1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang ditimbulkan banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business opportunities), tetapi banyak pula pada beberapa kasus dampak faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints). Perusahaan yang memiliki sistem organisasi yang baik dengan dukungan visi, misi dan rencana bisnis yang baik, tidak menjamin sukses dalam meraih laba (keuntungan), bahkan banyak perusahaan ini mengalami penurunan dalam kinerja usahanya hanya karena kesalahan dalam menafsirkan skenario dan asumsi pengaruh lingkungan luar tersebut. Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan kawasan ASEAN, banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen domestik dan investor modal asing. Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia, terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan-perusahaan swasta domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan (joint ventures) dan waralaba (franchising). Perubahan lingkungan ekonomi yang terjadi meliputi segala kejadian atau permasalahan penting di bidang perekonomian nasional yang dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Faktor ini meliputi juga kondisi perekonomian internasional dan perkembangan pasar suatu masyarakat perekonomian. Faktor lingkungan ekonomi nasional mencakup antara lain berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah di bidang perekonomian serta arah dan target agregat ekonomi makro. Sedangkan faktor perubahan lingkungan non-ekonomi merupakan peristiwa atau isu yang menonjol di bidang politik, keamanan, kehidupan penduduk, aspek sosial dan aspek budaya yang mempengaruhi roda kehidupan berusaha suatu perusahaan. Kondisi perubahan juga terjadi di dalam negeri, dimana perubahan lingkungan industri yang ada di sektor manufaktur dan jasa pada tahun 2009-2010 mengalami penurunan ekspor kenegara Eropa dan Amerika sebagai dampak adanya krisis yang terjadi disejumlah negara tersebut. Perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternal sangat mempengaruhi permintaan jasa inspeksi dan pengujian, dimana permintaan pengguna jasa ini sebagian besar adalah korporasi/perusahaan yang bergerak dalam industri ekspor/impor, pada sebagian pelanggan di Indonesia cenderung merelokasi pasar tujuan ekspor kenegara-negara lain yang tidak memerlukan perusahaan jasa inspeksi dan pengujian akibat regulasi yang tidak terlalu ketat terhadap standar tertentu. Dampak dari faktor eksternal perusahaan yang bersifat makro seperti nilai mata uang dan inflasi menjadi sangat penting bagi perusahaan. Ketergantungan kepada mata uang selain rupiah akan semakin memberatkan beban, yang akhirnya akan berdampak negatif kepada asumsi-asumsi awal yang dibuat pada saat penyusunan anggaran perusahaan. Berdasarkan data Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI) tahun 2010, jumlah perusahaan global yang telah menggandeng perusahaan lokal dan perusahaan lokal murni dalam bidang jasa inspeksi dan pengujian berjumlah lebih dari 90 (sembilan puluh) anggota yang memperebutkan pasar dan segmen yang sama dibidang jasa inspeksi dan pengujian. Kondisi ini akan memicu tingkat persaingan yang sangat ketat
2 dalam menawarkan dan memberikan jasa yang sama melalui berbagai strategi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan. Lingkungan bisnis yang kompetitif turbulen menyebabkan kompleksnya masa depan yang akan dimasuki oleh perusahaan, sehingga diperlukan pemikiran sebagian besar anggota organisasi untuk menggambarkan secara jelas kondisi masa depan yang akan diwujudkan perusahaan. Konsensus/kesepakatan dari berbagai personil yang dilibatkan untuk merumuskan berbagai sasaran yang akan dituju perusahaan ke masa depan sehingga perlu ada penyelarasan rencana dengan kondisi lingkungan yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi perusahaan dalam mencapai kinerja yang baik PT SUCOFINDO (Persero) atau SCI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada 5 (lima) bisnis jasa yaitu jasa pengujian (testing), inspeksi, sertifikasi, pelatihan dan konsultasi, perlu menyelaraskan strategi bersaing dan berkompetisi agar mampu mengimbangi tekanan yang ada. Penyelarasan strategi disesuaikan dengan perubahan lingkungan eksternal, yang antara lain berlakunya pasar bersama Asean pada tahun 2015. Ancaman dan peluang perlu dikelola secara lebih sistematik menjadi rencana kegiatan yang dapat dijalankan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan kompetitor yang akan datang dari negara-negara yang tergabung dalam komunitas Asean. Jasa inspeksi dan pengujian merupakan jasa pihak ketiga yang akan memastikan bahwa suatu produk telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pemastian ini biasanya dilaksanakan dalam setiap transaksi perdagangan yang dipersyaratkan dalam hubungan jual beli antara produsen dan pembeli (buyer) di luar negeri. Dalam bidang konsultansi, perusahaan membantu para pengguna jasa untuk dapat menjalankan prinsip produk yang bermutu agar diterima oleh pasar luar negeri. Kemampuan dalam mencari peluang-peluang untuk memperbesar pasar atau memperkenalkan produk/jasa baru kepada para pengguna jasa dapat saja dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan produsen (customization services) sebagai nilai tambah dalam proses pemberian jasa. SCI sebagai salah satu pemain utama dalam bidang jasa inspeksi dan pengujian, telah memiliki jaringan pelayanan di 33 Cabang dan memberikan pelayanan jasa/produk sebanyak 152 jasa. Perbandingan kinerja usaha (audited) dengan sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dapat dilihat pada Tabel 1 yang menunjukkan bahwa pencapaian kinerja SCI periode tahun 2008-2011, belum tercapai sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang ditetapkan oleh Pemegang Saham. Pertumbuhan pendapatan operasi periode tersebut menurun sejak tahun 2007 dari 22,6 % menjadi 4,0% ditahun 2010. Demikian juga dengan kinerja pertumbuhan perolehan laba sebelum pajak berfluktuatif sejak tahun 2007 sebesar 125,1% dibanding tahun sebelumnya, sementara ditahun 2010 menjadi -7,7% dibanding tahun sebelumnya. Tabel 1 Perbandingan realisasi kinerja dengan RJPP Uraian 2008 2009 2010 2011 RJPP (Rp. Juta) 890 1.186 1.364 1.745 Realisasi Kinerja (Rp. Juta) 1.083 1.101 1.148 1.421 Deviasi (Rp. Juta) 194-84.6-216 -324 Deviasi (%) 21,8-7,1-15,8-18,6 Sumber : Laporan kinerja (audited)
Pelanggan dikategorikan berdasarkan kontribusi pelanggan dengan nilai sebesar 1) pelanggan retail dengan nilai dibawah 100 juta, 2) pelanggan silver dengan nilai 100-199 juta, 3) pelanggan gold dengan nilai 200-399 juta, 4) pelanggan diamond dengan nilai 400-499 juta, 5) pelanggan platinum dengan nilai diatas 500 juta. Tujuan pembagian tersebut digunakan sebagai dasar pengelolaan akun pelanggan agar lebih intens dalam berhubungan. Data pada Tabel 2 memperlihatkan 87% pendapatan operasi hanya dikontribusikan oleh 365 pelanggan platinum selama tahun 2011 dengan total kontribusi pendapatan sebesar Rp. 1,144 milyar. 3 Tabel 2 Pendapatan operasi berdasarkan kategori pelanggan Nilai (Rp. Juta) Kategori Jumlah Pelanggan Kontribusi (Rp. Juta) Kontribusi (%) < 100 Retail 874 12.076 1 100 199 Silver 422 80.676 6 200 399 Gold 114 40.277 3 400 499 Diamond 71 31.944 2 >500 Platinum 365 1.144.852 87 Total 1.309.826 100 Laba bersih perusahaan setelah pajak (earning after tax) periode tahun 2008-2011 dalam Tabel 3, cenderung mengalami penurunan, sehingga diperlukan langkah-langkah strategi dalam peningkatan kemampulabaan perusahaan yang baik. Tabel 3 Kinerja usaha periode tahun 2008-2011 Uraian 2008 2009 2010 2011 Pendapatan (Rp. Milyar) 1083.6 1101.4 1148.2 1426.9 Pertumbuhan Pendapatan (%) 31.1 1.6 4.2 23.8 Total Biaya (Rp. Milyar) 860.5 846.3 901.1 1070.2 Pertumbuhan Biaya (%) -7.5-1.7 6.5 18.8 Laba Bersih setelah Pajak 20.2 42.3 40.3 74.2 Prosentase Laba Bersih thp Pendapatan (%) 1.9 3.8 3.5 1.2 Sumber : Laporan kinerja (audited) Rasio keuangan perusahaan menunjukan ada hambatan dalam penyediaan uang kas dan kegiatan keuangan lainnya yang akan menjadi satu faktor penghambat dalam proses ekspansi perusahaan seperti pada Tabel 4. Rasio Kas ditahun 2011 sebesar 66,3% mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada rekanan atau pihak lain dinilai masih rendah, dan kondisi ini mengakibatkan perusahaan harus mengambil kredit modal kerja kepada pihak Bank yang di tahun 2011 besaran bunga pinjaman yang harus dibayarkan sebesar Rp. 6,6 Milyar. Tabel 4 Rasio keuangan periode tahun 2007-2011 Rasio Keuangan 2007 2008 2008 2010 2011 Cash Ratio (%) 45.3 54.8 50.9 41.9 66.2 Umur Piutang(hari) 49 57 53 57 54 Bunga pinjaman (Rp. Juta) 6.791 9.223 8.057 8.479 6.586 Pembayaran Rekanan (Hari) 45 45 45 45 45 Sumber : Laporan Keuangan PT SCI (diolah)
4 Pengembangan produk dan inovasi membutuhkan pembiayaan kas yang besar, sementara dengan pencapaian pendapatan operasi yang tidak sesuai anggaran pada periode tahun 2008-2011, diperkirakan perusahaan mengalami kesulitan dalam proses pendanaannya, karena kegiatan pengembangan tidak langsung berwujud menjadi pendapatan operasi pada tahun pertama pengembangan, serta diperlukan waktu yang cukup lama dalam memperkenalkan produk/jasa baru pada calon pelanggan atau pelanggan lama. Perubahan lainnya yang terjadi adalah pasar pemerintah yang selama ini memberikan kontribusi sekitar 17,8% dari total pendapatan operasi ditahun 2010 akan semakin mengecil, dikarenakan belanja pemerintah untuk kegiatan konsultasi dan survey dalam rangka penyusunan kebijakan pemerintah diturunkan dalam rencana pengeluaran anggaran belanja pemerintah. Perusahaan perlu membangun dan mengembangkan berbagai inisiatif perubahan strategis kedepan, yang secara sistematik dalam kaitannya mengangkat pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasi dengan cara melakukan kajian mengenai bisnis, model operasi dan fungsi dukungan bisnis agar selaras dan berjalan lebih dinamis mengarah kepada pertumbuhan industri sejenis. Visi perusahaan saat ini adalah menjadi perusahaan yang paling terpercaya dan menguntungkan dalam memberikan pemastian di Indonesia dan Asean, dimana terkandung makna yang sangat jelas bahwa perusahaan akan melakukan ekspansi kedepan menuju pasar Asean dalam kerangka pemanfaatan peluang diera terbukanya pasar Asean ditahun 2015. Perusahaan akan secara aktif memanfaatkan peluang dan ancaman dalam bersaing dengan para kompetitor yang akan masuk pada tahun 2015 dengan mempertimbangkan kelemahan dan kekuatan dinternal perusahaan. Kesepakan atas pemberlakuan pembukaan akses pasar bersama Asean telah tertuang dalam salah satu deklarasi pembentukan komunitas Asean ditahun 2008, dimana kelompok negaranegara yang tergabung dalam Negara Asean akan menjadikan regional/wilayah Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi yang dapat membangkitkan iklim ekonomi regional disesuaikan dengan kekuatan kompetitif masing-masing negara Perumusan Masalah Menghadapi kondisi persaingan di bidang jasa inspeksi dan pengujian yang semakin ketat, maka SCI perlu menyusun perencanaan strategik yang tepat, komprehensif dan mampu melihat pasar jauh ke depan agar tetap dapat bertahan dan tumbuh lebih baik. Visi Perusahaan saat ini adalah Menjadi perusahaan jasa yang paling terpercaya dan menguntungkan dalam memberikan pemastian di Indonesia dan ASEAN, mengandung beberapa makna strategik yang harus diraih yaitu : (1) menjadi perusahaan terpercaya dan menguntungkan, dan (2) mempertahankan pasar didalam negeri dan ekspansi pasar di luar negeri khususnya pasar Asean. Perkembangan zona perdagangan wilayah ASEAN yang telah dimplementasikan pada beberapa subsektor kegiatan perdagangan dan jasa, menimbulkan konsekuensi adanya ancaman dari perusahaan jasa inspeksi dan pengujian yang berasal dari luar negara Asean tetapi memiliki Cabang di wilayah Asean dapat segera merealisasikan pembukaan kantor Cabang di Indonesia. Dengan demikian perusahaan harus mempersiapkan secara sistematik dan terarah mengenai rencana kedepan agar pencapaian visi dan misi dapat diimplementasikan dalam 5 (lima) tahun. Pemilihan strategi dan inisiatif perusahaan dalam mengimplementasikan visi dan misi menjadi sangat penting pada saat kondisi internal perusahaan belum sepenuhnya mendukung untuk melakukan ekspansi. Perusahaan harus dapat mengidentifikasikan secara jelas faktor strategis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga perusahaan secara
cepat dapat merespon untuk penyempurnaan strategi pilihan yang paling efektif dalam penyusunan dan perumusan strategi baru dalam menghadapi perubahan sehingga mampu berkompetisi dengan pesaing dari luar negeri. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang berjudul Perencanaan Strategis SCI untuk Ekspansi Pasar Asean adalah sebagai berikut : 1) Analisa visi, misi dan budaya perusahan, 2) mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam kerangka perluasan pasar di wilayah Asean, 3) menganalisa portofolio bisnis yang akan dikembangkan dalam perluasan pasar/wilayah, 4) menganalisa kondisi masa depan industri jasa inspeksi dan pengujian, 5) memformulasikan perencanaan strategis perusahaan terkait dengan penyusunan tujuan, sasaran dan kebijakan SCI dalam mengimplementasikan visinya dalam 5 tahun. Manfaat Penelitian Hasil penelitian Perencanaan Strategis SCI untuk Ekspansi Menuju Pasar Asean diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : a. Manfaat bagi SCI adalah sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk menyusun strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan global dan pasar Asean yang akan dibuka pada tahun 2015. b. Manfaat bagi kalangan akademis adalah masukan ilmiah berdasarkan hasil kajian dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan, terutama dalam menyusun solusi suatu permasalahan yang dihadapi dalam dunia bisnis. c. Manfaat bagi pemerintah adalah sebagai bahan masukan dalam menyusun kebijakan mengenai strategi bersaing menghadapi liberalisasi perdagangan jasa yang akan berlaku di tahun 2015. Ruang Lingkup Penelitian Melalui visi dan misi perusahaan saat ini dan rencana besar perusahaan untuk memasuki melakukan ekspansi di kawasan Asean, maka ruang lingkup penulisan tesis ini adalah menyusun rencana strategis pada tatatan untuk dilaksankaan pada fungsi bisnis perusahaan, melalui tahapan dan sistematika perencanaan strategis. Evaluasi visi, misi dan budaya organisasi SCI, identifikasi faktor internal dan eksternal dalam menjalankan usaha jasa inspeski dan pengujian, serta pemahaman industri masa depan agar dalam penetapan strategi dapat dilaksanakan secara tepat dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnisnya. Dengan melakukan analisis faktor-faktor strategik perusahaan yang nyata terhadap kinerja, diharapkan dapat diketahui prioritas sasaran strategis dalam rangka penyusunan tujuan dan sasaran perusahaan, dan program kerja SCI periode tahun 2013-2017. 5 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Manajemen Strategis Perumusan rencana strategis perusahaan disusun melalui tahapan yang secara teoritis harus dapat dilaksanakan secara tepat, mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang paling mempengaruhi. Setiap organisasi mesti mengambil pendekatan
Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan MB-IPB