31 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Rancangan Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment melalui rancangan Non-random Control Group Pretest- Posttest Design. Dalam rancangan ini pengelompokan anggota-anggota kelompok control dan kelompok eksperimen dilakukan kan secara nonrandom. Kemudian dilakukan pretest pada kedua kelompok tersebut dengan memberikan perlakuan atau intervensi pada kelompok eksperimen. Setelah beberapa waktu dilakukan posttest atau pengukuran kembali pada kedua kelompok tersebut (Notoatmodjo, 2005). Bentuk rancangan sebagai berikut: Tabel 3. 1 Rancangan Penelitian Group Pretest Treatment Posttest Experiment Group T1a X T2a Control Group T1b - T2b Sumber: Notoatmodjo. (2005). Keterangan table 1: T1a : Pengukuran involusi uterus dengan cara mengukur tinggi fundus uterus sebelum diberi intervensi pada kelompok eksperimen. 31
32 T2a : Pengukuran involusi uterus dengan cara mengukur tinggi fundus uterus setelah diberi intervensi oksitosisn + senam nifas pada kelompok eksperimen. T1b : Pengunkuran involusi uterusdengan cara mengukur tinggi fundus uterus sebelum diberi intervensi oksitosin pada kelompok kontrol. T2b : Pengukuran involusi uterus dengancara mengukur tinggi fundus uterus setelah diberi intervensi oksitosin pada kelompok kontrol. X : Pemberian perlakuan atau intervensi (Senam nifas).
33 2. Alur Penelitian Alur penelitian dari penelitian ini dapat dilihat pada skema dibawah ini : Penelitien dimulai Ibu nifas berada di RSUD Bangkinang Pretes Memberikan Perlakuan Senam Nifas Melakukan Pengukuran TFU sebelum senam nifas Melakukan Pengukuran TFU sebelum diberikan tindakan standar ruangan Pretes Memberikan tindakan standar ruangan Postest Melakukan Pengukuran TFU sesudahdiberikan tindakan standar ruangandan senam nifas Melakukan Pengukuran TFU sesudah diberikan tindakan standar ruangan Postest Hasil pengamatan dibandingkan sebelum perlakuan dan setelah dilakukan perlakuan Skema 3.2 Alur Penelitian
34 3. Prosedur Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian dengan melalui prosedur sebagai berikut : a. Meminta surat permohonan izin pengambilan data pada institusi pendidikan. b. Meminta izin kepada Direktur Rumah Sakit untuk melakukan penelitian di RSUD Bangkinang. c. Melakukan penelitian di ruangkebidananrsud Bangkinang. d. Pada hari petama, peneliti menerangkan kepada calon responden mengenai senam nifas, tujuan dan etika dalam penelitian serta menjamin kerahasiaan responden. e. Jika calon responden bersedia menjadi responden, maka mereka harus menandatangani surat persetujuan menjadi responden yang diberiakan peneliti. f. Peneliti melakukan pengukuran TFU responden sebelum senam nifas. g. Peneliti mengajarkan cara melakukan senam nifas. h. Setelah diketahui TFU responden, peneliti memberikan latihan senam nifas. i. Pengukuran TFU responden dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan selang waktu 10 menit j. Mengolah data hasil penelitian. k. Seminar hasil penelitian.
35 4. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah : a. Variabel bebas ( Independent) Dalam penelitian ini, variable independent yang digunakan adalah senam nifas. b. Variabel terikat (Dependent) Variable dependent yang digunakan adalah Involusi Uterus. B. Lokasi penelitian dan Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di ruang Pejuang dan Ali RSUD Bangkinang pada tanggal 05 Agustus sampai 05 September Tahun 2016. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002) Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu postpartum persalinan normal di RSUD Bangkinang bulan Juni tahun 2016 yang berjumlah 20 kasus dan 20 kontrol. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005). Teknik sampling pada penelitian ini dilakukan secara Porposive Sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dari jumlah populasi yang ada disesuaikan dengan keinginan peneliti. Cara pemilihan sampel adalah responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen
36 dan kelompok kontrol. Responden dari kelompok eksperimen dan kelompok control dipilih dengan cara membuat nomor urut responden. Responden dengan nomor urut ganjil merupakan kelompok eksperimen dan responden dengan nomor urut genap adalah kelompok kontrol. Kriteria inklusi sampel meliputi: 1. Kelompok kasus a. Seluruh ibu postpartum dengan persalinan normal di RSUD Bangkinang. b. Ibu postpartum yang berdomisili di Bangkinang c. Bersedia menjadi responden. 2. Kelompok kontrol a. Seluruh ibu postpartum dengan persalinan normal di RSUD Bangkinang. b. Ibu postpartum yang berdomisili di Bangkinang c. Bersedia menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusinya adalah: 1. Kelompok Kasus a. Ibu postpartum yang mengalami persalinan tidak normal, seperti SC (Sectio Caesarea). b. Tidak bersedia menjadi responden. 2. Kelompok Kontrol a. Ibu postpartum yang mengalami persalinan tidak normal, seperti SC (Sectio Caesarea).
37 b. Tidak bersedia menjadi responden D. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data ibu post partum yang ada di RSUD Bangkinang. Untuk mengetahui adanya involusi uterus dilakukan dengan pengukuran langsung (pengukuran tinggi fundus uterus) dan observasi. Alat yang diigunakan untuk mengetahui involusi uterus adalah dengan menggunakan Centimeter. Alat ukur pengukuran langsung dengan mengukur tinggi fundus uterus sebelum dan sesudah dilkakukan senam nifas. E. Standar Prosedur Operasional (SPO) Senam Nifas Tabel 3.1 SPO Senam Nifas Pengertian Tujuan Kebijakan Senam nifas adalah senam atau latihan fisik yang dilakukan pada ibu pasca melahirkan (post partum) untuk mengembalikan fungsi otot-otot tubuh seperti semula Membantu memperlancar sirkulasi darah Membantu mengembalikan kedudukan otot kandungan Mengencangkan otot-otot perut, otot dasar panggul dan pinggang Bidan dan tenaga kesehatan lainnya dapat melakukan sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku Alat dan Bahan Matras/kasur Alas matras/sepre Langkah-langkah 1. Memberitahu pasien mengenai tindakan dan tujuan yang akan di lakukan 2. Menyiapkan matras (di tempat tidur) untuk melakukan senam nifas 3. Melakukan dan meletakan kedua tangan pada perut bawah iga, menarik nafas perlahan dari dalam lewat hidung kemudian keluarkan lewat mulut sambil mengencangkan dinding perut untuk membantu mengosongkan paru-paru Prosedur 4. Berbaring dengan punggung lurus, kedua lengan diluruskan di atas kepala dengan telapak tangan menghadapi ke arah atas, kemudian mengendurkan sedikit lengan kiri dan kencangkan lengan kanan, pada saat yang sama lepaskan tungkai kanan sehingga seluruh
38 tubuh yang kiri menjadi kencang sepenuhnya. Ulangi hal yang sama pada sisi tubuh yang kanan. 5. Kontraksi vagina berbaring terlentang kedua tungkai sedikit dijauhkan kencangkan dasar panggul pertahankan selama 3detik kemudian lemaskan. 6. Memirigkan tubuh pada panggul dengan kedua lutut ditekuk, kemudian kontksikan otot-otot perut untk membuat tulang belakang menjadi datar dan otot-otot pantat menjadi kencang. Pertahankan selama 3 detik dan kemudian dilepaskan. 7. Sesudah hari ke3, berbaring pada punggung dengan kedua lutut ditekuk dan kedua lengan direntangkan mengangkat kepala dan bahu hingga. Hal-hal yang perlu diperhatikan a. Senam ini hanya boleh di lakukan jika keadaan ibu sudah benarbenar pulih b. Teknik yang dilakukan oleh ibu nifas yang tidak mengalami kontraindikas F. Prosedur Pengumpulan Data Untuk pengumpulan data peneliti meminta surat izin pengumpulan data STIKes Tuanku Tambusai setelah judul proposal penelitian disetujui oleh pembimbing. Surat izin tersebut kemudian diberikan kepada pihak RSUD Bangkinang, setelah diberi izin, peneliti mendatangi responden di ruang rawat inap RSUD Bangkinang untuk menjelaskan tujuan penelitian dan meminta responden menandatangani Informed Consent bagi responden yang bersedia untuk diteliti. Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Responden dari kelompok eksperimen dan kelompok control dipilih dengan cara membuat nomor urut responden. Responden dengan nomor urut ganjil merupakan kelompok eksperimen dan responden dengan nomor urut genap adalah
39 kelompok kontrol. Masing-masing respondensebelum diberikan intervensi (pretest) dilakukan pengukuran involusi uterus terlebih dahulu, kemudian setelah 4 hari dilakukan intervensi dalam setiap hari 1 kali selama 4 harikemudian dilakukan pengukuran kembali involusi uterus (posttest). Intervensi dilakukan pada kelompok eksperimen. G. Defenisi Operasional Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut (Nursalam, 2003). Tabel 3.2 Defenisi Operasional No Variabel Definisi Operasional 1. Senam Senam yang nifas dilakukan sejak hari pertama sampai hari keempat post partum. Alat ukur Cara ukur Skala Hasil ukur Observasi Standar operasional senam nifas Ordinal 1. Kelompok eksperimen :melakukan senam nifas selama 10 menit, 1xsehari dalam waktu 4 hari 2. Kelompok kontrol: tidak melakukan senam nifas 2. Involusi uterus pada ibu postpartum. Perubahan uterus setelah persalinan yang ditandai dengan berat 60 gram Observasi Centimeter. Interval Rentang involusi uterus 4-8 cm
40 H. PROSEDUR PENGOLAHAN DATA Setelah semua data terkumpul, selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pengolahan Data a. Editing Setelah semua data terkumpul, peneliti melakukan pengecekan ulang. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kelengkapan dari hasil wawancara terstruktur dan observasi dari responden, apakah jawaban sudah lengkap atau jawaban sudah cukup jelas terbaca dan data sesuai (relevan). b. Coding Coding data dilakukan dengan cara memberi kode pada setiap jawaban yang diberikan oleh responden untuk memudahkan analisis jawaban dari responden c. Entry Data Memasukkan data hasil pengukuran agar dapat dianalisis dengan cara manual atau melalui pengolahan komputer. Program yang digunakan untuk entrydata ini adalah komputer. d. Cleaning Pembersihan data atau mengecek kembali data hasil pengukuran yang sudah di-entry apakah ada kesalahan atau tidak dalam memasukkan data.
41 2. Penyajian Data Hasil pengolahan data dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk angka, table dan grafik, agar mudah dibaca dan dimengerti. I. Analisa Data Data diolah dan dianlisis dengan teknik-teknik tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis univariat dan bivariate yang dilakukan terhadap dua variable, yaitu Senam nifas dan kecepatan involusi uterus. 1. Analisa Univariat Dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel (Notoatmojo, 2010). Data responden yang dicari mean dan standar deviasinya dan disajikan dalam bentuk tabel. 2. Analisa bivariat Dalam menganalisa data secara bivariat penguji data dilakukan dengan menggunakan uji t-independen yaitu membandingkan kecepatan involusi uterus setelah melakukan senam nifas pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Taraf signifikan 95% (a = 0,05).pedoman dalam menerima hipotesis: apabila nilai probabilitas (p) < 0,05 maka Ho ditolak, apabila (p)> ),)5 maka Ho gagal ditolak. Data yang didapat disajikan dalam bentuk tabel.