Akhlak Baik, Kejayaan Diraih. Written by Rahman Hidayat Sunday, 11 September :00

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Akhlak Baik, Kejayaan Diraih. Written by Rahman Hidayat Sunday, 11 September 2011 00:00"

Transkripsi

1 Sepintas kaitan antara kebersihan, akhlak dan peradaban tidak begitu erat.namun bila dikaji, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Hubungan antara akhlak, kebersihan dan kebersihan sangat dekat. Keduanya bersebab akibat.sebab akhlak yang baik, kebersihan terwujud. Sedang kebersihan adalah cermin peradaban. Kebersihan adalah dampak dari akhlak. Demikian tegas Ketua Yayasan Prof. Dr. Kadirun Yahya (YPDKY), H. Sayyidi Syaikh Abdul Khalik Fajduani, SH saat acara Pelantikan Panitia Peradaban Bersih (Pandabsih) beberapa waktu lalu. Akhlak secara sederhana dapat dipahami sebagai serangkaian perilaku yang membentuk karakter insan. Akhlak dari sekelompok insan inilah yang membentuksebuah peradaban. Peradaban yang unggul didasari oleh akhlak baik. Perilaku atau kebiasaan yang melekat pada seseorang terjadi karena perbuatan yang dilakukan secara terus menerus. Tindakan-tindakan itu di antaranya dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut.sementara nilai yang dianut bergantung pada rujukan atau pedoman hidup yang dijunjung. Sebagai muslim,pedoman hidup mutlak yang menjadi sumber dari seluruh nilai-nilai adalah Al Qur an dan Al Hadits. Dalam Al Qur an dan Al Hadits, nilai-nilai tersebut berwujud berbagai perintah dan larangan. Hal itu disampaikan secara tegas dan gamblang, lengkap dengan hikmah serta reward dan punishment yang bakal diperoleh jika perintah ditaati atau dilanggar. Susah Bang! Sedangkan akhlak kita saja belum baik! begitu cetus Bang Mori kepada Bang Ajoull dalam dialog film pendek sosialisasi Program AKSI atau Akhlak Bersih ini. Cetusan tersebut seolah mewakili sikap pesimis yang umum ditemui ketika bicara soal memperbaiki akhlak. Satu sisi sadar bahwa diri sendiri belum berakhlak baik,namun belum tampak komitmen untuk mengubahnya. Dan di sisi lain, tercetus nada kemustahilan mengajak orang lain untuk 1 / 4

2 berubah jika diri sendiri belum baik. Ibarat telur dan ayam, mana duluan? Perbaiki diri dulu baru ajak orang lain baik? Ataukah secara terus-menerus benahi akhlak sendiri? Kemudian dengan menjadikan diri sendiri sebagai contoh kita berharap orang-orang di sekitar kita turut berubah menjadi baik akhlaknya. Pemikiran ini sejalan dengan penggalan puisi yang selalu dibaca ketika penutupan Pelatihan Sumber Daya Manusia Sufi Thinking. Puisi berjudul Hasrat untuk Berubah yang ditemukan di nisan pemakaman gereja Westminster Abbey, London, Inggris berisi impian untuk mengubah dunia. Namun seiring perjalanan waktu, ketika kearifan sang jasad bertambah ia menyadari bahwa: Andaikan pertama-tama yang ku ubah adalah diriku. Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka bisa jadi akupun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia!" Sebab-sebab Kemuliaan Dalam berbagai kesempatan, Ketua YPDKY, berpesan, gantilah kepala.maksudnya perubahan harus dimulai dengan mengganti cara berpikir. Beliau mengibaratkan, kalau orang gemuk mau kurus, ia harus mengganti cara berpikirnya dengan cara berpikir orang yang badannya kurus. Kalau cara berpikir tidak diubah berbagai upaya yang dilakukan tidak akan membawa hasil. Mengingat cara berpikir sangat dipengaruhi oleh paradigma atau pedoman yang dianut, maka pemahaman terhadap Al Qur an dan Hadits menjadi mutlak. Dalam Al Qur an Surat Al Anbiyaa ayat 10 Allah SWT berfirman, Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? 2 / 4

3 Ayat tersebut menyatakan bahwa seluruh cara, metode, dan teknis untuk mencapai derajat kemuliaan sebagai manusia tercantum dalam Al Qur an. Derajat kemuliaan sebagai khalifatul fil ardh hanya dapat dicapai dengan melaksanakan Islam Kaffah. Islam Kaffah dapat diamalkan bila tiga pilar Islam; Fikih, Akidah dan Akhlak dipahami secara utuh. Fikih dilaksanakan dengan menaati dan menjalankan ketentuan Syariat Islam. Akidah diteguhkan dengan menjadi pribadi shaleh, yang diantaranya dengan mengintensifkan Dzikrullah melalui metode Thariqatullah. Sedangkan, akhlakul karimah adalah buah dari keduanya, taat syariat dan akidah yang kuat. Namun demikian, akhlak harus diperjuangkan dan dibentuk terus menerus sepanjang hayat. Untuk memudahkan memahami sebab-sebab kemuliaan tersebut, Ketua YPDKY meluncurkan 7 Nilai Dasar Yayasan sebagai panduan akhlak bagi seluruh jamaah di bawah naungan. Tidak hanya di lingkungan jamaah, 7 Nilai Dasar Yayasan, dengan izin Ketua YPDKY, juga diterapkan oleh beberapa jamaah yang wirausahawan di perusahaannya. Menurut Drs. H. Tugirin Yusuf, MM, pengusaha di bidang microfinance, saat Talkshow Leadership Training (28/6) omzet usahanya meningkat hingga 300 persen sejak menerapkan 7 Nilai Dasar Yayasan sebagai nilai-nilai prinsip perusahaan. Suasana kerja pun berubah kondusif dan nyaman. Tidak lagi kaku, tegang dan formal. Fenomena serupa diakui pula oleh beberapa pebisnis lainnya. Sebagai pondasi, 7 Nilai Dasar perlu dijabarkan menjadi sebuah Code of Conduct (CoC) atau pedoman perilaku. Hal ini diterapkan pada Panitia Peradaban Bersih (Pandabsih). Tiap divisi didorong untuk menyusun sendiri pedoman mereka dalam berperilaku. Maka tersusun 9 buah CoC sesuai kebutuhan dan kesepakatan anggota divisi masing-masing, sebagai panduan teknis dalam berperilaku. Dengan komitmen kuat, CoC efektif mengubah perilaku. Contohnya, dalam mengubah kebiasaan tak tepat waktu. Rapat-rapat yang sebelumnya kerap telat,menjadi makin tepat waktu. Hargai Orang Baik Dalam penjelasan saat Leadership Training, Ketua YPDKY menyatakan bahwa kita harus menghargai orang-orang yang tepat waktu. Menurut beliau, menoleransi orang-orang yang datang terlambat berarti tidak menghargai mereka yang hadir tepat waktu. Dalam pengertian lain, kita telah bertindak dzalim terhadap orang-orang baik tersebut. Menurut beliau, persahabatan hanya akan terjalin di antara orang-orang yang baik akhlaknya. Persahabatan akan membentuk tim yang kuat. Tim yang kuat adalah winner, pemenang. Sebagai pemenang ia tak akan terkalahkan. Sejarah telah membuktikan kejayaan kaum muslimin di era Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin. Dalam tempo singkat dua imperium 3 / 4

4 besar, Persia dan Romawi berhasil ditaklukkan. Peradaban Persia dan Romawi terkalahkan oleh Peradaban Islam yang lebih unggul. Lalu mengapa peradaban yang gilang-gemilang itu kini redup? Mengingat kembali firman Allah dalam Surat Al Anbiyaa ayat 10, hal ini dikarenakan sebab-sebab kemuliaan belum lagi dipahami dan diamalkan. Sebab-sebab itu adalah pemahaman Islam yang belum utuh dan akhlakul karimah yang belum terwujud. Oleh karenanya derajat umat muslim sebagai khalifatullah fil ardh agar menjadi masyarakat madani yang rahmatan lil alamin harus terus diperjuangkan sehingga kejayaan sebagai bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat diraih. Insya Allah. Kisah Kera ke Seratus Pada tahun 1952 sekelompok ilmuwan meneliti kawanan kera yang hidup di pantai Pulau Koshima Jepang. Ilmuwan Jepang menemukan seekor kera usia 18 bulan, kemudian diberi nama Imo, mencuci lebih dulu ubi jalar yang akan dimakannya. Pertama-tama dengan air sungai. Lalu ia menemukan, ubi jalar lebih enak kalau dicuci dengan air laut. Lambat laun, kera-kera muda lainnya mengikuti langkah Imo. Ketika tiba pada kera ke seratus, ilmuwan mendapati kawanan kera lain juga melakukan hal yang sama. Anehnya, kawanan kera itu hidup jauh di pulau lain dan tak pernah berhubungan dengan kelompok kera di Pulau Koshima. Moral cerita di atas adalah lakukan perubahan perilaku maka alam semesta akan mendukung. Atau dikenal dengan istilah mestakung, dimana alam semesta beserta izin dan ridha Allah SWT. Walau dalam prakteknya, perubahan kerap kali menghadapi bermacam tantangan, dengan pertama-tama mengubah sikap menjadi optimis, tidak mudah surut dan selalu bersyukur dalam berbagai kondisi,perubahan dapat berjalan berkesinambungan.(rhay) 4 / 4

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pola Asuh Orang Tua a. Pengertian Pola Asuh Orang Tua Secara epistimologi kata pola diartikan sebagai cara kerja, dan kata asuh berarti menjaga (merawat dan

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH

Lebih terperinci

KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM 33 KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Salamet (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep) Abstrak Potensi manusia harus senantiasa ditumbuh-kembangkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini berisi tiga sub bab, sub bab pertama pendidikan pesantren. Sub

BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini berisi tiga sub bab, sub bab pertama pendidikan pesantren. Sub 27 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi tiga sub bab, sub bab pertama pendidikan pesantren. Sub bab kedua berisi religiusitas santri. Sub bab ketiga berisi korelasi antara intensitas kegiatan pendidikan

Lebih terperinci

HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI

HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh FITRIA NURMANISA NIM 111

Lebih terperinci

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI SKRIPSI Oleh AYUK WAHDANFIARI ADIBAH NIM. 3223103015 JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB IV PENDAPAT AHMAD NURCHOLISH TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH

BAB IV PENDAPAT AHMAD NURCHOLISH TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH BAB IV PENDAPAT AHMAD NURCHOLISH TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH Setelah dipaparkan pendapat Ahmad Nurcholish tentang pernikahan beda agama meliputi nikah, prinsip spiritual

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Al-birru manittaqa. Yogyakarta, 16 November 2011. 20 Dzulhijjah 1432

KATA PENGANTAR. Al-birru manittaqa. Yogyakarta, 16 November 2011. 20 Dzulhijjah 1432 KATA PENGANTAR Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah, hanya kepada-nya-lah kami bersyukur, karena atas nikmat kesehatan, kesempatan, kecerdasan, dan kesabaran dari-nya amanah organisasi ini dapat

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI Oleh : DEWI IMROATUL AZIZAH 04120003 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA Halaman 1 dari 39 ANGGARAN DASAR PARTAI KEADILAN SEJAHTERA MUKADIMAH Bangsa Indonesia telah menjalani sejarah panjang yang sangat menentukan

Lebih terperinci

METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR

METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK. DI MTsN SUMBERAGUNG BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK. DI MTsN SUMBERAGUNG BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK DI MTsN SUMBERAGUNG BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Univesitas

Lebih terperinci

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA MATERI AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK

Lebih terperinci

ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MAHLIGAI PERKAWINAN KARYA ANNI IWASAKI

ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MAHLIGAI PERKAWINAN KARYA ANNI IWASAKI ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL MAHLIGAI PERKAWINAN KARYA ANNI IWASAKI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.i) Oleh Julia Amrestiani 105051001859

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH MELALUI METODE TEKNIK MENGHAFAL PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 2 CANDIROTO TEMANGGUNG SKRIPSI

Lebih terperinci

PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK

PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK Das Salirawati FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta email: das.salirawati@yahoo.co.id Abstrak: Pendidikan merupakan

Lebih terperinci

PROSEDUR MASUK ISLAM DI MASJID NASIONAL AL-AKBAR SURABAYA

PROSEDUR MASUK ISLAM DI MASJID NASIONAL AL-AKBAR SURABAYA PROSEDUR MASUK ISLAM DI MASJID NASIONAL AL-AKBAR SURABAYA ------------------------------------------------------------ Serkalipun memeluk agama Islam itu sangat mudah, namun ada baiknya ditempuh prosedur

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Tingkat Pendidikan Orang Tua. terlebih dahulu akan dijelaskan tentang apa pengertian dari pendidikan.

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Tingkat Pendidikan Orang Tua. terlebih dahulu akan dijelaskan tentang apa pengertian dari pendidikan. BAB II KAJIAN TEORI A. TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA 1. Pengertian Tingkat Pendidikan Orang Tua Sebelum menjelaskan tentang pengertian tingkat pendidikan orang tua, terlebih dahulu akan dijelaskan tentang

Lebih terperinci

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENGERTIAN DAN LANDASAN KODE ETIK PESERTA DIDIK. Kode etik (ethical cade), adalah norma-norma yang mengatur tingkah

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENGERTIAN DAN LANDASAN KODE ETIK PESERTA DIDIK. Kode etik (ethical cade), adalah norma-norma yang mengatur tingkah 13 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENGERTIAN DAN LANDASAN KODE ETIK PESERTA DIDIK 1. Pengertian Kode Etik Peserta Peserta Didik Kode etik (ethical cade), adalah norma-norma yang mengatur tingkah laku seseorang

Lebih terperinci

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan

Lebih terperinci

2. Sifat Mustahil. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 115

2. Sifat Mustahil. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 115 d. Al-Faṭānah Al-Faṭānah, yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di Mekah, setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan al- Hajār al-aswād

Lebih terperinci

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 64 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BAB I PENDAHULUAN Undang-Undang

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR

SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR Oleh ESTI MUFIDATUL CHUSNA 05130029 JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya MODUL DASAR Konsultan dan Pemda 04 Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan Modul 1 Pemberdayaan Sejati 1 Kegiatan 1 Diskusi Keberdayaan

Lebih terperinci

Pedoman Penyusunan Code of Conduct (Tata Etika dan Perilaku Usaha) bagi Pelaku UKM

Pedoman Penyusunan Code of Conduct (Tata Etika dan Perilaku Usaha) bagi Pelaku UKM Pedoman Penyusunan Code of Conduct (Tata Etika dan Perilaku Usaha) bagi Pelaku UKM Kata Sambutan Keberadaan Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia memiliki kontribusi yang besar bagi roda perekonomian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. problematika tersendiri yang akan dihadapi setiap manusia. Setiap orang. itu sendiri dan juga lingkungan dia hidup.

BAB I PENDAHULUAN. problematika tersendiri yang akan dihadapi setiap manusia. Setiap orang. itu sendiri dan juga lingkungan dia hidup. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia lanjut adalah usia yang tidak dewasa lagi, justru bisa dikatakan temuo karena sudah melewati masa-masa yang belum terlewati oleh para remaja. Pada dasarnya

Lebih terperinci