YOUR LIFE IS MY MESSAGE Hidupmu adalah pesanku

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "YOUR LIFE IS MY MESSAGE Hidupmu adalah pesanku"

Transkripsi

1 PERAYAAN HARI KELAHIRAN BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA TAHUN 2011 YOUR LIFE IS MY MESSAGE Hidupmu adalah pesanku Om Sai Ram Tahun ini merupakan tahun pertama, dimana kita tidak lagi merayakan hari ulang tahun Bhagavan yang biasanya kita istimewakan bersama Beliau secara fisik, dan tentu menjadi tahun pertama juga buat kita untuk merayakan hari kelahiran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba. Masih kuat dalam ingatan kita pesan Beliau terkait dengan perayaan hari ulang tahun. Beliau mengatakan, hari ulang tahunku, adalah hari ketika Ketuhanan mekar dihatimu. Beliau mengingatkan sekaligus memberi ruang bagi kita untuk membangun dan merasakan kebahagiaan yang sempurna tidak hanya setiap tahun sekali, tapi disetiap tarikan nafas kita dengan catatan, kita harus selalu memekarkan kasih di hati kita dan selalu terjaga dalam kesadaran Tuhan. Bhagavan memang secara fisik tidak bersama kita lagi, tapi nama Beliau sendiri telah memberikan jaminan akan selalu mendampingi kita selamanya. Tugas kita hanya menghentikan pencarian keluar (SEE-K) dengan mengalihkan pandangan ke dalam diri (SEE). SAI = SEE ALWAYS INSIDE (selalu melihat ke dalam diri). Tahun ini juga menjadi momentum peralihan yang penting bagi kita semua, mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua harus mentransformasi kesadaran kita, berangkat dari kesadaran fisik menuju kesadaran Atma. Itulah perjalanan spiritual. Perjalanan yang memberangkatkan para bhaktanya dari pandangan I (saya) menuju WE (kita), kemudian dari WE (kita) menuju HE (Dia / Bhagavan). Perjalanan yang memberangkatkan kita dari VIYOGA (ketidaksatuan) menuju YOGA (kesatuan), dari VYASTHI (partikular) menuju SAMASTHI (universal), dan dari RITUAL menuju SPIRITUAL. Karena itulah, organisasi Sai Indonesia, ingin mengisi jiwa dari momentum yang berharga ini melalui serangkaian perayaan hari kelahiran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba dengan mengusung tema : YOUR LIFE IS MY MESSAGE Hidupmu adalah pesanku URAIAN TEMA Tema ini dibentuk oleh empat dasar kata : YOUR LIFE MY MESSAGE : adalah kita sebagai manusia, makhluk ciptaannya yang sempurna : Kehidupan kita yang terikat oleh dimensi ruang ( desa) dan waktu (kala) yang perubahannya selalu membentuk keadaan baru (patra) : adalah Bhagavan Sri Sathya Sai Baba sendiri sebagai Sad Guru dan sumber segala-galanya bagi kita : Pesan / wacana (tersirat / tersurat) yang telah diwariskan oleh Bhagavan. Uraian singkatnya, BAGAIMANA KITA DAPAT MENJADIKAN / MENJALANKAN KEHIDUPAN KITA SESUAI DENGAN PESAN-PESAN YANG TELAH BHAGAVAN WARISKAN KEPADA KITA SEMUA. Tema ini dihadirkan sebagai suatu isyarat bahwa, setelah 86 tahun Bhagavan mendampingi kita secara fisik, tentu begitu banyak PESAN yang telah tersampaikan sebagai dasar bagi seseorang memahami esensi kehidupannya (jnatum), begitu banyak DHARSAN yang telah beliau berikan untuk menguatkan keyakinan, kesadaran dan eksistensi seseorang sebagai makhluk ciptaanya yang sempurna (drastum), serta begitu banyak contoh dan PENGALAMAN yang dihadirkan untuk menghiasi pandangan spiritual seseorang (pravestum). Tapi

2 pertanyaannya kemudian, sudahkan mutiara kasih yang Beliau wariskan tersebut dapat mentransformasi kehidupan kita? Sudahkan kita berani menyatakan diri sebagai bhakta Sai karena kita sudah berperilaku sesuai dengan ajaran-ajarannya? Semangat dari tema ini harus mampu menjawab pertanyaan sekaligus tantangan tersebut. Penting untuk diperhatikan, dalam memulai misinya, Beliau sendiri menempatkan hidupnya sekaligus sebagai pesannya, hal ini terdeklarasi melalui pernyataan Beliau, My life is My Message HidupKu adalah PesanKu. Beliau menghadirkan dirinya sendiri sebagai contoh yang patut ditauladani. Apapun pesan yang hendak Beliau sampaikan, dipastikan sudah menyatu dengan kepribadiannya (to be), dipastikan sudah dilaksanakan dan terealisasi dalam kehidupannya (to do), dipastikan dilandasi dengan pengamatan dan pandangan yang bijak (to see), sebelum akhirnya Beliau harus menyampaikannya dengan nada penuh cinta kasih (to tell) kepada setiap orang. Setiap kata diyakini akan mempunyai makna dan kekuatan bila diawali dengan proses TO BE (menjadi), TO DO (melakukan), TO SEE (melihat / mengamati), TO TELL (menyampaikan). Inilah strategi yang dicontohkan oleh Bhagavan kepada seluruh umat manusia untuk mentransformasi dunia. Dari uraian di atas, jika kemudian seseorang ingin mengetahui ajaran Bhagavan, sebenarnya amat sederhana; cukup dengan mengetahui bagaimana Bhagavan menjalani kehidupannya sehari-hari. Dari sana, kita akan dapat menerima pesan-pesan Beliau. Tentu tidak semua pesan terurai dalam bahasa verbal melalui untaian kata-kata yang mudah dipahami. Tapi pesan seorang Guru Agung sering kali terurai dalam keheningan, terurai dalam contoh sikap dan tindakan, terurai dalam semangat pelayanan, terurai dalam untaian kata penuh misteri, ataupun terurai dalam energi penuh kasih. Diperlukan penggalian makna dan pemahaman yang lebih mendalam (deep understanding). Belakangan kemudian, Beliau mengganti kata My life... dengan your life... sehingga lengkapnya menjadi your life is My Message - Hidupmu adalah pesanku. Pergantian kata My (Bhagavan = I) yang merepresentasi eksistensi Bhagavan sebagai pribadi yang mahasempurna (Paramaatma) sekaligus sebagai sumber kebenaran, kebajikan, kasih sayang, kedamaian dan tanpa kekerasan, - MENJADI your (kamu/kita) yang mencerminkan pribadi sempurna (atma) namun masih terbelenggu oleh sifat keakuan (ahangkara = a) dan keterikatan ilusi (maya = m) mengisyaratkan bahwa, Bhagavan menghendaki dan terus memberi kesempatan kepada your (kamu/kita = i) yang masih terbelenggu ini, untuk terus meningkatkan kesadaran dan bergerak bertransformasi menuju My (Bhagavan = I), dengan berpegang dan mengejewantahkan setiap wejangan (tersirat maupun tersurat) dari Sad Guru Bhagavan Sri Sathya Sai Baba serta dengan tidak henti-hentinya berjuang untuk memupus sifat-sifat keakuan (ahamkara = a) dan keterikatan akan ilusi (maya =m) yang menyelimuti kita selama ini. Sejalan dengan perjuangan tersebut, kemilau pribadi Sai yang bijaksana dan penuh kasih (prema) diyakini secara perlahan akan memancarkan sinarnya. Setiap wacananya selalu menyampaikan Kebenaran (Sathya), setiap tindakannya selalu mencerminkan Kebajikan (Dharma), perasaannya selalu dipenuhi Kedamaian (Shanti), dan pandangannya selalu menyiratkan sikap Tanpa Kekerasan (Ahimsa). Sinar yang terlahir dari pribadi seperti inilah yang kelak dapat menerangi, menginspirasi, dan mentransformasi dunia ini menuju era keemasan (golden age). YOUR LIFE IS MY MESSAGE - REFLEKSI SEMANGAT SATHYA SAI WORLD CONFERENCE th Tema perayaan kelahiran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba tahun ini, sejiwa dengan semangat Sri Sathya Sai World Conference tahun 2010 yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT Swami ke-85 di Prasanthi Nilayam. Konferensi yang digelar empat setengah bulan sebelum Bhagavan mahasadhi melahirkan pesan-pesan wasiat yang merepresentasi IDEAL IDEAL SAI. Tema yang diusung saat itu adalah : SAI IDEAL GOD IS (Tuhan adalah) I am I (Saya adalah Saya / Tuhan) LOVE ALL SERVE ALL (Kasihi Semua Layani Semua) Pada saat seseorang mulai berusaha untuk memahami dan mengarahkan hidupnya menuju Tuhan (GOD IS), maka terlebih dahulu dia harus menyadari prinsip Ketuhanan yang yang sama juga menyatu di dalam dirinya ( I AM I ). I = Tuhan (Paramaatma) i = Prinsip Ketuhanan (Atma) yang masih terbelenggu dengan sifat keakuan (ahangkara = a) dan keterikatan akan ilusi (maya =m) a = Sifat keakuan (ahangkara ) m = Keterikatan akan ilusi (maya)

3 Untuk memberangkatkan i kecil menuju I besar (Atma menuju Paramaatma), memang tidak mudah. Ada blok penghalang yang merintangi perjalanan tersebut yang bernama sifat keakuan (ahangkara = a) dan keterikatan akan ilusi (maya =m). Seseorang terlebih dahulu harus berjuang keras melebur rintangan tersebut. Semakin seseorang mampu menguasai rintangan tersebut, maka i kecil akan semakin besar, hingga akhirnya bila kedua sifat tersebut tidak menguasai orang itu lagi, i kecil akan lebur menjadi I besar. I am I atau dalam kita suci Veda disebut Aham Brahma Asmi Aku adalah Tuhan (Brahma) itu sendiri. Bagaimana caranya menekan sifat keakuan (ahamkara = a) dan keterikatan akan ilusi (maya = m)? Bhagavan tidak pernah meninggalkan pesannya tanpa solusi. Dan solusinya yang dianjurkan adalah menjalankan dan membudayakan prinsip KASIHI SEMUA LAYANI SEMUA (LOVE ALL SERVE ALL). Dalam keseharian, mungkin kita dengan mudah kita dapat mengasihi seseorang (love), mungkin juga kita dengan mudah kita dapat melayani seseorang (serve), karena dia adalah saudara, sahabat atau karena dia satu keyakinan dengan kita. Tantangan berikutnya adalah sudahkah kita mampu mengasihi dan melayani semua orang? (all). Mengasihi dan melayani memang perbuatan mulia yang disarankan oleh Bhagavan, akan tetapi kemuliaan itu akan bersinar dengan sempurna, bila kita mampu mengasihi dan melayani semua ciptaan Tuhan. Dengan demikian, saat yang sama, gambaran sifat keakuan (ahamkara = a) dan keterikatan akan ilusi (maya = m) dipastikan akan sirna dari pribadi tersebut. Dibalik kata SEMUA (ALL), terbangun prinsip tanpa membeda-bedakan (UNIVERSALITAS) yang berpangkal pada pendekatan nilai-nilai (VALUES). Pernahkan kita merenungkan dengan lebih mendalam makna dari dua jenis simbol Panca Pilar yang dihadirkan oleh Bhagavan sebagai refleksi jiwa dan identitas Sai? Simbol Panca Pilar pertama, pinggirannya dihiasi dengan nilai-nilai dasar (Sathya=Kebenaran, Dharma =Kebajikan, Prema = Kasih Sayang, Shanti = Kedamaian, dan Ahimsa = Tanpa Kekerasan) yang memberikan makna dan penekanan pada NILAI-NILAI (values). Simbol yang kedua, pinggirannya dihiasi dengan lambang semua agama besar mewakili keragaman keyakinan yang ada di dunia sekaligus memberikan makna dan penekanan pada prinsip TANPA MEMBEDA-BEDAKAN (universalitas). Jadi dengan demikian dibalik kata kasihi semua layani semua (Love All Serve All) mengandung dua prinsip yang paling mendasar yang harus terus-menerus dikembangkan oleh pribadi Sai. Dua prinsip yang dimaksud, yaitu VALUES dan UNIVERSAL, adalah jalan raya utama yang disediakan oleh Bhagavan untuk kembali menyatu dengan keesaan Beliau. Memang pada kenyataanya, karena manusia terlahir dalam bingkai demensi ruang (desa) dan waktu (kala) yang selalu membentuk keadaan (patra) maka dari awal kelahirannya, kita semua disadarkan oleh beragam perbedaan; beda keluarga, beda tradisi, beda golongan, beda suku, beda agama dan banyak lagi perbedaan lainnya. Perbedaan tersebut bahkan dapat berkembang lagi sejalan dengan mekarnya sifat keakuan (ego = ahangkara) pada orang tersebut karena ingin dibandingkan ataupun diposisikan lebih tinggi derajatnya dari yang lainnya. Akan tetapi bila kemudian seseorang mulai menyadari dan berpegang pada prinsip yang paling mendasar yang menjadi VISI SAI yaitu MENYADARI KETUHANAN DIDALAM DIRI, maka secara perlahan, ia akan mulai mampu melihat prinsip Ketuhanan yang sama juga ada pada orang lain atau makhluk lain. Kesadaran ini tentu akan mendorong pribadi tersebut untuk menjalankan MISI SAI, dengan mengasihi dan malayani semua orang tanpa membedabedakan. Dengan demikian, tidak ada lagi hukum saling membenci, iri hati ataupun lebih tinggi derajatnya dari orang lain. Yang ada hanya hukum saling mengasihi dan saling melayani (Love All Serve All). Hidup sejaman dengan Sad Guru Bhagavan Sri Sathya Sai Baba tentu menjadi anugerah terbesar yang patut disyukuri. Terlebih lagi bila kemudian kita juga menyadari hakekat diri kita sebagai pembawa pesan Beliau (Sai Messengers) yang seyogyanya harus diperankan. 86 tahun (tahun masehi = 96 tahun candra) telah berlalu. Selama kurun waktu tersebut, Beliau memutuskan untuk membingkai kemahasempurnaan & kemahakuasaannya yang tanpa batas untuk hidup dalam dimensi ruang (desa) dan waktu (kala) yang terbatas. Semua pengorbanan suci ini Beliau lakukan, hanya sebagai Sang Pencipta, Beliau dapat dekat dengan makhluk ciptaannya. Beliau dapat berkomunikasi, Beliau dapat melayani, dan Beliau dapat berbagi kasih lebih dari apa yang dilakukan seorang guru pada muridnya bahkan lebih dari kedekatan dan peran seorang ibu pada anaknya. Beliau memang Ibu dan bapak (Sai Baba) serta Guru agung bagi kita semua. Beliau datang untuk suatu kepastian bahwa, apapun yang tercipta akan kembali kepada Sang Pencipta, menyatu pada dimensi Ketuhanan sebagai sumber kebahagiaan abadi (Brahmananda). Beliau adalah Sang Pencipta dan kita adalah ciptaannya. Beliau lebih memahami siapa diri kita, keterbatasan kita serta semua keperluan kita, lebih dari kemampuan kita untuk memahami diri kita sendiri. Dan karenanya, ikuti saja petunjuknya (follow the Master). Beliaulah yang paling tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana cara memberikan sesuatu kepada kita. Jalan raya pembebasan yang penuh misteri, Beliau ungkap dengan bahasa yang sangat sederhana, mudah dipahami dan sebenarnya mudah dilakukan, asal ada motivasi yang tulus dan niat yang kuat untuk menjadikannya sebagai sadhana (disiplin spiritual). Ibarat bila kita ingin mendapatkan biji kacang, Beliau sudah melayani kita dari mulai menanam, memetik, merebus, bahkan mengupas. Kita tinggal memakannya saja, tidak usah terlalu banyak dipikirkan dan diperdebatkan. Semakin kita berusaha memahami, semakin kita tidak paham. Semua aspek Ketuhanan sangat tidak terbatas, sedangkan kita sebagai manusia penuh keterbatasan. Bagaimana kita mampu memahami Tuhan yang tanpa batas dengan kacamata kita yang terbatas? Tentu yang

4 akan terlihat adalah keterbatasan diri kita sendiri. Sebagai Pencipta, Beliau tentu tidak ingin ciptaannya terjebak dengan menghabiskan waktu dan energi begitu banyak untuk sesuatu yang tidak prinsip / esensial. Bhagavan mengingatkan bahwa manusia sudah dibekali kemampuan membedakan (wiweka) untuk mengetahui mana yang prinsip / esensial yang harus dijaga dan dijalankan, dan mana hal yang tidak prinsip / tidak esensial yang tidak harus diprioritas atau bahkan ditanggalkan. Terhadap hal yang prinsip ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian (1) explicitly - sebagaimana tersurat dalam sastra, (2) immediately harus segera dilakukan, (3) completely - tersaji secara lengkap / utuh. Terhadap hal yang tidak prinsip, boleh saja ada kompromi / penyesuaian asal tidak menimbulkan komplik atau ketidaksatuan. Biasanya segala hal prinsip / esensial akan banyak dihiasi oleh hal yang tidak prinsip / esensial. Bahkan dalam kenyataannya, disadari atau tidak disadari, banyak dari kita memberi prioritas bahkan terkesan mensakralkan hal yang tidak prinsip, atau bahkan sebaliknya, menyepelekan hal yang prinsip. Kondisi ini juga tampak jelas saat seseorang lebih intent mengkosentrasikan hidupnya untuk menempuh jalan spiritual. Mulai dengan mencari dan menggali dari berbagai sumber informasi, sampai dengan upaya untuk mewujudkan perwajahan spiritual yang cocok untuk dirinya. Ada yang lebih menekankan pada perubahan tampilan fisik, karena dia sadar dengan cara itu dia akan dengan cepat terlihat sebagai orang spiritual sehingga semua orang akan memberikan tempat dan penghargaan khusus padanya. Ada yang lebih mengkosentrasikan pada perubahan cara pandang, sikap dan perilaku, karena dia sadar bahwa spiritualitas berfungsi sebagai jiwa yang melandasi cara pandang dan kehidupannya dan dia jadikan spirit untuk menjalankan dharmanya. Ada yang lebih mengkonsentrasikan pada berbagai praktek pelayanan, karena dia sadar orang lain akan melayani dan menghargai dia hanya setelah dia lebih dulu memahami dan melayani orang lain, padahal Tuhan menuntut pelayanan tanpa pamrih. Bahkan ada yang ingin langsung melepas semua yang berhubungan dengan kelekatan duniawi dengan mengasingkan diri di suatu tempat, karena dia sadar ikatan duniawi ini telah membelenggu dirinya hingga tidak bisa cepat menyatu dengan Tuhan, padahal disisi lain dia meninggalkan banyak tanggungjawabnya. Semua upaya tersebut tentu patut mendapat penghargaan. Tapi perjalanan spiritual bukanlah perjalanan yang instan yang bisa ditempuh dengan satu kali masa kehidupan didunia ini. Perjalanan Spiritual adalah perjalanan panjang yang tiada henti. Penghentiannya hanya setelah menyatu kembali dengan Sang Pencipta. Perjalanan spiritual adalah pendakian yang semakin halus penuh misteri. Saat kita ada didataran rendah, kita terasa bisa bebas melakukan apa saja, seakan tidak ada yang membatasi. Begitu kita memutuskan untuk melakukan pendakian, dataran yang terlihat semakin sempit, dibatasi oleh jurang pada kedua sisi yang semakin dalam. Banyak orang akhirnya tidak percaya diri lagi untuk melanjutkan pendakiannya, bahkan banyak orang yang mendeklarasikan dirinya sudah sampai ditujuan, padahal dia tidak hanya berdiam diri tapi kembali jatuh ke jurang dan kembali menjalani hidupnya yang bebas tanpa berpegang pada prinsip. Seorang spiritualis sejati sangat hati-hati dalam membawa dirinya. Dia tidak memberikan kebebasan pada pikiran dan indrianya untuk memikirkan atau berbuat sesuatu, dia hanya mengkonsentrasikan pada apa yang menjadi prinsip yang harus dia pegang dan arah yang harus dituju. Tidak terlalu penting kita ada dimana, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah kearah mana kita akan melangkah. Bhagavan telah menetapkan VISI SAI (Sai Vision) sebagai dasar untuk mengarahkan tujuan hidup kita dengan menyadari Ketuhanan menyatu di dalam diri. Dari sana, kita akan mampu memahami sumber / tujuan hidup kita yaitu Sai sendiri (nature / jatidiri Sai) yang terefleksi dalam energi penuh kasih. Mampu memahami MISI SAI (Sai Mission) dengan selalu menumbuh kembangkan dan menjalin persahabatan dan persaudaraan sesama umat manusia tanpa membedakan suku, bangsa, ras, golongan, jabatan, agama dan kepercayaan. Mampu memahami BUDAYA SAI (Sai Culture) dengan selalu mengembangkan semangat untuk mengasihi dan melayani semuanya (Love All Serve All). Mampu menjadikan diri kita sebagai PRIBADI SAI (Sai Personality) dengan selalu mengejewantahkan Panca Pilar (Kebenaran, Kebajikan, Kasih Sayang, Kedamian dan Tanpa Kekerasan) dalam kehidupannya. Mampu memahami keunikan dari nama SAI (Sai Deferentiation) dimana setiap pandangan, sikap ataupun setiap kegiatan yang dilakukan selalu dipandang sebagai usaha untuk MENGEMBANGKAN SPIRITUALITAS DIRI melalui SAI (See Always Inside selalu melihat / mulai dari dalam diri), pengembangan KESATUAN, KEMURNIAN, KETUHANAN (Unity, Purity, Divinity) dan setiap tindakannya selalu didasari oleh cinta kasih (Love in Action). Dan, mampu memposisikan Nama SAI (Sai Positioning) sebagai kehormatan yang selalu perlu dijaga dengan menempatkan Bhagavan sebagai Sad Guru Agung yang saat ini telah meninggalkan begitu banyak warisan berharga, menempatkan organisasi Sai sebagai organisasi sosial spiritual untuk mengembangkan Sadhana para Bhaktanya sekaligus sebagai wahana untuk mentransformasi dunia. (uraian lebih lengkap terkait dengan SAI IDENTITY dapat di pelajari dari buku TRANSFORMASI SAI : DARI VISI MENUJU AKSI yang telah diterbitkan oleh SSGI) Dengan demikian pada akhir penjelasan perayaan hari kelahiran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba tahun ini yang sejalan dengan resolusi yang dilahirkan oleh Sai World Conference, November 2010 ingin mengajak seluruh Sai Bhakta khususnya di Indonesia untuk mampu menjawab kesempatan dan tantangan yang diwacanakan oleh Bhagavan kepada kita sebagai pewaris dan pengemban misi Sai untuk ikut ambil bagian dalam proses transformasi dunia menuju jaman keemasan (golden age).

5 BILA DETIK INI, KITA MULAI MERENUNGKAN SERTA MENGAMBIL TANTANGAN DAN KESEMPATAN ATAS WACANA BHAGAVAN YANG TERURAI DALAM TEMA INI : YOUR LIFE IS MY MESSAGE Hidupmu adalah pesanku MAKA SAMPAI PADA SAATNYA NANTI KITA AKAN DENGAN YAKIN MAMPU MEMBERI JAWABAN : MY LIFE IS YOUR MESSAGE Hidupku sudah dijalankan sesuai dengan pesanmu Selamat mengisi momentum yang berharga ini dengan berbagai program dan kegiatan. Percayalah Bhagavan akan selalu mendampingi kita dan menjawab kerinduan dan keperluan kita. Penjabaran semangatnya diuraikan dalam aktivasi tema berikut. SAI RAM AKTIVASI TEMA: SEMANGAT, ARAH DAN PRIORITAS PROGRAM Tema ini, lebih lanjut dihadirkan sebagai landasan yang dapat mengarahkan kosentrasi dan prioritas program yang dicanangkan oleh seluruh komponen organisasi Sai di Indonesia serangkaian dengan perayaan hari kelahiran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba tahun 2011 ini dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : INDIVIDU DAN KELUARGA 1. Memastikan setiap langkah kehidupan para bhakta mencermikan pesan-pesan Sai. Serta berjuang terus menerus untuk memupus sifat-sifat keakuan (ahangkara) dan keterikatan akan ilusi (maya). 2. Pastikan 9 PEDOMAN PERILAKU dan 10 PRINSIP HIDUP sudah dipahami dan ditempatkan sebagai Sadhana spiritual bhakta Sai yang harus dijalankan. 3. Mengkonsentrasikan apa yang telah tersirat dalam 9 Pedoman prilaku, dengan mendeklarasikan prinsip program COD (Ceeling on desire pembatasan keinginan) dengan efektif dalam penggunaan waktu, uang, makanan dan energi. 4. Memahami dan mengamalkan visi, misi, keperibadian, budaya, posisi dan keunikan dari Sai, serta mampu menemukan jawaban atas pertanyaan yang mendasar: siapa saya? darimana saya? kenapa saya ada di sini? dan bagaimana saya dapat kembali ke asal saya? 5. Berkewajiban menjaga kemuliaan identitas Sai. Dimasyarakat dapat hadir sebagai pribadi yang inklusif bukan exsklusif. 6. Selalu dalam kesadaran Tuhan, dan memberi perhatian lebih pada KEMURNIAN MOTIVASI yang melandasi setiap rencana dan tindakannya. 7. Menempatkan Sai sebagai titik tumpu yang melandasi setiap aspek kehidupan (divine lifestyle). Apapun yang kemudian terjadi harus dilihat dan dinilai dari kacamata Sai. 8. Menyadari diri sebagai pembawa pesan Sai (Sai Messengers). Ke dalam semangatnya INTERNALISASI diri, keluar semangatnya MENGINSPIRASI. 9. Mengaktifkan agenda transformasi diri dengan selalu membuka ruang perenungan (internalisasi diri), menghadirkan pandangan dan kesadaran baru (re-orientasi), mengintegrasikan pandangan yang terbangun dalam kehidupan (integration), serta memprogram kembali kehidupan kita (re-programing) berdasarkan petunjuk Sai. 10. Mengembangkan jiwa dan kepemimpinan Sai (Sai Leadership), bijak dalam membuat dan mengelola rencana dan keputusan. (Kepemimpinan Sai tidak selalu dilihat dari sisi organisasi, tapi mulai dari kemampuan untuk memimpin dirinya sendiri) 11. Mendukung semua program yang dicanangkan oleh organisasi khususnya terkait dengan perayaan hari kelahiran Bhagavan tahun ini.

6 ORGANISASI SAI 1. Memastikan prinsip-prinsip ajaran Swami, fungsi dan kaidah organisasi dapat dipahami dan dijalankan dengan baik sesuai dengan sumber dan aturan yang telah ditetapkan, untuk dijadikan dasar pengembangan sadhana spiritualitas para bhaktanya. ex. pengurus membuat pemetaan dengan metode langsung, random, atau kuisioner. Ada workshop untuk menggali pandangan para bhakta terhadap hal-hal yang bersifat prinsip dan tidak prinsip dalam berbagai bidang kehidupan atau dalam menyikapi berbagai keadaan atau keputusan, kemudian di carikan dasar-dasar dari Sai. 2. Menjadikan momentum perayaan ini untuk membangun kesatuan khususnya ditingkat pengurus sehingga dapat ditauladani para bhakta yang ada. ex. ada renungan dan membangun rasa kebersamaam di internal pengurus sebelum meregulasi berbagai program. 3. Menjaga kehormatan dan mengembangkan identitas Sai. Tercermin dari kepribadian para bhaktanya khususnya dalam kehidupan dikeluarga dan masyarakat. Ex. Ada pernyataan yang tegas agar para bhakta dapat menjaga keberadaan nama suci SAI, mewaspadai / memberi perhatian pada hal-hal / semangat yang sifatnya berlebihan yang justru dapat mencoreng nama Sai. Serta mengembangkan pemahaman dan sikap yang mencerminkan identitas Sai. 4. Mendorong perhatian setiap bhakta untuk menjadikan 9 pedoman prilaku dan 10 prinsip hidup sebagai Sadhana spiritual yang harus dilaksanakan. ex. Ada upaya terprogram untuk membangun komitmen menjalankan kado Bhagavan ini. Dan pastikan bahwa ini adalah penyelamat kehidupannya. Buat materi komunikasi, renungan, poster dll. 5. Mencanangkan program yang dapat memberikan perimbangan kepada peningkatan PEMAHAMAN, BHAKTI dan PELAYANAN program lebih ditekankan pada aspek keterhubungan dan kualitas 6. Mencanangkan program / gerakan internalisasi diri serta gerakan inspiratif yang ditujukan kepada masyarakat dan lingkungannya dengan memperhatikan aspek keberlangsungan (sustainable) dan dapat dipertanggungjawabkan (responsibility). Ex. Gerakan internalisasi mulai dengan mengajak bhakta mencatat setiap hari hal yang tidak baik yang perlu diperhatikan dan disempurnakan (dalam pikiran, perkataan dan perbuatan) dan MELUPAKAN hal yang tidak baik yang orang lain telah perlakukan padanya serta hal yang baik yang telah ia berikan atau lakukan pada orang lain. Prinsipnya program perenungan dan reprograming diri. Gerakan ekternalisasi, membuat gerakan kesadaran agar setiap bhakta memberi perhatian kemanusiaan mulai dari orang-orang terdekat, dan beberapa program pelayanan yang integratif, terukur, dan memberi dampak perkalian (multifliyer efek) 7. Memastikan bhakta dapat memahami nilai / aspek spiritualitas dari setiap program yang dicanangkan oleh organisasi Sai. (arah dan pendekatan yang lebih dikonsentrasikan kepada pengembangan kualitas / spiritualitas diri) ex. Sebelum melakukan program peyanan, pastikan ada pengarahan yang memberikan memotivasi sesuai dengan SAI seperti, program pelayanan sebenarnya bukan untuk orang yang dilayani saja akan tetapi lebih kepada pengembangan kemurnian hati) 8. Meningkatkan itensitas program study circle dan Satsang, untuk dapat menggali inti sari, visi, misi dan prinsip / esensi ajaran Bhagavan ex. Study circle dilakukan (sesuai dengan petunjuk), tapi bila saat-saat tertentu mengalami kejenuhan bisa membuat metode / suasana yang lain sebagai selingan. Yang jelas efektifitas komunikasi dipastikan dapat berjalan dengan baik dan motivasi juga terkontrol. 9. Mendorong pandangan dan sikap yang inklusif serta mengawasi berbagai sikap exsklusif yang ditunjukan / diperankan oleh bhakta Sai di masyarakat, agar citra dan keberadaan organisasi terposisi dengan baik dibenak masyarakat. Lebih kepada fungsi pengarahan, penyadaran yang lebih intent kepada cara / sikap para bhakta menempatkan dirinya sebagai bhakta. Bila sudah pernah diarahkan berarti dikemudian hari pengurus berhak untuk mengingatkan. 10. Mencanangkan program yang dapat membangun rasa kesatuan dilingkungan Bhakta Sai, seperti Sai Family, parenting, (dengan pendekatan pada transformasi nilai-nilai) 11. Mencanangkan program pendampingan kepada Sai Youth sebagai generasi penerus dengan memberi ruang dan kesempatan dari proses perencanaan sampai pelaksanaan program organisasi. ex. Youth mulai tidak hanya ditempatkan sebagai tulang punggung atau di garda depan, akan tetapi mulai diajak mendampingi dalam perencanaan. Ex. Setiap Kepanitiaan perayaan Kelahiran Bhagavan didelegasikan kepada Youth sebagai media pembelajaran dalam berorganisasi. 12. Mendorong program berdasarkan wing berjalan secara berimbang 13. Memetakan dan mengoptimalisasi sumberdaya yang ada di masing-masing Sai Center untuk diberi ruang pelayanan dan pemberdayaan. ex. Dimungkinkan untuk menginventarisasi potensi, dan tugas organisasi lebih lanjut mengelola potensi tersebut untuk misi Sai 14. Membantu berbagai program terpadu yang direncanakan / dikoordinasikan oleh koordinator wilayah setempat. ex. Program subsidi silang sumber daya, mendukung program terpadu lintas SSG yang terintegrasi, mendukung program / gerakan bersama. 15. Menyampaikan report kepada sekretariat SSGI melalui Korwil. 16. Koordinator wilayah, mengambil peran sentral untuk mengkomunikasikan mengarahkan semangat tema, mendampingi menjabarkan semangat tema menjadi program, mencanangkan dan mengkoordinasikan program / gerakan inspiratif unggulan terpadu, mengatur lintas sumber daya yang ada, mengkompilasi dan meneruskan report. SEKRETARIAT SAI STUDY GROUP INDONESIA (SSGI) 2011

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan,

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan, SAMBUTAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PADA ACARA SYUKURAN HAB KE 67 TAHUN 2013 SEKALIGUS LEPAS SAMBUTAN KEPELA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TAPIN SELASA, 18 DESEMBER

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

SWAMI MENGHILANGKAN KERAGUAN KITA

SWAMI MENGHILANGKAN KERAGUAN KITA SWAMI MENGHILANGKAN KERAGUAN KITA PERCAKAPAN SWAMI DENGAN BHAKTA (Dikompilasi dari berbagai pertemuan dengan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba) Pikiran manusia adalah lembaran kertas putih ketika ia dilahirkan.

Lebih terperinci

TUJUH (7) KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF

TUJUH (7) KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF TUJUH (7) KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Proses pendidikan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 1. Landasan Filosofis Filosofi ilmu kedokteran Ilmu kedokteran secara bertahap berkembang di berbagai tempat terpisah. Pada umumnya masyarakat mempunyai keyakinan bahwa seorang

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Latihan dasar kepemipinan siswa atau LDKS adalah sebuah bentuk kegiatan

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Latihan dasar kepemipinan siswa atau LDKS adalah sebuah bentuk kegiatan BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 1. Pengertian Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Latihan dasar kepemipinan siswa atau LDKS adalah sebuah bentuk kegiatan yang

Lebih terperinci

PEDOMAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYKARTA

PEDOMAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYKARTA PEDOMAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYKARTA Pedoman Perilaku Mahasiswa UAJY merupakan pedoman sikap dan tingkah laku yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua BUPATI BANYUWANGI SAMBUTAN BUPATI BANYUWANGI PADA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIRANGKAI DENGAN PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE-18 SEKALIGUS DEKLARASI GEMPITA PERPUS (GERAKAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru Dari Mendikbud *

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru Dari Mendikbud * Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Surat untuk Ibu dan Bapak Guru Dari Mendikbud * Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati dan muliakan, Semoga Ibu dan Bapak Guru dalam keadaan sehat, bahagia,

Lebih terperinci

Abdul Muiz, M.Pd math.muiz@gmail.com Dosen Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan ABSTRAK

Abdul Muiz, M.Pd math.muiz@gmail.com Dosen Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan ABSTRAK PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA BANGSA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF Abdul Muiz, M.Pd math.muiz@gmail.com Dosen Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan ABSTRAK Identitas suatu bangsa dapat dilihat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Etika merupakan refleksi atas moralitas. Akan tetapi, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, etika bukan sekedar refleksi tetapi refleksi ilmiah tentang tingkah

Lebih terperinci

KONSTITUSI IBU PERTIWI KAMI

KONSTITUSI IBU PERTIWI KAMI Bumi, Jan 7, 2011 Dalam perjalanan peristiwa manusia, umat manusia dengan segala kecerdikan mampu untuk pergi ke bulan dan mengirim melalui udara dengan dengan kecepatan cahaya, tapi selama ribuan tahun

Lebih terperinci

REMAJA, AGAMA DAN NILAI Oleh : Agus Gunawan, S.Pd.

REMAJA, AGAMA DAN NILAI Oleh : Agus Gunawan, S.Pd. REMAJA, AGAMA DAN NILAI Oleh : Agus Gunawan, S.Pd. POTENSI REMAJA DAN PERAN AGAMA Jumlah remaja yang terdapat di Jawa Barat sekitar 30 % dari jumlah seluruh warga. Dari sekitar sepertiga jumlah masyarakat

Lebih terperinci

KOMUNITAS PEDULI DONOR DARAH SUKARELA ( KPDDS ) PEMBUKAAN

KOMUNITAS PEDULI DONOR DARAH SUKARELA ( KPDDS ) PEMBUKAAN KOMUNITAS PEDULI DONOR DARAH SUKARELA ( KPDDS ) PEMBUKAAN Dengan ijin serta rahmat Tuhan Yang Maha Esa Bahwasanya darah dalam tubuhh setiap manusia adalah anugerah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa

Lebih terperinci

Jadwal Kagyu Monlam ke 30 21 December 2012 01 January, 2013

Jadwal Kagyu Monlam ke 30 21 December 2012 01 January, 2013 Jadwal Kagyu Monlam ke 30 21 December 2012 01 January, 2013 Sebagai program utama harian Monlam, His Holiness Gyalwang Karmapa dan para tulku senior lainnya dan para lama akan memimpin persamuan dari ribuan

Lebih terperinci

Salam hormat Bapak Presiden dan Wakil Presiden,

Salam hormat Bapak Presiden dan Wakil Presiden, SURATKU BUAT RI 1-2: "Ungkapan Hatiku pada Anda" (40) Oleh : Cindy Novianti Winata Selasa, 28 Juli 2009 10:45 Salam hormat Bapak Presiden dan Wakil Presiden, Saya sungguh bahagia karena bisa mendapatkan

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN ASPIRASI

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN ASPIRASI ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN ASPIRASI Andy Corry W. e-mail : andyc_wd@yahoo.com Abstract: communication is very fundamental in our daily activities for conveying aspiration. Many observe that

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *)

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA Oleh: Wawan S. Suherman *) A. Pendahuluan Sebagai sebuah institusi perguruan tinggi, Universitas Negeri Yogyakarta memiliki tugas untuk menjalankan tridharma

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Selamat Datang Di. AsiaWorks

Selamat Datang Di. AsiaWorks Selamat Datang Di AsiaWorks Program Basic Training adalah pengalaman eksplorasi dan penemuan diri; di sana saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri... dari diri saya sendiri! Kurikulum Inti AsiaWorks

Lebih terperinci

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk ANALISIS PENGARUH DESAIN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SAMSUNG (Studi Pada Mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus

BAB V PENUTUP. kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari uraian skripsi yang telah penulis bahas tersebut maka dapat diambil kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus menjadi inti sari daripada

Lebih terperinci

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt, Tuhan yang maha kuasa, berkat rahmat dan karunia-nya buku saku

Lebih terperinci

CIPTA CINTA DAMAI CIPT

CIPTA CINTA DAMAI CIPT CIPTA CINTA DAMAI CIPT CINTA TERINDAH Oleh: Cipta Cinta Damai Copyright 2012 by Cipta Cinta Damai Penerbit Cipta Indieart Publishing blog: www.soulofcipta.blogspot.com e-mail: cipto.wardoyo@gmail.com Desain

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH

SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM WARIS ADAT JAWA TENGAH THE LEGAL STUDY ON THE ADOPTED CHILDREN STATUTES IN ADATLAW OF INHERITANCE OF CENTRAL JAVA Oleh: AISIYAH AYU SETYOWATI

Lebih terperinci

Struktur Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Potensi Utama Periode 2014-2016

Struktur Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Potensi Utama Periode 2014-2016 Struktur Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Potensi Utama Periode 2014-2016 KETUA Lovisa Laura WAKIL KETUA Basitu Rizky Rahmadani SEKRETARIS Tri Utari Ningrum BENDAHARA Putri Noviani Fajrina

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) Bagian I (dari 5 bagian) Oleh, Dadang Yunus L, S.Pd.

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati Pengaruh era globalisasi sangat terasa di berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Daerah Istimewa

Lebih terperinci

ETOS KERJA. Oleh: Arif Yusuf Hamali, SS, MM. Dosen Tetap Politeknik PIKSI GANESHA Bandung

ETOS KERJA. Oleh: Arif Yusuf Hamali, SS, MM. Dosen Tetap Politeknik PIKSI GANESHA Bandung ETOS KERJA Oleh: Arif Yusuf Hamali, SS, MM. Dosen Tetap Politeknik PIKSI GANESHA Bandung I. PENGERTIAN ETOS KERJA Akar kata etos berasal dari bahasa Yunani ethos,, pada awalnya kata ini mengandung pengertian

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV.

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV. BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP 4.1. PENDAHULUAN Bertolak dari uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian yang terdapat dalam Bab I, yang dilanjutkan dengan pembahasan

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab,

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Metode tanya-jawab seringkali dikaitkan dengan kegiatan diskusi, seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, meskipun

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PRAJABATAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN I DAN II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 2011 PERATURAN

Lebih terperinci

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah PESAN PRESIDENSI UTAMA SEPTEMBER 2011 Oleh Presiden Dieter F. Uchtdorf Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama Konferensi Umum Tidak Ada Berkat Biasa Seorang anggota Gereja yang ramah tengah bercakap-cakap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA

IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA SKRIPSI Disusun Oleh: Dewi Atikah Fatmawati 20020530225 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama Yayasan Gedhe Nusantara atau Gedhe Foundation (dalam bahasa Inggris) dan selanjutnya dalam Anggaran

Lebih terperinci

PENGARUH BRAND COMMUNITY Ikatan Mio-Matic Jateng-DIY(IMJD) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO

PENGARUH BRAND COMMUNITY Ikatan Mio-Matic Jateng-DIY(IMJD) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO PENGARUH BRAND COMMUNITY Ikatan Mio-Matic Jateng-DIY(IMJD) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Ekonomi (S1)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI Oleh Muh. Arif Candra Jaya NIM 070210302105 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Kompetensi Dasar. Menerapkan kemampuan dasar mengajar dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan Dasar Mengajar

Kompetensi Dasar. Menerapkan kemampuan dasar mengajar dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan Dasar Mengajar Kompetensi Dasar Menerapkan kemampuan dasar mengajar dalam mengelola pembelajaran 2 Indikator Keberhasilan menjelaskan karakteristik 8 kemampuan dasar mengajar dengan lengkap melaksanakan praktek salah

Lebih terperinci

Kebangkitan Nasional: Keistimewaan Yogyakarta, Peluang atau Ancaman? Sri Mulyani*

Kebangkitan Nasional: Keistimewaan Yogyakarta, Peluang atau Ancaman? Sri Mulyani* Kebangkitan Nasional: Keistimewaan Yogyakarta, Peluang atau Ancaman? Sri Mulyani* Sekilas Pandang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah juga Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, merupakan

Lebih terperinci

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA A. Kata-kata Bijak (Gus Dur) 1. "Betapa banyak hal-hal tragis/ menyedihkan terjadi karena kita tidak dapat membedakan antara mengetahui dan mengerti akan perjalanan hidup."

Lebih terperinci

Membanguan Keterpaduan Program Legislasi Nasional dan Daerah. Oleh : Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia

Membanguan Keterpaduan Program Legislasi Nasional dan Daerah. Oleh : Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia Membanguan Keterpaduan Program Legislasi Nasional dan Daerah Oleh : Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia Pendahuluan Program Legislasi Nasional sebagai landasan operasional pembangunan hukum

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR : 1 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR RIAU,

PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR : 1 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR RIAU, PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR : 1 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR RIAU, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mempertahankan dan melestarikan adat

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB III Tahapan Pendampingan KTH

BAB III Tahapan Pendampingan KTH BAB III Tahapan Pendampingan KTH Teknik Pendampingan KTH 15 Pelaksanaan kegiatan pendampingan KTH sangat tergantung pada kondisi KTH, kebutuhan dan permasalahan riil yang dihadapi oleh KTH dalam melaksanakan

Lebih terperinci

RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU

RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU Kegiatan pelaksanaan kampanye Pacaran Sehat Hormati, Hargai, Jaga Dirimu! ini dimulai dari tanggal 16 November 2011 sampai dengan

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi,

BAB V PEMBAHASAN. yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi, 89 BAB V PEMBAHASAN Sebagaimana telah kita lihat pada bab-bab sebelumnya, telah ditemukan data yang peneliti harapkan, baik dari hasil observasi, interview maupun dokumentasi, pada uraian ini akan peneliti

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2002 TENTANG SISTEM NASIONAL PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

SURATKU BUAT RI 1-2: "Dua Harapan Agar Generasi Muda dapat Berkarya" (112)

SURATKU BUAT RI 1-2: Dua Harapan Agar Generasi Muda dapat Berkarya (112) Tretes, 20 Agustus 2009 Kepada Yth : Bpk Presiden RI beserta Wakil Di Tempat Dengan hormat, Sebelumnya saya menyampaikan selamat atas terpilihnya Bapak Presiden beserta Wakil untuk memimpin Bangsa Indonesia

Lebih terperinci

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047 MUATAN MATERI PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA DAN PELAKSANAANNYA DALAM PROSESS PEMBELAJARAN (Analisis Isi Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Siswa Kelas VIII Terbitan Kemendikbud

Lebih terperinci

REPRESENTASI ANAK USIA BATITA DALAM IKLAN TELEVISI NUTRILON ROYAL PRONUTRA 3: VERSI ASTRONOT

REPRESENTASI ANAK USIA BATITA DALAM IKLAN TELEVISI NUTRILON ROYAL PRONUTRA 3: VERSI ASTRONOT REPRESENTASI ANAK USIA BATITA DALAM IKLAN TELEVISI NUTRILON ROYAL PRONUTRA 3: VERSI ASTRONOT SKRIPSI Disusun Oleh: DANIEL TEDDY BUDIANTO NRP : 1423011022 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

Lebih terperinci

Kehidupan Agung dan Prajna yang Tak Terbayangkan (Unfathomable Exalted Life and Transcendental Wisdom).

Kehidupan Agung dan Prajna yang Tak Terbayangkan (Unfathomable Exalted Life and Transcendental Wisdom). Sutra Panjang Umur Tse.do Inilah sutra Mahayana yang disebut Kehidupan Agung dan Prajna yang Tak Terbayangkan (Unfathomable Exalted Life and Transcendental Wisdom). Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010 PENGARUH KONSEP DIRI DAN MINAT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IV DAN V SD NEGERI SELOMARTO II KECAMATAN GIRIWOYO, KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa perusahaan ini dapat maju berkembang dan bersaing di antara perusahaanperusahaan lainnya. Sejak awal berdirinya

Lebih terperinci

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT Oleh Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & DIKLAT Provinsi NTB) ABSTRAKSI Peserta didik dalam menempuh pendidikan Pelatihan sangat ditentukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Eksistensi manusia di dunia ditandai dengan upaya tidak henti-hentinya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Eksistensi manusia di dunia ditandai dengan upaya tidak henti-hentinya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Eksistensi manusia di dunia ditandai dengan upaya tidak henti-hentinya untuk menjadi manusia. Upaya ini berlangsung dalam dunia ciptaannya sendiri, yang berbeda dengan

Lebih terperinci

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa Pendahuluan Tulisan ini, di awali dengan memaparkan visi, misi dan tujuan Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2006-2010.

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 Yth. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Yth. Para peserta upacara sekalian. Assalamu alaikum Warrahmatullahi

Lebih terperinci

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI.

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI. Lesson 8 for May 23, 2015 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) MENCARI MENYELAMATKAN Domba yang hilang Dirham yang hilang Anak yang hilang Kesempatan yang

Lebih terperinci

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445 ANALISIS PENGARUH DIMENSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI BIDANG JASA TELEKOMUNIKASI SELULER (Studi Kasus Konsumen Pengguna Simcard Indosat IM3 di Kotamadya Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC. KEDATON TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (SKRIPSI) HARYATI 1013068068

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang

Lebih terperinci

NATIONAL EDUCATORS CONFERENCE 2015 Sampoerna University, 29-30 Mei 2015 6/12/2015. Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM

NATIONAL EDUCATORS CONFERENCE 2015 Sampoerna University, 29-30 Mei 2015 6/12/2015. Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM 1 Kerangka Belajar Meletakkan Dasar-dasar menemukan pengalaman terapkan lakukan kesimpulan daur belajar analisis ungkapkan 2 BERSTRUKTUR 3 MENGALAMI Proses

Lebih terperinci

TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM

TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM Materi Tujuan TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM Membangun nilai dan lima aturan dasar Peserta memahami perlunya nilai dan aturan dasar dalam membangun kelompok Peserta meyakini bahwa nilai nilai

Lebih terperinci

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 1 TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF Disampaikan pada : Pelatihan Program Pengembangan Desa Binaan Bogor, 26 29 September 2002 Konsep Pemberdayaan Dekade 1970-an adalah awal kemunculan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi Islam adalah salah satu stratum pendidikan Islam yang

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi Islam adalah salah satu stratum pendidikan Islam yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perguruan Tinggi Islam adalah salah satu stratum pendidikan Islam yang berada pada level tertinggi. Eksistensi pendidikan Islam dalam kancah pendidikan nasional

Lebih terperinci

TATA CARA DAN SYARAT PENDAFTARAN. 2. Bersedia menghadiri rangkaian acara ICN 2015 pada tanggal 28-30 Mei 2015.

TATA CARA DAN SYARAT PENDAFTARAN. 2. Bersedia menghadiri rangkaian acara ICN 2015 pada tanggal 28-30 Mei 2015. Syarat Pendaftaran TATA CARA DAN SYARAT PENDAFTARAN 1. Merupakan mahasiswa/i aktif S1/D3/sederajat dari perguruan tinggi negeri/swasta di seluruh Indonesia hingga acara ICN 2015 berakhir (28-30 Mei 2015)

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG ESQ CHARACTER BUILDING PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN 3 KECERDASAN PERGURUAN TINGGI SWASTA KOPERTIS WILAYAH III JAKARTA

SELAMAT DATANG ESQ CHARACTER BUILDING PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN 3 KECERDASAN PERGURUAN TINGGI SWASTA KOPERTIS WILAYAH III JAKARTA ESQ CHARACTER BUILDING PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN 3 KECERDASAN PERGURUAN TINGGI SWASTA KOPERTIS WILAYAH III JAKARTA Ruang Ki Hajar Dewantara, Kantor Kopertis Wilayah III Selasa, 16 Desember 2014 SELAMAT

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG ORGANISASI MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG ORGANISASI MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG ORGANISASI MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kebebasan berserikat, berkumpul,

Lebih terperinci

Atribut. yang perlu dimiliki oleh Manager. ( b i s a d i i b a r a t k a n f i t u r p a d a h a n d p h o n e ) @ G r a c e S 1 a n a

Atribut. yang perlu dimiliki oleh Manager. ( b i s a d i i b a r a t k a n f i t u r p a d a h a n d p h o n e ) @ G r a c e S 1 a n a Atribut ( b i s a d i i b a r a t k a n f i t u r p a d a h a n d p h o n e ) yang perlu dimiliki oleh Manager @ G r a c e S 1 a n a Kunci keberhasilan organisasi terletak pada kualitas dari para manager

Lebih terperinci

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un MUTIARA KHOTBAH #2 DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

"Hidup adalah tentang mengorganisasi pola pikir dan pola rasa, dan mengukur kemajuan keduanya menuju cita-cita. - Ikhwan Sopa -

Hidup adalah tentang mengorganisasi pola pikir dan pola rasa, dan mengukur kemajuan keduanya menuju cita-cita. - Ikhwan Sopa - "Hidup adalah tentang mengorganisasi pola pikir dan pola rasa, dan mengukur kemajuan keduanya menuju cita-cita. - Ikhwan Sopa - Manajemen pikiran dan perasaan? Bukankah segala hal tentang manajemen adalah

Lebih terperinci

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 Yth. Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Yth. Ibu Hj. Mufidah Yusuf Kalla,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

EVALUASI TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN RAYA ABEPURA DI KOTA JAYAPURA, PROVINSI PAPUA. Laporan Tugas Akhir

EVALUASI TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN RAYA ABEPURA DI KOTA JAYAPURA, PROVINSI PAPUA. Laporan Tugas Akhir EVALUASI TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN RAYA ABEPURA DI KOTA JAYAPURA, PROVINSI PAPUA Laporan Tugas Akhir Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci