BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. dan menampilkan hasil berupa angka-angka. Sedangkan metode dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika

BAB III METODE PENELITIAN. pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar,

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisanya pada data-data numerical (angka) yang di olah dengan

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dependen adalah minat beli konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. 1) Variabel Terikat (Dependent): Konflik Kerja (Y)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh signifikansi antar variabel yang diteliti (Azwar, 1998).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. metode statistika (Azwar, 2010). Variabel penelit ian yang digunakan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitan yang digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. inferensial atau dalam rangka pengujian hipotesis sehingga diperlukan. kuantitatif maupun kualitatif (Azwar, 2004).

BAB III METODE PENELITIAN. Brand Image sedangkan variabel dependen (terikat) adalah Keputusan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. analisisnya pada data data numerikal (angka angka) tentang perilaku. yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN. diolah dengan metode statistika (Azwar, 2010). Variabel penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian (Usman, 1996: 16).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Tergantung : Minat Belajar. 2. Variabel Bebas : Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Guru

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. variabel keaktifan bertanya dengan berpikir kreatif siswa. dan berpikir kreatif sebagai variabel dependen (terikat).

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Pendekatan dan jenis penelitian. penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal atau

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 1996). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tipe Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel penelitian Dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Subjective Well-being ditinjau dari faktor demografi pada petani sawit di Desa Rawa Bangun

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. variabel-variabel yang diambil dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sekampung Lampung Timur pada

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menghubungkan antara variabel X dan variabel Y. Penelitian dengan. B. Variabel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperanan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menekankan analisis pada data-data numerikal (angka) yang diolah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian komparatif. Menurut Sudjud

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

BAB III METODE PENELITIAN. Kebermaknaan Hidup sebagai variabel tunggal. hidup, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. hubungan antara dua atau beberapa variabel. Dengan teknik korelasional seorang

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini dijelaskan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. B. Variabel Penelitian. keluarga tidak lengkap, dan variabel (Y) identitas vokasional.

BAB III METODE PENELITIAN. independent (bebas) dan variabel dependet (terikat). Variabel bebas yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. numerik dan diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang menekankan analisisnya pada data-data numerik dan diolah dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional yang meneliti

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. kuantitatif yaitu penelitian yang melakukan penelitian hipotesis untuk menjelaskan hubungan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. berkaitan dengan variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2013)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Kemudian mendeskripsikan secara sistematis sifat-sifat atau gejala-gejala dari

BAB III METODE PENELITIAN. data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar,

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisisnya dalam bentuk data numerikal (Sumarsono, Kedua variabel tersebut seabagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional yang melihat hubungan antara satu atau beberapa ubahan dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian korelasional bertujuan menyelidiki sejauh mana satu variabel berkaitan dengan variabel pada satu atau lebih variabel lain (Azwar, 2013:8-9). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 2013:5). Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2011:8). Cara pandang penelitian kuantitatif adalah deduktif, ia menjelaskan sesuatu dari sesuatu yang umum ke khusus. Peneliti menjelaskan sesuatu berdasarkan apa yang ia asumsikan, subjek diminta untuk mengisi suatu instrumen tertutup yang sudah dibuat peneliti. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk membuktikan hipotesis. Peneliti membaca 53

54 berbagai literatur yang ada tentang fenomena yang ada kemudian membuat hipotesis tentang gambaran, hubungan, perbedaan maupun pengaruh suatu variabel (Periantalo, 2016:11). 3.2 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel merupakan objek yang dijadikan hal yang diselidiki dalam suatu penelitian yang memiliki berbagai variasi di dalamnya (Periantalo, 2016:25). Variabel penelitian haruslah terdefinisi dengan jelas, semua pihak akan mempersepsikannya secara sama. Begitu juga dengan cara pengukuran, variabel tersebut dapat diukur dengan cara yang tepat sehingga betullah apa yang hendak diungkap. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian ada dua yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen atau variabel tergantung adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain, sedangkan variabel independen atau variabel bebas adalah suatu variabel yang variasinya mempengaruhi variabel lain. Dapat pula dikatakan bahwa variabel bebas adalah variabel yang pengaruhnya terhadap variabel lain ingin diketahui (Azwar, 2013:62). Berdasarkan landasan teori dan rumusan hipotesis penelitian, maka yang menjadi variabel dalam penelitian adalah : a. Variabel independen (variabel yang mempengaruhi) yaitu bersyukur (gratitude).

55 b. Variabel dependen (variabel yang dipengaruhi) yaitu kesejahteraan subjektif (subjective well-being). 3.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atau sifat-sifat hal yang didefinisikan dan dapat diamati atau diobservasi. Definisi operasional ini dibuat sendiri oleh peneliti atas dasar berbagai sumber literatur yang ada untuk memberikan penjelasan mengenai variabel penelitian (Periantalo, 2016:38). Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah : a. Bersyukur (gratitude) Bersyukur adalah seberapa sering seseorang mengetahui bahwa kenikmatan yang diberikan merupakan nikmat dari Allah SWT yang ditandai dengan seseorang tersebut mendapatkan pertolongan dan pengampunan dan mengambil pelajaran atas nikmat Allah, merasakan kesenangan atas segala nikmat yang diberikan kepadanya yang ditandai dengan seseorang tersebut merasakan nikmat Allah dan bertakwa kepada Allah, menggunakan nikmat tersebut untuk perbuatan dan kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain dan bernilai ibadah disisi Allah SWT yang ditandai dengan seseorang tersebut menggunakan lisan, anggota badan dan hati untuk beribadah sebagai bentuk syukur kepada Allah.

56 b. Kesejahteraan subjektif (subjective well-being) Kesejahteraan subjektif adalah seberapa sering seseorang merasa puas dalam kehidupannya ketika dalam pekerjaan dan keluarganya, seberapa sering seseorang mengalami afek positif yang ditandai dengan merasa tekun, merasa terinspirasi, merasa bersemangat, merasa gembira, dan merasa kuat, serta seberapa sering seseorang mengalami afek negatif yang ditandai dengan merasa cemas, merasa mudah marah, merasa gugup, dan merasa salah dan merasa tertekan. 3.4 Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan objek yang terdiri dari populasi atau sampel dalam penelitian tersebut. 3.4.1 Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011:80). Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita yaitu orang tua yang menyekolahkan anaknya di SLB Negeri 2 Padang dengan jumlah seluruh siswanya adalah 83 siswa tunagrahita dengan jumlah keseluruhannya adalah 107 orang. Alasan pemilihan populasi adalah karena orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang melalui wawancara yang dilakukan dengan salah seorang guru SLB Negeri 2 Padang mayoritas memiliki taraf perekonomian dan tingkat pendidikan dibawah rata-rata. Salah satu faktor

57 yang menentukan kesejahteraan subjektif pada seseorang yaitu faktor demografis yang salah satunya merupakan tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi (Snyder&Lopez, 2002:67). Hal ini juga dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Imawati, Lola & Sami an (2015) bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subjektif individu yaitu adalah faktor ekonomi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 3.1 Jumlah Populasi Orang tua yang memiliki anak tunagrahita Berdasarkan tabel jumlah siswa tunagrahita No. Jenjang Pendidikan Jumlah Laki-laki Perempuan 1. SDLB 32 orang 18 orang 2. SMPLB 9 orang 19 orang 3. SMALB 3 orang 2 orang Total Populasi orang tua yang memiliki anak 83 orang tunagrahita (Lk/Pr) Sumber : Data Kepala Sekolah 3.4.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2011:81). Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan subjek dalam pengambilan data penelitian (Periantalo, 2016:141).

58 Untuk jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian, jawaban yang bagus adalah jika bisa semua subjek diikutsertakan dalam penelitian. Hal tersebut akan berdampak dalam generalisasi hasil penelitian bila dibandingkan dengan sedikit subjek. Peneliti disarankan untuk mengambil subjek sesuai kemampuannya. Jika tenaga, waktu, dan dana memungkinkan ambil subjek sebanyak mungkin yang mampu (Periantalo, 2016:143). Maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak jumlah populasi, yaitu 83 orang. 3. 4. 3. Teknik Sampling Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan (Sugiyono, 2010:81). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik random sederhana atau Simple random sampling. Teknik random sederhana merupakan teknik di mana subjek memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi subjek penelitian. Subjek tersebut tidak dibatasi oleh hal tertentu yang bisa mengakibatkan ia tidak jadi menjadi subjek penelitian. Peluang subjek adalah sama, tidak nol seperti teknik non-random. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 83 orang dari 107 orang.

59 3.5 Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpul data merupakan cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Alat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini adalah : 3.5.1 Skala Azwar (2009:4) mengatakan skala psikologi sebagai alat ukur psikologi yang stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang bersangkutan. Skala tidak mengungkap aspek kognitif (pengetahuan), dalam hal ini skala mengungkap aspek afektif dan perilaku, semua jawaban dalam skala benar; aspek diungkap melalui aitem, aitem berasal dari indikator perilaku yang dibuat; Menghasilkan skor, skala psikologi merupakan bagian dari pengukuran psikologi, pengukuran menghasilkan skor, skor merupakan kontinum interval yang didapat dari penjumlahan aitem (Periantalo, 2015:3). Beberapa karakteristik skala sebagai alat ukur psikologi diantaranya, yaitu : (Periantalo, 2015:2-5). 1. Mengungkap aspek nonkognitif. Skala tidak mengungkap aspek kognitif (pengetahuan). Dalam hal ini skala mengungkap aspek afektif dan perilaku. Skala mengungkap aspek bagaimana manusia merespon. Semua jawaban dalam skala benar. Semua jawaban tersebut sesuai dengan diri manusia.

60 2. Aspek diungkap melalui aitem. Ungkapan tersebut diwakili oleh aitem. Aitem berasal dari indikator perilaku yang dibuat. Aitem mengalami seleksi baik kualitatif maupun kuantitatif. Subjek tidak memahami secara lengkap maksud skala. Walaupun mengetahui, ia memiliki berbagai interpretasi aitem. 3. Menghasilkan skor. Skala psikologi merupakan bagian dari pengukuran psikologi. Pengukuran menghasilkann skor. Skor merupakan suatu kontinum interval. Skor bergerak dari angka tertentu menuju angka tertentu. Skor didapat dari penjumlahan aitem. 4. Melalui proses psikometris. Skala diuji cobakan melalui proses psikometris. Proses dimulai dari penetapan konstrak yang hendak diungkap. Konstrak menghasilkan komponen atau indikator perilaku. Bentuk pemberian skala bersifat langsung yaitu daftar pernyataan diberikan secara langsung pada orang yang dimintai pendapat. Skala ini menggunakan tipe pilihan, yaitu responden diminta untuk memilih salah satu dari beberapa alternatif jawaban yang sudah disediakan. Model skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Skala likert merupakan skala yang populer dalam penyusunan skala. Skala ini pertama kali digunakan untuk skala sikap. Dalam skala likert, terdapat dua jenis aitem, yaitu favorable (F) dan unfavorable (UF). Kedua jenis aitem ini harus setara dalam jumlahnya. Favorable mengarah pada konstrak yang hendak diungkap. Pemberian skor biasanya 1,2,3,4. Sementara unfavorable item

61 merupakan negasi dari konstrak yang hendak diungkap. Pemberian skor merupakan kebalikan dari favorable 4,3.2,1. Jawaban setiap aitem instrumen mengunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Alternatif jawaban penulis gunakan terdiri dari empat bentuk, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Modifikasi skala likert dalam penelitian ini dengan meniadakan kategori jawaban ragu-ragu (R) dengan alasan yaitu apabila pilihan tengah atau netral disediakan maka kebanyakan subjek akan cenderung untuk menempatkan pilihannya dikategori tengah tersebut, sehingga data yang mengenai perbedaan di antara responden menjadi kurang informatif (Azwar, 2012:46-47). Dari setiap jawaban yang dipilih dapat diberikan skor yaitu untuk pernyataan favorable mempunyai skor 4-1 dan pernyataan unfavorable mempunyai skor 1-4. Untuk menyusun dan mengembangkan instrumen maka terlebih dahulu dibuat blue print yang memuat tentang aspek dan indikator penelitian yang dapat memberikan gambaran mengenai isi dan dimensi kawasan ukur yang akan dijadikan acuan dalam penulisan aitem. Blue print terdiri dari variabel X yaitu bersyukur dan variabel Y yaitu kesejahteraan subjektif. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pada penelitian ini menggunakan dua skala yaitu : 1. Skala bersyukur (gratitude)

62 Skala yang penulis gunakan adalah skala bersyukur (gratitude). Skala ini penulis susun sendiri yang merujuk pada teori dari Al-Ghazali (Ghazali, 2013:66-75) yang terdiri dari tiga aspek yaitu syukur ilmu, syukur ihwal dan syukur amal perbuatan. Pengukuran skala ini bertujuan untuk mengetahui tinggi atau rendahnya tingkat bersyukur orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang. bawah ini : Untuk distribusi skala bersyukur dapat dilihat pada blue print di Tabel 3.2 Blue Print Skala Bersyukur sebelum uji coba No. Aspek Indikator 1. Syukur Ilmu 2. Syukur ihwal 3. Syukur amal perbuatan Mendapatkan pengampunan dan pertolongan Allah, mengambil pelajaran atas nikmat Allah. Merasakan nikmat Allah, bertakwa kepada Allah. Syukur anggota badan, syukur lisan, syukur hati. Aitem Favorable 1, 15, 29, 43, 53,9, 23, 37, 49, 57 3, 55, 17,31, 45, 11, 25, 39, 51, 59 5, 19, 33, 13, 27, 41, 47, 7, 21, 35 Aitem Unfavorable 8, 22, 36, 48, 58, 2, 16, 30, 44, 54. 10, 24, 38, 50, 60, 4, 18, 32, 46, 56. 12, 26, 40, 6, 20, 34, 52, 14, 28, 47 JUMLAH 60 Total 20 20 20 2. Skala kesejahteraan subjektif (subjective well being) Skala ini penulis susun sendiri dengan merujuk dari teori Diener (J.Lopez, Shane&Snyder, 2007:412) yang terdiri dari dua dimensi yaitu dimensi afektif yang terdiri dari kepuasan hidup dan dimensi afektif yang terdiri dari afek negatif dan afek positif. Tujuan pengukuran skala ini

63 adalah untuk mengetahui tinggi atau rendahnya tingkat kesejahteraan subjektif orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang. Untuk distribusi aitem-aitem skala kesejahteraan subjektif dapat dilihat pada blue print di bawah ini : Tabel 3.3 Blue Print Skala Kesejahteraan subjektif sebelum uji coba No. Aspek Indikator 1. Afek positif 2. Afek negatif 3. Kepuasan hidup Merasa tekun, merasa terinspirasi, merasa bersemangat, merasa gembira, merasa kuat. Merasa cemas, merasa mudah marah, merasa salah, merasa gugup, merasa tertekan. Memiliki keluarga yang harmonis, hubungan yang baik dengan anak dan pasangan, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, mampu disiplin. Aitem Favorable 1, 56, 16, 30, 3, 44, 18, 32, 5, 46. 20, 34, 7, 48, 22, 36, 9, 23, 24, 38. 11, 52, 26, 40, 57, 13, 54, 60, 28, 42. Aitem Unfavorable 15, 29, 2, 43, 17, 31, 4, 45, 19, 33. 47, 6, 21, 35, 49, 8, 50, 37, 10, 51. 25, 39, 12, 53, 59, 27, 41, 58, 14, 55 JUMLAH 60 Total 20 20 20 3.5.4 Uji Coba Penelitian Setelah skala dirancang, maka proses selanjutnya adalah menganalisis dan menyeleksi aitem-aitem. Proses pertama yaitu memeriksa apakah aitem-aitem telah sesuai dengan blue print dan indikator-indikator perilaku yang diungkap. Setelah itu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur pada penelitian agar mendapat data yang akurat dan dapat dipercaya. Uji coba (try out) skala

64 penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 11 juli 2017 pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang sebanyak 30 orang. Sebelum melakukan pengolahan data lebih lanjut, terlebih dahulu dilihat kondisi data yang sudah diproses dari responden sebagai berikut : Tabel 3.4 Skala bersyukur orang tua yang memiliki anak tunagrahita Case processing summary N % Valid 30 100.0 Cases Excluded a 0.0 Total 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Tabel 3.4 di atas merupakan tabel Case Processing Summary yang menjelaskan tentang jumlah data bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita yang valid untuk diproses dan data yang dikeluarkan. Dapat dilihat bahwa data bersyukur pada orang tua anak tunagrahita yang valid berjumlah 30 dengan persentase 100% dan tidak ada data yang dikeluarkan.setelah data yang diperoleh sudah siap untuk diproses, maka dilakukan pengujian validitas tiap butir aitem pernyataan. Tabel 3.5 Kesejahteraan subjektif Case Processing Summary N % Valid 30 100.0 Cases Excluded a 0.0 Total 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Sumber: Hasil Uji Coba

65 Tabel 3.5 di atas merupakan tabel Case Processing Summary yang menjelaskan tentang jumlah data kesejahteraan subjektif yang valid untuk diproses dan data yang dikeluarkan. Dapat dilihat bahwa data minat berkonsultasi yang valid berjumlah 30 dengan persentase 100% dan tidak ada data yang dikeluarkan. Setelah data yang diperoleh sudah siap untuk diproses, maka dilakukan pengujian validitas tiap butir aitem pernyataan. 3.5.5 Validitas Untuk mengetahui apakah skala mampu menghasilkan data yang akurat sesuai tujuan ukurnya, maka perlu adanya pengujian validitas skala. Validitas skala adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrumen atau skala. Suatu instrumen atau skala yang valid atau shahih mempunyai validitas tinggi. Uji validitas dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi masing-masing aitem dengan menggunakan Cronbach Alpha aplikasi SPSS 16.0 for windows. Maka dari hasil uji validitas variabel bersyukur (X) didapatkan hasil bahwa dari 60 butir pernyataan untuk variabel bersyukur (X), 36 aitem dinyatakan valid karena Corrected Aitem-Total Correlation lebih dari 0,20. Dengan demikian, butir-butir pernyataan dalam variabel ini layak untuk mengungkap tingkat bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang. Aitem yang tidak valid akan dibuang. Berdasarkan uji coba validitas dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows, maka diperoleh instrumen skala bersyukur sebanyak 60 aitem, terdapat 24 aitem yang tidak valid yaitu 1, 3, 5, 8,11, 12, 13, 14,19, 21, 22, 23, 24, 26, 28, 35, 37, 38, 42, 43, 45, 55, 57, 60. Dan untuk aitem yang valid terdapat 36 butir

66 aitem yaitu 2, 4, 6, 7, 9, 10, 15, 16, 17, 18, 20, 25, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 39, 40, 41, 44, 46, 47, 48, 50, 51, 52, 53, 54, 56, 58, 59. Maka instrumen yang digunakan untuk meneliti tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita adalah sebanyak 36 aitem. Adapun sebaran untuk aitem instrumen skala bersyukur orang tua anak tunagrahita setelah uji coba dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 3.6 Blue Print skala bersyukur setelah uji coba No. Aspek Indikator 1. Syukur Ilmu 2. Syukur ihwal 3. Syukur amal perbuatan Ket: Nomor aitem yang dihitamkan adalah aitem yang gugur Hasil uji coba validitas skala bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita didapatkan hasil bahwa dari 60 butir pernyataan terdapat 36 aitem yang valid karena Corrected Aitem-Total Correlation di atas 0,20 dengan demikian butir-butir pernyataan dalam variabel ini layak untuk mengungkap tingkat bersyukur orang tua yang memiliki anak tunagrahita dan aitem yang tidak valid akan dibuang. Mendapatkan pengampunan dan pertolongan Allah, mengambil pelajaran atas nikmat Allah. Merasakan nikmat Allah, bertakwa Aitem Favorable 1, 15, 29, 43, 53,9, 23, 37, 49, 57 3, 55, 17,31, 45, 11, 25, 39, 51, 59 Aitem Unfavorable 8, 22, 36, 48, 58, 2, 16, 30, 44, 54. 10, 24, 38, 50, 60, 4, 18, 32, 46, 56. Total kepada Allah. Syukur anggota 5, 19, 33, 12, 26, 40, 6, 20 badan, syukur lisan, 13, 27, 41, 20, 34, 52, 14, syukur hati. 47, 7, 21, 35 28, 42 JUMLAH 60 Sumber : Hasil setelah uji coba 20 20

67 Berdasarkan uji coba validitas dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for windows diperoleh hasil terdapat 56 aitem yang valid, yaitu : 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 56, 57, 58, 59. Selain itu, terdapat 4 butir aitem yang tidak valid, yaitu : 1, 3, 55, 60. Maka instrumen yang digunakan untuk meneliti tingkat kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita adalah sebanyak 56 aitem. Adapun sebaran aitem skala setelah uji coba dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel 3.7 Blue print skala kesejahteraan subjektif setelah uji coba No. Aspek Indikator 1. Afek positif 2. Afek negatif Merasa tekun, merasa terinspirasi, merasa bersemangat, merasa gembira, merasa kuat. Merasa cemas, merasa mudah marah, merasa salah, merasa gugup, merasa Aitem Favorable 1, 56, 16, 30, 3, 44, 18, 32, 5, 46. 20, 34, 7, 48, 22, 36, 9, 23, 24, 38. Aitem Unfavorable 15, 29, 2, 43, 17, 31, 4, 45, 19, 33. 47, 6, 21, 35, 49, 8, 50, 37, 10, 51. tertekan. 3. Kepuasan Memiliki keluarga 11, 52, 26, 25, 39, 12, 53, 20 hidup yang harmonis, 40, 57, 13, 59, 27, 41, 58, hubungan yang baik 54, 60, 28, 14, 55 dengan anak dan 42. pasangan, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, mampu disiplin. JUMLAH 60 Sumber : Hasil setelah uji coba Total 20 20

68 3.5.6.Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam hal ini penulis menganalisis butir-butir tersebut mengunakan program SPSS 16.0 for windows. Hasil pengujian reliabilitas pada skala bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Skala Bersyukur Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.824 60 Sumber: Hasil Uji Coba Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas Skala Kesejahteraan Subjektif Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.922 60 Sumber: Hasil Uji Coba Skor reliabilitas bergerak dari 0-1. Alat ukur psikologi tidak ada yang memiliki skor 1. Skor 1 menunjukkan 100% hasil pengukuran tersebut akurat. Sementara, kesalahan pengukuran sebesar 0%. Skor reliabilitas 0,8% menunjukkan 80% hasil pengukuran merupakan skor murni. Sedangkan kesalahan pengukuran sebesar 20%, bayangkan skor reliabilitas 60%, maka kesalahan pengukurannya 40%. Skala sebaiknya memiliki reliabilitas sebesar 0,9. Walaupun skor tersebut belum bisa dicapai, paling tidak 0,8 (Periantalo, 2015:154). Dari analisis reliabilitas dengan bantuan SPSS 16.0 for windows di

69 atas, diketahui nilai Cronbach Alpha adalah 0.824 untuk skala bersyukur dan 0.922 untuk kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita. Karena nilai skala bersyukur dan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita terdapat nilai reliabilitas lebih dari 0,8 maka reliabilitasnya adalah baik sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur. 3.6. Teknik Analisis Data Suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan oleh para ahli psikometri, yaitu kriteria valid dan reliabel. Oleh karena itu, agar kesimpulan tidak keliru dan tidak memberikan gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya diperlukan uji validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan pertimbangan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2011:147). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi sederhana yaitu untuk melihat apakah ada hubungan antara dua variabel dengan menggunakan Statistical Program For Social Science (SPSS) versi 16.0 forwindows. Data yang telah diperoleh, diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian untuk melihat hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan

70 subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita yang menggunakan teknik analisis korelasi Pearson (Product Moment Pearson) yaitu analisis untuk mengukur keeratan hubungan secara linear antara dua variabel yang mempunyai distribusi normal. Teknik analisis data terdiri dari: 3.6.1. Validitas Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2011:121-122), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti seberapa jauh alat ukur dapat mengungkap dengan benar gejala atau sebagian gejala yang hendak diukur, artinya tes tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu alat ukur dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat ukur tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Validitas dibagi menjadi empat tipe, yaitu validitas isi, validitas konstrak, dan validitas kriteria. Validitas isi yaitu menunjukkan sejauhmana butir dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur dalam tes tersebut. Validitas konstruk yaitu menunjukkan sejauh mana suatu tes mengukur konstruk teoritik yang hendak diukur. Sedangkan validitas kriteria adalah validitas yang menghendaki tersedianya validitas eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor suatu kriteria (Periantalo, 2015:104-141). Uji validitas dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Corrected Item Total Correlation yakni dengan mengkorelasikan masing-masing skor aitem dengan skor total (teknik bivariate pearson), tetapi skor total disini tidak termasuk skor aitem yang mana dihitung melalui program SPSS 16.0.

71 Untuk penelitian ini yang dikatakan valid atau kriteria uji validitas secara singkat (rule of tumb) adalah 0,2. Menurut Suryabrata (2014:58) untuk butir-butir pertanyaan atau pernyataan yang baik dipilih butir-butir yang mempunyai harga p pada sebaran tertentu (misalnya dari 0,25 sampai 0,75 atau 0,20-0,80) sesuai spesifikasinya, dan yang mempunyai harga r bis tertentu (misalnya sekurang-kurangnya 0,30 atau sekurang-kurangnya 0,25 atau sekurang-kurangnya 0,20). Dari uji validitas nantinya akan terlihat mana aitem yang valid untuk dilanjutkan ke penelitian. Maka, dari penjelasan di atas penulis mengambil batas validitas 0,20. 3.6.2. Reliabilitas Instrumen Penelitian Reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (Sugiyono, 2011:121). Maksudnya reliabilitas dipakai untuk menunjukan sejauhmana hasil pengukuran relative konsisten apabila pengukuran dilakukan dua kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama. Adapun estimasi reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan paket statistik yang berbentuk SPSS versi16.0 for windows. Menurut Azwar (2005:83) reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Reliabilitas akan dianggap memuaskan apabila koefisiennya mencapai 0,700-0,900, artinya bahwa skor skala yang diperoleh mampu mencerminkan 70%-

72 90% skor murni atau skor yang sesungguhnya. Jadi, apabila skor koefisien reliabilitas skala bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita berada di atas 70%, maka skala bersyukur pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita dapat dikatakan memenuhi syarat reliabilitas. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan formulasi Alpha Cronbach dengan bantuan Statistical Package For The Sosial Science (SPSS) versi 16.0for windows. Data yang telah diperoleh, diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian untuk melihat hubungan bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita. Analisis yang digunakan disesuaikan dengan hipotesis yang diajukan. Oleh sebab itu, hipotesis menyatakan hubungan maka analisis yang tepat adalah korelasi, karena untuk mengetahui hubungan antara variabel dengan variabel yang lain. Hasil analisis korelasi adalah bentuk koefesien korelasi yang menggambarkan hubungan. Nilai koefesien korelasi akan berada pada kisaran minus 1 (-1) sampai plus 1 (+1). Jadi, analisis data yang digunakan untuk melihat hubungan bersyukur dengan kesejahteraan subjektif menggunakan korelasi Pearson. Cara perhitungannya dibantu dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 for windows. 3.6.3. Analisis Korelasi Pearson Analisis korelasi Pearson adalah analisis untuk mengukur keeratan hubungan secara linier antara dua variabel yang mempunyai distribusi data normal (Priyatno, 2012:103).

73 3.6.4. Uji Ketepatan Parameter (Estimate) a. Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui linieritas data, apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak. Uji ini digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi person atau regresi linier. Data linier bila Test for Linerity pada taraf signifikansi kurang dari 0,05 (Priyatno, 2012:79). b. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini akan digunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov. Data berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05 (Priyatno, 2012:69). c. Uji Hipotesis Uji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang. Korelasi pada penelitian inidihitung dengan menggunakan correlation product moment, menggunakan bantuan komputer, program Statistical Package for The Social Science (SPSS) versi 16.0 for windows.