BAB I PENDAHULUAN Tahun

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan

BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah perusahaan melakukan proses produksi untuk menghasilkan

BAB I PENDAHULUAN Tahun. Gambar 1.1 Penjualan AMDK di Indonesia (dalam juta liter) (Sumber : Atmaja dan Mustamu, 2013)

BAB I PENDAHULUAN. hingga ke luar pulau Jawa. Outlet-outlet inilah yang menjadi channel distribusi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I - 1

Tugas Akhir. Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Dengan menentukan rute distribusi secara optimal dapat membantu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Radar Malang merupakan salah satu grup Radar terbesar di Jawa Pos.

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. produksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek AQUA. PT. Tirta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penggunaan teknologi dalam mendukung aktivitas perusahaan bukanlah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Penulis mengambil studi kasus pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 5 ANALISIS DATA. Kapasitas Kendaraan. Gambar 5.1. Influence Diagram

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan bisnis yang terjadi di kalangan perusahaan

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. merupakan cabang distributor dari perusahaan manufaktur yang. memproduksi sandal bermerek Zandilac. Dalam menjalankan usahanya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PERENCANAAN RUTE DISTRIBUSI VCD PEMBELAJARAN KE GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVINGS MATRIX UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB PEN EN A D HU LU N 1.1 Lat L ar B l e ak G mb m ar 1.1

TUGAS AKHIR. OPTIMISASI SISTEM TRANSPORTASI DISTRIBUSI PRODUK (Studi kasus: PT. Jaya Plasindo Jl Raya Salatiga - Solo Km

BAB I PENDAHULUAN. usaha produksi dan pendistribusian air minum isi ulang dalam kemasan (AMDK)

PENJADWALAN DISTRIBUSI KARUNG DENGAN METODE SAVINGS MATRIX DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PK. ROSELLA BARU SURABAYA SKRIPSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENJADWALAN PERJALANAN ALAT TRANSPORTASI UNTUK PENDISTRIBUSIAN DAN LOADING BARANG DI WILAYAH RUTE SUMATERA UTARA PADA PT.BINA TAMA SENTRA FAJAR MEDAN

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN JALUR DISTRIBUSI DAGING SAPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVINGS MATRIX UNTUK MENGOPTIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI DI CV.

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini dapat diketahui dari persaingan antar perusahaan yang semakin ketat, baik

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, efektivitas dalam penyediaan produk yang tepat waktu, dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat diraih apabila suatu perusahaan bisa mengambil keputusan secara

BAB I PENDAHULUAN. serta mempermudah penyampaian produk dari produsen ke konsumen. Distribusi

Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin mengglobal

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. tempat tujuan berikutnya dari sebuah kendaraan pengangkut baik pengiriman melalui

BAB I PENDAHULUAN. pengiriman produk kepada pelanggan harus memiliki penentuan rute secara tepat,

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk memberikan pelayanan terbaik ke customer, Dalam hal ketepatan waktu

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. karena penurunan biaya transportasi dapat meningkatkan keuntungan. mengoptimalkan penggunaan kapasitas serta jumlah kendaraan.

PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK PADA PT. POS INDONESIA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK OLIE DRUM UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN METODE SAVINGS MATRIX DI PT KAMADJAJA LOGISTICS SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. Pencucian galon (mesin) Pengisian galon. Pencucian galon (manual) Penyimpanan galon

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan zaman,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pemulihan ekonomi ini juga memicu pertumbuhan industri otomotif baik untuk kendaraan jenis

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam bidang industri semen, dengan kapasitas total produksi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB III KEGIATAN RISET

TUGAS AKHIR PERENCANAAN SISTEM DITRIBUSI HASIL PRODUKSI BUKU PADA PT. BINA PUTRA MANDIRI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN an berkembang algoritma genetika (genetic algorithm) ketika I. Rochenberg dalam bukunya yang berjudul Evolution Strategies

BAB I PENDAHULUAN. yang berpengaruh dalam meningkatkan pelayanan konsumen adalah. meningkatkan daya saing perusahaan tersebut.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI TEH BOTOL MENGGUNAKAN METODE TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) UNTUK MINIMASI BIAYA DISTRIBUSI

PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN KERTAS KARTON MODEL STUDI KASUS: PT. PAPERTECH INDONESIA UNIT II MAGELANG

2.2.1 Definisi VRP Model Matematis VRP Model Matematis Berbasis Travelling Salesman Problem

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN RUTE DISTRIBUSI VCD PEMBELAJARAN KE GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVINGS MATRIX UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. maka para pengusaha AMDK berusaha mengemas tempat untuk air agar konsumen

BAB I PENDAHULUAN. Pada proses bisnis, transportasi dan distribusi merupakan dua komponen yang

PERENCANAAN PENDISTRIBUSIAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING DAN SAVINGS MATRIX PADA PT.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Alat transportasi merupakan salah satu faktor yang mendukung berjalannya

BAB 1 PENDAHULUAN. transportasi yang harus dikeluarkan dalam proses pendistribusian.

BAB I PENDAHULUAN. konsumen adalah kemampuan untuk mengirimkan produk ke pelanggan secara

Transkripsi:

Volume Produksi (Miliyar Liter) BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Air merupakan salah satu elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat akan berimbas pada kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan air minum yang semakin meningkat. Pola hidup masyarakat Indonesia yang semakin modern serta tingkat kebutuhan yang semakin kompleks menyebabkan masyarakat saat ini lebih memilih segala sesuatu yang praktis. Salah satunya adalah Ready to Drink (RTD) yang dikenal dengan istilah Air Minum dalam Kemasan (AMDK). Industri AMDK di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dari semakin beragamnya merek AMDK yang beredar di masyarakat. Volume produksi AMDK di Indonesia dalam jangka tahun 2005 hingga 2015 juga memperlihatkan peningkatan yang signifikan, dimana data perkembanganya dapat dilihat pada Gambar 1.1. 40 35.7 30 20 10 8.8 9.4 10.3 11.5 12.8 14.5 17.9 19.8 21.78 23.1 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Tahun (Sumber: Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia, 2015) Gambar 1.1 Perkembangan Volume Produksi Air Minum dalam Kemasan di Indonesia (Tahun 2005 Tahun 2015)

Permintaan (Kardus) Jumlah produsen perusahaan AMDK di Indonesia yang semakin banyak dapat menciptakan suatu persaingan yang semakin ketat. Hal ini yang menuntut produsen untuk lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan konsumen sesuai keinginan, agar produk tersebut dapat kompetif di pasaran. Menurut Nyoman (2005, p173), distribusi merupakan kegiatan pengelolaan terhadap pergerakkan suatu produk dari suatu lokasi ke lokasi lain dimana pergerakkan tersebut membentuk suatu jaringan. Proses distribusi dipengaruhi oleh keputusan tranportasi yang digunakan. Agar proses distribusi dapat tercipta secara efektif dan efisien, maka perusahaan harus merancang jalur distribusi yang tepat. Jalur distribusi yang tepat dapat dicapai dengan memilih rute yang paling optimum antara lokasi asal dan lokasi tujuan. PT Indomex Dwijaya Lestari adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri AMDK. PT Indomex Dwijaya Lestari yang berlokasi di Jalan Raya Ulu Gadut, Kota Padang. Perusahaan ini memproduksi tiga jenis produk yaitu Jeje, Sajuak dan Dlingo. Ketiga jenis produk ini memiliki bentuk kemasan cup plastik yang berukuran sama yaitu 220 ml, tetapi memiliki harga dan kualitas yang berbeda. Khusus untuk produk Jeje juga tersedia dalam kemasan cup plastik ukuran 150 ml dan botol ukuran 600 ml. Produk Jeje merupakan produk unggulan dari PT Indomex Dwijaya Lestari, hal ini dapat dilihat pada jumlah permintaan produk. Berikut ini perbandingan permintaan untuk masing-masing produk pada bulan Juni hingga Oktober 2016 dapat dilihat pada Gambar 1.2. 250.000 200.000 150.000 100.000 50.000 0 Jeje (150 ml) Jeje (600 ml) Jeje (220 ml) Sajuak (220 ml) Dlingo (220 ml) Juni Juli Agustus September Oktober (Sumber : PT Indomex Dwijaya Lestari, 2016) Gambar 1.2 Perbandingan Permintan Masing-masing Produk PT Indomex Dwijaya Lestari Bulan Juni-Oktober Tahun 2016 2

Proses pendistribusiannya dilakukan setiap hari yaitu hari Senin hingga Sabtu. Proses pendistribusian atau pengiriman produk dimulai dengan adanya pesanan yang dilakukan terlebih dahulu atau Delevery Order (DO) oleh pihak toko atau grosir. Adapun jumlah permintaan yang dilakukan masing-masing toko tidak tetap atau bersifat dinamis. Pemesanan ini dapat dilakukan dengan dua jalur yaitu jalur pertama konsumen dapat memesan langsung kepada pihak administrasi penjualan atau melalui jalur telepon. Sedangkan jalur kedua yaitu melalui tim sales yang sudah terbagi pada masing-masing wilayah. Tim sales juga dapat melakukan proses promosi dan penagihan, dimana satu tim terdiri dari satu orang. Kemudian administrasi penjualan akan memproses (DO) dari konsumen dan melaporkan kepada koordinator supir dan gudang. Proses pendistribusian PT Indomex Dwijaya Lestari dapat dilihat pada Gambar 1.3. PEMESANAN Konsumen Order Order Order List KANTOR ADMINISTRASI PENJUALAN Administrasi Penjualan memproses pesanan Delivery Order Melaporkan Koordinator Gudang GUDANG Mengatur Pengisian barang Gudang Kembali ke Gudang Pengiriman Barang KONSUMEN Membongkar Barang Toko atau Grosir Menentukan supir Konsumen Tim Sales Koordinator Supir Proses Pembayaran (Sumber : PT Indomex Dwijaya Lestari, 2016) Gambar 1.3 Proses Pendistribusian PT Indomex Dwijaya Lestari PT Indomex Dwiya Lestari memiliki jumlah konsumen yang mencapai 1.095 toko atau grosir yang menyebar untuk wilayah Sumatera Barat, Bengkulu dan Jambi. Wilayah Sumatera Barat merupakan wilayah lokasi pendistribusian yang memiliki jumlah konsumen terbesar. Perbandingan persentase masing-masing jumlah lokasi konsumen dari PT Indomex Dwiya Lestari tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 1.4. 3

17% 20% Pesisir Selatan Pasaman dan sekitarnya 7% 5% 9% 11% 15% 16% (Sumber : PT Indomex Dwijaya Lestari, 2016) Padang dan sekitarnya Solok dan sekitarnya Pariaman dan sekitarnya Bengkulu dan Jambi Dhamasraya, Sawahlunto dan Sijunjung Gambar 1.4 Persentase Perbandingan Wilayah Jumlah Toko atau Grosir PT Indomex Dwijaya Lestari Proses pendistribusian produk dilakukan dengan menggunakan kendaraan milik perusahaan yang berjumlah 26 kendaraan, dengan memiliki empat jenis kendaraan yang berbeda. Dua jenis kendaraan merupakan kendaraan truk roda enam yang memiliki kapasitas sebesar 7,5 ton atau 755 dus. Sedangkan untuk dua jenis kendaraan yang lainnya merupakan roda empat yang memiliki kapasitas sebesar 250 dus hingga 420 dus. Tetapi sampai saat ini, pengiriman produk menggunakan alat angkut kendaraan masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata utilitas kapasitas angkut pada bulan Januari 2016 yaitu bernilai sebesar 84,89%. Hal ini berarti kapasitas alat angkut pada perusahaan masih belum optimal, masih terdapat sisa kapasitas kendaraan yang dapat mengangkut beberapa produk lagi. Utilitas kapasitas angkut perusahaan pada bulan Januari tahun 2016 dapat dilihatpada Tabel 1.1 Tabel 1.1. Utilitas Kapasitas Angkut Bulan Januari 2016 No Plat Kendaraan Tipe Mobil Rata-rata yang Kapasitas diangkut (Dus) Angkut (Dus) Utilitas 1 BA 9409 AO 629 755 83.31% 2 BA 9432 BZ Mitsubishi Colt 700 755 92.72% 3 BA 9993 AT Diesel 125 PS 610 755 80.79% 4 BA 9310 BG 690 755 91.39% 5 BA 8061 BU 225 250 90.00% 6 BA 8231 JP L300 190 250 76.00% 7 BA 8392 BE 200 250 80.00% (Sumber : PT Indomex Dwijaya Lestari, 2016) 4

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan General Manager dari PT Indomex Dwijaya Lestari, dapat disimpulkan bahwa perusahaan belum memiliki sistem penentuan rute untuk pengiriman produknya. Penentuan rute sepenuhnya berdasarkan instuisi atau pengetahuan dari masing-masing supir dan salesman. Akibatnya sering terjadinya penambahan biaya bahan bakar (BBM) terhadap rute yang memiliki rute toko yang sama. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada perhitungan pemakaian BBM kendaraan alat angkut PT Indomex Dwjaya Lestari pada tahun 2016. Berikut adalah beberapa kasus penambahan biaya BBM yang terjadinya pada bulan September tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 1.2. Tabel 1.2. Perhitungan Pemakaian BBM Mobil Tahun 2016 Daerah Pendistribusian Pariaman Muara Labuh Toko 1. Toko Wngki 2. Toko Dermawan 3. Toko Yulinis 1. Toko Zahra 2. Toko Medi 3. Toko Pelangi 4. Toko Bina Supir Azwar Mulyadi Mulyadi Karim Tanggal 5-Jan-16 12-Sep-16 15-Apr-16 26-Oct-16 Rute Toko Wengki - Toko Dermawan- Toko Yulinis Toko Dermawan-Toko Yulinis- Toko Wengki Toko Zahra- Toko Medi-Toko Pelangi-Toko Bina Toko Medi-Toko Pelangi-Toko Zahra- Toko Bina Jarak (Km) 153 175 345 115 Biaya BBM Rp 255,000 Rp 383,000 Rp 325,000 Rp 140,000 Berdasarkan wawancara dengan General Manager dari PT Indomex Dwijaya Lestari diketahui bahwa kasus diatas sering terjadi. Hal ini disebabkan karena pengetahuan masing-masing supir terhadap jalur rute terdekat adalah berbeda-beda. Kemudian supir yang juga lebih mengutamakan jumlah permintaan yang lebih besar, alasannya karena toko dengan permintaan lebih besar lebih membutuhkan produk tersebut. Sehingga rute yang seharusnya dapat ditempuh dengan jarak yang lebih kecil dan dibayarkan dengan biaya BBM yang lebih rendah, tetapi sebaliknya yaitu perusahaan harus mengeluarkan biaya penggunaan BBM yang lebih besar. Hal ini juga menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan dan dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan penggambaran permasalahan tersebut maka dipandang perlu adanya pendekatan analitis untuk menentukan solusi rute pengiriman yang akan dilalui setiap armada kendaraan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, jumlah permintaan dan kapasitas angkut kendaraan. Salah satu solusinya adalah 5

menentukan sistem pengiriman produk yang tepat, sehingga diharapkan pengiriman produk menjadi terarah sehingga jarak tempuh kendaraan dapat berkurang dan juga dapat menimalkan biaya penggunaan BBM. Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian ini akan merancang sistem rute pengiriman produk AMDK di PT Indomex Dwijaya Lestari. Rancangan sistem usulan ini diharapkan dapat menghemat jarak dan waktu tempuh yang nantinya akan berdampak pada penghematan penggunaan biaya bahan bakar. Serta sistem usulan yang dirancang juga mempertimbangkan permintaan masing-masing toko yang berubah-ubah, jarak masing-masin toko dan kapasitas kendaraan. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan menghadapi beberapa masalah terkait kegiatan distribusi seperti perusahaan yang belum memiliki sistem penentuan rute untuk pengiriman produk. Penentuan rute yang ditentukan oleh masing-masing supir dapat menghasilkan urutan yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan terjadi penambahan biaya BBM pada setiap rutenya. Hal ini terdapat beberapa kasus yang terjadi pada tahun 2016 yang dapat dilihat pada Tabel 1.2, bahwa terdapat pengiriman rute terhadap toko yang sama memiliki urutan pengiriman yang berbeda. Oleh karena, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem pengiriman perusahaan. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang sistem untuk menentukan rute pengiriman produk AMDK yang dilakukan oleh PT Indomex Dwijaya Lestari. Sehingga dapat meminimasi jarak tempuh, waktu distribusi dan penggunaan biaya bahan bakar dalam pengiriman. Serta dapat mengaplikasikan sistem yang ada dalam bentuk program. 6

1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Penelitian ini memfokuskan pada pendistribusian produk kemasan cup plastik yang berukuran 220 ml. 2. Lokasi pendistribusian yang diteliti adalah daerah Pesisir Selatan. Karena Pesisir Selatan merupakan wilayah dengan jumlah permintaan terbesar yaitu 20% dari wilayah Sumatera Barat, Bengkulu dan Jambi. 3. Data permintaan toko yang digunakan adalah permintaan pada tahun 2016. 4. Jumlah kendaraan yang digunakan yaitu Mitsubisthi Colt Diesel Hino Dutro 110 SD dan Toyota Dyna HT 130 kapasitas alat angkut sebesar 755 dus. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan proposal tugas akhir ini sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat tentang pendahuluan seperti latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, asumsi penelitian dan sistematika penulisan dalam penelitian ini. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan teori-teori yang mendukung dan terkait dalam penelitian ini. Teori ini terdiri dari metode yang digunakan dalam penentuan rute transportasi seperti Travelling Salesman Problem, Vehicle Routing Problem, Capacitied Vehicle Routing Problem dan lain-lain. Teori tersebut diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal penelitian, dan penelitian tugas akhir yang berhubungan dengan penelitian ini. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang langkah-langkah atau prosedur dalam melakukan penelitian ini mulai dari pendahuluan hingga penutup. Penelitian ini menggunakan metode seperti wawancara kepada general manager, 7

koordinator supir, koordinator gudang dan pekerja lainnya, serta melakukan pengamatan langsung. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab ini terdiri dari data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan yaitu data permintaan, data produk, kapasitas alat angkut dan lain-lainnya. Selanjutnya data tersebut akan diolah untuk didapatkan kelompok rute usulan. Kemudian sistem yang telah ada diaplikasikan kedalam bentuk program. BAB V ANALISIS Bab ini menjelaskan tentang analisis dari metode usulan yang telah dibuat, analisis terhadap hasil rute yang didapatkan dari metode usulan dengan rute aktual yang ada pada perusahaan, serta analisis terhadap program yang telah diaplikasikan. BAB VI PENUTUP Bab ini berisikan tentang segala hal yang dapat disimpulkan dari penelitian yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan penelitian selanjutnya. 8