BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS KECIL. ( Studi Kasus Trayek Medan-Tarutung ) TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. DAMRI rute bandara Soekarno Hatta _ Bogor, dibuat bagan alir sebagai berikut :

BAB IV ANALISIS DATA. yang bertempat di Pool DAMRI jalan Tipar Cakung No. 39 Jakarta Timur.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI. SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang tentang pedoman teknis penyelenggaraan

BAB III. tahapan penelitian yang dilakukan sebagai pendekatan permasalahan yang ada. MULAI SURVEY

STUDI EFEKTIFITAS PELAYANAN ANGKUTAN KOTA JURUSAN ABDUL MUIS DAGO

BAB IV ANALISIS DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. Transportasi merupakan sarana yang menunjang pergerakan baik orang

Nindyo Cahyo Kresnanto

BAB I PENDAHULUAN. jumlah penduduk. Perkembangan transportasi pada saat ini sangat pesat. Hal ini

KINERJA TEKNIS DAN ANALISIS ATP WTP ANGKUTAN TRANS JOGJA

ANALISIS TARIF ANGKUTAN PEDESAAN BERDASARKAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) (Studi Kasus Kabupaten Gayo Lues Nanggroe Aceh Darussalam)

BAB IV DATA DAN ANALISIS. yang telah ditentukan Kementerian Perhubungan yang intinya dipengaruhi oleh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR TARIF ANGKUTAN UMUM MINI BUS (SUPERBEN) DI KABUPATEN ROKAN HULU

Tujuan Penelitian. Menghitung berapa kemauan membayar masyarakat. (Ability to pay) terhadap tarif jasa angkutan umum pada

ANALISA TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN, ATP DAN WTP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menetukan tariff

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi merupakan salah satu aspek penunjang kemajuan bangsa terutama

berakhir di Terminal Giwangan. Dalam penelitian ini rute yang dilalui keduanya

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menentukan tarif

KAJIAN JASA TRAVEL JURUSAN PALANGKARAYA-SAMPIT DITINJAU DARI BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PENUMPANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

EVALUASI TARIF ANGKUTAN PEDESAAN DI KABUPATEN KLUNGKUNG TUGAS AKHIR

BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. TARIF TOL

BAB III METODE PENELITIAN

Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Kenaikan Tarif, Kenaikan Harga BBM, 2015

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. sistem transportasi seimbang dan terpadu, oleh karena itu sistem perhubungan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. selamat, aman, nyaman, dan terjangkau. perkotaan dibagi menjadi dua kelompok yaitu choice dan captive.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (Studi trayek Cilawu-Garut Kota Kabupaten Garut)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengamatan Lapangan. Operasional Bus Damri Trayek Perumnas Banyumanik - Johar. Pengumpulan Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Letak secara geografis Kabupaten Sleman yang sangat strategis yaitu

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI KOTA PANGKALPINANG

TINJAUAN PENETAPAN TARIF TAKSI DI KOTA PADANG

KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM TRAYEK PAAL DUA POLITEKNIK DI KOTA MANADO

ANGKUTAN KOTA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA 26 MEI 2008

EVALUASI TARIF BUS DAMRI EKONOMI DENGAN ANALISA ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY DI KOTA SURABAYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (AUP)

ANALISA KARAKTERISTIK MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM RUTE MANADO TOMOHON DENGAN METODE ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK)

TINJAUAN TARIF ANGKUTAN UMUM PADA RUAS JALAN SORONG TEMINABUAN PROPINSI PAPUA BARAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu. Manusia selalu berusaha

BAB I PENDAHULUAN. Kota kota di Indonesia berkembang dengan pesat dalam pengertian

KAJIAN TARIF ANGKUTAN KOTA TRAYEK 011 DI KOTA TASIKMALAYA

KAJIAN TARIF ANGKUTAN ANTAR JEMPUT SEKOLAH DI YOGYAKARTA: STUDI KASUS TK/SD BUDI MULIA II, TK/SD SYUHADA, SD UNGARAN, DAN SD SERAYU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STUDI TARIF ANGKUTAN BUS KOBUTRI JURUSAN KPAD ANTAPANI BERDASARKAN KEMAMPUAN MEMBAYAR, KEINGINAN MEMBAYAR DAN BIAYA OPERASI KENDARAAN

BAB III LANDASAN TEORI. maupun taksi kosong (Tamin, 1997). Rumus untuk menghitung tingkat

BAB III METODOLOGI MULAI. Studi Pustaka. Perumusan Masalah dan Tujuan. Persiapan dan Pengumpulan Data

BAB III METODOLOGI Langkah Kerja Kerangka dan prosedur pengerjaan tugas akhir diterangkan dalam diagram alir sebagai berikut : Mulai.

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian. Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini

EVALUASI KINERJA DAN TARIF BUS TRAYEK YOGYAKARTA-SURABAYA BERDASARKAN BOK, ATP DAN WTP

BAB I PENDAHULUAN. transportasi yang sekarang selalu dihadapi kota-kota besar di Indonesia adalah

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGOPERASIAN ANGKUTAN SEKOLAH DI KOTA DENPASAR (STUDI KASUS SEKOLAH RAJ YAMUNA) (030T)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penentuan Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Metode Ability to Pay dan Willingness to Pay Pada Trayek Cicaheum-Ciroyom di Kota Bandung

PERHITUNGAN VEHICLE OPERATION COST GUNA KESINAMBUNGAN PERUSAHAAN: (STUDI KASUS SHUTTLE SERVICE TUJUAN BANDUNG-BANDARA SOEKARNO HATTA)

BAB I PENDAHULUAN. mencakup benda hidup dan benda mati dari satu tempat ke tempat lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN ANTAR PROVINSI (Studi Kasus: Angkutan Minibus Jurusan Puruk Cahu Banjarmasin)

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN PENGUMPAN TRANS SARBAGITA DI KOTA DENPASAR TUGAS AKHIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Grafik jumlah penumpang TransJakarta rata-rata perhari

BAB I PENDAHULUAN. konsekuensi logis yaitu timbulnya lalu lintas pergerakan antar pulau untuk

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan Propinsi Kalimantan Barat baik dalam jumlah

BAB III METODOLOGI. Gambar 3.1 Peta Rute MPU CN

EVALUASI KINERJA BUS EKONOMI ANGKUTAN KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) TRAYEK PADANG BUKITTINGGI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II STUDI LITERATUR. demand. Pada demand yang kecil lebih optimal menggunakan angkutan

ANALISIS PENENTUAN TARIF STANDAR ANGUTAN KOTA DI KABUPATEN BANYUWANGI. Rahayuningsih ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu dari lima Kota Besar di Indonesia adalah Kota Medan dengan


BAB III LANDASAN TEORI

Pelayanan dan Tarif Speedboat Nusa Sebayang - Ruslan Effendie

Mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret 2), 3)

ANALISIS TARIF BUS TRANS BALIKPAPAN TRAYEK TERMINAL BATU AMPAR- PELABUHAN FERI KARIANGAU

III. METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan literature baik berupa buku buku transportasi, artikel, jurnal

KAJIAN KELAYAKAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM DI PURWOKERTO

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM PEDESAAN (Studi Kasus Minibus PO. Garuda Tiga jurusan Baturetno - Wonogiri) Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

Analisa Biaya Operasional Kendaraan Angkutan Penumpang Roda Dua di Waena Kota Jayapura

Kata Kunci: Pelayanan, Tarif, Bus Ekonomi, Bus Eksekutif, Malang Surabaya, IPA, BOK, ATP, WTP.

BAB III METODE PENELITIAN. dari tahap awal sampai dengan tahap akhir. Pada bab ini akan dijelaskan langkah

yang sebenarnya dalam setiap harinya. Faktor muat (loadfactor) sangat dipengaruhi

BAB IV ANALISIS DATA. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada hari senin tanggal 10 November

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI. mengetahui pelayanan angkutan umum sudah berjalan dengan baik/ belum, dapat

Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 ( ) ISSN:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN METODA ANALISIS. Peta digunakan untuk penentuan rute jalan yang akan di survey

STUDI POTENSI JUMLAH PENUMPANG BUS PEMADU MODA RUTE MALANG BANDAR UDARA JUANDA PP ABSTRAK

EVALUASI TARIF KERETA API KOMUTER LAWANG-MALANG-KEPANJEN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Umum Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Memahami artinya memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tau. Memecahkan berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi metode penelitian ini menggunakan metode penelitian menjadi deskriptif analitis yaitu penelitian yang bukan bersifat eksperimen dan dimaksudkan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan (berupa data sekunder dan data primer). Yang berkaitan dengan penelitian, kemudian data-data tersebut akan dilanjutkan dengan proses analisis. Deskripsi berarti data yang dikumpulkan disusun kemudian dianalisis. Jarak antara Terminal Bayuangga menuju Jorongan adalah 8 km, sedangkan Jarak antara Terminal Bayuangga menuju Kademangan adalah 10 km. Tarif angkutan yang berlaku adalah Rp. 5.000 untuk umum dan Rp. 2.500 untuk penumpang pelajar. Pengambilan data dilakukan selama waktu operasi angkutan kota dalam hari kerja dan hari libur pada jam sibuk dan jam tidak sibuk. 3.2 Lokasi Studi Lokasi penelitian dilakukan di daerah yang dilewati angkutan Trayek A dan Trayek F. a. Rute Angkutan Trayek A Angkutan Kota Probolinggo Jalur A dengan rute Terminal Bayuangga- PB.Sudirman-Jl.Pahlawan-Hos.Cokroaminoto-Slamet Riyadi-Kademangan dengan panjang rute 10 km (lihat Gambar 3.1) 39

40 Gambar 3.1 Peta Lokasi Studi Trayek A (Dinas Perhubungan Kota Probolinggo) b. Rute Angkutan Trayek F Angkutan Kota Probolinggo Jalur F dengan rute Terminal Bayuangga- Sukarno Hatta-PB.Sudirman-Dr.Sutomo-A.Yani-Gatot Subroto-Pahlawan- Cokroaminoto-Sunan Ampel-Jorongan dengan panjang rute 8 km (lihat Gambar 3.2)

41 Gambar 3.2 Peta Lokasi Studi Trayek F (Dinas Perhubungan Kota Probolinggo) 3.3 Tahapan Studi Sebelum melakukan suatu penelitian maka terlenih dahulu haus diketahui tahapan studi yang akan diteliti. Sumber data dalam suatu penelitian adalah subjek dimana suatu data dapat diperoleh. Tahapan secara garis besar ditampilkan dalam diagram (lihat Gambar 3.3)

42 Mulai Studi Literatur Perumusan Masalah dan Penetapan Tujuan Penyusunan Metode Penelitian Survei Pendahuluan Survei pada hari kerja dan hari libur Survei angkot yang beroperasi Survei ruas jalan yang dilalui angkot Pengumpulan Data Data primer : Jumlah Penumpang Biaya transportasi penumpang Penghasilan penumpang DataSekunder : -Harga angkot -Jumlahperjalanan -Retribusi terminal - Jam kerja angkot -Harga oli - Kapsitas Oli -Biaya servis (kecil, besar) - Jarak perjalanan -Biaya pemeriksaan umum - Biaya Pemeliharaa -Gaji pegawai -Biaya perpanjangan STNK -Jumlah awak angkot Analisa dan Pembahasan : Biaya Langsung Biaya Tidak Langsung Tarif berdasarkan BOK Tarif berdasarkan ATP dan WTP Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3.3 Tahapan Studi

43 3.3.1 Studi Literatur Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan oleh pemilik angkutan dan pengguna jasa angkutan dan juga untuk mengetahui biaya yang sanggup dan mau dibayarkan oleh pengguna jasa angkutan di kota probolinggo. Untuk memperoleh data sekunder sebagai gambaran awal untuk melakukan studi ini. 3.3.2 Survei Pendahuluan Survei pendahuluan dilakukan untuk mengetahui keadaan angkutan di kota Probolinggo. Survei ini meliputi survei keadaan penumpang pada hari kerja maupun pada hari libur, survei berapa angkot yang masih beroperasi dan tidak beroperasi, survei ruas-ruas jalan yang akan dilalui oleh angkot. Survei pendahuluan merupakan survey sekala kecil tetapi penting agar suvei sesungguhnya dapat berjalan dengan lancar efektif dan efisien survei pendahuluan ini meliputi : - Penentuan lokasi survei dan pengenalan lapangan, pengenalan lokasi survei bertujuan untuk mengenal rute yang dilalui dan untuk mengetahui tempattempat pemberhentian angkutan yang akan di survey. - Penentuan waktu survey, pelaksanaan survey dilaksanakan dalam dua pembagian wilayah waktu yaitu pada jam sibuk dan tidak sibuk. - Penentuan hari survey harus dengan pertimbangan bahwa hari yang dipilih dapat mewakili hari dalam seminggu. - Penentuan jumlah surveyor, penentuan jumlah surveyor sangat penting agar pelaksanaan survey dapat efisien dan efektif. - Pengecekan form survey, pengecekan form survey bertujuan agar pada saat utama surveyor tidak mengalami kesulitan dalam mengisi formulir survey, kelengkapan survey seperti : nama surveyor, waktu survey, dan plat nomer kendaraan.

44 3.3.3 Pengumpulan Data Sebagai bahan untuk menganalisa permasalahan diperlukan data-data yang diperoleh dari survey lapangan yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis yang berhubungan dengan pengambilan data (survey). Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan wawancara langsung dan terjun langsung kelapangan. Survei dilakukan untuk mendapatakan data primer dan data sekunder yang meliputi: a. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari pengamatan secara langsung oleh peneliti dilapangan. Khususnya dalam studi ini data tersebut digunakan sebagai asumsi dalam perhitungan. Data Primer yang diambil adalah sebagai berikut: 1. Jumlah Penumpang Penumpang adalah orang yang menggunakan jasa angkutan sebagai transportasinya. Data jumlah penumpang ini bisa didapatkan dengan cara survei langsung dilapangan dengan melihat berapa jumlah intensitas penumpang menggunakan perhitungan manual. 2. Kuisioner Ability To Pay (ATP) ATP adalah kemampuan membayar dari masyarakat atas imbalan terhadap barang atau jasa yang dinikmati berdasarkan pendapatan yang dianggap ideal. Sehingga yang menentukan ATP terhadap jasa angkutan kota adalah total pendapatan responden, alokasi pendapatan terhadap transportasi, dan alokasi biaya transportasi perbulan. 3. Kusioner Willingness To Pay (WTP) WTP dapat didefinisikan sebagai besaran rata-rata rupiah yang bersedia dikeluarkan oleh penumpang sebagai pembayaran satu unit layanan angkutan kota yang dinikmatinya. Pendekatan yang digunakan dalam analisis WTP terhadap jasa angkutan kota didasarkan atas tarif angkutan kota yang diharapkan. Variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan WTP terhadap jasa angkutan kota adalah tarif yang diharapkan, prioritas pelayanan

45 yang diharapkan, dan kemauan membayar lebih untuk peningkatan keselamatan. Variabel Penelitian Penentuan variabel penelitian pada Ability To Pay (ATP) yaitu penghasilan keluarga per bulan, alokasi biaya transportasi, intensitas perjalanan dan jumlah anggota keluarga. Sedangkan variabel penelitian untuk Willingness To Pay (WTP) yaitu terdiri dari produk yang ditawarkan, kualitas dan kuantitas pelayanan yang disediakan, utilitas atau maksud pengguna terhadap angkutan dan penghasilan pengguna per bulan. Variabel-variabel ini yang digunakan untuk membuat kuisioner. (lihat Tabel 3.1) b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diambil dari instansi terkait. Data Sekunder adalah data yang digunakan oleh peneliti, sedangkan peneliti tidak langsung mengumpulkannya sendiri, melainkan diperoleh dari pihak lain. Data sekunder yang di dapat antara lain : 1. Jumlah kendaraan/armada 2. Biaya Langsung a) Biaya Tetap (Fixed Cost) - Biaya Penyusutan Kendaraan (Depresiasi) - Biaya Bunga Modal - Biaya Gaji Awak Kendaraan - Biaya Cuci Kendaraan - Biaya STNK/pajak kendaraan - Biaya Uji Kir - Biaya Asumsi Kendaraan b) Biaya Tidak Tetap (Running Cost) - Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) - Biaya pemakaian ban - Biaya Service kecil - Biaya service Besar - Biaya pemeriksaan umum

46 - Biaya penambahan Oli Mesin - Biaya retribusi terminal c) Biaya Tidak langsung, meliputi : - Biaya ijin usaha - Biaya ijin perpanjangan trayek Variabel Sub Variabel Indikator Kuisioner Ability To Pay (ATP) Penghasilan pengguna perbulan Penghasilan Berapa pendapatan anda per tiap bulan? Alokasi Biaya Transportasi Biaya Untuk Transportasi Berapa persen rata-rata alokasi pendapatan anda untuk biaya transportasi setiap bulan? Willingness To Pay (WTP) Intensitas Perjalanan Jumlah Keluarga Tarif angkutan per trip Dimensi kualitas jasa Utilitas atau maksud pengguna Frekuensi Perjalanan Jumlah Tanggungan Tarif Kemudahan mendapatkan pelayanan Kenyamanan memperoleh pelayanan Ketepatan Waktu Tujuan perjalanan Tabel 3.1 Variabel Penelitian Berapa persen rata-rata alokasi biaya transportasi setiap bulan untuk biaya transportasi dari tempat tinggal ke tempat kerja? Berapa frekuensi perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja? Berapa jumlah keluarga yang ditanggung? Berapa tarif angkutan kota yang realistis menurut pendapat anda? Bisa naik angkutan kota dari tempat yang anda mau. Sopir angkot yang tidak memaksakan kehendak kepada penumpang untuk naik angkutan tersebut. Tidak ngetem terlalu lama atau tidak ngetem sampai penumpang penuh. Maksud tujuan perjalanan yang sering anda tempuh menggunakan angkutan kota.

47 A Waktu Pengumpulan data a. Waktu Penelitian Pelaksanaan Survey dilakukan hari kerja dan hari libur dimaksud untuk mendapatkan karakteristik penumpang. Survey dilakukan pada tanggal 15 Januari 2017 21 Januari 2017. Pada pukul 06.00 18.00 WIB. b. Tenaga Survei Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan beberapa tenaga survey yang bertugas untuk: Membagikan kuisioner kepada penumpang angkutan kota atau kepada orang-orang yang berada disekitar lokasi penelitian Mencatat jumlah penumpang yang naik atau turun Mencatat lamanya perjalanan c. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini adalah : Jam tangan untuk mencatat waktu berangkat angkutan kota dari terminal menuju tempat pemberhentian. Formuir survey untuk mencatat jumlah penumpang yang naik. Kuisioner yang akan diisi oleh penumpang Alat tulis 3.4 Analisa Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Untuk melakukan analisa biaya operasional kendaraan ini harus terlebih dahulu mengtahui pemakaian komponen biaya operasional kendaraan (biaya langsung dan biaya tidak langsung), setelah itu akan didapatkan biaya operasional kendaraan yang dikeluarkan oleh operator angkutan jalur A dan jalur F dalam satuan Rp/Tahun atau Rp/hari atau Rp/Km 3.5 Tinjauan tarif berdasarkan penumpang Aktual Tinjauan ini dilakukan dengan menghitung selisih antara penerimaan kotor atas tarif berdasarkan penumpang aktual dengan biaya operasional kendaraan.tarif sesuai dengan menurut Keputusan Direktorat Jenderal

48 Perhubungan Darat Nomor SK.687/Aj206/DRJD/2002 adalah BOK + 10% sebagai keuntungan perusahaan. 3.6 Tinjauan tarif berdasarkan penumpang 70% Tinjauan tarif sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/Aj206/DRJD/2002 yang merupakan rencana untuk menghasilkan tarif berdasarkan BOK dengan mengacu pada biaya operasional kendaraan rata-rata dan jumlah penumpang 70% dari kapasitas daya angkutan.