Peran Mediasi Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik Dan Kemudahan Penggunaan Pada Pengaruh Task -Technology Fit

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. mengalami peningkatan yang sangat besar. Berbagai alasan yang menjadi dasar

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

BAB V PENUTUP. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh persepsi

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan ini meliputi beberapa sub bab yaitu 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang berkualitas merupakan informasi yang strategis untuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian...

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rahmat Rizkiyanto

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dalam setahun terakhir tercatat lebih dari 73 coffee shop tumbuh berkembang

PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN WONOGIRI

BAB 1 PENDAHULUAN. (Handayani, 2010 dalam Ratnaningsih, 2014). Teknologi informasi merupakan

BAB I PENDAHULUAN. salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bisnis.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. untuk membiayai berbagai keperluan pemerintah dan pembangunan, antara

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. (hardware) dan perangkat lunak (software) memberikan kekuatan untuk mengelola

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Kab. Sleman yang mengalami juga perkembangan pesat adalah distro. Berdasarkan

PENGARUH PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SISKA) TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL DENGAN KEGUNAAN PERSEPSIAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BAGI GURU DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

ADOPSI TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA PADA PELAKU UMKM AGRIBISNIS DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI KABUPATEN SLEMAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model The Theory of

PENGUJIAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) ATAS KEINGINAN WAJIB PAJAK UNTUK MENGGUNAKAN E-SPT PPN 1107

BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. waktu (fast), tepat guna (accurate), dan tepat sasaran (relevant), (Maharsi, 2000). Informasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Diterima: 9 Mei Disetujui: 26 Juni Dipublikasikan: September 2010

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjabarkan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah,

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber: Techinasia, (2014) 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu

Nama : Lilis Sulistyani : C4C005268

ANALISIS AWAL PENERIMAAN APLIKASI E-KRS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM)

BAB I PENDAHULUAN. memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab tinjauan pustaka ini terdiri dari dua Sub Bab yaitu Sub Bab 2.1 Landasan

BAB I PENDAHULUAN. dapat dipungkiri merupakan suatu kebutuhan yang penting dan tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. mengambil keputusan yang tepat, Tata Sutabri (2004:6). Informasi yang bersifat

yang memepengaruhi penerimaan sebuah sistem yang diaplikasikan. Seperti Sistem Informasi yang dapat diakses di luar kampus, peningkatan produktifitas

PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI KEMANFAATAN TERHADAP PENGGUNAAN YOUTUBE DENGAN PENDEKATAN TAM

PENGARUH EFEKTIVITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN, DAN KESESUAIAN TUGAS PADA KINERJA KARYAWAN

BAB I PENDAHULUAN. Era perkembangan informasi saat ini berkembang sangat pesat seiring

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kinerja karyawan secara individual serta diharapkan akan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. memprediksi dan menjelaskan bagaimana pengguna teknologi menerima dan

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penilitian terdahulu mengenai technology acceptance model dan situs jejaring

Antika Larasati, Nurul Hiron, Aldy Putra Aldya. Fakultas Teknik Informatika, Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Bab II. Telah Pustaka dan Pengembangan Model.

Penggunaan teknologi komputer dalam penyelesaian tugas operasional perusahaan dapat dijelaskan dari elemen kemanusiaan yang berada di belakang pemanfa

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan program studi strata I pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

PENGARUH KESESUAIAN TUGAS-TEKNOLOGI, KEAHLIAN PENGGUNA, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN

BAB I PENDAHULUAN. manual (kertas). Pengumpulan data secara manual dapat mengurangi

BAB I PENDAHULUAN. agar mampu mencapai tujuannya secara efektif dan efisien (Muhson, 2009).

PENGARUH PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERPADU (SIKADU) TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL DENGAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. yang terjadi dalam tiga babak yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Model-Model User Acceptance

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA

Page 1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 8 Februari 2014 ISSN : PENGUKURAN KEPUASAN

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

EVALUASI KESIAPAN PENGGUNA DALAM ADOPSI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI DI BIDANG AKADEMIK PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN METODE HOT FIT MUHAMMAD NASIR

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya, seperti

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang

BAB I PENDAHULUAN. individu dikarenakan faktor-faktor, seperti sikap individu, norma-norma

BAB I PENDAHULUAN. serta fasilitator dalam keberhasilan pembangunan (Handayani, 2007). Adanya

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KINERJA INDIVIDUAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN MODEL EVALUASI PRILAKU PENGGUNA TEKNOLOGI INFORMASI

Nurul Laksmiyati, Wahyu Meiranto 1. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk pengembangan sistem informasi (Venkatest et al, 2003).

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menggunakan perangkat mobile serta jaringan nirkabel (Ayo et al., 2007). Jonker

ARFIAN RIBUT SUDARSONO

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM

di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi dan aktivitas orang yang

ANALISIS KESIAPAN DAN PENERIMAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA INDIVIDU

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Teknologi informasi (TI) telah menjadi faktor penting dalam keberhasilan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan bagian pegawainya

Kajian Mengenai Penerimaan Teknologi dan Informasi Menggunakan Technology Accaptance Model (TAM)

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Penggunaan

Fitri Imandari Endang Siti Astuti Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat

BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI. library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan sistem informasi suatu perusahaan khususnya pasar swalayan, memberikan dorongan pemakai memanfaatkan teknologi.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini menjadikan internet sebagai bagian penting

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2012 (SNATI 2012) ISSN: Yogyakarta, Juni 2012

Transkripsi:

Peran Mediasi Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik Dan Kemudahan Penggunaan Pada Pengaruh Task -Technology Fit Terhadap Kinerja Individual (Studi Empiris Di Universitas Mercu Buana Yogyakarta) Djaelani Susanto 1, Management Department Universitas Muhammadiyah Yogyakarta djaelanisusanto@gmail.com Siswoyo Haryono, Management Department Universitas Muhammadiyah Yogyakarta profsis90@yahoo.com Fauziyah 3 Management Department Universitas Muhammadiyah Yogyakarta fauziyah@umy.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji:1) Pengaruh Task Technology Fit terhadap kinerja Induvidual, 2) Pengaruh Task Technology Fit terhadap intensitas pemanfaatan SIA, 3) Pengaruh Intensitas Intensitas Pemanfaatan SIA terhadap kinerja individual, 4) Pengaruh intensitas Pemanfaatan SIA terhadap kemudahan penggunaan, 5) Pengaruh Kemudahan Penggunaan terhadap Kinerja Induvidual, 6) Pengaruh kemudahan penggunaan sebagai pemediasi antara pemanfaatan sistem informasi akademik terhadap kinerja induvidual. Responden pada penelitian ini yaitu para Dosen dan Karyawan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan diperoleh responden sebanyak 113 orang responden. Penelitian ini menggunakan model survei dan metode purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teknik analisis Structural Eequation Modelling dengan LISREL sebagai alat analisis. Dari hasil pengujian data pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa: 1) Task Technology Fit memiliki pengaruh terhadap Kinerja Induvidual, 2) Task Technology Fit memiliki pengaruh terhadap Intensitas Pemanfaatan SIA, 3) Intensitas Pemanfaatan SIA memiliki pengaruh terhadap Kinerja Induvidual melalui kemudahan penggunaan, 4)Intensitas Pemanfaatan SIA memiliki pengaruh terhadap Kemudahan Penggunaan, 5) Kemudahan Penggunaan memiliki pengaruh terhadap Kinerja Induvidual. Kata Kunci: Task Technology Fit, Kinerja Karyawan, Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik (SIA), Kemudahan Pengguanaan.

PENDAHULUAN Pada saat ini teknologi informasi telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal ini juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat global. Dimana banyak aspek-aspek kepentingan sebagai dasar dalam membuat suatu pertimbangan, mulai dari hanya gaya hidup, pelengkap hingga dijadikan sebagai perangkat dan sebagai sarana yang sangat penting. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh setiap individu saja melainkan kondisi ini juga dialami organisasi pada lingkup global. Teknologi informasi tidak hanya dimanfaatkan di lingkup industri yang berbasis sektor bisnis melainkan juga pada sektor publik. Dalam hal ini penggunaan sistem teknologi informasi pada industri sektor publik banyak temui pada instansi-intansi pendidikan seperti perguruan tinggi. Teknologi sistem informasi sangat penting bagi lembaga perguruan tinggi untuk menunjang segala bentuk aspek sarana dan prasarana selama proses akademik. Selain itu dengan memanfaatan teknologi informasi akan semakin meningkatkan efektivitas, efisiensi maupun produktivitas lembaga perguruan tinggi tersebut. Sebelum dilakukannya pengadopsian sistem informasi akademik di suatu instansi, sangat penting untuk memperhatikan beberapa aspek yang menentukan efektifnya pemanfaatan sistem informasi akademik tersebut. Dalam hal ini, aspek-aspek yang dimaksud terkait dengan task technology fit dan kemudahan penggunaan. Dimana task technology fit diartikan sebagai kesesuaian tugas yang di jalankan oleh individu dengan sistem informasi akademik yang akan diadopsi. Selain itu juga sistem informasi akademik tersebut harus mudah untuk operasikan oleh setiap individu sehingga dapat digunakan secara optimal. Ketika kedua aspek penting tersebut telah dimuat dalam sistem informasi akademik yang diadopsi, maka akan berdampak terhadap intensitas pemanfaatan sistem informasi akademik yang semakin tinggi dan secara langsung akan mempengaruhi tingkat produktivitas individu maupun organisasi. Beberapa studi sebelumnya yang relevan dengan topik pada penelitian ini yang dilakukan Alpar dan Kim (1990), Barua, et. al. (1995), serta Brynjolfsson dan Hitt (1996) dimana teknologi informasi merupakan investasi yang akan menghasilkan manfaat yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja maupun produktivitas suatu organisasi. Selain itu Burton, et. al., (2003) mengungkapkan bahwa sistem informasi memiliki peran sangat penting sebagai suatu mata rantai dari kinerja serta hasil yang secara luas dapat pahami pada tingkat analisis, kelompok maupun organisasi. Sehingga ketika organisasi akan mengadopsi teknologi informasi sangat penting untuk memperhatikan tingkat efektifitas dari sistem tersebut dalam menghasilkan manfaat membawa positif terkait dengan kinerja individu maupun organisasi. Goodhue dan Thompson (1995) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi memiliki pengaruh terhadap kinerja individual. Selanjutnya Darwin (1999) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa komputerisasi berpengaruh secara positif terhadap kinerja individu. Dimana hasil tersebut di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan Diana (2001) yang memberikan bukti bahwa pemanfaatan teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan akuntansi. KAJIAN TEORI Teori Dasar Pemanfaatan Teknologi Informasi Teori ini dikembangkan oleh Fishbein dan Ajzen (1975) yang mendasarkan pada psikologi sosial. Menurut Theory of Reasoned Action, kinerja individu dari perilaku yang telah ditetapkan akan ditentukan oleh maksud dari tindakan yang akan dilakukan dengan tujuan perilaku secara bersama-sama ditentukan oleh sikap individu dan norma-norma subjektif.

Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis (1989) dengan bersandar pada Theory of Reasoned Action (TRA). Technology acceptance model (TAM) berfokus pada sikap terhadap pemakai teknologi informasi, dimana pemakai mengembangkannya berdasarkan persepsi manfaat dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi. Sasaran dari technology acceptance model (TAM) adalah untuk menyediakan sebuah penjelasan dari faktor-faktor penentu penerimaan komputer yang umum. Technology acceptance model (TAM) kurang umum dibandingkan dengan theory of reasoned action (TRA). Technology acceptance model (TAM) didesain hanya untuk perilaku penggunaan komputer, namun karena menggabungkan berbagai temuan yang diakumulasi dari riset-riset dalam beberapa dekade, maka technology acceptance model (TAM) sesuai sebagai modelling penerimaan komputer. Task-Technology Fit (TTF) Task-Technology Fit dikembangkan oleh Goodhue dan Thompson (1995). Task- Technology Fit adalah tingkat dimana teknologi membantu individu dalam pelaksanaan tugastugasnya atau tugas jabatan. Task-Technology Fit merupakan persesuaian antara kebutuhan akan tugas-tugasnya atau tugas jabatan. Secara lebih spesifik, Task-Technology Fit merupakan persesuaian antara kebutuhan akan tugas-tugas, kemampuan individu dan fungsi teknologi. Technology to performance chain (TPC) Technology to performance chain (TPC) merupakan sebuah model yang mana peran penting teknologi berpengaruh terhadap kinerja pada tingkat individual. Inti dari model ini adalah agar teknologi informasi memberikan dampak positif terhadap kinerja individual maka teknologi tersebut harus dimanfaatkan dan teknologi tersebut harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) Kepercayaan ini menentukan suatu sikap pemakai ke arah penggunaan suatu sistem kemudian menentukan niat tingkah laku dan mengarah pada penggunaan sistem secara nyata. Davis (1989) juga mendefinisikan persepsi kemudahan penggunaan sebagai "tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu akan bebas dari usaha" yang mencerminkan bahwa usaha merupakan sumber daya yang terbatas bagi seseorang yang akan mengalokasikan untuk berbagai kegiatan. Kinerja Individual (Individual Performance) Secara umum kinerja (performance) didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan seseorang di dalam melaksanakan pekerjaannya (Sunarta, 2005). Dalam penelitian Goodhue dan Thompson (1995) pencapaian kinerja individual dinyatakan berkaitan dengan pencapaian serangkaian tugas-tugas individu dengan dukungan teknologi informasi yang ada. Kinerja yang lebih tinggi mengandung arti terjadinya peningkatan efisiensi, efektifitas atau kualitas yang lebih tinggi dari penyelesaian serangkaian tugas yang dibebankan kepada individu dalam organisasi. Davis (1989) menyatakan bahwa penggunaan sistem aplikasi spesifik akan meningkatkan kinerja dan juga menemukan hubungan kuat antara penggunaan komputer dengan tugas secara pasti. Montazemi (1996) mengemukakan bahwa individu yang memiliki kompetensi yang tinggi, terlatih lebih baik dan lebih mengenal sistem informasi yang diimplementasikan dalam perusahaannya akan dapat dengan lebih baik dalam mengidentifikasi,

mengakses dan menginterpretasikan data yang diperlukan. Individu yang terbiasa dengan penggunaan komputer akan dapat menggunakan sistem informasi yang ada dengan lebih baik sehingga akan lebih memenuhi kebutuhan data dalam penyelesaian tugas mereka. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Task-Technology Fit merupakan penentu penting mengenai apakah sistem dipercaya dapat lebih bermanfaat, lebih penting atau relatif dapat memberikan keuntungan yang lebih. Suatu teknologi akan sangat bermanfaat ketika memiliki kesesuaian dengan tugas individu, dimana kesesuaian tersebut akan menghasilkan parilaku-perilaku positif dari individu dengan terus menggunakan dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk lebih memaksimalkan usaha dalam pekerjaannya. Studi yang dilakukan Jurnali dan Supomo (2002) mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara faktor Task-Technology Fit teknologi terhadap kinerja. H 1 : Task-Technology Fit berperngaruh positif terhadap kinerja individual. Disisi lain studi juga menjelaskan bahwa task technology fit memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pemanfataan teknologi informasi (Staples, 2004; dan Diana Rahmawati, 2008). H 2 : Task-Technology fit berpengaruh postif terhadap intensitas pemanfaatan sistem informasi akademik. Ketika pemanfaatan sistem informasi semakin optimal, maka akan berbanding lurus dengan terjadinya peningkatan terhadap kinerja individual. Siregar & Suryanawa (2009) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap pemakai apakah teknologi tersebut mempunyai dampak yang lebih baik atau lebih buruk. H 3 : Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik berpengaruh positif terhadapkinerja individual. Ketika suatu sistem informasi semakin sering untuk dimanfaatkan akan cenderung mendorong user terbiasa untuk menggunakan sistem informasi tersebut. Hal itu mencerminkan bahwa ketika user terbiasa menggunakan sistem informasi maka akan semakin memudahkan user untuk mengoperasikannya. H 4 : Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik berpengaruh positif terhadap Kemudahan Penggunaan. Kemudahan penggunaanakan memberikan dorongan kepada para karyawan untuk terus menggunakan teknologi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produktifitas karyawan. Ketika penggunaan atas teknologi tersebut efektif atas dasar persepsi kemudahan penggunaan teknologi oleh karyawan itu sendiri, maka segala aktifitas kerja yang ada bisa dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan suatu teknologi akan berbanding lurus dengan meningkatnya kinerja karyawan. Pada studi yang dilakukan Davis (1989) dan Pramanda, dkk (2016) membuktikan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individual. H 5 : Kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap kinerja individual.

METODE PENELITIAN Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Dosen dan karyawan civitas akademik Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang menggunakan SIA Dimana dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan model survei dan convenience sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Selanjutnya pada tahap akhir penelitian, peneliti menggunakan LISREL sebagai alat analisis data. HASIL DAN PEMBAHASAN Table 1. Reliability Test Result Based on Fit Model Constructs, Indicators and Dimension Estimate (λ 0,5) Result Task-Technology Fit Indicator TTF1 6,32 Valid TTF2 6,49 Valid TTF3 7,09 Valid TTF4 6,63 Valid TTF5 6,07 Valid TTF6 6,80 Valid TTF7 6,93 Valid TTF8 6,85 Valid Intensitas Pemanfaatan SIA Indicator PSIA1 5,02 Valid PSIA2 6,93 Valid PSIA3 5,15 Valid Kemudahan Penggunaan KP1 6,13 Valid KP2 6,32 Valid KP3 6,89 Valid KP4 6,25 Valid KP5 7,11 Valid KP6 6,71 Valid Kinerja Induvidual KI1 5,56 Valid KI2 7,05 Valid KI3 7,05 Valid

Table 2. Reliability Test Result Based on Fit Model Dimension Construct Reliability 0,7 Variance Extracted 0,5 Result 1. Task -Technology Fit 0,94 0,72 Reliabel 2. Intensitas Pemanfaatan SIA 0,89 0,76 Reliabel 3. Kemudahan Penggunaan 0,92 0,71 Reliabel 4. Kinerja Individual 0,70 0,53 Reliabel Table 3: Structural Parameter Estimates: Path Analysis Model (N=245) Hypothesis H 1 H 2 H 3 H 4 H 5 Structural Path Task-Technologi Fit Kinerja Individual Task-Technologi Fit Int Pemanfaatan SIA Int Pemanfaatan SIA Kinerja Individual Int Pemanfaatan SIA Kem Penggunaan Kem Penggunaan Kinerja Individual Standardized path coefficients t value Prob. Results 0,25 1,96 0,00 Significant 0,84 10,24 0,00 Significant -0,10-0,14 0,00 Not Significant 0,90 11,68 0,00 Significant 0,89 4,60 0,00 Significant 1. Hipotesis Pertama Dari hasil pengujian hipotesis pada structural equations di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 1,96 = 1,96. Dengan demikian nilai tersebut membuktikan bahwa Task- Technology Fit berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individu, sehingga hipotesis pertama dapat dinyatakan diterima. 2. Hipotesis Kedua Dari hasil pengujian hipotesis pada structural equations di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 10,24 > 1,96. Dengan demikian nilai tersebut membuktikan bahwa Task- Technology Fit berpengaruh signifikan terhadap Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik, sehingga hipotesis kedua dapat dinyatakan diterima. 3. Hipotesis Ketiga Dari hasil pengujian hipotesis pada structural equations di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar -0,44 < 1,96. Dengan demikian nilai tersebut membuktikan bahwa Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individu, sehingga hipotesis ketiga dinyatakan ditolak. 4. Hipotesis Keempat Dari hasil pengujian hipotesis pada structural equations di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 11,68 > 1,96. Dengan demikian nilai tersebut membuktikan bahwa Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik berpengaruh signifikan terhadap Kemudahan Penggunaan, sehingga hipotesis keempat dapat dinyatakan diterima. 5. Hipotesis Kelima Dari hasil pengujian hipotesis pada structural equations di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,60 > 1,96. Dengan demikian nilai tersebut membuktikan bahwa Kemudahan Penggunaan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individu, sehingga hipotesis kelima dapat dinyatakan diterima.

6. Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Dari hasil pengujian hipotesis di temukan bahwa variabel intensitas pemanfaatan sia dan variabel kemudahan penggunaan memediasi pengaruh Task -Technology Fit terhadap Kinerja Induvidual. Pernyataan ini diperkuat dari hasil perhitungan, dimana angka yang diperoleh dari total perkalian pengaruh tidak langsung masing masing variabel sebesar 0,67 (Task -Technology Fit, Intensitas Pemanfaatan SIA dan Kemudahan Penggunaan). Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh langsung Task -Technology Fit terhadap Kinerja sebesar 0,80 sehingga variabel intensitas pemanfaatan dan kemudahan peran mediasi pengaruh Task -Technology Fit terhadap Kinerja Induvidual. Selanjutnya variabel kemudahan penggunaan memediasi pengaruh intensitas pemanfaatan SIA terhadap Kinerja Induvidual. Pernyataan ini diperkuat dari hasil perhitungan, dimana angka yang diperoleh dari total perkalian pengaruh tidak langsung masing masing variabel sebesar 0,80 (Intensitas Pemanfaatan SIA dan Kemudahan Penggunaan). Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh langsung intensitas Pemanfaatan SIA terhadap Kinerja sebesar -0,10 sehingga kemudahan peran mediasi pengaruh Task -Technology Fit terhadap Kinerja Induvidual. PEMBAHASAN Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa pemanfaatan sistem informasi akademik tidak mempengaruhi kinerja individu. Kondisi tersebut menjelaskan bahwa tinggi ataupun rendahnya intensitas pemanfaatan sistem informasi akademik tidak memberikan dampak apapun terhadap kinerja individu. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, dimana salah satunya ketika suatu sistem secara intens dan optimal dimanfaatkan namun sistem tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan maupun tugas para karyawan maka pemanfaatatan sistem tersebut tidak akan membawa dampak positif atau perubahan terhadap kinerja karyawan. Dalam hal ini, ketika akan mencanangkan program pemanfaatan sistem yang tergolong baru perlu untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan ataupun kesesuain tugas para karyawan. Sehingga dengan kesesuaian kebutuhan dan tugas karyawan maka sistem tersebut dapat membawa perubahan positif terhadap kinerja. Pernyataan demikian juga diungkapkan Jurnali dan Supomo (2002) dimana dalam penelitiannya menemukan hubungan yang positif dan signifikan antara faktor kesesuaian tugas terhadap kinerja individual. Menurut Sidarta, dkk (2014) persepsi tentang kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) sebuah teknologi didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami dan digunakan. Kepercayaan tersebut menentukan suatu sikap pemakai ke arah penggunaan suatu sistem kemudian menentukan niat tingkah laku dan mengarah pada penggunaan sistem secara nyata. Namun pada konteks ini akan menjelaskan bahwa pemanfaatan terhadap suatu sistem informasi dimana ketika suatu sistem informasi semakin sering untuk dimanfaatkan akan cenderung mendorong user terbiasa menggunakan sistem tersebut. Hal itu mencerminkan bahwa ketika user semakin terbiasa menggunakan sistem informasi maka akan semakin memudahkan user untuk mengoperasikannya. Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil yang ditunjukkan pada penelitian ini, dimana pemanfaatan sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap kemudahan penggunaan. Kemudahan penggunaanakan memberikan dorongan kepada para karyawan untuk terus menggunakan teknologi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produktifitas

karyawan. hasil ini sejalan dengan Davis (1989) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individual. Pernyataan tersebut didukung oleh Pramanda, dkk (2016) yang mengungkapkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan kemudahan penggunaanakan memberikan dorongan kepada para karyawan untuk terus menggunakan teknologi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produktifitas karyawan. Ketika penggunaan atas teknologi tersebut efektif atas dasar persepsi kemudahan penggunaan teknologi oleh karyawan itu sendiri, maka segala aktifitas kerja yang ada bisa dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan suatu teknologi akan berbanding lurus dengan meningkatnya kinerja karyawan. Suatu sistem yang dirasa sesuai kebutuhan secara intens dan optimal dimanfaatkan oleh seorang individu, maka akan mendorong seseorang semakin familiar terhadap sistem tersebut yang memungkinkan semakin mudah untuk dioperasikan atau digunakan. Dalam hal ini, ketika persepsi akan kemudahan penggunaan sistem tersebut semakin tinggi maka akan memberikan dorongan kepada para karyawan untuk terus menggunakan teknologi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produktifitas karyawan. Ketika penggunaan atas teknologi tersebut efektif atas dasar persepsi kemudahan penggunaan teknologi oleh karyawan itu sendiri, maka segala aktifitas kerja yang ada bisa dilakukan secara lebih cepat, tepat dan efisien. KESIMPULAN Pada hipotesis pertama Task-Technology Fit berpengaruh positif terhadap Kinerja Individu. Ketika suatu teknologi dianggap cocok dengan penugasan individu, maka akan muncul dorongan sikap atau motivasi dari individu untuk terus meningkatkan hasil kerjanya. Pada hipotesis kedua Task-Technology Fit berpengaruh positif terhadap Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik. Task-Technology Fit merupakan penentu penting mengenai apakah sistem dipercaya dapat lebih bermanfaat, lebih penting atau relatif dapat memberikan keuntungan yang lebih. Ketika kepercayaan tersebut semakin tinggi, maka akan mendorong perilaku individu untuk memanfaatkan system tersebut secara intens dan optimal. Pada hipotesis ketiga Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individu. Tinggi ataupun rendahnya intensitas pemanfaatan sistem informasi akademik tidak memberikan dampak apapun terhadap kinerja individu. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, dimana salah satunya ketika suatu sistem secara intens dan optimal dimanfaatkan namun sistem tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan maupun tugas para karyawan maka pemanfaatan sistem tersebut tidak akan membawa dampak positif atau perubahan terhadap kinerja karyawan. Pada hipotesis ke empat Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik berpengaruh signifikan terhadap Kemudahan Penggunaan. ketika suatu sistem informasi semakin sering untuk dimanfaatkan akan cenderung mendorong user terbiasa menggunakan sistem tersebut. Hal itu mencerminkan bahwa ketika user semakin terbiasa menggunakan sistem informasi maka akan semakin memudahkan user untuk mengoperasikannya. Pada hipotesis ke lima Kemudahan Penggunaan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Individu. Ketika penggunaan atas teknologi tersebut efektif atas dasar persepsi kemudahan penggunaan teknologi oleh karyawan itu sendiri, maka segala aktifitas kerja yang ada bisa dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan suatu teknologi akan berbanding lurus dengan meningkatnya kinerja karyawan.

Pada hipotesis ke enam Intensitas Pemanfaatan Sistem Informasi Akademik dapat mempengaruhi Kinerja Individu melalui variabel Kemudahan Penggunaan. Ketika suatu sistem yang dirasa sesuai kebutuhan secara intens dan optimal dimanfaatkan oleh seorang individu, maka akan mendorong seseorang semakin familiar terhadap sistem tersebut yang memungkinkan semakin mudah untuk dioperasikan atau digunakan. Dalam hal ini, ketika persepsi akan kemudahan penggunaan sistem tersebut semakin tinggi maka akan memberikan dorongan kepada para karyawan untuk terus menggunakan teknologi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produktifitas karyawan. SARAN Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi para pemangku keputusan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini terdapat beberapa aspek yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pemangku keputusan sebelum memutuskan untuk mulai mengadopsi Sistem Informasi Akademik yang baru sebagai langkah untuk terus menikatkan kinerja para Dosen dan Karyawan. Aspek-aspek yang dimaksud tersebut meliputi Task-Technology Fit, Intensitas Pemanfaatan SIA dan Kemudahan Penggunaan. Akan tetapi dari tiga Aspek tersebut aspek yang paling dominan untuk diperhatikan oleh pemangku keputusan yaitu terkait dengan pemanfaaatan system informasi Akademik. Dimana indikator Pemanfaatan SIA yang ke satu (PSIA1) dan tiga (PSIA3) terlihat memiliki nilai yang lebih besar dari pada indicator lainnya. Dalam hal ini pemanfatan Sistem yang dimaksud lebih kepada seberapa sering tingkat intensitas sistem tersebut digunakan dan apakah menu menu yang dimuat dalam sistem informasi akademik tersebut mudah dimengerti oleh pengguna.

DAFTAR PUSTAKA Alpar Paul and Kim Moshe. 1990. A Microeconomic Approach to The Measurement of Information Technology Value. Journal of Management Information System, pp. 55 56. Barua, Krebel dan Mukhopaddhyay. 1995. Information Technologies and Business Value : An Analytic and Empirical Investigation. Information System Research. March 1995. Bodnar, George H. and William S. Hopwood. 1998. Accounting Information System. 7th edition. Upper Saddle River-New Jersey:Prentice-Hall International, Inc. Bryjolfssondan Hitt. 1996. Paradox Lost? Firm Level Evidence on Return to Information System. Management Science. Burton Jones, A. and Straub. D. W. 2003. Individual System Usage A Review of Theoris and Method. Working Paper, Georgia State University. Darwin, R.N.1999. Komputerisasi Pasar Swalayan :Implikasi Terhadap Kinerja Karyawan. Tesis Tidak Dipublikasikan, MAKSI UNDIP. Davis, Fred D.1989. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use and User Acceptance of Computer Technology., MIS Quertely. Davis, Fred D; Bagozi, R.P; and Warsaw, P.R. 1989. User Acceptance of Computer Technology : A Comparison of Two Theoritical Models., Management Sciences,. Diana P.M. 2001. Studi Empiris Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Personal Computing dan Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan Akuntansi. Tesis Tidak Dipublikasikan, MAKSI UGM. Fishbein, M, dan Ajzen, I.,1975,"Belief, Attitude, Intentions and Behavior: An Introduction to Theory and Research," Addison-Wesely, Boston, MA. Goodhue, D.L; Thompson, R.L, 1995. Task-Technology Fit and Individual Performance. MIS Quarterly (19:2), pp.213-236. Jurnali. 2002., Analisis Pengaruh Faktor Kesesuaian Tugas- Teknologi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Akuntan Publik. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Jurnali, Teddy dan Bambang Supomo. 2002. Pengaruh Faktor-Faktor Kesesuaian Tugas Teknologi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Akuntan Publik. JurnalRisetAkuntansi Indonesia Vol.5.No.2, Halaman : 63-77. Montazemi, A.R, Cameron, D.A, and Gupta, K.M. 1996. An Empirical Study of Factors Affecting Software Package Selection., Journal of Management Information System, 13:1 (Summer): pp.89-105. Pramanda, dkk.2016. Pengaruh Kemudahan Dan Kemanfaatan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan.Jurnal management. Rahmawati, Diana. 2008. Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Teknologi Informasi. Jurnal Ekonomi & Pendidikan UNY, volume 5 nomor 1.

Sidarta, dkk.2014. Pengukuran Persepsi Manfaat dan Persepsi Kemudahan Terhadap sikap serta dampaknya atas Penggunaan Ulang Online Shopphing pada E-Commerce. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. Siregar, Astuti Handayani dan I Ketut Suryanawa, 2009. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Induvidual Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Barat.Jurnal Akutansi dan Bisnis. Staples, Sandy D. dan Seddon, 2004, "Testing the Technology-To-Performance Chain Model", Journal of Organizational and End User Computing, Oct-Dec, pp 17-35. Sunarta, I N, 2005. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Individual. Tesis Tidak Dipublikasikan, MAKSI UNDIP.