PPN (Rupiah) CV Lubrima Pratama Agust

dokumen-dokumen yang mirip
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap :

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah Penerbitan Surat Keputusan Tergugat Nomor: KEP-00329/NKEB/WPJ.

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : PUT /2014/PP/M.VIB Tahun Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2014.

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2014/PP/M.IIIA TAHUN 2018

bahwa Pemohon Banding dan Terbanding melakukan Uji Bukti Dokumen Pendukung Pemohon Banding berupa:

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.50322/PP/M.X/16/2014

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018

bahwa Pemohon Banding dan Terbanding melakukan Uji Bukti Dokumen Pendukung Pemohon Banding berupa:

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.51102/PP/M.IVB/16/2014

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

: bahwa Terbanding mengusulkan untuk menolak permohonan banding Pemohon Banding Terbanding

Penggantian ke 2 (dua) :

: bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah Koreksi Dasar Pengenaan Pajak

KEP-754/PJ./2001TATA CARA PELAKSANAAN KONFIRMASI FAKTUR PAJAK DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERPA

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60826/PP/M.IIIB/99/2015. Tahun Pajak : 2011

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Nomor KEP-4949/WPJ.09/2015 tanggal 20 Oktober 2015;

SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : Put-73896/PP/M.XIB/16/2016. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2012

bahwa Pemohon Banding dan Terbanding melakukan Uji Bukti Dokumen Pendukung Pemohon Banding berupa:

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Nomor Putusan Pengadilan Pajak. Put-4/PP/M.XIIA/99/2014. Jenis Pajak : Gugatan. Tahun Pajak : 2011

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 43/PJ/2010 TENTANG

Nomor Putusan Pengadilan Pajak. : Put-50255/PP/M.XVI/16/2014. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2009

Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT /PP/M.XIII/16/2013. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2008

Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP

Tabel Nilai Sengketa atas Objek Pajak sampai dengan Surat Banding N o. 1. Koreksi Positif Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut Rp

BAB IV GAMBARAN SENGKETA FAKTUR PAJAK CACAT DAMPAKNYA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK DAN KERUAGIAN NEGARA

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai. IV.1.1 Analisis Perolehan Barang Kena Pajak (Pajak Masukan)

bahwa Surat Tagihan Pajak Nomor 00097/107/12/029/15 tanggal 28 September 2015 tidak termasuk

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi Positif atas Peredaran Usaha Tahun Pajak 2008 sebesar Rp

BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam analisa penghitungan dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai, penulis

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Evaluasi Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. Mejoi merupakan perusahaan distributor yang bergerak dalam

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Pengadilan Pajak : 39925/PP/M.II/99/2012. Jenis Pajak : Gugatan. Tahun Pajak : 2008

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Ketentuan Formal Pajak Pertambahan Nilai PT TRT 4.2 Analisis Faktur Pajak

BAB 4. Pembahasan Hasil Penelitian

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan : Put-87849/PP/M.XVA/99/2017. Jenis Pajak : Gugatan Masa Pajak : 2009 Pokok Sengketa

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. Pengusaha Kena Pajak, maka PT. PP (Persero) Tbk mempunyai hak dan

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-85809/PP/M.IIB/12/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 23. Tahun Pajak : 2012

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43771/PP/M.VI/16/2013

BAB IV PEMBAHASAN. dan sesudah perubahan Undang-undang No.42 Tahun 2009, penulis melakukan

Putusan : Put.46604/PP/M.X/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai. Tahun Pajak : 2005

: PUT.38579/PP/M.XIII/16/2012. Nomor Putusan Pengadilan Pajak Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai. Tahun Pajak : 2007

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

dengan rincian sebagai berikut : dengan rincian sebagai berikut:

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 15 /PJ/2010 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 15/PJ/2010 TENTANG

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.39513/PP/M.IV/99/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 26. Tahun Pajak : 2010

Koreksi Pajak Masukan yang berhubungan dengan kegiatan unit usaha/divisi kebun sebesar Rp ,00,

Faktur pajak (tax invoice) merupakan sarana administrasi

Menurut Majelis : bahwa dasar hukum yang terkait dengan materi gugatan ini adalah :

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-46456/PP/M.XIII/16/2013

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 187/PMK.03/2015 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-44/PJ/2010 Tanggal 6 Oktober 2010

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. hewan) yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada

BAB IV PEMBAHASAN. kedua atas Undang-Undang Nomor 8 tahun 1983, Pengusaha yang melakukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65/PMK.03/2010 TENTANG

Objek PPN Yang Harus Dibuatkan Faktur Pajak. a. penyerahan BKP di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha

: bahwa Terbanding melakukan koreksi atas Pajak Masukan yang terkait dengan kebun sebesar Rp ,00;

ANALISIS PENERAPAN RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PT. PP (PERSERO) TBK

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Prof. Dr. P.J.A. Adriani, Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. MRC adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN) BAGI PEMUNGUT PPN Bacalah terlebih dahulu Buku Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : Put-86614/PP/M.XIVA/13/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 26

sengketa mengenai pengenaan Sanksi Administrasi berupa Kenaikan Pasal 13 ayat (3) UU KUP sebesar 100% (Rp ,00);

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam evaluasi penerapan dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai pada PT

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Mardiasmo (2001:118), Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara

14/PJ/2010 PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-146/PJ./2006 TENTANG BE

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS

15/PJ/2010 PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 29/PJ/2008 TENTANG BENTUK,

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. oleh pelanggan untuk di jadikan sepatu atau sandal.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR - 14/PJ/2010 TENTANG

Peredaran Usaha Arus Piutang cfm Pemeriksa Rp DPP PPN yang belum dilaporkan WP dalam SPM PPN nya tahun 2012 Rp

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011. Tahun Pajak : 2006;

EVALUASI PELAKSANAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA PT REK DI TAHUN PAJAK 2011

KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Transkripsi:

: Put. 43692/PP/M.XV/16/2013 Mahkamaa Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Pajak Masukan yang dapat Diperhitungkan PPN Barang dan Jasa Masa Pajak Agustus 2008 sebesar Rp.17.193.272,00; Menurut Terbanding Menurut Pemohon Banding Menurut Majelis : bahwa Terbanding melakukan koreksi koreksi Kredit Pajak sebesar Rp.17.193.272,00 dengan alasan bahwa pada saat Terbanding melakukan konfirmasi Surat Setoran Pajak Masa Pajak Agustus 2008 dijawab tidak ada, : bahwa atas jawaban konfirmasi "Tidak Ada", Pemohon Banding menegaskan bahwa Pemohon Banding telah melaksanakan kewajiban perpajakan Pemohon Banding yaitu dengan membayar PPN Masukan yang dikenakan oleh supplier Pemohon Banding; : bahwa Majelis melakukan penelitian atas Faktur Pajak Masukan yang dikoreksi Terbanding; bahwa berdasarkan penelitian Majelis, Faktur Pajak Masukan yang dikoreksi terdiri dari: Nama Penjual BKP/Pemberi JKP NPWP Faktur Pajak/Nota Retur Kode dan Nomor Seri Tanggal ahkamaa PPN (Rupiah) CV Lubrima Pratama 02.034.729.0.542.000 010.000-08.00000014 5 Agust 08 17.193.272 bahwa berdasarkan hasil klarifikasi ulang yang dilakukan atas Faktur Pajak Nomor 010.000-08.00000014 tanggal 5 Agustus 2008 telah dijawab oleh KPP Pratama Sleman dengan surat Nomor SP516/WPJ.23/KP.0103/2011 tanggal 1 Juni 2011 dengan jawaban "tidak Ada"; bahwa pada tanggal 3 November 2011 KPP Pratama Sleman mengirimkan surat nom or S- 1427/WPJ.23/KP.0103/2011 tanggal 1 November 2011 hal Ralat Jawaban Klarifikasi Faktur Pajak Keluaran via faksimili yang meralat jawaban klarifikasi pada surat nomor SP- 516/WPJ.23/KP.01 03/2011 tanggal 1 Juni 2011 yang dijawab "Tidak Ada" menjadi "Ada"; bahwa berdasarkan penelitian formal atas Faktur Pajak Masukan Nomor 010.000-08.00000014 tanggal 5 Agustus 2008 tersebut diketahui bahwa Faktur Pajak tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai Faktur Pajak Standar sesuai Pasal 13 ayat (5) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah beserta perubahan-perubahannya, karena tidak mencantumkan jabatan yang menandatangani Faktur Pajak, sehingga tidak dapat dikreditkan (Pasal 9 ayat (8) huruf f UU No 8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPn 8M beserta perubahannya); bahwa berdasarkan uraian di atas menurut Terbanding koreksi Faktur Pajak Masukan Nomor 010.00008.00000014 tanggal 5 Agustus 2008 sebesar Rp17.193.272,00 sudah tepat sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku; bahwa atas konfirmasi yang dilakukan Terbanding tersebut, dalam persidangan Majelis Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

telah meminta Terbanding untuk melakukan konfirmasi ulang atas Faktur Pajak Masukan tersebut namun sampai dengan persidangan berakhir, Terbanding tidak memberikan hasil jawaban atas konfirmasi ulang Faktur Pajak Masukan; bahwa dalam persidangan, atas permintaan Majelis, Pemohon Banding menyampaikan data pendukung bahwa Pajak Masukan tersebut sudah dibayar sehingga seharusnya dapat dikreditkan; bahwa dalam bukti P-5, Pemohon Banding menyatakan hal-hal sebagai berikut : bahwa Pemohon Banding tidak setuju bahwa Terbanding yang hanya mendasarkan koreksi dari Faktur Pajak yang tidak mencantumkan keterangan jabatan penandatangan, sebagai berikut: 1. Dasar hukum dan alasan dilakukannya konfirmasi Faktur Pajak bahwa dalam Surat Edaran Terbanding No.SE-10/PJ.52/2006 tanggal 15 Agustus 2006 dan SE-755/PJ./2001 tanggal 26 Desember 2001 ditegaskan bahwa : Konfirmasi Faktur Pajak merupakan salah satu prosedur administrasi perpajakan yang dilakukan untuk melaksanakan pengawasan terhadap kewajiban Pajak Pertambahan Nilai. Namun konfirmasi bukan merupakan satu-satunya alat uji yang digunakan untuk meyakini bahwa transaksi tersebut benar adanya baik secara formal maupun material. Untuk meyakini kebenaran suatu transaksi, pelaksanaan konfirmasi Faktur Pajak harus dilakukan bersamaan dengan prosedur-prosedur dan atau pengujian pemeriksaan lainnya seperti arus uang, arus barang, arus dokumen serta meneliti dokumen-dokumen pendukung lainnya berkenaan dengan transaksi tersebut ; a. bahwa dalam proses pemeriksaan, yang tercantum dalam Laporan Pemeriksaan Pajak (LPK), pemeriksa dalam rangka meneliti Faktur Pajak Masukan dalam negeri telah melakukan kegiatan yang antara lain: - Pengujian arus uang dan barang; - Mengecek dan mencocokan jenis BKP/JKP yang dibeli atau diperoleh PKP dengan kegiatan usaha sesuai dengan Pasal 9 ayat 8 UU PPN, dan - Telah melakukan penelitian berkenaan dengan Surat Edaran Terbanding No. SE- 09/PJ.52/2005 tentang Daftar dan Sanksi atas Wajib Pajak yang diduga menerbitkan Faktur Pajak Tidak Sah dengan hasil negatif (tidak ada Faktur Pajak Fiktif); bahwa lebih lanjut, dalam proses Keberatan, Penelaah keberatan telah melakukan penelitian sesuai perundang-undangan yang berlaku dengan hasil sebagai berikut (sumber: Laporan Penelitian Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa no. LAP-82/WPJ.07/2012): b. Penelitian terhadap Persyaratan Formal Faktur Pajak Standar bahwa berdasarkan Pasal 13 ayat (5) UU PPN jo. Keputusan Terbanding No. PER- 159/PJ./2006, diperoleh hasil bahwa Faktur Pajak Masukan yang disampaikan Wajib Pajak (dalam hal ini Pemohon Banding) terkait pokok sengketa di atas, tidak memenuhi kriteria ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

sebagaimana disyaratkan harus tercantum dalam suatu Faktur Pajak Standar karena tidak mencantumkan jabatan yang menandatangani Faktur Pajak; c. Penelitian terhadap Penerbitan Faktur Pajak Fiktif bahwa berdasarkan Surat Edaran Terbanding No. SE-27/PJ.52112003 s.t.d.t.d. SE- 04/PJ.52/2006 tentang Daftar dan Sanksi atas Wajib Pajak yang diduga menerbitkan Faktur Pajak Tidak Sah, ditegaskan mengenai Daftar Wajib Pajak yang Diduga Menerbitkan Faktur Pajak Tidak Sah, Penelaah dapat meyakini bahwa atas Faktur Pajak Masukan yang disengketakan adalah tidak termasuk ke dalam Faktur Pajak Fiktif; d. Penelitian terhadap Jangka Waktu Pengkreditan Pajak Masukan bahwa berdasarkan Pasal 9 ayat (2) dan (9) UU PPN, Penelaah Keberatan telah menyatakan bahwa atas Faktur Pajak Masukan yang menjadi pokok sengketa telah memenuhi ketentuan jangka waktu pengkreditan Pajak Masukan sesuai dengan Pasal 9 ayat (9); e. Penelitian terhadap Pelaksanaan Konfirmasi Faktur Pajak bahwa Keputusan Terbanding No. KEP-754/PJ.12001 tentang Tata Cara Pelaksanaan Konfirmasi Faktur Pajak dengan Aplikasi Sistem Informasi Perpajakan mengatur bahwa: - bahwa konfirmasi Faktur Pajak dengan aplikasi Sistem Informasi Perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan keterangan tentang keabsahan Faktur Pajak. (Pasal 1) - bahwa hasil konfirmasi dengan aplikasi SIP dapat berupa antara lain tidak ada data pembanding yang mungkin disebabkan PKP Penjual belum/tidak melaporkan Pajak Keluarannya atau KPP tempat KPP Penjual di administrasikan belum melakukan perekaman; (Butir 1.2.3.) - bahwa apabila jawaban klarifikasi menyatakan "Ada dan Sesuai" maka Faktur Pajak tersebut dapat diperhitungkan sebagai Pajak Masukan yang dapat dikreditkan; (Butir 1.4.1.3.1.) bahwa berdasarkan data dan fakta yang diberikan oleh Penelaah Keberatan dalam Laporan Penelitian Keberatan disebutkan bahwa pada tanggal 3 November 2011 KPP Pratama Sleman telah mengirimkan surat No. S-1427/WPJ.23/KP.0103/2011 tanggal 1 November 2011 hal Ralat Jawaban Klarifikasi Faktur Pajak Keluaran via faksimili yang meralat jawaban klarifikasi pada surat nomor SP-516/WPJ.23/KP.0103/2011 tanggal 1 Juni 2011 dan berpendapat bahwa untuk Faktur Pajak senilai Rp 17.193.272,00 yang dijawab "Tidak Ada" oleh KPP terkait menjadi "Ada"; 2. bahwa berdasarkan uraian-uraian dalam butir I di atas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: a. bahwa pada saat pemeriksaan, Pemeriksa telah melakukan uji arus uang dan barang dan juga telah memperoleh kesimpulan bahwa Faktur Pajak tersebut tidak fiktif dan telah mengecek bahwa barang/jasa yang dibeli sesuai dengan kegiatan usaha pembeli; ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

Mahkamaa b. bahwa Penelaah Keberatan menyatakan bahwa Faktur Pajak tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai Faktur Pajak Standar karena tidak mencantumkan jabatan penandatangan Faktur Pajak; c. bahwa Penelaah Keberatan telah meyakini bahwa Faktur Pajak tersebut tidak fiktif; d. bahwa Penelaah Keberatan telah menyatakan bahwa Faktur Pajak Masukan tersebut telah memenuhi ketentuan jangka waktu pengkreditan Pajak Masukan; e. bahwa Penelaah Keberatan telah menerima ralat jawaban klarifikasi Faktur Pajak Keluaran dari KPP terkait yang mcnyatakan Faktur Pajak Masukan yang dimaksud "Ada" maka Faktur Pajak tersebut seharusnya dapat diperhitungkan sebagai Pajak Masukan yang dapat dikreditkan; 3. bahwa Pemohon Banding berpendapat bahwa dari kesimpulan yang dijabarkan dalam butir 2 (a), (c), (d), dan (e) di atas, bahwa sebenarnya Terbanding telah dapat menilai bahwa Faktur Pajak Masukan yang dikeluarkan oleh CV Lubrima Pratama dengan nomor 010.000.08.00000014 tertanggal 5 Agustus 2008 dengan nilai PPN sebesar Rp17.193.272,00 tersebut tidak fiktif dan telah meyakini bahwa Pemohon Banding telah melaksanakan kewajiban perpajakan dengan membayar PPN Masukan tersebut kepada PKP Penjual dengan melakukan uji arus uang dan arus barang. Dengan demikian Faktur Pajak tersebut merupakan Faktur Pajak yang sah untuk dapat dikreditkan; 4. bahwa namun demikian, untuk butir 2 (b) di atas, bahwa atas ketentuan yang tidak terpenuhi dalam penerbitan Faktur Pajak Masukan tersebut, kesalahan pengisian Faktur Pajak yang dikarenakan tidak adanya jabatan penandatangan bukan semata-mata kesalahan Pemohon Banding, namun merupakan kesalahan Pengusaha Kena Pajak Penjual selaku penerbit Faktur Pajak; bahwa pada butir 4 di atas, Pemohon Banding melihat bahwa T'erbanding mengabaikan fakta yang ditemukan Terbanding pada saat T'erbanding melakukan penelitian terhadap dokumen bukti dan prosedur-prosedur pembuktian lain yang disyaratkan dalam peraturan perpajakan yang berlaku; bahwa Terbanding telah melakukan prosedur pemeriksaan lain seperti yang disebutkan pada butir 2 (a), (c), (d), dan (e) dan berpendapat bahwa Faktur Pajak tersebut dikeluarkan atas transaksi yang benar-benar terjadi dan terbukti kebenarannya, sehingga sesuai dengan peraturan tersebut di atas, seharusnya PPN atas Faktur Pajak tersebut di atas tetap dapat diakui dan dapat dikreditkan (Pemohon Banding melampirkan contoh Pengadilan Pajak atas kasus yang sama dan diterima sebagai PPN yang dapat dikreditkan, yaitu melalui dengan No. Put.38135/PP/M.XI/16/2012); bahwa Terbanding telah meneliti bukti pelunasan PPN dan telah terbukti bahwa Faktur Pajak Masukan yang disengketakan telah dibayar PPN-nya kepada pihak Penjual (dokumen bukti: Rekening Koran) dan dalam hal ini Negara tidak dirugikan karena PPN Masukan tersebut telah dibayarkan, sehingga seharusnya Faktur Pajak Masukan tersebut dapat dikreditkan oleh Pemohon Banding; ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

bahwa PPN adalah merupakan pajak tidak langsung. Dengan demikian, apabila PKP pembeli telah dipungut PPN-nya oleh PKP Penjual maka pada dasarnya sama dengan telah membayar PPN tersebut ke Kas Negara. Oleh karena itu, jika PKP Penjual tidak menyetorkan PPN yang telah ia pungut, maka Otoritas Pajak seharusnya meminta pertanggungjawaban kepada PKP Penjual dan bukan PKP Pembeli. Dengan kata lain, sepanjang Wajib Pajak telah dipungut PPN-nya oleh PKP Penjual dan telah membayarkannya kepada PKP Penjual maka hak Wajib Pajak untuk mengkreditkan Pajak Masukannya seharusnya tidak dikaitkan dengan ada atau tidak adanya jawaban konfirmasi. Apalagi secara ketentuan Pasal 13 ayat (5) UU PPN, Faktur Pajak yang dikreditkan telah memenuhi persyaratan sebagai Pajak Masukan; bahwa Pemohon Banding berpendapat bahwa dengan berbekal bukti berupa Faktur Pajak yang sah (tidak fiktif) dan bukti-bukti pembayaran lainnya, maka demi hukum sesuai dengan asas keadilan, pihak pembeli atau penerima BKP/JKP dapat mengkreditkan Pajak Masukan yang telah dibayar tersebut; bahwa demikianlah penjelasan Pemohon Banding untuk menjelaskan hal-hal yang menjadi dasar Pemohon Banding untuk memohon demi hukum dan asas keadilan agar dapat meminta pengkreditan PPN tersebut karena pada dasarnya PPN tersebut telah dibayarkan kepada pihak Penjual; bahwa Pasal 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana yang telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai menyatakan bahwa dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena Pajak; bahwa Pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai menyatakan Pajak Masukan dalam suatu Masa Pajak dikreditkan dengan Pajak Keluaran untuk Masa Pajak yang sama; bahwa dalam Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-754/PJ./2001 tanggal 26 Desember 2001 tentang Tata Cara Pelaksanaan Konfirmasi Faktur Pajak dengan Aplikasi Sistem Informasi Perpajakan, disebutkan bahwa tujuan dilakukannya konfirmasi Faktur Pajak adalah untuk mendapatkan keyakinan bahwa : a. Faktur Pajak tersebut diterbitkan oleh Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, b. Faktur Pajak tersebut diterbitkan oleh Pengusaha Kena Pajak sehubungan dengan adanya penyerahan BKP dan atau JKP yang terutang Pajak Pertambahan Nilai, c. Faktur Pajak tersebut telah dilaporkan PKP penerbit sebagai Pajak Keluaran pada SPT Masa PPN; bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, tanggung jawab penyetoran PPN sudah beralih kepada PKP Penjual sehingga KPP Domisili PKP Penjual bertanggung jawab untuk menagih penyetoran PPN yang sudah dibayar oleh PKP Pembeli; ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

bahwa berdasarkan penelitian Majelis atas dokumen pendukung Pemohon Banding yang disampaikan dalam persidangan, Majelis berpendapat bahwa Faktur Pajak - Faktur Pajak tersebut telah didukung oleh alat bukti yang menunjukkan PPN sudah dibayar oleh Pemohon Banding sehingga dapat dikreditkan; bahwa berdasarkan bukti/dokumen yang diajukan dalam persidangan, keterangan para pihak, dan keyakinan hakim, Majelis berpendapat bahwa Pemohon Banding dapat membuktikan bahwa Pajak Pertambahan Nilai atas Faktur Pajak sebesar Rp.17.193.272,00 telah dibayar sehingga dapat dikreditkan, dengan demikian atas koreksi Terbanding sebesar Rp.17.193.272,00 tidak dapat dipertahankan; Menimbang : bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Sanksi Administrasi; Menimbang : bahwa oleh karena itu jumlah Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Agustus 2008 termasuk sanksi administrasi yang disengketakan oleh Pemohon Banding dan dikabulkan Majelis menjadi sebagai berikut : Tabel nilai sengketa pajak versi murni Pemohon Banding termasuk sanksi administrasi (dalam rupiah) : Pajak dan Sanksi Administrasi Versi Terbanding Jumlah yang Jumlah yang Jumlah yang Versi Pemohon disengketakan tidak dikabulkan dikabulkan oleh Banding Versi Pemohon oleh Majelis Majelis Banding Pajak terutang 7.749.241.073 7.749.241.073 0 0 0 Kredit pajak 48.019.785.5 48.036.978.7 17.193.272,00 0 17.193.272,00 27 99 Jumlah pajak yang kurang (lebih) 40.270.544.454 40.287.737.726 17.193.272,00 0 17.193.272,00 dibayar Dikompensasikan masa berikutnya 40.303.737.726 40.303.737.726 0 0 0 Jumlah pajak ymh dibayar 33.193.272 16.000.000 17.193.272,00 0 17.193.272,00 Sanksi administrasi 33.193.272 16.000.000 - Bunga Pasal 13 (3) 17.193.272,00 0 17.193.272,00 Jumlah ymh (lebih) dibayar 66.386.544 32.000.000 34.386.544 0 34.386.544 Menimbang : bahwa atas hasil pemeriksaan dalam persidangan, Majelis berketetapan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, untuk mengabulkan seluruh banding Pemohon Banding; ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

Mahkamaa Mengingat : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak dan ketentuan perundangundangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan sengketa ini; Memutuskan : Mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding Nomor : KEP- 3009/WPJ.07/2011 tanggal 23 November 2011, tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP Masa Pajak Agustus 2008 Nomor : 00044/207/08/053/10 tanggal 28 Oktober 2010, atas nama : XXX, sehingga penghitungan Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Agustus 2008 menjadi sebagai berikut : Jumlah Seluruh Penyerahan (DPP PPN) Rp. 77.492.410.738,00) Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri Rp. 7.749.241.073,00) Jumlah Pajak yang dapat diperhitungkan Rp. 48.036.978.799,00) Jumlah perhitungan PPN kurang/(lebih) dibayar Rp. 40.287.737.726,00 Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya Rp. 40.303.737.726,00) PPN yang kurang / (lebih) dibayar Rp. 16.000.000,00) Sanksi administrasi : Kenaikan Pasal 13 (3) KUP Rp. 16.000.000,00) Jumlah PPN yang masih harus dibayar Rp. 32.000.000,00) ahkamaa Kepaniteraan Mahkamaa berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7