaan PNBP. Dasar Hukum : Kualifikasi Pelaksana : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ; Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif SOP an Tugas Bendahara Penerimaan PNBP Drs. H. Ediwarman, SH. MHI. Undang-undang Nomor 7 Tahun 00 tentang Keuangan Negara ; Pejabat Struktural. Undang-undang

Lebih terperinci

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.77/MENHUT-II/2014 TENTANG

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.77/MENHUT-II/2014 TENTANG MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.77/MENHUT-II/2014 TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN, PEMBEBASTUGASAN, PEMBERHENTIAN DAN TANGGUNG JAWAB BENDAHARA

Lebih terperinci

KASUBBAG KEUANGAN, ttd MEGAWATI, SH NIP

KASUBBAG KEUANGAN, ttd MEGAWATI, SH NIP SOP BAGIAN KEUANGAN 1. PROSEDUR PENGAJUAN BELANJA PEGAWAI - MEMBUAT PERMINTAAN GAJI SETIAP AWAL BULAN DI AJUKAN KE KASUBBAG KEUANGAN, WASEK DAN PANSEK LALU DI AJUKAN KE KPPN TIDAK BOLEH LEBIH DARI TANGGAL

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67/PMK.05/2013 NOMOR 15 TAHUN 2013

SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67/PMK.05/2013 NOMOR 15 TAHUN 2013 1 of 48 17/08/2013 15:29 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67/PMK.05/2013 NOMOR 15 TAHUN

Lebih terperinci

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN Halaman : 1 Dari 15 LEMBAR PENGESAHAN PERSEDIAAN BAGIAN BIRO ADMINISTRASI UNIVERSITAS NUSA CENDANA DIBUAT OLEH MENYETUJUI MENGETAHUI Penyusun SOP Drs. S.A.F. Pandie Ir. D. Roy Nendissa, MP Kepala Biro

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB BENDAHARA PADA SATUAN KERJA PENGELOLA ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi:

KATA PENGANTAR. Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi: KATA PENGANTAR Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi: 1. Menjaga Kemandirian Badan peradilan 2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada

Lebih terperinci

Disahkan oleh SOP SIMAK BMN WILAYAH. - Ilmu Hukum 2. - SMU S1 - Ilmu Hukum 3. SMU. Aplikasi BMNKPB

Disahkan oleh SOP SIMAK BMN WILAYAH. - Ilmu Hukum 2. - SMU S1 - Ilmu Hukum 3. SMU. Aplikasi BMNKPB mor SOP Jl. M. Yamin.1 Samarinda 75123 SOP SIMAK BMN WILAYAH : W18.U/1954/KU.04.01/VI/2016 Juni 2016 1. PP.. 24/2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 2. PP.. 6/2006 tentang Pengelolaan BMN/Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 134/PMK.06/ 2005 TENTANG PEDOMAN PEMBAYARAN DALAM PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan

Lebih terperinci

Manual Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak

Manual Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak Manual Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak Biro Keuangan Universitas Brawijaya 2016 Manual Prosedur Penerimaan Negara Bukan Pajak Biro Keuangan Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 00005 02004 Revisi

Lebih terperinci

SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 002/Sek/SK/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

DESKRIPSI PEKERJAAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN. : Syahfari Satrya Putra Syahril, A.Md.

DESKRIPSI PEKERJAAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN. : Syahfari Satrya Putra Syahril, A.Md. Nama : Jabatan : Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan Pangkat/Gol. : Pengatur Tingkat I (II/d) 1. Memeriksa ketersediaan Dana Anggaran dalam DIPA. 2. Menyusun Rencana Pengguna Anggaran Belanja

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.05/2013 TENTANG KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB BENDAHARA PADA SATUAN KERJA PENGELOLA ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ANGGARAN PADA SATUAN KERJA DI LINGKUP KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ANGGARAN PADA SATUAN KERJA DI LINGKUP KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2012, No.1144 4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG MAHKAMAH REPUBLIK INDONESIA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH AGUNG MAHKAMAH REPUBLIK INDONESIA AGUNG REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH AGUNG MAHKAMAH REPUBLIK INDONESIA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 002/Sek/SK/I/2009 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

SISTEM DAN PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN LANGSUNG (LS) BELANJA PEGAWAI

SISTEM DAN PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN LANGSUNG (LS) BELANJA PEGAWAI [B.7] SISTEM DAN PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN LANGSUNG (LS) BELANJA PEGAWAI A. KETENTUAN UMUM Sistem dan Prosedur Pengajuan Pembayaran Langsung Belanja Pegawai adalah sistem dan prosedur dalam rangka

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA SISTEM PENGGAJIAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA SISTEM PENGGAJIAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA SISTEM PENGGAJIAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Saina Pradesty / 21209410 Pembimbing : Prof. Dr. E. Susy Suhendra PENDAHULUAN Latar Belakang

Lebih terperinci

SISTEM PENGELUARAN NEGARA

SISTEM PENGELUARAN NEGARA SISTEM PENGELUARAN NEGARA 4 Menjelaskan Metode Pembayaran Tagihan Negara Menjelaskan Dokumen Terkait Pengeluaran Negara Menjelaskan Pihak Terkait Pengeluaran Negara Menjelaskan Mekanisme Pengeluaran Negara

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1610, 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN. Dana Iuran. Jaminan Kesehatan. Penyediaan. Pencairan Pertanggungjawaban. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

SOP AKUNTANSI DAN PELAPORAN PENYUSUNAN LAPORAN PNBP

SOP AKUNTANSI DAN PELAPORAN PENYUSUNAN LAPORAN PNBP TAKENGON KELAS I b Jl. Lukup Badak Pegasing Aceh Tengah mor SOP SOP AKUNTANSI DAN PELAPORAN PENYUSUNAN LAPORAN PNBP Dasar hukum Ung-Ung. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara 2. Ung-ung. 1 tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGELOLAAN LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGELOLAAN LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA Jl. Sentra Primer Baru Timur Pulo Gebang, Kec. Cakung Kota Jakarta Timur Jakarta 13950 Tlp/Fax : ( 021) 4805256 4803856 No. Dokumen SOP/001/KU/2015 Tgl Berlaku 01 September

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/8/KEP/ /2013 TENTANG

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/8/KEP/ /2013 TENTANG WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/8/KEP/422.012/2013 TENTANG PENUNJUKANN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN KOTA BATU TAHUN ANGGARAN 2013 WALIKOTA BATU, Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ANGGARAN,

Lebih terperinci

PANDUAN ADMINISTRASI KEUANGAN APBN SATKER DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA

PANDUAN ADMINISTRASI KEUANGAN APBN SATKER DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA PANDUAN ADMINISTRASI KEUANGAN APBN SATKER DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA 2017 1 Untuk TA 2017 Satker Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan dana APBN Dekonsentrasi

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG TATA CARA PENYEDIAAN, PENCAIRAN, PENYALURAN, DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA ANGGARAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 164/PMK.05/2010 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 164/PMK.05/2010 TENTANG 1 dari 10 09/08/2012 21:20 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 164/PMK.05/2010 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI GURU DAN DOSEN, TUNJANGAN KHUSUS GURU

Lebih terperinci

Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.

Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. - 101-1. NAMA JABATAN : Kepala Bagian Keuangan 2. IKHTISAR JABATAN : Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. 3. TUJUAN JABATAN : Terwujudnya pengelolaan keuangan yang efektif dan

Lebih terperinci

: 05/SE/M/2006 : Mekanisme Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN Dilingkungan Departemen Pekerjaan Umu Ditetapkan : Diberlakukan :

: 05/SE/M/2006 : Mekanisme Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN Dilingkungan Departemen Pekerjaan Umu Ditetapkan : Diberlakukan : Ringkasan : Nomor : 05/SE/M/2006 Perihal : Mekanisme Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN Dilingkungan Departemen Pekerjaan Umu Ditetapkan : 28-02 - 2005 Diberlakukan : 28 02-2005 Status : berjalan Penggantian

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PERMEN-KP/2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PERMEN-KP/2014 TENTANG PERATURAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. bahwa dalam rangka tertib

Lebih terperinci

2015, No Pembayaran Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaim

2015, No Pembayaran Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaim BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1420, 2015 KEMEN-KKP. Tunjangan Kinerja. Pembayaran. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/PERMEN-KP/2015 TENTANG

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURES PELAKSANAAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN PADA PENGADILAN AGAMA MASOHI. Pengel. Aplkasi.

STANDARD OPERATING PROCEDURES PELAKSANAAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN PADA PENGADILAN AGAMA MASOHI. Pengel. Aplkasi. KESEKRETARIATAN STANDARD OPERATING PROCEDURES PELAKSANAAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN PADA PENGADILAN AGAMA MASOHI Aktivitas A. PEMBINAN KEPEGAWAIAN Mutasi Pegawai a. Menyiapkan data untuk sidang

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 002/Sek/SK/I/2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : P.37/Menlhk-Setjen/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : P.37/Menlhk-Setjen/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.37/Menlhk-Setjen/2015 TENTANG TATA CARA PENETAPAN PEJABAT PERBENDAHARAAN DAN MEKANISME PENGUJIAN KEUANGAN LINGKUP KEMENTERIAN

Lebih terperinci

Nomor : W17-A/1859/OT.01.2/XII/2013 Samarinda, 31 Desember 2013

Nomor : W17-A/1859/OT.01.2/XII/2013 Samarinda, 31 Desember 2013 PENGADILAN TINGGI AGAMA KALIMANTAN TIMUR JL. LETJEN M.T. HARYONO No. 24 TELP. 0541-733337, FAX. 0541-746702 H o m e P a g e : w w w. p t a - s a m a r i n d a. n e t, E m a i l : p t a - s a m a r i n

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.912, 2011 KEMENTERIAN SOSIAL. PNBP. Pedoman Pengelolaan. PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 183 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 101/PMK.05/2010 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 101/PMK.05/2010 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 101/PMK.05/2010 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI GURU DAN DOSEN, TUNJANGAN KHUSUS GURU DAN DOSEN, SERTA TUNJANGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA. KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA No. 1671, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2015 TENTANG PEJABAT

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM BOGOR, 1 FEBRUARI 2016

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM BOGOR, 1 FEBRUARI 2016 AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN TERKAIT PELAKSANAAN DEKONSENTRASI TAHUN ANGGARAN 2016 Oleh Kepala Bagian Keuangan Setditjen Politik dan Pemerintahan Umum BOGOR, 1 FEBRUARI 2016 KEMENTERIAN

Lebih terperinci

LANDASAN HUKUM KEUANGAN DANA DEKONSENTRASI

LANDASAN HUKUM KEUANGAN DANA DEKONSENTRASI AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN TERKAIT PELAKSANAAN DEKONSENTRASI TAHUN ANGGARAN 2016 Oleh Kepala Bagian Keuangan Setditjen Politik dan Pemerintahan Umum BOGOR, 1 FEBRUARI 2016 KEMENTERIAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 163/PMK.05/2013 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 163/PMK.05/2013 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 163/PMK.05/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN NEGARA PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN DENGAN

Lebih terperinci

S.O.P PENERBITAN SPP-LS UNTUK BELANJA PEGAWAI

S.O.P PENERBITAN SPP-LS UNTUK BELANJA PEGAWAI PENGADILAN NEGERI PURWODADI KLAS II Jalan Let.Jen. R. Suprapto No. 109 / Fax : ( 0292 ) 4215 Website : http://pn-purwodadi.go.id Nomor SOP W12.U16/540/SOP/05/2016 Tanggal Pembuatan 09 Mei 2016 Tanggal

Lebih terperinci

BAUK DIR Prosedur Pengelolaan Keuangan: Pencairan dan Pertanggungjawaban UP 24 Mei 2013 (Ganti UP)

BAUK DIR Prosedur Pengelolaan Keuangan: Pencairan dan Pertanggungjawaban UP 24 Mei 2013 (Ganti UP) 1/5 DIR Prosedur Keuangan 1. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk mengatur pencairan Uang Persediaan (UP) dan pertanggungjawaban uang persediaan (ganti up). 2. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup prosedur

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105/PMK.05/2013 TENTANG MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105/PMK.05/2013 TENTANG MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105/PMK.05/2013 TENTANG MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.931, 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN. Dana. Keistimewaan. Yogyakarta. Tata Cara Pengalokasian. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 103/PMK.07/2013 TENTANG

Lebih terperinci

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUDUS

Lebih terperinci

KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan.

KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan. No.1740, 2014 KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA PADA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.645, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Uang Makan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 /PMK.05/2016 TENTANG UANG MAKAN BAGI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

Lebih terperinci

Pelaksana. Sekretaris. Notulasi rapat 2 Jam Draft program dengan seluruh pegawai. Program Kerja 20 Menit Program Kerja Sekretaris dan diparaf

Pelaksana. Sekretaris. Notulasi rapat 2 Jam Draft program dengan seluruh pegawai. Program Kerja 20 Menit Program Kerja Sekretaris dan diparaf mor SOP W7-A2/49/OT.01.3/I/2016 Tanggal Pembuatan Kualifikasi : 1. Peraturan Pemerintah RI mor 90 Tahun 2010 1. S-2 Manajemen Jika program kerja tidak buat maka alur pekerjaan akan mengambang PENGADILAN

Lebih terperinci

Standard Operating Procedure (SOP) Bagian Perencanaan, Tekonologi Informasi, dan Pelaporan

Standard Operating Procedure (SOP) Bagian Perencanaan, Tekonologi Informasi, dan Pelaporan Standard Operating Procedure (SOP) Bagian Perencanaan, Tekonologi Informasi, dan Pelaporan PENGADILAN AGAMA MANNA KELAS II TAHUN 2017 Dasar Hukum : PENGADILAN AGAMA MANNA KELAS II mor SOP Tanggal Revisi

Lebih terperinci