MANADO HIGH RISE RESIDENTIAL HIGH-TECH ARCHITECTURE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. pemakaian energi karena sumbernya telah menipis. Krisis lingkungan sangat mempengaruhi disiplin arsitektur di setiap

BAB I PENDAHULUAN. Feri Susanty Spesial, Tahun 2007, 6). Populasi dan permintaan penduduk terhadap hunian yang semakin

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN BAB I. Latar Belakang. Kota Jakarta, ibukota negara sekaligus sebagai pusat ekonomi dan pusat

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan utama yang mutlak dari setiap individu-individu di bumi ini.

BAB I PENDAHULUAN. pemukiman kumuh di kota yang padat penduduk atau dikenal dengan istilah urban

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang proyek

TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI TAHUNA (Arsitektur Perilaku)

The Via And The Vué Apartment Surabaya. Dyah Tri S

BAB I PENDAHULUAN. 1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Eksistensi Proyek. kota besar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengembangan perkotaan dalam sektor pusat bisnis dan hunian makin pesat,

BAB III METODE PERANCANGAN. dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi

BAB I PENDAHULUAN. A. JUDUL Terminal Bus Tipe A di Surakarta, dengan penekanan pada tampilan arsitektur modern.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Proyek

Penataan Bukit Gombel, Semarang dengan Bangunan multifungsi Penekanan pada Green Architecture

BAB 1 PENDAHULUAN APARTEMEN DI SEMARANG 1

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Jakarta merupakan Ibukota dari Indonesia, oleh sebab itu industri dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan diuraikan beberapa hal antara lain latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Pemahaman Judul dan Tema

GREEN APARTEMEN PEJATEN

BAB III METODE PERANCANGAN. proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang terkait dengan

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG

TINJAUAN UMUM. - Merupakan kamar atau beberapa kamar / ruang yang diperuntukan sebagai. tempat tinggal dan terdapat di dalam suatu bangunan.

BAB I PENDAHULUAN. perlunya perumahan dan pemukiman telah diarahkan pula oleh Undang-undang Republik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISA. Sesuai dengan standar, ruang-ruang yang dibutuhkan untuk asrama. Gambar 28. standar kamar. international edition by McGraw-Hill (1983)

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, salah satunya adalah kawasan perbatasan Sidoarjo - Surabaya (dalam hal ini Desa Wonocolo, Kecamatan Taman).

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan letak geologis, Indonesia dapat terlihat dari beberapa sudut,

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.

RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK di CENGKARENG JAKARTA BARAT

BAB III METODE PERANCANGAN. dengan objek perancangan. Kerangka rancangan yang digunakan dalam proses

BAB I PENDAHULUAN. demi tercapainya kualitas hidup dari manusia itu sendiri.

BAB III METODE PERANCANGAN. dilakukan berbagai metode perancangan yang bersifat analisa yang

BAB I: PENDAHULUAN Latarbelakang.

PENDAHULUAN. Berbicara tentang tempat tinggal, kota Jakarta menyediakan lahan yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta, seperti yang telah kita ketahui, merupakan kota dengan populasi

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia disamping kebutuhan sandang dan pangan. Dikatakan sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Latar Belakang Perancangan. Pusat perbelanjaan modern berkembang sangat pesat akhir-akhir ini.

BAB I PENDAHULUAN. Jakarta yang mempunyai wilayah seluas 740 km 2. menjadikan Jakarta sebagai kota yang sangat padat penduduknya.

BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN

KANTOR SEWA DAN APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN Penekanan Desain Arsitektur Post-Modern

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN STUDENT APARTMENT DI KABUPATEN SLEMAN, DIY

1 A p a r t e m e n S i s i n g a m a n g a r a j a S e m a r a n g

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Persoalan tempat tinggal masih menjadi masalah pelik bagi penduduk di

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I. Jakarta berbondong-bondong untuk tinggal, belajar, dan bekerja di ibukota. Hal ini

PRAMBANAN HERITAGE HOTEL AND CONVENTION

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Asrama Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III INTERPRETASI DAN ELABORASI TEMA. Tema yang digunakan pada perencanaan Hotel Forest ini adalah Green

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB III TINJAUAN KHUSUS

RUMAH SUSUN MILIK DI JAKARTA DENGAN PENENKANAN DESAIN MODERN-GREEN Sevi Maulani, 2014 BAB I PENDAHULUAN

BAB I: PENDAHULUAN Latar Belakang Proyek.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia sekarang ini semakin meningkat

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Kebutuhan akan merancang memerlukan beberapa aspek data dan metode

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1. Jumlah Penduduk DKI Jakarta Sumber : diakses tanggal 2 Oktober 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Sumber:

BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Latar Belakang Proyek. Dewasa ini tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia terutamanya

BAB I PENDAHULUAN. mendasar yang harus diwujudkan untuk melangsungkan hidupnya.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pemahaman Judul Tanjung Emas Container (Peti Kemas) Apartement

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Jakarta adalah kota yang setiap harinya sarat akan penduduk, baik yang

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

BAB III METODE PERANCANGAN Ruang Lingkup Penelitian Untuk Rancangan. Penelitian tentang upaya Perancangan Kembali Pasar Karangploso

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

PERANCANGAN APARTEMEN MENGGUNAKAN DOUBLE SKIN FACADE

Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban

KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO GEOMETRI MODULAR. Rocky Brian Wongkar 1 Judy O. Waani 2 Hendriek H. Karongkong 3

BAB I PENDAHULUAN. Agria Tri Noviandisti, 2012 Perencanaan dan Perancangan Segreen Apartment Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.

BAB I PENDAHULUAN. RUMAH SAKIT UMUM TARUTUNG [Pick the date] 1.8. Latar Belakang. ARSITEKTUR FUNGSIONAL Page 11

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia di Jakarta,

BAB 1 PENDAHULUAN. sebanyak 8,2 juta hektar untuk mengatasi kekurangan pangan dan luas lahan

DESKRIPSI KARYA PATRIA PARK APARTMENT NYOMAN DEWI PEBRYANI S.T.,M.A NIP NIDN

1.1 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

MALL DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN KONSEP CITY WALK

KONDOMINIUM BAB I PENDAHULUAN

Penerapan Konsep Defensible Space Pada Hunian Vertikal

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang

BAB V KONSEP PERENCANAAN

aktivitas manusia. 4 Karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan lahan yang menjadi penyebab utama Bumi menjadi hangat, baik pa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan dan kejayaan suatu bangsa tidak terlepas dari peranan generasi

Transkripsi:

MANADO HIGH RISE RESIDENTIAL HIGH-TECH ARCHITECTURE Leonard J. Ngadiman 1 Aristotulus E. Tungka 2 Hendriek H. Karongkong 3 ABSTRAK Seiring dengan berjalannya waktu pertumbuhan jiwa yang semakin pesat di Kota Manado mengakibatkan tingginya permintaan untuk kebutuhan hunian atau tempat tinggal, di masa yang akan datang ketersediaan lahan akan semakin sedikit sehingga prospek hunian vertikal dimasa depan terjamin. Dijaman yang modern ini manusia semakin mencari hal hal yang praktis. Tingginya tuntutan akan efisiensi waktu dan sumber daya membuat semakin banyaknya muncul penemuan penemuan yang membantu hidup manusia. Dalam perancangan High Rise Residential, tema yang diangkat adalah High Tech Architecture. Istilah high tech disini merujuk pada penggunaan sistem teknologi yang digunakan pada suatu bangunan. Arsitektur high tech menggabungkan elemen-elemen dari industri berteknologi tinggi dan sistem teknologi ke dalam desain bangunan yang mencakup struktur dan material yang maju dan mutakhir, sistem mekanikal dan elektrikal yang otomatis serta merepresentasikan bangunan yang bercitra high tech. Kata Kunci : High Rise Residential, High Tech Architecture, 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan kota besar berjalan sejajar dengan makin lajunya pertambahan warga kota dan kegiatannya. Hal ini sekaligus juga makin tingginya tuntutan warga kota terhadap pemanfaatan lahan untuk fungsi-fungsi kota yang makin produktif seperti fungsi bisnis, perdagangan, jasa dan perkantoran. Konsekuensinya adalah pembangunan secara vertikal merupakan sebuah keharusan, terutama bagi kawasan pusat kota atau kawasan potensial lainnya. Laju pemanfaatan lahan untuk fungsi-fungsi di atas, seringkali memaksa tempat tinggal warganya menyingkir ke lokasi yang relatif jauh dari pusat kegiatan kota. Di sisi lain, kebutuhan untuk tempat tinggal yang nyaman dan dekat dengan tempat kerja juga merupakan salah satu tuntutan bagi sebagian besar warga kotanya. Untuk itulah, maka pemerintah pada beberapa dasawarsa terakhir ini mulai juga menggalakkan pembangunan rumah susun sederhana (rusunawa dan rusunami), dan swasta juga untuk kelas menengah dan mewah (lebih sering disebut apartemen). Melihat perkembangan kebutuhan masyarakat, maka sangat diperlukan bangunan hunian sebagai sarana dan prasarana untuk menunjang kebutuhan kebutuhan tersebut. Namun mengingat mahalnya harga lahan yang disebabkan oleh regulasi zoning kota yang telah diatur oleh pemerintah menurut fungsinya, mengakibatkan lahan menjadi terbatas, sehingga pemenuhan kebutuhan sebagai sarana dan prasarana tersebut tidak mungkin dibangun di sembarang tempat melainkan harus dibangun pada lahan yang sesuai dengan regulasi zonning kotanya. Keterbatasan lahan untuk memenuhi kebutuhan papan atau tampat tinggal tidak memungkinkan dibangun secara horizontal, oleh karena itu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan merancang bangunan secara vertikal. Hunian vertikal seperti apartemen merupakan solusi bagi masyarakat Kota Manado, maupun dari luar kota, serta di mungkinkan bagi dari luar pulau. Kehadiran apartemen di Kota Manado memiliki konsep utama bersusun secara vertikal dan memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, namun tetap aman dan nyaman untuk dihuni sebab dapat mewadahi setiap kebutuhan dari para penghuni. High Rise Residential ini menggunakan tema High-Tech Architecture yaitu melakukan perancangan bangunan vertikal dengan menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan inovasi teknologi yang berkembang di masa kini yang terkait dengan struktur bangunan baik itu proses konstruksi dan system strukturnya. Pemilihan tema ini didorong oleh perkembangan persaingan global yang menghasilkan penemuan-penemuan mutahir dan inovasi terbaru dalam bidang teknologi bangunan yang menuntut lahirnya bangunan-bangunan yang dapat bermanfaat di masa kini dan yang 1 Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur UNSRAT 2 Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT 3 Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT 38

akan datang. Berkonsepkan Smart Building untuk menjadikan bangunan High Rise Residential yang ramah lingkungan dan hemat energi. 1.2. Masalah 1. Bagaimana Hunian vertikal berupa apartemen dapat memenuhi kebutuhan hunian pada pusat kota? 2. Bagaimana menerapkan konsep tema High Tech Architecture dalam objek rancangan? 1.3. Tujuan a. Mendesain hunian vertikal yang ekslusif dan modern dengan mengangkat konsep High Tech. b. Merancang High Rise Residential dengan pendekatan pendekatan logis yang mampu menjawab kebutuhan hunian vertikal dalam pusat kota. c. Merancang High Rise Residential yang dilengkapi dengan segala fasilitasnya. 2. METODE PERANCANGAN Dalam melakukan proses desain, pendekatan desain dilakukan untuk mengembangkan sebuah kreatifitas dalam menghasilkan sebuah karya desain. Pendekatan desain yang dipakai adalah pendekatan logis atau rasional. Pendekatan ini berasal dari dunia filsafat dan digunakan sebagai pendekatan langkah awal dalam proses desain. Pendekatan Tematik High-Tech adalah suatu aliran gaya arsitektur yang bermuara pada ide gerakan arsitektur modern yang membesar-besarkan kesan struktur dan teknologi suatu bangunan. Teknik pengumpulan informasi dan data tentang masalah yang membutuhkan solusi dan akan dilakukan tahap pengolahan data, berupa : Studi Kasus dan Studi Komparasi Studi ini dilakukan dengan mengambil objek objek yang sejenis yang akan dikomparasi sehingga didapatkan pemahaman dalam perancangan yang dapat membantu proses desain. Studi Lapangan Studi ini dilakukan melalui pengamatan terhadap tapak sehingga dapat langsung melihat kelemahan dan keunggulan tapak. Studi Literatur Studi untuk mendapatkan masukan berupa standar standar perancangan, kajian teori maupun contoh contoh bentukan yang dapat membantu dalam perancangan. Analisa Analisa dilakukan pada data data yang telah ada guna membantu penjelasan dalam suatu kajian. 3. KAJIAN PERANCANGAN 3.1. Deskripsi Objek Manado High Rise Residential merupakan gedung bertingkat terdiri dari beberapa unit / rangkaian ruang yang memiliki fasilitas dan perlengkapan rumah tangga dan digunakan sebagai tempat tinggal. Setiap unit memiliki ruang ruang seperti kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, dsb. 3.2. Kedalaman Pemaknaan Objek Perancangan Sebenarnya sistem apartemen jika dilihat dari sejarahnya, bukanlah merupakan sistem yang baru. Sekitar tahun 1500 SM sistem rumah susun sudah diterapkan oleh bangsa Dravida yang berwilayah di sekitar daerah dataran tinggi Dekhan, tepatnya di lembah sungai Indus, mereka membangun kota yakni Mahenjo Daro dan Harapa, jauh sebelum masuknya bangsa Aria yang mengembara dari Hindustan. Salah satu wujud dari sistem pemukiman penduduk yang tertata dengan baik itu adalah pembangunan gedung-gedung bertingkat dua yang menjadi tempat tinggal bersama warga di Mahenjo Daro dan Harapa tersebut, meskipun tingkat yang dimiliki oleh gedung tersebut paling tinggi hanya dua tingkat dan bentuknya pun masih sangat sederhana. Pada awal abad XX, terjadi perubahan revolusioner, cepat, mendasar, dan total dalam arsitektur dari klasik, neo-klasik, dan ekletik menjadi modern memberi pengaruh juga terhadap perkembangan 39

pembangunan hunian susun berupa apartemen/kondominium. Hal ini tampak pada elemen-elemen apartemen yang dibuat secara pabrikasi seperti pada bangunan Rumah Susun Langit (1971) di Tokyo, karya Youji Watabene. Elemen ini dibangun langsung pasang pada kerangka bangunan. Unit masing-masing terlihat menonjol ke luar, berupa kapsul yang bahan dasarnya terbuat dari bahan metal sehingga terkesan mirip dengan kapal. Selain kamar-kamar apartemen, prinsip pemisahan elemen-elemen hinggga tampak jelas dari luar diterapkan secara konsekuen dalam gedung ini. Terutama dengan memisahkan menara air di bagian atas sehingga terkesan sebuah kapal. 3.3. Prospek dan Visibilitas Proyek Objek rancangan ini memiliki prospek yang baik, hal ini bisa dilihat berdasarkan kebutuhan masyarakat pusat kota akan adanya Apartemen di Manado. Kebutuhan ini muncul karena berbagai bidang yang terlibat dari perkotaan mengalami perkembangan yang cukup pesat seperti bidang kependudukkan, ekonomi, perdagangan dan jasa. Dibidang kependudukkan yang perkembangannya juga cukup pesat maka diharapkan adanya wadah yang dapat menunjang dan menampung penduduk/tenaga kerja yang bekerja di Manado, baik yang sifatnya bekerja menetap ataupun sementara. Sasaran pengguna bangunan adalah golongan menengah dan keatas, karena mengingat jumlah golongan menengah umumnya relatif lebih banyak dari golongan bawah atau golongan atas. Selain itu diharapkan juga melalui wadah tersebut dapat mempublikasikan kemajuan provinsi Sulawesi Utara khusunya kota Manado sebagai kota pariwisata dunia, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional dan mendatangkan investor. Kota Manado sebagai kota pusat pemerintahan sekaligus pusat perdagangan dan jasa sehingga aktivitas ekonomi lebih dominan pada sektor tersier. Sehingga disisi permintaan sektor tersier merupakan penyumbang kontribusi terbesar pada PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Untuk menunjang hal tersebut perlu adanya pengembangan fasilitas yang mampu mendukung berbagai kebutuhan pelaku dan kegiatan ekonomi, salah satunya adalah hunian yang aman, nyaman dan terjangkau, dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Adanya perencanaan apartemen di kota Manado menjadi jawaban atas kebutuhan hunian di tengah kota yang memiliki aksesbilitas yang tinggi terhadap berbagai pusat kegiatan. 3.4. Lokasi dan Tapak Lokasi perancangan berada di Pengembangan Wilayah Kota I, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara. Karakteristik tapak memiliki infrastruktur, potensi, dan kondisi lahan yang baik. Memiliki potensi view gunung, laut dan perkotaan. Terhubung dengan 2 jalan utaman yaitu jalan boulevard 2 pada bagian barat dan jalan tuminting pada bagian timur. Batas tapak pada bagian utara dan selatan merupakan pemukiman, timur yaitu retail, dan barat yaitu laut. Besar luasan tapaknya adalah 17.081,16 m 2 / 1.7 Ha Gambar 1. Lokasi tapak di Kecamatan Tuminting Sumber : Google 3.5. Kajian Tema Asosiasi Logis Tema dan Kasus Perancangan Tema dianggap sebagai pendekatan desain atau jalan menuju penemuan atau pembentukan rekonsep. Konsep sendiri adalah ide-ide yang akan mempersatukan seluruh unsur atau aspek pada bangunan. Jika konsep diterjemahkan dalam aspek-aspek atau unsur-unsur yang berkaitan dengan bentuk dan ruang arsitektural, maka jadilah ide-ide arsitektural. Ide inilah, setelah dipadukan bisa 40

memberikan sosok desain sebagai sebuah karya arsitektur. Tema dianggap sebagai titik berangkat yang selalu hadir dalam setiap perwujudan ide-ide desain. Tema harus memiliki asosiasi logis dengan objek desain (kegiatan & tempat). Tema merupakan makna yang dimiliki desain. Tema akan memberikan dua dampak. Pertama, jika tema diangkat sebagai cocok dengan tipe bangunan, maka desain akan memiliki nilai tambah. Kedua, jika tema yang diangkat tidak cocok dengan tipe bangunan, maka proses dan hasil desain akan kelihatan dipaksakan olah tema. Untuk itu, menempatkan atau memposisikan tema sebagai titik berangkat pada tahap awal, maka tema akan menjadi sebuah jiwa. Dalam perancangan High Rise Residential, tema yang diangkat adalah High Tech Architecture. Istilah high tech disini merujuk pada penggunaan sistem teknologi yang digunakan pada suatu bangunan. Arsitektur high tech menggabungkan elemen-elemen dari industri berteknologi tinggi dan sistem teknologi ke dalam desain bangunan yang mencakup struktur dan material yang maju dan mutakhir, sistem mekanikal dan elektrikal yang otomatis serta merepresentasikan bangunan yang bercitra high tech. 4. KONSEP PERANCANGAN 4.1. Aplikasi Tematik Pada perencanaan Manado High Rise Residential, penulis menggunakan pendekatan tematik High Tech Architecture. Melalui tema ini, objek rancangan (Apartemen) akan dirancang secara keseluruhan (holistik), berkelanjutan dan menghadirkan rancangan yang modern dengan menggunakan teknologi yang berkembang saat ini. Pengaplikasian tematik dalam desain apartemen ini yaitu sebagai berikut. 4.2. Perancangan Tapak Gambar 2. Rancangan Tapak Bangunan memiliki 2 pintu masuk hal ini untuk menghubungkan jalan boulevard 2 dan jalan tuminting agar penghuni memiliki aksesbilitas yang fleksibel. Orientasi dominan bangunan menghadap arah barat laut karena memiki potensi view yang terbaik dengan pemandangan mengarah ke pulau Bunaken. 4.3. Perancangan Bangunan Bangunan Terdiri dari 3 massa yaitu yang pertama adalah gedung retail dan departemen store, kedua adalah gedung parkir dan yang ketiga adalah gedung apartemen. 41

APARTEMEN PARKIR DEPT. STORE & RETAIL Gambar 3. Rancangan bangunan Bangunan dilengkapi dengan solar panel yang berfungsi juga sebagai kanopi bangunan. Bentuk solar panel yang diambil berbentuk hexagonal. Solar panel ini juga memberi kesan menarik pada bangunan. Gambar 4. Aplikasi solar panel 42

4.4. Selubung Bangunan Gambar 5. Selubung Bangunan Bangunan menggunakan kaca Photochromic dimana kaca ini akan berubah intensitas transparansinya berdasarkan banyaknya cahaya matahari yang masuk. Semakin besar cahaya matahari maka kaca ini secara otomatis akan mengurangi sinar panas yang dipaparkan matahari sehingga bagian dalam bangunan tidak terjadi panas yang berlebih serta mengurangi silau cahaya. Selubung bangunan luar serta kanopi pintu masuk menggunakan cladding yand terinspirasi dari lekung ombak. 5. HASIL PERANCANGAN Gambar 6. Hasil Perancangan 43

Gambar 7. Hasil Perancangan 44

6. PENUTUP Menipisnya lahan hunian dipusat kota merupakan masalah klasik pada kota kota besar termasuk Kota Manado. Minimnya lahan ini disebabkan peralihan fungsi lahan hunian menjadi lahan komersil, bisnis, perdagangan maupun jasa. Selain itu, pertumbuhan penduduk kota juga mempengaruhi terbatasnya lahan hunian dipusat kota, sehingga warga kota seringkali menyingkir ke lokasi yang relatif jauh dari pusat kota. Pembangungan secara vertikal mampu mengatasi hal tersebut, bahkan untuk pembangunan hunian. Hunian Vertikal seperti apartemen dianggap sebagai solusi mengatasi masalah minimnya lahan hunian dipusat kota. Apartemen ini memiliki konsep hunian vertikal pada tingkat kepadatan tinggi namun tetap aman, nyaman, dan modern. High Rise Resident dengan tema High-Tech Architecture ini hadir ada pun dengan maksud untuk menciptakan apartemen yang memiliki sentuhan yang berbeda dari sebelumnya, sehingga diharapkan aspirasi penghuni dan pengunjung dapat tersalur dengan sebaik baiknya. Pendekatan High-Tech Architecture merupakan strategi desain untuk menghadirkan hunian yang aman nyaman serta modern dengan memanfaatkan teknologi yang tengah berkembang saat ini. 7. DAFTAR PUSTAKA De Chiara, Joseph and Jauh Handcock Callender. Time Saver Standard for Building Types. 1986. McGraw-Hill Book Company. De Chiara, Joseph. Time Saver Standards for Housing and Residential Development. 1995. McGraw- Hill Book Company. Davies, Collin. High Tech Architecture. 1988. Rizzoli International Published, Inc. Harris, Cyril. Dictionary of Architecture and Construction (Dictionary of Architecture & Construction). 2006. McGraw-Hill Book Company. Wiryomartono, A. Bagoes P. Seni Bangunan Dan Seni Binakota Di Indonesia. 1995. Gramedia Pustaka Utama Yulianto, Sumalyo. Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX. 1997. Gadjah Mada University Press. Sebestyen, Gyula. New Architecture and Technology. 2003. Architectural Press. Web Site : http://manadokota.bps.go.id/ http://www.e-architect.co.uk/chile/consorcio-santiago-building http://www.designboom.com/architecture/woha-newton-suites/ 45