Kerajinan Batik Tulis

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kerajinan Batik Tulis"

Transkripsi

1 Kerajinan Batik Tulis Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang menjadi Identitas bangsa salah satunya batik, pada tanggal 2 Oktober 2009 pengesahan batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa. Mengacu pada referensi di atas, wajar jika bangsa Indonesia harus bangga dan bersyukur. Pengertian Batik adalah cara membuat bahan sandang yang bercorak pewarnaan dengan menggunakan lilin sebagai zat perintang pada waktu pewarnaan, Secara Etimologis, berarti menitikkan lilin atau malam dengan canting sehingga membentuk corak yang terdiri atas susunan titik dan garis. Batik adalah cara membuat ragam hias di atas sehelai mori dengan menggunakan lilin untuk mengamankan dari rembesan warna pada waktu pencelupan Dalam perkembanganya, batik dapat dikerjakan dengan media kayu, tenunan enceng gondok /pelepah pisang dan bahan alami lainnya yang memiliki sifat meresap warna dengan baik sewaktu pencelupan, berdasarkan metode pembuatannya batik dibedakan menjadi batik tulis, batik cap, batik sablon dan printing. I. MACAM-MACAM PERALATAN BATIK A. Canting Alat canting merupakan alat khusus yang digunakan dalam proses batik tulis. Kegunaan canting untuk melukiskan cairan malam atau lilin yang digunakan untuk membentuk motif. Gambar 1. Canting Dari bentuk gambar canting tersebut terdiri dari tiga bagian yaitu: 1. Gagang atau tangkai adalah bagian dari canting yang fungsinya untuk memegang sewaktu kita menggunakan alat ini untuk batik.

2 2. Nyamplung adalah badan dari canting yang gunanya untuk tempat atau wadah malam sewaktu kita akan batik 3. Cucuk atau carat adalah ujung canting yang berlubang tempat mengalirkan cairan malam saat kita batik. Canting sendiri ada banyak macamnya yaitu: a. Canting Cecek, cucuknya kecil untuk membuat isen-isen. b. Canting Klowong, cucuknya sedang untuk membatik klowong atau garis pada motif klowong. c. Canting Tembok, cucuknya lebih besar untuk menembok atau untuk menutup bagian yang dikehendaki. B. Kompor dan wajan untuk mencairkan malam Gambar 2. Kompor Batik Gambar 3. Gawangan C. Gawangan untuk membentangkan kain saat proses batik D. Timbangan: untuk menimbang warna E. Meja pola: untuk memindahkan gambar dari kertas ke kain F. Sarung tangan Untuk pelindung tangan pada saat mewarna kain. G. Mangkok, gelas dan sendok Untuk tempat melarutkan warna batik H. Ember Untuk tempat mewarna kain batik

3 I. Gunting: untuk memotong kain Penghapus, pensil, spidol, rautan,dan penggaris: untuk menggambar pola J. Seterika dan meja seterika: untuk menghaluskan kain K. Kenceng untuk tempat melorod kain batik. L. Ceret dan kompor minyak: untuk merebus air Jemuran: untuk menjemurkain batik. II. BAHAN BATIK Bahan untuk membuat batik ada beberapa jenis antara lain: Gambar 4. Kain Mori Primisima Gambar 5. Malam A. Kain mori untuk bahan batik B. Malam tembok untuk menembok atau menutup bagian yang tidak dikehendaki berwarna C. Soda Abu: untuk obat bantu melorod D. TRO: untuk pembasah E. Kostik: obat bantu zat warna napthol F. Garam biru BB: pembangkit zat warna napthol Gambar 6. Garam BB G. Napthol AS: sebagai warna dasar Gambar 7. Napthol AS

4 111. PROSES PEMBUATAN PRODUK BATIK TULIS Batik tulis adalah batik yang pelekatan lilinnya menggunakan alat canting tulis yaitu malam cair dimasukkan dalam canting kemudian digoreskan langsung dengan tangan mengikuti pola yang sudah ada pada kain. Getaran jiwa yang teratur melalui tangan pada saat menggoreskan malam dengan canting menimbulkan kesan unik pada pola-pola yang ada pada batik tulis. Proses pembuatan batik tulis lebih lama tetapi hasilnya lebih halus dibanding dengan batik cap. Oleh karena kehalusan dan keunikannya itulah maka batik tulis lebih mahal harga jualnya. Adapun teknik pembuatan batik tulis adalah sebagai berikut: A. Memola Yaitu memindahkan gambar pola dari kertas kedalam kain yang akan digunakan untuk membuat batik. Gambar 8. Memola B. Membatik atau melekatkan lilin Membatik yaitu melekatkan lilin pada kain sesuai dengan pola, untuk menutup sebagian kain agar tidak kemasukan warna. Ada tiga tahap pelekatan lilin yaitu: 1. Nglowong: melekatkan lilin yang pertama pada pola dasar atau kerangka dari motif tersebut. Gambar 9. Ngelowong

5 2. Nembok: menutup kain setelah diklowong dengan menggunakan lilin yang lebih kuat. Nembok meliputi menutup permukaan tertentu dan memberikan isen-isen pada kain yang sudah diklowong. 3. Nerusi: mengulangi membatik dari bagian belakang mengikuti batikan pertama. C. Mewarna adalah memberikan warna pada kain yang sudah dibatik. Bagian yang tertutup malam nantinya akan tetap berwarna putih dan yang tidak tertutup malam akan kena warna. Zat warna untuk batik terdiri dari zat warna alam dan sintetis. Pewarna sintetis menggunakan pewarna napthol 1. Kain dimasukan pada bak yang berisi air bersih 2. Celupkan kain yang sudah dibatik ke ember yang berisi napthol 3. Setelah kain agak kering dimasukan pada bak selanjutnya yang berisi garam atau pembangkit warna. Gambar 10. Celup Napthol Gambar 11. Celup Garam Pembangkit 4. Cuci dengan air bersih dan keringkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur di tempat yang teduh setelah kering 5. Membatik atau menutup bagian yang dikehendaki tidak berwarna menggunakan lilin tembok Gambar 12. Menembok

6 6. Mewarna kedua dengan zat warna napthol, kemudian angkat dan tiriskan. Gambar 13. Mewarna kedua 7. Cuci dan keringkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur di tempat yang teduh 8. Nglorod atau menghilangkan lilin Menghilangkan lilin secara keseluruhan pada akhir proses pembuatan batik disebut mbabar, ngebyok, atau nglorod. Menghilangkan lilin secara keseluruhan ini dilakukan dalam air yang mendidih. Untuk mempermudah proses nglorod maka dalam air panas ditambahkan obat pembantu yaitu waterglass atau soda abu. Cara nglorod adalah kain yang sudah dibatik dibasahi terlebih dahulu kemudian dimasukkan dalam air mendidih yang sudah diberi obat pembantu. Setelah malamnya terlepas, kemudian diangkat dan langsung dicuci sampai bersih. Selanjutnya dijemur ditempat yang teduh tidak langsung kena sinar matahari. Gambar 14. Ngelorod D. Penyelesaian akhir Menghaluskan kain batik dengan cara disetrika Jahitlah pada bagian tepi taplak batik.

7 E. Hasil Karya Teknik Batik Tulis

8 DAFTAR PUSTAKA Endri S, Seni Membatik, Jakarta, PT Safir Alam, 1986 Hamzuri, Batik Klasik, Jakarta, Djabatan, 1931 Murtono Sri, Seni Budaya Dan Keterampilan Kelas 6 Sekolah Dasar, Bogor, Ghalia Indonesia, 2007 Nian S Djumena, Batik dan Mitra-Batik And Its Kind, Jakarta, Djabatan, 1990 Susanto SK, Sewan S Teks, Seni Kerajinan Batik Indonesia, Jakarta, Balai Penelitian Batik, 1974

Written by Anin Rumah Batik Friday, 20 December 2013 08:46 - Last Updated Friday, 20 December 2013 08:57

Written by Anin Rumah Batik Friday, 20 December 2013 08:46 - Last Updated Friday, 20 December 2013 08:57 Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama. 1) Ngemplong Ngemplong

Lebih terperinci

Membuat Tekstil Dengan Teknik Rekalatar

Membuat Tekstil Dengan Teknik Rekalatar MEMBUAT TEKSTIL DENGAN TEKNIK REKALATAR 87 Membuat Tekstil Dengan Teknik Rekalatar A. RINGKASAN Pada bab ini kita akan mempelajari cara membuat ragam hias dengan teknik rekalatar. Melalui kegiatan ini

Lebih terperinci

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN 35 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Metode Penciptaan Dalam penciptaan Tugas Akhir ini penulis mengambil judul APLIKASI TEKNIK BATIK TULIS DENGAN MOTIF RUMAH ADAT DAYAK KANAYATN PADA PEMBUATAN TAS

Lebih terperinci

LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL

LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL Disusun Oleh : Drs. Syamsudin, M. Sn. Ir. Sri Herlina, M.Si. PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari sumber sebagai berikut: a. Literatur Didapat dari macam-macam buku baik cetak maupun

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE BAB III BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan, mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2009. Penelitian bertempat di Pusat Batik Desa Jarum Kecamatan Bayat

Lebih terperinci

KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (Studi Deskriptif di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang)

KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (Studi Deskriptif di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang) KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (Studi Deskriptif di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang) Lina Indra Kartika Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Veteran Semarang Email : m300adsa@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PENGENALAN TEKNOLOGI DASAR (PTD)

PENGENALAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) Pengenalan Teknologi Dasar Kelas VII PENGENALAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) KELAS VII Disusun Oleh : BAB I PENGENALAN BATIK 1.1 DEFINISI BATIK Dari segi etimologi (bahasa), Batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENCIPTAAN. Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik

BAB III METODE PENCIPTAAN. Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik 43 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Konsep Berkarya Pada tugas akhir penciptaan berjudul Padi sebagai Sumber Ide Penciptaan Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik secara

Lebih terperinci

Bangga Menggunakan Batik Tulis. PROFIL PERUSAHAAN

Bangga Menggunakan Batik Tulis. PROFIL PERUSAHAAN UD. Oca Batik Madura adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan batik tulis yang sedang berkembang dan professional. UD. Oca Batik Madura merupakan salah satu perusahaan yang ikut

Lebih terperinci

STUDI DESAIN DAN MOTIF HIAS BATIK GAJAH OLING PRODUKSI SANGGAR BATIK SAYU WIWIT BANYUWANGI ARTIKEL ILMIAH OLEH MUTIARA ZEHAN NIM

STUDI DESAIN DAN MOTIF HIAS BATIK GAJAH OLING PRODUKSI SANGGAR BATIK SAYU WIWIT BANYUWANGI ARTIKEL ILMIAH OLEH MUTIARA ZEHAN NIM STUDI DESAIN DAN MOTIF HIAS BATIK GAJAH OLING PRODUKSI SANGGAR BATIK SAYU WIWIT BANYUWANGI ARTIKEL ILMIAH OLEH MUTIARA ZEHAN NIM 108251410709 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SENI DAN

Lebih terperinci

BATIK DARI INDONESIA

BATIK DARI INDONESIA BATIK DARI INDONESIA Disusun Oleh: Nama : Rissa Destyan Anindita NIM : 09.12.3519 Kelas : S1SI4K SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Abstrak Seni batik adalah sebuah

Lebih terperinci

4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT

4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT 4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT KRIYA TEKSTIL Kompetensi yang akan diperoleh setelah mempelajari bab ini adalah pemahaman tentang pengetahuan bahan dan alat kriya tekstil. Setelah mempelajari pengetahuan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan Pengembangan ragam hias batik Banten memiliki keterkaitan dengan lingkungan non fisik. Dimana ragam hias batik banten memiliki ciri khas dan nilainilai budaya

Lebih terperinci

WORKSHOP BATIK BAGI GURU DAN MASYARAKAT SEKITAR PESANTREN DARUL FIKRI 1. Oleh: Ismadi FBS UNY

WORKSHOP BATIK BAGI GURU DAN MASYARAKAT SEKITAR PESANTREN DARUL FIKRI 1. Oleh: Ismadi FBS UNY WORKSHOP BATIK BAGI GURU DAN MASYARAKAT SEKITAR PESANTREN DARUL FIKRI 1 Oleh: Ismadi FBS UNY A. Pengertian Batik Batik sebagai karya seni bangsa Indonesia sudah tidak disangsikan lagi. Merupakan salah

Lebih terperinci

HO-2 PROSES PEMBUATAN BATIK

HO-2 PROSES PEMBUATAN BATIK HO-2 PROSES PEMBUATAN BATIK Tentang Batik Cap ISTILAH BATIK (SII.0041-74) Cara pelekatan lilin batik Tulis Adalah bahan kain tekstil hasil pewarnaan menurut corakcorak khas Indonesia, dengan menggunakan

Lebih terperinci

Form Daftar Har. No. Nama Barang Harga (Rp) Kompor. Wajan. 12 Wajan khusus batik Wajan batik biasa Canting

Form Daftar Har. No. Nama Barang Harga (Rp) Kompor. Wajan. 12 Wajan khusus batik Wajan batik biasa Canting Form Daftar Har No. Nama Barang Harga (Rp) Kompor 1 Kompor Astoetik otomatis (New) + wajan 325,000 Kompor Astoetik standar 2 290,000 (alumunium) + wajan Kompor Astoetik standar 3 310,000 (tanah liat) +

Lebih terperinci

PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SEBAGAI BAHAN AJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 2 BATU

PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SEBAGAI BAHAN AJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 2 BATU 1 PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SEBAGAI BAHAN AJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 2 BATU Andini Kanthi Sarasaty Universitas Negeri Malang E-mail: dinysarasaty@gmail.com ABSTRAK: Penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Aan Sukmana, 2011 Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu

DAFTAR ISI. Aan Sukmana, 2011 Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i LEMBAR PERNYATAAN... ii ABSTRAK... iii KATA PENGANTAR... iv UCAPAN TERIMAKASIH... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... x DAFTAR BAGAN... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv

Lebih terperinci

TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO

TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO Voni Wijayanti, Hardiman, I Gusti Ngurah Sura Ardana Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja,

Lebih terperinci

BAB III RUANG LINGKUP KRIYA TEKSTIL. Tekstil Hias Latar A. Batik. 1. Deskripsi Batik 1.1. Sejarah Singkat Seni Batik

BAB III RUANG LINGKUP KRIYA TEKSTIL. Tekstil Hias Latar A. Batik. 1. Deskripsi Batik 1.1. Sejarah Singkat Seni Batik Teknik Batik BAB III RUANG LINGKUP KRIYA TEKSTIL Tekstil Hias Latar A. Batik 1. Deskripsi Batik 1.1. Sejarah Singkat Seni Batik Ada berbagai pendapat tentang asal-usul seni batik. Pengarangpengarang asing

Lebih terperinci

NOMOR 314 TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN

NOMOR 314 TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR 314 TAHUN 2013 PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI INDUSTRI PENGOLAHAN GOLONGAN POKOK INDUSTRI TEKSTIL GOLONGAN

Lebih terperinci

PEMBINAAN SENI BATIK TULIS BAGI SISWA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO V.

PEMBINAAN SENI BATIK TULIS BAGI SISWA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO V. Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PEMBINAAN SENI BATIK TULIS BAGI SISWA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO V. Kristanti Putri Laksmi Jurusan Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Surakarta Abstract

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL PPM PENYULUHAN KETRAMPILAN BATIK TULIS PADA KELOMPOK PKK DUSUN DERO KEPANJEN WEDOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA

LAPORAN HASIL PPM PENYULUHAN KETRAMPILAN BATIK TULIS PADA KELOMPOK PKK DUSUN DERO KEPANJEN WEDOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA LAPORAN HASIL PPM PENYULUHAN KETRAMPILAN BATIK TULIS PADA KELOMPOK PKK DUSUN DERO KEPANJEN WEDOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA Oleh: Drs. Mardiyatmo I Wayan Suardana, M,Sn Drs.Djoko Maruta Drs. Maraja Sitompul

Lebih terperinci

Teknik dasar BATIK TULIS

Teknik dasar BATIK TULIS Teknik dasar BATIK TULIS Bandung, November 2009 Pengertian Batik 1. Batik adalah karya seni rupa pada kain dengan pewarnaan rintang, yang menggunakan lilin batik sebagai perintang. Menurut konsensus Nasional

Lebih terperinci

NO HARI PERTEMUAN WAKTU PELAJARAN MATERI CATATAN

NO HARI PERTEMUAN WAKTU PELAJARAN MATERI CATATAN RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KETERAMPILAN MASYARAKAT (PKM) TAHUN 2012, BIDANG PEMBUATAN DESAIN BATIK DENGAN BAHAN PEWARNA ALAM & KIMIA, LEMBAGA KURSUS BATIK SIGER YAYASAN SARI TELADAN NO HARI

Lebih terperinci

BUNGA KERING DARI KULIT JAGUNG Menyulap Limbah Menjadi Hiasan Bernilai

BUNGA KERING DARI KULIT JAGUNG Menyulap Limbah Menjadi Hiasan Bernilai BUNGA KERING DARI KULIT JAGUNG Menyulap Limbah Menjadi Hiasan Bernilai Oleh : Widyabakti Sabatari, M.Sn Staf Pengajar di Jurusan PTBB Prodi Teknik Busana FT UNY Materi yang disampaikan dalam rangka memberi

Lebih terperinci

Alat dan Teknik Rekalatar Nusantara

Alat dan Teknik Rekalatar Nusantara ALAT DAN TEKNIK REKALATAR NUSANTARA 25 Alat dan Teknik Rekalatar Nusantara A. RINGKASAN Pada bab ini kita akan belajar tentang teknik rekalatar Nusantara dan beragam alatnya. Teknik rekalatar Nusantara

Lebih terperinci

SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2010 ISSN :

SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2010 ISSN : TEKNOLOGI PEMBUATAN BATIK KULIT KAYU JOMOK ( MORACEAE ) UNTUK PRODUK KERAJINAN Oleh : Eustasia Sri Murwati ABSTRAK Kulit kayu jomok dapat diproses menjadi lembaran kulit kayu yang tipis sampai ketebalan

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN DOKUMEN NEGARA UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kompetensi Keahlian : Desain dan Produksi Kria Tekstil Kode Soal : 4063 Alokasi

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora stylosa sebagai Pewarna Batik dalam Skala Pilot Plan

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora stylosa sebagai Pewarna Batik dalam Skala Pilot Plan BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan 1. Bahan Bahan yang Digunakan a. Buah mangrove jenis Rhizophora stylosa diperoleh dari daerah Pasar Banggi, Rembang b. Air diperoleh dari Laboratorium Aplikasi Teknik

Lebih terperinci

IKAN KOI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA DRESS CASUAL

IKAN KOI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA DRESS CASUAL Ikan Koi Sebagai... (Nurul Setyaningsih) 1 IKAN KOI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA DRESS CASUAL Oleh: Nurul Setyaningsih, Progam Studi Pendidikan Seni Kerajinan, Fakultas Bahasa dan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI, DESAIN DAN MANAJEMEN MELALUI PENERAPAN ECO EFICIENCY PADA KLASTER BATIK DI KABUPATEN SUKOHARJO

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI, DESAIN DAN MANAJEMEN MELALUI PENERAPAN ECO EFICIENCY PADA KLASTER BATIK DI KABUPATEN SUKOHARJO PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI, DESAIN DAN MANAJEMEN MELALUI PENERAPAN ECO EFICIENCY PADA KLASTER BATIK DI KABUPATEN SUKOHARJO Yayan Suherlan, R. Kunto Adi ) ) Staf Pengajar, Pusat Studi Pendampingan Koperasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diupayakan langkah-langkah ke arah peningkatan kualitas pendidikan, dari mulai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diupayakan langkah-langkah ke arah peningkatan kualitas pendidikan, dari mulai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat dominan dalam menunjang keberhasilan pembangunan Bangsa dan Negara. Oleh karena itu perlu diupayakan langkah-langkah

Lebih terperinci

PELESTARIAN BUDAYA BANGSA INDONESIA MELALUI PRODUK BATIK Oleh : Nanie Asri Yuliati PTBB FT UNY

PELESTARIAN BUDAYA BANGSA INDONESIA MELALUI PRODUK BATIK Oleh : Nanie Asri Yuliati PTBB FT UNY PELESTARIAN BUDAYA BANGSA INDONESIA MELALUI PRODUK BATIK Oleh : Nanie Asri Yuliati PTBB FT UNY ABSTRAK Batik adalah seni kerajinan yang perlu dilestarikan kebaradaannya karena merupakan salah satu budaya

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. Dari segi peristilahan, kata potensi berasal dari bahasa Inggris to patent yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. Dari segi peristilahan, kata potensi berasal dari bahasa Inggris to patent yang BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Potensi Dari segi peristilahan, kata potensi berasal dari bahasa Inggris to patent yang berarti keras, kuat. Dalam pemahaman

Lebih terperinci

IbM PELATIHAN KETRAMPILAN MEMBUAT BATIK PROBOLINGGO DIHIASI PAYET DI JREBENG KULON

IbM PELATIHAN KETRAMPILAN MEMBUAT BATIK PROBOLINGGO DIHIASI PAYET DI JREBENG KULON IbM PELATIHAN KETRAMPILAN MEMBUAT BATIK PROBOLINGGO DIHIASI PAYET DI JREBENG KULON 1 Suryaningsih, 2 Febry Chrisdanty Abstrak Salah satu bentuk budaya yang saat ini sedang berkembang cukup pesat di Probolinggo

Lebih terperinci

BISNIS BATIK ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Mata Kuliah Lingkungan Bisnis : AKHMAD DAHLAN NIM :

BISNIS BATIK ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Mata Kuliah Lingkungan Bisnis : AKHMAD DAHLAN NIM : BISNIS BATIK ONLINE Mata Kuliah Lingkungan Bisnis NAMA KELAS : AKHMAD DAHLAN : 11-S1TI-01 NIM : 11.11.4658 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 ABSTRAK Seiring dengan perkembangan batik yang ada di Indonesia,

Lebih terperinci

BISNIS USAHA BATIK. : Nurrochim Kelas : NIM : Mata Kuliah : Lingkungan Bisnis

BISNIS USAHA BATIK. : Nurrochim Kelas : NIM : Mata Kuliah : Lingkungan Bisnis BISNIS USAHA BATIK Nama : Nurrochim Kelas : 10.12.4579 NIM : 10.12.4579 Mata Kuliah : Lingkungan Bisnis STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2 April 2011 Abtrak Indonesia memiliki berbagai variasi batik, salah satunya

Lebih terperinci

ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK

ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK PENCIPTAAN Oleh: Agustino Mahfudh NIM : 0711401022 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 KRIYA SENI JURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH BIDANG PENDIDIKAN DASAR

PANDUAN LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH BIDANG PENDIDIKAN DASAR PANDUAN LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH BIDANG PENDIDIKAN DASAR KATA PENGANTAR Dalam upaya meningkatkan pembinaan dan pengembangan

Lebih terperinci

Jurnal Khasanah Ilmu - Volume 7 No khasanah.bsi.ac.id

Jurnal Khasanah Ilmu - Volume 7 No khasanah.bsi.ac.id Pembuatan Batik Tulis Dengan Pewarna Alam Untuk Busana Bagi Anggota PKK Dan Karang Taruna, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta R. Jati Nurcahyo, Yulianto AKPAR BSI Yogyakarta jt.jno@bsi.ac.id, yulianto.ylt@bsi.ac.id

Lebih terperinci

Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara

Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara Tri Atmojo: Penciptaan Batik Melayu 90 Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara Wahyu Tri Atmojo Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar Psr. V Medan 20221

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TAHUN 2016

PETUNJUK TEKNIS LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS LOMBA CIPTA SENI PELAJAR NASIONAL TAHUN 2016 DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

Keyword: Batik Tulis, Plupuh, Sragen

Keyword: Batik Tulis, Plupuh, Sragen STUDI BATIK TULIS (Kasus di Perusahaan Batik Ismoyo Dukuh Butuh Desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen) Encus Dyah Ayoe Moerniwati Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

Berbagai Bentuk Energi dan Penggunaannya

Berbagai Bentuk Energi dan Penggunaannya Berbagai Bentuk Energi dan Penggunaannya Matahari merupakan sumber energi panas ciptaan Tuhan YME yang sangat bermanfaat bagi manusia. Berbagai proses pengeringan memanfaatkan panas matahari yang dapat

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK DI SMP TERBUKA 1 TARUB KABUPATEN TEGAL

PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK DI SMP TERBUKA 1 TARUB KABUPATEN TEGAL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK DI SMP TERBUKA 1 TARUB KABUPATEN TEGAL skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa oleh Nur Alfi

Lebih terperinci

APLIKASI ORNAMEN KHAS MALUKU UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK Application of Maluku s Ethnic Ornaments for Development Batik Design

APLIKASI ORNAMEN KHAS MALUKU UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK Application of Maluku s Ethnic Ornaments for Development Batik Design 21 APLIKASI ORNAMEN KHAS MALUKU UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK Application of Maluku s Ethnic Ornaments for Development Batik Design Masiswo dan Vivin Atika Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jl.Kusumanegara

Lebih terperinci

PENGGUNAAN RUANG PADA USAHA BATIK TULIS DI KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO

PENGGUNAAN RUANG PADA USAHA BATIK TULIS DI KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO PENGGUNAAN RUANG PADA USAHA BATIK TULIS DI KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO Irma Fitriyani, Prof. Ir. Antariksa, MEng.,Ph.D, Dr. Lisa Dwi Wulandari, ST., MT Program Magister Teknik Arsitektur Lingkungan Binaan

Lebih terperinci

Kajian Batik Tulis Riau

Kajian Batik Tulis Riau Kajian Batik Tulis Riau Oleh : Ria Enita Program Studi Kriya Tekstil dan Mode, Universitas Telkom ABSTRAK Batik tulis adalah seni melukis yang di lakukan di atas kain dengan menggunakan lilin atau malam

Lebih terperinci

ANALISIS TINDAK LANJUT HASIL BELAJAR MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP N 2 SLEMAN BERDASARKAN PENILAIAN MASYARAKAT INDUSTRI BATIK GIRILOYO SKRIPSI

ANALISIS TINDAK LANJUT HASIL BELAJAR MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP N 2 SLEMAN BERDASARKAN PENILAIAN MASYARAKAT INDUSTRI BATIK GIRILOYO SKRIPSI ANALISIS TINDAK LANJUT HASIL BELAJAR MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP N 2 SLEMAN BERDASARKAN PENILAIAN MASYARAKAT INDUSTRI BATIK GIRILOYO SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

Dian Ramadhania, Kasmudjo, Panji Probo S. Bagian Teknologi Hasil Hutan,Fakultas Kehutanan, UGM Jl. Agro No : 1 Bulaksumur Yogyakarta.

Dian Ramadhania, Kasmudjo, Panji Probo S. Bagian Teknologi Hasil Hutan,Fakultas Kehutanan, UGM Jl. Agro No : 1 Bulaksumur Yogyakarta. PENGARUH PERBEDAAN CARA EKSTRAKSI dan BAHAN FIKSASI BAHAN PEWARNA LIMBAH SERBUK KAYU MAHONI (Swietenia macrophylla King.) TERHADAP KUALITAS PEWARNAAN BATIK Dian Ramadhania, Kasmudjo, Panji Probo S Bagian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM BATIK DAN MUSEUM

BAB II TINJAUAN UMUM BATIK DAN MUSEUM BAB II TINJAUAN UMUM BATIK DAN MUSEUM II.1. Tinjauan Umum Batik Permulaan abad ke-13, seni batik hanya dibuat dalam lingkungan Kraton dan digemari oleh para Puteri Kraton. Pada abad ke 15, seni batik mendapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Batik merupakan karya seni yang bernilai tinggi warisan dari nenek moyang Indonesia dan menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang telah diakui Dunia yang

Lebih terperinci

Penggunaan Natrium Silikat pada Proses Pelorodan Batik Terhadap Pelepasan Lilin dan Kekuatan Tarik Kain

Penggunaan Natrium Silikat pada Proses Pelorodan Batik Terhadap Pelepasan Lilin dan Kekuatan Tarik Kain Penggunaan Natrium Silikat pada Proses Batik Terhadap Pelepasan Lilin dan Kekuatan Tarik Kain Dwi Suheryanto Balai Besar Kerajinan dan Batik Badan Penelitian Kebijkan Iklim dan Mutu Industri - Kementrian

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MOTIF GURDHA DALAM KEBAYA MODIFIKASI

PENGEMBANGAN MOTIF GURDHA DALAM KEBAYA MODIFIKASI PENGEMBANGAN MOTIF GURDHA DALAM KEBAYA MODIFIKASI PENCIPTAAN Niken Utami TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 KRIYA SENI JURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2014 i PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

KERAJINAN BATIK TULIS MADURA KARYA HAJI SADILI DI DESA PAGENDINGAN KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN. Deka Perdana Putra

KERAJINAN BATIK TULIS MADURA KARYA HAJI SADILI DI DESA PAGENDINGAN KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN. Deka Perdana Putra KERAJINAN BATIK TULIS MADURA KARYA HAJI SADILI DI DESA PAGENDINGAN KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Deka Perdana Putra Prodi S1 Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Mata kuliah Kriya Tekstil dan Batik III ini merupakan mata kuliah lanjutan dari Kriya

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Mata kuliah Kriya Tekstil dan Batik III ini merupakan mata kuliah lanjutan dari Kriya BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Mata Kuliah Kriya Tekstil dan Batik III Mata kuliah Kriya Tekstil dan Batik III ini merupakan mata kuliah lanjutan dari Kriya Tekstil dan Batik II. Mata kuliah Kriya Tekstil

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Perkembangan perekonomian di era globalisasi sekarang ini, sangat ketat dan

BAB 1 PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Perkembangan perekonomian di era globalisasi sekarang ini, sangat ketat dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Perkembangan perekonomian di era globalisasi sekarang ini, sangat ketat dan pesat, dalam hal persaingan. Hal ini mendorong perusahaan, baik dari perusahaan besar, menengah,

Lebih terperinci

IbM BUSINESS DEVELOPMENT BATIK THE AREA IN THE VILLAGE KLAKAH DISTRICT LUMAJANG. Ninik Lukiana. Abstrak

IbM BUSINESS DEVELOPMENT BATIK THE AREA IN THE VILLAGE KLAKAH DISTRICT LUMAJANG. Ninik Lukiana. Abstrak IbM PENGEMBANGAN USAHA BATIK DAERAH DI DESA KLAKAH KABUPATEN LUMAJANG IbM BUSINESS DEVELOPMENT BATIK THE AREA IN THE VILLAGE KLAKAH DISTRICT LUMAJANG Ninik Lukiana Pogram Studi Manajemen, STIE Widya Gama

Lebih terperinci

BURUNG ELANG JAWA SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA BLAZER WANITA USIA REMAJA

BURUNG ELANG JAWA SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA BLAZER WANITA USIA REMAJA Burung Elang Jawa... (Aghnia Dalila Azizah) 1 BURUNG ELANG JAWA SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF BATIK TULIS PADA BLAZER WANITA USIA REMAJA JAVAN HAWK-EAGLE THE CORE IDEA IN THE CREATION OF WRITTEN BATIK

Lebih terperinci

PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA SANTAI WISATA TELUK PENYU THE CREATION OF A RELAXED FASHION MOTIF FOR TOURISM TELUK PENYU

PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA SANTAI WISATA TELUK PENYU THE CREATION OF A RELAXED FASHION MOTIF FOR TOURISM TELUK PENYU Teluk Penyu Kabupaten Cilacap (Bayu Yudistira) 1 PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA SANTAI WISATA TELUK PENYU THE CREATION OF A RELAXED FASHION MOTIF FOR TOURISM TELUK PENYU Oleh: Bayu Yudistira, Program

Lebih terperinci

MAKNA FILOSOFI BATIK Sugiyem Jurusan PTBB FT UNY

MAKNA FILOSOFI BATIK Sugiyem Jurusan PTBB FT UNY MAKNA FILOSOFI BATIK Sugiyem Jurusan PTBB FT UNY PENDAHULUAN Kain batik yang diidentikkan sebagai kain Nusantara kini berkembang menjadi industri modern. Konsekuensi dari masuknya batik ke dalam industri

Lebih terperinci

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Fiksasi dalam Pemanfaatan Daun Jati (Tectona grandis Linn.f ) sebagai Bahan Pewarna Alami Batik

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Fiksasi dalam Pemanfaatan Daun Jati (Tectona grandis Linn.f ) sebagai Bahan Pewarna Alami Batik Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Fiksasi dalam Pemanfaatan Daun Jati (Tectona grandis Linn.f ) sebagai Bahan Pewarna Alami Batik Beauty Suestining Diyah D. *), Susinggih Wijana,Danang Priambodho Jurusan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KERAJINAN BATIK SUKAPURA DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SUKARAJA KEBUPATEN TASIKMALAYA

PERKEMBANGAN KERAJINAN BATIK SUKAPURA DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SUKARAJA KEBUPATEN TASIKMALAYA PERKEMBANGAN KERAJINAN BATIK SUKAPURA DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SUKARAJA KEBUPATEN TASIKMALAYA Intan Meilansari Ningrat Roswandi (intan.meilansari@yahoo.com) H. Nedi Sunaedi, Drs, M.Si (nedi_pdil@yahoo.com)

Lebih terperinci

TEKNIK EKSPLORASI ZAT PEWARNA ALAM DARI TANAMAN DI SEKITAR KITA UNTUK PENCELUPAN BAHAN TEKSTIL Noor Fitrihana,ST Jurusan PKK FT UNY

TEKNIK EKSPLORASI ZAT PEWARNA ALAM DARI TANAMAN DI SEKITAR KITA UNTUK PENCELUPAN BAHAN TEKSTIL Noor Fitrihana,ST Jurusan PKK FT UNY TEKNIK EKSPLORASI ZAT PEWARNA ALAM DARI TANAMAN DI SEKITAR KITA UNTUK PENCELUPAN BAHAN TEKSTIL Noor Fitrihana,ST Jurusan PKK FT UNY Pendahuluan Menurut sumber diperolehnya zat warna tekstil digolongkan

Lebih terperinci

Sablon MUDAH. Mendesain membuat. Kain Kertas Besi lastik. Kain Kertas Besi Plastik. Kain Kertas Besi Plastik. Kain Kertas Besi Plastik

Sablon MUDAH. Mendesain membuat. Kain Kertas Besi lastik. Kain Kertas Besi Plastik. Kain Kertas Besi Plastik. Kain Kertas Besi Plastik lastik MUDAH & Mendesain membuat Sablon Desa Sambirejo, Kec. Bringin, Kab. Semarang www.kampungbudaya.co.cc L angkah menya BLON 1. Menyiapkan bahan dan peralatan 2. Membuat Film Negatif (Gambar di kertas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun melembaga khususnya di Kota Yogyakarta. Pada masa kini istilah batik telah meluas dan mewahana ke berbagai

BAB I PENDAHULUAN. maupun melembaga khususnya di Kota Yogyakarta. Pada masa kini istilah batik telah meluas dan mewahana ke berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batik merupakan tradisi penduduk Indonesia yang berkembang sejak masa lalu. Selama berabad-abad kehadirannya dalam pelataran budaya bangsa, pesona batik telah memperoleh

Lebih terperinci

A. Pembelajaran Keterampilan

A. Pembelajaran Keterampilan BAB II PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BATIK TULIS BAGI PESERTA DIDIK TUNARUNGU A. Pembelajaran Keterampilan 1. Pengertian Pembelajaran Nasution (Suryosubroto, 2009:15) menyatakan bahwa mengajar merupakan suatu

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KARYA ILMIAH ULASAN ILMIAH HASIL GAGASAN SENDIRI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Oleh: Dra. Aisyah Jafar M.M Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan LEMBAGA PENJAMINAN

Lebih terperinci

Written by Anin Rumah Batik Tuesday, 06 November :59 - Last Updated Tuesday, 06 November :10

Written by Anin Rumah Batik Tuesday, 06 November :59 - Last Updated Tuesday, 06 November :10 Pada awalnya batik dibuat di atas bahan berwarna putih yang dibuat dari kapas (kain mori). Sekarang ini semakin berkembang dengan bahan-bahan semacam sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya.

Lebih terperinci

PENELITIAN POTENSI PENCEMARAN DARI 41 INDUSTRI BATIK DI KLASTER BATIK SRAGEN

PENELITIAN POTENSI PENCEMARAN DARI 41 INDUSTRI BATIK DI KLASTER BATIK SRAGEN Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 PENELITIAN POTENSI PENCEMARAN DARI 41 INDUSTRI BATIK DI KLASTER BATIK SRAGEN

Lebih terperinci

PEMANFAATAN EKSTRAK WARNA DAUN ALPUKAT SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAM (ZPA) TEKSTIL PADA KAIN SUTERA

PEMANFAATAN EKSTRAK WARNA DAUN ALPUKAT SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAM (ZPA) TEKSTIL PADA KAIN SUTERA PEMANFAATAN EKSTRAK WARNA DAUN ALPUKAT SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAM (ZPA) TEKSTIL PADA KAIN SUTERA Oleh: Widihastuti Staf Pengajar Prodi Teknik Busana FT UNY widihastuti@uny.ac.id Pendahuluan Tanaman alpukat

Lebih terperinci

KAJIAN BATIK TULIS DI RUMAH INDUSTRI RETNO MULYO BAYAT KLATEN

KAJIAN BATIK TULIS DI RUMAH INDUSTRI RETNO MULYO BAYAT KLATEN KAJIAN BATIK TULIS DI RUMAH INDUSTRI RETNO MULYO BAYAT KLATEN SKRIPSI Oleh: DENNY EKO NUR PRAMBUDY K3206018 PENDIDIKAN SENI RUPA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DAUN JATI DAN PELOPAH PISANG PADA PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP KAIN KATUN

DAUN JATI DAN PELOPAH PISANG PADA PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP KAIN KATUN DAUN JATI DAN PELOPAH PISANG PADA PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP KAIN KATUN Sulistiami, S.Pd., M.Pd. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Abstract Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

PENYAMAKAN KULIT BULU DOMBA DENGAN METODE KHROM DALAM UPAYA PEMANFAATAN HASIL SAMPING PEMOTONGAN TERNAK

PENYAMAKAN KULIT BULU DOMBA DENGAN METODE KHROM DALAM UPAYA PEMANFAATAN HASIL SAMPING PEMOTONGAN TERNAK PENYAMAKAN KULIT BULU DOMBA DENGAN METODE KHROM DALAM UPAYA PEMANFAATAN HASIL SAMPING PEMOTONGAN TERNAK ZULQOYAH LAYLA DAN SITI AMINAH Balai Penelitian Ternak, PO Box 221 Bogor RINGKASAN Kulit mentah diantaranya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daerah atau suku- suku yang telah membudaya berabad- abad. Berbagai ragam

BAB I PENDAHULUAN. daerah atau suku- suku yang telah membudaya berabad- abad. Berbagai ragam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ragam hias di Indonesia merupakan kesatuan dari pola- pola ragam hias daerah atau suku- suku yang telah membudaya berabad- abad. Berbagai ragam hias yang ada

Lebih terperinci

ANALISIS KERAJINAN BATIK TULIS PRODUKSI BERKAH LESTARI GIRILOYO, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL

ANALISIS KERAJINAN BATIK TULIS PRODUKSI BERKAH LESTARI GIRILOYO, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL ANALISIS KERAJINAN BATIK TULIS PRODUKSI BERKAH LESTARI GIRILOYO, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MELESTARIKAN BATIK PRING DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN

PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MELESTARIKAN BATIK PRING DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MELESTARIKAN BATIK PRING DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN THE ROLES OF GOVERNMENT AND SOCIETY IN PRESERVING BATIK PRING IN SIDOMUKTI VILLAGE

Lebih terperinci

BATIK SITUBONDO DI DESA SELOWOGO KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO

BATIK SITUBONDO DI DESA SELOWOGO KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO BATIK SITUBONDO DI DESA SELOWOGO KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO Rochman Kifrizyah, Drs. Agus Sudarmawan, M.Pd, Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn, M.Ds Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

Ø CARA MEMBUAT KERTAS DAUR ULANG. Bahan bahan : 1. Koran bekas / kertas bekas. 2. Air. 3. Lem kayu. DAUR ULANG KERTAS di SMKN 12 MALANG

Ø CARA MEMBUAT KERTAS DAUR ULANG. Bahan bahan : 1. Koran bekas / kertas bekas. 2. Air. 3. Lem kayu. DAUR ULANG KERTAS di SMKN 12 MALANG Kertas merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam kegiatan sehari-hari, sehingga pemakaian kertas setiap harinya berjumlah sangat besar. Begitu pula di SMKN 12 Malang, pemakaian kertas terebut seperti

Lebih terperinci

BUNGA LILI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF PADA BATIK BAHAN SANDANG TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS)

BUNGA LILI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF PADA BATIK BAHAN SANDANG TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS) BUNGA LILI SEBAGAI IDE DASAR PENCIPTAAN MOTIF PADA BATIK BAHAN SANDANG TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS) Diajukan pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat, sehingga persaingan bisnis antar perusahaan pun juga semakin

BAB I PENDAHULUAN. pesat, sehingga persaingan bisnis antar perusahaan pun juga semakin BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan dunia usaha pada jaman sekarang ini semakin pesat, sehingga persaingan bisnis antar perusahaan pun juga semakin ketat. Persaingan itu dilakukan

Lebih terperinci

Tabel I.1 Data Kecelakaan Kerja di Rumah Batik Komar. (Sumber : Rumah Batik Komar) Kecelakaan kerja Dampak Frekuensi

Tabel I.1 Data Kecelakaan Kerja di Rumah Batik Komar. (Sumber : Rumah Batik Komar) Kecelakaan kerja Dampak Frekuensi BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi, atau dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan karyawan atau pekerja lainnya termasuk

Lebih terperinci

Maulana Achmadi, Lisna Pekerti, Rizky Musfiati, Siti Juwariyah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Maulana Achmadi, Lisna Pekerti, Rizky Musfiati, Siti Juwariyah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin PKMK-2-9-2 PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGRAJIN KAIN SASIRANGAN DI KELURAHAN SEBERANG MESJID KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH KOTA BANJARMASIN DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU DAN KUALITAS SASIRANGAN Maulana Achmadi,

Lebih terperinci

KRIYA TEKSTIL SMK. Budiyono dkk

KRIYA TEKSTIL SMK. Budiyono dkk Budiyono dkk KRIYA TEKSTIL SMK JILID 1 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Departemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan bumi pertiwi terkenal di mata internasional. Tidak terlepas oleh pakaian adat dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan etimologi, Blora berasal dari kata lorah, masyarakat setempat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan etimologi, Blora berasal dari kata lorah, masyarakat setempat BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kota Blora Berdasarkan etimologi, Blora berasal dari kata lorah, masyarakat setempat sering menyebut Bloten atau Blora. Informasi lain menyatakan, bahkan kata

Lebih terperinci

MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN

MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN Standar Unit Kompetensi: Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa mampu mengolah ikan teri asin kering yang berkualitas dan higienis. Indikator Keberhasilan: Mutu ikan

Lebih terperinci

BAB II DATA DAN ANALISA. Industri Kerajinan&Batik, tahun 1997.

BAB II DATA DAN ANALISA. Industri Kerajinan&Batik, tahun 1997. BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Data Literatur 2.1.1 Buku : Batik : Pengaruh Zaman dan Lingkungan, H. Santosa Doellah, tahun 2002. Katolog Batik Nusantara, Balai Besar Penelitian&Pengembangan Industri Kerajinan&Batik,

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK DI KAWASAN SENTRA BATIK LAWEYAN SOLO SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK DI KAWASAN SENTRA BATIK LAWEYAN SOLO SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK DI KAWASAN SENTRA BATIK LAWEYAN SOLO SKRIPSI Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Oleh

Lebih terperinci

Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran

Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran Tuesday, 22 September 2009 21:05 Last Updated Tuesday, 22 September 2009 21:14 Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran Berbagai macam hidangan disajikan di Hari Raya Lebaran, tidak ketinggalan

Lebih terperinci

REKAYASA PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KHAS MELAYU Development Engineering of Unique Design Motif Batik Melayu

REKAYASA PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KHAS MELAYU Development Engineering of Unique Design Motif Batik Melayu 67 REKAYASA PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KHAS MELAYU Development Engineering of Unique Design Motif Batik Melayu Eustasia Sri Murwati dan Masiswo Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jl.Kusumanegara No.7

Lebih terperinci

PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP NEGERI 1 SANDEN BANTUL SKRIPSI

PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP NEGERI 1 SANDEN BANTUL SKRIPSI PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL MEMBATIK DI SMP NEGERI 1 SANDEN BANTUL SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS CUCI TANGAN MEDIS N0 PROSEDUR TINDAKAN NILAI 1 Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan 2 Melepas semua perhiasan yang menempel di tangan dan lengan 3 Membasahi kedua belah tangan dengan air mengalir 4 Memberi

Lebih terperinci

BAB 1 SEJARAH BATIK DI INDONESIA

BAB 1 SEJARAH BATIK DI INDONESIA BAB 1 SEJARAH BATIK DI INDONESIA Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik

Lebih terperinci

KREATIVITAS SENI LUKIS BATIK KARYA SISWA XI IPS 1 SMA NEGERI 1 GODEAN SKRIPSI

KREATIVITAS SENI LUKIS BATIK KARYA SISWA XI IPS 1 SMA NEGERI 1 GODEAN SKRIPSI KREATIVITAS SENI LUKIS BATIK KARYA SISWA XI IPS 1 SMA NEGERI 1 GODEAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh

Lebih terperinci

PERAN EDUKASI MUSEUM MUSEUM BATIK DI PEKALONGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BATIK 1

PERAN EDUKASI MUSEUM MUSEUM BATIK DI PEKALONGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BATIK 1 PERAN EDUKASI MUSEUM MUSEUM BATIK DI PEKALONGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BATIK 1 Zahir Widadi, M.Hum Program kekhususan Museologi Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Lebih terperinci

Ragam Hias Kain Celup Ikat

Ragam Hias Kain Celup Ikat RAGAM HIAS KAIN CELUP IKAT 57 Ragam Hias Kain Celup Ikat A. RINGKASAN Pada bab ini kita akan mempelajari asal usul kain yang menggunakan teknik celup ikat, jenis ragam hias, serta daerah penghasil kain

Lebih terperinci

Pengaruh Konsentrasi Natrium Silika Pada Proses Pelorodan Kain Batik Sutera

Pengaruh Konsentrasi Natrium Silika Pada Proses Pelorodan Kain Batik Sutera Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan ISSN 1693 4393 Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia Yogyakarta, 22 Februari 2011 Pengaruh Konsentrasi Natrium Silika

Lebih terperinci