PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK PUBLIKASI ILMIAH MELALUI JURNAL Syamsul Alam Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK PUBLIKASI ILMIAH MELALUI JURNAL Syamsul Alam Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan"

Transkripsi

1 PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK PUBLIKASI ILMIAH MELALUI JURNAL Syamsul Alam Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan Abstrak: Tulisan ilmiah ini memaparkan anatomi artikel ilmiah yang dibedakan berdasarkan jenis isinya, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel konseptual. Paparan substansi setiap jenis artikel didasarkan atas urutan bagian anatominya, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Setelah itu, dipaparkan secara lebih rinci komponen yang terdapat dalam setiap bagian. Dari seluruh bagian, maka bagian inti diuraikan dengan porsi yang lebih banyak karena merupakan esensi dari setiap artikel ilmiah. Penulisan artikel ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ilmiah berupa penelitian dan atau kajian referensi sebagai alat untuk menyebarluaskan hasil karya ilmiah kepada sasaran yang lebih banyak dan luas. Kata-kunci: artikel hasil penelitian, artikel konseptual, publikasi ilmiah, jurnal PENDAHULUAN Selama ini banyak hasil penelitian yang menjadi dokumen yang terkumpul di kantor atau dipajang di perpustakaan. Hasil penelitian tersebut hanya dibaca oleh kalangan tertentu. Agar hasil penelitian itu dibaca oleh banyak orang, perlu ditulis kembali dalam bentuk artikel ilmiah untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah. Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Penulisan artikel ini mengikuti sistematika suatu sajian tulisan, serta ketentuan dan etika penulisan yang mengikuti pola penulisan tulisan ilmiah. Untuk memperkuat argumen dalam artikel, biasanya digunakan dasar teoretis, ketentuan atau kebijakan, fakta atau logika umum. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan argumen ilmiahnya serta pertautan antarargumen dengan penjelas untuk membahas masalah serta solusi yang disodorkan dalam memecahkan masalah. Dari segi sistematika penulisan dan isinya, artikel dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel nonpenelitian. Kedua jenis artikel ini perlu dicermati agar dapat membuatnya. Itulah sebabnya, sangat dianjurkan menuliskan kembali laporan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk artikel untuk diterbitkan pada jurnal. Selain itu, juga diharapkan dapat membuat artikel 1

2 konseptual. Jika hal tersebut dapat dilakukan, karya publikasi ilmiah tidak akan mengalami kendala. Setiap jurnal memiliki sistematika penulisan sesuai gaya selingkung yang ditetapkan. Secara garis besar, artikel dalam sebuah jurnal ini perlu ditulis dengan sistematika yang berbeda agar para pembaca jurnal dapat segera mengenali jenis artikel yang dibacanya secara cepat dari sistematikanya. Kedua jenis artikel ilmiah tersebut, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel konseptual dibahas dalam tulisan ini. Artikel adalah salah satu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka. Dapat pula dikatakan bahwa artikel adalah karya tulis yang berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang bersifat aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberi (informasi), memengaruhi, meyakinkan (persuasif argumentatif), menghibur khalayak pembaca. Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Dari segi sistematika penulisan dan isinya, artikel dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel nonpenelitian. Setiap mahasiswa penulis skripsi dan tesis sangat dianjurkan menuliskan kembali karyanya dalam bentuk artikel untuk diterbitkan dalam jurnal. Setiap penerbit jurnal memiliki sistematika penulisan yang sesuai gaya selingkung jurnal yang ditetapkan. Secara garis besar, artikel dalam sebuah jurnal ini perlu ditulis dengan sistematika yang berbeda agar para pembaca jurnal dapat segera mengenali jenis artikel yang dibacanya secara cepat dari sistematikanya. PEMBAHASAN Artikel ilmiah yang ditulis untuk dimuat pada jurnal, ada dua macam, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel nonpenelitian atau yang biasa disebut artikel konseptual. Kedua macam artikel tersebut dipaparkan satu demi satu. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian adalah artikel ilmiah yang ditulis dari hasil suatu kegiatan penelitian. Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel untuk kemudian diterbitkan dalam jurnal ilmiah biasanya berisi hal-hal yang penting saja, karena setiap kali penerbitan sebuah jurnal hanya bisa memuat beberapa artikel, sehingga ruang yang 2

3 tersedia untuk sebuah artikel sangat terbatas. Namun, jurnal ilmiah yang diterbitkan akan dibaca oleh banyak orang, antara lain akademisi, para profesional, dan mahasiswa. Bahkan, jurnal yang terakreditasi atau bertaraf internasional dan disebarluaskan melalui website internet, dapat dibaca dan diakses di seluruh dunia. Dengan demikian, hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel jurnal akan memberikan dampak akademik yang lebih cepat dan luas kepada pembacanya. Penulisan artikel hasil penelitian dalam suatu jurnal dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, artikel hasil penelitian ditulis setelah penulisan laporan teknis penelitian diselesaikan. Cara penulisan ini yang sementara dilakukan oleh sebagian besar penulis artikel. Kedua, artikel hasil penelitian ditulis setelah segala aktivitas penelitian diselesaikan, tetapi penulisan laporan teknisnya belum terselesaikan (masih dalam proses). Ketiga, artikel hasil penelitian ditulis setelah kegiatan penelitian diselesaikan dan memang tidak akan dilakukan penulisan laporan teknisnya. Jenis artikel ini masih jarang ditulis oleh penulis artikel. Padahal dalam mengantisipasi proses percepatan diseminasi temuan kepada masyarakat sasaran yang relevan menjadi sangat penting. Begitu juga jika dikaitkan dengan upaya perlindungan hak cipta. Dalam penulisan artikel hasil penelitian, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, antara lain (1) esensi dari substansi isi yang lebih diprioritaskan (pendahuluan, metode, dan hasil penelitian), (2) tata tampilan artikel, baik yang terkait dengan gaya selingkung maupun norma universal yang ditetapkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan, (3) proporsi antarbagian artikel dan halaman maksimal yang diperbolehkan, dan (4) rambu anatomi artikel yang ditetapkan oleh dewan penyunting. Ketiga hal di atas saling mengait (butir 1-3 akan terintegrasi dalam butir 4). Bentuk integrasi tersebut difasilitasi oleh tata tulis tertentu, yang perwujudannya dalam bentuk artikel hasil penelitian yang dimuat dalam suatu jurnal yaitu, judul, nama penulis, abstrak dan kata kunci, bagian pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, simpulan dan saran, dan daftar rujukan. Bagian Awal Bagian awal suatu artikel hasil penelitian mencakup tiga hal, yaitu (1) judul, (2) nama dan identitas penulis, dan (3) abstrak dan kata kunci. Ketiga hal ini harus ditulis secara cermat agar pembaca dapat dengan mudah mengikuti ide penulis. 3

4 Judul artikel merupakan bagian artikel yang pertama kali dibaca orang. Untuk itu, judul diharapkan dapat dengan cepat memberikan gambaran mengenai isi artikel. Judul artikel diharapkan tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Jika tampilan judul artikel terlalu panjang, maka dapat dipisahkan dengan anak judul agar dapat dipahami secara cepat. Selain itu, penulisan judul artikel dipersyaratkan tidak mengandung singkatan atau akronim yang belum banyak dikenal pembacanya, mencerminkan variabel yang dibahas, dan memiliki daya tarik bagi pembaca. Pada artikel hasil penelitian, variabel penelitian dan hubungan antar-variabel serta informasi lain yang dianggap penting, hendaknya terlihat dalam judul artikel. Walaupun demikian, judul artikel tidak terlalu panjang. Sebaiknya judul artikel umumnya terdiri atas 5 s.d. 20 kata. Contoh judul artikel hasil penelitian: Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Pembelajaran Kooperatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Enrekang (oleh Nursyamsu, Guru SMP Negeri 1 Enrekang, dimuat dalam Jurnal Ilmu Kependidikan Volume 6, Nomor 2, September 2009, hlm ). Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain. Nama lembaga tempat penulis bekerja ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika penulis lebih dari dua orang, ada dua cara (1) tetap mencantumkan semua nama penulis, (2) mencantumkan nama penulis utama saja disertai tambahan dkk (dan kawan-kawan) atau nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau di tempat lain jika tempat catatan kaki tidak mencukupi. Nama dan identitas penulis ditulis di bawah judul dan di bawah tulisan sebagai catatan kaki (footer). Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa penulis, nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. Identitas singkat tentang tentang penulis, misalnya profesi dan nama lembaga tempat penulis bekerja serta alamat korespondensi dapat ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama penulis utama yang dicantumkan disertai tambahan dkk. (dan kawan-kawan). Nama penulis lain beserta identitasnya ditulis dalam catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat catatan kaki tidak mencukupi. 4

5 Untuk jurnal yang diterbitkan oleh LPMP Provinsi Sulawesi Selatan, identitas penulis ditulis di bawah judul artikelnya (pada bagian atas). Contoh tampilan nama dan identitas penulis. Nursyamsu SMP Negeri 1 Enrekang, Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Telp Pada dasarnya, abstrak artikel berisi seperangkat pernyataan yang ditulis secara ringkas dan padat tentang isi artikel yang dianggap paling penting. Tata cara penulisan abstrak dan kata kunci dalam sebuah jurnal merupakan bagian penting yang diatur dalam gaya selingkung jurnal ilmiah. Penulis artikel harus memerhatikan tata cara penulisan abstrak dan kata kunci yang berlaku untuk sebuah jurnal karena masingmasing jurnal mungkin mengikuti tata cara yang berbeda-beda. Dengan membaca abstrak, pembaca diharapkan segera memperolah gambaran umum masalah yang dibahas di dalam artikel. Abstrak dalam artikel hasil penelitian berisi uraian singkat mengenai esensi penelitian, yaitu masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Tekanan utama diberikan kepada hasil penelitian. Teknik penulisanya memperhatikan esensi penelitian, dengan panjang tulisan kata, yang ditulis dalam spasi tunggal dalam satu paragraf. Untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti, pada bagian akhir dari abstrak disertai kata kunci (3-5 kata atau kelompok kata). Pada jurnal ilmiah yang terakreditasi, umumnya abstrak ditulis dalam bahasa Inggris. Hal ini dimaksudkan agar dapat dibaca oleh masyarakat internasional. Abstrak dan kata kunci harus selalu ada dalam setiap artikel yang ditulis untuk dimuat dalam jurnal. Bagian kata kunci memuat kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel itu. Pemilihan kata dianggap kunci informasi ilmiah. Dengan kata kunci itu, suatu artikel dapat ditentukan dengan mudah jika jurnal yang memuatnya telah melakukan komputerisasi dalam sistem informasi ilmiah. Kata kunci hendaknya disertai 3-5 kata kunci. Kata kunci berisikan istilah mewakili ide atau konsep dasar yang terkait dalam artikel. Jika dapat diperoleh, kata kunci hendaknya bidang ilmu terkait. Contoh tampilan abstrak jurnal ilmiah hasil penelitian: Abstrak: This research ainred to improve the students' ability in writing description article through cooperative learning of the students of class VII of SMP Negeri 1 Enrekang. This Class Action Research used 5

6 Bagian Inti qualitative-descriptive data. The collecting data technique used observation and writing test of description article. The result's research showed that there were think creativity, expressing idea and presenting words in wriring description article. Successfulness appeared in achieving score of groups learning process. Kata kunci: menulis, karangan deskripsi, pembelajaran kooperatif, siswa kelas VII lsi bagian inti sangat bervariasi, lazimnya berisi kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang ditulisnya. Banyak subbagian juga tidak ditentukan, tergantung pada kecukupan kebutuhan penulis dalam menyampaikan pikiran. Dalam bagian ini yang terpenting ditampilkan adalah kupasan argumentatif, analitik, dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis, sejauh mungkin juga berisi komparatif dan menjauhi sifat tertutup dan instruktif. Walaupun demikian, perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diklat. Penggunan subbagian dan subsubbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diklat. Bagian inti dari artikel hasil penelitian mencakup: (1) bagian pendahuluan, (2) bagian isi, yang terdiri atas tiga subbagian, yaitu metode, hasil, dan pembahasan, dan (3) bagian penutup yang berupa simpulan dan saran. Ketiga bagian inti ini umumnya ditulis dengan mengikuti urutan subbagian: pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, simpulan dan saran. Masing-masing subbagian diuraikan sebagai berikut. Bagian pendahuluan terutama berisi paparan tentang permasalahan penelitian, wawasan, rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah, tujuan penelitian, dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kadang-kadang juga memuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Pada jurnal Ilmu Pendidikan LPMP Sulawesi Selatan, tidak dituliskan kata pendahuluan, hanya tersirat. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan dengan memperhatikan tata cara penulisan berikut: (1) pendahuluan tidak harus diberi subjudul pendahuluan, (2) landasan teori/kajian teoretik diintegrasikan dalam pendahuluan, (3) pemisahan antara subbagian satu dengan subbagian lain dilakukan dengan pergantian paragraf, (4) disajikan dalam bentuk naratif, dan (5) diakhiri dengan tujuan/masalah penelitian. 6

7 Dalam penulisan pendahuluan, hal lain yang penting diperhatikan adalah proporsi panjang pendeknya tulisan dengan keseluruhan jumlah artikel, dan adanya integrasi antara pendahuluan dan kajian pustaka (yang dalam laporan teknis penelitian dipaparkan secara terpisah). Tuntutan terakhir ini menganjurkan adanya penulisan ulang oleh penulis yang berupaya mensinergikan antara pendahuluan dan kajian pustaka dalam laporan teknis hasil penelitian. Bagian ini menguraikan hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) permasalahan yang akan dibahas, misalnya menonjolkan hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan terdahulu. Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan. Bagian metode penelitian menampilkan secara ringkas strategi pemecahan masalah melalui penelitian yang dilakukan. Isi utama bagian ini terdiri atas: (1) rancangan atau desain penelitian, (2) sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel), (3) teknik pengembangan instrumen dan pengumpulan data, dan (4) teknik analisis data. Sub-subbagian di atas umumnya dikemas dalam format esei dan sedikit mungkin menggunakan format enumeratif. Contoh bagian metode: Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Enrekang selama 3 (tiga) bulan yaitu September sampai dengan November Fokus penelitian ini "peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi melalui pembelajaran kooperatif siswa kelas VII SMP Negeri 1 Enrekang." Penelitian tindakan kelas (classroom action research) ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran mengenai proses belajar siswa kelas VII melalui pembelajaran kooperatif. Alur penelitian ini dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (1) observasi/pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Prosedur penelitian ini berdasarkan model Kemmis dan Taggart. Bagian hasil penelitian memuat hasil penelitian, tepatnya hasil analisis data. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Proses untuk mendapatkan hasil tidak 7

8 disajikan pada bagian ini, misalnya proses pengujian hipotesis dan penggunaan statistik. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan menggunakan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu demi satu. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian. Contoh bagian hasil penelitian: Temuan penelitian pada siklus I, yaitu (1) guru memotivasi siswa belajar sesuai indikator pembelajaran, (2) guru bertanya kepada siswa tentang pengertian karangan deskripsi, (3) guru mengarahkan siswa menulis karangan deskripsi, (4) siswa belum termotivasi dan kreatif, dalam proses pembelajaran menulis karangan deskripsi, (5) siswa masih mengalami kesulitan menuangkan kata-kata dalam karangan deskripsi, 6) sikap acuh, masa bodoh, kurang bersemangat, dan suasana kelas yang kurang mendukung menulis karangan deskripsi, (7) guru kurang berperan aktif membimbing siswa menulis karangan deskripsi, (8) pemahaman siswa tentang perlunya kerja kelompok belum maksimal, (9) penilaian guru terhadap hasil karangan seperti pemberian hadiah kurang direspons. Tabel 3. Skor dan Nilai Menulis Karangan Deskripsi Secara Berkelompok Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Enrekang pada Siklus I. No Kelompok Skor/Bobot Nilai Akhir I II III IV V VI VII VIII 85/100X100 64/100x100 80/100x100 63/100X100 64/100X100 63/100X100 75/100X100 88/100X100 85% 64% 80% 63% 64% 63% 75% 88% Dari hasil analisis berdasarkan interval nilai, terdapat empat kelompok memperoleh nilai di bawah 65% dan empat kelompok memperoleh nilai di atas 65%. Hal ini menunjukkan bahwa empat kelompok belum berhasil menggunakan 8

9 pembelajaran kooperatif menulis karangan deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Enrekang pada siklus I (diperbaiki pada siklus II). Bagian pembahasan merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. Pada bagian ini, penulis melakukan empat hal utama, yaitu (1) menginterpretasikan temuan, (2) mengkonfirmasikan temuan dengan temuan atau teori yang sudah ada, (3) memberikan penjelasan kesesuaian atau ketidaksesuaian temuan dengan temuan/teori yang ada, dan (4) mendudukkan temuan ke dalam temuan atau teori yang sudah ada. Dalam mendudukkan temuan ini bisa berupa mendukung, memodifikasi, menolak teori yang ada, dan atau mengajukan teori yang bersifat baru sama sekali. Contoh bagian pembahasan: Hasil yang diperoleh yaitu timbulnya motivasi, kerja sama, peningkatan kebaikan budi, kepekaan, tanggung jawab, toleransi, senang, dan kreatif dalam mengembangkan gagasan. Merasakan kebermaknaan belajar, dengan indikator yang ditetapkan oleh peneliti. Pada tahap awal siswa mampu membangkitkan minat dan kreativitas menulis karangan deskripsi. Tahap ini merupakan proses pembelajaran siswa agar merasa senang dengan pembelajaran menulis karangan deskripsi. Tahap ini pula dapat mengaktifkan dan mengkreatifkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Siswa secara individu maupun kelompok menulis karangan deskripsi cukup maksimal. Keberhasilan siklus II merupakan hasil refleksi pada siklus I dengan berbagai menyempurnakan pembelajaran. Upaya peningkatan kemampun menulis karangan deskripsi pada Sekolah Menengah Pertama terlihat dari hasil karyanya yang sesuai dengan kategori, yaitu: (1) kesesuaian isi dengan tema, (2) jumlah kata, (3) pemilihan kata, (4) organisasi karangan, (5) penggunaan EYD. Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. Simpulan berisi ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Penulisan simpulan mengacu pada butir rumusan masalah yang dijawab dalam penelitian. Banyak penulis yang berusaha menampilkan segala yang telah dibahas di bagian terdahulu, secara ringkas. Sebagian penulis menyertakan saran atau pendirian alternatif. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat disajikan dalam subbagian 9

10 tersendiri. Contoh bagian ini dapat dilihat pada berbagai artikel atau jurnal. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian, misi bagian akhir ini pada dasarnya sama; mengakhiri suatu diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. Saran berupa rekomendasi yang dikembangkan berdasarkan temuan penelitian. Saran dapat dibuat dengan mengacu kepada tindakan praktis, pengembangan teori baru, dan penelitian lanjutan. Rumusan saran atau rekomendasi dianjurkan agar dibuat berdasarkan manfaat penelitian. Bagian Akhir Bagian akhir dari setiap artikel, baik artikel hasil penelitian maupun konseptual adalah daftar rujukan. Daftar rujukan ditulis dengan memperhatikan ketentuan: (1) hanya memuat daftar bahan yang dirujuk dalam teks, (2) semua rujukan dalam tubuh artikel harus ditulis di dalam daftar rujukan, (3) tata tulis daftar rujukan mengikuti gaya selingkung jurnal yang bersangkutan, (4) daftar rujukan disajikan pada halaman terakhir artikel, dan bukan pada halaman baru, dan (5) daftar rujukan dapat memfasilitasi pembaca mencari sumber yang dirujuk oleh penulis. Artikel Konseptual Artikel konseptual atau biasa juga disebut artikel nonpenelitian merupakan hasil pemikiran atau hasil kajian pustaka. Artikel konseptual tersebut biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu: (1) judul, (2) nama penulis, (3) abstrak dan kata kunci, (4) pendahuluan, (5) bagian inti atau pembahasan, (6) penutup, dan (7) daftar rujukan. Dalam artikel konseptual tersebut tidak ada bagian yang diberi subjudul "metode" dan "hasil. Bagian Awal Bagian awal suatu artikel konseptual, seperti halnya dengan artikel hasil penelitian yang mencakup tiga hal, yaitu (1) judul, (2) nama dan identitas penulis, dan (3) abstrak dan kata kunci. Ketiga hal tersebut dijelaskan satu demi satu. Judul artikel konseptual harus mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. Pilihan kata dalam judul harus tepat, mengandung unsur utama masalah dan jenisnya. Judul artikel konseptual sama dengan artikel hasil penelitian, yaitu tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek (5 s.d. 20 kata). Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. Judul artikel konseptual harus dapat 10

11 menumbuhkan minat pembaca untuk membaca isi artikel. Hal ini penting karena artikel konseptual pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi, argumentasi, analisis, dan sintesis pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu. Untuk itulah, judul artikel konseptual harus memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pembaca. Contoh judul artikel konseptual: Professional Development through Teaching Portfolio (oleh Sri Widayati, Universitas Negeri Malang, dimuat dalam Jurnal Ilmu Pendidikan Jilid 15, Nomor 2, Juni 2008, hlm ). Teknik penulisan nama dan identitas penulis yang diuraikan pada artikel jenis hasil penelitian diberlakukan pula pada penulisan artikel konseptual, yaitu meliputi (1) nama, profesi, asal lembaganya, dan alamat korespondensi, (2) tanpa gelar akademik, (3) pencantuman nama beserta identitas penulis pada catatan kaki di halaman pertama, dan (4) apabila penulis lebih dari dua orang, maka yang ditulis di bawah judul hanya penulis utama diikuti dengan dkk. di belakangnya, dan (5) nama penulis yang lain ditempatkan pada catatan kaki atau catatan akhir. Artikel konseptual berisikan hal yang esensi dari isi artikel, dan bukan berupa kata pengantar atau komentar penulis. Dengan abstrak, diharapkan pembaca dapat mengetahui secara singkat tentang garis besar isi keseluruhan artikel. Dalam abstrak, tabel, gambar, perujukan, kutipan, atau singkatan harus dapat dikenali. Teknik penulisanya sama dengan artikel hasil penelitian, yaitu panjang tulisan kata, yang ditulis dalam spasi tunggal dalam satu paragraf. Pada jurnal ilmiah yang terakreditasi, umumnya abstrak ditulis dalam bahasa Inggris. Hal ini dimaksudkan agar dapat dibaca oleh masyarakat internasional. Kata kunci diberikan pada akhir abstrak untuk menggambarkan istilah yang mewakili ide atau konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas. Kata kunci berfungsi untuk memayar isi artikel dengan komputer atau sistem pencarian isi artikel dengan cepat. Untuk itu, maka penyajian kata kunci dalam artikel perlu memperhatikan (1) istilah/kata yang digunakan memang mewakili gagasan dalam ranah yang dibahas, (2) terdiri atas 3 s.d.5 kata atau kelompok kata yang dapat diambil dari judul, abstrak, tubuh artikel, dan buku referensi bidang ilmu terkait. Contoh abstrak dan kata kunci artikel konseptual: Abstract: instructional management is one strategy in variable of instructional. Instructional strategy comprises three components: 11

12 management, delivery and organizing strategies, student s progress reports, and motivation management and student s learning control. The paradigm in instructional management described above is compatible with the contructivist approach to learning, in that aspects of the instructional management are also found in the principles for contructivist learning in the learning environment management can be ofered as prescriptive measures in instructional management. Kata kunci: instructional management, contructivist theory, prescriptive measures. Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca secara langsung ke inti pokok yang dibahas dalam artikel. Penulisan pendahuluan seyogyanya mengacu pada: (1) hal yang dapat menarik pembaca, misalnya adanya kesenjangan atas suatu fenomena yang dijadikan pokok bahasan, (2) memberikan acuan (konteks) masalah yang dibahas, (3) menampilkan hal yang belum jelas/belum tuntas dibahas sebelumnya, (4) menjelaskan kaitan antara hubungan fenomena yang dibahas, dan (5) diakhiri dengan rumusan masalah atau tujuan penulisan. Bagian Inti Bagian inti artikel memaparkan pembahasan atas suatu pokok masalah yang dibahas. Isi bagian ini sangat beragam dan tergantung pada pokok gagasan yang dibahas. Bagian inti ini merupakan jabaran pengembangan gagasan tingkat artikel (komponen pembentuk gagasan yang bersifat umum) ke pengembangan gagasan tingkat bagian artikel yang dituangkan ke dalam subbab artikel. Dari pengembangan gagasan ini dijabarkan lagi ke gagasan tingkat paragraf. Prinsip pengembangan isi artikel ini dipilah menjadi dua, yaitu pengklasifikasian dan pembagian. Prinsip pengklasifikasian adalah mengungkap serangkaian gagasan, memisah, dan mengkategorikan sesuai dengan karakteristiknya. Prinsip pembagian adalah melakukan pembagian gagasan yang kompleks ke dalam komponen-komponen. Penerapan prinsip pengembangan gagasan ini tidak boleh melanggar kaidah kelengkapan, konsistensi, dan keruntutan. Isi bagian inti dalam artikel konseptual diharapkan lebih merepresentasikan: (1) kupasan gagasan, analisis, argumentatif, komparasi, dan pendirian dan atau sikap penulis atas masalah yang dibahas; (2) kupasan gagasan disajikan secara analisis kritik dengan urutan yang logis; (3) menghindari sikap instruktif; dan (4) kupasan tidak terlalu panjang dan tidak enumeratif seperti diktat. 12

13 Bagian Penutup dan Daftar Rujukan Penutup artikel konseptual dapat berupa ringkasan gagasan analisis kritis atau simpulan. Penutup berupa ringkasan gagasan analisis kritis, apabila uraian dalam artikel belum sampai atau belum cukup untuk menarik simpulan atas pembahasan masalah yang dikemukakan. Hal ini dimungkinkan tahap simpulan akan dicapai setelah dua atau tiga sajian artikel berikutnya. Penutup berupa simpulan, apabila pembahasan atas suatu masalah yang dikaji dipandang telah cukup untuk menarik simpulan. Pada simpulan ini ditegaskan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. Contoh penutup atau simpulan artikel konseptual: Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. Menurut M. Hatta, konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal, yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila; (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dalam perencanaan ekonomi oleh negara; dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. Daftar rujukan merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu tulisan artikel, baik pada penulisan artikel konseptual maupun artikel penelitian. Oleh karena itu, keberadaannya menjadi penting dan ikut menentukan kualitas artikel yang ditulis seseorang. Secara umum penulisan daftar rujukan yang telah diuraikan pada artikel hasil penelitian dapat diberlakukan pada penulisan daftar rujukan pada penulisan artikel konseptual. Contoh daftar rujukan yang tertulis di bawah sebagai daftar rujukan yang digunakan dalam tulisan ini. Menerbitkan Artikel pada Jurnal Sebuah artikel yang dapat diterbitkan pada suatu jurnal ilmiah harus sesuai dengan gaya selingkung jurnal ilmiah tersebut. Oleh karena itu, sebelum menulis artikel untuk tujuan dipublikasikan pada jurnal, terlebih dahulu harus memperhatikan gaya selingkung jurnal ilmiah yang akan memuatnya. Untuk mengetahuinya dapat dibaca pada bagian halaman terakhir suatu jurnal. Itulah sebabnya, seseorang yang ingin artikelnya dimuat biasanya diwajibkan menjadi pelanggan jurnal. 13

14 Gaya Selingkung Jurnal Ilmu Kependidikan LPMP Sulawesi Selatan Persyaratan sebuah naskah untuk dimuat pada Jurnal Ilmu Kependidikan LPMP Provinsi Sulawesi Selatan dipaparkan berikut ini. 1. Artikel diangkat dari hasil penelitian atau non penelitian (ada temuan) di bidang kependidikan. 2. Artikel ditulis dengan Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris, naskah belum pernah diterbitkan media lain, diketik 2 spasi dengan huruf Times New Roman,ukuran font 11 pada kertas kuarto, jumlah halaman dilengkapi abstrak sebanyak kata dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia disertai kata-kata kunci. Nama penulis dicantumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan di bawah judul pada halaman pertama naskah yang disertai dengan.nama instansi, alamat instansi, nomor telepon, serta alamat penulis. Naskah dikirim dalam bentuk print out sebanyak 2 eksamplar dan disertai dengan disket/cdnya. 3. Artikel hasil penelitian ditulis bahasa Indonesia atau Inggris dengan format esai (naratif) dengan memuat Judul (mencerminkan masalah yang diteliti, mengikuti kaidah kebahasaan dan tidak terlalu panjang/pendek); narna penulis (tanpa gelar akademik); abstrak (menggambarkan masalah, tujuan, metode dan hasil penelitian maksimum 100 kata); kata kunci dan isi isi artikel mempunyai struktur, sistematika serta presentase jumlah halaman sebagai berikut (sistematika/struktur ini hanya sebagai pedoman umum. Penulis dapat mengembangkannya sendiri asal sepadan dengan pedoman ini) a. pendahuluan (tanpa judul) meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, ringkasan kajian teoretik yang relevan, mengemukakan pendekatan pemecahan masalah. (20 %) b. Metode yang berisi rancangan/model, populasi, sampel dan data, tempat dan waktu, teknik dan instrumen pengurnpulan data serta teknik analisis data. (15%) c. Hasil yang menunjukkan hasil bersih analisis data, memanfaatkan secara efektif bentuk penyajian non-naratif (grafik, tabel, diagram); tidak mengulang sebut apa yang sudah ditampilkan dalam grafik atau tabel; secara keseluruhan berstruktur naratif. (20%). 14

15 d. Pembahasan menginterpretasikan secara tepat hasil penelitian, mengaitkan secara argumentatif temuan penelitian dengan teori yang relevan, menggunakan bahasa yang logis dan sistematik. (30%) e. Kesimpulan dan Saran hendaknya sesuai dengan hasil penelitian, tidak melampaui kapasitas temuan penelitian dan saran-saran yang diajukan logis. (15%) f. Daftai Rujukan hanya memuat sumber yang dirujuk di dalam artikel. 4. Artikel pemikiran (non-penelitian) memuat judul (mencerminkan masalah yang diteliti, mengikuti kaidah kebahasaan dan tidak terlalu panjang/pendek); nama penulis (tanpa gelar akademik); abstrak (berfungsi sebagai ringkasan, bukan pengantar atau komentar penulis, maksimum 100 kata); kata kunci dan isi. Isi artikel mempunyai struktur dan sistematika serta persentasenya dari jumlah halaman sebagai berikut (Sistematika/struktur ini hanya sebagai pedoman umum. Penulis dapat mengembangkannya sendiri asalkan sepadan): a. pendahuluan (tanpa judul) meliputi gambaran ringkas masalah dengan menekankan nuansa ketaktuntasan, kontroversi, pendapat altematif serta menekankan tujuan pembahasan. (10%) b. pembahasan meliputi perbandingan berbagai pendapat secara kritis, objektif, logis dan sistematik, mengandung pernyataan sikap atau pendirian penulis tentang masalah yang dibahas. (70%) c. penutup yang meliputi kesimpulan dan saran (sejalan dengan pendirian penulis). (20%) d. Daftar rujukan memuat semua rujukan yang telah disebut di dalam artikel. 5. Sumber rujukan sedapat mungkin pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang diutamakan adalah sumber primer berupa laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, disertasi) atau artikel dalam jurnal dan majalah ilmiah. 6. Perujukan dan pengutipan, mengunakan teknik perujukan berkurung (nama, tahun). Pencantuman sumber pada kutipan langsung disertai keterangan tentang nomor halaman tempat asal kutipan. Contoh: Hernandez, l997:150). 7. Daftar Rujukan disajikan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. Buku: 15

16 Arends, R.I Classroom Intructional and Management. NewYork: Mc. Graw-Hill. Artikel jurnal atau majalah: Suradi Tinjauan tentang Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Matematlka, Jurnal Ilmu Kependidikan, 2 (l) 2: Artikel dalam Koran: Koesoema, D. 29 Ju1i, Miopi Kebijakan Pendidikan. Kompas, hlm. 6. Tulisan/berita dikoran (tanpa nama pengarang) Kompas. 29 Ju1i, Guru Kritis Dijatuhi Sanksi, hlm. 14. Dokumen Resmi: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Buku Panduan Program Pengalaman Lapangan I. Surabaya:Universitas Negeri Surabaya. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Jakarta: Cemerlang. Buku Terjemahan: Miles, M.B. & Huberman, A.M Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian: Astuty, Daswatia Pengaruh Sikap, Kebiasaan Belojar, dan Perhatian OrangTua terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SD Negeri di Kotamadya Ujung Pandang. Tesis tidak diterbitkan. Makassar PPS UNM. Internet (Karya Individual): Strong, J Making Literacy Across the Curriculum Effective, (Online), (http://www. Literacytrust.org.uk/pubs/juliasec.html, diakses 4 November 2007). Internet (Artikel dalam Jurnal Online): Khaeruddin, Pembelajaran Sains-Fisika Melalui Strategi Numbered Head Together (NHT) pada pokok Bahasan Kalor di SMA. Jurnal Ilmu Kependidikan. (Online), Volume 3, No.1 (http://bpgupg.go.id, diakses 1 Januari2008). 16

17 8. Naskah diketik dengan memperhatikan aturan penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 9. Pengiriman naskan disertai dengan alamat, nomor telepon, fax atau (bila ada). Pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis. Naskah yang tidak dimuat akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis. 10. Penulis yang artikelnya dimuat akan mendapat imbalan berupa nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar. 11. Sebagai prasyarat bagi pemrosesan artikel, para penyumbang artikel wajib menjadi pelanggan minimal selama satu tahun. Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberikan kontribusi biaya cetak sebesar Rp ,00 (lima puluh ribu rupiah). 12. Artikel 2 (dua) eksemplar dan disketnya dikirim paling lambat l (satu) bulan sebelum bulan penerbitan kepada: JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN Alamat Penyunting dan Tata Usaha: Seksi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan, Jl. A. P. Pettarani Makassar Telepon (0411) dan fax (0411) Homepage: bpgupg. go. id 17

18 PENUTUP Secara umum, ada dua perbedaan antara penulisan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual. Perbedaan pertama, yakni terletak pada sifat substansi isi yang ditulis ke dalam artikel. Substansi isi yang ditulis pada artikel hasil penelitian berupa hasil pemikiran yang sudah ditemukan dari kegiatan penelitian, sedangkan substansi isi pada artikel konseptual berupa ide/gagasan penulis yang bersifat hasil analisis kritis terhadap suatu masalah yang dikaji. Perbedaan kedua, yakni pada aspek anatomi kedua jenis artikel ilmiah, yaitu (1) anatomi artikel hasil penelitian ada subbagian metode, hasil, sedangkan pada artikel konseptual tidak ada subbagian metode dan hasil, (2) substansi isi abstrak pada artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada masalah dan atau tujuan, metode, dan hasilnya, sedangkan pada artikel konseptual lebih ditekankan pada hal penting tentang gagasan yang dikembangkan dalam artikel, dan (3) anatomi artikel hasil penelitian, penutup berisi simpulan dan atau saran (bila dipandang sangat perlu), sedangkan pada artikel konseptual berisi ringkasan analisis atau simpulan berbentuk sintesis. Teknik penulisan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual merupakan wahana berkomukasi ilmiah yang menarik, efektif dan efisien. Keduanya memiliki kesamaan tuntutan persyaratan yang perlu diikuti. Kesamaan tuntutan persyaratan tersebut, antara lain: (1) aspek tuntutan kualitas substansi isi, (2) keutuhan dan keruntutan pengembangan gagasan, (3) penerapan kaidah pengolahan karya ilmiah, dan (4) ketaatasasan terhadap tata tulis ilmiah. Dengan mengetahui kedua teknik tersebut, penulis artikel dapat menghasilkan artikel yang dikehendaki. 18

19 DAFTAR RUJUKAN Ba im Bimbingan Penulisan Ilmiah. Yogyakarta: Ombak. Dalman Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nursyamsu Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Pembelajaran Kooperatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Enrekang, Jurnal Ilmu Kependidikan, Volume 6, Nomor 2, September Suherli Menulis Karangan Ilmiah, Kajian dan Penunutun dalam Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Depok: Arya Duta. Ulfatin, Nurul Penulisan Artikel Ilmiah, bahan pelatihan karya tulis WI, yang dilaksanakan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Bogor. 19

Artikel Hasil Penelitian

Artikel Hasil Penelitian Artikel Hasil Penelitian JUDUL ARTIKEL PENELITIAN (tidak lebih dari 12 kata) Bisnu Suarnayuga (nama penulis utama, kedua, dst) Universitas/Instansi..., Jln...(alamat instansi penulis) e-mail: bisnu@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN )

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN ) BAB I PENDAHULUAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Luluk Sri Agus Prasetyoningsih

KARAKTERISTIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Luluk Sri Agus Prasetyoningsih KARAKTERISTIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Luluk Sri Agus Prasetyoningsih Abstrak: Sebagai karya tulis ilmiah, artikel ilmiah dikomunikasikan dengan menggunakan ragam bahasa ilmiah (scientific language). Terdapat

Lebih terperinci

MEMBANGUN DAYA NALAR DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH. Jongga Manullang. Abstrak

MEMBANGUN DAYA NALAR DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH. Jongga Manullang. Abstrak MEMBANGUN DAYA NALAR DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Jongga Manullang Abstrak Kegiatan-kegiatan pengembangan, penyebarluasan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan sangat menentukan kualitas perguruan tinggi

Lebih terperinci

Petunjuk bagi Calon Penulis Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Petunjuk bagi Calon Penulis Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Petunjuk bagi Calon Penulis Jurnal Pendidikan dan Pengajaran 1. Artikel yang ditulis untuk JPP meliputi hasil penelitian (paling lama 5 tahun saat naskah diajukan) dan pemikiran dalam bidang pendidikan

Lebih terperinci

PENELITIAN DI JURNAL TERAKREDITASI

PENELITIAN DI JURNAL TERAKREDITASI STRATEGI PUBLIKASI HASIL PENELITIAN DI JURNAL TERAKREDITASI alisaukah@yahoo.com 1 (1) jurnal ilmiah lokal (2) jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi (3) jurnal ilmiah nasional terakreditasi (4) jurnal

Lebih terperinci

SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA

SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA MATERI: 13 Modul SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) MENULIS KARYA ILMIAH 1 Kamaruddin Hasan 2 arya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (ya ng berupa hasil pengembangan) yang

Lebih terperinci

Menulis Artikel Ilmiah

Menulis Artikel Ilmiah Menulis Artikel Ilmiah Disampaikan dalam rangka kegiatan PPM Pelatihan penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru-guru Bahasa Prancis Se-Karisidenan Banyumas di SMAN 1 Cilacap pada Tanggal 28-29 Mei 2011 Oleh

Lebih terperinci

MAKALAH PUBLIKASI ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1

MAKALAH PUBLIKASI ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1 MAKALAH PUBLIKASI ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1 OLEH: MUHAMMAD NURSA BAN 2 JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013 1 Disampaikan dalam

Lebih terperinci

PENULISAN NASKAH PUBLIKASI

PENULISAN NASKAH PUBLIKASI Pembinaan Penyusunan Laporan Ilmiah dan Penulisan Naskah Publikasi Risbinkes 2014 Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI PENULISAN NASKAH PUBLIKASI Rizal Syarief CARE Lembaga Penelitian dan Pengabdian

Lebih terperinci

JUDUL ARTIKEL PENELITIAN (tidak lebih dari 12 kata)

JUDUL ARTIKEL PENELITIAN (tidak lebih dari 12 kata) JUDUL ARTIKEL PENELITIAN (tidak lebih dari 12 kata) 1 Nama penulis pertama (tanpa gelar akademik) 2 Nama penulis kedua (tanpa gelar akademik) 1 Institusi asal penulis pertama (lengkap dengan email) 2 Institusi

Lebih terperinci

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Modul ke: 06 MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id MENULIS AKADEMIK SUPRIYADI, S.Pd., M.Pd. HP. 0815 1300 7353/ 0812 9479 4583 E-Mail: supriyadibahasa@gmail.com

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN DAN FORMAT NASKAH JURNAL INFOTEL

PEDOMAN PENULISAN DAN FORMAT NASKAH JURNAL INFOTEL PEDOMAN PENULISAN DAN FORMAT NASKAH JURNAL INFOTEL I. Naskah Naskah dapat berupa penelitian, ulasan artikel, atau gagasan ilmiah asli yang belum dan tidak akan dipublikasikan dalam media cetak lain. Naskah

Lebih terperinci

TATA TULIS DALAM RAGAM ILMIAH

TATA TULIS DALAM RAGAM ILMIAH Modul ke: TATA TULIS DALAM RAGAM ILMIAH Bahan dan Jumlah Halaman, Penulisan Judul, Bab, dan Subbab, Teknik Penulisan Kutipan, Teknik Penulisan Catatan Kaki, dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka Fakultas..

Lebih terperinci

PKM-ARTIKEL ILMIAH (PKM-AI)

PKM-ARTIKEL ILMIAH (PKM-AI) 7 PKM-ARTIKEL ILMIAH (PKM-AI) 7.1 Pendahuluan Berbeda dengan kelima jenis PKM sebelumnya yang melibatkan pelaksanaan kegiatan fisik di laboratorium ataupun lapangan, PKM-AI tidak mengenal adanya kegiatan

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Simpulan hasil penelitian ini difokuskan pada hasil yang telah dideskripsikan dan dikaitkan dengan teori-teori yang menjadi acuan. Studi pendahuluan yang

Lebih terperinci

A. Judul Pelatihan dan Pembimbingan Penulisan Artikel Jurnal untuk Syarat Kenaikan Pangkat Guru

A. Judul Pelatihan dan Pembimbingan Penulisan Artikel Jurnal untuk Syarat Kenaikan Pangkat Guru A. Judul Pelatihan dan Pembimbingan Penulisan Artikel Jurnal untuk Syarat Kenaikan Pangkat Guru B. Analisis Situasi Penulisan artikel ilmiah merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh guru pada

Lebih terperinci

BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA

BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA NASKAH SOAL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DAN PERTI Jalan

Lebih terperinci

TELAAH SUBSTANSI ARTIKEL JURNAL ILMIAH BEREPUTASI.

TELAAH SUBSTANSI ARTIKEL JURNAL ILMIAH BEREPUTASI. TELAAH SUBSTANSI ARTIKEL JURNAL ILMIAH BEREPUTASI alisaukah@yahoo.com TUJUAN MENERBITKAN JURNAL (Permendiknas no 22/2011 tentang terbitan berkala ilmiah Pasal 3) Meregistrasi kegiatan kecendekiaan Menyertifikasi

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian diperlukan suatu metode dan teknik penelitian yang sesuai dengan masalah yang diteliti sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih terperinci

PENYUNTINGAN ARTIKEL BERBASIS NON RISET DAN BERBASIS RISET JURNAL AKUNTANSI MULTIPARADIGMA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PENYUNTINGAN ARTIKEL BERBASIS NON RISET DAN BERBASIS RISET JURNAL AKUNTANSI MULTIPARADIGMA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS - UNIVERSITAS BRAWIJAYA PENYUNTINGAN ARTIKEL BERBASIS NON RISET DAN BERBASIS RISET JURNAL AKUNTANSI MULTIPARADIGMA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS - UNIVERSITAS BRAWIJAYA www.jamal.ub.ac.id 1. Redaksi menerima tulisan/naskah dengan

Lebih terperinci

Langkah Sebelum Menulis Artikel Judul (1)

Langkah Sebelum Menulis Artikel Judul (1) K13 MPPI Pentingnya Publikasi Hasil Penelitian Penulisan Artikel Laporan Kegiatan S-1 Tidak Terakreditasi Alfiasari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen S-2 Publikasi Berkala Terakreditasi FEMA IPB 2012

Lebih terperinci

ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI

ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan

Lebih terperinci

Metode penulisan artikel jurnal ilmiah. Suminar Setiati Achmadi Institut Pertanian Bogor

Metode penulisan artikel jurnal ilmiah. Suminar Setiati Achmadi Institut Pertanian Bogor Metode penulisan artikel jurnal ilmiah Suminar Setiati Achmadi Institut Pertanian Bogor ssachmadi@cbn.net.id Yang perlu diantisipasi oleh penulis Dalam menyiapkan naskah, penulis harus mengantisipasi bahwa

Lebih terperinci

PENGENDALIAN MUTU dan PELAJARAN TERPETIK DARI KEGAGALAN TERAKREDITASI.

PENGENDALIAN MUTU dan PELAJARAN TERPETIK DARI KEGAGALAN TERAKREDITASI. PENGENDALIAN MUTU dan PELAJARAN TERPETIK DARI KEGAGALAN TERAKREDITASI alisaukah@yahoo.com (1) jurnal ilmiah lokal (2) jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi (3) jurnal ilmiah nasional terakreditasi

Lebih terperinci

KIAT MENULIS LAPORAN ILMIAH. Oleh: Khaerudin Kurniawan

KIAT MENULIS LAPORAN ILMIAH. Oleh: Khaerudin Kurniawan KIAT MENULIS LAPORAN ILMIAH Oleh: Khaerudin Kurniawan Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, ringkas, dan jelas (ABC = accurate,

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH

FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH No Penerimaan Abstrak : Judul : Nama Lengkap (dengan gelar) : Institusi : Telp/Fax / HP : Email : Dengan ini saya menyatakan: 1. Kesediaan hadir saat pemaparan makalah*)

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012

PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012 PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012 TIM PENGEMBANG UNNES LAW JOURNAL 1 A. ALUR PEMBUATAN MANUSKRIP 2 B. RINCIAN PROSEDUR 1. Mahasiswa a. Mengajukan topik skripsi/tesis

Lebih terperinci

PANDUAN PENELITIAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2013

PANDUAN PENELITIAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2013 PANDUAN PENELITIAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2013 I. Latar Belakang Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

Lebih terperinci

MEMBUDAYAKAN MENULIS BUKU AJAR

MEMBUDAYAKAN MENULIS BUKU AJAR WORKSHOP BUDAYA MENULIS DI KAMPUS MEMBUDAYAKAN MENULIS BUKU AJAR PROF. DR. IR. GIYATMI, MSI Jakarta, 10 Pebruari 2016 BUDAYA MENULIS UNTUK DOSEN UMUM 1. Mendokumentasikan hasil TRI DHARMA (pengajaran,

Lebih terperinci

MENULIS Karya ILMIAH. dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Pendidik

MENULIS Karya ILMIAH. dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Pendidik MENULIS Karya ILMIAH dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Pendidik PENULISAN KTI MASALAH YANG DIHADAPI: APA YANG DITULIS? BAGAIMANA CARA MENULISKANNYA? Tulisan Paragraf Kalimat Klausa Frasa Kata Huruf

Lebih terperinci

Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat

Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat Jurnal Pesona, Volume 3 No. 2, (2017), 156-162 ISSN Cetak : 2356-2080 ISSN Online : 2356-2072 DOI: https://doi.org/ 10.26638/jp.444.2080 Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sumber

Lebih terperinci

PETUNJUK PENULISAN MANUSKRIP

PETUNJUK PENULISAN MANUSKRIP 1 PETUNJUK PENULISAN MANUSKRIP Lingua, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411; e-issn: 2442-238X Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Http://lingua.pusatbahasa.or.id Email: presslingua@gmail.com

Lebih terperinci

PELATIHAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH & PENDAMPINGAN KARYA TULIS ILMIAH. Ir.Agung Astuti, M.Si Fak. Pertanian UMY

PELATIHAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH & PENDAMPINGAN KARYA TULIS ILMIAH. Ir.Agung Astuti, M.Si Fak. Pertanian UMY Proposal Demo Kecantikan Bersama Sari Ayu PELATIHAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH & PENDAMPINGAN KARYA TULIS ILMIAH Ir.Agung Astuti, M.Si Fak. Pertanian UMY Dosen=peneliti, tugasnya pencarian kebenaran ilmiah

Lebih terperinci

Seminar Pendidikan Matematika

Seminar Pendidikan Matematika Seminar Pendidikan Matematika TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH Oleh: Khairul Umam dkk Menulis Karya Ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai Latihan menulis. Hasil pemikiran,

Lebih terperinci

Penulisan Kerangka Artikel Ilmiah

Penulisan Kerangka Artikel Ilmiah Penulisan Kerangka Artikel Ilmiah Oleh Achmad Arifin Disampaikan pada Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Guru SMK 21 Agustus 2016 PENDAHULUAN Menulis merupakan salah satu ketrampilan yang menunjukkan

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN JURNAL TAHUN 2017

PANDUAN PENULISAN JURNAL TAHUN 2017 PANDUAN PENULISAN JURNAL TAHUN 2017 LEMBAGA PENELITIAN, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS SAMUDRA 2017 KATA PENGANTAR Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan

Lebih terperinci

Oleh: Mutiara Rizky Ilzanorha Syofni Titi Solfitri ABSTRACT

Oleh: Mutiara Rizky Ilzanorha Syofni Titi Solfitri ABSTRACT PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII.3 SMP NEGERI 11 PEKANBARU Oleh: Mutiara Rizky

Lebih terperinci

ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI)

ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) I. UMUM 1. Jurnal Bisnis Administrasi (Jurnal BIS-A) adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Juni dan Desember.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Semakin terampil seseorang berpikir, semakin jelas dan cerah jalan pikirannya. Kemampuan ini

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2008 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI

Lebih terperinci

S O P Unggah Karya Artikel Ilmiah (Hasil Skripsi/Tesis) Pada Repository ISI Denpasar

S O P Unggah Karya Artikel Ilmiah (Hasil Skripsi/Tesis) Pada Repository ISI Denpasar S O P Unggah Karya Artikel Ilmiah (Hasil Skripsi/Tesis) Pada Repository ISI Denpasar I. PENDAHULUAN Penulisan karya ilmiah merupakan cermin kualitas lulusan pada perguruan tinggi. Karya ilmiah harus memenuhi

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH SEBAGAI WUJUD PROFESIONALISME GURU 1

PUBLIKASI ILMIAH SEBAGAI WUJUD PROFESIONALISME GURU 1 PUBLIKASI ILMIAH SEBAGAI WUJUD PROFESIONALISME GURU 1 Wawan Krismanto Prodi PGSD FIP UNM wawan.krismanto@unm.ac.id Pengantar Guru professional merupakan sebuah tuntutan sekaligus harapan dari masyarakat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Keterampilan menulis sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Menurut Djiwandono (2008, hlm. 8) bahwa kemampuan menulis adalah kemampuan untuk mengungkapkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna. Menurut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana menumbuh kembangkan potensi kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna. Menurut Sahertian (2008: 26) pendidik

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA

PENERAPAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika

Lebih terperinci

PEDOMAN PENULISAN JURNAL KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI STISIP MBOJO BIMA

PEDOMAN PENULISAN JURNAL KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI STISIP MBOJO BIMA PEDOMAN PENULISAN JURNAL KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI STISIP MBOJO BIMA 1. Naskah tulisan yang dimuat dalam Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan merupakan naskah hasil penelitian

Lebih terperinci

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif. 1 KTI mrp Bentuk Komunikasi Tertulis yg menyajikan Argumen Keilmuan Berdasarkan Fakta. KTI sbg Media Komunikasi antara Penulis dengan Pembaca memerlukan Tatanan & Struktur Bahasa yg Logis & Efektif. Agar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan dipaparkan definisi operasional, desain penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan dipaparkan definisi operasional, desain penelitian, BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dipaparkan definisi operasional, desain penelitian, sumber data, waktu penelitian, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. 3.1 Definisi Operasional

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI

DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI Lampiran B6 DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER GENAP 1. Kelayakan Penyajian UNTUK AHLI MEDIA

Lebih terperinci

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 6 SMA NEGERI 5 PEKANBARU Riwa Giyantra *) Armis,

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN JURNAL. Buku Panduan Penulisan Jurnal

PANDUAN PENULISAN JURNAL. Buku Panduan Penulisan Jurnal PANDUAN PENULISAN JURNAL Buku Panduan Penulisan Jurnal LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI 2013 PANDUAN PENULISAN JURNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI

Lebih terperinci

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif. 1 KTI mrp Bentuk Komunikasi Tertulis yg menyajikan Argumen Keilmuan Berdasarkan Fakta. KTI sbg Media Komunikasi antara Penulis dengan Pembaca memerlukan Tatanan & Struktur Bahasa yg Logis & Efektif. Agar

Lebih terperinci

A. Pendahuluan B. Tujuan C. Kriteria, Persyaratan Penulis dan Tata Cara Pengiriman Naskah

A. Pendahuluan B. Tujuan C. Kriteria, Persyaratan Penulis dan Tata Cara Pengiriman Naskah A. Pendahuluan Sejalan dengan Surat Edaran Ditjen Dikti Nomor 15/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 perihal publikasi karya ilmiah yang menyebutkan bahwa untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN IMPLIKASI PENELITIAN. Bab ini memaparkan hasil penelitian terutama berkaitan dengan rancangan

BAB V HASIL DAN IMPLIKASI PENELITIAN. Bab ini memaparkan hasil penelitian terutama berkaitan dengan rancangan 213 BAB V HASIL DAN IMPLIKASI PENELITIAN Bab ini memaparkan hasil penelitian terutama berkaitan dengan rancangan dan dampak implementasi model pembelajaran menulis makalah berbasis penelitian serta peningkatan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE KARYAWISATA UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS X DI SLB NEGERI PURBALINGGA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE KARYAWISATA UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS X DI SLB NEGERI PURBALINGGA Peningkatan Kemampuan Menulis (Rahayu Dwi Putriani) 806 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE KARYAWISATA UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS X DI SLB NEGERI PURBALINGGA THE IMPROVEMENT OF

Lebih terperinci

peningkatan kualitas kehidupan, serta pertumbuhan tingkat intelektualitas, dimensi pendidikan juga semakin kompleks. Hal ini tentu membutuhkan desain

peningkatan kualitas kehidupan, serta pertumbuhan tingkat intelektualitas, dimensi pendidikan juga semakin kompleks. Hal ini tentu membutuhkan desain Eni Sukaeni, 2012 Penggunaan Model Penemuan Konsep BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas kehidupan, serta

Lebih terperinci

MENULIS ARTIKEL DALAM JURNAL ILMIAH

MENULIS ARTIKEL DALAM JURNAL ILMIAH MENULIS ARTIKEL DALAM JURNAL ILMIAH Nanang Martono Email: nanang_martono@yahoo.co.id; 123nanang@gmail.com A. PENDAHULUAN Sebagai seorang akademisi, kita dituntut untuk mampu menuangkan gagasan atau ide

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DI SEKOLAH DASAR

PANDUAN LOMBA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DI SEKOLAH DASAR PANDUAN LOMBA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DI SEKOLAH DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR TAHUN 2017 i PANDUAN LOMBA

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI KELAS V SD KANISIUS JOMEGATAN BANTUL ARTIKEL JURNAL Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 2 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 2 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 2 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH I. KELAYAKAN PENYAJIAN A. Teknik Penyajian Butir 1 Kekonsistenan sistematika Sistematika

Lebih terperinci

*Keperluan Korespondensi, telp: ,

*Keperluan Korespondensi, telp: , Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 4 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS)

Lebih terperinci

Penulisan Karya Ilmiah Berupa Artikel Jurnal/Prosiding bagi Guru-Guru SMKN 1 Ngawen Gunung Kidul Oleh: Ibnu siswanto

Penulisan Karya Ilmiah Berupa Artikel Jurnal/Prosiding bagi Guru-Guru SMKN 1 Ngawen Gunung Kidul Oleh: Ibnu siswanto Penulisan Karya Ilmiah Berupa Artikel Jurnal/Prosiding bagi Guru-Guru SMKN 1 Oleh: Ibnu siswanto ibnusiswanto@uny.ac.id A. Macam-macam Karya Tulis Ilmiah Guru dan Besaran Angka Kreditnya Ada bermacam-macam

Lebih terperinci

PENYIAPAN ARTIKEL ILMIAH Oleh Zamzani FBS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PENYIAPAN ARTIKEL ILMIAH Oleh Zamzani FBS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PENYIAPAN ARTIKEL ILMIAH Oleh Zamzani FBS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1. Pendahuluan Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari tugas guru sebagai profesi. Guru professional

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN ATURAN PENYUSUNAN ESAI

PERSYARATAN DAN ATURAN PENYUSUNAN ESAI PENDAHULUAN Pelaksanaan Call for Essay merupakan langkah konkret dari Departemen Riset Interdisipliner dan Pendayagunaan IPTEK (RIPI) Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa (MITI KM)

Lebih terperinci

Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia

Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Maret 2017 Panduan Tesis Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (c) Maret 2017 Panduan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR Rakimahwati & Sri Hartati Universitas Negeri Padang, Jl. Prof. Hamka Airtawar Padang e-mail: rakimahwati10@yahoo.com Abstract: Peer

Lebih terperinci

Penyusunan Laporan PPL

Penyusunan Laporan PPL Penyusunan Laporan PPL A. KELENGKAPAN DAN SISTEMATIKA LAPORAN Laporan individual ini harus disusun dengan kelengkapan dan sistematika sebagai berikut: SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR

Lebih terperinci

PETUNJUK PENYUSUNAN PROPOSAL PROYEK SISTEM INFORMASI. Oleh : PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN INFORMATIKA. Comment [L1]: Logo disesuaikan dengan yang baru

PETUNJUK PENYUSUNAN PROPOSAL PROYEK SISTEM INFORMASI. Oleh : PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN INFORMATIKA. Comment [L1]: Logo disesuaikan dengan yang baru PETUNJUK PENYUSUNAN PROPOSAL PROYEK SISTEM INFORMASI Comment [L1]: Logo disesuaikan dengan yang baru Oleh : PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER

Lebih terperinci

GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012

GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012 GUIDELINES LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SCIENCE FESTIVAL 2012 CP: Ahdinar Rosdiana Dewi (08523688939) A. KETENTUAN UMUM Peserta SCIENCE FESTIVAL 2012 adalah sebagai berikut: a. Peserta adalah mahasiswa S1

Lebih terperinci

KOMPONEN PENILAIAN URAIAN KOMPONEN PENILAIAN

KOMPONEN PENILAIAN URAIAN KOMPONEN PENILAIAN Page1 KOMPONEN PENILAIAN Pemilihan Mahasiswa Berprestasi merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Penilaian mencakup unsur prestasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan hal yang urgen peranannya dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi antarmanusia. Selain

Lebih terperinci

Veterinary Scientific Competition 2016

Veterinary Scientific Competition 2016 I. MEKANISME PENDAFTARAN 1. Pendaftaran abstrak diadakan 2 Gelombang, yaitu : Gelombang I pada tanggal 1 Agustus 12 Agustus 2016 dan Gelombang II pada tanggal 15 Agustus 29 Agustus 2016 yang bersifat free

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS)

PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) HIMPUNAN KEPROFESIAN GAMMA SIGMA BETA (GSB) DEPARTEMEN STATISTIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 I. Penjelasan Umum Lomba Jajak Pendapat Statistika 2009

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Teknik Modeling di Kelas III SD Terpencil Gondalon

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Teknik Modeling di Kelas III SD Terpencil Gondalon Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Teknik Modeling di Kelas III SD Terpencil Gondalon Nur Asrianti, M. Tahir, dan Saharuddin Barasandji Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat menjamin kelangsungan

BAB I PENDAHULUAN. kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat menjamin kelangsungan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan primer bagi sertiap manusia, dengan pendidikan kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat menjamin kelangsungan hidup di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Indonesia secara umum merupakan bahasa resmi negara Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting dalam dunia

Lebih terperinci

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi Karya tulis ilmiah memiliki kedudukan yang sangat penting. Mahasiswa harus menghasilkan karya ilmiah, baik berupa tugas akhir, skripsi atau

Lebih terperinci

2016 PENGARUH TEKNIK SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK DAN MEMPARAFRASE DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN

2016 PENGARUH TEKNIK SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK DAN MEMPARAFRASE DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pengajaran membaca pemahaman merupakan salah satu aspek pokok dalam pengajaran bahasa dan sastra Indonesia. Dalam kegiatan membaca siswa dituntut

Lebih terperinci

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan 1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

PANDUAN DAN KIAT SUKSES MENULIS PKM-AI DAN PKM-GT. Oleh : Dr.Ir. Imam Santoso Staf Ahli PR III Bidang Penalaran

PANDUAN DAN KIAT SUKSES MENULIS PKM-AI DAN PKM-GT. Oleh : Dr.Ir. Imam Santoso Staf Ahli PR III Bidang Penalaran PANDUAN DAN KIAT SUKSES MENULIS PKM-AI DAN PKM-GT Oleh : Dr.Ir. Imam Santoso Staf Ahli PR III Bidang Penalaran PENDAHULUAN Sejak tahun 2009 pelaksanaan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya

Lebih terperinci

PENGUMUMAN LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL PHILOSOPHY ESSAY COMPETITION (PEC) 2016 UNTUK SISWA SMA DAN YANG SEDERAJAT. Tema:

PENGUMUMAN LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL PHILOSOPHY ESSAY COMPETITION (PEC) 2016 UNTUK SISWA SMA DAN YANG SEDERAJAT. Tema: PENGUMUMAN LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL PHILOSOPHY ESSAY COMPETITION (PEC) 2016 UNTUK SISWA SMA DAN YANG SEDERAJAT Tema: PERAN FILSAFAT DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA Indonesia adalah negara yang

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR VALIDASI KARYA ILMIAH DALAM E-JOURNAL FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR VALIDASI KARYA ILMIAH DALAM E-JOURNAL FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR VALIDASI KARYA ILMIAH DALAM E-JOURNAL I. PENDAHULUAN Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan pada perguruan tinggi. Sebagai suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bidang pendidikan. Terbentuknya sistem pendidikan yang baik diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. bidang pendidikan. Terbentuknya sistem pendidikan yang baik diharapkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk karakter bangsa. Menyadari akan hal tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan menulis merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan

Lebih terperinci

PEDOMAN STRUKTUR DAN SUBSTANSI SISTEMATIKA USULAN DAN LAPORAN PTK PRODI PGSD JURUSAN PEDAGOGIK FIP UPI

PEDOMAN STRUKTUR DAN SUBSTANSI SISTEMATIKA USULAN DAN LAPORAN PTK PRODI PGSD JURUSAN PEDAGOGIK FIP UPI 1 PEDOMAN STRUKTUR DAN SUBSTANSI SISTEMATIKA USULAN DAN LAPORAN PTK PRODI PGSD JURUSAN PEDAGOGIK FIP UPI A. DEFINISI Penelitian Tindakan pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang

Lebih terperinci

Kriteria Kontributor. Materi Naskah dan Proses Seleksi

Kriteria Kontributor. Materi Naskah dan Proses Seleksi Kriteria Kontributor 1. Kontributor adalah individu atau kelompok dengan jumlah anggota 2 sampai 3 orang. 2. Mahasiswa Universitas Indonesia program S1 dan vokasi. 3. Masih berstatus mahasiswa aktif pada

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Lingkungan di Kelas 1 SD Negeri 10 Tolitoli

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Lingkungan di Kelas 1 SD Negeri 10 Tolitoli Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Lingkungan di Kelas 1 SD Negeri 10 Tolitoli Nilwati M. Nur Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

Husnul Chotimah SMKN 13 Malang

Husnul Chotimah SMKN 13 Malang STUDI AWAL PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK PAKET KEAHLIAN KEPERAWATAN MELALUI MODUL BIOLOGI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE Husnul Chotimah SMKN 13 Malang

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd 1. Pendahuluan Profesionalisme merupakan tuntutan yang saat ini dituntut bagi seorang guru, tidak hanya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut: BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Cara Pengembangan Penelitian pengembangan modul Hidrosfer sebagai Sumber Kehidupan dengan pendekatan saintifik untuk pembelajaran geografi

Lebih terperinci

Rusmartini Guru SDN 2 Nambahrejo

Rusmartini Guru SDN 2 Nambahrejo PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 2 NAMBAHREJO Rusmartini Guru SDN 2 Nambahrejo

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Masalah ini akan dipecahkan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Berdasarkan permasalahan yang muncul di

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN LOMBA LOMBA ESAI ILMIAH MENUJU PENINGKATAN NILAI BUMN DI ERA PERUBAHAN TAHUN 2015

KERANGKA ACUAN LOMBA LOMBA ESAI ILMIAH MENUJU PENINGKATAN NILAI BUMN DI ERA PERUBAHAN TAHUN 2015 KERANGKA ACUAN LOMBA LOMBA ESAI ILMIAH MENUJU PENINGKATAN NILAI BUMN DI ERA PERUBAHAN TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN Dalam upaya mendorong BUMN menjadi agen pembangunan sebagaimana diamanatkan oleh RPJMN 2015-2019,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah komunikasi dalam konteks pedagogi adalah hal yang penting karena ketika proses pembelajaran berlangsung didalamnya terdapat interaksi antara guru dengan siswa

Lebih terperinci

Asmaul Husna. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam Korespondensi: ABSTRAK

Asmaul Husna. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam Korespondensi: ABSTRAK PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI KECAMATAN LEMBAH GUMANTI Asmaul Husna Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

Aas Asiah Instansi : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung

Aas Asiah   Instansi : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V SD ISLAM AL-IKHLAS CIANJUR TAHUN AJARAN 2011/2012 Aas Asiah Email : aasasiah84@yahoo.com

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI

JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol. 11, No. 1, Maret 2016 ISSN 1858-165X Diterbitkan oleh : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Vol. 11 No. 1 i Hal. 1 64 Maret 2016 EKUILIBRIUM Terbit dua kali setahun pada bulan Maret

Lebih terperinci

Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan

Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan ISSN 2252-6676 Volume 4, No. 1, April 2016 http://www.jurnalpedagogika.org - email: jurnalpedagogika@yahoo.com KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

Dasar Dasar Penulisan Artikel Ilmiah. Sri Endah Rahayuningsih

Dasar Dasar Penulisan Artikel Ilmiah. Sri Endah Rahayuningsih 1 Dasar Dasar Penulisan Artikel Ilmiah Sri Endah Rahayuningsih Dipresentasikan pada Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Di Jurusan Analisis Kesehatan Bandung Gedung Learning Centre Gunung batu Cimahi 3 Desember

Lebih terperinci